Tuesday, January 12, 2010

Pembuktian

Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.

“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.

Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.

Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.

“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.

Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.

Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.
“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.

Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL

Rachmat Affandi Ingin Pulang

RENCANA perombakan skuad PSMS menatap putaran kedua nanti, ternyata mulai terendus ke berbagai klub di tanah air. Termasuk klub Indonesia Super League (ISL). Mendengar kabar tersebut, Rachmat Affandi striker Arema Malang yang musim lalu sempat memperkuat PSMS, menyatakan ketertartikannya bergabung kembali ke PSMS.

Terlebih selama berkostum Arema, Rachmat jarang mendapatkan tempat karena harus bersaing dengan striker asing asal Singapura Moh Alam milik Arema. Padahal, Rachmat termasuk striker haus gol yang cukup tajam.

Pemain berusia 25 tahun yang dibesarkan Pelita Jaya itu, sempat mencetak tak kurang 9 gol bersama PSMS musim lalu. Jumlah itu termasuk yang disarangkannya di kancah AFC Cup yang diikuti PSMS musim lalu.

Karena tak mendapatkan kesempatan unjuk gigi di Arema-lah Rachmat ingin kembali ke PSMS agar punya kesempatan tampil lebih banyak dan tentu saja mencetak banyak gol. “Saya sebenarnya terikat kontrak satu tahun bersama Arema. Tapi saya ingin juga kembali main untuk PSMS asalkan urusan kontrak diurus oleh manajemen PSMS dan Arema,” kata Rachmat.

Bagi Rachmat, yang terpenting baginya adalah pengembangan karir. Dia tak ingin berada di klub besar yang walaupun berada di ISL, tapi jarang mendapatkan kesempatan tampil. “Yang penting adalah karir. Saya tak ingin hanya duduk di bangku cadangan, karena hanya akan menumpulkan permainan saya. Biar berada di klub dengan kasta kompetisi rendah, asalkan jam terbang saya terjaga dan bertambah,” tambahnya.

Dikonfirmasikan kepada Hendra DS manajer PSMS, dikatakan bahwa perekrutan pemain lokal tetap akan jadi priorotas. Termasuk juga mendatangkan Rachmat Affandi. “Setelah menggelar evaluasi, saya akan ajukan penambahan pemain. Dan siapa saja yang bakal direkrut akan dibicarakan bersama,” katanya.

Modal Besar Hadapi Semen Padang

MATERI pemain yang dimiliki Semen Padang, memang lebih berkelas dari pada skuad yang dimiliki PSMS. Maka itu, untuk mengandaskan perlawanan klub asuhan Arcan Euri itu bukan perkara mudah. Walaupun, main di kandang sendiri.

Namun kalau menilik fakta, pertemuan kedua klub sebenarnya lebih banyak dimenangi PSMS. Dalam 10 pertemuan terakhir baik di ajang Divisi Utama dan Copa Dji Sam Soe sejak tahun 2004, PSMS tercatat tujuh kali menang, sekali seri dan hanya dua kali kalah.

Menilik sejarah tentu saja tak ada salahnya. Pertemuan pertama kedua tim di Divisi Utama terjadi pada 20 Januari 2004. Saat itu PSMS melawat ke markas Semen Padang, namun berhasil menang 1-3. Pada Divisi Utama 2005, PSMS kalah tipis 1-0 ketika laga digelar di kandang Semen Padang. Setahun berikutnya, PSMS juga kalah di kandang Semen Padang dengan skor 2-0.

Selebihnya, PSMS tak terkalahkan termasuk pada pertemuan terakhir kedua tim di Divisi Utama pada 28 November 2007. Saat itu PSMS menang 2-0 di Stadion Teladan.

Kini, materi pemain Semen Padang tampaknya lebih baik dari PSMS. Namun semangat berdasarkan sejarah yang lebih baik, membuat kubu PSMS yakin bisa mendulang angka penuh. “Mau tak mau kita memang harus meraih tiga angka. Apalagi digelar di kandang sendiri,” kata Suimin Diharja arsitek tim.

Kabar baiknya, kubu Semen Padang bakalan tak diperkuat legiun impornya asal Brazil Marcio Sauza yang musim lalu berkostum Persela. Marcio dipastikan absen karena menerima kartu merah saat Semen Padang menang 2-1 kontra Persita. Hal ini tentu saja sedikit melegakan karena sebaliknya PSMS, bakal diperkuat seluruh skuadnya. Termasuk Nyeck Nyobe yang telah lepas dari hukuman akumulasi kartu kuning

Laga Lawan Semen Padang Jadi Pembuktian Pemain PSMS

Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.

“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.

Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.

Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.

“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.

Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.

Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.

“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.

Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL

Persela Berniat Perpanjang Pinjaman Duo PSMS

Persela Lamongan menolak untuk melepas duo bek yang dipinjam dari PSMS Medan, Aun Carbini dan Fadli Hariri. Padahal, dua bek ini sangat diidam-idamkan untuk bisa kembali ke Medan. Bahkan, Laskar Joko Tingkir ingin meminjam lagi dua pemain ini untuk musim depan.

Ketua Tim Pembentukan yang juga bendahara Persela, Yuhronur Efendi mengungkapkan, pihaknya menolak untuk memberikan Aun dan Fadli ke PSMS meski keduanya berstatus pinjaman. Sebab, kedua pemain itu masih dibutuhkan oleh Persebaya hingga akhir musim nanti.

Ia menejelaskan, dua pemain ini memang masih terikat kontrak dengan PT Topas Gopas. Namun tenggang waktu peminjaman adalah satu musim. 'Setelah itu baru kami kembalikan atau kami pinjam lagi. Tapi untuk sekarang tenaganya masih diperlukan di Persela," kata Yuhronur, Senin (11/1/2010).

Persela memang bertekad tidak akan melakukan perubahan di lini tengah. Sebab sejauh ini lini belakang mereka jadi salah satu yang terbaik dari jajaran tim Jawa Timur yang berlaga di Superliga. Dari 12 kali tanding, mereka hanya kebobolan 8 gol. Mereka terpaut empat gol dari Arema Malang yang menjadi tim dengan pertahanan paling kuat di Superliga musim ini.

"Kalau ada evaluasi, paling itu lini tenhah atau lini depan. Sebab kita sangat sedikit cetak gol. Untuk lini belakang kita masih jadi salah satu yang terbaik hingga kini," lanjutnya.

Penampilan Aus dan Fadli musim ini memang tak terlalu mencolok. Mereka lebih banyak duduk di bangku cadangan dan menjadi ban serep kapten Persela, Fabiano da Rosa. Padahal musim lalu peran keduanya di PSMS sangat sentral. Meski gagal menyelamatkan timnya dari degradasi, tapi setidaknya dua pemain ini layak disebut sebagai pemain masa depan Indonesia.

"Jika Fabiano absen, tidak ada lagi pemain yang bisa mengantikan selain Aun. Termasuk juga Hariri. Meski keduanya lebih banyak di bangku cadangan bukan berarti tidak bagus," ucap arsitek Persela, Widodo C Putra