Sepekan jelang kick-off pertandingan keempat Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012,PSMS Medan melakukan perubahan.Sebelum menjamu Persiraja Banda Aceh,Sabtu (7/12),pasukan Ayam Kinantan memiliki kapten baru.
Leader baru PSMS itu adalah bek impor asal Brasil Vagner Luis.Pemain ini bakal menggantikan Fadli Hariri yang sebelumnya ditunjuk menjadi kapten pada tiga pertandingan PSMS sebelumnya. Menghadapi Persiraja pun akan menjadi kiprah perdana ayah dua anak ini sebagai kapten PSMS.
Menariknya,bukan Pelatih PSMS Fabio Lopez yang memutuskan pergantian kapten,tapi atas saran Fadli sendiri. ”Fadli mendatangi saya mengatakan akan lebih baik jika Luis yang menjadi kapten PSMS.Bermain beberapa musim di Indonesia,Fadli bilang,’ Luis layak dijadikan kapten’,”ujar Fabio,kemarin.
Pria asal Italia ini mengakui sebaiknya pemain lokal yang menyandang predikat sebagai kapten PSMS.Namun,dia tidak bisa mencari pemain lain sebagai kapten lantaran masalah bahasa.Fabio belum bisa berbahasa Indonesia dan hanya bicara dalam bahasa Italia dan Inggris.Dengan demikian,dia butuh kapten yang harus bisa menerjemahkan apa yang disampaikannya kepada rekan-rekannya.
”Tidak mungkin kalau Jecky (Pasarela) yang jadi kapten karena dia tidak berbahasa Inggris.Ada 11 pemain di lapangan.Jadi,ketika saya memberi instruksi kepada kapten untuk disampaikan kepada pemain lain,dia (kapten) harus mengerti bahasa saya,” lanjutnya. Tidak itu saja memang.Sejak kedatangan bek asal Makedonia Goran Gancev,otomatis posisi Fadli bakal tergeser.
Sama-sama berposisi sebagai center back,pengalaman dan kualitas tentu lebih dimiliki Goran.Namun,Fabio tetap memberi kesempatan kepada Fadli.“Fadli akan jadi kapten ketika Luis tidak main. Tapi kalau Luis main dan Goran tidak,Luis akan tetap jadi kapten,”ungkap Fabio. Sang arsitek bersyukur,suksesi tersebut juga disetujui pemain lainnya.
”Ya,setelah dijelaskan dan Fadli juga menyatakan, pemain lain tidak ada masalah dengan keadaan ini.Ini untuk kepentingan dan yang terbaik bagi tim,”ungkap mantan pemandu bakat klub Seri A Liga Italia, Fiorentina dan Atalanta itu.
Sementara itu,Fadli yang ditemui terpisah mengaku tidak mempermasalahkan pergantian posisi kapten kepada Luis.Menurut dia,semua yang diputuskan adalah demi kebaikan tim. ”Semua yang dilakukan ini adalah untuk kebaikan tim.Tidak perlu jadi masalah karena saya tidak pernah merasa tidak enak.Lagipula,saya kagum sama Coach (Fabio Lopez) yang berbeda agama dengan saya,tapi sangat menghargai agama saya,” tandas pemain PSM Makasar itu.
Untuk agenda persiapan PSMS pekan ini atau selepas tahun baru,Fabio membenahi persoalan fokus bermain anak asuhnya di lapangan.Konsentrasi pemain sejak menit awal hingga akhir pertandingan merupakan hal yang harus diperhatikan dengan seksama.Apalagi, performa PSMS belum stabil.
”Dari persiapan yang dijalankan,saya temui konsentrasi pemain pada beberapa kali latihan harus diperbaiki.Sebab,ini menjadi hal yang penting untuk soliditas tim selama pertandingan. Itu mengapa latihan pagi dan siang,kami melakukan sesi untuk meningkatkan konsentrasi pemain,”tuturnya.
Pada sesi latihan pagi,Fabio mencoba meningkatkan konsentrasi pemain untuk fokus pada pertandingan dengan membagi pemain menjadi tiga bagian.Dua bagian pemain memakai rompi berwarna kuning serta biru,lalu yang satu lagi tanpa rompi. Sambil bergerak,pemain harus mengoper bola kepada rekannya yang memakai pakaian berbeda.
Menurut Fabio,latihan tersebut dilakukan untuk merangsang konsentrasi pemain yang cenderung menurun pada menit-menit akhir pertandingan. ”Biasanya konsentrasi menurun pada menit-menit akhir yang menyebabkan kerugian bagi tim.Kami sedang memperbaiki kondisi itu,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, January 3, 2012
Dana Belum Turun, Renovasi Stadion Teladan Tertunda
Harapan PSMS Medan memiliki stadion berstandar AFC belum terwujud. Pasalnya, renovasi Stadion Teladan, Medan yang direncanakan akhir Desember 2011 tertunda hingga Maret 2012.
Ketua Umum KONI Medan, Zulhifzi Lubis saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 1 Januari 2012 mengatakan renovasi Teladan akan tetap dilakukan. Namun pengerjaannya belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena masih membentuk panitia tender sembari menunggu dana dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) turun.
"Pengerjaan renovasi Stadion Teladan kita undur sampai Maret. Masih membentuk panitia tender dulu,sambil menunggu dana turun, semoga Maret 2012 bisa terealisasi,nanti kita akan kabari juga ke media" ujar pria yang akrab di sapa "opung" ini.
Stadion Teladan merupakan salah satu stadion yang ditetapkan pemerintah sebagai situs bersejarah yang perlu dipugar. Selain Teladan, pemerintah juga berniat menjalankan program yang sama terhadap Stadion Sriwedari, Solo dan Mattoangin, Makassar.
Sampai saat ini Stadion Teladan belum juga memenuhi standar AFC. Dalam kunjungan wakil AFC beberapa waktu lalu ditemukan beberapa bagian yang belum layak, seperti ruang tes doping, ruangan pengawas pertandingan, ruang petugas keamanan, ruang kontrol siaran televisi, ruangan media center, mixed zone, ruang jumpa pers, dan lapangan rumput yang tidak rata.
(Ondo S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Ketua Umum KONI Medan, Zulhifzi Lubis saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 1 Januari 2012 mengatakan renovasi Teladan akan tetap dilakukan. Namun pengerjaannya belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena masih membentuk panitia tender sembari menunggu dana dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) turun.
"Pengerjaan renovasi Stadion Teladan kita undur sampai Maret. Masih membentuk panitia tender dulu,sambil menunggu dana turun, semoga Maret 2012 bisa terealisasi,nanti kita akan kabari juga ke media" ujar pria yang akrab di sapa "opung" ini.
Stadion Teladan merupakan salah satu stadion yang ditetapkan pemerintah sebagai situs bersejarah yang perlu dipugar. Selain Teladan, pemerintah juga berniat menjalankan program yang sama terhadap Stadion Sriwedari, Solo dan Mattoangin, Makassar.
Sampai saat ini Stadion Teladan belum juga memenuhi standar AFC. Dalam kunjungan wakil AFC beberapa waktu lalu ditemukan beberapa bagian yang belum layak, seperti ruang tes doping, ruangan pengawas pertandingan, ruang petugas keamanan, ruang kontrol siaran televisi, ruangan media center, mixed zone, ruang jumpa pers, dan lapangan rumput yang tidak rata.
(Ondo S/Marco Tampubolon/Vivanews)
Saturday, December 31, 2011
Goran Ganchev Solidkan Pertahanan PSMS
MEDAN-PSMS kembali menambah pemain bertahan untuk memperkuat lini belakang tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Kali ini pemain berkebangsaan Macedonia Goran Ganchev bergabung.
Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.
Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).
Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.
Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.
Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.
Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)
Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.
Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).
Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.
Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.
Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.
Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)
Raja Isa: Pemain lemah saat transisi
MEDAN - Memasuki tahap persiapan yang semakin intens jelang dua laga away menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung, Januari nanti, tim pelatih PSMS Indonesian Super League (ISL) mulai berunding soal racikan strategi yang akan diterapkan demi memenuhi target poin.
Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.
“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.
Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.
Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,
"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.
Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.
"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.
Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.
“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.
Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.
Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,
"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.
Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.
"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.
Barisan muda Kinantan takluk
MEDAN - Dalam rangka persiapan menghadapi dua laga tandang kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Jawa Barat, PSMS Medan kembali melakoni laga ujicoba. Kali ini, PS Gayo Lues (PSGL) menjajal kemampuan tim besutan Raja Isa. Hasilnya, Ayam Kinantan dipaksa menyerah 0-2 di Stadion Kebun Bunga, Kamis.
PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.
Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.
Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.
Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.
“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.
“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.
Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.
“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.
PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.
Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.
Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.
Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.
“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.
“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.
Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.
“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.
Hadirnya Gancev beri angin segar
MEDAN - PSMS Indonesian Premier League (IPL) dipastikan kembali mendapatkan amunisi baru di lini belakang. Kehadiran bek asal Macedonia, Goran Gancev (foto), diyakini membuat lini belakang semakin kokoh bersama Vagner Luis.
Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.
"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.
Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.
Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.
Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.
Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.
"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir
Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.
"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.
Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.
Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.
Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.
Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.
"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir
Thursday, December 29, 2011
PSMS IPL Fabio Maksimalkan Dua Defender Baru
Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez kerja keras.Minus empat gol dari tiga laga yang kini dimiliki PSMS ketika mereka terdampar di dasar klasemen Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 membuatnya harus putar otak lebih keras.
Kualitas lini belakang PSMS pun menjadi prioritas perbaikan oleh pelatih asal Italia itu.Tambahan dua pemain belakang lokal Safrudin Tahar dan Sutrisno pun dimaksimalkan Fabio.Performa keduanya diharapkan bisa menjadi solusi hasil lebih baik bagi pertahanan Ayam Kinantan. Sutrisno yang baru gabung PSMS belum masuk dalam skuad utama klubnya di tiga pertandingan awal.
