Wednesday, April 7, 2010

PSMS Perbaiki Mes dan Tempat Latihan

Mengintip Aktivitas Stadion Kebun Bunga Pasca-Kompetisi

Empat siswa SMU Negeri 4 Medan setia duduk bersila di batu berpasir. Cerita dalam canda pun mengalir tanpa mengalihkan pandangan mereka dari Stadion Kebun Bunga Medan, markas tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS.

INDRA JULI HUTAPEA, Medan

Ya, Nico, Andriano Purba, Christian Tambunan, dan Norwin merupakan gambaran rasa cinta yang masih tinggi kepada PSMS dari masyarakat Kota Medan. Sekalipun tidak ada jadwal latihan, keempatnya tak langsung beranjak pergi. Tanpa menghiraukan seragam sekolah yang melekat, mereka duduk bersila di halaman mess menghadap Stadion Kebun Bunga.

“Akh, jadi gak ada lagi pemain yang di sini (Mess PSMS, Red), Bang? Karena kami dengar hari ini (Selasa, Red) PSMS ada latihan,” ucap Nico yang bertubuh tambun.

Mereka pun membayangkan pemain favorit tengah beraksi di lapangan sesuai dengan posisinya masing-masing. Nico sendiri menjagokan Hary Saputra di posisi pertahanan. Andriano Purba tampaknya mengagumi penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhan. Christian Tambunan menjagokan Faisal Azmi dengan agresivitasnya di sisi wing. Sementara Norwin, memuja Tri Yudha Handoko.
Mereka bahkan optimis bila pemain favoritnya akan terus dipertahankan mengisi skuad PSMS musim yang akan datang. “Bukan apa-apa Bang, selama satu musim ini hanya mereka yang penampilannya paten. Sayang aja Irwin tidak diturunkan sejak awal,” ketus Andriano.

Rencana Pengurus mengantar PSMS ke Indonesia Super League (ISL) pada 2011 mendatang pun disambut mereka dengan bangga. Meskipun untuk itu anggota salah satu fans club PSMS ini mencatat beberapa pekerjaan yang harus dilakukan para pengurus. Menurut keempatnya, kemerosotan prestasi PSMS tak terlepas dari keprofesionalismean pengurus. “Kalau orang yang duduk di pengurus ngerti sepakbola, mereka pasti bisa mencari jalan keluar,” beber Christian yang disambut riuh tiga temannya.

Selain itu, bak seorang komentator bandal, Norwin menegaskan bila pemilihan pemain juga berpengaruh dalam mewujudkan ambisi bermain di ISL. “Kalau kita mau jujur, dengan pemain saat ini omong kosong mau ke ISL. Makanya, seleksi ke depan harus benar-benar lah. Dari sekarang sudah bisa dikumpulkan uang untuk membeli pemain yang berkualitas. Jangan lagi yang pas-pasan,” tegasnya.

Komentar Norwin juga mengundang tawa yang lain. Mereka lalu menerka-nerka para pemain yang diistilahkan dengan pas-pasan itu tadi. Di selembar kertas Norwin menuliskan nama-nama pemain di luar empat pemain paforit mereka. Tanpa ragu secara bergiliran mereka memberikan tanda minus. “Kita berharap pada pelaksanaan seleksi nanti dilaksanakan secara objektif. Kami akan bawa masalah ini ke kawan-kawan dan bila perlu turun mengawal pelaksanaan seleksi. Jadi kalau ada orang yang mau cari kesempatan jangan coba-coba. Kita mewakili masyarakat Kota Medan sayang dengan PSMS dan tidak izin tim ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ungkap Norwin.

Sebelum beranjak, keempatnya lalu menyatukan tangan sebagai komitmen untuk mengawal persiapan PSMS musim 2010/2011 ini. Teriakan ‘Hidup PSMS’ dari keempatnya terus terdengar meskipun mereka sudah hilang di balik tembok. Ya, meninggalkan gema di Stadion Kebun Bunga yang cerah.

PSMS Perbaiki Mes dan Tempat Latihan

Usaha PSMS untuk membenahi diri tidak hanya menyentuh sektor tim. Tapi juga pembenahan dilakukan pada fasilitas yang ada. Seperti Mes dan Stadion Kebun Bunga yang selama ini menjadi pusat aktivitas tim. Rencananya, markas PSMS itu akan dibenahi dalam waktu dua bulan ke depan.

