Monday, November 8, 2010

Bintang Medan Tunggu Hasil Verifikasi

Giliran Bintang Medan, nama lain PSMS untuk tampil di Liga Primer Indonesia (LPI), menerima modal Rp1 miliar dari konsorsium LPI tinggal menunggu waktu. Semua masih menanti hasil verifikasi dari pihak LPI.

Bintang Medan yang kabarnya akan diisi pemain besutan Suharto, sudah diverifikasi sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini hasilnya belum diumumkan oleh LPI. “Kita sifatnya menanti hasil verifikasi saja. Kalau sudah ada hasilnya, maka akan diberikan. Tapi tak tahu apakah langsung utuh Rp1 miliar atau dicicil,” sebut Agus Suriono sekretaris PSMS yang dipercaya bertanggung jawab atas keikutsertaan di LPI.

Nah, jika uang segar itu sudah masuk ke rekening Bintang Medan, maka dana itu langsung digunakan untuk membenahi tim. Prioritas utama kabarnya untuk mendatangkan pemain asing, dan ikat kontrak pemain lokal.
“Dana itu kan modal untuk mandiri. Maka kita harus benar-benar memanfaatkan agar ke depannya klub ini mampu mandiri. Semua bidang akan kita danai lewat dana awal itu,” terang Agus.

Sementara itu, klub asuhan Suharto yang kini lebih dikenal PSMS ‘President’ oleh para pendukung setianya terus berbenah. Meski belum dihuni pemain asing, namun kepercayaan diri membuncah. Seperti yang diutarakan Suharto beberapa waktu lalu, timnya siap turun di kompetisi mana saja. (ful)

Bintang Medan Belum Dapat Rp1 Miliar

Konsorsium PT Liga Primer Indonesia (LPI) mulai membuktikan omongannya. Saat ini klub-klub yang berkomitmen ikut kompetisi sudah dikucuri dana. Masing-masing klub kebagian dana awal Rp1 miliar.
Menariknya, PSMS yang memakai baju Bintang Medan untuk LPI malah belum mengetahui hal tersebut. Sekretaris Umum PSMS, Idris, menegaskan hal tersebut ketika dikonfirmasi Sumut Pos. “Belum ada. Kita malah tak tahu,” katanya, Kamis (4/11).

Idris menambahkan, jika memang dana tersebut dicairkan, Bintang Medan harusnya dapat. “Itu kan untuk peserta, jadi kita tunggu saja. Yang, jelas saya belum tahu,” tambahnya.

Apa yang dikatakan Idris ini berbanding terbalik dengan Semarang United. Direktur Utama Semarang United, Novel Al Bakrie, mengaku timnya sudah mendapat dana awal Rp1 miliar dari LPI. Dana itu sebagian sudah digunakan untuk memberi uang muka kepada 15 pemain lokal.

“Kami sudah mendapat kucuran dana Rp 1 miliar dari LPI. Setelah ini kami akan mengajukan calon skuad tim kepada konsorsium dan mereka yang akan memberesi persoalan kontraknya,” kata Novel.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama Batavia Persitara Yon Moeis. Dia mengaku timnya sudah mulai mendapat kucuran dana dari konsorsium LPI. “Dari alokasi Rp1 miliar, sementara ini baru kami terima Rp350 juta. Sisanya tidak lama lagi akan cair,” ujarnya.

Dana yang sudah diterima itu langsung dibagikan kepada pemain untuk kesepakatan kontrak. Saat ini Tim Batavia Persitara FC tengah bergerak mencari pelatih usai ditinggal Suimin Diharja yang hengkang ke Persijap Jepara belum lama ini. Kabarnya Batavia FC akan merekrut satu pelatih asing kelahiran Brasil yang menetap di Spanyol. Menurut Yon Moeis pelatih asing itu akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat ini. “Nama pelatih itu Roberto Luiz Bianchi Pelliser, dia akan terbang dari Madrid Jumat (5/11), dan akan datang di Indonesia hari Sabtu (6/11),” jelas Yon. (ali/jpnn/rmd)

Si Kurus Betah di Medan

Nama Kurniawan Dwi Julianto masih tenar di kancah sepak bola nasional. Dan ketika pemain yang akrab dipanggil ‘Si Kurus’ resmi berkostum PSMS musim ini, pendukung setia pun menyambut baik. Berbekal nama besar dan seabrek pengalaman, membuat nama Kurniawan dielu-elukan.

Menariknya lagi, Kurniawan juga masuk daftar pemain yang berpeluang jadi kapten tim. Dia bersaing dengan dua nama Zulkarnaen dan Sahbani.

Tapi ditanya soal ini, ia tak begitu anstusia. “Wah soal kapten tim itu terserah pelatih. Saya tidak maksa mau jadi kapten,” katanya saat dihubungi Jumat (5/11) malam. “Yang penting, tim main bagus dan meraih tiga angka. Itu yang jadi target saya,” sambung pemain yang akrab disapa Si Kurus itu.

Ngomong-ngomong, Kurniawan ternyata sudah mulai kerasan atau betah tinggal di Kota Medan. Menurutnya Medan kota yang bagus. “Ya sudahlah. Saya betah di sini. Kotanya bagus, tim solid. Pengurus dan fans memberi semangat kepada saya untuk tampil lebih baik,” kata Kurniawan. Selama di Medan, Kurniawan mengaku belum banyak kelayapan ke mana-mana. “Paling ke Merdeka Walk, mal dan tempat di inti kota saja,” katanya sambil senyum.

Nah, kira-kira ada tidak ya target gol yang akan dicetak Kurniawan di PSMS? Menjawab itu, Kurniawan tak muluk-muluk. Ia lebih berharap tim bisa tampil kompak dan meraih kemenangan. “Kalau target gol tentu ada. Karena itu tugas saya sebagai penyerang. Tapi saya lebih mengedepankan kepentingan tim dan kekompakan. Kalau ada peluang, pasti saya akan usahakan cetak gol sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. (ful)

Dua Kandang, Tiga Away

Tampaknya ada keuntungan bagi PSMS menatap laga pembuka Divisi Utama musim ini. Dua laga awal digelar di Stadion Teladan. Lawan yang dihadapi cukup berat, yakni Persitara (19/11) disusul Persikabo Bogor (23/11). Enam poin wajib diamankan tentunya.

Untuk memantapkan persiapan, skuad PSMS masih akan digeber dengan sejumlah uji coba. Termasuk upaya untuk meruncingkan lini depan, yang hingga kini masih dianggap tumpul. Khusus untuk lini depan, sorotan mengarah kepada sejumlah nama besar, yakni Kurniawan Dwi Julianto dan Gaston Castano. Meski diperkuat pemain sarat pengalaman, namun pundi-pundi gol di partai uji coba urung terkumpul maksimal.

“Secara teknis tim siap untuk Divisi Utama. Tim akan menggelar beberapa uji coba lagi dengan tim yang levelnya di bawah untuk memantapkan performa pemain,” kata Zulkarnain Pasaribu pelatih kepala PSMS, Sabtu (6/11). Meski demikian, Zul berharap kepada manajemen untuk segera melengkapi kebutuhan tim secepatnya.

Usai melakoni laga home, PSMS akan terbang ke provinsi tetangga Nanggroe Aceh Darusallam. Di sana, PSMS akan dihadapi Persiraja (28/11) disusul PSAP Sigli (2/12). Sedangkan satu away lagi digelar di Bengkulu menghadapi PS Bengkulu (7/12). (ful)

PSMS, Waspada pada kinerja wasit

MEDAN-Persiapan menuju musim Divisi Utama 2010/2011 bagi PSMS tak sekadar soal skuad saja. Segala lini wajib diperhatikan, baik soal gizi, kostum, dan sebagainya. Dan, tidak lupa soal nonteknis.

Setidaknya hal ini diungkapkan asisten manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurut lelaki berdarah Ambon ini, kadang soal nonteknis malah lebih berperan untuk hasil akhir pertandingan. Ya, Benny memang sedang menyoroti kinerja perangkat pertandingan yang sering merugikan tim yang pertandingan. Contoh nyata adalah pengalaman PSMS saat menjalani Divisi Utama musim lalu.

Benny menerangkan, meski secara kualitas skuad PSMS musim lalu berada pada level pas-pasan, kekalahan yang dialami PSMS bukan semata-mata karena kekurangsiapan materi yang dimiliki. Segi nonteknis menjadi hal nomor satu yang menggagalkan tim untuk meraih prestasi yang lebih baik.

“Berapa kali PSMS dikerjai musim lalu? Tidak hanya partai tandang, tapi di partai kandang sekalipun, tim tetap dikerjai. Perilaku berat sebelah oknum wasit yang memimpin pertandingan menjadi penyebab kekalahan,” ungkapnya, Minggu (7/11).

Kata fair play, tambah Benny, yang dilukis pada bendera sebelum pertandingan sepak bola merupakan slogan yang diharapkan bisa membuat kedua tim sepak bola bermain sportif dan wasit berlaku adil. Namun kenyataan di lapangan tidak selalu seiring dengan slogan tersebut. Masih tetap ada wasit yang berlaku curang dan berpihak kepada salah satu klub yang bertanding serta merugikan tim yang lain termasuk PSMS. “Segi nonteknis tetap bisa menjadi kendala bagi perolehan hasil pertandingan bagi PSMS Medan,” aku Benny.

Namun, diakuinya, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah hal itu terulang kembali selain berharap PSSI bisa mengawasi kinerja wasit. “Ya, berharap agar oknum wasit bisa menerima sanksi yang tegas,” tambahnya. (ful)

Medan Fans Club dan SMeCK

Pengurus PSMS bertemu dengan dua basis suporter di Restoran Garuda Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (6/11) kemarin. Pertemuan itu penting, sebab antara klub dan pengurus butuh satu kesepakatan yang intinya bertujuan memajukan PSMS.

Dua basis suporter yang diundang adalan Medan Fans Club (PMFC) dan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans. Sekretaris Umum PSMS Idris mengatakan, jelang bergulirnya Divisi Utama, PSMS punya banyak pekerjaan yang harus dibenahi, salah satunya adalah menyukseskan pertandingan PSMS khususnya laga kandang.
“Kami berharap bisa melibatkan suporter untuk bekerjasama dengan PSMS menyukseskan perhelatan Divisi Utama yang akan bergulir 19 November nanti. Lagipula suporter adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari klub,” ujarnya.

Pada silaturahmi yang juga dihadiri Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa, Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu dan Asisten Suyono, PSMS melakukan sosialisasi program yang dibuat untuk dijalankan kepada pihak suporter untuk dibicarakan lebih lanjut di hari berikutnya.

Pihak suporter berharap pengurus juga bisa mencarikan jalan keluar atas beberapa hal yang mereka minta. Seperti harga tiket dan permintaan agar pertandingan kandang digelar di malam hari. Termasuk juga sosialisasi PSMS ke sekolah-sekolah di Medan dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan semangat kerjasama dengan suporter ini bisa mencapai prestasi puncaknya tahun ini,” kata Idris lagi.

Sementara Benny Tomasoa menambahkan, hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti PSMS. “Semua masukan yang disampaikan supporter akan kami pertimbangkan dan akan diberikan jawaban secepatnya,” kata Benny.
Sementara itu, Ketua SMeCK Hooligans Wahyudinata Simangunsong mengatakan, silaturahmi yang dirangkai dengan makan siang itu dilakukan untuk menyatukan visi-misi antara PSMS dan suporter.

“Pertemuan ini sebagai ajang rembuk awal dengan PSMS, seperti waktu pertandingan, harga tiket serta konsep launching nanti. Intinya untuk mendekatkan suporter dan pengurus mencapai kata sepakat atas masukan-masukan program yang disampaikan,” katanya.

Selanjutnya, SMeCK dan Fans Club akan menggelar pertemuan lagi mungkin Senin (8/11) nanti untuk memutuskan langkah-langkah yang akan diambil. (ful)

Launcing Pemain 14 November

Kompetisi sudah di ambang pintu, PSMS pun berencana mengenalkan diri ke publik sepak bola Kota Medan dan sekitarnya. Untuk berkenalan dengan khalayak ramai, PSMS akan diluncurkan segera pada 14 November mendatang. Tapi jadwal itu belum fix benar.

Konsep yang akan diusung juga terpikirkan. Maka itu, pada pertemuan dengan para fans kemarin, pengurus berharap ada solusi launching yang siap digeber.

Namun yang pasti, upaya launching disiapkan dengan gelegar meriah.
“Launching rencananya tanggal 14 November nanti. Konsep sementara dengan sederhana, namun kita upayakan tetap meriah,” kata Idris Sekum PSMS. (ful)

PSMS Belum Terdaftar Badan Liga Indonesia

Dari sejumlah kontestan yang bakal berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS masuk klub yang persiapannya sudah oke. Kerangka tim termasuk legiun asing sudah selesai dibentuk sejak beberapa bulan lalu. Artinya, Taji Ayam Kinantan sudah siap benar menerkam lawan-lawannya guna capai target kembali ke Indonesian Super League (ISL).

Sayangnya, skuad PSMS yang bakal diturunkan untuk berlaga di Divisi Utama belum didaftarkan ke Badan Liga Indonesia (BLI). Di situs resmi Liga Indonesia, PSMS termasuk salah satu yang belum mencantumkan skuadnya. Sedangkan klub se-kota Pro Titan sudah melengkapinya.

Begitu juga dengan klub-klub yang bakal jadi saingan di wilayah I Divisi Utama. Nama besar seperti Persitara, Persita, Persipasi, Persikabo, hingga PSAP Sigli sudah melengkapi skuadnya. “Sudah kita lengkapi. Tinggal daftarkan saja. Kita menanti sampai semua administrasi benar-benar kelar,” sebut Benny Tomasoa asisten manajer tim yang baru saja kembali dari Jakarta untuk mengurus masalah ini, Jumat (5/11).

Persoalan memang tampak tak ada lagi, terlebih untuk pemain lokal. Bahkan, enam pemain magang sudah dialihkan statusnya menjadi pemain profesional. Yang masih dinanti adalah rampungnya administrasi pemain asing. “Kitas semua pemain asing sudah diurus. Tampaknya yang paling cepat siap milik Jose Sebastian. Milik Gaston dan Vagnes juga sedang proses,” sebut Benny.

