Thursday, May 14, 2009

Mantan Pemain PSMS, Jusuf Siregar Meninggal Dunia

Wafatnya mantan pemain PSMS, HM Yusuf Siregar (81) merupakan sebuah kehilangan besar bagi keluarga besar olah raga di Medan. "Keluarga besar PSMS benar-benar kehilangan seorang tokoh sepak bola yang sangat dihormati dan dihargai," kata mantan pemain PSMS, Parlin Siagian, di Medan, Rabu (13/5).

Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.


Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit.Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM.


Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.


"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.


Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.


"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya.


Almarhum HM. Jusuf Siregar (81 tahun) yang meninggal dunia Selasa (12/5) telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Medan, Rabu (13/5).


Pemakaman Jusuf Siregar di tempat peristirahatan yang terakhir itu dihadiri sejumlah mantan pemain dan pengurus PSMS Medan, juga dihadiri oleh keluarga, serta kerabat dekat almarhum khususnya dari kalangan kepolisian.


Tampak adik almarhum, Mayjen Pol (Purn) Salim Siregar yang juga mantan Kapolda Riau juga turut hadir pada pemakaman tersebut.


Bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman tersebut adalah AKBP Robin Hutapea dari Polda Sumut.


HM. Jusuf Siregar yang dengan pangkat terakhir Letkol Pol (Purn) meninggal dunia karena sakit di rumah duka di Jalan Masjid Taufik Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.


Almarhum meninggalkan seorang istri Nurmilan br Rangkuti, tujuh orang anak, lima putra dan dua putri, 17 orang cucu, serta satu cicit.


Jusuf Siregar lahir di Kota Sibolga, 8 Agustus 1928, mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.


Almarhum memperoleh penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara dari Presiden Soeharto pada 1983.


Mantan pelatih PSMS, M. Khaidir mengatakan, keluarga besar PSMS merasa kehilangan terhadap orang yang selama ini sangat dicintai dan banyak berjasa dalam memajukan olah raga sepak bola di Sumut.


Khaidir mengatakan, Jusuf Siregar tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain PSMS, tetapi juga sebagai tokoh olah raga di daerah itu

DENGAN PERSIB PSMS, TUNDUK 2-0

Tim maung bandung "Persib" naik keperingkat ketiga klasemen sementara liga super indonesia(LSI)2009 setelah mengalahkan PSMS medan 2-0 di stadion jalak harupat soreang bandung, jabar, rabu malam.
Gol kemenangan persib di cetak bek Nyek Nyobe Gregorius Clement menit ke 25 dan rafael bastos menit ke 52 hasil 27 kali bertanding, 16 kali menang, 6 kali seri dan 5 kali kalah
Sementara PSMS Medan tertahan di peringkat 14 dengan nilai 24 hasil dari 29 kali bertanding, empat kali menang, 12 seri dan 13 kalah.
Kemenangan ini sekaligus memupus"Mimpi Buruk" persib bandung yang sempat kalah 1-2 di stadion sijalak harupat soreang bandung saat di jamu Pelita Jaa Jabar beberapa waktu lalu.
MEski meraih kemenangan, absennya duet maut Hilton Moriera dan Cristian Gonzales serta gelandang Lorenzo Cabanas yang terkena akumulasi dua kartu kuning mengurangi ketajaman line depan maung bandung yang menurunkan rafael basstos dan Airlangga
Hujan yang turun menjelang "Kick Off" membuat lapangan pertandingan menjadi licin, diawal babak pertama kedua tim harus berjuang melawan genangan air yang menghalangi lajunya si kulit bundar
Kedua tim memberondong lawan dengan tembakan"Canon Ball" dari line tengah, salah satunya gol persib yang di cetak Nyek Nyobe yang dilakukan melalui tembakan bebas dari jarak 35 meter
Ketinggalan 1-0 , PSMS tampil mengurungdengan tembakan-tembakan jarak jauh. beberapa klai Rachmat Affandi dan Mario Costas mengancam gawan Persibyang dikawal Tema Mursadat. Namun hingga babak pertama udai kedudukan bertahan 0-1 untuk persib
Memasuki babak kedua, terjadi duel line tengah yang di motori oleh eka ramdani(persib) dan Zada(PSMS) memasuki menit ke 52 pemain belakang PSMS Mauro Pinto, melakukan Handsball di kotak penalti sehingga wasitsuprihatin dari magelang menunjuk titik putih.
Keputusan penalti sempat di protes pemain medan, namun wasit tetap pada keputusannya,Rafael Bastos yang menjadi Algojo,sukses melakukan eksekusi menaklukan kiper Markus Horison sehingga Persib memimpin 2-0.**

Wednesday, May 13, 2009

Persib Terancam Ompong Ladeni PSMS

LIVE antv 18.30 WIB

Persib Bandung tertimpa bala. Untuk kali pertama, Maung Bandung tak bisa menampilkan duet maut Christian "El Loco" Gonzales dan Hilton Moreira.

Keduanya terganjal akumulasi kartu yang memaksanya jadi penonton dalam laga yang disiarkan langsung antv ini. Sialnya, lawan yang akan dihadapi Maung Bandung, Rabu 13 Mei 2009 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, adalah PSMS Medan.

PSMS jadi tim yang memberikan kesulitan tiap kali bentrok di lapangan hijau. Pangeran Biru harus berpikir keras mengatasi perlawanan heroik musuh bebuyutannya itu.

“Memang kekuatan Persib jadi berkurang tanpa keduanya. Apalagi, Gonzales dan Hilton sudah menyatu dan saling memahami tugasnya dalam melambungkan prestasi Maung Bandung. Tapi, sepakbola prestasi tidak boleh berhenti tanpa kehadirannya. Masih ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya untuk memberikan perlawanan ketat pada lawan,” jelas Jaya Hartono, pembesut Maung Bandung, kepada wartawan GOSport, Dani Wihara.

Dalam deretan tukang gedor Persib, duo El Loco dan Moreira memang sangat paten. Kolaborasi keduanya sudah menyodorkan banjir gol bagi tim kebanggaan Tanah Pasundan itu.

Tercatat 17 gol sudah disemburkan keduanya ke gawang musuhnya. Makanya, tongkrongan keduanya sangat membekas di sanubari pesaingnya: tajam dan menyengat.

Tapi, bukan berarti tukang gedor lainnya -–di luar figur Gonzales dan Moreira-— dianggap sebelah mata. Sosok Zaenal Arief, Airlangga Sucipto dan Rafael Alves Bastos juga tidak kalah aksi.

Mereka cukup tajam mengoyak gawang lawan. Juga bisa diandalkan agar Maung Bandung tetap mengaum kencang.

“Ketiga striker Persib lainnya juga punya kualitas olah bola yang bagus. Tinggal mereka membuktikannya di lapangan. Jadi, tidak ada alasan untuk melepas kesempatan menuai angka sempurna di hadapan pendukung sendiri. Kami ingin terus menghamparkan prestasi manis di musim kompetisi ini,” ungkap Jaya.

Optimisme dan kepercayaan diri anak-anak Bandung memang sedang menjulang. Mereka akan terus memberi tekanan hebat
kepada semua klub penghuni papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.

Tetap Bermain Menyerang

Sepakbola menyerang yang merangsang menjadikan Maung Bandung disegani lawan. Dan itu akan terus mereka tebarkan di hadapan puluhan ribu pemuja fanatiknya.

“Main di kandang sendiri, tentu kita harus tampil menyerang. Itu agar tren positif yang tengah menyapa Persib terus berlanjut. Yang penting, pemain tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan,” kata Jaya lagi.

Itu sebabnya, tanpa kehadiran Gonzales dan Hilton plus kemungkinan harus tampil tanpa kehadiran Lorenzo Cabanas yang sedang cedera, tidak menyurutkan langkah Persib terus mengibarkan prestasi. Yang jelas bentrok antara Persib dan PSMS memang sarat gengsi dan prestisius, bahkan menguras emosi jiwa. Tak lain karena latar belakang sejarah panjang kedua klub di pentas sepakbola nasional.

“PSMS memang lawan yang berat. Bahkan selalu membuat repot permainan kami. Apalagi, sepak terjang kedua tim sudah mengurat akar di sepakbola nasional. Karena itulah, kami ingin menutup pertandingan dengan hasil yang bagus,” jelas Eka Ramdani, kapten Persib.

PSMS sendiri datang dengan kondisi nyaris serupa dengan Maung Bandung. Kiper Markus Horison masih terkapar karena cedera. Penggantinya, Galih Sudaryono dan juga Esteban Guillien terjerat akumulasi kartu. Tapi, itu semua tidak menyurutkan ambisi memberi perlawanan untuk menghindari dari jerat degradasi.

“Bentrok dengan ersib pasti menguras emosi. Pertandingan ini pun sangat strategis buat kedua tim. Kami memiliki motivasi kuat untuk bisa menahan Persib di tengah tekanan ribuan bobotohnya,” bilang Rudi William Keltjes, sutradara Ayam Kinantan.

Prakiraan Pemain
Persib: Tema Mursadat; Nova Arianto, Maman Abdurachman, Nyek Nyobe George, Siswanto, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Anggakusuma, Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto.

PSMS: Zulbahra, Mauro Pinto, Aun Carbini, Edi Sebung, Fadly Hariri, Ruben Sanadi, Octavianus Maniani, Leonardo Zada Martins, Affan Lubis, Mario Costa, Rahmat Affandi

PSMS Berpeluang Kalahkan Persib

PSMS Medan berpeluang mengalahkan Persib Bandung yang tanpa diperkuat pemain asing Christian Gonzales dan Hilton Moriera, pada lanjutan kompetisi putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2009 di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Rabu, (13/5).

"Peluang PSMS memetik kemenangan dari Persib cukup besar, saya yakin itu akan terkabul," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian yang diminta komentarnya di Medan, Selasa (12/5).

Parlin menilai, dengan tidak hadirnya dua pemain asing itu kekuatan Persib jauh berubah dan diperkirakan tidak seperti pertandingan sebelumnya.

Karena, selama ini motor "penggerak" Persib adalah kedua pemain itu. Tanpa mereka Persib akan sulit menaklukkan lawan-lawannya termasuk saat menjamu PSMS.

"Kesempatan emas ini harus bisa digunakan pemain PSMS untuk meraih angka dari Persib yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim cukup kuat," ujarnya.

Ia memperkirakan, Persib juga merasa kuatir dengan tidak turunnya dua pemain asing itu yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, kata Siagian yang juga pemain PSSI di era 1970-an itu.

Rugi jika pemain PSMS seperti Leonardo Martin Zada (Brazil), Esteban Javier (Uruguay), Mauro Pinto (Brazil), Elie Eboy dan sejumlah pemain lokal lainnya tidak bisa memanfaatkan moment tersebut.

PSMS awali Copa

Laga PSMS Medan menghadapi tim favorit Persipura Jayapura akan mengawali pertarungan babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 pada leg pertama, Sabtu (23/5) mendatang.

Selanjutnya, PSMS akan melakoni pertandingan tandang ke Jayapura pada 13 Juni. Pelatih Rudy William Keltjes menyatakan tetap yakin PSMS bakal lolos ke semifinal. Terpenting adalah tim mendapat jadwal yang tidak terlalu mepet karena PSMS juga masih berkompetisi Liga Super dan Piala AFC.

"Kami berkompetisi di tiga kejuaraan yaitu Liga Super, Copa Dji Sam Soe, dan Piala AFC. Kondisi itulah yang membuat kami harus pandai mengatur jadwal agar proses pemulihan tenaga pemain berjalan dengan baik," kata Rudy.

Menurut dia, masalah pemulihan akan menjadi faktor utama timnya saat menghadapi Persipura. Apalagi perjalananan menuju Jayapura memakan waktu yang tidak sebentar.

Sementara itu, pertandingan pertama juara bertahan Sriwijaya FC Palembang melawan Persibo Bojonegoro terpaksa diundur. SFC seharusnya menjamu pada leg
pertama, Kamis (14/5). Karena bersamaan dengan jadwal pertandingan di Liga Super, maka laga tersebut diundur menjadi Kamis (28/5).

Babak 8 Besar tetap menggunakan sistem home and away dan mulai digulirkan pada 23 Mei sampai 15 Juni 2009. Jadwal itu telah disesuaikan sehingga 8 tim memiliki waktu cukup untuk persiapan dan pemulihan.

Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono berharap jadwal ini tidak berubah lagi. Dengan demikian, turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Tuesday, May 12, 2009

Persib minus Gonzales-Hilton

Persib Bandung dipastikan tidak diperkuat duet striker andalannya, Cristian Gonzales dan Hilton Moreira, saat menjamu PSMS Medan karena terkena akumulasi kartu kuning.

Upaya Persib mengamankan poin maksimal dari laga kandangnya saat menghadapi PSMS dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu besok, sedikit berat.

Hal itu karena Gonzales dan Hilton dipastikan duduk manis di tribun penonton dan menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan, karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning.

Padahal Maung Bandung sedang berupaya merebut kembali posisi di urutan ketiga klasemen yang diambil alih Sriwijaya FC, usai menghentikan perlawanan sesama tim papan atas lainnya Persija Jakarta 4-3.

Meski demikian, kubu Persib mengaku tidak begitu merisaukan hal ini. Menurut pelatih Jaya Hartono, ketidakhadiran duet bomber andalannya tersebut justru bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian bagi striker lain yang selama ini kerap duduk di bangku cadangan.

"Ini saatnya pembuktian apakah mereka bisa sejajar dengan Gonzales dan Hilton. Tentu kami berharap agar striker kami yang selama ini menduduki bangku cadangan bisa menunjukan kualitasnya saat menghadapi PSMS," jelas Jaya.

Monday, May 11, 2009

Dilibas Persela, PSMS Gagal Perbaiki Posisi

Dilibas tuan rumah Persela Lamongan, PSMS Medan gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin, sekaligus memperbaiki posisinya di klasemen sementara.

PSMS Medan harus mengubur ambisinya mendulang poin penuh dari kandang Persela Lamongan, setelah dilibas tuan rumah 4-2, dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (10/5) petang.

Sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat dari Esteban Gullien ketika pertadingan baru berjalan dua menit, Ayam Kinantan gagal mempertahankan keunggulannya satu menit kemudian. Itu karena, hadiah penalti yang diberikan wasit Alil Rineggo yang menganggap Marcio Souza dilanggar Aunt Carbiny saat berebut bola di kotak terlarang.

Marcio sendiri yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 1-1. Gol tersebut sempat meruntuhkan semangat bertanding para pemain PSMS. Itu bisa dilihat dengan gol kedua Persela lima menit kemudian dari tandukan Carlos Raul Sucati.

