Saturday, November 14, 2009

Jadi Tempat Curhat Adik Kandungnya Afandi Lubis

Affan Lubis, Pemain Senior PSMS

Affan Lubis, merupakan satu-satunya pemain yang musim lalu membela PSMS berlaga di ISL, dan kini masih berkostum Kinantan. Memang ada Bambang Trisanjaya yang musim lalu juga sempat berkostum Kinantan, namun hanya setengah musim. Dengan pengalaman bertanding di ISL, Affan berharap mampu menginspirasi rekan satu timnya.

SYAIFULLAH, Medan

Ya, Affan diharapkan mampu menjadi mentor bagi skuad PSMS lainnya. Tak jarang nasehat demi nasehat diutarakannya ke sejumlah pemain muda PSMS. Termasuk kepada adiknya sendiri, Afandi Lubis. Afandi Lubis memang bermain untuk PSMS musim ini. Berposisi sebagai striker, Afandi punya kans untuk mengembangkan diri.

Tak jarang, Afandi juga sering mencurahkan isi hatinya kepada Affan. Utamanya urusan sepak bola. Sebagai pemain muda, Afandi kerap berada di bawah tekanan penonton. Untuk itu, dia merasa perlu curhat dengan abangnya. “Sering juga curhat dengan Bang Affan. Karena dia kan lebih pengalaman,” kata Afandi yang tinggal satu kamar dengan Affan di Mess Kebun Bunga.

Dikatakan Affan, PSMS musim ini masih berpeluang besar kembali ke ISL. Hanya saja, mental untuk kembali ke ISL perlu ditingkatkan. Diisi pemain muda, Affan yakin PSMS punya modal dan semangat untuk itu. “Pada dasarnya klub di Indonesia sama saja. Tinggal mengasah mental juara, maka peluang untuk itu terbuka. Pada dasarnya saya pribadi tidak pernah gentar melawan tim manapun, saya harap PSMS musim ini juga mampu bersikap begitu,” kata Affan.

Sejauh ini, memang persoalan PSMS terletak di persoalan mental. Di tangan Suimin Diharja pelatih PSMS, mental itu yang terus digodok di samping pendalaman akan urusan teknis.

Terkadang, tekanan yang datang dari pelatih atau penonton dalam partai uji coba sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. Untuk urusan satu ini, Affan sering bilang ke rekannya agar tetap konsentrasi dan fokus ke permainan. “Ketika kita mendapatkan tekanan dari penonton, fokus dan ketenangan harus tetap terjaga. Jangan sampai kita terlena dengan tekanan itu, yang pada akhirnya akan menambah buruk permainan tim,” beber pemain berusia 34 tahun itu.

Pemain yang akrab dengan nomor punggung 8 itu, digadang berpeluang besar kembali di angkat menjadi kapten PSMS musim ini. Ditanyakan soal itu, Affan bilang pada dasarnya dirinya tidak mempersoalkan siapa pun kapten PSMS. “Saya pribadi tidak masalah siapa pun kaptennya. Asalkan demi kebaikan tim, saya siap menjadi kapten ataupun tidak terpilih menjadi kapten,” pungkas mantan pemain PSPS, Semen Padang dan Persikabo Bogor itu

No comments: