Pelatih PSMS Medan versi Indonesian Premier League (IPL), Roberto Bianchi, telah menetapkan pemainnya yang akan menjadi eksekutor bola mati dalam setiap pertandingan.
Untuk eksekutor tendangan bebas, Roberto mennjuk Faisal Azmi. Sedangkan untuk tendangan penjuru sisi kiri dan kanan, akan dieksekusi secara bergantian oleh Xavi, Tambun Naibaho, Irvin Museng, dan Ghozali Muharram.
Di setiap pertandingan ujicoba, Faisal dan Rahmad bergantian menjadi eksekutor tendangan bebas. Roberto menyebutkan peran itu menuntut pemain mampu melakukan tendangan dengan akurasi tinggi. "Tidak semua pemain memiliki kemampuan sebagai eksekutor," ujarnya.
Sementara itu, untuk eksekutor tendangan penalti, Roberto tidak menetapkannya. Ia memberikan kebebasan kepada pemain untuk memutuskan siapa yang akan melakukan tendangan penalti.
"Saya tidak mau menentukan siapa yang akan jadi eksekutor penalti. Saya berikan itu kepada pemain, biar mereka yang memutuskan. Siapa saja boleh, asalkan ia memiliki mentalitas yang baik. Jika berani tentu ia menyakini diri punya mentalitas kuat," ucapnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, January 4, 2012
PSMS ISL Bawa18 Pemain dalam Tur Jawa
PSMS Medan akan melakoni laga super berat pekan ini. Tur Pulau Jawa akan mempertemukan skuad Ayam Kinantan dengan Pelita Jaya, dan disusul Persib Bandung.
Dalam tur ke Pulau Jawa ini, pelatih Raja Isa memboyong 18 pemain. Dua pemain merupakan pemain PSMS U-21, yakni M. Antoni dan Alrian Suhaibi. Tapi belum ada kepastian dari Raja Isa bakal menurunkan keduanya.
"Kita lihat saja nanti. Kemungkinan itu tetap ada, karena itu Alrian dan Antoni dibawa serta. Tergantung situasi pertandingan nantinya," ujarnya.
Berikut nama 18 pemain PSMS yang dibawa dalam tur ke pulau Jawa:
Markus Haris Maulana, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Rahmad, Wawan Widiantoro, Anton Samba, Zulkarnaen, In Kyun Oh, Luis Alejandro Pena, Ikpefua Osas Saha, Choi Dong Soo, Ramadhan Saputra, M. Antoni, Alrian Suhaibi, Zainal Anwar, Sulaiman Alamsyah, Arie Supriatna, Ledi Utomo (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Dalam tur ke Pulau Jawa ini, pelatih Raja Isa memboyong 18 pemain. Dua pemain merupakan pemain PSMS U-21, yakni M. Antoni dan Alrian Suhaibi. Tapi belum ada kepastian dari Raja Isa bakal menurunkan keduanya.
"Kita lihat saja nanti. Kemungkinan itu tetap ada, karena itu Alrian dan Antoni dibawa serta. Tergantung situasi pertandingan nantinya," ujarnya.
Berikut nama 18 pemain PSMS yang dibawa dalam tur ke pulau Jawa:
Markus Haris Maulana, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Rahmad, Wawan Widiantoro, Anton Samba, Zulkarnaen, In Kyun Oh, Luis Alejandro Pena, Ikpefua Osas Saha, Choi Dong Soo, Ramadhan Saputra, M. Antoni, Alrian Suhaibi, Zainal Anwar, Sulaiman Alamsyah, Arie Supriatna, Ledi Utomo (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Skuad PSMS ISL Jajal Stadion Singaperbangsa
Skuad PSMS ISL menggelar uji coba lapangan di Stadion Singaperbangsa, Rabu (4/1/2012) pagi. Pelatih kepala Raja Isa, memberikan asupan materi latihan ringan, agar kebugaran fisik anak asuhnya tetap terjaga. Latihan dikombinasikan dengan sedikit materi taktikal, yakni penerapan masa transisi.
"Kontur lapangan bagus. Permainan bola dengan umpan-umpan pendek dapat dengan lancar diterapkan. Pemain mulai menunjukkan persenyawaan dan saling pengertian yang baik," ujarnya kepada www.tribun-medan.com usai latihan pagi digelar.
Apakah PSMS akan menerapkan umpan-umpan pendek saat bertemu Pelita, Kamis (5/1/2012) besok? "Tergantung situasi yang terjadi di lapangan. Kondisi lapangan sangat baik untuk bisa menerapkan itu. Tapi dengan catatan PSMS bisa menekan Pelita. Jika sebaliknya, taktik berikutnya tentu dengan pemanfaatan counter attack. Tak ada yang baku," tandas pelatih berkebangsaan Malaysia ini.
"Kontur lapangan bagus. Permainan bola dengan umpan-umpan pendek dapat dengan lancar diterapkan. Pemain mulai menunjukkan persenyawaan dan saling pengertian yang baik," ujarnya kepada www.tribun-medan.com usai latihan pagi digelar.
Apakah PSMS akan menerapkan umpan-umpan pendek saat bertemu Pelita, Kamis (5/1/2012) besok? "Tergantung situasi yang terjadi di lapangan. Kondisi lapangan sangat baik untuk bisa menerapkan itu. Tapi dengan catatan PSMS bisa menekan Pelita. Jika sebaliknya, taktik berikutnya tentu dengan pemanfaatan counter attack. Tak ada yang baku," tandas pelatih berkebangsaan Malaysia ini.
PSMS ISL Siap Curi Poin Lawan Persib dan Pelita
PSMS Medan siap tempur menjalani laga tandang perdananya. Tim ini menargetkan mencuri angka menghadapi Pelita Jaya, Kamis 5 Januari 2011, dan meladeni Persib Bandung, Senin 9 Januari 2012, dua laga tandang perdana Liga Super Indonesia.
Pelatih kepala PSMS Raja Isa bin RAS menilai wajar target mencuri angka di kandang lawan itu mengingat persiapan timnya terbilang matang. Persiapan itu antara lain pertandingan persahabatan dengan dua klub Malaysia, yakni Sime Darby dan Perak FC, pada pertengahan Desember lalu.
“Kami optimistis salah satu dari dua pertandingan away PSMS akan mencuri angka. Apakah di Karawang menghadapi Pelita Jaya, besok, atau di markas Persib Bandung,” kata Raja Isa kepada Tempo melalui telepon seluler, Rabu 4 Desember 2012.
PSMS berangkat dari Medan sekitar pukul 10.00 WIB menuju Karawang. Klub milik keluarga Bakrie itu menjadi lawan PSMS di pertandingan ketiganya. Menurut Raja Isa, seluruh skuad inti PSMS siap bermain di Stadion Singaperbangsa, besok. “Saat ini kami sedang uji lapangan di Singaperbangsa. Seluruh pemain siap meladeni tuan rumah Pelita Jaya. Akan ada kejutan dari kami besok, “ kata Raja Isa.
Seluruh pemain PSMS, kata Raja Isa, dalam kondisi baik dan siap bertanding. "Kami berprinsip tak ada tim yang tak bisa dikalahkan. Kami akan coba berikan yang terbaik," ujar Raja Isa.
Manajer PSMS Benny Tomasoa mengakui dua lawan PSMS pada laga away perdana ini merupakan tim bertabur bintang. “Tapi dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. PSMS yakin salah satu dari dua laga di kandang lawan bisa meraih poin maksimal," kata Benny.
Menurut Benny, bila mampu mencuri poin di dua laga tandang, tren positif PSMS bisa terjaga dan berlanjut di laga kandang nantinya. "Kami menyadari lawan lebih banyak memiliki pemain bintang. Tapi itu bukan patokan dalam penentuan skor akhir," ujar Benny.
Skuad PSMS yang akan diturunkan menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung adalah: Markus Haris Maulana, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Ramadhan Saputra, Rahmad, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain Aritonang, Sulaiman Alamsyah, M. Antoni, Arie Supriatna, Ikpefua Osas Saha, L uis Alejandro Pena, Sasa Zevecic, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo. (Sahat Simatupang/Tempo)
Pelatih kepala PSMS Raja Isa bin RAS menilai wajar target mencuri angka di kandang lawan itu mengingat persiapan timnya terbilang matang. Persiapan itu antara lain pertandingan persahabatan dengan dua klub Malaysia, yakni Sime Darby dan Perak FC, pada pertengahan Desember lalu.
“Kami optimistis salah satu dari dua pertandingan away PSMS akan mencuri angka. Apakah di Karawang menghadapi Pelita Jaya, besok, atau di markas Persib Bandung,” kata Raja Isa kepada Tempo melalui telepon seluler, Rabu 4 Desember 2012.
PSMS berangkat dari Medan sekitar pukul 10.00 WIB menuju Karawang. Klub milik keluarga Bakrie itu menjadi lawan PSMS di pertandingan ketiganya. Menurut Raja Isa, seluruh skuad inti PSMS siap bermain di Stadion Singaperbangsa, besok. “Saat ini kami sedang uji lapangan di Singaperbangsa. Seluruh pemain siap meladeni tuan rumah Pelita Jaya. Akan ada kejutan dari kami besok, “ kata Raja Isa.
