Tuesday, February 16, 2010

Koreksi Formasi

Kekalahan 0-1 atas Persikabo Bogor dan seri 1-1 atas Persita Tangerang membuat PSMS saat ini berada di peringkat sembilan. Kekecewaan yang ada harus diredam mengingat masih ada tantangan yang harus segera dijawab.

Setelah pintu Indonesia Super League (ISL) tertutup, PSMS harus berjuang untuk bertahan di Divisi Utama. Tiga pertandingan kandang saat menjamu Persih, Persipasi, dan Persires pun harus menjadi lumbung poin. Sekalipun begitu, M Affan Lubis belum bisa bernafas lega hanya dengan koleksi 23 poin. PSMS masih punya harapan untuk mencuri poin dari laga tandang menghadapi PSDS Deli serdang, Jumat (19/2) mendatang.
Namun, bila dilihat pertandingan terakhir, Kustiono masih harus bekerja keras untuk mewujudkan peluang tersebut. Salah satunya dalam penempatan pemain yang penuh tanda tanya. Memang dibanding menghadapi Persikabo Bogor, penampilan PSMS saat menghadapi Persita Tangerang sudah lebih baik. Terbukti banyak peluang yang tercipta sekalipun banyak pula yang terbuang. Artinya, masih ada kebuntuan di barisan depan PSMS.

Usai melesakkan gol di kandang Persita Tangerang, Jacky pun tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun begitu, Jacky seperti lupa bila bersamanya masih ada Osas Saha yang terkesan bermain sendiri tampa ada suplai bola kepadanya. “Kamu bisa lihat kan saya main sendiri tidak ada dukungan untuk saya,” ucap Osas yang dihubungi, Senin (15/2).

Minimnya dukungan untuk Osas yang seorang striker murni ini membuat kemasan gol yang diciptakan selama di PSMS sangat sedikit, hanya tiga gol. Tidak demikian saat berlaga di PSDS, Osas dengan dukungan dua striker dan akurasi tendangan dari lini tengah mampu mengumpulkan 18 gol.

Syaiful Ramadhan yang menciptakan peluang justru ditarik. Gantinya Kustiono memasukkan Dodi Rahwana. Strategi itu pun sebenarnya cukup berhasil meningkatkan mobilitas serangan. “Karena masalah kita hanya tidak adanya peluang yang berhasil. Kalau permainan justru sudah nampak kan tinggal menunggu waktu saja. Pemain juga sudah tidak lagi diam dan terus mengejar bola, mereka langsung menebus kesalahan kalau ada. Karena memang untuk menciptakan gol butuh kesabaran,” ucap Kustiono sembari memuji kelenturan dari Penjaga Gawang Persita, Bayu Cahyo.
Kustiono menilai aksi yang terlalu liar menyebabkan Jacky tidak bisa memanfaatkan peluang. Penilaian itu akan disampaikan Kustiono saat latihan, Selasa (16/2) ini. Kustiono juga mengaku adanya perubahan yang diluar perkiraan sehingga urung menurunkan striker muda Abdul Kamil Sembiring.

“Kamil merupakan pemain yang berbakat. Tapi saat kondisi yang seperti itu saya khawatir mentality player Kamil yang labil akan mengganggu konsentrasi dan tidak bisa membuat perhitungan yang matang. Saya harap dari menyaksikan dua pertandingan ini, Kamil akan lebih siap untuk diturunkan saat bertandang ke PSDS,” ucap Kustiono.

Untuk menghilangkan ketegangan pascabertanding, Senin (15/2) Kustiono meliburkan pemain dan kembali menggelar latihan di Kebun Bunga Medan, Selasa

Jampi Hutauruk: Itu Gol Tuhan

Pelatih Kiper Jampi Hutauruk membantah bila dua gol yang bersarang di gawang PSMS akibat kesalahan M Halim sebagai penjaga gawang. “Kita sama-sama lihat kan kalau di situ ada tiga pemain belakang tapi tetap gol juga,” ucap Jampi ketika dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Senin (15/2).

Seperti yang disampaikan Jampi, saat menghadapi Persita Tangerang, Minggu (14/2) lalu M Halim sudah menempatkan posisinya dengan baik. Adanya tiga pemain belakang PSMS seharusnya tidak menjadi ancaman yang perlu diantisipasinya.

Hanya Jampi menyesalkan Luis Edmundo mendapat ruang yang demikian bebas untuk melakukan heading dan menjebol gawang M Halim.
Begitu juga saat ditundukkan Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu. M Halim sudah melaksanakan perannya sebagai penjaga gawang yang merangkap sebagai libero dalam formasi 3-5-2 yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih. “Memang M Halim sedikit terlambat untuk mundur. Tapi kalaupun diulangi 10 kali itu belum tentu gol. Jadi kalau saya bilang itu gol yang dibuat Yang Kuasa,” tambahnya.

Di tempat berbeda M Halim saat dihubungi mengaku tengah tengah menenangkan diri sekaligus melakukan koreksi untuk penampilan yang lebih baik ke depan. “Saat ini saya tidak memikirkan bola dulu lah. Tapi memang kedua gol itu jauh dari perkiraan saya, :” ucapnya.

Suimin Latih Tim ISL, Saha Ditelepon PSM


MANTAN pelatih PSMS Suimi Dihardja dipastikan akan beraksi di Indonesia Super League (ISL) untuk musim mendatang. Namun, Suimin masih berahasia mengenai tim yang bakal ditanganinya tersebut.

“Yang pasti kontestan ISL, untuk sekarang itu saja. Dalam minggu ini saya akan bilang kok,” ucap Suimin yang ditemui di Kantin Mantan PSMS di seputaran Kebun Bunga Medan, Senin (15/2).

Dikabarkan dalam tiga hari ini, Suimin akan bertolak ke Pulau Jawa untuk mulai menangani tim yang masih dirahasiakannya itu. Dirinya juga membantah bila kepergiannya sebagai bentuk kekecewaan terhadap PSMS usai didepak di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010.

Sementara itu, striker PSMS Ikpefua Osas Saha Marvellous mengaku dirinya dilirik oleh PSM Makasar. Namun, pembicaraan yang sempat dijalin agaknya harus menunggu. Pasalnya, pemain berusia 23 tahun ini memiliki pertimbangan lain sebagai seorang pemain profesional.
Dibanding dengan penampilannya saat membela PSDS pada musim sebelumnya, Osas mengaku kecewa karena tidak mampu mengangkat peringkat PSMS yang saat ini berada di posisi sembilan klasemen sementara Divisi Utama 2009/2010. Karena itu, dirinya berniat untuk menghabiskan musim ini bersama PSMS sembari terus berkontribusi untuk kebangkitan PSMS.

“Saya memang ada terima telepon dari PSM tapi saya pikir itu akan sangat panjang. Jadi saya akan fokus di PSMS ini saja sampai akhir musim ini. Masih ada waktu untuk bangkit kok. Selama pengurus dan manajemen juga bisa mengantisipasi hal- hal nonteknis yang merugikan tim,” tukasnya.
Bagi Saha seluruh pemain yang ada di putaran kedua ini sudah bermain baik, begitu juga materi yang dimiliki PSMS sudah cukup bagus. Sehubungan dengan itu Osas menuding wasit dibalik semua kekalahan itu. “Saya rasa bukan pemain yang salah, pemain sudah bisa main bagus, pemain yang diambil terakhir (Hary Syahputra dan Daniel Ogochukwu, Red) saya akui juga tampil bagus, tapi semua salah wasitnya,” kesal Osas.
Dia juga mensinyalir, tidak maksimalnya hasil yang dicapai PSMS di Divisi Utama musim ini terjadi karena kurang harmonisnya hubungan antara PSMS dan Persatuan sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumut. “Kita selalu kalah, di kandang sendiri pun bisa kalah, saya rasa PSMS ada salah di PSSI, sehingga dampaknya wasit selalu berbuat berat sebelah dan merugikan kita,” bebernya.

Memang patut diakui, PSMS selalu menjadi korban keputusan kontroversi wasit. Penganuliran gol, ketiadaan hukuman bagi tim lawan yang melakukan pelanggaran terhadap pemain PSMS, seperti tendangan penalti, serta mengesahkan gol berbau offside, menjadi biang kerok kekalahan. Padahal, manajemen dan pengurus telah melakukan antisipasi terhadap hal itu.

Sementara itu, Manajer PSMS Hendra DS mengaku, hingga kemarin, belum mengetahui kabar keinginan PSM Makasar untuk merekrut Saha. “Sampai sekarang belum ada saya dengar, kalaupun ada, mereka akan menghubungi salah satu dari pihak manajemen, tapi saya belum ada menerima laporan dari asisten manajer perangkat tim yang lain,” aku Hendra.

Tetapi meski begitu, jika ada, pihaknya tetap akan mempertimbangkan untuk mempertahankan Saha, mengingat PSMS nantinya akan kekurangan striker. “Ini sudah di akhir kompetisi dan kita masih perlu Saha, tapi tetap akan kita lakukan pertimbangan,” pungkasnya

Monday, February 15, 2010

PSMS (1) vs Persita (1)


MEDAN-Meski mendapat dukungan penuh dari para penonton namun tim Ayam Kinantan hanya mampu meraih satu poin setelah dipaksa bermain 1-1- oleh Persita Tangerang pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Dengan perolehan satu poin ini maka PSMS tetap berada di peringkat delapan dengan koleksi 14 poin dari 14 pertandingan yang telah dilakoni. Artinya, untuk musim kompetisi mendatang PSMS masih tetap berlaga di ajang Divisi Utama, bukan Superliga seperti yang pernah ditargetkan.
Tak hanya itu, untuk bertahan di Divisi Utama pun nasib PSMS belum sepenuhnya aman, karena setidaknya dibutuhkan 24 angka untuk berada di zona aman klasemen akhir Divisi Utama Grup I

Saat meladeni Persita kemarin (14/2) tim Ayam Kinantan turun dengan mempergunakan formasi 4-4-2. Awalnya strategi ini berjalan mulus, bahkan Affan Lubis dkk mendikte permainan lawan.

Bahkan serangan yang dibangun Affan dkk dari sisi kanan berulang kali menciptakan peluang, namun penjaga gawang Persita Bayu Cahyo tampil cukup impresif untuk mengamankan gawangnya.

Tapi seiring masuknya winger Dodi Rahwana menggantikan Syaiful Ramadhan di menit ke-34 membuat permainan PSMS lebih hidup, hingga akhirnya tim Ayam Kinantan memecah kebuntuan pada menit ke-43.

Daniel yang menguasai bola di luar kotak penalti Persita namun tidak memiliki peluang melakukan shooting memberi umpan kepada Jacky Pasarela yang berdiri bebas. Dengan tidak tenangnya Jacky mengarahkan bola ke sudut kiri gawang. Tendangan yang tidak terlalu keras itu ternyata mampu mengecoh Bayu dan membawa PSMS unggul 1-0.

Sayang, keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya semenit berselang, Persita Tangerang berhasil menyamakan kedudukan lewat heading yang dilakukan Luis Edmundo.

Penjaga gawang PSMS M Halim yang berdiri terlalu jauh dari mulut gawang tak dapat mengantisipasi dan hanya terpaku menyaksikan si kulit bundar bersarang di gawangnya. Kedudukan 1-1 ini pun bertahan hingga turun minum.
Keberhasilan Persita Tangerang menyamakan kedudukan mengundang reaksi dari para penonton. Yel-yel bernada provokasi mengawali kerasnya pertandingan di babak kedua.

Di babak kedua ini Affan Lubis dkk kembali mengurung lini pertahanan lawan, namun selalu gagal menembus kokohnya lini pertahanan Persita.
Sebenarnya PSMS punya peluang ketika Osas Saha dan Jacky dengan sengaja ditarik pemain belakang Persita di daerah kotak penalti. Namun wasit Isna Triana sepertinya tidak melihat dan tetap melanjutkan pertandingan.

Merasa wasit berpihak, secara tiba-tiba Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa dan seorang fans PSMS masuk ke lapangan dan mengejar wasit Isna Triana. Untunglah petugas keamanan yang berada dilapangan berhasil menghentikan aksi keduanya sekaligus mengamankan Isna Triana yang tampak panik.

Namun polisi tidak dapat menghentikan lemparan botol air mineral dari podium penonton. Seorang pemain Persita Tangerang bahkan langsung terduduk karena terkena lemparan.

“Saya tidak terima kenapa kita yang harus dikerjai. Seharusnya kejadian itu penalti karena Osas dan Jacky ditarik. Ada fotonya kok,” jelas Beny kepada Sumut Pos.

Untuk itu, dirinya berencana mengajukan masalah ini kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. “Anak-anak sudah bermain maksimal tapi kepemimpinan wasit sangat buruk. Setelah mengurus tim, saya akan melaporkan kejadian ini ke Ketua Umum sesuai dengan janji beliau,” tambahnya.

Asisten Pelatih Persita Tangerang, Endang H mengaku puas dengan penampilan para pemainnya. Sekalipun satu poin yang didapat tidak memuluskan langkah mereka ke delapan besar, hasil seri merupakan target yang berhasil dicapai.
“Kita sudah memiliki keyakinan akan mampu mencuri poin dari PSMS. Pasalnya, menghadapi Persikabo saja pun PSMS kalah ,” ucap Endang.

Dugaan Adanya Konspirasi

DUA pertandingan kandang PSMS di putaran kedua Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 yang berakhir mengecewakan menimbulkan kecurigaan adanya konspirasi. Targetnya, PSMS harus kalah.

Kuat dugaan, konspirasi ini dilakukan oleh orang kuat dan berpengaruh di kepengurusan dengan memanfaatkan wasit di lapangan.
Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa tidak menampik adanya konspirasi jahat yang ditujukan untuk PSMS.
Hanya saja ketiadaan bukti membuat Beny enggan menyebut inisial oknum yang kabarnya seorang pengurus PSMS.
“Saya sudah tahu dan itu (konspirasi, Red) memang ada. Cuma karena saya tidak ada bukti kuat untuk menyebut nama,” ucap Beny.
Sehubungan dengan itu, Beny pun hanya bisa berharap pada tiga laga kandang yang sisa wasit dapat bertindak obyektif dan menjunjung sportifitas pertandingan.

Jurang degradasi mulai terbentang

Presiden SMeCK Hooligan Nata S menilai, target PSMS Medan kembali menuju Liga Super Indonesia sudah buyar setelah bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang, Minggu.

“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.

Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.

Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.

Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.

Jurang degradasi mulai terbentang

Presiden SMeCK Hooligan Nata S menilai, target PSMS Medan kembali menuju Liga Super Indonesia sudah buyar setelah bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang, Minggu.

“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.

Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.

Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.

Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.

Gol Jecky sia-sia

Tampil lebih baik dari pertandingan sebelumnya, PSMS Medan kembali harus menuai hasil kurang memuaskan saat ditahan imbang 1-1 oleh Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Minggu.

Bertekad memperbaiki penampilan pasca kekalahan memalukan dari Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu, anak-anak Ayam Kinantan langsung menyerang sejak peluit pertama. Kali ini, pelatih PSMS Kustiono menduetkan Osas Saha dan Jecky Pasarella di lini depan serta mempercayakan lini tengah kepada Ogochukwu Daniel.

Peluang pertama didapat tuan rumah ketika umpan tarik Saha yang sisi kiri pertahanan lawan ditepis penjaga gawang Persita, Bayu Cahyo. Bola yang tidak sempurna ditepis masih sempat disundul winger PSMS, Syaiful Ramadhan. Uniknya, Syaiful yang sudah di muka gawang kosong gagal memanfaatkan peluang emas tersebut.

Begitu juga sepakan Daniel masih membentur mistar atas gawang tim tamu setelah sempat tersentuh kiper lawan. Sebaliknya, Persita yang mengandalkan serangan balik hanya sesekali mengancam gawang M Halim.

Semenit menjelang jeda, seisi Stadion Teladan langsung bersorak gembira. Pasalnya, kebuntuan PSMS mampu dipecahkan oleh Jecky dengan golnya. Sayangnya, selebrasi pasukan Kustiono tak berlangsung lama karena Persita langsung menyamakan skor di masa injury time babak pertama.

Dihiasi teriakan-teriakan “Pengurus Mundur” dari suporter fanatik Ayam Kinantan, M Affan Lubis cs berusaha mencetak gol kedua di 45 menit tersisa. Tercatat dua peluang Saha hanya sebatas nyaris membuahkan angka karena kegemilangan Bayu Cahyo di bawah mistar gawang Persita.

Masuknya Tri Yudha Handoko sempat memberi asa bagi tuan rumah, namun tendangan kerasnya di dalam kotak penalti masih bisa diblok pemain belakang skuad Elly Idris itu. Alhasil, PSMS harus puas meraih satu poin dalam pertandingan yang juga ditandai keributan kecil di akhir pertandingan akibat ulah kepemimpinan wasit.

SMeCK Hooligans dukung Persita

SMeCK Hooligans memastikan diri akan mendukung Persita Tangerang daripada skuad Ayam Kinantan, karena tidak sejalan dengan kebijakan pengurus PSMS Medan.

Demikian dikatakan Presiden SMeCK Hooligans Nata Simangunsong di Medan kemarin. Menurut Nata, kekalahan memalukan saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu lalu, disinyalir beberapa klub suporter sebagai akibat arogansi oknum-oknum pengurus terutama sekretaris umumnya.

"Penggantian Suimin Dihardja yang dianggap indisipliner merupakan bukti nyata pengurus tidak bisa dikritik dan tidak mau mendengar berbagai masukan demi kebaikan klub kebanggaan kota Medan ini," ujar Nata.

Dia mensinyalir, oknum Sekretaris Umum PSMS berinisial HM menjadi dalang hancurnya prestasi Ayam Kinantan. "Dia merupakan sosok yang tidak mau menerima kritikan," sesal Nata.

"Bila tersinggung akan langsung bertindak arogan termasuk terhadap Suimin yang seringkali protes,” tambah Nata di Polsek Medan Kota, terkait penangkapan suporter yang melakukan tindakan anarkis atas kekalahan PSMS.

Nata menambahkan, bila suara SMeCK tidak didengar demi keselamatan PSMS, maka pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan dan balik mendukung Persita, Minggu besok

Laga Berat di Kandang

Setelah beberapa hari lalu kalah 0-1 atas Persikabo Bogor, hari ini (14/2) tim kebanggaan masyarakat Medan, PSMS kembali melakoni laga dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI di Stadion Teladan Medan menghadapi Persita Tangerang.

Bagi PSMS yang akan mendapat dukungan dari para pendukungnya, kemenangan merupakan harga mati.

Hal itu disampaikan Asisten Manager PSMS Beny Tomasoa didampingi Sekretaris Tim Firyan Hamdy, Sabtu (13/2).
“Kita telah melupakan kekalahan atas Persikabo, karena kita ingin meraih kemenangan dari Persita,” ucapnya.

Menurut Beny, untuk menghadapi pertandingan kali ini seluruh pemain sudah sepakat untuk tampil all out. Tak hanya pemain, Kustiono, pelatih PSMS telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi laga kontra Persita guna menebus kekalahan yang terjadi pada putaran pertama lalu.

“Pertandingan ini merupakan partai balas dendam, sebab pada pertandingan pertama PSMS kalah dari Persita. Jadi, mumpung tampil di hadapan pendukung sendiri, kita harus mampu memetik kemenangan,” ujar Kustiono, pelatih PSMS.
Untuk merealisasikan ambisinya itu pada pertandingan nanti Kustiono mengaku telah menyiapkan strategi khusus yang selama ini belum pernah diterapkannya.

“Anak-anak telah fasih melakoni metode permainan yang akan diterapkan tadi,” bilang mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Rencananya, untuk lini depan nanti Kustiono akan menduetkan striker Osas Saha dan Jecky Passarela. “Jacky memiliki kecepatan. Itu akan membuat lawan kesulitan mengawalnya. Selain itu dia juga memiliki passing yang bagus. Jadi sangat tepat bila ditempatkan sebagai second striker.
Dengan tampilnya Jacky, maka lagiun asing PSMS yang pada debutnya melawan Persikabo ditempatkan digaris depan Ogochukwu Daniel akan dikembalikan ke posisi awalnya, sebagai seorang gelandang.

Sah-sah saja jika Kustiono merasa optimis bila anak asuhnya mampu membungkam Persita. Pasalnya, sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di berbagai ajang, tim manapun yang tampil sebagai tuan rumah selalu tampil sebagai pemenang.

Terlebih pada pertandingan hari ini Persita tak diperkuat striker Rishadi Fauzi yang terkena akumulasi kartu.
“Kondisi ini jelas menguntungkan kita. Tapi kita tak boleh larut, karena siapapun pemain yang diletakkan di lini depan tim itu, mereka selalu mampu merepotkan lini pertahanan lawan,” bilang Kustiono.

Kendati begitu, asisten pelatih Persita Rahman Sidik tak menampik jika mental pemainnya sempat hancur pasca kalah 0-1 dari Semen Padang.
“Kami tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Kami ingin kemenangan untuk menebus poin yang hilang dalam lawatan ke Padang,” bilangnya.
Terkait pola main PSMS yang selama ini terkenal keras dan fanatik, Rahman mengatakan bahwa timnya tak terkejut dengan cara main seperti itu. Apalagi selama ini kedua tim sudah sering bertemu.

“Tidak perlu takut menghadapi PSMS. Kami sudah saling mengenal permainan masing-masing,” pungkas Rahman mantap.

Jacky Jadi Starter

UNTUK tampil maksimal pada laga di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) nanti, skuad PSMS telah bertekad membalas kekecewaan yang didapat saat kalah 0-1 atas Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu.

Untuk itu Kustiono mengajak seluruh pemain untuk tetap fokus serta tak lupa memaksimalkan variasi serangan seperti yang dilakukan pada latihan yang berlangsung di Stadion TD Pardede, Jumat (12/2) sore.

”Anak-anak kita himbau untuk memaksimalkan variasi serangan di lapangan. Ini yang menjadi kendala dan penyebab kekalahan atas Persikabo Bogor beberapa waktu lalu, yang mana para pemain terlalu terpaku pada konsep yang telah ditetapkan,” ujar Kustiono usai latihan.
Pada latihan tersebut, Kustiono terlihat menurunkan pemain dengan posisi yang berbeda pada saat pertandingan, Rabu (10/2) lalu.
Kemarin, Jacky Pasarella langsung dimainkan untuk mendampingi Osas Saha.

“Osas adalah seorang striker murni. Selama ini dia kekurangan suplai bola yang bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol,” ucap Kustiono.
Selanjutnya Kustiono tak menampik jika metode permainan yang diterapkannya nanti membutuhkan pemain dengan kondisi fisik yang prima.
“Terpenting adalah seorang pemain harus mampu bermain happy. Bila itu dilakukan, maka takkan sulit bagi kita untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

Tak asal ngomong. Agar para pemainnya dapat tampil maksimal Kustiono telah melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada seluruh pemainnya.

Ia berharap dengan cara itu maka motivasi seluruh pemain dapat terdongkrak . Selain itu membangun komunikasi yang baik di antara pemain mutlak dilakukan. Bagaimanapun, komunikasi masih menjadi kendala yang harus segra diatasi.

Di tempat terpisah, pelatih kiper Jampi Hutahuruk menegaskan bila kekalahan atas Persikabo Bogor bukan sepenuhnya kesalahan M Halim sebagai penjaga gawang PSMS.

Meskipun begitu dirinya tetap menambah porsi latihan. “M Halim sudah memopsisikan dirinya dengan tepat waktu itu (Rabu, Red), hanya saja dia kurang cepat mundur ke gawang. Mungkin kalau diulang sampai 10 kali, bola itu belum tentu gol,” bela Jampi.

Dilanda Krisis Finansial

Punggawa Ayam Kinantan dilanda krisis finansial menjelang berlaga kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) besok. Hingga kemarin, dana hibah dari APBD Kota Medan belum juga turun. Akibatnya, gaji pemain terlambat dibayar.
Salah seorang pemain yang tak mau ditulis namanya mengaku, belakangan ini gaji memang terlambat dibayar. “Memang tak sampai tak dibayar, hanya terlambat beberapa hari. Tak seperti biasanya. Biasanya paling lama tanggal 7 sudah diserahkan tapi bulan ini sampai tanggal 9,” kata pemain itu.

Tapi, pemain memaklumi karena kondisi finansial PSMS memang lagi bermasalah. “Ya semua tim juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah. Kita hanya terlambat beberapa hari saja kok,” sambung pemain itu.Kini, pengurus dipaksa untuk mencari dana talangan dari donatur yang mau mendahulukan, agar gaji pemain tak terlambat dan bisa konsentrasi menghadapi Persita serta laga sisa putaran kedua.

Pengurus mengaku, dana talangan itu akan dibayar kepada donatur palaing lambat bulan April mendatang karena dana hibah kabarnya turun bulan April mendatang. “Kita pengurus dan manajemen bersedia kok untuk diaudit. Bila perlu donatur itu langsung berhubungan dengan pemain,” kata Ketua Bidang Teknik PSMS, Freddy Hutabarat saat ditemui di Mes Kebun Bunga Medan, Jumat (12/2).

Apa ada yang mau? Sementara ada oknum pengurus yang disenangi oleh pengusaha sehingga urung memberikan bantuan untuk PSMS? “Kalau memang itu kendalanya, kita bisa membicarakannya. Sejauh itu untuk kemajuan PSMS, kita akan meminta oknum yang bersangkutan untuk mundur. Begitupun status di pengurusan sebagai dasar untuk mengumpulkan dana bisa kita bicarakan,” tegas Freddy. Pelatih PSMS, Kustiono pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa memberikan masukan. Mantan Pelatih PSAP Sigli itu bilang, lembaga yudikatif, eksekutif dan pengusaha di daerah harus ikut mendukung untuk mengatasi krisis finansial yang melanda PSMS

Hapus Trauma, tak Takut Rap-rap

Punggawa Ayam Kinantan benar-benar trauma dengan kekalahan atas Persikabo Bogor, Rabu 10/2) lalu. Untuk menghapus trauma itu, Pelatih PSMS, Kustiono pun memindahkan latihan ke Stadion TD Pardede di Jalan Medan-Binjai, Jumat petang (12/2).
Rombongan punggawa PSMS berangkat dengan menggunakan bus yang selalu membawa tim kalau akan melakukan pertandingan. Ada informasi, dipindahkannya latihan selain menghilangkan trauma, pengurus juga takut kalau pecinta PSMS masih emosi dan mengamuk lagi begitu melihat tim kesayangannya latihan di Stadion Teladan Medan.

Tapi, hal itu dibantah oleh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya, pemindahan tempat latihan karena kondisi lapangan Stadion Teladan Medan terlalu keras untuk menggelar latihan dan dapat menyebabkan cedera. “Tidak, kita dan seluruh suporter sama-sama menyayangi PSMS jadi tidak mungkin mereka menyakiti para pemain. Apalagi kita juga siap menampung aspirasi mereka. Pemindahan ini lebih kepada kondisi lapangan. Ke depan ini akan menjadi pembicaraan antara manajemen dan pengurus,” ucap Benny.

Sementara itu kubu Persita Tangerang mengaku sudah siap menghadapi PSMS meskipun main di Stadion Teladan Medan. Bahkan, kemarin (12/2) pagi, Persita sudah menggelar latihan di Stadion Mini USU.

Pelatih Persita, Elly Idris sudah menyiapkan para pemain untuk menghadapi permainan rap-rap PSMS. “Kita sudah tahu PSMS merupakan tim dengan ciri khas rap-rapnya. Apalagi bermain di kandang, saya yakin pola permainan ini akan lebih terasa. Yang pasti kita akan coba mencuri kemenangan,” kata Elly Idris.Pendekar Cisadane juga tak terpengaruh kekalahan atas Semen Padang dan absennya striker muda, Rishadi Fauzi akibat akumulasi kartu.

“Saya sudah berbicara dari hati ke hati dengan pemain dan mereka sudah bisa menerima kekalahan atas Semen Padang, karena lengahnya pemain belakang dan itu sudah kita perbaiki. Kenangan mengalahkan PSMS di Tangerang akan menjadi motivasi pemain,” tegasnya. Dalam lawatannya ke Medan, Elly Idris hanya memboyong 15 pemain karena satu pemainnya terpaksa dipulangkan karena sakit.

Diam-diam Pengurus Hubungi Keltjes

Pengurus memang sudah sepakat untuk mempertahankan Kustiono hingga akhir musim. Tapi, posisinya di luar terus digoyong. Kemarin (12/2), diam-diam ada pengurus yang sudah melobi mantan Pelatih PSMS di ISL, Rudi W Keltjes untuk kembali melatih punggawa Ayam Kinantan.
Rudi W Keltjes yang dihubungi mengaku memang ada menjalin pembicaraan dengan Doni Latuperissa. “Doni ada tanya sama saya mengenai PSMS tapi saya hanya mau ngomong dengan orang yang berkepentingan,” kata Rudi.

