Thursday, November 27, 2008

Optimisme Luciano Leandro


26luciano.jpgLUCIANO Leandro, mantan pesepakbola asal Brazil ini akan menjadi pelatih baru PSMS Medan. Dengan begitu, secara otomatis pelatih PSMS pada putaran pertama Liga Super, Erick Williams kembali pada tugas lamanya sebagai Direktur Akademi Sepakbola Medan United (ASMU).

Ditemui di sela-sela menyaksikan duel kandang pada ajang Copa Indonesia 2008 antara PSMS Medan versus Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11), mantan playmaker handal yang pernah memperkuat PSM Makassar dan membawa Persiraja Jakarta menjuarai Liga Indonesia 2001 ini mengaku optimis dapat memperbaiki prestasi PSMS di Liga Super dan Copa Indonesia.

"Saya sangat berterima kasih kepada manajemen PSMS karena telah mempercayai saya menangani tim ini. Saya sangat senang dapat kembali ke Indonesia karena di sini saya tidak merasa asing," ujar Luciano yang pernah dinobatkan sebagai gelandang asing terbaik pada musim 2001.

Dikatakan Luciano, kehadirannya di PSMS dengan tujuan ingin memberikan prestasi bagi tim kebanggaan Kota Medan itu. "Saya akan berusaha maksimal memperbaiki kelemahan tim. Tapi sebagai tahap awal, saya terlebih dahulu akan mengevaluasi tim dan mencari pemain pengganti bagi yang telah dicoret," ujarnya.

Menurutnya, untuk merubah PSMS menjadi lebih baik, dibutuhkan kerja sama semua pihak. "Saya tidak akan dapat memberikan prestasi apapun kalau tidak ada kerja sama dan kerja keras semua pihak, tidak terkecuali masyarakat pecinta PSMS," ucapnya.

Ditanya soal target minimum dalam menangani PSMS pada putaran kedua Liga Super, pelatih yang pernah menangani Persma Manado ini enggan berkomentar muluk-muluk. Namun begitu, dirinya berkeyakinan PSMS dapat tampil lebih baik.

PSMS masih seleksi pemain asing


26seleksi.jpgMEDAN - Manajemen PSMS hingga kini masih menjalankan proses seleksi terhadap beberapa pemain asing yang nantinya diharapkan dapat memperkuat tim pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI).

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, di Medan, Selasa (25/11) mengatakan, para pemain asing itu masih menjalani tes fisik dan kemampuan yang langsung ditangani tim pelatih PSMS.

Para pemain yang tengah seleksi sejak pekan lalu di Stadion TD Pardede, Jl Medan-Binjai, itu adalah Alejandro Cardozo (Uruguay), Mauro Oliveira Pinto (Brazil), Zdravdo Simic (Kroasia) dan Michele Nere (Kamerun).

Abdi mengatakan, seleksi terhadap pemain asing itu dilakukan dengan ketat karena manajemen ingin memilih yang terbaik di antara mereka. "PSMS tentu tidak akan memakai pemain yang tidak berkualitas," ujarnya.

Perekrutan terhadap pemain asing terpaksa dilakukan menyusul pencoretan tiga pemain asing dan delapan pemain lokal baru-baru ini. PSMS sendiri kini hanya memiliki dua pemain asing, yakni Patricio Jimenez (Chile) dan Leonardo Martin Zada (Brazil).

Wednesday, November 26, 2008

Atasi Persiraja, Posisi PSMS Masih Rawan

Kerinduan publik Medan untuk melihat penampilan tim kesayangannnya, PSMS, berlaga terjawab sudah. Bahkan pada laga tersebut, mereka memperoleh kepuasan ekstra. Sebab PSMS Medan berhasil menekuk tamunya, Persiraja Banda Aceh, dengan kemenangan 1-0 pada leg pertama babak 48 besar Copa Indonesia, yang dilangsungkan .

Bermain di hadapan publiknya sendiri, PSMS sejak awal dengan konsisten menekan pertahanan Persiraja. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tak juga mampu menjebol gawang tamunya yang dikawal Dede Pranata.

PSMS baru berhasil memecah kebuntuan pada tiga menit sebelum turun minum, lewat sundulan Rahmad. Skor 1-0 untuk PSMS pun menutup babak pertama.

Di babak kedua, pelatih Persiraja, Herry Kiswanto, melakukan dua pergantian pemain. Ia memasukkan kiper Edi Gunawan dan gelandang Dedi Rizky. Masuknya kedua pemain tersebut memberi pengaruh signifikan bagi permainan Persiraja. Walhasil, kebalikan dengan babak pertama, kali ini justru Persiraja yang memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS terlihat kesulitan mengembangkan permainan, sehingga lebih memilih untuk lebih banyak bertahan.

Pola permainan yang dipraktekkan PSMS membuat tamunya kesulitan menjebol gawang yang dikawal Galih Sudaryono. Dan keadaan tersebut pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Kendati memenangkan pertandingan, namun sejatinya langkah PSMS ke babak 24 besar masih belum aman. Sebab andai Persiraja bisa memetik keunggulan dua gol pada leg kedua, mimpi PSMS untuk memperbaiki reputasi mereka bisa hancur berantakan. Meski demikian, PSMS boleh berharap permainan mereka akan semakin membaik. Karena mereka segera akan ditangani pelatih baru, Luciano Leandro.

PSMS menang susah payah


psms_gol_-_wol-aeat.jpgMEDAN - PSMS Medan dipaksa kerja keras sebelum akhirnya unggul 1-0 saat menjamu Persiraja Banda Aceh di leg pertama babak 48 besar Copa Dji Sam Soe 2008 di Stadion Teladan Medan, tadi sore.

Sejak awal laga, pelatih PSMS Erick Williams menempatkan Rahmad Affandi, Okto dan Asri Akbar di depan. Persiraja sendiri mengandalkan Leonard Felicia dan Sunari serta mengistirahatkan Mamodou.

Skuad Ayam Kinantan mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Setidaknya ada sejumlah peluang, namun gagal membuahkan gol. Persiraja juga terlihat agak sulit mengembangkan permainan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Guna menambah serangan, Erick memasukkan Andika Yudhistira menggantikan Dodi Cahyadi. Tak lama, gol pertama dan satu-satunya dalam laga itu diciptakan Rahmad Affandi di menit 42.

Di awal babak kedua, pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengganti kiper Dede Pranata dengan Edy Gunawan dan Defri Rizky mengisi posisi Imam Wahyudi di tengah. Dengan masuknya dua pemain ini, permainan Persiraja mulai berkembang hingga memaksa tuan rumah bertahan.

Namun dari sejumlah serangan, pasukan Laskar Rencog gagal menggetarkan gawang PSMS yang dikawal Galih Sudaryono. PSMS, ditangani untuk terakhir kali oleh Erick Williams sebelum diambil alih Luciano Leandro, nyaris memperbesar kemenangan lewat Rachmadani namun tendangan volinya hanya membentur mistar atas Persiraja. Kedudukan pun tak berubah 1-0 untuk PSMS.
(j01)

Teks/credit foto:

PSMS Medan berhasil menumbangkan Persiraja Banda Aceh dalam laga Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 di Stadion Teladan Medan berkat gol Rahmat Affandi (16).

Trimedya Panjaitan siap pimpin PSMS

MEDAN - Ketua Komisi III DPR-RI Trimedya Panjaitan SH MHum menyatakan kesiapan dirinya menjadi Ketua Umum PSMS periode 2009-2013.

Kepada wartawan di Medan, Senin (24/11), Trimedya mengemukakan PSMS memiliki nilai historis yang panjang di seantero tanah air dan milik masyarakat Sumut yang harus dijaga kelestariannya.

Ketika PSMS tampil di final Liga Indonesia 2007, Trimedya bersama rekan-rekannya asal Medan turut memberi semangat kepada skuad Ayam Kinantan dengan menyerahkan dana sebesar Rp500 juta setelah berhasil mengalahkan Persipura Jayapura di semifinal.

Lalu, sebagai motivasi dengan harapan PSMS menjadi juara, Trimedya cs menjanjikan dana Rp1 miliar bila Mahyadi Panggabean dan kawan-kawan mampu mengalahkan Sriwijaya FC. Namun PSMS kalah 1-3 dari pasukan pelatih Rahmad Darmawan.

Kini, Trimedya dan teman-temannya pun sudah merancang untuk membantu PSMS ke depan, seperti masing-masing mengeluarkan dana untuk mengontrak satu pemain.

"Saya sempat bincang-bincang dengan Sekum PSMS Drs H Randiman Tarigan MAP. Sayangnya, bincang-bincang itu tidak berlanjut setelah PSMS gagal juara dan saya tidak pernah lagi dihubungi," ucap Trimedya.

Diakuinya, PSMS memiliki ciri khas tersendiri, beda dengan tim-tim lain yaitu fanatisme. Ini diketahuinya ketika menyaksikan PSMS di semifinal dan berbicang-bincang dengan penjaga gawang Markus Harison. "Markus tampil gemilang, sehingga PSMS lolos ke final," sebutnya.

Ia yakin bila pengusaha asal Medan mau bersatu, PSMS bisa dibenahi secara profesional. Saratnya, manajemen harus terbuka sehingga keikutsertaan para pengusaha bisa terus bersama PSMS.

"Bila klub-klub dan kalangan sepakbola Medan khususnya dan Sumut pada umumnya mendukung, mengapa tidak?!" kata Trimedya menanggapi kesiapannya memimpin PSMS.

"Saya siap memimpin PSMS nantinya, dengan catatan klub dan masyarakat sepakbola Medan mendukung," tegasnya lagi.

Tuesday, November 25, 2008

PSMS Merasa Terbebani Tampil di Medan

Piala Indonesia
PSMS Merasa Terbebani Tampil di Medan
PSMS Medan merasa terbebani untuk pertama kali tampil di Stadion Teladan, Medan, dalam pertandingan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 melawan Persiraja Banda Aceh, Selasa (25/11). Pertandingan melawan Persiraja menandai kembalinya PSMS bermain di Stadion Teladan setelah Badan Liga Indonesia melarang penggunaan stadion tersebut karena dinilai kurang layak untuk menggelar pertandingan Liga Super Indonesia.

Badan Liga Indonesia mengizinkan PSMS menggelar pertandingan kandang Copa Dji Sam Soe di Stadion Teladan, meski untuk partai Super Liga, stadion yang berdiri sejak tahun 1953 itu masih terlarang.

