Monday, January 16, 2012

Jelang Bentrok Persema, Fabio Genjot Pemain

MEDAN-Tim PSMS Medan IPL terus menggenjot performa jelang laga kontra Persema Malang Sabtu (21/1) mendatang. Sebagai tolak ukur awal kesiapan, hariiniPSMSbakalmenggelar ujicoba kontra PS Sampali Putrahari ini di Lapangan Sampali sore ini.

Pelatih PSMS Fabio Lopez mengatakan, ujicoba merupakan rangkaian rutin yang mengiringi latihan persiapan skuad berjuluk Ayam Kinantan untuk mengetahui seperti apa perkembangan tim. “Setiap persiapan, akan disertakan dengan satu kali uji coba jelang pertandingan untuk memantau seperti apa pemain menerima asupan latihan yang diberikan,” ujar Fabio Lopez kemarin.

Selama ditangani pelatih berpaspor Italia itu, PSMS telah melakoni dua kali ujicoba, namun baru sekali memenangkan dan seri. Namun menurut Fabio lagi, kemenangan bukan hal utama yang ingin diraih dalam ujicoba, namun seperti apa kekompakan tim.

“Ya, dari setiap latihan yang kami buat tentunya tujuannya untuk melihat kerjasama dan kekompakan mereka. Taktik yang kami buat seperti apa aplikasinya di lapangan.

Tentunya kami sadar, pasti akan dibutuhkan evaluasi. Jadi ujicoba dilakukan untuk mengetahui kelemahankelemahan yang ada,” beber mantan pemandu bakat tim liga Italia Serie A Fironetina FC dan Atalanta FC itu.

Dari latihan yang digelar, PSMS memang cukup berkembang. Beberapa pemain yang baru bergabung pada laga kontra Persiraja Banda Aceh seperi Heri Suwondo, gelandang Korea Ahn Hyo Yeon, Sutrisno, Safrudin Tahar yang langsung dipercaya sebagai starting-eleven terlihat cukup padu.

Selain itu, materi latihan yang diberikan mantan pelatih Taktik untuk pelatih yang ingin memperoleh sertifikat Lisensi B UefA asosiasi sepak bola Lithuania itu cukup diterima dengan baik. Hal itu diakui asisten pelatih PSMS M Khaidir yang mengaku baru kali ini melihat metode latihan yang cukup detail ala Fabio Lopez. “Dia melatih dengan memperhatikan hal sedetail mungkin. Ini adalah hal yang positif untuk tim,” aku pelatih yang pernah membesut persiraja, PSMS, PSDS Deliserdang dan Persigo Gorontalo itu. (saz)

Lini belakang PSMS kecolongan

MEDAN - PSMS Medan gagal memenuhi ambisinya meraih poin penuh dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Tadi malam di Stadion Teladan, Persiwa sukses menahan imbang 1-1.

Gol Habel Satya di menit 62 membuyarkan keunggulan PSMS lewat Sasa Zecevic. Pelatih PSMS, Raja Isa, mengakui lemahnya konsentrasi skuadnya kembali menjadi bumerang dalam laga tersebut.

"Kita lengah lagi membuat keputusan terhadap bola-bola rebound. Kita lengah dan konsentrasi kembali menjadi masalah. Kita sudah kasih tahu kelemahan lawan kepada pemain. tapi ini level berbeda. Saya minta maaf kepada masyarakat medan atas hasil ini," katanya.

Pada laga itu, lini tengah PSMS kembali lengkap dengan kehadiran Zainal Anwar pasca- menjalani sanksi akumulasi. In Kyun Oh cs mampu mendominasi jalannya laga, namun serangan yang dibangun mudah dipatahkan.

Osas Saha yang ditugaskan sendirian di depan tak kuasa melepaskan diri dari kawalan bek lawan. Dua kali dia mendapat crossing dari Zulkarnaen, namun kalah sigap dari kiper Persiwa, Galih.

Sodoran umpan Zulkarnain di menit 34 sukses disambut Saha, namun sepakannya melebar. Gol akhirnya tercipta di menit 39 lewat set piece Luis Pena yang dikonversi Sasa Zecevic lewat tandukannya. Gol itu melecut semangat tuan rumah menyerang.

Di babak kedua, PSMS mengawali ancaman lewat tendangan kaki kiri In Kyun yang masih mampu dihalau Galih. Persiwa mencoba bangkit dari ketertinggalan. Pieter Romaropen yang bermain di bawah form pun digantikan Jaelani Arey.

Pergantian ini membuat serangan Persiwa lebih tajam. Bersama Habel Satya, Jaelani mampu merepotkan kuartet pertahanan PSMS dengan kecepatannya. Benar saja, gol penyama kedudukan akhirnya lahir di menit 62. Dengan sekali kontrol, Habel melepaskan tendangan voli ke sudut kanan gawang PSMS. Markus Horison hanya bisa tertekan.

Habel sepertinya benar-benar menjadi momok menakutkan bagi PSMS. Di menit 67, Habel dihimpit dua pemain belakang lawan namun tendangannya kali ini bisa diamankan Markus. Sulitnya menembus kotak penalti lawan membuat Psms kerap melakukan spekulasi.

Usaha In Kyun di menit 78 masih membentur bek lawan. Pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna dan Alamsyah juga tak banyak membuat perubahan. Laga tetap berakhir 1-1. Pelatih Persiwa, Mario Gomez De Oliviera, mengatakan cukup puas dengan hasilnya.

"Saya cukup puas dengan hasil ini. Fisik yang bagus khas anak Papua kita punya. Kita berjuang 90 menit. Kita meraih hasil menghadapi tim yang bagus," katanya.

Menurut pelatih asal Brazil itu, di babak kedua ia memompa semangat anak asuhnya di babak kedua.

"Saya katakan mereka bisa, mereka punya kualitas. Saya berjuang terus memompa mereka satu mental yg lebih kuat kalau mereka bisa menang di luar. Apalagi Habel bermain baik. Dia punya kecepatan dan skill luar biasa. Dia agak cedera di kaki makanya kita ganti," pungkasnya

Tiga poin tetap target utama

MEDAN - CEO dan Manajer Tim PSMS Medan, Idris SE dan Drs Benny Tomasoa, menegaskan tuan rumah Ayam Kinantan mengincar kemenangan saat menjamu Persiwa Wamena dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Minggu malam besok.

"Pada pertandingan lawan tim asal dari Papua itu, Zulkarnain cs harus tampil maksimal. Di samping itu, pemain harus berani bertarung untuk meraih kemenangan karena ini kompetisi yang ketat," kata keduanya ketika dihubungi di Stadion Kebun Bunga, Jumat.

Keduanya mengatakan kondisi pemain sudah siap bertanding dan berharap anak-anak tidak tampil over confident meskipun tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Baik Idris maupun Benny mengatakan Persiwa adalah lawan berat dan sama seperti tim lainnya di ISL, yakni ingin menang.

Diakui dua sosok yang sukses mengantarkan Ayam Kinantan lolos ke putaran delapan besar pada kompetisi Divisi Utama tahun lalu, pelatih Raja Isa kembali mempercayakan posisi kiper kepada Markus Horison yang juga kapten tim dengan dukungan Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Rahmad, dan Wawan Widiantoro.

Untuk lini tengah, PSMS masih memiliki Zulkarnaen, Luis Alejandro Pena serta duo Korea, Inkyun Oh dan Choi Dong Soo. Sementara itu, dua pemain lokal yang sempat absen di laga menghadapi Persib Bandung, Arie Supriatna dan Zainal Anwar, sudah bisa tampil lagi. Selain itu, ujung tombak tetap mengandalkan penyerang asal Nigeria, Osas Saha.

Bahkan Idris dan Benny sama-sama memaparkan saat ini belum saatnya menurunkan pemain muda karena pertandingan yang akan dilakoni tergolong penting. Setelah Persiwa, PSMS akan menjamu juara bertahan Persipura Jayapura.

"Dalam dua-tiga pertandingan ini merupakan awal dari kami, karena kami masih perlu pemain yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi," kata keduanya menambahkan gaji pemain sudah diberikan pada Kamis (12/1) lalu.

Friday, January 13, 2012

Idris: Djohar banyak langgar statuta

MEDAN (Waspada): Nama KSAD Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan mantan Menpora Adhyaksa Dault, mencuat menjadi calon Ketua Umum PSSI.

Trio tersebut diusung untuk menggantikan Prof Djohar Arifin Husin melalui Kongres Luar Biasa (KLB), 6 Maret mendatang. Ketua Forum Klub Anggota PSSI Sumut Pro Statuta, Idris SE, menyatakan ketiga nama dimaksud sudah dilobi pegiat sepakbola di daerah.

Menanggapi alasan munculnya KLB untuk menjatuhkan Djohar, Idris menuding karena Djohar banyak melanggar statuta PSSI, khususnya pasal 23 tentang Promosi dan. Degradasi. Menurut Idris, Djohar melanggar pasal 23 tentang jumlah peserta Indonesian Super League (ISL) dari 18 menjadi 24 tim dan delapan dari 12 tim Indonesian Premier League (IPL) ilegal.

Dalam hal ini, Djohar melanggar keputusan Kongres II PSSI di Bali No 08/Kongres/PSSI/2011 tertanggal 22 Januari 2011. Menurut Idris, kedelapan tim itu peserta IPL dan Arema Malang, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan tidak pernah mengikuti kompetisi tersebut.

Kemudian, Bontang FC degradasi ke Divisi Utama dengan Persema Malang, Persibo Bojonegoro (bukan anggota PSSI- setelah kena sanksi) dan PSM Makassar (degradasi ke Divisi Satu). Selain itu, memecat empat anggota Komite Eksekutif (Exco) dianggap sebagai pelanggaran besar karena yang berhak memecat/memberhentikan adalah kongres.

Terakhir, PSSI melakukan pelanggaran yang kasusnya mendunia tentang pengakuan dan pengunduran diri Diego Michiels dari Pelita Jaya. Tak lama berselang, Diego pun langsung bergabung dan merumput bersama Persija IPL.

“Ini melanggar statuta FIFA tentang masalah transfer pemain,” jelas Idris malam ini menambahkan Djohar juga membuat pelanggaran kala memberhentikan Alfred Riedl dari kursi pelatih timnas untuk memberi kepercayaan kepada Wim Rijsbergen.

“Sebelum Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) memutuskan KLB, mereka sudah berusaha menemui Ketua Umum PSSI. Namun upaya ini menemui kegagalan setelah yang pertama Djohar tidak di tempat dan kedua menolak ditemui,” klaim Idris.

CEO PSMS ISL itu mengaku, KPSI dan pendukungnya terutama Forum Klub Anggota PSSI Pro Statuta bisa mengubah keputusannya dengan membatalkan KLB seandainya Djohar kembali menaati statuta PSSI, seperti menggelar satu kompetisi saja.

“Forum secara tegas akan mengubah sikapnya dan kembali balik mendukung Djohar sebagai Ketua Umum PSSI. Jadi salah besar, kalau kami disebut akan menjatuhkannya tanpa alasan,” katanya menambahkan.

Kamil lolos seleksi tahap I

MEDAN - Harapan striker PSMS Indonesian Premier League (IPL), Abdul Kamil Sembiring, untuk mengenakan seragam timnas U-21 selangkah lagi tercapai. Namanya termasuk dari daftar 25 nama pemain yang lolos seleksi tahap awal. Ia akan menjalani pemusatan latihan untuk mengikuti kejuaraan di Brunei Darussalam, Februari mendatang.

Kelolosan ini akhirnya menjawab kekecewaan Kamil setelah sebelumnya gagal beberapa tahun silam saat dipanggil timnas U-17. Ketika itu cedera hamstring menghambatnya menampilkan performa terbaik.

“Saya masih muda dan akan memberikan yang terbaik bagi diri dan tim. Ini membanggakan bagi saya dan keluarga. Saya akan buktikan kalau saya bisa," ujar Kamil malam ini.

Para calon pemain timnas U-21 telah menjalani seleksi selama empat hari, terhitung mulai 7 Januari hingga 10 Januari. Koordinator Tim Nasional Indonesia, Bob Hippy, mengungkapkan 25 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan akan dikerucutkan lagi hingga terpilih 18 pemain yang akan dikirim ke Brunei.

"Hasil seleksi ini memang 25 orang, tapi yang berangkat 18 orang. Jadi 25 pemain ini akan diseleksi lagi," ujarnya di Kawasan Stadion Gelora Bung Karno.

25 Pemain Lolos Seleksi Tahap I
M Ridwan (Bontang FC), Aji Saka (Arema), Hidayat Berutu (Persikad), Ganjar Mukti, Rully Imanda (Diklat Ragunan), Syaiful Indra Cahya (Persija), Anugerah Agung Rosyam, Achmad Hisyam, Fadly M, Kurniawan, Achmad Hisyam, I Made Dwi Aryana Dana (PSM), Samsul Arifin (PON Jatim), Abdul Gani Pelupessy (Persikabo), Anggia Tofano, Yoshua Pahabol (Semen Padang), M Guntur Triaji (Persiraja), Ryan Putra M (Persidikap), Nova, Ridwan Awaludin (Bali De Vata), Abdul Kamil Sembiring (PSMS), Nova (Persires Bali De Vata), Achmad Faris Ardiansyah (Gresik United), Nurmufid Fastibiqul Khoirut, Miko Ardiyanto, Andik Vermansyah (Persebaya), dan Husin J Rahaningmas (Persemalra)

tatap dua laga tandang

MEDAN - Tiga angka perdana yang diperoleh usai menundukkan Persiraja Banda Aceh memang skuad PSMS IPL bersuka cita. Namun euforia kemenangan tak boleh terlalu larut karena dua laga tandang berat akan dijalani ke markas Persema Malang dan Persibo Bojonegoro.

Usai meliburkan skuadnya empat hari sebagai hadiah kemenangan atas Persiraja, latihan akan kembali digelar di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Kamis ini. Untuk mematangkan materi, laga ujicoba dijadwalkan Minggu (15/1) mendatang menghadapi Medan Putra.

Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez, mengatakan fokus persiapan adalah laga menghadapi Persema. Meski calon lawan berada di juru kunci, Allenatore asal Italia itu tak lantas meremehkan.

“Kemarin kami yang berada di juru kunci dan akhirnya kami berhasil mengalahkan Persiraja. Jadi posisi juru kunci tidak bisa dipandang enteng,” ujarnya.

Dengan persiapan yang baik, ia yakin skuadnya akan mampu memetik poin dari dua laga tandang nanti.

“Kalau bicara peluang menang, setiap tim punya, tapi faktor penunjangnya tentu dengan persiapan yang baik,” katanya.

Fabio memang tidak mematok target. Yang selalu ditekankannya kepada anak asuhnya adalah bagaimana bekerjasama dengan baik dan bermain sebaik mungkin. Jika itu mampu diwujudkan tentu berujung hasil positif.

“Saya tidak suka menghitung-hitung berapa poin yang bisa di dapat dari dua laga tandang itu (Persema dan Persibo Bojonegoro). Tapi harapannya pasti kami bisa dapat poin,” imbuhnya.

Apalagi kemenangan atas Persiraja cukup menaikkan moral bertanding skuadnya. Ia juga terus berusaha membenahi kekurangan yang ada.

“Tim semakin baik dan tugas kami untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dilakukan,” pungkasnya.

Di sisi lain, PSMS akan menggelar syukuran peresmian mes pemain di Perumahan Asam Kumbang, Sabtu (14/1) nanti. Skuad PSMS sudah berada di sana sejak Selasa lalu.

Raja Isa petik pelajaran berharga

MEDAN - Hanya satu poin dari tur Jawa Barat dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL), poin yang dibawah pulang PSMS. Kekalahan 1-3 dari Persib Bandung memupus harapan publik Medan akan kejutan yang dijanjikan.

Namun di balik kekalahan itu, Raja Isa mulai melihat perkembangan yang signifikan dari performa anak asuhnya. Pelajaran penting yang diperoleh skuadnya menjadi modal untuk berbenah di laga-laga berikutnya.

Pada laga itu, PSMS mulai berani bermain agresif. Tak heran di separuh laga, Ayam Kinantan mampu menghadirkan tekanan-tekanan hebat ke jantung pertahanan tuan rumah. Serangan yang ditunjukkan kali ini pun cukup tajam dengan empat tembakan ke arah gawang di babak pertama. Meski akhirnya mental yang jatuh di awal babak kedua membuyarkan hal itu.

“Saya ingin tim ini bermain indah, menghibur dan menang. Hanya saja butuh proses untuk menciptakan kemungkinan itu. Secara keseluruhan, saya salut buat kerja keras pemain meski kita kalah. Meski masih 30 persen, rap-rap itu mulai muncul kembali. Saya ingin menuju ke grafik 40-50 persen saat bertemu Persiwa dan Persipura di Teladan," ujarnya malam ini.

Menurut Raja Isa, skuadnya dihadapkan pada empat laga berat di awal kompetisi. Diakuinya cukup banyak pelajaran yang didapat dalam rangka membentuk karakter tim yang diinginkan.

"Anda tahu keempat klub ini diisi banyak pemain berlabel Timnas. Saya menyebut mereka miniatur Timnas. Kami gagal memberi kejutan, meski ada ragam pembelajaran bagi tim mendalami kesejatian rap-rap ini. Kerangka dan karakter mulai berbentuk," sebutnya.

Kendati begitu, Raja Isa melihat banyak hal yang masih harus dibenahi. Terutama kerjasama lini tengah dan depan.

“Seperti semalam, seharusnya ada tiga peluang matang yang seharusnya diberikan pada Osas Saha yang berdiri bebas dari pengawalan barisan pertahanan Persib," katanya.

Asisten Pelatih PSMS, Suharto, melihat ada perbaikan soal mentalitas bermain. Terbukti ketinggalan dua gol menghadapi Pelita Jaya, skuadnya mampu menahan imbang. Namun lini pertahanan masih kurang berkonsentrasi. Terutama atas gol-gol cepat di awal babak yang terjadi pada dua laga di Jawa Barat itu.

"Tiga gol yang Persib itu tidak terlepas dari kurangnya komunikasi di kuartet bek. Miskomunikasi itu menciptakan kebocoran-kebocoran yang jadi peluang emas bagi lawan. Ini yang akan kami perbaiki," pungkasnya.

Thursday, January 12, 2012

Awal Kebangkitan di Tangan Fabio

MEDAN-Kehadiran pelatih PSMS Fabio Lopez dianggap sebagai solusi mengembalikan PSMS sebagai klub sepak bola kompetitif. Karena dia berhasil membawa Jecky Pasarela dkk meraih tiga poin pada laga perdana di bawah taktiknya. Uniknya, Fabio tak pernah mau menjanjikan kemenangan. Memang, dalam setiap sesi wawancara pribadi dan konferensi pers, Fabio selalu menolak berkomentar jika ditanya target.

“Anda tahu setiap tim pasti memancangkan target menang. Seri dan kalah sama buruknya. So, saya tak pernah bisa menjawab itu. Saat saya berada di sini, saya memulai dari nol. Sebagai pelatih profesional saya harus mendongkrak kualitas tim ini dengan skuad yang ada. Hasilnya, kemenangan perdana bagi saya dan tim,” ungkapnya, Senin (9/1).
Fabio juga menuturkan di bawah besutannya pemain berupaya keras mengadaptasi setiap materi latihan. Banyak hal baru dalam racikan taktik semisal penerapan alur skema ofensif, teknik bertahan dan kombinasi keduanya.