Rudi mengaku, memiliki keinginan untuk berperan dalam perbaikan PSMS ke depan. Itu pun dengan beberapa catatan. “Masalah PSMS tidak terletak di tangan pelatih saja. Dengan pemain muda dan tenaga yang masih segar merupakan modal menjadi tim kuat, meskipun itu bukan kerja yang mudah. Asalkan pengurus mau makan ikan asin bersama pemain, saya yakin PSMS bisa kembali seperti dulu,” pungkasnya.
Yang pasti, manajer PSMS, Hendra DS memutuskan untuk mempertahankan Kustiono sebagai pelatih hingga akhir musim, tapi dengan catatan mampu membangkitkan kembali permainan rap-rap yang sudah hilang.

“Pergantian pelatih itu selain akan membuat kita mengeluarkan cost yang lebih banyak, tidak ada jaminan bahwa sosok pelatih yang baru bisa membawa tim ke arah yang lebih baik,” ujar Hendra DS

Friday, February 12, 2010

Dua Suporter Sudah Dilepas, Posisi Kustiono Aman


Pecinta PSMS dan Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) Hooligan meminta pengurus harus bertanggung jawab terhadap dua suporter yang kini ditahan polisi di tahanan Mapolsekta Medan Kota, karena terlibat kerusuhan usai PSMS dikalahkan Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan, kemarin (10/2).

“Pengurus harus bertanggungjawab terhadap kedua suporter. Bagaimanapun kerusuhan itu diakibatkan masyarakat tidak terima kekalahan PSMS. Kedua suporter ini juga membeli tiket kok, jadi sudah seharusnya pengurus turun memberikan perhatian kepada mereka,” beber Presiden Smeck Hooligan, Nata Simangunsong, Kamis (11/2). Tadi malam, wartawan koran ini mendapat informasi, kalau kedua suporter tersebut sudah dilepas oleh polisi. “Iya, sudah dilepas. Keduanya masih berstatus pelajar SMP dan kita yang mengurusnya,” kata Kabid Pembinaan dan Wakil Ketua Panpel PSMS, Freddy Hutabarat saat dihubungi, tadi malam.

Pengurus Mendadak Gelar Rapat Evaluasi
Buruknya penampilan PSMS di awal putaran kedua kompetisi Divisi Utama 2009/2010 membuat pengurus jadi sorotan pecinta Ayam Kinantan. Buntutnya, kemarin (11/2), beberapa unsur pengurus dan manajemen mendadak bertemu untuk melakukan evaluasi.

Pertemuan yang dipimpin Manajer PSMS, Hendra DS itu dihadiri oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja dan Penasehat Teknis, Surianto Herman dilakukan untuk membahas langkah-langkah PSMS di sisa paruh kedua, sekaligus meminta penjelasan kepada tim pelatih masing-masing Pelatih Kepala, Kustiono, Asisten Pelatih Suryono dan Asisten Pelatih, Jampi Hutauruk

Lantas apa yang ditanya pengurus dan apa hasilnya? “Kita mempertanyakan kepada pelatih kenapa menghadapi Persikabo Bogor di awal begitu lemah dan baru bangkit setelah kebobolan. Tapi tetap saja belum memperlihatkan gaya khas PSMS yaitu rap-rap. Ke depan kita harapkan tim pelatih dapat mewujudkan itu semua,” kata Manajer PSMS, Hendra DS, usai pertemuan, Kamis (11/2).

Pertemuan itu, katanya, diakhiri dengan satu kesepakatan bahwa pengurus, manajemen dan pemain harus satu persepsi bila ingin bertahan di divisi utama untuk musim berikutnya. Manajemen, sambungnya, akan tetap mempertahankan Pelatih Kustiono hingga akhir musim.
Menurut Hendra, mengganti pelatih tidak akan memberikan jaminan untuk bisa mengangkat kembali prestasi PSMS ke arah yang lebih baik. “Pergantian pelatih itu, selain akan membuat kita mengeluarkan cost yang lebih banyak, juga tidak ada jaminan bahwa sosok pelatih yang baru bisa membawa tim ke arah yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, katanya, penggantian pelatih akan semakin membuat manajemen dan pengurus kembali dipersalahkan, seandainya perekrutan itu malah membawa tim menjadi lebih buruk. “Saat ini kita sudah dipersalahkan masyarakat karena diangap tidak becus. Nah, seandainya kita ganti pelatih tapi juga kalah atas Persita tentu kita akan semakin dihujat lagi. Kita kan tidak mungkin mengganti pelatih terus setiap kali kalah,” ungkapnya.
Untuk itu manajemen meminta kepada Kustiono untuk meninjau ulang program pelatihan yang sudah dijalankan. Bahkan, secara tegas manajemen meminta Kustiono untuk membangkitkan fanatisme dari sebahagian pemain yang merupakan penduduk asli Sumatera Utara.

Pelatih PSMS, Kustiono menilai pertemuan tersebut sebuah hal positif yang biasa dilakukan satu tim demi perbaikan ke depan. Kustiono pun berjanji untuk melakukan hal yang sama terhadap seluruh pemain saat menggelar latihan, Jumat (12/2) pagi ini di Stadion Kebun Bunga.
“Saya sama sekali tidak sakit hati. Justru saya bangga akhirnya kita seluruh unsur yang terlibat di PSMS bisa duduk bersama berbicara dari hati ke hati untuk satu tujuan, PSMS lebih baik ke depan,” ucap Kustiono di sela-sela latihan, Kamis (11/2) sore.

Kustiono mengaku, kekalahan atas Persikabo Bogor hanya karena kurangnya faktor luck. Begitu pula permainan keras baru terlihat di babak kedua karena mental pemain rendah. “Konsep itu kan tidak harus seperti robot. Pemain juga bisa membuat inovasi selagi itu dinilai baik. Seperti peluang yang dimiliki Tri Yudha Handoko begitu juga Osas Saha kemungkinan bisa menciptakan gol bila menerapkan quick shooting, Sebagai seorang striker murni, selama latihan Osas menunjukkan performa yang bagus makanya saya juga bingung dengan penampilannya kemarin,” jelasnya.

Ke depan sesuai dengan keinginan pengurus dan manajemen, Kustiono akan fokus pada pembentukan mental pemain. Hal itu dirasa perlu untuk membangkitkan kembali permainan rap-rap yang sebenarnya. Bahkan untuk itu dirinya bersiap melakukan regulasi pemain. “Untuk membawakan gaya rap-rap, kita butuh pemain yang benar-benar siap. Jadi bakal ada perubahan formasi pemain ke depan,” tegasnya

Thursday, February 11, 2010

Osas dan Nyek Bakal Didepak

Kekalahan PSMS atas Persikabo tak hanya membuat kursi pelatih jadi sorotan, sinyal perombakan pemain secara besar-besaran langsung bergulir. Striker asing Osas Saha dan defender Nyek Nyobe pun kemungkinan bakal terkena imbas didepak.

Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa mengatakan akan melakukan evaluasi total atas hasil mengecewakan melawan Persikabo, Rabu (10/2). “Kita memang sudah berusaha maksimal, tapi keberuntungan yang masih jauh. Secepatnya kita akan berbenah untuk membawa kebaikan bagi PSMS di masa yang akan datang,” kata Beny .

Belakangan ini, permainan Osas Saha menurun. Hal itu disebabkan karena terdengar kabar Osas tengah dilirik oleh Pro Duta. Begitu juga Nyek Nyobe sudah lama ingin meninggalkan PSMS, sehingga penampilan Nyek semakin buruk.

Kursi Kustiono Langsung Panas

Kekalahan atas Persikabo di kandang sendiri membuat pecinta Ayam Kinantan dan masyarakat Kota Medan marah. Meskipun berhasil mendominasi sepanjang pertandingan, pecinta PSMS tetap tak terima karena kenyataannya tim kesayangannya tetap kebobolan.
Buntutnya, pecinta PSMS pun ngamuk dan melemparkan botol air mineral ke tengah lapangan. Bukan itu saja kekecewaan pun ditujukan kepada Pelatih PSMS, Kustiono. Mereka menuntut pelatih yang baru sepekan menangani PSMS itu pun diminta turun dari kursi pelatih.

Ketua PS Global Medan, Uhum Enesty melalui SMS kepada wartawan koran ini meminta segera lakukan perbaikan dan resuffle kepengurusan. “Dan yang terpenting datangkan pelatih yang berkualitas dengan menggunakan uang APBD,” tulisnya.

Hal senada juga disampaikan Presiden Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) Hooligan, Nata Simangunsong. “Ritme pemain menjadi hilang akibat pergantian pelatih yang tiba-tiba dari Suimin Dihardja ke Kustiono. Padahal semasa bertandang ke Persikabo, PSMS masih menguasai ritme permainan. Apalagi secara materi Persikabo Bogor masih di bawah PSMS. Pengurus juga turut andil di sini,” kata Nata.

“Kita menuntut Kustiono diganti dan tidak lagi pelatih PSMS saat menjamu Persita Minggu (14/2). Atau, kita akan turun ke jalan untuk memboikot pertandingan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Kustiono menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen. “Ya itu semua wewenang manajemen. Saya siap menerima apapun keputusan manajemen,” ucapnya. Asisten Manajer PSMS, Beny Tomaso yang dikonfirmasi mengaku akan membahas hal itu terlebih dahulu. “Soalnya masalah pelatih itu bukan hak saya,” kilahnya.

Tapi, desakan untuk segera mengganti pelatih bakal tak terwujud hingga akhir musim. Pasalnya, pasca pemecatan Suimin Dihardja, pengurus memberi wewenang kepada manajemen untuk menunjuk pelatih baru. Artinya manajemen bisa malu karena salah membuang Suimin

Markus Horison Diserang Fans PSMS


Markus Horison diserang oleh mantan fansnya di Medan. Aksi suporter yang menyerukan agar Markus kembali memperkuat PSMS itu berakhir brutal.

Saat hendak meninggalkan Stadion Teladan Medan seusai menonton laga Divisi Utama PSMS kontra Persikabo Bogor, Rabu sore, 10 Februari 2010, Markus mengaku sudah dikerumuni oleh beberapa suporter PSMS. Mereka meminta agar Markus kembali memperkuat Ayam Kinantan.

Namun, Markus tetap memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju mobilnya. "Saya ditarik-tarik sepanjang perjalanan menuju mobil. Mereka juga berteriak-teriak minta saya kembali ke PSMS," kata Markus.

Saat tiba di mobil, kerumunan suporter tak juga bubar. Bahkan, mereka memilih untuk mengerumuni mobil Honda Jazz milik Markus.

"Saat itu mobil saya sudah lecet dan tergores," beber Markus.

Aksi massa semakin liar. Menurut Markus, saat berusaha untuk menjauh dari kerumunan, kaca belakang mobilnya tiba-tiba pecah. "Saya tidak tahu apakah dilempar atau dipukul," kata kiper yang berganti nama menjadi Markus Haris Maulana setelah masuk Islam ini.

Aksi ini akhirnya mengundang perhatian polisi. Beberapa pelaku perusakan langsung diamankan. Markus selanjutnya berusaha untuk menerobos kerumunan penonton dan menjauh dari Stadion Teladan.

"Terakhir, saya masih lihat bus Persikabo dilempar batu. Beberapa orang yang ada di dalamnya terlihat berdarah karena serangan tersebut," pungkas Markus.

Tampaknya, suporter Ayam Kinantan meluapkan kekesalannya kepada kiper 28 tahun itu. Maklum, tuan rumah PSMS ditaklukkan Persikabo 0-1.

Markus sempat menjadi ikon PSMS bersama Saktiawan Sinaga dan Mahyadi Panggabean. Namun, trio pemain tim nasional ini memutuskan untuk hijrah ke Persik Kediri pada Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009.

Namun, krisis keuangan yang menimpa Persik membuat Markus memilih untuk kembali ke PSMS pada putaran kedua. Sayangnya, kehadiran kiper berkepala plontos itu tak mampu menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi.

Pada ISL 2009/2010, Markus bergabung dengan Arema Malang. Namun, kebersamaan Markus dan Singo Edan berakhir jelang putaran kedua. Rencananya, Markus akan bergabung dengan Persib Bandung

Markus Horison Sesalkan Kebrutalan Fans PSMS


Kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison menyesalkan perusakan yang dilakukan oleh suporter PSMS Medan terhadap mobilnya, Rabu 10 Februari 2010.

Mobil Markus diserang dan dilempari mantan fansnya itu. Kiper 28 tahun ini meminta agar aksi itu tidak sampai menimpa mantan pemain PSMS lainnya.

"Aksi seperti ini menunjukkan ketidakdewasaan suporter. Kalau seperti ini terus, saya pikir sepakbola kita tidak akan maju," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Kamis 11 Februari 2010.

Markus juga mengaku tak akan mengadukan aksi kekerasan yang menimpanya kepada pihak kepolisian. Dia hanya berharap kejadian ini tidak sampai berulang dan menimpa mantan pemain PSMS lainnya.

"Tidak ada gunanya kalau saya lapor polisi. Biarlah saya yang menanggung semuanya. Namun, saya berharap kejadian ini tidak berulang lagi," kata Markus.

"Cukup saya saja yang menjadi korban. Jangan ada lagi mantan pemain PSMS yang mengalami hal seperti ini," tambahnya.

Niat Markus untuk bernostalgia dengan klub lamanya, PSMS berakhir petaka. Mobil Honda Jazz milik Markus dirusak oleh suporter Ayam Kinantan saat hendak meninggalkan Sstadion Teladan, Medan, Rabu 10 Februari 2010.

Markus hadir di Stadion Teladan untuk menyaksikan duel PSMS vs Persikabo Bogor. Pertandingan ini berakhir dengan kemenangan tim tamu 1-0

PSMS 0 - 1 Persikabo Jalan Makin Terja

Jalan PSMS Medan untuk kembali berlaga di kasta tertinggi Indonesia Super League (ISL) musim depan semakin terjal. Setelah dalam laga krusial dipermalukan oleh Persikabo Bogor di kandangnya Stadion Teladan Medan, Rabu (10/2) dengan skor 0-1 (0-0).

Sebenarnya PSMS berpeluang besar memenangkan pertandingan. Soalnya, sepanjang pertandingan M Affan Lubis dkk tampil mendominasi. Strategi formasi 3-5-2 yang diterapkan Pelatih PSMS, Kustiono pun manjur melakukan gebrakan ke pertahanan Persikabo dan memaksa pemain Persikabo bermain setengah lapangan.

Namun, serangan yang dibangun melalui kaki Hari Saputra dkk tak berhasil menjebol gawang lawan meskipun tercatat beberapa kali peluang didapat oleh Osas Saha dan Daniel. Hingga babak pertama usai skor tetap bertahan 0-0.

Di babak kedua, barisan pertahanan PSMS yang dikawal Hary Saputra, Nyeck Nyobe dan Ahmad Maulana Putra mulai kelabakan dengan serangan balik yang dibangun oleh pemain Persikabo. Nyek Nyobe tiga kali membuat blunder dan nyaris berbuah gol.

Petaka pun akhirnya menimpa pada menit ke-54. Melalui serangan balik Jibby Wuwungan yang dipanggil menggantikan Rodrigo Santoni berhasil menciptakan gol ke gawang PSMS yang dijaga oleh M Halim. Kecolongan satu gol, Kustiono pun langsung merubah formasi dari 3-5-2 menjadi 3-4-3.

Syaiful Ramadan ditarik dan digantikan Dodi Rahwana, sedangkan Jacky Pasarela masuk mengganti M Affan Lubis. Masuknya amunisi baru berhasil membalikkan serangan. Beberapa peluang kembali berhasil diciptakan. Sayangnya, peluang itu gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Osas, Daniel, Yudha serta Jacky.

Menjelang menit-menit akhir pemain PSMS semakin frustasi sehingga permainan menjurus kasar. Ribuan suporter juga mulai tidak terkontrol dan mulai melemparan botol air mineral ke dalam lapangan.

Tapi, hingga wasit Suharto meniup pluit panjang skor tetap bertahan 0-1 untuk keunggulan Persikabo. Tak terima timnya kalah, pendukung PSMS pun buat ribut di luar lapangan. Ratusan suporter PSMS melakukan penghadangan kepada tim Persikabo. Bukan itu saja, saat bus yang membawa pemain Persikabo hendak meninggalkan Stadion Teladan Medan, suporter pun ikut mengiringi sambil melakukan lemparan. Tapi, aksi itu akhirnya berhasil diamankan oleh aparat keamanan.

Pelatih PSMS, Kustiono mengaku, kekalahan tersebut akibat pemain tak tenang. “Strategi kita berhasil mendapatkan banyak peluang. Tapi pemain sepertinya tidak tenang sehingga semua peluang hilang,” jelas Kustiono.

“Ya dengan hasil tadi langkah kita ke ISL jelas akan semakin berat.

Tapi ini bukan akhir segalanya, paling tidak kita masih bisa bertahan di divisi utama dan berbenah lebih baik ke depan,” sambung Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa, usai pertandingan.

Sementara Asisten Pelatih Tim Persikabo, Hasyim Azmi mengaku, instruksi yang diberikan pelatih berhasil mematikan pergerakan pemain lawan. “Meskipun jujur saja, ini bukan kemenangan dari skema yang bagus,” kata Hasyim Azmi