Saturday, May 23, 2009

Bakal habis-habisan

MEDAN - Tak ada istilah lain bagi PSMS Medan kecuali tampil habis-habisan menghadapi Persipura Jayapura pada laga perdana babak delapan besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pukul 15.00 WIB.

Sebaliknya, tim tangguh Persipura mencari simpati penonton Medan. Untuk meladeni permainan cepat Persipura, pelatih PSMS Rudy William Keltjes tidak menampik bahwa pemain asal Papua Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani menjadi tumpuan serangan ke jantung pertahanan tim Mutiara Hitam itu.

"Ellie dan Okto tentu diharapkan bermain maksimal," terang Rudy, sempat memoles Persipura, menambahkan playmaker Brazil Leonardo Zada juga dalam kondisi prima. "Kita tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri," ungkapnya.

Rudy mengharapkan penggemar PSMS turut memberikan dukungan langsung ke stadion. Para suporter yang merupakan pemain ke-12 inilah diharapkan bisa memotivasi para pemain menghadapi laga prestisius menjamu Persipura tersebut.

Manajer tim Persipura Rudy Maswi didampingi Wakil Manajer Tim Anton Imbenai kepada Waspada menyebutkan kondisi para pemain cukup prima. Rudy, 20 tahun berkecimpung di Persipura, musim ini mendambakan double winner. Pasalnya, kekuatan skuad Persipura lebih baik dari tahun lalu yang memperoleh runner-up CDSSI dan semifinalis Liga Indonesia. Ditanya tentang penonton Medan, manajer Persipura tersebut berharap bersikap sportif.

Dalam latihan Jumat (22/5), pemain Persipura sempat membagi-bagikan bola kepada penonton. Sedangkan Pelatih Persipura Jacksen F Tiago tidak membebani tim dengan latihan berat. "Kita lihat saja besok (sore ini-red) di lapangan," tambah di sela-sela memimpin latihan Boaz Solossa cs.

Sementara itu, Wagubsu Gatot Pujo Nugroho menyampaikan dukungannya agar tim PSMS tampil maksimal menghadapi Persipura. Hal itu disampaikan Wagubsu saat menerima audiensi Panpel yang dipimpin Ketua Panitia Wahyu Wahab Usman.

"Insya Allah saya akan hadir menyaksikan pertandingan," kata Wagubsu di kediamannya, Kompleks Setia Budi Indah Medan.

Friday, May 22, 2009

PSMS Janji Tampil Keras

Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes menjanjikan permainan keras khas Ayam Kinantan saat menjamu Persipura Jayapura di babak 8 besar Piala Indonesia di Stadion Teladan besok.

Banyak pihak boleh meragukan kemampuan Ayam Kinantan meredam kekuatan Mutiara Hitam, julukan Persipura. Keraguan itu didasarkan pada performa kedua tim di pentas Liga Super.

PSMS masih harus berjuang untuk lepas dari zona degradasi, sedangkan pasukan Jacksen F Tiago sudah mengunci gelar juara Liga Super. ’’Peluang menang kedua tim fifty-fifty karena pertandingan belum berakhir. Tetapi, saya melihat peluang menang bagi tim kami itu lebih besar,” ucap Rudy, kemarin

Pakai Rap-rap

MEDAN- Melawan Persipura Papua Sabtu (23/5) ini di babak delapan besar Copa Indonesia, skuad PSMS bertekad memunculkan kembali semangat rap-rap yang telah pudar sepanjang musim ini. Terlebih laga leg perdana digelar di Stadion Teladan- yang walau buruk begitu tetap menyimpan sihir bagi klub lawan yang datang bertandang.

Oktovianus Maniani, winger belia PSMS menegaskan bahwa dirinya bertekad main bagus dan tetap menjunjung tinggi pembelaan akan klub yang dibelanya. Meskipun dia berasal dan sempat dibesarkan Persipura.

“Namanya saya main untuk Medan, pasti saya akan membela PSMS mati-matian. Saya akan bertindak profesional demi martabat klub ini. Dan, saya yakin PSMS mampu mengatasi Persipura,” kata Okto usai menggelar latihan di Stadion Teladan Kamis (21/5) kemarin.

Sama halnya dengan Mitchel Nere. Penyerang yang juga berasal dari Papua itu juga berpendapat bahwa dirinya akan main ngotot, apabila diberi kesempatan main oleh pelatih. Usai mencetak gol tunggal ke gawang Johor FC, pemain berambut kribo itu punya kepercayaan diri yang tinggi. Dan, tak menutup kemungkinan Rudi Keltjes akan memberinya kesempatan tampil.

“Seandainya saya diberi kepercayaan oleh pelatih, saya tentu akan menunjukkan kemampuan terbaik saya. Tak peduli siapapun lawannya. Termasuk melawan Persipura. Saya yakin tim bisa meraih hasil memuaskan,” beber Mitchel.

Keyakinan anak-anak Medan untuk menumbangkan Persipura lantas diamini oleh kapten tim, Esteban Guillen. Baginya, dengan bertanding di hadapan pendukung sendiri, tentunya akan memberikan semangat lebih pula akan tim. “Selama ini kita selalu bermain tanpa dukungan banyak fans. Dengan bermain di Teladan, saya yakin bisa meraih angka maksimal. Tentunya kami berharap dukungan dan doa yang terus menerus dari fans PSMS di manapun berada,” bilang pemain bernomor punggung 5 itu.

Lantas apa kata Rudi Keltjes? Pelatih yang lebih dua dekade malang melintang di dunia kepelatihan tanah air itu pun sama yakinnya untuk bisa menang. “Yang penting menang dulu. Tak peduli berapa hasilnya. Setelah menang, baru berpikir lagi untuk menambah jumlah gol atau berpikir yang lainnya. Bagi saya, laga kontra Persipura bakal menarik. Saya harap anak-anak mampu bermain lepas dan tak lupa, gaya rap-rap harus dipertontonkan di Medan,” katanya.

Meski demikian, Persipura tetaplah tim yang patut diwaspadai. Usai menjuarai Indonesian Super League (ISL), Persipura juga pastinya ingin mengawinkan gelar dengan meraih juara Copa Indonesia. Tapi, tunggu dulu, PSMS siap menghadang klub berjuluk Mutiara Hitam itu

Perayaan Untuk Zada

TEPAT 21 Mei kemarin, Leonardo Martin Zada-gelandang serang PSMS merayakan ulang tahunnya yang ke-32. Tak menyangka dia, rekan-rekan setim bahkan juga pelatih PSMS merayakan ultahnya itu, meskipun secara kecil-kecilan.

Usai latihan di Stadion Teladan kemarin, Rudi Keltjes menyuruh seluruh skuad Kinantan untuk berkumpul. Zada yang sedikit lelah digiring juga untuk ikuti instruksi pelatih. Raut wajah Zada biasa saja, sama sekali tak menyangka bahwa dirinya bakal dikerjai rekan-rekannya.

Saat Zada akhirnya berada bersama rekan-rekan lainnya, kejutan pun diberikan. Rudi Keltjes sejak awal rupanya telah menyiapkan satu buah kue tar berukuran sedang. Begitu aba-aba dikeluarkan Rudi Keltjes, salah satu anggota PSMS berlari membawa kue tar tersebut.

Tanpa banyak kata, langsung saja kue tar itu dilemparkan ke wajah Zada hingga sekujur tubuhnya. Zada yang terkejut-kejut tak kuasa menampik serbuan belasan rekan-rekannya. Akhirnya dia pasrah saja sembari sedikit menjilati sisa-sisa kue di wajahnya. Suasana keakraban dan kekeluargaan begitu kentara. Terlebih saat Rudi Keltjes dan pemain lainnya menyanyikan lagu Happy Birth Day to You kepada Zada.

Wah, cukup mengharukan juga. Kalau saja tidak ramai orang, Zada juga pasti akan meneteskan air matanya. Tapi dengan gayanya yang memang kalem, Zada hanya senyam-senyum terharu plus bahagia.

“Lihat, ini ada rekan kita yang bertambah lagi usianya satu tahun. Dan dia masih berada di sini untuk mengangkat prestasi PSMS. Ini pelajaran juga bagi kalian yang masih muda untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik untuk tim dan diri sendiri,” bilang Rudi Keltjes menceramahi pasukannya.

Kebahagian itu, diharapkan mampu membawa motivasi lebih saat PSMS menjamu Persipura Sabtu nanti. Tak hanya bagi Zada, seluruh pemain tentu saja termotivasi ingin memberikan kemenangan bagi segenap fans PSMS

Jelang Bentrok Persipura

Kemenangan tipis 1-0 kontra Johor FC di ajang AFC Cup lalu, membuat PSMS Medan semakin percaya diri. Asupan energi ekstra pun bakal tersaji saat skuad berjuluk Ayam Kinantan itu menjamu Persipura Papua di babak delapan besar Copa Indonesia, Sabtu (23/5) nanti yang akan digelar di Stadion Teladan Medan.

Rudi Keltjes, orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi PSMS, optimis dirinya bisa meraih hasil sempurna saat menjamu klub berjuluk Mutiara Hitam. Saat dijamu Johor FC lalu, PSMS turun dengan skuad lapis dua dan berhasil menang. Nah, lapis utamanya saat itu sengaja disimpan oleh Rudi Keltjes untuk laga kontra Persipura nanti.

Walhasil, kondisi kebugaran skuad inti PSMS saat ini sedang sangat on fire. Bahkan Elie Aiboy diprediksi sudah bisa turun melawan mantan klubnya itu. Cedera engkel yang dideranya mulai membaik sejak beberapa waktu lalu. Zada juga bisa lebih fresh setelah diistirahatkan beberapa hari. Sama halnya dengan Markus Horison hingga bintang muda PSMS, Oktovianus Maniani.

“Kami berhasil menjawab penilaian orang banyak yang menyebutkan kalau PSMS bakal kalah saat melawan Johor FC lalu. Karena kami menurunkan skuad lapis dua. Ternyata kami berhasil memetik tiga angka. Begitu juga melawan Persipuran, meskipun berat, tapi PSMS pasti bisa meraih hasil maksimal,” kata Rudi kemarin.

Oleh karena itu, skuad PSMS pun langsung digodok begitu pulang dari Johor. Dan penggodokan itu saat ini berlangsung di Medan.

Menghadapi Persipura nanti, tampaknya Rudi Keltjes tak banyak mengubah skema. Berbeda sekali saat PSMS bertandang ke Johor. Saat itu PSMS benar-benar tampil tak biasa. Hanya menempatkan satu striker, dan menumpuk lima gelandang sekaligus. Menariknya, yang menjadi target man saat melawan Johor lalu adalah Komang Adyana-yang notabanenya adalah gelandang.

“Absennya sejumlah pemain, membuat saya harus putar otak. Dan saat menjamu Johor lalu, skema yang saya coba adalah 4-5-1. Tapi melawan Persipura sepertinya tak banyak yang akan berubah. Yang jelas, sebagai tim tuan tumah, PSMS akan main ngotot dan menyerang,” tegas Rudi.

Untuk menyemangati skuad kesayangan masyarakat Kota Medan berlaga, tampaknya kehadiran fans sangat dinanti saat PSMS menjamu Persipura. Seperti kata Rudi Keltjes, bahwa PSMS senantiasa membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh penggemar

Markus dkk ramaikan 10 nominasi Anugerah Bintang Emas Copa Dji Sam Soe

Meski mengalami penurunan prestasi pada Liga Super Indonesia 2008/2009, para pemain PSMS tetap memiliki kans untuk kembali meramaikan ajang pemilihan anugerah Bintang Emas Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009.

Beberapa pemain telah tercatat sebagai 10 nominasi pada lima kategori umum pemilihan bintang emas, yakni best striker, best midfielder, best defender, best rising star, best goal keeper dan head coach.

Selain berdasar hasil poling SMS, 10 nominasi bintang emas juga ditentukan lewat meeting juri nasional dan regional yang terdiri dari wartawan olahraga dari berbagai penjuru tanah air, termasuk perwakilan dari Harian Waspada yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta, baru-baru ini.

Pada kategori best striker, PSMS mencatatkan nama Rahmat Affandi yang dinilai layak bersaing dengan sembilan nominasi lainnya. Di kategori best midfielder, PSMS mencatatkan dua nama sekaligus, yakni Elie Aiboy dan Asri Akbar.

Selanjutnya pada kategori defender, PSMS diwakili Aun Carbiny. Dua penjaga gawang PSMS Markus Horison dan Galih Sudharyono bersamaan masuk 10 nominasi best goal keeper.

Begitu juga pada kategori best rising star, anak-anak Ayam Kinantan meloloskan Oktavianus Maniani dan Aun Carbiny. Pelatih PSMS Liestiadi dan Rudi Keltjes juga termasuk 10 nominasi pelatih terbaik.

Selain kategori umum, meeting juri nasional dan regional juga telah menetapkan 10 nominasi kategori khusus, yakni best goal (gol terbaik) dan best save (penyelamatan terbaik).

Dari 10 nominasi, nantinya akan dipilih lima nominasi setelah babak delapan besar Copa Indonesia usai digelar. Manajer Media Relations PT HM Sampoerna Tbk Veranita Kuspratiwi mengatakan, pemilihan lima nominasi terbaik tetap menggunakan SMS poling dan meeting juri nasional-regional.

"Untuk SMS poling tahap kedua yang dimulai pada 22 Mei ini, kita pastikan lebih mudah karena para juri nasional maupun regional cukup melakukan SMS sekali saja," ujar Veranita

Wednesday, May 20, 2009

Zada Menangkan PSMS

Gol tunggal Leonardo "Zada" Martins Dinelli ke gawang JOHOR FC, sudah cukup bagi PSMS Medan menemani South China melaju ke babak 16 besar di ajang AFC Cup, Selasa (19/5).

Kemenangan tipis ini membuat PSMS berada di posisi runner up Grup F dengan raihan 13 poin, kalah tiga angka dengan South China.

Wakil Hongkong itu sendiri sukses melengkapi laga terakhir mereka tanpa kekalahan sekaligus memantapkan posisi puncak berkat kemenangan 2-1 atas VB Sport di laga terakhir. Dua gol kemenangan diciptakan Chan Siu Ki (4) dan Wong Chung Hung (58).

Di babak 16 besar, tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu akan berjumpa juara grup G yakni Chonburi FC, yang di pertandingan terakhirnya juga memetik kemenangan 3-1 atas wakil Malaysia lainnya, KEDAH.

Bertanding di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, PSMS tampil tanpa beberapa pemain pilarnya seperti Elie Aiboy yang cedera, Oktovianus Maniani, Mario Alejandro Costas dll, mereka tampil lepas mengingat di pertandingan sebelumnya sudah memastikan diri lolos.

Tuan rumah sendiri mampu menciptakan beberapa peluang melalui Azizan Baba, Eddy Helmi dan dua striker mudanya Zurindra Shah Putra dan Mohd Safuam Ridwan, JOHOR sempat merepotkan barisan pertahanan PSMS. Bahkan dua kali tendangan bebas Syaiful Sabtu di babak kedua, masih dapat digagalkan kiper PSMS.

Namun petaka bagi JOHOR akhirnya dihadirkan plymaker PSMS, Zada, yang sukses menjebol gawang mereka di menit ke-66. Gol ini menjadi yang kedua bagi pemain asal Brasil itu setelah sebelumnya ia juga mencetak gol ke gawang JOHOR saat PSMS menang 3-1 di kandang sendiri, Selasa (17/3) lalu

Zada Menangkan PSMS

Pembuktian Anak Muda

Keputusan Rudi William Keltjes-arsitek PSMS Medan untuk melibatkan pemain muda saat melawat ke markas Johor FC, terbukti tepat.

Diberi kesempatan emas begitu, pemain muda PSMS sukses mempermalukan Johor FC dengan skor tips 1-0 di Stadion Pasir Gudang Corp Selasa (19/5) kemarin..

Mitchel Nere, penyerang belia PSMS yang juga putra dari Rulli Nere-legenda sepak bola Papua dan Nasional benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang. Pemain dengan gaya rambut mohawk itu berhasil membobol gawang Johor FC untuk kemenangan PSMS.

Mitchel Nere berhasil mencuri gol pada babak kedua tepatnya di menit 66, setelah skuad PSMS bermain apik sepanjang pertandingan. Situs resmi AFC menyebutkan, bahwa PSMS yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Cup, bermain tanpa beban dan tetap mengusung spirit tinggi hingga usainya laga.

“Cederanya sejumlah pemain PSMS seperti Elie Aiboy, membuat PSMS hanya menyisakan dua pemain cadangan, Andika dan Galih Sudaryono. Tapi mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan spirit yang bagus sejak awal laga. Sementara Johor FC dibawah asuhan Ramlan Rashid gagal start bagus dengan skuad anak mudanya,” demikian tulis situs resmi AFC, www.the-afc.com usai laga kemarin.

Pada laga tersebut, dominasi memang ditunjukkan anak Medan. Terutama di lini tengah. Sejak babak pertama, tekanan demi tekanan diperagakan PSMS. Pada menit 21 terjadi peluang bagus lewat Agus Supriyanto. Sayang peluang itu dimentahkan penjaga gawang Johor FC, yang lebih sigap menyelamatkan bola.

Begitupun, Johor FC bukannya tanpa peluang. Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, tentu membuat mental bermain mereka meningkat. Tercatat ada beberapa peluang dari Azizan Baba, striker muda Johor FC, sayang peluang tersebut melayang di samping gawang Zulbahra yang diturunkan sebagai starter.

Pemain veteran Johor FC, Eddy Helmi Manan juga berusaha mencuri gol. Sayang kerjasamanya dengan Ezaidy Khadar tersangkut di lini tengah PSMS yang bermain ketat.

Di babak kedua, PSMS malah berhasil mencuri gol lewat kaki Mitchel Nere setelah berhasil tendangan pelan tapi terarah yang berhasil meluncur dari bawah kolong penjaga gawang Johor.

Di penghujung laga, Johor mendapatkan dua kali hadiah tendangan bebas dengan jarang yang cukup dekat. Tapi Syaiful Sabtu yang menjadi eksekutor gagal menaklukkan penjaga gawang PSMS yang dikawal Zulbahra.

Menanggapi hasil itu, Sihar Sitorus yang dihubungi Selasa (19/5) malam mengatakan, puas dengan penampilan skuad PSMS. “Saya tentu memberi respek akan pencapaian anak-anak. Kemenangan itu sekaligus membuktikan bahwa PSMS itu masih ada dan bisa menyulitkan lawan,” beber Sihar.

AFC Cup 2009, PSMS Medan Kalahkan Wakil Malaysia

PSMS Medan akhirnya melengkapi keberhasilan mereka melaju ke babak 16 besar Piala AFC usai menekuk wakil Malaysia Johor FC lewat gol tunggal Mitchell Leonardo.

Pada pertandingan yang digelar di Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Selasa, 19 Mei 2009, Liestiadi memang tak menurunkan kekuatan penuh. Pasalnya, pertandingan ini sendiri memang tak lagi menentukan buat Ayam Kinantan.

Wakil Merah Putih ini sebelumnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah menduduki posisi runner-up. PSMS berada dibawah wakil China, South China, yang kini memuncaki klasemen Grup F di Piala AFC 2008/2009 ini.

Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Irak,Alaa Abed-Al Qader Neama Al Abadee itu, PSMS memang tampil tanpa beban. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, PSMS akhirnya berhasil unggul lewat gol Leonardo di menit ke-67.

Susunan pemain:

Johor FC: JEEVANANTHAM AL GUNASEKARAN, MOHD AZUWAD BIN MD ARIP, MADZALAN BIN EMOI, MOHD AZIZAN BIN BABA, ZULINDRA SHAH PUTRA BIN ADAM, MOHD RIDUWAN BIN MA'ON, MOHAMAD SYAIFUL BIN SABTU, SIVAKUMAR AL M MUNUSAMY, FAHRUZZAHAR BIN ALI (SEE KOK LUEN, 79'), SUMARDI BIN HAJALAN (KUMARESAN AL SRIKUMAR, 64'), MOHD SYAFUAN BIN RIDUWAN.

PSMS MEDAN: ZUL BAHRA, ERWINSYAH HASIBUAN, FADLY HARIRI, GUILEN TEJERA ESTEBAN JAVIER, AUN CARBINY, RESWANDI SUMAJI, MUHAMMAD AFAN, EDI SUKAMTO, I NYOMAN ADNYANA, AGUS SUPRIYANTO, MITCHELL LEONARDO.

Tuesday, May 19, 2009

Main Aman

Meskipun hanya membawa 13 pemain, dan tidak menyertakan pemain intinya, PSMS Medan tak bermaksud meremehkan Johor FC, yang saat ini menjadi juru kunci Grup F AFC Cup. Oleh karena itu, PSMS akan berlaga all out saat digelarnya laga pamungkas Grup F kontra Johor FC di Stadion Pasir Gudang, Selasa (19/5) malam nanti.

Bagi PSMS, laga tersebut sebenarnya tak lagi menentukan. Pasalnya, Ayam Kinantan telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Cup, usai mengandaskan VB Sport Maladewa 2-1 beberapa waktu lalu. PSMS berhasil finis sebagai runner up Grup F di bawah South China Hongkong, yang tak terkalahkan hingga saat ini. Jadi, PSMS cukup bermain aman dan tidak kalah sudah bagus.

Sementara di kompetisi lokal, PSMS masih harus berjibaku hingga tetes darah penghabisan untuk bisa meloloskan diri dari jurang degradasi. Maka, wajar saja pelatih PSMS, Rudi William Keltjes tak mau mengambil risiko.

Pemain inti, misalnya Zada, Elie Aiboy, Markus Horison, Rahmat Affandi hingga Oktovianus tak disertakan dalam tur ke Johor. Tenaga mereka dinilai Rudi lebih dibutuhkan di Indonesian Super League (ISL). Sebagai gantinya, Rudi membawa anak-anak muda, seperti Mitchel Nere, Zulbahra, Ruben Sanadi, Andika Yudistira bahkan Erwisnyah Hasibuan dipanggil dari Persikota untuk melapis lini belakang Ayam Kinantan.

“Saya khawatir pemain cedera kalau dipaksakan main lawan Johor FC. Sementara jumlah pemain terbatas,” kata Rudi kepada Sumut Pos, Senin (18/5) kemarin.

