Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan kembali kecewa dengan kepemimpinan wasit saat pasukannya ditahan imbang PSMS Medan 3-3, Jumat, 30 Maret 2012. Dalam duel ini, striker Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas berhasil mencetak hattrick.
Bertanding di Stadion Bahroedin, Lubuk Pakam, Persija sempat tertinggal lewat gol Osas Saha pada menit ke-4. Namun Bepe berhasil membalasnya pada menit ke-44. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Persija berbalik unggul lewat dua gol Bepe pada menit ke-49 dan 74. Namun PSMS mampu menyamakan kedudukan lewat gol Osas Saha pada menit ke-74 dan Nico Malau pada menit ke-89.
Iwan menuturkan, kepemimpinan wasit Najamudin Aspiran dalam laga ini dinilainya kurang bijak memimpin pertandingan. Hal tersebut diutarakannya setelah gol kedua Osas Saha yang dinilainya merupakan gol offside.
“Wasit tidak menunjukkan kualitasnya seperti pemimpin pertandingan, banyak hal merugikan yang kami terima, juga PSMS, dalam pertandingan ini. Inilah yang membuat sepakbola kita tidak maju,” ujarnya saat jumpa pers usai pertandingan.
Pelatih yang pernah melatih PSMS tersebut mengakui timnya sempat terlihat gugup diawal pertandingan. Hal tersebut membuat dirinya menarik keluar Fahreza Agamal digantikan oleh Leo Saputra di menit 22.
“Pemain diawal terlihat gugup, apalagi dikejutkan gol cepat Osas Saha, namun mereka berhasil bangkit sejak gol balasan dari Bambang,” ujarnya.
Mengenai timnya yang kebobolan dua gol dimenit-menit akhir pertandingan, Iwan terlihat kecewa dengan hasil pertandingan ini, namun dirinya tetap memuji penampilan timnya. “Saya juga akui pemain PSMS mempunyai semangat juang yang tinggi mengejar ketertinggalannya,” kata dia.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, March 31, 2012
Wednesday, March 28, 2012
Kalahkan PSPS, 10 besar mendekat
MEDAN - Setelah dua kali mengalami penundaan, PSMS Medan akhirnya berhasil mengalahkan PSPS Pekanbaru 3-1 dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Selasa malam.
Laga yang seyogianya berlangsung Senin kemarin ditunda menjadi Selasa pukul 15.30 WIB sempat ditunda lagi menjadi pukul 20.00 WIB akibat demo besar-besaran di Kota Medan. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi perjuangan anak-anak asuhan trio pelatih Suharto, Roekinoi, dan Sugiar.
Walau tanpa libero asal Serbia, Sasa Zecevic, pertahanan Ayam Kinantan tetap solid. Dalam laga ini, palang pintu PSMS dipercayakan kepada duet Novi Handriawan dan Ramadhan Saputra yang berhasil meredam ambisi Zaenal Arif cs membobol gawang Markus Horison.
Tambahan tiga angka di kandang pun membuat PSMS memiliki 20 poin dan melonjak ke urutan 12 klasemen. Ambisi menembus 10 Besar pun kian mendekat dengan catatan PSMS mampu mengalahkan lawan terakhirnya di putaran pertama, Persija Jakarta, Jumat (30/3) nanti.
Tanda-tanda raihan poin penuh juga sudah terlihat di awal pertandingan ketika Osas Saha membuat publik yang memadati Stadion Teladan bersorak. Pasalnya, ujung tombak asal Nigeria itu menjebol gawang PSPS di menit 10.
Menit 27, untuk kedua kalinya Saha menggetarkan jala gawang tim tamu, setelah tendangan kerasnya gagal dijinakkan Fance hasil umpan Rahmad. Sebelumnya tendangan voli Saha bahkan hampir menghasilkan gol, seandainya Fance tidak tampil cekatan.
Menjelang bubaran babak pertama, giliran Luis Pena mencatatkan namanya di papan skor. Playmaker PSMS asal Chile ini mencetak gol melalui tendangan bebas nan terukur. Sayang, keunggulan tiga gol tersebut tidak berubah di 45 menit kedua termasuk kala PSPS dipaksa bermain dengan 10 pemain akibat Dedi Gusmawan dihadiahi kartu merah oleh wasit Jumadi Effendi di menit 80.
Sebaliknya, anak-anak PSPS tampil gigih dan sukses memperkecil kekalahan dengan 10 pemain. Tepat di menit 85, sundulan striker Zaenal Arief memaksa Markus Horison yang juga kapten tim PSMS memungut bola dari jalanya.
Laga yang seyogianya berlangsung Senin kemarin ditunda menjadi Selasa pukul 15.30 WIB sempat ditunda lagi menjadi pukul 20.00 WIB akibat demo besar-besaran di Kota Medan. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi perjuangan anak-anak asuhan trio pelatih Suharto, Roekinoi, dan Sugiar.
Walau tanpa libero asal Serbia, Sasa Zecevic, pertahanan Ayam Kinantan tetap solid. Dalam laga ini, palang pintu PSMS dipercayakan kepada duet Novi Handriawan dan Ramadhan Saputra yang berhasil meredam ambisi Zaenal Arif cs membobol gawang Markus Horison.
Tambahan tiga angka di kandang pun membuat PSMS memiliki 20 poin dan melonjak ke urutan 12 klasemen. Ambisi menembus 10 Besar pun kian mendekat dengan catatan PSMS mampu mengalahkan lawan terakhirnya di putaran pertama, Persija Jakarta, Jumat (30/3) nanti.
Tanda-tanda raihan poin penuh juga sudah terlihat di awal pertandingan ketika Osas Saha membuat publik yang memadati Stadion Teladan bersorak. Pasalnya, ujung tombak asal Nigeria itu menjebol gawang PSPS di menit 10.
Menit 27, untuk kedua kalinya Saha menggetarkan jala gawang tim tamu, setelah tendangan kerasnya gagal dijinakkan Fance hasil umpan Rahmad. Sebelumnya tendangan voli Saha bahkan hampir menghasilkan gol, seandainya Fance tidak tampil cekatan.
Menjelang bubaran babak pertama, giliran Luis Pena mencatatkan namanya di papan skor. Playmaker PSMS asal Chile ini mencetak gol melalui tendangan bebas nan terukur. Sayang, keunggulan tiga gol tersebut tidak berubah di 45 menit kedua termasuk kala PSPS dipaksa bermain dengan 10 pemain akibat Dedi Gusmawan dihadiahi kartu merah oleh wasit Jumadi Effendi di menit 80.
Sebaliknya, anak-anak PSPS tampil gigih dan sukses memperkecil kekalahan dengan 10 pemain. Tepat di menit 85, sundulan striker Zaenal Arief memaksa Markus Horison yang juga kapten tim PSMS memungut bola dari jalanya.
Friday, March 16, 2012
Dana Belum Turun, Pemain PSMS Makan Nasi Bungkus
Tak tanggung-tanggung. Akibat kurang pro aktifnya manajemen PSMS mengenai persoalan keuangan yang terjadi, sejak Kamis (15/3) pagi, Markus dkk terpaksa menikmati jatah makan dengan nasi bungkus.
Kucuran dana yang diharapkan dari pihak sponsor utama Bakrie Plantation tak kunjung turun. Akibatnya, tunggakan gaji 2,5 bulan, operasional tim hingga kebutuhan makan skuad dan hak-hak Raja Isa hingga kemarin (15/3) tak kunjung terselesaikan.
Harusnya aktivitas makan bersama seluruh pemain dilakukan di dapur mess Kebun Bunga, kini skuad asuhan Suharto AD ini harus menikmati nasi bungkus di masing-masing kamar.
Hal ini terjadi karena bagian dapur juga tak lagi memasak untuk tim. Tentunya ditengarai karena keterlambatan pasokan dana, sehingga penanggung jawab dapur mess Kebun Bunga yang menyediakan menu untuk skuad Ayam Kinantan ini tak bisa bertahan.
Beberapa pemain PSMS tampak tak ingin mempermasalahkan soal ini. Pemain lain juga tampak memilih diam dan tetap menjalankan aktivitas latihan seperti biasa. “Sampai saat ini kita masih memegang janji manajemen. Tapi, memang sulit juga kalau begini,” ungkap seorang pemain yang tak mau namanya dikorankan.
“Kita punya keluarga yang harus dinafkahi. Kalau begini, kita juga jadi harus menenangkan mereka, memberitahu mereka kalau semua pemain baik-baik saja di sini. Sejauh ini kondisi tim memang baik, hanya masalah keterlambatan gaji saja,” tambahnya.
Sementara itu, CEO PSMS Idris masih tetap berkilah tak ada masalah mengenai pendanaan di tubuh PSMS. “Enggak ada masalah dana di PSMS,” kutatnya.
Mengenai “menu” nasi bungkus, Idris mengaku ibu dapur mess Kebun Bunga sedang dalam keadaan sakit. “Ibu dapur sedang sakit, jadi pemain makan nasi bungkus. Itu hal biasa dan bisa saja terjadi,” jelas Idris.
“Kalau ibu dapur engak mau masak lagi, masih banyak yang mau masak untuk pemain,” katanya lagi. (jpnn)
Kucuran dana yang diharapkan dari pihak sponsor utama Bakrie Plantation tak kunjung turun. Akibatnya, tunggakan gaji 2,5 bulan, operasional tim hingga kebutuhan makan skuad dan hak-hak Raja Isa hingga kemarin (15/3) tak kunjung terselesaikan.
Harusnya aktivitas makan bersama seluruh pemain dilakukan di dapur mess Kebun Bunga, kini skuad asuhan Suharto AD ini harus menikmati nasi bungkus di masing-masing kamar.
Hal ini terjadi karena bagian dapur juga tak lagi memasak untuk tim. Tentunya ditengarai karena keterlambatan pasokan dana, sehingga penanggung jawab dapur mess Kebun Bunga yang menyediakan menu untuk skuad Ayam Kinantan ini tak bisa bertahan.
Beberapa pemain PSMS tampak tak ingin mempermasalahkan soal ini. Pemain lain juga tampak memilih diam dan tetap menjalankan aktivitas latihan seperti biasa. “Sampai saat ini kita masih memegang janji manajemen. Tapi, memang sulit juga kalau begini,” ungkap seorang pemain yang tak mau namanya dikorankan.
“Kita punya keluarga yang harus dinafkahi. Kalau begini, kita juga jadi harus menenangkan mereka, memberitahu mereka kalau semua pemain baik-baik saja di sini. Sejauh ini kondisi tim memang baik, hanya masalah keterlambatan gaji saja,” tambahnya.
Sementara itu, CEO PSMS Idris masih tetap berkilah tak ada masalah mengenai pendanaan di tubuh PSMS. “Enggak ada masalah dana di PSMS,” kutatnya.
Mengenai “menu” nasi bungkus, Idris mengaku ibu dapur mess Kebun Bunga sedang dalam keadaan sakit. “Ibu dapur sedang sakit, jadi pemain makan nasi bungkus. Itu hal biasa dan bisa saja terjadi,” jelas Idris.
“Kalau ibu dapur engak mau masak lagi, masih banyak yang mau masak untuk pemain,” katanya lagi. (jpnn)
Dana Belum Turun, Pemain PSMS Makan Nasi Bungkus
Tak tanggung-tanggung. Akibat kurang pro aktifnya manajemen PSMS mengenai persoalan keuangan yang terjadi, sejak Kamis (15/3) pagi, Markus dkk terpaksa menikmati jatah makan dengan nasi bungkus.
Kucuran dana yang diharapkan dari pihak sponsor utama Bakrie Plantation tak kunjung turun. Akibatnya, tunggakan gaji 2,5 bulan, operasional tim hingga kebutuhan makan skuad dan hak-hak Raja Isa hingga kemarin (15/3) tak kunjung terselesaikan.
Harusnya aktivitas makan bersama seluruh pemain dilakukan di dapur mess Kebun Bunga, kini skuad asuhan Suharto AD ini harus menikmati nasi bungkus di masing-masing kamar.