Asisten Pelatih PSMS Rudi Saari mengakui, tampil pertama kali di Stadion Teladan jelas memberi beban bagi para pemain.

"Selama ini, saat kami kalah di partai kandang dalam pertandingan Liga Super relatif enggak bermasalah, karena kami tak bermain di Medan. Sekarang kami kembali bermain di Medan. Kalau kalah kami tak lagi bisa beralasan, PSMS tak main di Medan. Ini jelas membuat kami terbebani," ujar Rudi di Medan, Senin (24/11).

Belum lagi mayoritas pemain yang membela PSMS musim ini adalah muka baru yang sama sekali belum mengenal atmosfer Stadion Teladan. Dari skuad PSMS yang tampil di ajang Copa Dji Sam Soe, menurut Rudi hanya tiga orang yang pernah merasakan atmosfer fanatik pendukung PSMS di Stadion Teladan. Mereka adalah bek kiri Fadli Hariri, pemain tengah Affan Lubis d an penyerang Andhika Yudistira.

"Tentu saja suporter berharap kami bisa meraih kemenangan. Apalagi ini untuk pertama kali mereka menyaksikan tim kesayangannya bermain di Stadion Teladan," ujar Rudi.

Meski menghadapi lawan yang kelasnya di bawah karena Persiraja merupakan tim Divisi Utama, PSMS mengaku tak mau memandang remeh lawan. Apalagi di klasemen sementara Liga Super Indonesia, PSMS berada di urutan 17 dari 18 tim, sementara di Divisi Utama Persiraja berada di peringkat empat klasemen sementara Wilayah Barat.

PSMS juga tengah dirundung masalah teknis dengan absennya sejumlah pemain inti. Salah satunya adalah winger yang baru saja membela tim nasional Ellie Aiboy.

Pemain asing yang bisa memperkuat PSMS juga hanya stopper Patricio Jimenez. "Ellie baru pulang dari Myanmar memperkuat timnas, sementara pemain asing lainnya masih liburan," ujar Rudi.

Di kubu Persiraja, pelatih Herry Kiswanto mengatakan tak membebani anak asuhnya dengan target apa pun. Menurut Herry, dia ingin pemainnya bermain lepas. "Yang penting mereka bisa menikmati pertandingan. Itu saja," ujar Herry.

Bagi Persiraja, PSMS adalah tim yang cukup kuat meski di klasemen Liga Super Indonesia tengah terpuruk di papan bawah. Namun dia pun mengakui, Persiraja bisa saja memanfaatkan kesempatan karena PSMS tampil dengan beban harus menang di kandang sendiri.

"PSMS tetap tim yang bagus. Saya tahu betul karakter PSMS karena pernah dibesarkan di Medan," katanya.

Persiraja kata Herry, lebih berkonsentrasi untuk pertandingan Divisi Utama. Mereka ingin menjaga posisi di papan atas klasemen sementara, sehingga di pertandingan melawan PSMS, Herry bakal menurunkan pemain lapis keduanya

Bidik Kado Perpisahan untuk Eric Williams

Bidik Kado Perpisahan untuk Eric Williams Laga perdana di Stadion Teladan sore ini diharapkan bakal menambah rasa percaya diri para pemain PSMS Medan kala menghadapi Persiraja Banda Aceh.

Pola 4-3-3 yang kemungkinan besar diterapkan Pelatih Eric Williams harus berbuah hasil positif. ”Bermain di Stadion Teladan harus menambah percaya diri pemain.Tidak ada yang harus dikhawatirkan pemain dalam laga ini,”ujar Eric,yang menargetkan kemenangan pada partai perpisahannya ini, kemarin.Tak heran,dia hendak memasang tiga striker sekaligus agar serangan semakin menggigit.

”Bermain dengan satu pemain asing melawan tiga pemain asing tidak ada masalah.Kami Liga Super dan mereka Divisi Utama.Kamimemberimerekakehormatan.Untukitupemain harus menang dalam laga ini. Sebagai awal baik untuk pertandingan selanjutnya,”tambah pria yang akan kembali menangani Akademi Medan United milik Sihar PH Sitorus itu.

Pria berkebangsaan Australia hanya mengandalkan 14 pemain tersisa dan ditambah tiga pemain U-21 yang direkomendasikan untuk masuk skuad pemain senior.Sementara pemain inti yang akan diturunkan tidak berbeda pada pertandingan sebelumnya. Ghalih tetap dipercaya menjaga gawang Ayam Kinantan.

Sementara di barisan pertahanan ada Patricio Jimenez,Aun Carbiny,Fadli Hariri,dan Syahroni. Di lini tengah,Affan Lubis akan tampil sebagai jenderal pengatur serangan.Motor tua ini akan ditemani Asri Akbar dan Rachmadani. Di depan, duet Papua Elie Aiboy dan Oktovianus akan menjadi pelayan Rahmad Affandi.

”Saya merekomendasikan dua gelandang dan satu striker U-21. Mereka adalah Dimas Yopi, Fandhi Fuadlin, dan Nazib Husein,”sambungnya. Di lain pihak,Persiraja turun dengan kekuatan penuh untuk memetik kemenangan ataupun minimal meraih hasil seri.Niene Mamadou dkk akan bermain semaksimal mungkin menghadapi PSMS.

”Kerja sama, sedikit tenang, disiplin, dan konsentrasi akan menjadi andalan dalam permainan kami untuk meraih hasil maksimal.Semoga saja kami beruntung dalam pertandingan ini,” sebut Mamadou, pemain depan Persiraja. Sementara itu, pelatih baru PSMS yang akan mulai bertugas di putaran kedua Liga Super,Luciano Leandro,tak ingin gegabah melakukan perubahan tim.

Pria asal Brasil ini mengaku masih beradaptasi dan belum memastikan hal apa yang akan dilakukannya untuk meningkatkan prestasi tim. Mantan Pelatih Persema Malang ini baru mempelajari kekuatan tim jelang putaran kedua.”Saya baru datang dan belum melihat keseluruhan kemampuan pemain.Apabila ada pemain bagus di sini dan saya bawa pemain luar, tentunya saya salah karena membuang pemain berkualitas. Untuk itu akan lihat setelah saya pegang tim,”paparnya.

PSMS-Persiraja pertarungan gengsi


25psms.jpgMEDAN - Dua tim bertetangga yang sama-sama memiliki nama besar, PSMS Medan dan Persiraja Banda Aceh, siap berperang menjaga gengsi pada laga perdana first leg 48 besar Copa Indonesia 2008 di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11) ini, pukul 15.30 WIB.

Pelatih PSMS Erick Williams telah menyiapkan resep di tengah krisis pemain dan pembuktian sebelum mudik kembali ke Akademi Medan Football. Pasalnya, manajemen telah menyiapkan Luciano Leandro asal Brazil menggantikan posisi pelatih asal Australia itu.

Namun kabar itu tidak memusingkan Affan Lubis cs untuk tampil maksimal. PSMS kini menyisakan legiun asing asal Chile Patricio Jimenez, setelah Zada cuti ke Brazil dan striker nasional Elie Aiboy belum dipastikan masuk skuad Ayam Kinantan pasca tampil di Myanmar.

"Pemain dalam kondisi prima," terang Erick seusai memberikan pelatihan ringan di Stadion Teladan, Senin (24/11). Dalam laga versus Persiraja yang turut disiarkan langsung TV One, Erick juga merekomendasikan tiga pemain PSMS U-21 memperkuat skuad Ayam Kinantan.

Pergantian pelatih seusai laga perdana PSMS versus Persiraja yang dibenarkan manajemen PSMS, tidak akan mempengaruhi penampilan pemain. "Pemain tetap enjoy latihan," tambah asisten pelatih Rudi Saari.

Kembalinya Ayam Kinantan ke kandang sebelumnya usai "merantau" di putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) pun memotivasi pemain. Dukungan yang tidak pernah surut terhadap PSMS ditunjukkan para fans yang menyaksikan latihan di Stadion Teladan.

Masyarakat antusias menyaksikan PSMS latihan hingga masuk ke tengah lapangan. "Mudah-mudahan dengan dukungan yang diberikan Ayam Kinantan kembali menunjukkan tajinya," kata Rudi Saari yang turut membawa PSMS runner-up Liga Indonesia 2007.

Arsitek Persiraja Heri Kiswanto merendah ditanya soal target. "PSMS memiliki nama besar. Mereka pantas diberi dukungan bermain di kandang," aku mantan pemain nasional ini.

Persiraja, menduduki posisi keempat klasemen sementara Divisi Utama PSSI, mengakui jadwal kompetisi yang padat memaksa Heri Kiswanto merotasi pemain. "Menjaga kebugaran, kita telah menyiapkan pemain lapis kedua," ujarnya seraya menyebutkan seusai laga pasukan Tanah Rencong melanjutkan perjalanan ke Batam.

Ketua Panpel H Wahyu Wahab mengharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan positif kepada tim kesayangannya. Tentunya tanpa dukungan masyarakat, sulit bagi PSMS menampilkan permainan maksimal menghadapi Persiraja.

Dari pantauan Waspada, para pekerja bangungn terlihat kerja keras merenovasi asbes di pintu masuk tribun utama. "Insya Allah pertandingan dapat berjalan lancar," terang Wahyu menyebutkan masyarakat dapat membeli tiket dengan harga tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp30.000 dan VIP Rp45.000.

Persiraja optimis

Medan - Pertandingan antara PSMS Medan melawan Persiraja Banda Aceh dalam ajang Copa Indonesia di Stadion Teladan, Medan, Selasa (25/11) sore ini dipastikan berlangsung dalam tempo tinggi. Tim tamu Persiraja optimis mampu mengimbangi tuan rumah.

Asisten manajer Persiraja M Kasim mengatakan seluruh pemain Persiraja siap diturunkan. "Pemain yang kami boyong ini semuanya full team dan siap mempersembahkan hasil terbaik untuk masyarakat Aceh di Medan," ujarnya.

Pada ujicoba lapangan, Pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengharapkan anak asuhannya bermain lepas. "Saya instruksikan mereka bemain lepas, karena jika bermain dengan beban, tentu permainan sulit berkembang," ujarnya.

Pada pertandingan terakhir, Persiraja ditahan imbang PSAP Sigli 3-3 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI. Melawan PSMS, Persiraja akan diperkuat sejumlah pemain asing seperti striker asal Mali Mamadou yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak tim Laskar Rencong.

Kasim mengharapkan doa restu warga Aceh dan dukungan langsung dari segenap warga Aceh yang ada di Medan. Selain itu dia berharap wasit yang memimpin pertandingan bersikap netral.
(fjr)

Monday, November 24, 2008

Luciano Pelatih Baru PSMS Medan

PSMS Medan dapat pelatih baru untuk putaran dua Liga Super Indonesia (LSI) 2008. Erick Williams yang selama ini menjabat pelatih sementara digantikan oleh mantan pelatih Persma Manado, Luciano Leandro.

”Ya, kami memang resmi menunjuk Luciano Leandro sebagai pelatih tim PSMS Medan mengganti Erick Williams. Erick tidak dipecat, tapi akan dikembalikan ke posisi awalnya, sebagai Direktur pembinaan akademi PSMS,” kata Sihar Sitorus, pengelola PSMS kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Minggu, 23 November 2008.

Luciano yang akrab disapa Luci secara resmi akan menukangi PSMS, pada putaran kedua LSI 2008. Eks gelandang elegan Persija Jakarta ini mulai melatih Affan Lubis cs, setelah pertandingan kandang PSMS di Copa Indonesia 2008/09 vs Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, Selasa 25 November 2008.

Menurut Sihar, Luciano dipilih dengan berbagai alasan. Selain sudah memiki licensi A, Luciano juga dipilih karena kemampuannya berbahasa latin. Saat jadi pemain, Luciano juga punya skill yang cukup baik sehingga bisa ditularkan kepada pemain-pemain PSMS.

”Pemain yang sekarang ikut seleksi juga banyak yang berbahasa latin seperti Portugis dan Spanyol. Jadi, masuknya Luci setidaknya bisa mengurangi kendala non teknis sehingga komunikasi bisa terjembatani,” kata Sihar.

Langsung Tinjau Latihan PSMS
Luci yang kini berusia 42 tahun ini, sudah tiba di Medan sejak Jumat, 22 November 2008. Keesokan harinya, mantan pelatih klub seri C, Macae, di Rio De Janiero, Brasil ini sudah melihat langsung skuad PSMS dan pemain-pemain yang ikut seleksi.

”Saya sepakat dengan manajemen PSMS untuk menjadi pelatih. Soal komposisi dan materi pemain, saya masih beradaptasi secepatnya,” kata Luci.

Ayah tiga anak ini mengaku sudah lama ingin kembali ke indonesia. ”Saya cinta Indonesia, saya juga pencinta sepakbola Indonesia. Tetapi, saya harus kembali ke Brasil, keluarga saya menunggu. Kini, kesempatan itu datang dan tak akan saya sia-siakan,” tegas suami dari Denise Miranda ini. [vivanews]

Luciano Pelatih Baru PSMS Medan

PSMS Medan dapat pelatih baru untuk putaran dua Liga Super Indonesia (LSI) 2008. Erick Williams yang selama ini menjabat pelatih sementara digantikan oleh mantan pelatih Persma Manado, Luciano Leandro.

”Ya, kami memang resmi menunjuk Luciano Leandro sebagai pelatih tim PSMS Medan mengganti Erick Williams. Erick tidak dipecat, tapi akan dikembalikan ke posisi awalnya, sebagai Direktur pembinaan akademi PSMS,” kata Sihar Sitorus, pengelola PSMS kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Minggu, 23 November 2008.

Luciano yang akrab disapa Luci secara resmi akan menukangi PSMS, pada putaran kedua LSI 2008. Eks gelandang elegan Persija Jakarta ini mulai melatih Affan Lubis cs, setelah pertandingan kandang PSMS di Copa Indonesia 2008/09 vs Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, Selasa 25 November 2008.

Menurut Sihar, Luciano dipilih dengan berbagai alasan. Selain sudah memiki licensi A, Luciano juga dipilih karena kemampuannya berbahasa latin. Saat jadi pemain, Luciano juga punya skill yang cukup baik sehingga bisa ditularkan kepada pemain-pemain PSMS.

”Pemain yang sekarang ikut seleksi juga banyak yang berbahasa latin seperti Portugis dan Spanyol. Jadi, masuknya Luci setidaknya bisa mengurangi kendala non teknis sehingga komunikasi bisa terjembatani,” kata Sihar.

Langsung Tinjau Latihan PSMS
Luci yang kini berusia 42 tahun ini, sudah tiba di Medan sejak Jumat, 22 November 2008. Keesokan harinya, mantan pelatih klub seri C, Macae, di Rio De Janiero, Brasil ini sudah melihat langsung skuad PSMS dan pemain-pemain yang ikut seleksi.

”Saya sepakat dengan manajemen PSMS untuk menjadi pelatih. Soal komposisi dan materi pemain, saya masih beradaptasi secepatnya,” kata Luci.

Ayah tiga anak ini mengaku sudah lama ingin kembali ke indonesia. ”Saya cinta Indonesia, saya juga pencinta sepakbola Indonesia. Tetapi, saya harus kembali ke Brasil, keluarga saya menunggu. Kini, kesempatan itu datang dan tak akan saya sia-siakan,” tegas suami dari Denise Miranda ini. [vivanews]

Erick promosikan tiga pemain U-21


24erick.jpg
Elie Aiboy (kanan) diharap membawa PSMS mengalahkan Persiraja. (Waspada/Austin Antariksa)
MEDAN - Pelatih PSMS Medan Erick Williams mempromosikan tiga pemain PSMS U-21 untuk menjamu Persiraja Banda Aceh pada first leg babak 48 besar Copa Indonesia 2008 di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11) besok.

