Thursday, January 12, 2012

Awal Kebangkitan di Tangan Fabio

MEDAN-Kehadiran pelatih PSMS Fabio Lopez dianggap sebagai solusi mengembalikan PSMS sebagai klub sepak bola kompetitif. Karena dia berhasil membawa Jecky Pasarela dkk meraih tiga poin pada laga perdana di bawah taktiknya. Uniknya, Fabio tak pernah mau menjanjikan kemenangan. Memang, dalam setiap sesi wawancara pribadi dan konferensi pers, Fabio selalu menolak berkomentar jika ditanya target.

“Anda tahu setiap tim pasti memancangkan target menang. Seri dan kalah sama buruknya. So, saya tak pernah bisa menjawab itu. Saat saya berada di sini, saya memulai dari nol. Sebagai pelatih profesional saya harus mendongkrak kualitas tim ini dengan skuad yang ada. Hasilnya, kemenangan perdana bagi saya dan tim,” ungkapnya, Senin (9/1).
Fabio juga menuturkan di bawah besutannya pemain berupaya keras mengadaptasi setiap materi latihan. Banyak hal baru dalam racikan taktik semisal penerapan alur skema ofensif, teknik bertahan dan kombinasi keduanya.

“Fighting spirit dan kualitas stamina tim terus meningkat hari demi hari. Jika ada kesalahan yang mendasar, itu hanya karena belum mampu mengoptimalkan penyelesaian akhir,” ujar pelatih berusia 38 tahun itu. Evaluasi ini pula yang akan dijadikan pembelajaran jelang lawatan ke kandang Persema Malang, Sabtu (21/1) mendatang.

Asisten Pelatih M Khaidir menyebutkan kualitas kebugaran fisik pemain meningkat drastis. Kemampuan tampil konsisten selama laga normal. Kehadiran tiga pemain asing, Ahn Hyo Yeon, Julio Cesar Alcorse dan Vagner Luis menularkan efek positif.

Kuartet pertahanan yang dikomandoi duet Vagner Luis dan Fadli Hariri sangat disiplin. Bermain taktis dan cekatan menyuplai bola ke daerah pertahanan lawan. Duo penyerang, Julio dan Jecky juga mampu meningkatkan kadar penetrasi di area penalti lawan.

“Tapi, kami masih rapuh di lini tengah. Kolektivitas belum terbangun. Wajar, butuh proses bertahap kan,” tukas Khaidir.

Khaidir menguraikan mobilitas Ahn Hyo Yeon belum diimbangi pemain lokal lainnya. Masa transisi berupa penciptaan ruang masih sangat kurang. Ahn seolah bekerja sendiri di sektor tengah.

Imbasnya, aliran bola ke lini depan sangat minim. “Heri Suwondo dan Marwin Hanafi masih butuh penyesuaian dengan karakter Ahn Hyo Yeon. Beberapa mis komunikasi masih terjadi. Namun, ini tidak akan lagi terjadi saat partai away nanti,” harap Khaidir.

Apalagi libero asal Makedonia, Goran Ganchev sudah diturunkan. Optimalisasi pertahanan akan membuat konsentrasi penyerangan lebih tinggi. Mobilisasi barisan kedua akan memperkaya suplai bola ke area pertahanan lawan.

“Kalau penyerang kita sudah sangat klop. Jecky dan Julio tipikal penyerang yang haus gol. Jecky sudah memberikan gol penting bagi tim, ini sangat penting bagi moril bertanding tim. Motivasi untuk meraih hasil positif di laga berikutnya,” kata Khaidir seraya menambahkan, tim diliburkan hingga Kamis (12/1) mendatang guna melakukan penyegaran fisik dan psikis pemain. (saz)
MEDAN- Kehadiran penonton di Stadion Teladan tak dipungkiri menjadi pemicu skuad PSMS tampil lebih baik. Namun sayang, kemenangan perdana musim ini saat menekuk Persiraja Banda Aceh 1-0 kontras dengan minimnya suporter yang hadir.

Memang berbeda dari dua pertan dingan di Stadion Teladan sebelumnya, cukup ramai suporter memadati tribun terbuka, namun kondisi itu berbeda pada 7 Januari lalu. Walau cukup banyak suporter yang menduduki tribun tertutup, berbeda dengan heningnya suasana di tribun terbuka yang biasanya dipenuhi suporter muda yang menyanyikan yel-yel mendukung PSMS. Hampir tidak ada suporter PSMS Medan Fans Club (PFC) yang hadir, hanya puluhan anggota Kampak FC.

Kondisi itu tak ayal mengundang perhatian pelatih PSMS Fabio Lopez. Dia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Baginya, satu-satunya kerugian PSMS di laga kontra Persiraja Banda Aceh adalah minimnya dukungan klub suporter PFC. “Di tempat duduk tribun terbuka saya melihat hanya sedikit suporter yang hadir. Satu-satunya yang membuat kami lemah adalah kehilangan suporter PSMS yang fantatik,” ujar pelatih berkebangsaan Italia itu, Selasa (10/1).
Dia mengaku tak mengetahui apa yang menyebabkan kondisi itu terjadi. “Dari informasi yang saya dapat, sebelumnya cukup banyak fans yang datang. Tapi saya lihat hari Sabtu (7/1) lalu nyatanya sedikit sekali. Mudah-mudahan itu tidak lagi terjadi di pertandingan berikutnya,” harapnya.

Ketua PFC Rahmat Nur Lubis membenarkan kondisi itu. Dia mengatakan, PFC tidak turun dalam jumlah banyak saat itu lantaran harga tiket yang dikeluarkan panpel (penitia pelaksana pertandingan) cukup mahal, sehingga membuat anggota PFC mengurungkan niat untuk menonton pertandingan.

Harga tiket kelompok suporter yang semula 10 ribu rupiah mengalami kenaikan lima ribu rupiah. “Kami diberitahukan kenaikan harga tiket juga satu hari sebelum pertandingan. Otomatis banyak anggota yang terkejut dengan kondisi itu dan memilih untuk tidak menonton,” kata Rahmat.

Pertimbangan untuk menonton pertandingan PSMS di Stadion Teladan menurut Rahmat, selain belum meraih hasil maksimal di tiga pertandingan sebelumnya, serta perbedaan harga mencolok antara dua pertandingan sebelumnya dengan saat menghadapi tim besutan Heri Kiswanto menurut Rahmat seharusnya bisa diantisipasi manajemen.
Menjawab hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat mengaku, pihaknya akan mengevaluasi harga tiket pertandingan terutama untuk kalangan suporter. “Kami akan evaluasi lagi. Kami akui, harga tiketnya ketinggian itu. Kami akan rembukkan untuk penurunan harga tiket kembali,” ujarnya. “Pajak tiket 10 ribu, jadi kalau kami turunkan tidak mungkin karena akan defisit,” sambungnya lagi.(saz)

Tuesday, January 10, 2012

Mamic: PSMS Sempat Rusak Permainan Persib

Luar biasa, Persib Bandung kali ini menujukkan taringnya. Setelah sebelumnya ditahan imbang 1-1 oleh PSAP Sigli, Persib kali ini mengamuk saat menghadapi PSMS Medan.

Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin 9 Januari, Maung Bandung berhasil menumbangkan PSMS. Persib menang dengan skor 3-1.

Kemenangan atas PSMS ini langsung membuat pelatih Persib Drago Mamic bisa tersenyum lebar. Menurut dia, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras seluruh pemain.

"Saya senang dengan hasil ini. Para pemain bermain dengan penuh semangat. Pertandingan ini pun berjalan cukup keras dan kedua tim bermain bagus. Namun, kita jangan terlalu bahagia dulu, karena perjalanan kita masih panjang," kata Mamic.

Arsitek asal Kroasia itu pun menilai, permainan yang ditunjukan PSMS sempat merusak ritme permainan Persib. Namun, Persib bisa mengembalikan ritme permainannya kembali.

"Permainan PSMS sempat merusak ritme yang kita mainkan. Namun, kita bisa tetap mengembalikan ritme dan bermain seperti biasa," tuturnya.

Mamic pun sempat mempertanyakan kinerja wasit Iwan Sukoco yang di nilai kurang mengeluarkan keputusan yang kurang tepat. Pertama saat Airlangga Sucipto dijatuhkan di kotak penalti. Kedua ketika wasit membiarkan Alejandro Pena melakukan tindakan kasar kepada Hariono.

"Di babak pertama kami harusnya mendapat penalti, tapi wasit mengeluarkan keputusan kurang tepat. Pemain PSMS pun harusnya ada yang mendapat kartu merah," tandasnya. (Yadi/Muhammad Hasits/Vivanews)

PSMS Medan Raja Isa Puas Beri Kejutan Persib

Meski pulang tanpa poin, pelatih PSMS Medan, Raja Isa tidak kecewa. Dia tetap puas dengan penampilan anak asuhnya.

PSMS sebelumnya harus mengakui keunggulan Persib dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL). PSMS menyerah 1-3.

"Saya ucapkan selamat atas kemenangan Persib. Secara keseluruhan pertandingan berjalan baik. Saya puas dengan permainan anak-anak, meski hasil akhirnya kurang baik untuk kami," kata Isa.

"Di babak pertama kami harusnya bisa cetak gol, namun kami kurang beruntung. Tapi saya puas bisa beri kejutan, sesuai janji saya untuk memberi kejutan untuk Persib dan kita bisa buktikan itu tanpa pemain bintang," tambahnya.

Disinggung mengenai tiga gol yang bersarang pada awal babak kedua, pelatih asal Malaysia itu menilai, para pemain belakangnya memang kehilangan konsentrasi dan lengah.

"Awal babak kedua, pemain belakang terlalu lengah, sehingga Persib dengan mudah bisa mencetak gol ke gawang kami," ucapnya.

Terlepas dari hasil minus di kandang Persib, Isa menyatakan sejauh ini dirinya cukup bangga melihat penampilan Markus Haris Maulana cs yang sejauh ini cukup bisa menunjukkan performa yang baik.

"Musim ini kami banyak dihuni pemain muda, tapi kita bisa menampilkan sepakbola yang baik. Meski main tandang, kami tetap bermain menyerang. Dan itu bisa kami buktikan meski kali ini tidak bisa meraih poin," pungkasnya.

Kamil berharap masuk skuad U-21

MEDAN - Undangan seleksi dari PSSI U-21 kepada striker PSMS Indonesian Premier League (IPL), Kamil Sembiring, tak ingin disia-siakannya. Ia ingin menjadi bagian dari skuad yang dipersiapkan menghadapi Piala Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam.

Sejak Sabtu lalu, Kamil telah mengikuti seleksi di Jakarta saat timnya bertarung dengan Persiraja Banda Aceh. Dihubungi dari Medan, Kamil mengatakan senang bisa ikut seleksi. Pesepakbola yang menimba ilmu sepakbola di SSB Generasi ini mengakui hal ini bukan pertama kali dipanggil seleksi timnas, karena beberapa tahun lalu pernah dipanggil seleksi U-17.

"Saya senang sekali dan mudah-mudahan kali ini bisa masuk tim. Karena sebelumnya saat dipanggil seleksi U-17 saya cedera hamstring dan akhirnya gagal," ujar mantan striker PSPS Pekanbaru tersebut, Senin.

Kamil pun tak lupa berterima kasih pada manajemen dan tim pelatih yang memberinya izin tidak memperkuat tim.

"Saya gembira kali mendengar tim menang lawan Persiraja, kawan-kawan berjuang keras. Terima kasih, khususnya Jecky (Pasarella) yang mencetak gol," ungkap mantan pemain PSMS dua musim ini.

Sementara itu, Manajer PSMS IPL Dolli Siregar mengatakan Kamil diprediksi absen dari tim Ayam Kinantan hingga 12 Januari mendatang.

"Jadi nggak tahu juga ini kabar gembira atau tidak. Dibilang gembira karena pemain kita masuk seleksi timnas, tapi kita harus kehilangan Kamil dalam beberapa hari," pungkasnya.

Timnas U-21 yang akan dilatih oleh Widodo Cahyono Putro saat ini masih menjalani tahap seleksi akhir. Ada 52 pemain yang menjalani seleksi di mana jumlah itu akan dikerucutkan menjadi 25 nama yang selanjutnya menjalani pemusatan latihan.

Pemain yang diseleksi di Lapangan PSSI Senayan Jakarta merupakan pemain muda yang berasal dari klub IPL, Divisi Utama, dan Divisi I. Pengumuman seyogianya akan digelar Senin ini, namun ditunda menjadi Selasa (10/1).

Persib hadiahi kekalahan perdana

MEDAN - Persib Bandung menjadi pemenang duel klasik kontra PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Soreang, Bandung, Senin. Maung Bandun membekap tim besutan Raja Isa itu 3-1 berkat gol Aliyuddin, Abanda Herman, dan Moses Sakyi.

Hasil ini memastikan PSMS hanya membawa pulang satu angka dari tur ke Jawa Barat. Satu poin itu diraih di kandang Pelita Jaya, Jumat lalu. Melawan Maung Bandung, PSMS tampil dengan sedikit perubahan di tengah absennya Zainal Anwar.

Uniknya, Ayam Kinantan tampil mengejutkan di separuh laga. Sejak awal, kombinasi serangan dari In Kyun Oh, Zulkarnain, dan Choy Dong Soo yang berujung pada Osas Saha sebagai ujung tombak mengejutkan tuan rumah.

Namun, performa gemilang Jendry Pitoy di bawah mistar berandil besar memastikan gawang Persib masih “perawan” hingga turun minum. Tercatat tendangan Luis Alejandro Pena di menit 26 mampu digagalkannya. Begitu juga tandukan Sasa Zecevic. Peluang Zulkarnaen memanfaatkan blundernya kapten Persib, Maman Abdurrahman, juga masih gagal.

Persib yang tak banyak melakukan ancaman di babak pertama lebih banyak mengandalkan set piece. Salah satunya adalah tendangan Miljan Radovic yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Markus Horison. Selain itu, anak-anak Persib cenderung bermain kasar. Seperti aksi Haryono yang sengaja menendang Anton Samba untuk kemudian diganjar kartu kuning.

Lain ceritanya di babak kedua. Giliran tim tamu yang dikejutkan. Belum semenit laga berjalan, gawang Markus bergetar. Aliyuddin lolos dari kawalan Sasa dan melepaskan tembakan kaki kanan terarah dengan sekali kontrol.

Petaka untuk PSMS berlanjut di menit 52. Kali ini kekhawatiran Raja Isa atas set piece Persib menjadi kenyataaan. Tendangan bebas Miljan Radovic menciptakan kemelut yang akhirnya membuat Abanda Herman memenangkan duel udara.

Asa PSMS tetap hidup ketika Saha menceploskan gol perdananya di menit 69. Prosesnya cukup ciamik karena umpan Wawan Widiantoro diselesaikan dengan sepakan voli. Namun harapan itu kembali sirna saat Moses Sakyi memaksa Markus memungut bola ketiga kali tepat satu menit jelang bubaran.

Meski kalah, Raja Isa tak terlalu kecewa. Hal itu dihibur dengan penampilan atraktif anak asuhnya.

"Luar biasa kita menghadapi Persib hari ini. Saya puas meski tidak bisa dapat poin penuh. Saya tidak janjikan target di sini, karena cuma ingin berikan kejutan dan Alhamdulillah kita sudah mengejutkan Persib. Tapi kita memang tidak beruntung saja," ungkapnya.

"Kita punya sekitar enam peluang yang harusnya jadi gol. Mungkin Tuhan belum izinkan kita menang dan cetak gol lebih banyak lagi di sini," lanjutnya.

Monday, January 9, 2012

Ingin kejutan berlanjut di Bandung

EDAN - Satu angka dari kandang Pelita Jaya menjadi modal positif PSMS menantang Persib Bandung dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2011 di Stadion Jalak Harupat, Senin ini.

Tiga laga tanpa terkalahkan membuat tim besutan Raja Isa datang ke Bandung dengan percaya diri. Duel klasik ini diprediksi akan berlangsung ketat. Di era kejayaannya, PSMS dan Persib adalah saingan ketat dalam kompetisi perserikatan.

Final perserikatan 27 tahun silam menyisakan cerita perseteruan kedua tim. Kedua tim tentu tak ingin melepaskan laga ini tanpa raihan poin.

"Secara tim, Persib Bandung siap menjamu PSMS Medan. Laga ini merupakan laga besar, karena sejak perserikatan kedua tim telah menjalani persaingan tim. Kami telah mengitropeksi kesalahan saat menjamu PSAP lalu. Kami harap bisa tampil lebih baik saat meladeni PSMS," ujar Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis, baru-baru ini.

Namun itu cerita masa lalu. Kedua tim sudah absen bertemu sejak PSMS terdegradasi dari ISL tiga musim lalu. Kini PSMS datang lagi dengan tekad mencuri angka. Dan juga memperbaiki rekor sebelumnya. Tercatat empat duel terakhir menjadi milik Persib. PSMS terakhir menjungkalkan Persib di musim 2006 (masih berformat Divisi Utama-red).

Begitu pun PSMS yang dalam kondisi terkininya tidak lengkap. Absennya jangkar Zainal Anwar dan super sub Arie Priyatna akibat hukuman kartu membuat Ayam Kinantan menantang Maung Bandung dalam kondisi pincang. Namun bukan alasan jika PSMS menyerah. Tim Sumatera lainnya, PSAP Sigli, terbukti bisa mengimbangi Persib.

"Saat ini kondisi tim sedang baik. Kehilangan dua pemain, tak boleh jadi suatu masalah. Sepakbola adalah kerja tim, dan di PSMS semua pemain siap kapan saja diturunkan," ucap Raja Isa.

Namun lagi-lagi dalam psywar, pelatih PSMS ISL asal Malaysia itu memilih merendah. Baginya Persib adalah salah satu kekuatan besar di sepakbola Indonesia. Belum lagi dukungan semangat dari para bobotoh. Namun kejutan diharapkannya berlanjut di Bandung.

"Bagaimana pun Persib adalah tim yang lebih baik dari PSMS dari segi persiapan dan infrastruktur. Saya tak ingin terpengaruh dengan hasil imbang mereka. Saat menjamu PSAP, mereka hanya over confidence. Saat menghadapi PSMS, saya percaya mereka akan bermain lebih baik. Tapi bukan berarti PSMS tak bisa melakukan kejutan yang akan kami coba lakukan lagi," sambungnya.

Menghadapi Persib nanti, Raja Isa mencoba mempelajari kesalahan dari laga sebelumnya. Konsentrasi yang tak terjaga terutama di menit-menit awal menjadi bahan perbaikan. Dua gol Pelita Jaya tercipta di menit-menit awal babak. Karena itu, sepanjang laga Novi Handiawan cs dituntut fokus.

Perubahan komposisi mutlak terjadi. Luis Pena akan mengisi peran yang ditinggalkan Zainal membantu pertahanan. Satu tambahan kekuatan hadir lewat Yoseph Ostanika. Niko, begitu ia disapa, sudah tiba di Bandung sejak Minggu siang. Ia tentu akan jadi alternatif bila Saha belum juga tajam di depan.

Jika PSMS jeli, serangan sayap Persib sedikit pincang dengan absennya Zulkifli Syukur. Bek timnas itu sebelumnya menerima kartu kuning saat menghadapi PSAP. Arsitek Persib, Drago Mamic, tentu harus menggantikannya dengan pemain yang sepadan. Dan M Nasuha yang biasa beroperasi di kiri akan dirotasi ke kanan.

Jangan juga dilupakan Miljan Radovic, M Ilham, Airlangga plus Moses Saakyi. Ketiganya akan diandalkan membobol gawang PSMS. So, jika lengah, kejutan yang diharapkan akan sirna.

PSMS ISL Markus Siap "All Out" Lawan Persib

Raja Isa menunjuk Markus Haris Maulana sebagai kapten PSMS Medan di kancah ISL musim 2011/2012. Kiper kelahiran Pangkalan Brandan 1981 ini dinilai sudah menjadi ikon pesepakbola Medan-Sumut. Lebih prinsipil lagi memiliki jiwa kepemimpinan di dalam dan luar lapangan.

Kiper ramah dan mudah senyum ini menampik adanya tensi tinggi secara pribadi dengan Persib Bandung. Sepakbola selalu tidak bisa diukur secara matematis. Masuk dan keluar dari satu klub ke klub lain sudah menjadi hukum alam di dunia si kulit bundar. Kendati begitu, ia menjanjikan tetap memberi yang terbaik bagi timnya.

"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Saat ini saya bersama PSMS, bahkan saya dibesarkan dari klub ini. Saya akan memberi yang terbaik bagi PSMS tanpa harus memandang Persib sebagai musuh pribadi. Kami datang ke Bandung untuk tiga poin," katanya kepada www.tribun-medan.com.

Markus juga menyebutkan ia dan tim siap tampil "all out", baik menghempang penetrasi skuad Drago Mamic maupun eksekusi bola-bola mati. "PSMS hanya tim kecil dibanding Persib yang bisa dibilang miniatur Timnas. Tapi kami punya fighting spirit dan tak mau kalah sepanjang laga. Secara pribadi, saya sangat siap," tandasnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Indonesia Super League Persib Diminta Tak Main Kasar Lawan PSMS

Persib Bandung optimistis merebut tiga poin dalam laga kandang melawan PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Senin 9 Januari 2012. Minimal, Maung Bandung bisa mempertahankan rekor tak terkalahkan di depan puluhan mata ribu mata pendukung sendiri di Stadion Si Jalak.

"Saya optimistis besok menang. Anak-anak sudah siap berjuang keras mengalahkan PSMS, rival bebuyutan, biarpun tidak ada Robby Gaspar dan Zulkifli Syukur,"ujar Manajer Persib Umuh Muhtar usai latihan anak-anak asuhannya di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Ahad 8 Januari 2012.

"Tapi saya sudah ingatkan juga supaya anak-anak jangan sampai terpancing permaianan kasar lawan. Biarkan saja wasit yang memutuskan, mudah-mudahan besok wasitnya netral,"imbuhnya.

Setelah kehilangan Robby Gaspar, Persib dipastikan tampil tanpa pemain bertahan Zulkifli Syukur. Pemain bernomor punggung tiga ini dikenai sanksi akumulasi kartu kuning menyusul laga kontra PSAP Sigli Kamis 5 Januari lalu.

"Untuk pengganti Zulkifli, kami siapkan Nasuha,"kata pelatih Drago Mamic tadi pagi. Adapun untuk merebut kemenangan besok, Drago sudah menyiapkan taktik lebih komplet.

"Kami sudah siapkan supaya serangan kami dari sektor kiri maupun berjalan seimbang. Kami juga sudah siapkan agar akurasi dalam menyelesaakan peluang gol lebih baik ketimbang pertandingan sebelumnya,"tandasnya. (Erick Hardi/Tempo)

Atep Belum Bisa Diturunkan Lawan PSMS

Jelang laga melawan PSMS Medan, Dokter tim Persib Bandung, dr Rafi Ghani mengatakan, gelandang sayap andalan tim Pangeran biru, Atep Ahmad Rizal diperkirakan masih belum bisa diturunkan. Sebab, Rafi mengutarakan, Atep masih merasakan nyeri pada kelingking kaki kirinya.

"Cederanya memang tidak serius, hanya perlu digaris bawahi rasa sakitnya sangat terasa sakit untuk Atep sehingga kemungkinan belum bisa diturunkan," kata Rafi saat ditemui wartawan di Stadion Siliwangi, Jumat (6/1/2012) malam.

Kala menjalani latihan pada hari Jumat, pemain bernomor punggung tujuh masih melakukan latihan terpisah. Hanya saja, Atep sudah mencoba menggunakan sepatu bola.

Namun Menurut Rafi, cedera yang dialami Atep itu sudah berangsur membaik setelah menjalani perawatan. Hanya saja Rafi belum bisa memastikan terkait Atep berlaga melawan PSMS. "Sudah ada peningkatan. Dia juga sudah mulai bisa menendang bola," ujar Rafi.

Seperti diketahui Atep sudah mengalami cedera sebelum pertandingan Persib kontra PSAP Sigli yang digelar di Stadion Si Jalak harupat, Kamis (5/1/2012) sore. Atep didiagnosa mengalami infeksi di kelingking kaki kirinya semenjak persiapan timnya menghadapi laga kelimanya itu pada Minggu (1/1/2012).

Dengan kondisi itu Rafi melarangnya untuk bermain di laga kelima itu. Akibatnya, Atep hanya menjadi penonton menyaksikan rekan-rekannya di tribun VVIP. (Hasiolan Eko P Gultom/TribunNews)

PSMS Medan Waspadai Bola Mati Persib

Tren positif menjalari PSMS Medan di awal perhelatan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.

Setelah menahan imbang Pelita Jaya pada laga away pertama, kini tim Ayam Kinantan bertekad untuk tetap merebut poin pada partai tandang kedua, menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (9/1/2012) sore esok.

Peluang mencuri poin memang terbuka bagi anak-anak Medan. Selain mental pemain sedang meningkat pascasukses menahan Pelita, walau tertinggal dua gol lebih dahulu, kondisi Persib juga masih terbilang labil menyusul hasil imbang menjamu PSAP Sigli.

Kehilangan dua pemain, Arie Supriatna dan Zainal Anwar, kata Pelatih PSMS Raja Isa, bukan masalah besar.

Meski Yoseph Niko Ostaniko belum bergabung dalam sesi latihan, Minggu (8/1/2012) pagi, namun mantan pemain Bintang Medan tersebut telah tiba di Bandung, kemarin siang.

Ia pun siap diturunkan saat menyambangi Persib. Kehadirannya jelas sebuah suntikan moral bagi tim, mengingat posisi striker hanya menyisakan Osas Saha.

"Saat ini kondisi tim sedang baik. Kehilangan dua pemain, tak boleh jadi suatu masalah. Sepakbola adalah kerja tim. Di PSMS semua pemain siap kapan saja diturunkan," ucap Raja Isa.

Namun, pelatih asal Malaysia tersebut tak ingin memandang Persib Bandung sebelah mata.

"Bagaimana pun Persib adalah tim yang lebih baik daripada PSMS dari segi persiapan dan infrastruktur. Saya tak ingin terpengaruh dengan hasil imbang mereka."

"Saat menjamu PSAP, mereka hanya over confidence. Saat menghadapi PSMS, saya percaya mereka akan bermain lebih baik. Tapi itu bukan berarti, PSMS tak bisa melakukan kejutan. Kejutan akan coba kami lakukan lagi di Bandung," katanya.

Raja Isa menambahkan, pada laga nanti, kiper Markus Horison akan menjadi sorotan.

"Dalam laga nanti Markus pasti jadi sorotan. Dan bila Persib mengira Markus adalah kiper blunder, itu akan menguntungkan kami. Karena saya percaya, Markus akan menjawab tantangan itu dan masih merupakan salah satu kiper terbaik di Indonesia," katanya.

Selain memperingatkan para pemain pada eksekusi bola-bola mati Persib, pelatih yang pernah membesut Persiram Raja Ampat, dan Persipura Jayapura tersebut juga menekankan untuk langsung fokus sejak menit awal, dan tetap konsentrasi di menit-menit akhir.

Tujuannya, agar kebobolan di menit-menit awal saat menghadapi Pelita tidak terulang. Untuk skema permainan, PSMS tampaknya akan kembali turun dengan formasi 4-2-3-1.

Anton Samba akan turun menggantikan peran Zainal Anwar mendampingi Luis Pena sebagai gelandang bertahan, menyokong pertahanan yang digalang, Rahmad, Novi, Handriawan Sasa Zecevic, dan Wawan.

Posisi gelandang serang tetap dipercayakan kepada Zulkarnain, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo guna membantu lini depan yang diisi Osas Saha.

Sementara itu di kubu Persib, bek kanan tim nasional Zulkifli Syukur dipastikan tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu kuning.

Pemain asing Robbie Gaspar juga belum bisa diturunkan dan masih berada di Australia untuk pemulihan cidera.

Namun kondisi tersebut juga tak menyulitkan Maung Bandung, karena Nasuha dan Tony Sucipto bisa merumput. Laga yang akan disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta ini, kata Robby Darwis, merupakan big match. Kedua tim bersaing ketat sejak era perserikatan. (Anwar Sadat Guna/TribunNews)

Duo PSMS gagal datang karena tiket

MEDAN - Absennya dua pemain akibat sanksi kartu pada laga kontra Persib Bandung Senin (9/1) ini membuat Raja Isa mendatangkan tiga pemain lagi dari Medan. Ketiganya adalah Masruddin Al-Massi, Yoseph “Niko” Ostanika, dan Jimmy Mak. Namun baru Niko yang dikabarkan tiba di Bandung.

Cukup disayangkan karena kendalanya justru karena tiket. Manajer PSMS ISL, Benny Tomasoa, tak memungkiri pihaknya kesulitan mendapat tiket. Harusnya tiket tak menjadi permasalahan yang mengancam persiapan tim jika manajemen sigap. Tak dipungkiri Raja Isa membutuhkan tambahan pemain menyusul absennya Zainal Anwar dan Arie Priyatna.

Menurut Benny, pihaknya hanya bisa mendapatkan satu tiket dan Yoseph Ostanika akan diprioritaskan untuk terbang ke Bandung.

"Untuk satu tiket telah kita dapatkan dan itu akan digunakan untuk mendatangkan Niko, mengingat minimnya stok lini depan yang ada," sambung Benny.

Kebutuhan akan lini depan memang mutlak. Meskipun Saha masih diandalkan sebagai ujung tombak, namun Raja Isa butuh alternatif untuk membobol gawang lawan di tengah tumpulnya Osas Saha.

Sampai saat ini, Saha belum membukukan satu gol pun dari tiga laga. Dan Arie Priyatna telah membuktikan dirinya bisa menjadi senjata alternatif dengan golnya ke gawang Pelita Jaya yang berandil besar atas satu poin PSMS. Peran Arie diharapkan dapat diemban Niko.

Di sisi teknis, PSMS terus mematangkan persiapan. Dari materi latihan hari ini, Raja Isa memfokuskan pada pematangan counter attack. Menyadari Persib sebagai tuan rumah akan tampil menyerang, serangan balik cepat diyakini strategi terbaik.

Selain itu, fokus latihan juga tertuju pada pengantisipasian terhadap bola-bola mati, mengingat Persib memilki Miljan Radovic yang memang mempunyai akurasi tinggi dalam mengeksekusi bola-bola mati.

Kerinduan PSMS IPL terjawab

MEDAN - Tiga angka yang dirindukan PSMS di arena Indonesian Premier League (IPL) akhirnya tercapai. Menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Medan, Sabtu, skuad besutan Fabio Lopez ini menang tipis 1-0 berkat gol Jecky Pasarella.

Tak ayal, tiga angka ini disambut sukacita seluruh awak tim. Pelatih Fabio Lopez pun mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dengan pujian.

“Ini laga yang sudah lama kita persiapkan, Biarkan kami menikmati kemenangan ini. Mereka bekerja cukup keras di lapangan,” ujarnya.

Perubahan yang dilakukan allenatore asal Italia ini cukup baik di babak kedua dan berandil besar atas tiga angka skuadnya.

“Dengan Jecky sebagai ujung tombak dan dua second striker di babak pertama, kita punya peluang mencetak gol. Tapi kita kurang beruntung. Setelah itu, kita evaluasi dan mengubah taktik di babak kedua. Mereka mengaplikasikannya cukup baik di lapangan,” ujar Fabio.

Khusus penampilan striker Argentina, Julioo Alcorse, Fabio tak menilainya bermain tidak buruk. Fabio menilai Julio memang sulit menerapkan strategi karena ditempatkan sebagai second striker.

Melawan Persiraja, PSMS tampil lebih percaya diri. Dua wajah baru dalam diri Safrudin Tahar dan Sutrisno menghiasi line up di posisi bek sayap. Sementara itu, Ahn ditugasi menjadi kreator serangan.

Tujuh menit memasuki babak kedua, penguasaan bola menjadi milik PSMS. Benar saja, sorak sorai pun pecah menyambut gol Jecky. Berawal dari umpan satu dua Marwin dan Andrea di mulut kotak terlarang, bola diteruskan dengan umpan silang menusuk untuk disontek Jecky.

Unggul satu gol, serangan PSMS mengendur. Sebaliknya serangan Persiraja yang dimotori Abdulaye Djibril dan Abdul Musyawir kerap kandas sebelum masuk kotak 16. Duet Vagner Luis dan Fadli Hariri cukup sigap mengatasinya. Pada laga ini, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Andre Abu Bakar, Sutrisno (PSMS) dan Christian Alejandro (Persiraja).

Usai pertandingan, Maman Suryaman yang juga Asisten Pelatih Persiraja mengakui performa skuadnya cukup buruk.

“Sebenarnya di babak pertama kita punya banyak peluang. Tapi di babak kedua kita praktis kehilangan banyak kans. Kita banyak melakukan kesalahan-kesalahan. Anak-anak bermain buruk. Bahkan pemain kunci Ghigani yang kita harapkan justru tak kalah buruk. Kita akui memang kalah hari ini,” katanya.

Persiraja yang baru membukukan lima angka dari lima laga akan coba bangkit di laga selanjutnya. “Kita kehilangan banyak poin. Dan ketertinggalan ini akan coba kita kejar di dua laga kandang nanti,” pungkasnya

Saturday, January 7, 2012

PSMS IPL rindu kemenangan

MEDAN - Tiga laga tanpa raihan angka membuat laga kontra Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Teladan Medan, Sabtu ini, mutlak dimenangkan PSMS. Bermain di depan publik sendiri tentu menjadi kesempatan terbaik untuk mencapai misi tersebut.

Kemenangan tak hanya memperbaiki posisi tim di dasar klasemen. Selain itu, PSMS juga bertekad memulihkan nama baik di depan publiknya setelah dua kekalahan perdana di kandang cukup mencoreng muka.

“Kami harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan masa paceklik dengan meraih tiga poin,” kata Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez, Jumat.

Peluang itu terbuka lebar menyusul masuknya dua pilar baru di lini pertahanan, yakni Vagner Luis dan Goran Gancev. Keduanya pun menjadi jaminan menguatnya lini belakang, namun Goran masih diragukan tampil terkait izin berlaga.

“Kami datang ke lapangan untuk menang, seperti juga di pertandingan manapun yang kami lakoni. Kepada saya, pemain menunjukkan bahwa mereka juga ingin tim berubah dengan mencicipi kemenangan,” beber mantan pemandu bakat tim Serie A, Atalanta dan Fiorentina, itu.

Perkembangan positif telah ditunjukkan tim. Selain kondisi fisik yang meningkat, grafik permainan juga membaik. Itu terlihat dari laga ujicoba kontra Putra Buana yang dimenangkan Fadli Hariri cs.

Absennya Denny Wahyudi yang terkena hukuman akumulasi kartu akan ditutupi dengan kehadiran Sutrisno dan Safrudin Tahar. Di tengah, Ahn Hyo Yeon akan menyuplai bola untuk duet Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarella. Senada dengan Fabio, Asisten Pelatih M Khaidir juga berharap dahaga kemenangan segera berakhir.

“Menghadapi Persiraja adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan poin penuh. Tak hanya kami yang rindu kemenangan, pendukung PSMS juga merasakan hal yang sama,” tambahnya.

“Ada pemain mereka yang perlu diwaspadai, yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Keduanya suka muncul tiba-tiba dan pintar cari peluang untuk mencetak gol,” ungkap Khaidir.

Pelatih Persiraja, Herry Kiswanto, sebaliknya justru merendah. Herkis sendiri mengaku pihaknya menargetkan satu poin di Stadion Teladan untuk dibawa pulang ke Banda Aceh.

“Saya tetap menghormati kedua tim sama-sama memiliki kans menang. Sepakbola ini sulit diprediksi, tapi yang terpenting kita harus berusaha,” sebut Herkis.

Begitu juga soal duet Vagner Luis dan Goran Gancev. “Mau dua asing atau tiga asing, itu terserah mereka. Saya harus berkonsentrasi dengan kekuatan kami saja,” pungkasnya.

PSMS IPL Waspadai Djibril

Untuk mengemban misi kemenangan lawan Persiraja Banda Aceh, Sabtu (7/1/2012), formasi 4-4-2 bakal diusung PSMS.

Kemampuan screening bola yang baik dan postur jangkung Julio Cesar Alcorse dan kecepatan yang dimiliki Jecky Pasarela bakal merepotkan barisan pertahanan tim besutan Herry Kiswanto. Optimisme memetik poin penuh juga mengalir dari asisten pelatih M Khaidir, yang sebelumnya.

"Menghadapi Persiraja, sebuah kesempatan bagus untuk mendapatkan poin penuh. Tak hanya kami yang rindu kemenangan, para pendukung PSMS juga merasakan hal yang sama," katanya.
Selain semangat meraih tiga poin, Khaidir juga tak mau lengah.

Apalagi pemain Persiraja tak boleh dipandang sebelah mata. Komposisi skuad tim tersebut belum mengalami perubahan sejak musim lalu. Kolektivitas bermain Fahrizal Dillah dkk patut diwaspadai. Namun, sisi positifnya, Khaidir yang pernah membesut 60 persen skuad Laskar Rencong, julukan Persiraja, cukup paham karakter bermain lawan.

"Ada pemain mereka yang perlu diwaspadai, yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Keduanya suka muncul ke depan dan pintar cari peluang mencetak gol," ungkap Khaidir.

Di tengah ambisi PSMS, Persiraja merendah. Pelatih Herry Kiswanto lebih memilih tak memikirkan kekuatan lawan. Seperti duo legiun asing di sektor pertahanan PSMS atau juga masuknya pelatih asing. Menurutnya sepakbola tak semudah ucapan. Kejutan bisa selalu hadir selama 90 menit dari tim lawan.

"Sebelum bertanding, saya tetap menghormati kedua tim sama-sama memiliki kans menang. Sepakbola ini sulit untuk diprediksi dan yang terpenting kita harus berusaha," kata Herry.

Begitu juga soal duet Vagner Luis dan Gancev. "Mau dua atau tiga asing, itu terserah mereka. Saya harus berkonsentrasi pada kekuatan kami," katanya.

Senada, asisten pelatih Persiraja Maman Suryamana menyatakan, pihaknya tidak terlalu ambil pusing dengan kekuatan lawan. Namun, mereka tetap menganggap PSMS bukan lawan yang mudah.

"Syukur, enggak ada pemain yang cedera dan akumulasi kartu. Lawan cukup berat, tapi yang terpenting kami siap. Satu poin saya rasa cukup bagus," katanya. (Hasiolan Eko P Gultom/TribunNews)

Jamu Persiraja PSMS IPL Bertekad Perbaiki Posisi

PSMS Medan berada di posisi juru kunci Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Sore ini,anak asuh Fabio Lopez ingin memperbaiki nasib mereka dan siap menghadang ambisi tamunya, Persiraja Banda Aceh,di Stadion Teladan.

Persiapan yang lebih baik plus kedatangan Lopez dan tambahan sejumlah amunisi membuat optimisme PSMS meninggi.Dari lini belakang ada dua pemain asing yang siap diturunkan untuk memperkokoh pertahanan PSMS,yaitu Vagner Luis de Oliviera Marins dan Goran Gancev. Lopez mengakui grafik permainan anak asuhnya semakin baik.”Kami harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan masa paceklik dengan meraih tiga poin besok (hari ini),”sebut Lopez,kemarin.

Pelatih berpaspor Italia itu melihat atmosfer positif yang menyambangi timnya membuat kans menang lebih terbuka.Selain konsentrasi dalam latihan, dia menilai persiapan yang dinilai lebih maksimal membuatnya yakin Vagner Luis dkk layak meraih tiga angka. ”Besok (hari ini),kami datang ke lapangan untuk menang,seperti juga di pertandingan mana saja yang akan kami lakukan.

Kepada saya,mereka juga menunjukkan bahwa mereka ingin tim ini berubah,”lanjut pria yang pernah jadi pemandu bakat klub Seri A Atalanta dan Fiorentina itu. Khusus lini belakang,selain ada Vagner Luis dan Goran,dua bek sayap berusia muda Sutrisno serta Safrudin Tahar jadi pilihan Lopez.Setali tiga uang di lini tengah,kehadiran gelandang asal Korea Selatan (Korsel) Ahn Hyo-yeon sebagai pengatur serangan akan membuat serangan The Killer,julukan lain PSMS, lebih baik.

Untuk mengemban misi kemenangan, formasi 4-4-2 bakal diusung.Kemampuan screening bola yang baik dan postur jangkung Julio Cesar Alcorse dan kecepatan yang dimiliki Jecky Pasarela bakal jadi kekuatan penggedor PSMS. Keyakinan memetik poin penuh juga dicetuskan Asisten Pelatih PSMS M Khaidir. ”Menghadapi Persiraja merupakan sebuah kesempatan bagus untuk mendapatkan poin penuh.

Tak hanya kami yang rindu kemenangan,para pendukung PSMS juga merasakan hal yang sama,”cetusnya. Di samping membawa misi tiga poin, Khaidir juga tak mau lengah. Apalagi, pemain Persiraja tak lagi boleh dianggap sebelah mata.Komposisi utama Persiraja tak mengalami banyak perubahan dari musim lalu. Kolektivitas bermain Fahrizal Dillah dkk patut diwaspadai.

Namun,ada positifnya,Khaidir pernah membesut 60% anggota skuad Laskar Rencong, julukan Persiraja, sekarang sehingga dia cukup paham karakter bermain mereka. ”Ada pemain mereka yang perlu diwaspadai,yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten Abdul Musawir.

Keduanya suka muncul ke depan dan pintar cari peluang untuk mencetak gol,”cetus Khaidir. Di tengah ambisiusnya PSMS,Persiraja merendah.Herry Kiswanto enggan bicara kekuatan tuan rumah.”Sebelum bertanding, saya tetap menghormati kedua tim samasama memiliki kans menang.Sepak bola sulit diprediksi dan yang terpenting kami harus berusaha,”ujar Herry. (Syukri Amal/Sindo)

Indonesia Super League Lawan Persib Seperti Lawan Timnas Bagi PSMS

Sukses menahan imbang Pelita Jaya 2-2 di Karawang, kemarin, pelatih PSMS Medan langsung mempersiapkan strategi menghadapi Persib Bandung, Senin 9 Januari 2012 mendatang. Raja Isa bin RAS, arsitek PSMS, berharap sukses di Karawang menahan Pelita Jaya akan menambah motivasi skuad Ayam Kinantan berlaga di Stadion Jalak Harupat.

Skuad PSMS, ujar Raja Isa, secara kualitas di bawah pemain Persib yang bertabur bintang. Belum lagi pendukung fanatik Bobotoh yang mengganggap PSMS seteru abadi tentu akan memberikan tekanan mental bagi Markus Horison dan kawan-kawan.

"Kami menggangap menghadapi Persib berhadapan dengan timnas Indonesia. Itu karena Persib bertabur pemain timnas Indonesia. Persib hanya terlalu percaya diri kemarin saat berhadapan dengan PSAP Sigli, sehingga merugikan mereka sendiri. Itu saja kesalahan mereka," kata Raja Isa bin RAS kepada Tempo, Jumat 6 Januari 2012.

Meski kualitas pemain Persib rata-rata di atas pemain PSMS, Raja Isa yakin tim kebanggaan warga Medan itu akan membuat kejutan di kandang Persib. Hanya, ujar Raja Isa, belajar dari pertandingan kemarin di kandang Pelita Jaya, PSMS lengah di sepuluh menit pertama dan sepuluh menit terakhir pertandingan.

"Saya akan instruksikan pemain untuk waspada dengan serangan cepat Persib untuk menjaga area pertahanan. Kepada empat stopper PSMS, saya akan beri tugas khusus. Besok, usai latihan di Jalak Harupat, tugas itu baru saya sampaikan kepada keempatnya," ujar Raja Isa.

Walaupun PSMS Medan tidak pernah berlaga melawan Persib dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dari dua rekaman pertandingan terakhir Persib melawan Sriwijaya dan PSAP, Raja Isa mengaku mengetahui kelemahan anak asuh Drago Mamic. "Saya hanya khawatir dengan dua pemain Persib, yakni Moses Sakyi dan Miljan Radovic. Dua pemain itu saya kenal karakternya. Mereka bermain sepakbola modern dan punya speed juga power," kata Raja Isa.

Untuk mengimbagi Persib, Raja Isa menginstruksikan pemainnya untuk bermain sabar, taktis, dan tidak terprovokasi serta bisa mengambil kesempatan untuk melakukan serangan balik. Raja Isa malah khawatir soal nonteknis seperti tekanan mental. "Yang agak saya waspadai adalah tekanan dari pendukung Persib yang terkenal fanatik. Apalagi PSMS adalah seteru lama Persib. Tadi pagi saya tanya anak-anak mereka tidak takut tekanan penonton. Saya bisa lega mengatur taktik mengalahkan Persib. Kami yakin bisa mengimbangi mereka." (Sahat Simatupang/Tempo)

Friday, January 6, 2012

Duo PSMS Kompak Belum Gajian

PSMS yang mengaku sama-sama profesional, ternyata masih mengadopsi masalah serupa dari musim ke musim. Apa lagi kalau bukan cerita keterlambatan gaji. Kali ini, baik PSMS yang main di Indonesian Super League (ISL) maupun yang di Indonesian Primer League (IPL), sama-sama belum gajian.

PSMS ISL awalnya menerima gaji setiap tanggal 27 setiap bulannya. Tapi belakangan tanggal itu diralat menjadi tanggal 10 setiap bulannya. Artinya, hingga saat ini yang sudah memasuki tanggal 6 Januari, pemain dan perangkat tim belum gajian bulan Desember.

Tidak ada tindakan pasti dari manajemen tim yang dikawal Manajer, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu tak berdaya memberikan garansi gaji, padahal ini merupakan tanggung jawab seorang manajer.

Bahkan CEO PSMS ISL, Idris yang turut ke Kerawang menonton PSMS berlaga sehari sebelum lawan Pelita juga tak ada menyinggung soal gaji. Kabarnya Idris hanya menjanjikan bonus jika menang melawan Pelita Jaya. Dan bonus itu tak dibeberkan jumlahnya. Dan sialnya, PSMS hanya mampu main imbang. Apakah tetap ada bonus?