“Fighting spirit dan kualitas stamina tim terus meningkat hari demi hari. Jika ada kesalahan yang mendasar, itu hanya karena belum mampu mengoptimalkan penyelesaian akhir,” ujar pelatih berusia 38 tahun itu. Evaluasi ini pula yang akan dijadikan pembelajaran jelang lawatan ke kandang Persema Malang, Sabtu (21/1) mendatang.

Asisten Pelatih M Khaidir menyebutkan kualitas kebugaran fisik pemain meningkat drastis. Kemampuan tampil konsisten selama laga normal. Kehadiran tiga pemain asing, Ahn Hyo Yeon, Julio Cesar Alcorse dan Vagner Luis menularkan efek positif.

Kuartet pertahanan yang dikomandoi duet Vagner Luis dan Fadli Hariri sangat disiplin. Bermain taktis dan cekatan menyuplai bola ke daerah pertahanan lawan. Duo penyerang, Julio dan Jecky juga mampu meningkatkan kadar penetrasi di area penalti lawan.

“Tapi, kami masih rapuh di lini tengah. Kolektivitas belum terbangun. Wajar, butuh proses bertahap kan,” tukas Khaidir.

Khaidir menguraikan mobilitas Ahn Hyo Yeon belum diimbangi pemain lokal lainnya. Masa transisi berupa penciptaan ruang masih sangat kurang. Ahn seolah bekerja sendiri di sektor tengah.

Imbasnya, aliran bola ke lini depan sangat minim. “Heri Suwondo dan Marwin Hanafi masih butuh penyesuaian dengan karakter Ahn Hyo Yeon. Beberapa mis komunikasi masih terjadi. Namun, ini tidak akan lagi terjadi saat partai away nanti,” harap Khaidir.

Apalagi libero asal Makedonia, Goran Ganchev sudah diturunkan. Optimalisasi pertahanan akan membuat konsentrasi penyerangan lebih tinggi. Mobilisasi barisan kedua akan memperkaya suplai bola ke area pertahanan lawan.

“Kalau penyerang kita sudah sangat klop. Jecky dan Julio tipikal penyerang yang haus gol. Jecky sudah memberikan gol penting bagi tim, ini sangat penting bagi moril bertanding tim. Motivasi untuk meraih hasil positif di laga berikutnya,” kata Khaidir seraya menambahkan, tim diliburkan hingga Kamis (12/1) mendatang guna melakukan penyegaran fisik dan psikis pemain. (saz)
MEDAN- Kehadiran penonton di Stadion Teladan tak dipungkiri menjadi pemicu skuad PSMS tampil lebih baik. Namun sayang, kemenangan perdana musim ini saat menekuk Persiraja Banda Aceh 1-0 kontras dengan minimnya suporter yang hadir.

Memang berbeda dari dua pertan dingan di Stadion Teladan sebelumnya, cukup ramai suporter memadati tribun terbuka, namun kondisi itu berbeda pada 7 Januari lalu. Walau cukup banyak suporter yang menduduki tribun tertutup, berbeda dengan heningnya suasana di tribun terbuka yang biasanya dipenuhi suporter muda yang menyanyikan yel-yel mendukung PSMS. Hampir tidak ada suporter PSMS Medan Fans Club (PFC) yang hadir, hanya puluhan anggota Kampak FC.

Kondisi itu tak ayal mengundang perhatian pelatih PSMS Fabio Lopez. Dia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Baginya, satu-satunya kerugian PSMS di laga kontra Persiraja Banda Aceh adalah minimnya dukungan klub suporter PFC. “Di tempat duduk tribun terbuka saya melihat hanya sedikit suporter yang hadir. Satu-satunya yang membuat kami lemah adalah kehilangan suporter PSMS yang fantatik,” ujar pelatih berkebangsaan Italia itu, Selasa (10/1).
Dia mengaku tak mengetahui apa yang menyebabkan kondisi itu terjadi. “Dari informasi yang saya dapat, sebelumnya cukup banyak fans yang datang. Tapi saya lihat hari Sabtu (7/1) lalu nyatanya sedikit sekali. Mudah-mudahan itu tidak lagi terjadi di pertandingan berikutnya,” harapnya.

Ketua PFC Rahmat Nur Lubis membenarkan kondisi itu. Dia mengatakan, PFC tidak turun dalam jumlah banyak saat itu lantaran harga tiket yang dikeluarkan panpel (penitia pelaksana pertandingan) cukup mahal, sehingga membuat anggota PFC mengurungkan niat untuk menonton pertandingan.

Harga tiket kelompok suporter yang semula 10 ribu rupiah mengalami kenaikan lima ribu rupiah. “Kami diberitahukan kenaikan harga tiket juga satu hari sebelum pertandingan. Otomatis banyak anggota yang terkejut dengan kondisi itu dan memilih untuk tidak menonton,” kata Rahmat.

Pertimbangan untuk menonton pertandingan PSMS di Stadion Teladan menurut Rahmat, selain belum meraih hasil maksimal di tiga pertandingan sebelumnya, serta perbedaan harga mencolok antara dua pertandingan sebelumnya dengan saat menghadapi tim besutan Heri Kiswanto menurut Rahmat seharusnya bisa diantisipasi manajemen.
Menjawab hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat mengaku, pihaknya akan mengevaluasi harga tiket pertandingan terutama untuk kalangan suporter. “Kami akan evaluasi lagi. Kami akui, harga tiketnya ketinggian itu. Kami akan rembukkan untuk penurunan harga tiket kembali,” ujarnya. “Pajak tiket 10 ribu, jadi kalau kami turunkan tidak mungkin karena akan defisit,” sambungnya lagi.(saz)

Tuesday, January 10, 2012

Mamic: PSMS Sempat Rusak Permainan Persib

Luar biasa, Persib Bandung kali ini menujukkan taringnya. Setelah sebelumnya ditahan imbang 1-1 oleh PSAP Sigli, Persib kali ini mengamuk saat menghadapi PSMS Medan.

Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin 9 Januari, Maung Bandung berhasil menumbangkan PSMS. Persib menang dengan skor 3-1.

Kemenangan atas PSMS ini langsung membuat pelatih Persib Drago Mamic bisa tersenyum lebar. Menurut dia, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras seluruh pemain.

"Saya senang dengan hasil ini. Para pemain bermain dengan penuh semangat. Pertandingan ini pun berjalan cukup keras dan kedua tim bermain bagus. Namun, kita jangan terlalu bahagia dulu, karena perjalanan kita masih panjang," kata Mamic.