Hal ini terjadi karena bagian dapur juga tak lagi memasak untuk tim. Tentunya ditengarai karena keterlambatan pasokan dana, sehingga penanggung jawab dapur mess Kebun Bunga yang menyediakan menu untuk skuad Ayam Kinantan ini tak bisa bertahan.
Beberapa pemain PSMS tampak tak ingin mempermasalahkan soal ini. Pemain lain juga tampak memilih diam dan tetap menjalankan aktivitas latihan seperti biasa. “Sampai saat ini kita masih memegang janji manajemen. Tapi, memang sulit juga kalau begini,” ungkap seorang pemain yang tak mau namanya dikorankan.
“Kita punya keluarga yang harus dinafkahi. Kalau begini, kita juga jadi harus menenangkan mereka, memberitahu mereka kalau semua pemain baik-baik saja di sini. Sejauh ini kondisi tim memang baik, hanya masalah keterlambatan gaji saja,” tambahnya.
Sementara itu, CEO PSMS Idris masih tetap berkilah tak ada masalah mengenai pendanaan di tubuh PSMS. “Enggak ada masalah dana di PSMS,” kutatnya.
Mengenai “menu” nasi bungkus, Idris mengaku ibu dapur mess Kebun Bunga sedang dalam keadaan sakit. “Ibu dapur sedang sakit, jadi pemain makan nasi bungkus. Itu hal biasa dan bisa saja terjadi,” jelas Idris.
“Kalau ibu dapur engak mau masak lagi, masih banyak yang mau masak untuk pemain,” katanya lagi. (jpnn)
Kucuran dana yang diharapkan dari pihak sponsor utama Bakrie Plantation tak kunjung turun. Akibatnya, tunggakan gaji 2,5 bulan, operasional tim hingga kebutuhan makan skuad dan hak-hak Raja Isa hingga kemarin (15/3) tak kunjung terselesaikan.
Harusnya aktivitas makan bersama seluruh pemain dilakukan di dapur mess Kebun Bunga, kini skuad asuhan Suharto AD ini harus menikmati nasi bungkus di masing-masing kamar.
Hal ini terjadi karena bagian dapur juga tak lagi memasak untuk tim. Tentunya ditengarai karena keterlambatan pasokan dana, sehingga penanggung jawab dapur mess Kebun Bunga yang menyediakan menu untuk skuad Ayam Kinantan ini tak bisa bertahan.
Beberapa pemain PSMS tampak tak ingin mempermasalahkan soal ini. Pemain lain juga tampak memilih diam dan tetap menjalankan aktivitas latihan seperti biasa. “Sampai saat ini kita masih memegang janji manajemen. Tapi, memang sulit juga kalau begini,” ungkap seorang pemain yang tak mau namanya dikorankan.
“Kita punya keluarga yang harus dinafkahi. Kalau begini, kita juga jadi harus menenangkan mereka, memberitahu mereka kalau semua pemain baik-baik saja di sini. Sejauh ini kondisi tim memang baik, hanya masalah keterlambatan gaji saja,” tambahnya.
Sementara itu, CEO PSMS Idris masih tetap berkilah tak ada masalah mengenai pendanaan di tubuh PSMS. “Enggak ada masalah dana di PSMS,” kutatnya.
Mengenai “menu” nasi bungkus, Idris mengaku ibu dapur mess Kebun Bunga sedang dalam keadaan sakit. “Ibu dapur sedang sakit, jadi pemain makan nasi bungkus. Itu hal biasa dan bisa saja terjadi,” jelas Idris.
“Kalau ibu dapur engak mau masak lagi, masih banyak yang mau masak untuk pemain,” katanya lagi. (jpnn)
Monday, March 12, 2012
PSMS Usung Sikap Optimis
Jelang dua laga kandang yang bakal dilakoni skuad PSMS, banyak persiapan yang harus dibenahi. Maklum, dua laga tersebut merupakan sisa pertandingan anak-anak Medan pada putaran pertama ISL.
Persiapan pantas digeber maksimal, pasalnya tur Jawa Timur-Papua skuad berjuluk Ayam Kinantan ini hanya membawa pulang tiga poin. Hasil menekuk Deltras FC Sidoarjo di Stadion Gelora Delta pada 3 Maret lalu dengan skor 0-1.
Sisanya PSMS mengalami kekalahan. Saat bertandang ke Stadion Surajaya kandang Persela Lamongan dengan skor 2-1 pada 28 Februari lalu. Dan di kandang Persidafon Dafonsoro, Stadion Barnabas Youwe pada 7 Maret lalu dengan skor telak 4-1.
Pelatih PSMS sementara Suharto AD mengaku, mengusung optimisme tinggi meraih poin penuh di dua laga kandang ini. Meski diketahui, kedua tim yang bakal dijajal ini merupakan tim-tim besar yang duduk di papan atas klasemen sementara ISL. PSPS Pekanbaru di posisi kedelapan sedangkan Persija Jakarta di peringkat keenam.
“Kita siap mengalahkan tim sekuat apa pun di Medan. Stadion teladan akan jadi saksi luapan hausnya anak-anak PSMS atas kemenangan. Bermain di kandang, tentu para pemain tak mau tampil buruk di depan para pendukung dan fans,” ungkap Suharto, Minggu (11/3). Belajar dari tur yang baru dilakukan skuadnya, Suharto mengaku tak mau hal tersebut terulang.
“Kita mulai latihan 14 Maret nanti, dan baru bertanding melawan PSPS pada 26 Maret. Waktu panjang ini menjadi satu keuntungan, dan semua pihak baik pemain, tim pelatih dan manajemen sepakat kekalahan pada pertandingan sebelumnya jangan lagi terjadi,” tuturnya.
Optimisme meraih poin penuh di dua laga sisa ini tentu bukan sesumbar. Pasalnya, skuad inti PSMS sama sekali tak bermain pincang.
“Pada 26 Maret nanti, mudah-mudahan semua pemain yang didera cedera sudah fit lagi. Kalau masalah akumulasi, belum ada pemain kita yang harus absen,” papar pelatih berkepala plontos itu.
“Seperti pertandingan sebelum-sebelumnya, skuad PSMS yang bertanding full team bakal jadi momok bagi tim lawan. Baik saat partai kandang maupun tandang,” tegas Suharto lagi.
Mengintip peta kekuatan calon lawan, merupakan hal penting menghadapi laga tersebut. Untuk laga terdekat, skuad besutan Suharto AD ini akan menjamu PSPS pada 26 Maret mendatang.
Persiapan pantas digeber maksimal, pasalnya tur Jawa Timur-Papua skuad berjuluk Ayam Kinantan ini hanya membawa pulang tiga poin. Hasil menekuk Deltras FC Sidoarjo di Stadion Gelora Delta pada 3 Maret lalu dengan skor 0-1.
Sisanya PSMS mengalami kekalahan. Saat bertandang ke Stadion Surajaya kandang Persela Lamongan dengan skor 2-1 pada 28 Februari lalu. Dan di kandang Persidafon Dafonsoro, Stadion Barnabas Youwe pada 7 Maret lalu dengan skor telak 4-1.
Pelatih PSMS sementara Suharto AD mengaku, mengusung optimisme tinggi meraih poin penuh di dua laga kandang ini. Meski diketahui, kedua tim yang bakal dijajal ini merupakan tim-tim besar yang duduk di papan atas klasemen sementara ISL. PSPS Pekanbaru di posisi kedelapan sedangkan Persija Jakarta di peringkat keenam.
“Kita siap mengalahkan tim sekuat apa pun di Medan. Stadion teladan akan jadi saksi luapan hausnya anak-anak PSMS atas kemenangan. Bermain di kandang, tentu para pemain tak mau tampil buruk di depan para pendukung dan fans,” ungkap Suharto, Minggu (11/3). Belajar dari tur yang baru dilakukan skuadnya, Suharto mengaku tak mau hal tersebut terulang.
“Kita mulai latihan 14 Maret nanti, dan baru bertanding melawan PSPS pada 26 Maret. Waktu panjang ini menjadi satu keuntungan, dan semua pihak baik pemain, tim pelatih dan manajemen sepakat kekalahan pada pertandingan sebelumnya jangan lagi terjadi,” tuturnya.
Optimisme meraih poin penuh di dua laga sisa ini tentu bukan sesumbar. Pasalnya, skuad inti PSMS sama sekali tak bermain pincang.
“Pada 26 Maret nanti, mudah-mudahan semua pemain yang didera cedera sudah fit lagi. Kalau masalah akumulasi, belum ada pemain kita yang harus absen,” papar pelatih berkepala plontos itu.
“Seperti pertandingan sebelum-sebelumnya, skuad PSMS yang bertanding full team bakal jadi momok bagi tim lawan. Baik saat partai kandang maupun tandang,” tegas Suharto lagi.
Mengintip peta kekuatan calon lawan, merupakan hal penting menghadapi laga tersebut. Untuk laga terdekat, skuad besutan Suharto AD ini akan menjamu PSPS pada 26 Maret mendatang.
Wednesday, March 7, 2012
PSMS Andalkan Niko Malau Lawan Persidafon
PSMS Medan krisis penyerang saat bertemu Persidafon Dafonsoro pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12, Rabu, 7 Maret 2012. Dengan stok terbatas, Pelatih Ayam Kinantan, Suharto pun berniat menempatkan Niko Malau sebagai striker.
Lini depan PSMS memang sedang mengalami krisis setelah tiga strikernya tidak bisa tampil saat bertemu Persidafon. Choi Dong Soo harus diparkir karena cedera, sedangkan Osas Saha juga absen karena akumlasi kartu. Nasib yang sama juga menimpa Arie Priatna yang mendapat kartu merah usai mencetak gol ke gawang Deltras.
Sebenarnya PSMS masih mempunyai satu nama di posisi striker, Sigit Sudarmawan. Namun sejak awal kompetisi 2011-12, Sigit belum pernah dimainkan karena cedera patah tulang lengan kanan yang diterimanya saat menghadapi laga ujicoba diawal kompetisi lalu.
Tak punya banyak pilihan, Suharto pun bertumpu pada Niko. Striker berusia 21 tahun ini akan diturunkan sebagai striker tunggal di lini depan Ayam Kinantan dengan menggunakan formasi 4-3-2-1.
“Para pemain depan absen semua. Kami cuma punya stok penyerang tinggal Niko saja. Kami coba skema satu penyerang di depan dan lima pemain ditengah untuk membantunya,” ujar Suharto.
Besok merupakan kesempatan pertama Nico menjadi starter. Dari 14 laga yang sudah dilakoni PSMS, Nico hanya mendapat kesempatan tampil sebagai pemain pengganti di beberapa laga. Meski demikian, Nico sudah mencetak gol saat PSMS menjamu Persiba Balikpapan.
“Ini kesempatan kami untuk mencapai target 10 besar di putaran pertama ISL, meski tidak diperkuat beberapa pemain inti,kami janji akan menampilkan permainan terbaik kami,” ujar Niko. (vivanews)
Lini depan PSMS memang sedang mengalami krisis setelah tiga strikernya tidak bisa tampil saat bertemu Persidafon. Choi Dong Soo harus diparkir karena cedera, sedangkan Osas Saha juga absen karena akumlasi kartu. Nasib yang sama juga menimpa Arie Priatna yang mendapat kartu merah usai mencetak gol ke gawang Deltras.
Sebenarnya PSMS masih mempunyai satu nama di posisi striker, Sigit Sudarmawan. Namun sejak awal kompetisi 2011-12, Sigit belum pernah dimainkan karena cedera patah tulang lengan kanan yang diterimanya saat menghadapi laga ujicoba diawal kompetisi lalu.
Tak punya banyak pilihan, Suharto pun bertumpu pada Niko. Striker berusia 21 tahun ini akan diturunkan sebagai striker tunggal di lini depan Ayam Kinantan dengan menggunakan formasi 4-3-2-1.
“Para pemain depan absen semua. Kami cuma punya stok penyerang tinggal Niko saja. Kami coba skema satu penyerang di depan dan lima pemain ditengah untuk membantunya,” ujar Suharto.
Besok merupakan kesempatan pertama Nico menjadi starter. Dari 14 laga yang sudah dilakoni PSMS, Nico hanya mendapat kesempatan tampil sebagai pemain pengganti di beberapa laga. Meski demikian, Nico sudah mencetak gol saat PSMS menjamu Persiba Balikpapan.
“Ini kesempatan kami untuk mencapai target 10 besar di putaran pertama ISL, meski tidak diperkuat beberapa pemain inti,kami janji akan menampilkan permainan terbaik kami,” ujar Niko. (vivanews)
Tuesday, March 6, 2012
Dua Bulan Pemain PSMS Belum Terima Gaji
Di antara kabar gembira, yakni keberhasilan PSMS Medan versi ISL meraih poin sempurna pertama di laga tandang, mencuat dua cerita sedih.
Pertama adalah soal kerontokan skuad PSMS. Sembilan pemain dipastikan absen kala Ayam Kinantan melawat ke kandang Persidafon Dafonsoro, Rabu (7/3/2012) besok.
Cerita sedih kedua adalah hak-hak yang belum juga dilunasi. Jangankan bonus kemenangan, gaji pemain bahkan masih ditunggak. Demikian halnya gaji pelatih. Padahal berdasarkan berkas kontrak, mereka memeroleh hak tersebut pada tanggal 27 tiap bulannya. Kini sudah dua bulan gaji itu tak dibayarkan.
Manajemen sudah ingkar janji pula berulangkali. Teranyar, gaji dijanjikan akan dilunasi pada Sabtu (3/3/2012), usai duel kontra Deltras Sidoarjo. Tapi janji tinggal janji. Pemain tetap gigit jari. Celakanya, manajemen sekarang justru tak dapat memastikan kapan hak-hak itu diberikan.
Manajer Tim PSMS Medan Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya sedang menunggu kucuran dana lanjutan dari pihak sponsorship, Bakrie Sumatera Plantation (BSP). Sponsor utama ini, kata Bento, sapaan akrabnya, sesuai kesepakatan akan menggelontorkan dana kedua sebesar Rp 1,5 Miliar dari total Rp 5 Miliar. Sebelumnya di Januari 2012 sudah dikucurkan Rp 2 Miliar.
“Kami tetap upayakan, kok, soal gaji ini. Kemungkinan nanti sebelum atau sesudah laga lawan Persidafon akan kita lunasi. Keterlambatan ini sudah dijelaskan pada pemain dan mereka bisa mengerti,” katanya saat dihubungi Tribun dari Medan, kemarin.
Bento membantah keterlambatan akan berimbas pada runtuhnya mentalitas pemain jelang laga. “Mereka sudah paham situasinya setelah kami jelaskan. Karena itu tidak akan berpengaruh, karena, toh, tetap akan diberikan juga. Saat lawan Persela dan Deltras, tim juga bermain penuh semangat dan totalitas. Jadi tidak ada masalah. Secepatnya akan kita berikan begitu dana sudah diperoleh,” ucapnya. (tribun news)
Pertama adalah soal kerontokan skuad PSMS. Sembilan pemain dipastikan absen kala Ayam Kinantan melawat ke kandang Persidafon Dafonsoro, Rabu (7/3/2012) besok.
Cerita sedih kedua adalah hak-hak yang belum juga dilunasi. Jangankan bonus kemenangan, gaji pemain bahkan masih ditunggak. Demikian halnya gaji pelatih. Padahal berdasarkan berkas kontrak, mereka memeroleh hak tersebut pada tanggal 27 tiap bulannya. Kini sudah dua bulan gaji itu tak dibayarkan.
Manajemen sudah ingkar janji pula berulangkali. Teranyar, gaji dijanjikan akan dilunasi pada Sabtu (3/3/2012), usai duel kontra Deltras Sidoarjo. Tapi janji tinggal janji. Pemain tetap gigit jari. Celakanya, manajemen sekarang justru tak dapat memastikan kapan hak-hak itu diberikan.
Manajer Tim PSMS Medan Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya sedang menunggu kucuran dana lanjutan dari pihak sponsorship, Bakrie Sumatera Plantation (BSP). Sponsor utama ini, kata Bento, sapaan akrabnya, sesuai kesepakatan akan menggelontorkan dana kedua sebesar Rp 1,5 Miliar dari total Rp 5 Miliar. Sebelumnya di Januari 2012 sudah dikucurkan Rp 2 Miliar.
“Kami tetap upayakan, kok, soal gaji ini. Kemungkinan nanti sebelum atau sesudah laga lawan Persidafon akan kita lunasi. Keterlambatan ini sudah dijelaskan pada pemain dan mereka bisa mengerti,” katanya saat dihubungi Tribun dari Medan, kemarin.
Bento membantah keterlambatan akan berimbas pada runtuhnya mentalitas pemain jelang laga. “Mereka sudah paham situasinya setelah kami jelaskan. Karena itu tidak akan berpengaruh, karena, toh, tetap akan diberikan juga. Saat lawan Persela dan Deltras, tim juga bermain penuh semangat dan totalitas. Jadi tidak ada masalah. Secepatnya akan kita berikan begitu dana sudah diperoleh,” ucapnya. (tribun news)
Monday, March 5, 2012
PSMS Permalukan Deltras Di Sidoarjo
PSMS Medan berhasil membawa pulang tiga poin saat melakoni laga tandang ke markas Deltras Sidoarjo, Stadion Gelora Delta, Sabtu 3 Maret 2012. PSMS menang dengan skor tipis 0-1 lewat gol Arie Supriyatna di babak pertama sebelum akhirnya ia dikeluarkan wasit.
Dengan tambahan tiga poin ini, PSMS untuk sementara meloncat ke posisi 9 klasemen sementara dengan torehan 17 poin dari 14 pertandingan. Sedangkan Deltras tak beranjak di posisi 17 atau dua dari dasar klasemen dengan torehan 11 poin dari 14 laga.
Sejak awal pertandingan, Deltras sebenarnya mempunyai beberapa peluang emas sepanjang babak pertama. Peluang pertama Deltras didapat Qischil Minny di menit 12. Sayang sepakan Minny memanfaatkan umpan matang Sean Rooney masih melebar dari gawang PSMS yang dijaga Markus Horison.
Peluang dari tuan rumah kembali datang di menit 13. Namun, kali ini giliran tandukan Mijo Dadic masih melebar setelah memanfaatkan sebuah tendangan bebas. Peluang terbaik Deltras dibuat Sean Rooney di menit 25. Sayang, Rooney terlambat sepersekian detik untuk menyongong bola di mulut gawang. Bola meluncur ke pelukan Markus.
Terlalu asik menyerang justru melahirkan petaka bagi tuan rumah. PSMS yang lebih banyak menunggu dan sesekali memanfaatkan serangan balik berhasil membuat publik tuan rumah terdiam di masa injury time.
Berawal dari sebuah skema serangan balik, Ari berhasil melewati hadangan Khoirul Mashuda sebelum menjebol gawang Deltras. Alhasil skor 0-1 untuk keunggulan PSMS bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Deltras tetap memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS tetap menerapkan permainan disiplin cenderung keras. Hasilnya beberapa serangan yang coba dibangun Deltras selalu berujung kegagagalan.
Bahkan Deltras gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah sang pencetak gol PSMS, Ari Supriyatna dikeluarkan wasit di menit 61 setelah mengantongi kartu kuning kedua. Alhasil, hingga pertandingan usai skor 0-1 untuk keunggulan PSMS tak berubah. (vivanews)
Dengan tambahan tiga poin ini, PSMS untuk sementara meloncat ke posisi 9 klasemen sementara dengan torehan 17 poin dari 14 pertandingan. Sedangkan Deltras tak beranjak di posisi 17 atau dua dari dasar klasemen dengan torehan 11 poin dari 14 laga.
Sejak awal pertandingan, Deltras sebenarnya mempunyai beberapa peluang emas sepanjang babak pertama. Peluang pertama Deltras didapat Qischil Minny di menit 12. Sayang sepakan Minny memanfaatkan umpan matang Sean Rooney masih melebar dari gawang PSMS yang dijaga Markus Horison.
Peluang dari tuan rumah kembali datang di menit 13. Namun, kali ini giliran tandukan Mijo Dadic masih melebar setelah memanfaatkan sebuah tendangan bebas. Peluang terbaik Deltras dibuat Sean Rooney di menit 25. Sayang, Rooney terlambat sepersekian detik untuk menyongong bola di mulut gawang. Bola meluncur ke pelukan Markus.
Terlalu asik menyerang justru melahirkan petaka bagi tuan rumah. PSMS yang lebih banyak menunggu dan sesekali memanfaatkan serangan balik berhasil membuat publik tuan rumah terdiam di masa injury time.
Berawal dari sebuah skema serangan balik, Ari berhasil melewati hadangan Khoirul Mashuda sebelum menjebol gawang Deltras. Alhasil skor 0-1 untuk keunggulan PSMS bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Deltras tetap memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS tetap menerapkan permainan disiplin cenderung keras. Hasilnya beberapa serangan yang coba dibangun Deltras selalu berujung kegagagalan.
Bahkan Deltras gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah sang pencetak gol PSMS, Ari Supriyatna dikeluarkan wasit di menit 61 setelah mengantongi kartu kuning kedua. Alhasil, hingga pertandingan usai skor 0-1 untuk keunggulan PSMS tak berubah. (vivanews)
Saturday, March 3, 2012
Laga Tandang Terakhir PSMS Medan IPL
PSMS Medan IPL bakal menutup laga tandang putaran pertama dengan menjajal Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Sabtu (11/3) mendatang. Skuad Ayam Kinantan wajib mempersiapkan tim lebih keras kalau tidak ingin kembali tergelincir.
Pasalnya, Persijap saat ini bukanlah tim yang seperti di awal kompetisi Indonesian Premier League (IPL) lalu. Sempat terpuruk di awal, kini, aura positif tengah menyelimuti tim besutan Agus Yuwono tersebut. Kesuksesan membekuk tim kuat seperti Semen Padang 1-0 Minggu (19/2) lalu menjadi pembuktian. Jose Sebastian Vasquez dkk telah bermetamorfosis lebih baik, begitu juga ketika menahan imbang Arema Indonesia 2-2 Minggu (26/2) lalu menahbiskan tim ini lebih baik.
Playmaker Persijap Jose Sebastian Vasquez yang dikonfirmasi kemarin mengakui, kurang maksimalnya performa tim berjuluk Laskar Kalinyamat di awal musim IPL 2011/2012 terjadi lantaran kehadiran pemain baru yang membut pola permainan belum padu. “Kehadiran beberapa pemain baru di tim ini membuat tim masih kurang beradaptasi.Tapi sekarang, Persijap sudah bisa berjalan baik,” ungkap pemain berpaspor Argentina tersebut,” ujarnya.
Sementara PSMS Medan, posisi juru kunci klasemen sementara IPL yang menyertainya tidak lantas membuat peluang skuad besutan Fabio Lopez tersebut menipis saat bentrok kontra Persijap. Mampu menahan imbang tim papan atas Persiba Bantul di kandang lawan juga menjadikan tim Ayam Kinantan merupakan momok bagi tim-tim besar. Itu juga yang membuat Jose Sebastian mengaku, Persijap tidak bisa menganggap remeh PSMS.
“Saya lihat semua tim sama. Kami enggak berpikir menghadapi satu tim dengan tim lainny itu berbeda. Sama siapapun lawannya, Persijap harus menang untuk menjaga posisinya,” ungkap mantan pemain PSMS Medan tersebut.
Pasalnya, Persijap saat ini bukanlah tim yang seperti di awal kompetisi Indonesian Premier League (IPL) lalu. Sempat terpuruk di awal, kini, aura positif tengah menyelimuti tim besutan Agus Yuwono tersebut. Kesuksesan membekuk tim kuat seperti Semen Padang 1-0 Minggu (19/2) lalu menjadi pembuktian. Jose Sebastian Vasquez dkk telah bermetamorfosis lebih baik, begitu juga ketika menahan imbang Arema Indonesia 2-2 Minggu (26/2) lalu menahbiskan tim ini lebih baik.