Target pun tak diemban oleh Rudi pada laga itu. Walaupun sebenarnya dia ingin meraih angka. Terlebih Rudi selalu mengatakan bahwa laga di kancah Asia merupakan laga prestisius, mengingat nama bangsa yang dijual. “Laga di AFC Cup, tentu saja sangat penting. Karena PSMS itu membawa nama bangsa. Jadi kita akan main sebaiknya agar tidak menanggung malu,” sambungnya.

Sedangkan Johor FC tampaknya juga tak ingin terus menjadi pecundang. Pelatih Johor FC, Ramlan Rasyid akan mencoba memetik kemenangan perdana mereka di Grup F kontra PSMS. “Sungguh merupakan pengalaman luar biasa bisa berlaga di ajang AFC Cup. meskipun kami menuai hasil yang kurang bagus. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Ramlan seperti dilansir situs resmi AFC, kemarin.

“Kami memang tak lagi mendapatkan tempat di AFC Cup musim ini. Tapi kami akan berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada PSMS, untuk berusaha mencari kemenangan pertama kami di ajang ini,” sambung Ramlan.

Meski demikian, Ramlan juga mencoba merotasi pemainnya. Pada kesempatan ini, Ramlan berencana memberikan kesempatan menurunkan sejumlah pemain muda. “Ambil bagian di ajang ini memberikan kami banyak pelajaran. Oleh karena itu, pemain muda yang kami miliki juga perlu mendapatkan pelajar lebih banyak lagi,” pungkas Ramlan

Jual Diri Biar tak Degradasi

Sihar Sitorus-manajer PSMS Medan, memberikan sinyal bahwa dirinya tak akan memperpanjang pengelolaannya akan klub kebanggaan warga Medan ini. Terbesit dari ungkapannya, yang menegaskan bahwa pemain PSMS harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga akhir musim, sebagai salah satu pemicu agar dilirik klub lain.

“Pemain itu harus tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ya istilahnya jual dirilah, agar di awal musim depan ada klub yang melirik tenaga mereka. Dengan demikian, PSMS juga bisa lepas dari ancaman degradasi akibat kesungguhan pemain,” kata Sihar beberapa waktu lalu.

Ungkapan Sihar itu, membangun motivasi para pemain. Tapi juga membersitkan bahwa dirinya juga ingin melihat mantan pemainnya direkrut klub lain di awal musim mendatang. Kata direkrut klub lain, bukan dipertahankan di PSMS, mengindikasikan bahwa masa kepengelolaan Sihar di PSMS akan segera berakhir seiring berakhirnya musim ini.

Berulang kali Sumut Pos menanyakan kepastian, apakah Sihar akan kembali mendapatkan mandat menukangi PSMS. Berulangkali juga dia bilang bahwa dirinya belum bisa memastikan. “Kalau saya bilang akan kembali tangani PSMS, rupanya tidak jadi, kan gak enak. Sebaliknya, saya bilang tidak, rupanya jadi,” kata Sihar beberapa waktu lalu.

Menyoal siapa yang akan kembali menukangi PSMS musim depan, tentu saja belum tergambar benar. Pasalnya, Sihar sendiri hanya diberi mandat satu tahun oleh Ketum PSMS yang juga mantan walikota Medan Abdillah yang kini tengah meringkuk di balik jeruji.

Apalagi, Sihar tampaknya mulai kapok menukangi sebuah klub di Indonesia. Uang habis milyaran, tak sebanding dengan pendapatan. Malahan, fans Chelsea itu kerap dipusingkan dengan birokrasi dan kemelut di sepak bola nasional. Hingga menjelang berakhirnya musim ini, Sihar mengaku telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 miliar. Jumlah itu masih belum diaudit oleh pihaknya. Dan kemungkinan hingga akhir musim akan bertambah lebih besar lagi mengingat PSMS juga berlaga hingga putaran kedua AFC Cup

PSMS Jadikan Johor FC Tumbal LSI

PSMS Medan telah memastikan satu tempat di babak 16 besar AFC Cup 2009. Namun bukan berarti pada laga terakhir kontra Johor FC, Selasa, 19 Mei 2009, Ayam Kinantan bakal tampil setengah hati.

Tekad ini disampaikan oleh pelatih PSMS, Liestiadi kepada situs Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Senin, 18 Mei 2009. PSMS akan berhadapan dengan Johor FC di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Malaysia pada lanjutan kualifikasi grup F.

"Penampilan kami di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak terlalu baik seperti pada AFC Cup. Karena itu kami akan berusaha merebut kemenangan lawan Johor FC sedikit meringankan beban dan memberikan kepuasan bagi pemain," kata Liestiadi.

Di LSI 2008/2009 PSMS memang masih terseok-seok di zona merah degradasi. Hingga pertandingan ke-29, Ayam Kinantan masih berada di urutan ke-15 dengan koleksi 24 poin.

Sebaliknya, pada AFC Cup 2009, PSMS justru tampil gemilang. Saat ini PSMS berada di urutan kedua klasemen sementara grup F dengan koleksi 10 poin dari 5 laga.

Dengan hasil ini PSMS telah memastikan satu tiket di babak 16 besar. Pada perebutan tiket babak 8 besar ini PSMS sudah ditunggu oleh jawara Grup G, Chonburi FC (Thailand).

"Lawan Johor FC, kami tetap menargetkan tiga poin untuk memastikan posisi kami tetap aman di klasemen akhir," tandas Liestiadi.

Target yang sama juga diusung oleh tuan rumah Johor FC. Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid mengaku timnya tak ingin mengakhiri penampilannya di AFC Cup tanpa satu kemenangan pun.

"Kami memang sudah tidak mungkin tampil di babak 16 besar. Namun bukan berarti kami harus menyerah begitu saja kepada PSMS Medan. Kami akan tetap mencoba merebut kemenangan pertama di akhir kompetisi ini," tandas Ramlan.