Arsitek asal Kroasia itu pun menilai, permainan yang ditunjukan PSMS sempat merusak ritme permainan Persib. Namun, Persib bisa mengembalikan ritme permainannya kembali.

"Permainan PSMS sempat merusak ritme yang kita mainkan. Namun, kita bisa tetap mengembalikan ritme dan bermain seperti biasa," tuturnya.

Mamic pun sempat mempertanyakan kinerja wasit Iwan Sukoco yang di nilai kurang mengeluarkan keputusan yang kurang tepat. Pertama saat Airlangga Sucipto dijatuhkan di kotak penalti. Kedua ketika wasit membiarkan Alejandro Pena melakukan tindakan kasar kepada Hariono.

"Di babak pertama kami harusnya mendapat penalti, tapi wasit mengeluarkan keputusan kurang tepat. Pemain PSMS pun harusnya ada yang mendapat kartu merah," tandasnya. (Yadi/Muhammad Hasits/Vivanews)

PSMS Medan Raja Isa Puas Beri Kejutan Persib

Meski pulang tanpa poin, pelatih PSMS Medan, Raja Isa tidak kecewa. Dia tetap puas dengan penampilan anak asuhnya.

PSMS sebelumnya harus mengakui keunggulan Persib dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL). PSMS menyerah 1-3.

"Saya ucapkan selamat atas kemenangan Persib. Secara keseluruhan pertandingan berjalan baik. Saya puas dengan permainan anak-anak, meski hasil akhirnya kurang baik untuk kami," kata Isa.

"Di babak pertama kami harusnya bisa cetak gol, namun kami kurang beruntung. Tapi saya puas bisa beri kejutan, sesuai janji saya untuk memberi kejutan untuk Persib dan kita bisa buktikan itu tanpa pemain bintang," tambahnya.

Disinggung mengenai tiga gol yang bersarang pada awal babak kedua, pelatih asal Malaysia itu menilai, para pemain belakangnya memang kehilangan konsentrasi dan lengah.

"Awal babak kedua, pemain belakang terlalu lengah, sehingga Persib dengan mudah bisa mencetak gol ke gawang kami," ucapnya.

Terlepas dari hasil minus di kandang Persib, Isa menyatakan sejauh ini dirinya cukup bangga melihat penampilan Markus Haris Maulana cs yang sejauh ini cukup bisa menunjukkan performa yang baik.

"Musim ini kami banyak dihuni pemain muda, tapi kita bisa menampilkan sepakbola yang baik. Meski main tandang, kami tetap bermain menyerang. Dan itu bisa kami buktikan meski kali ini tidak bisa meraih poin," pungkasnya.

Kamil berharap masuk skuad U-21

MEDAN - Undangan seleksi dari PSSI U-21 kepada striker PSMS Indonesian Premier League (IPL), Kamil Sembiring, tak ingin disia-siakannya. Ia ingin menjadi bagian dari skuad yang dipersiapkan menghadapi Piala Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam.

Sejak Sabtu lalu, Kamil telah mengikuti seleksi di Jakarta saat timnya bertarung dengan Persiraja Banda Aceh. Dihubungi dari Medan, Kamil mengatakan senang bisa ikut seleksi. Pesepakbola yang menimba ilmu sepakbola di SSB Generasi ini mengakui hal ini bukan pertama kali dipanggil seleksi timnas, karena beberapa tahun lalu pernah dipanggil seleksi U-17.

"Saya senang sekali dan mudah-mudahan kali ini bisa masuk tim. Karena sebelumnya saat dipanggil seleksi U-17 saya cedera hamstring dan akhirnya gagal," ujar mantan striker PSPS Pekanbaru tersebut, Senin.

Kamil pun tak lupa berterima kasih pada manajemen dan tim pelatih yang memberinya izin tidak memperkuat tim.

"Saya gembira kali mendengar tim menang lawan Persiraja, kawan-kawan berjuang keras. Terima kasih, khususnya Jecky (Pasarella) yang mencetak gol," ungkap mantan pemain PSMS dua musim ini.

Sementara itu, Manajer PSMS IPL Dolli Siregar mengatakan Kamil diprediksi absen dari tim Ayam Kinantan hingga 12 Januari mendatang.

"Jadi nggak tahu juga ini kabar gembira atau tidak. Dibilang gembira karena pemain kita masuk seleksi timnas, tapi kita harus kehilangan Kamil dalam beberapa hari," pungkasnya.

Timnas U-21 yang akan dilatih oleh Widodo Cahyono Putro saat ini masih menjalani tahap seleksi akhir. Ada 52 pemain yang menjalani seleksi di mana jumlah itu akan dikerucutkan menjadi 25 nama yang selanjutnya menjalani pemusatan latihan.

Pemain yang diseleksi di Lapangan PSSI Senayan Jakarta merupakan pemain muda yang berasal dari klub IPL, Divisi Utama, dan Divisi I. Pengumuman seyogianya akan digelar Senin ini, namun ditunda menjadi Selasa (10/1).

Persib hadiahi kekalahan perdana

MEDAN - Persib Bandung menjadi pemenang duel klasik kontra PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Soreang, Bandung, Senin. Maung Bandun membekap tim besutan Raja Isa itu 3-1 berkat gol Aliyuddin, Abanda Herman, dan Moses Sakyi.

Hasil ini memastikan PSMS hanya membawa pulang satu angka dari tur ke Jawa Barat. Satu poin itu diraih di kandang Pelita Jaya, Jumat lalu. Melawan Maung Bandung, PSMS tampil dengan sedikit perubahan di tengah absennya Zainal Anwar.

Uniknya, Ayam Kinantan tampil mengejutkan di separuh laga. Sejak awal, kombinasi serangan dari In Kyun Oh, Zulkarnain, dan Choy Dong Soo yang berujung pada Osas Saha sebagai ujung tombak mengejutkan tuan rumah.

Namun, performa gemilang Jendry Pitoy di bawah mistar berandil besar memastikan gawang Persib masih “perawan” hingga turun minum. Tercatat tendangan Luis Alejandro Pena di menit 26 mampu digagalkannya. Begitu juga tandukan Sasa Zecevic. Peluang Zulkarnaen memanfaatkan blundernya kapten Persib, Maman Abdurrahman, juga masih gagal.

Persib yang tak banyak melakukan ancaman di babak pertama lebih banyak mengandalkan set piece. Salah satunya adalah tendangan Miljan Radovic yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Markus Horison. Selain itu, anak-anak Persib cenderung bermain kasar. Seperti aksi Haryono yang sengaja menendang Anton Samba untuk kemudian diganjar kartu kuning.

Lain ceritanya di babak kedua. Giliran tim tamu yang dikejutkan. Belum semenit laga berjalan, gawang Markus bergetar. Aliyuddin lolos dari kawalan Sasa dan melepaskan tembakan kaki kanan terarah dengan sekali kontrol.

Petaka untuk PSMS berlanjut di menit 52. Kali ini kekhawatiran Raja Isa atas set piece Persib menjadi kenyataaan. Tendangan bebas Miljan Radovic menciptakan kemelut yang akhirnya membuat Abanda Herman memenangkan duel udara.

Asa PSMS tetap hidup ketika Saha menceploskan gol perdananya di menit 69. Prosesnya cukup ciamik karena umpan Wawan Widiantoro diselesaikan dengan sepakan voli. Namun harapan itu kembali sirna saat Moses Sakyi memaksa Markus memungut bola ketiga kali tepat satu menit jelang bubaran.

Meski kalah, Raja Isa tak terlalu kecewa. Hal itu dihibur dengan penampilan atraktif anak asuhnya.

"Luar biasa kita menghadapi Persib hari ini. Saya puas meski tidak bisa dapat poin penuh. Saya tidak janjikan target di sini, karena cuma ingin berikan kejutan dan Alhamdulillah kita sudah mengejutkan Persib. Tapi kita memang tidak beruntung saja," ungkapnya.

"Kita punya sekitar enam peluang yang harusnya jadi gol. Mungkin Tuhan belum izinkan kita menang dan cetak gol lebih banyak lagi di sini," lanjutnya.

Monday, January 9, 2012

Ingin kejutan berlanjut di Bandung

EDAN - Satu angka dari kandang Pelita Jaya menjadi modal positif PSMS menantang Persib Bandung dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2011 di Stadion Jalak Harupat, Senin ini.

Tiga laga tanpa terkalahkan membuat tim besutan Raja Isa datang ke Bandung dengan percaya diri. Duel klasik ini diprediksi akan berlangsung ketat. Di era kejayaannya, PSMS dan Persib adalah saingan ketat dalam kompetisi perserikatan.

Final perserikatan 27 tahun silam menyisakan cerita perseteruan kedua tim. Kedua tim tentu tak ingin melepaskan laga ini tanpa raihan poin.

"Secara tim, Persib Bandung siap menjamu PSMS Medan. Laga ini merupakan laga besar, karena sejak perserikatan kedua tim telah menjalani persaingan tim. Kami telah mengitropeksi kesalahan saat menjamu PSAP lalu. Kami harap bisa tampil lebih baik saat meladeni PSMS," ujar Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis, baru-baru ini.

Namun itu cerita masa lalu. Kedua tim sudah absen bertemu sejak PSMS terdegradasi dari ISL tiga musim lalu. Kini PSMS datang lagi dengan tekad mencuri angka. Dan juga memperbaiki rekor sebelumnya. Tercatat empat duel terakhir menjadi milik Persib. PSMS terakhir menjungkalkan Persib di musim 2006 (masih berformat Divisi Utama-red).

Begitu pun PSMS yang dalam kondisi terkininya tidak lengkap. Absennya jangkar Zainal Anwar dan super sub Arie Priyatna akibat hukuman kartu membuat Ayam Kinantan menantang Maung Bandung dalam kondisi pincang. Namun bukan alasan jika PSMS menyerah. Tim Sumatera lainnya, PSAP Sigli, terbukti bisa mengimbangi Persib.

"Saat ini kondisi tim sedang baik. Kehilangan dua pemain, tak boleh jadi suatu masalah. Sepakbola adalah kerja tim, dan di PSMS semua pemain siap kapan saja diturunkan," ucap Raja Isa.

Namun lagi-lagi dalam psywar, pelatih PSMS ISL asal Malaysia itu memilih merendah. Baginya Persib adalah salah satu kekuatan besar di sepakbola Indonesia. Belum lagi dukungan semangat dari para bobotoh. Namun kejutan diharapkannya berlanjut di Bandung.

"Bagaimana pun Persib adalah tim yang lebih baik dari PSMS dari segi persiapan dan infrastruktur. Saya tak ingin terpengaruh dengan hasil imbang mereka. Saat menjamu PSAP, mereka hanya over confidence. Saat menghadapi PSMS, saya percaya mereka akan bermain lebih baik. Tapi bukan berarti PSMS tak bisa melakukan kejutan yang akan kami coba lakukan lagi," sambungnya.

Menghadapi Persib nanti, Raja Isa mencoba mempelajari kesalahan dari laga sebelumnya. Konsentrasi yang tak terjaga terutama di menit-menit awal menjadi bahan perbaikan. Dua gol Pelita Jaya tercipta di menit-menit awal babak. Karena itu, sepanjang laga Novi Handiawan cs dituntut fokus.

Perubahan komposisi mutlak terjadi. Luis Pena akan mengisi peran yang ditinggalkan Zainal membantu pertahanan. Satu tambahan kekuatan hadir lewat Yoseph Ostanika. Niko, begitu ia disapa, sudah tiba di Bandung sejak Minggu siang. Ia tentu akan jadi alternatif bila Saha belum juga tajam di depan.

Jika PSMS jeli, serangan sayap Persib sedikit pincang dengan absennya Zulkifli Syukur. Bek timnas itu sebelumnya menerima kartu kuning saat menghadapi PSAP. Arsitek Persib, Drago Mamic, tentu harus menggantikannya dengan pemain yang sepadan. Dan M Nasuha yang biasa beroperasi di kiri akan dirotasi ke kanan.

Jangan juga dilupakan Miljan Radovic, M Ilham, Airlangga plus Moses Saakyi. Ketiganya akan diandalkan membobol gawang PSMS. So, jika lengah, kejutan yang diharapkan akan sirna.

PSMS ISL Markus Siap "All Out" Lawan Persib

Raja Isa menunjuk Markus Haris Maulana sebagai kapten PSMS Medan di kancah ISL musim 2011/2012. Kiper kelahiran Pangkalan Brandan 1981 ini dinilai sudah menjadi ikon pesepakbola Medan-Sumut. Lebih prinsipil lagi memiliki jiwa kepemimpinan di dalam dan luar lapangan.

Kiper ramah dan mudah senyum ini menampik adanya tensi tinggi secara pribadi dengan Persib Bandung. Sepakbola selalu tidak bisa diukur secara matematis. Masuk dan keluar dari satu klub ke klub lain sudah menjadi hukum alam di dunia si kulit bundar. Kendati begitu, ia menjanjikan tetap memberi yang terbaik bagi timnya.

"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Saat ini saya bersama PSMS, bahkan saya dibesarkan dari klub ini. Saya akan memberi yang terbaik bagi PSMS tanpa harus memandang Persib sebagai musuh pribadi. Kami datang ke Bandung untuk tiga poin," katanya kepada www.tribun-medan.com.

Markus juga menyebutkan ia dan tim siap tampil "all out", baik menghempang penetrasi skuad Drago Mamic maupun eksekusi bola-bola mati. "PSMS hanya tim kecil dibanding Persib yang bisa dibilang miniatur Timnas. Tapi kami punya fighting spirit dan tak mau kalah sepanjang laga. Secara pribadi, saya sangat siap," tandasnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Indonesia Super League Persib Diminta Tak Main Kasar Lawan PSMS

Persib Bandung optimistis merebut tiga poin dalam laga kandang melawan PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Senin 9 Januari 2012. Minimal, Maung Bandung bisa mempertahankan rekor tak terkalahkan di depan puluhan mata ribu mata pendukung sendiri di Stadion Si Jalak.

"Saya optimistis besok menang. Anak-anak sudah siap berjuang keras mengalahkan PSMS, rival bebuyutan, biarpun tidak ada Robby Gaspar dan Zulkifli Syukur,"ujar Manajer Persib Umuh Muhtar usai latihan anak-anak asuhannya di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Ahad 8 Januari 2012.

"Tapi saya sudah ingatkan juga supaya anak-anak jangan sampai terpancing permaianan kasar lawan. Biarkan saja wasit yang memutuskan, mudah-mudahan besok wasitnya netral,"imbuhnya.

Setelah kehilangan Robby Gaspar, Persib dipastikan tampil tanpa pemain bertahan Zulkifli Syukur. Pemain bernomor punggung tiga ini dikenai sanksi akumulasi kartu kuning menyusul laga kontra PSAP Sigli Kamis 5 Januari lalu.

"Untuk pengganti Zulkifli, kami siapkan Nasuha,"kata pelatih Drago Mamic tadi pagi. Adapun untuk merebut kemenangan besok, Drago sudah menyiapkan taktik lebih komplet.

"Kami sudah siapkan supaya serangan kami dari sektor kiri maupun berjalan seimbang. Kami juga sudah siapkan agar akurasi dalam menyelesaakan peluang gol lebih baik ketimbang pertandingan sebelumnya,"tandasnya. (Erick Hardi/Tempo)

Atep Belum Bisa Diturunkan Lawan PSMS

Jelang laga melawan PSMS Medan, Dokter tim Persib Bandung, dr Rafi Ghani mengatakan, gelandang sayap andalan tim Pangeran biru, Atep Ahmad Rizal diperkirakan masih belum bisa diturunkan. Sebab, Rafi mengutarakan, Atep masih merasakan nyeri pada kelingking kaki kirinya.

"Cederanya memang tidak serius, hanya perlu digaris bawahi rasa sakitnya sangat terasa sakit untuk Atep sehingga kemungkinan belum bisa diturunkan," kata Rafi saat ditemui wartawan di Stadion Siliwangi, Jumat (6/1/2012) malam.

Kala menjalani latihan pada hari Jumat, pemain bernomor punggung tujuh masih melakukan latihan terpisah. Hanya saja, Atep sudah mencoba menggunakan sepatu bola.

Namun Menurut Rafi, cedera yang dialami Atep itu sudah berangsur membaik setelah menjalani perawatan. Hanya saja Rafi belum bisa memastikan terkait Atep berlaga melawan PSMS. "Sudah ada peningkatan. Dia juga sudah mulai bisa menendang bola," ujar Rafi.

Seperti diketahui Atep sudah mengalami cedera sebelum pertandingan Persib kontra PSAP Sigli yang digelar di Stadion Si Jalak harupat, Kamis (5/1/2012) sore. Atep didiagnosa mengalami infeksi di kelingking kaki kirinya semenjak persiapan timnya menghadapi laga kelimanya itu pada Minggu (1/1/2012).

Dengan kondisi itu Rafi melarangnya untuk bermain di laga kelima itu. Akibatnya, Atep hanya menjadi penonton menyaksikan rekan-rekannya di tribun VVIP. (Hasiolan Eko P Gultom/TribunNews)

PSMS Medan Waspadai Bola Mati Persib

Tren positif menjalari PSMS Medan di awal perhelatan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.

Setelah menahan imbang Pelita Jaya pada laga away pertama, kini tim Ayam Kinantan bertekad untuk tetap merebut poin pada partai tandang kedua, menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (9/1/2012) sore esok.

Peluang mencuri poin memang terbuka bagi anak-anak Medan. Selain mental pemain sedang meningkat pascasukses menahan Pelita, walau tertinggal dua gol lebih dahulu, kondisi Persib juga masih terbilang labil menyusul hasil imbang menjamu PSAP Sigli.

Kehilangan dua pemain, Arie Supriatna dan Zainal Anwar, kata Pelatih PSMS Raja Isa, bukan masalah besar.

Meski Yoseph Niko Ostaniko belum bergabung dalam sesi latihan, Minggu (8/1/2012) pagi, namun mantan pemain Bintang Medan tersebut telah tiba di Bandung, kemarin siang.

Ia pun siap diturunkan saat menyambangi Persib. Kehadirannya jelas sebuah suntikan moral bagi tim, mengingat posisi striker hanya menyisakan Osas Saha.

"Saat ini kondisi tim sedang baik. Kehilangan dua pemain, tak boleh jadi suatu masalah. Sepakbola adalah kerja tim. Di PSMS semua pemain siap kapan saja diturunkan," ucap Raja Isa.

Namun, pelatih asal Malaysia tersebut tak ingin memandang Persib Bandung sebelah mata.

"Bagaimana pun Persib adalah tim yang lebih baik daripada PSMS dari segi persiapan dan infrastruktur. Saya tak ingin terpengaruh dengan hasil imbang mereka."

"Saat menjamu PSAP, mereka hanya over confidence. Saat menghadapi PSMS, saya percaya mereka akan bermain lebih baik. Tapi itu bukan berarti, PSMS tak bisa melakukan kejutan. Kejutan akan coba kami lakukan lagi di Bandung," katanya.

Raja Isa menambahkan, pada laga nanti, kiper Markus Horison akan menjadi sorotan.

"Dalam laga nanti Markus pasti jadi sorotan. Dan bila Persib mengira Markus adalah kiper blunder, itu akan menguntungkan kami. Karena saya percaya, Markus akan menjawab tantangan itu dan masih merupakan salah satu kiper terbaik di Indonesia," katanya.