Seluruh pemain PSMS, kata Raja Isa, dalam kondisi baik dan siap bertanding. "Kami berprinsip tak ada tim yang tak bisa dikalahkan. Kami akan coba berikan yang terbaik," ujar Raja Isa.
Manajer PSMS Benny Tomasoa mengakui dua lawan PSMS pada laga away perdana ini merupakan tim bertabur bintang. “Tapi dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. PSMS yakin salah satu dari dua laga di kandang lawan bisa meraih poin maksimal," kata Benny.
Menurut Benny, bila mampu mencuri poin di dua laga tandang, tren positif PSMS bisa terjaga dan berlanjut di laga kandang nantinya. "Kami menyadari lawan lebih banyak memiliki pemain bintang. Tapi itu bukan patokan dalam penentuan skor akhir," ujar Benny.
Skuad PSMS yang akan diturunkan menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung adalah: Markus Haris Maulana, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Ramadhan Saputra, Rahmad, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain Aritonang, Sulaiman Alamsyah, M. Antoni, Arie Supriatna, Ikpefua Osas Saha, L uis Alejandro Pena, Sasa Zevecic, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo. (Sahat Simatupang/Tempo)
PSMS IPL ikut buru Diego
MEDAN - Usaha PSMS Indonesian Premier League (IPL) membenahi performa tim terus berlanjut. Meski sudah merekrut beberapa pemain baru, PSMS sepertinya belum merasa cukup dengan komposisi yang ada dan perburuan kali ini berbeda dari sebelumnya.
Nama yang diincar saat ini tengah menanjak menjadi salah satu pemain bintang di tanah air. Tak lain pemain dimaksud adalah Diego Michels yang bersinar kala memperkuat timnas U-23 di Sea Games lalu dan baru saja memutuskan kontrak secara sepihak dengan Pelita Jaya.
Sejatinya, status Diego ini ditangkap sejumlah klub yang juga berpeluang memboyongnya. Tercatat Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya terang-terangan menyatakan berminat merekrut sang pemain. CEO PSMS, Freddy Hutabarat, juga membenarkan ketertarikan kepada pemain naturalisasi asal Belanda itu.
“PSMS ikut bersaing memperebutkan Diego. Kami juga sudah melakukan pendekatan kepada agennya, sejumlah dana kontrak disebutkan sang agen dan PSMS tengah mempertimbangkannya. Jadi Persija dan Persebaya tidak akan dengan mudah merekrutnya.,” ujar Freddy, Selasa.
Negosiasi telah dimulai sejak Desember lalu. Freddy menyadari angka Diego saat ini cukup tinggi mengingat namanya yang tengah meroket. Namun jika negosiasi sukses, bukan mustahil Diego memilih Medan. Sebaliknya, Diego bisa saja kembali ke Belanda jika tidak menemui kecocokan.
“Memang angka yang ditawarkan cukup tinggi bagi kami, tapi semuanya masih bisa masuk dalam ranah negosiasi dan jika cocok, kami akan bawa dia ke Medan,” lanjutnya.
Selain skill yang diharapkan mendongkrak performa tim, satu keuntungan lain adalah Diego juga bisa mendongkrak penjualan tiket. Freddy pun mengakui PSMS IPL memang butuh sosok seperti itu.
“Selain meningkatkan kualitas tim, nilai jual tim juga meningkat. Kita yakin animo penonton menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan meningkat. Mereka ingin lihat langsung bagaimana permainan Diego. Memang dia tidak murah, tapi kami juga tidak takut bayar dia,” ungkapnya.
Kesempatan merekrut pemain kelahiran tahun 1990 ini memang sangat terbuka untuk klub-klub IPL. Saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, Diego menyatakan dirinya hanya ingin bermain di kompetisi resmi yang diakui FIFA. Karena itu, wing back kiri ini bersedia dinaturalisasi demi bermain untuk timnas.
Nama yang diincar saat ini tengah menanjak menjadi salah satu pemain bintang di tanah air. Tak lain pemain dimaksud adalah Diego Michels yang bersinar kala memperkuat timnas U-23 di Sea Games lalu dan baru saja memutuskan kontrak secara sepihak dengan Pelita Jaya.
Sejatinya, status Diego ini ditangkap sejumlah klub yang juga berpeluang memboyongnya. Tercatat Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya terang-terangan menyatakan berminat merekrut sang pemain. CEO PSMS, Freddy Hutabarat, juga membenarkan ketertarikan kepada pemain naturalisasi asal Belanda itu.
“PSMS ikut bersaing memperebutkan Diego. Kami juga sudah melakukan pendekatan kepada agennya, sejumlah dana kontrak disebutkan sang agen dan PSMS tengah mempertimbangkannya. Jadi Persija dan Persebaya tidak akan dengan mudah merekrutnya.,” ujar Freddy, Selasa.
Negosiasi telah dimulai sejak Desember lalu. Freddy menyadari angka Diego saat ini cukup tinggi mengingat namanya yang tengah meroket. Namun jika negosiasi sukses, bukan mustahil Diego memilih Medan. Sebaliknya, Diego bisa saja kembali ke Belanda jika tidak menemui kecocokan.
“Memang angka yang ditawarkan cukup tinggi bagi kami, tapi semuanya masih bisa masuk dalam ranah negosiasi dan jika cocok, kami akan bawa dia ke Medan,” lanjutnya.
Selain skill yang diharapkan mendongkrak performa tim, satu keuntungan lain adalah Diego juga bisa mendongkrak penjualan tiket. Freddy pun mengakui PSMS IPL memang butuh sosok seperti itu.
“Selain meningkatkan kualitas tim, nilai jual tim juga meningkat. Kita yakin animo penonton menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan meningkat. Mereka ingin lihat langsung bagaimana permainan Diego. Memang dia tidak murah, tapi kami juga tidak takut bayar dia,” ungkapnya.
Kesempatan merekrut pemain kelahiran tahun 1990 ini memang sangat terbuka untuk klub-klub IPL. Saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, Diego menyatakan dirinya hanya ingin bermain di kompetisi resmi yang diakui FIFA. Karena itu, wing back kiri ini bersedia dinaturalisasi demi bermain untuk timnas.
PSMS ISL tolak saran PSSI
MEDAN - Manajemen PSMS Medan yang tampil di Indonesian Super League (ISL) menolak saran PSSI menghentikan keikutsertaannya pada kompetisi tersebut sekaligus melebur ke skuad PSMS di Indonesian Premier League (IPL).
Demikian dikatakan Chief Executive Officer (CEO) PSMS ISL, Idris SE, baru-baru ini. Menurut Idris, apapun kebijakan PSSI saat ini, termasuk penjelasan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat menyambangi Gedung Mantan PSMS pekan lalu, dianggapnya sebagai angin lalu.
"Kami bersama seluruh klub ISL sudah mengganggap PSSI saat ini tidak berfungsi dan dibekukan sejak 18 Desember 2011 lalu terhitung saat pemilik klub dan suara sepakat menggelar KLB sampai nanti terjadi Maret mendatang," ungkapnya.
"Sejujurnya, kami anggap Djohar Arifin hanya wara-wiri saja. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan saat KLB. Hanya Allah yang bisa karena kami tak ingin pemimpin melanggar statuta," beber mantan manajer PSMS musim lalu terkait opsi PSMS hengkang dari ISL.
"Soal PSMS satu laginya (PSMS IPL), ya silakan saja terus berjalan. Toh, itu kan PSMS yang Ketua Umumnya adalah Djohar Arifin Husin, beda sama kita yang Ketua Umumnya adalah Wali Kota Medan," imbuh Idris yang tak menampik ikut andil dengan terpilihnya Djohar sebagai Ketua Umum PSSI.
Disinggung perihal kelanjutan PSMS ISL, Idris mengaku pihaknya akan tetap jalan dan eksis. Idris pun menambahkan klub-klub ISL diundang FIFA ke Zurich pada 27 Januari mendatang.
“Kami berharap Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, bisa ikut ke pertemuan tersebut," pungkas mantan Manajer PSMS musim lalu ini.
Demikian dikatakan Chief Executive Officer (CEO) PSMS ISL, Idris SE, baru-baru ini. Menurut Idris, apapun kebijakan PSSI saat ini, termasuk penjelasan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat menyambangi Gedung Mantan PSMS pekan lalu, dianggapnya sebagai angin lalu.
"Kami bersama seluruh klub ISL sudah mengganggap PSSI saat ini tidak berfungsi dan dibekukan sejak 18 Desember 2011 lalu terhitung saat pemilik klub dan suara sepakat menggelar KLB sampai nanti terjadi Maret mendatang," ungkapnya.
"Sejujurnya, kami anggap Djohar Arifin hanya wara-wiri saja. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan saat KLB. Hanya Allah yang bisa karena kami tak ingin pemimpin melanggar statuta," beber mantan manajer PSMS musim lalu terkait opsi PSMS hengkang dari ISL.
"Soal PSMS satu laginya (PSMS IPL), ya silakan saja terus berjalan. Toh, itu kan PSMS yang Ketua Umumnya adalah Djohar Arifin Husin, beda sama kita yang Ketua Umumnya adalah Wali Kota Medan," imbuh Idris yang tak menampik ikut andil dengan terpilihnya Djohar sebagai Ketua Umum PSSI.
Disinggung perihal kelanjutan PSMS ISL, Idris mengaku pihaknya akan tetap jalan dan eksis. Idris pun menambahkan klub-klub ISL diundang FIFA ke Zurich pada 27 Januari mendatang.
“Kami berharap Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, bisa ikut ke pertemuan tersebut," pungkas mantan Manajer PSMS musim lalu ini.
Tuesday, January 3, 2012
Kapten PSMS IPL Vagner Luis Gantikan Fadli Hariri
Sepekan jelang kick-off pertandingan keempat Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012,PSMS Medan melakukan perubahan.Sebelum menjamu Persiraja Banda Aceh,Sabtu (7/12),pasukan Ayam Kinantan memiliki kapten baru.
Leader baru PSMS itu adalah bek impor asal Brasil Vagner Luis.Pemain ini bakal menggantikan Fadli Hariri yang sebelumnya ditunjuk menjadi kapten pada tiga pertandingan PSMS sebelumnya. Menghadapi Persiraja pun akan menjadi kiprah perdana ayah dua anak ini sebagai kapten PSMS.
Menariknya,bukan Pelatih PSMS Fabio Lopez yang memutuskan pergantian kapten,tapi atas saran Fadli sendiri. ”Fadli mendatangi saya mengatakan akan lebih baik jika Luis yang menjadi kapten PSMS.Bermain beberapa musim di Indonesia,Fadli bilang,’ Luis layak dijadikan kapten’,”ujar Fabio,kemarin.
Pria asal Italia ini mengakui sebaiknya pemain lokal yang menyandang predikat sebagai kapten PSMS.Namun,dia tidak bisa mencari pemain lain sebagai kapten lantaran masalah bahasa.Fabio belum bisa berbahasa Indonesia dan hanya bicara dalam bahasa Italia dan Inggris.Dengan demikian,dia butuh kapten yang harus bisa menerjemahkan apa yang disampaikannya kepada rekan-rekannya.
”Tidak mungkin kalau Jecky (Pasarela) yang jadi kapten karena dia tidak berbahasa Inggris.Ada 11 pemain di lapangan.Jadi,ketika saya memberi instruksi kepada kapten untuk disampaikan kepada pemain lain,dia (kapten) harus mengerti bahasa saya,” lanjutnya. Tidak itu saja memang.Sejak kedatangan bek asal Makedonia Goran Gancev,otomatis posisi Fadli bakal tergeser.
Sama-sama berposisi sebagai center back,pengalaman dan kualitas tentu lebih dimiliki Goran.Namun,Fabio tetap memberi kesempatan kepada Fadli.“Fadli akan jadi kapten ketika Luis tidak main. Tapi kalau Luis main dan Goran tidak,Luis akan tetap jadi kapten,”ungkap Fabio. Sang arsitek bersyukur,suksesi tersebut juga disetujui pemain lainnya.
”Ya,setelah dijelaskan dan Fadli juga menyatakan, pemain lain tidak ada masalah dengan keadaan ini.Ini untuk kepentingan dan yang terbaik bagi tim,”ungkap mantan pemandu bakat klub Seri A Liga Italia, Fiorentina dan Atalanta itu.
Sementara itu,Fadli yang ditemui terpisah mengaku tidak mempermasalahkan pergantian posisi kapten kepada Luis.Menurut dia,semua yang diputuskan adalah demi kebaikan tim. ”Semua yang dilakukan ini adalah untuk kebaikan tim.Tidak perlu jadi masalah karena saya tidak pernah merasa tidak enak.Lagipula,saya kagum sama Coach (Fabio Lopez) yang berbeda agama dengan saya,tapi sangat menghargai agama saya,” tandas pemain PSM Makasar itu.
Untuk agenda persiapan PSMS pekan ini atau selepas tahun baru,Fabio membenahi persoalan fokus bermain anak asuhnya di lapangan.Konsentrasi pemain sejak menit awal hingga akhir pertandingan merupakan hal yang harus diperhatikan dengan seksama.Apalagi, performa PSMS belum stabil.
”Dari persiapan yang dijalankan,saya temui konsentrasi pemain pada beberapa kali latihan harus diperbaiki.Sebab,ini menjadi hal yang penting untuk soliditas tim selama pertandingan. Itu mengapa latihan pagi dan siang,kami melakukan sesi untuk meningkatkan konsentrasi pemain,”tuturnya.
Pada sesi latihan pagi,Fabio mencoba meningkatkan konsentrasi pemain untuk fokus pada pertandingan dengan membagi pemain menjadi tiga bagian.Dua bagian pemain memakai rompi berwarna kuning serta biru,lalu yang satu lagi tanpa rompi. Sambil bergerak,pemain harus mengoper bola kepada rekannya yang memakai pakaian berbeda.
Menurut Fabio,latihan tersebut dilakukan untuk merangsang konsentrasi pemain yang cenderung menurun pada menit-menit akhir pertandingan. ”Biasanya konsentrasi menurun pada menit-menit akhir yang menyebabkan kerugian bagi tim.Kami sedang memperbaiki kondisi itu,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Leader baru PSMS itu adalah bek impor asal Brasil Vagner Luis.Pemain ini bakal menggantikan Fadli Hariri yang sebelumnya ditunjuk menjadi kapten pada tiga pertandingan PSMS sebelumnya. Menghadapi Persiraja pun akan menjadi kiprah perdana ayah dua anak ini sebagai kapten PSMS.
Menariknya,bukan Pelatih PSMS Fabio Lopez yang memutuskan pergantian kapten,tapi atas saran Fadli sendiri. ”Fadli mendatangi saya mengatakan akan lebih baik jika Luis yang menjadi kapten PSMS.Bermain beberapa musim di Indonesia,Fadli bilang,’ Luis layak dijadikan kapten’,”ujar Fabio,kemarin.
Pria asal Italia ini mengakui sebaiknya pemain lokal yang menyandang predikat sebagai kapten PSMS.Namun,dia tidak bisa mencari pemain lain sebagai kapten lantaran masalah bahasa.Fabio belum bisa berbahasa Indonesia dan hanya bicara dalam bahasa Italia dan Inggris.Dengan demikian,dia butuh kapten yang harus bisa menerjemahkan apa yang disampaikannya kepada rekan-rekannya.
”Tidak mungkin kalau Jecky (Pasarela) yang jadi kapten karena dia tidak berbahasa Inggris.Ada 11 pemain di lapangan.Jadi,ketika saya memberi instruksi kepada kapten untuk disampaikan kepada pemain lain,dia (kapten) harus mengerti bahasa saya,” lanjutnya. Tidak itu saja memang.Sejak kedatangan bek asal Makedonia Goran Gancev,otomatis posisi Fadli bakal tergeser.
Sama-sama berposisi sebagai center back,pengalaman dan kualitas tentu lebih dimiliki Goran.Namun,Fabio tetap memberi kesempatan kepada Fadli.“Fadli akan jadi kapten ketika Luis tidak main. Tapi kalau Luis main dan Goran tidak,Luis akan tetap jadi kapten,”ungkap Fabio. Sang arsitek bersyukur,suksesi tersebut juga disetujui pemain lainnya.
”Ya,setelah dijelaskan dan Fadli juga menyatakan, pemain lain tidak ada masalah dengan keadaan ini.Ini untuk kepentingan dan yang terbaik bagi tim,”ungkap mantan pemandu bakat klub Seri A Liga Italia, Fiorentina dan Atalanta itu.
Sementara itu,Fadli yang ditemui terpisah mengaku tidak mempermasalahkan pergantian posisi kapten kepada Luis.Menurut dia,semua yang diputuskan adalah demi kebaikan tim. ”Semua yang dilakukan ini adalah untuk kebaikan tim.Tidak perlu jadi masalah karena saya tidak pernah merasa tidak enak.Lagipula,saya kagum sama Coach (Fabio Lopez) yang berbeda agama dengan saya,tapi sangat menghargai agama saya,” tandas pemain PSM Makasar itu.
Untuk agenda persiapan PSMS pekan ini atau selepas tahun baru,Fabio membenahi persoalan fokus bermain anak asuhnya di lapangan.Konsentrasi pemain sejak menit awal hingga akhir pertandingan merupakan hal yang harus diperhatikan dengan seksama.Apalagi, performa PSMS belum stabil.
”Dari persiapan yang dijalankan,saya temui konsentrasi pemain pada beberapa kali latihan harus diperbaiki.Sebab,ini menjadi hal yang penting untuk soliditas tim selama pertandingan. Itu mengapa latihan pagi dan siang,kami melakukan sesi untuk meningkatkan konsentrasi pemain,”tuturnya.
