Saturday, March 27, 2010

PSMS Kalahkan Persih 2-0

PSMS Medan mengalahkan Persih Tembilahan dengan skor 2-0 (1-0) pada lanjutan kompetisi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Jumat.

Gol pertama PSMS diciptakan Nyeck Nyobe Georges Clement pada menit ke-11 melalui tendangan bebas yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persih, Agus Salim.

Persih yang kecolongan 0-1 berusaha melancarkan serangan melalui beberapa pemain seperti Pablo Rojas, Leonardo Veron, Mahadirga dan Riky Ohorela, namun selalu berhasil dihalau barisan pertahanan PSMS yang dimotori Chiko Maradona, Syaiful Ramadhan dan Hary Saputra.

Penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana juga harus bekerja ektra keras menyelamatkan gawangnya.

Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-77, Ikpepua Marvelllous Osas Saha berhasil menggandakan kemenangan tuan rumah melalui sebuah serangan balik.

Pada pertandingan itu, wasit Asrizal (Padang) menghadiahi tiga kartu kuning kepada pemain Persih, masing-masing Sumardi, Doni Famansyah dan Glen Paloakan.

Kemenangan itu belum menjamin PSMS aman dari ancaman degradasi.

Partai yang sangat menentukan akan terjadi saat PSMS menjamu Persires Rengat, Selasa (30/3) pekan depan. Jika memang, PSMS akan bertahaan di Divisi Utama

Friday, March 26, 2010

PSMS Dukungan Penuh Penonton

Sore ini di Stadion Teladan Medan, PSMS akan menjamu Persih dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010. Laga ini pun merupakan penentu apakah PSMS masih akan berlaga di Divisi Utama atau terdegradasi ke Divisi Satu di musim yang akan datang. Begitu juga dengan laga terakhir, Selasa (30/3) nanti.

Meskipun persiapan tim sudah ditangani duet pelatih kawakan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian (baca preview di halaman 15), namun M Affan Lubis dkk sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Kota Medan. Peran penonton pun kerap diidentikkan sebagai pemain ke-12 yang berpengaruh besar pada kemenangan sebuah tim.

Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE sangat mengharapkan kehadiran masyarakat Kota Medan di dua laga kandang terakhir PSMS ini. Bahkan untuk itu Idris yang juga Ketua Panitia Divisi Utama di Medan menurunkan harga tiket. Adapun harga tiket yang diterapkan adalah Rp50.000 untuk VIP, Rp35.000 untuk tribun tertutup, dan Rp10.000 untuk tribun terbuka. Selain penurunan tiket, panitia juga akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Selain itu, karena pertandingan digelar di hari kerja, Panpel mengundurkan jadwal dan dimulai pukul 16.30 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat menyaksikan pertandingan sejak awal.

“Kita berharap pertandingan besok (hari ini, Red) seluruh masyarakat Kota Medan datang untuk memberi dukungan kepada PSMS. Karena dua laga kandang ini adalah hidup mati di Divisi Utama. Mari kita penuhi Stadion Teladan Medan dan menjadi saksi perjuangan skuad PSMS keluar dari ancaman degradasi,” ucap Idris yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (25/3).

Besarnya pengaruh penonton terhadap kemenangan PSMS di dua laga kandang ini pun dibenarkan pelatih kawakan Suimin Dihardja. “Kita semua tentu berharap PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Saya juga tidak rela kalau PSMS terdegradasi. Mari kita ramaikan Stadion Teladan sebagai dukungan moral untuk PSMS,” ucap Suimin. [jul/sumutpos]

PSMS Menunggu List Copa

JAKARTA - Menghuni papan bawah klasemen Wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia 2009/10 membuat peluang PSMS Medan tampil di Copa Indonesia musim ini berat, karena hanya akan masuk waiting list.

Hal itu terkait dengan kebijakan PT Liga Indonesia (Liga) selaku pelaksana regulasi kompetisi non amatir sepakbola nasional, yang hanya mengikutkan 12 tim dari kasta kedua di turnamen bergengsi tersebut, yakni hanya mereka yang lolos ke babak kedua.

Sisanya berasal dari 18 tim kontestan Indonesia Super League (ISL) saat ini dan dua tim dari divisi satu, sehingga nantinya ada total 32 tim yang akan memperebutkan piala yang sebelumnya bernama Copa Dji Sam Soe ini.

“Kebijakan untuk menetapkan peserta seperti itu lebih karena pertimbangan kualitas pertandingan. Karena itu, kami haru menunggu kepastian tim divisi utama yang akan ikut ambil bagian,’ kata Joko dalam keterangan pers usai penanda tangan kerjasama dengan stasiun televisi swasta nasional RCTI selaku pemegang hak siar Piala Indonesia di Kantor Liga, Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis.

Mengenai peluang PSMS memang belum tertutup dan masih sama seperti tim lain, sebab bisa saja mereka masuk dalam daftar tunggu. Tapi itu pun harus bersaing dengan tim lain yang juga ingin masuk dalam waiting list.

“Daftar tunggu ini memang kami berikan jatah untuk mereka yang tidak memenuhi persyaratan dari segi klasemen. Hanya saja mereka punya minat yang cukup tinggi untuk berpartisipasi di turnamen ini,” beber Joko menambahkan baru Pro Duta Sleman yang sudah resmi mengajukan diri masuk dalam daftar tunggu.

Tigor Sahlomboboy, Sekertaris Liga ditemui di tempat yang sama menyatakan, kesempatan Ayam Kinantan berada di Divisi Utama musim depan masih terbuka lebar. Sebab, Liga membatalkan rencana menambah kuota tim yang degradasi ke Divisi I. Semula, imbuh Tigor, pihaknya berencana menurunkan empat tim peringkat terbawah dari tiga grup yang ada ke divisi satu musim depan.

Aura Positif

Cerahnya kostum yang dikenakan pemain PSMS menghadirkan nuansa lain pada latihan Rabu (24/3) sore di Stadion Teladan Medan. Apakah ini pertanda kemenangan di dua laga yang akan dilakoni di akhir musim ini?

Pantauan Sumut Pos di lapangan, tampak M Affan Lubis dkk begitu bersemangat melakoni latihan di bawah arahan duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar. Kerja sama di berbagai lini pun sudah terlihat. Sejalan dengan komunikasi antar pemain yang tak pernah kosong.
Begitu pun saat memasuki game, semangat para pemain berhasil membangkitkan kembali ciri khas PSMS, permainan rap-rap. Tak ada ragu dari Hary Syahputra saat menghentikan serangan dari pemain lain. Begitu juga Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi, Jecky Pasarella, dan M Affan Lubis yang menjadi andalan di barisan tengah.

Meskipun tidak menghasilkan gol, duet striker asing PSMS tampil ceria. Khususnya, Nyeck Nyobe yang selama ini diposisikan sebagai libero. Bahkan, dikabarkan legiun asal Kamerun ini enggan bila ditarik kembali ke lini belakang. “Memang anak-anak sudah berkomitmen untuk memenangkan dua laga kandang ini. Apalagi kita banyak kehilangan poin dan pertandingan ini adalah penentu. Kita bertekad untuk tidak lagi mengecewakan masyarakat Kota Medan,” ucap Kapten PSMS M Affan Lubis usai latihan.

Yah sepanjang putaran kedua, PSMS banyak kehilangan poin. Diawali dengan kalahkan 0-1 atas Persikabo, ditahan seri 1-1 oleh Persita, dan kalah 1-2 dari Persipasi, PSMS sudah kehilangan delapan poin. Seharusnya saat ini PSMS sudah mengoleksi 23 poin. Namun nasi sudah menjadi bubur, mencari kambing hitam pun tak ada guna.

Keinginan M Affan Lubis dkk itu pun disambut baik duet pelatih PSMS. Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar memang lebih memusatkan perhatiannya pada persiapan tim menghadapi dua pertandingan sisa. “Ya, kita tidak akan pulang dari jalan yang sama,” ucap Amrustian mengutip pepatah yang sempat terkenal di kalangan mafia Itali.

Bahkan, kekurangan yang ada dianggap angin lalu. “Kita memang kekurangan cadangan libero dan gelandang sayap. Tapi, semangat para pemain bisa menutupi kekurangan itu. Pemain yang ada akan kita maksimalkan untuk menciptakan gol sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Aura positif ini pun diperkuat dengan dukungan dari luar lapangan oleh salah fans PSMS. Tampak pula mantan Pelatih PSMS, Suimin Dihardja didampingi mantan Manajer PSMS 2001 Aritonang, dan Joni Sembiring yang setia memantau perkembangan PSMS. “Kita datang menyaksikan latihan sore ini sebagai dukungan moral kepada seluruh pemain. Besar harapan kita agar dua pertandingan ini berakhir dengan kemenangan. Bagaimanapun juga, kita tidak rela bila PSMS sampai terdegradasi dari Divisi Utama,” ucap Suimin kepada Sumut Pos.

Sayang, semangat pemain maupun harapan seluruh masyarakat pecinta PSMS tidak disaksikan oleh pengurus. Tak satu pun pengurus terlihat di Stadion Teladan Medan, Rabu (24/3) sore itu. Padahal kehadiran para pengurus merupakan motivasi tersendiri bagi seluruh pemain yang bertekad untuk habis-habisan di akhir musim ini. (jul)

Masih Bernapas

MEDAN-Kalah dari PSAP Sigli memang membuat kubu PSMS murung. Divisi Satu Liga Indonesia pun tergambar dibenak pengurus dan manajemen. Namun, harapan untuk bertahan di Divisi Utama ternyata masih ada.

Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.

Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.

Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.

Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.

Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.

Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.

“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.

Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya. (jul)

Bonus Rp30 Juta Menanti

Berbagai usaha pun dilakukan untuk mempertahankan PSMS tetap di Divisi Utama di musim berikutnya. Dari sisi teknis, tim pelatih sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk kemenangan di dua laga kandang sisa.

Namun harus diakui, dalam kondisi saat ini faktor teknis saja tak cukup. Faktor nonteknis juga memiliki kekuatan yang tidak bisa disepelekan. Ya, faktor ini yang dapat membangkitkan semangat para pemain untuk mencapai kemenangan demi kemenangan.
Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (23/3). Untuk itu sejumlah bonus pun disiapkan kepada seluruh pemain bila berhasil mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Bonus sendiri merupakan sumbangan dari seluruh pengurus PSMS. “Ini sebagai harapan seluruh pengurus agar PSMS tidak didegradasi,” ucapnya.

Seperti yang disampaikan Idris, untuk saat ini bonus yang disiapkan oleh pengurus berupa uang pembinaan sejumlah Rp30 juta. Tidak berhenti di situ, bersama pengurus lainnya masih akan terus melakukan pendekatan kepada seluruh pihak guna memberi bonus yang lebih besar lagi. “Kita juga akan minta dukungan dari pengusaha yang ada di Kota Medan agar bersumbangsih untuk perjuangan seluruh pemain. Kita harapkan juga perhatian dari Gubernur Sumut untuk tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,” tambahnya.

Motivasi lainnya pun datang dari Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis. Melalui telepon, Selasa (23/3) pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini juga sudah menyiapkan penghargaan bila PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Penghargaan itu tidak hanya kepada pemain juga pelatih hingga ofisial. “Kita akan menghormati perjuangan seluruh pemain. Bonus sudah kita siapkan bila PSMS berhasil bertahan di Divisi Utama. Saya juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan dengan menyaksikan dua pertandingan ini sebagai dukungan kepada PSMS,” ucapnya. (jul)

Wednesday, March 24, 2010

Asa PSMS Bertahan di Divisi Utama

Kalah dari PSAP Sigli memang membuat kubu PSMS murung. Divisi Satu Liga Indonesia pun tergambar dibenak pengurus dan manajemen. Namun, harapan untuk bertahan di Divisi Utama ternyata masih ada.

Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.

Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.

Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.

Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.

Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.

Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.

Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.

“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.

Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.

Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya[jul/sumutpos]

Berharap Bangkit

MEDAN-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah gambaran yang dialami PSMS saat ditekuk 0-1 oleh PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli, Senin (22/3). Pasalnya, selain kehilangan angka, beberapa punggawa tim Ayam Kinantan mendapat perlakukan tidak sportif dari pemain PSAP.

Seperti disampaikan pelatih PSMS Amrustian yang dihubungi Sumut Pos, terkuak jika pertandingan antara PSAP kontra PSMS sempat diwarnai kericuhan, saat kapten tim PSAP Sigli Suheri Daud melayangkan pukulan ke wajah pemain belakang PSMS Chico Maradona.

Di babak kedua Hari Syahputra juga mendapat pukulan diwajah dari pemain PSAP Sigli. Lagi-lagi wasit tidak mengambil tindakan atas sikap tak sportif pemain PSAP tadi.

“Memang mereka (PSAP Sigli, Red) memasang target harus menang saat menjamu kita (PSMS, red). Jadi, wajar saja jika mereka tampil seperti itu. Untungnya, pemain kita tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama,” jelas Amrustian, pelatih PSMS.
Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sendiri memang tidak menarget apapun di pertandingan kemarin. Keduanya mengaku fokus pada dua laga kandang di akhir musim ini saat menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3).
“Laga ini kita manfaatkan untuk mematangkan formasi baru yang kita buat sebagai persiapan menatap laga menghadapi Persih dan Persires,” tutur Amrustian.

Menurut Amrustian, formasi baru yang digunakan saat menghadapi PSAP berjalan sesuai rencana. Tak sampai di situ, beberapa peluang bahkan berhasil diciptakan meskipun belum membuahkan gol.

Peluang itu datang dari Bambang Tri Sanjaya saat tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang PSAP Sigli. Begitu juga dengan peluang dari Ahmad Afandi Lubis yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Deny Wahyudi masih dapat ditepis Agus Rochman.
Selain itu, di sektor pertahanan, Hary Syahputra yang mengkordinir lini pertahanan tim Ayam Mkianntan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga ketika babak pertama usai, striker PSAP tidak dapat membobol gawang tim Ayam Kinantan.

Jikapun akhirnya PSAP dapat membobol gawang PSMS lewat aksi striker asing Michel Adolfo De Souza, namun secara keseluruhan penampilan PSMS sangat memuaskan. Bahkan seluruh pemain seperi tak kehilangan semangat meskipun sudah tertinggal 0-1 dari lawannya.
Serangan gencar terus dilakukan anak-anak PSMS, meskipun akhirnya hingga pertandingan usai skor tak berubah, tetap 1-0 untuk kemenangan PSAP.

Wasit Asrizaki memberikan dua kartu kuning kepada Mathias Udie (PASAP Sigli) yang melanggar Saha, dan Hari Syahputra (PSMS) yang menjatuhkan Suheri Daud pada menit ke- 50 dan ke-72.

Dengan kekalahan ini PSMS masih belum beranjak dari peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Dibayangi oleh Persires Rengat yang mengoleksi 14 poin.

Dengan kondisi ini, praktis persaingan untuk menghindar dari jerat degradasi semakin seru dan menarik. Apalagi tiga tim yang berada di sana yakni PSMS, Persires dan PSDS sama-sama memiliki dua laga tersisa.

Terlebih, selain PSMS, ternyata PSDS juga memiliki dua laga kandang yakni saat menjamu PSSB Bireuen dan PSAP Sigli.
“Ya kita masih bisa disalip oleh tim manapun juga. Agar itu tidak terjadi, pada dua pertadningan sisa, kita harus memenangkan pertandingan. Caranya, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun juga,” pungkas Amrustian.Sementara itu di sisi lain, kemenangan yang diraih PSAP kemarin membuat tim besutan Bambang Nurdiansyah mengoleksi 26 poin. Hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk menyamai raihan Persikabo Bogor yang menempati peringkat keempat.

Pada pertandingan berikutnya PSAP Sigli akan melakoni dua laga tandang yaitu menghadapi PSDS Deli Serdang dan Persiraja Banda Aceh. (jul)

PSMS Fokus Dua Pertandingan Sisa

okus untuk bertahan di Divisi Utama, membuat duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian tak ambil pusing dengan kekalahan 0-1 yang mereka derita atas PSAP, kemarin (22/3).

Bagi keduanya, dua laga kandang yang akan dilakoni PSMS pada 26 dan 30 Maret mendatang sangat penting untuk dimenangkan. Karenanya, ketika wasit banyak merugikan tim Ayam Kinantan saat berhadapan dengan PSAP, keduanya mencoba bersikap legowo.

“Biasa lah. Justru dari aksi mereka yang seperti itu, mental para pemain jadi tertempa. Dan ini diharapkan dapat membantu penampilan pemain di dua laga sisa nanti. Kita konsen ke tim saja lah, tak usah mencari kambing hitam,” ucap Amrustian.

Keinginan yang sama juga disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi usai pertandingan, Senin (22/3). “Kau pun macam tidak tahu saja bagaimana kinerja wasit,” ketusnya.

Sikap pesimis Fityan pun tak berlebihan. Pasalnya, selama menjabat sebagai Sekretaris Tim PSMS musim ini, Fityan sudah mengirim enam surat pengaduan atas ketidakadilan yang diterima PSMS. Namun hingga saat ini tak satu pengaduan pun yang ditanggapi.

Anehnya setiap pengaduan tim tamu di Stadion Teladan Medan sepertinya mendapat perlakukan khusus dari PSSI. Yang paling dekat misalnya saat menjamu Persipasi Bekasi. Panitia langsung dikenai denda sebesar Rp15 juta. “Yang penting sekarang kita bisa bertahan di Divisi Utama. Titik,” pungkas pria bergelar Insinyur ini.[jul/sumutpos]

Monday, March 22, 2010

Coba Duet Asing

Setelah ditundukkan PSSB Bireuen 2-1, Senin (22/3) ini PSMS kembali diuji kemampuannya saat menghadapi PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli. Perubahan mencolok pun ditampilkan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian untuk menghempang serangan tuan rumah.

Nyeck Nyobe yang oleh dua pelatih sebelumnya, Suimin Dihardja dan Kustiono, ditempatkan sebagai libero ditarik ke depan mendampingi Ikpefua Osas Marvellous. Tampaknya Zulkarnaen memahami betul Nyeck yang memiliki tendangan keras dapat dimanfaatkan untuk menciptakan rebound yang akan membuka peluang bagi Osas.

Keduanya akan mendapat dukungan dari lini tengah yang diisi Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Jecky Pasarella, dan Syaiful Ramadhan. Di barisan belakang trio Hari Syahputra, Denny Wahyudi dan Chico Maradona. ¨Formasi ini adalah yang terbaik yang dimiliki PSMS saat ini setelah tiga pemain pilarnya Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana dan Tri Yudha Handoko dipastikan absen akibat akumulasi dua kartu kuning,” jelas Amrustian mengenai perubahan yang dilakukan tim pelatih PSMS.

Untuk pertahanan terakhir, tim pelatih pun mempercayakan Irwin Ramadhan sebagai kiper PSMS. Keputusan itu sehubungan dengan hasil mengecewakan dari penjaga gawang M Halim di beberapa pertandingan. Kesalahan yang dilakukan bahkan menimbulkan kritik dari berbagai pihak yang terus memantau perkembangan PSMS. Irwin pun sudah menunjukkan kebolehannya saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu meskipun di awal babak kedua Irwin harus meninggalkan lapangan akibat kakinya kram. Seperti yang disampaikan Amrustian, perubahan itu dibuat menurut gambaran kekuatan tim lawan. “Secara tim, PSAP Sigli merupakan tim yang lengkap dan biasa tampil kuat dihadapan pendukungnya. Tapi setiap tim pasti punya kelemahan. Ini yang coba kita manfaatkan besok (hari ini, Red),” tutur Amrustian.

Meskipun berat, Zulkarnaen bertekad untuk merebut poin dari pertandingan sore ini. Diharapkan dengan satu poin yang bisa diambil akan menambah enam poin dari dua laga kandang sisa yaitu menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3) nanti. Tambahan tujuh poin ini akan menyelamatkan PSMS yang kini mengoleksi 15 poin dari ancaman degradasi.

Sekalipun begitu, Pelatih PSAP Sigli Bambang Nurdiansyah mengaku tidak ada menganggap remeh PSMS Medan. “Ayam Kinantan memang di papan bawah klasemen sementara grup I. Otomatis mereka akan berjuang habis-habisan untuk luput dari degradasi. PSMS masih tim tangguh yang perlu diwaspadai,” ujar Bambang yang dihubungi, Minggu (21/3).

Kehadiran Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sebagai pelatih juga dilihat akan membawa warna baru dalam permainan PSMS. Meskipun begitu Bambang yang juga mantan striker nasional memastikan tim asuhannya untuk memetik hasil sempurna guna upaya untuk membuka peluang empat besar di grup I.

¨PSAP juga memiliki pemain muka baru sebanyak lima orang untuk mengejar target menjadi salah satu peserta Piala Copa Indonesia,” pungkasnya.

PSAP Siap Balas Kekalahan dari PSMS

PSAP Sigli menyatakan tekadnya untuk membalas kekalahan mereka dari PSMS pada putaran pertama di Stadion Teladan Medan lalu pada laga lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010, Senin (22/3) ini. Demikian dikatakan Kapten PSAP Sigli Suheri Daud yang dihubungi Sumut Pos, Sabtu (20/3).

Dirinya menegaskan pertandingan ini akan menjadi penyembuh derita Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) pasca dikalahkan 1-2 oleh M Affan Lubis dkk. Pasalnya kemenangan PSMS saat itu dianggap sebagai ulah wasit dan hakim garis yang mengesahkan gol ke gawang PSAP yang kawal Agus Rohcman.

“Menjamu PSMS di Kuta Asan, kita sudah berkomitmen dan bertekad harus menang. Tidak ada istilah tawar menawar menghadapi Ayam Kinantan. Kerbau Merah (julukan Semen Padang, Red) saja kita sikat, apalagi Ayam,” tegasnya.

Meskipun begitu besar keinginan untuk menundukkan Ayam Kinantan, sang Kapten The LAN itu tetap berharap agar para suporter dan pendukung PSAP Sigli dapat memberi dukungan sportif kepada kedua tim serta tidak perlu melakukan tindakan anarkis yang bisa mendapat sangsi dari Komdis PSSI.

“PSAP ingin menang sportif,” harap putra asal Kembang Tanjung Pidie itu.

Pernyataan Suheri Daud paling tidak gambaran betapa beratnya perjuangan yang akan dilakoni M Affandi Lubis dkk. Kemenangan tentulah bukan hal yang mudah diraih di Stadion Kuta Asan.

Selain dukungan penuh suporternya, PSAP Sigli juga akan diperkuat striker impor asal Brasil Michel Adolfo De Sauza dan Suheri Daud yang acap kali jadi ancaman tamu di Kuta Asan.

Friday, March 19, 2010

Masuk Zona Merah

Akhirnya PSMS berada di zona merah. Prestasi menyesakkan ini dipastikan setelah Ayam Kinantan tidak mampu membukukan kemenangan dari tim tuan rumah PSSB Birueun. Yakni, setelah kalah 1-2 dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Cot Gapu Birueun Kamis (18/3).
Sangat menyedihkan karena ini merupakan kesempatan untuk menambah koleksi poin yang dimiliki M Affan Lubis dkk selain dua laga kandang yang akan dilakoninya di akhir musim ini. Yaitu, menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Tak pelak, peluang terakhir adalah saat menantang PSAP Sigli, Senin (22/3). Seandainya pada pertandingan itu PSMS juga tidak mampu memetik kemenangan, degradasi ke Divisi Satu sudah menjadi kepastian yang tak terbantahkan. Jumat (19/3) pagi ini PSMS akan bertolak ke Sigli.

Kekalahan atas PSSB membuat sekretaris umum PSMS Idris SE begitu juga duo pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar terpukul sekaligus kecewa. Pasalnya, strategi yang diterapkannya tidak mampu dicerna oleh pemain sejak pertandingan dimulai. Mental yang baru saja diangkat begitu mudah anjlok hanya dengan kebobolan di awal babak pertama.
“Kalah terutama di Medan berarti kiamat bagi PSMS dan harus ikhlas bermain di kasta ketiga di Liga Indonesia (Divisi Satu, Red) pada kompetisi tahun depan,” kata Idris saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (18/3).

Adalah Penjaga gawang Muhammad Halim membuat kesalahan fatal, ketika dia kurang sigap memanfaatkan bola dari savety first Hari Syahputra di menit ke-17 sehingga membuat pemain depan PSSB Birueun, Pondra berhasil mencuri sekaligus menjebol gawang PSMS. PSSB pun unggul 1-0.
Hari Syahputra yang ikut membantu serangan di menit ke-21 berhasil menyamakan kedudukan dengan memanfaatkan umpan silang dari Osas Saha. Gol Hari Syahputra itu sekaligus pula membuat kembalinya kepercayaan diri pemain. Hanya saja, menjelang menit empat menit lagi babak pertama bubaran penjaga gawang M Halim kembali membuat kesalahan. Gagal mengantisipasi kedatangan bola yang tidak terlalu keras menciptakan kemelut di muka gawang yang dimanfaatkan M Rizal Juzli untuk membawa PSSB kembali unggul 2-1.

Herannya Zulkarnain tidak langsung menggantikan M Halim dengan Irwin Ramadhan yang tampil baik saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan, Sabtu (13/3) lalu. Akibatnya pemain-pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe dkk mulai kehilangan konsentrasi. Tekanan pun membuat mereka tidak dapat lagi bermain lepas.
Ditambah lagi keputusan wasit asal Bandung Ahmad Suparman yang membuat keputusan yang menguntungkan tim tuan rumah membuat skuad PSMS terbawa emosi. Akibatnya empat pemain PSMS seperti Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan dan Tri Yudha Handoko mendapat kartu kuning

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Sudah jatuh tertima tangga. Itulah pepatah yang tepat menggambarkan kondisi PSMS saat ini. Bagaimana tidak, kekalahan 1-2 atas PSSB Bireuen, Kamis (18/3) merupakan kehilangan akan kesempatan untuk keluar dari ancaman degradasi musim ini.

Padahal pertandingan ini diharapkan dapat mendukung enam poin yang dipastikan diraih dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat yang akan dihadapi di Stadion Teladan Medan di akhir musim ini. Namun yang didapat justru kekecewaan. Sekalipun menyisakan tiga pertandingan lagi, namun laga menghadapi PSAP Sigli tidaklah mudah. Tinggallah harapan pada dua laga kandang belaka.

Yang lebih menyakitkan, kekalahan dari PSSB Bireuen ini disertai pula hukuman kepada PSMS. Hukuman itu diberikan sehubungan dengan dikartukuningkannya empat pemain Ayam Kinantan. Mereka adalah Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan, dan Tri Yudha Handoko.
Karena itu, peraturan manual mengharuskan PSMS membayar denda sebesar Rp10 juta. Jumlah yang cukup besar di tengah keterpurukan prestasi saat ini. Tak pelak hal ini pun mengecewakan seluruh masyarakat Kota Medan.

Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Ir Fityan Hamdy, hukuman empat kartu dalam satu pertandingan dalam peraturan manual liga dinyatakan sebagai sikap tidak sportif. “Memang tidak harus dibayar sebelum bertanding melawan PSAP Sigli. Kita akan menunggu siding Komisi Disiplin (Komdis),” ucap Fityan.
Sebelumnya, PSMS juga pernah kena hukuman serupa yaitu saat menantang Persita Tangerang di putaran pertama lalu. Saat itu PSMS ditekuk 1-3.

Thursday, March 18, 2010

PSSB v PSMS Tak Ada Pilihan Selain Menang

PSSB Bireuen telah mematangkan persiapannya untuk menjamu PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Cot Gapu Bireuen, Kamis sore ini.

Menjamu PSMS, tim Laskar Kota Juang berambisi meraih poin maksimal. Selain bermain di kandang, kemenangan juga dibidik untuk mengamankan posisi PSSB dari ancaman degradasi.

Manajer PSSB M Zaini Yusuf, Selasa mengatakan, melawan PSMS Medan merupakan partai hidup mati bagi anak-anak didik Rudi Saari. Pasalnya, Ayam Kinantan merupakan tim tangguh dan sempat ditukangi Rudi Saari yang kini menangani PSSB.

“Tidak ada pilihan lain kecuali menang. Saya telah memohon kepada pelatih untuk terus mengenjot stamina pemain supaya menang dan mengungguli lawan,” kata mantan pemain PSSB Bireuen era 1990an itu.

Menurutnya, PSMS yang kini dilatih duet Zulkarnaen dan Amrustian pasca mundurnya Kustiono, sebenarnya tidak mudah dikalahkan. Dikatakan, kekuatan PSMS sekarang ini tambah baik, makanya pemain harus hati-hati.

“Saya percaya Bang Rudi (Saari-red) lebih mengerti masalah ini. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat, Pondra cs akan mampu mendapat hasil maksmal,” katanya seraya berharap para pecinta PSSB datang beramai-ramai mendukung tim kesayangannya itu.

Kepada Panpel, M Zaini mengharapkan untuk bekerja maksimal sehingga tidak lagi kecolongan tiket palsu agar warga semakin percaya kepada tim dan panpel itu sendiri.

Facebook PSSB

Masih menurut Zaini, manajemen PSSB telah membuka facebook PSSB dengan nama PSSB Bireuen supaya para pecinta dapat mengikuti segala perkembangan tim melalui situs itu. “Melalui facebook itu, kita berharap mendapat saran, kritik dan komentar tentang PSSB,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, penggemar PSSB di facebook mencapai dua ribuan dan diperkirakan akan terus bertambah.

“Ini adalah bentuk dukungan yang luar biasa bagi manajemen PSSB. Walaupun hanya lewat facebook, tetapi itu suatu wujud kecintaan kepada PSSB,” pungkasnya

PSSB v PSMS Tak Ada Pilihan Selain Menang

PSSB Bireuen telah mematangkan persiapannya untuk menjamu PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Cot Gapu Bireuen, Kamis sore ini.

Menjamu PSMS, tim Laskar Kota Juang berambisi meraih poin maksimal. Selain bermain di kandang, kemenangan juga dibidik untuk mengamankan posisi PSSB dari ancaman degradasi.

Manajer PSSB M Zaini Yusuf, Selasa mengatakan, melawan PSMS Medan merupakan partai hidup mati bagi anak-anak didik Rudi Saari. Pasalnya, Ayam Kinantan merupakan tim tangguh dan sempat ditukangi Rudi Saari yang kini menangani PSSB.

“Tidak ada pilihan lain kecuali menang. Saya telah memohon kepada pelatih untuk terus mengenjot stamina pemain supaya menang dan mengungguli lawan,” kata mantan pemain PSSB Bireuen era 1990an itu.

Menurutnya, PSMS yang kini dilatih duet Zulkarnaen dan Amrustian pasca mundurnya Kustiono, sebenarnya tidak mudah dikalahkan. Dikatakan, kekuatan PSMS sekarang ini tambah baik, makanya pemain harus hati-hati.

“Saya percaya Bang Rudi (Saari-red) lebih mengerti masalah ini. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat, Pondra cs akan mampu mendapat hasil maksmal,” katanya seraya berharap para pecinta PSSB datang beramai-ramai mendukung tim kesayangannya itu.

Kepada Panpel, M Zaini mengharapkan untuk bekerja maksimal sehingga tidak lagi kecolongan tiket palsu agar warga semakin percaya kepada tim dan panpel itu sendiri.

Facebook PSSB

Masih menurut Zaini, manajemen PSSB telah membuka facebook PSSB dengan nama PSSB Bireuen supaya para pecinta dapat mengikuti segala perkembangan tim melalui situs itu. “Melalui facebook itu, kita berharap mendapat saran, kritik dan komentar tentang PSSB,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, penggemar PSSB di facebook mencapai dua ribuan dan diperkirakan akan terus bertambah.