Namun pascabergabung,pemain ini langsung membuat Fabio gembira.Bersama Safrudin,Sutrisno pun diproyeksi menjadi pengisi skuad inti PSMS. Manajemen PSMS pun memuluskan semua urusan administrasi dua punggawa lokal itu.Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar membenarkan bergabungnya dua pemain sudah resmi dan siap dimainkan.
Ari mengatakan,kedua pemain tersebut telah didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada Senin (12/12).”Mereka sudah resmi jadi pemain PSMS dan juga sudah kami daftarkan ke LPIS.Dua pemain ini pun sudah bisa membela PSMS untuk laga selanjutnya,” ujar Ari,kemarin.
Sutrisno dan Safrudin diakui Ari adalah pemain incaran PSMS untuk memperkuat lini belakang.Namun,sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak salah pilih, performa keduanya lebih dulu dipantau sebelum ditentukan kelayakan mereka gabung. ”Tentunya ada proses-proses yang dilakukan pelatih sebelum merekomendasikan pemain kepada manajemen. Tapi pelatih senang dengan kualitas mereka saat menjalani seleksi,” lanjutnya.
Meski memiliki peluang menembus skuad utama PSMS,dua pemain ini tetap harus kerja keras.Defender PSMS yang kini diisi Erwinsyah ’Monang’ Hasibuan,Sugianto,dan Azuan Lubis juga tak mudah disingkirkan dari starter.Terlebih,jam terbang kedua pemain itu di bawah tiga nama tersebut. Sutrisno yang musim lalu berkostum Persigo Gorontalo belum memiliki pengalaman bagus pada kompetisi level tertinggi di negeri ini.
Sementara Safrudin memiliki pengalaman hampir sama karena sebelumnya hanya bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Atjeh United. Namun,dua pemain ini memiliki postur ideal sebagai pengisi lini pertahanan PSMS.Bahkan,Fabio juga telah memberikan poin plus kepada mereka. ”Mereka itu pemain muda yang sangat potensial. Postur mereka bagus,kuat,dan kukuh sebagai defender,”ujar Fabio.
Pelatih asal Italia ini optimistis mampu memoles dua pemain ini,meski masih memiliki jam terbang yang belum tinggi. Soal pertahanan keropos PSMS,kehadiran mereka juga akan membaik dan semua itu dijamin Fabio.”Semua pemain baru butuh adaptasi.Kami yakin dengan kemampuan mereka,”tuturnya.
Sekarang PSMS libur latihan sejak Jumat (23/12).Jecky Pasarela dkk akan mulai latihan lagi besok pagi.PSMS akan berlaga lagi di kandangnya,Stadion Teladan,pada Sabtu (7/1) ketika menjamu Persiraja Banda Aceh.
”Latihan akan fokus pada pembenahan fisik sebesar 40% dari keseluruhan latihan. Lalu sisanya dibagi dua,30% untuk teknik dan strategi plus taktik.Tapi persentase masing-masing latihan akan berbalik saat mendekati pertandingan,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Kualitas lini belakang PSMS pun menjadi prioritas perbaikan oleh pelatih asal Italia itu.Tambahan dua pemain belakang lokal Safrudin Tahar dan Sutrisno pun dimaksimalkan Fabio.Performa keduanya diharapkan bisa menjadi solusi hasil lebih baik bagi pertahanan Ayam Kinantan. Sutrisno yang baru gabung PSMS belum masuk dalam skuad utama klubnya di tiga pertandingan awal.
Namun pascabergabung,pemain ini langsung membuat Fabio gembira.Bersama Safrudin,Sutrisno pun diproyeksi menjadi pengisi skuad inti PSMS. Manajemen PSMS pun memuluskan semua urusan administrasi dua punggawa lokal itu.Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar membenarkan bergabungnya dua pemain sudah resmi dan siap dimainkan.
Ari mengatakan,kedua pemain tersebut telah didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada Senin (12/12).”Mereka sudah resmi jadi pemain PSMS dan juga sudah kami daftarkan ke LPIS.Dua pemain ini pun sudah bisa membela PSMS untuk laga selanjutnya,” ujar Ari,kemarin.
Sutrisno dan Safrudin diakui Ari adalah pemain incaran PSMS untuk memperkuat lini belakang.Namun,sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak salah pilih, performa keduanya lebih dulu dipantau sebelum ditentukan kelayakan mereka gabung. ”Tentunya ada proses-proses yang dilakukan pelatih sebelum merekomendasikan pemain kepada manajemen. Tapi pelatih senang dengan kualitas mereka saat menjalani seleksi,” lanjutnya.
Meski memiliki peluang menembus skuad utama PSMS,dua pemain ini tetap harus kerja keras.Defender PSMS yang kini diisi Erwinsyah ’Monang’ Hasibuan,Sugianto,dan Azuan Lubis juga tak mudah disingkirkan dari starter.Terlebih,jam terbang kedua pemain itu di bawah tiga nama tersebut. Sutrisno yang musim lalu berkostum Persigo Gorontalo belum memiliki pengalaman bagus pada kompetisi level tertinggi di negeri ini.
Sementara Safrudin memiliki pengalaman hampir sama karena sebelumnya hanya bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Atjeh United. Namun,dua pemain ini memiliki postur ideal sebagai pengisi lini pertahanan PSMS.Bahkan,Fabio juga telah memberikan poin plus kepada mereka. ”Mereka itu pemain muda yang sangat potensial. Postur mereka bagus,kuat,dan kukuh sebagai defender,”ujar Fabio.
Pelatih asal Italia ini optimistis mampu memoles dua pemain ini,meski masih memiliki jam terbang yang belum tinggi. Soal pertahanan keropos PSMS,kehadiran mereka juga akan membaik dan semua itu dijamin Fabio.”Semua pemain baru butuh adaptasi.Kami yakin dengan kemampuan mereka,”tuturnya.
Sekarang PSMS libur latihan sejak Jumat (23/12).Jecky Pasarela dkk akan mulai latihan lagi besok pagi.PSMS akan berlaga lagi di kandangnya,Stadion Teladan,pada Sabtu (7/1) ketika menjamu Persiraja Banda Aceh.
”Latihan akan fokus pada pembenahan fisik sebesar 40% dari keseluruhan latihan. Lalu sisanya dibagi dua,30% untuk teknik dan strategi plus taktik.Tapi persentase masing-masing latihan akan berbalik saat mendekati pertandingan,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)
Goran Ganchev Resmi Milik PSMS IPL
PSMS Medan resmi menambah satu amunisi untuk memperkuat barisan belakang.Dia adalah pemain asal Makedonia Goran Ganchev yang telah melakoni latihan perdana bersama skuad Ayam Kinantan di Lapangan Arhanud Baterai P Medan,kemarin.
Ganchev tiba di Medan, Selasa (27/12), atau terlambat dari jadwal yang menyebutkan dirinya akan datang,Senin (26/12).Namun,pemain yang sebelumnya membela tim Divisi I Liga Kroasia itu langsung terjun dalam dua kali latihan PSMS,kemarin.Saat latihan pagi, kendati belum menunjukkan kemampuannya, nilai positif diberikan sang arsitek Fabio Lopez.
“Coba Anda lihat sendiri kemampuannya.Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu.Tapi, dia (Ganchev) pernah bermain di Liga Kroasia dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,”ujar Fabio, ketika ditemui,kemarin. Menurut Fabio, dari segi fisik,Ganchev cukup proporsional.Latihan fisik dan teknik yang cukup berat kemarin bukan kendala berarti baginya.“Mudahmudahan performa dia sesuai harapan kami,”ungkap pelatih asal Italia itu.
Performa Ganchev memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya. Tapi,pemain berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh,ngotot,dan punya kemampuan fisik yang baik. Bahkan,pada latihan sore di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM), kemarin,dia memiliki visi bermain cukup baik dalam mengoper dan mengontrol bola.Dia juga memiliki mobilitas tinggi sebagai pemain bertahan.
Pada sesi game,dia juga masuk tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis dan Ahn Hyo-yeon di sektor belakang.Sementara Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai ujung tombak. Bersama Vagner Luis,Ganchev bakal menjadi sosok menakutkan bagi lini depan lawan.Apalagi,di klub-klub profesional Indonesia,jarang sekali tim diperkuat dua pemain asing sekaligus.
Luis memiliki kemampuan heading yang baik.Dia tangguh saat berduel dengan lawan di udara.Sementara Ganchev memiliki gaya permainan ngotot. Itu bakal membuat ciut nyali lawan. Asisten Pelatih PSMS Muhammad Khaidir menyebutkan sisi positif Ganchev. Menurut dia,tipikal permainan ngotot yang dimiliki Ganchev sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.“Dia bertipe keras dan ngotot,tidak mau kalah dengan lawan.Cocok untuk memukul mental lawan,”pungkasnya.
Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar menyatakan pihaknya memberi kebebasan pelatih untuk menentukan layak atau tidaknya Ganchev bergabung.“Keputusan di tangan pelatih.Jika cocok,pelatih bisa mengambil sikap,”tandas Arif. (Syukri Amal/Sindo)
Ganchev tiba di Medan, Selasa (27/12), atau terlambat dari jadwal yang menyebutkan dirinya akan datang,Senin (26/12).Namun,pemain yang sebelumnya membela tim Divisi I Liga Kroasia itu langsung terjun dalam dua kali latihan PSMS,kemarin.Saat latihan pagi, kendati belum menunjukkan kemampuannya, nilai positif diberikan sang arsitek Fabio Lopez.
“Coba Anda lihat sendiri kemampuannya.Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu.Tapi, dia (Ganchev) pernah bermain di Liga Kroasia dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,”ujar Fabio, ketika ditemui,kemarin. Menurut Fabio, dari segi fisik,Ganchev cukup proporsional.Latihan fisik dan teknik yang cukup berat kemarin bukan kendala berarti baginya.“Mudahmudahan performa dia sesuai harapan kami,”ungkap pelatih asal Italia itu.
Performa Ganchev memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya. Tapi,pemain berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh,ngotot,dan punya kemampuan fisik yang baik. Bahkan,pada latihan sore di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM), kemarin,dia memiliki visi bermain cukup baik dalam mengoper dan mengontrol bola.Dia juga memiliki mobilitas tinggi sebagai pemain bertahan.
Pada sesi game,dia juga masuk tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis dan Ahn Hyo-yeon di sektor belakang.Sementara Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai ujung tombak. Bersama Vagner Luis,Ganchev bakal menjadi sosok menakutkan bagi lini depan lawan.Apalagi,di klub-klub profesional Indonesia,jarang sekali tim diperkuat dua pemain asing sekaligus.
Luis memiliki kemampuan heading yang baik.Dia tangguh saat berduel dengan lawan di udara.Sementara Ganchev memiliki gaya permainan ngotot. Itu bakal membuat ciut nyali lawan. Asisten Pelatih PSMS Muhammad Khaidir menyebutkan sisi positif Ganchev. Menurut dia,tipikal permainan ngotot yang dimiliki Ganchev sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.“Dia bertipe keras dan ngotot,tidak mau kalah dengan lawan.Cocok untuk memukul mental lawan,”pungkasnya.
Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar menyatakan pihaknya memberi kebebasan pelatih untuk menentukan layak atau tidaknya Ganchev bergabung.“Keputusan di tangan pelatih.Jika cocok,pelatih bisa mengambil sikap,”tandas Arif. (Syukri Amal/Sindo)
Saturday, December 24, 2011
PSMS ISL Saha Tak Gentar Sanksi FIFA
Federasi Sepakbola Dunia, FIFA menegaskan akan memberi sanksi tegas pada pemain-pemain yang bermain di kompetisi Indonesia Super League. Pemain-pemain ditutup kesempatan untuk membela Timnas. Parahnya lagi, FIFA bakal mencabut Transfer Matching System (TMS). Sederhananya, pemain-pemain ISL tidak akan bisa lagi ditransfer untuk bermain di luar negeri.
Punggawa PSMS ISL menanggapi dingin terkait sanksi tersebut. Osas Ikpefua Saha menyebut FIFA arogan dengan rencana pemberlakuan sanksi. Ia menegaskan tidak gentar dengan ancaman pencabutan TMS tersebut.
"Kami ini pemain, kami korban dari kebijakan yang ada. Teramat aneh, kalau FIFA ancam pemain. Seharusnya FIFA menyelidiki manajemen atau pemutus kebijakan kompetisi. Saya tak takut friend, silahkan saja mereka mau cabut TMS itu," katanya saat dihubungi dari Medan. Saha, kemarin siang tiba di Jakarta untuk liburan Natal.
Lebih lanjut, Saha menyebutkan dirinya tetap mengedepankan sisi profesional tanpa harus terlarut dalam dualisme kompetisi. "Saya tidak akan berpendapat kompetisi mana yang lebih bagus. Itu bukan letak persoalannya. Dalam sepakbola, pemain akan turun ke lapangan jika ia diberi kontrak. Lantas, kenapa pemain dilibatkan friend. Tapi sekali lagi, saya tidak mau memusingkan itu," sebutnya.
Suami dari Sasha ini menegaskan ia tetap komit membela PSMS ISL, hingga durasi kontrak yang dimilikinya berakhir. Ia tidak akan bergeming karena ancaman sanksi FIFA yang beredar luas di Media. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi bila federasi sepakbola dunia dan induk organisasi sepakbola nasional berlaku profesional. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Punggawa PSMS ISL menanggapi dingin terkait sanksi tersebut. Osas Ikpefua Saha menyebut FIFA arogan dengan rencana pemberlakuan sanksi. Ia menegaskan tidak gentar dengan ancaman pencabutan TMS tersebut.
"Kami ini pemain, kami korban dari kebijakan yang ada. Teramat aneh, kalau FIFA ancam pemain. Seharusnya FIFA menyelidiki manajemen atau pemutus kebijakan kompetisi. Saya tak takut friend, silahkan saja mereka mau cabut TMS itu," katanya saat dihubungi dari Medan. Saha, kemarin siang tiba di Jakarta untuk liburan Natal.
Lebih lanjut, Saha menyebutkan dirinya tetap mengedepankan sisi profesional tanpa harus terlarut dalam dualisme kompetisi. "Saya tidak akan berpendapat kompetisi mana yang lebih bagus. Itu bukan letak persoalannya. Dalam sepakbola, pemain akan turun ke lapangan jika ia diberi kontrak. Lantas, kenapa pemain dilibatkan friend. Tapi sekali lagi, saya tidak mau memusingkan itu," sebutnya.
Suami dari Sasha ini menegaskan ia tetap komit membela PSMS ISL, hingga durasi kontrak yang dimilikinya berakhir. Ia tidak akan bergeming karena ancaman sanksi FIFA yang beredar luas di Media. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi bila federasi sepakbola dunia dan induk organisasi sepakbola nasional berlaku profesional. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
PSMS ISL Cabut Perkara Kasus Tiket Palsu
Diduga ada keterlibatan mantan Bendahara PSMS berinisial AS musim lalu, pihak manajemen PSMS ISL mencabut perkara tiket palsu di Polsekta Medan Kota. Kedua pihak telah berdamai dan polsekta Medan Kota menangguhkan tersangka Fahri yang tertangkap tangan menjual tiket palsu di stadion Teladan Medan saat PSMS kontra Persisam Samarinda, Kamis (8/12) lalu.
Informasi yang diperoleh diPolsekta Medan Kota setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan tertangkap tangannya tersangka Fahri. Berdasarkan keterangan tersangka diperoleh keterlibatan mantan Panpel PSMS Divisi Utama tahun lalu, Edi dan Jenda. Selain itu, peran Edi dan Jenda diduga dengan keterlibatan mantan Bendahara PSMS bernisial AS yang saat ini merupakan staf di Dinas Parawista dan Kebudayaan Kota Medan.
Informasi yang berkembang antara pihak PSMS dengan tersangka telah melakukan perdamaian diduga dengan "upeti" Rp. 50 juta dan pria berinisial AS diduga telah mendekati beberapa media agar kasus tiket palsu jangan ditindaklanjuti pemberitaannya.
"Kasus tiket palsu PSMS yang tertangkap tangan oleh pihak keamanan Panpel sudah damai antara kedua pihak. Pihak PSMS mencabut pengaduan dengan alasan tersangka telah insyaf dan menyadari kesalahannya" ujar Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, kemarin.
Dikatakannya dengan adanya perdamaian kedua belah pihak. Pihak kepolisian melakukan penangguhan terhadap tersangka penjualan tiket palsu yang selama ini ditahan pihak kepolisian. Saat ditanya adanya keterlibatan mantan bendahara PSMS musim lalu, Sandy mengatakan setelah dilakukan tidak ada keterlibatan. "Setelah dilakukan penyelidikan tidak ada keterlibatan mantan bendahara PSMS dalam kasus tiket palsu ini" terang Kapolsek.
Sementara itu, Ketua Panpel PSMS ISL Safril Jambak SH ketika dikonfirmasi membantah adanya perdamaian dengan pihak tersangka sesuai dengan pernyataan Kapolsekta Medan Kota. "Tak ada perdamaian kasus tetap lanjut dan saat ini polisi masih memburu tersangka Edi dan Jenda yang diduga terlibat tiket palsu" ujarnya Safril dengan nada gugup melalui ponsel.
Dikatakannya, saat petugas ini melakukan pengejaran kedua tersangka sudah tak berada lagi dirumahnya dan berhasil meloloskan diri. Diduga kedua tersangka sakit hati tak dipilih lagi jadi anggota Panpel dan memcoba mencari keuntungan pribadi dengan mengedarkan tiket palsu.
Disebutkannya, akibat penjualan tiket palsu membuat pemasukan penjualan tiket menurun drastis. Kasus ini tetap diteruskan untuk mengungkap dalangnya.
Hasil pantauan wartawan, selama pertandingan exbisi PSMS dengan klub asal Malaysia, Safril bolak-balik mendatangi Polsekta Medan Kota, kadang ditemani Zulkifli yang juga anggota Panpel PSMS. Ketika ditanya kedatangan ke Polsekta Medan Kota, Safril mengatakan untuk melihat perkembangan kasus tiket palsu PSMS. Diduga Safril akan melakukan perdamaian dengan pihak tersangka. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Informasi yang diperoleh diPolsekta Medan Kota setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan tertangkap tangannya tersangka Fahri. Berdasarkan keterangan tersangka diperoleh keterlibatan mantan Panpel PSMS Divisi Utama tahun lalu, Edi dan Jenda. Selain itu, peran Edi dan Jenda diduga dengan keterlibatan mantan Bendahara PSMS bernisial AS yang saat ini merupakan staf di Dinas Parawista dan Kebudayaan Kota Medan.
Informasi yang berkembang antara pihak PSMS dengan tersangka telah melakukan perdamaian diduga dengan "upeti" Rp. 50 juta dan pria berinisial AS diduga telah mendekati beberapa media agar kasus tiket palsu jangan ditindaklanjuti pemberitaannya.
"Kasus tiket palsu PSMS yang tertangkap tangan oleh pihak keamanan Panpel sudah damai antara kedua pihak. Pihak PSMS mencabut pengaduan dengan alasan tersangka telah insyaf dan menyadari kesalahannya" ujar Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, kemarin.
Dikatakannya dengan adanya perdamaian kedua belah pihak. Pihak kepolisian melakukan penangguhan terhadap tersangka penjualan tiket palsu yang selama ini ditahan pihak kepolisian. Saat ditanya adanya keterlibatan mantan bendahara PSMS musim lalu, Sandy mengatakan setelah dilakukan tidak ada keterlibatan. "Setelah dilakukan penyelidikan tidak ada keterlibatan mantan bendahara PSMS dalam kasus tiket palsu ini" terang Kapolsek.
