MEDAN – Memori buruk kembali hadir di Malang untuk PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) setelah dikandaskan Persema Malang, Senin (25/1) lalu. Namun bukan hanya evaluasi dari pelatih, para pemain juga mencoba mengevaluasi diri menyoal hasil buruk itu. Agar menjadi perbaikan menghadapi laga lanjutan IPL.
Striker andalan PSMS, Jecky Pasarella mengakui ia dan rekan-rekannya kehilangan konsentrasi pasca dua gol cepat di awal laga. Ketika itu Laskar Ken Arok-julukan Persema-sudah unggul dua gol sampai menit 19 lewat lewat Dennis Kacanovs dan Emile Bamba.
"Tim awalnya main bagus. Tapi dua gol di awal itu bikin hilang konsentrasi," ujar Jecky malam ini.
Striker berusia 26 tahun itu mengakui para pemain panik dengan serangan agresif lawan di menit-menit awal. Tercatat tiga tendangan sudut sudah terjadi di menit-menit awal.
"Main di saat itu di bawah tekanan. Apalagi, Karena kita main tandang, semangat lawan cukup besar untuk menciptakan gol cepat. Baru beberapa menit, beberapa corner sudah terjadi, dan membuat tim agak panik," ungkap mantan pemain PSM Makassar itu menambahkan kepanikan itu membuat pihaknya hilang konsentrasi dan kesulitan membangun serangan.
“Salahnya, setelah diserang, bukan memainkan serangan dari ke kaki yang dimainkan, tapi ketika menguasai bola, kepanikan itu membuat pemain membuang jauh bola. Main dulu, percaya diri akan timbul dengan begitu,” jelas pemain berusia 26 tahun itu.
Pemain PSMS lainnya, Juanda Mayadi mengakui pihaknya lalai menjalankan instruksi dari Pelatih Fabio Lopez.
"Pemain tidak mengikuti intruksi pelatih. Di luar yang diterapkan pelatih. Padahal antisipasi skema lawan sudah dimainkan di latihan. Saya masuk di babak kedua, formasi itu berubah,. Tapi sayang, keberuntungan belum berpihak ke PSMS. Banyak peluang, tapi tidak ada yang jadi gol," bebernya.
Adaptasi main malam yang tidak dilakukan juga diyakini menjadi kendala. "Kami kayak baru pertama main di liga. Saya yakin itu terjadi karena adaptasi tidak dilakukan di malam sebelumnya," ujar Tri Yudha.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Thursday, January 26, 2012
Sasa & In Kyun siap tampil
MEDAN - Menghadapi Persela Lamongan pada 29 Januari mendatang, PSMS dipastikan tanpa dua pemain pilarnya. Adalah Novi Handriawan yang dihadiahi kartu merah dan Luis Alejandro Pena karena sanksi akumulasi, dua yang dimaksud. Beruntung kabar tidak sedap itu mampu ditutupi dengan siap tampilnya beberapa pemain yang sebelumnya cedera.
Di sektor gelandang, gelandang lincah In Kyun Oh sudah siap tampil. Cedera yang didapatkannya ketika bentrok dengan Arema tidak lagi bermasalah. Ia pun siap ditampilkan menghadapi Persela, Minggu nanti.
Sementara di sektor belakang, Sasa Zecevic yang sebelumnya mengalami cedera di hidung akibat sikutan striker Arema, Marcio Souza dipastikan tampil. Setelah mengalami Rontgen di salah satu rumah sakit di Surabaya, hidungnya sudah tak lagi bermasalah.
Hal itu dipastikan dari keterangan dokter tim, dr Raja, di penginapan The Killer Sahid Hotel Surabaya baru-baru ini.
“Untuk Sasa sudah tidak ada masalah. Tapi In Kyun paling tidak dua kali lagi terapi sebelum bertanding. Kemungkinan besar dia bisa bermain,” ujarnya.
Begitupun Raja Isa tetap harus mencari pengganti Novi dan Pena. Ia mengakui lini belakang yang cukup memusingkan menyusul absennya Novi. Sedangkan lini tengah, ia masih punya beberapa pilihan menggantikan Pena.
“Sebenarnya di posisi (gelandang-red) ini tidak begitu memusingkan saya, berbeda di barisan bawah. Karena pemain gelandang kita cukup banyak dan kalau memang memungkinkan bisa saja di tengah kita rubah strategi dengan menempatkan lima pemain saja dan dua di depan," tambah pelatih berkebangsaan Malaysia itu.
Di sektor gelandang, gelandang lincah In Kyun Oh sudah siap tampil. Cedera yang didapatkannya ketika bentrok dengan Arema tidak lagi bermasalah. Ia pun siap ditampilkan menghadapi Persela, Minggu nanti.
Sementara di sektor belakang, Sasa Zecevic yang sebelumnya mengalami cedera di hidung akibat sikutan striker Arema, Marcio Souza dipastikan tampil. Setelah mengalami Rontgen di salah satu rumah sakit di Surabaya, hidungnya sudah tak lagi bermasalah.
Hal itu dipastikan dari keterangan dokter tim, dr Raja, di penginapan The Killer Sahid Hotel Surabaya baru-baru ini.
“Untuk Sasa sudah tidak ada masalah. Tapi In Kyun paling tidak dua kali lagi terapi sebelum bertanding. Kemungkinan besar dia bisa bermain,” ujarnya.
Begitupun Raja Isa tetap harus mencari pengganti Novi dan Pena. Ia mengakui lini belakang yang cukup memusingkan menyusul absennya Novi. Sedangkan lini tengah, ia masih punya beberapa pilihan menggantikan Pena.
“Sebenarnya di posisi (gelandang-red) ini tidak begitu memusingkan saya, berbeda di barisan bawah. Karena pemain gelandang kita cukup banyak dan kalau memang memungkinkan bisa saja di tengah kita rubah strategi dengan menempatkan lima pemain saja dan dua di depan," tambah pelatih berkebangsaan Malaysia itu.
PSMS antisipasi lapangan becek
- Hujan yang terus menerus mengguyur Lamongan, berdampak buruk pada kondisi Stadion Surajaya, markasnya Persela. Stadion ini yang nantinya akan menjadi venue pertarungan Persela kontra PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL), Minggu (29/1) mendatang.
Dikhawatirkan tim yang bertanding tak dapat mengembangkan permainan dengan kondisi Stadion Surajaya becek dan berlumpur. Kondisi itu jelas terlihat dalam beberapa laga kandang terakhir Laskar Joko Tingkir-julukan Persela.
Seperti saat menjamu PSAP, Stadion Surajaya sangat memprihatinkan. Bahkan tuan rumah Persela terpaksa mengungsi dari Lamongan untuk menjalani latihan rutin di Gresik karena lapangan stadion yang rusak.
Pasukan Miroslav Janu rencananya akan berlatih di Gresik selama tiga hari."Kami harus berlatih di Kabupaten Gresik karena kondisi Stadion Surajaya saat ini sedang diperbaiki," kata Bendahara Persela, Samsul.
Kondisi ini menjadi perhatian serius PSMS. Tim besutan Raja Isa sendiri akan memulai latihan nanti di Surabaya setelah sebelumnya rehat dua hari. Untuk beradaptasi dengan kondisi Surajaya, Raja Isa akan mencari lapangan yang becek dan berlumpur.
Kondisi lapangan juga akan berpengaruh pada perubahan taktik di lapangan. Pelatih asal Malaysia itu kemungkinan akan menginstruksikan skuadnya bermain dengan bola-bola panjang.
"Tidak mungkin main bola pendek karena bola akan tersangkut lumpur. Yah bisa saja kita akan menerapkan permainan kampung atau lebih trend disebut bermain rap-rap, tetapi strategi ini memerlukan staminan yang baik dari Zulkarnaen dan kawan-kawan", ujarnya.
Raja Isa juga akan memberikan instruksi khusus kepada duet Osas Saha dan Choi Dong Soo. Kepada keduanya ia meminta agar lebih berinisiatif melakukan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti dan mengurangi akselerasi di lapangan.
Dikhawatirkan tim yang bertanding tak dapat mengembangkan permainan dengan kondisi Stadion Surajaya becek dan berlumpur. Kondisi itu jelas terlihat dalam beberapa laga kandang terakhir Laskar Joko Tingkir-julukan Persela.
Seperti saat menjamu PSAP, Stadion Surajaya sangat memprihatinkan. Bahkan tuan rumah Persela terpaksa mengungsi dari Lamongan untuk menjalani latihan rutin di Gresik karena lapangan stadion yang rusak.
Pasukan Miroslav Janu rencananya akan berlatih di Gresik selama tiga hari."Kami harus berlatih di Kabupaten Gresik karena kondisi Stadion Surajaya saat ini sedang diperbaiki," kata Bendahara Persela, Samsul.
Kondisi ini menjadi perhatian serius PSMS. Tim besutan Raja Isa sendiri akan memulai latihan nanti di Surabaya setelah sebelumnya rehat dua hari. Untuk beradaptasi dengan kondisi Surajaya, Raja Isa akan mencari lapangan yang becek dan berlumpur.
Kondisi lapangan juga akan berpengaruh pada perubahan taktik di lapangan. Pelatih asal Malaysia itu kemungkinan akan menginstruksikan skuadnya bermain dengan bola-bola panjang.
"Tidak mungkin main bola pendek karena bola akan tersangkut lumpur. Yah bisa saja kita akan menerapkan permainan kampung atau lebih trend disebut bermain rap-rap, tetapi strategi ini memerlukan staminan yang baik dari Zulkarnaen dan kawan-kawan", ujarnya.
Raja Isa juga akan memberikan instruksi khusus kepada duet Osas Saha dan Choi Dong Soo. Kepada keduanya ia meminta agar lebih berinisiatif melakukan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti dan mengurangi akselerasi di lapangan.
Wednesday, January 25, 2012
Konflik PSSI vs KPSI
Surabaya - Manuver KPSI dalam menyikapi dinamika organisasi di PSSI.
sudah kebablasan dan offside,
bahkan dinilai inkonstuta (tak sesuai.
statuta). Demikian pendapat Ari.
Wibowo, Direktur LSM SEMPRIT.
(Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi) dalam rilis resminya.
“Aktor-aktor intelektual dibelakang.
KPSI (waktu itu belum bernama KPSI).
berhasil menciptakan skenario yang.
rapi dan berhasil menggiring.
beberapa klub masuk ke kubu mereka melalui sentimen.
ketidaksetujuan terhadap
kemunculan 6 klub di kasta tertinggi.
Dan berdasar sentimen itulah dimulai.
sebuah ‘pemberontakan’ melalui.
wadah PT LI. Jadi akar masalah ‘dualisme kompetisi’ sebenarnya.
dimulai dari sini,” ungkap Ari, Selasa.
(24/01/2012).
Lucunya, PT LI yang selalu.
meneriakkan statuta dan Kongres Bali.
sebagai pijakan menuntut kasta tertinggi 18 klub (bukan 24 klub),
ternyata hasil Kongres Bali yang.
menetapkan peserta Divisi Utama.
berjumlah 44 klub gagal mereka.
penuhi, dan seakan penyimpangan itu.
tak pernah mereka permasalahkan sama sekali.
Aktor intelektual di kubu penentang.
PSSI ini sangat cerdik dengan memulai.
penggalangan kekuatan melalui.
sentimen yang mudah diangkat.
menjadi isu panas. Konflik dualisme kompetisi terjadilah. Dan seiring
berjalannya waktu, klub-klub yang.
sebagian besar hanya ikut arus itu.
kemudian terjebak dalam kubangan.
besar yang bernama kompetisi ilegal.
Yang namanya ilegal pastinya memunculkan respon berupa.
jatuhnya hukuman-hukuman dari.
PSSI melalui Komdisnya.
Ketika kondisi sudah berada di titik ini,
dengan cerdik pula para aktor.
intelektual melihat ada celah dan kesempatan mengubah peta konflik.
dari isu dualisme kompetisi menjadi.
mosi tidak percaya kepada pengurus.
PSSI yang sekarang. Digiringlah para
klub pengikutnya yang sudah.
terlanjur masuk dalam kubangan besar menjadi anggota dari KPSI.
Nampak sekali bahwa penentang PSSI.
itu sudah dis-orientasi alias.
menyimpang dari tujuan awal yang.
dipakai saat menggalang dukungan.
Dan klub-klub yang sudah masuk di gerbong itu tak berkutik akibat.
terlanjur masuk ke pusaran konflik.
sebagai kubu penentang PSSI.
Kemudian aktor intelektual tersebut.
melakukan penggalangan kekuatan.
dengan mengundang semua klub anggota PSSI guna mengajukan.
permintaan dilakukannya KLB dengan.
alasan sudah tak percaya lagi kepada.
pengurus PSSI yang sekarang.
Propaganda besar-besaran melalui.
kekuatan media pendukungnya dilakukan. Upaya pembusukan PSSI.
bahkan pembunuhan karakter Ketum.
PSSI pun dijadikan program kerja.
mereka melalui wadah baru yang.
bernama KPSI.
RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) pada tanggal 18 Desember.
2011 digelar dengan tujuan utama.
mengumpulkan tanda-tangan dari.
setidaknya 2/3 klub anggota PSSI,
yang meminta digelarnya KLB dengan.
agenda pemakzulan Ketum PSSI. Tak jelas apakah yang datang benar-
benar pihak yang valid dan.
berkompeten, yang pasti 432 tanda-
tangan berhasil dikumpulkan dan.
diserahkan ke PSSI. KPSI memberi
deadline 28 Desember 2011 sebagai batas waktu PSSI merespon tuntutan.
KLB.
PSSI tidak merespon deadline KPSI,
tetapi tetap melakukan verifikasi.
berkas permohonan KLB dan baru.
pertengahan Januari 2012 mengumumkan bahwa jumlah.
dukungan tak mencapai kuorum 2/3.
anggota PSSI sehingga permintaan.
KLB secara resmi ditolak.
Di titik inilah LSM SEMPRIT melihat ada.
sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat.
Sekjen KPSI Hinca Panjaitan.
memberikan statement H-1 sebelum.
hasil verifikasi diumumkan, yaitu.
bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak.
akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB.
Statement itu nampaknya adalah.
strategi antisipasi ala KPSI yang.
sebenarnya ‘tahu’ bahwa memang.
sejatinya jumlah dukungan yang.
meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3. Tuduhan dan
kecurigaan ini mungkin sebuah.
suudzon. Tapi kecurigaan LSM SEMPRIT.
makin menguat manakala KPSI tak.
mengambil langkah gugatan melalui.
CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang
KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang.
valid dan punya hak mengusulkan.
KLB, kenapa mesti dengan mudah.
menyerah dan kemudian memilih cara.
makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui.
FIFA dan AFC.
Sangat aneh kelompok yang selalu.
berdalih memuja statuta akan tetapi.
tindak tanduknya bertentangan.
dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui.
jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi.
lebih memilih jalur inkonstuta (tak.
sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi?
Jawabnya sederhana sekali, yaitu.
bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid.
KPSI nampak tak percaya diri di titik.
ini. Dan rasa tak percaya diri terhadap.
validitas 2/3 syarat dukungan itu.
ditutupi dengan membulatkan tekad.
untuk makar dan berniat menggulingkan Pengurus PSSI secara.
inkonstuta.
Demikian rilis resmi LSM SEMPRIT.
melalui Ari Wibowo selaku.
direkturnya, yang berharap bahwa.
semua pihak bisa berlaku bijak dan menghormati etika berorganisasi di.
PSSI. Tindakan makar ala KPSI sangat.
disayangkan, karena berpotensi.
menimbulkan chaos yang menimpa.
persepakbolaan nasional, dan.
berakibat dijatuhkannya sanksi FIFA.
sudah kebablasan dan offside,
bahkan dinilai inkonstuta (tak sesuai.
statuta). Demikian pendapat Ari.
Wibowo, Direktur LSM SEMPRIT.
(Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi) dalam rilis resminya.
“Aktor-aktor intelektual dibelakang.
KPSI (waktu itu belum bernama KPSI).
berhasil menciptakan skenario yang.
rapi dan berhasil menggiring.
beberapa klub masuk ke kubu mereka melalui sentimen.
ketidaksetujuan terhadap
kemunculan 6 klub di kasta tertinggi.
Dan berdasar sentimen itulah dimulai.
sebuah ‘pemberontakan’ melalui.
wadah PT LI. Jadi akar masalah ‘dualisme kompetisi’ sebenarnya.
dimulai dari sini,” ungkap Ari, Selasa.
(24/01/2012).
Lucunya, PT LI yang selalu.
meneriakkan statuta dan Kongres Bali.
sebagai pijakan menuntut kasta tertinggi 18 klub (bukan 24 klub),
ternyata hasil Kongres Bali yang.
menetapkan peserta Divisi Utama.
berjumlah 44 klub gagal mereka.
penuhi, dan seakan penyimpangan itu.
tak pernah mereka permasalahkan sama sekali.
Aktor intelektual di kubu penentang.
PSSI ini sangat cerdik dengan memulai.
penggalangan kekuatan melalui.
sentimen yang mudah diangkat.
menjadi isu panas. Konflik dualisme kompetisi terjadilah. Dan seiring
berjalannya waktu, klub-klub yang.
sebagian besar hanya ikut arus itu.
kemudian terjebak dalam kubangan.
besar yang bernama kompetisi ilegal.
Yang namanya ilegal pastinya memunculkan respon berupa.
jatuhnya hukuman-hukuman dari.
PSSI melalui Komdisnya.
Ketika kondisi sudah berada di titik ini,
dengan cerdik pula para aktor.
intelektual melihat ada celah dan kesempatan mengubah peta konflik.
dari isu dualisme kompetisi menjadi.
mosi tidak percaya kepada pengurus.
PSSI yang sekarang. Digiringlah para
klub pengikutnya yang sudah.
terlanjur masuk dalam kubangan besar menjadi anggota dari KPSI.
Nampak sekali bahwa penentang PSSI.
itu sudah dis-orientasi alias.
menyimpang dari tujuan awal yang.
dipakai saat menggalang dukungan.
Dan klub-klub yang sudah masuk di gerbong itu tak berkutik akibat.
terlanjur masuk ke pusaran konflik.
sebagai kubu penentang PSSI.
Kemudian aktor intelektual tersebut.
melakukan penggalangan kekuatan.
dengan mengundang semua klub anggota PSSI guna mengajukan.
permintaan dilakukannya KLB dengan.
alasan sudah tak percaya lagi kepada.
pengurus PSSI yang sekarang.
Propaganda besar-besaran melalui.
kekuatan media pendukungnya dilakukan. Upaya pembusukan PSSI.
bahkan pembunuhan karakter Ketum.
PSSI pun dijadikan program kerja.
mereka melalui wadah baru yang.
bernama KPSI.
RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) pada tanggal 18 Desember.
2011 digelar dengan tujuan utama.
mengumpulkan tanda-tangan dari.
setidaknya 2/3 klub anggota PSSI,
yang meminta digelarnya KLB dengan.
agenda pemakzulan Ketum PSSI. Tak jelas apakah yang datang benar-
benar pihak yang valid dan.
berkompeten, yang pasti 432 tanda-
tangan berhasil dikumpulkan dan.
diserahkan ke PSSI. KPSI memberi
deadline 28 Desember 2011 sebagai batas waktu PSSI merespon tuntutan.
KLB.
PSSI tidak merespon deadline KPSI,
tetapi tetap melakukan verifikasi.
berkas permohonan KLB dan baru.
pertengahan Januari 2012 mengumumkan bahwa jumlah.
dukungan tak mencapai kuorum 2/3.
anggota PSSI sehingga permintaan.
KLB secara resmi ditolak.
Di titik inilah LSM SEMPRIT melihat ada.
sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat.
Sekjen KPSI Hinca Panjaitan.
memberikan statement H-1 sebelum.
hasil verifikasi diumumkan, yaitu.
bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak.
akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB.
Statement itu nampaknya adalah.
strategi antisipasi ala KPSI yang.
sebenarnya ‘tahu’ bahwa memang.
sejatinya jumlah dukungan yang.
meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3. Tuduhan dan
kecurigaan ini mungkin sebuah.
suudzon. Tapi kecurigaan LSM SEMPRIT.
makin menguat manakala KPSI tak.
mengambil langkah gugatan melalui.
CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang
KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang.
valid dan punya hak mengusulkan.
KLB, kenapa mesti dengan mudah.
menyerah dan kemudian memilih cara.
makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui.
FIFA dan AFC.
Sangat aneh kelompok yang selalu.
berdalih memuja statuta akan tetapi.
tindak tanduknya bertentangan.
dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui.
jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi.
lebih memilih jalur inkonstuta (tak.
sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi?
Jawabnya sederhana sekali, yaitu.
bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid.
KPSI nampak tak percaya diri di titik.
ini. Dan rasa tak percaya diri terhadap.
validitas 2/3 syarat dukungan itu.
ditutupi dengan membulatkan tekad.
untuk makar dan berniat menggulingkan Pengurus PSSI secara.
inkonstuta.
Demikian rilis resmi LSM SEMPRIT.
melalui Ari Wibowo selaku.
direkturnya, yang berharap bahwa.
semua pihak bisa berlaku bijak dan menghormati etika berorganisasi di.
PSSI. Tindakan makar ala KPSI sangat.
disayangkan, karena berpotensi.
menimbulkan chaos yang menimpa.
persepakbolaan nasional, dan.
berakibat dijatuhkannya sanksi FIFA.
Tuesday, January 24, 2012
Persema 4-1 PSMS Slave Puas dengan Kemenangan Besar Laskar Ken Arok
Pelatih Persema, Slave Radovski puas dengan kemenangan timnya 4-1 (3-1) atas PSMS Medan di Stadion Gajayana, semalam. Pemainnya dapat kembali meraih tiga angka penting bagi timnya seiring berjuang menjauhi dasar klasemen sementara Indonesia Premier League (IPL). Meski Bima Sakti dkk belum menerima seluruh haknya, tepatnya gaji Januari yang tertunda pembayarannya oleh manajemen tim.
Dibalik situasi tersebut, seluruh pemain mampu menampilkan permainan terbaiknya. Hal itu yang kemudian dirasa Slave kemudian menjadi kemenangan timnya atas PSMS. Hasilnya, koordinasi permainan yang dibangun dari sebuah kombinasi lini per lini berjalan mulus. Pelatih asal Macedonia ini pun salut dengan apa yang sudah ditunjukkan pemainnya lantaran tak hanya memikirkan masalah uang semata.
‘’Sepakbola bukan hanya masalah uang, namun seperti kehidupan. Saya punya optimisme di pertandingan hari ini dan punya masa depan untuk pertandingan kedepannya. Semua bekerja dengan personality yang bagus,” terang Slave Radovski, Pelatih Persema dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Kemenangan itu memuaskan bagi awak Laskar Ken Arok. Persema kembali sukses mengamankan poin penuh pada laga kandang keduanya. Tiga angka itu semakin membuka jalan bagi Persema untuk terus bertahan ke papan tengah klasemen sementara IPL. Sebelumnya, tim kebanggaan Ngalamania ini memenangi laga kandang pertamanya dengan melibas Bontang FC di Stadion Gajayana, Minggu (15/1) lalu.
Sementara itu, kubu PSMS kecewa berat dengan kekalahan telak mereka. Nada kecewa terang-terangan disampaikan pelatih tim, Fabio Lopez. Pelatih asal Italia ini menyebut, sejak memasuki 20 menit pertama, seluruh pemainnya sudah tidak lagi konsentrasi bermain. Hasilnya, empat gol Persema terjadi begitu muda bersarang ke gawang timnya.
‘’Baru di pertandingan ini (semalam, Red), saya melihat performa paling buruk yang ditunjukkan pemain kami. Seperti tertidur, tidak ada konsentrasi dan tidak ada permainan individual tadi. Kami mudah sekali terbobol hingga empat gol oleh Persema,” ucap Fabio Lopez.
(poy/bua/malangpost)
Dibalik situasi tersebut, seluruh pemain mampu menampilkan permainan terbaiknya. Hal itu yang kemudian dirasa Slave kemudian menjadi kemenangan timnya atas PSMS. Hasilnya, koordinasi permainan yang dibangun dari sebuah kombinasi lini per lini berjalan mulus. Pelatih asal Macedonia ini pun salut dengan apa yang sudah ditunjukkan pemainnya lantaran tak hanya memikirkan masalah uang semata.
‘’Sepakbola bukan hanya masalah uang, namun seperti kehidupan. Saya punya optimisme di pertandingan hari ini dan punya masa depan untuk pertandingan kedepannya. Semua bekerja dengan personality yang bagus,” terang Slave Radovski, Pelatih Persema dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Kemenangan itu memuaskan bagi awak Laskar Ken Arok. Persema kembali sukses mengamankan poin penuh pada laga kandang keduanya. Tiga angka itu semakin membuka jalan bagi Persema untuk terus bertahan ke papan tengah klasemen sementara IPL. Sebelumnya, tim kebanggaan Ngalamania ini memenangi laga kandang pertamanya dengan melibas Bontang FC di Stadion Gajayana, Minggu (15/1) lalu.
Sementara itu, kubu PSMS kecewa berat dengan kekalahan telak mereka. Nada kecewa terang-terangan disampaikan pelatih tim, Fabio Lopez. Pelatih asal Italia ini menyebut, sejak memasuki 20 menit pertama, seluruh pemainnya sudah tidak lagi konsentrasi bermain. Hasilnya, empat gol Persema terjadi begitu muda bersarang ke gawang timnya.
‘’Baru di pertandingan ini (semalam, Red), saya melihat performa paling buruk yang ditunjukkan pemain kami. Seperti tertidur, tidak ada konsentrasi dan tidak ada permainan individual tadi. Kami mudah sekali terbobol hingga empat gol oleh Persema,” ucap Fabio Lopez.
(poy/bua/malangpost)
Manajer PSMS Kecewa Wasit Lawan Arema
Manajer PSMS Medan, Beny Tomosoa kecewa dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra saat memimpin duel lawan Arema, Minggu, 22 Januari 2012. Tomosoa akan melaporkannya kepada PT Liga Indonesia selaku pengelola ISL 2011-2012.
Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, PSMS sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Osas Ikpefua pada menit ke-5. Namun Arema berhasil menyamakannya lewat penalti Marcio Souza pada menit ke-37. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Arema memimpin 2-1 setelah bek PSMS, Rahmad melakukan gol bunuh diri pada menit ke-56. PSMS juga harus kehilangan satu pemainnya, Novi Handriawan pada menit ke-69. Novi diusir wasit setelah menendang kaki Marcio Souza.
Kejadian ini sempat mengundang protes dari pemain-pemain PSMS. Lemparan botol ke tengah lapangan dan suasana yang ricuh bahkan sempat memaksa laga terhenti beberapa saat. Laga baru dilanjutkan setelah protes pemain-pemain PSMS berhenti.
Tomosoa tidak terima dengan keputusan wasit tersebut. Sebab ada tiga pemain Arema yang melakukan pemukulan terhadap pemain PSMS, tidak mendapat kartu merah dari wasit. Wasit juga tidak menindak pelanggaran para pemain Arema di kotak terlarang.
Tomosoa juga menganggap suporter tuan rumah tidak sportif karena melempari PSMS saat melancarkan protes. Tomosoa mengancam akan membalasnya saat PSMS jadi tuan rumah. "Jelas perlakuan ini akan kami balas di medan,”tukasnya Minggu 22 Januari 2012 saat Konperensi Pers setelah pertandingan .
"Penonton kami sportif tapi kami dapat perlakuan seperti ini. Ini dikandang arema nanti akan kami balas di kandang kami saat laga bertandang ke stadion kami,” kata Tomosoa. (Marco Tampubolon/vivanews)
Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, PSMS sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Osas Ikpefua pada menit ke-5. Namun Arema berhasil menyamakannya lewat penalti Marcio Souza pada menit ke-37. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Arema memimpin 2-1 setelah bek PSMS, Rahmad melakukan gol bunuh diri pada menit ke-56. PSMS juga harus kehilangan satu pemainnya, Novi Handriawan pada menit ke-69. Novi diusir wasit setelah menendang kaki Marcio Souza.
Kejadian ini sempat mengundang protes dari pemain-pemain PSMS. Lemparan botol ke tengah lapangan dan suasana yang ricuh bahkan sempat memaksa laga terhenti beberapa saat. Laga baru dilanjutkan setelah protes pemain-pemain PSMS berhenti.
Tomosoa tidak terima dengan keputusan wasit tersebut. Sebab ada tiga pemain Arema yang melakukan pemukulan terhadap pemain PSMS, tidak mendapat kartu merah dari wasit. Wasit juga tidak menindak pelanggaran para pemain Arema di kotak terlarang.
Tomosoa juga menganggap suporter tuan rumah tidak sportif karena melempari PSMS saat melancarkan protes. Tomosoa mengancam akan membalasnya saat PSMS jadi tuan rumah. "Jelas perlakuan ini akan kami balas di medan,”tukasnya Minggu 22 Januari 2012 saat Konperensi Pers setelah pertandingan .
"Penonton kami sportif tapi kami dapat perlakuan seperti ini. Ini dikandang arema nanti akan kami balas di kandang kami saat laga bertandang ke stadion kami,” kata Tomosoa. (Marco Tampubolon/vivanews)
Arema 2-1 PSMS Raja Isa: Wasit Kurang Bijak
Pelatih PSMS Medan, Raja Isa, menganggap wasit yang memimpin pertandingan melawan Arema Indonesia kurang bijak memimpin pertandingan. Wasit Oki Dwi Putra yang memimpin pertandingan tadi dinilainya kurang cakap memimpin pertandingan yang berkesudahan 2-1 untuk Arema di Indonesia Super League (ISL).
Sempat terjadi protes keras di dalam lapangan antara pemain dari kedua kesebelasan, saat Novi Handriawan menendang kaki Marcio Souza yang menyebabkan Novi diganjar kartu Merah oleh wasit. Wasit membiarkan pertandingan terhenti sejenak saat pemain melakukan protes, hingga sekitar tujuh menit waktu terbuang akibat insiden tersebut.
"Ya, wasit kurang bijak memimpin pertandingan tadi, salah satunya ketika memberi kartu merah kepada Novi Handriawan. Dia membiarkan terjadi kisruh di dalam lapangan, seharusnya sebagai pemimpin pertandingan dia harusnya menginstruksikan agar pertandingan dilanjutkan, agar waktu tidak terbuang sangat panjang," ujar Raja Isa saat dikonfirmasi.
Selebihnya Pelatih asal Malaysia ini enggan mengomentari wasit, hanya saja dia menyesali ketidakbijakan dari Wasit Oki Dwi Putra yang banyak membuat permain menjadi kurang menarik.
"Dia tidak bijak memimpin pertandingan, bukan tidak adil. Saya ini pelatih yang jarang mengomentari wasit," tegas Raja Isa.
"Saya sudah 3 kali mengalami hal begini selama lima tahun melatih di Indonesia, waktu itu di Surabaya dan di Solo. Saya melatih Persiram melawan Persis Solo waktu itu bola masuk dari samping, namun wasit mengatakan bola masuk," ungkap Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)
Sempat terjadi protes keras di dalam lapangan antara pemain dari kedua kesebelasan, saat Novi Handriawan menendang kaki Marcio Souza yang menyebabkan Novi diganjar kartu Merah oleh wasit. Wasit membiarkan pertandingan terhenti sejenak saat pemain melakukan protes, hingga sekitar tujuh menit waktu terbuang akibat insiden tersebut.
"Ya, wasit kurang bijak memimpin pertandingan tadi, salah satunya ketika memberi kartu merah kepada Novi Handriawan. Dia membiarkan terjadi kisruh di dalam lapangan, seharusnya sebagai pemimpin pertandingan dia harusnya menginstruksikan agar pertandingan dilanjutkan, agar waktu tidak terbuang sangat panjang," ujar Raja Isa saat dikonfirmasi.
Selebihnya Pelatih asal Malaysia ini enggan mengomentari wasit, hanya saja dia menyesali ketidakbijakan dari Wasit Oki Dwi Putra yang banyak membuat permain menjadi kurang menarik.
"Dia tidak bijak memimpin pertandingan, bukan tidak adil. Saya ini pelatih yang jarang mengomentari wasit," tegas Raja Isa.
"Saya sudah 3 kali mengalami hal begini selama lima tahun melatih di Indonesia, waktu itu di Surabaya dan di Solo. Saya melatih Persiram melawan Persis Solo waktu itu bola masuk dari samping, namun wasit mengatakan bola masuk," ungkap Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)
PSMS ISL Tetap Kirim Surat Protes ke PT LI
Manajer Tim PSMS Medan ISL, Benny Tomasoa mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat protes ke PT Liga Indonesia. Komunikasi lisan dan pernyataan protes via faksimili sudah dilakukan. Menurutnya kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra menciderai kondusifitas kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun, pihaknya tidak akan mengajukan banding atas kartu merah yang diperoleh libero Novi Handriawan.
"Oki Dwi Putra menyandang wasit terbaik musim lalu. Seharusnya dia tidak melakukan kesalahan dengan membiarkan provokasi yang berlaku dalam laga tersebut. Dari tujuh pertandingan, baru kali ini terjadi. Tapi bagi kami keputusan wasit mutlak. Hanya saja PT LI perlu mengevaluasinya," ujarnya saat dihubungi dari Medan. Layangan protes akan diklarifikasi 2x24 jam.
Sementara itu Novi Handriawan mengakui ia melakukan kesalahan fatal. Namun, ia menyesalkan putusan wasit yang hanya mengganjar kartu merah padanya. "Saya heran kenapa hanya saya yang di kartu merah. Padahal Marcio yang lebih dulu menunjang saya. Hukuman itu lebih fair jika kami berdua dihukum. Saya minta maaf pada masyarakat Medan," ujarnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
"Oki Dwi Putra menyandang wasit terbaik musim lalu. Seharusnya dia tidak melakukan kesalahan dengan membiarkan provokasi yang berlaku dalam laga tersebut. Dari tujuh pertandingan, baru kali ini terjadi. Tapi bagi kami keputusan wasit mutlak. Hanya saja PT LI perlu mengevaluasinya," ujarnya saat dihubungi dari Medan. Layangan protes akan diklarifikasi 2x24 jam.
Sementara itu Novi Handriawan mengakui ia melakukan kesalahan fatal. Namun, ia menyesalkan putusan wasit yang hanya mengganjar kartu merah padanya. "Saya heran kenapa hanya saya yang di kartu merah. Padahal Marcio yang lebih dulu menunjang saya. Hukuman itu lebih fair jika kami berdua dihukum. Saya minta maaf pada masyarakat Medan," ujarnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Friday, January 20, 2012
Indonesia Super League Arema Fokus Kejar Tiga Poin Dari PSMS
Sidoarjo dengan skor 3-3 pada laga ketujuhnya di pentas Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, skuadra Singo Edan langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Minggu (22/1) lusa, Marcio Souza dkk sedianya melakoni laga kandang keempatnya musim ini dengan menjamu PSMS Medan.
Karena waktu yang sudah kian dekat ditambah target poin sempurna, gerak cepat langsung dilakukan tim pelatih yang dikomandani Joko Susilo. Mulai pagi ini, Fery Aman Saragih dkk bakal mulai digenjot pemantapan teknik dan taktik di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
Pelatih karetaker Arema, Joko Susilo yang akrab disapa Gethuk mengaku bakal mati-matian memoles skuad besutannya agar mampu meraih hasil maksimal pada laga akhir pekan nanti.
“Kita sekarang sudah mulai fokus menghadapi PSMS. Besok (hari ini) materi sudah menatap teknik dan taktik. Kita konsentrasi benar dengan pertandingan ini. Anggap sebagai final yang harus diselesaikan dulu sampai menang baru berpikir pertandingan selanjutnya,” paparnya usai memimpin recovery training di Family Club Araya pagi kemarin.
Pada bentrok Minggu lusa, bukan hanya 11 pemain lawan di atas lapangan saja yang bakal menjadi rival Arif Ariyanto dkk. Sekalipun bermain di kandang sendiri, dikhawatirkan dukungan penuh suporter justru bisa menjadi bumerang bagi skuadra Singo Edan.
Sebelumnya, Arema sudah tiga kali melakoni partai home dan hanya mendulang satu poin saja dari laga tersebut. Tekanan suporter yang mendambakan tim pujaannya memetik kemenangan tak hanya menjadi cambuk namun seolah membebani para pemain. Faktor lemahnya mental bertanding itulah yang coba disiasati oleh tim pelatih jelang bentrok kontra Ayam Kinantan (julukan PSMS).
Gethuk mengaku sudah menekankan kepada anak asuhnya untuk tampil tanpa beban dan justru menjadikan dukungan penuh Aremania sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan tim tamu.
“Di kandang kita harus tampil lebih baik daripada away. Kita tak henti membenahi mental bertanding dan kepercayaan diri para pemain,” tandas pelatih kelahiran Cepu, 41 tahun silam itu.
Menurutnya, Seme Patrick dkk harus menunjukkan semangat berlipat dan konfidensi lebih tinggi dibanding laga sebelumnya yang menghasilkan satu poin sekalipun tampil di markas lawan.
“Kita tidak boleh kehilangan semangat. Malah harus semakin berlipat karena main di kandang. PSMS adalah tim berkarakter, kita juga harus tunjukkan karakter Singo Edan. Anggap saja kalau PSMS punya keyakinan 100 persen, kita harus punya 200 persen!” seru mantan bomber Arema era 1990-2000an itu kepada Malang Post. (tom/bua/MalangPost)
Karena waktu yang sudah kian dekat ditambah target poin sempurna, gerak cepat langsung dilakukan tim pelatih yang dikomandani Joko Susilo. Mulai pagi ini, Fery Aman Saragih dkk bakal mulai digenjot pemantapan teknik dan taktik di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
Pelatih karetaker Arema, Joko Susilo yang akrab disapa Gethuk mengaku bakal mati-matian memoles skuad besutannya agar mampu meraih hasil maksimal pada laga akhir pekan nanti.
“Kita sekarang sudah mulai fokus menghadapi PSMS. Besok (hari ini) materi sudah menatap teknik dan taktik. Kita konsentrasi benar dengan pertandingan ini. Anggap sebagai final yang harus diselesaikan dulu sampai menang baru berpikir pertandingan selanjutnya,” paparnya usai memimpin recovery training di Family Club Araya pagi kemarin.
Pada bentrok Minggu lusa, bukan hanya 11 pemain lawan di atas lapangan saja yang bakal menjadi rival Arif Ariyanto dkk. Sekalipun bermain di kandang sendiri, dikhawatirkan dukungan penuh suporter justru bisa menjadi bumerang bagi skuadra Singo Edan.
Sebelumnya, Arema sudah tiga kali melakoni partai home dan hanya mendulang satu poin saja dari laga tersebut. Tekanan suporter yang mendambakan tim pujaannya memetik kemenangan tak hanya menjadi cambuk namun seolah membebani para pemain. Faktor lemahnya mental bertanding itulah yang coba disiasati oleh tim pelatih jelang bentrok kontra Ayam Kinantan (julukan PSMS).
Gethuk mengaku sudah menekankan kepada anak asuhnya untuk tampil tanpa beban dan justru menjadikan dukungan penuh Aremania sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan tim tamu.
“Di kandang kita harus tampil lebih baik daripada away. Kita tak henti membenahi mental bertanding dan kepercayaan diri para pemain,” tandas pelatih kelahiran Cepu, 41 tahun silam itu.
Menurutnya, Seme Patrick dkk harus menunjukkan semangat berlipat dan konfidensi lebih tinggi dibanding laga sebelumnya yang menghasilkan satu poin sekalipun tampil di markas lawan.
“Kita tidak boleh kehilangan semangat. Malah harus semakin berlipat karena main di kandang. PSMS adalah tim berkarakter, kita juga harus tunjukkan karakter Singo Edan. Anggap saja kalau PSMS punya keyakinan 100 persen, kita harus punya 200 persen!” seru mantan bomber Arema era 1990-2000an itu kepada Malang Post. (tom/bua/MalangPost)
Kesulitan Finansial, Pemain PSMS ISL Tanpa Bonus
Manajer Tim PSMS Medan ISL, Benny Tomasoa mengatakan pihaknya belum dapat memberi bonus kepada pemain. Hasil seri dan menang di lima pertandingan dilalui tanpa bonus. Bento, sapaan akrabnya mengatakan hal itu dikarenakan paceklik finansial yang dialami tim.
"Seharusnya memang ada. Tapi kami sudah jelaskan situasi keuangan tim. Pemain-pemain dapat memahami ini. Mereka tetap memberi hasil-hasil terbaik," ujar eks Wakil Manajer PSMS Medan musim lalu ini kepada tribunmedan.com di Medan, Jumat (20/1/2012).
Bento mengatakan tataran manajemen tetap berupaya menggaet sponsorship guna menggembungkan kas. Sehingga di laga-laga berikutnya pemain tetap dapat memeroleh bonus pertandingan. Sejauh ini Bakrie Sumatera Plantation yang menjadi penyokong dana utama bagi tim.
"Seharusnya memang ada. Tapi kami sudah jelaskan situasi keuangan tim. Pemain-pemain dapat memahami ini. Mereka tetap memberi hasil-hasil terbaik," ujar eks Wakil Manajer PSMS Medan musim lalu ini kepada tribunmedan.com di Medan, Jumat (20/1/2012).
Bento mengatakan tataran manajemen tetap berupaya menggaet sponsorship guna menggembungkan kas. Sehingga di laga-laga berikutnya pemain tetap dapat memeroleh bonus pertandingan. Sejauh ini Bakrie Sumatera Plantation yang menjadi penyokong dana utama bagi tim.
Thursday, January 19, 2012
PSMS selamat dari gempuran Persipura
MEDAN - PSMS Medan kembali harus puas dengan satu angka setelah tadi malam di Stadion Teladan Medan berbagi angka dengan Persipura Jayapura. Sepanjang 90 menit laga berjalan, kedua tim tak mampu menceploskan gol.
Seperti diprediksi sebelumnya, Persipura tampil dengan pola serangan yang agresif. Dengan mengandalkan duet Alberto Gonzales dan Boaz Salossa di barisan depan dan Zah Rahan sebagai pengatur serangan, tim Mutiara Hitam langsung mengancam di menit pertama lewat Beto. Namun tendangannya menyamping.
Berkali-kali Persipura mengancam gawang PSMS. Menit 24, gempuran Persipura sukses mengetarkan jala PSMS. Ian Kabes yang mendapat umpan di kotak penalti tak terkawal dan melepaskan tendangan yang masih mampu dihalau Markus. Bola rebound disambar Yustius, namun wasit menganulirnya.
Zulkarnaen cs coba mengambil alih permainan. Namun serangan yang dibangun tim besutan Raja Isa itu sangat mudah dipatahkan. Serangan juga hanya bertumpu pada Zulkarnaen dan Dong Soo. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Di babak kedua, Persipura menghadirkan ancaman yang lebih tajam. Tandukan Beto di menit 52, masih mampu diantisipasi Markus. PSMS yang terus tertekan epanjang laga akhirnya menemukan momentum kebangkitan di menit 57. Sebuah tandukan Zulkarnaen mengenai mistar. Berikutnya, giliran Saha mengancam lewat tandukannya.
Namun Persipura benar-benar memaksa barisan belakang PSMS dan Markus bekerja keras. Semenit kemudian, umpan silang Beto masih mampu dihalau Wawan. Aksi Beto berikutnya saat sukses menembus kotak penalti berujung pada tembakan yang melambung. Gempuran Boaz dan Beto masih mampu diamankan Markus.
PSMS sesekali mengancam. Salah satunya di menit 65 ketika tandukan Pena menyamping. Menit 71, pertama kali tusukan Saha memasuki kotak penalti namun umpan tariknya tak terarah.
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, melakukan penyegaran dengan memasukkan Lucas Mandowen untuk Ian Kabes. Menit 74, tembakan Boaz juga masih mampu diamankan Markus Kiper berkepala plontos itu kembali tampil gemilang mengagalkan tandukan Beto dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga akhir permainan.
Pelatih PSMS, Raja Isa menyambut sukacita keberhasilan skuadnya menahanPersipura. "Ini hasil yang cukup baik. Saya sudah bilang Persipura adalah tim yang paling mapan di antara yang lain. Soal kualitas dan pergerakan tanpa bola, juga ada andil Markus di sini. Ia membuktikan kalau masih mampu," ujarnya.
Jacksen Tiago juga trut memuji Markus. "Tidak ada yang salah dengan barisan depan saya. Kita sudah menciptakan peluang, tapi ada Markus yang bermain gemilang. Dia kiper nasional dan kalau bukan Markus, mungkin hasilnya lain," pungkasnya.
Seperti diprediksi sebelumnya, Persipura tampil dengan pola serangan yang agresif. Dengan mengandalkan duet Alberto Gonzales dan Boaz Salossa di barisan depan dan Zah Rahan sebagai pengatur serangan, tim Mutiara Hitam langsung mengancam di menit pertama lewat Beto. Namun tendangannya menyamping.
Berkali-kali Persipura mengancam gawang PSMS. Menit 24, gempuran Persipura sukses mengetarkan jala PSMS. Ian Kabes yang mendapat umpan di kotak penalti tak terkawal dan melepaskan tendangan yang masih mampu dihalau Markus. Bola rebound disambar Yustius, namun wasit menganulirnya.
Zulkarnaen cs coba mengambil alih permainan. Namun serangan yang dibangun tim besutan Raja Isa itu sangat mudah dipatahkan. Serangan juga hanya bertumpu pada Zulkarnaen dan Dong Soo. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Di babak kedua, Persipura menghadirkan ancaman yang lebih tajam. Tandukan Beto di menit 52, masih mampu diantisipasi Markus. PSMS yang terus tertekan epanjang laga akhirnya menemukan momentum kebangkitan di menit 57. Sebuah tandukan Zulkarnaen mengenai mistar. Berikutnya, giliran Saha mengancam lewat tandukannya.
Namun Persipura benar-benar memaksa barisan belakang PSMS dan Markus bekerja keras. Semenit kemudian, umpan silang Beto masih mampu dihalau Wawan. Aksi Beto berikutnya saat sukses menembus kotak penalti berujung pada tembakan yang melambung. Gempuran Boaz dan Beto masih mampu diamankan Markus.
PSMS sesekali mengancam. Salah satunya di menit 65 ketika tandukan Pena menyamping. Menit 71, pertama kali tusukan Saha memasuki kotak penalti namun umpan tariknya tak terarah.
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, melakukan penyegaran dengan memasukkan Lucas Mandowen untuk Ian Kabes. Menit 74, tembakan Boaz juga masih mampu diamankan Markus Kiper berkepala plontos itu kembali tampil gemilang mengagalkan tandukan Beto dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga akhir permainan.
Pelatih PSMS, Raja Isa menyambut sukacita keberhasilan skuadnya menahanPersipura. "Ini hasil yang cukup baik. Saya sudah bilang Persipura adalah tim yang paling mapan di antara yang lain. Soal kualitas dan pergerakan tanpa bola, juga ada andil Markus di sini. Ia membuktikan kalau masih mampu," ujarnya.
Jacksen Tiago juga trut memuji Markus. "Tidak ada yang salah dengan barisan depan saya. Kita sudah menciptakan peluang, tapi ada Markus yang bermain gemilang. Dia kiper nasional dan kalau bukan Markus, mungkin hasilnya lain," pungkasnya.
Wednesday, January 18, 2012
Skema tanpa In Kyun
MEDAN - Stadion Teladan kedatangan tamu agung. Berstatus juara bertahan, Persipura Jayapura akan menjadi calon penghambat ambisi PSMS Medan meraih kemenangan di depan publiknya dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 malam ini.
Jika merunut hasil imbang PSMS kontra Persiwa sebelumnya, tim berjuluk Mutiara Hitam ini jelas lebih diunggulkan. Meskipun berstatus sebagai tim tamu, Boaz Salossa cs adalah tim yang selalu mengincar tiga angka. PSAP Sigli telah merasakan tangguhnya tim besutan Jacksen Tiago ini usai kalah 0-1.
Absennya In Kyun Oh menjadi permasalahan krusial menghadapi ujian berat kontra Persipura Jayapura di Stadion Teladan besok malam. Namun kali ini Pembesut PSMS, Raja Isa harus bisa memainkan skema tanpa In Kyun.
“Memang berat tapi tidak ada alasan tanpa In Kyun kita lemah. Ini kesempatan buat penggantinya,” ujar Raja Isa baru-baru ini.
Dalam latihan, dua calon pengganti In Kyun tak lain Ramadhan Syahputra dan Antony. Keduanya mengaku siap diturunkan.
“Saya siap turun kalau memang dipercaya. Menghadapi tim besar saya harus mulai persiapkan mental jika turun,” ujar Antony.
Tanpa In Kyun, PSMS tentu berharap banyak pada Choi Dong Soo, rekan senegara In Kyun yang lihai membongkar pertahanan lawan. Kreativitas Choi diharapkan bersama Osas Saha sebagai ujung tombak. Produktivitas gol Saha diharapkan tidak hanya berhenti di angka satu.
Di kubu lawan, Mutiara Hitam sebenarnya punya kenangan manis di Teladan. Ketika di Copa Indonesia 2008/2009, Persipura membekuk PSMS 2-0. Namun hal itu tak menjadi patokan Persipura bisa melakukan hal yang sama.
“Keadaan dulu dengan sekarang jauh berbeda, Hasil apapun yang kami mau capai, kami harus berjuang untuk mencapainya. Sejarah Persipura versus PSMS tidak akan membantu kami dalam pertandingan nanti. Justru sejarah itu bisa membuat kami terlena dan meremehkan lawan,” imbuhnya mengakui skuadnya dilanda kelelahan menjalani tur Sumatera.
Persipura sendiri akan tampil tanpa Titus Bonai yang memang tidak dibawa dalam tur Sumatera. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi tim tamu.
“Persipura bukan tim yang mengandalkan satu pemain. Tanpa Bonai tidak menjadi masalah. Gerald (Pangkali-red) juga ada sedikit masalah, tapi kemungkinan sudah bisa tampil,” ujar Pelatih Kiper Persipura, Alan Hafinudin.
Jika merunut hasil imbang PSMS kontra Persiwa sebelumnya, tim berjuluk Mutiara Hitam ini jelas lebih diunggulkan. Meskipun berstatus sebagai tim tamu, Boaz Salossa cs adalah tim yang selalu mengincar tiga angka. PSAP Sigli telah merasakan tangguhnya tim besutan Jacksen Tiago ini usai kalah 0-1.
Absennya In Kyun Oh menjadi permasalahan krusial menghadapi ujian berat kontra Persipura Jayapura di Stadion Teladan besok malam. Namun kali ini Pembesut PSMS, Raja Isa harus bisa memainkan skema tanpa In Kyun.
“Memang berat tapi tidak ada alasan tanpa In Kyun kita lemah. Ini kesempatan buat penggantinya,” ujar Raja Isa baru-baru ini.
Dalam latihan, dua calon pengganti In Kyun tak lain Ramadhan Syahputra dan Antony. Keduanya mengaku siap diturunkan.
“Saya siap turun kalau memang dipercaya. Menghadapi tim besar saya harus mulai persiapkan mental jika turun,” ujar Antony.
Tanpa In Kyun, PSMS tentu berharap banyak pada Choi Dong Soo, rekan senegara In Kyun yang lihai membongkar pertahanan lawan. Kreativitas Choi diharapkan bersama Osas Saha sebagai ujung tombak. Produktivitas gol Saha diharapkan tidak hanya berhenti di angka satu.
Di kubu lawan, Mutiara Hitam sebenarnya punya kenangan manis di Teladan. Ketika di Copa Indonesia 2008/2009, Persipura membekuk PSMS 2-0. Namun hal itu tak menjadi patokan Persipura bisa melakukan hal yang sama.
“Keadaan dulu dengan sekarang jauh berbeda, Hasil apapun yang kami mau capai, kami harus berjuang untuk mencapainya. Sejarah Persipura versus PSMS tidak akan membantu kami dalam pertandingan nanti. Justru sejarah itu bisa membuat kami terlena dan meremehkan lawan,” imbuhnya mengakui skuadnya dilanda kelelahan menjalani tur Sumatera.
Persipura sendiri akan tampil tanpa Titus Bonai yang memang tidak dibawa dalam tur Sumatera. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi tim tamu.
“Persipura bukan tim yang mengandalkan satu pemain. Tanpa Bonai tidak menjadi masalah. Gerald (Pangkali-red) juga ada sedikit masalah, tapi kemungkinan sudah bisa tampil,” ujar Pelatih Kiper Persipura, Alan Hafinudin.
PSMS Medan Inkyun Oh Absen Lawan Persipura
PSMS Medan harus berjuang keras untuk meraih kemenangan atas Persipura Jayapura di Stadion Teladan, Rabu (18/1), mengingat tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu tanpa diperkuat gelandang serang Inkyun Oh akibat terkena akumulasi kartu kuning.
"Pada laga kontra Persipura nanti, kita tidak diperkuat Inkyun karena akumulasi kartu. Ini tentunya akan menjadi tugas berat bagi kita," kata Pelatih Kepala PSMS Medan Raja Isa.
Ia mengaku, hingga saat ini belum menemukan sosok pengganti Inkyun sebagai jenderal lapangan tengah, sedangkan pemain-pemain muda yang disiapkan juga belum memiliki kualitas sebaik pemain berasal dari Korea Selatan itu.
"Pengganti Inkyun belum kita pastikan. Yang pasti formasi tak akan berubah, namun strategi akan kita rotasi ke arah lebih ideal tanpa Inkyun," katanya.
Ia mengaku, tidak mudah menumbangkan Persipura yang dihuni pemain-pemain berkualitas, meski tampil di hadapan publik sendiri.
"Hampir seluruh pemain Persipura merupakan pemain saya dulu. Saya cukup mengenal permainan mereka, selain bermaterikan pemain yang cukup baik, yang juga perlu diwaspadai adalah serangan balik yang mereka peragakan," jelas Raja Isa.
"Keunggulan itu tak terlepas dari kecepatan yang dimiliki pemain Persipura. Namun dari serangkaian keunggulan itu, saya tetap melihat ada celah untuk mengoyak jala Yoo Jae Hoon," katanya.
Ia juga berpendapat, Persipura merupakan tim yang sudah "jadi" alias cukup solid, mengingat tim berjuluk Mutiara Hitam itu sudah lama saling padu dalam satu tim.
"Seperti Boaz Solossa, Imanuel Wanggai, Stevie Bonsapia, dan Ian Kabes, mereka sudah satu tim sejak 2007 lalu. Artinya mereka sudah sangat padu," katanya. (antara)
"Pada laga kontra Persipura nanti, kita tidak diperkuat Inkyun karena akumulasi kartu. Ini tentunya akan menjadi tugas berat bagi kita," kata Pelatih Kepala PSMS Medan Raja Isa.
Ia mengaku, hingga saat ini belum menemukan sosok pengganti Inkyun sebagai jenderal lapangan tengah, sedangkan pemain-pemain muda yang disiapkan juga belum memiliki kualitas sebaik pemain berasal dari Korea Selatan itu.
"Pengganti Inkyun belum kita pastikan. Yang pasti formasi tak akan berubah, namun strategi akan kita rotasi ke arah lebih ideal tanpa Inkyun," katanya.
Ia mengaku, tidak mudah menumbangkan Persipura yang dihuni pemain-pemain berkualitas, meski tampil di hadapan publik sendiri.
"Hampir seluruh pemain Persipura merupakan pemain saya dulu. Saya cukup mengenal permainan mereka, selain bermaterikan pemain yang cukup baik, yang juga perlu diwaspadai adalah serangan balik yang mereka peragakan," jelas Raja Isa.
"Keunggulan itu tak terlepas dari kecepatan yang dimiliki pemain Persipura. Namun dari serangkaian keunggulan itu, saya tetap melihat ada celah untuk mengoyak jala Yoo Jae Hoon," katanya.
Ia juga berpendapat, Persipura merupakan tim yang sudah "jadi" alias cukup solid, mengingat tim berjuluk Mutiara Hitam itu sudah lama saling padu dalam satu tim.
"Seperti Boaz Solossa, Imanuel Wanggai, Stevie Bonsapia, dan Ian Kabes, mereka sudah satu tim sejak 2007 lalu. Artinya mereka sudah sangat padu," katanya. (antara)
Indonesia Super League PSMS Akan Manfaatkan Lini Belakang Persipura
Pertandingan penuh gengsi bagi PSMS Medan akan berlangsung Rabu, 18 Januari 2012, di Stadion Teladan Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012. Tim paling ujung timur Indonesia Persipura akan ditantang dalam duel yang sudah lama dinanti pencinta bola di Medan.
Duel panas besok diprediksi pelatih PSMS Raja Isa bin RAS sebaqai pertarungan terberat untuk "Ayam Kinantan." Raja Isa yang pernah melatih Persipura musim 2007/2008 dan 2008/2009 menilai Persipura merupakan tim terbaik Indonesia dan sulit dikalahkan tim mana pun.
“Saya pernah melatih Persipura dan meletakkan kerangka dasar sepakbola Persipura. Mereka (Persipura) adalah tim yang paling komplet dari segi kualitas dan kerja sama tim. Setiap klub Indonesia termasuk PSMS berambisi mengalahkan Persipura,“ kata Raja Isa kepada Tempo, Selasa 17 Januari 2012.
Menurut Raja Isa, saat masih melatih juara Liga Super musim 2010 / 2011 itu materi pemain masih tidak seperti sekarang ini. Namun pembinaan intensif yang dilakukan manajemen Persipura menghasilkan pemain berkualitas seperti Titus Bonai dan Stevi Bonsapia dan lain-lain.
“Karena komitmen pembinaan usia dini, Persipura menuai hasilnya sekarang ini. Jadi wajar tim mereka paling tangguh di Indonesia. Tim mana saja yang bisa mengalahkan Persipura berpeluang juara Liga Super Indonesia,“ ujar Raja Isa.
Meski peluang PSMS memenangi pertarungan besok sulit, Raja Isa yakin kelemahan Persipura bisa saja menjadi penentu kemenangan untuk PSMS. “Dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. Persipura bukan Barcelona atau Real Madrid yang tampil sempurna. Pasti Persipura punya kelemahan. Lini belakang mereka saya tahu banyak kelemahan termasuk Bio Pauline. Kami akan manfaatkan itu,” kata Raja.
Untuk membuka kelemahan Persipura besok Raja Isa mengaku akan menurunkan pemain yang tidak pernah tampil membela PSMS dalam lima pertandingan. “Pemain yang selama ini menjadi andalan kami, In Kyun-Oh, akan saya istirahatkan. Kami punya dua pemain yang akan mengganti In Kyun. Ini salah satu strategi saya,“ ujar pelatih berkebangsaan Malaysia ini.