Ketiga pemain itu adalah Nazib Husein, Dimas Yopi dan Fandhi Fuadlin. "Ketiga pemain itu direkomendasikan memperkuat PSMS," terang Erick, Minggu (23/11) sore, seusai menyaksikan laga PSMS melawan Persita Tangerang dalam kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) U-21.

Dia berharap ketiganya dapat memberikan warna baru atas krisis yang dihadapi tim Ayam Kinantan, seraya menambahkan bahwa PSMS kini hanya memiliki 14 pemain setelah manajemen mencoret 12 pemain.

Krisis pemain itu diakui Erick setelah Jadah mudik ke Brazil dan baru kembali Januari mendatang, sehingga dipastikan absen lawan Persiraja di Medan dan di Banda Aceh (3/12).

PSMS berarti hanya memiliki pemain asing Patricio asal Chile yang menempati posisi belakang. Striker tim nasional Elie Aiboy pun akan dimasukkannya sebagai starter jika siap tampil.

Manajemen PSMS menyebutkan bahwa Elie akan tiba Senin (24/11) siang ini. Kehadiran Elie sangat diharapkan menambah daya serang Ayam Kinantan. Manajemen juga membenarkan bahwa posisi Erick akan digantikan oleh Luciano Leandro asal Brazil yang turut menyaksikan laga PSMS versus Persita kemarin di Stadion Teladan.

Tapi Erick tetap memimpin PSMS menghadapi Persiraja. Ini merupakan pergantian pelatih kedua kalinya bagi PSMS, yang di awal kompetisi juga sudah melengserkan Iwan Setiawan.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Copa Indonesia menyebutkan laga PSMS melawan Persiraja digelar mulai pkl 15:30. Tiket tribun terbuka Rp20.000, tertutup Rp30.000 dan VIP
Rp45.000.

PSMS Pecat Eric Williams

Tunjuk Luciano Leandro
PSMS Pecat Eric Williams
PSMS Medan memutuskan memecat Pelatih Eric Williams. Sebagai ganti, pengelola PSMS menunjuk Luciano Leandro. Dengan dipecatnya Eric, pelatih asal Australia ini menjadi korban kedua di tubuh Ayam Kinantan.

Sebelumnya, manajemen PSMS telah memecat Iwan Setiawan pada pertengahan putaran pertama. Pemecatan itu dilakukan setelah keduanya dianggap gagal mengangkat performa Ayam Kinantan.

Luciano akan mulai menukangi PSMS pada putaran kedua. Mantan pemain Persija Jakarta ini akan mulai melatih Affan Lubis dkk seusai pertandingan kandang Piala Indonesia melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, Selasa (25/11). Luciano mulai kemarin sudah tiba di Medan. Mantan Pelatih Persema Malang ini sudah melihat langsung skuad PSMS dan pemain seleksi, Sabtu (22/11).

”Dia dipilih bukan karena pengalaman atau nama besar, tapi bisa membawa tren positif yang ada pada dirinya. Inilah yang diharapkan darinya,” kata Media Officer PSMS Medan Abdi Panjaitan di Stadion Pardede, Medan,kemarin. Pelatih asal Brasil ini dikontrak dengan durasi setengah musim. Selanjutnya, apabila menunjukkan peningkatan akan dilanjutkan.

”Saya akan lihat dan bicara dengan pemain lagi. Ke depan, saya akan bekerja untuk memberikan terbaik buat tim,” kata Luciano. Luciano mengaku perlu beradaptasi lagi dengan tim PSMS. Selain itu, dia membutuhkan komunikasi dan tidak mungkin melihat pemain dalam satu hari. Sementara itu, Eric mengatakan akan kembali ke akademi seusai menukangi PSMS di laga Piala Indonesia.

”Saya hanya mengani tim sampai Piala Indonesia dan setelah itu kembali menangani akademi. Hal ini juga berdasarkan kesepakatan dengan manajemen tim,” tandasnya. Dalam seleksi kemarin pemain yang masih dipertahankan antara lain Johanes, Michael Nere, Ashar Ilyas, Eka, Budi Wahyudi, Ahmad Sholeh, Mahendra, Komang Adnyana, Andika Yuda, Zadric Simic, Mauro Pinto, dan Alejandro Cordozo.
[sindo]

Saturday, November 22, 2008

PSMS Pulangkan Satu Pemain Seleksi


PSMS Pulangkan Satu Pemain Seleksi

Dari delapan pemain asing yang telah mengikuti seleksi sejak tanggal 17 Nopember kemarin, salah satunya telah dipulangkan dari seleksi pemain. Dia adalah Leo Chiteschu, mantan pemain Persib Bandung ini menurut pelatih Erick William, belum memenuhi criteria yang diinginkannya.

Saat ini, tinggal tujuh pemain yang masih mengikuti seleksi, tiga dari Amerika Latin, yakni Brasil, Argentina, dan Uruguay. Sedang dua lagi dari Afrika, dan dua dari Kroasia, nasib ketujuh pemain ini akan berakhir pada Senin (24/11) mendatang.