Prediksi Line Up
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadly Hariri, Esteban Gullien, Aun Carbiny, Reswandi, Andika Yudhistira, Leonardo Zada, Galih Sudaryono, Agus Supriyanto, Mario Costas, Octavianus Maniani
Pelatih : Liestiadi Lo

Johor FC
Mohd Anis Faron (g), Kumaresan, Mohd Hamzani, Mohd Hafiz, Madzalan, Wan Rhoaimi, Mohd Azizan, Mohammad Ezaidy, Mohd Nurul Azwan, Mohd Syaiful, Fahruzzahar
Pelatih : Ramlan Rashid

Monday, May 18, 2009

PSMS Hanya Boyong 13 Pemain ke Malaysia

Pihak PSMS Medan benar-benar menyimpan sejumlah pemain intinya saat melawat ke Stadion Gudang Pasir Johor Malaysia, untuk menghadapi Johor FC pada laga pamungkas Grup F AFC Cup, Selasa (19/5) mendatang. Hal itu terbukti dari hanya 13 pemain yang diboyong ke sana.

Dari 13 nama, Rudi Keltjes, arsitek PSMS tak menyertakan sejumlah pemain intinya. Nama-nama seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Rahmat Affandi hingga Oktovianus Maniani tak disertakan. “Saya hanya membawa 13 pemain. Dan rata-rata pemain cadangan. Saya khawatir pemain inti cedera kalau saya paksakan main melawan Johor FC. Sementara tenaga mereka lebih dibutuhkan di ISL,” beber Rudi Keltjes kepada wartawan koran ini Sabtu (16/5) kemarin. Memang, dalam daftar nama yang dibawa Rudi, terdapat nama-nama pemain cadangan yang jarang mendapatkan kesempatan di pentas ISL. Di antaranya Mitchel Nere hingga Andika Yudistira. Menariknya, Rudi juga menarik pemain yang sempat dipinjamkan ke Persikota klub Divisi Utama, Erwinsyah alias Monang untuk berlaga kontra Johor FC.

“Pemain kita pas-pasan. Tak mungkin juga kita paksakan untuk laga yang tak lagi menentukan,” sambung Rudi.

Menurut jadwal, PSMS akan bertolak ke Malaysia pada Minggu (17/5) pagi ini pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat. Jadwal kontra Johor FC sendiri akan dimainkan pada Selasa (19/5).

Saat melawan Johor FC di Jakabaring Pelembang Maret lalu, PSMS berhasil menang dengan skor 3-1

Saturday, May 16, 2009

Tanpa Jagoan, jelang Bentrok Johor FC

MEDAN- PSMS Medan tengah bersiap melawat ke Stadion Pasir Gudang markas Johor FC, dalam laga penyisihan terakhir grup F AFC Cup, yang akan digelar Selasa (19/5) nanti. Laga yang tak lagi menentukan itu, dimaksimalkan PSMS dengan menurunkan skuad lapis duanya. Tak pelak, jagoan seperti Zada, Elie Aiboy, atau Markus Horison dicadangkan.

Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan para pemain inti, yang tenaganya lebih dibutuhkan di kompetisi domestik. Di Indonesian Super League (ISL), PSMS memang sedang terpuruk. Dari 29 laganya, 13 kali PSMS kandas. Walhasil 24 poin baru dikumpul hingga saat ini.

Karena itu, Rudi Keltjes -arsitek PSMS enggan ambil resiko. Khawatir pemain inti cedera atau drop kondisi fisiknya, diyakini PSMS akan menyimpan tenaga Zada, Esteban, Elie Aiboy atau bahkan Markus Horison.

“Melawan Johor, mungkin saya akan mencoba rotasi. Pemain muda kalau memang mereka siap, bisa saja diturunkan. Kita lihat saja hingga saat terakhir nanti,” kata Rudi baru-baru ini.

Hal itu diamini Sihar Sitorus-manajer PSMS. Saat dihubungi Sumut Pos Jumat (15/5) kemarin, Sihar tak menampik kalau pemain inti bakal disimpan.

“Benar, laga melawan Johor FC tak lagi menentukan. Kita tentu akan mencoba main safety. Tenaga pemain lebih dibutuhkan di kancah domestik,” beber Sihar.

PSMS sendiri bakal melawat ke Johor, Malaysia pada Minggu (17/5) mendatang. Saat ini skuad sedang berkumpul di Jakarta dan menggelar latihan di sana. Belum diketahui siapa saja pemain yang bakal dibawa. Masih akan menanti sehari sebelum berangkat.

“Tim bakal berangkat tanggal 17 nanti. Meskipun tanpa pemain inti, saya harap tim bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Sihar.

Usai laga kontra Johor FC, PSMS akan kembali menggelar laga di ISL. Lawan yang bakal dihadapi adalah Persitara Jakarta Utara pada 23 Mei mendatang. Usai laga itu, tiga hari kemudian PSMS akan kembali merumput.

Lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya. Jadwal superpadat ini, membuat Rudi Keltjes berang. Meski demikian, dia masih optimis timnya mampu meninggalkan zona degradasi di akhir musim.

Simpan Rap-rap

MEDAN-PSMS Medan mulai memikirkan untuk mengesampingkan gaya rap-rapnya di laga sisa Indonesia Super League (ISL). Hal itu dikatakan Rudi Keltjes-arsitek PSMS sebagai salah satu trik menghindar dari kecurangan yang kerap muncul dari sang pengadil lapangan.

Evaluasi yang diambil Rudi Keltjes itu diputuskan usai kandas kontra Persib (13/5) lalu. Kepada Sumut Pos Rudi berujar bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pemain agar bermain aman saja, setiap bertandang ke markas lawan. Terlebih saat bola berada di kotak penalti lawan.