Pada sesi latihan pagi,Fabio mencoba meningkatkan konsentrasi pemain untuk fokus pada pertandingan dengan membagi pemain menjadi tiga bagian.Dua bagian pemain memakai rompi berwarna kuning serta biru,lalu yang satu lagi tanpa rompi. Sambil bergerak,pemain harus mengoper bola kepada rekannya yang memakai pakaian berbeda.
Menurut Fabio,latihan tersebut dilakukan untuk merangsang konsentrasi pemain yang cenderung menurun pada menit-menit akhir pertandingan. ”Biasanya konsentrasi menurun pada menit-menit akhir yang menyebabkan kerugian bagi tim.Kami sedang memperbaiki kondisi itu,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Dana Belum Turun, Renovasi Stadion Teladan Tertunda
Harapan PSMS Medan memiliki stadion berstandar AFC belum terwujud. Pasalnya, renovasi Stadion Teladan, Medan yang direncanakan akhir Desember 2011 tertunda hingga Maret 2012.
Ketua Umum KONI Medan, Zulhifzi Lubis saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 1 Januari 2012 mengatakan renovasi Teladan akan tetap dilakukan. Namun pengerjaannya belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena masih membentuk panitia tender sembari menunggu dana dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) turun.
"Pengerjaan renovasi Stadion Teladan kita undur sampai Maret. Masih membentuk panitia tender dulu,sambil menunggu dana turun, semoga Maret 2012 bisa terealisasi,nanti kita akan kabari juga ke media" ujar pria yang akrab di sapa "opung" ini.
Stadion Teladan merupakan salah satu stadion yang ditetapkan pemerintah sebagai situs bersejarah yang perlu dipugar. Selain Teladan, pemerintah juga berniat menjalankan program yang sama terhadap Stadion Sriwedari, Solo dan Mattoangin, Makassar.
Sampai saat ini Stadion Teladan belum juga memenuhi standar AFC. Dalam kunjungan wakil AFC beberapa waktu lalu ditemukan beberapa bagian yang belum layak, seperti ruang tes doping, ruangan pengawas pertandingan, ruang petugas keamanan, ruang kontrol siaran televisi, ruangan media center, mixed zone, ruang jumpa pers, dan lapangan rumput yang tidak rata.
(Ondo S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Ketua Umum KONI Medan, Zulhifzi Lubis saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 1 Januari 2012 mengatakan renovasi Teladan akan tetap dilakukan. Namun pengerjaannya belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena masih membentuk panitia tender sembari menunggu dana dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) turun.
"Pengerjaan renovasi Stadion Teladan kita undur sampai Maret. Masih membentuk panitia tender dulu,sambil menunggu dana turun, semoga Maret 2012 bisa terealisasi,nanti kita akan kabari juga ke media" ujar pria yang akrab di sapa "opung" ini.
Stadion Teladan merupakan salah satu stadion yang ditetapkan pemerintah sebagai situs bersejarah yang perlu dipugar. Selain Teladan, pemerintah juga berniat menjalankan program yang sama terhadap Stadion Sriwedari, Solo dan Mattoangin, Makassar.
Sampai saat ini Stadion Teladan belum juga memenuhi standar AFC. Dalam kunjungan wakil AFC beberapa waktu lalu ditemukan beberapa bagian yang belum layak, seperti ruang tes doping, ruangan pengawas pertandingan, ruang petugas keamanan, ruang kontrol siaran televisi, ruangan media center, mixed zone, ruang jumpa pers, dan lapangan rumput yang tidak rata.
(Ondo S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Saturday, December 31, 2011
Goran Ganchev Solidkan Pertahanan PSMS
MEDAN-PSMS kembali menambah pemain bertahan untuk memperkuat lini belakang tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Kali ini pemain berkebangsaan Macedonia Goran Ganchev bergabung.
Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.
Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).
Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.
Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.
Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.
Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)
Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.
Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).
Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.
Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.
Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.
Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)
Raja Isa: Pemain lemah saat transisi
MEDAN - Memasuki tahap persiapan yang semakin intens jelang dua laga away menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung, Januari nanti, tim pelatih PSMS Indonesian Super League (ISL) mulai berunding soal racikan strategi yang akan diterapkan demi memenuhi target poin.
Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.
“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.
Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.
Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,
"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.
Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.
"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.
Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.
“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.
Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.
Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,
"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.
Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.
"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.
Barisan muda Kinantan takluk
MEDAN - Dalam rangka persiapan menghadapi dua laga tandang kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Jawa Barat, PSMS Medan kembali melakoni laga ujicoba. Kali ini, PS Gayo Lues (PSGL) menjajal kemampuan tim besutan Raja Isa. Hasilnya, Ayam Kinantan dipaksa menyerah 0-2 di Stadion Kebun Bunga, Kamis.
PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.
Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.
Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.
Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.
“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.
“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.
Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.
“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.
PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.
Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.
Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.
Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.
“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.
“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.
Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.
“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.
Hadirnya Gancev beri angin segar
MEDAN - PSMS Indonesian Premier League (IPL) dipastikan kembali mendapatkan amunisi baru di lini belakang. Kehadiran bek asal Macedonia, Goran Gancev (foto), diyakini membuat lini belakang semakin kokoh bersama Vagner Luis.
Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.
"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.
Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.
Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.
Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.
Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.
"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir
Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.
"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.
Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.
Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.
Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.
Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.
"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir
Thursday, December 29, 2011
PSMS IPL Fabio Maksimalkan Dua Defender Baru
Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez kerja keras.Minus empat gol dari tiga laga yang kini dimiliki PSMS ketika mereka terdampar di dasar klasemen Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 membuatnya harus putar otak lebih keras.
Kualitas lini belakang PSMS pun menjadi prioritas perbaikan oleh pelatih asal Italia itu.Tambahan dua pemain belakang lokal Safrudin Tahar dan Sutrisno pun dimaksimalkan Fabio.Performa keduanya diharapkan bisa menjadi solusi hasil lebih baik bagi pertahanan Ayam Kinantan. Sutrisno yang baru gabung PSMS belum masuk dalam skuad utama klubnya di tiga pertandingan awal.
Namun pascabergabung,pemain ini langsung membuat Fabio gembira.Bersama Safrudin,Sutrisno pun diproyeksi menjadi pengisi skuad inti PSMS. Manajemen PSMS pun memuluskan semua urusan administrasi dua punggawa lokal itu.Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar membenarkan bergabungnya dua pemain sudah resmi dan siap dimainkan.
Ari mengatakan,kedua pemain tersebut telah didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada Senin (12/12).”Mereka sudah resmi jadi pemain PSMS dan juga sudah kami daftarkan ke LPIS.Dua pemain ini pun sudah bisa membela PSMS untuk laga selanjutnya,” ujar Ari,kemarin.
Sutrisno dan Safrudin diakui Ari adalah pemain incaran PSMS untuk memperkuat lini belakang.Namun,sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak salah pilih, performa keduanya lebih dulu dipantau sebelum ditentukan kelayakan mereka gabung. ”Tentunya ada proses-proses yang dilakukan pelatih sebelum merekomendasikan pemain kepada manajemen. Tapi pelatih senang dengan kualitas mereka saat menjalani seleksi,” lanjutnya.
Meski memiliki peluang menembus skuad utama PSMS,dua pemain ini tetap harus kerja keras.Defender PSMS yang kini diisi Erwinsyah ’Monang’ Hasibuan,Sugianto,dan Azuan Lubis juga tak mudah disingkirkan dari starter.Terlebih,jam terbang kedua pemain itu di bawah tiga nama tersebut. Sutrisno yang musim lalu berkostum Persigo Gorontalo belum memiliki pengalaman bagus pada kompetisi level tertinggi di negeri ini.
Sementara Safrudin memiliki pengalaman hampir sama karena sebelumnya hanya bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Atjeh United. Namun,dua pemain ini memiliki postur ideal sebagai pengisi lini pertahanan PSMS.Bahkan,Fabio juga telah memberikan poin plus kepada mereka. ”Mereka itu pemain muda yang sangat potensial. Postur mereka bagus,kuat,dan kukuh sebagai defender,”ujar Fabio.
Pelatih asal Italia ini optimistis mampu memoles dua pemain ini,meski masih memiliki jam terbang yang belum tinggi. Soal pertahanan keropos PSMS,kehadiran mereka juga akan membaik dan semua itu dijamin Fabio.”Semua pemain baru butuh adaptasi.Kami yakin dengan kemampuan mereka,”tuturnya.
Sekarang PSMS libur latihan sejak Jumat (23/12).Jecky Pasarela dkk akan mulai latihan lagi besok pagi.PSMS akan berlaga lagi di kandangnya,Stadion Teladan,pada Sabtu (7/1) ketika menjamu Persiraja Banda Aceh.
”Latihan akan fokus pada pembenahan fisik sebesar 40% dari keseluruhan latihan. Lalu sisanya dibagi dua,30% untuk teknik dan strategi plus taktik.Tapi persentase masing-masing latihan akan berbalik saat mendekati pertandingan,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Kualitas lini belakang PSMS pun menjadi prioritas perbaikan oleh pelatih asal Italia itu.Tambahan dua pemain belakang lokal Safrudin Tahar dan Sutrisno pun dimaksimalkan Fabio.Performa keduanya diharapkan bisa menjadi solusi hasil lebih baik bagi pertahanan Ayam Kinantan. Sutrisno yang baru gabung PSMS belum masuk dalam skuad utama klubnya di tiga pertandingan awal.
Namun pascabergabung,pemain ini langsung membuat Fabio gembira.Bersama Safrudin,Sutrisno pun diproyeksi menjadi pengisi skuad inti PSMS. Manajemen PSMS pun memuluskan semua urusan administrasi dua punggawa lokal itu.Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar membenarkan bergabungnya dua pemain sudah resmi dan siap dimainkan.
Ari mengatakan,kedua pemain tersebut telah didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada Senin (12/12).”Mereka sudah resmi jadi pemain PSMS dan juga sudah kami daftarkan ke LPIS.Dua pemain ini pun sudah bisa membela PSMS untuk laga selanjutnya,” ujar Ari,kemarin.
Sutrisno dan Safrudin diakui Ari adalah pemain incaran PSMS untuk memperkuat lini belakang.Namun,sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak salah pilih, performa keduanya lebih dulu dipantau sebelum ditentukan kelayakan mereka gabung. ”Tentunya ada proses-proses yang dilakukan pelatih sebelum merekomendasikan pemain kepada manajemen. Tapi pelatih senang dengan kualitas mereka saat menjalani seleksi,” lanjutnya.
Meski memiliki peluang menembus skuad utama PSMS,dua pemain ini tetap harus kerja keras.Defender PSMS yang kini diisi Erwinsyah ’Monang’ Hasibuan,Sugianto,dan Azuan Lubis juga tak mudah disingkirkan dari starter.Terlebih,jam terbang kedua pemain itu di bawah tiga nama tersebut. Sutrisno yang musim lalu berkostum Persigo Gorontalo belum memiliki pengalaman bagus pada kompetisi level tertinggi di negeri ini.
Sementara Safrudin memiliki pengalaman hampir sama karena sebelumnya hanya bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Atjeh United. Namun,dua pemain ini memiliki postur ideal sebagai pengisi lini pertahanan PSMS.Bahkan,Fabio juga telah memberikan poin plus kepada mereka. ”Mereka itu pemain muda yang sangat potensial. Postur mereka bagus,kuat,dan kukuh sebagai defender,”ujar Fabio.
Pelatih asal Italia ini optimistis mampu memoles dua pemain ini,meski masih memiliki jam terbang yang belum tinggi. Soal pertahanan keropos PSMS,kehadiran mereka juga akan membaik dan semua itu dijamin Fabio.”Semua pemain baru butuh adaptasi.Kami yakin dengan kemampuan mereka,”tuturnya.
Sekarang PSMS libur latihan sejak Jumat (23/12).Jecky Pasarela dkk akan mulai latihan lagi besok pagi.PSMS akan berlaga lagi di kandangnya,Stadion Teladan,pada Sabtu (7/1) ketika menjamu Persiraja Banda Aceh.
”Latihan akan fokus pada pembenahan fisik sebesar 40% dari keseluruhan latihan. Lalu sisanya dibagi dua,30% untuk teknik dan strategi plus taktik.Tapi persentase masing-masing latihan akan berbalik saat mendekati pertandingan,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Goran Ganchev Resmi Milik PSMS IPL
PSMS Medan resmi menambah satu amunisi untuk memperkuat barisan belakang.Dia adalah pemain asal Makedonia Goran Ganchev yang telah melakoni latihan perdana bersama skuad Ayam Kinantan di Lapangan Arhanud Baterai P Medan,kemarin.
Ganchev tiba di Medan, Selasa (27/12), atau terlambat dari jadwal yang menyebutkan dirinya akan datang,Senin (26/12).Namun,pemain yang sebelumnya membela tim Divisi I Liga Kroasia itu langsung terjun dalam dua kali latihan PSMS,kemarin.Saat latihan pagi, kendati belum menunjukkan kemampuannya, nilai positif diberikan sang arsitek Fabio Lopez.
“Coba Anda lihat sendiri kemampuannya.Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu.Tapi, dia (Ganchev) pernah bermain di Liga Kroasia dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,”ujar Fabio, ketika ditemui,kemarin. Menurut Fabio, dari segi fisik,Ganchev cukup proporsional.Latihan fisik dan teknik yang cukup berat kemarin bukan kendala berarti baginya.“Mudahmudahan performa dia sesuai harapan kami,”ungkap pelatih asal Italia itu.
Performa Ganchev memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya. Tapi,pemain berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh,ngotot,dan punya kemampuan fisik yang baik. Bahkan,pada latihan sore di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM), kemarin,dia memiliki visi bermain cukup baik dalam mengoper dan mengontrol bola.Dia juga memiliki mobilitas tinggi sebagai pemain bertahan.
Pada sesi game,dia juga masuk tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis dan Ahn Hyo-yeon di sektor belakang.Sementara Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai ujung tombak. Bersama Vagner Luis,Ganchev bakal menjadi sosok menakutkan bagi lini depan lawan.Apalagi,di klub-klub profesional Indonesia,jarang sekali tim diperkuat dua pemain asing sekaligus.
Luis memiliki kemampuan heading yang baik.Dia tangguh saat berduel dengan lawan di udara.Sementara Ganchev memiliki gaya permainan ngotot. Itu bakal membuat ciut nyali lawan. Asisten Pelatih PSMS Muhammad Khaidir menyebutkan sisi positif Ganchev. Menurut dia,tipikal permainan ngotot yang dimiliki Ganchev sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.“Dia bertipe keras dan ngotot,tidak mau kalah dengan lawan.Cocok untuk memukul mental lawan,”pungkasnya.
Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar menyatakan pihaknya memberi kebebasan pelatih untuk menentukan layak atau tidaknya Ganchev bergabung.“Keputusan di tangan pelatih.Jika cocok,pelatih bisa mengambil sikap,”tandas Arif. (Syukri Amal/Sindo)
Ganchev tiba di Medan, Selasa (27/12), atau terlambat dari jadwal yang menyebutkan dirinya akan datang,Senin (26/12).Namun,pemain yang sebelumnya membela tim Divisi I Liga Kroasia itu langsung terjun dalam dua kali latihan PSMS,kemarin.Saat latihan pagi, kendati belum menunjukkan kemampuannya, nilai positif diberikan sang arsitek Fabio Lopez.
“Coba Anda lihat sendiri kemampuannya.Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu.Tapi, dia (Ganchev) pernah bermain di Liga Kroasia dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,”ujar Fabio, ketika ditemui,kemarin. Menurut Fabio, dari segi fisik,Ganchev cukup proporsional.Latihan fisik dan teknik yang cukup berat kemarin bukan kendala berarti baginya.“Mudahmudahan performa dia sesuai harapan kami,”ungkap pelatih asal Italia itu.
Performa Ganchev memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya. Tapi,pemain berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh,ngotot,dan punya kemampuan fisik yang baik. Bahkan,pada latihan sore di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM), kemarin,dia memiliki visi bermain cukup baik dalam mengoper dan mengontrol bola.Dia juga memiliki mobilitas tinggi sebagai pemain bertahan.
Pada sesi game,dia juga masuk tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis dan Ahn Hyo-yeon di sektor belakang.Sementara Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai ujung tombak. Bersama Vagner Luis,Ganchev bakal menjadi sosok menakutkan bagi lini depan lawan.Apalagi,di klub-klub profesional Indonesia,jarang sekali tim diperkuat dua pemain asing sekaligus.
Luis memiliki kemampuan heading yang baik.Dia tangguh saat berduel dengan lawan di udara.Sementara Ganchev memiliki gaya permainan ngotot. Itu bakal membuat ciut nyali lawan. Asisten Pelatih PSMS Muhammad Khaidir menyebutkan sisi positif Ganchev. Menurut dia,tipikal permainan ngotot yang dimiliki Ganchev sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.“Dia bertipe keras dan ngotot,tidak mau kalah dengan lawan.Cocok untuk memukul mental lawan,”pungkasnya.
Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar menyatakan pihaknya memberi kebebasan pelatih untuk menentukan layak atau tidaknya Ganchev bergabung.“Keputusan di tangan pelatih.Jika cocok,pelatih bisa mengambil sikap,”tandas Arif. (Syukri Amal/Sindo)
Saturday, December 24, 2011
PSMS ISL Saha Tak Gentar Sanksi FIFA
Federasi Sepakbola Dunia, FIFA menegaskan akan memberi sanksi tegas pada pemain-pemain yang bermain di kompetisi Indonesia Super League. Pemain-pemain ditutup kesempatan untuk membela Timnas. Parahnya lagi, FIFA bakal mencabut Transfer Matching System (TMS). Sederhananya, pemain-pemain ISL tidak akan bisa lagi ditransfer untuk bermain di luar negeri.
Punggawa PSMS ISL menanggapi dingin terkait sanksi tersebut. Osas Ikpefua Saha menyebut FIFA arogan dengan rencana pemberlakuan sanksi. Ia menegaskan tidak gentar dengan ancaman pencabutan TMS tersebut.
