Wednesday, May 4, 2011

Vagner Memilih Bertahan

Hasil bagus yang ditorehkan PSMS hingga mampu melangkah ke babak delapan besar, membuat sejumlah tim mulai membidik para pemain PSMS.

Meski terlalu dini, tapi ada isu yang menyebutkan bahwa ada ketertarikan satu tim di Indonesian Super League (ISL) kepada bek asing PSMS, Vagner Luis. Konon tim yang menginginkan jasanya musim depan adalah Pelita Jaya. Kabar itu dituai dari salah satu orang dalam di PSMS yang enggan membeberkan jati diri. “Kami sudah melihat gelagat bahwa Pelita Jaya sudah menghubungi pihak Vagner. Dia bermain cukup baik bersama PSMS musim ini. Tentu saja wajar jika banyak yang ingin merekrutnya,” kata sumber tadi.

Hal itu lalu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. Dan dijawab oleh bek asal Brasil itu bahwa dirinya memang banyak menerima pinangan dari tim lain. Tapi rata-rata dari tim Liga Primer Indonesia (LPI). “Wah saya tidak tahu, tapi saya rasa itu hanya isu (soal ketertarikan Pelita Jaya). Kalau tim LPI memang ada yang meminta saya bergabung,” terang Vagner.

Nah, dengan sejumlah tawaran menggiurkan yang berdatangan, apakah artinya Vagner akan hengkang musim depan? Ditanya soal itu didapat jawaban menarik. “Saya senang berada di PSMS. Saya tidak ingin pindah kalau memang saya dipertahankan. Saya merasa tim sudah seperti keluarga, begitu juga dengan fans setia,” katanya.

“Kalau memang manajemen mempertahankan, saya akan sangat senang dan akan memilih bertahan di PSMS. Kalau itu terjadi, saya hanya minta fasilitas rumah untuk membawa anak dan istri saya ke Medan,” harap Vagner.
Sejak pulih dari cedera di awal musim, Vagner memang selalu jadi pilihan utama di lini belakang. Tak hanya bagus menghalau bola-bola atas, Vagner juga terbilang tajam. Sejauh ini, Vagner sudah mengemas tiga gol yang dicetaknya lewat sundulan. (ful)

PSMS mulai latihan lagi

Pelatih PSMS Medan Suharto menyatakan Faisal Azmi dan kawan-kawan mulai berlatih lagi untuk menghadapi putaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu sore ini.

Menurut Suharto, latihan perdana skuadnya setelah istrahat tiga hari sejak memastikan diri lolos ke babak delapan besar, diharapkannya tidak ada satupun pemain yang mangkir.

Diakui anggota Kodam I Bukit Barisan itu, persiapan harus segera digelar mengingat jalan menuju Liga Super Indonesia (LSI) masih panjang.

“Makanya, kita tidak boleh terlena merayakan keberhasilan ke babak delapan besar secara berlebihan,” pesan Suharto kepada M Affan Lubis cs di Medan, Selasa.

Keberhasilan lolos memang merupakan anugerah terindah bagi skuad Ayam Kinantan, khususnya bagi Suharto sebagai pelatih. Dua musim sejak degradasi dari LSI, PSMS baru punya kesempatan memapak kembali liga tertinggi Indonesia itu musim.

Asisten Manajer Tim PSMS, Drs Benny Tomasoa, mengakui timnya masih akan terus berbenah memuluskan langkah ke babak berikutnya. Kendati kepastian tuan rumah grup B belum pasti, Benny menegaskan membenahi kemampuan tim menjadi elemen terpenting.

Benny pun bersyukur tidak adanya pemain cedera jelang awal babak delapan besar yang direncanakan 12 Mei nanti. Akumulasi kartu juga kabarnya akan dihapuskan. Hal itu menguntungkan, sebab Novi Hendriawan terkena dua kartu kuning di laga penyisihan.

“Masih banyak yang harus kita benahi, maka tim harus kumpul saat latihan perdana Rabu ini. Tidak ada alasan absen,” tegasnya.

Benny juga mengakui skuadnya sempat terdampar selama empat jam di Bandara Soekarno Hatta ketika hendak pulang ke Medan, Minggu (1/5) lalu. Akibatnya, rencana tiba di Medan pukul 17.00 molor menjadi pukul 20.00 WIB.

Alhasil, penyambutan oleh Ketua Umum terpilih Drs Rahudman Harahap MM dan arak-arakan Ari Yuganda cs oleh SMeCK Hooligan terlambat. Untuk itu, Benny bersama ofisial lainnya menyatakan maaf kepada fans PSMS serta masyarakat yang hendak mengelu-elukan pemain setibanya di bandara.

Tuan rumah grup B, PSMS paling berpeluang

EDAN - Meski tiket babak delapan besar didapatkan dengan finish di urutan ketiga klasemen akhir Grup I, PSMS Medan menjadi kandidat serius tuan rumah babak delapan besar dari grup B.

Manajer PSMS, Idris SE yang menjadi wakil saat rapat penentuan tuan rumah di kantor PSSI optimis harapan itu akan menjadi kenyataan. Rapat tersebut memang berjalan cukup ketat. Pasalnya rata-rata tim yang lolos ke babak delapan besar ingin menjadi tuan rumah.

Rapat akhirnya dilanjutkan tanpa kehadiran tim peserta. Melainkan hanya diikuti PT LI bersama PSSI dan ANTV selaku pemegang hak siar pertandingan Divisi Utama.

“Makanya rapat diulang lagi, namun peserta delapan besar tidak diperkenankan ikuti rapat itu. Yang ikut rapat hanya PT LI, PSSI dan ANTV. Dan prinsipnya apapun keputusannya para peserta harus legowo,” ujar Idris.

Namun peluang cukup terbuka karena antusias kota Medan terhadap sepakbola cukup tinggi. Dari segi komersil, pihak pemegang hak siar tentu memikirkan hal itu sebagai potensi mengeruk keuntungan.

“Ya tentu akan dibahas sesuai dengan nilai komersil ANTV sebagai pemegang hak siar. Dan Stadion Teladan sangat komersial karena selalu dipenuhi pendukung setia,” lanjutnya.

Selain itu PSAP yang juga satu grup dengan PSMS turut menunjuk Stadion Teladan untuk jadi tuan rumah babak delapan besar pool B. Sementara dua kandidat lain Mitra Kukar dan Persiba Bantul tetap ngotot ingin menjadi tuan rumah.