Sementara kubu Persipura yang datang ke Medan membawa 18 pemain akan berusaha membawa kemenangan kedua dari partai tandang Sumatera. Setelah Minggu 16 Januari menang atas PSAP Sigli 1-0. “Kami akan mencuri poin itu kembali di Medan. Seluruh pemain kami siap tampil kecuali Titus Bonai yang memang tidak dibawa ke Medan. Khusus untuk Boaz Solossa, pelatih mempercayainya sebagai penggedor di lini depan,“ kata pelatih kiper Alan Hafiludin kepada Tempo.
Selain Tibo, satu pemain lain yakni Stevie Bonsapia tidak bisa tampil. Sedangkan empat pemain asing akan diturunkan. “Pemain muda Lukas Mandowen juga akan dipercaya mendampingi Boaz,“ kata Alan. (Sahat Simatupang/Tempo)
Duel panas besok diprediksi pelatih PSMS Raja Isa bin RAS sebaqai pertarungan terberat untuk "Ayam Kinantan." Raja Isa yang pernah melatih Persipura musim 2007/2008 dan 2008/2009 menilai Persipura merupakan tim terbaik Indonesia dan sulit dikalahkan tim mana pun.
“Saya pernah melatih Persipura dan meletakkan kerangka dasar sepakbola Persipura. Mereka (Persipura) adalah tim yang paling komplet dari segi kualitas dan kerja sama tim. Setiap klub Indonesia termasuk PSMS berambisi mengalahkan Persipura,“ kata Raja Isa kepada Tempo, Selasa 17 Januari 2012.
Menurut Raja Isa, saat masih melatih juara Liga Super musim 2010 / 2011 itu materi pemain masih tidak seperti sekarang ini. Namun pembinaan intensif yang dilakukan manajemen Persipura menghasilkan pemain berkualitas seperti Titus Bonai dan Stevi Bonsapia dan lain-lain.
“Karena komitmen pembinaan usia dini, Persipura menuai hasilnya sekarang ini. Jadi wajar tim mereka paling tangguh di Indonesia. Tim mana saja yang bisa mengalahkan Persipura berpeluang juara Liga Super Indonesia,“ ujar Raja Isa.
Meski peluang PSMS memenangi pertarungan besok sulit, Raja Isa yakin kelemahan Persipura bisa saja menjadi penentu kemenangan untuk PSMS. “Dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. Persipura bukan Barcelona atau Real Madrid yang tampil sempurna. Pasti Persipura punya kelemahan. Lini belakang mereka saya tahu banyak kelemahan termasuk Bio Pauline. Kami akan manfaatkan itu,” kata Raja.
Untuk membuka kelemahan Persipura besok Raja Isa mengaku akan menurunkan pemain yang tidak pernah tampil membela PSMS dalam lima pertandingan. “Pemain yang selama ini menjadi andalan kami, In Kyun-Oh, akan saya istirahatkan. Kami punya dua pemain yang akan mengganti In Kyun. Ini salah satu strategi saya,“ ujar pelatih berkebangsaan Malaysia ini.
Sementara kubu Persipura yang datang ke Medan membawa 18 pemain akan berusaha membawa kemenangan kedua dari partai tandang Sumatera. Setelah Minggu 16 Januari menang atas PSAP Sigli 1-0. “Kami akan mencuri poin itu kembali di Medan. Seluruh pemain kami siap tampil kecuali Titus Bonai yang memang tidak dibawa ke Medan. Khusus untuk Boaz Solossa, pelatih mempercayainya sebagai penggedor di lini depan,“ kata pelatih kiper Alan Hafiludin kepada Tempo.
Selain Tibo, satu pemain lain yakni Stevie Bonsapia tidak bisa tampil. Sedangkan empat pemain asing akan diturunkan. “Pemain muda Lukas Mandowen juga akan dipercaya mendampingi Boaz,“ kata Alan. (Sahat Simatupang/Tempo)
Persipura Jayapura Jacksen Siapkan Jurus Hadapi Permainan Keras PSMS
Persipura Jayapura sudah siap menghadapi PSMS Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Pelatih Mutiara Hitam, Jacksen F Tiago bahkan sudah menyiapkan "jurus" jitu untuk meredam permainan keras para pemain Ayam Kinantan.
Persipura mengawali turnya ke Sumatera musim ini dengan merebut kemenangan lawan PSAP Sigli. Meski demikian, Jacksen tak ingin menganggap remeh wakil Sumatera lainnya, PSMS Medan. Kedua tim akan berlaga di Stadion Teladan, Rabu, 18 Januari 2012.
Menurut Jacksen, semua tim yang bermain di ISL tidak satupun yang bisa dianggap remeh. Bagi Jacksen, PSMS Merupakan tim yang punya nama besar dan pendukung fanatik. Kedua hal ini menjadi pemantik semangat para pemain PSMS dalam mengalahkan lawannya.
"PSMS itu tim besar dan mempunyai suporter yang fanatik, itu bisa jadi salah satu kekuatan bagi mereka," kata Jacksen.
Menurut Jacksen, satu lagi yang menjadi kekuatan PSMS saat ini adalah sang pelatih Raja Isa. Pria asal Malaysia itu merupakan mantan pelatih Persipura Jayapura. Raja Isa bahkan boleh dikatakan ikut membangun pondasi tim berjuluk Mutiara Hitam.
"Dengan talenta talenta Papua yang ditemukannya, sudah pasti dia paham karakter bermain Boaz Solossa dan kawan-kawan dan wajar bila dia optimistis menang pada pertandingan ini."
Meski demikian, Jacksen tak gentar. Sebaliknya, pelatih asal Brasil itu sudah menyiapkan timnya untuk mencuri poin di kandang Ayam Kinantan. Bahkan, Jacksen sudah menyiapkan jurus jitu bagi sepak bola Rap Rap khas anak-anak PSMS Medan.
"Kami datang ke Medan tentu sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam permainan Rap Rap khas Medan. Semua pemain sudah siap untuk itu dan kami berjanji menyajikan permainan menghibur," kata Jacksen. (Ondo.S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Persipura mengawali turnya ke Sumatera musim ini dengan merebut kemenangan lawan PSAP Sigli. Meski demikian, Jacksen tak ingin menganggap remeh wakil Sumatera lainnya, PSMS Medan. Kedua tim akan berlaga di Stadion Teladan, Rabu, 18 Januari 2012.
Menurut Jacksen, semua tim yang bermain di ISL tidak satupun yang bisa dianggap remeh. Bagi Jacksen, PSMS Merupakan tim yang punya nama besar dan pendukung fanatik. Kedua hal ini menjadi pemantik semangat para pemain PSMS dalam mengalahkan lawannya.
"PSMS itu tim besar dan mempunyai suporter yang fanatik, itu bisa jadi salah satu kekuatan bagi mereka," kata Jacksen.
Menurut Jacksen, satu lagi yang menjadi kekuatan PSMS saat ini adalah sang pelatih Raja Isa. Pria asal Malaysia itu merupakan mantan pelatih Persipura Jayapura. Raja Isa bahkan boleh dikatakan ikut membangun pondasi tim berjuluk Mutiara Hitam.
"Dengan talenta talenta Papua yang ditemukannya, sudah pasti dia paham karakter bermain Boaz Solossa dan kawan-kawan dan wajar bila dia optimistis menang pada pertandingan ini."
Meski demikian, Jacksen tak gentar. Sebaliknya, pelatih asal Brasil itu sudah menyiapkan timnya untuk mencuri poin di kandang Ayam Kinantan. Bahkan, Jacksen sudah menyiapkan jurus jitu bagi sepak bola Rap Rap khas anak-anak PSMS Medan.
"Kami datang ke Medan tentu sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam permainan Rap Rap khas Medan. Semua pemain sudah siap untuk itu dan kami berjanji menyajikan permainan menghibur," kata Jacksen. (Ondo.S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Lawan Persipura PSMS Tetap Tampil Fight
Pelatih PSMS Raja Isa menginstruksikan agar anak-anak asuhannya tetap fight pada laga lanjutan ISL meladeni Persipura Jayapura, malam ini (18/1) di Stadion Teladan.
Karena menurut pelatih asal Malaysia ini, walau tim berjuluk Mutiara Hitam itu merupakan klub yang sempat dilatihnya beberapa waktu lalu, PSMS harus tetap fokus. “Secara teknis kita sudah mengetahui Persipura luar-dalam. Namun, tak seharusnya kita menjadi remeh terhadap tim itu,” ungkapnya, Selasa (17/1).
Raja Isa menuturkan, Persipura merupakan tim besar yang solid dengan telah melakukan pembinaan sejak 2007 lalu. “Di Persipura, putra daerah menjadi keutamaan dan sudah seharusnya diakomodir. Tanpa pemain asing, Persipura bisa menjadi tim bagus,” katanya.
Pada laga ini, Perspura dipastikan tak menurunkan Titus Bonai (Tibo). Dengan hal ini, Raja Isa merasa kecepatan yang menjadi andalan Persipura akan sedikit berkurang. “Persipura minus Tibo, ini menjadi kesempatan baik bagi kita untuk meraih poin penuh di kandang,” tutur Raja Isa.
Ia juga mengatakan, kelengahan yang kerap dilakukan lini belakang PSMS serta kiper sekaligus Kapten tim berjuluk Ayam Kinantan Markus Haris Maulana akan diusahakan diminimalisir.
“Saya memohon maaf jika kinerja saya hingga saat ini belum maksimal. Namun, saya yakin dengan menerapkan pola pembinaan seperti yang dilakukan Persipura 2007 lalu, PSMS bisa dan yakin mampu menyamai Persipura dalam kurun waktu 2-4 ahun mendatang,” ujar eks pelatih Persiram dan Persipura itu.
Sementara pelatih kiper Persipura Alan Hafiluddin mengatakan, PSMS merupakan lawan berat, karena Raja Isa juga merupakan seorang pembentuk Persipura. “Dia pasti tau karakter permainan Persipura. Apapun yang kami lakoni besok (hari ini, red) merupakan laga berat,” ungkapnya.
Mengenai lapangan Stadion Teladan yang kerap digenangi air saat terjadi hujan, menurut Alan hal tersebut tak layak dijadikan alasan. “Tak ada alasan untuk menyalahkan lapangan. Kita akan tetap melakukan strategi sesuai karakter yang diharapkan pelatih,” ujar Alan.
Mengenai minus Tibo pada laga kali ini, Alan menuturkan, Persipura tak pernah berantung dari seorang peman. “Kita bermain secara tim, dan kuat karena bermain padu antar pemain, bukan kuat karena seorang pemain saja,” katanya.
Menurut Alan, pada setiap pertandingan, Persipura tetap bermain dengan kerja keras para pemain. “Kami tetap membutuhkan perjuangan dan kerja keras untuk menang. Karena, setiap tim mempunyai motivasi ganda untuk mengalahkan Persipura,” ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah pelatih Persipura Jacksen F Tiago menuturkan, sejarah pada musim 2008/2009 lalu tak bisa menjadi pegangan. Karena pada saat itu Persipura berhasil menekuk PSMS baik di kandang maupun partai tandang. “Keadaan yang dulu dengan sekarang jauh berbeda. Hasil apapun yang ingin kami capai besok, harus dengan berjuang. Sejarah Persipura bentrok PSMS lalu, tak akan membantu kami dalam pertandinga besok,” ujarnya.
“Justru, sejarah itu bisa membuat kami terlena dan meremehkan tim lawan. Lagipula Pak Raja Isa merupakan satu-satunya pelatih di ISL yang punya segala kemampuan dan pengetahuan sangat cukup untuk mengalahkan kami. Karena yang membentuk tim ini adalah Beliau,” tambahnya.
Menurut Jacksen, 85 persen dari tim Persipura dibentuk oleh Raja Isa. “Sehingga besok (hari ini, red) kami harus bekerja dalam keadaan maksimal, jika berharap dapat poin di sini,” tuturnya. (saz/sumutpos)
Karena menurut pelatih asal Malaysia ini, walau tim berjuluk Mutiara Hitam itu merupakan klub yang sempat dilatihnya beberapa waktu lalu, PSMS harus tetap fokus. “Secara teknis kita sudah mengetahui Persipura luar-dalam. Namun, tak seharusnya kita menjadi remeh terhadap tim itu,” ungkapnya, Selasa (17/1).
Raja Isa menuturkan, Persipura merupakan tim besar yang solid dengan telah melakukan pembinaan sejak 2007 lalu. “Di Persipura, putra daerah menjadi keutamaan dan sudah seharusnya diakomodir. Tanpa pemain asing, Persipura bisa menjadi tim bagus,” katanya.
Pada laga ini, Perspura dipastikan tak menurunkan Titus Bonai (Tibo). Dengan hal ini, Raja Isa merasa kecepatan yang menjadi andalan Persipura akan sedikit berkurang. “Persipura minus Tibo, ini menjadi kesempatan baik bagi kita untuk meraih poin penuh di kandang,” tutur Raja Isa.
Ia juga mengatakan, kelengahan yang kerap dilakukan lini belakang PSMS serta kiper sekaligus Kapten tim berjuluk Ayam Kinantan Markus Haris Maulana akan diusahakan diminimalisir.
“Saya memohon maaf jika kinerja saya hingga saat ini belum maksimal. Namun, saya yakin dengan menerapkan pola pembinaan seperti yang dilakukan Persipura 2007 lalu, PSMS bisa dan yakin mampu menyamai Persipura dalam kurun waktu 2-4 ahun mendatang,” ujar eks pelatih Persiram dan Persipura itu.
Sementara pelatih kiper Persipura Alan Hafiluddin mengatakan, PSMS merupakan lawan berat, karena Raja Isa juga merupakan seorang pembentuk Persipura. “Dia pasti tau karakter permainan Persipura. Apapun yang kami lakoni besok (hari ini, red) merupakan laga berat,” ungkapnya.
Mengenai lapangan Stadion Teladan yang kerap digenangi air saat terjadi hujan, menurut Alan hal tersebut tak layak dijadikan alasan. “Tak ada alasan untuk menyalahkan lapangan. Kita akan tetap melakukan strategi sesuai karakter yang diharapkan pelatih,” ujar Alan.
Mengenai minus Tibo pada laga kali ini, Alan menuturkan, Persipura tak pernah berantung dari seorang peman. “Kita bermain secara tim, dan kuat karena bermain padu antar pemain, bukan kuat karena seorang pemain saja,” katanya.
Menurut Alan, pada setiap pertandingan, Persipura tetap bermain dengan kerja keras para pemain. “Kami tetap membutuhkan perjuangan dan kerja keras untuk menang. Karena, setiap tim mempunyai motivasi ganda untuk mengalahkan Persipura,” ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah pelatih Persipura Jacksen F Tiago menuturkan, sejarah pada musim 2008/2009 lalu tak bisa menjadi pegangan. Karena pada saat itu Persipura berhasil menekuk PSMS baik di kandang maupun partai tandang. “Keadaan yang dulu dengan sekarang jauh berbeda. Hasil apapun yang ingin kami capai besok, harus dengan berjuang. Sejarah Persipura bentrok PSMS lalu, tak akan membantu kami dalam pertandinga besok,” ujarnya.
“Justru, sejarah itu bisa membuat kami terlena dan meremehkan tim lawan. Lagipula Pak Raja Isa merupakan satu-satunya pelatih di ISL yang punya segala kemampuan dan pengetahuan sangat cukup untuk mengalahkan kami. Karena yang membentuk tim ini adalah Beliau,” tambahnya.
Menurut Jacksen, 85 persen dari tim Persipura dibentuk oleh Raja Isa. “Sehingga besok (hari ini, red) kami harus bekerja dalam keadaan maksimal, jika berharap dapat poin di sini,” tuturnya. (saz/sumutpos)
Tuesday, January 17, 2012
PSMS IPL dilanda badai cedera
MEDAN – Di tengah persiapan menghadapi lawatan ke Malang kontra Persema, PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) terancam tampil pincang. Pasalnya, ujicoba yang digelar baru-baru ini kontra PS Sampali Putra berbuah cederanya beberapa pemain.
Dua pilar tim, Vagner Luis de Oliveira dan Heri Swandana, terpaksa meninggalkan lapangan dengan terpincang. Lapangan yang buruk turut andil atas kondisi ini. Hal ini menjadi kekhawatiran Pelatih PSMS, Fabio Lopez, kalau keduanya tidak bisa tampil.
"Lapangan buruk, beberapa pemain cedera (Vagner Luis dan Heri Swandana). Kalau tahu seperti ini dari kemarin kami pasti akan membatalkan karena akan mencelakakan pemain," ujarnya usai pertandingan.
Pada laga tersebut, Fabio juga sengaja mengistirahatkan dua legiun asing lainnya, Goran Gancev dan Julio Cesar Alcorse. Lapangan yang buruk membuatnya berpikir ulang untuk menurunkan seluruh pemain andalannya.
Kehilangan Vagner akan cukup merugikan PSMS. Pasalnya bek asal Brazil itu selama ini menjadi andalan membentengi gawang. Kemampuannya yang taktis menghalau bola menjadi senjata.
Sementara itu, Heri Swandana kerap diturunkan jika duet striker utama mengalami kebuntuan. Di luar itu, Fabio akan mempersiapkan skuadnya lebih matang karena Persema diprediksi akan sulit ditaklukkan.
“Prospek baik kami lihat dari kemampuan kerjasama pemain dan kami akan tingkatkan lagi. Fisik juga optimal," paparnya.
Pelatih PS Sampali Putra, Basiran, mengomentari bahwa PSMS IPL terlihat ada perkembangan yang positif di bawah kepelatihan Fabio.
"Kemampuan PSMS merata dari lini ke lini cukup merata dan cukup taktis dengan satu-dua sentuhan. Lini depan jadi kurang maksimal, tapi memang karena lapangan kurang bagus. Kalau lebih bagus, mereka bisa lebih baik," pungkasnya
Dua pilar tim, Vagner Luis de Oliveira dan Heri Swandana, terpaksa meninggalkan lapangan dengan terpincang. Lapangan yang buruk turut andil atas kondisi ini. Hal ini menjadi kekhawatiran Pelatih PSMS, Fabio Lopez, kalau keduanya tidak bisa tampil.
"Lapangan buruk, beberapa pemain cedera (Vagner Luis dan Heri Swandana). Kalau tahu seperti ini dari kemarin kami pasti akan membatalkan karena akan mencelakakan pemain," ujarnya usai pertandingan.
Pada laga tersebut, Fabio juga sengaja mengistirahatkan dua legiun asing lainnya, Goran Gancev dan Julio Cesar Alcorse. Lapangan yang buruk membuatnya berpikir ulang untuk menurunkan seluruh pemain andalannya.
Kehilangan Vagner akan cukup merugikan PSMS. Pasalnya bek asal Brazil itu selama ini menjadi andalan membentengi gawang. Kemampuannya yang taktis menghalau bola menjadi senjata.
Sementara itu, Heri Swandana kerap diturunkan jika duet striker utama mengalami kebuntuan. Di luar itu, Fabio akan mempersiapkan skuadnya lebih matang karena Persema diprediksi akan sulit ditaklukkan.
“Prospek baik kami lihat dari kemampuan kerjasama pemain dan kami akan tingkatkan lagi. Fisik juga optimal," paparnya.
Pelatih PS Sampali Putra, Basiran, mengomentari bahwa PSMS IPL terlihat ada perkembangan yang positif di bawah kepelatihan Fabio.
"Kemampuan PSMS merata dari lini ke lini cukup merata dan cukup taktis dengan satu-dua sentuhan. Lini depan jadi kurang maksimal, tapi memang karena lapangan kurang bagus. Kalau lebih bagus, mereka bisa lebih baik," pungkasnya
Mutiara Hitam tetap waspadai PSMS
MEDAN - Persipura Jayapura tidak akan diperkuat striker mudanya, Titus ‘Tibo’ Bonai, saat bertandang melawan PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan, Rabu besok.
Dengan demikian, Persipura hanya mengandalkan Boaz Salossa, Alberto Goncalves, dan Tinus Pae di barisan depan. Kendati begitu, Persipura mengaku tidak begitu khawatir dengan absennya Tibo yang tampil gemilang memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2011 lalu.
Saat ini, Persipura berada di peringkat runner-up klasemen sementara dengan total 16 poin. Ayam Kinantan masih bertengger di posisi 14 setelah digeser Gresik United yang bermain imbang 1-1 dengan Persiram Raja Ampat, Senin.
Dikatakan Asisten Pelatih Persipura, Mettu Duaramuri, PSMS bakal menjadi lawan sepadan dan tak bisa dianggap remeh karena memiliki sejumlah pilar yang sarat pengalaman, seperti Sasa Zecevic, Osas Saha, dan Luis Alejandro Pena.
“Mereka tim kuat, karena itu kita akan tetap bermain seperti biasa,” kata Mettu menambahkan timnya ingin hasil baik dalam tur Sumatera ini.
Diakui, skuad Mutiara Hitam berpeluang menang telak atas PSAP di Sigli namun terkendala akibat kondisi lapangan. Karena itu, pasukan Jacksen F Tiago tidak akan membuang kesempatan saat dijamu PSMS di Stadion Teladan nanti.
Sebaliknya, Pelatih PSMS Raja tetap menargetkan kemenangan atas mantan tim asuhannya tersebut. Raja Isa mengingatkan pemain bertahan agar selalu mewaspadai permainan bola pendek yang biasa diterapkan Boaz cs.
"Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin memetik poin penuh. Memang cukup berat, tapi semua pelatih dan pemain tentunya ingin meraih kemenangan di kandangnya," ucap Raja Isa.
Saat menjamu Persiwa Wamena, Minggu lalu, PSMS unggul terlebih dulu lewat gol sundulan Sasa Zecevic di babak pertama. Setelah itu, lini pertahanan skuad hijau-hijau terlihat lengah di paruh kedua hingga berakibat tiga poin di depan mata sirna.
“Pemain sempat kurang konsentrasi dan kondisi itu dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol. Ini menandakan kompetisi ISL sangat ketat. Mudah-mudahan kelengahan itu tidak terulang saat melawan Persipura dan target kemenangan tercapai," ujarnya.
Dengan demikian, Persipura hanya mengandalkan Boaz Salossa, Alberto Goncalves, dan Tinus Pae di barisan depan. Kendati begitu, Persipura mengaku tidak begitu khawatir dengan absennya Tibo yang tampil gemilang memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2011 lalu.
Saat ini, Persipura berada di peringkat runner-up klasemen sementara dengan total 16 poin. Ayam Kinantan masih bertengger di posisi 14 setelah digeser Gresik United yang bermain imbang 1-1 dengan Persiram Raja Ampat, Senin.
Dikatakan Asisten Pelatih Persipura, Mettu Duaramuri, PSMS bakal menjadi lawan sepadan dan tak bisa dianggap remeh karena memiliki sejumlah pilar yang sarat pengalaman, seperti Sasa Zecevic, Osas Saha, dan Luis Alejandro Pena.
“Mereka tim kuat, karena itu kita akan tetap bermain seperti biasa,” kata Mettu menambahkan timnya ingin hasil baik dalam tur Sumatera ini.
Diakui, skuad Mutiara Hitam berpeluang menang telak atas PSAP di Sigli namun terkendala akibat kondisi lapangan. Karena itu, pasukan Jacksen F Tiago tidak akan membuang kesempatan saat dijamu PSMS di Stadion Teladan nanti.
Sebaliknya, Pelatih PSMS Raja tetap menargetkan kemenangan atas mantan tim asuhannya tersebut. Raja Isa mengingatkan pemain bertahan agar selalu mewaspadai permainan bola pendek yang biasa diterapkan Boaz cs.
"Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin memetik poin penuh. Memang cukup berat, tapi semua pelatih dan pemain tentunya ingin meraih kemenangan di kandangnya," ucap Raja Isa.
Saat menjamu Persiwa Wamena, Minggu lalu, PSMS unggul terlebih dulu lewat gol sundulan Sasa Zecevic di babak pertama. Setelah itu, lini pertahanan skuad hijau-hijau terlihat lengah di paruh kedua hingga berakibat tiga poin di depan mata sirna.
“Pemain sempat kurang konsentrasi dan kondisi itu dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol. Ini menandakan kompetisi ISL sangat ketat. Mudah-mudahan kelengahan itu tidak terulang saat melawan Persipura dan target kemenangan tercapai," ujarnya.
Monday, January 16, 2012
Jelang Bentrok Persema, Fabio Genjot Pemain
MEDAN-Tim PSMS Medan IPL terus menggenjot performa jelang laga kontra Persema Malang Sabtu (21/1) mendatang. Sebagai tolak ukur awal kesiapan, hariiniPSMSbakalmenggelar ujicoba kontra PS Sampali Putrahari ini di Lapangan Sampali sore ini.
Pelatih PSMS Fabio Lopez mengatakan, ujicoba merupakan rangkaian rutin yang mengiringi latihan persiapan skuad berjuluk Ayam Kinantan untuk mengetahui seperti apa perkembangan tim. “Setiap persiapan, akan disertakan dengan satu kali uji coba jelang pertandingan untuk memantau seperti apa pemain menerima asupan latihan yang diberikan,” ujar Fabio Lopez kemarin.
Selama ditangani pelatih berpaspor Italia itu, PSMS telah melakoni dua kali ujicoba, namun baru sekali memenangkan dan seri. Namun menurut Fabio lagi, kemenangan bukan hal utama yang ingin diraih dalam ujicoba, namun seperti apa kekompakan tim.
“Ya, dari setiap latihan yang kami buat tentunya tujuannya untuk melihat kerjasama dan kekompakan mereka. Taktik yang kami buat seperti apa aplikasinya di lapangan.
Tentunya kami sadar, pasti akan dibutuhkan evaluasi. Jadi ujicoba dilakukan untuk mengetahui kelemahankelemahan yang ada,” beber mantan pemandu bakat tim liga Italia Serie A Fironetina FC dan Atalanta FC itu.
Dari latihan yang digelar, PSMS memang cukup berkembang. Beberapa pemain yang baru bergabung pada laga kontra Persiraja Banda Aceh seperi Heri Suwondo, gelandang Korea Ahn Hyo Yeon, Sutrisno, Safrudin Tahar yang langsung dipercaya sebagai starting-eleven terlihat cukup padu.
Selain itu, materi latihan yang diberikan mantan pelatih Taktik untuk pelatih yang ingin memperoleh sertifikat Lisensi B UefA asosiasi sepak bola Lithuania itu cukup diterima dengan baik. Hal itu diakui asisten pelatih PSMS M Khaidir yang mengaku baru kali ini melihat metode latihan yang cukup detail ala Fabio Lopez. “Dia melatih dengan memperhatikan hal sedetail mungkin. Ini adalah hal yang positif untuk tim,” aku pelatih yang pernah membesut persiraja, PSMS, PSDS Deliserdang dan Persigo Gorontalo itu. (saz)
Pelatih PSMS Fabio Lopez mengatakan, ujicoba merupakan rangkaian rutin yang mengiringi latihan persiapan skuad berjuluk Ayam Kinantan untuk mengetahui seperti apa perkembangan tim. “Setiap persiapan, akan disertakan dengan satu kali uji coba jelang pertandingan untuk memantau seperti apa pemain menerima asupan latihan yang diberikan,” ujar Fabio Lopez kemarin.
Selama ditangani pelatih berpaspor Italia itu, PSMS telah melakoni dua kali ujicoba, namun baru sekali memenangkan dan seri. Namun menurut Fabio lagi, kemenangan bukan hal utama yang ingin diraih dalam ujicoba, namun seperti apa kekompakan tim.
“Ya, dari setiap latihan yang kami buat tentunya tujuannya untuk melihat kerjasama dan kekompakan mereka. Taktik yang kami buat seperti apa aplikasinya di lapangan.
Tentunya kami sadar, pasti akan dibutuhkan evaluasi. Jadi ujicoba dilakukan untuk mengetahui kelemahankelemahan yang ada,” beber mantan pemandu bakat tim liga Italia Serie A Fironetina FC dan Atalanta FC itu.
Dari latihan yang digelar, PSMS memang cukup berkembang. Beberapa pemain yang baru bergabung pada laga kontra Persiraja Banda Aceh seperi Heri Suwondo, gelandang Korea Ahn Hyo Yeon, Sutrisno, Safrudin Tahar yang langsung dipercaya sebagai starting-eleven terlihat cukup padu.
Selain itu, materi latihan yang diberikan mantan pelatih Taktik untuk pelatih yang ingin memperoleh sertifikat Lisensi B UefA asosiasi sepak bola Lithuania itu cukup diterima dengan baik. Hal itu diakui asisten pelatih PSMS M Khaidir yang mengaku baru kali ini melihat metode latihan yang cukup detail ala Fabio Lopez. “Dia melatih dengan memperhatikan hal sedetail mungkin. Ini adalah hal yang positif untuk tim,” aku pelatih yang pernah membesut persiraja, PSMS, PSDS Deliserdang dan Persigo Gorontalo itu. (saz)
Lini belakang PSMS kecolongan
MEDAN - PSMS Medan gagal memenuhi ambisinya meraih poin penuh dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Tadi malam di Stadion Teladan, Persiwa sukses menahan imbang 1-1.
Gol Habel Satya di menit 62 membuyarkan keunggulan PSMS lewat Sasa Zecevic. Pelatih PSMS, Raja Isa, mengakui lemahnya konsentrasi skuadnya kembali menjadi bumerang dalam laga tersebut.
"Kita lengah lagi membuat keputusan terhadap bola-bola rebound. Kita lengah dan konsentrasi kembali menjadi masalah. Kita sudah kasih tahu kelemahan lawan kepada pemain. tapi ini level berbeda. Saya minta maaf kepada masyarakat medan atas hasil ini," katanya.
Pada laga itu, lini tengah PSMS kembali lengkap dengan kehadiran Zainal Anwar pasca- menjalani sanksi akumulasi. In Kyun Oh cs mampu mendominasi jalannya laga, namun serangan yang dibangun mudah dipatahkan.
Osas Saha yang ditugaskan sendirian di depan tak kuasa melepaskan diri dari kawalan bek lawan. Dua kali dia mendapat crossing dari Zulkarnaen, namun kalah sigap dari kiper Persiwa, Galih.
Sodoran umpan Zulkarnain di menit 34 sukses disambut Saha, namun sepakannya melebar. Gol akhirnya tercipta di menit 39 lewat set piece Luis Pena yang dikonversi Sasa Zecevic lewat tandukannya. Gol itu melecut semangat tuan rumah menyerang.
Di babak kedua, PSMS mengawali ancaman lewat tendangan kaki kiri In Kyun yang masih mampu dihalau Galih. Persiwa mencoba bangkit dari ketertinggalan. Pieter Romaropen yang bermain di bawah form pun digantikan Jaelani Arey.
Pergantian ini membuat serangan Persiwa lebih tajam. Bersama Habel Satya, Jaelani mampu merepotkan kuartet pertahanan PSMS dengan kecepatannya. Benar saja, gol penyama kedudukan akhirnya lahir di menit 62. Dengan sekali kontrol, Habel melepaskan tendangan voli ke sudut kanan gawang PSMS. Markus Horison hanya bisa tertekan.
Habel sepertinya benar-benar menjadi momok menakutkan bagi PSMS. Di menit 67, Habel dihimpit dua pemain belakang lawan namun tendangannya kali ini bisa diamankan Markus. Sulitnya menembus kotak penalti lawan membuat Psms kerap melakukan spekulasi.
Usaha In Kyun di menit 78 masih membentur bek lawan. Pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna dan Alamsyah juga tak banyak membuat perubahan. Laga tetap berakhir 1-1. Pelatih Persiwa, Mario Gomez De Oliviera, mengatakan cukup puas dengan hasilnya.
"Saya cukup puas dengan hasil ini. Fisik yang bagus khas anak Papua kita punya. Kita berjuang 90 menit. Kita meraih hasil menghadapi tim yang bagus," katanya.
Menurut pelatih asal Brazil itu, di babak kedua ia memompa semangat anak asuhnya di babak kedua.
"Saya katakan mereka bisa, mereka punya kualitas. Saya berjuang terus memompa mereka satu mental yg lebih kuat kalau mereka bisa menang di luar. Apalagi Habel bermain baik. Dia punya kecepatan dan skill luar biasa. Dia agak cedera di kaki makanya kita ganti," pungkasnya
Gol Habel Satya di menit 62 membuyarkan keunggulan PSMS lewat Sasa Zecevic. Pelatih PSMS, Raja Isa, mengakui lemahnya konsentrasi skuadnya kembali menjadi bumerang dalam laga tersebut.
"Kita lengah lagi membuat keputusan terhadap bola-bola rebound. Kita lengah dan konsentrasi kembali menjadi masalah. Kita sudah kasih tahu kelemahan lawan kepada pemain. tapi ini level berbeda. Saya minta maaf kepada masyarakat medan atas hasil ini," katanya.
Pada laga itu, lini tengah PSMS kembali lengkap dengan kehadiran Zainal Anwar pasca- menjalani sanksi akumulasi. In Kyun Oh cs mampu mendominasi jalannya laga, namun serangan yang dibangun mudah dipatahkan.
Osas Saha yang ditugaskan sendirian di depan tak kuasa melepaskan diri dari kawalan bek lawan. Dua kali dia mendapat crossing dari Zulkarnaen, namun kalah sigap dari kiper Persiwa, Galih.
Sodoran umpan Zulkarnain di menit 34 sukses disambut Saha, namun sepakannya melebar. Gol akhirnya tercipta di menit 39 lewat set piece Luis Pena yang dikonversi Sasa Zecevic lewat tandukannya. Gol itu melecut semangat tuan rumah menyerang.
Di babak kedua, PSMS mengawali ancaman lewat tendangan kaki kiri In Kyun yang masih mampu dihalau Galih. Persiwa mencoba bangkit dari ketertinggalan. Pieter Romaropen yang bermain di bawah form pun digantikan Jaelani Arey.
Pergantian ini membuat serangan Persiwa lebih tajam. Bersama Habel Satya, Jaelani mampu merepotkan kuartet pertahanan PSMS dengan kecepatannya. Benar saja, gol penyama kedudukan akhirnya lahir di menit 62. Dengan sekali kontrol, Habel melepaskan tendangan voli ke sudut kanan gawang PSMS. Markus Horison hanya bisa tertekan.
Habel sepertinya benar-benar menjadi momok menakutkan bagi PSMS. Di menit 67, Habel dihimpit dua pemain belakang lawan namun tendangannya kali ini bisa diamankan Markus. Sulitnya menembus kotak penalti lawan membuat Psms kerap melakukan spekulasi.
Usaha In Kyun di menit 78 masih membentur bek lawan. Pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna dan Alamsyah juga tak banyak membuat perubahan. Laga tetap berakhir 1-1. Pelatih Persiwa, Mario Gomez De Oliviera, mengatakan cukup puas dengan hasilnya.
"Saya cukup puas dengan hasil ini. Fisik yang bagus khas anak Papua kita punya. Kita berjuang 90 menit. Kita meraih hasil menghadapi tim yang bagus," katanya.
Menurut pelatih asal Brazil itu, di babak kedua ia memompa semangat anak asuhnya di babak kedua.
"Saya katakan mereka bisa, mereka punya kualitas. Saya berjuang terus memompa mereka satu mental yg lebih kuat kalau mereka bisa menang di luar. Apalagi Habel bermain baik. Dia punya kecepatan dan skill luar biasa. Dia agak cedera di kaki makanya kita ganti," pungkasnya
Subscribe to:
Posts (Atom)