Menurut Sekum PSMS, Idris SE, waktu libur kompetisi ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan kawasan yang terletak di area Kampung Madras tersebut. “Stadion akan kita tutup selama dua bulan ke depan dan kita akan lakukan perbaikan. Karena memang tim sedang tidak ada aktivitas, karena latihan diliburkan sampai 12 Mei (sebelumnya ditulis 12 April, Red) nanti,” ucap Idris.

Stadion Kebun Bunga yang menjadi tempat aktivitas latihan paling mendesak untuk dibenahi. Pasalnya, kondisi stadion yang sarat sejarah itu memang cukup parah, terutama di bagian lapangan. Tanah yang keras dan bergelombang kerap membuat para pemain dan pelatih mengeluh. Selain tidak nyaman, juga akan berakibat fatal pada cederanya pemain. Beberapa pemain sempat mengalami cedera karena kondisi tersebut.

“Memang yang paling menjadi perhatian kita yakni di sektor lapangan. Tanah yang tidak rata akan kita timbun dan kita ratakan. Supaya pemain bisa leluasa untuk latihan,” ujarnya.

Sementara bagian tepi-tepi lapangan akan diperindah agar terlihat menarik. Nantinya Stadion ini akan coba diberdayakan untuk menarik sponsor. “Selesai renovasi kita menerima jika nantinya ada perusahaan-perusahaan yang mau menaruh papan reklame di sisi lapangan. Seperti, di Stadion Teladan. Bagi yang berminat bisa datang langsung ke sekretariat PSMS di Kebun Bunga,” ucapnya.

Sedangkan untuk mes menginap pemain akan dilakukan sedikit pembenahan. “Sebelumnya kan sudah sempat diperbaiki. Jadi kita hanya tinggal perbaiki sedikit lagi,” tambah pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.

Untuk pendanaan, pengurus PSMS mengharapkan bantuan dari pengusaha-pengusaha di Medan. Saat ini sedang dalam tahap pengajuan. “Kita harapkan donasi dari pengusaha-pengusaha Medan yang peduli dengan PSMS. Untuk saat ini, baru ada satu yang sudah deal,” tuturnya.

Sayangnya, mengenai nama orang budiman tersebut masih dirahasiakan Idris. Pasalnya, yang bersangkutan memang tidak ingin disebutkan namanya. “Beliau memang tidak ingin namanya disebutkan. Yang jelas dari kalangan pengusaha Medan. Kita juga berharap yang lain bisa ikut membantu,” tutup Idris

Seleksi Digelar 26 April

MEDAN-Menyambut Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS akan menggelar seleksi pemain di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (26/4) mendatang. Seleksi yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut akan melibatkan pemain usia 19 tahun hingga 25 tahun.

Demikian Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga usai memimpin rapat pengurus, Senin (5/4). “Seleksi ini kita gelar dalam rangka persiapan tim lapis kedua PSMS. Nantinya pemain yang memiliki potensi mencukupi akan kita promosikan ke skuad inti PSMS. Jadi kaderisasi pemain tetap berjalan dan PSMS tidak akan kesulitan dalam masalah pemain,” ucap Idris.

Seleksi sendiri lanjutnya akan berlangsung selama sepekan di bawah pengawasan tim pemandu bakat yang dipimpin Zulkarnaen Pasaribu didampingi Ismail Ruslan, Amrustian,
Syamsir Alamsyah dan Wiluyo sebagai anggota. Mereka juga didampingi dua tim kesehatan yaitu dr Rori Pane dan dr Nasrul Anas. Idris sendiri sebagai Ketua Tim akan langsung memantau jalannya seleksi didampingi Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan H Sakiruddin SE dari Dispora Sumut.

“Memang ini menjadi beban tambahan. Tapi ini harus dilakukan untuk mencegah adanya permainan dalam proses seleksi nanti. Kita menginginkan pemain yang berkualitas yang memenuhi kriteria penilaian,” tegasnya.

Para pemain yang berkeinginan mengikuti seleksi terlebih dahulu mendaftarkan diri ke sekretariat PSMS stadion Kebun Bunga Medan pada 19 hingga 23 April dengan membawa bio data.
Kepada seluruh perkumpulan sepak bola klub anggota PSMS diharapkan dapat mengirimkan para pemainnya untuk mengikuti seleksi tersebut.

Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir dihunjuk sebagai project officer tim usia 19-25 tahun. “Untuk kedua kategori seperti yang disebutkan tadi para pemain saat mendaftarkan dirinya harus menyertai bio data,” kata Idris. (jul)

Dapat Dukungan Menteri

MEDAN-Kondisi PSMS yang terus menurun memang memprihatinkan semua pihak. Setelah terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL), musim ini pun sempat terancam turun ke Divisi I jika pada pertandingan terakhir gagal mengalahkan Persires.

Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.

Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.

Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.

Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.

“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).

Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.

Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.

Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.

“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)

Dapat Dukungan Menteri

MEDAN-Kondisi PSMS yang terus menurun memang memprihatinkan semua pihak. Setelah terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL), musim ini pun sempat terancam turun ke Divisi I jika pada pertandingan terakhir gagal mengalahkan Persires.

Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.

Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.

Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.

Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.

“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).

Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.

Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.

Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.

“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)

Zulkarnaen Pasaribu Pelatih PSMS Musim Depan

Zulkarnaen Pasaribu dipastikan menjadi pelatih PSMS menatap gelaran Devisi Utama musim mendatang. Demikian hasil rapat pengurus yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (5/4) saat memutuskan Zulkarnaen Pasaribu sebagai pelatih kepala PSMS.

“Ya seluruh pengurus sudah sepakat menunjuk Bang Zul (sapaan akrab Zulkarnaen Pasaribu, Red) sebagai pelatih kepala PSMS. Bang Zul juga akan terlibat di seleksi pemain dalam waktu dekat ini,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang segera menyampaikan pemberitahuan kepada Zulkarnaen Pasaribu.

Seperti yang dipaparkan Idris, nantinya Zulkarnaen akan diberi wewenang penuh untuk menunjuk asisten pelatih yang akan menemaninya menangani si Ayam Kinantan. Begitu juga dalam penunjukan pemain yang akan mengisi skuad PSMS untuk musim 2010-2011 nanti. Dengan demikian keinginan menatap ISL dapat diwujudkan.

“Kita berkaca dari pengalaman di musim 2009/2011 ini. Jadi kita pengurus akan menyerahkan sepenuhnya urusan perekrutan pemain kepada Pelatih Kepala. Karena bagaimanapun yang mengerti teknis dan kebutuhan sebuah tim adalah pelatih. Dari pengurus hanya berharap di 2011 nanti PSMS main di ISL,” bebernya.

Penunjukan Zulkarnaen Pasaribu sendiri lanjut Idris, mengingat keberhasilannya bersama Amrustian dalam memanfaatkan empat pertandingan sisa untuk membuat PSMS bertahan di Divisi Utama. Selain itu, pengurus juga berencana akan merekrut pemain asing asal Asia. Meskipun masih terbuka kemungkinan untuk menggunakan pemain asal Afrika

Monday, April 5, 2010

Pangdam siap dukung PSMS

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M Noer Muis menyatakan kesiapannya mendukung pembentukan tim PSMS Medan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.

Menurut jendral berbintang dua itu di Stadion Teladan Medan, Selasa, usai memberi selamat kepada Bambang Tri Sanjaya cs yang mengalahkan Persires Rengat 1-0 lewat gol semata wayang Dodi Rahwana, persiapan Ayam Kinantan ini harus dimulai sekarang agar pembentukan timnya benar-benar matang.

Pangdam, langsung menyaksikan laga terakhir Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia ini, menilai PSMS masih banyak kelemahan khususnya masalah stamina dan kualitas pemain yang kurang memiliki semangat juang bertanding tidak seperti masa jayanya di tahun 1960-an.

Kala itu, angkatan Ramli Yatim bersaudara (Ramlan Yatim) dan kawan-kawan menjadi tim tangguh di Indonesia dan bahkan Asia. Tercatat masa itu, mereka pernah menahan tim tangguh dari Uni Soviet tanpa gol di Olimpiade.

Lalu generasi selanjutnya terdiri dari angkatan Ahmadsyah Ipong Silalahi, Zulkarnaean Pasaribu, Yuswardi, Ronny Paslah cs yang dilanjutkan masa Sunardi B cs menjadikan PSMS tetap tangguh dan dianggap momok menakutkan oleh setiap lawan.

Namun sekarang kehebatan mereka mulai melorot dan ini harus dibangkitkan lagi di masa kepengurusan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin. Didampingi Kapendam I Bukit Barisan Letkol Caj DR H Asren Nasution, Pangdam mengajak para komandan Koramil di Sumut membangkitkan persepakbolaan di daerahnya masing-masing. “Bila ini bisa terwujud, saya yakin akan banyak lahir-lahir bibit pesepakbola berkualitas,” katanya.