Playmaker Persijap Jose Sebastian Vasquez yang dikonfirmasi kemarin mengakui, kurang maksimalnya performa tim berjuluk Laskar Kalinyamat di awal musim IPL 2011/2012 terjadi lantaran kehadiran pemain baru yang membut pola permainan belum padu. “Kehadiran beberapa pemain baru di tim ini membuat tim masih kurang beradaptasi.Tapi sekarang, Persijap sudah bisa berjalan baik,” ungkap pemain berpaspor Argentina tersebut,” ujarnya.
Sementara PSMS Medan, posisi juru kunci klasemen sementara IPL yang menyertainya tidak lantas membuat peluang skuad besutan Fabio Lopez tersebut menipis saat bentrok kontra Persijap. Mampu menahan imbang tim papan atas Persiba Bantul di kandang lawan juga menjadikan tim Ayam Kinantan merupakan momok bagi tim-tim besar. Itu juga yang membuat Jose Sebastian mengaku, Persijap tidak bisa menganggap remeh PSMS.
“Saya lihat semua tim sama. Kami enggak berpikir menghadapi satu tim dengan tim lainny itu berbeda. Sama siapapun lawannya, Persijap harus menang untuk menjaga posisinya,” ungkap mantan pemain PSMS Medan tersebut.
Friday, March 2, 2012
Deltras Vs PSMS Medan – Terganggu Motivasi Pemain
Manajemen Deltras Sidoarjo sedang pusing menyambut laga home lanjutan kompetisi Liga Indonesia (ISL) menghadapi PSMS Medan. Kondisi tim yang tidak lengkap dan posisi klasemen sementara yang berada di papan bawah membuat manajemen harus memompa motivasi tim berjuluk The Lobster ini.
Situasi Mijo Dadic dan kawan-kawan saat ini kurang bagus. Mental bertanding skuad Deltras sedang drop akibat prestasi yang digapai pada kompetisi ini terpuruk. Apalagi Deltras juga baru saja menuai hasil buruk dari lima laga away yang selalu menelan kekalahan.
“Mental pemain sedang drop. Butuh pemulihan supaya pemain bisa kembali bersemangat menghadapi pertandingan selanjutnya,” sebut Yudha Pratama, manajer Deltras, Selasa (28/2/2012).
Dia mengakui mental pemainnya sedang terganggu dan menurun. Untuk memulihkan mental pemain, tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan pada dua laga home, satu diantaranya menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (3/3/2012) nanti.
Pada dua laga tersebut, The Lobster butuh perjuangan dan kerja ekstra. Maklum, beberapa pemain pilarnya terkena akumulasi kartu dan cedera. Fakhrudin dan Walter Bruezela dipastikan absen saat meladeni PSMS Medan.
Kemudian Deltras juga tidak bisa menggunakan jasa Budi Sudarsono, Purwaka Yudi dan Shin Hyun Joon. Ketiga pemain tersebut mengalami cedera. “Kami tidak bisa turun full team, tapi dua pertandingan home harus diambil semua. Kami harus mampu menyapu bersih saat menghadapi PSMS dan PSAP Sigli,” tegas Yudha.
Sebagai tuan rumah, Yudha merasa yakin terhadap kemampuan Mijo Dadic dan rekan-rekannya. Sehingga poin maksimal bakal bisa direbut saat tampil di depan publik Sidoarjo.
Optimisme juga dirasakan Pelatih Deltras, Jorg Peter Steinebrunner. Ia yakin skuad polesannya bisa tampil baik sekaligus meraih kemenangan saat menjamu PSMS Medan. “Kami memang tidak tampil full tim, tapi kemenangan harus diraih. Beberapa pemain cedera dan akumulasi kartu, bukan jadi halangan,” ucap Jorg Peter.
Saat ini Deltras Sidoarjo terpuruk pada posisi ke-16 klasemen sementara. Dari 13 laga yang sudah dijalaninya, Mijo Dadic dkk baru meraup 11 angka. Posisinya masih lebih baik dibanding Arema Indonesia dan Persiram Raja Ampat, keduanya menempati posisi 17 dan 18.
Situasi Mijo Dadic dan kawan-kawan saat ini kurang bagus. Mental bertanding skuad Deltras sedang drop akibat prestasi yang digapai pada kompetisi ini terpuruk. Apalagi Deltras juga baru saja menuai hasil buruk dari lima laga away yang selalu menelan kekalahan.
“Mental pemain sedang drop. Butuh pemulihan supaya pemain bisa kembali bersemangat menghadapi pertandingan selanjutnya,” sebut Yudha Pratama, manajer Deltras, Selasa (28/2/2012).
Dia mengakui mental pemainnya sedang terganggu dan menurun. Untuk memulihkan mental pemain, tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan pada dua laga home, satu diantaranya menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (3/3/2012) nanti.
Pada dua laga tersebut, The Lobster butuh perjuangan dan kerja ekstra. Maklum, beberapa pemain pilarnya terkena akumulasi kartu dan cedera. Fakhrudin dan Walter Bruezela dipastikan absen saat meladeni PSMS Medan.
Kemudian Deltras juga tidak bisa menggunakan jasa Budi Sudarsono, Purwaka Yudi dan Shin Hyun Joon. Ketiga pemain tersebut mengalami cedera. “Kami tidak bisa turun full team, tapi dua pertandingan home harus diambil semua. Kami harus mampu menyapu bersih saat menghadapi PSMS dan PSAP Sigli,” tegas Yudha.
Sebagai tuan rumah, Yudha merasa yakin terhadap kemampuan Mijo Dadic dan rekan-rekannya. Sehingga poin maksimal bakal bisa direbut saat tampil di depan publik Sidoarjo.
Optimisme juga dirasakan Pelatih Deltras, Jorg Peter Steinebrunner. Ia yakin skuad polesannya bisa tampil baik sekaligus meraih kemenangan saat menjamu PSMS Medan. “Kami memang tidak tampil full tim, tapi kemenangan harus diraih. Beberapa pemain cedera dan akumulasi kartu, bukan jadi halangan,” ucap Jorg Peter.
Saat ini Deltras Sidoarjo terpuruk pada posisi ke-16 klasemen sementara. Dari 13 laga yang sudah dijalaninya, Mijo Dadic dkk baru meraup 11 angka. Posisinya masih lebih baik dibanding Arema Indonesia dan Persiram Raja Ampat, keduanya menempati posisi 17 dan 18.
Friday, February 24, 2012
PSMS IPL Bidik Gelandang Dan Striker
Krisis kemenangan yang melanda PSMS Medan pada putaran pertama Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 diharapkan segera berakhir. Lini tengah menjadi lini paling krusial untuk segera dibenahi.
Kurang tajamnya lini depan Ayam Kinantan disebutkan terjadi karena lini tengah yang kurang memberikan kontribusi memadai.“Kami belum punya sosok pemain tengah yang berani fight, punya mobilitas tinggi dengan visi bermain bagus untuk tandem Ahn Hyoyeon (gelandang asal Korea Selatan),” tutur Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez. Kondisi itu pula yang menjadikan harapan mendapatkan pemain di lini tengah sangat didambakan PSMS.
Beberapa nama masuk daftar incaran. Salah satunya gelandang PSIS Semarang Donny F Siregar.“Ya,memang saya sudah ada dihubungi manajemen PSMS dengan harapan bisa bergabung,tapi saya belum memberikan jawaban,”ujar Donny,yang dikonfirmasi kemarin. Menurut Donny,dia memang berharap bisa memperkuat PSMS.Namun,lantaran PSIS masih sibuk berkutat di Divisi Utama,membuat dia ingin fokus dan belum memberikan jawaban.
Selain Donny,ada pula pemain tengah yang merupakan putra daerah Medan, Legimin Rahardjo yang menjadi bagian dari Arema FC.Kisruh di Arema berdampak pada posisinya dan saat ini,dia tidak memiliki klub.Manajemen PSMS pun tengah melakukan pembicaraan dengan pemain yang lama bermain untuk di Medan tersebut. Kalah dalam penguasaan bola di lini tengah,PSMS sering gagal memaksimalkan serangan yang dibangun.
Ketiadaan pemain tengah bertipikal petarung itu pula yang membuat asupan bola ke lini depan dinilai kurang,kendati PSMS memiliki striker jangkung yang unggul penguasaan bola atas seperti Julio Cesar Alcorse. Fabio menekankan,pemain baru yang terpilih masuk pada putaran kedua mendatang haruslah pemain yang kualitasnya di atas pemain yang ada saat ini.“Harus lebih bagus dari yang sekarang, kalau sama,tidak ada yang berubah,” papar pelatih 38 tahun itu.
Selain lini tengah,menurut Fabio, lini depan Ayam Kinantan juga harus ditambah agar lebih gampang saat harus merotasi pemain.Untuk lini belakang, juga tetap ada ruang untuk pemain baru, terutama pemain yang bisa berposisi di kedua sayap belakang PSMS Medan. “Kami juga butuh pemain depan yang bagus agar memudahkan ketika ada rotasi,”ungkap mantan pemandu bakat klub liga Italia Serie A seperti Fiorentina dan Atalanta FC tersebut.
PSMS akan merampungkan rencana penambahan pemain baru setelah tim kembali ke Medan seusai tur di tiga laga kandang.“Semua akan dirembukkan dulu antara manajemen dan pelatih.Ada beberapa pemain yang sudah kami hubungi,tapi untuk kepastiannya, harus didiskusikan dulu,”ucap Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat. Hanya saja untuk mendapatkan pemain berkualitas memang tidak mudah.
Selain kompetisi baru berjalan setengah jalan, stok pemain dengan kualitas di atas ratarata juga sangat sedikit.Paling mungkin adalah merombak komposisi pemain asing,karena logikanya stok legiun impor lebih banyak dibanding pemain lokal.
Kurang tajamnya lini depan Ayam Kinantan disebutkan terjadi karena lini tengah yang kurang memberikan kontribusi memadai.“Kami belum punya sosok pemain tengah yang berani fight, punya mobilitas tinggi dengan visi bermain bagus untuk tandem Ahn Hyoyeon (gelandang asal Korea Selatan),” tutur Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez. Kondisi itu pula yang menjadikan harapan mendapatkan pemain di lini tengah sangat didambakan PSMS.
Beberapa nama masuk daftar incaran. Salah satunya gelandang PSIS Semarang Donny F Siregar.“Ya,memang saya sudah ada dihubungi manajemen PSMS dengan harapan bisa bergabung,tapi saya belum memberikan jawaban,”ujar Donny,yang dikonfirmasi kemarin. Menurut Donny,dia memang berharap bisa memperkuat PSMS.Namun,lantaran PSIS masih sibuk berkutat di Divisi Utama,membuat dia ingin fokus dan belum memberikan jawaban.
Selain Donny,ada pula pemain tengah yang merupakan putra daerah Medan, Legimin Rahardjo yang menjadi bagian dari Arema FC.Kisruh di Arema berdampak pada posisinya dan saat ini,dia tidak memiliki klub.Manajemen PSMS pun tengah melakukan pembicaraan dengan pemain yang lama bermain untuk di Medan tersebut. Kalah dalam penguasaan bola di lini tengah,PSMS sering gagal memaksimalkan serangan yang dibangun.
Ketiadaan pemain tengah bertipikal petarung itu pula yang membuat asupan bola ke lini depan dinilai kurang,kendati PSMS memiliki striker jangkung yang unggul penguasaan bola atas seperti Julio Cesar Alcorse. Fabio menekankan,pemain baru yang terpilih masuk pada putaran kedua mendatang haruslah pemain yang kualitasnya di atas pemain yang ada saat ini.“Harus lebih bagus dari yang sekarang, kalau sama,tidak ada yang berubah,” papar pelatih 38 tahun itu.
Selain lini tengah,menurut Fabio, lini depan Ayam Kinantan juga harus ditambah agar lebih gampang saat harus merotasi pemain.Untuk lini belakang, juga tetap ada ruang untuk pemain baru, terutama pemain yang bisa berposisi di kedua sayap belakang PSMS Medan. “Kami juga butuh pemain depan yang bagus agar memudahkan ketika ada rotasi,”ungkap mantan pemandu bakat klub liga Italia Serie A seperti Fiorentina dan Atalanta FC tersebut.
PSMS akan merampungkan rencana penambahan pemain baru setelah tim kembali ke Medan seusai tur di tiga laga kandang.“Semua akan dirembukkan dulu antara manajemen dan pelatih.Ada beberapa pemain yang sudah kami hubungi,tapi untuk kepastiannya, harus didiskusikan dulu,”ucap Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat. Hanya saja untuk mendapatkan pemain berkualitas memang tidak mudah.
Selain kompetisi baru berjalan setengah jalan, stok pemain dengan kualitas di atas ratarata juga sangat sedikit.Paling mungkin adalah merombak komposisi pemain asing,karena logikanya stok legiun impor lebih banyak dibanding pemain lokal.
Friday, February 17, 2012
Gol Tunggal Zulkarnain Menangkan PSMS Atas Persiram
PSMS Medan berhasil meraih angka penuh setelah mengalahkan Persiram Raja Ampat 1-0 (0-0) pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012 di Stadion Teladan Medan, Kamis malam.
Satu-satunya gol tuan rumah tercipta melalui tendangan Zulkarnain pada menit ke-52 dengan memanfaatkan bola liar di mulut gawang Persiram yang dijaga kiper Wempi Obure.
Menerapkan formasi 4-4-2, tuan rumah lebih mendominasi jalannya pertandingan. Ujung tombak tuan rumah Yosep Ostanika dan Osas Saha beberapa kali berhasil mengancam gawang Persiram.
Namun rapatnya barisan pertahanan Persiram yang dijaga Kubai Qudian, Sanun, dan Steven, berbagai peluang tersebut dapat dimentahkan. Bahkan, sesekali pemain-pemain tim tamu berhasil menekan dan menciptakan peluang.
Pemain muda PSMS, Yoseph Ostanika, cukup bermain baik malam ini. Beberapa kali dia berhasil menerobos jantung pertahanan Persiram, bahkan beberapa kali umpan matangnya juga cukup memanjakan Osas Saha.
Pada menit ke-34, pelatih PSMS menarik keluar Osas Saha dan menggantikannya dengan Choi Dong Soo. Masuknya pemain asal Korea Selatan tersebut semakin menambah daya gedor tuan rumah, apalagi Luis Pena acap kali membantu barisan depan.
Namun sayang, hingga peluit babak pertama ditiup wasit Jumadi Effendi, kedudukan tetap tidak berubah 0-0 untuk kedua tim. Memasuki babak kedua, serangan tuan rumah semakin gencar, pada menit ke-49 Alamsyah nyaris membuat timnya unggul melalui tendangan lambung. Namun, kiper Persiram Wempi Obura berhasil menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Upaya tuan rumah baru membuahkan hasil pada menit ke-52 melalui tendangan keras Zukarnain dengan memanfaatkan bola liar. Hanya berselang satu menit kemudian, Persiram nyaris menyamakan kedudukan melalui tandukan Benson. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai pemain asal Liberia tersebut melakukan pelanggaran kepada Markus.
Hingga pertandingan usai, kedudukan 1-0 tetap tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah. Usai pertandingan, Pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah mengatakan bahwa pertandingan berjalan cukup menarik,permainan yang diperagakan kedua tim juga cukup baik.
Namun, dia menyayangkan dianulirnya gol Benson karena menurut dia itu bukanlah pelanggaran. “Saya tidak melihat ada pelanggaran yang dilakukan Benson. Tapi wasit melihat lain, mau protes juga tidak ada gunanya,” katanya.
Asisten Pelatih PSMS Medan Suharto menyatakan cukup puas dengan hasil tersebut. Apalagi memang sejak awal dia telah menginstruksikan anak-anak asuhnya agar bermain lepas. “Meski demikian, secara menyeluruh masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki,” katanya. (antara)
Satu-satunya gol tuan rumah tercipta melalui tendangan Zulkarnain pada menit ke-52 dengan memanfaatkan bola liar di mulut gawang Persiram yang dijaga kiper Wempi Obure.
Menerapkan formasi 4-4-2, tuan rumah lebih mendominasi jalannya pertandingan. Ujung tombak tuan rumah Yosep Ostanika dan Osas Saha beberapa kali berhasil mengancam gawang Persiram.
Namun rapatnya barisan pertahanan Persiram yang dijaga Kubai Qudian, Sanun, dan Steven, berbagai peluang tersebut dapat dimentahkan. Bahkan, sesekali pemain-pemain tim tamu berhasil menekan dan menciptakan peluang.
Pemain muda PSMS, Yoseph Ostanika, cukup bermain baik malam ini. Beberapa kali dia berhasil menerobos jantung pertahanan Persiram, bahkan beberapa kali umpan matangnya juga cukup memanjakan Osas Saha.
Pada menit ke-34, pelatih PSMS menarik keluar Osas Saha dan menggantikannya dengan Choi Dong Soo. Masuknya pemain asal Korea Selatan tersebut semakin menambah daya gedor tuan rumah, apalagi Luis Pena acap kali membantu barisan depan.
Namun sayang, hingga peluit babak pertama ditiup wasit Jumadi Effendi, kedudukan tetap tidak berubah 0-0 untuk kedua tim. Memasuki babak kedua, serangan tuan rumah semakin gencar, pada menit ke-49 Alamsyah nyaris membuat timnya unggul melalui tendangan lambung. Namun, kiper Persiram Wempi Obura berhasil menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Upaya tuan rumah baru membuahkan hasil pada menit ke-52 melalui tendangan keras Zukarnain dengan memanfaatkan bola liar. Hanya berselang satu menit kemudian, Persiram nyaris menyamakan kedudukan melalui tandukan Benson. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai pemain asal Liberia tersebut melakukan pelanggaran kepada Markus.
Hingga pertandingan usai, kedudukan 1-0 tetap tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah. Usai pertandingan, Pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah mengatakan bahwa pertandingan berjalan cukup menarik,permainan yang diperagakan kedua tim juga cukup baik.
Namun, dia menyayangkan dianulirnya gol Benson karena menurut dia itu bukanlah pelanggaran. “Saya tidak melihat ada pelanggaran yang dilakukan Benson. Tapi wasit melihat lain, mau protes juga tidak ada gunanya,” katanya.
Asisten Pelatih PSMS Medan Suharto menyatakan cukup puas dengan hasil tersebut. Apalagi memang sejak awal dia telah menginstruksikan anak-anak asuhnya agar bermain lepas. “Meski demikian, secara menyeluruh masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki,” katanya. (antara)
Saturday, February 11, 2012
Ujian Saha di Kuta Asan
MEDAN - Dalam laga melawan Persiba Balikpapan di Stadion Teladan Medan, Senin (6/2) lalu, umpan terukur In Kyun Oh berujung pada sontekan lemah Osas Saha ke sudut kanan gawang Made Wirawan.
Itu merupakan gol ketiga PSMS ke gawang tim Beruang Madu dalam laga yang berakhir dengan kemenangan PSMS 4-1 pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim ini. Catatan lain, gol itu menjadi pertama bagi Saha di hadapan publik pecinta Ayam Kinantan.
Usai mencetak gol, Saha pun terlihat sangat emosional saat selebrasi perayaan golnya. Ia langsung berlari sembari melompat ke pinggir lapangan menepuk dada dan berteriak. Bagi Saha, gol itu juga koleksi ketiganya musim ini.
Belakangan Saha memang menuai kritikan tajam terhadap produktivitas golnya saat berkostum PSMS. Hanya dua gol (sebelum kontra Persiba-red) dari delapan laga tentu bukan rekor bagus untuk seorang striker yang kerap menjadi pilihan utama. Karena itu selebrasi itu memaknai kelegaannya.
Namun Saha belum pantas jumawa. Laga kontra PSAP Sigli Sabtu ini di Stadion Kuta Asan Sigli akan menjadi pembuktian Saha. Musim lalu, ia pernah sangat produktif saat memperkuat PSAP.
Catatan 29 golnya membuatnya nangkring di daftar pencetak gol kedua terbanyak setelah Fortune Udo. Kali ini, PSMS mengharapkan Saha melakukan hal yang sama. Lalu siapkah Saha menjawab tantangan itu?
“Nggak masalah friend, saya akan main seperti biasa dan siap bobol gawang lawan. Meski menghadapi PSAP, saya tahu orang di sini sportif, paling hanya bilang huuuu, itu biasalah,” kata Saha, Jumat.
Di kubu lawan, keberadaan Saha tak membuat tuan rumah menunjukkan sinyal gentar. Manajer PSAP, M Yasin Amin, mengatakan pihaknya sudah tahu cara membendung mantan bomber andalannya itu.
“Tak masalah, karena kita tahu Saha dulu kan mantan PSMS juga dan sekarang mantan pemain PSAP dan kita kebetulan tahu kelicikan dia di lapangan,” tandasnya.
Di sisi lain, ia berharap di tangan arsitek baru, Jhoni Effendi, skuadnya akan meraih tiga angka.
“Kita sudah instruksikan mereka tidak boleh lengah di kandang, jangan sampai PSMS curi poin di kandang kita, tidak ada istilah lawan bisa menang di sini,” pungkas pria yang juga menjabat Ketua Umum PSAP ini.
Itu merupakan gol ketiga PSMS ke gawang tim Beruang Madu dalam laga yang berakhir dengan kemenangan PSMS 4-1 pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim ini. Catatan lain, gol itu menjadi pertama bagi Saha di hadapan publik pecinta Ayam Kinantan.
Usai mencetak gol, Saha pun terlihat sangat emosional saat selebrasi perayaan golnya. Ia langsung berlari sembari melompat ke pinggir lapangan menepuk dada dan berteriak. Bagi Saha, gol itu juga koleksi ketiganya musim ini.
Belakangan Saha memang menuai kritikan tajam terhadap produktivitas golnya saat berkostum PSMS. Hanya dua gol (sebelum kontra Persiba-red) dari delapan laga tentu bukan rekor bagus untuk seorang striker yang kerap menjadi pilihan utama. Karena itu selebrasi itu memaknai kelegaannya.
Namun Saha belum pantas jumawa. Laga kontra PSAP Sigli Sabtu ini di Stadion Kuta Asan Sigli akan menjadi pembuktian Saha. Musim lalu, ia pernah sangat produktif saat memperkuat PSAP.
Catatan 29 golnya membuatnya nangkring di daftar pencetak gol kedua terbanyak setelah Fortune Udo. Kali ini, PSMS mengharapkan Saha melakukan hal yang sama. Lalu siapkah Saha menjawab tantangan itu?
“Nggak masalah friend, saya akan main seperti biasa dan siap bobol gawang lawan. Meski menghadapi PSAP, saya tahu orang di sini sportif, paling hanya bilang huuuu, itu biasalah,” kata Saha, Jumat.
Di kubu lawan, keberadaan Saha tak membuat tuan rumah menunjukkan sinyal gentar. Manajer PSAP, M Yasin Amin, mengatakan pihaknya sudah tahu cara membendung mantan bomber andalannya itu.
“Tak masalah, karena kita tahu Saha dulu kan mantan PSMS juga dan sekarang mantan pemain PSAP dan kita kebetulan tahu kelicikan dia di lapangan,” tandasnya.
Di sisi lain, ia berharap di tangan arsitek baru, Jhoni Effendi, skuadnya akan meraih tiga angka.
“Kita sudah instruksikan mereka tidak boleh lengah di kandang, jangan sampai PSMS curi poin di kandang kita, tidak ada istilah lawan bisa menang di sini,” pungkas pria yang juga menjabat Ketua Umum PSAP ini.
Thursday, February 9, 2012
Indonesian Premier League Petar Senang Laga PSM v PSMS Mundur
Kesebelasan PSM Makassar, kendati tidak mengetahui persis alasan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) mengundurkan laga kandangnya di Stadion Mattoanging versus PSMS Medan, mengaku sudah dapat untung dari penundaan pertandingan. Sedianya laga PSM vs PSMS dijadwalkan Sabtu (11/2/2012), tapi mundur jadinya Senin (13/2/2012).
Kepada wartawan, pelatih PSM Petar Segrt menyatakan, tidak mempersoalkan pengunduran pertandingan tersebut dan menilai revisi jadwal kompetisi merupakan suatu hal biasa dalam dunia sepakbola.
“Kami punya waktu lebih lama untuk mempersiapkan tim. Jadi cukup menguntungkan juga bagi PSM,” kata Petar saat dimintai komentar, Selasa (7/2/2012).
Dengan mundurnya pertandingan, kondisi tim yang lebih siap, maka, kata Petar, para pemainnya diharapkan bisa tampil lebih maksimal untuk unjuk kebolehan di lapangan saat ditampilkan.
"Apalagi, ada beberapa pemain masih mengalami kendala kebugaran usai tur melelahkan di Bontang," sambung Segrt.
Segrt melanjutkan, hikmah dari molornya jadwal laga keenam PSM dalam panggung kompetisi IPL 2011-12 itupun dapat merentangkan jangka waktu yang lebih lama bagi penjaga gawang utama Denny Marcel buat memulihkan cederanya. Kiper senior itu diketahui mengalami cedera engkel saat Juku Eja melawat ke kandang Bontang FC, akhir pekan lalu.
“Penundaan pertandingan ini bisa memulihkan kondisi pemain, termasuk cedera Denny,” pungkas mantan pelatih Bali Devata FC Gianyar. (Arpan
Kepada wartawan, pelatih PSM Petar Segrt menyatakan, tidak mempersoalkan pengunduran pertandingan tersebut dan menilai revisi jadwal kompetisi merupakan suatu hal biasa dalam dunia sepakbola.
“Kami punya waktu lebih lama untuk mempersiapkan tim. Jadi cukup menguntungkan juga bagi PSM,” kata Petar saat dimintai komentar, Selasa (7/2/2012).
Dengan mundurnya pertandingan, kondisi tim yang lebih siap, maka, kata Petar, para pemainnya diharapkan bisa tampil lebih maksimal untuk unjuk kebolehan di lapangan saat ditampilkan.
"Apalagi, ada beberapa pemain masih mengalami kendala kebugaran usai tur melelahkan di Bontang," sambung Segrt.
Segrt melanjutkan, hikmah dari molornya jadwal laga keenam PSM dalam panggung kompetisi IPL 2011-12 itupun dapat merentangkan jangka waktu yang lebih lama bagi penjaga gawang utama Denny Marcel buat memulihkan cederanya. Kiper senior itu diketahui mengalami cedera engkel saat Juku Eja melawat ke kandang Bontang FC, akhir pekan lalu.
“Penundaan pertandingan ini bisa memulihkan kondisi pemain, termasuk cedera Denny,” pungkas mantan pelatih Bali Devata FC Gianyar. (Arpan
Tanpa dukungan, PSMS janji tidak cengeng
MEDAN - Kendati PSMS Medan tampil tidak dengan dukungan penuh dari fansnya, Zulkarnaen cs tidak cengeng dan tetap menegaskan akan tampil maksimal melawan PSAP Sigli dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Kuta Asan, Sabtu (11/2) nanti.
Asisten Pelatih PSMS, Roekinoi, menilai duel ini adalah laga berat bagi Ayam Kinantan mengingat PSAP merupakan tim jago kandang. Namun Roekinoi mengaku kondisi demikian bukan berarti skuadnya tertutup untuk meraih poin.
Tentunya, dukungan bagi Ayam Kinantan dari fans fanatiknya khususnya SMeCK Hooligan bakal berkurang drastis dibanding tampil di Stadion Teladan. Tetapi Roekinoi bersama Suharto dan Sugiar tetap menginginkan anak-anak asuhnya tidak cengeng dan siap main dalam kondisi apapun.
"Kita akan lebih hepi kalau main di kandang karena pastinya mendapat dukungan penuh dari penonton, seperti saat mengalahkan Persiba Balikpapan, Senin (6/2) lalu. Tapi, saya minta anak-anak untuk tidak terlalu tergantung," tuturnya di Medan, Rabu.
"Saya minta anak-anak agar tampil seperti prajurit yang selalu siap dalam keadaan apapun dan kapanpun. Saya mau pemain siap main," katanya seraya mengingatkan Markus Horison cs mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya nanti.
Kinoi, sapaan akrabnya, juga menuturkan dirinya tidak khawatir dengan mental bertanding pemain jelang laga kontra PSAP. Hal itu disebabkan pemainnya memiliki disiplin dan semangat baja tanpa kenal menyerah.
"Selain itu, PSMS juga punya trend bagus sekalipun main di luar Kota Medan. Mudah-mudahan saja tidak akan ada masalah di pertandingan nanti," harap Kinoi.
Dipimpin Manajer Tim Benny Tomasoa, rombongan PSMS direncanakan bertolak ke Sigli pada Kamis ini melalui Bandara Polonia. Setibanya di Banda Aceh, rombongan akan menempuh jalan darat ke Sigli.
Pada laga tandang ini, Ayam Kinantan berkekuatan 16 pemain yang terdiri atas Markus Horison, Edi Kurnia, Sasa Zecevic, Rahmad, Novi Handriawan, Ledy Utomo, Wawan Widiantoro, Denny Rumba, Zainal Anwar, Luis Pena, In Kyun Oh, Zulkarnaen, Osas Saha, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika, Alamsyah Nasution, dan Choi Dong Soo.
Asisten Pelatih PSMS, Roekinoi, menilai duel ini adalah laga berat bagi Ayam Kinantan mengingat PSAP merupakan tim jago kandang. Namun Roekinoi mengaku kondisi demikian bukan berarti skuadnya tertutup untuk meraih poin.
Tentunya, dukungan bagi Ayam Kinantan dari fans fanatiknya khususnya SMeCK Hooligan bakal berkurang drastis dibanding tampil di Stadion Teladan. Tetapi Roekinoi bersama Suharto dan Sugiar tetap menginginkan anak-anak asuhnya tidak cengeng dan siap main dalam kondisi apapun.
"Kita akan lebih hepi kalau main di kandang karena pastinya mendapat dukungan penuh dari penonton, seperti saat mengalahkan Persiba Balikpapan, Senin (6/2) lalu. Tapi, saya minta anak-anak untuk tidak terlalu tergantung," tuturnya di Medan, Rabu.
"Saya minta anak-anak agar tampil seperti prajurit yang selalu siap dalam keadaan apapun dan kapanpun. Saya mau pemain siap main," katanya seraya mengingatkan Markus Horison cs mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya nanti.
Kinoi, sapaan akrabnya, juga menuturkan dirinya tidak khawatir dengan mental bertanding pemain jelang laga kontra PSAP. Hal itu disebabkan pemainnya memiliki disiplin dan semangat baja tanpa kenal menyerah.
"Selain itu, PSMS juga punya trend bagus sekalipun main di luar Kota Medan. Mudah-mudahan saja tidak akan ada masalah di pertandingan nanti," harap Kinoi.
Dipimpin Manajer Tim Benny Tomasoa, rombongan PSMS direncanakan bertolak ke Sigli pada Kamis ini melalui Bandara Polonia. Setibanya di Banda Aceh, rombongan akan menempuh jalan darat ke Sigli.
Pada laga tandang ini, Ayam Kinantan berkekuatan 16 pemain yang terdiri atas Markus Horison, Edi Kurnia, Sasa Zecevic, Rahmad, Novi Handriawan, Ledy Utomo, Wawan Widiantoro, Denny Rumba, Zainal Anwar, Luis Pena, In Kyun Oh, Zulkarnaen, Osas Saha, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika, Alamsyah Nasution, dan Choi Dong Soo.
Wednesday, February 8, 2012
Suharto berlakukan rotasi pemain
MEDAN - Pemandangan berbeda terlihat pada laga kesembilan PSMS di arena Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Beberapa pemain yang sebelumnya jarang atau sama sekali tidak mendapat kesempatan berlaga dipercaya tampil.
Contoh saja Alamsyah, Denny Rumba, Antony, dan Yoseph Ostanika. Bahkan rata-rata memperlihatkan penampilan apik dan membuat perbedaan dalam tim. Namun bukan berarti the winning team yang membawa PSMS menekuk Persiba 4-1 itu lantas menjadi line up baku di laga-laga berikutnya.
Menurut caretaker PSMS, Suharto ia akan memberlakukan rotasi pemain di setiap laga. Semua itu, katanya, tergantung kepada kesiapan pemain.
“Kita bakal terus melakukan rotasi pemain menghadapi sejumlah pertandingan. Dan ini membutuhkan kesiapan pemain. Kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi (sikon) pemain sebelum bertanding. Yang paling siap, dia yang kita turunkan,” ungkap Suharto baru-baru ini.
Mengenai pemain muda PSMS yang diturunkan Suharto pada laga bentrok Persiba, yakni M Antoni dan Yoseph Nico Ostanika, ia juga berpendapat sama.
“Semua pemain mendapat kesempatan bertanding. Tentu sebelumnya kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi pemain tersebut,” tuturnya.
Menurut pelatih berkepala plontos ini, rotasi pemain penting untuk menimbulkan persaingan yang sehat dalam skuad. Artinya, pemain akan berlomba menunjukkan performa terbaik di setiap laga maupun latihan untuk mendapat kesempatan berada di starting line up.
“Ini untuk menimbulkan rasa persaingan sehat dalam skuad. Siapa yang menunjukkan performa terbaik dalam serangkaian sesi latihan jelang pertandingan, bukan mustahil bakal diturunkan untuk bertanding,” kata Suharto.
Selain memperhatikan kondisi pemain, line up yang diusung juga melihat kondisi calon lawan. Suharto menambahkan itu artinya tergantung kondisi lawan juga dan dicocokkan dengan karakter masing-masing pemain.
Contoh saja Alamsyah, Denny Rumba, Antony, dan Yoseph Ostanika. Bahkan rata-rata memperlihatkan penampilan apik dan membuat perbedaan dalam tim. Namun bukan berarti the winning team yang membawa PSMS menekuk Persiba 4-1 itu lantas menjadi line up baku di laga-laga berikutnya.
Menurut caretaker PSMS, Suharto ia akan memberlakukan rotasi pemain di setiap laga. Semua itu, katanya, tergantung kepada kesiapan pemain.
“Kita bakal terus melakukan rotasi pemain menghadapi sejumlah pertandingan. Dan ini membutuhkan kesiapan pemain. Kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi (sikon) pemain sebelum bertanding. Yang paling siap, dia yang kita turunkan,” ungkap Suharto baru-baru ini.
Mengenai pemain muda PSMS yang diturunkan Suharto pada laga bentrok Persiba, yakni M Antoni dan Yoseph Nico Ostanika, ia juga berpendapat sama.
“Semua pemain mendapat kesempatan bertanding. Tentu sebelumnya kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi pemain tersebut,” tuturnya.
Menurut pelatih berkepala plontos ini, rotasi pemain penting untuk menimbulkan persaingan yang sehat dalam skuad. Artinya, pemain akan berlomba menunjukkan performa terbaik di setiap laga maupun latihan untuk mendapat kesempatan berada di starting line up.
“Ini untuk menimbulkan rasa persaingan sehat dalam skuad. Siapa yang menunjukkan performa terbaik dalam serangkaian sesi latihan jelang pertandingan, bukan mustahil bakal diturunkan untuk bertanding,” kata Suharto.
Selain memperhatikan kondisi pemain, line up yang diusung juga melihat kondisi calon lawan. Suharto menambahkan itu artinya tergantung kondisi lawan juga dan dicocokkan dengan karakter masing-masing pemain.
Jadwal PSMS IPL mundur lagi
MEDAN - PSMS Medan kembali harus menerima pengunduran jadwal dari Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Yang dimaksud jadwal PSMS kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalata Makassar yang mundur menjadi Senin (13/2) nanti.
Hal itu dikarenakan bentrok kedua tim yang dikenal dengan permainan keras itu mendapat jadwal tayang di televisi. Sekretaris Departemen Kompetisi Liga LPIS, Tini Indriyani, membenarkan kemungkinan tersebut.
“Iya bisa saja seperti itu, tapi nanti ditunggu saja. Jika ada perubahan, kami akan sampaikan ke klub,” tulisnya melalui pesan singkat malam ini.
Memang pemunduran jadwal ini belum resmi. Pasalnya PT LPIS belum mengeluarkan surat resmi mundurnya jadwal laga tersebut. Namun perubahan jadwal sudah diumumkan di situs resmi IPL.
Selain itu juga ada perubahan waktu bertanding dari siang ke malam hari. Pihak PSM meminta persetujuan PSMS Medan agar waktu pertandingan pekan ke-10 kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 mundur dari siang menjadi malam hari.
"Manajemen dihubungi pihak PSM tadi siang menanyakan apakah PSMS setuju jika pertandingan tersebut akan digelar malam hari," ujar Doli.
Permintaan perubahan waktu pertandingan bisa saja terjadi dengan berbagai alasan. Salah satunya harapan panitia akan mampu menjual tiket lebih banyak lantaran jam pertandingan bukan pada jam kerja.
Fabio Lopez, menyetujui perubahan jadwal tersebut, mengaku tidak memutuskan sendirian. Pelatih asal Italia tersebut sempat berdiskusi dengan beberapa pemain sebelum memberikan keputusan dan kabarnya Vagner Luis cs senada dengan pelatih.
“Pertimbangannya kalau siang hari di sana (Makassar-red) sangat menyengat dan mempengaruhi stamina. Lebih baik main malam hari," ucap Vagner Luis.
Hal itu dikarenakan bentrok kedua tim yang dikenal dengan permainan keras itu mendapat jadwal tayang di televisi. Sekretaris Departemen Kompetisi Liga LPIS, Tini Indriyani, membenarkan kemungkinan tersebut.
“Iya bisa saja seperti itu, tapi nanti ditunggu saja. Jika ada perubahan, kami akan sampaikan ke klub,” tulisnya melalui pesan singkat malam ini.
Memang pemunduran jadwal ini belum resmi. Pasalnya PT LPIS belum mengeluarkan surat resmi mundurnya jadwal laga tersebut. Namun perubahan jadwal sudah diumumkan di situs resmi IPL.
Selain itu juga ada perubahan waktu bertanding dari siang ke malam hari. Pihak PSM meminta persetujuan PSMS Medan agar waktu pertandingan pekan ke-10 kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 mundur dari siang menjadi malam hari.
"Manajemen dihubungi pihak PSM tadi siang menanyakan apakah PSMS setuju jika pertandingan tersebut akan digelar malam hari," ujar Doli.
Permintaan perubahan waktu pertandingan bisa saja terjadi dengan berbagai alasan. Salah satunya harapan panitia akan mampu menjual tiket lebih banyak lantaran jam pertandingan bukan pada jam kerja.
Fabio Lopez, menyetujui perubahan jadwal tersebut, mengaku tidak memutuskan sendirian. Pelatih asal Italia tersebut sempat berdiskusi dengan beberapa pemain sebelum memberikan keputusan dan kabarnya Vagner Luis cs senada dengan pelatih.
“Pertimbangannya kalau siang hari di sana (Makassar-red) sangat menyengat dan mempengaruhi stamina. Lebih baik main malam hari," ucap Vagner Luis.
Tuesday, February 7, 2012
Suharto memang lebih pantas
- Kemenangan kontra Persiba Balikpapan tadi malam terasa spesial bagi PSMS Medan. Bukan apa-apa, kondisi mental Markus Horison cs yang tengah terpuruk pasca-kekalahan kandang atas Gresik United yang berujung pemecatan Raja Isa dari kursi pelatih ternyata mampu diatasi.
Peran itu dengan sukses diemban Suharto yang kini ditugaskan sebagai arsitek tim sementara dibantu Roekinoy dan Sugiar. Beberapa perbedaan mencolok memang diterapkan Suharto dalam duel menjamu Persiba alias tim Beruang Madu.
Tentu saja perubahan skema permainan dengan dua penyerang yang diandalkan dalam pola 4-4-2. Formasi ini sudah akrab dengan pemain saat laga-laga pramusim. Untuk laga ini, Arie Priyatna menjadi opsi mendampingi Osas Saha di lini serang.
Seperti laga-laga sebelumnya, peran pengatur serangan tetap menjadi milik In Kyun Oh. Namun jika biasanya gelandang Korsel itu bekerja sendirian, kali ini permainan kolektif lini tengah terlihat apik. Luis Pena ikut mengambil peran begitu juga dengan Alamsyah Nasution yang membantu lini serang dan pertahanan, sedangkan Anton Samba tampil sebagai perusak.
Hasilnya, dominasi serangan PSMS terutama di 20 menit awal sukses membuat mental Persiba jatuh. In Kyun cs tampil lepas. Bahkan diakui Pelatih Persiba, Hariyadi, timnya tak mampu mengatasi tekanan PSMS.
“Kita terus berada dalam under pressure selama pertandingan dan mental anak-anak sudah down. Karena itu, banyak peluang yang tidak mampu diselesaikan dalam kondisi seperti itu,” kata Hariyadi dalam sesi temu pers.
Satu manuver lainnya adalah kesempatan yang diberikan kepada beberapa pemain muda yang sebelumya jarang tampil. Lihat saja Denny Rumba di pos wing kiri yang mendapat kesempatan tampil 90 menit. Selain itu, ada Antoni dan Yoseph Nico Ostanika.
Bahkan Antoni mampu membuat serangan PSMS lebih greget saat tampil di paruh kedua menggantikan Alamsyah. Satu umpan terukurnya pun nyaris berbuah gol andai saja Saha tidak gagal memanfaatkannya.
Poin plus juga ditujukan pada Nico, sapaan akrab Yoseph. Jika selama ini mantan striker Bintang Medan itu tak pernah memasuki line up Raja Isa, kali ini Nico membuktikan diri dengan gol penutup PSMS. Apiknya, ia melakukannya hanya semenit setelah memasuki lapangan.
“Kita memang sengaja memasukkan pemain-pemain muda yang kuat dalam sprint, seperti Antoni dan Nico. Juga ada Denny Rumba yang bagus saat menyerang. Kita tahu di situlah Persiba lemah,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy.
Ini tentu merupakan pembuktian Suharto. Apalagi ia sempat diragukan mengulang kesuksesannya musim lalu saat duduk sebagai pelatih kepala PSMS mengingat level kompetisi saat ini berbeda. So, teruskan Suharto!
Peran itu dengan sukses diemban Suharto yang kini ditugaskan sebagai arsitek tim sementara dibantu Roekinoy dan Sugiar. Beberapa perbedaan mencolok memang diterapkan Suharto dalam duel menjamu Persiba alias tim Beruang Madu.
Tentu saja perubahan skema permainan dengan dua penyerang yang diandalkan dalam pola 4-4-2. Formasi ini sudah akrab dengan pemain saat laga-laga pramusim. Untuk laga ini, Arie Priyatna menjadi opsi mendampingi Osas Saha di lini serang.
Seperti laga-laga sebelumnya, peran pengatur serangan tetap menjadi milik In Kyun Oh. Namun jika biasanya gelandang Korsel itu bekerja sendirian, kali ini permainan kolektif lini tengah terlihat apik. Luis Pena ikut mengambil peran begitu juga dengan Alamsyah Nasution yang membantu lini serang dan pertahanan, sedangkan Anton Samba tampil sebagai perusak.
Hasilnya, dominasi serangan PSMS terutama di 20 menit awal sukses membuat mental Persiba jatuh. In Kyun cs tampil lepas. Bahkan diakui Pelatih Persiba, Hariyadi, timnya tak mampu mengatasi tekanan PSMS.
“Kita terus berada dalam under pressure selama pertandingan dan mental anak-anak sudah down. Karena itu, banyak peluang yang tidak mampu diselesaikan dalam kondisi seperti itu,” kata Hariyadi dalam sesi temu pers.
Satu manuver lainnya adalah kesempatan yang diberikan kepada beberapa pemain muda yang sebelumya jarang tampil. Lihat saja Denny Rumba di pos wing kiri yang mendapat kesempatan tampil 90 menit. Selain itu, ada Antoni dan Yoseph Nico Ostanika.
Bahkan Antoni mampu membuat serangan PSMS lebih greget saat tampil di paruh kedua menggantikan Alamsyah. Satu umpan terukurnya pun nyaris berbuah gol andai saja Saha tidak gagal memanfaatkannya.
Poin plus juga ditujukan pada Nico, sapaan akrab Yoseph. Jika selama ini mantan striker Bintang Medan itu tak pernah memasuki line up Raja Isa, kali ini Nico membuktikan diri dengan gol penutup PSMS. Apiknya, ia melakukannya hanya semenit setelah memasuki lapangan.
“Kita memang sengaja memasukkan pemain-pemain muda yang kuat dalam sprint, seperti Antoni dan Nico. Juga ada Denny Rumba yang bagus saat menyerang. Kita tahu di situlah Persiba lemah,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy.
Ini tentu merupakan pembuktian Suharto. Apalagi ia sempat diragukan mengulang kesuksesannya musim lalu saat duduk sebagai pelatih kepala PSMS mengingat level kompetisi saat ini berbeda. So, teruskan Suharto!
Persiba jadi ujian Suharto
Pasca-kekalahan kandang atas Gresik United, PSMS Medan dalam ketegangan tinggi. Hasil buruk yang berujung pada terdepaknya Raja Isa dari kursi kepelatihan membuat Ayam Kinantan harus bekerja keras keluar dari kondisi itu.
Kepemimpinan tim pun dialihkan kepada Suharto, asisten pelatih. Sementara posisi pelatih kepala kosong, Suharto berperan sebagai penanggungjawab strategi Ayam Kinantan. Dan ujian pertama langsung tiba menjalani peran barunya saat PSMS bentrok dengan Persiba Balikpapan malam ini di Stadion Teladan Medan.
Dua hari jelas waktu yang sangat singkat untuk merubah keadaan menjadi harapan banyak orang. Dalam hal ini kemenangan yang sudah sangat dirindukan publik Medan. Namun seperti biasa publik Medan tak mengenal pemakluman untuk laga kandang. Suharto pun menyadari itu. Karena itu dalam waktu teramat sempit ini ia memilih fokus atas tugas barunya.
"Saya akan melatih tim ini dengan cara saya. Saya siap menjalankan tugas baru ini. Apalagi laga dimainkan di Stadion Teladan. Unggul gol atau tidak, kami tak bisa berpuas diri dengan hasil seri," ujarnya.
"Jelas ada perubahan besar dari formasi sebelumnya. Persiba adalah tim yang hebat dengan daya serang yang konsisten. Tapi saya melihat formasi ini mampu meredam dominasi lawan," imbuhnya.
Sayangnya, tekad itu diganggu dengan absnnya tiga pemain karena sanksi larangan bermain. Zulkarnain dan Zainal Anwar terkena akumulasi sementara Choi Dong Soo dikenakan kartu merah pada laga kontra Gresik United. Suharto tampaknya akan memberi kepercayaan kepada Yoseph ‘Niko’ Ostanika atau Ari Supriatna.
"Riskan memang, apalagi saya harus melakukan perubahan filosofi secara perlahan. Masih harus direpotkan dengan absennya pemain. Meski begitu, masih ada Niko dan Arie untuk penyerang. Apalagi gelandang masih banyak. Saya akan beri kepercayaan pada mereka," katanya.
Di kubu lawan, Persiba juga dipusingkan dengan absennya striker andalan Aldo Baretto. "Ya, memang sangat disayangkan Aldo terpaksa tidak turun karena akumulasi kartu merah. Jadi formasi kita 3-5-2, kita berharap dua striker Shohei Matsunaga dan Eki,” ujar Asisten Pelatih Persiba, Sukliwon.
Kepemimpinan tim pun dialihkan kepada Suharto, asisten pelatih. Sementara posisi pelatih kepala kosong, Suharto berperan sebagai penanggungjawab strategi Ayam Kinantan. Dan ujian pertama langsung tiba menjalani peran barunya saat PSMS bentrok dengan Persiba Balikpapan malam ini di Stadion Teladan Medan.
Dua hari jelas waktu yang sangat singkat untuk merubah keadaan menjadi harapan banyak orang. Dalam hal ini kemenangan yang sudah sangat dirindukan publik Medan. Namun seperti biasa publik Medan tak mengenal pemakluman untuk laga kandang. Suharto pun menyadari itu. Karena itu dalam waktu teramat sempit ini ia memilih fokus atas tugas barunya.
