Thursday, December 10, 2009

Mantan pemain kecam blunder Sony-Deni

Mantan pemain PSMS Medan Drs OK Khaidar Aswan mengecam blunder gol yang bersarang di gawang tim Ayam Kinantan, ketika menang 3-2 atas PSSB Bireuen di Stadion Teladan kemarin.

"Kedua gol PSSB itu sangat tidak pantas. Blunder yang benar-benar tidak wajar sepertinya telah dilakukan kiper Sony Gunawan dan bek Deni Wahyudi," kecam Khaidar.

Akibat blunder Sony-Deni, PSSB sempat memimpin lebih dahulu menit 24 memanfaatkan kelemahan Deni di sisi kanan pertahanan PSMS. Bola yang disodorkan Deni ke Sony justru membuat kiper nomor 1 tim Ayam Kinantan itu membuang bola ke gawangnya sendiri.

"Selain aneh, gol itu juga sangat jelek. Kita tidak dapat mengerti apa sebenarnya yang terjadi antara Deni dan Sony," sesal mantan gelandang PSMS yang menjuarai divisi utama Persirakatan PSSI pada 1984 dan 1985 tersebut.

Gol kedua tim tamu pun prosesnya nyaris sama. Saat kedudukan 1-1, penyerang PSSB Pondra berhasil mencuri bola blunder Deni untuk kemudian memperdaya Sony.

Buruknya koordinasi di benteng pertahanan PSMS yang digalang Slamet Riyadi itu, menurut Khaidar, perlu mendapat perhatian serius tim manajemen dan pelatih Suimin Diharja. "Apa yang telah terjadi, itu yang harus dijawab," pintanya.

Jika memang blunder karena keterbatasan kualitas teknis, menurut Khaidar, itu menjadi tugas dan tanggung jawab Suimin untuk membenahinya. "Tapi jika sudah menyangkut moral dan mental, manajemen mesti turun tangan. Jika di Teladan saja bisa begitu, bagaimana nantinya saat tandang," katanya lagi.

Selain mengecam blunder Sony-Deni, dia pun memuji perubahan kebijakan Suimin terhadap peran Edu Juanda. "Suimin sepertinya sudah mengarahkan Edu menjadi jendral lapangan tengah. Bagaimanapun PSMS perlu playmaker, supaya bisa mengatur tempo dan ritme permainan," jelas Khaidar.

Kendati saat menjamu PSSB peran jendral lapangan belum maksimal dilakoni Edu, Khaidar tetap yakin, performa gelandang senior PSMS itu nantinya bakal terus meningkat. "Jika terus mendapat kepercayaan jadi jendral lapangan tengah, kualitas Edu nantinya bisa saja menyamai Ansyari Lubis. Itu yang kita harapkan, supaya PSMS berjaya kembali," harapnya

Percaya Diri

Sore ini skuad PSMS akan bertolak ke Bekasi untuk melakoni laga kontra Persipasi, dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia Jumat (11/12) mendatang. 16 pemain dibawa serta termasuk Osas Saha, pemain yang keabsahan dokumennya sedang diusahakan manajemen.
Skuad berangkat dengan motivasi dan mental menjulang. Meraih enam angka di kandang sendiri cukuplah untuk membakar semangat untuk kembali meraih hasil baik.

Apalagi soal masalah gaji yang belum dibayar dan menghantui pemain sebelum keberangkatan, sudah mendapat sinyal positif dari manajer PSMS Hendra DS. “Ketua Umum sudah menyatakan akan segera membayarkan gaji sesaat sebelum berangkat. Jadi rencana berangkat pagi dibatalkan untuk menanti pemberian gaji. Itu lebih baik juga agar ketika sampai di Bekasi bisa langsung istirahat,” terang Hendra.

Bermain tanpa beban plus motovasi tinggi untuk memenuhi target mencuri poin tampaknya bukan perkara sulit.

Suimin Diharja pun sudah mempersiapkan ramuan khusus. Ya, arsitek Kinantan itu sudah membaca strategi dan peta kekuatan calon lawannya itu. Kebetulan, saat PSMS menjamu PSSB Bireuen kemarin, Persipasi bermain di Deli Serdang melawan PSDS. Karena jarak yang dekat, Suimin mengutus Subono AT ke Stadion Baharoedin Siregar untuk mengamati kekuatan lawan. Subono yang juga seorang pelatih itu lantas memberikan sejumlah bocoran akan kekuatan Persipasi.

“Yang jelas Persipasi itu solid. Materi mereka dihuni sejumlah mantan pemain Timnas. Pemain asingnya ada tiga. Di kandang lawan saja mereka bisa main bagus dan menang. Kita harus ekstra waspada,” kata Suimin di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Besar kemungkinan Suimin akan kembali menerapkan skema pertahanan merapat alias compact defend. Rencana akan menggunakan formasi 3-6-1 atau 4-5-1. Di samping itu, skuad juga diharapkan mampu menerapkan ball posisition sepanjang laga. “Jadi kita tidak boleh buru-buru. Pemain harus bisa menunjukkan kesabarannya dalam menguasai bola. Compact defend salah satu cara ampuh meredam tekanan lawan,” tambah kakek dua cucu itu.

Sepanjang melakoni laga away kontra Rengat dan Tembilahan lalu, skema ini cukup berhasil diterapkan skuad. Terlebih kalau Nyeck Nyobe dikembalikan ke posisi asalnya di lini belakang. Syaratnya Saha harus sudah bisa main

Dua Laga, Panpel Raih Rp125 Juta

SUDAH dua laga kandang digelar Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kandang PSMS di Stadion Teladan. Melawan PSAP Sigli (3/12) dan PSSB Bireuen (7/12) lalu. Meski mengaku sudah bekerja maksimal, namun kekurangan di sejumlah lini masih terlihat.

Pertama dari buruknya sistem pengamanan dan sweeping panitia akan masuknya benda-benda keras ke dalam stadion. Dengan demikian, aksi pelemparan dari penonton masih terjadi. Sangsi dari Komisi Disiplin PSSI pun terancam mendarat di PSMS.

Dari segi pemasukan tiket juga tidak memuaskan. Dari laporan Ketua Panpel Hardi Mulyono kepada pers baru-baru ini, dijelaskan bahwa tiket yang terjual saat melawan PSAP hanya sekitar 2000 lembar. Yakni 410 di tribun tertutup dan 1700-an di tribun terbuka.

Harga tiket di tribun tertutup Rp50 ribu sedangkan tribun terbuka Rp20 ribu. Total pemasukan Panpel hanya berkisar Rp71.385.000.
Melawan PSSB Bireuen lebih parah lagi. Panpel mengaku hanya meraih pemasukan sekitar Rp54 juta. Hal ini dijelaskan Hendra DS saat digelar rapat evaluasi kemarin di Garuda Plaza Hotel. “Melawan PSSB cuma meraih Rp54 juta. Maka itu pada rapat evaluasi kemarin, dibahas juga mengenai tiketing ini. Mungkin bakal ada sistem baru yang diterapkan untuk menambah jumlah penonton,” terang Hendra.

Dengan demikian, Panpel baru mengumpulkan Rp125 juta dari pemasukan tiket dalam dua laga kandang. Parahnya lagi, Panpel menyebut bahwa hasil pemasukan itu merupakan hasil kotor belum dikurangi biaya teknis pelaksanaan termasuk pajak.

Julius Raja, Kordinator Teknis Panpel yang bertanggung jawab atas kondisi di dalam lapangan secara keseluruhan, juga berharap agar penonton bersikap damai. “Masih banyak kekurangan dari pelaksanaan pertandingan di kandang kemarin. Kita berharap penonton tidak bersikap anarkis,” kata Julius.

Julius juga menyebutkan pihaknya sudah disurati Komisi Disiplin PSSI. “Kita sudah terima surat dari Komdis, tapi saya akan jelaskan bahwa sebenarnya bukan kita yang lebih dulu memicu keributan,” pungkas Julius

Saha Selangkah Lagi

Meski belum ada kepastian bisa dimainkan melawan Persipasi Bekasi Jumat (11/12) nanti, Osas Saha tetap diikutkan dalam rombongan. Kabar terakhir menyebutkan urusan dokumen pengesahan Saha sebagai pemain PSMS sudah berjalan lebih dari 50 persen.
Dijelaskan Hendra DS manajer, urusan pengesahan administrasi Saha sudah diserahkan kepada asisten manajer Benny Tomasoa. Sejauh ini, urusan Saha sudah sampai tahapan pengesahan ke pihak PT Liga Indonesia.

Agen Saha juga dilibatkan dalam pengurusan dokumen-dokumen tersebut. Termasuk Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang memang terkenal rumit dan mahal pengurusannya.

“Sudah diurus. Sebenarnya waktu melawan PSSB kemarin Saha sudah hampir bisa main. Hanya tinggal menanti fax dari PT LI terkait pemberitahuan bahwa Saha memang sudah bisa turun. Namun PT LI menunda hal itu karena masih ada dokumen yang belum lengkap,” kata Hendra. Melawan Persipasi, Suimin pun berharap Saha bisa dimainkan. Karena yakin pengurus dokumen Saha sudah diurus, maka Suimin tak ragu memasukkan Saha dalam daftar pemain yang diboyong.

“Kemarin saat melawan PSSB Saha hampir bisa main. Kita tinggal menanti fax pemberitahuan dari PT LI. Tapi rupanya belum difax juga. Artinya, pengurusannya memang sudah dijalani. Kalau benar-benar serius mengurusnya, saya yakin Saha bisa main,” beber Suimin.
Tanpa kehadiran Saha sejauh ini, lini depan PSMS memang belum tajam. Dari empat laga yang sudah dilakoni, PSMS baru menyarangkan 5 gol dan 3 kebobolan. Terlebih stok lini depan sangat terbatas. Tak ayal, dalam beberapa pertandingan Nyeck Nyobe yang seharusnya berposisi sebagai bek tulen diplot jadi striker.

“Kalau Saha main, skema serangan kita akan lebih kaya. Jecky dan Yudha bisa membantu dari lini kedua. Taktik strategi pun tidak mudah terbaca lawan,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu

Wednesday, December 9, 2009

Tren Positif

PSMS kembali membuktikan kalau mereka begitu perkasa ketika bertanding di kandang sendiri. Itu setelah kemarin (7/12) di Stadion Teladan Medan sukses meraih tiga angka usai menaklukkan PSSB Bireuen dengan skor 3-2, dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.
Tampil dengan kekuatan yang belum lengkap karena absennya Osas Saha, ternyata tak menghalangi tim berjuluk Ayam Kinantan untuk menguasai jalannya pertandingan. Walau menguasai jalannya pertandingan, namun justru PSSB yang unggul lebih dulu akibat lemahnya koordinasi yang dilakukan pemain belakang PSMS.