“Saya sendiri siap mendukung untuk memajukan persepakbolaan di Medan khsususnya dan Sumut umumnya,” kata mantan pemain PSSI Aceh Junior semasa SLTA dulu.

Terkait itu, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyambut baik sikap Pangdam dan pihaknya akan mengandeng beliau untuk membentuk tim PSMS yang tangguh menjelang kompetisi mendatang.

Atas keberhasilannya bertahan di Divisi Utama. Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS merencanakan akan menjamu para anak yatim piatu sebagai rasa syukur atas keberhasilan Jecky Pasarella cs di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat (2/4) nanti.

KONI mengelar syukuran

Bertempat di Mess Kebun Bunga siang tadi, pengurus, manajemen dan KONI Medan mengundang seratus anak yatim dari Yayasan Al-Washliyah, Kecamatan Gedung Johor dan Yayasan Zending Islam dalam syukuran PSMS Medan.

Turut hadir pada gelaran itu di antaranya Sekum PSMS Idris SE, Manajer Drs Hendra DS, Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis dan mantan Pj Walikota Medan, Rahudman Harahap.

Bersama dengan segenap pemain Ayam Kinantan, tak henti-hentinya ucapan syukur dikumandangkan atas keberhasilan PSMS bertahan di Divisi Utama. Tak lupa doa dipanjatkan agar PSMS meraih prestasi lebih baik di musim depan.

“Ini merupakan wujud syukur kita atas keberhasilan bertahan di Divisi Utama. Untuk itu, kita berikan sedikit santunan kepada seratus anak yatim. Kita mencoba berbagilah dengan mereka yang membutuhkan,” kata Sekum PSMS, Idris SE.

Pada kesempatan itu, mantan Pj Walikota Rahudman Harahap mengucapkan terima kasih atas perjuangan seluruh pemain menyelamatkan PSMS dari jurang degradasi. “Ini berbicara tentang harga diri kota Medan dan perjuangan kalian berhasil menyelamatkan PSMS. Ini merupakan kerja keras kalian,” ujarnya di hadapan M Affan Lubis cs.

Menurutnya, kondisi sulit yang terjadi belakangan ini di tubuh PSMS menjadi cambuk bagi seluruh awak tim untuk lebih baik lagi di kesempatan berikutnya. “Baik itu pengurus, manajemen, pelatih maupun pemain harus berfikir cara meningkatkan kualitas PSMS lebih baik ke depannya. Tentunya dengan manajemen yang modern dan pengayoman pengurus terhadap pemain itu bisa dilakukan,” pesannya.

Diakui Rahudman, situasi yang terjadi belakangan kurang menguntungkan bagi PSMS. Yang paling krusial akibat minimnya dana untuk pembiayaan kebutuhan tim selama satu musim kompetisi.

“Saya tahu PSMS belakangan dalam kondisi sulit dalam pendanaan. Untuk itu, anggaran PSMS dari APBD harus lebih ditingkatkan. Bahkan kalau perlu sampai 10 kali lipat,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kondisi PSMS harus menjadi perhatian bagi Walikota Medan mendatang. “PSMS adalah harga diri kota Medan dan ini tanggung jawab moral bagi Walikota Medan. Jadi siapapun Walikota Medan nanti, ke depannya harus bertanggung jawab dan memperhatikan kondisi Ayam Kinantan,” kata Rahudman lagi.

Lokal bertahan, Asing terbuang

PSMS segera menentukan langkahnya ke depan mengingat ambisi menggapai Liga Super Indonesia 2011 bukan hal mudah. Langkah pertama yang dilakukan pengurus dan manajemen adalah menentukan nasib para pemain yang ada saat ini.

Kepastian pun terjawab setelah pertemuan internal antara pengurus, manajemen dengan seluruh pemain PSMS di mess Kebun Bunga kemarin. Pertemuan itu menghasilkan keputusan di mana para pemain lokal tetap dipertahankan dan trio pemain asing tidak akan digunakan lagi jasanya.

Ini berarti Ikfepua Osas Marvellous Saha, Ogochukwu Daniel dan Nyeck Nyobe akan segera angkat kaki dari PSMS. Kontribusi ketiga pemain asing itu dianggap minim oleh pengurus dan manajemen.