“Usai laga kontra Persib, kita punya cukup waktu untuk mencari siasat agar tak lagi dikerjai wasit. Salah satunya dengan mencoba bermain halus di kotak penalti. Atau, bisa saja kita cari cara main aman lainnya,” kata Rudi.

Artinya, PSMS lebih memilih mengalah dengan kondisi. Bosan terus dikerjai, bosan terus mengadu ke PSSI, karena memang tak ada tindakan lanjutan. “Lebih baik kita yang ubah cara bermain. Yang penting bisa lepas dari tipu daya wasit. Semoga pihak-pihak yang curang akan mendapatkan karma setimpal,” lanjutnya.

Masalahnya, Ayam Kinantan sudah terlanjur identik dengan gaya rap-rap. Apakah pilihan ini tidak akan menjadi bumerang? “Yang penting menang dulu. Bagi saya tak masalah main bagus atau jelek, sebab PSMS saat ini butuh hasil menang,” kata Rudi di awal kepelatihan di PSMS Maret lalu.

Sihar Sitorus-manajer PSMS juga sudah pusing dengan situasi ini. “Entahlah. Sudah tak ada gunanya melapor ke PSSI. Yang penting pemain PSMS tetap berlatih dan mempunyai semangat juang untuk menghindari degradasi. Cuma itu yang bisa dilakukan,” beber Sihar.

Keputusan ini diambil Rudi setelah melihat beberapa laga terakhir PSMS. Beberapa laga terakhir PSMS kerap kesulitan meraih hasil sempurna. Terlebih kalau harus melakoni laga ke markas lawan. Contohnya saat melawat ke markas Persijap Jepara dan Persib Bandung.

Saat dijamu Persijap, PSMS sebenarnya main bagus. Buktinya baru dua menit laga berlangsung PSMS bisa mencuri gol lewat kapten tim Esteban Guillen. Sayangnya, usai gol itu wasit mulai berat ke tuan rumah. Salah satunya dengan memberi hadiah penalti kepada tim tamu tanpa alasan yang bisa diterima pemain dan manajemen, dan menganulir gol Zada yang dilesakkan dari tendangan bebas. Padahal bola meluncur jelas ke arah gawang, namun wasit menilai gol itu berbau offside karena ada pemain PSMS yang berdiri di belakang pemain Persijap. Akhirnya PSMS kandas dengan skor 4-2.

Melawan Persib, PSMS juga mendapat cobaan. Yakni saat wasit asal Malang Suprihatin yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, karena Mauro Pinto-bek PSMS dianggap handsball. Padahal dia sama sekali tak menyentuh bola. Hal itu terlihat dari tayang ulang yang diputar Antv.

Atas hasil buruk itu, PSMS saat ini nangkring di posisi 15 klasemen sementara. Posisi itu merupakan posisi play off degradasi. Kalau PSMS tetap bertahan di posisi itu hingga akhir musim, sebenarnya sudah bagus.

Karena PSMS masih diberi kesempatan menghirup nafas di ISL. Tapi syaratnya PSMS harus rela menjalani laga play off dengan tim peringkat empat divisi utama. Kalau menang tetap bertahan, jika kandas maka ISL musim depan tinggal kenangan

'Ferguson Bakal Kagum Melihat SUGBK'

Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bakal kagum dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pasalnya, pria asal Skotlandia itu tidak akan menduga ada stadion megah di Indonesia.

Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.

"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.

Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.

"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.

Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.

"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.

Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.

"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."

Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.

"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.

MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009

Thursday, May 14, 2009

Persib Diuntungkan Bola Mati

Kehilangan trio andalannya, Gonzalez, Hilton Moreira dan Cabanas, Persib terlihat begitu sulit menciptakan gol melalui serangan-serangan yang mereka bangun. Kalaupun akhirnya Persib bisa mencetak dua gol, itu berkat kejelian mereka memanfaatkan bola-bola mati.

Dari sisi permainan kedua tim sebenarnya berimbang. Bahkan PSMS sedikit lebih unggul dalam melakukan tekanan ke gawang Persib. Hanya saja kurang baiknya penyelesaian akhir yang dilakukan pemain-pemain PSMS seperti Zada dan Costas saat mendapatkan peluang, membuat gawang Persib tetap aman.

Selain itu tetap solidnya lini pertahanan Persib yang digalang Maman, Nova dan Nyek Nyobe menjadi kesulitan sendiri bagi PSMS dalam membongkar pertahanan lawan. Tak heran jika serangan yang mereka bangun kerap kandas.

Di barisan tengah Persib, Hariono tampil gemilang. Dia menjadi tembok pertama Persib di barisan tengah yang harus ditaklukan PSMS. Tak heran jika duel lini tengah selalu mampu dimenangkan oleh Persib.

Gol yang diciptakan Nyek Nyobe lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter merupakan gol berkelas yang sangat sulit digagalkan Markus Harison. Keunggulan itulah yang akhirnya bisa membuat kepercayaan diri Persib bertambah di saat mereka juga kesulitan menciptakan gol dari serangan yang mereka bangun.

Sedangkan gol kedua dari Bastos yang diciptakan dari titik penalti memang mengundang tanya apakah benar telah terjadi handball pada pemain belakang PSMS. Namun lepas dari perdebatan tersebut penalti yang dilakukan Bastos sangat baik. Gol kedua Persib tak pelak lagi membuat PSMS makin sulit dan terlihat mental mereka menjadi down karena sulit untuk mengejar dua gol dalam kondisi Persib yang semakin di atas angin

Kekeliruan Wasit Nodai Kemenangan Persib Atas PSMS Medan

Persib Bandung berhasil mengamankan tiga angka saat menjamu PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Rabu, 13 Mei 2009. Sayang, kemenangan Maung Bandung diwarnai oleh keputusan kotroversial wasit Suprihatin.

