Gol tunggal Leonardo "Zada" Martins Dinelli ke gawang JOHOR FC, sudah cukup bagi PSMS Medan menemani South China melaju ke babak 16 besar di ajang AFC Cup, Selasa (19/5).
Kemenangan tipis ini membuat PSMS berada di posisi runner up Grup F dengan raihan 13 poin, kalah tiga angka dengan South China.
Wakil Hongkong itu sendiri sukses melengkapi laga terakhir mereka tanpa kekalahan sekaligus memantapkan posisi puncak berkat kemenangan 2-1 atas VB Sport di laga terakhir. Dua gol kemenangan diciptakan Chan Siu Ki (4) dan Wong Chung Hung (58).
Di babak 16 besar, tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu akan berjumpa juara grup G yakni Chonburi FC, yang di pertandingan terakhirnya juga memetik kemenangan 3-1 atas wakil Malaysia lainnya, KEDAH.
Bertanding di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, PSMS tampil tanpa beberapa pemain pilarnya seperti Elie Aiboy yang cedera, Oktovianus Maniani, Mario Alejandro Costas dll, mereka tampil lepas mengingat di pertandingan sebelumnya sudah memastikan diri lolos.
Tuan rumah sendiri mampu menciptakan beberapa peluang melalui Azizan Baba, Eddy Helmi dan dua striker mudanya Zurindra Shah Putra dan Mohd Safuam Ridwan, JOHOR sempat merepotkan barisan pertahanan PSMS. Bahkan dua kali tendangan bebas Syaiful Sabtu di babak kedua, masih dapat digagalkan kiper PSMS.
Namun petaka bagi JOHOR akhirnya dihadirkan plymaker PSMS, Zada, yang sukses menjebol gawang mereka di menit ke-66. Gol ini menjadi yang kedua bagi pemain asal Brasil itu setelah sebelumnya ia juga mencetak gol ke gawang JOHOR saat PSMS menang 3-1 di kandang sendiri, Selasa (17/3) lalu
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, May 20, 2009
Pembuktian Anak Muda
Keputusan Rudi William Keltjes-arsitek PSMS Medan untuk melibatkan pemain muda saat melawat ke markas Johor FC, terbukti tepat.
Diberi kesempatan emas begitu, pemain muda PSMS sukses mempermalukan Johor FC dengan skor tips 1-0 di Stadion Pasir Gudang Corp Selasa (19/5) kemarin..
Mitchel Nere, penyerang belia PSMS yang juga putra dari Rulli Nere-legenda sepak bola Papua dan Nasional benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang. Pemain dengan gaya rambut mohawk itu berhasil membobol gawang Johor FC untuk kemenangan PSMS.
Mitchel Nere berhasil mencuri gol pada babak kedua tepatnya di menit 66, setelah skuad PSMS bermain apik sepanjang pertandingan. Situs resmi AFC menyebutkan, bahwa PSMS yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Cup, bermain tanpa beban dan tetap mengusung spirit tinggi hingga usainya laga.
“Cederanya sejumlah pemain PSMS seperti Elie Aiboy, membuat PSMS hanya menyisakan dua pemain cadangan, Andika dan Galih Sudaryono. Tapi mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan spirit yang bagus sejak awal laga. Sementara Johor FC dibawah asuhan Ramlan Rashid gagal start bagus dengan skuad anak mudanya,” demikian tulis situs resmi AFC, www.the-afc.com usai laga kemarin.
Pada laga tersebut, dominasi memang ditunjukkan anak Medan. Terutama di lini tengah. Sejak babak pertama, tekanan demi tekanan diperagakan PSMS. Pada menit 21 terjadi peluang bagus lewat Agus Supriyanto. Sayang peluang itu dimentahkan penjaga gawang Johor FC, yang lebih sigap menyelamatkan bola.
Begitupun, Johor FC bukannya tanpa peluang. Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, tentu membuat mental bermain mereka meningkat. Tercatat ada beberapa peluang dari Azizan Baba, striker muda Johor FC, sayang peluang tersebut melayang di samping gawang Zulbahra yang diturunkan sebagai starter.
Pemain veteran Johor FC, Eddy Helmi Manan juga berusaha mencuri gol. Sayang kerjasamanya dengan Ezaidy Khadar tersangkut di lini tengah PSMS yang bermain ketat.
Di babak kedua, PSMS malah berhasil mencuri gol lewat kaki Mitchel Nere setelah berhasil tendangan pelan tapi terarah yang berhasil meluncur dari bawah kolong penjaga gawang Johor.
Di penghujung laga, Johor mendapatkan dua kali hadiah tendangan bebas dengan jarang yang cukup dekat. Tapi Syaiful Sabtu yang menjadi eksekutor gagal menaklukkan penjaga gawang PSMS yang dikawal Zulbahra.
Menanggapi hasil itu, Sihar Sitorus yang dihubungi Selasa (19/5) malam mengatakan, puas dengan penampilan skuad PSMS. “Saya tentu memberi respek akan pencapaian anak-anak. Kemenangan itu sekaligus membuktikan bahwa PSMS itu masih ada dan bisa menyulitkan lawan,” beber Sihar.
Diberi kesempatan emas begitu, pemain muda PSMS sukses mempermalukan Johor FC dengan skor tips 1-0 di Stadion Pasir Gudang Corp Selasa (19/5) kemarin..
Mitchel Nere, penyerang belia PSMS yang juga putra dari Rulli Nere-legenda sepak bola Papua dan Nasional benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang. Pemain dengan gaya rambut mohawk itu berhasil membobol gawang Johor FC untuk kemenangan PSMS.
Mitchel Nere berhasil mencuri gol pada babak kedua tepatnya di menit 66, setelah skuad PSMS bermain apik sepanjang pertandingan. Situs resmi AFC menyebutkan, bahwa PSMS yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Cup, bermain tanpa beban dan tetap mengusung spirit tinggi hingga usainya laga.
“Cederanya sejumlah pemain PSMS seperti Elie Aiboy, membuat PSMS hanya menyisakan dua pemain cadangan, Andika dan Galih Sudaryono. Tapi mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan spirit yang bagus sejak awal laga. Sementara Johor FC dibawah asuhan Ramlan Rashid gagal start bagus dengan skuad anak mudanya,” demikian tulis situs resmi AFC, www.the-afc.com usai laga kemarin.
Pada laga tersebut, dominasi memang ditunjukkan anak Medan. Terutama di lini tengah. Sejak babak pertama, tekanan demi tekanan diperagakan PSMS. Pada menit 21 terjadi peluang bagus lewat Agus Supriyanto. Sayang peluang itu dimentahkan penjaga gawang Johor FC, yang lebih sigap menyelamatkan bola.
Begitupun, Johor FC bukannya tanpa peluang. Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, tentu membuat mental bermain mereka meningkat. Tercatat ada beberapa peluang dari Azizan Baba, striker muda Johor FC, sayang peluang tersebut melayang di samping gawang Zulbahra yang diturunkan sebagai starter.
Pemain veteran Johor FC, Eddy Helmi Manan juga berusaha mencuri gol. Sayang kerjasamanya dengan Ezaidy Khadar tersangkut di lini tengah PSMS yang bermain ketat.
Di babak kedua, PSMS malah berhasil mencuri gol lewat kaki Mitchel Nere setelah berhasil tendangan pelan tapi terarah yang berhasil meluncur dari bawah kolong penjaga gawang Johor.
Di penghujung laga, Johor mendapatkan dua kali hadiah tendangan bebas dengan jarang yang cukup dekat. Tapi Syaiful Sabtu yang menjadi eksekutor gagal menaklukkan penjaga gawang PSMS yang dikawal Zulbahra.
Menanggapi hasil itu, Sihar Sitorus yang dihubungi Selasa (19/5) malam mengatakan, puas dengan penampilan skuad PSMS. “Saya tentu memberi respek akan pencapaian anak-anak. Kemenangan itu sekaligus membuktikan bahwa PSMS itu masih ada dan bisa menyulitkan lawan,” beber Sihar.
AFC Cup 2009, PSMS Medan Kalahkan Wakil Malaysia
PSMS Medan akhirnya melengkapi keberhasilan mereka melaju ke babak 16 besar Piala AFC usai menekuk wakil Malaysia Johor FC lewat gol tunggal Mitchell Leonardo.
Pada pertandingan yang digelar di Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Selasa, 19 Mei 2009, Liestiadi memang tak menurunkan kekuatan penuh. Pasalnya, pertandingan ini sendiri memang tak lagi menentukan buat Ayam Kinantan.
Wakil Merah Putih ini sebelumnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah menduduki posisi runner-up. PSMS berada dibawah wakil China, South China, yang kini memuncaki klasemen Grup F di Piala AFC 2008/2009 ini.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Irak,Alaa Abed-Al Qader Neama Al Abadee itu, PSMS memang tampil tanpa beban. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, PSMS akhirnya berhasil unggul lewat gol Leonardo di menit ke-67.
Susunan pemain:
Johor FC: JEEVANANTHAM AL GUNASEKARAN, MOHD AZUWAD BIN MD ARIP, MADZALAN BIN EMOI, MOHD AZIZAN BIN BABA, ZULINDRA SHAH PUTRA BIN ADAM, MOHD RIDUWAN BIN MA'ON, MOHAMAD SYAIFUL BIN SABTU, SIVAKUMAR AL M MUNUSAMY, FAHRUZZAHAR BIN ALI (SEE KOK LUEN, 79'), SUMARDI BIN HAJALAN (KUMARESAN AL SRIKUMAR, 64'), MOHD SYAFUAN BIN RIDUWAN.
PSMS MEDAN: ZUL BAHRA, ERWINSYAH HASIBUAN, FADLY HARIRI, GUILEN TEJERA ESTEBAN JAVIER, AUN CARBINY, RESWANDI SUMAJI, MUHAMMAD AFAN, EDI SUKAMTO, I NYOMAN ADNYANA, AGUS SUPRIYANTO, MITCHELL LEONARDO.
Pada pertandingan yang digelar di Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Selasa, 19 Mei 2009, Liestiadi memang tak menurunkan kekuatan penuh. Pasalnya, pertandingan ini sendiri memang tak lagi menentukan buat Ayam Kinantan.