Pada menit kie-23, Deni Wahyudi mencoba back pass kepada Nyeck Nyobe namun tidak sempurna. Parahnya bola yang meluncur ke gawang tidak bisa ditendang dengan sempurna oleh Sony Gunawan kiper PSMS. Bola pun mengalir tanpa ada yang menghalangi ke gawang PSMS. Skor 0-1 untuk tim tamu.

Tak menanti lama, PSMS langsung menyamakan kedudukan lewat kaki Jecky Pasarela pada menit ke-25. Jecky berada di posisi yang tepat untuk menerima umpan tarik Faisal Azmi. Skor manjadi imbang 1-1.

Tiga menit berselang, PSMS kembali kebobolan. Lagi-lagi payahnya koordinasi lini belakang membuat pertahanan PSMS menjadi rapuh. Podra striker PSSB berhasil lolos dari kawalan dan menceploskan bola dari sudut sempit tepat di menit 28. Skor berbalik 1-2 untuk PSSB.
Usai gol itu, tempo permainan pun kian cepat. Hasilnya, pada menit ke-29 gelandang Tri Yudha Handoko mengetarkan gawang PSSB.
Gol itu tercipta berkat kecerdikan Yudha memanfaatkan kecerobohan kiper PSSB Firmansyah. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, permainan Ayam Kinantan mulai terarah. Nyeck Nyobe yang di babak pertama dipasang sebagai bek, kali ini disorong lebih ke depan. Sebaliknya, Syaiful Ramadhan yang awalnya diplot jadi striker, ditarik ke belakang.

Naas bagi PSMS, Slamet Riyadi kapten tim yang juga palang pintu harus ditarik keluar karena engkelnya cedera.
Sementara Nyeck, di awal-awal babak kedua penampilannya tidak begitu apik.

Kawalan ketat dari beberapa bek lawan membuat Nyeck kehilangan akal untuk bergerak. Terlebih lini kedua PSMS selalu memberikan umpan panjang kepada Nyeck.

Walau begitu, tepat pada menit ke-80 Nyeck berhasil mengoyak gawang lawan setelah memanfaatkan umpan Jecky. Skor 3-2 untuk tuan rumah bertahan hingga usai laga.

Tiga poin yang diraih Affan Lubis merupakan hasil yang cukup baik bagi PSMS untuk mengarungi pertandingan di laga-laga berikutnya. Diharapkan kemenangan ini dapat meredam isu pergantian pelatih yang dihembuskan oknum pengurus PSMS yang tak bertanggung jawab.
Selain itu, dengan kemenangan ini maka untuk sementara PSMS berada di peringkat kedua klasemen sementara Divisi Utama Wilayah 1 dengan raihan delapan angka.

“Kita bersyukur karena meraih hasil sempurna di kandang sendiri. Padahal saat ini tim sedang didera isu tidak sedap, namun kemenangan ini membuktikan jika kekompakan tim masih terjaga,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Sementara itu pelatih PSSB Bireuen Rudi Saari mengaku meski timnya kalah, namun dirinya tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya yang tak kenal takut saat berhadapan dengan PSMS yang notabene memiliki nama besar di pentas sepak bola nasional.
“Secara keseluruhan anak-anak sudah main bagus. Hanya saja beberapa pemain kehilangan konsentrasi yang berhasil dimanfaatkan pemain PSMS,” kata Rudi.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Tuesday, December 8, 2009

PSMS nyaris ternoda

Dua kali tertinggal dan nyaris ternoda di hadapan publik sendiri, PSMS Medan akhirnya bangkit dan meraih kemenangan kedua dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Senin.

Bermain bak lesu darah dan sering miskomuniksi di babak pertama, anak-anak Ayam Kinantan terkesan beruntung mampu meraih kemenangan 3-2. Tampil gemilang di tiga laga perdana, penjaga gawang PSMS Sony Gunawan justru tampil di bawah performa terbaiknya kala meladeni serbuan para pemain PSSB.

Bahkan gol pembuka PSSB tercipta akibat ‘kesalahannya’ kala hendak mengontrol bola sodoran Deni Wahyudi di menit 24. Bermaksud melakukan penyelamatan, bola Deni malah masuk ke gawang Sony yang gagal menguasai bola dengan kakinya.

Namun keunggulan tim tamu belum sempat dinikmati lebih dari satu menit. Pasalnya, Jecky Pasarella kembali mencetak gol bagi PSMS setelah memanfaatkan umpan Nyeck Nyobe.

Belum sempat rasa kekhawatiran penonton melihat penampilan anak-anak asuhan Manajer Tim Drs Hendra DS itu hilang, striker PSSB Pondra berhasil memperdayai Sony sekaligus memaksanya untuk memungut bola kedua kalinya.

Tak ingin dipermalukan di depan pendukungnya sendiri plus di hadapan Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang ikut menyaksikan pertandingan, M Affan Lubis cs berusaha memperbaiki permainannya. Hasilnya langsung terlihat pada lima menit menjelang turun minum.

Kali ini, giliran kiper PSSB Firmansyah yang melakukan blunder dengan salah mengantisipasi datangnya bola hasil free kick Nyeck. Bola yang sempat melewati kepala dan nyaris memasuki gawangnya masih sempat ditepis Firmansyah, namun bola tepisan tersebut langsung disambar Try Yudha Handoko. Skor 2-2 pun menutup babak pertama.

Masuknya Ahmad Maulana menjadi Nyeck kembali mengisi posisi striker. Sempat membentur mistar gawang di usaha pertamanya, Nyeck langsung menebus kegagalannya dengan mencetak gol kemenangan di menit 80.

Sebelumnya saat jeda, Rahudman sempat mendatangi ruang ganti PSMS sekaligus menyerahkan bonus atas keberhasilan mereka mengalahkan PSAP Sigli, Kamis lalu.

Usai pertandingan, Pelatih The Killer Suimin Dihardja tak kuasa melampiaskan kegembiraannya dengan kembali mendatangi kubu suporter di tribun terbuka. Rasa emosional Suimin dapat dimaklumi mengingat sehari sebelumnya sempat merebak isu oknum pengurus mengusulkan agar pelatih kampung tersebut dipecat.

"Saya memberikan apresiasi kepada para pemain yang bermain sesuai arahan dan berjuang keras, tapi ada faktor lain juga yang menentukan. Pertama, kita bermain di kandang dan kedua motivasi dari Pj Walikota Medan bersama Ketua Umum PSMS," ujarnya

Duguncang Isue

uimin Diharja, arsitek PSMS tidak berani memasang target muluk-muluk saat anak asuhnya menjamu PSSB Bireuen dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, hari ini. Mentan pelatih Persikabo ini hanya mengisyaratkan jika timnya akan tampil dengan ciri khas PSMS selama ini, yakni tampil ngotot dengan gaya rap-rap.

Kendati demikian bukan berarti Suimin tak menginginkan kemenangan. Apalagi selama ini, raihan tiga angka selalu diraih oleh tim berjuluk Ayam Kinantan bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Lantas kenapa Suimin berani mengeluarkan statemen seolah timnya takkan tampil all out saat menjamu PSSB?
Usut punya usut, ternyata saat ini beredar kabar yang menyebutkan jika mantan pelatih termahal di Indonesia itu akan didepak oleh salah seorang oknum pengurus PSMS.

Dikonfirmasi mengenai masalah tersebut di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (6/12) dua pengurus PSMS Hardi Mulyono selaku Sekretaris Umum dan Julius Raja selaku Kepala Bidang Teknis tak mampu memberi jawaban yang memuaskan.
“Benar jika kami akan melakukan evaluasi sepulang Ketua Umum dari luar negeri. Tapi jujur saja, terkait isu pemecatan terhadap Suimin, baru kali ini saya mendengarnya,” kata Hardi.

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan yang dilontarkan Hardi Mulyono tadi, sesungguhnya apa yang terjadi jelas menggangu konsentrasi tim. Bahkan ketika pemain pertama kali mendengar isu tersebut, beberapa di antaranya berniat melakukan aksi mogok latihan.
Nah, kondisi inilah yang coba ditenangkan oleh Suimin. “Saya mendengar masalah ini dari pemain. Sepertinya mereka (pemain, Red) tidak senang ketika mendengar kabar yang menyebutkan saya akan dipecat. Hal itu mereka buktikan Sabtu (5/12) pagi lalu, yang mana seluruh pemain menolak berlatih sebelum saya membeberkan apa yang terjadi,” terang Suimin.

“Saya masih yakin bisa meredam ganjang-ganjing yang meresahkan pemain tadi. Semoga saat bertanding nanti, isu pemecatan itu tidak merusak konsentrasi mereka,” harap pelatih berusia 58 tahun itu.

Ya, konsentrasi tingkat tinggi mutlak dibutuhkan tim Ayam Kinantan kalau ingin memetik hasil bagus di kandang sendiri. Tak pelak, kondisi ini membuat tekanan menjadi lebih besar dibanding kondisi normal.

Beruntung, saat tim Ayam Kinantan sedang limbung akibat isu pemecatan tadi, di saat itu pula mental pemain PSSB sedang anjlok.
Pasalnya, kekalahan 0-1 yang diderita dari Semen Padanga beberapa hari lalu, ternyata masih menyisakan sesal berkepanjangan.
Ya, kubu PSSB mengaku jika mereka diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Parahnya lagi, di saat mental pemain belum pulih secara keseluruhan, Rudi Sari, pelatih PSSB yang juga mantan pelatih PSMS hanya bisa pasrah saat tiga pemain asing yang dikontrak PSSB belum bisa dimainkan.

Menurut manajer tim PSSB Mofin, kondisi ini tercipta karena manajemen PSSB dua musim lalu meninggalkan utang senilai Rp1 milyar.
“Regulasi PT Liga Indonesia, bahkan FIFA mengharuskan kami membayar hutang itu. Jika kami tak mampu membayarnya, maka kami tidak bisa menurunkan pemain asing yang kami miliki,” ungkap Mofin.

“Apa pun ceritanya kami harus berusaha tampil sebaik mungkin, guna meraih kemenangan atas tim tuan rumah yang didukung puluhan ribu suporternya,” kata Mofin

Duguncang Isue

uimin Diharja, arsitek PSMS tidak berani memasang target muluk-muluk saat anak asuhnya menjamu PSSB Bireuen dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, hari ini. Mentan pelatih Persikabo ini hanya mengisyaratkan jika timnya akan tampil dengan ciri khas PSMS selama ini, yakni tampil ngotot dengan gaya rap-rap.

Kendati demikian bukan berarti Suimin tak menginginkan kemenangan. Apalagi selama ini, raihan tiga angka selalu diraih oleh tim berjuluk Ayam Kinantan bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Lantas kenapa Suimin berani mengeluarkan statemen seolah timnya takkan tampil all out saat menjamu PSSB?
Usut punya usut, ternyata saat ini beredar kabar yang menyebutkan jika mantan pelatih termahal di Indonesia itu akan didepak oleh salah seorang oknum pengurus PSMS.