"Kami ini pemain, kami korban dari kebijakan yang ada. Teramat aneh, kalau FIFA ancam pemain. Seharusnya FIFA menyelidiki manajemen atau pemutus kebijakan kompetisi. Saya tak takut friend, silahkan saja mereka mau cabut TMS itu," katanya saat dihubungi dari Medan. Saha, kemarin siang tiba di Jakarta untuk liburan Natal.
Lebih lanjut, Saha menyebutkan dirinya tetap mengedepankan sisi profesional tanpa harus terlarut dalam dualisme kompetisi. "Saya tidak akan berpendapat kompetisi mana yang lebih bagus. Itu bukan letak persoalannya. Dalam sepakbola, pemain akan turun ke lapangan jika ia diberi kontrak. Lantas, kenapa pemain dilibatkan friend. Tapi sekali lagi, saya tidak mau memusingkan itu," sebutnya.
Suami dari Sasha ini menegaskan ia tetap komit membela PSMS ISL, hingga durasi kontrak yang dimilikinya berakhir. Ia tidak akan bergeming karena ancaman sanksi FIFA yang beredar luas di Media. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi bila federasi sepakbola dunia dan induk organisasi sepakbola nasional berlaku profesional. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Punggawa PSMS ISL menanggapi dingin terkait sanksi tersebut. Osas Ikpefua Saha menyebut FIFA arogan dengan rencana pemberlakuan sanksi. Ia menegaskan tidak gentar dengan ancaman pencabutan TMS tersebut.
"Kami ini pemain, kami korban dari kebijakan yang ada. Teramat aneh, kalau FIFA ancam pemain. Seharusnya FIFA menyelidiki manajemen atau pemutus kebijakan kompetisi. Saya tak takut friend, silahkan saja mereka mau cabut TMS itu," katanya saat dihubungi dari Medan. Saha, kemarin siang tiba di Jakarta untuk liburan Natal.
Lebih lanjut, Saha menyebutkan dirinya tetap mengedepankan sisi profesional tanpa harus terlarut dalam dualisme kompetisi. "Saya tidak akan berpendapat kompetisi mana yang lebih bagus. Itu bukan letak persoalannya. Dalam sepakbola, pemain akan turun ke lapangan jika ia diberi kontrak. Lantas, kenapa pemain dilibatkan friend. Tapi sekali lagi, saya tidak mau memusingkan itu," sebutnya.
Suami dari Sasha ini menegaskan ia tetap komit membela PSMS ISL, hingga durasi kontrak yang dimilikinya berakhir. Ia tidak akan bergeming karena ancaman sanksi FIFA yang beredar luas di Media. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi bila federasi sepakbola dunia dan induk organisasi sepakbola nasional berlaku profesional. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
PSMS ISL Cabut Perkara Kasus Tiket Palsu
Diduga ada keterlibatan mantan Bendahara PSMS berinisial AS musim lalu, pihak manajemen PSMS ISL mencabut perkara tiket palsu di Polsekta Medan Kota. Kedua pihak telah berdamai dan polsekta Medan Kota menangguhkan tersangka Fahri yang tertangkap tangan menjual tiket palsu di stadion Teladan Medan saat PSMS kontra Persisam Samarinda, Kamis (8/12) lalu.
Informasi yang diperoleh diPolsekta Medan Kota setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan tertangkap tangannya tersangka Fahri. Berdasarkan keterangan tersangka diperoleh keterlibatan mantan Panpel PSMS Divisi Utama tahun lalu, Edi dan Jenda. Selain itu, peran Edi dan Jenda diduga dengan keterlibatan mantan Bendahara PSMS bernisial AS yang saat ini merupakan staf di Dinas Parawista dan Kebudayaan Kota Medan.
Informasi yang berkembang antara pihak PSMS dengan tersangka telah melakukan perdamaian diduga dengan "upeti" Rp. 50 juta dan pria berinisial AS diduga telah mendekati beberapa media agar kasus tiket palsu jangan ditindaklanjuti pemberitaannya.
"Kasus tiket palsu PSMS yang tertangkap tangan oleh pihak keamanan Panpel sudah damai antara kedua pihak. Pihak PSMS mencabut pengaduan dengan alasan tersangka telah insyaf dan menyadari kesalahannya" ujar Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, kemarin.
Dikatakannya dengan adanya perdamaian kedua belah pihak. Pihak kepolisian melakukan penangguhan terhadap tersangka penjualan tiket palsu yang selama ini ditahan pihak kepolisian. Saat ditanya adanya keterlibatan mantan bendahara PSMS musim lalu, Sandy mengatakan setelah dilakukan tidak ada keterlibatan. "Setelah dilakukan penyelidikan tidak ada keterlibatan mantan bendahara PSMS dalam kasus tiket palsu ini" terang Kapolsek.
Sementara itu, Ketua Panpel PSMS ISL Safril Jambak SH ketika dikonfirmasi membantah adanya perdamaian dengan pihak tersangka sesuai dengan pernyataan Kapolsekta Medan Kota. "Tak ada perdamaian kasus tetap lanjut dan saat ini polisi masih memburu tersangka Edi dan Jenda yang diduga terlibat tiket palsu" ujarnya Safril dengan nada gugup melalui ponsel.
Dikatakannya, saat petugas ini melakukan pengejaran kedua tersangka sudah tak berada lagi dirumahnya dan berhasil meloloskan diri. Diduga kedua tersangka sakit hati tak dipilih lagi jadi anggota Panpel dan memcoba mencari keuntungan pribadi dengan mengedarkan tiket palsu.
Disebutkannya, akibat penjualan tiket palsu membuat pemasukan penjualan tiket menurun drastis. Kasus ini tetap diteruskan untuk mengungkap dalangnya.
Hasil pantauan wartawan, selama pertandingan exbisi PSMS dengan klub asal Malaysia, Safril bolak-balik mendatangi Polsekta Medan Kota, kadang ditemani Zulkifli yang juga anggota Panpel PSMS. Ketika ditanya kedatangan ke Polsekta Medan Kota, Safril mengatakan untuk melihat perkembangan kasus tiket palsu PSMS. Diduga Safril akan melakukan perdamaian dengan pihak tersangka. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Informasi yang diperoleh diPolsekta Medan Kota setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan tertangkap tangannya tersangka Fahri. Berdasarkan keterangan tersangka diperoleh keterlibatan mantan Panpel PSMS Divisi Utama tahun lalu, Edi dan Jenda. Selain itu, peran Edi dan Jenda diduga dengan keterlibatan mantan Bendahara PSMS bernisial AS yang saat ini merupakan staf di Dinas Parawista dan Kebudayaan Kota Medan.
Informasi yang berkembang antara pihak PSMS dengan tersangka telah melakukan perdamaian diduga dengan "upeti" Rp. 50 juta dan pria berinisial AS diduga telah mendekati beberapa media agar kasus tiket palsu jangan ditindaklanjuti pemberitaannya.
"Kasus tiket palsu PSMS yang tertangkap tangan oleh pihak keamanan Panpel sudah damai antara kedua pihak. Pihak PSMS mencabut pengaduan dengan alasan tersangka telah insyaf dan menyadari kesalahannya" ujar Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, kemarin.
Dikatakannya dengan adanya perdamaian kedua belah pihak. Pihak kepolisian melakukan penangguhan terhadap tersangka penjualan tiket palsu yang selama ini ditahan pihak kepolisian. Saat ditanya adanya keterlibatan mantan bendahara PSMS musim lalu, Sandy mengatakan setelah dilakukan tidak ada keterlibatan. "Setelah dilakukan penyelidikan tidak ada keterlibatan mantan bendahara PSMS dalam kasus tiket palsu ini" terang Kapolsek.
Sementara itu, Ketua Panpel PSMS ISL Safril Jambak SH ketika dikonfirmasi membantah adanya perdamaian dengan pihak tersangka sesuai dengan pernyataan Kapolsekta Medan Kota. "Tak ada perdamaian kasus tetap lanjut dan saat ini polisi masih memburu tersangka Edi dan Jenda yang diduga terlibat tiket palsu" ujarnya Safril dengan nada gugup melalui ponsel.
Dikatakannya, saat petugas ini melakukan pengejaran kedua tersangka sudah tak berada lagi dirumahnya dan berhasil meloloskan diri. Diduga kedua tersangka sakit hati tak dipilih lagi jadi anggota Panpel dan memcoba mencari keuntungan pribadi dengan mengedarkan tiket palsu.
Disebutkannya, akibat penjualan tiket palsu membuat pemasukan penjualan tiket menurun drastis. Kasus ini tetap diteruskan untuk mengungkap dalangnya.
Hasil pantauan wartawan, selama pertandingan exbisi PSMS dengan klub asal Malaysia, Safril bolak-balik mendatangi Polsekta Medan Kota, kadang ditemani Zulkifli yang juga anggota Panpel PSMS. Ketika ditanya kedatangan ke Polsekta Medan Kota, Safril mengatakan untuk melihat perkembangan kasus tiket palsu PSMS. Diduga Safril akan melakukan perdamaian dengan pihak tersangka. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Friday, December 23, 2011
Ambisi PSMS tertahan
MEDAN - PSMS kembali gagal memetik hasil maksimal dalam rangkaian partai eksibisinya. Di Stadion Teladan tadi malam, PSMS ditahan imbang tanpa gol klub peserta Liga Super Malaysia, Perak FC.