“Itu nilai lebih karena PSAP juga meminta babak delapan besar dimainkan di Stadion Teladan. Semoga itu akan jadi pertimbangan PT LI, PSSI dan ANTV untuk memilih Medan jadi tuan rumah,” harap Idris.

Dari awal, PSMS memang sangat yakin bisa menjadi tuan rumah yang baik. Dari segi teknis, Stadion Teladan yang akan jadi venue pelaksanaan babak delapan besar seandainya disetujui, sangat memadai.

Pertama kedekatan dengan hotel, rumah sakit, dan akses menuju stadion dan pusat kota sangat dekat dan penuh dengan line transportasi. Selain itu fasilitas lampu stadion yang layak menggelar laga di malam hari menjadi keunggulan.

“Apalagi stadion kita sudah dilengkapi lampu yang mampu menerangi pertandingan di malam hari. Kalau sehari ada dua laga, maka kita bisa main sore dan malam. Itu salah satu kelebihan kita,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

PSMS berada di grup ketat

EDAN - Sukses melangkah ke babak delapan besar, ujian berat kembali menanti PSMS Medan. Pada babak delapan besar nanti, PSMS dipastikan berada di grup B bersama PSAP Sigli, Mitra Kukar, dan Persiba Bantul.

PSMS pun harus bertarung maksimal jika ingin lolos. Pasalnya, tim penghuni lainnya tak bisa dianggap remeh. Hanya PSAP Sigli yang pernah dihadapi PSMS karena notabene berada di grup yang sama. Sementara dua tim pesaing lainnya, Ayam Kinantan masih buta kekuatan lawan.

Menilik peta di grup ini, persaingan diprediksi ketat. Mitra Kukar pantas diwaspadai. Sebagai pemuncak klasemen grup 2, tentunya tim asal Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, ini menjadi saingan serius. Kiprah Barientos cs sepanjang perjalanan di grup ditandai dengan 15 kemenangan, dua imbang dan tujuh kekalahan dari 24 laga.

Kehadiran dua mantan punggawa PSMS di Mitra Kukar juga menjadi pertimbangan, yakni Boy Jati Asmara dan Wijay. Sementara itu, Persiba Bantul cukup menjadi perhatian. Sama-sama finish di urutan ketiga klasemen akhir, Persiba hadir dengan ancaman dari kandidat top skor Divisi Utama pada diri Fortune Udo. Secara keseluruhan, Persiba mencetak 52 gol dan kebobolan 20 gol.

Di lain pihak, PSAP tetap berpotensi menjungkalkan PSMS meski peta kekuatannya sudah diketahui. Dari rekor pertemuan di grup I, keduanya saling mengalahkan. PSMS kalah 0-2 di Sigli, sedangkan PSAP pun tumbang dengan skor sama di Stadion Teladan Medan.

Yang membuat pertarungan ini berbeda adalah kehadiran Osas Saha, penambang gol tersubur PSAP dengan koleksi 30 gol. Sebelumnya, Saha absen di leg kedua. Agresivitas gol PSAP juga termasuk yang terbaik dibanding tim-tim peserta delapan besar lainnya. 53 kali membobol gawang lawan dan hanya 20 kali bobol.

Manajer PSMS, Idris SE meyakini persaingan di grup ini akan ketat bagi PSMS. Namun tak ada cerita menyerah sebelum bertarung. Apalagi inilah kesempatan PSMS untuk menapaki kembali tangga ISL.

“Memang jalan masih panjang. Tapi kita harus senantiasa optimis. Kalau berhasil jadi tuan rumah maka kita akan lebih berpeluang,” bebernya kepada Waspada Online.

PSMS fokus 8 besar

EDAN - Memastikan tiket ke babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS Medan pun larut dalam euforia. Tidak hanya kebahagiaan menyelimuti seluruh awak tim, ratusan suporter dengan sukacita menyambut kepulangan Andi Setiawan cs setibanya di Medan, Minggu malam.

Namun euforia harus segera disudahi. Pasalnya, perjuangan ke depan masih teramat berat. Meskipun peluang terbuka, tiket Liga Super masih jauh dari genggaman. Untuk itu, Arsitek PSMS, Suharto, tak ingin PSMS terlalu larut dalam euforia.

Suharto pun telah menyiapkan langkah-langkah pembenahan untuk memperkokoh tim. Selama 24 pertandingan di grup I, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Usai meliburkan skuad selama tiga hari, Suharto akan menginstruksikan skuadnya menggelar latihan Rabu nanti.

“Masih banyak yang harus kita benahi, maka tim harus kumpul saat latihan perdana Rabu besok. Tidak ada alasan absen,” beber Suharto, Senin.

Beruntung pada laga pertama babak delapan besar yang direncanakan 12 Mei nanti, tak ada pemain cedera. Akumulasi kartu juga kabarnya akan dihapuskan. Hal itu menguntungkan, sebab Novi Handriawan terkena dua kartu kuning di laga penyisihan grup I.

Di sisi lain, PSMS masih menanti bidding tuan rumah babak delapan besar. Peluang terbuka mengingat Ayam Kinantan adalah satu-satunya klub yang menggelar laga pada malam hari. Artinya, jika pertandingan digelar di Stadion Teladan, laga bisa digelar dua kali sehari.

Namun hingga saat ini, PT Liga Indonesia masih menggelar pleno menentukan klub yang menyandang status tuan rumah. Di babak delapan besar, PSMS tergabung di Grup B bersama PSAP Sigli, Mitra Kukar, dan Persiba Bantul.

Monday, May 2, 2011

PSMS Medan Jalan Masih Panjang

Hegemoni lolosnya PSMS ke babak delapan besar mesti segera disudahi. Jalan menuju liga kasta tertinggi tanah air: Indonesian Super League (ISL) masih panjang. Jangan terlena, itulah pesan arsitek tim kepada Affan Lubis dkk.

Memang lolos ke babak delapan besar merupakan anugerah terindah bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan. Dua musim sejak jatuh dari ISL, PSMS baru punya kesempatan mendaki kembali liga tertinggi Indonesia itu. Itupun meski melewati prosesi panjang.

Di babak delapan besar, PSMS masih menanti bidding tuan rumah. Manajemen PSMS turut meramaikan bursa tuan rumah bersaing bersama Persiraja, Mitra Kukar, dan Bantul. Keputusan bidding tuan rumah sendiri baru akan diumumkan hari ini di kantor PT Liga Indonesia.

“Kita sudah ajukan untuk turut menjadi tuan rumah. Semoga ada pertimbangan baik agar kita dipilih jadi tuan rumah,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin.

Benny optimis kalau Medan bisa melaksanakan babak delapan besar dengan baik. Dari segi teknis, Stadion Teladan yang akan jadi venue pelaksanaan babak delapan besar seandainya disetujui, sangat memadai. Pertama kedekatan dengan hotel, rumah sakit, dan akses menuju stadion dan pusat kota sangat dekat dan penuh dengan line transportasi.

“Apalagi stadion kita sudah dilengkapi lampu yang mampu menerangi pertandingan di malam hari. Kalau sehari ada dua laga, maka kita bisa main sore dan malam. Itu salah satu kelebihan kita,” sambung Benny.

Kembali ke persoalan teknis, pihak PSMS masih akan terus berbenah untuk memuluskan langkah di babak delapan besar. Soal tuan rumah mesti dipikirkan belakangan. Yang terpenting adalah membenahi kemampuan tim. Beruntung pada laga pertama babak delapan besar yang direncanakan 12 Mei, tak ada skuad yang cedera. Akumulasi kartu juga kabarnya akan dihapuskan. (ful/sumutpos)

Duka-haru warnai PSMS lolos 8 besar

BOGOR - Suasana duka dan haru mewarnai keberhasilan PSMS Medan melaju keputaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, setelah melantak tuan rumah Persikabo Bogor 3-2 di Stadion Cibinong kemarin.

Dua gol dari striker Gaston Castano dan Almiro Valadares telah mengantarkan Ayam Kinantan menjadi tiga besar grup I. Sementara dua gol balasan Persikabo atas andil Jibby Wuwungan dan Zainal Arif.

Kemenangan PSMS ini juga dicoreng dengan kemarahan penonton terhadap wasit Fahri Albar dan dua hakim garis. Ratusan suporter PSMS Medan SMeCK Hooligan pun sempat emosi. Polisi Militer dibantu petugas intel dari Kodim Bogor langsung menyelamatkan ketiganya ke tempat ganti pakaian mereka.

Manajer tim PSMS Idris SE dengan suasana haru bersama asistennya Drs Benny Tomasoa memeluki pemain serta pelatih Suharto dan kedua asistennya, H Edi Syahputra dan Donny Latuperissa.

“Hasil ini adalah hadiah dari Allah atas jerih payah kita untuk memperjuangkan PSMS melangkah ke Liga Super Indonesia pada kompetisi depan. Memang untuk lolos ke LSI masih panjang, namun hasil awal ini harus disyukuri,” kata Idris.

Menurut Idris, di putaran 8 Besar PSMS akan satu grup dengan juara grup I Persiraja dan runner up grup II serta kemungkinan juara grup III. PSMS sendiri telah diperjuangkan oleh dua tim lain menjadi tuan rumah. “Namun kepastiannya adalah hasil meeting Senin besok,” ujarnya setiba di Bandara Polonia malam ini.

Sementara itu, pelatih Suharto menyatakan keberhasilan Faisal Azmi dan kawan-kawan ini merupakan sejarah bagi selama menjadi pelatih dengan memiliki lisensi B. “Saya bersyukur dan tidak lupa menghaturkan terima ksih kpada masyarakat Medan, karena telah mendoakan PSMS lolos 8 Besar,” katanya.

“Kita jangan puas dulu. Masih ada pertandingan lainnya di babak delapan besar. Kita harus tetap fokus memperbaiki kondisi tim,” kata Suharto

Peluang Naik Kasta

BOGOR- PSMS membuka peluang naik kasta ke Indonesia Super League (ISL) setelah sukses lolos dari lubang jarum menuju babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia, usai menekuk Persikabo dengan skor 3-2 di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4). Pasalnya, di saat bersamaan, pesaing utama PSMS Persih dan Persita bermain imbang 1-1 di kandang Persih. Dengan hasil tersebut PSMS berasa di urutan dengan poin terbaik 45.

Pada laga itu, PSMS tampil menawan. Sejak menit awal laga, serangan sudah dikuasai PSMS. Hal itu tampaknya tak disangka kubu Persikabo. Mereka lengah dan kerepotan mengawal pergerakan Gaston Castano dkk. Terbukti pada menit ketujuh PSMS sudah mendapatkan peluang emas lewat Ade Chandra yang lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan penjaga gawan. Sayang, sontekannya dimentahkan dengan sigap oleh kiper Persikabo, Wawan Darmawan.

Lima menit berselang, PSMS leading lebih dulu. Lewat kerjasama apik Alfian Habibi-Almiro Valadares-Gaston Castano di sisi kanan pertahanan Persikabo, terciptalah gol pertama lewat sontekan Gaston. Gaston mudah saja menyocor bola setelah menerima umpan silang mendatar dari Almiro Valadares. Skor 1-0 untuk PSMS.
Hegemoni atas gol itu langsung kandas satu menit kemudian. Tepat menit ke-12, Persikabo membalas lewat sontekan Jibby Wuwungan. Gol bermula dari tendangan bebas gelandang tim berjuluk Laskar Padjajaran, dan bola liar mendarat di kotak penalti sejurus kemudian disambut Jibby. Skor imbang 1-1.

Setelah gol itu, PSMS masih mengatur tempo serangan. Serangan masih dikuasai Faisal Azmi dkk. Tapi PSMS terkejut dengan gol Emeka Obidiah menit ke-15. Beruntung Emeka sudah berada di posisi offside. Tiga menit berselang, PSMS kembali digempur dan nyaris kebobolan karena koordinasi buruk di lini belakang. Beruntung Zainal Arif yang sudah tak terkawal gagal memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Setelahnya, PSMS balik menyerang. Menit 20, PSMS kembali unggul lewat sontekan Almiro Valadares. Bola dari sisi kanan PSMS diarahkan oleh Nopianto ke arah Gaston untuk selanjutnya diarahkan kepada Almiro. Dengan tenang Almiro mencocor bola dari kotak penalti ke dalam gawang. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua, PSMS masih menguasai jalannya laga. Beberapa peluang emas masih tercipta. Namun gempuran dahsyat juga diperagakan Persikabo. Dan benar saja, menit 63, Persikabo mendapatkan hadiah penalti setelah Putra Habibi dianggap mengganjal Ilham Hasan. Zainal Arif dipercaya jadi algojo dan dengan mudah mengecoh Andy Setiawan. Skor 2-2.

Gol itu sempat membuat kubu PSMS lemah. Beberapa serangan selalu mengarah ke arah pertahanan PSMS yang dikawal Novi Hendriawan dan Putra Habibi. Beruntung PSMS masih bisa menyerang. Menit 67 Faisal Azmi dijegal di kotak penalti dan sempat mengerang kesakitan. Dan wasitpun menunjuk titik putih. Gaston Castano maju menjadi algojo. Seluruh kru PSMS tegang dan banyak yang tak berani melihat eksekusi penalti itu. Rupanya Gaston bermental juara dan tenang saja mengecoh penjaga gawang Persikabo. Skor 3-2 untuk PSMS bertahan hingga usai laga. “Kita jangan puas dulu. Masih ada pertandingan lainnya di babak delapan besar. Kita harus tetap fokus memperbaiki kondisi tim,” kata Suharto, Arsitek PSMS, usai laga. (ful)

Deg-degan Sebelum Pesta di Kandang Lawan

BOGOR-Laga pamungkas di Divisi Utama kontra Persikabo kemarin sungguh dramatis bagi PSMS. Selain mesti menang, PSMS juga berharap Persita kalah atau draw kontra Persih Tembilahan yang juga dimainkan bersamaan.
Nah, di sinilah sisi dramatisnya. Sepanjang laga, pihak manajemen terus bertanya kepada handai taulan di Tembilahan terkait hasil laga itu. Begitu juga dengan awak media yang terus berkoordinasi dengan wartawan di Tembilahan.

Rupanya terjadi isu menyesatkan terkait hasil pertandingan. Ada oknum Panpel Persikabo yang menyebar isu bahwa Persih sudah unggul 4-0 di babak pertama. Sementara di saat bersamaan PSMS baru menang 2-1 dari Persikabo di babak pertama. Hal itu disinyalir akal-akalan saja agar PSMS mengendurkan serangan karena peluang lolos semakin besar.

Ternyata setelah dikonfirmasi langsung laga Persih versus Persita draw 1-1 setelah tuan rumah sempat unggul lebih dulu. Kekhawatiran kian membuncah karena laga Persih versus Persita masih berlangsung ketika laga Persikabo versus PSMS sudah berakhir. Nah, detik-detik menanti hasil itu ternyata sangat mendebarkan.

“Lho, tapi kabarnya Per sita sudah kalah besar? Wah ternyata isu saja. Syukurlah mereka hanya imbang dan kita tetap lolos,” kata Edy Syahputra, Asisten Pelatih PSMS. Namun skuad PSMS enggan mengetahui hasil di laga persih versus Persita. Begitu menang, mereka langsung berlarian dan berpesta di ruang ganti Persikabo.

Namun di saat bersamaan, PSMS juga harus menyelamatkan diri dari amuk massa yang tak senang dengan hasil tersebut. Begitu wasit Fachri Akbar meniupkan peluit tanda berakhirnya laga, suporter tuan rumah berlabel Kabo Mania menyerbu ke dalam lapangan.

Para pemain langsung berhamburan lari ke pinggir lapangan. Keberingasan pendukung tuan rumah tak berhenti. Mereka menyerbu segelintir pendukung PSMS di tribun barat. Beruntung pihak keamanan dan panpel pertandingan sigap dan mampu meredam. Meskipun begitu, pihak suporter PSMS, dan seluruh skuad tidak bisa keluar dari stadion lebih dari dua jam.

“Beruntung Panpel dan keamanan berkoordinasi dengan baik. Kalau tidak kejadian serupa seperti di Jakarta Utara bisa kembali terjadi. Kita apresiasi kinerja panpel dan pihak keamanan,” bilang Kolonel Asren Nasution, warga Medan yang turut menonton laga itu. (ful)

Kado Indah Ultah ke-61

Kemenangan 3-2 atas Persikabo kemarin menyisakan kebahagiaan dobel bagi PSMS. Selain hasil itu menentukan lolosnya tim ke babak delapan besar, PSMS juga meraih kado istimewa di usianya yang tepat ke 61 tahun (April 1950-April 2011).

“Ini kemenangan istimewa karena kita berhasil lolos ke babak delapan besar. Langkah kita selanjutnya masih berat, tapi kita sangat mensyukuri nikmat ini,” kata Suharto.

Hal senada juga disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Benny bilang hasil bagus ini tak lepas dari peran seluruh pihak.

Dari kubu fans lewat ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong didapat komentar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pemain dan pelatih hingga bisa lolos ke babak delapan besar.(ful)

Kado Indah Ultah ke-61

Kemenangan 3-2 atas Persikabo kemarin menyisakan kebahagiaan dobel bagi PSMS. Selain hasil itu menentukan lolosnya tim ke babak delapan besar, PSMS juga meraih kado istimewa di usianya yang tepat ke 61 tahun (April 1950-April 2011).

“Ini kemenangan istimewa karena kita berhasil lolos ke babak delapan besar. Langkah kita selanjutnya masih berat, tapi kita sangat mensyukuri nikmat ini,” kata Suharto.

Hal senada juga disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Benny bilang hasil bagus ini tak lepas dari peran seluruh pihak.

Dari kubu fans lewat ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong didapat komentar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pemain dan pelatih hingga bisa lolos ke babak delapan besar.(ful)

PERSIKABO Vs PSMS

Seluruh skuad PSMS tampak tenang menatap laga terakhir musim ini kontra Persikabo Bogor, di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4) sore nanti. Laga hidup mati bagi PSMS. Jika menang, maka langkah ke babak delapan besar akan terbuka.

Itupun masih dengan syarat. Kalau PSMS menang namun di pertandingan lain antara Persih kontra Persita dimenangkan Persita, maka PSMS tak lolos karena Persita unggul selisih gol. Jika PSMS kalah dan Persih menang, maka yang lolos ke babak delapan besar adalah Persih. Kesimpulannya, PSMS harus menang sembari berharap Persita kalah. Sungguh situasi yang tak mengenakkan.

Secara teknis, PSMS tak mengalami masalah besar. Absennya palang pintu, Vagner Luis akibat kartu merah sudah bisa diantisipasi oleh hadirnya Putra Habibi. Akumulasi yang diterima kapten tim Affan Lubis juga tak dipersoalkan karena masih banyak gelandang yang dimiliki PSMS.

Bisa jadi Affan digantikan Almiro Valadares atau Tri Yudha Handoko. “Siapa yang paling siap dia yang akan kita mainkan. Tapi yang jelas kita sudah siapkan strategi terkait absennya dua pemain inti kita,” kata Suharto, arsitek PSMS, kemarin.

Laga ini ten

tu bukan perkara mudah untuk dilewati. Meski secara materi skuad PSMS lebih baik, namun Persikabo punya rekor bagus di kandang sendiri sebelum akhirnya rekor kemenangan dikandaskan Pro Titan.

Selebihnya Persikabo selalu menang di kandang sendiri. Bara dendam atas kekalahan kontra Pro Titan diyakini akan dilampiaskan saat melawan PSMS.

“Kita tentu saja tak akan melepas laga terakhir ini dengan kekalahan. Kami ingin menang dan memperbaiki posisi,” kata Maman Suryaman, pelatih Persikabo.(ful)

Saturday, April 30, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Bidik Enam Besar

Kesebelasan Bintang Medan mengincar posisi enam besar pada putaran pertama kompetisi Liga Primer Indonesia musim ini.

"Pastinya saya mau lima pertandingan sisa lagi Bintang Medan tidak terkalahkan. Kalau bisa tiga kali kemenangan saja di kandang dan dua kali seri di luar, saya yakin Bintang Medan bisa menutup putaran pertama ini di posisi enam," kata pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (28/4).

Bintang Medan memang mengawali kompetisi dengan rekor yang kurang bagus. Namun Michael meyakini kondisi timnya saat ini sedang berada pada top performance.

Apalagi beberapa pemain yang selama tidak bisa turun karena cedera sudah bisa dimainkan kembali.

Harapan untuk bertengger di enam besar pada putaran pertama ini, tentunya bukanlah isapan jempol belaka, mengingat konsistensi yang ditunjukkan semua pemain juga cukup menjanjikan. Tidak hanya lini belakang, tengah dan depan, Bintang Medan juga memiliki kiper andal, Decky Ardian Cahyadi.

"Kami punya modal cukup bagus. Decky juga tampil konsisten dan semakin menunjukkan perkembangan. Begitu juga dengan pemain lokal yang lain seperti Sugiono yang tangguh di belakang bersama Amine Kamoun. Syafari dan Rudi Hartono) sangat bagus di sayap," katanya.

Sementara menanggapi kondisi cedera yang kembali menimpa bek asal Tunisia, Amine Kamoun, menurut dia hal itu tidak terlalu menjadi masalah bagi kekuatan timnya, apalagi memang cideranya tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Cedera yang dialami Amine bukan cedera lamanya yakni pada selangkang kiri, melainkan di sisi lain. Usahanya melindungi bekas cederanya memang bisa membuat itu terjadi, apalagi ketika pemain belum benar-benar pulih. Tapi dia tidak masalah. Menghadapi Minang Kabau (Sabtu 30/4) Amine saya rasa bisa turun," katanya.

Begitu juga dengan Syafari yang mengalami nyeri di lutut yang didapat saat menekuk Bogor Raya FC Sabtu, (23/4) lalu dengan skor 4-0, juga tidak terlalu bermasalah dan juga dipastikan akan tetap tampil menghadapi Minang Kabau FC.

"Di Teladan Sabtu nanti, kami tetap menargetkan kemenangan. Kami bagus beberapa laga away terakhir, jadi kami rasa tiga poin tidak mustahil kami dapat," katanya.

Saat ini Bintang Medan masih bercokol di posisi ke-sebelas dengan nilai 18 dari hasil lima kali menang, tiga seri dan lima kali kalah. (antara)

PSMS Medan Asah Asa Tersisa

Skuad PSMS masih yakin bisa memenangkan laga kontra Persikabo Bogor, Sabtu (30/4) besok, dan melangkah ke babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Kuncinya, dengan mengasah asa yang tersisa.

“Kita tidak usah memikirkan hasil tim lain. Pikirkan saja hasil sendiri. Mudah-mudahan kita bisa menang baru memikirkan peluang lolos,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS, kemarin (28/4).

Kekalahan menyesakkan kontra Persitara pun sudah dilupakan. Meski kekalahan itu membuat peluang lolos semakin sempit, namun perhatian harus segera dialihkan ke laga selanjutnya. Untuk itulah, skuad langsung memutuskan berangkat ke Bogor sehari lebih cepat dari jadwal semula. “Di samping itu kita juga takut ada kerusuhan lanjutan di Jakarta Utara makanya kita percepat sehari ke Bogor,” sambung Idris, Manajer PSMS menimpali.

Begitu tiba di Hotel Orri Bogor, skuad memang sempat rest sehari. Namun, Rabu (28/4) pagi dan sore Suharto sudah memimpin latihan Affan Lubis dkk. Menurut Suharto, fokus utama yang harus dibenahinya adalah penyelesaian akhir dari peluang yang tercipta. Intinya, Suharto ingin para pemain bisa mencipta gol dari sisi manapun. Termasuk dari bola-bola mati.

“Kita harus bisa memanfaatkan setiap peluang sekecil apapun. Karena kita butuh gol untuk menjamin kemenangan,” beber Suharto.

Soal peluang lolos, Suharto juga masih percaya diri. Syaratnya adalah bisa menang. Namun Suharto juga berharap Persih berhasil menang kontra Persita di saat bersamaan. “Memang sudah makin berat tapi kita harus tetap percaya diri. Skuad harus bisa memainkan tempo permainan dan tak terburu-buru menciptakan gol. Kalau sudah menang pasti akan lebih lega, sembari menanti hasil laga lainnya,” sambung Suharto.

Selain itu Suharto juga membenahi peluang gol dari bola-bola mati. Untuk hal ini PSMS sebenarnya punya beberapa algojo yang bisa dimanfaatkan. Yakni Affan Lubis, Almiro Valadares, hingga Gaston Castano. Mereka biasanya mampu membikin gol langsung dari tendangan bebas, atau setidaknya mencipta peluang bagi terlahirnya gol.

Soal tendangan sudut juga harus diperhatikan serius. Namun tampaknya absennya Vagner Luis karena kartu merah bisa membuat peluang gol dari tendangan sudut bakal terkendala. Biasanya Vagner lah yang kerap mahir memaksimalkan peluang dari tendangan sudut. Terbukti dia sudah mempersembahkan tiga gol dari tendangan sudut sepanjang putaran pertama ini.

“Ya tapi itu tidak masalah. Di lini belakang kita masih punya Putra Habibi dan Novi Hendriawan yang juga bisa mencuri peluang. Apapun itu yang penting kita harus bisa membuat gol dari sisi manapun dan pulang dengan tiga angka,” pungkas Suharto. (ful/sumutpos)

Sunday, April 24, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Permalukan Bogor Raya

Bintang Medan meraih poin penuh usai melibas tuan rumah Bogor Raya 4-0. Bogor Raya sendiri harus bermain delapan orang usai tiga pemainnya diusir wasit.

Bogor Raya dibekap Bintang Medan 0-4 dalam laga di Stadion Cibinong, Sabtu (23/4/2011) sore WIB. Penderitaan tuan rumah makin bertambah usai tiga pemainnya yakni Rasyid Latuamury, Luciano Rimoldi, dan Masperi diusir wasit.

Menit kedelapan tim tamu membuka skor melalui sepakan An Hyo Yuen. Tidak terkawal di kotak penalti, An melepas tembakan yang gagal dihadang kiper Agus Rohman.

Peluang bagi Bogor Raya hadir di menit ke-19. Sepakan Luciano Rimoldi dari luar kotak penalti masih menyamping di sebelah kanan gawang yang dijaga Decky Adrian.

Bintang Medan memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat tandukan Cosmin Vanesa di menit ke-23. Berawal dari umpan silang dari sayap kiri, bola sempat membentur gawang dan kemudian diterima An di tiang jauh. Ia selanjutnya mengarahkan bola ke arah tengah dan disambar Kasmin.

Bogor Raya semakin menderita karena sepuluh menit menuju jeda, Rasyid Latuamury menerima kartu merah karena melakukan tekel keras.

Dua menit selepas jeda, Bintang Medan mengancam lewat An Hyo Yuen. Menusuk dari sisi sebelah kiri, kemudian ia bergerak ke tengah. Pemain asal Korea ini melepas tendangan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Agus Rohman.

Skor berubah menjadi 3-0 untuk Bintang Medan di menit ke-49 lewat Cosmin Vansea. Berawal dari kesalahan pemain belakang Bogor Raya, Cosmin melepas tembakan parabola. Sementara itu kiper Agus Rohman sudah menjauhi gawang dan berusaha menutup ruang tembak.

Bogor Raya harus keihlangan satu lagi pemainnya setelah Luciano Rimoldi diusir wasit.

Menit ke-52 Bintang Medan semakin jauh unggul 4-0 lewat gol Safari. Pemain bernomor 14 ini bekerjasama satu dua dengan Vansea. Memasuki kotak penalti, Safari melepas tembakan ke arah tiang jauh dan bersarang ke gawang tim dari Kota Hujan itu.

Peluang Bogor Raya Kodrat Maulana dari luar kotak masih bisa ditepis Decky Adrian.

Tim tuan rumah semakin menderita usai Masperi Kasim menerima kartu merah di menit ke-63.

Di babak kedua, hujan yang mengguyur membuat kondisi lapangan di Stadion Cibinong menjadi sangat becek. Pemain kedua tim kesulitan untuk mengoper bola.
(narayana mahendra prastya/detiksports)

Monday, April 18, 2011

Penutup manis dari Ari Yuganda cs PSMS medan menang lagi

Setelah dikalahkan Pro Titan pada Kamis (14/4) lalu, PSAP Sigli kembali menuai kekalahan kedua dalam turnya di Medan pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.

Pada malam ini, tuan rumah PSMS Medan menumbangkan PSAP 2-0. Kemenangan atas PSAP tersebut memastikan skuad Ayam Kinantan meraih tiga angka berkat gol dari kaki Ari Yuganda di menit 55 dan Rinaldo di menit 67.

"PSAP kualitasnya sebenarnya di atas PSMS. Terbukti PSAP terus berada di atas sejak awal musim. Yang jelas, kami bersyukur bisa menang pada pertandingan ini," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sejak menit-menit awal PSMS berupaya menekan. Namun pertahanan PSAP sangat kokoh untuk ditembus. Serangan PSMS acap patah sebelum bola masuk ke kotak penalti Gaston Castano terus mendapat pengawalan ketat dari Sylla Bamba sedikit gerah dan hampir bersitegang.

PSMS baru benar-benar mengancam di menit ke 9. Kali ini umpan silang Gaston coba ditanduk Rahmad. Namun bola sedikit melenceng. Sementara PSAP coba mengancam lewat Moussa Troure, namun tembakannya belum tepat sasaran.

Lewat skema serangan balik di menit 22 PSMS menekan lewat kerjasama Mahadi dan Gaston namun bola silang Gaston gagal diteruskan striker berusia 19 tahun ini. Menit 24, kerjasama apik Donny F Siregar dan Gaston gagal dieksekusi dengan sempurna oleh striker Argentina itu setelah tendangan kaki kanannya diamankan Maskur.

Menit 55, kerjasama Donny Siregar dan Ari Yuganda berbuah manis. Dengan tenang, Ari menendang bola ke sudut kiri atas gawang Maskur. Upaya mendambah daya gedor dilakukan Suharto dengan memasukkan Rinaldo dan Almiro Valadares.

Gol tambahan PSMS akhirnya terjadi menit 67. Rinaldo yang lolos dari jebakan offside mengelabui Maskur dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Tertinggal dua gol, PSAP mencoba bangkit. Menit 70, PSAP mengancam lewat Pondra. Namun tendangan volinya melebar. Begitupula dengan usaha Sayuti yang melakukan tembakan spekulasi.

Usaha terakhir dilakukan Moussa yang melewati tiga pemain PSMS. Meski terjatuh di daerah terlarang, wasit tidak menunjuk titik putih. Asisten Manajer PSAP, M Yusuf, menilai laga berjalan sangat baik.

"Namun saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Salah satunya ketika Moussa Troure seharusnya mendapatkan penalti. Tapi, saya akui PSMS bermain baik dan absennya Osas Saha membuat permainan kami sedikit menurun," ujarnya.

Hiburan ‘freestyle’ alihkan perhatian penonton

MEDAN - Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan,Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan.

Hiburan itu merupakan gawean kelompok suporter SMeCK Hooligan. Selain untuk menghibur penonton, terobosan itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian penonton saat jeda babak pertama. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan. Insiden saat duel PSMS dan Persiraja tak ingin kembali terjadi.

"Waktu saat jeda itu kosong. Jadi kita manfaatkan dengan adanya hiburan. Dengan itu penonton akan terhibur dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan tim tamu seperti pelemparan," ujar Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong.

Menurut Nata, hiburan ini juga ingin menunjukkan kreativitas SMeCK. "SMeCK selalu ingin berkarya dan berkreativitas. Jadi kita ingin tunjukkan itu," ujarnya.

Keinginan SMeCK ini sebelumnya harus mendapat persetujuan panpel dan komisi pertandingan. Pasalnya hiburan seperti ini sangat jarang dilakukan pada pertandingan sepakbola. Benar saja, meski sempat bertanya-tanya para penonton terfokus pada hiburan berdurasi hampir 15 menit ini.

Sorakan-sorakan terdengar dari tribun tertutup maupun sisi tribun terbuka. Usai atraksi tepuk tangan pun bergemuruh menandakan penonton cukup terhibur. Tak ada lemparan-lemparan botol mineral seperti saat duel dengan Persiraja beberapa waktu lalu

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Tangerang Wolves 3-1

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, menuntaskan tekadnya untuk memetik poin penuh di kandang melawan tamunya, Tangerang Wolves dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI). Para pemainnya menunjukkan keperkasaan dengan menyikat Tangerang Wolves dengan skor telak 3-1 meskipun kemenangan tersebut ternoda dengan terjadinya kericuhan antar pemain diakhir laga.

Gol tuan rumah dicetak Cosmin Vansea (19’ dan 89’) dan Gaston Salasiwa (54’). Satu gol balasan Serigala Benteng dilesakkan Wallace Rodrigues da Silva (32’).

Laga seru papan bawah ini mewarnai pekan ke-15 Liga Primer Indonesia (LPI) yang berlangsung di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (16/4) mulai pukul 19.00 WIB. Kemenangan kandang ini membuat riuh SMeCK Hooligan, pendukung setia Bintang Medan, yang sepanjang pertandingan terus menyanyi menyemangati timnya. Pertandingan dipimpin wasit Goran asal Serbia.

Sejak awal, tim tuan rumah langsung bermain menyerang dengan tusukan tajam dari duet penyerang Cosmin Vansea dan Yoseph Ostanika. Kedua striker Soldier Kinantan – begitu julukan Bintang Medan – mendapat dukungan penuh dari gelandang serang Indo-Holland, Gaston Salasiwa, maupun pemain serba bisa asal Australia, Steve Pantelidis. Tim tamu juga membalas dengan motor serangan dua penyerangnya, Wallace dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Permainan babak pertama berakhir imbang, setelah masing-masing mencetak satu gol. Gol Bintang Medan dicetak pemain asal Serbia, Cosmin Vansea, pada menit ke-19. Tiga belas menit kemudian, Tangerang Wolves membalasnya melalui gol Wallace Rodrigues da Silva.

Memasuki babak kedua, kendali permainan dikuasai tuan rumah, yang memang tak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Tekad menang ini bertuah dengan tambahan gol dari gelandang Gaston Salasiwa pada menit ke-54. Serigala Benteng makin terseok dengan bobolnya gawang mereka untuk ketiga kalinya, berkat gol kedua striker jangkung, Cosmin Vansea, pada menit ke-89.

Skor telak 3-1 bagi Soldier Kinantan tak bergeming hingga wasit Goran meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan yang berlangsung dalam cuaca cerah itu. Namun sayang, diakhir laga tersebut sempat terjadi kericuhan antar pemain kedua kubu. Kericuhan berawal ketika Kurniawan dipukul pemain tuan rumah sehingga membuat kubu Tangerang Wolves berusaha membalas perbuatan tersebut.

Ditempat terpisah, asisten pelatih Tangerang Wolves Deca Dos Santo sebenarnya telah mengingatkan agar para pemainnya mewaspadai Cosmin Vansea.

”Ternyata setelah berhadapan di lapangan, mereka malah lupa menjaganya. Akhirnya, Cosmin malah menambah gol pada menit-menit akhir,” tukas Deca usai pertandingan seperti yang dilansir halaman resmi Liga Primer Indonesia.

Menurut pria asal Brasil ini, pada babak pertama Wallace dan kawan-kawan masih dapat mengimbangi permainan taktis Bintang Medan.

“Namun, konsentrasi pemain buyar pada babak kedua membuat gawang kami kebobolan hingga dua kali,” keluh Deca Dos Santos.

Dityo Pramono menyambut gembira kemenangan Bintang Medan.

“Kami bersyukur berhasil memenangkan pertandingan di kandang, setelah sebelumnya hanya bisa seri atau kalah. Semoga hasil positif ini terus berlanjut pada pertandingan berikutnya,” ujar CEO Bintang Medan yang menjadi salah satu anggota Komite Normalisasi PSSI itu.

Raihan tiga poin bagi Bintang Medan membuat mereka bisa bernafas sedikit lega. Kini poinnya menjadi 15, untuk sementara sama dengan Solo FC yang menduduki peringkat 11 pada klasemen sementara LPI. Juga berhasil melewati raihan 14 poin Minang Kabau FC. Tapi, kedua kesebelasan itu baru bertanding besok dalam laga tandang melawan Bali Devata dan Medan Chiefs.

Sedangkan bagi Tangerang Wolves, kekalahan ini menahan mereka beranjak dari papan bawah. Meski satu peringkat lebih baik, poin mereka sama dengan peringkat ke-16, Real Mataram, yaitu 10 poin. Namun, Real Mataram dan Manado United yang berada satu peringkat di bawahnya, dapat menyalip Tangerang Wolves jika keduanya mampu mengalahkan lawan-lawannya besok sore. (medanchiefs.com)

Tuesday, March 15, 2011

PSMS Kalahkan Pro Titan 2-1

PSMS Medan berhasil memenuhi ambisinya menambah raihan tiga angka setelah mengalahkan Pro Titan FC 2-1 (1-0) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2011-2011 di Stadion Teladan Medan Senin.

PSMS lebih dulu tertinggal setelah pemain asing Pro Titan, Mario Costas menjebol gawang PSMS yang dijaga kiper Andi Setiawan, memanfaatkan umpan Ansyari Lubis dari sepak pojok.

Tendangan Ansyari yang mengarah ke mulut gawang PSMS, disambar Mario Costas melalui tandukannya tanpa dapat diantisipasi oleh pemain-pemain belakang PSMS, hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Pro Titan.

Ketinggalan satu gol, membuat anak-anak PSMS mencoba untuk membalas dengan lebih banyak melakukan umpan-umpan lambung langsung ke kotak penalti lawan yang diiringi dengan tendangan-tendangan spekulasi ke mulut gawang Pro Titan yang dijaga Mukti Ali Raja.

Permainan tersebut membuahkan hasil bagi PSMS. Di menit ke-33, Faisal Azmi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah bola hasil tendangannya dari tengah lapangan gagal diantisipasi penjaga gawang lawan.

Berhasil menyamakan kedudukan, pemain PSMS semakin semangat dan terus melakukan tekanan ke barisan pertahanan Pro Titan. Beberapa peluang mereka ciptakan, namun akibat kurang tenang.

Pada babak kedua, PSMS yang sejak awal memang bertekad meraih tiga angka, demi mengamankan posisi di papan atas klasemen, terus berusaha melakukan tekanan. Di menit 61, PSMS mendapat hadiah penalti setelah kapten Pro Titan Suyatni menyentuh bola di kotak terlarang.

Wasit Juhardi Setiana dari Bandung langsung menunjuk titik putih untuk PSMS, meski sempat mendapat protes dari pemain-pemain Pro Titan. Gaston yang dipercaya mengeksekusi, dengan tenang menjebloskan si kulit bundar ke sudut kiri gawang, mengecoh Mukti Ali yang telah bergerak kekanan.

Kedudukan 2-1 untuk PSMS ini bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit.

Asisten manager PSMS Medan Benny Tomasoa usai pertandingan mengatakan timnya memang menang dari Pro Titan, namun kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Buktinya mereka harus kebobolan terlebih dahulu.

"Permainan Pro Titan luar biasa kali ini, kami nyaris kalah, sebelum akhirnya kita dapat dapat membalikkan keadaan," katanya.

Asisten pelatih Pro Titan, Yahya Yusworo, menanggapi kekalahan timnya mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mengimbangi permainan anak-anak PSMS Medan yang memiliki semangat juang tinggi.

"Babak pertama, kami dapat mengimbangi permainan meraka, bahkan kita unggul terlebih dahulu. Namun di babak kedua, kami justru lebih banyak ditekan. namun begitupun, kita tetap bangga dengan perjuangan anak-anak," katanya. (antara)

Thursday, March 10, 2011

Menang lagi

MEDAN - Gol tunggal Vagner Luiz memastikan tiga poin penuh untuk PSMS Medan saat bentrok dengan PSLS Lhokseumawe tadi malam di Stadion Teladan. Hasil ini melanjutkan tren positif tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir.

Pada laga tersebut, PSMS kembali menggeber skema 4-2-3-1 dengan mengandalkan Gaston Castano sebagai tombak tunggal. Perubahan terlihat di lini tengah dengan tampilnya Tri Yudha dan M Affan Lubis sebagai starter. Keduanya menemani Almiro, Donny F Siregar dan Alfian Habibi di lini kedua.

Enam menit laga berjalan, Gaston langsung mengancam gawang PSMS setelah mendapat bola di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah dan mudah diantisipasi Aly, kiper lawan. Sembilan menit kembali mengancam namun kali ini tendangan volinya melambung jauh.

Asyik menyerang, PSMS justru dikejutkan dengan serangan balik tim tamu. Zulkarnain melepaskan tendangan keras yang tipis di atas mistar gawang PSMS. Kerasnya laga membuahkan kartu kuning untuk Ari Yuganda (PSMS) dan Salomon Koube (PSLS).

Di menit 35, Gaston meneruskan umpan ke Alfian Habibi namun tandukannya terlalu lemah. Semenit kemudian gantian Laskar Pasee-julukan PSLS yang mengancam lagi-lagi lewat Zulkarnain. Publik Teladan akhirnya bersorak gembira di menit 38. Vagner Luiz memecah kebuntuan setelah meneruskan umpan tendangan sudut Affan Lubis.

Sebelum turun minum Suharto menambah strikernya denganmemasukkan Rinaldo menggantikan Tri Yudha. Skor tak berubah hingga istirahat paruh waktu. Babak kedua dibuka dengan tendangan bebas Gaston yang masih menyamping. Selanjutnya PSMS terus berupaya memperbesar keunggulan dengan variasi serangan cepat dan umpan jauh.

Menit 55, PSMS harus bermain dengan 10 pemain setelah Ari Yuganda menerima kartu kuning kedua karena dinilai menyikut Carlos Raul. Keputusan ini sempat memicu protes PSMS namun wasit tak bergeming.

Di menit 65, giliran PSLS yang bermain dengan 10 orang. Kali ini Salomon Koube yang diusir karena menerima kartu kuning kedua usai mengasari Rinaldo. Wasit Novari Ihsan pun menjadi sasaran amuk para pemain PSLS yang tidak menerima keputusan tersebut. Namun pihak keamanan sigap mengamankannya.

Menjelang berakhirnya Carlos Raul mengancam setelah mendapatkan bola di kotak penalti. Namun Andi Setiawan tampil sigap dengan memblok tendangan pemain asal Argentina itu. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

"Secara psikologis kita nggak ada masalah. Tapi kita akui PSLS itu tim tangguh.

Dengan tiga pemain asingnya PSLS terliaht berbeda. Sedikit ada koodinasi yang kacau di lini belakang. Tapi itu biasa dalam sepakbola," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sementara itu, Pelatih PSLS Imran Juned mengakui timnya kurang beruntung. "Kita memang bertahan dulu di babak pertama. Baru kita menyerang di babak kedua. Ada enam peluang yang saya catat mengancam. Saya pikir dewi fortuna memang kurang berpihak. Tuan rumah memang pantas menang," ujarnya.