Selain memperingatkan para pemain pada eksekusi bola-bola mati Persib, pelatih yang pernah membesut Persiram Raja Ampat, dan Persipura Jayapura tersebut juga menekankan untuk langsung fokus sejak menit awal, dan tetap konsentrasi di menit-menit akhir.

Tujuannya, agar kebobolan di menit-menit awal saat menghadapi Pelita tidak terulang. Untuk skema permainan, PSMS tampaknya akan kembali turun dengan formasi 4-2-3-1.

Anton Samba akan turun menggantikan peran Zainal Anwar mendampingi Luis Pena sebagai gelandang bertahan, menyokong pertahanan yang digalang, Rahmad, Novi, Handriawan Sasa Zecevic, dan Wawan.

Posisi gelandang serang tetap dipercayakan kepada Zulkarnain, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo guna membantu lini depan yang diisi Osas Saha.

Sementara itu di kubu Persib, bek kanan tim nasional Zulkifli Syukur dipastikan tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu kuning.

Pemain asing Robbie Gaspar juga belum bisa diturunkan dan masih berada di Australia untuk pemulihan cidera.

Namun kondisi tersebut juga tak menyulitkan Maung Bandung, karena Nasuha dan Tony Sucipto bisa merumput. Laga yang akan disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta ini, kata Robby Darwis, merupakan big match. Kedua tim bersaing ketat sejak era perserikatan. (Anwar Sadat Guna/TribunNews)

Duo PSMS gagal datang karena tiket

MEDAN - Absennya dua pemain akibat sanksi kartu pada laga kontra Persib Bandung Senin (9/1) ini membuat Raja Isa mendatangkan tiga pemain lagi dari Medan. Ketiganya adalah Masruddin Al-Massi, Yoseph “Niko” Ostanika, dan Jimmy Mak. Namun baru Niko yang dikabarkan tiba di Bandung.

Cukup disayangkan karena kendalanya justru karena tiket. Manajer PSMS ISL, Benny Tomasoa, tak memungkiri pihaknya kesulitan mendapat tiket. Harusnya tiket tak menjadi permasalahan yang mengancam persiapan tim jika manajemen sigap. Tak dipungkiri Raja Isa membutuhkan tambahan pemain menyusul absennya Zainal Anwar dan Arie Priyatna.

Menurut Benny, pihaknya hanya bisa mendapatkan satu tiket dan Yoseph Ostanika akan diprioritaskan untuk terbang ke Bandung.

"Untuk satu tiket telah kita dapatkan dan itu akan digunakan untuk mendatangkan Niko, mengingat minimnya stok lini depan yang ada," sambung Benny.

Kebutuhan akan lini depan memang mutlak. Meskipun Saha masih diandalkan sebagai ujung tombak, namun Raja Isa butuh alternatif untuk membobol gawang lawan di tengah tumpulnya Osas Saha.

Sampai saat ini, Saha belum membukukan satu gol pun dari tiga laga. Dan Arie Priyatna telah membuktikan dirinya bisa menjadi senjata alternatif dengan golnya ke gawang Pelita Jaya yang berandil besar atas satu poin PSMS. Peran Arie diharapkan dapat diemban Niko.

Di sisi teknis, PSMS terus mematangkan persiapan. Dari materi latihan hari ini, Raja Isa memfokuskan pada pematangan counter attack. Menyadari Persib sebagai tuan rumah akan tampil menyerang, serangan balik cepat diyakini strategi terbaik.

Selain itu, fokus latihan juga tertuju pada pengantisipasian terhadap bola-bola mati, mengingat Persib memilki Miljan Radovic yang memang mempunyai akurasi tinggi dalam mengeksekusi bola-bola mati.

Kerinduan PSMS IPL terjawab

MEDAN - Tiga angka yang dirindukan PSMS di arena Indonesian Premier League (IPL) akhirnya tercapai. Menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Medan, Sabtu, skuad besutan Fabio Lopez ini menang tipis 1-0 berkat gol Jecky Pasarella.

Tak ayal, tiga angka ini disambut sukacita seluruh awak tim. Pelatih Fabio Lopez pun mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dengan pujian.

“Ini laga yang sudah lama kita persiapkan, Biarkan kami menikmati kemenangan ini. Mereka bekerja cukup keras di lapangan,” ujarnya.

Perubahan yang dilakukan allenatore asal Italia ini cukup baik di babak kedua dan berandil besar atas tiga angka skuadnya.

“Dengan Jecky sebagai ujung tombak dan dua second striker di babak pertama, kita punya peluang mencetak gol. Tapi kita kurang beruntung. Setelah itu, kita evaluasi dan mengubah taktik di babak kedua. Mereka mengaplikasikannya cukup baik di lapangan,” ujar Fabio.

Khusus penampilan striker Argentina, Julioo Alcorse, Fabio tak menilainya bermain tidak buruk. Fabio menilai Julio memang sulit menerapkan strategi karena ditempatkan sebagai second striker.

Melawan Persiraja, PSMS tampil lebih percaya diri. Dua wajah baru dalam diri Safrudin Tahar dan Sutrisno menghiasi line up di posisi bek sayap. Sementara itu, Ahn ditugasi menjadi kreator serangan.

Tujuh menit memasuki babak kedua, penguasaan bola menjadi milik PSMS. Benar saja, sorak sorai pun pecah menyambut gol Jecky. Berawal dari umpan satu dua Marwin dan Andrea di mulut kotak terlarang, bola diteruskan dengan umpan silang menusuk untuk disontek Jecky.

Unggul satu gol, serangan PSMS mengendur. Sebaliknya serangan Persiraja yang dimotori Abdulaye Djibril dan Abdul Musyawir kerap kandas sebelum masuk kotak 16. Duet Vagner Luis dan Fadli Hariri cukup sigap mengatasinya. Pada laga ini, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Andre Abu Bakar, Sutrisno (PSMS) dan Christian Alejandro (Persiraja).

Usai pertandingan, Maman Suryaman yang juga Asisten Pelatih Persiraja mengakui performa skuadnya cukup buruk.

“Sebenarnya di babak pertama kita punya banyak peluang. Tapi di babak kedua kita praktis kehilangan banyak kans. Kita banyak melakukan kesalahan-kesalahan. Anak-anak bermain buruk. Bahkan pemain kunci Ghigani yang kita harapkan justru tak kalah buruk. Kita akui memang kalah hari ini,” katanya.

Persiraja yang baru membukukan lima angka dari lima laga akan coba bangkit di laga selanjutnya. “Kita kehilangan banyak poin. Dan ketertinggalan ini akan coba kita kejar di dua laga kandang nanti,” pungkasnya