Tanpa terkawal, Sucati sukses menyambut bola rebound dari tendangan bebas Fabiano Beltrame yang membentur mistar gawang PSMS. Dengan satu tandukan, ia mampu mengecoh kiper Ghali Sudaryono, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persela.

PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 pada menit dua menit berselang melalui tendangan bebas Affan Lubis. Tapi wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut yang membuat pemain PSMS mulai naik pitam. Maklum ini merupakan keputusan kedua dari pengadil lapangan hijau tersebut yang dianggap merugikan, setelah sebelumnya memberikan hukuman penalti kepada tuan rumah.

Tensi permainan pun semakin meninggi yang menjurus kasar. Pada menit ke-30 misalnya, pemain tuan rumah Persela I Wayan Sukadana melakukan tindakan tidak sportif kepada Octavianus Maniani, dengan sengaja menabraknya dari belakang. Padahal bola tidak dalam permainan.

Sukadana pun diganjar kartu kuning kedua yang membuat Persela tampil dengan sepuluh pemain. Sayang hal ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad tim besutan pelatih Ruddy William Keltjes yang tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit Alil Rinenggo. Terbukti, Persela sukses menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Zaenal Arifin pada menit ke-35.

Beruntung, pada penghujung babak pertama, gelandang asing andalan PSMS, Leonardo Martins Dinelli sukses mencetak gol cantik, setelah sebelumnya sukses melewati hadangan beberapa pemain belakang tuan rumah. Gol tersebut sekaligus memperkecil ketinggalan timnya menjadi 3-2 yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Hasilnya, dua menit berselang, Octavianus Maniani berhasil menerobos pertahanan tuan rumah. Sayang tendangan kerasnya masih melebar di sisi kiri gawang Persela yang dikawal Nurul Huda.

Setelah itu, PSMS yang berupaya menyamakan kedudukan terus mendominasi permainan. Sayang, usaha tersebut berbuntut pada `hujan` kartu kuning yang diterima pemain PSMS. Bagaimana tidak, pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo memberikan tiga kartu kuning secara beruntun kepada Aun Carbiny, Leonardo Martins, dan Ghali Sudaryono. Padahal sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung telah menerima kartu kuning.

Tindakan Alil tersebut semakin membuat pemain PSMS frustasi yang mengakibatkan mereka kehilangan konsentrasi. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik Persela untuk menambah keunggulan. Melalui skema serangan balik yang cepat, Alex Robinson berhasil menjebol gawang PSMS di masa injury time dan mengubah skor menjadi 4-2. Skor akhir ini bertahan hingga pertandingan usai.

Atas kekalahan ini, PSMS gagal memperbaiki posisinya yang saat ini bertengger diurutan ke-14 klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan 24 poin dari 28 laga. Sementara untuk Persela, kemenangan tersebut membuat mereka naik dua strip dan menggusur posisi PSM Makassar diurutan ke-8

Modal Persib Hadapi Ayam Kinantan

Kemenangan 2-0 di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (9/5), bisa disebut modal baik Maung Bandung sebelum menghadapi jadwal padat pada Mei ini.

Eka Ramdhani dkk harus melakoni jadwal yang diyakini bakal menguras energi dan pikiran pemain. Sebagai contoh, seusai meladeni Singo Edan, armada Maung Bandung praktis hanya memiliki masa recovery dua hari sebelum meladeni PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Rabu (13/5).

’’Rotasi pemain hanya akan dilakukan jika di antara pemain yang sekarang masuk daftar rancangan tim inti ada yang tak cukup bugar. Sepanjang para pemain tersebut siap secara teknis, fisik, dan mental tak bermasalah, tak ada perubahan materi pemain.

Jadwal padat tak berarti perlu dilakukan rotasi secara ekstrem,” tandas pelatih Persib Jaya Hartono. Selain itu, Jaya juga bisa mengharapkan dukungan ribuan bobotohpada duel klasik versusAyam Kinantan - julukan PSMS- di Siliwangi

Ayam Kinantan pulang dengan Tangan hampa

PSMS Medan akhirnya pulang dengan tangan Hampa dari Lamongan. Menghadapi tuan rumah Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009, Ayam Kinantan Keok 2-4 di tangan Laskar Joko Tingkir.

Pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.

Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.

Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.

Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.

PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.

Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.

Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.

Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.

Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Babak II
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Dua menit setelah babak kedua bergulir, Octavianus Maniani berhasil menerobos jantung pertahanan tuan rumah. Sayang tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang Nurul Huda.

Persela juga tak mau ketinggalan. Pada menit ke-70 Laskar Joko Tingkir nyaris memperlebar jarak lewat aksi Carlos Raul Sucati. Sayang umpan dari Charles Putiray lebih dekat kepada Galih. Dengan cekatan kiper muda itu berhasil menepis bola sehingga mebuat tandukan Carlos hanya membentur angin.

PSMS kembali mendominasi serangan. Namun langkah anak-anak Medan untuk menambah skor justru berbuah hujan kartu kuning. Pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo setidaknya memberikan tiga kartu kuning secara beruntun. Masing-masing kepada Aun Carbiny, Leonardo Zada, dan Galih Sudaryono. Sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung juga mendapat kartu kuning.

Persela sendiri praktis bertahan di sisa babak kedua. Tuan rumah hanya menyisakan Marcio Souza di lini depan. Kondisi ini coba dimanfaatkan oleh pemain-pemain PSMS untuk terus meningkatkan daya gempurnya.

Namun sayang, karena keasyikan menyerang, PSMS justru teledor dalam bertahan. Lewat sebuah seranga balik, Alex Robinson berhasil menjebol gawang Galih di masa injury time dan merubah skor menjadi 4-2. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain


Persela Lamongan
Khoirul Huda (g); Fabiano Beltrame, FX Yanuar, Agustiar Batubara, Tomy Rifka, Alex Robinson, I Gede Sukadana-2kk (km), Zaenal Arifin/Charles Putiray, Jimmy Suparno, Carlos Raul Sucati, Marcio Souza/Dicky Firasat (90')

PSMS Medan
Galih Sudaryono-kk, Edi Simbung-kk, Aun Carbini, Mauro Pinto-kk, Fadli Hariri/Rahmadani (38'), Esteban Gullien-kk, M Affan Lubis, Ruben Sanadi/Rahmad Affandi (53'), Leonardo Marin Zada-kk, Octavianus Mainani/I Komang Adyana, Mario Costas

Babak I Persela vs PSMS Diwarnai Hujan Gol

Hujan gol terjadi di babak pertama duel Persela kontra PSMS Medan di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009. Setidaknya lima gol terjadi pada babak I lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu. Untuk sementara Persela unggul 3-2 atas PSMS.

Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.

Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.

Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.

Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.

PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.

Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.

Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.

Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.

Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum

Friday, May 8, 2009

BLI rilis jadwal sisipan

JAKARTA - Selain jadwal Copa Indonesia, Badan Liga Indonesia (BLI) juga mengeluarkan jadwal lima pertandingan Liga Super yang disisipkan serta jadwal tiga partai yang dijadwal ulang dalam lanjutan Liga Super 2008/2009.

Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono di Jakarta menyatakan, pihaknya memastikan masing-masing jadwal untuk laga Liga Super serta jadwal untuk Copa Indonesia berlangsung mulai medio Mei hingga Juni.

BLI menetapkan lanjutan Liga Super 2008/2009 mulai 7 Mei hingga 10 Juni mendatang. Menurut dia, lima jadwal pertandingan yang batal terselenggara, akhirnya disisipkan, sedang tiga pertandingan lainnya, dijadwal ulang.

Lima duel sisipan ini merupakan pertandingan yang tidak bisa digelar hingga 5 Mei 2009. Masing-masing terdiri atas duel Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija, Persitara Jakarta Utara vs PSMS dan Persitara vs Persib Bandung.

Selain jadwal sisipan, jadwal baru lanjutan putaran Liga Super juga mengalami perubahan untuk tiga pertandingan. Pertandingan itu adalah laga Persela Lamongan vs Sriwijaya FC, Persib vs PSMS dan PSMS vs Sriwijaya FC.

Jadwal Sisipan
29 Mei: Persija vs PSMS
14 Mei: PSIS vs Persija
26 Mei: Persitara vs PSMS
2 Juni: Persitara vs Persib

Perubahan Jadwal
28 Mei: Persela vs Sriwijaya FC
13 Mei: Persib vs PSMS
1 Juni: PSMS vs Sriwijaya FC

23 Mei jatah PSMS

JAKARTA - Badan Liga Indonesia (BLI) merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009 dengan menyatakan babak perempatfinal akan dimulai 14 Mei hingga 15 Juni mendatang.

Semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni dan semua tim akan bertarung di babak delapan besar dengan menggunakan format home and away. Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro.

Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei. Menurut Direktur BLI Joko Driyono, babak delapan besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.

"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko di Jakarta.

Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg kedua babak 16 besar melawan Persitara Jakarta Utara. Laga penentu itu akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei.

Jadwal Copa Indonesia 2008/2009:

Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC

Dua Hari Latihan Strategi Redam PSMS

Persiapan terus dilakukan Persela Lamongan menjelang laga ke-28 di Indonesia Super League (ISL) melawan PSMS Medan di Stadion Surajaya Lamongan Minggu (10/5) mendatang.

Pelatih Persela Widodo C Putra beberapa hari terakhir memberikan menu latihan pengembalian kekuatan otot kepada Marcio Souza da Silva dkk. Rencananya, mulai hari ini dan besok, pelatih dengan lisensi A terbaik itu merencanakan latihan strategi dan taktik pertandingan. 'Ini perlu kita persiapkan karena tim calon lawan kita lihat mengalami perkembangan lebih bagus dibanding penampilannya di putaran pertama,' katanya.

Dengan sajian latihan itu, lanjut Widodo, diharapkan anak asuhnya bisa tampil lebih bagus lagi. Menurut dia, tidak ada alasan kelelahan bagi pemain untuk laga melawan PSMS mendatang. 'Karena panjangnya waktu recovery saya nilai sudah sangat cukup. Apalagi, sebelumnya pemain juga sempat kita kasih waktu istirahat,' imbuhnya.

Sementara itu, latihan kemarin tetap digelar di lapangan Stadion Surajaya. John Scarlet yang tidak pernah tampil di putaran II ISL karena cedera, mulai berlatih berat bersama Marcio dkk. Diharapkan, kondisi pemain asal Papua ini kembali pulih dan bisa memperkuat tim. 'Kelihatannya memang sudah sembuh, karena beberapa hari ini dia juga sudah ikut latihan. Tapi, terlihat masih belum maksimal dan kita lihat saja perkembangannya. Mudah-mudahan saja segera sembuh total,' harapnya.

Widodo mengatakan, Persela tetap bisa memenangkan pertandingan saat melawan PSMS mendatang. Alasannya, kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini bermain di kandang sendiri. Mereka bakal mendapatkan dorongan semangat yang berlebih dari ribuan suporternya. 'Apalagi pada putaran pertama kita sudah berhasil mengalahkannya. Padahal waktu itu tempat pertandingan berada di luar kandang,' tuturnya.

Copa Indonesia, Babak 8 Besar Digelar Sekali Sehari

Badan Liga Indonesia (BLI) akhirnya merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009. Babak perempat final akan dimulai 14 Mei-15 Juni 2009.

Sedangkan semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni 2009. Semua tim akan bertarung di babak perempat final dengan menggunakan format home and away.

Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro. Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei 2009.

Menurut Direktur Bidang Pertandingan Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, babak 8 besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.

"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko kepada wartawan di kantor BLI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2009.

Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara. Leg 2 akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei 2009.

Jadwal Lanjutan Copa Indonesia 2008/2009
Babak 16 Besar
13 Mei: Leg 2 Persitara vs Persebaya

Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC

Semifinal
19 Juni: PSMS/Persipura vs Persija/Deltras
20 Juni: Persebaya/Persitara/Persijap vs Sriwijaya FC/Persibo
23 Juni: Persija/Deltras vs PSMS/Persipura
24 Juni: Sriwijaya FC/Persibo vs Persebaya/Persitara/Persijap

Final
28 Juni: Perebutan tempat ke-3, mulai pukul 15.00 WIB
Grand Final, mulai pukul 19.00WIB

Thursday, May 7, 2009

Copa Indonesia Persipura senang bertemu PSMS

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menegaskan, dirinya sangat senang bisa bertemu PSMS Medan, di babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09, sesuai hasil drawing yang dilakukan di Jakarta, Rabu (6/5) petang.

Menurutnya, Ayam Kinantan tidak bisa diremehkan karena mereka adalah tim internasional. Itu karena keikutsertaannya di ajang Piala AFC musim ini. Bahkan skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes ini sukses memastikan diri lolos ke babak kedua ajang bergengsi kasta kedua di Asia tersebut.

"Sangat menyenangkan bisa bertemu tim internasional seperti PSMS. Ini akan menjadi ukuran bagi kami, apakah nanti mampu berlaga di ajang yang sama seperti mereka atau tidak. Itu sekiranya, Tuhan memberikan kesempatan kepada kami tampil di ajang tersebut," jelas Jacksen dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.

Masih kata Jacksen, dirinya tidak ingin melihat posisi yang dicapai tim lawan di klasemen sementara ajang Superliga. Di mana mereka berada di papan bawah. Sukses PSMS lolos ke babak kedua Piala AFC imbuhnya, menjadi indikasi kuat jika tim tersebut memiliki kelebihan.

PSMS Percaya Diri Hadapi Persipura

Drawing babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09 yang digelar Badan Liga Indonesia (BLI) di Jakarta, Rabu (6/5), tampaknya tidak berpihak kepada PSMS Medan.

Bagaimana tidak, di babak ketiga turnamen bergengsi ini, Ayam Kinantan sudah harus menghadapi tim kuat yang tak lain adalah pimpinan klasemen sementara Superliga, kompetisi kasta tertinggi pentas sepakbola nasional musim ini, Persipura Jayapura.

Meski demikian, hal itu tidak menciutkan nyali tim kebanggaan warga Kota Medan ini. Bsahkan pelatih Rudy William Keljtes mengaku cukup senang bisa bertemu tim kuat sekalas Persipura, karena sekaligus akan menjadi ajang mengukur kekuatan tim besutannya.

"Tidak masalah bagi kami mau ketemu tim mana pun. Jujur saja, saya lebih senang bertemu tim kuat. Biar kami bisa mengukur kekuatan. Terlebih, karena di babak ini kekuatan semua tim merata," katanya dihubungi GOAL.com beberapa saat usai drawing.