“Kita sepakat untuk melepas ketiga pemain asing yang ada saat ini, sementara pemain lokal akan kita pertahankan dan libatkan pada pembentukan tim pertengahan April nanti,” kata Sekum PSMS Idris SE didampingi Manajer Drs Hendra DS.

Untuk penyelesaian hak ketiga legiun asing berupa gaji, pengurus dan manajemen berjanji segera melunasinya pada medio April nanti. Untuk pemain lokal yang dipertahankan, mereka akan tetap dibayarkan gajinya per bulan sampai Juli mendatang.

Uniknya, Saha cs memang tidak berniat lagi untuk memperkuat skuad Ayam Kinantan. Sebelum pertemuan, Saha malah menegaskan dirinya akan mencoba peruntungan di klub lain. “Di PSMS? Kayaknya nggak lagi lah,” katanya.

Sementara untuk kursi pelatih, PSMS berniat mempertahankan duet Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian untuk musim depan. "Memang belum ada pembicaraan langsung dengan mereka, tapi kita berniat untuk mempertahankan keduanya," ujar Hendra.

Keduanya juga dipercaya sebagai tim pencari bakat bersama Suyono dan Jamaluddin Hutauruk pada seleksi yang akan digelar pertengahan April nanti. Seleksi juga akan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut (Disporasu).

“Kita harapkan klub-klub yang ada di Sumut mengirimkan pemain-pemain terbaiknya. Untuk pemain lokal yang ada saat ini, kami himbau agar masing-masing tetap menjaga kondisi,” ujar Idris.

Pengakuan Saha

Usai sudah kisah tiga legiun asing PSMS Medan. Keputusan pengurus dan manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak Ikfepua Osas Marvellous Saha, Ogochukwu Daniel dan Nyeck Nyobe mengakhiri kiprah trio asing itu di Medan.

Namun ternyata keputusan tersebut memang sejalan keinginan ketiganya untuk tak lagi mengenakan kaos kebesaran PSMS. Seperti pengakuan striker PSMS asal Nigeria, Osas Saha, dirinya memang sudah memutuskan segera hengkang ke klub lain. Baginya, pengalaman semusim di PSMS sudah cukup membuatnya jenuh.

“Sudah cukuplah. Saya tidak akan bertahan di sini,” ucap Saha sambil menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya tentang langkahnya ke depan.

Menurut Saha, satu hal yang diperlukan dalam sebuah tim adalah kenyamanan, bukan semata mengejar uang. Karena kenyamanan akan membuat suasana hati tenang dan hal itu yang tidak ia temukan sewaktu membela Ayam Kinantan.

“Kita bisa main bagus jika suasana hati kita senang, tidak sekedar uang. Kalau ada uang tapi hati kita tidak senang, sama saja,” ucap Saha.

Saha mencontohkannya saat membela PSDS musim lalu. Ketika itu suasananya dirasakannya sangat nyaman, meskipun kondisi keuangan klub memaksa mereka terlambat menerima gaji sampai hampir 10 bulan.

“Saya tidak akan pernah lupa waktu main di PSDS. Kebersamaannya sangat tinggi, kita susah dan senang sama-sama. Walau tidak ada uang, kita tetap hepi,” kenang pria yang mengaku bersahabat dengan mantan striker Inter, Obafemi Martins.

Ucapan Saha memang bukan bualan. Terbukti ia mencetak banyak gol untuk skuad Traktor Kuning. 18 gol dalam semusim membuatnya menjadi pujaan publik Deli Serdang dan rekor itu berbanding terbalik musim ini.

Kini Saha meminta pengurus dan Manajemen PSMS segera melunasi haknya berupa sisa gaji sesuai dengan perjanjian kontrak. Ia ingin segera angkat kaki dan tidak ingin menunggu sampai Juli nanti.

Mengenai klub yang akan dia singgahi berikutnya, Saha belum bisa memutuskan. “Lihat saja nanti di TV,” ucap Saha diiringi tawanya.

PSMS Akan Rekrut Pemain Asing dari Asia

Manajemen PSMS Medan berencana merekrut pemain asing dari Asia untuk memperkuat tim tersebut menghadapi lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (LI) tahun 2010/2011 Agustus mendatang.

"Pemain bola dari Asia yang akan dikontrak PSMS itu, berasal dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang," ujar Manajer Tim PSMS, Hendra DS , di Medan, Minggu.

Dengan menggunakan pemain dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang itu, menurut dia, sangat tepat dan pemain dari negara itu dapat dengan mudah menyesuaikan pola dan teknik permainan di PSMS.