Erick juga mengatakan, jika sampai tanggal 24 Nopember belum mendapatkan pemain yang dinginkannya, ia akan kambali menggelar seleksi pemain. “Sampai saat ini kualitas pemain yang ikut seleksi menurut saya biasa-biasa saja, dan mungkin besok sudah ada yang pulang,” kata Erick kepada antvsports.com.

Pelatih bule ini mengungkapkan tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan pemain yang akan direkrut. Dia mengatakan, akan menyeleksi secara benar-benar agar tidak mengecewakan, dan bisa membawa tim Ayam Kinantan lebaih berprestasi.

Besok Sore, PSMS Gelar Ujicoba

Fri, 21 Nov 2008 16:44

Besok Sore, PSMS Gelar Ujicoba

Kalau tak ada aral melintang, rencananya besok sore (22/11) tim PSMS Medan akan melakukan partai ujicoba melawan salah satu tim angkatan Medan, di komplek Pardede Medan. Hal itu dikatakan Erick William, pelatih tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Menurut Erick, partai ujicoba besok dilakukan untuk mengetahui kualitas pemain asing yang kini sedang mengadu nasib bersama PSMS. “Besok kami rencananya akan ujicoba bersama tim tentara, tapi saya tidak tahu nama timnya. Ujicoba ini untuk melihat kualitas sesungguhnya para pemain asing yang saat ini sedang seleksi,” kata Erick, kepada antvsports.com.

Pada seleksi putaran kedua musim ini, Erick mengatakan tak ingin asal ambil pemain asing. Karena menurutnya, pemain asing yang memperkuat PSMS pada putaran pertama dinilai kurang memberikan konstribusi sehingga prestasi tim buruk.

Besok Sore, PSMS Gelar Ujicoba

Fri, 21 Nov 2008 16:44

Besok Sore, PSMS Gelar Ujicoba

Kalau tak ada aral melintang, rencananya besok sore (22/11) tim PSMS Medan akan melakukan partai ujicoba melawan salah satu tim angkatan Medan, di komplek Pardede Medan. Hal itu dikatakan Erick William, pelatih tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Menurut Erick, partai ujicoba besok dilakukan untuk mengetahui kualitas pemain asing yang kini sedang mengadu nasib bersama PSMS. “Besok kami rencananya akan ujicoba bersama tim tentara, tapi saya tidak tahu nama timnya. Ujicoba ini untuk melihat kualitas sesungguhnya para pemain asing yang saat ini sedang seleksi,” kata Erick, kepada antvsports.com.

Pada seleksi putaran kedua musim ini, Erick mengatakan tak ingin asal ambil pemain asing. Karena menurutnya, pemain asing yang memperkuat PSMS pada putaran pertama dinilai kurang memberikan konstribusi sehingga prestasi tim buruk.

Ayam Kinantan kembali ke Teladan


21psmscopa.jpgMEDAN - Setelah hampir enam bulan PSMS Medan 'melanglang buana', tim berjulukan Ayam Kinantan itu termotivasi saat kembali ke kandang di Stadion Teladan, Selasa (25/11) menghadapi Persiraja Banda Aceh dalam first leg babak 48 besar Copa Indonesia.

Pelatih Erick Williams pun berkonsentrasi penuh memoles taji Ayam Kinantan di hadapan ribuan pendukungnya. Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Copa Indonesia H. Wahyu Wahab pun berharap, PSMS dapat mencapai prestasi lebih baik pada putaran kedua Liga Super Indonesia yang dijadwalkan bergulir 4 Januari mendatang.

Wahab juga minta, kesempatan yang diberikan sebagai tuan rumah akan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Namun tanpa dukungan masyarakat khususnya 'penggila bola' kota Medan dan Sumatera Utara, sulit mencapai dua sukses, yakni sukses prestasi dan sukses sebagai tuan rumah.

Pada Selasa (25/11) mendatang, juga digelar laga PSMS U-21 melawan Persita Tangerang. Dikatakannya, pintu stadion di tribun terbuka, tertutup dan tribun utama sudah dibuka sejak pukul 14.00 WIB. Partai pertama digelar pukul 15.00 WIB dilanjutkan laga kedua pada 16.15 WIB.

Panpel memperketat penonton masuk ke Stadion Teladan. Lima pintu termasuk tribun utama masing-masing akan dijaga pihak keamanan bersama petugas tiket. "Kita tidak menerima segala jenis kartu untuk menonton gratis, Panpel telah menyiapkan id card bagi wartawan peliput yang terlebih dulu menunjukkan kartu identitasnya.

"Sudah saatnya masyarakat bersikap profesional. Dengan sikap profesional berarti turut membantu PSMS dalam meraih dua sukses prestasi dan tuan rumah," jelas Wahab.

5 nama mencuat jadi ketum PSMS

MEDAN - Lima nama menjelang rapat kerja klub PSMS Medan awal Januari 2009, mencuat menjadi bakal calon Ketua Umum PSMS periode 2009-2013 menggantikan Drs H Abdillah Ak MBA.

Kelima nama tersebut selama ini sudah cukup dikenal di kalangan PSMS Medan dan mereka juga telah banyak berbuat demi kemajuan klub kebanggaan masyarakat Sumut dan Medan tersebut.

Ir H Isman Nuryadi bersama tokoh muda olahraga Ijeck, Julius Raja SE, Drs H Darwin Syamsul dan Dimardi Abbas, sampai Jumat (21/11), paling menonjol disebut-sebut layak memimpin Ayam Kinantan selama empat tahun ke depan.

Namun dari rapat pengurus PSMS di aula Pemko Medan, tiga nama lagi seperti Ketua Komisi DPR RI VIII Drs H Hasrul Awar MM, Ketua Komisi III DPRRI Trimedia Panjaitan SH bersama Ketua Komisi A DPRD Medan H Hardi Mulyono SE MAP juga menyusul disebut.

Salah seorang pengurus PSMS, Drs Azam Nasution MAP ketika dikonfirmasi usai rapat pengurus mengakui, banyaknya figur-figur Ketua Umum PSMS menjadi bukti PSMS masih digandrungi masyarakat Sumut dan Medan.

Dia juga mengisyaratkan nama Walikota Medan Drs H Afifuddin MSi juga berpeluang menjadi Ketua Umum, karena Ketua I PSMS itu juga figur yang layak memimpin PSMS.

Rekannya, Julius Raja SE menilai dirinya belum pantas memikul pucuk pimpinan PSMS karena masih banyak sosok yang lebih pantas. Namun Raja dan Azam menekankan, untuk menjadi seorang Ketua Umum PSMS harus memiliki dedikasi tinggi terhadap PSMS, mampu merangkul pihak penyandang dana maupun sponsor serta memiliki waktu luang.

Menanggapi dua nama yang merupakan Ketua VIII dan III DPRRI seperti Hasrul Azwar dan Trimedia Panjaitan, menurut Azam dan Raja tidak ada masalah kalau keduanya mampu menyisihkan waktunya untuk PSMS kendati berdomisili di Jakarta.

Dalam rapat yang dipimpin oleh ketua rapat kerja klub PSMS H Hardi Mulyono, diputuskan setiap klub harus menyerahkan struktur kepengurusannya kepada panitia hingga batas waktu 30 November mendatang.

"Bagi peserta rapat kerja yang diakui adalah yang memiliki mandat dari klubnya dan tercantum dalam susunan pengurus klub yang diwakilinya," sebut Raja.

Wednesday, November 19, 2008

PSMS Terancam Gagal Pakai Manahan

PSMS Terancam Gagal Pakai Manahan
Proses renovasi yang baru mencapai 50 persen, membuat keinginan PSMS Medan menjadikan Stadion Manahan, Solo, sebagai hombase mereka di putaran kedua Liga Super Indonesia terancam gagal.

Putaran kedua sendiri baru digelar awal Januari tahun depan sesuai jadwal yang dirilis Badan Liga Indonesia.

Kepastian itu pun disampaikan langsung konsultan pengawas renovasi Stadion Manahan, Nanang Waluyo, yang menyatakan seluruh proyek renovasi sudah harus kelar pada 18 Desember 2008.

PSMS sendiri baru akan menggunakannya bulan Januari yang sedianya akan memainkan sembilan laga.

"Untuk target selesai, kami tak masalah. Hanya dalam perawatan rumput yang telah kami tanami benih, harus dijaga dan tak boleh dipaksakan untuk dipakai agar tak rusak,'' ujar Nanang.

Rumput yang digunakan sendiri berasal dari suplayer Batam berjenis Dactylon Cynordon (rumput bermuda).

"Rumput ini butuh waktu sekitar 3-4 bulan. Jika selesai Desember sesuai perjanjian, maka sekitar Maret atau April baru bisa dipakai,'' tambahnya.

Sementara itu bila dipastikan gagal memakai Manahan, PSMS kabarnya telah mengincar tiga stadion baru yakni, Stadion Cilegon, Banten, Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), Jepara dan Stadion Maguwoharjo, Sleman.

"Masalahnya, Stadion Maguwoharjo tidak dilengkapi lampu. Tapi yang jelas, kami masih menunggu kepastian jadwal dari BLI dulu," terang Penasehat Teknis PSMS, Hendri. [bb]

PSMS Gelar Seleksi Pemain Satu Minggu

PSMS Gelar Seleksi Pemain Satu Minggu

Setelah mendepak dua belas pemainnya, tim PSMS Medan akhirnya menggelar seleksi sejak Senin (17/11) di komplek Pardede, Medan. Menurut Sihar Sitorus, Manajer PSMS Medan, seleksi pemain ini akan berakhir pada tanggal 24 Nopember, Senin depan.

“Kami hanya akan menggelar seleksi pemain selama satu minggu saja, itupun hanya pemain undangan saja yang akan kami seleksi. Jujur saja saya tidak mau kecolongan soal pemain asing lagi seperti pada putaran pertama lalu,” kata Sihar, kepada antvsports.com.

Sementara itu dari dua belas pemain yang terdepak tersebut, Patricio Jemines tampaknya, salah satu pemain asing yang kini tengah giat mencari klub baru. “Saya sudah dilepas PSMS dan sedang bebas, saya berharap segera dapat klub sebelum putaran kedua dimulai,” kata Jemines.

Dua belas pemain yang terdepak dari tim Ayam Kinantan tersebut adalah sebagai berikut; Patricio Antonio Jimenez, Andrie Yoga, Andriansyah, Muklis, Hendra, Ronny Prowanda, Ekhwan Roy, Bambang Tri Sanjaya, Sugianto, Fabricio, Tegao, dan Makinwa. (Krisminarti)