Ditambahkannya, asalkan bisa tampil full team saat menghadapi Mutiara Hitam, dirinya sangat optimis timnya bisa melakukan perlawanan dan merebut tiket ke babak berikut. Meski diakuinya hal itu bukan perkara mudah.

"Tampaknya tidak ada yang perlu ditakuti. Persipura bukanlah tim super kuat yang tidak bisa terkalahkan. Asalkan kami bisa turun dengan kekuatan penuh, saya yakin anak-anak bisa meraih hasil maksimal," tambahnya.

Masih kata Rudy, saat ini yang terpenting adalah jadwal laga melawan Persipura harus segera diketahui. Dengan begitu, dirinya bisa segera menggelar persiapan. Termasuk menjaga performa pemainnya agar bisa berada di puncak saat menghadapi lawannya itu .

"Ketepatan jadwal ini cukup penting. Jika sampai jadwal kembali berubah-ubah, tentu akan menyulitkan kami mempersiapkan tim," katanya sembari berharap agar BLI segera menetapkan jadwal pertandingan yang paten.

Senada dengan itu, manajer PSMS Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, menghadapi Persipura dipastikan bakal seru. Ia pun berharap laga melawan tim papan atas Superliga ini bisa terselenggara dalam waktu dekat

Minus empat pilar

Menjelang bentrok dengan Persela Lamongan, skuad PSMS Medan dipastikan tak komplit. Empat pemain pilar PSMS, Elie Aiboy, Markus Horison, Andika Yudistira, dan Agus Supriyanto tak disertakan dalam rombongan yang dibawa ke Lamongan Rabu (6/5) kemarin.

Hal itu disebutkan Rudi William Keltjes, arsitek PSMS kemarin. Dua nama pertama, Elie Aiboy dan Markus masih berkutat dengan cederanya. Elie Aiboy menderita cedera engkel. Sedangkan Markus belum juga pulih seratus persen dari cedera jari tangannya.

Sementara dua pemain lainnya, Andika dan Agus tak disertakan sebagai skuad yang dipersiapkan buat meladeni Persela akibat akumulasi dua kartu kuning yang diterimanya. Meski demikian, seperti biasanya Rudi Keltjes tetap optimis mampu meraih hasil maksimal.

“Mulai Kamis (7/5) ini kami akan segera menggelar latihan. Tim sendiri sudah bertolak Rabu kemarin. Dengan absennya empat pilar, tentu akan ada sedikit perubahan pada tim. Tapi kita tentu sudah punya strategi lain,” bilang Rudi.

Laga kontra Persela, merupakan laga yang menjadi prioritas usai PSMS berhasil melangkah ke babak 16 besar AFC Cup usai bermain imbang melawan South China Selasa (5/5) lalu. Laga di kompetisi domestik sendiri benar-benar jadi perhatian, mengingat PSMS sedang berjuang menghindari zona degradasi.

Untuk urusan satu ini, Sihar Sitorus manajer PSMS begitu yakin timnya masih mampu merangsek ke posisi yang lebih aman. Syaratnya, seluruh pemain dan jajaran pelatih juga punya keyakinan yang sama. Lihat saja saat PSMS berhasil menahan imbang juara Hongkong South China.

“Kalau pemain mau, mereka bisa. Toh tim sebesar South China saja bisa ditahan imbang. Tak ada yang tak mungkin. Saya pribadi optimis PSMS bisa selamat dari degradasi,” kata Sihar.

Wednesday, May 6, 2009

Berebut posisi puncak

Sama-sama sudah lolos bukan berarti akan memperlambat tempo permainan. Laga PSMS Medan versus South Hongkong dipastikan berlangsung dengan tempo cepat, apalagi kedua tim saling menargetkan kemenangan.

Ini berdasarkan tim tamu yang tidak mau tergelincir ke posisi kedua dan PSMS yang berniat membalas kekalahan 0-3 di Hongkong. Walaupun berstatus tim tamu pada Selasa malam nanti, South Hongkong tetap menargetkan tiga poin. Tim yang ditangani pelatih Kim Pan Gon ingin menjadikan ajang ini spirit menuju Liga Champions Asia musim depan.

"Kami punya materi pemain yang bagus, jadi tidak mau kalah. Di AFC Cup, ini akan menjadi salah satu bentuk persiapan menuju Liga Champions tahun depan," kata Kim Pan Gon, pelatih South Hongkong saat temu pers di Novotel Hotel, Palembang.

Selain itu, tim yang saat ini memang menjadi jawara grup F ini tengah mengantungi modal di kemenangan pertama saat PSMS tandang ke Hongkong. "Kemenangan 3-0 saat laga pertama dari mereka menjadi faktor kuat untuk mengulangi kemenangan," sambung Kim tersenyum.

Pelatih PSMS Rudy Keltjes pun tidak mau membiarkan lawan mempermainkan skuadnya. "Anak-anak sudah siap main. Kita tidak mau dipermainkan. Selain membawa nama PSMS, kita juga membawa nama Negara," tegas Rudy.

Pptimisme tengah dilekatkannya kepada Esteban Javier Guillen cs. Apalagi saat ini pasukannya tengah membaik dengan recovery yang lumayan. "Mudah-mudahan secara taktik dan strategi besok akan berjalan," sambungnya.

"Semua pelatih sudah pasti harus menamankan ambisi di tim, tapi kalau mau menang semua harus kerja keras, tekun dan bermain disiplin. Mudah-mudahan kemenangan kita raih nanti," bilang Om Rudi, panggilan akrab Keltjes di tim.

Permainan fanatik
Di Medan, Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa dan Sekretaris Umum PSMS Drs H Randiman Tarigan MAP, meminta para pemain PSMS memperlihatkan permainan fanatiknya.

"Saya melihat tidak ada masalah, suasana latihan tim bagus. Dengan suasana seperti ini, kami berharap anak-anak asuhan pelatih Rudy William Keltjes tidak bermain lesu mengingat peluang The Killer ke babak 16 Besar sudah tercapai," kata keduanya secara terpisah, Senin (4/5).

"Kendati posisi sudah aman, tidak lantas mengurangi semangat Ayam Kinantan memburu kemenangan sebab mereka tetap membawa nama baik bangsa," beber Benny.

"Harga diri negara dipikul Fadli Hariri cs, jadi apapun ceritanya mereka harus bertarung sampai titik darah penghabisan. Kalau sudah berjuang keras dan kalah, tidak ada persoalan," tutur Randiman, Kadis Pendapatan Medan.

BLI bantah PSMS menang WO

Mengaku tidak pernah menyatakan bakal memberikan kemenangan walk over (WO) kepada PSMS Medan, Badan Liga Indonesia (BLI) menegaskan kembali akan merevisi laga tandang Ayam Kinantan kontra Persija Jakarta.

Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono membantah pihaknya pernah memberikan pernyataan bakal memberikan kemenangan WO bagi tim tamu, jika tuan rumah tidak bisa menggelar pertandingan saat masa sentralisasi Superliga 2008/09 lalu digelar.

Menurutnya, beberapa laga yang tertunda termasuk laga Persija kontra PSMS tetap akan di-reschedule dan tidak ada yang pernah menyatakan Ayam Kinantan mendapat tiga poin karena menang WO, menyusul kegagalan Persija menggelar laga tersebut.

"BLI tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Karenanya, lima laga yang gagal terselenggara sesuai jadwal sentralisasi beberapa waktu lalu, akan kembali dijadwal ulang. Hal ini akan kami umumkan pada 6 Mei nanti," tegas Joko.

Wacana untuk menerapkan sanksi WO baru akan dilakukan pada 7-31 Mei mendatang, saat jadwal kompetisi sentralisasi parsial dilakukan. Dalam rentang waktu ini, bagi mereka yang tidak bisa menggelar laga kandangnya dengan alasan apa pun baru dikenakan sanksi kalah WO.

'Tidak ada perubahan jadwal lagi. Dengan berakhirnya jadwal yang sedianya disusun untuk sentralisasi, maka kompetisi selanjutnya mengikuti jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya," tegas Joko.

Ditambahkannya, kecuali lima laga yang gagal diselenggarakan beberapa waktu lalu, semuanya akan dikembalikan ke jadwal semula. Kelima laga tersebut adalah Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija Jakarta, PSIS Semarang vs Persijap Jepara, Persitara Jakarta Utara vs Persib Bandung dan Persib Bandung vs PSMS Medan.

Mengusung Misi Revans

PSMS Medan dibakar percaya diri. Setelah melibas Persiba Balikpapan 3-1, Ayam Kinantan mulai mencanangkan agenda balas dendam pada South China, Selasa (5/5).

Dendam, karena pada pertemuan pertama di pentas Piala AFC 2009, Ayam Kinantan mendapat malu setelah dipermak dengan skor telak 0-3 di Mongkok Stadium, Hong Kong. Kekalahan itu langsung menjadi noda dari sederet keberhasilan PSMS di Piala AFC.

’’Kami harus menang menghadapi South China, tidak ada yang lain. Ini partai kandang kami. Bagaimanapun, kami harus bisa meraih poin penuh, kami serius mempersiapkan tim ini,” ungkap Pelatih PSMS Rudy W Keltjes kemarin. Demi memuluskan ambisi itu, Rudy langsung menggenjot Esteban Guilien dkk tanpa henti.

Pemain diberi jatah latihan pagi dan sore untuk lebih memantapkan taktik dan strategi menghadapi pemuncak klasemen sementara Divisi Utama Liga Hong Kong tersebut. Menurut Rudy, performa pasukan Kim Pan-Gon tidaklah sehebat yang dibayangkan.

Penilaian itu keluar setelah dia melihat rekaman pertandingan South China dengan beberapa tim lain di Grup F Piala AFC, termasuk PSMS. ’’Setelah saya melihat rekaman pertandingan South China, kualitas mereka tidak terlalu bagus. Saya yakin PSMS bisa menang,” ujarnya.