Wakil Merah Putih ini sebelumnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah menduduki posisi runner-up. PSMS berada dibawah wakil China, South China, yang kini memuncaki klasemen Grup F di Piala AFC 2008/2009 ini.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Irak,Alaa Abed-Al Qader Neama Al Abadee itu, PSMS memang tampil tanpa beban. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, PSMS akhirnya berhasil unggul lewat gol Leonardo di menit ke-67.
Susunan pemain:
Johor FC: JEEVANANTHAM AL GUNASEKARAN, MOHD AZUWAD BIN MD ARIP, MADZALAN BIN EMOI, MOHD AZIZAN BIN BABA, ZULINDRA SHAH PUTRA BIN ADAM, MOHD RIDUWAN BIN MA'ON, MOHAMAD SYAIFUL BIN SABTU, SIVAKUMAR AL M MUNUSAMY, FAHRUZZAHAR BIN ALI (SEE KOK LUEN, 79'), SUMARDI BIN HAJALAN (KUMARESAN AL SRIKUMAR, 64'), MOHD SYAFUAN BIN RIDUWAN.
PSMS MEDAN: ZUL BAHRA, ERWINSYAH HASIBUAN, FADLY HARIRI, GUILEN TEJERA ESTEBAN JAVIER, AUN CARBINY, RESWANDI SUMAJI, MUHAMMAD AFAN, EDI SUKAMTO, I NYOMAN ADNYANA, AGUS SUPRIYANTO, MITCHELL LEONARDO.
Tuesday, May 19, 2009
Main Aman
Meskipun hanya membawa 13 pemain, dan tidak menyertakan pemain intinya, PSMS Medan tak bermaksud meremehkan Johor FC, yang saat ini menjadi juru kunci Grup F AFC Cup. Oleh karena itu, PSMS akan berlaga all out saat digelarnya laga pamungkas Grup F kontra Johor FC di Stadion Pasir Gudang, Selasa (19/5) malam nanti.
Bagi PSMS, laga tersebut sebenarnya tak lagi menentukan. Pasalnya, Ayam Kinantan telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Cup, usai mengandaskan VB Sport Maladewa 2-1 beberapa waktu lalu. PSMS berhasil finis sebagai runner up Grup F di bawah South China Hongkong, yang tak terkalahkan hingga saat ini. Jadi, PSMS cukup bermain aman dan tidak kalah sudah bagus.
Sementara di kompetisi lokal, PSMS masih harus berjibaku hingga tetes darah penghabisan untuk bisa meloloskan diri dari jurang degradasi. Maka, wajar saja pelatih PSMS, Rudi William Keltjes tak mau mengambil risiko.
Pemain inti, misalnya Zada, Elie Aiboy, Markus Horison, Rahmat Affandi hingga Oktovianus tak disertakan dalam tur ke Johor. Tenaga mereka dinilai Rudi lebih dibutuhkan di Indonesian Super League (ISL). Sebagai gantinya, Rudi membawa anak-anak muda, seperti Mitchel Nere, Zulbahra, Ruben Sanadi, Andika Yudistira bahkan Erwisnyah Hasibuan dipanggil dari Persikota untuk melapis lini belakang Ayam Kinantan.
“Saya khawatir pemain cedera kalau dipaksakan main lawan Johor FC. Sementara jumlah pemain terbatas,” kata Rudi kepada Sumut Pos, Senin (18/5) kemarin.
Target pun tak diemban oleh Rudi pada laga itu. Walaupun sebenarnya dia ingin meraih angka. Terlebih Rudi selalu mengatakan bahwa laga di kancah Asia merupakan laga prestisius, mengingat nama bangsa yang dijual. “Laga di AFC Cup, tentu saja sangat penting. Karena PSMS itu membawa nama bangsa. Jadi kita akan main sebaiknya agar tidak menanggung malu,” sambungnya.
Sedangkan Johor FC tampaknya juga tak ingin terus menjadi pecundang. Pelatih Johor FC, Ramlan Rasyid akan mencoba memetik kemenangan perdana mereka di Grup F kontra PSMS. “Sungguh merupakan pengalaman luar biasa bisa berlaga di ajang AFC Cup. meskipun kami menuai hasil yang kurang bagus. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Ramlan seperti dilansir situs resmi AFC, kemarin.
“Kami memang tak lagi mendapatkan tempat di AFC Cup musim ini. Tapi kami akan berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada PSMS, untuk berusaha mencari kemenangan pertama kami di ajang ini,” sambung Ramlan.
Meski demikian, Ramlan juga mencoba merotasi pemainnya. Pada kesempatan ini, Ramlan berencana memberikan kesempatan menurunkan sejumlah pemain muda. “Ambil bagian di ajang ini memberikan kami banyak pelajaran. Oleh karena itu, pemain muda yang kami miliki juga perlu mendapatkan pelajar lebih banyak lagi,” pungkas Ramlan
Bagi PSMS, laga tersebut sebenarnya tak lagi menentukan. Pasalnya, Ayam Kinantan telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Cup, usai mengandaskan VB Sport Maladewa 2-1 beberapa waktu lalu. PSMS berhasil finis sebagai runner up Grup F di bawah South China Hongkong, yang tak terkalahkan hingga saat ini. Jadi, PSMS cukup bermain aman dan tidak kalah sudah bagus.
Sementara di kompetisi lokal, PSMS masih harus berjibaku hingga tetes darah penghabisan untuk bisa meloloskan diri dari jurang degradasi. Maka, wajar saja pelatih PSMS, Rudi William Keltjes tak mau mengambil risiko.
Pemain inti, misalnya Zada, Elie Aiboy, Markus Horison, Rahmat Affandi hingga Oktovianus tak disertakan dalam tur ke Johor. Tenaga mereka dinilai Rudi lebih dibutuhkan di Indonesian Super League (ISL). Sebagai gantinya, Rudi membawa anak-anak muda, seperti Mitchel Nere, Zulbahra, Ruben Sanadi, Andika Yudistira bahkan Erwisnyah Hasibuan dipanggil dari Persikota untuk melapis lini belakang Ayam Kinantan.
“Saya khawatir pemain cedera kalau dipaksakan main lawan Johor FC. Sementara jumlah pemain terbatas,” kata Rudi kepada Sumut Pos, Senin (18/5) kemarin.
Target pun tak diemban oleh Rudi pada laga itu. Walaupun sebenarnya dia ingin meraih angka. Terlebih Rudi selalu mengatakan bahwa laga di kancah Asia merupakan laga prestisius, mengingat nama bangsa yang dijual. “Laga di AFC Cup, tentu saja sangat penting. Karena PSMS itu membawa nama bangsa. Jadi kita akan main sebaiknya agar tidak menanggung malu,” sambungnya.
Sedangkan Johor FC tampaknya juga tak ingin terus menjadi pecundang. Pelatih Johor FC, Ramlan Rasyid akan mencoba memetik kemenangan perdana mereka di Grup F kontra PSMS. “Sungguh merupakan pengalaman luar biasa bisa berlaga di ajang AFC Cup. meskipun kami menuai hasil yang kurang bagus. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Ramlan seperti dilansir situs resmi AFC, kemarin.
“Kami memang tak lagi mendapatkan tempat di AFC Cup musim ini. Tapi kami akan berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada PSMS, untuk berusaha mencari kemenangan pertama kami di ajang ini,” sambung Ramlan.
Meski demikian, Ramlan juga mencoba merotasi pemainnya. Pada kesempatan ini, Ramlan berencana memberikan kesempatan menurunkan sejumlah pemain muda. “Ambil bagian di ajang ini memberikan kami banyak pelajaran. Oleh karena itu, pemain muda yang kami miliki juga perlu mendapatkan pelajar lebih banyak lagi,” pungkas Ramlan
Jual Diri Biar tak Degradasi
Sihar Sitorus-manajer PSMS Medan, memberikan sinyal bahwa dirinya tak akan memperpanjang pengelolaannya akan klub kebanggaan warga Medan ini. Terbesit dari ungkapannya, yang menegaskan bahwa pemain PSMS harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga akhir musim, sebagai salah satu pemicu agar dilirik klub lain.
“Pemain itu harus tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ya istilahnya jual dirilah, agar di awal musim depan ada klub yang melirik tenaga mereka. Dengan demikian, PSMS juga bisa lepas dari ancaman degradasi akibat kesungguhan pemain,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Ungkapan Sihar itu, membangun motivasi para pemain. Tapi juga membersitkan bahwa dirinya juga ingin melihat mantan pemainnya direkrut klub lain di awal musim mendatang. Kata direkrut klub lain, bukan dipertahankan di PSMS, mengindikasikan bahwa masa kepengelolaan Sihar di PSMS akan segera berakhir seiring berakhirnya musim ini.
Berulang kali Sumut Pos menanyakan kepastian, apakah Sihar akan kembali mendapatkan mandat menukangi PSMS. Berulangkali juga dia bilang bahwa dirinya belum bisa memastikan. “Kalau saya bilang akan kembali tangani PSMS, rupanya tidak jadi, kan gak enak. Sebaliknya, saya bilang tidak, rupanya jadi,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Menyoal siapa yang akan kembali menukangi PSMS musim depan, tentu saja belum tergambar benar. Pasalnya, Sihar sendiri hanya diberi mandat satu tahun oleh Ketum PSMS yang juga mantan walikota Medan Abdillah yang kini tengah meringkuk di balik jeruji.
Apalagi, Sihar tampaknya mulai kapok menukangi sebuah klub di Indonesia. Uang habis milyaran, tak sebanding dengan pendapatan. Malahan, fans Chelsea itu kerap dipusingkan dengan birokrasi dan kemelut di sepak bola nasional. Hingga menjelang berakhirnya musim ini, Sihar mengaku telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 miliar. Jumlah itu masih belum diaudit oleh pihaknya. Dan kemungkinan hingga akhir musim akan bertambah lebih besar lagi mengingat PSMS juga berlaga hingga putaran kedua AFC Cup
“Pemain itu harus tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ya istilahnya jual dirilah, agar di awal musim depan ada klub yang melirik tenaga mereka. Dengan demikian, PSMS juga bisa lepas dari ancaman degradasi akibat kesungguhan pemain,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Ungkapan Sihar itu, membangun motivasi para pemain. Tapi juga membersitkan bahwa dirinya juga ingin melihat mantan pemainnya direkrut klub lain di awal musim mendatang. Kata direkrut klub lain, bukan dipertahankan di PSMS, mengindikasikan bahwa masa kepengelolaan Sihar di PSMS akan segera berakhir seiring berakhirnya musim ini.
Berulang kali Sumut Pos menanyakan kepastian, apakah Sihar akan kembali mendapatkan mandat menukangi PSMS. Berulangkali juga dia bilang bahwa dirinya belum bisa memastikan. “Kalau saya bilang akan kembali tangani PSMS, rupanya tidak jadi, kan gak enak. Sebaliknya, saya bilang tidak, rupanya jadi,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Menyoal siapa yang akan kembali menukangi PSMS musim depan, tentu saja belum tergambar benar. Pasalnya, Sihar sendiri hanya diberi mandat satu tahun oleh Ketum PSMS yang juga mantan walikota Medan Abdillah yang kini tengah meringkuk di balik jeruji.
Apalagi, Sihar tampaknya mulai kapok menukangi sebuah klub di Indonesia. Uang habis milyaran, tak sebanding dengan pendapatan. Malahan, fans Chelsea itu kerap dipusingkan dengan birokrasi dan kemelut di sepak bola nasional. Hingga menjelang berakhirnya musim ini, Sihar mengaku telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 miliar. Jumlah itu masih belum diaudit oleh pihaknya. Dan kemungkinan hingga akhir musim akan bertambah lebih besar lagi mengingat PSMS juga berlaga hingga putaran kedua AFC Cup
PSMS Jadikan Johor FC Tumbal LSI
PSMS Medan telah memastikan satu tempat di babak 16 besar AFC Cup 2009. Namun bukan berarti pada laga terakhir kontra Johor FC, Selasa, 19 Mei 2009, Ayam Kinantan bakal tampil setengah hati.
Tekad ini disampaikan oleh pelatih PSMS, Liestiadi kepada situs Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Senin, 18 Mei 2009. PSMS akan berhadapan dengan Johor FC di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Malaysia pada lanjutan kualifikasi grup F.
"Penampilan kami di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak terlalu baik seperti pada AFC Cup. Karena itu kami akan berusaha merebut kemenangan lawan Johor FC sedikit meringankan beban dan memberikan kepuasan bagi pemain," kata Liestiadi.
Di LSI 2008/2009 PSMS memang masih terseok-seok di zona merah degradasi. Hingga pertandingan ke-29, Ayam Kinantan masih berada di urutan ke-15 dengan koleksi 24 poin.
Sebaliknya, pada AFC Cup 2009, PSMS justru tampil gemilang. Saat ini PSMS berada di urutan kedua klasemen sementara grup F dengan koleksi 10 poin dari 5 laga.
Dengan hasil ini PSMS telah memastikan satu tiket di babak 16 besar. Pada perebutan tiket babak 8 besar ini PSMS sudah ditunggu oleh jawara Grup G, Chonburi FC (Thailand).
"Lawan Johor FC, kami tetap menargetkan tiga poin untuk memastikan posisi kami tetap aman di klasemen akhir," tandas Liestiadi.
Target yang sama juga diusung oleh tuan rumah Johor FC. Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid mengaku timnya tak ingin mengakhiri penampilannya di AFC Cup tanpa satu kemenangan pun.
"Kami memang sudah tidak mungkin tampil di babak 16 besar. Namun bukan berarti kami harus menyerah begitu saja kepada PSMS Medan. Kami akan tetap mencoba merebut kemenangan pertama di akhir kompetisi ini," tandas Ramlan.
Prediksi Line Up
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadly Hariri, Esteban Gullien, Aun Carbiny, Reswandi, Andika Yudhistira, Leonardo Zada, Galih Sudaryono, Agus Supriyanto, Mario Costas, Octavianus Maniani
Pelatih : Liestiadi Lo
Johor FC
Mohd Anis Faron (g), Kumaresan, Mohd Hamzani, Mohd Hafiz, Madzalan, Wan Rhoaimi, Mohd Azizan, Mohammad Ezaidy, Mohd Nurul Azwan, Mohd Syaiful, Fahruzzahar
Pelatih : Ramlan Rashid
Tekad ini disampaikan oleh pelatih PSMS, Liestiadi kepada situs Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Senin, 18 Mei 2009. PSMS akan berhadapan dengan Johor FC di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Malaysia pada lanjutan kualifikasi grup F.
"Penampilan kami di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak terlalu baik seperti pada AFC Cup. Karena itu kami akan berusaha merebut kemenangan lawan Johor FC sedikit meringankan beban dan memberikan kepuasan bagi pemain," kata Liestiadi.
Di LSI 2008/2009 PSMS memang masih terseok-seok di zona merah degradasi. Hingga pertandingan ke-29, Ayam Kinantan masih berada di urutan ke-15 dengan koleksi 24 poin.
Sebaliknya, pada AFC Cup 2009, PSMS justru tampil gemilang. Saat ini PSMS berada di urutan kedua klasemen sementara grup F dengan koleksi 10 poin dari 5 laga.
Dengan hasil ini PSMS telah memastikan satu tiket di babak 16 besar. Pada perebutan tiket babak 8 besar ini PSMS sudah ditunggu oleh jawara Grup G, Chonburi FC (Thailand).
"Lawan Johor FC, kami tetap menargetkan tiga poin untuk memastikan posisi kami tetap aman di klasemen akhir," tandas Liestiadi.
Target yang sama juga diusung oleh tuan rumah Johor FC. Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid mengaku timnya tak ingin mengakhiri penampilannya di AFC Cup tanpa satu kemenangan pun.
"Kami memang sudah tidak mungkin tampil di babak 16 besar. Namun bukan berarti kami harus menyerah begitu saja kepada PSMS Medan. Kami akan tetap mencoba merebut kemenangan pertama di akhir kompetisi ini," tandas Ramlan.
Prediksi Line Up
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadly Hariri, Esteban Gullien, Aun Carbiny, Reswandi, Andika Yudhistira, Leonardo Zada, Galih Sudaryono, Agus Supriyanto, Mario Costas, Octavianus Maniani
Pelatih : Liestiadi Lo
Johor FC
Mohd Anis Faron (g), Kumaresan, Mohd Hamzani, Mohd Hafiz, Madzalan, Wan Rhoaimi, Mohd Azizan, Mohammad Ezaidy, Mohd Nurul Azwan, Mohd Syaiful, Fahruzzahar
Pelatih : Ramlan Rashid
Monday, May 18, 2009
PSMS Hanya Boyong 13 Pemain ke Malaysia
Pihak PSMS Medan benar-benar menyimpan sejumlah pemain intinya saat melawat ke Stadion Gudang Pasir Johor Malaysia, untuk menghadapi Johor FC pada laga pamungkas Grup F AFC Cup, Selasa (19/5) mendatang. Hal itu terbukti dari hanya 13 pemain yang diboyong ke sana.
Dari 13 nama, Rudi Keltjes, arsitek PSMS tak menyertakan sejumlah pemain intinya. Nama-nama seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Rahmat Affandi hingga Oktovianus Maniani tak disertakan. “Saya hanya membawa 13 pemain. Dan rata-rata pemain cadangan. Saya khawatir pemain inti cedera kalau saya paksakan main melawan Johor FC. Sementara tenaga mereka lebih dibutuhkan di ISL,” beber Rudi Keltjes kepada wartawan koran ini Sabtu (16/5) kemarin. Memang, dalam daftar nama yang dibawa Rudi, terdapat nama-nama pemain cadangan yang jarang mendapatkan kesempatan di pentas ISL. Di antaranya Mitchel Nere hingga Andika Yudistira. Menariknya, Rudi juga menarik pemain yang sempat dipinjamkan ke Persikota klub Divisi Utama, Erwinsyah alias Monang untuk berlaga kontra Johor FC.
“Pemain kita pas-pasan. Tak mungkin juga kita paksakan untuk laga yang tak lagi menentukan,” sambung Rudi.
Menurut jadwal, PSMS akan bertolak ke Malaysia pada Minggu (17/5) pagi ini pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat. Jadwal kontra Johor FC sendiri akan dimainkan pada Selasa (19/5).
Saat melawan Johor FC di Jakabaring Pelembang Maret lalu, PSMS berhasil menang dengan skor 3-1
Dari 13 nama, Rudi Keltjes, arsitek PSMS tak menyertakan sejumlah pemain intinya. Nama-nama seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Rahmat Affandi hingga Oktovianus Maniani tak disertakan. “Saya hanya membawa 13 pemain. Dan rata-rata pemain cadangan. Saya khawatir pemain inti cedera kalau saya paksakan main melawan Johor FC. Sementara tenaga mereka lebih dibutuhkan di ISL,” beber Rudi Keltjes kepada wartawan koran ini Sabtu (16/5) kemarin. Memang, dalam daftar nama yang dibawa Rudi, terdapat nama-nama pemain cadangan yang jarang mendapatkan kesempatan di pentas ISL. Di antaranya Mitchel Nere hingga Andika Yudistira. Menariknya, Rudi juga menarik pemain yang sempat dipinjamkan ke Persikota klub Divisi Utama, Erwinsyah alias Monang untuk berlaga kontra Johor FC.
“Pemain kita pas-pasan. Tak mungkin juga kita paksakan untuk laga yang tak lagi menentukan,” sambung Rudi.
Menurut jadwal, PSMS akan bertolak ke Malaysia pada Minggu (17/5) pagi ini pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat. Jadwal kontra Johor FC sendiri akan dimainkan pada Selasa (19/5).
Saat melawan Johor FC di Jakabaring Pelembang Maret lalu, PSMS berhasil menang dengan skor 3-1
Saturday, May 16, 2009
Tanpa Jagoan, jelang Bentrok Johor FC
MEDAN- PSMS Medan tengah bersiap melawat ke Stadion Pasir Gudang markas Johor FC, dalam laga penyisihan terakhir grup F AFC Cup, yang akan digelar Selasa (19/5) nanti. Laga yang tak lagi menentukan itu, dimaksimalkan PSMS dengan menurunkan skuad lapis duanya. Tak pelak, jagoan seperti Zada, Elie Aiboy, atau Markus Horison dicadangkan.
Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan para pemain inti, yang tenaganya lebih dibutuhkan di kompetisi domestik. Di Indonesian Super League (ISL), PSMS memang sedang terpuruk. Dari 29 laganya, 13 kali PSMS kandas. Walhasil 24 poin baru dikumpul hingga saat ini.
Karena itu, Rudi Keltjes -arsitek PSMS enggan ambil resiko. Khawatir pemain inti cedera atau drop kondisi fisiknya, diyakini PSMS akan menyimpan tenaga Zada, Esteban, Elie Aiboy atau bahkan Markus Horison.
“Melawan Johor, mungkin saya akan mencoba rotasi. Pemain muda kalau memang mereka siap, bisa saja diturunkan. Kita lihat saja hingga saat terakhir nanti,” kata Rudi baru-baru ini.
Hal itu diamini Sihar Sitorus-manajer PSMS. Saat dihubungi Sumut Pos Jumat (15/5) kemarin, Sihar tak menampik kalau pemain inti bakal disimpan.
“Benar, laga melawan Johor FC tak lagi menentukan. Kita tentu akan mencoba main safety. Tenaga pemain lebih dibutuhkan di kancah domestik,” beber Sihar.
PSMS sendiri bakal melawat ke Johor, Malaysia pada Minggu (17/5) mendatang. Saat ini skuad sedang berkumpul di Jakarta dan menggelar latihan di sana. Belum diketahui siapa saja pemain yang bakal dibawa. Masih akan menanti sehari sebelum berangkat.
“Tim bakal berangkat tanggal 17 nanti. Meskipun tanpa pemain inti, saya harap tim bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Sihar.
Usai laga kontra Johor FC, PSMS akan kembali menggelar laga di ISL. Lawan yang bakal dihadapi adalah Persitara Jakarta Utara pada 23 Mei mendatang. Usai laga itu, tiga hari kemudian PSMS akan kembali merumput.
Lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya. Jadwal superpadat ini, membuat Rudi Keltjes berang. Meski demikian, dia masih optimis timnya mampu meninggalkan zona degradasi di akhir musim.
Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan para pemain inti, yang tenaganya lebih dibutuhkan di kompetisi domestik. Di Indonesian Super League (ISL), PSMS memang sedang terpuruk. Dari 29 laganya, 13 kali PSMS kandas. Walhasil 24 poin baru dikumpul hingga saat ini.
Karena itu, Rudi Keltjes -arsitek PSMS enggan ambil resiko. Khawatir pemain inti cedera atau drop kondisi fisiknya, diyakini PSMS akan menyimpan tenaga Zada, Esteban, Elie Aiboy atau bahkan Markus Horison.
“Melawan Johor, mungkin saya akan mencoba rotasi. Pemain muda kalau memang mereka siap, bisa saja diturunkan. Kita lihat saja hingga saat terakhir nanti,” kata Rudi baru-baru ini.
Hal itu diamini Sihar Sitorus-manajer PSMS. Saat dihubungi Sumut Pos Jumat (15/5) kemarin, Sihar tak menampik kalau pemain inti bakal disimpan.
“Benar, laga melawan Johor FC tak lagi menentukan. Kita tentu akan mencoba main safety. Tenaga pemain lebih dibutuhkan di kancah domestik,” beber Sihar.
PSMS sendiri bakal melawat ke Johor, Malaysia pada Minggu (17/5) mendatang. Saat ini skuad sedang berkumpul di Jakarta dan menggelar latihan di sana. Belum diketahui siapa saja pemain yang bakal dibawa. Masih akan menanti sehari sebelum berangkat.
“Tim bakal berangkat tanggal 17 nanti. Meskipun tanpa pemain inti, saya harap tim bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Sihar.
Usai laga kontra Johor FC, PSMS akan kembali menggelar laga di ISL. Lawan yang bakal dihadapi adalah Persitara Jakarta Utara pada 23 Mei mendatang. Usai laga itu, tiga hari kemudian PSMS akan kembali merumput.
Lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya. Jadwal superpadat ini, membuat Rudi Keltjes berang. Meski demikian, dia masih optimis timnya mampu meninggalkan zona degradasi di akhir musim.
Simpan Rap-rap
MEDAN-PSMS Medan mulai memikirkan untuk mengesampingkan gaya rap-rapnya di laga sisa Indonesia Super League (ISL). Hal itu dikatakan Rudi Keltjes-arsitek PSMS sebagai salah satu trik menghindar dari kecurangan yang kerap muncul dari sang pengadil lapangan.
Evaluasi yang diambil Rudi Keltjes itu diputuskan usai kandas kontra Persib (13/5) lalu. Kepada Sumut Pos Rudi berujar bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pemain agar bermain aman saja, setiap bertandang ke markas lawan. Terlebih saat bola berada di kotak penalti lawan.
“Usai laga kontra Persib, kita punya cukup waktu untuk mencari siasat agar tak lagi dikerjai wasit. Salah satunya dengan mencoba bermain halus di kotak penalti. Atau, bisa saja kita cari cara main aman lainnya,” kata Rudi.
Artinya, PSMS lebih memilih mengalah dengan kondisi. Bosan terus dikerjai, bosan terus mengadu ke PSSI, karena memang tak ada tindakan lanjutan. “Lebih baik kita yang ubah cara bermain. Yang penting bisa lepas dari tipu daya wasit. Semoga pihak-pihak yang curang akan mendapatkan karma setimpal,” lanjutnya.
Masalahnya, Ayam Kinantan sudah terlanjur identik dengan gaya rap-rap. Apakah pilihan ini tidak akan menjadi bumerang? “Yang penting menang dulu. Bagi saya tak masalah main bagus atau jelek, sebab PSMS saat ini butuh hasil menang,” kata Rudi di awal kepelatihan di PSMS Maret lalu.
Sihar Sitorus-manajer PSMS juga sudah pusing dengan situasi ini. “Entahlah. Sudah tak ada gunanya melapor ke PSSI. Yang penting pemain PSMS tetap berlatih dan mempunyai semangat juang untuk menghindari degradasi. Cuma itu yang bisa dilakukan,” beber Sihar.
Keputusan ini diambil Rudi setelah melihat beberapa laga terakhir PSMS. Beberapa laga terakhir PSMS kerap kesulitan meraih hasil sempurna. Terlebih kalau harus melakoni laga ke markas lawan. Contohnya saat melawat ke markas Persijap Jepara dan Persib Bandung.
Saat dijamu Persijap, PSMS sebenarnya main bagus. Buktinya baru dua menit laga berlangsung PSMS bisa mencuri gol lewat kapten tim Esteban Guillen. Sayangnya, usai gol itu wasit mulai berat ke tuan rumah. Salah satunya dengan memberi hadiah penalti kepada tim tamu tanpa alasan yang bisa diterima pemain dan manajemen, dan menganulir gol Zada yang dilesakkan dari tendangan bebas. Padahal bola meluncur jelas ke arah gawang, namun wasit menilai gol itu berbau offside karena ada pemain PSMS yang berdiri di belakang pemain Persijap. Akhirnya PSMS kandas dengan skor 4-2.
Melawan Persib, PSMS juga mendapat cobaan. Yakni saat wasit asal Malang Suprihatin yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, karena Mauro Pinto-bek PSMS dianggap handsball. Padahal dia sama sekali tak menyentuh bola. Hal itu terlihat dari tayang ulang yang diputar Antv.
Atas hasil buruk itu, PSMS saat ini nangkring di posisi 15 klasemen sementara. Posisi itu merupakan posisi play off degradasi. Kalau PSMS tetap bertahan di posisi itu hingga akhir musim, sebenarnya sudah bagus.
Karena PSMS masih diberi kesempatan menghirup nafas di ISL. Tapi syaratnya PSMS harus rela menjalani laga play off dengan tim peringkat empat divisi utama. Kalau menang tetap bertahan, jika kandas maka ISL musim depan tinggal kenangan
Evaluasi yang diambil Rudi Keltjes itu diputuskan usai kandas kontra Persib (13/5) lalu. Kepada Sumut Pos Rudi berujar bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pemain agar bermain aman saja, setiap bertandang ke markas lawan. Terlebih saat bola berada di kotak penalti lawan.
“Usai laga kontra Persib, kita punya cukup waktu untuk mencari siasat agar tak lagi dikerjai wasit. Salah satunya dengan mencoba bermain halus di kotak penalti. Atau, bisa saja kita cari cara main aman lainnya,” kata Rudi.
Artinya, PSMS lebih memilih mengalah dengan kondisi. Bosan terus dikerjai, bosan terus mengadu ke PSSI, karena memang tak ada tindakan lanjutan. “Lebih baik kita yang ubah cara bermain. Yang penting bisa lepas dari tipu daya wasit. Semoga pihak-pihak yang curang akan mendapatkan karma setimpal,” lanjutnya.
Masalahnya, Ayam Kinantan sudah terlanjur identik dengan gaya rap-rap. Apakah pilihan ini tidak akan menjadi bumerang? “Yang penting menang dulu. Bagi saya tak masalah main bagus atau jelek, sebab PSMS saat ini butuh hasil menang,” kata Rudi di awal kepelatihan di PSMS Maret lalu.
Sihar Sitorus-manajer PSMS juga sudah pusing dengan situasi ini. “Entahlah. Sudah tak ada gunanya melapor ke PSSI. Yang penting pemain PSMS tetap berlatih dan mempunyai semangat juang untuk menghindari degradasi. Cuma itu yang bisa dilakukan,” beber Sihar.
Keputusan ini diambil Rudi setelah melihat beberapa laga terakhir PSMS. Beberapa laga terakhir PSMS kerap kesulitan meraih hasil sempurna. Terlebih kalau harus melakoni laga ke markas lawan. Contohnya saat melawat ke markas Persijap Jepara dan Persib Bandung.
Saat dijamu Persijap, PSMS sebenarnya main bagus. Buktinya baru dua menit laga berlangsung PSMS bisa mencuri gol lewat kapten tim Esteban Guillen. Sayangnya, usai gol itu wasit mulai berat ke tuan rumah. Salah satunya dengan memberi hadiah penalti kepada tim tamu tanpa alasan yang bisa diterima pemain dan manajemen, dan menganulir gol Zada yang dilesakkan dari tendangan bebas. Padahal bola meluncur jelas ke arah gawang, namun wasit menilai gol itu berbau offside karena ada pemain PSMS yang berdiri di belakang pemain Persijap. Akhirnya PSMS kandas dengan skor 4-2.
Melawan Persib, PSMS juga mendapat cobaan. Yakni saat wasit asal Malang Suprihatin yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, karena Mauro Pinto-bek PSMS dianggap handsball. Padahal dia sama sekali tak menyentuh bola. Hal itu terlihat dari tayang ulang yang diputar Antv.
Atas hasil buruk itu, PSMS saat ini nangkring di posisi 15 klasemen sementara. Posisi itu merupakan posisi play off degradasi. Kalau PSMS tetap bertahan di posisi itu hingga akhir musim, sebenarnya sudah bagus.
Karena PSMS masih diberi kesempatan menghirup nafas di ISL. Tapi syaratnya PSMS harus rela menjalani laga play off dengan tim peringkat empat divisi utama. Kalau menang tetap bertahan, jika kandas maka ISL musim depan tinggal kenangan
'Ferguson Bakal Kagum Melihat SUGBK'
Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bakal kagum dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pasalnya, pria asal Skotlandia itu tidak akan menduga ada stadion megah di Indonesia.
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009
Thursday, May 14, 2009
Persib Diuntungkan Bola Mati
Kehilangan trio andalannya, Gonzalez, Hilton Moreira dan Cabanas, Persib terlihat begitu sulit menciptakan gol melalui serangan-serangan yang mereka bangun. Kalaupun akhirnya Persib bisa mencetak dua gol, itu berkat kejelian mereka memanfaatkan bola-bola mati.
Dari sisi permainan kedua tim sebenarnya berimbang. Bahkan PSMS sedikit lebih unggul dalam melakukan tekanan ke gawang Persib. Hanya saja kurang baiknya penyelesaian akhir yang dilakukan pemain-pemain PSMS seperti Zada dan Costas saat mendapatkan peluang, membuat gawang Persib tetap aman.
Selain itu tetap solidnya lini pertahanan Persib yang digalang Maman, Nova dan Nyek Nyobe menjadi kesulitan sendiri bagi PSMS dalam membongkar pertahanan lawan. Tak heran jika serangan yang mereka bangun kerap kandas.
Di barisan tengah Persib, Hariono tampil gemilang. Dia menjadi tembok pertama Persib di barisan tengah yang harus ditaklukan PSMS. Tak heran jika duel lini tengah selalu mampu dimenangkan oleh Persib.
Gol yang diciptakan Nyek Nyobe lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter merupakan gol berkelas yang sangat sulit digagalkan Markus Harison. Keunggulan itulah yang akhirnya bisa membuat kepercayaan diri Persib bertambah di saat mereka juga kesulitan menciptakan gol dari serangan yang mereka bangun.
Sedangkan gol kedua dari Bastos yang diciptakan dari titik penalti memang mengundang tanya apakah benar telah terjadi handball pada pemain belakang PSMS. Namun lepas dari perdebatan tersebut penalti yang dilakukan Bastos sangat baik. Gol kedua Persib tak pelak lagi membuat PSMS makin sulit dan terlihat mental mereka menjadi down karena sulit untuk mengejar dua gol dalam kondisi Persib yang semakin di atas angin
Dari sisi permainan kedua tim sebenarnya berimbang. Bahkan PSMS sedikit lebih unggul dalam melakukan tekanan ke gawang Persib. Hanya saja kurang baiknya penyelesaian akhir yang dilakukan pemain-pemain PSMS seperti Zada dan Costas saat mendapatkan peluang, membuat gawang Persib tetap aman.
Selain itu tetap solidnya lini pertahanan Persib yang digalang Maman, Nova dan Nyek Nyobe menjadi kesulitan sendiri bagi PSMS dalam membongkar pertahanan lawan. Tak heran jika serangan yang mereka bangun kerap kandas.
Di barisan tengah Persib, Hariono tampil gemilang. Dia menjadi tembok pertama Persib di barisan tengah yang harus ditaklukan PSMS. Tak heran jika duel lini tengah selalu mampu dimenangkan oleh Persib.
Gol yang diciptakan Nyek Nyobe lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter merupakan gol berkelas yang sangat sulit digagalkan Markus Harison. Keunggulan itulah yang akhirnya bisa membuat kepercayaan diri Persib bertambah di saat mereka juga kesulitan menciptakan gol dari serangan yang mereka bangun.
Sedangkan gol kedua dari Bastos yang diciptakan dari titik penalti memang mengundang tanya apakah benar telah terjadi handball pada pemain belakang PSMS. Namun lepas dari perdebatan tersebut penalti yang dilakukan Bastos sangat baik. Gol kedua Persib tak pelak lagi membuat PSMS makin sulit dan terlihat mental mereka menjadi down karena sulit untuk mengejar dua gol dalam kondisi Persib yang semakin di atas angin
Kekeliruan Wasit Nodai Kemenangan Persib Atas PSMS Medan
Persib Bandung berhasil mengamankan tiga angka saat menjamu PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Rabu, 13 Mei 2009. Sayang, kemenangan Maung Bandung diwarnai oleh keputusan kotroversial wasit Suprihatin.
Pada pertandingan yang disiarkan oleh antv ini, Persib berhasil mengalahkan PSMS 2-0. Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi Persib ke urutan ke-3 dengan koleksi 54 poin dari 27 laga.
Sebaliknya, kekalahan ini peluang PSMS untuk lepas dari zona degradasi semakin sulit. Saat ini, Ayam Kinanta masih berada di posisi ke-15 dengan koleksi 24 poin dari 28 laga.
Gol pertama Persib dicetak oleh Nyec Nyobe pada menit ke-20. Sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Bastos pada menit ke-54 dari titik putih penalti.
Di babak pertama, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. Namun, kondisi lapangan yang becek menyulitkan Persib dan PSMS untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya.
Persib mencoba menembus pertahanan PSMS pada menit-menit awal lewat serangan yang dimotori oleh Atep. Sayang genangan air beberapa kali menghambat aliran bola sehingga mampu dikuasai oleh pemain belakang PSMS.
Tak ingin mengecewakan pendukungnya seperti saat dikalahkan Pelita 1-2 beberapa waktu lalu, Persib kembali menata serangannya. Kali ini pemain-pemain Maung Bandung mulai berani melakukan eksekusi dari luar kotak penalti.
Namun aksi ini lagi-lagi tak membuahkan hasil hingga Persib mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit 25'. Nyeck Nyobe yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil merobek jala PSMS yang dijaga oleh Markus Horison.
Tendangan pemain asal Kamerun ini meluncur deras di atas pagar betis pemain-pemain PSMS sebelum akhirnya mendarat di pojok kanan atas gawang Markus. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Persib.
PSMS memilih untuk mengikuti strategi yang dijalankan oleh Persib. Mario Costas cs mulai berani melancarkan tendangan-tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, dari sederet eksekusi yang dilakukan, tak satupun menemnui sasaran.
Hingga babak pertama berakhir kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan. Skor sementara masih tetap 1-0 untuk Persib.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun kondisi lapangan yang tidak menguntungkan kembali membuat serangan Mario Costas dan Leonardo Zada kerap kandas di kaki pemain bertahan Persib.
Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti pun tak banyak membantu karena masih meluncur jauh di luar sasaran.
Saat berusaha mengejar ketertinggalannya, PSMS justru dikejutkan dengan keputusan kontrovesial wasit Suprihatin. Pengadil lapangan itu menunjuk titik putih penalti pada menit ke-54.
Sanksi ini diberikan Suprihatin menganggap Mario Pinto melakukan hands ball di kotak terlarang. Padahal, dari tayangan ulang tidak terlihat bahwa bola menyentuh tangan Pinto.
Keputusan wasit ini sempat memicu protes dari pemain PSMS. Namun wasit tetap pada pendiriannya. Rafael Bastos yang ditunjuk sebagai eksekutor pun akhirnya sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah skor menjadi 2-0 untuk Persib.
Ketingggalan 0-2 mulai membuat pemain PSMS frutasi. Mereka pun memilih untuk meladeni Persib dengan permainan keras. Pelanggaran demi pelanggaran kerap dilakukan oleh pemain-pemain belakang PSMS.
Menghadapi situasi ini, Persib mulai menurunkan tempo permainnya. Pasukan Jaya Hartono memilih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, hingga pertandingan usai Maung Bandung berhasil mempertahankan kemenangan 2-0.
Susunan Pemain
Persib Bandung
Tema Mursadat/Cece Supriatna (g); Maman Abdurahman, Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Gilang Angga, Hariono, Eka Ramdani, Atep, Siswanto/Irwan Wijasmara, Airlangga Sutjipto/Zaenal Arif, Rafael Bastos
PSMS Medan
Markus Horison (g), Reswandi, Mauro Pinto, Fadli Hariri, Rahmadhani, Agus Suprianto, Leonardo M Zada, Ruben Sanadi/Andhika Yudistira/Affan Lubis, Rahmat Affandi/I Komang Adyana, Octavianus Maniani, Mario Costas
Pada pertandingan yang disiarkan oleh antv ini, Persib berhasil mengalahkan PSMS 2-0. Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi Persib ke urutan ke-3 dengan koleksi 54 poin dari 27 laga.
Sebaliknya, kekalahan ini peluang PSMS untuk lepas dari zona degradasi semakin sulit. Saat ini, Ayam Kinanta masih berada di posisi ke-15 dengan koleksi 24 poin dari 28 laga.
Gol pertama Persib dicetak oleh Nyec Nyobe pada menit ke-20. Sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Bastos pada menit ke-54 dari titik putih penalti.
Di babak pertama, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. Namun, kondisi lapangan yang becek menyulitkan Persib dan PSMS untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya.
Persib mencoba menembus pertahanan PSMS pada menit-menit awal lewat serangan yang dimotori oleh Atep. Sayang genangan air beberapa kali menghambat aliran bola sehingga mampu dikuasai oleh pemain belakang PSMS.
Tak ingin mengecewakan pendukungnya seperti saat dikalahkan Pelita 1-2 beberapa waktu lalu, Persib kembali menata serangannya. Kali ini pemain-pemain Maung Bandung mulai berani melakukan eksekusi dari luar kotak penalti.
Namun aksi ini lagi-lagi tak membuahkan hasil hingga Persib mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit 25'. Nyeck Nyobe yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil merobek jala PSMS yang dijaga oleh Markus Horison.
Tendangan pemain asal Kamerun ini meluncur deras di atas pagar betis pemain-pemain PSMS sebelum akhirnya mendarat di pojok kanan atas gawang Markus. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Persib.
PSMS memilih untuk mengikuti strategi yang dijalankan oleh Persib. Mario Costas cs mulai berani melancarkan tendangan-tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, dari sederet eksekusi yang dilakukan, tak satupun menemnui sasaran.
Hingga babak pertama berakhir kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan. Skor sementara masih tetap 1-0 untuk Persib.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun kondisi lapangan yang tidak menguntungkan kembali membuat serangan Mario Costas dan Leonardo Zada kerap kandas di kaki pemain bertahan Persib.
Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti pun tak banyak membantu karena masih meluncur jauh di luar sasaran.
Saat berusaha mengejar ketertinggalannya, PSMS justru dikejutkan dengan keputusan kontrovesial wasit Suprihatin. Pengadil lapangan itu menunjuk titik putih penalti pada menit ke-54.
Sanksi ini diberikan Suprihatin menganggap Mario Pinto melakukan hands ball di kotak terlarang. Padahal, dari tayangan ulang tidak terlihat bahwa bola menyentuh tangan Pinto.
Keputusan wasit ini sempat memicu protes dari pemain PSMS. Namun wasit tetap pada pendiriannya. Rafael Bastos yang ditunjuk sebagai eksekutor pun akhirnya sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah skor menjadi 2-0 untuk Persib.
Ketingggalan 0-2 mulai membuat pemain PSMS frutasi. Mereka pun memilih untuk meladeni Persib dengan permainan keras. Pelanggaran demi pelanggaran kerap dilakukan oleh pemain-pemain belakang PSMS.
Menghadapi situasi ini, Persib mulai menurunkan tempo permainnya. Pasukan Jaya Hartono memilih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, hingga pertandingan usai Maung Bandung berhasil mempertahankan kemenangan 2-0.
Susunan Pemain
Persib Bandung
Tema Mursadat/Cece Supriatna (g); Maman Abdurahman, Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Gilang Angga, Hariono, Eka Ramdani, Atep, Siswanto/Irwan Wijasmara, Airlangga Sutjipto/Zaenal Arif, Rafael Bastos
PSMS Medan
Markus Horison (g), Reswandi, Mauro Pinto, Fadli Hariri, Rahmadhani, Agus Suprianto, Leonardo M Zada, Ruben Sanadi/Andhika Yudistira/Affan Lubis, Rahmat Affandi/I Komang Adyana, Octavianus Maniani, Mario Costas
PSMS vs SFC Main di Papua
Badan Liga Indonesia memutuskan laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) antara PSMS Medan menghadapi Sriwijaya FC pada 23 Mei mendatang, akan digelar di Stadion Mandala, Papua.
Hal ini tak lepas dari keberatan PSMS yang menganggap Stadion Jakabaring, Palembang, sama saja akan menjadi kandang SFC, padahal mereka yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sejak awal Maret lalu, PSMS telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai homebase mereka untuk laga di AFC Cup, dan tiga laga di LSI.
Menanggapi keberatan ini, Manajer SFC, MC Baryadi, mengaku tak mempermasalahkannya. Jadwal tersebut kebetulan sesuai dengan dua laga mereka berikutnya yakni menghadapi Persiwa Wamena (6/6), Persipura Jayapura (10/6).
"Jadwal ini sesuai dengan perjalanan pertandingan SFC melawan Persiwa dan Persipura. Jadi, pertandingan melawan PSMS menjadi laga pembuka pertandingan di Papua," ujarnya, Rabu (13/05).
Senada dengan Brayadi, pelatih Rahmad Darmawan, juga mengakui hal tersebut sangat menguntungkan dari segi biaya.
"Dari pada bolak-balik Palembang-Papua, tentu biaya dan tenaga lebih besar lagi harus dikeluarkan. Sealin itu, anggap saja sekalian saya pulang kampung,” pungkas pelatih yang 2005 lalu meracik sekaligus membawa Persipura menjadi kampiun Liga Indonesia (Ligina) XI
Hal ini tak lepas dari keberatan PSMS yang menganggap Stadion Jakabaring, Palembang, sama saja akan menjadi kandang SFC, padahal mereka yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sejak awal Maret lalu, PSMS telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai homebase mereka untuk laga di AFC Cup, dan tiga laga di LSI.
Menanggapi keberatan ini, Manajer SFC, MC Baryadi, mengaku tak mempermasalahkannya. Jadwal tersebut kebetulan sesuai dengan dua laga mereka berikutnya yakni menghadapi Persiwa Wamena (6/6), Persipura Jayapura (10/6).
"Jadwal ini sesuai dengan perjalanan pertandingan SFC melawan Persiwa dan Persipura. Jadi, pertandingan melawan PSMS menjadi laga pembuka pertandingan di Papua," ujarnya, Rabu (13/05).
Senada dengan Brayadi, pelatih Rahmad Darmawan, juga mengakui hal tersebut sangat menguntungkan dari segi biaya.
"Dari pada bolak-balik Palembang-Papua, tentu biaya dan tenaga lebih besar lagi harus dikeluarkan. Sealin itu, anggap saja sekalian saya pulang kampung,” pungkas pelatih yang 2005 lalu meracik sekaligus membawa Persipura menjadi kampiun Liga Indonesia (Ligina) XI
Mantan Pemain PSMS, Jusuf Siregar Meninggal Dunia
Wafatnya mantan pemain PSMS, HM Yusuf Siregar (81) merupakan sebuah kehilangan besar bagi keluarga besar olah raga di Medan. "Keluarga besar PSMS benar-benar kehilangan seorang tokoh sepak bola yang sangat dihormati dan dihargai," kata mantan pemain PSMS, Parlin Siagian, di Medan, Rabu (13/5).
Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.
Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit.Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM.
Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.
"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.
Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.
"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya.
Almarhum HM. Jusuf Siregar (81 tahun) yang meninggal dunia Selasa (12/5) telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Medan, Rabu (13/5).
Pemakaman Jusuf Siregar di tempat peristirahatan yang terakhir itu dihadiri sejumlah mantan pemain dan pengurus PSMS Medan, juga dihadiri oleh keluarga, serta kerabat dekat almarhum khususnya dari kalangan kepolisian.
Tampak adik almarhum, Mayjen Pol (Purn) Salim Siregar yang juga mantan Kapolda Riau juga turut hadir pada pemakaman tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman tersebut adalah AKBP Robin Hutapea dari Polda Sumut.
HM. Jusuf Siregar yang dengan pangkat terakhir Letkol Pol (Purn) meninggal dunia karena sakit di rumah duka di Jalan Masjid Taufik Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.
Almarhum meninggalkan seorang istri Nurmilan br Rangkuti, tujuh orang anak, lima putra dan dua putri, 17 orang cucu, serta satu cicit.
Jusuf Siregar lahir di Kota Sibolga, 8 Agustus 1928, mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.
Almarhum memperoleh penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara dari Presiden Soeharto pada 1983.
Mantan pelatih PSMS, M. Khaidir mengatakan, keluarga besar PSMS merasa kehilangan terhadap orang yang selama ini sangat dicintai dan banyak berjasa dalam memajukan olah raga sepak bola di Sumut.
Khaidir mengatakan, Jusuf Siregar tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain PSMS, tetapi juga sebagai tokoh olah raga di daerah itu
Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.
Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit.Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM.
Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.
"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.
Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.
"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya.
Almarhum HM. Jusuf Siregar (81 tahun) yang meninggal dunia Selasa (12/5) telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Medan, Rabu (13/5).
Pemakaman Jusuf Siregar di tempat peristirahatan yang terakhir itu dihadiri sejumlah mantan pemain dan pengurus PSMS Medan, juga dihadiri oleh keluarga, serta kerabat dekat almarhum khususnya dari kalangan kepolisian.
Tampak adik almarhum, Mayjen Pol (Purn) Salim Siregar yang juga mantan Kapolda Riau juga turut hadir pada pemakaman tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman tersebut adalah AKBP Robin Hutapea dari Polda Sumut.
HM. Jusuf Siregar yang dengan pangkat terakhir Letkol Pol (Purn) meninggal dunia karena sakit di rumah duka di Jalan Masjid Taufik Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.
Almarhum meninggalkan seorang istri Nurmilan br Rangkuti, tujuh orang anak, lima putra dan dua putri, 17 orang cucu, serta satu cicit.
Jusuf Siregar lahir di Kota Sibolga, 8 Agustus 1928, mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.
Almarhum memperoleh penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara dari Presiden Soeharto pada 1983.
Mantan pelatih PSMS, M. Khaidir mengatakan, keluarga besar PSMS merasa kehilangan terhadap orang yang selama ini sangat dicintai dan banyak berjasa dalam memajukan olah raga sepak bola di Sumut.
Khaidir mengatakan, Jusuf Siregar tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain PSMS, tetapi juga sebagai tokoh olah raga di daerah itu
DENGAN PERSIB PSMS, TUNDUK 2-0
Tim maung bandung "Persib" naik keperingkat ketiga klasemen sementara liga super indonesia(LSI)2009 setelah mengalahkan PSMS medan 2-0 di stadion jalak harupat soreang bandung, jabar, rabu malam.
Gol kemenangan persib di cetak bek Nyek Nyobe Gregorius Clement menit ke 25 dan rafael bastos menit ke 52 hasil 27 kali bertanding, 16 kali menang, 6 kali seri dan 5 kali kalah
Sementara PSMS Medan tertahan di peringkat 14 dengan nilai 24 hasil dari 29 kali bertanding, empat kali menang, 12 seri dan 13 kalah.
Kemenangan ini sekaligus memupus"Mimpi Buruk" persib bandung yang sempat kalah 1-2 di stadion sijalak harupat soreang bandung saat di jamu Pelita Jaa Jabar beberapa waktu lalu.