Pada laga tersebut, PSMS yang tampil dengan skema yang sama dengan laga sebelumnya justru tertekan sejak awal. Perak FC yang menurunkan duo asingnya Michal Kubala dan Lazar Popovic tampil lebih greget.
Enam menit laga berjalan, tuan rumah langsung dikejutkan dengan ancaman dari Perak. Tendangan spekulasi Kubala dari luar kotak penalti nyaris menggetarkan jala. Beruntung Markus Horison tampil sigap di bawah mistar.
Permainan bola pendek yang diperagakan tim besutan Norizam Bakar sukses membongkar pertahanan PSMS di menit 25. Fahrul Rozi mendapat umpan dan tanpa kawalan melepaskan tendangan yang tak dapat dihalau Markus. Namun Wawan Widiantoro mampu menyelamatkan gawang dengan heading akrobatiknya.
Sebaliknya, tuan rumah nyaris tanpa peluang yang membahayakan gawang lawan. Duet Osas Saha dan Choi Dong Soo kesulitan menembus ketatnya pertahanan lawan yang dikomandoi Khairi. Raja Isa mencoba untuk memperbaiki performa skuad di babak kedua. Permainan PSMS sedikit lebih baik ditandai ancaman di menit 50 lewat tandukan Zulkarnaen yang lagi-lagi membentur mistar.
Meski menguasai jalannya laga, ancaman yang diciptakan tak cukup berbahaya. Tiga pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna, Ledi Utomo, dan Zainal Anwar juga tak banyak merubah keadaan. Tendangan bebas In Kyun Oh yang melenceng menjadi peluang terakhir PSMS dan laga berakhir tanpa gol.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengaku tidak puas dengan performa skuadnya namun ia yakin performa dari dua laga ini cukup berpengaruh untuk persiapan timnya menghadapi dua laga lanjutan ISL, Januari nanti.
"Yang terpenting di persiapan away. Perak FC mirip cara Persib bermain. Pemain sudah menunjukkan keberanian untuk melakukan tekanan. Secara taktis, saya belum puas tapi ini proses. Saya bersyukur paling tidak dapat dua partai yang bagus untuk peningkatan. Saya yakin dari dua partai yang akan kita hadapi salah satunya akan da kejutan," katanya.
Dari kubu tim tamu, Noorizal melihat performa timnya sedikit lebih baik dari lawannya. "Dengan keadaan lapangan agak cantik kita ada attack juga ada defence. Kita masih membentuk kesepahaman pasukan," pungkasnya.
Sebelumnya, PSMS B yang menurunkan sejumlah pemain belia unggul tipis atas PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Satu-satunya gol lahir lewat kaki Antoni.
Pada laga tersebut, PSMS yang tampil dengan skema yang sama dengan laga sebelumnya justru tertekan sejak awal. Perak FC yang menurunkan duo asingnya Michal Kubala dan Lazar Popovic tampil lebih greget.
Enam menit laga berjalan, tuan rumah langsung dikejutkan dengan ancaman dari Perak. Tendangan spekulasi Kubala dari luar kotak penalti nyaris menggetarkan jala. Beruntung Markus Horison tampil sigap di bawah mistar.
Permainan bola pendek yang diperagakan tim besutan Norizam Bakar sukses membongkar pertahanan PSMS di menit 25. Fahrul Rozi mendapat umpan dan tanpa kawalan melepaskan tendangan yang tak dapat dihalau Markus. Namun Wawan Widiantoro mampu menyelamatkan gawang dengan heading akrobatiknya.
Sebaliknya, tuan rumah nyaris tanpa peluang yang membahayakan gawang lawan. Duet Osas Saha dan Choi Dong Soo kesulitan menembus ketatnya pertahanan lawan yang dikomandoi Khairi. Raja Isa mencoba untuk memperbaiki performa skuad di babak kedua. Permainan PSMS sedikit lebih baik ditandai ancaman di menit 50 lewat tandukan Zulkarnaen yang lagi-lagi membentur mistar.
Meski menguasai jalannya laga, ancaman yang diciptakan tak cukup berbahaya. Tiga pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna, Ledi Utomo, dan Zainal Anwar juga tak banyak merubah keadaan. Tendangan bebas In Kyun Oh yang melenceng menjadi peluang terakhir PSMS dan laga berakhir tanpa gol.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengaku tidak puas dengan performa skuadnya namun ia yakin performa dari dua laga ini cukup berpengaruh untuk persiapan timnya menghadapi dua laga lanjutan ISL, Januari nanti.
"Yang terpenting di persiapan away. Perak FC mirip cara Persib bermain. Pemain sudah menunjukkan keberanian untuk melakukan tekanan. Secara taktis, saya belum puas tapi ini proses. Saya bersyukur paling tidak dapat dua partai yang bagus untuk peningkatan. Saya yakin dari dua partai yang akan kita hadapi salah satunya akan da kejutan," katanya.
Dari kubu tim tamu, Noorizal melihat performa timnya sedikit lebih baik dari lawannya. "Dengan keadaan lapangan agak cantik kita ada attack juga ada defence. Kita masih membentuk kesepahaman pasukan," pungkasnya.
Sebelumnya, PSMS B yang menurunkan sejumlah pemain belia unggul tipis atas PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Satu-satunya gol lahir lewat kaki Antoni.
FIFA pastikan ISL ilegal
AKARTA - Keputusan penting disampaikan FIFA terkait dualisme kompetisi yang terjadi di pentas sepakbola nasional saat ini. Dengan tegas, FIFA menyatakan hanya mengakui kompetisi yang digulirkan PSSI, yakni Indonesian Premier League (IPL)
Kompetisi lainnya, Indonesian Super League (ISL), yang juga sedang bergulir di bawah bendera PT Liga Indonesia, sejak awal tidak mendapat restu dari PSSI dan ditegaskan sebagai kompetisi ilegal
Penegasan tersebut disampaikan Departemen Media FIFA via email yang dikirim Selasa kemarin, seputar pendapat FIFA dengan adanya dualisme kompetisi di Indonesia. Dalam surat elektronik itu, dijelaskan FIFA telah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan AFC
Disampaikan dalam waktu dekat surat bersama FIFA dan AFC terkait penegasan legalitas kompetisi ISL tersebut akan dikirim akhir minggu ini. Hal itu dilakukan karena FIFA dan AFC sangat berhati-hati dalam menganalisis kondisi atau polemik yang terjadi di PSSI
"Merujuk pasal 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengontrol semua kompetisi dan mengambil tindakan terhadap kompetisi ilegal seperti ISL," tulis Departemen Media FIFA dalam pernyataannya
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kembali meminta klub yang berkompetisi di ISL kembali ke PSSI yang merupakan ‘rumah’ mereka. Pasalnya, dampak negatif dari adanya kompetisi di luar PSSI cukup besar, khususnya untuk kepentingan timnas. Dikatakan, pemain yang tidak ikut kompetisi resmi tidak diperbolehkan membela timnas masing-masing.
"Karena itulah, kami kembali menhimbau kepada klub yang bermain di ISL untuk kembali ke rumah. Mari kita tata bersama sepakbola kita. Pintu tetap terbuka, sekiranya ingin kembali bergabung," tandas Djohar, Rabu.
Kompetisi lainnya, Indonesian Super League (ISL), yang juga sedang bergulir di bawah bendera PT Liga Indonesia, sejak awal tidak mendapat restu dari PSSI dan ditegaskan sebagai kompetisi ilegal
Penegasan tersebut disampaikan Departemen Media FIFA via email yang dikirim Selasa kemarin, seputar pendapat FIFA dengan adanya dualisme kompetisi di Indonesia. Dalam surat elektronik itu, dijelaskan FIFA telah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan AFC
Disampaikan dalam waktu dekat surat bersama FIFA dan AFC terkait penegasan legalitas kompetisi ISL tersebut akan dikirim akhir minggu ini. Hal itu dilakukan karena FIFA dan AFC sangat berhati-hati dalam menganalisis kondisi atau polemik yang terjadi di PSSI
"Merujuk pasal 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengontrol semua kompetisi dan mengambil tindakan terhadap kompetisi ilegal seperti ISL," tulis Departemen Media FIFA dalam pernyataannya
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kembali meminta klub yang berkompetisi di ISL kembali ke PSSI yang merupakan ‘rumah’ mereka. Pasalnya, dampak negatif dari adanya kompetisi di luar PSSI cukup besar, khususnya untuk kepentingan timnas. Dikatakan, pemain yang tidak ikut kompetisi resmi tidak diperbolehkan membela timnas masing-masing.
"Karena itulah, kami kembali menhimbau kepada klub yang bermain di ISL untuk kembali ke rumah. Mari kita tata bersama sepakbola kita. Pintu tetap terbuka, sekiranya ingin kembali bergabung," tandas Djohar, Rabu.
Duel kontra Perak FC sajikan gengsi kompetisi
MEDAN - Laga pamungkas eksibisi 2011 akan tersaji di Stadion Teladan, Kamis malam ini, dengan mempertemukan PSMS ISL dan klub Liga Super Malaysia, Perak FC. Meski sebatas ujicoba, gengsi mengemuka menjadi tajuk pertarungan.
Bagi tuan rumah, kekalahan dari Sime Darby cukup mencoreng muka. Pelajaran berharga diperoleh tim besutan Raja Isa sebelum lawatan pada lanjutan ISL di Bandung dan Karawang. Bagi Perak FC yang sebelumnya gagal meraih kemenangan dari tim PON Sumut juga menjanjikan performa yang lebih baik.
Pelatih Perak FC, Noorizal Bakar, akan meramu komposisi pemain yang berbeda. Bahkan dimungkinkan adanya rotasi dalam skuadnya secara menyeluruh. Beberapa pemain baru akan coba diturunkan sampai akhir laga untuk dipantau kemampuannya. Namun hal itu bisa dilakukan jika kondisi lapangan memungkinkan.
"Bila cuaca bagus, tujuan meracik tim ini pasti tercapai. Apalagi saya nak cuba dua pemain impor, Michal Kubala dan Lazar Popow. Tapi saya harus tahan rencana itu, bila lapangan buruk karena hujan," katanya di sela-sela memimpin sesi latihan di Stadion Kebun Bunga.
Noorizal akan mengusung skema 5-3-2 dan berharap timnya bisa memetik pelajaran dari laga ini. Hal itu penting untuk menghadapi Liga Super Indonesia yang mulai bergulir di awal Januari.
"Sulit untuk memberi evaluasi tim ini. Sebab kemarin kami terhalang menyajikan performa maksimal. Harapan saya laga esok bisa menjadi sarana pembelajaran berharga bagi tim," pungkasnya.
Sementara tuan rumah turut mengantisipasi teror dari tim tamu. Raja Isa memahami pertaruhan gengsi dua kompetisi selevel namun beda negara ini juga soal gengsi.
“Gengsi pasti ada. Masing-masing tim bakal menunjukkan kualitas liganya. Sejumlah perbaikan sudah kami lakukan, dan kami siap mengandaskan perlawanan Perak FC," kata ayah tiga anak ini.
Raja Isa berharap skuadnya kali ini lebih tenang dalam penyelesaian akhir. Hal yang tidak didapat saat menderita kekalahan dari Sime Darby, klub asal negeri Jiran lainnya.
"Yang bermasalah itu ketenangan. 75 persen tidak dapat dilakukan. Kita tidak ingin salahkan lapangan buruk," katanya.
Bagi tuan rumah, kekalahan dari Sime Darby cukup mencoreng muka. Pelajaran berharga diperoleh tim besutan Raja Isa sebelum lawatan pada lanjutan ISL di Bandung dan Karawang. Bagi Perak FC yang sebelumnya gagal meraih kemenangan dari tim PON Sumut juga menjanjikan performa yang lebih baik.
Pelatih Perak FC, Noorizal Bakar, akan meramu komposisi pemain yang berbeda. Bahkan dimungkinkan adanya rotasi dalam skuadnya secara menyeluruh. Beberapa pemain baru akan coba diturunkan sampai akhir laga untuk dipantau kemampuannya. Namun hal itu bisa dilakukan jika kondisi lapangan memungkinkan.
"Bila cuaca bagus, tujuan meracik tim ini pasti tercapai. Apalagi saya nak cuba dua pemain impor, Michal Kubala dan Lazar Popow. Tapi saya harus tahan rencana itu, bila lapangan buruk karena hujan," katanya di sela-sela memimpin sesi latihan di Stadion Kebun Bunga.
Noorizal akan mengusung skema 5-3-2 dan berharap timnya bisa memetik pelajaran dari laga ini. Hal itu penting untuk menghadapi Liga Super Indonesia yang mulai bergulir di awal Januari.
"Sulit untuk memberi evaluasi tim ini. Sebab kemarin kami terhalang menyajikan performa maksimal. Harapan saya laga esok bisa menjadi sarana pembelajaran berharga bagi tim," pungkasnya.
Sementara tuan rumah turut mengantisipasi teror dari tim tamu. Raja Isa memahami pertaruhan gengsi dua kompetisi selevel namun beda negara ini juga soal gengsi.
“Gengsi pasti ada. Masing-masing tim bakal menunjukkan kualitas liganya. Sejumlah perbaikan sudah kami lakukan, dan kami siap mengandaskan perlawanan Perak FC," kata ayah tiga anak ini.
Raja Isa berharap skuadnya kali ini lebih tenang dalam penyelesaian akhir. Hal yang tidak didapat saat menderita kekalahan dari Sime Darby, klub asal negeri Jiran lainnya.
"Yang bermasalah itu ketenangan. 75 persen tidak dapat dilakukan. Kita tidak ingin salahkan lapangan buruk," katanya.
PSMS IPL uji kekuatan fisik
MEDAN - Penggenjotan fisik pemain yang terus digenjot di bawah pelatih asal Italia, Fabio Lopez, mulai menunjukkan hasil positif. Kelemahan mendasar tersebut dinilai menjadi kendala PSMS yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) di tiga laga terakhirnya.
“Karena itu, latihan keras digelar intensif dengan maksud menggenjot stamina pemain. Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” ujar Asisten Pelatih PSMS, M Khaidir, Rabu.
Titik terang mulai terlihat karena kebugaran Tri Yudha cs berangsur membaik. Hal ini terbukti dengan stamina yang tak melorot drastis saat bermain 90 menit. Khaidir mengaku pemain sudah punya stamina untuk bermain full dengan harapan bisa meningkatkan ball possession dan lebih berani menguasai bola.
“Fisik yang membaik berdampak besar pada perkembangan lain. Ketenangan pemain juga meningkat pasca-kemampuan fisik yang makin membaik," ucap Khaidir lagi.
Sebelum dikatakan berhasil, perkembangan pemain akan diuji lewat laga ujicoba kontra PS Albatros/Binjai Putra di Lapangan Korem Binjai, Kamis (22/12) ini. Pasalnya, Fabio Lopez absen melatih karena sakit dalam dua hari terakhir dan ingin melihat perkembangan tim asuhannya.
"Kami mau melihat hasil latihan pemain selama ini. Untuk tolak ukurnya tentu harus dengan friendly match," kata Fabio kepada Waspada.
Ujicoba tersebut, menurutnya, akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola, dan kebugaran pemain yang nantinya dievaluasi. Setelah itu, tim akan diliburkan pada 24 Desember nanti untuk menyambut natal dan tahun baru, sebelum kembali latihan pada 28 Desember mendatang.
Pengurus Binjai Putra, Awang dan Irfan Izka Rawi, menjelaskan laga ujicoba melawan PSMS IPL merupakan kehormatan dan memberi motivasi kebangkitan sepakbola di Kota Binjai. Walau berstatus ujicoba, Binjai Putra berjanji akan memberi perlawanan keras dan mengimbangi lawan sekaligus menyuguhkan tontonan menarik.
“Karena itu, latihan keras digelar intensif dengan maksud menggenjot stamina pemain. Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” ujar Asisten Pelatih PSMS, M Khaidir, Rabu.
Titik terang mulai terlihat karena kebugaran Tri Yudha cs berangsur membaik. Hal ini terbukti dengan stamina yang tak melorot drastis saat bermain 90 menit. Khaidir mengaku pemain sudah punya stamina untuk bermain full dengan harapan bisa meningkatkan ball possession dan lebih berani menguasai bola.
“Fisik yang membaik berdampak besar pada perkembangan lain. Ketenangan pemain juga meningkat pasca-kemampuan fisik yang makin membaik," ucap Khaidir lagi.
Sebelum dikatakan berhasil, perkembangan pemain akan diuji lewat laga ujicoba kontra PS Albatros/Binjai Putra di Lapangan Korem Binjai, Kamis (22/12) ini. Pasalnya, Fabio Lopez absen melatih karena sakit dalam dua hari terakhir dan ingin melihat perkembangan tim asuhannya.
"Kami mau melihat hasil latihan pemain selama ini. Untuk tolak ukurnya tentu harus dengan friendly match," kata Fabio kepada Waspada.
Ujicoba tersebut, menurutnya, akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola, dan kebugaran pemain yang nantinya dievaluasi. Setelah itu, tim akan diliburkan pada 24 Desember nanti untuk menyambut natal dan tahun baru, sebelum kembali latihan pada 28 Desember mendatang.
Pengurus Binjai Putra, Awang dan Irfan Izka Rawi, menjelaskan laga ujicoba melawan PSMS IPL merupakan kehormatan dan memberi motivasi kebangkitan sepakbola di Kota Binjai. Walau berstatus ujicoba, Binjai Putra berjanji akan memberi perlawanan keras dan mengimbangi lawan sekaligus menyuguhkan tontonan menarik.
Subscribe to:
Posts (Atom)