“Ini adalah bentuk dukungan yang luar biasa bagi manajemen PSSB. Walaupun hanya lewat facebook, tetapi itu suatu wujud kecintaan kepada PSSB,” pungkasnya

Janji Irwin

Pengalaman tampil perdana menjadi pelajaran tersendiri bagi penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhan . Karena itu, dia berjanji akan memberikan yang terbaik untuk kesempatan berikutnya.

Ya, Irwin membuktikan keraguan selama ini dengan penampilan yang memukau saat menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu. Sekalipun untuk itu, putra dari mantan gelandang PSMS Alm Muchlis Chan ini, harus jatuh-bangun. “Sebagai pemain tentu keinginan untuk diturunkan kuat, Bang. Mungkin karena terlalu bersemangat sampai keram,” ucap Irwin yang ditemui di Mes PSMS, Senin (15/3). Karena menderita keram di babak kedua Irwin pun ditarik dan digantikan dengan M Halim.

Siapa sangka pergantian itu tidak bisa mempertahankan kedudukan 1-1 saat Irwin meninggalkan lapangan. Tak lama berselang, setelah digantikan M Halim, gawang PSMS kembali kebobolan. Hingga wasit Tardianis meniup peluit panjang, PSMS harus mengakui keunggulan Persipasi Bekasi.
Kekalahan itu tak bisa dipungkiri Irwin turut berdampak baginya. Pujian yang diberikan pun hanya ditanggapi dingin. “Mau sebagus apapun penampilan kita kalau tim kalah, tetap saja kalah. Apalagi sebagai penjaga gawang sebagai benteng terakhir tetap itu menjadi kesalahan kita, Bang,” tutur Irwin yang sempat bermain di PSDS pada 2000-2002.

Berkaca pada kejadian itu, Irwin yang mengaku sudah baikan, sudah tidak sabar untuk membalas kesalahan pada masa lalu. Dia berharap kembali diberikan kesempatan dan kepercayaan dalam mengawal PSMS saat menghadapi PSSB Bireuen, Kamis (18/3) ini. Melihat kondisi PSMS yang genting, semangat seorang Irwin telak sangat dibutuhkan. Meskipun untuk itu, dirinya harus terlebih dahulu meyakinkan duet pelatih PSMS saat ini yaitu Zulkarnain Pasaribu dan Amrustiar.

Sementara itu, sembari berjuang bertahan di Divisi Utama, pembenahan terus dilakukan untuk PSMS yang lebih baik lagi ke depan. Selain mempersiapkan tim melalui penjaringan bertingkat, beberapa program turut disiapkan oleh Pengurus PSMS sehubungan dengan masalah keuangan selama ini.

Seperti yang kita ketahui keberadaan materi pemain saat ini menjadi satu faktor buruknya performa PSMS pada musim ini. Pasalnya materi yang ada diakui karena minimnya dana yang ada untuk merekrut pemain dengan kualitas memadai. Artinya dana yang pas-pasan menjadi gambaran pemain yang pas-pasan juga.

Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyiapkan beberapa pembenahan dalam mengatasi masalah finansial tersebut. Kepada Sumut Pos, Idris menyebut pembenahan tersebut akan dimulai dari Mes PSMS. “Mess pemain ini memiliki potensi untuk membantu keuangan PSMS. Jadi kita akan membenahi mess khususnya gedung dua untuk kemudian bisa dimanfaatkan,” buka Idris.

Menurut Idris, penggunaan mess pemain khususnya gedung dua masih terlalu mubazir. Pasalnya beberapa ruangan terkesan tak berfungsi. Tak heran bila saat ini gedung dua tadi mengalami kerusakan di beberapa bagian. Seperti kebocoran di saluran air yang membuat lantai dua tergenang. Begitu juga ruang pertemuan yang pemanfaatannya tidak maksimal.

Untuk itu Idris berencana melakukan perubahan terhadap fungsi gedung dua ini. “Kalau itu dicat dan dilakukan perbaikan di beberapa bahagian, saya pikir itu bisa dimanfaatkan untuk penginapan tim tamu sehingga bisa menekan biaya dibanding menyewa hotel. Otomatis itu masuk ke kas PSMS. Pemain kita gabung saja di gedung satu,” beber Idris.

Selain itu, pembenahan juga akan dilakukan kepada Stadion Kebun Bunga itu sendiri. Pembenahan itu menyangkut struktur tanah yang selama ini menyebabkan stadion menjadi keras agar lebih lembut. “Saya sudah tanya-tanya bagaimana agar stadion ini bisa lebih lembut tanpa mengubah materi dasarnya. Tapi saya yakin hal itu bisa dilakukan sehingga para pemain bisa latihan dengan nyaman nantinya,” jelas Idris.
Dari lapangan pembenahan merambat ke sarana dan prasarana lainnya. Seperti podium penonton dan tembok di sekeliling lapangan. Momen ini akan menjadi kesempatan bagi perusahaan yang ada di Kota Medan untuk mempromosikan produk maupun nama perusahaannya pada dinding di sekeliling stadion. “Dinding nantinya akan kita bersihkan kemudian kita tawarkan ke perusahaan-perusahaan untuk berpromosi. Ya kan bisa bantu-bantu keuangan PSMS juga,” tambahnya.

Tuan Rumah Ngotot Menang

MESKI tak pernah mencatat kemenangan dari pertemuan dengan PSMS, PSSB Bireuen tidak akan mau kehilangan muka di depan publik sendiri. Ego pelatih PSSB Bireuen Rudi Saari yang juga mantan pemain PSMS memastikan atmosfer pertandingan akan berlangsung panas. Adu gengsi sesama anak Medan tak bisa dihindari.

Tidak itu saja, Laskar Kota Juang pun dipastikan akan tampil ngotot untuk menjaga tiga poin. “Saya sudah mengintruksikan anak-anak agar bisa bermain ngotot dan memenangi pertandingan petang ini,” ujar Saari kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), Rabu (17/3). Saari mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk menahan laju punggawa Ayam Kinantan. Termasuk, meredam gaya rap-rap yang kemungkinan besar diusung tim yang bermarkas di Stadion Kebun Bunga Medan tersebut. “Ini pertandingan final bagi saya. Saya sudah instruksi pada pemain untuk memanfaatkan peluang sekecil apapun yang ada secara maksimal,” kata Saari. Kubu PSSB sedikit diuntungkan dengan keadaan PSMS yang labil. Pasalnya, pergantian pelatih yang mendadak, tentunya membuat pola bermain dan kesatuan tim menjadi rawan.

“Saya sebenarnya belum tahu banyak dengan kemampuan masing- masing pemain serta karakternya, jadi saya mencoba mengutamakan membakar fanatisme untuk menjadi pemain yang baik dalam upaya membawa tim memenangkan pertandingan,” kata pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu kepada Sumut Pos. Zulkarnaen yang akrab dipanggil bang Zul itu mengaku, dia sangat gembira melihat kondisi para pemainnya padahal mereka sebelumnya baru melakukan perjalanan panjang dari Medan ke Bireuen melalui jalan darat. “Memang saya sempat khawatir dengan kondisi Faisal Azmi dkk, mengingat lamanya melakukan perjalanan. Ternyata kekhawatiran saya itu tidak benar setelah mereka menunjukkan latihan dengan penuh semangat,” tambahnya. Seakan tak mau kalah dengan tamu, tuan rumah juga mengusung semangat sama. “Saya optimis dengan PSSB. Dan, ada pemain yang pernah memperkuat PSMS akan dapat mengalahkan anak asuh Zulkarnain dan Amrustian,” pungkas Saari

Beban Berat Duo Pelatih

Dikawal dua pelatih baru Zulkarnain Pasaribu dan Amrustiar, Kamis (18/3) sore ini PSMS akan melakoni laga lanjutan Divisi Utama 2009/ 2010 menantang PSSB Bireuen di Stadion Cot Gapu Bireuen. Tak pelak, pertandingan ini akan menjadi ujian pertama Zulkarnain dan Amrustiar. Ya, pascapergantian pelatih PSMS dari Suimin Dihardja ke Kustiono di awal putaran kedua, Ayam Kinantan seolah kehilangan tajinya. Bagaimana tidak, laga di kandang yang seharusnya lumbung poin bahkan tak bisa dimanfaatkan. Hasil terbaik yang diraih adalah seri sementara empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Semua itu membawa PSMS kian terpuruk di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Hanya unggul satu poin dari Persires Rengat dan PSDS yang masingmasing mengoleksi 14 poin. Tentu saja, bila ingin memastikan dirinya aman di Divisi Utama musim depan, M Affan Lubis dkk harus pulang dengan tiga poin. Setelah PSSB B i r e u e n , PSMS akan melanjutkan laga

tandangnya ke kandang PSAP Sigli. Partai ini pun akan menjadi sangat berat bila dilihat dari hasil pertandingan di Stadion Teladan Medan pada putaran pertama lalu. Artinya, PSMS hanya bisa berharap besar pada dua laga kandang sisa yaitu menghadapi Persih Tembilahan dan Persires Rengat.

Meskipun keduanya sudah tidak asing lagi di dunia persepakbolaan nasional, tetap saja pertandingan ini menjadi ujian bagi pelatih baru PSMS yang katanya ‘terpanggil’ secara moral untuk mengawal PSMS tetap di Divisi Utama musim berikutnya.

Menghadapi Laskar Batee Kureng (julukan PSSB Bireuen) yang menghuni peringkat delapan, Zulkarnain berencana menerapkan skema 4-4-2 untuk mematikan pergerakan pemain PSSB. Dengan mengandalkan permainan sayap dan umpan panjang, diharapkan dapat membuka peluang untuk Osas Saha dan Jecky Pasarela untuk mendobrak pertahanan lawan.

“Saya harap kita dapat mencuri poin disini,” papar Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (17/3). Hanya saja, pada pertandingan sore ini, PSMS tidak akan diperkuat pemain pilarnya Deny Wahyudi karena akumulasi kartu saat menghadapi Persiraja Banda Aceh dan Persipasi Bekasi. Begitupun kubu PSMS masih bisa bernafas lega sehubungan hukuman Komdis (Komisi Disiplin) PSSI kepada Nyek Nyobe sudah berakhir.

“Kami bisa sedikit lega dengan kembalinya Nyek kedalam tim, walaupun di satu sisi kami kehilangan Deny. Namun kami optimis dan akan berusaha untuk meraih kemenangan disini. Dan anak-anak juga sudah lebih baik daripada kemarin,” ungkapnya.




Idris-Hendra Saling Puji

Perpisahan tidak berarti akhir dari segalanya. Pertemuan setelah sekian lama pun kembali menghadirkan kisah-kisah indah yang pernah ada. Ini lah yang tampak di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (15/3) lalu antara Sekretaris Umum PSMS Idris SE dan Manajer PSMS Hendra DS.

Keduanya merupakan siswa SMA Negeri Labuhan Deli Medan Belawan angkatan 1982/1983. Setelah menyelesaikan pendidikan Idris di IPA dan Hendra di IPS, keduanya mengaku belum pernah bertemu. Hingga jabatan masing-masing di PSMS yang mempertemukan keduanya. Tak pelak cerita lama pun terulang kembali.

Menurut Idris, selama bersekolah Hendra memiliki ciri khas. “Hendra terkenal dengan tas yang dibuat dari karung gandum, kemudian ditenteng. Hendra juga merupakan idola di sekolah, khususnya bagi pelajar putri,” kenang Idris tentang Hendra DS.

Tahu rahasianya dibongkar, Hendra hanya tersenyum kalem. Sepertinya Hendra memiliki kesan tersendiri terhadap Idris. “Orangnya pandai bergaul dan tidak pernah menyusahkan teman. Kalau nakal-nakal itu kan biasa. Dulu kita juga sering bersama-sama,” bebernya.

Wednesday, March 17, 2010

Ayam Kinantan khawatir

Kubu PSMS Medan khawatir dengan kondisi fisik pemain, mengingat mereka melakukan perjalanan hampir sembilan jam dari Medan ke Bireuen via darat dalam rangka menghadapi tuan rumah PSSB pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 pada Kamis besok.

Kendati begitu, Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu menyikapinya dengan tenang dan berharap istirahat sehari pada Rabu sudah bisa mengembalikan kondisi M Affan Lubis dan kawan-kawan.

Sebelum bertolak dari Medan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyebutkan seyogyanya rombongan Ayam Kinantan bertolak Minggu lalu namun tertunda karena pengurus dan manajemen belum mendapatkan kepastian pengganti Kustiono yang mundur sebagai pelatih pasca kekalahan dari Persipasi Bekasi di Stadion Teladan.

Setelah dipastikan Zulkarnaen dan Amrustian mengisi posisi pelatih dalam sisa kompetisi pada Senin, skuad Ayam Kinantan melakukan latihan dua kali dan baru bersiap untuk diberangkatkan.

Idris, didampingi Manajer Tim Drs Hendra DS dan Sekretaris PSMS Drs Agus Suriono, berharap keterlambatan tersebut tidak membuat pemain tidak pada kondisi terbaiknya. Hendra dan Agus juga berharap masyarakat Medan dan Sumut turut mendoakan agar PSMS bisa tampil maksimal dan bangkit di tangan kedua pelatih baru.

"Laga kontra PSSB adalah duel hidup-mati. Kemenangan di Bireuen pun merupakan tekad PSMS. Ini mengingat dari sisa empat pertandingan (dua tandang dan dua kandang), Ahmad Maulana Putra cs harus bisa meraih minimal tujuh poin untuk menyelamatkan diri dari jurang degradasi," timpal Agus.

Dalam rombongan ke Bireuen, PSMS memberangkatkan M Halim, Irwin Ramadhan, Deli Sulistio (kiper), Nyeck Nyobe, Hari Syahputra, Deni Wahyudi, Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana (belakang), Syaiful Ramadhan, Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Ogochukwu Daniel, Ahmad Afandi Lubis (tengah), Osas Saha, Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring

Digawangi Pelatih Lawas

Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian dipercaya membesut PSMS di sisa laga yang akan dilakoni musim ini. Demikian keputusan rapat pengurus PSMS yang dipimpin Sekum Idris SE di Mess PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (15/3).

Turut hadir Wakil Sekretaris Agus Suryono, Ketua Bidang Pembinaan dan Pertandingan Freddy Hutabarat. Dari pihak manajemen hadir Manajer PSMS Hendra DS didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa, dan Sekretaris Tim Fityan Hamdi. Juga hadir Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis.

Seperti yang disampaikan Idris, keputusan menggandeng keduanya berdasarkan ketentuan dan kebutuhan PSMS saat ini. Sebelumnya selain Zulkarnain Pasaribu, nama H Nobon Kayamudin dan Meiyadi Rakasiwi juga digadang-gadang bakal menangani tim Ayam Kinantan.
Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, utamanya yang menyangkut lisensi kepelatihan, maka nama Nobon ditepikan karena tidak memenuhi standar untuk membawa tim berlaga di ajang Divisi Utama. Sedangkan nama Meiyadi Rakasiwi dicoret karena yang bersangkutan masih berada di Depok.

“Kita memilih Zulkarnain karena dia terkenal sebagai sosok pelatih yang mampu mengayomi para pemainnya. Sedangkan Amrustian kita pilih karena dia mampu melakukan pendekatan dengan cara yang khas, sebagaimana yang selama ini diterapkan oleh pelatih-pelatih yang berasal dari Medan. Diharapkan dengan bergabungnya dua pelatih berbeda generasi dan beda gaya ini, maka performa PSMS akan semakin meningkat,” jelas Idris.

Memang, ketika nama kedua orang ini mengapung ke permukaan untuk menangani PSMS, banyak yang bertanya-tanya, kenapa harus dua pelatih? Tapi jika berkaca pada perjalanan sejarah PSMS, maka keberadaan dua pelatih di satu tim bukanlah sesuatu yang baru di tubuh tim Ayam Kinantan.

Sebagai contoh, kala PSMS menjuarai Liga Perserikatan 1985 lalu, yang mana Amrustian masih terlibat sebagai pemain, tim Ayam Kinantan justru ditangani tiga pelatih. Mereka adalah Wibisono, Zulkarnain Pasaribu, dan Parlin Siagian.
“Kita berharap dengan masuknya Zulkarnain dan Amrustian, maka semangat seperti yang diusung pada tahun 1985 bisa kembali terulang,” harap Idris.

Sebelumnya Zulkarnain Pasaribu adalah Pelatih PSSB Bireun sementara Amrustian merupakan mantan Pelatih Persidi Idi.
Sehubungan dengan pergantian yang terkesan mendadak, Idris mengaku bila keberadaan Zulkarnain dan Amrustian sebagai Pelatih PSMS tidak disertai dengan perjanjian hitam di atas putih, sebagaimana layaknya ikatan kerjasama antara klub dan seorang pelatih. Dengan demikian tidak ada konsekuensi yang harus ditanggung keduanya jika gagal mempertahankan PSMS di Divisi Utama musim ini.

Beberapa saat setelah terpilih sebagai pelatih tim Ayam Kinantan, baik Zulkarnaen Pasaribu maupun Amrustian berkenalan dengan seluruh pemain di mess pemain yang berada di kompleks Stadion Kebun Bunga Medan.

Pada kesempatan itu Manajer Tim Hendra DS pun memperkenalkan sekaligus menyerahkan pemain untuk ditangani kepada dua pelatih anyar tersebut.

Pada kesempatan itu Zulkarnaen dan Amrustian menyampaikan dua poin yang harus dilakukan agar PSMS dapat tampil maksimal.
“Kita harus saling terbuka. Kalau ada kendala yang mengganjal di hati, segera beritahu kepada pelatih biar disampaikan ke manajemen. Kita juga harus mau dikoreksi,” tuturnya.

Menurut Amrustian, pendekatan dengan pemain menjadi prioritas utama dalam meningkatkan performa tim. Lewat pendekatan itu tadi, diharapkan potensi seluruh pemain dapat ditingkatkan melalui penempatan pemain pada posisi yang tepat.
“Seorang pemain akan lebih bersemangat bila ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Kalau pemain basah kita tempatkan di posisi kering, ya mampus lah dia. Makanya, kita akan lihat dulu materi pemain yang ada, selanjutkan kita kembalikan ke posisi yang sesuai dengan kemampuannya,” jelas Amrustian.

Menanggapi belum adanya perjanjian yang jelas dengan pengurus mengenai keberadaan keduanya di PSMS, Amrustian yang ditunjuk sebagai wakil Zulkarnain tidak mempersoalkannya. Bagaimanapun keputusan untuk maju sebagai Pelatih PSMS didasari panggilan sebagai mantan pemain yang tidak rela PSMS terdegradasi dari Divisi Utama.

“Kita tidak ingin memikirkan kekalahan, karena kita menginginkan kemenangan dari empat pertandingan sisa. Saya yakin para pemain juga tidak ingin jatuh,” bilang Amrustian.

Beruntung ajakan kedua pelatih tadi disambut baik oleh seluruh pemain. Bahkan sebagian besar pemain yakin jika kedua pelatih itu mampu meningkatkan kemampuan mereka.

“Pada prinsipnya kita akan mendukung siapapun pelatih yang menangani PSMS. Anak-anak juga berkomitmen untuk tampil habis-habisan membela PSMS agar tetap di Divisi Utama musim depan. Kita tidak mau sejarah mencatat jika kita salah seorang pemain yang mengantarkan PSMS jatuh ke Divisi I,” tegas Kapten Tim PSMS H Affan Lubis.