MEski meraih kemenangan, absennya duet maut Hilton Moriera dan Cristian Gonzales serta gelandang Lorenzo Cabanas yang terkena akumulasi dua kartu kuning mengurangi ketajaman line depan maung bandung yang menurunkan rafael basstos dan Airlangga
Hujan yang turun menjelang "Kick Off" membuat lapangan pertandingan menjadi licin, diawal babak pertama kedua tim harus berjuang melawan genangan air yang menghalangi lajunya si kulit bundar
Kedua tim memberondong lawan dengan tembakan"Canon Ball" dari line tengah, salah satunya gol persib yang di cetak Nyek Nyobe yang dilakukan melalui tembakan bebas dari jarak 35 meter
Ketinggalan 1-0 , PSMS tampil mengurungdengan tembakan-tembakan jarak jauh. beberapa klai Rachmat Affandi dan Mario Costas mengancam gawan Persibyang dikawal Tema Mursadat. Namun hingga babak pertama udai kedudukan bertahan 0-1 untuk persib
Memasuki babak kedua, terjadi duel line tengah yang di motori oleh eka ramdani(persib) dan Zada(PSMS) memasuki menit ke 52 pemain belakang PSMS Mauro Pinto, melakukan Handsball di kotak penalti sehingga wasitsuprihatin dari magelang menunjuk titik putih.
Keputusan penalti sempat di protes pemain medan, namun wasit tetap pada keputusannya,Rafael Bastos yang menjadi Algojo,sukses melakukan eksekusi menaklukan kiper Markus Horison sehingga Persib memimpin 2-0.**
Gol kemenangan persib di cetak bek Nyek Nyobe Gregorius Clement menit ke 25 dan rafael bastos menit ke 52 hasil 27 kali bertanding, 16 kali menang, 6 kali seri dan 5 kali kalah
Sementara PSMS Medan tertahan di peringkat 14 dengan nilai 24 hasil dari 29 kali bertanding, empat kali menang, 12 seri dan 13 kalah.
Kemenangan ini sekaligus memupus"Mimpi Buruk" persib bandung yang sempat kalah 1-2 di stadion sijalak harupat soreang bandung saat di jamu Pelita Jaa Jabar beberapa waktu lalu.
MEski meraih kemenangan, absennya duet maut Hilton Moriera dan Cristian Gonzales serta gelandang Lorenzo Cabanas yang terkena akumulasi dua kartu kuning mengurangi ketajaman line depan maung bandung yang menurunkan rafael basstos dan Airlangga
Hujan yang turun menjelang "Kick Off" membuat lapangan pertandingan menjadi licin, diawal babak pertama kedua tim harus berjuang melawan genangan air yang menghalangi lajunya si kulit bundar
Kedua tim memberondong lawan dengan tembakan"Canon Ball" dari line tengah, salah satunya gol persib yang di cetak Nyek Nyobe yang dilakukan melalui tembakan bebas dari jarak 35 meter
Ketinggalan 1-0 , PSMS tampil mengurungdengan tembakan-tembakan jarak jauh. beberapa klai Rachmat Affandi dan Mario Costas mengancam gawan Persibyang dikawal Tema Mursadat. Namun hingga babak pertama udai kedudukan bertahan 0-1 untuk persib
Memasuki babak kedua, terjadi duel line tengah yang di motori oleh eka ramdani(persib) dan Zada(PSMS) memasuki menit ke 52 pemain belakang PSMS Mauro Pinto, melakukan Handsball di kotak penalti sehingga wasitsuprihatin dari magelang menunjuk titik putih.
Keputusan penalti sempat di protes pemain medan, namun wasit tetap pada keputusannya,Rafael Bastos yang menjadi Algojo,sukses melakukan eksekusi menaklukan kiper Markus Horison sehingga Persib memimpin 2-0.**
Wednesday, May 13, 2009
Persib Terancam Ompong Ladeni PSMS
LIVE antv 18.30 WIB
Persib Bandung tertimpa bala. Untuk kali pertama, Maung Bandung tak bisa menampilkan duet maut Christian "El Loco" Gonzales dan Hilton Moreira.
Keduanya terganjal akumulasi kartu yang memaksanya jadi penonton dalam laga yang disiarkan langsung antv ini. Sialnya, lawan yang akan dihadapi Maung Bandung, Rabu 13 Mei 2009 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, adalah PSMS Medan.
PSMS jadi tim yang memberikan kesulitan tiap kali bentrok di lapangan hijau. Pangeran Biru harus berpikir keras mengatasi perlawanan heroik musuh bebuyutannya itu.
“Memang kekuatan Persib jadi berkurang tanpa keduanya. Apalagi, Gonzales dan Hilton sudah menyatu dan saling memahami tugasnya dalam melambungkan prestasi Maung Bandung. Tapi, sepakbola prestasi tidak boleh berhenti tanpa kehadirannya. Masih ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya untuk memberikan perlawanan ketat pada lawan,” jelas Jaya Hartono, pembesut Maung Bandung, kepada wartawan GOSport, Dani Wihara.
Dalam deretan tukang gedor Persib, duo El Loco dan Moreira memang sangat paten. Kolaborasi keduanya sudah menyodorkan banjir gol bagi tim kebanggaan Tanah Pasundan itu.
Tercatat 17 gol sudah disemburkan keduanya ke gawang musuhnya. Makanya, tongkrongan keduanya sangat membekas di sanubari pesaingnya: tajam dan menyengat.
Tapi, bukan berarti tukang gedor lainnya -–di luar figur Gonzales dan Moreira-— dianggap sebelah mata. Sosok Zaenal Arief, Airlangga Sucipto dan Rafael Alves Bastos juga tidak kalah aksi.
Mereka cukup tajam mengoyak gawang lawan. Juga bisa diandalkan agar Maung Bandung tetap mengaum kencang.
“Ketiga striker Persib lainnya juga punya kualitas olah bola yang bagus. Tinggal mereka membuktikannya di lapangan. Jadi, tidak ada alasan untuk melepas kesempatan menuai angka sempurna di hadapan pendukung sendiri. Kami ingin terus menghamparkan prestasi manis di musim kompetisi ini,” ungkap Jaya.
Optimisme dan kepercayaan diri anak-anak Bandung memang sedang menjulang. Mereka akan terus memberi tekanan hebat
kepada semua klub penghuni papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Tetap Bermain Menyerang
Sepakbola menyerang yang merangsang menjadikan Maung Bandung disegani lawan. Dan itu akan terus mereka tebarkan di hadapan puluhan ribu pemuja fanatiknya.
“Main di kandang sendiri, tentu kita harus tampil menyerang. Itu agar tren positif yang tengah menyapa Persib terus berlanjut. Yang penting, pemain tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan,” kata Jaya lagi.
Itu sebabnya, tanpa kehadiran Gonzales dan Hilton plus kemungkinan harus tampil tanpa kehadiran Lorenzo Cabanas yang sedang cedera, tidak menyurutkan langkah Persib terus mengibarkan prestasi. Yang jelas bentrok antara Persib dan PSMS memang sarat gengsi dan prestisius, bahkan menguras emosi jiwa. Tak lain karena latar belakang sejarah panjang kedua klub di pentas sepakbola nasional.
“PSMS memang lawan yang berat. Bahkan selalu membuat repot permainan kami. Apalagi, sepak terjang kedua tim sudah mengurat akar di sepakbola nasional. Karena itulah, kami ingin menutup pertandingan dengan hasil yang bagus,” jelas Eka Ramdani, kapten Persib.
PSMS sendiri datang dengan kondisi nyaris serupa dengan Maung Bandung. Kiper Markus Horison masih terkapar karena cedera. Penggantinya, Galih Sudaryono dan juga Esteban Guillien terjerat akumulasi kartu. Tapi, itu semua tidak menyurutkan ambisi memberi perlawanan untuk menghindari dari jerat degradasi.
“Bentrok dengan ersib pasti menguras emosi. Pertandingan ini pun sangat strategis buat kedua tim. Kami memiliki motivasi kuat untuk bisa menahan Persib di tengah tekanan ribuan bobotohnya,” bilang Rudi William Keltjes, sutradara Ayam Kinantan.
Prakiraan Pemain
Persib: Tema Mursadat; Nova Arianto, Maman Abdurachman, Nyek Nyobe George, Siswanto, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Anggakusuma, Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto.
PSMS: Zulbahra, Mauro Pinto, Aun Carbini, Edi Sebung, Fadly Hariri, Ruben Sanadi, Octavianus Maniani, Leonardo Zada Martins, Affan Lubis, Mario Costa, Rahmat Affandi
Persib Bandung tertimpa bala. Untuk kali pertama, Maung Bandung tak bisa menampilkan duet maut Christian "El Loco" Gonzales dan Hilton Moreira.
Keduanya terganjal akumulasi kartu yang memaksanya jadi penonton dalam laga yang disiarkan langsung antv ini. Sialnya, lawan yang akan dihadapi Maung Bandung, Rabu 13 Mei 2009 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, adalah PSMS Medan.
PSMS jadi tim yang memberikan kesulitan tiap kali bentrok di lapangan hijau. Pangeran Biru harus berpikir keras mengatasi perlawanan heroik musuh bebuyutannya itu.
“Memang kekuatan Persib jadi berkurang tanpa keduanya. Apalagi, Gonzales dan Hilton sudah menyatu dan saling memahami tugasnya dalam melambungkan prestasi Maung Bandung. Tapi, sepakbola prestasi tidak boleh berhenti tanpa kehadirannya. Masih ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya untuk memberikan perlawanan ketat pada lawan,” jelas Jaya Hartono, pembesut Maung Bandung, kepada wartawan GOSport, Dani Wihara.
Dalam deretan tukang gedor Persib, duo El Loco dan Moreira memang sangat paten. Kolaborasi keduanya sudah menyodorkan banjir gol bagi tim kebanggaan Tanah Pasundan itu.
Tercatat 17 gol sudah disemburkan keduanya ke gawang musuhnya. Makanya, tongkrongan keduanya sangat membekas di sanubari pesaingnya: tajam dan menyengat.
Tapi, bukan berarti tukang gedor lainnya -–di luar figur Gonzales dan Moreira-— dianggap sebelah mata. Sosok Zaenal Arief, Airlangga Sucipto dan Rafael Alves Bastos juga tidak kalah aksi.
Mereka cukup tajam mengoyak gawang lawan. Juga bisa diandalkan agar Maung Bandung tetap mengaum kencang.
“Ketiga striker Persib lainnya juga punya kualitas olah bola yang bagus. Tinggal mereka membuktikannya di lapangan. Jadi, tidak ada alasan untuk melepas kesempatan menuai angka sempurna di hadapan pendukung sendiri. Kami ingin terus menghamparkan prestasi manis di musim kompetisi ini,” ungkap Jaya.