Pada pertandingan yang disiarkan oleh antv ini, Persib berhasil mengalahkan PSMS 2-0. Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi Persib ke urutan ke-3 dengan koleksi 54 poin dari 27 laga.

Sebaliknya, kekalahan ini peluang PSMS untuk lepas dari zona degradasi semakin sulit. Saat ini, Ayam Kinanta masih berada di posisi ke-15 dengan koleksi 24 poin dari 28 laga.

Gol pertama Persib dicetak oleh Nyec Nyobe pada menit ke-20. Sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Bastos pada menit ke-54 dari titik putih penalti.

Di babak pertama, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. Namun, kondisi lapangan yang becek menyulitkan Persib dan PSMS untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya.

Persib mencoba menembus pertahanan PSMS pada menit-menit awal lewat serangan yang dimotori oleh Atep. Sayang genangan air beberapa kali menghambat aliran bola sehingga mampu dikuasai oleh pemain belakang PSMS.

Tak ingin mengecewakan pendukungnya seperti saat dikalahkan Pelita 1-2 beberapa waktu lalu, Persib kembali menata serangannya. Kali ini pemain-pemain Maung Bandung mulai berani melakukan eksekusi dari luar kotak penalti.

Namun aksi ini lagi-lagi tak membuahkan hasil hingga Persib mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit 25'. Nyeck Nyobe yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil merobek jala PSMS yang dijaga oleh Markus Horison.

Tendangan pemain asal Kamerun ini meluncur deras di atas pagar betis pemain-pemain PSMS sebelum akhirnya mendarat di pojok kanan atas gawang Markus. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Persib.

PSMS memilih untuk mengikuti strategi yang dijalankan oleh Persib. Mario Costas cs mulai berani melancarkan tendangan-tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, dari sederet eksekusi yang dilakukan, tak satupun menemnui sasaran.

Hingga babak pertama berakhir kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan. Skor sementara masih tetap 1-0 untuk Persib.

Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun kondisi lapangan yang tidak menguntungkan kembali membuat serangan Mario Costas dan Leonardo Zada kerap kandas di kaki pemain bertahan Persib.

Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti pun tak banyak membantu karena masih meluncur jauh di luar sasaran.

Saat berusaha mengejar ketertinggalannya, PSMS justru dikejutkan dengan keputusan kontrovesial wasit Suprihatin. Pengadil lapangan itu menunjuk titik putih penalti pada menit ke-54.

Sanksi ini diberikan Suprihatin menganggap Mario Pinto melakukan hands ball di kotak terlarang. Padahal, dari tayangan ulang tidak terlihat bahwa bola menyentuh tangan Pinto.

Keputusan wasit ini sempat memicu protes dari pemain PSMS. Namun wasit tetap pada pendiriannya. Rafael Bastos yang ditunjuk sebagai eksekutor pun akhirnya sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah skor menjadi 2-0 untuk Persib.

Ketingggalan 0-2 mulai membuat pemain PSMS frutasi. Mereka pun memilih untuk meladeni Persib dengan permainan keras. Pelanggaran demi pelanggaran kerap dilakukan oleh pemain-pemain belakang PSMS.

Menghadapi situasi ini, Persib mulai menurunkan tempo permainnya. Pasukan Jaya Hartono memilih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, hingga pertandingan usai Maung Bandung berhasil mempertahankan kemenangan 2-0.


Susunan Pemain
Persib Bandung
Tema Mursadat/Cece Supriatna (g); Maman Abdurahman, Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Gilang Angga, Hariono, Eka Ramdani, Atep, Siswanto/Irwan Wijasmara, Airlangga Sutjipto/Zaenal Arif, Rafael Bastos

PSMS Medan
Markus Horison (g), Reswandi, Mauro Pinto, Fadli Hariri, Rahmadhani, Agus Suprianto, Leonardo M Zada, Ruben Sanadi/Andhika Yudistira/Affan Lubis, Rahmat Affandi/I Komang Adyana, Octavianus Maniani, Mario Costas

PSMS vs SFC Main di Papua

Badan Liga Indonesia memutuskan laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) antara PSMS Medan menghadapi Sriwijaya FC pada 23 Mei mendatang, akan digelar di Stadion Mandala, Papua.

Hal ini tak lepas dari keberatan PSMS yang menganggap Stadion Jakabaring, Palembang, sama saja akan menjadi kandang SFC, padahal mereka yang bertindak sebagai tuan rumah.

Sejak awal Maret lalu, PSMS telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai homebase mereka untuk laga di AFC Cup, dan tiga laga di LSI.

Menanggapi keberatan ini, Manajer SFC, MC Baryadi, mengaku tak mempermasalahkannya. Jadwal tersebut kebetulan sesuai dengan dua laga mereka berikutnya yakni menghadapi Persiwa Wamena (6/6), Persipura Jayapura (10/6).

"Jadwal ini sesuai dengan perjalanan pertandingan SFC melawan Persiwa dan Persipura. Jadi, pertandingan melawan PSMS menjadi laga pembuka pertandingan di Papua," ujarnya, Rabu (13/05).

Senada dengan Brayadi, pelatih Rahmad Darmawan, juga mengakui hal tersebut sangat menguntungkan dari segi biaya.

"Dari pada bolak-balik Palembang-Papua, tentu biaya dan tenaga lebih besar lagi harus dikeluarkan. Sealin itu, anggap saja sekalian saya pulang kampung,” pungkas pelatih yang 2005 lalu meracik sekaligus membawa Persipura menjadi kampiun Liga Indonesia (Ligina) XI