Sementara dari kubu PSMS IPL, masalah serupa terjadi. Tim yang konon ditopang pendanaannya oleh Konsorsium yang berada di balik PSSI saat ini, nyatanya tetap tak mampu membayar gaji tepat waktu. Padahal konsorsium itu yang paling berkoar kalau liganya yang terbaik.

Penggajian pemain IPL baru diberikan kepada 18 pemain yang sejak awal bergabung yakni per tanggal 26 November. Sumber terpercaya dari lingkup PSMS IPL menyebutkan gaji dan kontrak untuk 18 pemain sudah digelontorkan. Tetapi untuk delapan pemain anyar yang bergabung, tepatnya usai dijamu Arema (14/12) belum memeroleh gaji di awal meski sudah menandatangani kontrak. Tak hanya pemain, pengurus tim juga masih bokek tak bergaji.

CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat mengatakan hanya ada sejumlah pemain dan manajemen yang belum dibayarkan. “Hampir semua sudah beres kok, begitu juga manajemen,” kilahnya.
(ful/saz/Sumutpos)

Jelang Lawan Persiraja PSMS IPL Incar Kemenangan Perdana

Tiga kali kalah dari tiga kali pertandingan membuat PSMS Medan terpuruk ke posisi juru kunci klasemen Indonesian Premier League (IPL). Fakta kurang menguntungkan itu membuat pelatih Fabio Lopez dan asistennya, M Khaidir, prihatin.

Karena itu, PSMS pasang target harus menang saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (7/1/2012).

"Terus terang para pendukung PSMS sudah lama merindukan kemenangan. Saya kira pertandingan lawan Persiraja nanti merupakan kesempatan bagus bagi kami untuk mendapatkan tiga poin," kata M Khaidir, Kamis (5/1/2012).

Guna mewujudkan target itu PSMS telah membenahi kelemahan mereka yang paling mendasar, yakni finishing touch. Kelemahan itu sangat terlihat saat PSMS hanya bisa menang 2-0 dalam laga pemanasan melawan Putra Buana, Senin (1/1) lalu.

"Padahal PSMS dominan sekali dalam pertandingan itu. Masih ada waktu lima hari untuk membenahi penyelesaian akhir sebelum menghadapi Persiraja, dan itulah yang kami lakukan saat ini," tambahnya.

Selain berusaha meningkatkan produktivitas gol, PSMS juga bakal menambal lini belakang yang dinilai terlalu gampang dijebol lawan. Dari tiga kali pertandingan gawang PSMS telah kebobolan tujuh kali.

Masuknya Goran Gancev, stopper anyar asal Makedonia, diharapkan mampu memperkokoh benteng PSMS. Apalagi di sana sudah ada Vagner Luis.

"Sengaja kita memasang dua pemain asing di belakang, sebab itulah kendala kita selama ini. Lebih-lebih tim ini kan baru terbentuk," katanya lagi.

Goran Gancev adalah pemain asing terakhir yang direkrut PSMS, menyusul An Hyo Yoen (Korsel), Vagner Luis (Brazil), dan Julio Cesar Alcorse (Argentina).

Sebagai mantan pelatih Persiraja, Khaidir sedikit banyak sudah tahu kekuatan dan kelemahan tim berjuluk Laskar Rencong tersebut. Apalagi 60 persen pemain Persiraja saat ini adalah mantan anak didiknya langsung.

"Ada dua pemain mereka yang perlu diwaspadai yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Kedua pemain ini suka muncul ke depan dan pintar cari peluang untuk mencetak gol," pungkasnya. (Juang Naibaho/TribunNews)

PSMS Imbangi Pelita Jaya 2-2

Tuan rumah Pelita Jaya Karawang ditahan imbang PSMS Medan dengan skor 2-2 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012, di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis malam.

Dua gol Pelita Jaya tercipta melalui Safee Sali pada menit ke-1 dan melalui Bajevski pada menit ke-46. Sedangkan gol tim tamu, PSMS tercipta dari Zulkarnain pada menit ke-55 dan Arie Supriatna pada menit ke-63.

Sejak memasuki detik-detik pertama, skuad Pelita Jaya menggencarkan serangan dan akhirnya berbuah manis pada menit ke-1 melalui tandukkan Safee yang mendapatkan umpan dari kiri gawang.

Gol pada menit-menit pertama itu seperti memicu semangat anak asuh Djajang Nurjaman, skuad Pelita terus mengencarkan berbagai serangan ke jantung pertahanan lawan.

Peluang emas bagi Pelita Jaya terjadi pada menit ke-6. Greg Nwokolo yang berhasil menerobos masuk ke barisan belakang PSMS memberi umpan kepada Engelbert Sani yang berdiri tanpa kawalan pemain lawan di area kotak penalti. Tetapi sayang, tendangan Engerbert melambung ke atas mistar gawang.

Walaupun bermain dalam kondisi lapang basah dan licin, masing-masing tim tidak ragu-ragu menggencarkan serangan dan bermain terbuka.

Skuad Pelita Jaya berusaha menambah keunggulan serta PSMS tidak mau ketinggalan dan terus meninggal ketertinggalannya. Tetapi, serangan yang ditampilkan masing-masing tim tidak membuahkan gol hingga waktu turun minum, skor tetap 1-0 atas keunggulan Pelita Jaya.

Memasuki babak kedua, anak asuh Djajang Nurjaman berhasil menambah keunggulan. Papan skor berubah menjadi 2-0 atas kemenangan Pelita Jaya melalui kaki Bajevski pada menit ke-46.

Tetapi keunggulan tim tuan rumah tidak berlangsung lama. Pemain PSMS bernomor punggung 11, Zulkarnain berhasil menggetarkan jala gawang Pelita Jaya yang dikawal I Made Kadek Wardana pada menit ke-55. Setelah mendapat kesempatan, Zulakarnain langsung melesakkan bola ke gawang Pelita dengan keras, sampai terjadi gol.

Greg Nwokolo yang mendapat dukungan para suporternya, berusaha mempertahankan keunggulannya, dengan memainkan permainan dari kaki ke kaki. Tetapi Pelita justru yang kembali kebobolan pada menit ke-63.

Gol yang membuat skor sama menjadi 2-2 itu tercipta melalui kaki Arie Supriatna. Kesalahan dua pemain belakang Pelita Jaya yang bertabrakan hingga terjatuh benar-benar dimanfaatkan Arie, hingga terjadi gol.

Tetapi pencetak gol PSMS kedua itu harus puas berhenti bermain sebelum waktu habis, karena mendapat hadiah kartu merah pada menit ke-78. Kartu merah dikeluarkan wasit akumulasi kartu kuning yang diperoleh Arie.

Walaupun menghadapi 10 pemain PSMS sejak menit ke-78, permainan yang ditampilkan Pelita kurang berkembang, sehingga tidak terjadi gol sampai pertandingan selesai. Skor 2-2 bertahan hingga wasit meniup pluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan. (antara)