Dikonfirmasi mengenai masalah tersebut di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (6/12) dua pengurus PSMS Hardi Mulyono selaku Sekretaris Umum dan Julius Raja selaku Kepala Bidang Teknis tak mampu memberi jawaban yang memuaskan.
“Benar jika kami akan melakukan evaluasi sepulang Ketua Umum dari luar negeri. Tapi jujur saja, terkait isu pemecatan terhadap Suimin, baru kali ini saya mendengarnya,” kata Hardi.

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan yang dilontarkan Hardi Mulyono tadi, sesungguhnya apa yang terjadi jelas menggangu konsentrasi tim. Bahkan ketika pemain pertama kali mendengar isu tersebut, beberapa di antaranya berniat melakukan aksi mogok latihan.
Nah, kondisi inilah yang coba ditenangkan oleh Suimin. “Saya mendengar masalah ini dari pemain. Sepertinya mereka (pemain, Red) tidak senang ketika mendengar kabar yang menyebutkan saya akan dipecat. Hal itu mereka buktikan Sabtu (5/12) pagi lalu, yang mana seluruh pemain menolak berlatih sebelum saya membeberkan apa yang terjadi,” terang Suimin.

“Saya masih yakin bisa meredam ganjang-ganjing yang meresahkan pemain tadi. Semoga saat bertanding nanti, isu pemecatan itu tidak merusak konsentrasi mereka,” harap pelatih berusia 58 tahun itu.

Ya, konsentrasi tingkat tinggi mutlak dibutuhkan tim Ayam Kinantan kalau ingin memetik hasil bagus di kandang sendiri. Tak pelak, kondisi ini membuat tekanan menjadi lebih besar dibanding kondisi normal.

Beruntung, saat tim Ayam Kinantan sedang limbung akibat isu pemecatan tadi, di saat itu pula mental pemain PSSB sedang anjlok.
Pasalnya, kekalahan 0-1 yang diderita dari Semen Padanga beberapa hari lalu, ternyata masih menyisakan sesal berkepanjangan.
Ya, kubu PSSB mengaku jika mereka diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Parahnya lagi, di saat mental pemain belum pulih secara keseluruhan, Rudi Sari, pelatih PSSB yang juga mantan pelatih PSMS hanya bisa pasrah saat tiga pemain asing yang dikontrak PSSB belum bisa dimainkan.

Menurut manajer tim PSSB Mofin, kondisi ini tercipta karena manajemen PSSB dua musim lalu meninggalkan utang senilai Rp1 milyar.
“Regulasi PT Liga Indonesia, bahkan FIFA mengharuskan kami membayar hutang itu. Jika kami tak mampu membayarnya, maka kami tidak bisa menurunkan pemain asing yang kami miliki,” ungkap Mofin.

“Apa pun ceritanya kami harus berusaha tampil sebaik mungkin, guna meraih kemenangan atas tim tuan rumah yang didukung puluhan ribu suporternya,” kata Mofin

Saha 50 : 50

Osas Saha kemungkinan bisa merumput saat PSMS menjamu PSSB Bieruen sore ini di Stadion Teladan Medan.
Seperti penuturan manajemen PSMS bahwa terkait urusan dokumen Saha kini telah diselesaikan. Bahkan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) juga sudah dibayarkan, namun agen Saha yang mengurus masih belum yakin apakah PT Liga Indonesia bakal memberikan izin bagi Saha untuk tampil.
Kalau Saha mampu bersikap pro aktif dengan agennya, maka urusan pendaftaran ke PT Liga Indonesia akan semakin mudah.

“KITAS sudah kami bayarkan atas usaha Ketua Harian Agus Simorangkir. Saat ini tidak ada masalah lagi ke agennya. Hanya saja kami berharap Saha mau berkordinasi dengan agennya agar segera mengurus pengesahannya,” ungkap Benny Tomasoa asisten manajer kemarin.

Benny juga menyatakan telah menghubungi PT LI untuk berkordinasi mengenai pengesahan Saha. Pada dasarnya PT LI mengatakan tidak ada masalah kalau urusan dokumen Saha sudah dikerjakan. “Semoga agen Saha bisa bekerja cepat sehingga Saha bisa turun saat menjamu PSSB nanti,” tambah pria berdarah Ambon itu.

Apalgi tekanan publik yang menginginkan Saha segera tampil, tampaknya sudah cukup kuat. Di samping itu, pihak manajemen juga tidak ingin disalahkan atas lambatnya proses pengesahan Saha.

Sejauh ini Saha sendiri sudah tidak betah berlama-lama duduk di kursi penonton dan hanya menyaksikan rekannya bertanding.
“Saya sudah tidak sabar untuk bisa membantu rekan-rekan bertanding. Saya tidak enak harus duduk saja di sementara kawan-kawan berjuang,” kata Saha

Monday, December 7, 2009

Suporter: Mengapa cari 'bapak angkat' PSMS sekarang?

PSMS Medan mengaku sedang mencari 'bapak angkat' untuk mendanai keperluan tim asal Medan ini dalam kompetisi Liga Indonesia 2009-2010.

Menanggapi kondisi itu, ketua PSMS Fans Club, Tonny Nainggolan, sangat menyayangkan kepengurusan baru PSMS masih mencari penjamin dana. Dia menilai bahwa kondisi itu akan sangat mengganggu tim dan menjadi pertanyaan besar bagi semua kalangan terkait PSMS.

"Kenapa baru sekarang pengurus PSMS cari dana? Seharusnya sebelum mulai kompetisi sudah terjamin, tidak seperti sekarang baru mencari. Kondisi ini akan sangat mengganggu performa tim," kata Tonny kepada Waspada Online, malam ini.

Tonny mengatakan, pihaknya melihat tidak ada keseriusan pengurus dalam menangani PSMS karena sampai saat ini masih mencari 'bapak angkat' padahal sebenarnya sosok itu sudah ada sejak musim lalu. "Dulu PSMS diasuh oleh Sihar Sitorus yang mendanai tim ini secara penuh. Mengapa sekarang justru mencari sosok baru?" tanya Tonny.

Sementara itu, mantan presiden Kampak FC, Herna Pardede, mengungkapkan bahwa sebenarnya saat ini sudah ada 'bapak angkat' yang bersedia menyediakan dana secara penuh kepada PSMS. "Tapi dengan persyaratan semua pengurus yang sekarang harus mundur karena akan diisi oleh orang-orang yang profesional dan lebih kompeten," tegas Herna.

"Apakah mereka (pengurus, red) siap dan mau meletakkan jabatan mereka di kepengurusan kalau ada pendana secara penuh? Saya ragu karena memang para pengurus yang sekarang tujuannya berbeda dengan pihak pendana," tegasnya lagi kepada Waspada Online.

Sebelumnya, manajer tim PSMS, Hendra DS mengatakan bahwa banyak orang yang mengatakan cinta PSMS dan tidak inginkan klub ini bubar. "Kalau memang cinta PSMS, tunjukkan kecintaan tersebut dengan bersedia menjadi 'bapak angkat' PSMS," katanya.

Hendra juga menyatakan bahwa Hendra pembiayaan klub PSMS dahulunya dibiayai oleh APBD, namun sekarang tidak lagi. Sementara, klub sekarang dituntut profesional. Artinya, seluruh pemain itu harus dikontrak, serta harus ada gaji per bulannya.

Pernyataan Hendra DS itu berbeda dengan pernyataan Herna Pardede yang menyatakan dulunya PSMS dibiayai oleh Sihar Sitorus

Seharusnya pengurus PSMS merangkul pendukungnya

Seharusnya pengurus PSMS Medan yang baru berupaya untuk merangkul para pendukungnya dan tokoh-tokoh lain. Sayangnya, langkah itu tidak dilakukan sehingga saat ini PSMS kewalahan mencari dana untuk berlaga di musim kompetisi 2009-2010.

Hal itu disampaikan Tonny Nainggolan, ketua PSMS Fans Club kepada Waspada Online malam ini. "Seharusnya kami dirangkul dari awal untuk sama-sama membahas permasalahan PSMS. Lihat saja sekarang, masalah dana belum terpecahkan," tegasnya.

"Kami PSMS Medan Fans Club yang memiliki korwil di 26 provinsi di Indonesia siap 100% membantu PSMS Medan sampe kapanpun. "Seperti motto kami 'Sampe Mati Untukmu Kinantan' maka kami siap melakukan apapun demi PSMS," kata Tonny.

Namun. lanjutnya, sampai sekarang belum ada undangan atau respon dari pengurus kepada kami untuk membahas hal ini, dan kami sebelumnya dari awal sudah memiliki rencana dan kegiatan untuk membantu PSMS Medan. "Tinggal pelaksanaan dan tentunya kerjasama dengan pengurus PSMS Fans Club, masyarakat medan dan pencinta Kinantan," katany

Lawan Terluka

Skuad PSSB Bireuen telah mendarat di Medan untuk menghadapi PSMS, di Stadion Teladan Medan, Senin (7/12).
Tim asuhan Rudi Saari yang notabene mantan asisten pelatih PSMS musim lalu itu berharap bisa mencuri poin dari tuan rumah.
Begitupun Rudi sadar bahwa untuk meraih angka di Stadion Teladan Medan bukan perkara gampang untuk diwujudkan.

Hal ini telah terbukti ketika tim berjuluk Ayam Kinantan selalu memetik poin sempurna bila tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Parahnya lagi, menatap laga ini, Laskar Batee Kureng-julukan PSSB Biruen tengah berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan setelah dikandaskan Semen Padang beberapa waktu lalu

“Bisa jadi mental pemain sedang turun karena kekalahan itu. Tapi secara teknis, kami tak memiliki masalah. Kami siap untuk mencuri poin dari PSMS, karena itu (mencuri poin, Rd) telah kami canangkan jauh-jauh hari,” bilang Rudi Saari, kemarin (5/12).
Optimisme yang diusung Rudi ini terkait dengan kekecewaan yang dialaminya saat bertandang ke Padang.

Ya, selain mengalami kekalahan, PSSB pun harus kehilangan seorang pemain akibat dikartu merah wasit.
Dijelaskannya, pada pertandingan itu sempat terjadi kontak fisik antara seorang pemain PSSB dengan striker Semen Padang Marcio Sauza. Anehnya Marcio langsung marah dan memukul pemain Bireuen hingga bibirnya berdarah. Sialnya, wasit malah memberi kartu kepada pemain Bireuen bukannya kepada Marcio.

“Saat melawan Semen Padang anak-anak main bagus tapi kalah 0-1. Sepak bola Indonesia memang masih belum berubah. Pemain kami yang dipukul, pemain kami pula yang diberi kartu. Sedangkan pemain lawan yang melakukan aksi memukul tadi justru dibiarkan. Kondisi ini membuat konsentrasi pemain kami terganggu. Dan ini merugikan kami,” bilang Rudi.

Selain kondisi mental yang masih terganggu, saat menghadapai PSMS nanti Rudi tak dapat menurunkan tiga pemain asingnya. Ketiga pemain asing in adalah Alex Robinson, Salomon Kobe, dan Felix.

“Hingga hari ini (kemarin, Red) segala urusan administrasi tentang ketiga pemain ini masih belum beres. Tapi jika besok (hari ini, red) urusan administrasi mereka beres, maka kami akan menurunkan mereka,” ungkap mantan pemain Harimau Tapanuli ini.
Artinya, meski belum mengatungi izin untuk merumput di PSSB, namun ketiga pemain asing ini tetap diboyong ke Medan bersama 24 pemain lainnya.

“Itulah modal kami untuk mencuri poin dari PSMS di Stadion Teladan nanti. Meski sulit untuk mewujudkannya, namun kami tetap akan berusaha,” bilang Rudi.

Lantas, bagaiman persiapan tuan rumah menatap laga ini? Setelah sukses memetik tiga angka atas PSAP pada laga perdana yang berlangsung Kamis (4/12) lalu, ditengarai jika kemenangan itu akan menaikkan moral seluruh pemain untuk memetik poin sempurna.
Kendati demikian, Suimin Diharja, pelatih PSMS tetap mengingatkan anak asuhnya untuk lebih sabar saat melakukan tekanan ke jantung pertahanan lawan.

“Kita tinggal memoles ball position pemain saja. Saat melawan Sigli anak-anak main terburu-buru, sehingga serangan selalu gagal. Semoga saat melawan Bireuen nanti hal itu tak terjadi lagi,” kata Suimin.

Sayangnya, menatap laga besok, striker asing PSMS Osas Saha kemungkinan besar masih belum bisa diturunkan. Padahal kehadiran ujung tombak yang musim lalu membela PSDS itu sangat dibutuhkan, mengingat kinerja lini depan PSMS yang sejauh ini belum tampil maksimal.

Yakin PSMS Bangkit

Punya nama besar dan segudang prestasi di masa lampau adalah modal kuat yang dipunya PSMS. Tim yang berdiri tahun 1950 ini sebenarnya punya potensi besar untuk kembali menunjukkan tajinya di kancah sepak bola nasional.

Hanya saja gonjang-ganjing di kepengurusan yang menyebabkan tidak harmonisnya kondisi tim menyebabkan prestasi sulit diraih. Herna Pardede, mantan ketua Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan (KAMPAK ) FC secara mendadak, kemarin (4/12) malam menghubungi wartawan koran ini dan menyatakan akan kembali mendukung PSMS. Walaupun pada dasarnya Herna kini telah berbaju Pro Duta FC milik Sihar Sitorus yang juga berlaga di Divisi Utama wilayah II.

Herna yang kini tinggal di Australia ternyata saban hari memantau perkembangan PSMS. Dengan galau dia seolah ingin curhat betapa miris perasaannya melihat kondisi PSMS saat ini. Ada beberapa hal yang diusulkannya agar PSMS kembali bangkit. Mulai dari suporter hingga susunan pengurus.

Utamanya adalah nilai-nilai profesionalisme dalam mengurui sebuah tim tanpa ada niatan apa-apa, kecuali membesarkan kembali nama PSMS.
Menurutnya, sponsor bisa saja kembali datang, jika manajemen yang diterapkan sudah benar-benar profesional.

“Terkadang saya bertanya, apalagi yang harus kami (suporter, Red) perbuat untuk PSMS? Manajemen PSMS sendiri seperti tidak mau maju. Terlalu banyak bicara, tapi minus aksi. Semua pendukung ingin konsep yang jelas dari pengurus PSMS, bagaimana dan siapa saja yang didekati menjadi sponsor, mungkin masyarakat bisa membantu untuk menyakinkan. Percayalah, sponsor akan senang membantu apabila sebuah tim memiliki konsep yang jelas, visi misi serta badan hukumnya pun harus jelas,” kata Herna.

“Kalau sebuah organisasi punya nama baik, kuat di mata hukum, sponsor akan berlomba untuk membantu. Apalagi jika tim itu memiliki sejarah yang cukup panjang, seperti halnya PSMS Medan,” bilang Herna.

“Banyak keuntungan yang bisa dapatkan sponsorship dari nama besar PSMS. Tapi, tentunya dibutuhkan orang-orang yang professional,” lanjutnya.
Selanjutnya Herna mengatakan jika pengurus PSMS tak sungkan untuk mengajakanya berdiskusi, maka dengan senang hati dia akan memenuhinya. “Saya selalu siap demi kemajuan PSMS ke depan,” pungkasnya

Asa Saha

Tampaknya ada kemungkinan jika Osas Saha bisa segera merumput saat PSMS berlaga di pertandingan home selanjutnya.
Pasalnya, Jumat (4/12) kemarin didapat kabar kalau pihak manajemen bersama Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir, berencana bertolak ke Jakarta untuk mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) milik Saha yang hingga kini masih terkendala pengurusannya karena ketiadaan dana.
Kabar itu didapat usai sejumlah pengurus dan manajemen menggelar rapat di kompleks asrama PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan.

Hendra DS selaku manajer tim mengatakan jika pihaknya terus berupaya mengurus berbagai dokumen milik pemain, tak terkecuali kepunyaan Saha.

Apalagi saat ini tim Ayam Kinantan menaruh harapan besar agar Saha bisa bahu-membahu dengan punggawa PSMS lainnya guna mengatasi tumpulnya lini depan tim besutan Suimin Diharja itu.

“Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya Saha sudah bisa dimainkan. Asisten manajer dan Ketua Harian sedang berusaha mengurus segala keperluan yang berkaitan dengan masalah tersebut. Malam ini (kemarin malam-red) mereka bertolak ke Jakarta,” terang Hendra DS.
Dikonfirmasi ke Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, didapat kabar serupa. Saat dihubungi kemarin malam, Benny bersama Agus Simorangkir tengah berada di bandara untuk bertolak ke Jakarta. Meski mencoba mengurus dokumen milik Saha, bukan berarti kondisi keuangan sudah mulai pulih.

Dijelaskan Agus, pihaknya memang berupaya melakukan negosiasi untuk meyakinkan PT Liga Indonesia jika PSMS berniat mengurus dokumen Saha dan mendaftarkannya sebagai pemain PSMS.

“Ini upaya kita untuk mencoba mengurus dokumen Saha. Kami berencana bertemu PT LI untuk membicarakan bagaimana caranya agar Saha bisa segera main. Mudah-mudahan hasilnya tidak mengecewakan,” harap Agus.

Absennya Saha di tiga partai PSMS dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama jelas mengurangi kekuatan tim. Bahkan tanpa sungkan Suimin Diharja, arsitek PSMS dengan jujur mengakui jika PSMS membutuhkan kontribusi pemain berambut “jigrak” itu.

“Kalau bisa seluruh pemain sudah bisa main pada pertandingan selanjutnya. Ini penting, karena tekad kita adalah terus mendulang poin sempurna,” kata pelatih berusia 58 tahun itu

Suimin Siapkan Simulasi

MENATAP laga home kedua Senin (7/12) nanti melawan PSB Biruen, Suimin mulai disibukkan dengan segudang pekerjaan. Banyak PR yang harus segera diselesaikannya. Beruntung kekompakan di antara pemain hingga kini masih terasa solid.

Untuk menghadapi Biruen, Suimin menyatakan hanya akan memoles ball position anak buahnya. Berkaca dari laga kontra PSAP lalu, seluruh pemain masih belum bisa bermain lepas.

Saat itu skuad terlihat terburu-buru untuk melakukan penyelesaian akhir dan berharap segera mendapatkan gol. Padahal lawan bertahan dengan barisan pemain yang rapat.

Jika hal itu sampai terjadi lagi di partai kandang kedua, dikhawatirkan pemain akan frustasi ketika tidak berhasil menembus gawang lawan.
“Kemarin anak-anak tidak tampil lepas. Terlihat jika mereka ter bebani. Saat melawan Biruen mereka harus lebih sabar agar mampu menciptakan peluang,” terang Suimin.

Proses latihan untuk mensimulasikan strategi yang akan diterapkan melawan Biruen, akan dimulai sore ini di Stadion Kebun Bunga. Sebelumnya skuad diliburkan dari latihan sore hari dan hanya menggelar relaksasi pada pagi hari dengan menggelar spa dan renang.

Kondisi fisik skuad juga sudah mulai pulih. Semangat untuk kembali merumput juga tampaknya sudah kembali membara, mengingat skuad dijanjikan bonus saat menang melawan PSAP kemarin. Bonus itu datang langsung dari PJ Walikota Medan Rahudman Harahap. Namun jumlahnya belum diketahui. “Saat main lawan PSAP kemarin, Pak Rahudman datang ke ruang ganti pemain dan menjanjikan bonus kalau menang. Tapi jumlahnya tidak tahu berapa,” kata Suimin.

“Pemberian bonus ini saya harapkan merangsang pemain agar bisa meraih hasil maksimal di laga kandang maupun tandang,” tambah Suimin.

Friday, December 4, 2009

Ayam Kinantan undang pendukung

Pengurus PSMS Medan diwakili Julius Raja SE mengundang pendukung The Killer di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat sore ini pukul 17.00 WIB.

Menurut Raja yang juga selaku panpel membidangi teknik lapangan usai kemenangan 2-1 atas PSAP Sigli di Stadion Teladan Medan kemarin, pertemuan ini dalam rangka menjelaskan kepada pendukung tim Ayam Kinantan bahwa akibat perbuatan tercela di kandang PSMS bisa mendapat hukuman partai usiran dari PSSI.

“Kalau PSSI sudah menjatuhkan hukumannya akibat perbuatan pendukung dan penonton kita sendiri, jelas akan merugikan PSMS karena harus bertanding di tempat orang lain,” jelas Raja.

“Jadi sebelum hukuman itu jatuh, saya mengimbau kepada pendukung maupun penonton tidak membuat kesalahan seperti melempari kubu lawan di dalam maupun luar lapangan. Makanya saya perlu mengundang mereka untuk menjelaskannya," lanjutnya.

Menanggapi tudingan dari pendukung PSMS SMeCK bahwa dirinya bertangungjawab atas tiket pendukung PSMS, Raja menegaskan tudingan itu salah alamat karena dia sama sekali tidak mengurusi tiket.

Begitu juga juga tudingan mereka terhadap pengurus yang tidak becus dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi juga dibantah Raja. Dikatakan, suara-suara sumbang seperti itu tidak perlu dilakukan tapi cukup sampaikan ke sekretariat PSMS di mana pengurus akan meladeninya.

"Marilah kita bersama-sama saling bahu membahu membangun PSMS, agar upaya membawa tim kesayangan kita berkompetisi tahun depan di Liga Super Indonesia bisa terwujud," katanya lagi