Jika pemain asing sudah beres, dapat dipastikan pendaftaran skuad segera direalisasikan.

Meski demikian, Benny yakin PSMS sudah siap benar bertempur. Menilik persiapan tim lainnya, Benny optimis tim besutan Zulkarnain Pasaribu ini mampu berbicara banyak. “Dari kontestan yang ada, kita termasuk yang paling siap. Tim sudah dibentuk jauh-jauh hari. Makin hari persiapan makin baik, dan ada kemajuan. Semoga ini terpelihara hingga kompetisi nanti,” harap pria berdarah Ambon ini.

Sayang, isu pemecatan pelatih tiba-tiba saja beredar di kalangan pemain dan pengurus PSMS. Kabarnya, Zulkarnain Pasaribu bakal didepak karena berseberangan pola pikir dengan beberapa pengurus. Namun hal ini langsung dibantah Benny. “Sejauh ini tim sudah sangat kondusif. Isu pergantian pelatih ini jangan sampai memecah konsentrasi. Tidak ada itu. Saya termasuk yang tak setuju kalau ada pergantian pelatih, sementara kompetisi sudah diambang pintu,” lanjut Benny. (ful)

Friday, November 5, 2010

Tim Pelapis

MEDAN-PSMS berhasil memenangi laga kontra PSTS Selection Tanjung Balai, dengan skor tak mencolok 2-0. Meski jauh di bawah kualitas PSMS, PSTS memberikan perlawanan maksimal. Terlebih laga ini memang dikhususkan untuk menurunkan skuad lapis dua PSMS.

Maka wajar jika skor akhir tak begitu memuaskan. Begitulah setidaknya yang tercermin dari wawancara dengan Suyono asisten pelatih PSMS, lewat sambungan telepon Rabu (3/11). “Kita memang sedang mengupayakan mencari pemain lapis dua yang tepat. Antisipasi pemain lapis dua ini sangat penting,” kata Yono-panggilan akrabnya.
Terutama adalah pemain tengah dan belakang. Sedangkan lini depan tetap diisi pemain inti.

Menurut Yono, pemain lapis dua yang diturunkan kemarin cukup meyakinkan. Di lini tengah, pemain lapis yang dimainkan adalah Alfian Habibi dan Tri Yudha Handoko. Keduanya bermain cukup menjanjikan. Di bawah, ada nama Rifki Firdaus yang dipasang. Rifki sukses mengawal sisi pertahanan dengan fight dan tak kenal kompromi. “Syukur mereka (pelapis, Red) main bagus. Jadi tidak ada masalah lagi,” sambung Yono.

Percobaan akan pemain pelapis ini vital. Pasalnya, pemain utama tak digaransi akan baik-baik saja sepanjang musim. Pada laga-laga uji coba lain ke depannya, Yono mengatakan akan lebih memaksimalkan peran para subtitution ini. “Mana ada jaminan pemain utama tak bakal cedera, akumulasi kartu atau halangan lain. Maka peran pemain cadangan ini penting di saat genting,” lanjut pegawai Kantor Pos ini.

Pada laga itu, skaud PSTS awalnya dominan menyerang. Panik, lini belakang PSMS sempat melanggar penyerang PSTS. Penalti diberikan wasit. Beruntung kiper PSMS, Syahbani, berhasil menggagalkan penalti itu.
Pada menit ke-12, Kurniawan berhasil mencetak gol lewat titik penalti. Si kurus dilanggar di kotak terlarang dan dengan dingin mengecoh kiper lawan. Tak lama berselang, Juanda Effendi menggandakan keunggulan. Skor 2-0 bertahan di babak pertama. Sayang, di babak kedua tak ada lagi gol terjadi. (ful)

Tim Pelapis

MEDAN-PSMS berhasil memenangi laga kontra PSTS Selection Tanjung Balai, dengan skor tak mencolok 2-0. Meski jauh di bawah kualitas PSMS, PSTS memberikan perlawanan maksimal. Terlebih laga ini memang dikhususkan untuk menurunkan skuad lapis dua PSMS.

Maka wajar jika skor akhir tak begitu memuaskan. Begitulah setidaknya yang tercermin dari wawancara dengan Suyono asisten pelatih PSMS, lewat sambungan telepon Rabu (3/11). “Kita memang sedang mengupayakan mencari pemain lapis dua yang tepat. Antisipasi pemain lapis dua ini sangat penting,” kata Yono-panggilan akrabnya.
Terutama adalah pemain tengah dan belakang. Sedangkan lini depan tetap diisi pemain inti.

Menurut Yono, pemain lapis dua yang diturunkan kemarin cukup meyakinkan. Di lini tengah, pemain lapis yang dimainkan adalah Alfian Habibi dan Tri Yudha Handoko. Keduanya bermain cukup menjanjikan. Di bawah, ada nama Rifki Firdaus yang dipasang. Rifki sukses mengawal sisi pertahanan dengan fight dan tak kenal kompromi. “Syukur mereka (pelapis, Red) main bagus. Jadi tidak ada masalah lagi,” sambung Yono.

Percobaan akan pemain pelapis ini vital. Pasalnya, pemain utama tak digaransi akan baik-baik saja sepanjang musim. Pada laga-laga uji coba lain ke depannya, Yono mengatakan akan lebih memaksimalkan peran para subtitution ini. “Mana ada jaminan pemain utama tak bakal cedera, akumulasi kartu atau halangan lain. Maka peran pemain cadangan ini penting di saat genting,” lanjut pegawai Kantor Pos ini.

Pada laga itu, skaud PSTS awalnya dominan menyerang. Panik, lini belakang PSMS sempat melanggar penyerang PSTS. Penalti diberikan wasit. Beruntung kiper PSMS, Syahbani, berhasil menggagalkan penalti itu.
Pada menit ke-12, Kurniawan berhasil mencetak gol lewat titik penalti. Si kurus dilanggar di kotak terlarang dan dengan dingin mengecoh kiper lawan. Tak lama berselang, Juanda Effendi menggandakan keunggulan. Skor 2-0 bertahan di babak pertama. Sayang, di babak kedua tak ada lagi gol terjadi. (ful)

Thursday, October 28, 2010

TAk Mau Kalah

PSMS besutan Suharto akan menguji ketangguhan dengan melawan Persiraja Banda Aceh, besok. Seakan tak mau kalah, PSMS Medan besutan Zulkarnain Pasaribu alias Bang Zul juga melakukan hal yang sama. Yakni melakukan uji coba hari ini melawan PTPN IV.

Ya, uji coba yang akan digelar sore hari di Stadion Teladan Medan ini direncanakan untuk pemantapan skuad. Karena itu, starter yang akan dipasang tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Punggawa Ayam Kinantan yang dipastikan absen hanya gelandang Zuanda Effendi. “Ya starter masih sama, mungkin Zuanda Effendi saja yang tak ikut, dia lagi demam,” ucap asisten pelatih PSMS Suyono.

Gaston Castano yang absen kala PSMS berlaga di Derby Deli melawan Pro Titan beberapa waktu lalu pun dipastikan akan merumput. Dengan begitu, kerinduan masyarakat Medan untuk menonton duet idaman, Kurniawan dan Gaston, kemungkinan besar akan terwujud. “Saya targetkan menang. Yang pasti dalam uji coba kali ini kita ingin melihat bagaimana sebuah gol tercipta melalui kerja sama tim,” tambah Suyono.

Sementara itu pemain PSMS Erwinsyah Hasibuan berharap mendapat kepercayaan pelatih. Dirinya ingin diturunkan agar bisa memberikan kontribusi pada PSMS. “Kalau saya turun, saya akan melakukan instruksi pelatih serta memberi penampilan terbaikku,” tutur pemain yang akrab dipanggil Monang tersebut sambil senyum

Rudi Keltjes Masih Punya Utang di PSMS

EDAN- Masih ingat Rudi William Keltjes? Ya, pelatih keenam PSMS dalam satu musim di zaman manajemen Sihar Sitorus itu tiba-tiba jadi buah bibir. Belakangan, namanya disebut-sebut akan kembali menukangi Ayam Kinantan musim mendatang.

Isu ini langsung dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. Ketika dihubungi via telepon Rabu (27/10) malam, Rudi Keltjes tak menampik keinginan besar kembali ke Medan dan jadi arsitek PSMS. Namun, baru sekadar ingin. Tak ada konfirmasi yang diterimanya dari pengurus.

“Wah, mau sekali. Sekarang sedang tidak ada tim. Tapi yang coba kontak dan menawari banyak. Sayang PSMS belum ada menghubungi,” katanya kepada Sumut Pos.

Kalau benar ditawari melatih PSMS, bahkan Rudi bersedia digaji kecil. “Kembali melatih PSMS merupakan tanggung jawab,” katanya.

Tanggung jawab? Tentu saja, di masa kepelatihannya PSMS gagal bertahan di ISL. Sebagai pelatih keenam dalam satu musim, Rudi saat itu merasa mewarisi tim yang sudah bobrok. Maka itu, ia ingin kembali diberi kesempatan dari awal menukangi PSMS.

“Kalau dari awal abang dikasih kesempatan, pasti akan abang sanggupi. Urusan kontrak belakangan. Yang penting PSMS kembali ke ISL,” sambung Rudi.

Masa lalu kelam ketika gagal membawa PSMS bertahan di ISL, bahkan dikatakan Rudi masih menjadi mimpi buruknya. “Sampai saat ini abang masih tak enak tidur. Ingin kembali bersama-sama dengan fans dan pengurus, membawa PSMS bangkit,” ujarnya.

Ditanyakan soal ini kepada Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS, didapat jawaban bahwa pengurus belum ada rencana mencari pelatih baru. “Wah, saya baru dengar kabar ini. Tampaknya belum ada rencana ke sana,” sebut Benny singkat.

Enam Pemain Ubah Status

Jadwal kick off kompetisi Divisi Utama telah diambang pintu. Seluruh klub peserta mulai melakukan pengurusan administrasi pemainnya ke PSSI, termasuk PSMS. Ya, meski belum juga pengurus menentukan tim mana yang akan diturunkan di kompetisi kelas dua tersebut.

Terlepas dari itu, tim besutan Zulkarnain Pasaribu tak ingin terlambat mengurus administrasi itu. Pasalnya, dari 25 pemain yang telah resmi berkostum Ayam Kinantan, enam diantaranya masih berstatus sebagai pemain amatir. Keenam pemain tersebut Juanda Effendi, Azuan Lubis, M Parlin, Alfian Habibi, Rinaldo, dan Mahadi Rais Syahputra. Hal itu dilakukan lantaran pemain yang boleh tampil di Indonesia Super League (ISL) harus pemain profesional, maka manajemen PSMS kemudian melakukan pengurus alih status enam pemain amatir tersebut menjadi pemain profesional ke PSSI, sebelum didaftarkan secara resmi sebagai bagian dari skuad PSMS musim kompetisi 2010/2011.

“Segala kelengkapan untuk mengurus alih status enam pemai itu sudah dipersiapkan. Mulai berkas berkas-berkas yang menjadi persyaratan alih status dari amatir ke profesional,” ucap Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa kemarin.
Dikatakannya, pihaknya hanya tinggal mengirimkan pengajuan alih status Rinaldo, Mahadi, Parlin, Juanda, Alfian, dan Azwan ke PSSI. Sedangkan untuk 19 pemain lainnya sudah berstatus pemain profesional. “Sesegera mungkin, kami akan segera daftarkan ke PT LI untuk disahkan,” ungkapnya.

Tidak hanya pemain lokal, pihaknya juga telah melengkapi berkas pengurusan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) tiga pemain asing Vagner Luis Oliviera de Marins, Jose Sebastian dan striker Gaston Castano untuk segera diberikan kepada masing-masing agen pemain untuk diproses secepatnya

Tim Zulkarnain untuk Divisi Utama?

Tim yang akan diturunkan berlaga di Divisi Utama tampaknya mengarah kepada skuad yang diasuh Zulkarnain Pasaribu. Hal ini mengutip pernyataan Idris, Sekretaris Umum PSMS, menyinggung klub mana yang akan disiapkan untuk kompetisi.

Saat ditanyakan akan hal itu, Idris memang tak meresmikan pasti tim mana yang akan main di Divisi Utama atau Liga Primer Indonesia (LPI). Namun secara tersirat ada ungkapan yang mengarah ke sana.

“Belum dilakukan rapat pengurus tentang penetapan tersebut, namun kita akan tunjuk tim yang pantas dan layak serta mempunyai pengalaman yang tinggi,” kata Idris ketika dihubungi Senin (25/10). Idris sendiri saat ini masih berada di Jakarta menghadiri rapat LPI.

Diketahui bersama, skuad PSMS yang lebih dulu dibentuk adalah garapan Zulkarnain Pasaribu. Pemainnya pun sudah komplit termasuk tiga pemain asing. Sedangkan tim yang diasuh Suharto hingga kini masih berkutat dengan seleksi pemain. Soal pengalaman, skuad Zulkarnain juga dianggap paling layak. Selain dihuni pemain lokal yang rata-rata sudah sering main di Liga, pemain asing yang dipunya juga sudah kenyang asam garam Liga Indonesia. Sebut saja Gaston Castano misalnya. Tapi hal itu tak bergaransi hingga pengurus PSMS merapatkan hal itu.

Sementara itu, keikutsertaan PSMS di Divisi Utama sudah dipastikan. Namun Idris bilang pihaknya sejauh ini masih sebatas mendaftarkan tim sedangkan nama pemain belum.

PSMS Pakai Nama Bintang Medan di LPI

Kickoff Mulai 8 Januari 2011

Liga Primer Indonesia (LPI) terus bergerak. Minggu (24/10) siang kemarin, kompetisi sepak bola yang dicap illegal oleh PSSI ini dilaunching di E-Plaza, Semarang. Semua perwakilan calon peserta LPI hadir, termasuk tentu saja penggagas LPI Arifin Panigoro. Dalam kesempatan itu PSMS diwakili Sekretaris Agus Suryono.

Sebanyak 17 tim telah dinyatakan resmi bergabung ke dalam LPI. “Sebenarnya sudah ada 20 tim yang berminat berkompetisi di LPI. Namun masih ada tiga tim yang belum menandatangani kesepakatan tampil yaitu Persiba Bantul, Persisam Samarinda dan Deltras Sidoarjo,” kata General Manager LPI Bidang Liga, Arya Abhiseka.

Dalam launching tersebut juga diumumkan menurut jadwal, LPI sendiri akan mulai digulirkan 8 Januari 2011 mendatang. Mundurnya kick-off LPI dari jadwal semula yang direncanakan yakni 17 Oktober 2010 tersebut menurut Arya, karena LPI ini benar-benar harus dimatangkan konsepnya agar hasilnya sesuai rencana.

Penggagas LPI Arifin Panigoro menegaskan, konsep kompetisi yang digulirkan oleh LPI tersebut mengacu pada konsep pembangunan sepak bola Indonesia menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Sekretaris Umum PSMS, Idris, ketika dikonfirmasi menyatakan kebenaran kabar tersebut. “Kita pakai nama Bintang Medan, jadi tidak PSMS,” ungkapnya kepada Sumut Pos.

Sayangnya, Idris belum bisa mengatakan skuad besutan siapa yang akan berlaga di LPI. “Sabarlah, kita akan rapatkan secepatnya dengan Ketua Umum. Yang jelas, masukan masyarakat Medan menjadi catatan bagi kita,” tambah Idris.(rmd/bas/smu/jpnn)

Kinantan Muda Tantang Generasi

PSMS Junior telah lelah menunggu jadwal pertandingan lanjutan dari Piala Suratin zona Sumatera. Namun, bukan berarti Kinantan Muda boleh bersantai. Buktinya, hari ini mereka akan uji tanding melawan SSB Generasi.
Laga persahabatan ini akan digelar di Lapangan Kosek, Rabu (27/10) sore. Dalam laga tersebut PSMS Junior dipastikan tetap menurunkan pemain andalanya yang turut mangantarkan mereka ke tangga Runner up di wilayah Sumut.
Pelatih PSMS Junior Iwan Karokaro mengatakan Dirinya selalu siap untuk mengantarkan PSMS Junior jadi juara Piala Suratin. Selanjutnya, untuk melakukan kekompakan serta persiapan yang matang dalam menghadapi tim lawan nantinya, setidaknya tim tersebut harus memiliki persiapan yang utuh. “Saya selalu berjuang buat PSMS Junior ini, serta bisa mengantarkannya jadi juara, namun perlu adanya persiapan yang matang,” kata Iwan Karokaro.

Persiapan tersebut tercermin dari pemain yang sering melakukan latihan serta laga uji coba dengan tim lain demi untuk membantu tim dalam melakukan evaluasi kelemahan, dan antisipasi terhadap kelemahan tersebut. “Persiapan kita haru matang agar semakin optimis dalam meraih kemenangan, serta evaluasi buat kelemahan tim,” tutupnya. (mag-5)

Wednesday, October 27, 2010

PSMS Jajal Persiraja

PSMS kembali menggelar uji coba melawan tim Divisi Utama. Setelah mengkandaskan Pro Titan, kini Persiraja Banda Aceh pun dijajal. Bedanya, kali ini yang akan turun adalah skuad asuhan Suharto.

Pada uji coba yang akan di gelar pada Jumat (29/10) mendatang ini, Suharto memastikan akan menjadikan ajang tersebut sebagai evaluasi tim.

“Laga ini juga sebagai dasar melihat kekuatan dan kelemahan kita, apalagi berhadapan dengan salah satu tim peserta Divisi Utama,” ungkap Suharto, Selasa (26/10).

Yang menjadi catatan bagi Suharto, melawan Persiraja juga sebagai pemantapan gaya rap-rap yang mulai ditinggalkan. Dengan kata lain, Persiraja merupakan lawan tradisional bagi PSMS. Di musim lalu, dua tim telah bertemu dua kali. Pertemuan pertama di Medan, 27 Desember 2009, PSMS sebagai tuan rumah hanya mampu menahan seri tim dari Tanah Rencong tersebut dengan skor 1-1. Sementara ketika PSMS bertandang ke Banda Aceh, 23 April 2010, Ayam Kinantan ditekuk dengan skor 0-2 oleh Persiraja.

“Kita berharap gaya dan ciri khas anak Medan tetap muncul, agar sebutan tersebut masih melekat dalam diri pemain PSMS” harapnya.

Pelatih PSMS ini mengakui dalam melakukan uji coba tersebut, merupakan suatu cara yang paling tepat untuk melihat kelemahan serta kekurangan Heri Suwondo dkk di masing-masing lini. Di samping itu juga pertandingan yang digelar tersebut diharapkan mampu memperagakan semua yang telah diinstruksikannya.

Masalah target, Suharto tidak berani bayak berkomentar. Dirinya hanya menunggu hasil di lapangan saja. Pasalnya, gol atau kemenangan bukan hal yang utama dalam uji coba tersebut. Yang akan dituju dalam pertandingan tersebut adalah catatan untuk membuat tim jauh lebih baik lagi.

“Target, ya maunya menang, namun kita lihat aja hasilnya nanti. Itu bukan tujuan awal, melainkan kerjasama pemain dan evaluasi terhadap tim adalah yang utama,” tegasnya. (mag-5/sumutpos)

Tuesday, October 26, 2010

Gaston harusnya diberi sanksi tegas

MEDAN - Seminggu absen mengikuti latihan, striker asing PSMS Medan akhirnya kembali bergabung dengan rekan-rekannya. Gaston mulai terlihat Senin tadi di Stadion Teladan Medan. Namun sanksi tampaknya akan segera menghampiri istri kekasih Julia Perez ini.

Seperti diketahui Gaston dikabarkan mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS)nya yang sudah memasuki overstay. Namun sikap Gaston yang terkesan indisipliner membuat tim pelatih kecewa.

Hal itu terlihat pada latihan tadi sore. Gaston seperti diacuhkan oleh tim pelatih. Buktinya pada simulasi pertandingan, Gaston dipasang di tim lapis dua. Padahal biasanya ia kerap bermain di tim inti.

Asisten pelatih PSMS, Suyono mengakui memang ada sikap berbeda yang ditunjukkan tim pelatih. Hal itu dilakukan agar Gaston bisa memperbaiki diri. “Mestinya dia sadar apa yang sudah dilakukannya, meminta maaf atau apa-lah,” tandas Suyono.

Meskipun bukan semacam sanksi tegas, itu merupakan bentuk hukuman dari tim pelatih untuk eks striker Persiba dan PSIS itu. “Kami hanya berharap dia mendapat sanksi atas perbuatannya. Kalau kami bisa apalah,” tambahnya.

Memang hanya manajemen yang berhak menjatuhkan sanksi untuk Gaston. Apalagi selayaknya Gaston sebagai pemain asing mampu menjadi contoh untuk pemain lainnya. Menurut Suyono, ulah Gaston bisa jadi memicu pemain lain melakukan tindakan serupa.

“Sanksi administratif seharusnya diberikan kepadanya sebagai shock therapy, agar tidak diulangi lagi,” ungkap mantan pemain PSMS junior itu.

Namun tampaknya hal itu sulit terjadi. Manajer PSMS, Idris SE sendiri sepertinya sudah merestui kepergian Gaston ke luar negeri. "Ya, izinnya sudah habis enam bulan. Dia memang mengurusnya disana. Dan kita memang memantaunya,. Kan ada orang kita di sana," ujar Idris yang juga menjabat Sekretaris Umum PSMS itu.

Saturday, October 23, 2010

Kebun Bunga Dibagi Dua

Ada yang menarik dalam latihan PSMS kemarin, Jumat (22/10), di Stadion Kebun Bunga. Lapangan yang masih belum seratus persen direnovasi tersebut dibagi dua karena harus digunakan oleh dua tim PSMS yang latihan.

Ini semakin menarik karena Kebun Bunga cenderung tak bersahabat dengan pesepakbola. Ya, apalagi soal kondisi lapangan yang belum rata. Beberapa pemain telah menjadi korban. Sebut saja Ari Yuganda, kiper Sahbani, Kurniawan Dwi Yulianto, serta Novi Hendriawan.

“Ada lubang, pada saat berlari, kebetulan kaki pemain kena ke lubang itu dan menyebabkan keseleo, “ kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.

Tapi kenyataannya, lapangan ala kadarnya itu tetap digunakan untuk latihan. PSMS besutan Suharto terlihat serius berlatih, tidak ketinggalan PSMS besutan Zulkarnain Pasaribu juga demikian. (mag-5)

Pembagian Grup Divisi Utama 2010/2011

PT Liga Indonesia akhirnya mengumumkan pembagian grup untuk divisi utama musim 2010/2011. Hingga berita ini turun dipastikan ada 39 klub yang ambil bagian.

Pengumuman dilakukan di kantor PT Liga Indonesia pada Kamis (22/10/2010). Joko Driyono selaku CEO mengaku telah menyerahkan surat untuk ditanda tangani ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla yang isinya mencakup tiga poin penting.

Pertama ialah mengenai keikutsertaan 39 klub, termasuk Persis Solo yang menggantikan PSDS. Penunjukkan itu sendiri dilakukan oleh badan Exco PSSI dengan mengacu pada komposisi klasemen nasional.

Sementara untuk Persebaya dan Persitara yang sebelumnya disebut-sebut bermasalah, tetap dianggap ambil bagian karena telah memenuhi syarat administratif.

Untuk poin kedua yakni penetapan kick-off pada 15 November 2010 mendatang. Sementara poin ketiga mengenai pembagian grup menjadi tiga.

Berikut pembagian grup divisi utama:
Grup 1
PERSIRAJA
PSAP SIGLI
PSSB BIREUN
PSLS LHOKSEUMAWE
PSMS MEDAN
PRO TITAN FC
PERSIH TEMBILAHAN
PS. BENGKULU
PERSIPASI BEKASI
PERSIKABO KABUPATEN BOGOR
PERSITARA JAKARTA UTARA
PERSITA TANGERANG
PERSIKAB KABUPATEN BANDUNG

Grup 2
PERSIKOTA TANGERANG
PSIS SEMARANG
PSCS CILACAP
PPSM MAGELANG
PSIM YOGYAKARTA
PERSIS SOLO
GRESIK UNITED
PSBI BLITAR
PERSIK KEDIRI
MITRA KUKAR
PERSELMARA TUAL
PERSISAM RAJA AMPAT
PERSEMAN MANOKWARI

Grup 3
PSS SLEMAN
PERSIBA BANTUL
PERSIKU KUDUS
PSIR REMBANG
PERSIPRO PROBOLINGGO
PS. MOJOKERTO PUTRA
PERSEBAYA SURABAYA
PERSEKAM METRO FC
PERSIKUBAR KUTAI BARAT
PS. BARITO PUTRA
PERSIGO GORONTALO
PERSERU SERUI
PERSIDAFON JAYAPURA (muchamad syuhada/okezone)

Wednesday, October 20, 2010

Masyarakat Pilih Divisi Utama

MEDAN- Niat pengurus mengutamakan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) ketimbang Divisi Utama, membuat sebagian besar Masyarakat Medan tak habis pikir. Kebanyakan Warga Medan berharap PSMS lebih fokus ke Divisi Utama yang lebih jelas tujuan dan keabsahannya.

“Kami mohon PSMS asuhan Zulkarnaen memilih Divisi Utama. Ini suara hati Masyarat Medan,” kata Ronal warga Perjuangan Senin (18/10).

Hal itu diamini seorang dosen yang mengaku telah mengikuti perkembangan PSMS selama 20 tahun lebih. Dia adalah Drs Ahmad Sofian. “ Ya, maunya PSMS yang sudah lama mempersiapkan timlah yang diplot ke Liga divisi utama,” katanya.

Menurutnya tim yang sudah lama melakukan latihan serta persiapan, dalam menggelar laga lebih siap dan lebih matang, serta lebih berpangalaman dalam melakukan pertandingan. “Kan lebih matang dalam bermain” tambahnya.
Sofyan berharap kejayaan kembali menyelimuti PSMS, dan berharap kesuksesan PSMS di kancah persepakbolaan Indonesia kembali terulang.

Menurutnya PSMS tim yang sudah tua dan sudah langganan Liga Indonesia. Sudah sepantasnya menyandang gelar sejati, bukan malah menurun serta mendekati kemusnahan. “Kita juga ingin PSMS berjaya lagi, bukan malah padam, sejarah kejayaan PSMS kembali,” harapapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan Nata Simangunsong. Ia mengatakan PSMS yang berlaga di Divisi Utama merupakan tim yang sudah matang terhadap persiapan dan pengalaman dalam bermain, serta sudah terbukti dalam hal pertandingan yang telah dilaluinya. “Ya kita mengharapkan tim yang sudah matang persiapan untuk mengikuti divisi utama ini,” kata Nata.

“Pengurus harusnya bisa membedakan mana liga yang diakui dan harus jadi prioritas. Kalau ikut LPI, kita belum tahu ujungnya kemana. Kalau Divisi Utama, juara maka akan masuk Super Liga Indonesia,” sambung Nata.

Menanggapi hal itu, pengurus PSMS mau tak mau harus merespon. “Kalau itu permintaan masyarakat, maka akan kita pertimbangkan dalam rapat pengurus nantinya. PSMS ini bukan milik pengurus, tapi milik Masyarakat Medan. Solusi membangun begini harus dipertimbangkan,” kata Idris.hariansumutpos

Tuesday, October 19, 2010

ISL Salah Asuhan, IPL Salah Kaprah

Kontroversi yang menabrak fair play code. Kerusuhan cukup kental dibanding respek terhadap lawan, wasit, maupun penonton. Penegakan regulasi berubah-ubah, apalagi kalau menyangkut promosi-degradasi. Hukuman banyak dianulir. Jadwal kompe­tisi kembang-kempis. Kasus pengaturan pertanding­an hanya sempat mencuat sesaat.

Problematik di Indonesia Super League memunculkan banyak kekecewaan. Persebaya bahkan merasa jadi korban pemaksaan dengah berbagai cara agar degradasi karena berse­be­rangan dengan PSSI.Tahun lalu, di final Piala Indonesia, Persipura juga merasa dikerjai. Duel melawan Sriwijaya idealnya di tempat netral, tapi Sriwijaya malah menjadi tuan rumah. Saat pertandingan pun, Persipura menganggap wasit lebih memihak tuan rumah hingga akhirnya memilih walk out.

ISL memang jauh dari profe­sional. Seba­gian besar klub tidak mandiri dan lebih suka menyusu pada dana APBD. Ironisnya uang rakyat banyak dipakai un­tuk mengontrak pemain asing hingga 5 orang, sesuai jatah maksimal di ISL. Padahal banyaknya pemain asing tidak berbanding lurus dengan peningkatan prestasi.

Klub-klub antusias mendatang­kan pemain asing, termasuk dari Asia sesuai keinginan AFC. Memasuki musim 2010/11 ada 64 pemain asing di ISL, termasuk 22 dari Asia. Negara dengan pendapatan per kapita jauh lebih tinggi dari negeri ini seperti Korea Selatan meramaikan ISL dengan 10 pemain, Singapura 5, dan Jepang 3. Bagaimana pemain kita? Tak satu pun pemain kita bermain di luar negeri.

ISL menjadi surga bagi pemain asing karena mereka dibayar lumayan tinggi. Untuk satu musim yang hanya berjalan 8 bulan, banyak pemain asing digaji berkisar 1 miliar rupiah atau 125 juta sebulan. Direktur BUMN yang tanggung jawabnya jauh lebih krusial pun gajinya banyak yang lebih kecil, seperti direktur Perusahaan Gas Negara (102 juta rupiah), direktur PT Aneka Tambang (110 juta), atau direktur BNI (81 juta).

PSSI selalu bangga menyebut Liga Super berada di urutan 8 di Asia. Dari 10 kriteria yang dinilai, ISL mendapat nilai 286,5. Nilai itu pun sebetulnya masih jauh dari angka maksimal 500 yang dicanangkan AFC. Poin tinggi ISL didapat dari kriteria penonton dengan 69,2 dari maksimal 100 dan partisipasi klub yakni 44,9 dari maksimal 50. Jadi, euforia penonton dan klub memberi kontribusi terbesar yang mem­bawa ISL berada di urutan 8. Lihat kriteria technical standard di mana ISL hanya menda­­pat 24,4 dari maksimal 100. Angka itu terting­gal jauh dari Jepang, Korea, Arab Saudi, bah­kan Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Saat klub ISL bertarung di antarklub Asia pun hanya menjadi bulan-bulanan. Musim lalu Sriwijaya di Liga Champion hanya menang sekali dan kalah 5 kali dengan mencetak 7 gol dan kemasukan 24 gol. Persiwa di AFC Cup juga menjadi juru kunci setelah hanya mendapat nilai 1 dari 6 laga dengan membuat 8 gol dan kebobolan 21 gol. Persipura di Liga Champion 2010 juga hancur-hancuran. Dari 6 kali tampil, Persipura hanya sekali menang dan kalah 5 kali dengan memasukkan 4 gol dan kemasukkan 29 gol.

Kegagalan tim nasional di ber­bagai level juga menjadi cerminan salah asuhan. Yang baru berlalu, timnas U-16 menjadi juru kunci di Piala AFF meski sebagai tuan rumah. Mereka bahkan kalah dari Timor Leste, yang dulunya hanyalah provinsi di negeri ini.
Indikasi sederhana juga bisa dilihat dari posisi Indonesia di ranking FIFA. Pada 2003 ketika Nurdin Halid naik menjadi Ketua Umum PSSI, Indonesia berada di posisi ke-91. Setelah tujuh tahun berlalu, Indonesia kini di urutan 131 atau disalip 40 negara.

Tidak Realistis

Indonesia Premier League tengah bergerilya. Kubu peng­ga­gas menyatakan banyak klub ISL yang akan bergabung, tapi 18 klub ternyata tetap di ISL. Uang 20 miliar rupiah yang dijanji­kan untuk peserta IPL juga hanya ada dalam angan selama belum diterima klub. Hitungan 250 miliar dari spon­sor dan 250 miliar dari hak siar juga rasanya jauh dari realistis.
Belum lagi soal perangkat pertan­dingan, regulasi, sistem kompetisi, dll. Asosiasi dari negara tetangga katanya siap membantu.

Tapi, kalau PSSI mengirim surat keberatan termasuk ke AFC dan FIFA, itu akan sulit terealisasi.

Salah satu acuan IPL adalah Premier League di Inggris, di mana liga dikelola oleh perkum­pulan klub. Betul, Premier League lahir dari konsorsium klub elite, tapi FA tetaplah penguasa tertinggi ba

hkan FA memiliki hak veto untuk menggagalkan kebijakan Premier League jika salah arah.
Di Premier League juga ada aturan keras bahwa sebuah klub dilarang tampil di kompetisi lain. Pada Section E artikel 10 dari Premier League Rules, FA menyebut a club shall not enter or play in any competition other than: Liga Champion, UEFA Cup (kini Europa League), FA Cup, Community Shield, Piala Liga, serta kompetisi yang dibuat oleh asosiasi di mana klub terdaftar (dalam hal ini FA dan Wales FA).

Di Statuta AFC juga tercantum pada Article 16 yang mengatur bahwa statuta klub, liga, asosiasi regional, atau kelompok stake holder lain yang berafiliasi kepada asosiasi, maka mereka harus tunduk kepada asosiasi (untuk kasus di Indonesa tentu PSSI).

Jika berdebat klub bisa berkom­petisi di ISL dan IPL, tidak ada ujungnya. Yang pasti, PSSI akan mencabut keanggotaan klub yang tampil di IPL. Kecuali kalau IPL berafiliasi atau menjadi bagian dari kompetisi di PSSI. Namun, kalau statusnya tandingan, tidak pas berada di dua kompetisi yang berseberangan. Menangani satu klub saja para pengurus belepotan, apalagi dua klub.

Intinya, pada kasus ISL vs IPL, posisi PSSI lebih kuat karena memang lembaga resmi yang diakui AFC dan FIFA. Ide IPL tidak elok, kecuali jika Arifin Panigoro sudah menguasai PSSI. Program IPL malah bisa melemah­kan sosok dan juga perbaikan yang diingin­kan semua kalangan, terma­suk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Untuk menggoyang Nurdin dengan cara bergerilya ke klub hingga iming-iming materi di IPL pasti berliku. Apalagi status quo memiliki akses lebih cepat kepada pemilik suara. Sebetulnya ada cara yang tidak perlu melibat­kan banyak orang atau biaya mahal seperti Kongres Sepak Bola Nasional, yakni SBY tinggal telepon dan bertemu Presiden FIFA, Sepp Blatter.

Jelaskan bahwa semua unsur di Indonesia termasuk pemeri­n­tah ingin memajukan sepak bola. Blatter cukup mema­hami potensi Indonesia dan yang terpenting adalah mem­per­ta­nya­kan Pasal 32 Ayat 4 Standard Statutes FIFA yang berbunyi: “The members of the Executive Committee shall be no older than … (age to be completed by the Association) and no younger than … (age to be completed by the Association). They shall have already been active in football, must not have been previously guilty of a criminal offence and have residency within the territory of X”.

Statuta itu disahkan Blatter pada Juni 2005 dan hingga kini masih berlaku meski PSSI memiliki terjemahan sendiri. Jika yang mempertanyakan seorang presiden, Blatter bisa jadi malah melarang Nurdin untuk menca­lonkan lagi pada kongres tahun depan dan jalan perbaikan yang diinginkan bisa terbuka, termasuk untuk kubu Arifin Panigoro yang ingin menguasai PSSI.

Itu bukan intervensi, tapi lobi tingkat tinggi yang lebih elegan dari­pada buang-buang uang dan ribut tanpa ada kejelas­an perbaikan seperti yang dipertanyakan SBY.
(Yudhi Oktaviadhi-bolanews)

Monday, October 18, 2010

Ujicoba Lawan Klub Lokal PSMS Selection Kembalikan Gay Rap-rap

PSMS Selection yang dibesut Suharto kembali melakukan uji coba. Setelah menumbangkan Bank Sumut 4-1, Kamis (14/10), kini Dodi Rahwana dkk akan menguji PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM).

Pada laga yang akan digelar sore nanti, Sabtu (16/10), di lapangan TGM Jalan Kapten Sumarsono, Medan, Ayam Kinantan bertekad akan mengembalikan gaya rap-rap yang menjadi ciri khasnya. “Kembali kita bangkitkan gaya rap-rap. Bermain keras namun memakai teknik yang tinggi agar terhindar dari kartu,” ungkap Pelatih PSMS Selection, Suharto.

Selain menampilkan gaya khas PSMS, Suharto tak munafik dengan target. Kemenangan adalah harga mutlak. Bagaimana pun, skuad yang dibesutnya ini direncanakan untuk Divisi Utama, jadi persiapan memanag harus maksimal. “Saya dan pelatih lainnya akan berusaha keras, dan kita usahakan untuk merebut kemenangan,” tambahnya.

Dalam laga nanti, PSMS Selection akan kembali mengandalkan duet striker Saju Ginting dengan Heri Ichsanto. Kerjasama kedua pemain tersebut lumayan berhasil saat PSMS menghajar Bank Sumut. Diharapkan, pada laga sore nanti, kedua pemain semakin padu dan mampu menciptakan gol.
Untuk pertahanan terakhir, PSMS akan memasang Oki Rangga. Pengalaman mantan penjaga gawang PSDS Deli Serdang tersebut akan dijadikan modal dalam menghadapi gempuran pemain TGM.

Asisten Pelatih Edi Syahputra juga mengungkapkan hal yang senada dengan pelatih kepala. Menurutnya, PSMS sudah saatnya kembali ke tempat asalnya. Yakni, dipandang sebagai sebuah tim yang memiliki wibawa di pentas sepak bola nasional. Karena itu, dirinya dan tim pelatih, berusdaha untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap prestasi PSMS yang sudah lama tidak pernah diraih, utamanya di tingkat nasional. “Kami akan memberi kontribusi yang besar, biar PSMS kembali berjaya, dan kembali menerapkan ciri khas PSMS yang sudah lama ditinggalkan,” akunya.

Kesempatan ini bisa jadi kenyataan. Pasalnya, PSMS Selection diplot untuk menjadi tim yang bertanding ke Divisi Utama. Di kompestisi ini, siapa yang berprestasi akan naik ke kasta sepak bola yang lebih tinggi, Indonesia Super League (ISL).

Menariknya, dengan jenjang kompetisi yang ketat tersebut, PSMS hanya memiliki waktu dua minggu untuk menyiapkan tim. Halk ini berbeda dengan tim PSMS yang diplot untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Selain persiapan yang lama, pemainnya terdiri dari beberapa bintang. Misalnya Kurniawan Dwi Julianto, Gaston Castano, dan pemain yang telah membela PSMS sejak musim lalu. “Belum ditentukan mana yang untuk LPI dan Divisi Utama, tunggu keputusan Ketua Umum,” elak Sekum PSMS, Idris, Kamis (14/10) lalu. (mag-5/sumutpos)

PSMS Pilih 15 Pemain Untuk Tim Divisi Utama

Pelatih PSMS yang diplot untuk Divisi Utama, Suharto, akhirnya memilih 15 pemain usai uji coba melawan TGM dimana mereka meraih hasil buruk kekelahan 0-1. Ke-15 pemain tersebut diharapkan mampu mengangkat nama baik PSMS dan mengembalikan Ayam Kinatan ke tempatnya, Indonesia Super League (ISL.)

Menariknya, dari pemain yang terpilih tersebut muncul nama-nama yang tak asing lagi. Sebut saja pahlawan PSMS di laga penentu Divisi Utama musim lalu, Dodi Rahwana. Lolosnya pemain ini bisa menjadi perbincangan menarik, pasalnya pemain yang musim lalu memakai nomor punggung sebelas tersebut dianggap tak layak masuk skuad PSMS yang diasuh Zulkarnain Pasaribu.

Selain Dodi, nama Heri Suwondo dan Ahmad Maulana juga tertera. Selain dari ketiga nama tersebut, pemain PSDS juga mendominasi dalam skuad PSMS kali ini. Di antara tujuh pemain yang mengikuti seleksi, tercatat tiga diantaranya lolos untuk dijadikan sebagai pemain PSMS musim. Mereka adalah Mardiansyah, Dody, serta Rudi Hartono. Selain dari pemain PSMS serta PSDS nama lainnya dihuni oleh pemain muda dari berbagai klub di dalam maupun luar Sumut.

“Pemain yang terpili diharapkan mampu membawa PSMS ke ISL. Yang jelas, seleksi ini dilakukan dengan profesional dan dengan cara yang ketat,” jelas Suharto.

Selanjutnya 15 pemain ini akan direkomendasikan oleh pelatih kepada manajemen untuk ditindaklanjuti. “ Untuk memenuhi kuota pemain ya kita tambah seiring berjalanlah. Belum bisa ditentukan, tapi akan kita lakukan jemput bola mencari pemain yang bagus,” tambahnya.

Suharto juga menegaskan sampai saat ini belum menemukan pemain asing yang diinginkannya. “Pemain asing belum ada yang cocok, masih mencari tiga pemain, posisinya sesuai kebutuhan tim,” tuturnya.

Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan berterima kasih kepada pelatih yang telah menentukan pemain yang layak buat PSMS nantinya. Rekomendasi dari pelatih tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Ya sudah bagus itu dan segera mencari pemain asing maupun lokal untuk tambahan pemain,” ungkap lelaki yang juga menjabat sebagai manajer PSMS itu. (mag-5/sumutpos)

PSMS Medan Belum Tentukan Tim ke Divisi Utama dan LPI

Pembentukan dua tim oleh PSMS guna mengakali dua kompetisi yang diikuti bisa dikatakan sebagai langkah bijak. Namun, seiring semakin dekatnya kick off Divisi Utama, strategi pengurus tersebut mulai diperbincangkan.

Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS musim ini akan mengikuti dua kompetisi yakni Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI). Ceritanya, untuk tim yang berlaga di LPI adalah skuad besutan Zulkarnain Pasaribu, sedangkan untuk Divisi Utama tim yang diarsiteki Suharto. Pembagian ini sejatinya tak bermasalah seandainya persiapan kedua tim tersebut berimbang. Setidaknya hal ini ditekankan oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos.

“Sebaiknya, tim yang terbentuk di bawah asuhan Zulkarnain Pasaribu ini bertanding di Divisi Utama,” kata Raja.

Sosok yang akrab dipanggil The King ini menambahkan, pemilihan skuad Zulkarnain dikarenakan tim tersebut lebih matang. Skuad itu, tambah Raja, telah terbentuk jauh lebih lama dibanding tim besutan Suharto.

“Tim yang telah terbentuk sudah cukup bagus, sebaiknya tim ini dipersiapkan untuk berlaga di Divisi Utama, jangan di LPI. Hal ini disebabkan Divisi Utama sudah jelas jadwalnya yang direncanakan bergulir 30 Oktober mendatang. Sementara LPI jadwalnya belum jelas kapan akan bergulir,” terangnya.

Selain terbentuk lebih lama, tim Zulkarnain juga memiliki pemain bintang yang bisa mengangkat prestasi PSMS. Sebut saja Kurniawan Dwi Julianto yang sudah banyak makan asam garam di kancah sepak bola nasional maupun internasional.

Belum lagi, Gaston Castano. Kebintangan kekasih artis Julia Perez sudah tak diragukan, setidaknya dia sempat membela PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persiba Balikpapan. Selain itu ada nama Hary Syahputra yang sempat membela timnas.

“Bermain di Divisi Utama kan menuju Indonesia Super League (ISL), jadi yang bagus lah. LPI itu kan tak ada kastanya, jadi tak begitu berisiko,” tambah Raja.

Pemikiran Raja ini berbeda dengan Sekretaris Umum PSMS, Idris. Menurutnya, tim Zulkarnain diplot untuk LPI karena tim ini dianggap mampu bersaing.

“Tim yang telah terbentuk dipersiapkan untuk menghadapi LPI karena tim ini sudah pantas untuk berlaga dengan tim yang lebih baik di pesta persepakbolaan Indonesia. Selain itu, pihak penyelenggara memberikan bantuan dana untuk biaya selama tim berlaga,” akunya. (mag-5/sumutpos)

Friday, October 15, 2010

Kurang tegas........

Masyarakat Medan yang ingin melihat PSMS kembali ke Indonesia Super League (ISL) tampaknya harus mengelus dada. Pasalnya, manajemen kini sudah tidak terlihat bernafsu lagi mengembalikan PSMS ke tempat yang seharusnya. Buktinya, target lolos ISL musim depan kini mengawang.

“Kami berharap, tim bisa tampil maksimal di ajang Divisi Utama,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris, Selasa (12/10).

Apa yang dikatakan oleh Idris setali tiga uang dengan kenyataan di lapangan. Bagaimana tidak, tim yang dibentuk sekian lama dengan mengikat beberapa pemain lama dan bintang sepak bola nasional malah disiapkan untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Nah, untuk PSMS yang di Divisi Utama malah baru diseleksi. Hebatnya, Idris mengaku tak perlu kuatir dengan pemain yang sedang disiapkan untuk Divisi Utama. Pasalnya, talenta di Sumut sangat berlimpah. “Kalau untuk bakat sepak bola, Sumut tidak akan ada habisnya. Jadi, jangan khawatir kita tidak akan dapat lagi pemain bagus,” jelasnya.

Idris menambahkan, selain talenta yang tersedia, dana juga tak begitu menjadi masalah. “Untuk membentuk satu tim membutuhkan dana paling tidak Rp6 miliar. Tapi, dengan dana yang ada sekarang, kita pikir cukup untuk membentuk satu tim lagi untuk dua kompetisi. Kenapa tidak?” urainya.

Seperti diberitakan, seleksi tahap awal pemain PSMS untuk Divisi Utama telah menghasilkan 25 nama. Namun, dari 25 pemain tersebut belum ada yang merupakan pemain asing. Nah, karena waktu semakin mepet, manajemen langsung mencari tiga pemain asing untuk menopang pemain lokal yang terpilih nantinya. Tapi, keinginan manajemen sedikit berseberangan dengan kemauan pelatih. “Rencananya kita akan datangkan hari ini (kemarin, Red), tapi menurut pelatih tidak usah dulu karena tim lokal belum terbentuk. Nanti setelah terbentuk, baru dimantapkan dengan kehadiran pemain asing,” jelas Idris.

Pertanyaannya, dengan sisa waktu dua minggu lagi, mungkinkah PSMS akan mendapatkan pemain asing yang bagus. Berkaca dengan pengalaman, untuk pembentukan tim yang ikut LPI saja manajemen sampai menyeleksi 31 pemain asing. “Kita sesuaikan dengan waktu yang singkat ini, tapi bukan berarti kita tidak selektif,” tegas Idris. (mag-5)

Friday, October 8, 2010

Manager PSMS MEdan

MEDAN–Akhirnya PSMS memiliki manajer baru untuk musim kompetisi ke depan. Tidak jauh-jauh, jabatan itu dipegang langsung oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE. Menariknya, selain menjadi manajer dan sekretaris umum, Idris juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS.

“Tawaran sebagai manajer sempat diberikan kepada pengurus lainnya, namun karena tidak ada yang berkenan, saya yang ditunjuk,” ujar Idris.

Pria 47 tahun itu juga menuturkan, tanggung jawab sebagai manajer merupakan titah yang diberikan padanya. Apalagi awalnya dia berharap agar ada pihak-pihak yang mau menjadi manajer tim PSMS dengan syarat mampu memberikan kontribusi pendanaan bagi tim. Bahkan, Idris pernah mengumumkan, bagi pihak yang ingin menjadi manajer, mampu memberikan kontribusi paling tidak 1 miliar rupiah selama satu musim. Dan, manajer akan digaji sebesar 50 juta rupiah tiap bulannya.

Terlepas dari itu, merangkap tiga jabatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi, masing-masing tugas yang diemban memiliki tanggung jawab tinggi dan perlu penanganan total dan keseriusan dari orang tersebut agar bisa berhasil maksimal. Untuk hal ini, Idris mengaku siap. “Setiap orang yang bertugas punya jobs description (paparan tugas). Lantas agar tugas masing-masing yang bekerja di bidangnya itu bisa maksimal, mereka harus difungsikan dengan baik. Sementara tugas saya sebagai manajer mengamati pekerjaan mereka,” terangnya.

Dari pengalaman sebelumnya dia melihat, selama ini tugas bidang-bidang di PSMS sering diambil alih oleh ketua bidang, tanpa memfungsikan para anggota yang ada di bawahnya. “Kalau para anggota bisa difungsikan sesuai bidangnya, ketua bidang tidak perlu harus turun tangan, sama seperti manajer,” tambahnya.

Sebagai manajer, dia juga akan didampingi dua orang asisten yang bertugas untuk membantu menangani PSMS yaitu Benny Tomasoa, mantan asisten manajer PSMS musim lalu, serta Sekretaris Komisi A dan Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah.

Sementara itu Benny yang dikonfirmasi mengakui, dirinya telah diinformasikan sebagai asisten manajer PSMS. Pria berdarah Ambon ini menyatakan kesiapannya menjalanan kepercayaan ini. “Ini kepercayaan dari Ketua Umum PSMS (Dzulmi Eldin, Red) dan saya siap melaksanakannya,” ujarnya.

Meski belum menerima surat keputusan (SK), dia berharap dengan kerja sama yang terjalin antara seluruh elemen yang ada di PSMS, The Killer—julukan lain PSMS— bisa mewujudkan target lolos ke Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. “Harapan saya kita semua bagaimana agar PSMS bisa sampai ke ISL. Meski, SK belum sampai pada saya, pada prinsipnya saya bersyukur dan berterima kasih atas tugas ini,” tambahnya.

Lalu, bagaimana prosesnya hingga Idris bisa menjadi ketua panpel? Ceritanya, sebagai manajer, Idris mengaku ditunjuk oleh pengurus. Namun, sebagai ketua panpel, ayah tiga anak ini mengaku mengajukan diri. Dia berpandangan, panpel merupakan salah satu bidang yang sensitif yang di musim kompetisi lalu terdapat beberapa kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. “Kami tentunya ingin aman dan meraih keuntungan untuk kelangsungan tim. Jadi untuk itu, kami akan berbenah dan bekerja sebaik mungkin,” harapnya.

Daniel Out, PSMS Bentuk Dua Tim

Pemain asing, Daniel White, dipastikan angkat koper dariu Kebun Bunga. Pemain yang diplot untuk mengisi posisi gelandang bertahan tersebut dianggap tak laya. Menariknya, di saat bersamaa, PSMS malah berencana untuk membuat dua tim, yang bermain di laga yang berbeda, yakni Liga Primer Indonesia (LPI) serta Divisi Utama 2010/2011.

Asisten Pelatih PSMS Suyono mengatakan, pemain yang baru menginjakkan kakinya di Medan pada Senin (4/10) lalu itu dipandang tidak mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya dan masih belum menemui kriteria yang diinginkan oleh pelatih. “Ya, belum bisa dimasukkan, belum memenuhi kriteria. Tiga hari ini permainannya tidak memperlihatkan kemajuan, malah kemunduran,” ucap Suyono.

Pemain asal Nigeria ini dijadwalkan akan meninggalkan Medan hari ini.”Besok (hari ini, Red) dia pulang, sudah kami rekomendasikan kepada pengurus,” tambah Suyono.

Soal pembentukan dua tim PSMS ditegaskan langsung oleh Sekretaris Umum merangkap Manajer Ayam Kinantan, Idris SE. “Ya kita tambah pemain, biar bisa dua tim, termasuk pemain asing dan pelatihnya” kata Idris.

Menyangkut tentang pembiayaan pemain yang direncanakan ditambah 23 pemain lagi, Idris menjelaskan bahwa PSMS yang mengikuti LPI dibiayai oleh PT LPI, sedangkan pemain PSMS yang tergabung dalam skuad yang akan membela PSMS dalam Divisi Utama dibiayai oleh APBD. “Ya ini antisipasi menjaga konsentrasi pemain dan fisik pemain yang tentunya berat mengikuti dua kompetisi sekaligus. Apalagi, kita menargetkan masuk super liga,” lanjut Idris.

Thursday, October 7, 2010

PSMS Medan Daniel White Rawan Coret

Masalah gelandang bertahan ternyata belum terpecahkan juga. Pemain asing asal Nigeria, Daniel White, yang diharapkan tidak juga memberikan sinar terang. Tak pelak, posisi mantan pemain Singapore Football Club Army Force itu pun rawan coret. “Belum tampak juga kualitasnya, bisa dibilang biasa-biasa seperti pemain lokal. Kalau tetap demikian, dia akan kami pulangkan,” ujar Asisten Pelatih PSMS Suyono.

Sesuai prinsip dari pengurus dan tim pelatih, kualitas pemain asing haruslah lebih menonjol dari pemain lokal. Namun, performa Daniel sendiri malah kalah kelas dari pemain lokal. “Dia harusnya punya kemampuan yang lebih dari pemain lokal seperti Faisal, tapi kita tidak melihat itu,” tambah Suyono.

Skill yang dimaksudkan tak lain kengototan dalam bermain, sentuhan, dan akurasi umpan. Sebagai gelandang bertahan, PSMS memang butuh pemain yang punya sentuhan rap-rap serta akurasi passing yang baik. Belum lagi, Daniel juga kesulitan berkomunikasi dengan pemain lainnya karena tidak bisa berbahasa Indonesia.

Rencananya Nasib Daniel akan ditentukan kemarin, Rabu (6/10). Namun, mengingat PSMS Medan tidak melakukan latihan rutin, jadi kepastian tersebut masih gelap. “Kepastiannya, tunggu latihan lagi lah, belum bisa sekarang” pungkas Suyono. (mag-5/sumutpos)

Tuesday, October 5, 2010

PSMS Terus Datangkan Pemain Asing

Untuk mempersiapkan diri di ajang Liga Primer Indonesia (LPI), PSMS tampaknya akan menambah dua pemain asing. Meskipun sebelumnya tiga pemain asing sudah dikontrak, yakni Gaston Castano, Jose sebastian serta Vagner Luis. Sebelumnya, Cristian Carasco dan Gustavo Hernan ortiz yang juga ikut seleksi sudah dipulangkan.

Menariknya, pengurus kembali mendatangkan satu pemain asing asal Nigeria Daniel White yang merupakan mantan gelandang serang klub Army Singapore. Pemain kelahiran 14 Oktober 1982 itu, tiba di Mess Kebun Bunga sekitar pukul 09.00 WIB Minggu (3/10). Senin (4/10), pemain ini langsung mengikuti latihan bersama tim di Stadion Teladan Medan.

Asisten Pelatih Suyono belum bisa mengeluarkan komentar tentang pemain tersebut. Dikabarkan, pemain asing yang akan direkrut untuk memenuhi posisi di dua ajang yang akan diikuti. Di LPI, tiap tim boleh punya lima pemain asing dan diturunkan bersamaan. Hal inilah yang jadi alasan pengurus masih akan mencoba menyeleksi pemain asing baru. “LPI akan membolehkan lima pemain, makanya kita masih butuh dua orang lagi,” terang Suyono. Masalahnya, hal ini bertentangan dengan komentar Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin sebelumnya.

Eldin yang juga Wakil Wali Kota Medan itu awalnya menegaskan bahwa perekrutan pemain asing sudah dihentikan. Meski menarget juara di LPI dan Divisi Utama, namun Eldin tampaknya tetap tidak akan menambah legiun impor. “PSMS harus bisa jadi kampiun LPI dan promosi ke LSI tahun depan,” katanya saat meninjau Sungai Deli (4/10) kemarin. Pada kesempatan itu pula, Eldin menegaskan, PSMS akan menstop pembelian pemain asing.

“Memang stamina pemain yang akan bertarung di dua kompetisi tersebut pasti terkuras. Tapi bukan berarti harus membeli pemain asing lagi. Intinya, pembelian pemain asing distop dulu dan akan lebih banyak merekrut pemain lokal,” pungkasnya. (mag-5/ari/sumutpos)

Persiapan Liga Primer PSMS Jajal Kekuatan Persetara

Setelah menjuarai Turnamen Ngogesa Sitepu Cup I di Lapangan Alun-aluan Langkat, kini PSMS kembali persiapkan diri untuk melakukan uji coba dengan Persatuan Sepak Bola Tasik Raja (Persetara).

Laga itu akan digelar di desa Bukit Tujuh, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan Minggu (10/10) mendatang.

“Uji coba ini sebagai langkah awal persiapan dalam menyambut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) nantinya” ungkap Asisten pelatih Suyono Kepada Sumut Pos di mess Kebun Bunga.

Dalam laga uji coba kali ini, PSMS Medan akan membawa semua pemain yang tergabung dalam PSMS. Namun, untuk pemain yang akan dijadikan starter masih melihat perkembangan berikutnya.

“Ya, belum tergambarlah, tunggu dulu, kan uji coba ini hanya sebagai melihat perkembangan pemain saja,” tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengatakan, dengan uji coba tersebut diharapkan permainan PSMS lebih bagus.

Pasalnya, dirinya menilai permainan yang dilaksanakan di Langkat belum begitu sempurna. Maka, PSMS msih butuh laga tanding-laga tanding lainnya sebelum masuk dalam kompetisi yang sesungguhnya. “Kekompakan semakin baik, laga ini sebagai pemanasan untuk mengikuti LPI nantinya,” kata Idris.

Idris juga menambahkan pedukung setia PSMS selalu jadi garda terdepan dalam dukungan terhadap kemajuan PSMS. ”Harapan kita PSMs tetap dapat dukungan fanatik, jangan saling menjelekkan dan men jatuhkan,” tambahnya Idris. (mag-5/sumutpos)

PSMS Pulangkan Ortiz-Carasco

Harapan publik Medan untuk melihat Cristian Carasco berkostum PSMS musim ini sirna sudah. Bersama Gustavo Hernan Ortiz, dirinya resmi dipulangkan oleh pengurus PSMS. Dengan kepastian ini, tercatat 27 pemain asing yang telah dipulangkan oleh klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini.

Kualitas pemain adalah faktor utama yang dijadikan alasan pengurus untuk memulangkan dua pemain asing tersebut. “Saya terima keputusan itu. Kalau belum layak mau bagaimana lagi,” ungkap Ortiz.

Senada dengan Ortiz, Carasco juga cenderung menerima keputusan tersebut. Pemain yang mengantar PSMS menjadi delapan besar Liga Indonesia itu tak mau ambil pusing. Bahkan, dirinya sudah bersiap pulang dan akan terbang meninggalkan Medan hari ini, Senin (4/10). “Saya memang mau pulang, lama kali keputusannya. Janjinya saya dilihat cuma sekali pertandingan, nyatanya tidak,” aku Carasco.

Pihak PSMS ketika dikonfirmasi mengaminkan peryataan dua legiun asing tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, Minggu (3/10). “Kita harus objektif, kan demi kebaikan PSMS. Kalau belum sesuai dengan kriteria pelatih, ya kita belum bisa masukkan dalam daftar tim,” jelas Idris.

Idris menambahkan, mengikat pemain untuk PSMS sejatinya sederhana saja. Pelatih merekomendasikan nama yang diinginkannya, pengurus mempelajarinya, dan langsung teken kontrak. “Tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari ketua umum. Layaknya Vagner Luis, Gaston Castanio, dan Jose Sebastian,” paparnya.

Objektifitas dalam pemilihan pun menjadi nilai penting bagi PSMS. Ya, meski sang pemain memiliki ikatan emosional dengan Medan karena sempat menjadi punggawa Ayam Kinantan, bukan berarti pemain itu langsung diikat. Contohnya, Carasco. “Kita akan pulangkan kalau tak cocok” tegas Idris. (mag-5/sumutpos)

Saturday, October 2, 2010

PSMS Hentikan Perburuan Pemain Asing

etua Umum PSMS, Dzulmi Eldin berkata bahwa amunisi impor Ayam Kinantan akan segera dihentikan. Ungkapannya itu bisa jadi tanda, bahwa PSMS tidak akan menambah pemain yang dikontrak. Sejauh ini tiga pemain asing sudah diikat. Namun begitu masih ada pemain asing yang seleksi.

Kalau melihat nafsu besar PSMS ikut dua kompetisi sekaligus, Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI), seharusnya penambahan pemain berkualitas bisa jadi bahan renungan. Namun Eldin bergeming.

“Untuk pemain asing sepertinya cukup. Tinggal kita tunggu saja hasil seleksi pemain asingnya,” terang pria yang juga Wakil Wali Kota Medan itu.

Pun begitu, Eldin juga yakin bahwa skuad lokal yang dipunya PSMS kini sudah mengisyaratkan kualitas. Maka itu keberadaan pemain asing tak lagi ditambah.

“Pemain lokal juga sudah solid ya. Tidak ada lagi penambahan,” sambungnya.

Lantas, bagaimana soal kebulatan tekad ikut LPI? Menjawab ini Eldin sangat yakin PSMS bisa bagi waktu, tenaga, pikiran dan mungkin dana lebih untuk turun di dua kompetisi sekaligus.

“Bertarung di dua kompetisi bukan hal yang tabu. Artinya, PSMS tetap akan menjadi salah satu klub peserta LPI dan juga kompetisi divisi utama PSSI,” sambung Eldin mantap.

Dijelaskannya, keikutsertaan PSMS di dua kompetisi itu, selain ingin mengembalikan kejayaan PSMS di pentas persepakbolaan nasional, tapi juga sebagai wadah pembibitan bagi tim PSMS sendiri.

Meski nafsu besar main di dua kompetisi, namun tampaknya PSMS harus mengetahui bahwa hal itu tidak akan mudah. Terlebih sentimentil PSSI terhadap LPI masih sangat besar.

Bisa jadi penjadwalan antara Divisi Utama dan LPI akan bentrok. Belum lagi ancaman turun kasta yang dikeluarkan PSSI. Lalu mana yang mau dipilih?

Monday, September 27, 2010

Siap Maksimal


MEDAN-PSMS siap tampil maksimal di Turnamen Piala Ngogesa di Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T Amir Hamzah, Stabat, Langkat. Dan, lawan yang akan dihadapi hari ini adalah Madina Medan Jaya.

Pertemuan kedua tim ini bisa dikatakan menarik, setidaknya kedua tim sempat terlibat dalam turnamen yang beberapa waktu lalu digelar di Karo. Saat itu, PSMS yang menjadi pemenangannya. “Ya harapan kita menang, Medan Jaya kan sudah pernah kita kalahkan di Karo, setidaknya kita sudah mengenal permainan mereka,” kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.

Dalam persiapannya, PSMS membawa 26 pemain, di antaranya 22 pemain lokal ditambah dengan 4 pemain asingnya. Pemain lokal yang akan diturunkan yakni pemain yang sudah tanda tangan kontrak plus satu pemain magang. Sedangkan pemain asing, selain dari tiga pemain yang akan dilakukan tanda tangan kontrak, akan ditambah satu pemain yang akan dilihat penampilan perdananya dan sekaligus merupakan acuan untuk menentukan nasibnya, Cristian Carrasco.

Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu mengatakan belum memiliki starter pemain yang akan diturunkan, namun tergantung kondisi kebugaran pemain. “Belum ada starter pemain, lihat kondisi besok lah, tapi siapa pun besok yang akan diturunkan, semua siapnya itu,” kata pelatih yang akrab dipanggil Bang Zul itu.

Menghadapi Medan Jaya, Bang Zul tetap memilih dengan formasi 3-5-2. “Ya, melakukan pemantapan posisi depan sebagai ujung tombak pergerakan dalam melakukan gol,” tambahnya.

Meski tidak ada yang mau menjelaskan siapa yang akan jadi starter, menurut pantauan Sumut Pos, kemungkinan besar Striker Kurniawan akan dijadikan cadangan. Pasalnya, pemain yang akrab dipanggil ‘Si Kurus’ ini baru akan tiba ke Medan hari ini, Senin (27/9). Selain itu, tampaknya pengurus ingin melihat duet asing di lini depan. Ya, di posisi depan diisi oleh Cristian Carasco dengan Gaston Castano, dan sebagai pemain pengganti Kurniawan. Di posisi tengah, diisi oleh Jose Sebastian, Zulkarnain, Faisal Azmi, Ari Yuganda serta pemain mungil, Azuan Lubis, sedangkan M Affan lubis kemungkinan akan didudukkan sebagai pemain cadangan. Untuk posisi bawah kemungkinan akan dipasang Vagner Luis, Hary Syahputra, serta Novi Hendriawan. Kiper kemungkinan besar akan memakai Sabani. “Siap kalau pelatih percaya dengan aku,” ungkap gelandang PSMS Azuan Lubis.

Turnamen ini diikuti oleh PSMS, PSDS, Madina Medan Jaya, dan PS Langkat Selection. Untuk juara pertama mendapatkan hadiah piala bergilir ditambah dengan piala tetap dan uang tunai Rp15 juta.(mag-5)sumutpos

Saturday, September 25, 2010

Liga Primer Jadi Prioritas PSMS

Tekad PSMS mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) sudah bulat. Meski ada ancaman tak boleh berlaga di kejuaraan yang dianggap haram oleh PSSI itu, PSMS bergeming. Malah PSMS berencana ikut dua kompetisi secara bersamaan, LPI dan Divisi Utama.

Hal itu diutarakan Dzulmi Eldin, Ketum PSMS yang juga Wakil Wali Kota Medan, Selasa (21/9). “Kita belum dengar kalau ikut LPI, maka akan dikeluarkan dari kompetisi resmi. Kita akan ikut dua-dua kompetisi itu,” kata Eldin.

Di lapangan, beredar desas-desus bahwa PSMS akan lebih memilih berlaga di LPI. Bahkan jika harus digusur dari Divisi Utama, hal itu tidak akan jadi soal. Ini dikarenakan keyakinan bahwa menggeser klub dari sebuah kompetisi resmi tidak sembarangan. Jadi PSSI tidak boleh sembarangan untuk itu.

“Yang pasti tim sekarang harus siap untuk ikut dua kompetisi sekaligus,” sambung Eldin.

Dan keseriusan ikut LPI terlihat kemarin, saat utusan dari LPI mengunjungi Stadion Kebun Bunga. Ada delapan delegasi yang berkunjung untuk melakukan perbincangan dengan pengurus PSMS.

Salah satu delegasi LPI adalah Yon Moeis. Ia mengatakan, kedatangan tim ke PSMS, adalah untuk memastikan manajerial PSMS baik itu kelengkapan data dan administrasi. Hal itu menyusul kesepatan yang sudah diteken PSMS dengan LPI bahwa PSMS benar-benar akan turun di turnamen itu.

“Kelengkapan administrasi PSMS lengkap semua. Tetapi karena masih acak-acakan, kita akan menurunkan satu orang dari tim kita untuk tinggal dan membereskannya,” ujar Moeis.

Ditambahkan Moeis, PSMS juga harus punya badan yang disebut PT. Hal itu mutlak karena PSMS harus profesional untuk ikut LPI. Lebih tegas lagi, LPI mengharamkan klub mengemis APBD dari pemerintah kota masing-masing.

“Semua klub yang ada dilarang mendapat kucuran dana dari APBD. Semua harus profesional dan mandiri. Untuk itu kita mengucurkan dana untuk klub,” ujar Moeis.

Kehadiran LPI dikatakan Moeis, juga bukan untuk menandingi atau berusaha keluar dari PSSI. Tetapi kehadirannya untuk menciptakan sikap profesional di dunia persepakbolaan tanah air.

Kedatangan tim delegasi LPI ini juga didampingi oleh tim mediasi dari Delloite, sebuah akuntan publik yang fokus ke sepak bola dan telah berkembang di 112 negara. Ini menandakan bahwa LPI benar-benar serius mencipta kompetisi.

Nah, soal kucuran dana yang bakal diterima tim peserta LPI, hingga kini belum begitu jelas. Menurut Moeis, setiap tim akan menerima antar Rp20-27 milyar. Namun jumlah itu akan diberikan secara bertahap. Menyikapi hal itu, Dzulmi Eldin pun mengaku belum tahu pasti. “Soal kucuran dana saya belum tahu pasti,” singkatnya. (ful/mag-5/mag-20/sumutpos)

Pemain Prancis Coba Peruntungan di PSMS

Ahandour Mounir pemain asal Prancis kembali menyemarakkan seleksi pemain asing PSMS. Pemain kelahiran 23 Maret 1983 itu, menggenapkan angka 27 pemain asing PSMS yang selama ini sudah melamar. Dari jumlah itu, nantinya hanya tiga pemain PSMS yang akan teken kontrak.

Dengan kehadiran pemain ini, persaingan pun semakin ketat. Mounir yang berposisi sebagai gelandang serang itu akan bersaing dengan pemain depan, dan lini tengah.

Di depan, Mounir akan bersaing dengan Jorge Alberto. Di tengah, tampaknya dia sudah kalah bersaing dengan Jose Sebastian yang sudah dinyatakan akan diikat kontrak.

Pada penampilan perdananya kemarin, Mounir terlihat tidak terlalu mencuri perhatian. Mungkin karena baru saja tiba, dan masih butuh adaptasi. Tapi tim pelatih akan memberikan kesempatan hingga Sabtu (25/9) ini. Pada hari itu, seluruh pemain asing yang ikut seleksi akan segera diputuskan siapa yang akan dikontrak.

“Kita lihat saja kepastiannya. Sampai Sabtu semua akan diputuskan,” kata Suyono asisten pelatih. (ful/mag-5/sumutpos)

Thursday, September 23, 2010

Gaston-Jorge Unjuk Kebolehan di PSMS

Aroma persaingan dua kandidat striker asing PSMS Medan terjadi di Stadion Teladan kemarin. Gaston Castano tampil baik, Jorge Roberto Paraedes pun tidak mengecewakan.

Pada latihan kemarin Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu sengaja memantau performa empat legiun asing seleksi tim Ayam Kinantan lewat uji coba game. Nama Gaston sengaja diplot sebagai pemain inti bersama gelandang rekomendasi Jose Sebastian. Di sisi lain, performa mencolok juga dipertontonkan Alberto yang masuk tim lapis kedua.

“Belum, kami belum bisa memberikan penilaian kepada empat pemain asing itu. Kami rasa penilaian tepat bisa dilakukan saat Turnamen Piala Bupati Langkat nanti, kalau sekarang masih terlalu dini,” ujar Zulkarnain. (syukri amal/sindo)

Persaingan Pemain Asing PSMS Ketat

Persaingan sesama pemain impor PSMS makin panas saja. Dengan kemampuan yang tidak begitu berbeda, enam pemain asing yang kin ikut seleksi bersaing keras meraih kontrak.

Ya, sejauh ini hanya pemain asing yang belum dikontrak. Sedangkan 20 pemain lokal plus satu pemain magang sudah lebih dulu bernafas lega. Namun nama Kurniawan Dwi Julianto belum juga mendapatkan kepastian.

Enam pemain asing yang masih berjibaku dengan seleksi adalah, Vagner Luis, Jose Sebastian, Thierry Gathuessi, Kanda Lansana, Jorge Alberto dan Gaston Gastano. Nama terakhir, bahkan sanggup menyedot perhatian ratusan fans PSMS yang sengaja datang ke Stadion Teladan kemarin, untuk melihat sosok kekasih artis seksi Julia Perez itu.

Khusus pemain asing ini, persaingan memang semakin ciamik. Di lini belakang, nama Vagner Luis, Thierry Gathuessi dan Kande Lansana. Yang paling berpeluang konon jatuh kepada nama Vagner Luis. Meksipun belum ada pernyataan resmi akan hal itu.

Di lini tengah, sejauh ini hanya Jose Sebastian tunggal ikuti seleksi. Pemain asal Argentina yang sempat main di Persibom itu, sukses memetik hati fans kemarin. Saban membawa bola, menggiring, mengumpang hingga mencetak gol Jose mendapatkan aplaus dari fans. Meski demikian, kontrak tetap berada di tangan pengurus.

Nah, di lini depan yang sejauh ini dianggap mandul PSMS punya dua pemain asing yang ikut seleksi. Ada Jorge Alberto dan Gaston Castano di lini krusial itu. Dua nama ini juga masih bersaing ketat. Belum ada satupun pemain yang dianggap memetik hati pelatih. “Gaston maupun Jorge masih dipantau. Kita lihat saja kemampuan terbaiknya,” tutur Suyono asisten pelatih.

Kejelasan akan kepastian kontrak pemain asing juga belum tergambar sama sekali. Yang terpenting bagi PSMS saat ini adalah terus mengupayakan yang terbaik. Setidaknya itulah yang terus diutarakan pengurus dengan mencoba mendatangkan sejumlah pemain asing. (ful/sumutpos)

Tuesday, September 21, 2010

Posisi Manajer PSMS Masih Lowong

PSMS hingga kini tak kunjung mendapatkan sosok seorang manajer tim. Padahal skuad lokal sudah fix dibentuk plus tiga legiun impor bakal menyusul kontrak. Artinya, PSMS sudah punya tim namun belum punya manajer. Kompetisi juga sudah semakin dekat.

Menurut pengurus, pencarian terhadap manajer tim sudah empat bulan digelar. Sayang hal itu belum juga membuahkan hasil. “Belum ada yang pas,” kata Idris Sekum PSMS di Stadion Kebun Bunga kemarin (19/9).

Diakui Idris, pihaknya pernah melobi tiga nama yang akan diplot jadi manajer. Tapi tampaknya belum sesuai dengan kriteria. Sayangnya tiga nama calon manajer itu enggan diutarakan pria asal NAD itu.

Idris menambahkan sosok yang pantas dijadikan sebagai manajer tim adalah orang yang loyal dan mau mengeluarkan uangnya demi kepentingan tim. Dengan arti lain, manajer PSMS itu tak boleh pelit. Manajer tim juga harus mampu mendatangkan sponsor aktif dalam mendukung PSMS.

Memang tampaknya pengurus musim ini masih agak matrealistis untuk urusan manajemen tim. Seorang manajer harus punya lobi-lobi tinggi kepada calon investor. “Disamping loyal, manajer pun harus bisa melobi pengusaha untuk menginvestorkan uangnya minimal satu miliyar untuk PSMS,” tambahnya.

Lebih dari itu, menurut Idris seorang manajer itu juga harus ngerti bola. Itu salah satu poin terpenting. “Harus mengerti bola, paham kondisi lapangan, serta mampu bekerjasama antar semua pihak yang ada di PSMS termasuk wartawan,” sambungnya.

Untuk itu, pengurus akan segera membuat standar prosedur rekrutmen manajer. Dengan demikian, diharapkan pihak manajer nantinya dan sanggup sama-sama mengerti dan paham kewenangan masing-masing pihak, termasuk tugas dan fungsinya. Karena manajer hanya berwenang mendampingi tim, dan harus bisa menyesuaikan diri dengan tim, serta bekerjasama dengan pelatih maupun pengurus. “ Kita butuh manajer yang paham kondisi dan mau bekerjasama,” sebut Idris.

Karena hingga kini sosos manajer tak juga didapat, bisa jadi posisi itu akan diisi oleh Idris sendiri dengan sistem rangkap jabatan. Ditanyakan akan kemungkinan itu, Idris bungkam. Namun dia mengaku akan menjalankan segala perintah ketua umum.

“Ya kalau gak ada, gimana lagi, kalau itu perintah ketua umum kita siap. Tembok pun kita terobos asal itu perintah ketua” tutur Idris sambil tertawa.

Idris juga berharap bisa membawa PSMS kembali bersinar dan diperhitungkan. Sebagai klub dengan sejarah dan prestasi besar, PSMS memang harus dibenahi. Butuh pengorbanan besar untuk itu. “Sama-samalah bekerja. Jangan banyak bicara dan buruk sangka,” tutur Idris menutup pembicaraan. (mag-5/sumutpos)

Gaston Castano Merapat ke PSMS


Kehadiran striker Kurniawan Dwi Yulianto tak membuat PSMS Medan puas dalam perburuan pemain. Kabar terbaru, pengurus Ayam Kinantan kini ganti membidik eks bomber Persiba Balikpapan Gaston Castano.

Pria bernama lengkap Christian Gaston Castano ini dinilai klop dengan ambisi PSMS promosi ke Liga Super 2011/2012. Pembicaraan sudah dilakukan, bahkan sejak kemarin legiun asal Argentina ini telah berada di Medan dan memantau latihan Ayam Kinantan di Stadion Teladan.

’’Sesuai jadwal, sekitar pukul 15.00 WIB) tadi sore (kemarin) dia sampai di Medan. Dia belum ikut bergabung latihan dengan tim, tapi besok dia pasti sudah ikut latihan,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris kepada SINDO kemarin. (syukri amal/sindo)

Monday, September 20, 2010

Kurniawan Capai Kesepakatan dengan PSMS


Kepastian Kurniawan Dwi Julianto untuk bergabung dengan PSMS Medan mendekati kenyataan. Dari segi nilai kontrak, pemain yang pernah menjadi "icon" sepak bola nasional itu sudah sepakat dan tinggal menunggu hasil tes kesehatan tim dokter PSMS. Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, Jumat (17/9).

Secara terpisah, Kurniawan Dwi Julianto menyatakan siap membela PSMS di persaingan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Baginya, PSMS adalah sebuah tim yang memiliki nama besar. "Saya siap membela PSMS dan berusaha semaksimal mungkin mengantarkan timberjuluk "Ayam Kinantan" ini ke Liga Super Indonesia," ujar Kurniawan kepada wartawan usai latihan.

Setelah Kurniawan dihadirkan di Stadion Teladan, ternyata pengurus juga sedang menyeleksi dua pemain asing baru lainnya, yakni Jose Sebastian Vasquez dari Argentina dan Ibe Johnson asal Nigeria. Dengan demikian, sudah 22 pemain asing yang ikut seleksi di PSMS.

Jose Sebastian pemain kelahiran 24 September 1982 ini pernah merumput di Indonesia membela Deltras Sidoarjo. Pemain yang menempati posisi gelandang serang ini pada musim lalu juga membela tim Divisi Utama Persibom Bolang Mongondow.

Hanya saja, tim yang dibelanya ini gagal promosi ke Indonesia Super League (ISL) seperti tim dahulunya, Deltras serta dua tim lain Persibo Bojonegoro dan PS Semen Padang.

Sedangkan Ibe Johnson pemain kelahiran 4 Oktober 1980, mantan gelandang VB Sport Maldive yang bermain di Liga Maladewa dan pemain berkulit hitam ini juga turut memperkuat timnya saat berlaga di Piala AFC 2010 melawan Persiwa Wamena.

Sedikit banyak dirinya sudah pernah melihat penampilan pemain yang pernah berlaga di Liga Indonesia. Kedua pemain ini diharapkan mengisi posisi gelandang untuk pemain asing, setelah ditinggalkan oleh Alejandro Tobar, beberapa waktu lalu.

Lalu, bagaimana nasib Amos Marah Kicmett dan Roberto Acosta yang telah lebih dulu mengikuti seleksi, menurut Sekretaris PSMS itu, Amos dan Acosta sudah tidak lagi mengikuti latihan bersama PSMS sejak Senin (13/9) lalu. "Amos sudah kita pulangkan. Tapi Acosta kita tahan dulu menunggu penampilan permainan legiun asing yang baru datang," kata Idris. (antara)

PSMS Segera Rekrut Jose Sebastian

Akhirnya pelatih PSMS kepincut satu pemain asing. Mantan gelandang Persibom Bolang Mangondow, Jose Sebastian, adalah orangnya.

Penampilannya yang semakin hari semakin memukau, ternyata diam-diam mencuri perhatian pelatih PSMS. Tak pelak, pemain kelahiran 24 September 1982 tersebut menjadi nama yang direkomendasikan oleh pelatih kepada pengurus.

“Dia (Jose) bagus, skil, dan penguasan bolanya lumayan. Berbeda dibandingkan yang lainnya, semangat yang tinggi pantang menyerah juga terlihat dalam dirinya,” jelas Asisten Pelatih PSMS Suyono kepada Sumut Pos (Sabtu 18/9).

“Fisiknya juga mendukung, serta daya dobrakannya yang cukup baik, menjadi alasan pelatih untuk merekomendasikannya,” tambah Suyono.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris umum PSMS Idris tak membantah kalau pelatih telah merekomendasikan nama Sebastian. “Ya kita teriama namanya, kalau sudah itu yang layak, tapi tetap juga harus melewati pemeriksaan kesehatan,” jelas Idris.

Terkait dengan waktu melakukan ikatan kontrak pemain asing, pengurus masih menunggu hasil kesehatan dan dua pemain asing lainnya. (mag-5/sumutpos)

PSMS Gelar Turnamen Segitiga

PSMS Medan resmi menyatakan keikutsertaannya dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Untuk mematangkan persiapan, PSMS berencana menggelar turnamen segitiga.

Laga itu digelar memperebutkan Piala Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang diikuti PSMS bersama dua tim Liga Super PSPS Pekanbaru dan Semen Padang.

“Liga segitiga ini akan memperebutkan Piala Wali Kota Medan yang bertujuan membentuk mental pemain pada persiapan menjelang kompetisi. Rencananya, pertandingan akan digelar di Stadion Teladan awal Oktober nanti,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris.

Menurut dia, turnamen segitiga ini sengaja digelar di Stadion Teladan agar atmosfer keras yang diberikan penonton fanatik PSMS mampu membangun mental pemain yang baik.

Monday, September 6, 2010

Performa PSMS Mulai Menjanjikan

Lagi, PSMS mendulang kemenangan dalam laga uji coba. Menjamu Sumut Selection, Ayam Kinantan menang dengan tiga gol tanpa balas. Gol PSMS diciptakan oleh Hary Syahputra, Affan Lubis, dan Roberto Acosta.

Sejatinya, laga uji coba kemarin untuk menguji striker asing yang akan bergabung dengan PSMS. Selain Roberto Acosta, satu striker asing yang dipantau adalah Amos Marah Kicmett. Mantan striker Persiraja asal Liberia ini merupakan amunisi tambahan untuk lini depan PSMS. Dengan kata lain, kehadiran Amos membuat tim pelatih punya alternatif untuk calon striker asing.

Hal ini terlihat pada laga uji coba tersebut. Baik Amos maupun Acosta diturunkan berdampingan di lini depan. Bahkan, keduanya tampil penuh sepanjang pertandingan. Hasilnya cukup lumayan. Performa keduanya cukup menjanjikan. Acosta dan Amos tampil padu di lini depan. Padahal, keduanya belum pernah bermain bersama. “Mereka tampil cukup bagus. Amos punya kecepatan. Sementara Acosta juga punya skill yang baik,” ujar Asisten pelatih PSMS, Suyono, usai laga.

Selain itu hasil positif yang didapat dari uji coba kemarin adalah peningkatan performa skuad PSMS. Penampilan punggawa Ayam Kinantan jelas terlihat lebih solid daripada uji coba-uji coba sebelumnya. Organisasi permainan berjalan dengan baik dan serangan-serangan yang dibangun lebih menggigit.

Buktinya, delapan menit babak pertama berjalan, gawang Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi bobol. Adalah Harry Syahputra yang menceploskan gol lewat tandukan kepalanya. Gol itu tercipta setelah Hary mampu memaksimalkan tendangan pojok yang dilesakkan Affan Lubis.

Selanjutnya PSMS terus menggempur pertahanan lawan. Tak pelak, Sumut Selection yang diperkuat mantan PSMS, Dodi Cahyadi pun tak mau ketinggalan. Akibatnya, permainan menjadi panas bahkan menjurus keras. Hasilnya, wasit yang memimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah buat pemain Sumut Selection setelah mendapatkan kartu kuning yang kedua. Unggul jumlah pemain mampu dimaksimalkan PSMS. Gol kedua pun tercipta lewat tendangan bebas Affan Lubis pada injury time babak pertama.

Memasuki babak kedua Pelatih PSMS Zulkarnaen memasukkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, Erwinsyah Hasibuan, dan Tri Yudha Handoko serta pemain belakang Putra Habibi. Keempat pemain tersebut menggantikan M Affan, Zuanda Efendi, Ari Yuganda, dan Hary Syahputra. Hasilnya pun semakin meningkatkan daya dobrak PSMS. Umpan-umpan matang pun sering terlihat, yang menjadi santapan empuk bagi para striker. Kiper Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi pun kembali bobol. Kali ini bintangnya adalah Acosta setelah mendapat umpan matang dari Tobar. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Meski menang dan penampilan pemain asing cukup menjanjikan, PSMS tampaknya masih belum menentukan sikap. Setidaknya untuk Tobar yang tampil gemilang. Hal ini tak lain karena fisik Tobar masih dipertanyakan. Ya, cedera paha yang dideritanya ternyata membuat pemain yang menjadi punggawa PSMS era Mahyadi Panggabean dkk tersebut cenderung menghindari kontak fisik dengan lawan.

“Kita rapatkan dulu dengan pelatih. Mungkin besok (hari ini, Red) sudah ada keputusan,” tegas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. (mag-5/sumutpos)

Thursday, September 2, 2010

PSMS Incar Hasil Maksimal di Ujicoba

PSMS kembali menggelar uji coba jelang bergulirnya Divisi Utama 2010/2011. Setelah meraih hasil positif saat melawan TGM dan Sumut FC, kini skuad besutan Zulkarnain Pasaribu akan menguji ketangguhan tim dari Aceh, PSGL Gayo Luwes.

Pada laga yang akan digelar di Stadion Teladan sore ini (1/9), target maksimal kembali didengungkan oleh pengurus dan jajaran pelatih PSMS. “Tentunya kita mencari menang. Selain itu, kita juga akan mengubah strategi. Gaya saat melawan Sumut FC akan kita tinggalkan,” ungkap asisten pelatih Suyono kepada Sumut Pos, Selasa (31/8).

Suyono menambahkan, perubahan yang dimaksud tak lain soal pemain yang diturunkan. Tidak ada lagi pembentukan dua grup pemain. “Formasi yang kita turunkan hanya satu tim. Kita sudah melihat kerangka tim, tinggal pemantapan saja. Paling yang ingin kita pantau lini pertahanan dan gelandang saja,” jelas Suyono.

Dengan kata lain Suyono mengatakan untuk formasi striker sudah tak ada masalah di tubuh PSMS. Dapat dipastikan lini depan akan diisi Zulkarnaen dan Rinaldo yang tampil gemilang di dua laga uji coba sebelumnya.

Sayangnya, untuk laga nanti PSMS dipastikan tidak diperkuat Ari Yuganda. Pemain bertahan yang memiliki mobilitas tinggi tersebut dikabarkan dalam keadaan sakit. Karena itu, lii belakang PSMS kemungkinan besar akan diisi oleh Hari Syahputra, Ahmad Maulana, Rifki Firdaus, dan Novi Hendrawan. Untuk gelandang, tambah Suyono, akan diisi oleh Affan Lubis, Faisal Azmi, Tobar, dan Tri Yudha Handoko. “Kita akan memakai pola 4-4-1-1 dengan Zulkarnain sebagai targetman,” jelas Suyono.

Senada dengan Suyono, pelatih kiper Waluyo juga mengungkapkan keyakinannya akan meraih hasil positif. “Untuk kiper akan kita pakai Sabani. Andi Setiawan akan kita istirahatkan dulu,” kata Waluyo.

Pegawai Dispora ini menambahkan kalau PSGL bukanlah tim baru bagi PSMS. Pasalnya, tim dari Aceh itu diasuh oleh tiga pelatih yang sudah tak asing lagi bagi PSMS. Pelatih yang dimaksud adalah Ansyari Lubis, Slamet Riyadi, dan M Halim. “Halim tampaknya akan menjadi pelatih sekaligus kiper mereka,” jelas Waluyo.

Di kesempatan berbeda, punggawa PSMS Faisal Azmi mengungkapkan siap memberikan hal terbaik. “Pastilah, Bang, siapa yang tak mau menang. Yang pasti, saya akan ikuti instruksi pelatih dan bermain maksimal,” katanya. (mag-5/sumutpos)

Tuesday, August 31, 2010

PSMS Berharap Kemampuan Tobar

Tiga legiun impor PSMS yang sempat ikut seleksi dua pekan lebih, telah dipulangkan. Praktis hanya tinggal seorang pemain asing yang tersisa. Dialah Alejandro Tobar-mantan punggawa PSMS tiga musim silam. Sepeninggal Tobar, PSMS meredup. Prestasi terbaik Ayam Kinantan adalah runner-up Divisi Utama 2006-2007 lalu.

Kini, Tobar yang terakhir main di Persikab Bandung itu merasa ingin kembali membangun PSMS menjadi tim yang disegani. Kemampuannya pun dipantau hingga saat ini. Kalau memungkinkan direkrut, Tobar diharap akan menjadi tumpuan tim.

Meski menjadi harapan tim, namun tim talent scouting PSMS masih kurang yakin dengan kebugaran Tobar. Dalam uji coba di Stadion Teladan Senin (30/8), Tobar memang jadi tontonan fans, namun dia juga mengeluhkan sakit di pahanya saat uji coba. Ini yang jadi pertimbangan perekrutan jadi atau tidak.

“Sentuhannya masih ada, tapi saat ini dia masih menunjukkan penampilan 60 persen. Nyeri di pahanya membuat dia tampil belum pada performa maksimalnya. Jika memang dia bergabung, untuk kompetisi setidaknya harus fit 80 sampai 90 persen. Kalau bisapun harus 100 persen,” ujar Anggota Talent Scouting, Nasib Iwan.

Untuk mengetahui kondisi fisiknya secara detail, Tobar akan menjalani serangkaian tes lanjutan. Di antaranya VO2 Max.

“Kita akan tes dulu kondisinya. Kemungkinan kita tes VO2 Max sehabis lebaran. Kita akan genjot staminanya selama setengah bulan, paling tidak sebelum kompetisi harus sudah siap,” tambah mantan asisten pelatih PSDS Deli Serdang ini. Sosok playmaker murni seperti Tobar diakui memang sangat dibutuhkan PSMS saat ini.

“PSMS selama ini tak punya playmaker. Mudah-mudahan kehadiran Tobar bisa membawa perubahan ke tim ini,” ujar anggota tim pemandu bakat lainnya, Suyono.

Sementara itu sekum PSMS Idris mengatakan akan lebih serius dalam mengupayakan kesembuhan palymaker jangkung itu. (mag-5/sumutpos)

Monday, August 30, 2010

Alejandro Tobar Kembali ke PSMS


Mantan gelandang PSMS Alejandro Tobar terlihat mengikuti latihan rutin PSMS, Jumat (27/8) di Stadion Teladan. Besar kemungkinan Tobar akan kembali ikut seleksi untuk kembali membela Ayam Kinantan.

Pemain yang pernah membawa PSMS menjadi tim yang ditakuti lawan ini bilang bahwa dia sangat merindukan PSMS. Makanya ia mencoba kembali peruntungan membela klub kebanggaan Kota Medan ini. “Ya, rindu main aja, trus enak main dengan PSMS,” katanya di sela-sela latihan.

Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan, pihaknya serius ingin menjadikan PSMS kembali dihuni pemain bintang. Target Indonesia Super League (ISL) juga masih menjadi perhatian pengurus.

“Pengurus serius dalam pembenahan tim. Kita akan coba terus menerus mendatangkan pemain asing, maupun pemain yang pernah bergabung bersama PSMS,” kata Idris.

Optimisme muncul saat diketahui banyak legiun asing yang ingin bergabung bersama PSMS. “Semoga pemain yang pernah merumput bersama PSMS dapat berkontribusi terhadap tim yang pernah membesarkan nama mereka,” harap pria asal Tanah Rencong itu.

Meski demikian, pengurus mengaku tidak akan langsung menerima Tobar. Perkembangannya akan dilihat selama seminggu ke depan. “Kita pantau dulu, nanti takutnya sudah kita kontrak rupanya tinggal nama besar saja kualitas tak ada,” beber Idris lagi.

Sementara itu, PSMS dijadwalkan akan melangsung laga uji coba kontra Sumut FC sore ini di Stadion Teladan. Laga yang dijadwalkan akan dimainka pukul 17.00 WIB itu akan memainkan seluruh pemain asingnya dan pemain lokal yang sejauh ini masih ada yang masih tahap seleksi. (mag-5/sumutpos)

PSMS Kembali Menang Dalam Ujicoba

PSMS Medan kembali memperoleh hasil positif dalam laga uji coba. Melawan Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Sabtu (28/8), Ayam Kinantan menang telak, 4-0.

Dalam laga kemarin, PSMS membagi dua grup pemain. Grup pertama yang diturunkan merupakan pemain rekrutan dan dibantu oleh pemain inti beberapa orang. Rodrigo Santoni, satu-satunya pemain asing yang berada di grup pertama sempat menggebrak di awal-awal laga. Sayang usahanya yang kemudian diteruskan M Affan lubis tak berbuah hasil. Pun dengan pemain Sumut FC, sekian peluang gagal dimanfaatkan. Babak pertama ini berakhir dengan skor kacamata.

Memasuki babak kedua, seluruh pemain PSMS digantikan grup kedua. Terlihat di posisi gelandang Alejandro Tobar. Untuk lini depan, PSMS menurunkan tiga striker langsung. Yakni Zulkarnain, Rinaldo, dengan pemain legiun asing Martial Poungeo. Untuk lini belakang, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu memakai legiun asing Luciano yang dibantu oleh M Parlin, Erwinsyah, dan Rifki Firdaus.

Hasilnya, baru tiga menit laga berjalan, Alejandro Tobar menunjukan kualitasnya. Melalui umpan matangnya Zulkarnaen mampu mengubah papan skor menjadi 1-0. Unggul satu gol membuat Ayam Kinantan semakin beringas. Melalui tendangan bebas berjarak 15 meter, Martial menambah keunggulan menjadi 2-0.

Seakan tak puas dengan dua gol, punggawa PSMS semakin panas. Sayang permainan menjurus keras. Tercatat Tobar menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Sumut FC. Tak lama berselang, Rinaldo dijatuhkan di kotak enam belas. Akibatnya, wasit menunjuk titik putih. Martial yang ditunjuk sebagai algojo tak menyiakan kesempatan emas tersebut. Skor pun menjadi 3-0.

Setelah unggul 3-0, Zulkarnain memasukan Alfian Habibi. Hasilnya, permainan PSMS semakin berkembang. Dan, sepuluh menit menjelang bubaran, Rinaldo menunjukkan kemampuannya sebagai striker tajam. Melalui umpan kerja sama apik antara Azuan dan Rifki Firdaus, sundulan Rinaldo tak bisa diantisipasi kiper Sumut FC. Skor 4-0 pun menutup laga. “Saya puas dengan perkembangan pemain, hasil ini sungguh bagus,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE usai laga. (mag-5/sumutpos)

PSMS Pulangkan Tiga Pemain Asing

Tiga pemain asing yang sempat menjalani seleksi di PSMS, dianggap tidak memenuhi syarat. Alhasil ketiga pemain impor itu terpaksa angkat koper dari mess PSMS Kebun Bunga Medan.

Ketiga pemain itu adalah Martial Pounguoe, striker asal Kamerun, Rodrigo Santoni, mantan striker Persikabo, serta Luciano Theiler mantan pemain Persiba.

Pemulangan ketiga pemain impor itu diakui oleh anggota tim seleksi, Suyono saat ditemui di mess kebun bunga Minggu (29/8).

“Saat dipantau selama ini, ketiganya tidak mampu menunjukan permainan terbaik selayaknya pemain asing. Malahan dari beberapa laga uji coba sebelumnya pemain lokal lebih dominan menunjukan kualitas permainannya dibandingkan mereka,” sebutnya.

Meskipun pada beberapa pertandingan ujicoba sebelumnya, Martial Pounguoe sering membuat gol. Namun Suyono bilang, nyaris semua gol yang diciptakannya berawal dari bola mati. Ditambahkan Suyonom Martial Ponguoe telah meninggalkan Medan sejak Minggu malam (29/8) sekitar pukul 19.00 Wib.

“Kedua pemain lainnya direncanakan pulang besok (hari ini-red),” kata Suyono lagi. Sekretaris Umum PSMS, Idris juga membenarkan perihal kepulangan tiga legiun asing itu.

Menurutnya, dalam waktu dekat manajemen PSMS akan mencari gantinya dengan mendatangkan Striker asing baru asal Paraguay Roberto A.Costa.

“Sebelumnya kita berencana mendatangkan Roberto pada Sabtu (28/8) lalu, namun karena terjadi sedikit masalah dalam jadwal keberangkatan, akhirnya hal tersebut tertunda.

Namun kini dirinya (Roberto) telah berada di Jakarta, dan kemungkinan besar besok (hari ini-red) dirinya sudah bergabung dalam seleksi pemain PSMS,” terang Idris.

Dengan pulangnya tiga legiun asing itu, PSMS saat ini hanya menyisakan Alejandro Tobar. “Kita sudah mengantongi nama pemain asing yang berasal dari Afrika, namun belum bisa kita pastikan. Rencananya kedua pemain asing tersebut akan datang pada hari Selasa,” ungkap Idris. PSMS sendiri dikabarkan sangat membutuhkan keberadaan bomber haus gol. Baik itu asing ataupun lokal. (mag-5/sumutpos)

Friday, August 27, 2010

Timnas Masih Tunggu Sergio van Dijk (Special Berita)


Badan Tim Nasional (BTN) masih menunggu jawaban dari Serginho van Dijk untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Sergio, biasa Serginho disapa, adalah pemain blasteran Indonesia-Belanda yang saat ini bermain di Liga Australia.

Sergio memegang paspor Belanda. Jika memutuskan bergabung dengan timnas Indonesia, maka Sergio harus memegang paspor Indonesia.

"Saat ini ia telah mendiskusikan dengan keluarganya efek dari keputusannya jika menjadi WNI. Sebab ia akan kehilangan banyak hal yang selama ini ia dapat selama menjadi warga negara Belanda, misalnya asuransi. Kami masih menunggu keputusannya," ujar Direktur Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arief, Rabu malam (25/8).

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl, kata Iman, berharap jika Sergio memutuskan membela Indonesia, Sergio harus bergabung paling lambat di bulan November. Iman mengaku sudah memberikan surat pengajuan menjadi WNI kepada Sergio, seperti yang juga sudah diberikannya kepada Kim Jeffry Kurniawan. Bedanya, kata Iman, Kim sudah setuju menjadi WNI. Pengurusan berkas para pemain ini nantinya akan memakan waktu singkat.

BTN akan melakukan pola serupa untuk timnas U-23 yang akan tampil di SEA Games 2011 dengan mendata pemain keturunan Indonesia di luar negeri.

Iman menyebutkan pihaknya akan menghubungi Syaffarizal Mursalin, pemain berusia 18 tahun yang bermain di Liga Qatar. BTN, masih, kata Iman, saat ini baru sekadar mengontak Fari, namun belum melakukan pembicaraan apapun. Fari asli WNI berdarah Aceh, namun sejak kecil menetap di Qatar karena orangtuanya bekerja di sana. (israr/endro yuwanto/republika)