Sementara itu, Ketua Panpel PSMS ISL Safril Jambak SH ketika dikonfirmasi membantah adanya perdamaian dengan pihak tersangka sesuai dengan pernyataan Kapolsekta Medan Kota. "Tak ada perdamaian kasus tetap lanjut dan saat ini polisi masih memburu tersangka Edi dan Jenda yang diduga terlibat tiket palsu" ujarnya Safril dengan nada gugup melalui ponsel.
Dikatakannya, saat petugas ini melakukan pengejaran kedua tersangka sudah tak berada lagi dirumahnya dan berhasil meloloskan diri. Diduga kedua tersangka sakit hati tak dipilih lagi jadi anggota Panpel dan memcoba mencari keuntungan pribadi dengan mengedarkan tiket palsu.
Disebutkannya, akibat penjualan tiket palsu membuat pemasukan penjualan tiket menurun drastis. Kasus ini tetap diteruskan untuk mengungkap dalangnya.
Hasil pantauan wartawan, selama pertandingan exbisi PSMS dengan klub asal Malaysia, Safril bolak-balik mendatangi Polsekta Medan Kota, kadang ditemani Zulkifli yang juga anggota Panpel PSMS. Ketika ditanya kedatangan ke Polsekta Medan Kota, Safril mengatakan untuk melihat perkembangan kasus tiket palsu PSMS. Diduga Safril akan melakukan perdamaian dengan pihak tersangka. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Friday, December 23, 2011
Ambisi PSMS tertahan
MEDAN - PSMS kembali gagal memetik hasil maksimal dalam rangkaian partai eksibisinya. Di Stadion Teladan tadi malam, PSMS ditahan imbang tanpa gol klub peserta Liga Super Malaysia, Perak FC.
Pada laga tersebut, PSMS yang tampil dengan skema yang sama dengan laga sebelumnya justru tertekan sejak awal. Perak FC yang menurunkan duo asingnya Michal Kubala dan Lazar Popovic tampil lebih greget.
Enam menit laga berjalan, tuan rumah langsung dikejutkan dengan ancaman dari Perak. Tendangan spekulasi Kubala dari luar kotak penalti nyaris menggetarkan jala. Beruntung Markus Horison tampil sigap di bawah mistar.
Permainan bola pendek yang diperagakan tim besutan Norizam Bakar sukses membongkar pertahanan PSMS di menit 25. Fahrul Rozi mendapat umpan dan tanpa kawalan melepaskan tendangan yang tak dapat dihalau Markus. Namun Wawan Widiantoro mampu menyelamatkan gawang dengan heading akrobatiknya.
Sebaliknya, tuan rumah nyaris tanpa peluang yang membahayakan gawang lawan. Duet Osas Saha dan Choi Dong Soo kesulitan menembus ketatnya pertahanan lawan yang dikomandoi Khairi. Raja Isa mencoba untuk memperbaiki performa skuad di babak kedua. Permainan PSMS sedikit lebih baik ditandai ancaman di menit 50 lewat tandukan Zulkarnaen yang lagi-lagi membentur mistar.
Meski menguasai jalannya laga, ancaman yang diciptakan tak cukup berbahaya. Tiga pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna, Ledi Utomo, dan Zainal Anwar juga tak banyak merubah keadaan. Tendangan bebas In Kyun Oh yang melenceng menjadi peluang terakhir PSMS dan laga berakhir tanpa gol.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengaku tidak puas dengan performa skuadnya namun ia yakin performa dari dua laga ini cukup berpengaruh untuk persiapan timnya menghadapi dua laga lanjutan ISL, Januari nanti.
"Yang terpenting di persiapan away. Perak FC mirip cara Persib bermain. Pemain sudah menunjukkan keberanian untuk melakukan tekanan. Secara taktis, saya belum puas tapi ini proses. Saya bersyukur paling tidak dapat dua partai yang bagus untuk peningkatan. Saya yakin dari dua partai yang akan kita hadapi salah satunya akan da kejutan," katanya.
Dari kubu tim tamu, Noorizal melihat performa timnya sedikit lebih baik dari lawannya. "Dengan keadaan lapangan agak cantik kita ada attack juga ada defence. Kita masih membentuk kesepahaman pasukan," pungkasnya.
Sebelumnya, PSMS B yang menurunkan sejumlah pemain belia unggul tipis atas PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Satu-satunya gol lahir lewat kaki Antoni.
Pada laga tersebut, PSMS yang tampil dengan skema yang sama dengan laga sebelumnya justru tertekan sejak awal. Perak FC yang menurunkan duo asingnya Michal Kubala dan Lazar Popovic tampil lebih greget.
Enam menit laga berjalan, tuan rumah langsung dikejutkan dengan ancaman dari Perak. Tendangan spekulasi Kubala dari luar kotak penalti nyaris menggetarkan jala. Beruntung Markus Horison tampil sigap di bawah mistar.
Permainan bola pendek yang diperagakan tim besutan Norizam Bakar sukses membongkar pertahanan PSMS di menit 25. Fahrul Rozi mendapat umpan dan tanpa kawalan melepaskan tendangan yang tak dapat dihalau Markus. Namun Wawan Widiantoro mampu menyelamatkan gawang dengan heading akrobatiknya.
Sebaliknya, tuan rumah nyaris tanpa peluang yang membahayakan gawang lawan. Duet Osas Saha dan Choi Dong Soo kesulitan menembus ketatnya pertahanan lawan yang dikomandoi Khairi. Raja Isa mencoba untuk memperbaiki performa skuad di babak kedua. Permainan PSMS sedikit lebih baik ditandai ancaman di menit 50 lewat tandukan Zulkarnaen yang lagi-lagi membentur mistar.
Meski menguasai jalannya laga, ancaman yang diciptakan tak cukup berbahaya. Tiga pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna, Ledi Utomo, dan Zainal Anwar juga tak banyak merubah keadaan. Tendangan bebas In Kyun Oh yang melenceng menjadi peluang terakhir PSMS dan laga berakhir tanpa gol.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengaku tidak puas dengan performa skuadnya namun ia yakin performa dari dua laga ini cukup berpengaruh untuk persiapan timnya menghadapi dua laga lanjutan ISL, Januari nanti.
"Yang terpenting di persiapan away. Perak FC mirip cara Persib bermain. Pemain sudah menunjukkan keberanian untuk melakukan tekanan. Secara taktis, saya belum puas tapi ini proses. Saya bersyukur paling tidak dapat dua partai yang bagus untuk peningkatan. Saya yakin dari dua partai yang akan kita hadapi salah satunya akan da kejutan," katanya.
Dari kubu tim tamu, Noorizal melihat performa timnya sedikit lebih baik dari lawannya. "Dengan keadaan lapangan agak cantik kita ada attack juga ada defence. Kita masih membentuk kesepahaman pasukan," pungkasnya.
Sebelumnya, PSMS B yang menurunkan sejumlah pemain belia unggul tipis atas PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Satu-satunya gol lahir lewat kaki Antoni.
FIFA pastikan ISL ilegal
AKARTA - Keputusan penting disampaikan FIFA terkait dualisme kompetisi yang terjadi di pentas sepakbola nasional saat ini. Dengan tegas, FIFA menyatakan hanya mengakui kompetisi yang digulirkan PSSI, yakni Indonesian Premier League (IPL)
Kompetisi lainnya, Indonesian Super League (ISL), yang juga sedang bergulir di bawah bendera PT Liga Indonesia, sejak awal tidak mendapat restu dari PSSI dan ditegaskan sebagai kompetisi ilegal
Penegasan tersebut disampaikan Departemen Media FIFA via email yang dikirim Selasa kemarin, seputar pendapat FIFA dengan adanya dualisme kompetisi di Indonesia. Dalam surat elektronik itu, dijelaskan FIFA telah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan AFC
Disampaikan dalam waktu dekat surat bersama FIFA dan AFC terkait penegasan legalitas kompetisi ISL tersebut akan dikirim akhir minggu ini. Hal itu dilakukan karena FIFA dan AFC sangat berhati-hati dalam menganalisis kondisi atau polemik yang terjadi di PSSI
"Merujuk pasal 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengontrol semua kompetisi dan mengambil tindakan terhadap kompetisi ilegal seperti ISL," tulis Departemen Media FIFA dalam pernyataannya
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kembali meminta klub yang berkompetisi di ISL kembali ke PSSI yang merupakan ‘rumah’ mereka. Pasalnya, dampak negatif dari adanya kompetisi di luar PSSI cukup besar, khususnya untuk kepentingan timnas. Dikatakan, pemain yang tidak ikut kompetisi resmi tidak diperbolehkan membela timnas masing-masing.
"Karena itulah, kami kembali menhimbau kepada klub yang bermain di ISL untuk kembali ke rumah. Mari kita tata bersama sepakbola kita. Pintu tetap terbuka, sekiranya ingin kembali bergabung," tandas Djohar, Rabu.
Kompetisi lainnya, Indonesian Super League (ISL), yang juga sedang bergulir di bawah bendera PT Liga Indonesia, sejak awal tidak mendapat restu dari PSSI dan ditegaskan sebagai kompetisi ilegal
Penegasan tersebut disampaikan Departemen Media FIFA via email yang dikirim Selasa kemarin, seputar pendapat FIFA dengan adanya dualisme kompetisi di Indonesia. Dalam surat elektronik itu, dijelaskan FIFA telah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan AFC
Disampaikan dalam waktu dekat surat bersama FIFA dan AFC terkait penegasan legalitas kompetisi ISL tersebut akan dikirim akhir minggu ini. Hal itu dilakukan karena FIFA dan AFC sangat berhati-hati dalam menganalisis kondisi atau polemik yang terjadi di PSSI
"Merujuk pasal 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengontrol semua kompetisi dan mengambil tindakan terhadap kompetisi ilegal seperti ISL," tulis Departemen Media FIFA dalam pernyataannya
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kembali meminta klub yang berkompetisi di ISL kembali ke PSSI yang merupakan ‘rumah’ mereka. Pasalnya, dampak negatif dari adanya kompetisi di luar PSSI cukup besar, khususnya untuk kepentingan timnas. Dikatakan, pemain yang tidak ikut kompetisi resmi tidak diperbolehkan membela timnas masing-masing.
"Karena itulah, kami kembali menhimbau kepada klub yang bermain di ISL untuk kembali ke rumah. Mari kita tata bersama sepakbola kita. Pintu tetap terbuka, sekiranya ingin kembali bergabung," tandas Djohar, Rabu.
Duel kontra Perak FC sajikan gengsi kompetisi
MEDAN - Laga pamungkas eksibisi 2011 akan tersaji di Stadion Teladan, Kamis malam ini, dengan mempertemukan PSMS ISL dan klub Liga Super Malaysia, Perak FC. Meski sebatas ujicoba, gengsi mengemuka menjadi tajuk pertarungan.
Bagi tuan rumah, kekalahan dari Sime Darby cukup mencoreng muka. Pelajaran berharga diperoleh tim besutan Raja Isa sebelum lawatan pada lanjutan ISL di Bandung dan Karawang. Bagi Perak FC yang sebelumnya gagal meraih kemenangan dari tim PON Sumut juga menjanjikan performa yang lebih baik.
Pelatih Perak FC, Noorizal Bakar, akan meramu komposisi pemain yang berbeda. Bahkan dimungkinkan adanya rotasi dalam skuadnya secara menyeluruh. Beberapa pemain baru akan coba diturunkan sampai akhir laga untuk dipantau kemampuannya. Namun hal itu bisa dilakukan jika kondisi lapangan memungkinkan.
"Bila cuaca bagus, tujuan meracik tim ini pasti tercapai. Apalagi saya nak cuba dua pemain impor, Michal Kubala dan Lazar Popow. Tapi saya harus tahan rencana itu, bila lapangan buruk karena hujan," katanya di sela-sela memimpin sesi latihan di Stadion Kebun Bunga.
Noorizal akan mengusung skema 5-3-2 dan berharap timnya bisa memetik pelajaran dari laga ini. Hal itu penting untuk menghadapi Liga Super Indonesia yang mulai bergulir di awal Januari.
"Sulit untuk memberi evaluasi tim ini. Sebab kemarin kami terhalang menyajikan performa maksimal. Harapan saya laga esok bisa menjadi sarana pembelajaran berharga bagi tim," pungkasnya.
Sementara tuan rumah turut mengantisipasi teror dari tim tamu. Raja Isa memahami pertaruhan gengsi dua kompetisi selevel namun beda negara ini juga soal gengsi.
“Gengsi pasti ada. Masing-masing tim bakal menunjukkan kualitas liganya. Sejumlah perbaikan sudah kami lakukan, dan kami siap mengandaskan perlawanan Perak FC," kata ayah tiga anak ini.
Raja Isa berharap skuadnya kali ini lebih tenang dalam penyelesaian akhir. Hal yang tidak didapat saat menderita kekalahan dari Sime Darby, klub asal negeri Jiran lainnya.
"Yang bermasalah itu ketenangan. 75 persen tidak dapat dilakukan. Kita tidak ingin salahkan lapangan buruk," katanya.
Bagi tuan rumah, kekalahan dari Sime Darby cukup mencoreng muka. Pelajaran berharga diperoleh tim besutan Raja Isa sebelum lawatan pada lanjutan ISL di Bandung dan Karawang. Bagi Perak FC yang sebelumnya gagal meraih kemenangan dari tim PON Sumut juga menjanjikan performa yang lebih baik.
Pelatih Perak FC, Noorizal Bakar, akan meramu komposisi pemain yang berbeda. Bahkan dimungkinkan adanya rotasi dalam skuadnya secara menyeluruh. Beberapa pemain baru akan coba diturunkan sampai akhir laga untuk dipantau kemampuannya. Namun hal itu bisa dilakukan jika kondisi lapangan memungkinkan.
"Bila cuaca bagus, tujuan meracik tim ini pasti tercapai. Apalagi saya nak cuba dua pemain impor, Michal Kubala dan Lazar Popow. Tapi saya harus tahan rencana itu, bila lapangan buruk karena hujan," katanya di sela-sela memimpin sesi latihan di Stadion Kebun Bunga.
Noorizal akan mengusung skema 5-3-2 dan berharap timnya bisa memetik pelajaran dari laga ini. Hal itu penting untuk menghadapi Liga Super Indonesia yang mulai bergulir di awal Januari.
"Sulit untuk memberi evaluasi tim ini. Sebab kemarin kami terhalang menyajikan performa maksimal. Harapan saya laga esok bisa menjadi sarana pembelajaran berharga bagi tim," pungkasnya.
Sementara tuan rumah turut mengantisipasi teror dari tim tamu. Raja Isa memahami pertaruhan gengsi dua kompetisi selevel namun beda negara ini juga soal gengsi.
“Gengsi pasti ada. Masing-masing tim bakal menunjukkan kualitas liganya. Sejumlah perbaikan sudah kami lakukan, dan kami siap mengandaskan perlawanan Perak FC," kata ayah tiga anak ini.
Raja Isa berharap skuadnya kali ini lebih tenang dalam penyelesaian akhir. Hal yang tidak didapat saat menderita kekalahan dari Sime Darby, klub asal negeri Jiran lainnya.
"Yang bermasalah itu ketenangan. 75 persen tidak dapat dilakukan. Kita tidak ingin salahkan lapangan buruk," katanya.
PSMS IPL uji kekuatan fisik
MEDAN - Penggenjotan fisik pemain yang terus digenjot di bawah pelatih asal Italia, Fabio Lopez, mulai menunjukkan hasil positif. Kelemahan mendasar tersebut dinilai menjadi kendala PSMS yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) di tiga laga terakhirnya.
“Karena itu, latihan keras digelar intensif dengan maksud menggenjot stamina pemain. Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” ujar Asisten Pelatih PSMS, M Khaidir, Rabu.
Titik terang mulai terlihat karena kebugaran Tri Yudha cs berangsur membaik. Hal ini terbukti dengan stamina yang tak melorot drastis saat bermain 90 menit. Khaidir mengaku pemain sudah punya stamina untuk bermain full dengan harapan bisa meningkatkan ball possession dan lebih berani menguasai bola.
“Fisik yang membaik berdampak besar pada perkembangan lain. Ketenangan pemain juga meningkat pasca-kemampuan fisik yang makin membaik," ucap Khaidir lagi.
Sebelum dikatakan berhasil, perkembangan pemain akan diuji lewat laga ujicoba kontra PS Albatros/Binjai Putra di Lapangan Korem Binjai, Kamis (22/12) ini. Pasalnya, Fabio Lopez absen melatih karena sakit dalam dua hari terakhir dan ingin melihat perkembangan tim asuhannya.
"Kami mau melihat hasil latihan pemain selama ini. Untuk tolak ukurnya tentu harus dengan friendly match," kata Fabio kepada Waspada.
Ujicoba tersebut, menurutnya, akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola, dan kebugaran pemain yang nantinya dievaluasi. Setelah itu, tim akan diliburkan pada 24 Desember nanti untuk menyambut natal dan tahun baru, sebelum kembali latihan pada 28 Desember mendatang.
Pengurus Binjai Putra, Awang dan Irfan Izka Rawi, menjelaskan laga ujicoba melawan PSMS IPL merupakan kehormatan dan memberi motivasi kebangkitan sepakbola di Kota Binjai. Walau berstatus ujicoba, Binjai Putra berjanji akan memberi perlawanan keras dan mengimbangi lawan sekaligus menyuguhkan tontonan menarik.
“Karena itu, latihan keras digelar intensif dengan maksud menggenjot stamina pemain. Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” ujar Asisten Pelatih PSMS, M Khaidir, Rabu.
Titik terang mulai terlihat karena kebugaran Tri Yudha cs berangsur membaik. Hal ini terbukti dengan stamina yang tak melorot drastis saat bermain 90 menit. Khaidir mengaku pemain sudah punya stamina untuk bermain full dengan harapan bisa meningkatkan ball possession dan lebih berani menguasai bola.
“Fisik yang membaik berdampak besar pada perkembangan lain. Ketenangan pemain juga meningkat pasca-kemampuan fisik yang makin membaik," ucap Khaidir lagi.
Sebelum dikatakan berhasil, perkembangan pemain akan diuji lewat laga ujicoba kontra PS Albatros/Binjai Putra di Lapangan Korem Binjai, Kamis (22/12) ini. Pasalnya, Fabio Lopez absen melatih karena sakit dalam dua hari terakhir dan ingin melihat perkembangan tim asuhannya.
"Kami mau melihat hasil latihan pemain selama ini. Untuk tolak ukurnya tentu harus dengan friendly match," kata Fabio kepada Waspada.
Ujicoba tersebut, menurutnya, akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola, dan kebugaran pemain yang nantinya dievaluasi. Setelah itu, tim akan diliburkan pada 24 Desember nanti untuk menyambut natal dan tahun baru, sebelum kembali latihan pada 28 Desember mendatang.
Pengurus Binjai Putra, Awang dan Irfan Izka Rawi, menjelaskan laga ujicoba melawan PSMS IPL merupakan kehormatan dan memberi motivasi kebangkitan sepakbola di Kota Binjai. Walau berstatus ujicoba, Binjai Putra berjanji akan memberi perlawanan keras dan mengimbangi lawan sekaligus menyuguhkan tontonan menarik.
Syafril komersilkan ujicoba PSMS
MEDAN - Ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong, menyayangkan sikap Syafril Jambak SH selaku Ketua Panpel Ujicoba PSMS Medan yang terlalu mengkomersilkan kegiatan itu tanpa mengutamakan misi skuad Ayam Kinantan dan tim PON Sumut.
Ditemui di Stadion Teladan Medan, Nata menambahkan Syafril juga tidak memikirkan kondisi lapangan yang rusak parah akibat hujan yang terus mengguyur Kota Medan. Menurutnya, Syafril seyogianya memindahkan laga ujicoba PSMS dan PON Sumut ke lokasi lain agar kondisi lapangan yang menjadi home base Ayam Kinantan itu tidak rusak.
”Kerusakan ini dikhawatirkan bisa berakibat pada lanjutan kiprah PSMS di pentas Indonesian Super League (ISL),” kata Nata baru-baru ini.
Nata menilai keengganan Syafril menunda atau memindahkan lokasi ujicoba PSMS karena telah mengkormersilkannya dengan menjual tiket yang dinilai mencekik leher. Adapun tiket tribun terbuka dijual Rp20 ribu dan tertutup Rp50 ribu. Alhasil, laga ujicoba tersebut minim penonton.
Karena itu, Nata meminta Ketua Umum PSMS Drs H Rahudman Harahap meninjau penunjukan Syafril sebagai ketua panpel demi menjaga kedekatan antara pecinta sepakbola Medan dengan PSMS. Selain itu, Kadis Pertamanan H Erwin Lubis SH MM disarankan segera mencabut izin pemakaian Stadion Teladan demi keselamatan kondisi lapangan.
Ditemui di Stadion Teladan Medan, Nata menambahkan Syafril juga tidak memikirkan kondisi lapangan yang rusak parah akibat hujan yang terus mengguyur Kota Medan. Menurutnya, Syafril seyogianya memindahkan laga ujicoba PSMS dan PON Sumut ke lokasi lain agar kondisi lapangan yang menjadi home base Ayam Kinantan itu tidak rusak.
”Kerusakan ini dikhawatirkan bisa berakibat pada lanjutan kiprah PSMS di pentas Indonesian Super League (ISL),” kata Nata baru-baru ini.
Nata menilai keengganan Syafril menunda atau memindahkan lokasi ujicoba PSMS karena telah mengkormersilkannya dengan menjual tiket yang dinilai mencekik leher. Adapun tiket tribun terbuka dijual Rp20 ribu dan tertutup Rp50 ribu. Alhasil, laga ujicoba tersebut minim penonton.
Karena itu, Nata meminta Ketua Umum PSMS Drs H Rahudman Harahap meninjau penunjukan Syafril sebagai ketua panpel demi menjaga kedekatan antara pecinta sepakbola Medan dengan PSMS. Selain itu, Kadis Pertamanan H Erwin Lubis SH MM disarankan segera mencabut izin pemakaian Stadion Teladan demi keselamatan kondisi lapangan.
Hadapi Perak FC, kans pemain muda
MEDAN - Kekalahan dari klub Divisi Utama Malaysia, Sime Darby, pada laga eksibisi di Stadion Teladan kemarin malam membuat Pelatih PSMS ISL, Raja Isa, harus memutar otak menemukan formula tepat.
Kesempatan menguji skema yang ada kembali tiba dengan menjajal Perak FC, Kamis (22/12) nanti. Namun menghadapi klub Liga Super Malaysia itu, Raja Isa justru akan berspekulasi menurunkan pemain-pemain muda.
"Mungkin banyak yang mempertanyakan kenapa saat menghadapi Sime Darby tidak menurunkan pemain muda seperti Yoseph Ostanika atau lainnya. Karena itu, nanti kita akan menurunkan pemain muda menghadapi Perak FC," katanya malam ini.
Skuad PSMS nanti akan diisi pemain dari PSMS U-21 yang dianggap berpotensi dan sejumlah pemain yang tidak turun pada laga eksibisi perdana. Pemain-pemain seperti Yoseph Ostanika, Wiganda, Antoni, dan lainnya akan mendapat kesempatan menjajal salah satu klub tangguh asal Malaysia itu.
"Kita ingin kasih kesempatan untuk pemain yang belum main dan pemain muda. Intinya dari ujicoba ini kita tidak melulu mengincar kemenangan. Namun sebagai evaluasi bagi kita sejauh apa perkembangan dan kekurangan yang kita hadapi. Ini kan proses," katanya berkaca dari Sime Darby yang banyak menurunkan pemain muda rata-rata berusia 24 tahun.
"Pembinaan di Malaysia berbeda dengan di sini. Karena itu sekarang banyak anak muda yang menghuni tim nasional. Di sini juga bisa seperti itu," papar Raja Isa seakan ingin menunjukkan pemain muda di Medan juga tak kalah berpotensi.
Namun tak juga mengharamkan kemenangan jika memang bisa diperoleh. Apalagi PSMS bertindak sebagai tuan rumah.
"Tentu anak-anak juga punya harga diri sebagai orang Medan. Jadi termotivasi untuk memberikan kemenangan setelah kalah di pertandingan kemarin," kata mantan Pelatih Persiram Raja Ampat itu.
Di sisi lain, Raja Isa masih melihat banyak kekurangan dalam timnya yang bisa berakibat fatal jika tak dibenahi.
"Kita masih terburu-buru menyelesaikan peluang padahal terus menyerang. Ketenangan yang kita belum punya," pungkasnya.
Kesempatan menguji skema yang ada kembali tiba dengan menjajal Perak FC, Kamis (22/12) nanti. Namun menghadapi klub Liga Super Malaysia itu, Raja Isa justru akan berspekulasi menurunkan pemain-pemain muda.
"Mungkin banyak yang mempertanyakan kenapa saat menghadapi Sime Darby tidak menurunkan pemain muda seperti Yoseph Ostanika atau lainnya. Karena itu, nanti kita akan menurunkan pemain muda menghadapi Perak FC," katanya malam ini.
Skuad PSMS nanti akan diisi pemain dari PSMS U-21 yang dianggap berpotensi dan sejumlah pemain yang tidak turun pada laga eksibisi perdana. Pemain-pemain seperti Yoseph Ostanika, Wiganda, Antoni, dan lainnya akan mendapat kesempatan menjajal salah satu klub tangguh asal Malaysia itu.
"Kita ingin kasih kesempatan untuk pemain yang belum main dan pemain muda. Intinya dari ujicoba ini kita tidak melulu mengincar kemenangan. Namun sebagai evaluasi bagi kita sejauh apa perkembangan dan kekurangan yang kita hadapi. Ini kan proses," katanya berkaca dari Sime Darby yang banyak menurunkan pemain muda rata-rata berusia 24 tahun.
"Pembinaan di Malaysia berbeda dengan di sini. Karena itu sekarang banyak anak muda yang menghuni tim nasional. Di sini juga bisa seperti itu," papar Raja Isa seakan ingin menunjukkan pemain muda di Medan juga tak kalah berpotensi.
Namun tak juga mengharamkan kemenangan jika memang bisa diperoleh. Apalagi PSMS bertindak sebagai tuan rumah.
"Tentu anak-anak juga punya harga diri sebagai orang Medan. Jadi termotivasi untuk memberikan kemenangan setelah kalah di pertandingan kemarin," kata mantan Pelatih Persiram Raja Ampat itu.
Di sisi lain, Raja Isa masih melihat banyak kekurangan dalam timnya yang bisa berakibat fatal jika tak dibenahi.
"Kita masih terburu-buru menyelesaikan peluang padahal terus menyerang. Ketenangan yang kita belum punya," pungkasnya.
Thursday, December 22, 2011
PSMS IPL Jajal PS Albatros Peningkatan Tim Signifikan
MEDAN- Setelah beberapa hari PSMS melakukan latihan cukup intensif bersama pelatih PSMS Fabio Lopez, hari ini (22/10) tim berjuluk Ayam Kinantan ini akan berlaga uji coba kontra PS Albatros di lapangan Korem Binjai.
“Besok (hari ini, Red) kami mau melihat seperti apa hasil latihan yang mereka lakukan. Untuk tolok ukurnya harus dengan friendly match,” ungkap Fabio, Rabu (21/12).
Ujicoba tersebut menurutnya akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola dan kebugaran pemain yang nantinya akan dievaluasi. “Saya tidak mendampingi tim latihan dua hari ini. Tapi tentunya saya akan lihat perkembangan pemain dari latihan, untuk dilakukan evaluasi,” ujar pelatih asal Italia itu.
Latihan cukup keras memang sudah dilakoni PSMS untuk menggeber persiapan jelang laga keempat atau laga tandang ketiga musim ini. Persiapan yang memadukan penggenjotan fisik seiring dengan peningkatan kemampuan skill individual pemain disatukan dalam latihan berdurasi hingga lebih dari dua jam ala Fabio Lopez.
Dan PSMS akan meliburkan latihan mulai 24 Desember mendatang untuk memberi masa istirahat kepada pemain, dan waktu untuk liburan Natal kepada Fabio Lopez. Namun, pada 28 Desember mendatang, latihan akan dilanjutkan.
Sementara itu, asisten pelatih PSMS M Khaidir menyatakan, ujicoba dengan PS Albatros digelar untuk memantau perkembangan kerjasama tim pasca hampir sepekan latihan digelar. “Untuk melihat seperti apa perkembangan teamwork untuk persiapan 7 Januari nanti menghadapi Persiraja,” tuturnya.
Ia optimis, pasca latihan keras yang digeber, akan terlihat perkembangan di dalam tim terutama peningkatan sisi kolektivitas yang masih menjadi poin minus di tiga pertandingan sebelumnya. “Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” terang pria yang sebelumnya semapatr membesut beberapa tim seperti PSMS, PSDS dan Persigo Gorontalo itu.
Hal positif lainnya, Khaidir memaparkan, pemain juga telah memiliki stamina yang cukup baik untuk bisa bermain dalam durasi 90 menit penuh. “Mereka sudah punya stamina yang hampir 90 menit. Kondisi itu tentunya bisa meningkatkan ball posession (Penempatan bola, Red) tim, dan pemain lebih berani banyak pegang bola. Saya rasa ini cukup bagus,” katanya.
Dari segi latihan, ia juga menyebutkan ada beberapa kemajuan yang didapat. Ketenangan pemain juga meningkat pasca kemampuan fisik yang makin membaik. “Secara keseluruhan lebih baik. PSMS juga masih punya waktu untuk meningkatkan lagi persiapan,” tambahnya.
Sementara, Manajer PSMS Doli Sinomba Siregar membenarkan latihan akan diliburkan mulai 24 Desember dan PSMS baru akan kembali berlatih Rabu (28/12) mendatang, “Itu program pelatih dan dia tahu apa yang dilakukannya. Dia sudah berkonsultasi dengan saya dan manajemen tim yang lain, dan kami setuju,” ujarnya. (saz)
“Besok (hari ini, Red) kami mau melihat seperti apa hasil latihan yang mereka lakukan. Untuk tolok ukurnya harus dengan friendly match,” ungkap Fabio, Rabu (21/12).
Ujicoba tersebut menurutnya akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola dan kebugaran pemain yang nantinya akan dievaluasi. “Saya tidak mendampingi tim latihan dua hari ini. Tapi tentunya saya akan lihat perkembangan pemain dari latihan, untuk dilakukan evaluasi,” ujar pelatih asal Italia itu.
Latihan cukup keras memang sudah dilakoni PSMS untuk menggeber persiapan jelang laga keempat atau laga tandang ketiga musim ini. Persiapan yang memadukan penggenjotan fisik seiring dengan peningkatan kemampuan skill individual pemain disatukan dalam latihan berdurasi hingga lebih dari dua jam ala Fabio Lopez.
Dan PSMS akan meliburkan latihan mulai 24 Desember mendatang untuk memberi masa istirahat kepada pemain, dan waktu untuk liburan Natal kepada Fabio Lopez. Namun, pada 28 Desember mendatang, latihan akan dilanjutkan.
Sementara itu, asisten pelatih PSMS M Khaidir menyatakan, ujicoba dengan PS Albatros digelar untuk memantau perkembangan kerjasama tim pasca hampir sepekan latihan digelar. “Untuk melihat seperti apa perkembangan teamwork untuk persiapan 7 Januari nanti menghadapi Persiraja,” tuturnya.
Ia optimis, pasca latihan keras yang digeber, akan terlihat perkembangan di dalam tim terutama peningkatan sisi kolektivitas yang masih menjadi poin minus di tiga pertandingan sebelumnya. “Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” terang pria yang sebelumnya semapatr membesut beberapa tim seperti PSMS, PSDS dan Persigo Gorontalo itu.
Hal positif lainnya, Khaidir memaparkan, pemain juga telah memiliki stamina yang cukup baik untuk bisa bermain dalam durasi 90 menit penuh. “Mereka sudah punya stamina yang hampir 90 menit. Kondisi itu tentunya bisa meningkatkan ball posession (Penempatan bola, Red) tim, dan pemain lebih berani banyak pegang bola. Saya rasa ini cukup bagus,” katanya.
Dari segi latihan, ia juga menyebutkan ada beberapa kemajuan yang didapat. Ketenangan pemain juga meningkat pasca kemampuan fisik yang makin membaik. “Secara keseluruhan lebih baik. PSMS juga masih punya waktu untuk meningkatkan lagi persiapan,” tambahnya.
Sementara, Manajer PSMS Doli Sinomba Siregar membenarkan latihan akan diliburkan mulai 24 Desember dan PSMS baru akan kembali berlatih Rabu (28/12) mendatang, “Itu program pelatih dan dia tahu apa yang dilakukannya. Dia sudah berkonsultasi dengan saya dan manajemen tim yang lain, dan kami setuju,” ujarnya. (saz)
PS DPRD Sumut Bantai Mantan PSMS
MEDAN- PS DPRD Sumut berhasil mengalahkan tim Mantan PSMS dengan skor 2-0 dalam pertandingan amal mengenang almarhum wartawan senior Zainuddin Tamir Koto dan wasit FIFA Zulham Yahya di Stadion Teladan, Rabu (21/12). Pertandingan amal ini berhasil mengumpulkan dana Rp5.770.000.
Ketua Pengprov PSSI Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pertandingan amal ini sangat bagus sebagai penghargaan terhadap dunia sepak bola di Sumut. “Tentunya penghargaan bagi orang-orang yang telah berjasa dalam kemajuan persepak bolaan di daerah ini. Apa lagi dalam pertandingan ini kita mengkhususkan untuk mengenang tokoh wartawan dan sepakbola,” tuturnya usai pertandingan.
“Besar sumbangannya jangan dinilai dari jumlahnya, tapi ini merupakan perwujudan sumbangsih insan sepakbola di Sumut yang peduli dengan wartawan olahraga. Tentunya yang telah memberikan jasa untuk perkembangan sepakbola di Sumut. Serta seorang lagi merupkan sosok yang harus menjadi panutan karena menjadi wasit FIFA merupakan suatu prestasi bagi insan sepakbola di Sumut bahkan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panpel pertandingan Syafril Jambak menuturkan, gagasan digelarnya pertandingan amal ini merupakan kegiatan rutin. “Setiap ada wartawan maupun insan sepak bola di Sumut kita kerap menggelarnya untuk kegiatan amal. Hal ini untuk mengapresiasi perjuangan dan jasa-jasa yang sudah diberikan bagi kemajuan persepak bolaan di Sumut,” tuturnya.
Dari jumlah uang yang terkumpul totalnya Rp5.770.000. Rinciannya, dari PS DPRD Sumut berjumlah Rp5 juta dan dari Mantan PSMS Rp770 ribu.
Pada pertandingan yang hanya berdurasi 2X30 menit itu, Mantan PSMS dimotori Listadi asisten pelatih Timnas melakukan gebrakan ke barisan pertahanan PS DPRD Sumut. Namun, duet serangan yang dilakukan Julius Raja dan Samsir Alamsyah tak mampu membobol gawang lawan.
Sebaliknya, bomber PS DPRD Sumut Kamaluddin yang juga Ketua Pengprov PSSI Sumut bersama rekannya Rafriandi Nasution membuat kerepotan barisan pertahanan Mantan PSMS yang dikoordinir Legiran. Serangan demi serangan yang dilakukan PS DPRD Sumut membuat penjaga gawang Mantan PSMS Benny Tomasoa harus jatuh bangun.
Memasuki menit ke 20 Rafiandi yang menerima umpan lambung dengan tenang melakukan tandukan hingga menggetarkan gawang Mantan PSMS.
Mantan PSMS yang telah ketinggalan mencoba melakukan penetrasi, namun bola selalu gagal dihadang pemain belakang PS DPRD Sumut. Hingga turun minum skor tak berubah 0-1 untuk kemenangan PS DPRD Sumut. Untuk menyamakan kedudukan di babak kedua Mantan PSMS memasukkan Nasib Riyadi dan menarik keluar Legiran. Namun, hal itu belum mampu membuahkan hasil. Mantan PSMS kembali menarik Juanda mantan PSMS Junior dengan memasukkan Raja Isa.(saz)
Ketua Pengprov PSSI Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pertandingan amal ini sangat bagus sebagai penghargaan terhadap dunia sepak bola di Sumut. “Tentunya penghargaan bagi orang-orang yang telah berjasa dalam kemajuan persepak bolaan di daerah ini. Apa lagi dalam pertandingan ini kita mengkhususkan untuk mengenang tokoh wartawan dan sepakbola,” tuturnya usai pertandingan.
“Besar sumbangannya jangan dinilai dari jumlahnya, tapi ini merupakan perwujudan sumbangsih insan sepakbola di Sumut yang peduli dengan wartawan olahraga. Tentunya yang telah memberikan jasa untuk perkembangan sepakbola di Sumut. Serta seorang lagi merupkan sosok yang harus menjadi panutan karena menjadi wasit FIFA merupakan suatu prestasi bagi insan sepakbola di Sumut bahkan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panpel pertandingan Syafril Jambak menuturkan, gagasan digelarnya pertandingan amal ini merupakan kegiatan rutin. “Setiap ada wartawan maupun insan sepak bola di Sumut kita kerap menggelarnya untuk kegiatan amal. Hal ini untuk mengapresiasi perjuangan dan jasa-jasa yang sudah diberikan bagi kemajuan persepak bolaan di Sumut,” tuturnya.
Dari jumlah uang yang terkumpul totalnya Rp5.770.000. Rinciannya, dari PS DPRD Sumut berjumlah Rp5 juta dan dari Mantan PSMS Rp770 ribu.
Pada pertandingan yang hanya berdurasi 2X30 menit itu, Mantan PSMS dimotori Listadi asisten pelatih Timnas melakukan gebrakan ke barisan pertahanan PS DPRD Sumut. Namun, duet serangan yang dilakukan Julius Raja dan Samsir Alamsyah tak mampu membobol gawang lawan.
Sebaliknya, bomber PS DPRD Sumut Kamaluddin yang juga Ketua Pengprov PSSI Sumut bersama rekannya Rafriandi Nasution membuat kerepotan barisan pertahanan Mantan PSMS yang dikoordinir Legiran. Serangan demi serangan yang dilakukan PS DPRD Sumut membuat penjaga gawang Mantan PSMS Benny Tomasoa harus jatuh bangun.
Memasuki menit ke 20 Rafiandi yang menerima umpan lambung dengan tenang melakukan tandukan hingga menggetarkan gawang Mantan PSMS.
Mantan PSMS yang telah ketinggalan mencoba melakukan penetrasi, namun bola selalu gagal dihadang pemain belakang PS DPRD Sumut. Hingga turun minum skor tak berubah 0-1 untuk kemenangan PS DPRD Sumut. Untuk menyamakan kedudukan di babak kedua Mantan PSMS memasukkan Nasib Riyadi dan menarik keluar Legiran. Namun, hal itu belum mampu membuahkan hasil. Mantan PSMS kembali menarik Juanda mantan PSMS Junior dengan memasukkan Raja Isa.(saz)
PSMS IPL Pindah Lokasi Latihan Fabio, Yudha dan Julio Sakit
MEDAN- PSMS masih kesulitan mencari lapangan permanen sebagai tempat latihan. Skuad PSMS pun terpaksa memindahkan lokasi latihan ke lapangan Arhanud Baterai P Titi Kuning pada sesi latihan Selasa (20/12) pagi.
Latihan yang harusnya digelar di lapangan komplek Thamrin Graha Metropolitan (TGM), tak mendukung pasca diguyur hujan sejak pagi hingga jelang sore Senin (19/12) lalu. Kondisi lapangan memburuk sehingga dipindahkan ke lapangan yang berlokasi dekat dengan Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan itu. Dan lantas dijadikan lokasi latihan permanen oleh PSMS.
“Lapangan ini akan jadi lokasi permanen untuk latihan pagi. Untuk latihan sore, tetap di lapangan TGM,” jelas Sekretaris Tim PSMS Heru Prawono.
Di sisi lain, hujan yang terjadi sejak beberapa hari lalu di Kota Medan akhirnya membuat kondisi kesehatan Pelatih PSMS Fabio Lopez menurun. Kemarin, meski hadir pada sesi latihan pagi, dia hanya memberikan arahan sebentar, lalu pulang ke apartemen tempat tinggalnya. “Sejak Minggu (18/12) sebenarnya badan saya sudah tidak enak. Muntah-muntah dan sekarang saya demam. Itu yang menyebabkan saya hanya sebentar memimpin latihan tadi pagi (Kemarin, Red),” katanya.
Latihan selanjutnya dipimpin oleh asisten pelatih M Khaidir bersama pelatih fisik Hasyim Asyhari dan pelatih penjaga gawang Denny Vaslah.
Tidak hanya Fabio yang absen, pilar PSMS Tri Yudha Handoko juga tidak ikut pada sesi latihan kemarin. Yudha tidak datang latihan pagi, namun kemarin sore, dia hadir di lapangan TGM walau tak ikut latihan. “Saya demam. Sejak Senin (19/12) malam, badan sudah enggak enak. Saya sudah izin tak latihan pagi sama asisten pelatih. Saya memang ke lapangan TGM sore hari, tapi tidak latihan,” ujarnya.
Selain Yudha, meski tak absen latihan, striker PSMS asal Argentina Julio Cesar Alcorse juga terlihat tak mengikuti latihan dengan tim. Dia hanya melakukan peregangan otot dan berlari di pinggir lapangan.
“Latihan dua hari ini berat. Jadi kedua kaki saya kram dan sakit di lipatan lutut belakang. Kalau dipaksa bergerak, sakit,” ungkapnya.
Kemarin, PSMS kembali meneruskan latihan persiapan. Tak jauh beda dengan dua hari sebelumnya, latihan juga menekankan pembentukan fisik yang dikombinasikan dengan melatih teknik dribbling pemain. (saz)
Latihan yang harusnya digelar di lapangan komplek Thamrin Graha Metropolitan (TGM), tak mendukung pasca diguyur hujan sejak pagi hingga jelang sore Senin (19/12) lalu. Kondisi lapangan memburuk sehingga dipindahkan ke lapangan yang berlokasi dekat dengan Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan itu. Dan lantas dijadikan lokasi latihan permanen oleh PSMS.
“Lapangan ini akan jadi lokasi permanen untuk latihan pagi. Untuk latihan sore, tetap di lapangan TGM,” jelas Sekretaris Tim PSMS Heru Prawono.
Di sisi lain, hujan yang terjadi sejak beberapa hari lalu di Kota Medan akhirnya membuat kondisi kesehatan Pelatih PSMS Fabio Lopez menurun. Kemarin, meski hadir pada sesi latihan pagi, dia hanya memberikan arahan sebentar, lalu pulang ke apartemen tempat tinggalnya. “Sejak Minggu (18/12) sebenarnya badan saya sudah tidak enak. Muntah-muntah dan sekarang saya demam. Itu yang menyebabkan saya hanya sebentar memimpin latihan tadi pagi (Kemarin, Red),” katanya.
Latihan selanjutnya dipimpin oleh asisten pelatih M Khaidir bersama pelatih fisik Hasyim Asyhari dan pelatih penjaga gawang Denny Vaslah.
Tidak hanya Fabio yang absen, pilar PSMS Tri Yudha Handoko juga tidak ikut pada sesi latihan kemarin. Yudha tidak datang latihan pagi, namun kemarin sore, dia hadir di lapangan TGM walau tak ikut latihan. “Saya demam. Sejak Senin (19/12) malam, badan sudah enggak enak. Saya sudah izin tak latihan pagi sama asisten pelatih. Saya memang ke lapangan TGM sore hari, tapi tidak latihan,” ujarnya.
Selain Yudha, meski tak absen latihan, striker PSMS asal Argentina Julio Cesar Alcorse juga terlihat tak mengikuti latihan dengan tim. Dia hanya melakukan peregangan otot dan berlari di pinggir lapangan.
“Latihan dua hari ini berat. Jadi kedua kaki saya kram dan sakit di lipatan lutut belakang. Kalau dipaksa bergerak, sakit,” ungkapnya.
Kemarin, PSMS kembali meneruskan latihan persiapan. Tak jauh beda dengan dua hari sebelumnya, latihan juga menekankan pembentukan fisik yang dikombinasikan dengan melatih teknik dribbling pemain. (saz)
Tim PON Sumut Jajal Klub Malaysia
MEDAN- Usai laga eksebisi yang dilakoni Tim PON Sumut kontra dua klub Malaysia yang sengaja hadir ke Stadion Teladan. Giliran tim besutan Rudi Saari ini yang bakal melancong ke negeri ziran sana.
Manager Tim PON Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan anak-anak asuhannya untuk menjajal Timnas U-23 Malaysia. “Ini memang sudah kita agendakan sejak digelarnya pertandingan eksebisi ini,” ungkapnya, Selasa (20/12).
Ketua PSSI Sumut yang diakui 23 pengcab/klub ini juga menuturkan, tim PON Sumut akan diboyong ke Malaysia akhir Desember ini. “Akhir Desember 2011 ini kita akan bertandang ke sana. Paspor anak-anak juga sudah selesai diurus. Tinggal menentukan jadwal keberangkatan tim saja,” kata Kamaluddin lagi.
Diagendakan, tak hanya Timnas U-23 Malaysia saja yang bakal dijajal. Kamaluddin juga menuturkan, anak-anak di bawah asuhan Rudi Saari ini akan melawan klub-klub bergengsi yang syarat pengalaman di sana. “Ini untuk menambah jam terbang mereka sekaligus meningkatkan pengelaman dan mental anak-anak,” ujarnya.
Usai laga tim PON Sumut kontra Perak FA yang berakhir tanpa gol, Kamaluddin sangat menyayangkan keadaan stadion kebanggaan masyarakat Kota Medan yang hingga saat ini masih memprihatinkan. “Laga mengahadapi Perak FA bagi PON Sumut merupakan pengalaman berharga bagi pemain. Namun, dengan kondisi lapangan seperti tadi, itu sama saja mencoreng citra Kota Medan,” jelasnya.
Pelatih Tim PON Sumut Rudi Saari menuturkan yang turun menghadapi Perak FC merupakan tim inti. Tim PON Sumut yang didominasi pemain muda cukup memberikan perlawanan terhadap tim tamu yang memiliki sejumlah pemain asing. “Permainan anak-anak sudah maksimal, hanya saja lapangan memang sangat tak mendukung untuk menerapkan strategi pertandingan,” keluhnya. Menurutnya, pertandingan-pertandingan serupa sangat dibutuhkan anak asuhannya sebagai modal berlaga melakoni pertandingan PON Riau.(saz)
Manager Tim PON Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan anak-anak asuhannya untuk menjajal Timnas U-23 Malaysia. “Ini memang sudah kita agendakan sejak digelarnya pertandingan eksebisi ini,” ungkapnya, Selasa (20/12).
Ketua PSSI Sumut yang diakui 23 pengcab/klub ini juga menuturkan, tim PON Sumut akan diboyong ke Malaysia akhir Desember ini. “Akhir Desember 2011 ini kita akan bertandang ke sana. Paspor anak-anak juga sudah selesai diurus. Tinggal menentukan jadwal keberangkatan tim saja,” kata Kamaluddin lagi.
Diagendakan, tak hanya Timnas U-23 Malaysia saja yang bakal dijajal. Kamaluddin juga menuturkan, anak-anak di bawah asuhan Rudi Saari ini akan melawan klub-klub bergengsi yang syarat pengalaman di sana. “Ini untuk menambah jam terbang mereka sekaligus meningkatkan pengelaman dan mental anak-anak,” ujarnya.
Usai laga tim PON Sumut kontra Perak FA yang berakhir tanpa gol, Kamaluddin sangat menyayangkan keadaan stadion kebanggaan masyarakat Kota Medan yang hingga saat ini masih memprihatinkan. “Laga mengahadapi Perak FA bagi PON Sumut merupakan pengalaman berharga bagi pemain. Namun, dengan kondisi lapangan seperti tadi, itu sama saja mencoreng citra Kota Medan,” jelasnya.
Pelatih Tim PON Sumut Rudi Saari menuturkan yang turun menghadapi Perak FC merupakan tim inti. Tim PON Sumut yang didominasi pemain muda cukup memberikan perlawanan terhadap tim tamu yang memiliki sejumlah pemain asing. “Permainan anak-anak sudah maksimal, hanya saja lapangan memang sangat tak mendukung untuk menerapkan strategi pertandingan,” keluhnya. Menurutnya, pertandingan-pertandingan serupa sangat dibutuhkan anak asuhannya sebagai modal berlaga melakoni pertandingan PON Riau.(saz)
Subscribe to:
Posts (Atom)