Wednesday, February 4, 2009

PSMS butuh Costas



MEDAN - Administrasi kepindahan Mario Costas ke PSMS Medan belum beres juga hingga Senin (2/2) sore.

Padahal, striker asal Argentina itu dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas gol Ayam Kinantan dalam menghadapi Pelita Jaya dalam lanjutan Liga Super Indonesia di stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/2).

"Kita masih berharap Badan Liga Indonesia segera membereskan administrasi Mario Costas. Peraturannya dua jam sebelum kick off jika administrasinya beres Mario Costas dapat diturunkan," terang pelatih PSMS Liestiadi.

Kehadiran striker murni sangat diharapkan dalam kondisi tim Ayam Kinantan yang kurang produktivitas gol. PSMS kini hanya mengandalkan Rahmat Affandi dan Ellie Aiboy di lini depan, menyusul cedera patah tangan kiri yang dialami Andika Yudisthira.

Namun, tambah Liestiadi, Ellie di lapangan lebih sering sebagai gelandang menyerang dengan umpan-umpan matang. Kelincahan Ellie dan Leonardo Martins Zada dalam mendobrak pertahanan lawan, jika ditambah dengan striker yang memiliki naluri mencetak gol tinggi, bisa membuat PSMS lebih kuat dalam penyerangan.

Liestiadi didampingi Luciano Leandro tidak memungkiri barisan pertahanan juga membutuhkan tembok yang kokoh sebagai stoper. Satu legiun asing lagi asal Uruguay Mauro Pinto yang dipinang manajemen PSMS menjadi alternatif kokohnya tembok pertahanan Ayam Kinantan.

Kendala yang harus diatasi dua legiun asing tersebut adalah beradaptasi dengan pemain PSMS lainnya yang turut ditukangi Luciano Leandro asal Brazil. Gaya permainan Amerika Latin sangat kental dengan Luciano Leandro, dan tampak dari legiun asing yang dimiliki PSMS sekarang ini berasal dari Brazil, Chile dan Argentina.

Teknik individu dengan kerjasama dari kaki ke kaki dan umpan terobosan serta crossing melalui Ellie Aiboy menjadi andalan Ayam Kinantan sejak masuknya Luciano. Penampilan PSMS yang dikenal dengan ciri khas bermain keras dalam batas sportivitas mulai kendur.

Tidak tampak
Dari catatan Waspada yang mengikuti lima pertandingan terakhir baik di Liga Super Indonesia dan Copa Indonesia, permainan keras dibarengi semangat juang tinggi tidak tampak dari para pemain PSMS. Mereka berusaha mempertontonkan sepakbola indah, tetapi permainan masih dapat dibaca oleh lawan.

Permainan keras yang ditunjukkan pemain PSMS kerap berbuah kartu kuning oleh wasit dan merugikan bagi skuad PSMS. Bermain hati-hati setelah mendapat kartu kuning menjadi bumerang bagi pemain untuk menampilkan permainan maksimal. Dan tampak saat menghadapi PSIS Semarang, Ellie Aiboy Cs. kehilangan poin penuh setelah unggul lebih dulu 1-0 dan 2-1 yang akhirnya berkesudahan 2-2.

Penasehat teknik PSMS Luciano Leandro ketika dikonfirmasikan mengharapkan pemain dapat bertanding maksimal dan tidak terpancing emosi. Dalam laga melawan Pelita Jaya yang ditukangi Fandi Ahmad, tim PSMS diuntungkan dengan kemenangan pada putaran pertama. "Target harus menang," tandas mantan pelatih yang membawa Persema Manado promosi ke divisi utama.

Lapangan Becek
Senin (2/2) sore, skuad PSMS terpaksa hanya joging di sekitar penginapan Wisma Bintang Jadayat Cipayung, disebabkan stadion Siliwangi dan beberapa stadion lainnya becek karena hujan lebat. Diketahui hujan lebat mengguyur sejumlah daerah di Pulau Jawa mengakibatkan banjir di beberapa kota.

Kondisi cuaca kawasan Bandung yang dingin menjadi perhatian pelatih. Dan pemain sudah terbiasa dengan berlatih di daerah hujan, Bogor. Pelita Jaya, tambah Liestiadi, dalam laga ini patut diwaspadai, karena mereka berasal dari kawasan Jawa Barat.

Menanggapi pendukung, tentunya fans Pelita Jaya lebih dekat menuju stadion Siliwangi. Namun begitu, diharapkan pecinta tim Ayam Kinantan dan masyarakat perantauan dari Bandung dapat memberikan dukungan ke stadion Siliwangi.

Teks/credit foto:
Octavianus Maniani (kanan) dan kawan-kawan mengharapkan Mario Costas segera main mempertajam garis serang PSMS Medan.(ANews)

No comments: