Thursday, February 4, 2010

Digenjot

Laga menghadapi Persikabo Bogor nanti akan menjadi pertandingan berat bagi PSMS Medan. Bagaimana tidak, saat ini Persikabo menempati peringkat kedua klasemen sementara grup I.

Waktu tersisa jelang pertandingan itu hanya tujuh hari lagi, tapi kubu PSMS justru belum melakukan persiapan.

Kendati begitu, pelatih PSMS Medan Kustiono mengaku jika anak asuhnya akan mampu mengatasi perlawanan Persikabo. Terlebih pria murah senyum ini telah dua kali menyaksikan pertandingan Persikabo sehingga tahu secara persis seperti apa permainan tim itu.

“Dari dua kali melihat penampilan mereka yakni ketika menghadapi Persiraja dan PSAP, saya sudah punya gambaran tentang strategi yang pas saat menghadapi mereka nantinya,” bilang Kustiono, kemarin (3/2).

Agar para pemain dapat memahami strategi yang akan diterapkannya nanti, sepulang dari lawatan ke Kota Padang, Kustiono telah meliburkan pemainnya dari kewajiban berlatih, sehingga saat digenjot seluruh pemain dalam keadaan bugar.

“Mustahil pemain yang kelelahan mampu menyerap strategi permainan yang kita rancang. Jadi, daripada buang energi percuma, kan lebih bagus diliburkan. Itu pun dengan satu syarat, para pemain harus mampu menjaga kebugaran tubuhnya,” beber Kustiono.

Apakah waktu libur yang diberikan kepada pemain tidak menggangu kerjasama tim, utamanya yang melibatkan pemain baru seperti Daniel dan Hary Syahputra?

“Mereka berdua (Daniel dan Hary, Red) adalah pemain yang matang. Artinya, di waktu yang tersisa ini mereka pasti akan langsung nyetel dengan gaya permainan rekan-rekannya,” bilang Kustiono. Ungkapan Kustiono ini tak terlepas dari pengamatannya saat tim Ayam Kinantan bertandang ke markas Semen Padang, beberapa hari lalu.

Menurutnya, dari pertandingan itu terlihat jelas jika kedua pemain anyar yang dimiliki PSMS itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang butuh adaptasi, tapi tidak sesulit yang dibayangkan,” terang Kustiono.

Selain memberi perhatian khusus kepada dua pemain anyarnya tadi, mantan pelatih PSAP Sigli ini pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada striker asingnya, Osas Saha.

Menurutnya, Osas Saha sudah semakin matang dan mau bekerjakeras. Karena sikapnya itu pula beberapa pemain muda pun ikut termotivasi untuk ikut-ikutan tampil maskimal,” beber Kustiono.

Di rentang waktu yang singkat pasca menggantikan posisi Suimin Diharja sebagai allenatore tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku sudah mulai memahami satu persatu karakter dan sifat anak asuhnya.

Menurutnya, mengenal sifat serta karakter pemain mutlak dilakukan karena hal itu akan mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan. Lantas apa kiat Kustiono sehingga para pemain dapat menerima kehadirannya?

“Semuanya harus terbuka dan saling menghargai, sehingga segala permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terkait persiapan timnya menatap laga kontra Persikabo, Kustiono membeberkan jika seluruh pemain akan kembali digembleng di Stadion Kebun Bunga Medan, hari ini.

Di sisi lain, latihan hari ini selain latihan perdana pasca laga kontra Semen Padang, juga sebagai ajang seleksi bagi beberapa pemain lokal yang berhasrat bergabung ke PSMS. Sayangnya, hingga kemarin Kustiono belum mengetahui secara persis siapa nama pemain yang mengikuti seleksi itu.

“Kalau masih ada pemain yang ingin bergabung dengan tim ini, itu bagus. Apalagi jika pemain yang ingin bergabung memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pemain yan telah ada,” pungkasnya

No comments: