Thursday, April 19, 2012

Shin Hyun Joon Tak Merumput Bersama PSMS

Gelandang anyar PSMS Medan, Shin Hyun Joon, berharap melakoni debutnya saat menghadapi mantan klubnya, Deltras FC, pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Kamis 19 April 2012.

“Kalau pelatih menurunkan saya sejak awal pertandingan, saya berjanji akan tampil maksimal melawan Deltras besok (hari ini),” ujar Shin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu 18 April 2012.

Mengenai kekuatan Deltras, Shin menilai permainan tim berjuluk The Lobster tersebut tak banyak berubah. Meskipun telah diperkuat sejumlah pemain baru, Shin menilai Deltras belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Saya melihat mereka masih sama seperti di putaran pertama lalu. Belum terlihat perubahan besar dalam tim itu. Tapi, kita lihat saja nanti kemungkinan mereka akan memainkan permainan yang berbeda. Kami juga tidak menganggap remeh mereka,” papar Shin.

Meskipun baru bergabung dalam dua kali latihan terakhir tim Ayam Kinantan, Shin mengaku telah mengetahu visi bermain PSMS dengan formasi 4-4-2 yang diusung pelatih Suharto AD. Pemain asal Korea Selatan itu juga mengakui telah mampu beradaptasi dengan rekan setimnya. Namun, Shin menegaskan dirinya belum fit 100 persen.

“Ya, saya baru berlatih dua kali bersama tim, tapi saya merasakan cepat beradaptasi dengan pemain lain di tim ini. saya sudah tau visi bermain dengan formasi 4-4-2 yang diusung pelatih, tidak ada kendala dengan formasi itu bagi saya,” ujar pemain yang juga pernah memperkuat PSPS Pekanbaru tersebut.

Menhadapi Deltras, pelatih Suharto yakin pemainnya dapat merebut poin penuh. Suharto juga mengaku tidak khawatir dengan krisis lini pertahanan menyusul absennya empat pemain belakang di laga melawan Deltras.

“Meskipun empat pemain absen, tidak ada masalah dengan lini belakang. Saya sudah siapkan pemain pengganti, mudah-mudahan mereka bisa bermain bagus pada posisi baru mereka,” tegas Suharto.

Keempat pemain belakang PSMS yang tak bisa bermain dalam laga ini adalah Ramadhan Saputra, Sasa Sazevic (akumulasi kartu), serta Deny Rumba dan Ledi utomo yang mengalami cedera kaki

Monday, April 16, 2012

PSMS ISL Rekrut Mantan Pemain Asing Deltras

Manajamen PSMS Medan memutuskan tidak akan merekrut pemain asal Korea Selatan Kim Kang Yun. Menurut Pelatih caretaker PSMS, Suharto, tipikal permainan Kang Yun tidak sesuai dengan strategi yang akan diusung PSMS pada putaran kedua ISL 2011-12.

“Gaya bermain dia kurang cocok dengan tim. Selain itu kebugaran fisiknya juga standar saja, selain itu dia juga kurang dalam duel-duel dengan lawan,” ujar Suharto kepada VIVAbola.

Kang Yun merupakan salah seorang pemain asing buruan PSMS Medan yang diplot menggantikan Choi Dong Soo yang didepak pada akhir putaran pertama lalu. Meski masih berstatus pemain seleksi, Kang Yun sudah disertakan dalam tur PSMS ke Pekanbaru dan Jakarta.

Batalnya Kang Yun bergabung dengan PSMS menjadi berkah bagi mantan pemain Deltras, Shin Hyun Joon. Pemain yang juga dari Korea Selatan itu kini telah resmi berkostum Ayam Kinantan. Hyun Joon bahkan telah resmi didaftarkan kepada PT Liga Indonesia.

“Dia (Shin Hyun Joon) sudah resmi masuk ke dalam skuad PSMS. Kami sudah mendaftarkan namanya ke PT Liga Indonesia sebagai pemain PSMS,” ujar Manajer Tim, Benny Tomasoa.

Untuk melengkapi kuota pemain asing, PSMS berniat menggoda penyerang Bontang FC, Satoshi Otomo. Menurut Suharto, pemain asal Jepang ini bakal mampu berkontribusi besar di barisan depannya.

“Dia pemain cepat, berani berduel, saya rasa cocok untuk bermain dalam tim ini,” beber Suharto.

Saturday, April 14, 2012

Persija Siap Turunkan Jeong Kwan-Sik Lawan PSMS

Jelang laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) kontra PSMS Medan, Sabtu, 14 April 2012, lini depan Persija Jakarta dilanda masalah. Mereka mengalami krisis striker karena absennya Pedro Javier dan Rahmat Affandi.

Seperti diungkapkan pelatih Iwan Setiawan, kedua bomber yang biasa mendampingi Bambang Pamungkas itu tidak bisa merumput pada laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kerena akumulasi kartu kuning.

Demi menyelesaikan masalah tersebut, Iwan mengaku tidak punya pilihan lain kecuali menurunkan Jeong Kwang-Sik yang baru saja didatangkan.

“Sekarang yang masih cedera itu Oktavianus. Sedangkan dua penyerang kami Pedro Javier dan Rahmat Affandi juga harus absen karena akumulasi kartu,” ujar Iwan ketika dihubungi VIVAbola.

“Kami akan coba Bambang berduet dengan Jeong Kwan-Sik. Seperti saya bilang sebelumnya, dia adalah pemain yang serba bisa. Bisa diplot di sayap tapi juga bisa main sebagai striker, jadi kita coba saja,” lanjut Iwan.

Mantan pemain Brisbane City FC (Liga Australia) itu baru resmi bergabung dengan Macan Kemayoran pada 4 April lalu. Meski mengaku belum menyatu betul dengan tim, Iwan tetap yakin pemain berusia 27 tahun itu bisa memberikan kontribusi lebih.

“Dia sudah cukup bagus saat di latihan tapi dari kerja sama mungkin belum menyatu, namun setidaknya dia bisa memberikan tenaga baru ke dalam tim. Kita lihat perkembangannya di pertandingan nanti,” kata Iwan lagi.

Berpaling ke lini belakang, Iwan menyatakan barisan pertahanan timnya tidak memiliki masalah. Sedangkan untuk posisi kiper, mantan pelatih Persikabo itu nampaknya masih belum bisa menentukan antara Andritany atau Galih Sudaryono.

“Kalau untuk posisi kiper kita lihat saja besok. Siapa pun yang turun pada pertandingan itu sudah dipersiapkan, tidak ada masalah,” tutup Iwan.

Saat ini Persija masih tertahan di posisi 6 klasemen dengan 27 poin dari 17 pertandingan, sedangkan PSMS Medan berada diposisi 11 dengan 22 poin. Jika menang atas PSMS, maka tim Ibukota akan begerak ke peringkat 4

Monday, April 2, 2012

Belum Digaji, Pemain PSMS Dapat “Pinjaman” Pengurus

Menjelang putaran kedua ISL, skuad PSMS Medan diliburkan hingga 5 april 2012. Usai partai melawan Persija Jakarta, para pemain pulang ke kampung halamannya masing masing. Sedangkan pemain lokal Medan memilih berkumpul bersama keluarganya.

Beberapa pemain yang memilih pulang kampung adalah Rahmad (Banda Aceh), Arie Supriatna (Jakarta), Denny Rumba (Semarang), Anton Samba (Sulawesi) sedangkan Nico Malau pulang ke rumah orang tuanya di Medan.

Sedangkan pemain lainnya memilih tetap tinggal di mes PSMS, seperti Sigit Sudarmawan yang masih dalam pemulihan cedera. Begitu juga dengan Inkyun Oh, Choi Dong Soo, dan Sasa Sazevic yang menetap di Mes Kebun Bunga.

Para pemain ini akan kembali berkumpul dan latihan pada 6 April 2012 untuk melakukan persiapan laga tandang menghadapi Persija Jakarta 14 April 2012 mendatang.

Meskipun demikian, para pemain PSMS belum juga menerima gajinya dari manajemen. Sebelumnya manajemen berjanji akan melunasi gaji tiga bulan pemain dan bonus pemain usai menghadapi Persija Jakarta, Jumat lalu.

Namun kenyataannya para pemain hanya mendapatkan “pinjaman”. Ini adalah kali kedua “pinjaman” diberikan oleh manajemen. Jumlahnya berkisar Rp 5-10 juta per pemain. (tribunnews)

Lawan PSMS, Persebaya Kembali Tampil Di Gelora Bung Tomo

Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya kembali dipilih Persebaya Surabaya sebagai home base mereka di lanjutan Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012 ini. Menghadapi PSMS Medan pada Minggu (08/4) nanti mereka akan kembali menggunakan stadion tersebut.

“Resmi, kita jamu PSMS Medan di GBT 8 April nanti. Kick off pukul 15:30 WIB,” terang Media Offficer Persebaya, Ram Surrahman.

Sudah dua kali Persebaya IPL menggunakan GBT. Yang pertama dalam uji coba melawan Timnas Indonesia, dan selanjutnya menjamu Arema di lanjutan kompetisi IPL. Suksesnya, selain membludaknya Bonekmania, Persebaya IPL selalu menang di dua laga tersebut.

Hal ini seolah menjadikan stadion berkapasitas 60 ribu penonton tersebut memiliki tuah tersendiri bagi Green Force. Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk penggunaan GBT sendiri juga sudah keluar. Kendati demikian, Persebaya IPL masih belum mau menjadikan GBT sebagai home base tetap mereka di sisa musim ini.

“Perwali memang sudah keluar, tapi penggunaan GBT bagi Persebaya sifatya masih situasional saja. Untuk sementara ini masih kami pertimbangkan,” tambah Ram

Laga PSMS Di Putaran Kedua Dipercepat

Pertandingan perdana bagi PSMS di putaran kedua dipercepat. Yang sejatinya baru digelar pada 16 April diubah menjadi 9 April mendatang. Karena itu, semua pemain yang sudah sempat pulang kampung terpaksa mempersingkat masa liburnya.

Jadwal terdahulu, skuad Ayam Kinantan ini harusnya meladeni Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan perubahan jadwal, maka PSMS akan bertolak ke Stadion Kuantan Singingi, markas PSPS Pekanbaru.

Caretaker PSMS Suharto AD menuturkan, untuk mempersiapkan laga, anak-anak asuhannya sudah diinformasikan agar pulang secepatnya. “Anak-anak sudah diberitahu, agar pulang besok (Hari ini). Karena 3 April, kita sudah memulai latihan untuk persiapan pertandingan perdana di putaran kedua,” ungkapnya, Minggu (1/4).

Usai laga terakhir di putaran pertama bentrok Persija pada 30 Maret lalu, semua pemain memang diliburkan. “Namun, karena jadwal sudah direvisi dan dipercepat terpaksa pemain juga harus mempersingkat masa liburnya. Namun, saya tetap menegaskan kepada pemain saat masa libur agar tetap melakukan latihan-latihan peregangan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, manager PSMS juga membenarkan hal tersebut. “Kemarin (31/3) kita mendapat email dari PT Liga, yang isinya revisi jadwal pertandingan. Awalnya kita harus melawan Persija dulu, diputar menjadi melawan PSPS. Karena pada pertandingan terakhir di putaran pertama kita juga sudah bertemu Persija,” jelasnya.

Dengan adanya perubahan jadwal tersebut, ia mengatakan, pemain yang dalam masa libur agar segera bertolak ke Medan. “Melalui pelatih, kita sudah infokan ke pemain agar segera pulang. Karena tim harus segera melakukan persiapan. Pada 7 April PSMS juga harus sudah berangkat ke Pekanbaru,” tandasnya

Saturday, March 31, 2012

Manajer PSMS Puas Dengan Kinerja Tim Lawan Persija

Manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa, mengaku kecewa dengan kegagalan timnya mendulang poin penuh atas Persija Jakarta. Namun, ia cukup terhibur dengan kinerja Markus Haris Maulana dan kawan kawan yang tak pernah menyerah sampai peluit akhir pertandingan.

PSMS Medan bermain imbang 3-3 dengan Persija Jakarta dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) pada Jumat 30 Maret 2012. Dalam laga itu, PSMS sempat tertinggal 1-3. Namun, mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan di menit-menit akhir.

Bertanding di Stadion Bahroedin, Lubuk Pakam, Persija sempat tertinggal oleh gol Osas Saha pada menit ke-4. Namun, Bepe berhasil membalasnya pada menit ke-44. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Persija berbalik unggul lewat dua gol Bepe pada menit ke-49 dan 74. Akan tetapi, PSMS sanggup menyamakan kedudukan lewat gol Osas Saha pada menit ke-74 dan Nico Malau pada menit ke-89.

“Secara keseluruhan saya kecewa dengan hasil satu poin di kandang. Tapi, ketika melihat mereka berhasil menyamakan skor di menit-menit akhir saya pantas berterima kasih atas kerja keras pemain yang mampu mencetak gol di menit-menit akhir,” ujar Benny Tomasoa.

Dengan hasil ini, PSMS bertengger di posisi 11 dengan 21 poin. Adapun Macan Kemayoran berada di peringkat empat dengan 27 angka.

PSMS 3-3 Persija

Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan kembali kecewa dengan kepemimpinan wasit saat pasukannya ditahan imbang PSMS Medan 3-3, Jumat, 30 Maret 2012. Dalam duel ini, striker Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas berhasil mencetak hattrick.

Bertanding di Stadion Bahroedin, Lubuk Pakam, Persija sempat tertinggal lewat gol Osas Saha pada menit ke-4. Namun Bepe berhasil membalasnya pada menit ke-44. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Persija berbalik unggul lewat dua gol Bepe pada menit ke-49 dan 74. Namun PSMS mampu menyamakan kedudukan lewat gol Osas Saha pada menit ke-74 dan Nico Malau pada menit ke-89.

Iwan menuturkan, kepemimpinan wasit Najamudin Aspiran dalam laga ini dinilainya kurang bijak memimpin pertandingan. Hal tersebut diutarakannya setelah gol kedua Osas Saha yang dinilainya merupakan gol offside.

“Wasit tidak menunjukkan kualitasnya seperti pemimpin pertandingan, banyak hal merugikan yang kami terima, juga PSMS, dalam pertandingan ini. Inilah yang membuat sepakbola kita tidak maju,” ujarnya saat jumpa pers usai pertandingan.

Pelatih yang pernah melatih PSMS tersebut mengakui timnya sempat terlihat gugup diawal pertandingan. Hal tersebut membuat dirinya menarik keluar Fahreza Agamal digantikan oleh Leo Saputra di menit 22.

“Pemain diawal terlihat gugup, apalagi dikejutkan gol cepat Osas Saha, namun mereka berhasil bangkit sejak gol balasan dari Bambang,” ujarnya.

Mengenai timnya yang kebobolan dua gol dimenit-menit akhir pertandingan, Iwan terlihat kecewa dengan hasil pertandingan ini, namun dirinya tetap memuji penampilan timnya. “Saya juga akui pemain PSMS mempunyai semangat juang yang tinggi mengejar ketertinggalannya,” kata dia.

Wednesday, March 28, 2012

Kalahkan PSPS, 10 besar mendekat

MEDAN - Setelah dua kali mengalami penundaan, PSMS Medan akhirnya berhasil mengalahkan PSPS Pekanbaru 3-1 dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Selasa malam.

Laga yang seyogianya berlangsung Senin kemarin ditunda menjadi Selasa pukul 15.30 WIB sempat ditunda lagi menjadi pukul 20.00 WIB akibat demo besar-besaran di Kota Medan. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi perjuangan anak-anak asuhan trio pelatih Suharto, Roekinoi, dan Sugiar.

Walau tanpa libero asal Serbia, Sasa Zecevic, pertahanan Ayam Kinantan tetap solid. Dalam laga ini, palang pintu PSMS dipercayakan kepada duet Novi Handriawan dan Ramadhan Saputra yang berhasil meredam ambisi Zaenal Arif cs membobol gawang Markus Horison.

Tambahan tiga angka di kandang pun membuat PSMS memiliki 20 poin dan melonjak ke urutan 12 klasemen. Ambisi menembus 10 Besar pun kian mendekat dengan catatan PSMS mampu mengalahkan lawan terakhirnya di putaran pertama, Persija Jakarta, Jumat (30/3) nanti.

Tanda-tanda raihan poin penuh juga sudah terlihat di awal pertandingan ketika Osas Saha membuat publik yang memadati Stadion Teladan bersorak. Pasalnya, ujung tombak asal Nigeria itu menjebol gawang PSPS di menit 10.

Menit 27, untuk kedua kalinya Saha menggetarkan jala gawang tim tamu, setelah tendangan kerasnya gagal dijinakkan Fance hasil umpan Rahmad. Sebelumnya tendangan voli Saha bahkan hampir menghasilkan gol, seandainya Fance tidak tampil cekatan.

Menjelang bubaran babak pertama, giliran Luis Pena mencatatkan namanya di papan skor. Playmaker PSMS asal Chile ini mencetak gol melalui tendangan bebas nan terukur. Sayang, keunggulan tiga gol tersebut tidak berubah di 45 menit kedua termasuk kala PSPS dipaksa bermain dengan 10 pemain akibat Dedi Gusmawan dihadiahi kartu merah oleh wasit Jumadi Effendi di menit 80.

Sebaliknya, anak-anak PSPS tampil gigih dan sukses memperkecil kekalahan dengan 10 pemain. Tepat di menit 85, sundulan striker Zaenal Arief memaksa Markus Horison yang juga kapten tim PSMS memungut bola dari jalanya.

Friday, March 16, 2012

Dana Belum Turun, Pemain PSMS Makan Nasi Bungkus

Tak tanggung-tanggung. Akibat kurang pro aktifnya manajemen PSMS mengenai persoalan keuangan yang terjadi, sejak Kamis (15/3) pagi, Markus dkk terpaksa menikmati jatah makan dengan nasi bungkus.

Kucuran dana yang diharapkan dari pihak sponsor utama Bakrie Plantation tak kunjung turun. Akibatnya, tunggakan gaji 2,5 bulan, operasional tim hingga kebutuhan makan skuad dan hak-hak Raja Isa hingga kemarin (15/3) tak kunjung terselesaikan.

Harusnya aktivitas makan bersama seluruh pemain dilakukan di dapur mess Kebun Bunga, kini skuad asuhan Suharto AD ini harus menikmati nasi bungkus di masing-masing kamar.

Hal ini terjadi karena bagian dapur juga tak lagi memasak untuk tim. Tentunya ditengarai karena keterlambatan pasokan dana, sehingga penanggung jawab dapur mess Kebun Bunga yang menyediakan menu untuk skuad Ayam Kinantan ini tak bisa bertahan.

Beberapa pemain PSMS tampak tak ingin mempermasalahkan soal ini. Pemain lain juga tampak memilih diam dan tetap menjalankan aktivitas latihan seperti biasa. “Sampai saat ini kita masih memegang janji manajemen. Tapi, memang sulit juga kalau begini,” ungkap seorang pemain yang tak mau namanya dikorankan.

“Kita punya keluarga yang harus dinafkahi. Kalau begini, kita juga jadi harus menenangkan mereka, memberitahu mereka kalau semua pemain baik-baik saja di sini. Sejauh ini kondisi tim memang baik, hanya masalah keterlambatan gaji saja,” tambahnya.

Sementara itu, CEO PSMS Idris masih tetap berkilah tak ada masalah mengenai pendanaan di tubuh PSMS. “Enggak ada masalah dana di PSMS,” kutatnya.

Mengenai “menu” nasi bungkus, Idris mengaku ibu dapur mess Kebun Bunga sedang dalam keadaan sakit. “Ibu dapur sedang sakit, jadi pemain makan nasi bungkus. Itu hal biasa dan bisa saja terjadi,” jelas Idris.

“Kalau ibu dapur engak mau masak lagi, masih banyak yang mau masak untuk pemain,” katanya lagi. (jpnn)

Dana Belum Turun, Pemain PSMS Makan Nasi Bungkus

Tak tanggung-tanggung. Akibat kurang pro aktifnya manajemen PSMS mengenai persoalan keuangan yang terjadi, sejak Kamis (15/3) pagi, Markus dkk terpaksa menikmati jatah makan dengan nasi bungkus.

Kucuran dana yang diharapkan dari pihak sponsor utama Bakrie Plantation tak kunjung turun. Akibatnya, tunggakan gaji 2,5 bulan, operasional tim hingga kebutuhan makan skuad dan hak-hak Raja Isa hingga kemarin (15/3) tak kunjung terselesaikan.

Harusnya aktivitas makan bersama seluruh pemain dilakukan di dapur mess Kebun Bunga, kini skuad asuhan Suharto AD ini harus menikmati nasi bungkus di masing-masing kamar.

Hal ini terjadi karena bagian dapur juga tak lagi memasak untuk tim. Tentunya ditengarai karena keterlambatan pasokan dana, sehingga penanggung jawab dapur mess Kebun Bunga yang menyediakan menu untuk skuad Ayam Kinantan ini tak bisa bertahan.

Beberapa pemain PSMS tampak tak ingin mempermasalahkan soal ini. Pemain lain juga tampak memilih diam dan tetap menjalankan aktivitas latihan seperti biasa. “Sampai saat ini kita masih memegang janji manajemen. Tapi, memang sulit juga kalau begini,” ungkap seorang pemain yang tak mau namanya dikorankan.

“Kita punya keluarga yang harus dinafkahi. Kalau begini, kita juga jadi harus menenangkan mereka, memberitahu mereka kalau semua pemain baik-baik saja di sini. Sejauh ini kondisi tim memang baik, hanya masalah keterlambatan gaji saja,” tambahnya.

Sementara itu, CEO PSMS Idris masih tetap berkilah tak ada masalah mengenai pendanaan di tubuh PSMS. “Enggak ada masalah dana di PSMS,” kutatnya.

Mengenai “menu” nasi bungkus, Idris mengaku ibu dapur mess Kebun Bunga sedang dalam keadaan sakit. “Ibu dapur sedang sakit, jadi pemain makan nasi bungkus. Itu hal biasa dan bisa saja terjadi,” jelas Idris.

“Kalau ibu dapur engak mau masak lagi, masih banyak yang mau masak untuk pemain,” katanya lagi. (jpnn)

Monday, March 12, 2012

PSMS Usung Sikap Optimis

Jelang dua laga kandang yang bakal dilakoni skuad PSMS, banyak persiapan yang harus dibenahi. Maklum, dua laga tersebut merupakan sisa pertandingan anak-anak Medan pada putaran pertama ISL.

Persiapan pantas digeber maksimal, pasalnya tur Jawa Timur-Papua skuad berjuluk Ayam Kinantan ini hanya membawa pulang tiga poin. Hasil menekuk Deltras FC Sidoarjo di Stadion Gelora Delta pada 3 Maret lalu dengan skor 0-1.

Sisanya PSMS mengalami kekalahan. Saat bertandang ke Stadion Surajaya kandang Persela Lamongan dengan skor 2-1 pada 28 Februari lalu. Dan di kandang Persidafon Dafonsoro, Stadion Barnabas Youwe pada 7 Maret lalu dengan skor telak 4-1.

Pelatih PSMS sementara Suharto AD mengaku, mengusung optimisme tinggi meraih poin penuh di dua laga kandang ini. Meski diketahui, kedua tim yang bakal dijajal ini merupakan tim-tim besar yang duduk di papan atas klasemen sementara ISL. PSPS Pekanbaru di posisi kedelapan sedangkan Persija Jakarta di peringkat keenam.

“Kita siap mengalahkan tim sekuat apa pun di Medan. Stadion teladan akan jadi saksi luapan hausnya anak-anak PSMS atas kemenangan. Bermain di kandang, tentu para pemain tak mau tampil buruk di depan para pendukung dan fans,” ungkap Suharto, Minggu (11/3). Belajar dari tur yang baru dilakukan skuadnya, Suharto mengaku tak mau hal tersebut terulang.

“Kita mulai latihan 14 Maret nanti, dan baru bertanding melawan PSPS pada 26 Maret. Waktu panjang ini menjadi satu keuntungan, dan semua pihak baik pemain, tim pelatih dan manajemen sepakat kekalahan pada pertandingan sebelumnya jangan lagi terjadi,” tuturnya.
Optimisme meraih poin penuh di dua laga sisa ini tentu bukan sesumbar. Pasalnya, skuad inti PSMS sama sekali tak bermain pincang.
“Pada 26 Maret nanti, mudah-mudahan semua pemain yang didera cedera sudah fit lagi. Kalau masalah akumulasi, belum ada pemain kita yang harus absen,” papar pelatih berkepala plontos itu.

“Seperti pertandingan sebelum-sebelumnya, skuad PSMS yang bertanding full team bakal jadi momok bagi tim lawan. Baik saat partai kandang maupun tandang,” tegas Suharto lagi.

Mengintip peta kekuatan calon lawan, merupakan hal penting menghadapi laga tersebut. Untuk laga terdekat, skuad besutan Suharto AD ini akan menjamu PSPS pada 26 Maret mendatang.

Wednesday, March 7, 2012

PSMS Andalkan Niko Malau Lawan Persidafon

PSMS Medan krisis penyerang saat bertemu Persidafon Dafonsoro pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12, Rabu, 7 Maret 2012. Dengan stok terbatas, Pelatih Ayam Kinantan, Suharto pun berniat menempatkan Niko Malau sebagai striker.

Lini depan PSMS memang sedang mengalami krisis setelah tiga strikernya tidak bisa tampil saat bertemu Persidafon. Choi Dong Soo harus diparkir karena cedera, sedangkan Osas Saha juga absen karena akumlasi kartu. Nasib yang sama juga menimpa Arie Priatna yang mendapat kartu merah usai mencetak gol ke gawang Deltras.

Sebenarnya PSMS masih mempunyai satu nama di posisi striker, Sigit Sudarmawan. Namun sejak awal kompetisi 2011-12, Sigit belum pernah dimainkan karena cedera patah tulang lengan kanan yang diterimanya saat menghadapi laga ujicoba diawal kompetisi lalu.

Tak punya banyak pilihan, Suharto pun bertumpu pada Niko. Striker berusia 21 tahun ini akan diturunkan sebagai striker tunggal di lini depan Ayam Kinantan dengan menggunakan formasi 4-3-2-1.

“Para pemain depan absen semua. Kami cuma punya stok penyerang tinggal Niko saja. Kami coba skema satu penyerang di depan dan lima pemain ditengah untuk membantunya,” ujar Suharto.

Besok merupakan kesempatan pertama Nico menjadi starter. Dari 14 laga yang sudah dilakoni PSMS, Nico hanya mendapat kesempatan tampil sebagai pemain pengganti di beberapa laga. Meski demikian, Nico sudah mencetak gol saat PSMS menjamu Persiba Balikpapan.

“Ini kesempatan kami untuk mencapai target 10 besar di putaran pertama ISL, meski tidak diperkuat beberapa pemain inti,kami janji akan menampilkan permainan terbaik kami,” ujar Niko. (vivanews)

Tuesday, March 6, 2012

Dua Bulan Pemain PSMS Belum Terima Gaji

Di antara kabar gembira, yakni keberhasilan PSMS Medan versi ISL meraih poin sempurna pertama di laga tandang, mencuat dua cerita sedih.

Pertama adalah soal kerontokan skuad PSMS. Sembilan pemain dipastikan absen kala Ayam Kinantan melawat ke kandang Persidafon Dafonsoro, Rabu (7/3/2012) besok.

Cerita sedih kedua adalah hak-hak yang belum juga dilunasi. Jangankan bonus kemenangan, gaji pemain bahkan masih ditunggak. Demikian halnya gaji pelatih. Padahal berdasarkan berkas kontrak, mereka memeroleh hak tersebut pada tanggal 27 tiap bulannya. Kini sudah dua bulan gaji itu tak dibayarkan.

Manajemen sudah ingkar janji pula berulangkali. Teranyar, gaji dijanjikan akan dilunasi pada Sabtu (3/3/2012), usai duel kontra Deltras Sidoarjo. Tapi janji tinggal janji. Pemain tetap gigit jari. Celakanya, manajemen sekarang justru tak dapat memastikan kapan hak-hak itu diberikan.

Manajer Tim PSMS Medan Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya sedang menunggu kucuran dana lanjutan dari pihak sponsorship, Bakrie Sumatera Plantation (BSP). Sponsor utama ini, kata Bento, sapaan akrabnya, sesuai kesepakatan akan menggelontorkan dana kedua sebesar Rp 1,5 Miliar dari total Rp 5 Miliar. Sebelumnya di Januari 2012 sudah dikucurkan Rp 2 Miliar.

“Kami tetap upayakan, kok, soal gaji ini. Kemungkinan nanti sebelum atau sesudah laga lawan Persidafon akan kita lunasi. Keterlambatan ini sudah dijelaskan pada pemain dan mereka bisa mengerti,” katanya saat dihubungi Tribun dari Medan, kemarin.

Bento membantah keterlambatan akan berimbas pada runtuhnya mentalitas pemain jelang laga. “Mereka sudah paham situasinya setelah kami jelaskan. Karena itu tidak akan berpengaruh, karena, toh, tetap akan diberikan juga. Saat lawan Persela dan Deltras, tim juga bermain penuh semangat dan totalitas. Jadi tidak ada masalah. Secepatnya akan kita berikan begitu dana sudah diperoleh,” ucapnya. (tribun news)

Monday, March 5, 2012

PSMS Permalukan Deltras Di Sidoarjo

PSMS Medan berhasil membawa pulang tiga poin saat melakoni laga tandang ke markas Deltras Sidoarjo, Stadion Gelora Delta, Sabtu 3 Maret 2012. PSMS menang dengan skor tipis 0-1 lewat gol Arie Supriyatna di babak pertama sebelum akhirnya ia dikeluarkan wasit.

Dengan tambahan tiga poin ini, PSMS untuk sementara meloncat ke posisi 9 klasemen sementara dengan torehan 17 poin dari 14 pertandingan. Sedangkan Deltras tak beranjak di posisi 17 atau dua dari dasar klasemen dengan torehan 11 poin dari 14 laga.

Sejak awal pertandingan, Deltras sebenarnya mempunyai beberapa peluang emas sepanjang babak pertama. Peluang pertama Deltras didapat Qischil Minny di menit 12. Sayang sepakan Minny memanfaatkan umpan matang Sean Rooney masih melebar dari gawang PSMS yang dijaga Markus Horison.

Peluang dari tuan rumah kembali datang di menit 13. Namun, kali ini giliran tandukan Mijo Dadic masih melebar setelah memanfaatkan sebuah tendangan bebas. Peluang terbaik Deltras dibuat Sean Rooney di menit 25. Sayang, Rooney terlambat sepersekian detik untuk menyongong bola di mulut gawang. Bola meluncur ke pelukan Markus.

Terlalu asik menyerang justru melahirkan petaka bagi tuan rumah. PSMS yang lebih banyak menunggu dan sesekali memanfaatkan serangan balik berhasil membuat publik tuan rumah terdiam di masa injury time.

Berawal dari sebuah skema serangan balik, Ari berhasil melewati hadangan Khoirul Mashuda sebelum menjebol gawang Deltras. Alhasil skor 0-1 untuk keunggulan PSMS bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Deltras tetap memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS tetap menerapkan permainan disiplin cenderung keras. Hasilnya beberapa serangan yang coba dibangun Deltras selalu berujung kegagagalan.

Bahkan Deltras gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah sang pencetak gol PSMS, Ari Supriyatna dikeluarkan wasit di menit 61 setelah mengantongi kartu kuning kedua. Alhasil, hingga pertandingan usai skor 0-1 untuk keunggulan PSMS tak berubah. (vivanews)

Saturday, March 3, 2012

Laga Tandang Terakhir PSMS Medan IPL

PSMS Medan IPL bakal menutup laga tandang putaran pertama dengan menjajal Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Sabtu (11/3) mendatang. Skuad Ayam Kinantan wajib mempersiapkan tim lebih keras kalau tidak ingin kembali tergelincir.

Pasalnya, Persijap saat ini bukanlah tim yang seperti di awal kompetisi Indonesian Premier League (IPL) lalu. Sempat terpuruk di awal, kini, aura positif tengah menyelimuti tim besutan Agus Yuwono tersebut. Kesuksesan membekuk tim kuat seperti Semen Padang 1-0 Minggu (19/2) lalu menjadi pembuktian. Jose Sebastian Vasquez dkk telah bermetamorfosis lebih baik, begitu juga ketika menahan imbang Arema Indonesia 2-2 Minggu (26/2) lalu menahbiskan tim ini lebih baik.

Playmaker Persijap Jose Sebastian Vasquez yang dikonfirmasi kemarin mengakui, kurang maksimalnya performa tim berjuluk Laskar Kalinyamat di awal musim IPL 2011/2012 terjadi lantaran kehadiran pemain baru yang membut pola permainan belum padu. “Kehadiran beberapa pemain baru di tim ini membuat tim masih kurang beradaptasi.Tapi sekarang, Persijap sudah bisa berjalan baik,” ungkap pemain berpaspor Argentina tersebut,” ujarnya.

Sementara PSMS Medan, posisi juru kunci klasemen sementara IPL yang menyertainya tidak lantas membuat peluang skuad besutan Fabio Lopez tersebut menipis saat bentrok kontra Persijap. Mampu menahan imbang tim papan atas Persiba Bantul di kandang lawan juga menjadikan tim Ayam Kinantan merupakan momok bagi tim-tim besar. Itu juga yang membuat Jose Sebastian mengaku, Persijap tidak bisa menganggap remeh PSMS.

“Saya lihat semua tim sama. Kami enggak berpikir menghadapi satu tim dengan tim lainny itu berbeda. Sama siapapun lawannya, Persijap harus menang untuk menjaga posisinya,” ungkap mantan pemain PSMS Medan tersebut.

Friday, March 2, 2012

Deltras Vs PSMS Medan – Terganggu Motivasi Pemain

Manajemen Deltras Sidoarjo sedang pusing menyambut laga home lanjutan kompetisi Liga Indonesia (ISL) menghadapi PSMS Medan. Kondisi tim yang tidak lengkap dan posisi klasemen sementara yang berada di papan bawah membuat manajemen harus memompa motivasi tim berjuluk The Lobster ini.

Situasi Mijo Dadic dan kawan-kawan saat ini kurang bagus. Mental bertanding skuad Deltras sedang drop akibat prestasi yang digapai pada kompetisi ini terpuruk. Apalagi Deltras juga baru saja menuai hasil buruk dari lima laga away yang selalu menelan kekalahan.

“Mental pemain sedang drop. Butuh pemulihan supaya pemain bisa kembali bersemangat menghadapi pertandingan selanjutnya,” sebut Yudha Pratama, manajer Deltras, Selasa (28/2/2012).

Dia mengakui mental pemainnya sedang terganggu dan menurun. Untuk memulihkan mental pemain, tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan pada dua laga home, satu diantaranya menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (3/3/2012) nanti.

Pada dua laga tersebut, The Lobster butuh perjuangan dan kerja ekstra. Maklum, beberapa pemain pilarnya terkena akumulasi kartu dan cedera. Fakhrudin dan Walter Bruezela dipastikan absen saat meladeni PSMS Medan.

Kemudian Deltras juga tidak bisa menggunakan jasa Budi Sudarsono, Purwaka Yudi dan Shin Hyun Joon. Ketiga pemain tersebut mengalami cedera. “Kami tidak bisa turun full team, tapi dua pertandingan home harus diambil semua. Kami harus mampu menyapu bersih saat menghadapi PSMS dan PSAP Sigli,” tegas Yudha.

Sebagai tuan rumah, Yudha merasa yakin terhadap kemampuan Mijo Dadic dan rekan-rekannya. Sehingga poin maksimal bakal bisa direbut saat tampil di depan publik Sidoarjo.

Optimisme juga dirasakan Pelatih Deltras, Jorg Peter Steinebrunner. Ia yakin skuad polesannya bisa tampil baik sekaligus meraih kemenangan saat menjamu PSMS Medan. “Kami memang tidak tampil full tim, tapi kemenangan harus diraih. Beberapa pemain cedera dan akumulasi kartu, bukan jadi halangan,” ucap Jorg Peter.

Saat ini Deltras Sidoarjo terpuruk pada posisi ke-16 klasemen sementara. Dari 13 laga yang sudah dijalaninya, Mijo Dadic dkk baru meraup 11 angka. Posisinya masih lebih baik dibanding Arema Indonesia dan Persiram Raja Ampat, keduanya menempati posisi 17 dan 18.

Friday, February 24, 2012

PSMS IPL Bidik Gelandang Dan Striker

Krisis kemenangan yang melanda PSMS Medan pada putaran pertama Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 diharapkan segera berakhir. Lini tengah menjadi lini paling krusial untuk segera dibenahi.

Kurang tajamnya lini depan Ayam Kinantan disebutkan terjadi karena lini tengah yang kurang memberikan kontribusi memadai.“Kami belum punya sosok pemain tengah yang berani fight, punya mobilitas tinggi dengan visi bermain bagus untuk tandem Ahn Hyoyeon (gelandang asal Korea Selatan),” tutur Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez. Kondisi itu pula yang menjadikan harapan mendapatkan pemain di lini tengah sangat didambakan PSMS.

Beberapa nama masuk daftar incaran. Salah satunya gelandang PSIS Semarang Donny F Siregar.“Ya,memang saya sudah ada dihubungi manajemen PSMS dengan harapan bisa bergabung,tapi saya belum memberikan jawaban,”ujar Donny,yang dikonfirmasi kemarin. Menurut Donny,dia memang berharap bisa memperkuat PSMS.Namun,lantaran PSIS masih sibuk berkutat di Divisi Utama,membuat dia ingin fokus dan belum memberikan jawaban.

Selain Donny,ada pula pemain tengah yang merupakan putra daerah Medan, Legimin Rahardjo yang menjadi bagian dari Arema FC.Kisruh di Arema berdampak pada posisinya dan saat ini,dia tidak memiliki klub.Manajemen PSMS pun tengah melakukan pembicaraan dengan pemain yang lama bermain untuk di Medan tersebut. Kalah dalam penguasaan bola di lini tengah,PSMS sering gagal memaksimalkan serangan yang dibangun.

Ketiadaan pemain tengah bertipikal petarung itu pula yang membuat asupan bola ke lini depan dinilai kurang,kendati PSMS memiliki striker jangkung yang unggul penguasaan bola atas seperti Julio Cesar Alcorse. Fabio menekankan,pemain baru yang terpilih masuk pada putaran kedua mendatang haruslah pemain yang kualitasnya di atas pemain yang ada saat ini.“Harus lebih bagus dari yang sekarang, kalau sama,tidak ada yang berubah,” papar pelatih 38 tahun itu.

Selain lini tengah,menurut Fabio, lini depan Ayam Kinantan juga harus ditambah agar lebih gampang saat harus merotasi pemain.Untuk lini belakang, juga tetap ada ruang untuk pemain baru, terutama pemain yang bisa berposisi di kedua sayap belakang PSMS Medan. “Kami juga butuh pemain depan yang bagus agar memudahkan ketika ada rotasi,”ungkap mantan pemandu bakat klub liga Italia Serie A seperti Fiorentina dan Atalanta FC tersebut.

PSMS akan merampungkan rencana penambahan pemain baru setelah tim kembali ke Medan seusai tur di tiga laga kandang.“Semua akan dirembukkan dulu antara manajemen dan pelatih.Ada beberapa pemain yang sudah kami hubungi,tapi untuk kepastiannya, harus didiskusikan dulu,”ucap Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat. Hanya saja untuk mendapatkan pemain berkualitas memang tidak mudah.

Selain kompetisi baru berjalan setengah jalan, stok pemain dengan kualitas di atas ratarata juga sangat sedikit.Paling mungkin adalah merombak komposisi pemain asing,karena logikanya stok legiun impor lebih banyak dibanding pemain lokal.

Friday, February 17, 2012

Gol Tunggal Zulkarnain Menangkan PSMS Atas Persiram

PSMS Medan berhasil meraih angka penuh setelah mengalahkan Persiram Raja Ampat 1-0 (0-0) pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012 di Stadion Teladan Medan, Kamis malam.

Satu-satunya gol tuan rumah tercipta melalui tendangan Zulkarnain pada menit ke-52 dengan memanfaatkan bola liar di mulut gawang Persiram yang dijaga kiper Wempi Obure.

Menerapkan formasi 4-4-2, tuan rumah lebih mendominasi jalannya pertandingan. Ujung tombak tuan rumah Yosep Ostanika dan Osas Saha beberapa kali berhasil mengancam gawang Persiram.

Namun rapatnya barisan pertahanan Persiram yang dijaga Kubai Qudian, Sanun, dan Steven, berbagai peluang tersebut dapat dimentahkan. Bahkan, sesekali pemain-pemain tim tamu berhasil menekan dan menciptakan peluang.

Pemain muda PSMS, Yoseph Ostanika, cukup bermain baik malam ini. Beberapa kali dia berhasil menerobos jantung pertahanan Persiram, bahkan beberapa kali umpan matangnya juga cukup memanjakan Osas Saha.

Pada menit ke-34, pelatih PSMS menarik keluar Osas Saha dan menggantikannya dengan Choi Dong Soo. Masuknya pemain asal Korea Selatan tersebut semakin menambah daya gedor tuan rumah, apalagi Luis Pena acap kali membantu barisan depan.

Namun sayang, hingga peluit babak pertama ditiup wasit Jumadi Effendi, kedudukan tetap tidak berubah 0-0 untuk kedua tim. Memasuki babak kedua, serangan tuan rumah semakin gencar, pada menit ke-49 Alamsyah nyaris membuat timnya unggul melalui tendangan lambung. Namun, kiper Persiram Wempi Obura berhasil menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Upaya tuan rumah baru membuahkan hasil pada menit ke-52 melalui tendangan keras Zukarnain dengan memanfaatkan bola liar. Hanya berselang satu menit kemudian, Persiram nyaris menyamakan kedudukan melalui tandukan Benson. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai pemain asal Liberia tersebut melakukan pelanggaran kepada Markus.

Hingga pertandingan usai, kedudukan 1-0 tetap tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah. Usai pertandingan, Pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah mengatakan bahwa pertandingan berjalan cukup menarik,permainan yang diperagakan kedua tim juga cukup baik.

Namun, dia menyayangkan dianulirnya gol Benson karena menurut dia itu bukanlah pelanggaran. “Saya tidak melihat ada pelanggaran yang dilakukan Benson. Tapi wasit melihat lain, mau protes juga tidak ada gunanya,” katanya.

Asisten Pelatih PSMS Medan Suharto menyatakan cukup puas dengan hasil tersebut. Apalagi memang sejak awal dia telah menginstruksikan anak-anak asuhnya agar bermain lepas. “Meski demikian, secara menyeluruh masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki,” katanya. (antara)

Saturday, February 11, 2012

Ujian Saha di Kuta Asan

MEDAN - Dalam laga melawan Persiba Balikpapan di Stadion Teladan Medan, Senin (6/2) lalu, umpan terukur In Kyun Oh berujung pada sontekan lemah Osas Saha ke sudut kanan gawang Made Wirawan.

Itu merupakan gol ketiga PSMS ke gawang tim Beruang Madu dalam laga yang berakhir dengan kemenangan PSMS 4-1 pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim ini. Catatan lain, gol itu menjadi pertama bagi Saha di hadapan publik pecinta Ayam Kinantan.

Usai mencetak gol, Saha pun terlihat sangat emosional saat selebrasi perayaan golnya. Ia langsung berlari sembari melompat ke pinggir lapangan menepuk dada dan berteriak. Bagi Saha, gol itu juga koleksi ketiganya musim ini.

Belakangan Saha memang menuai kritikan tajam terhadap produktivitas golnya saat berkostum PSMS. Hanya dua gol (sebelum kontra Persiba-red) dari delapan laga tentu bukan rekor bagus untuk seorang striker yang kerap menjadi pilihan utama. Karena itu selebrasi itu memaknai kelegaannya.

Namun Saha belum pantas jumawa. Laga kontra PSAP Sigli Sabtu ini di Stadion Kuta Asan Sigli akan menjadi pembuktian Saha. Musim lalu, ia pernah sangat produktif saat memperkuat PSAP.

Catatan 29 golnya membuatnya nangkring di daftar pencetak gol kedua terbanyak setelah Fortune Udo. Kali ini, PSMS mengharapkan Saha melakukan hal yang sama. Lalu siapkah Saha menjawab tantangan itu?

“Nggak masalah friend, saya akan main seperti biasa dan siap bobol gawang lawan. Meski menghadapi PSAP, saya tahu orang di sini sportif, paling hanya bilang huuuu, itu biasalah,” kata Saha, Jumat.

Di kubu lawan, keberadaan Saha tak membuat tuan rumah menunjukkan sinyal gentar. Manajer PSAP, M Yasin Amin, mengatakan pihaknya sudah tahu cara membendung mantan bomber andalannya itu.

“Tak masalah, karena kita tahu Saha dulu kan mantan PSMS juga dan sekarang mantan pemain PSAP dan kita kebetulan tahu kelicikan dia di lapangan,” tandasnya.

Di sisi lain, ia berharap di tangan arsitek baru, Jhoni Effendi, skuadnya akan meraih tiga angka.

“Kita sudah instruksikan mereka tidak boleh lengah di kandang, jangan sampai PSMS curi poin di kandang kita, tidak ada istilah lawan bisa menang di sini,” pungkas pria yang juga menjabat Ketua Umum PSAP ini.