Manajemen PSMS sudah saatnya memanfaatkan pemain dari Asia itu, sebab selama ini tim PSMS hanya menggunakan pemain Kamerun, Nigeria, Brazil, Argentina dan dari negara lainnya.

"Untuk putaran kompetisi tahun ini, PSMS akan menggunakan pemain Asia. Pemain Asia yang dipakai itu, tentunya yang memiliki kualitas dan sudah memiliki pengalaman tanding di Asia," kata Hendra.

Ia menambahkan, pemain Asia yang dikontrak atau "dibayar" oleh manajemen PSMS itu adalah mantan-mantan pemain nasional yang terbaik dan sudah punya nama di negara mereka.

Sebelum pemain Asia itu diikat kontrak oleh manajemen PSMS, akan diseleksi lebih dahulu, baik fisik, mental, kesehatan dan lainnya sehingga PSMS akan mendapatkan pemain asing yang benar -benar berkualitas seperti yang diharapkan.

"Manajemen akan memberikan kewenangan penuh kepada pelatih untuk menyeleksi ketat para pemain asing itu," tegas Hendra

PSMS Hapus Pemain Titipan

Belajar dari masa lalu, Sekretaris Umum PSMS Idris SE akan turun memantau proses pembentukan skuad PSMS yang dipromosikan menuju Indonesia Super League (ISL) pada 2011. Pemain titipan pihak tertentu dipastikan sulit menembus skuad Ayam Kinantan.

“Selama masih ada saya di PSMS, tidak akan ada pemain-pemain titipan. Semua akan dinilai secara objektif. Sekalipun punya nama besar tapi tidak memenuhi penilaian tetap saja tidak masuk. Kita akan coba bersihkan praktik ini dari tubuh PSMS,” tegasnya.

Sebagai pengurus dan pembina salah satu klub sepakbola usia dini di Kota Medan, Idris mengakui bila praktik pemain titipan itu sudah berlangsung lama. Begitu juga dalam perekrutan pemain PSMS belakangan ini. Untuk itu selain membentuk tim pencari bakat, penjaringan pemain pun sepenuhnya akan diserahkan kepada pelatih.

Sepertinya Idris belajar dari proses perekrutan skuad PSMS pada kompetisi musim ini. Tidak seperti biasanya, sebagai Pelatih Kepala Suimin Dihardja justru diserahkan paket pemain oleh pengurus. Rekomendasi dari pelatih mengenai pemain yang diinginkan justru tidak terpenuhi sehubungan keterbatasan dana saat itu.

Pergantian pelatih dari Suimin Dihardja ke Kustiono di tengah musim pun menjadi celah calo pemain untuk bermain. PSMS pun kebobolan dengan menerima Nikwako Ogochukwu Daniel yang tidak dapat turun di empat laga terakhir dengan alasan cedera. Daniel dibawa oleh agennya Omluck Jr setelah dihubungi salah seorang pengurus yang dikabarkan mendapat komisi dari kontrak Daniel.

“Terlebih dahulu kita akan tunjuk pelatih kepala. Nah, pelatih kepala ini kita beri wewenang penuh untuk memilih tim pelatih lainnya begitu juga mengenai pemain yang dibutuhkan untuk mencapai ISL 2011 mendatang,” tambah Idris

Wednesday, March 31, 2010

PSMS Selamat, Persires Rengat Turun

Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.

PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.

Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.

Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.

Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.

Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.


Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.

Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.

Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.

Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya

PSMS Selamat, Persires Rengat Turun

Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.

PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.

Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.

Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.

Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.

Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.


Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.

Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.

Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.

Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya

PSMS Selamat, Persires Rengat Turun

Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.

PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.

Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.

Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.

Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.

Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.


Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.

Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.

Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.

Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya

Tuesday, March 30, 2010

Ajak Masyarakat Medan Menjadi Saksi

MEDAN-Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengharapkan agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat menyaksikan pertandingan PSMS mengahadapi Persires di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) nanti.

“Saya mewakili Pengurus PSMS mengharapkan masyarakat Kota Medan bersedia menjadi saksi perjuangan PSMS untuk bertahan di Divisi Utama. Bagaimanapun kehadiran masyarakat merupakan bonus tersendiri dalam memotivasi pemain untuk tampil habis-habisan. Jadilah saksi dari moment yang menentukan ini,” ucap Idris kepada Sumut Pos, Minggu (28/3).