"Saya akan melatih tim ini dengan cara saya. Saya siap menjalankan tugas baru ini. Apalagi laga dimainkan di Stadion Teladan. Unggul gol atau tidak, kami tak bisa berpuas diri dengan hasil seri," ujarnya.
"Jelas ada perubahan besar dari formasi sebelumnya. Persiba adalah tim yang hebat dengan daya serang yang konsisten. Tapi saya melihat formasi ini mampu meredam dominasi lawan," imbuhnya.
Sayangnya, tekad itu diganggu dengan absnnya tiga pemain karena sanksi larangan bermain. Zulkarnain dan Zainal Anwar terkena akumulasi sementara Choi Dong Soo dikenakan kartu merah pada laga kontra Gresik United. Suharto tampaknya akan memberi kepercayaan kepada Yoseph ‘Niko’ Ostanika atau Ari Supriatna.
"Riskan memang, apalagi saya harus melakukan perubahan filosofi secara perlahan. Masih harus direpotkan dengan absennya pemain. Meski begitu, masih ada Niko dan Arie untuk penyerang. Apalagi gelandang masih banyak. Saya akan beri kepercayaan pada mereka," katanya.
Di kubu lawan, Persiba juga dipusingkan dengan absennya striker andalan Aldo Baretto. "Ya, memang sangat disayangkan Aldo terpaksa tidak turun karena akumulasi kartu merah. Jadi formasi kita 3-5-2, kita berharap dua striker Shohei Matsunaga dan Eki,” ujar Asisten Pelatih Persiba, Sukliwon.
Indonesia Super League PSMS Gulung Persiba 4-1
Persiba Balikpapan harus menelan pil pahit, setelah tumbang 4-1 saat dijamu PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, Senin (6/2/2012) malam.
Sejak menit pertama, lini pertahanan Persiba terus digempur oleh para pemain PSMS. Berkali-kali serangan tuan rumah yang dibangun Inkyun Oh dan Alamsyah Nasution membahayakan gawang Persiba yang dijaga I Made Wirawan.
Gol pertama PSMS lahir di menit ke 13. Tendangan bebas Alamsyah Nasution dari sisi kanan pertahanan Persiba tak mampu dibendung kiper I Made Wirawan. Bola meluncur deras dan bersarang tepat di sisi kiri gawang Persiba. Publik tuan rumah pun bersorak menyambut gol tersebut.
Usai gol pertama tersebut, PSMS terus melancarkan serangan. Hasilnya, di menit ke-23 tendangan keras Inkyun Oh dari luar kotak penalti mengenai tangan bek Persiba Hamdi Hamzah. Wasit pun menunjuk titik putih. Tendangan penalti yang dieksekusi Luis Pena bersarang di sisi kanan gawang Persiba. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Skuad beruang madu berusaha membalas. Namun berkali-kali serangan yang dibangun Asri Akbar dkk mampu dipatahkan oleh pemain belakang PSMS. Lemahnya lini pertahanan Persiba di sisi kiri membuat pelatih Hariyadi terpaksa menarik keluar Sutikno. Ia digantikan oleh Saiful Lhewonusa pada menit ke 40. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Skor 2-0 pun bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Persiba mencoba bangkit. Di menit ke 50 Asri Akbar berhasil menceploskan bola ke gawang setelah menerima umpan terobosan Ahmad Sembiring. Namun gol tersebut dianulir wasit lantaran Asri disinyalir telah berada dalam posisi offside.
Pelatih Hariyadi mencoba melakukan rotasi dengan menarik Dwi Joko yang digantikan Heri Susilo di menit ke 55 dan Matsunaga yang menggantikan Caceres di menit ke 63. Masuknya dua pemain ini membuat serangan Persiba lebih hidup.
Namun tim tuan rumah pun tak mau kalah. Bek PSMS Wawan Widiantoro yang terlihat kedodoran langsung ditarik keluar digantikan Rahmad. Demikian halnya gelandang Alamsyah Nasution yang digantikan Muhammad Antoni.
Hasilnya terbukti manjur, di menit ke 67 striker PSMS Ikpefua Osas nyaris saja membuat gol kala sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper I Made Wirawan. Namun tendangannya mampu dikuasai oleh penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut.
Gol ketiga PSMS baru tercipta di menit 71. Berawal dari umpan terobosan Inkyun Ho, striker Ikpefua berhasil menyarangkan bola ke gawang I Made. Tendangan menyusurnya sempat mengenai tiang gawang sebelum mengalir masuk menggetarkan jala gawang.
Persiba sedikit bernafas lega, kala umpan silang Hery Susilo di menit ke 78 berhasil dikonversi menjadi gol lewat sundulan Kenji Adachihara. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Melihat Persiba bangkit, pelatih PSMS Suharto langsung menarik strikernya Arie Priatna, yang digantikan Yoseph Nico. Tenaga baru Yoseph Nico mampu mengacak-ngacak barisan pertahanan Persiba yang dikomandoi Tomislav Labudovic. Publik tuan rumah pun kembali bersorak setelah di menit 81 Yoseph berhasil menambah keunggulan PSMS menjadi 4-1.
Gol keempat ini berawal dari pelanggaran yang dilakukan Hamdi Hamzah di tengah lapangan. Umpan cepat Inkyun Oh berhasil dimanfaatkan Yoseph setelah menerobos barisan pertahanan Persiba di sisi kiri.
Saat memasuki kotak penalti, pemain bernomor punggung 19 ini langsung menendang bola dan bersarang di sisi kanan gawang. Gol ini disambut hangat oleh supporter tuan rumah, yang memang telah lama haus kemenangan. Tambahan waktu tiga menit yang diberikan wasit Yandri dari Jakarta, tak mampu mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah 4-1.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat di posisi 14 klasemen sementara. Dari 9 kali main, Markus Horison dkk mencatat kemenangan 2 kali. Sisanya 4 kali seri dan 3 kali kalah. Sedangkan skuad beruang madu, turun satu peringkat di posisi 8 klasemen. Hasil dari 9 kali main dengan mencatat 4 kali kemenangan, seri 3 kali, dan kalah 3 kali.
Line Up PSMS:
Kiper: 20 Markus Horizon (c). Bek: 5 Sasa Zecevic, 30 Novi Handriawan, 32 Wawan Widiantoro, 16 Deny Rumba. Tengah: 31 Anton Samba, 22 Alamsyah Nasution, 9 Luis Pena, 7 Inkyun Oh. Depan: 10 Ikpefua Osas, 21 Arie Priatna
Line Up Persiba:
Kiper: 15 I Made Wirawan (c). Bek: 29 Hamdi Hamzah, 26 Tomislav Labudovic, 77 Rahmat Latief, 2 Dwi Joko. Tengah: 20 Sutikno, Ricard Caceres, 6 Asri Akbar, 8 Ahmad Sembiring. Depan: 9 Kenji Adachihara, 24 Eki Nurhakim.
Sejak menit pertama, lini pertahanan Persiba terus digempur oleh para pemain PSMS. Berkali-kali serangan tuan rumah yang dibangun Inkyun Oh dan Alamsyah Nasution membahayakan gawang Persiba yang dijaga I Made Wirawan.
Gol pertama PSMS lahir di menit ke 13. Tendangan bebas Alamsyah Nasution dari sisi kanan pertahanan Persiba tak mampu dibendung kiper I Made Wirawan. Bola meluncur deras dan bersarang tepat di sisi kiri gawang Persiba. Publik tuan rumah pun bersorak menyambut gol tersebut.
Usai gol pertama tersebut, PSMS terus melancarkan serangan. Hasilnya, di menit ke-23 tendangan keras Inkyun Oh dari luar kotak penalti mengenai tangan bek Persiba Hamdi Hamzah. Wasit pun menunjuk titik putih. Tendangan penalti yang dieksekusi Luis Pena bersarang di sisi kanan gawang Persiba. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Skuad beruang madu berusaha membalas. Namun berkali-kali serangan yang dibangun Asri Akbar dkk mampu dipatahkan oleh pemain belakang PSMS. Lemahnya lini pertahanan Persiba di sisi kiri membuat pelatih Hariyadi terpaksa menarik keluar Sutikno. Ia digantikan oleh Saiful Lhewonusa pada menit ke 40. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Skor 2-0 pun bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Persiba mencoba bangkit. Di menit ke 50 Asri Akbar berhasil menceploskan bola ke gawang setelah menerima umpan terobosan Ahmad Sembiring. Namun gol tersebut dianulir wasit lantaran Asri disinyalir telah berada dalam posisi offside.
Pelatih Hariyadi mencoba melakukan rotasi dengan menarik Dwi Joko yang digantikan Heri Susilo di menit ke 55 dan Matsunaga yang menggantikan Caceres di menit ke 63. Masuknya dua pemain ini membuat serangan Persiba lebih hidup.
Namun tim tuan rumah pun tak mau kalah. Bek PSMS Wawan Widiantoro yang terlihat kedodoran langsung ditarik keluar digantikan Rahmad. Demikian halnya gelandang Alamsyah Nasution yang digantikan Muhammad Antoni.
Hasilnya terbukti manjur, di menit ke 67 striker PSMS Ikpefua Osas nyaris saja membuat gol kala sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper I Made Wirawan. Namun tendangannya mampu dikuasai oleh penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut.
Gol ketiga PSMS baru tercipta di menit 71. Berawal dari umpan terobosan Inkyun Ho, striker Ikpefua berhasil menyarangkan bola ke gawang I Made. Tendangan menyusurnya sempat mengenai tiang gawang sebelum mengalir masuk menggetarkan jala gawang.
Persiba sedikit bernafas lega, kala umpan silang Hery Susilo di menit ke 78 berhasil dikonversi menjadi gol lewat sundulan Kenji Adachihara. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Melihat Persiba bangkit, pelatih PSMS Suharto langsung menarik strikernya Arie Priatna, yang digantikan Yoseph Nico. Tenaga baru Yoseph Nico mampu mengacak-ngacak barisan pertahanan Persiba yang dikomandoi Tomislav Labudovic. Publik tuan rumah pun kembali bersorak setelah di menit 81 Yoseph berhasil menambah keunggulan PSMS menjadi 4-1.
Gol keempat ini berawal dari pelanggaran yang dilakukan Hamdi Hamzah di tengah lapangan. Umpan cepat Inkyun Oh berhasil dimanfaatkan Yoseph setelah menerobos barisan pertahanan Persiba di sisi kiri.
Saat memasuki kotak penalti, pemain bernomor punggung 19 ini langsung menendang bola dan bersarang di sisi kanan gawang. Gol ini disambut hangat oleh supporter tuan rumah, yang memang telah lama haus kemenangan. Tambahan waktu tiga menit yang diberikan wasit Yandri dari Jakarta, tak mampu mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah 4-1.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat di posisi 14 klasemen sementara. Dari 9 kali main, Markus Horison dkk mencatat kemenangan 2 kali. Sisanya 4 kali seri dan 3 kali kalah. Sedangkan skuad beruang madu, turun satu peringkat di posisi 8 klasemen. Hasil dari 9 kali main dengan mencatat 4 kali kemenangan, seri 3 kali, dan kalah 3 kali.
Line Up PSMS:
Kiper: 20 Markus Horizon (c). Bek: 5 Sasa Zecevic, 30 Novi Handriawan, 32 Wawan Widiantoro, 16 Deny Rumba. Tengah: 31 Anton Samba, 22 Alamsyah Nasution, 9 Luis Pena, 7 Inkyun Oh. Depan: 10 Ikpefua Osas, 21 Arie Priatna
Line Up Persiba:
Kiper: 15 I Made Wirawan (c). Bek: 29 Hamdi Hamzah, 26 Tomislav Labudovic, 77 Rahmat Latief, 2 Dwi Joko. Tengah: 20 Sutikno, Ricard Caceres, 6 Asri Akbar, 8 Ahmad Sembiring. Depan: 9 Kenji Adachihara, 24 Eki Nurhakim.
Subscribe to:
Posts (Atom)