Optimisme dan kepercayaan diri anak-anak Bandung memang sedang menjulang. Mereka akan terus memberi tekanan hebat
kepada semua klub penghuni papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Tetap Bermain Menyerang
Sepakbola menyerang yang merangsang menjadikan Maung Bandung disegani lawan. Dan itu akan terus mereka tebarkan di hadapan puluhan ribu pemuja fanatiknya.
“Main di kandang sendiri, tentu kita harus tampil menyerang. Itu agar tren positif yang tengah menyapa Persib terus berlanjut. Yang penting, pemain tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan,” kata Jaya lagi.
Itu sebabnya, tanpa kehadiran Gonzales dan Hilton plus kemungkinan harus tampil tanpa kehadiran Lorenzo Cabanas yang sedang cedera, tidak menyurutkan langkah Persib terus mengibarkan prestasi. Yang jelas bentrok antara Persib dan PSMS memang sarat gengsi dan prestisius, bahkan menguras emosi jiwa. Tak lain karena latar belakang sejarah panjang kedua klub di pentas sepakbola nasional.
“PSMS memang lawan yang berat. Bahkan selalu membuat repot permainan kami. Apalagi, sepak terjang kedua tim sudah mengurat akar di sepakbola nasional. Karena itulah, kami ingin menutup pertandingan dengan hasil yang bagus,” jelas Eka Ramdani, kapten Persib.
PSMS sendiri datang dengan kondisi nyaris serupa dengan Maung Bandung. Kiper Markus Horison masih terkapar karena cedera. Penggantinya, Galih Sudaryono dan juga Esteban Guillien terjerat akumulasi kartu. Tapi, itu semua tidak menyurutkan ambisi memberi perlawanan untuk menghindari dari jerat degradasi.
“Bentrok dengan ersib pasti menguras emosi. Pertandingan ini pun sangat strategis buat kedua tim. Kami memiliki motivasi kuat untuk bisa menahan Persib di tengah tekanan ribuan bobotohnya,” bilang Rudi William Keltjes, sutradara Ayam Kinantan.
Prakiraan Pemain
Persib: Tema Mursadat; Nova Arianto, Maman Abdurachman, Nyek Nyobe George, Siswanto, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Anggakusuma, Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto.
PSMS: Zulbahra, Mauro Pinto, Aun Carbini, Edi Sebung, Fadly Hariri, Ruben Sanadi, Octavianus Maniani, Leonardo Zada Martins, Affan Lubis, Mario Costa, Rahmat Affandi
PSMS Berpeluang Kalahkan Persib
PSMS Medan berpeluang mengalahkan Persib Bandung yang tanpa diperkuat pemain asing Christian Gonzales dan Hilton Moriera, pada lanjutan kompetisi putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2009 di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Rabu, (13/5).
"Peluang PSMS memetik kemenangan dari Persib cukup besar, saya yakin itu akan terkabul," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian yang diminta komentarnya di Medan, Selasa (12/5).
Parlin menilai, dengan tidak hadirnya dua pemain asing itu kekuatan Persib jauh berubah dan diperkirakan tidak seperti pertandingan sebelumnya.
Karena, selama ini motor "penggerak" Persib adalah kedua pemain itu. Tanpa mereka Persib akan sulit menaklukkan lawan-lawannya termasuk saat menjamu PSMS.
"Kesempatan emas ini harus bisa digunakan pemain PSMS untuk meraih angka dari Persib yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim cukup kuat," ujarnya.
Ia memperkirakan, Persib juga merasa kuatir dengan tidak turunnya dua pemain asing itu yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, kata Siagian yang juga pemain PSSI di era 1970-an itu.
Rugi jika pemain PSMS seperti Leonardo Martin Zada (Brazil), Esteban Javier (Uruguay), Mauro Pinto (Brazil), Elie Eboy dan sejumlah pemain lokal lainnya tidak bisa memanfaatkan moment tersebut.
"Peluang PSMS memetik kemenangan dari Persib cukup besar, saya yakin itu akan terkabul," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian yang diminta komentarnya di Medan, Selasa (12/5).
Parlin menilai, dengan tidak hadirnya dua pemain asing itu kekuatan Persib jauh berubah dan diperkirakan tidak seperti pertandingan sebelumnya.
Karena, selama ini motor "penggerak" Persib adalah kedua pemain itu. Tanpa mereka Persib akan sulit menaklukkan lawan-lawannya termasuk saat menjamu PSMS.
"Kesempatan emas ini harus bisa digunakan pemain PSMS untuk meraih angka dari Persib yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim cukup kuat," ujarnya.
Ia memperkirakan, Persib juga merasa kuatir dengan tidak turunnya dua pemain asing itu yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, kata Siagian yang juga pemain PSSI di era 1970-an itu.
Rugi jika pemain PSMS seperti Leonardo Martin Zada (Brazil), Esteban Javier (Uruguay), Mauro Pinto (Brazil), Elie Eboy dan sejumlah pemain lokal lainnya tidak bisa memanfaatkan moment tersebut.
PSMS awali Copa
Laga PSMS Medan menghadapi tim favorit Persipura Jayapura akan mengawali pertarungan babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 pada leg pertama, Sabtu (23/5) mendatang.
Selanjutnya, PSMS akan melakoni pertandingan tandang ke Jayapura pada 13 Juni. Pelatih Rudy William Keltjes menyatakan tetap yakin PSMS bakal lolos ke semifinal. Terpenting adalah tim mendapat jadwal yang tidak terlalu mepet karena PSMS juga masih berkompetisi Liga Super dan Piala AFC.
"Kami berkompetisi di tiga kejuaraan yaitu Liga Super, Copa Dji Sam Soe, dan Piala AFC. Kondisi itulah yang membuat kami harus pandai mengatur jadwal agar proses pemulihan tenaga pemain berjalan dengan baik," kata Rudy.
Menurut dia, masalah pemulihan akan menjadi faktor utama timnya saat menghadapi Persipura. Apalagi perjalananan menuju Jayapura memakan waktu yang tidak sebentar.
Sementara itu, pertandingan pertama juara bertahan Sriwijaya FC Palembang melawan Persibo Bojonegoro terpaksa diundur. SFC seharusnya menjamu pada leg
pertama, Kamis (14/5). Karena bersamaan dengan jadwal pertandingan di Liga Super, maka laga tersebut diundur menjadi Kamis (28/5).
Babak 8 Besar tetap menggunakan sistem home and away dan mulai digulirkan pada 23 Mei sampai 15 Juni 2009. Jadwal itu telah disesuaikan sehingga 8 tim memiliki waktu cukup untuk persiapan dan pemulihan.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono berharap jadwal ini tidak berubah lagi. Dengan demikian, turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Selanjutnya, PSMS akan melakoni pertandingan tandang ke Jayapura pada 13 Juni. Pelatih Rudy William Keltjes menyatakan tetap yakin PSMS bakal lolos ke semifinal. Terpenting adalah tim mendapat jadwal yang tidak terlalu mepet karena PSMS juga masih berkompetisi Liga Super dan Piala AFC.
"Kami berkompetisi di tiga kejuaraan yaitu Liga Super, Copa Dji Sam Soe, dan Piala AFC. Kondisi itulah yang membuat kami harus pandai mengatur jadwal agar proses pemulihan tenaga pemain berjalan dengan baik," kata Rudy.
Menurut dia, masalah pemulihan akan menjadi faktor utama timnya saat menghadapi Persipura. Apalagi perjalananan menuju Jayapura memakan waktu yang tidak sebentar.
Sementara itu, pertandingan pertama juara bertahan Sriwijaya FC Palembang melawan Persibo Bojonegoro terpaksa diundur. SFC seharusnya menjamu pada leg
pertama, Kamis (14/5). Karena bersamaan dengan jadwal pertandingan di Liga Super, maka laga tersebut diundur menjadi Kamis (28/5).
Babak 8 Besar tetap menggunakan sistem home and away dan mulai digulirkan pada 23 Mei sampai 15 Juni 2009. Jadwal itu telah disesuaikan sehingga 8 tim memiliki waktu cukup untuk persiapan dan pemulihan.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono berharap jadwal ini tidak berubah lagi. Dengan demikian, turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Tuesday, May 12, 2009
Persib minus Gonzales-Hilton
Persib Bandung dipastikan tidak diperkuat duet striker andalannya, Cristian Gonzales dan Hilton Moreira, saat menjamu PSMS Medan karena terkena akumulasi kartu kuning.
Upaya Persib mengamankan poin maksimal dari laga kandangnya saat menghadapi PSMS dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu besok, sedikit berat.
Hal itu karena Gonzales dan Hilton dipastikan duduk manis di tribun penonton dan menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan, karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning.
Padahal Maung Bandung sedang berupaya merebut kembali posisi di urutan ketiga klasemen yang diambil alih Sriwijaya FC, usai menghentikan perlawanan sesama tim papan atas lainnya Persija Jakarta 4-3.
Meski demikian, kubu Persib mengaku tidak begitu merisaukan hal ini. Menurut pelatih Jaya Hartono, ketidakhadiran duet bomber andalannya tersebut justru bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian bagi striker lain yang selama ini kerap duduk di bangku cadangan.
"Ini saatnya pembuktian apakah mereka bisa sejajar dengan Gonzales dan Hilton. Tentu kami berharap agar striker kami yang selama ini menduduki bangku cadangan bisa menunjukan kualitasnya saat menghadapi PSMS," jelas Jaya.
Upaya Persib mengamankan poin maksimal dari laga kandangnya saat menghadapi PSMS dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu besok, sedikit berat.
Hal itu karena Gonzales dan Hilton dipastikan duduk manis di tribun penonton dan menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan, karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning.
Padahal Maung Bandung sedang berupaya merebut kembali posisi di urutan ketiga klasemen yang diambil alih Sriwijaya FC, usai menghentikan perlawanan sesama tim papan atas lainnya Persija Jakarta 4-3.
Meski demikian, kubu Persib mengaku tidak begitu merisaukan hal ini. Menurut pelatih Jaya Hartono, ketidakhadiran duet bomber andalannya tersebut justru bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian bagi striker lain yang selama ini kerap duduk di bangku cadangan.
"Ini saatnya pembuktian apakah mereka bisa sejajar dengan Gonzales dan Hilton. Tentu kami berharap agar striker kami yang selama ini menduduki bangku cadangan bisa menunjukan kualitasnya saat menghadapi PSMS," jelas Jaya.
Subscribe to:
Posts (Atom)