Idris sendiri memastikan kepuasan bagi masyarakat Kota Medan yang menonton pertandingan terakhir PSMS saat menjamu Persires nanti. Pasalnya Idris dan manajemen sudah menghimbau kepada pemain untuk tampil all-out pada laga tersebut. Permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS akan kembali ditampilkan di sepanjang pertandingan.

“Memang selama ini masyarakat kecewa dengan kekalahan yang terus diderita PSMS khususnya di putaran kedua. Tapi saya pastikan bila dibawah asuhan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, PSMS sudah menemukan permainan terbaiknya. Kemenangan atas Persih adalah bukti bila pertandingan nanti juga akan berakhir dengan kemenangan untuk PSMS. Mari kita sama-sama merayakannya,” tutur Idris yang juga pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.

“Kami pengurus sudah menyiapkan bonus bila PSMS tidak degradasi dari Divisi Utama. Namun kami tahu itu masih kecil dibanding semangat seluruh pemain. Jadi, dengan membeli tiket pertandingan berarti masyarakat Kota Medan turut andil dalam memberikan bonus kepada PSMS,” pungkasnya.

Himbauan Idris tidaklah berlebihan. Meskipun berhasil menundukkan Persih 2-0, PSMS belum sepenuhnya aman. Dengan koleksi 18 poin, PSMS masih terancam untuk dilewati PSDS yang hanya terpisah satu poin. Pertandingan menghadapi Persires merupakan penentu keberlangsungan PSMS di Divisi Utama musim berikutnya.

Persires yang kini bercokol di dasar klasemen grup I tentunya berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari lubang degradasi. Setelah dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang, pertandingan menghadapi PSMS ini tentu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi hingga berita ini diturunkan tak satu pun kontestan grup I Divisi Utama yang mengetahui jumlah tim yang akan didegradasi musim ini.

Ditengarai jika pengunduran Musi Banyuasin di awal kompetisi melahirkan pertanyaan, apakah dua tim yang terdegradasi termasuk mereka. Yang pasti manual liga menetapkan dua tim di tiap grup akan didegradasi menyusul naiknya enam tim dari Divisi Satu. (jul)

Monday, March 29, 2010

Ayam Kinantan Bermandi Pujian

M Affan Lubis dkk sudah membuktikan janjinya untuk tidak mengecewakan masyarakat Kota Medan. Itu setelah Jumat (26/3) di Stadion Teladan Medan, PSMS menundukkan Persih dengan skor 2-0. Meskipun belum pasti aman dari ancaman degradasi, perjuang keras seluruh pemain mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.

Sabtu (27/3) Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan melalui Ketua Bidang Organisasi, Nunuk menyampaikan ucapan selamat kepada Sekretaris Umum PSMS Idris SE di Stadion Kebun Bunga Medan. “Kita sangat berterimakasih dan bangga atas perjuangan para pemain. Bagaimanapun PSMS adalah barometer sepak bola di Kota Medan,” ucapnya.

Dirinya juga berharap kiranya pada pertandingan Selasa (30/3) nanti, semangat yang sama kembali ditampilkan sehingga PSMS bisa bertahan di Divisi Utama musim yang akan datang. Untuk itu, PSSI Kota Medan siap memberikan dukungan moralnya.

“Ya, kita segenap pengurus akan datang menyaksikan pertandingan itu sebagai dukungan moral yang bisa diberikan. Kita tidak akan rela bila PSMS sebagai motivasi pemain muda terdegradasi ke Divisi Satu,” tambahnya.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun menyambut baik dukungan yang diberikan Pengcab PSSI Medan kepada seluruh pemain. “Itu akan sangat membangun semangat para pemain. Begitu juga dengan kehadiran masyarakat Kota Medan yang merupakan bonus tak terkira bagi tim,” ucap Idris.

Menurut Idris, masyarakat yang datang menonton dengan membeli tiket secara tidak langsung memberi bonus kepada seluruh pemain. “Jadi bonus itu tidak harus dalam jumlah yang besar. Kita pengurus memang sudah menyiapkan sejumlah bonus, namun itu tidak ada apa-apanya dari yang dapat diberikan masyarakat yang datang menonton,” jelasnya.

Begitupun dengan Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis yang tak hentinya mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk datang menyaksikan setiap pertandingan kandang PSMS sebagai bentuk dukungan. “Penonton adalah pemain ke-12 PSMS yang berpengaruh pada kemenangan,” imbaunya.

Pengurus PSMS dan KONI Medan sudah menyiapkan bonus bila PSMS bisa bertahan di Divisi Utama. Sudah tentu, masyarakat sebagai pemilik sebenarnya PSMS tidak akan mau kalah. (jul)

Pekerjaan Belum Selesai

MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu memang patut dirayakan. Namun pekerjaan belum selesai. Bagaimanapun kemenangan itu hanyalah pembukaan menuju pertandi ngan sebenarnya yaitu menghadapi Persires, Selasa (30/3) nanti.

Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.

PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.

Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.

Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).

Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.

PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)

Pekerjaan Belum Selesai

MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu memang patut dirayakan. Namun pekerjaan belum selesai. Bagaimanapun kemenangan itu hanyalah pembukaan menuju pertandi ngan sebenarnya yaitu menghadapi Persires, Selasa (30/3) nanti.

Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.

PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.

Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.

Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).

Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.

PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)

Makin Yakin

MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih yang baru diraih meningkatkan rasa percaya diri skuad PSMS menatap laga terakhir sekaligus penentu, Selasa (30/3) nanti dengan menjamu Persires. Hal itu pula yang ditunjukkan dalam latihan, Minggu (28/3) sore yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan.

Di bawah arahan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, M Affan Lubis dkk melaksanakan semua materi, simulasi, shooting, dan game dengan baik. Beberapa gol berhasil dicetak striker PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang dimanjakan assist dari Faizal Azmi. “Anak-anak tetap menunjukkan semangatnya bahkan terus meningkat. Mereka tetap menjaga komitmennya untuk membela PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Kita berharap kondisi ini terus terjaga sampai menyelesaikan pertandingan, Selasa (30/3) nanti,” ucap Amrustian usai latihan.
Pemandangan serupa terlihat pada latihan menjelang laga menghadapi Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu. Pertandingan itu sendiri dimenangkan PSMS dengan skor 2-0. Dua gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Nyeck Nyobe dan Osas Saha yang didukung dengan permainan rap-rap dari seluruh pemain. “Kita tidak akan mengadakan perubahan karena pola ini yang diinginkan masyarakat Kota Medan dan fans PSMS. Jadi tinggal melihat kesiapan pemain yang akan diturunkan. Yang penting bagaimana semangat anak-anak untuk turun dan bertarung habis-habisan. Kita tidak akan melihat label lagi,” tambahnya.

Kabar baik lainnya seluruh pemain dalam kondisi fit. Deny Wahyudi pun dipastikan siap untuk diturunkan mengisi posisi Chiko Maradona yang harus absen karena akumulasi kartu di lini belakang. Sebelumnya Deny cedera spear, hal ini membuat Deny yang musim sebelumnya membela PSDS harus absen saat menjamu Persih. Begitu juga gelandang PSMS, Daniel.

“Deny sudah sangat fit dan saat menghadapi Persih juga dia sudah mengenakan kostum PSMS kok. Saya yakin dia sudah bisa diturunkan. Kalau Daniel memang dia tidak diturunkan oleh pelatih. Tapi saya lihat dia juga sudah bisa kok diturunkan. Yang pasti tidak ada pemain yang bermasalah,” ucap Medis PSMS Dr Rorywansyah yang dihubungi Sumut Pos, Minggu (28/3).

Adapun Daniel yang mengalami ganguan perut harus absen di dua laga tandang PSMS; PSSB dan PSAP dan kandangnya saat menjamu Persih di Stadion Teladan Medan. Memang dalam latihan terlihat Daniel seperti kesakitan setiap melakukan tendangan yang keras. Bagaimanapun penampilannya akan sangat dibutuhkan untuk memperkuat kemenangan.

Begitu juga dengan Tri Yudha Handoko yang menjadi inspirator gol Saha saat menundukkan Persih. Bersama Faizal Azmi, dirinya akan memanjakan Saha di barisan depan. Agresivitas Saiful Ramadhan pun diharapkan dalam memainkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.

Kepercayaan diri punggawa PSMS tampaknya semakin jadi. Pasalnya, pengurus dan manajemen PSMS ternyata telah mencairkan bonus untuk skuad Ayam Kinantan. Setidaknya ini dipastikan oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu (28/3). “Rp15 Juta dari pengurus dan manajemen sudah kita berikan kemarin (Sabtu, Red). Besok (hari ini, Red) sebagai penambah semangat, pihak KONI Medan juga mengajak skuad makan siang. Kita harapkan pemain bisa maksimal dan meraih kemenangan,” jelas Idris. (jul)