Friday, December 16, 2011

AK batal gabung PSMS IPL

Achmad Kurniawan akhirnya memutuskan pelabuhannya musim ini. Bukan PSMS, melainkan Arema Indonesia yang juga berkiprah di Indonesian Premier League (IPL), klub yang musim lalu diperkuatnya.

AK menandatangani kontrak dengan Arema IPL di detik-detik terakhir penutupan bursa transfer. Pada Rabu malam lalu, AK pun didaftarkan ke skuad Singo Edan. Sebelumnya kiper yang akrab dengan inisial AK ini santer diberitakan akan memperkuat PSMS IPL. Apalagi tim besutan Fabio Lopez ini sangat membutuhkan sosok yang bisa mengangkat popularitas tim.

Menurut Agen AK, Herna Pardede, AK batal bergabung karena tidak adanya keseriusan manajemen IPL meminangnya.

"Setelah didepak dari PSMS ISL, AK sebenarnya sangat ingin membela PSMS IPL. Tapi tidak juga ada keputusan dari manajemen padahal pada 13 Desember. Akhirnya kita buat keputusan sebelum tutup deadline dan tanggal 14 dia teken kontrak langsung ke Arema IPL,” ungkap Herna, Kamis.

AK memang sempat mengikuti latihan tim yang dipimpin Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Namun tidak juga diikat membuatnya memilih kembali ke Malang. PSMS IPL pun dipastikan kembali mengandalkan Decky Ardian sebagai pilihan utama dengan Dede Pranata dan Irwin Ramadhana sebagai pelapis.

Herna tidak habis pikir soal kabar yang menyebutkan manajemen PSMS IPL enggan menerima AK karena ia sempat mengikuti seleksi di PSMS ISL.

"Ini (ke Arema) adalah bukti AK bukan pemain sembarangan. Dalam segalanya Arema di depan PSMS kok, tapi kadang itikad baik orang disalahartikan," tegasnya.

Menurut Herna, sebenarnya AK juga sempat bingung menyikapi dualisme kompetisi di tanah air. Karena itu ia tidak ikut rapat bersama tim saat turnamen segitiga di Jakarta yang membahas penandatanganan kontrak.

"Sebenarnya, dia tidak datang pas dua meeting di Jakarta bersama tim karena galau ingin bermain di ISL atau IPL. Karena kalau datang, pasti PSMS ISL mengikatnya," tutur Herna.

Sebelumnya, PSMS juga batal merekrut Ku Kyung Hyun yang juga seangkatan AK seleksi di PSMS ISL. Alasannya, bek asal Korsel itu hanya bermain di Divisi II di Negeri Ginseng tersebut. Padahal, menurut Herna , Ku bermain di klub yang berada di level teratas, Jeju United.

"Sama sekali tak benar jika soal legalistas, Ku bermain di Jeju United di Korsel yang merupakan kompetisi teratas. Jadi tak ada masalah, seharusnya manajemen bisa lihat internet atau cari info yang benar soal Ku," pungkas Herna.

Fabio akui kematangan Arema

Usaha PSMS untuk meraih poin perdananya di arena Indonesian Premier League (IPL) kembali kandas. Bertamu ke Stadion Gajayana Malang, tim besutan allenatore Italia, Fabio Lopez, dipaksa takluk 1-2 dari Arema Indonesia.

Dua gol masing-masing dari Noh Alamshah dan Musafri membuat kemenangan menjadi milik Singo Edan. Padahal sebelumnya Ayam Kinantan sempat menghenyakkan seisi Gajayana. Striker baru asal Argentina, Julio Cesar Alcorse, menggetarkan gawang tuan rumah di menit 22.

Gol yang sempat menaikkan moral bertarung Tri Yudha Handoko cs. Namun dari sejumlah percobaan hanya satu gol yang berhasil diceploskan. Selebihnya laga menjadi milik tuan rumah. Terutama selepas gol balasan striker Singapura, Noh Alamshah di penghujung babak pertama.

Tim besutan Milomir Seslija bak kesetanan terus menggempur pertahanan PSMS yang dikomandoi duet Vagner Luis dan Fadli Hariri. Hasilnya di menit 51, Musafri sukses membalikkan keadaan dan keunggulan bertahan hingga laga berakhir.

Pelatih PSMS, Fabio Lopez, mengakui kematangan tim tuan rumah. Berbanding terbalik dengan skuadnya yang datang dengan persiapan minim. Apalagi dirinya baru tiga hari menangani tim.

“Teknik individual pemain Arema saat ini lebih bagus dari pada kami," ujarnya usai pertandingan.

Namun Fabio tetap memuji semangat bertarung yang ditunjukkan anak asuhnya. Ke depannya ia yakin tim akan lebih baik.

"Mereka sudah bekerja keras, dan hasil ini. Memang tidak bagus untuk pencinta tim, tapi tidak buruk untuk tim kami. Kami punya banyak PR dan harus bekerja keras untuk pertandingan berikutnya," ungkap Fabio.

Di kubu lawan, Pelatih Arema Milomir Seslija memuji pertahanan tim tamu. Pujian khusus diberikannya kepada bek anyar asal Brazil, Vagner Luis, yang bermain gemilang.

"Mereka punya pertahanan yang sangat bagus yang menjadi masalah bagi tim kami. Bek asal Brazil (Vagner Luis) bermain sangat baik di pertandingan tadi, begitu juga gol tadi," ucap Milomir.

"Gol (balasan) itu momentum bagi tim kami. Selanjutnya di babak kedua kami mendominasi. Tiga hari bersama tim tapi dengan strategi cukup bagus. Mereka akan jadi lawan yang cukup sulit dikalahkan di pertandingan-pertandingan berikutnya," lanjutnya turut diamini Noh Alamshah.

Thursday, December 15, 2011

Indonesian Premier League Arema Tekuk PSMS di Gajayana

Laga Arema Indonesia menjamu PSMS Medan di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (14/12/2011) berkesudahan dengan skor 2-1 untuk tuan rumah. Gol PSMS tercipta di menit 27 oleh Julio Cesar. Balasan Arema diciptakan Noh Alam Shah alias Along di menit 45 dan TA Musafri menit 56.

Pertandingan yang digelar di Stadion Gajayana Malang ini berlangsung seru, Rabu (14/12/2011). Aremania tidak henti bernyanyi untuk mendukung perjuangan Along dkk.

Serangan pertama Arema berasal dari Musafri. Dua kali corner kick dari kaki Esteban juga belum bisa dimaksimalkan menjadi gol. Sundulan Gunawan masih jauh dari gawang PSMS.

Ada kejadian unik, Gunawan harus keluar lapangan sebentar. Itu karena jersey yang dikenakannya bermasalah.

Petaka terjadi di menit ke 27. Gawang Kurnia Meiga kebobolan oleh Julio Cesar. PSMS unggul sementara dengan skor 0-1.

Tertinggal satu gol, serangan pemain Arema kian gencar. Beberapa kali mereka mengurung pertahanan PSMS Medan. Meski begitu, gol yang ditunggu belum juga muncul.

Menit ke-30, Along mengambil tendangan bebas. Sayang masih tipis di sisi kiri gawan PSMS yang dijaga Irwin Ramadhab.

Begitu juga dengan tendangan voli dari M Ridhuan. Masih tipis di sisi kanan gawang PSMS. Bahkan, tendangan keras Hendro Siswanto sempat membentur pemain PSMS.

Di masa perpanjangan waktu, menit 45+1, Aremania serentak bersorak. Sundulan Along dari sepak pojok Roman berhasil menggetarkan jala gawang PSMS. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 1-1.

Memasuki babak kedua, pemain Arema langsung mengambil inisiatif penyerangan. Sundulan Musafri memanfaatkan umpan lambung Ridhuan masih menyamping dari gawang PSMS.

Hendra Siswanto juga melakukan usaha melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang tendangannya melambung jauh dari atas mistar.

Akhirnya, usaha pemain Arema berhasil di menit 56. Menerima umpan sundulan dari Along, Musafri berhasil menceploskan bola ke gawan PSMS. Skor sementara 2-1 untuk Arema.

Kondisi unggul, Arema melakukan pergantian pemain. Legimin Raharjo keluar digantikan Dendi Santoso. Masuknya Dendi ini menambah daya gedor tim Singo Edan. Beberapa kali dia mampu membahayakan gawang PSMS.

Sementara itu, Along memberi isyarat minta digantikan. Sebelum pertandingan dimulai, kondisi Along memang masih kurang fit. Dia bahkan diragukan mampu tampil karena cedera.

Akhirnya, pelatih menggantikan Along dengan Ahmad Amirudin. Keluarnya Along disambut standing applaus oleh seluruh Aremania. Kontribusi Along dalam pertandingan ini memang cukup besar. Satu gol dan satu assist.

Memasuki menit 67, Dendi melepaskan umpan cantik namun sayang berhasil diselamatkan penjaga gawang PSMS. Dendi kembali beraksi di menit 70. Dari luar kotak penalti, dia melepaskan tendangan keras. Hanya saja melebar tipis.

Akibat berbenturan dengan pemain PSMS, Leonard Tupamahu harus mendapat perawatan tim medis di pinggir lapangan. Beruntung tidak mendapat cedera parah, Leo masih bisa melanjutkan pertandingan.

Menit 76, Dendi sudah lolos dari hadangan bek PSMS. Tapi sayang tendangannya tepat ke arah kiper Irwin Ramadhab. Begitu pula dengan kerjasamanya dengan Musafri di menit 80, belum mampu menambah keunggulan Arema. Tendangan Dendi mampu diblok kiper.

Menit 87, giliran gawang Kurnia Meiga yang terancam. Bermula dari corner kick yang diambil Tri Yuda, pemain asing Wagner Luis menyambutnya dengan sundulan. Tetapi, bola melayang tipis dari mistar.

Sampai tambahan waktu 3 menit, kedudukan tidak berubah. Akhirnya, Arema mengawali pertandingan di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dengan mengungguli PSMS Medan, skor 2-1. [ain/but]

Line Up Pemain:
Arema: Kurnia Meiga Hermansyah (GK), Legimin Raharjo, Leonard Tupamahu, Gunawan Dwicahyo, Ahmad Farizi, Esteban Guillen, Hendra Siswanto, Muhammad Ridhuan, Talaoho Abdul Musyafry, Roman Chmelo, Moh Noh Alam Shah.

PSMS Medan: Irwin Ramadhab (GK), M Syarif Julianda, Deni Wahyudi, Fadli Hariri, Erwinsyah HSB, Vagner Luis, Rusdianto, Azzuan Lubis, Kamil Sembiring, Jecky Pasarella, Marwin Hanafi. Adapun wasit akan dipimpin Saripudin, asisten wasit, ada Kundari dan Sutono. (Yatimul Ainun/BeritaJatim)

Indonesian Premier League PSMS Kalah dari Arema karena Kurang Persiapan

Pelatih PSMS Medan, Fabio Lopez mengatakan, ketidaksiapan tim menjadi penyebab kekalahan PSMS atas Arema Indonesia, dalam lanjutan Indonesia Premier League (IPL), (14/12).

Lopez juga mengakui, persiapan panjang yang dilakukan Arema Indonesia membuat kerjasama mereka lebih baik dibanding PSMS. "Teknik individual pemain Arema saat ini lebih bagus dari pada kami," ujarnya usai pertandingan.

Pelatih asal Italia, yang baru tiga hari menangani PSMS IPL ini juga memuji kegigihan anak asuhannya dalam mengawal setiap pergerakan pemain depan Arema.

"Mereka sudah bekerja keras hari ini. Hasil ini memang tidak bagus untuk kami. Tapi tidak terlalu buruk juga. Ini masih bisa diperbaiki di pertandingan selanjutnya," ucapnya lagi.

Sementara itu pelatih Arema, Milomir Seslija, mengaku salut dengan metode pertahanan yang diterapkan Fadly Hariri cs, yang cukup membuat frustrasi pemain depan Arema. Sering kali peluang-peluang Arema berhasil digagalkan duet Fadli Hariri dan Vagner Luiz.

"PSMS punya pertahanan yang sangat bagus yang menjadi masalah bagi pemain kami saat menyerang. Bek asal Brasil (Vagner Luis) bermain sangat baik di pertandingan tadi, begitu juga gol mereka tadi cukup bagus," ucap Milomir seusai pertandingan.

Usai menghadapi Arema, PSMS akan melakoni laga kandang menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan 7 Januari mendatang. Evaluasi akan menjadi fokus pelatih asal Italia itu. "Kami punya banyak PR dan harus bekerja keras untuk pertandingan berikutnya," ungkap Fabio. (Dodi Esvandi/TribunNews)

Wednesday, December 14, 2011

Fabio Lopez latih PSMS IPL


Medan - Sosok pelatih kepala PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) akhirnya terjawab. Pria yang sebelumnya enggan mencuatkan namanya ke publik ini, bernama Fabio Lopez.

Pria berdarah Italia ini sudah mau membuka identitas diri, lantaran sudah mendampingi tim. Sebelumnya, Fabio enggan mempublish diri, karena masih menyelesaikan urusan dengan klub lamanya. Pria berusia 37 tahun ini bakal melakoni ujian perdananya saat PSMS IPL bertandang ke Arema Malang, Rabu ini.

"Nama saya Fabio Lopez. Saya sudah bisa sebutkan nama saya, karena saya sudah dampingi tim dan akan duduk di bench PSMS mulai Rabu," ujarnya.

“Saya baru tiba, jadi belum tahu banyak. Yang jelas, kami berharap bisa bermain sebaik-baiknya. Tentunya pemain baru harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi tim, sama seperti lainnya,” ungkap Lopez di sela-sela memimpin latihan tim di Stadion Gajayana, Selasa.

Asisten Pelatih PSMS M Khaidir menambahkan kondisi pemain cukup baik. Dia mengatakan ada kemungkinan striker asing Julio Cesar bisa turun di laga ini. Jika itu benar, maka dua asing (bersama Luis Vagner) akan memperkuat skuad ini.

Mantan arsitek Persigo ini mengatakan meski pelatih kepala baru bergabung mendampingi tim, namun persiapan tim sudah dilaksanakan sejak di Medan. Dua kali kalah di dua laga home (Persebaya dan Persija) membuat Fadhli Hariri dkk harus bekerja ekstra keras kali ini.

"Kami sudah mempersiapkan tim dan semoga hasilnya bisa lebih baik," pungkas mantan pelatih PSMS, PSDS Deliserdang, dan Persigo Gorontalo ini.

Jecky cs punya semangat & wajah baru

Ditambah dua pemain asing, Vagner Luis dan Julio Cesar Alcorse, kali ini Ayam Kinantan tidak ingin pulang ke Medan dengan tangan hampa. Selain Vagner dan Cesar, PSMS IPL bisa memainkan Sugianto sebagai wing back kiri. Belum lagi, pelatih anyar asal Italia, Fabio Lopez, tak ingin memulai debut perdananya tanpa hasil.

“Saya baru tiba, jadi belum tahu banyak. Yang jelas, kami berharap bisa bermain sebaik-baiknya. Tentunya pemain baru harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi tim, sama seperti lainnya,” ungkap Lopez.

Vagner pun diharapkan bisa menjadi tembok pertahanan yang kokoh bersama kapten tim Fadli Hariri, Sugianto, dan Aun Carbiny. Sebagai penyuplai bola, Tri Yudha Handoko diharapkan bisa bekerja maksimal.

“Pemain harus bisa main pintar pada pertandingan nanti, tidak membuang bola percuma, dan memanfaatkan setiap peluang,” ucap pelatih yang pernah membesut tim Divisi I Liga Lithuania, FK Banga, dan pemandu bakat Atalanta dan Fiorentina itu.

Asisten Pelatih M Khaidir juga bisa sedikit lebih lega dengan perkembangan tim yang mulai menunjukkan grafik meningkat. Khaidir mengaku timnya punya persiapan lebih lama dari sebelumnya dan kondisi pemain juga cukup baik.

“Lawan memang punya persiapan yang jauh lebih matang, tapi kami juga membawa pemain untuk bertanding. Kalau mereka ada yang main di timnas, pemain kami juga punya kesempatan main di timnas, jadi tidak ada masalah,” beber pelatih yang pernah membesut PSMS, PSDS Deliserdang, dan Persigo Gorontalo itu.

Di kubu lawan, materi pemain yang nyaris sama sebagai runner-up musim lalu membuktikan Arema merupakan lawan kuat. Nama-nama seperti Leonard Tupamahu, Esteben Guillen, Gunawan Dwi Cahyo, Musafri, dan Roman Chmelo adalah sederet nama yang harus diwaspadai.

Kendati begitu, tuan rumah mengaku wajib mewaspadai tipikal kerja keras yang dimainkan anak-anak Medan. Pelatih Arema, Milomir Seslija, mengatakan pihaknya tidak mau gegabah karena tahu Medan punya tipikal permainan khas.

“Sebagian pemain lokalnya bertipikal pekerja keras. Pertandingan ini tidak akan berlangsung mudah bagi kami,’ ungkap pelatih asal Bosnia itu.

PSAP v PSMS Diundur, Uji Coba Dipercepat

MEDAN-Padatnya jadwal PSMS pada lanjutan kompetisi ISL usai pembukaan 2012 mendatang, membuat persiapan tim berjuluk Ayam Kinantan ini lebih digenjot sebelum Natal dan tahun baru. Namun, jadwal lanjutan laga kompetisi ISL PSAP kontra PSMS di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh yang seharusnya digelar pada Sabtu (17/12) mendatang diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal ini membuat manajemen tim yang sudah merencanakan berbagai laga uji coba kembali harus merombak jadwal yang seyogianya digelar Selasa (20/12) mendatang dipercepat menjadi Senin (19/12).
Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, dipercepatnya laga ujicoba ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak asuhannya memiliki persiapan lebih menatap laga berikutnya. Yakni bertandang ke kandang Pelita Jaya dan Persib.

Pada 19 Desember mendatang, PSMS akan menjamu klub kasta kedua Malaysia (sekelas Divisi Utama) Sime Darby FC. Dan pada 22 Desember PSMS akan ditantang klub Liga Super Malaysia Perak FC.

Sementara itu, uji coba yang dilakukan dengan klub-klub sepak bola Malaysia ini juga diikuti oleh Tim PON Sumut serta PSBL Langsa. Sime Darby FC akan menjajal Tim PON Sumut pada 21 Desember. Sedang Perak FC akan ditantang Tim PON Sumut pada 20 Desember dan PSBL Langsa pada 24 Desember mendatang.

Pembicaraan akan dilakukannya uji coba ini berawal dari Perak FC yang akan mengarungi kompetisi Liga Super Malaysia pada awal 2012 mendatang ingin menguji kelayakan timnya. “Nah, mereka melayangkan surat ingin melakukan uji coba di Indonesia. Karena saya dekat dengan orang-orang di kepengurusan klub, akhirnya mereka memilih Kota Medan,” ungkap Pelatih PSMS Raja Isa. (saz)

PSMS ISL Jajal Dua Klub Malaysia

PSMS akan melakoni tiga partai tandang yang lumayan berat. Tim perdana yang akan dihadapi merupakan klub selevel musim lalu, PSAP Sigli, (17/12). Usai libur Natal dan Tahun Baru, Ayam Kinantan akan dijamu klub mapan Pelita Jaya FC (5/1) dan Persib Bandung (9/1/2011).

Raja Isa bin Ras, arsitek PSMS ISL mengatakan mentalitas menjadi kunci utama bagi skuadnya. Kemampuan teknikal dan taktik dapat menjadi hambar di lapangan atas ketiadaan mentalitas. Sikap bijak memberi keputusan dan adaptasi kekuatan lawan mutlak dimiliki. Kesabaran dan ketenangan sepanjang laga.

Guna mengakomodir kebutuhan tersebut, PSMS ISL menjadwalkan tiga laga uji coba. In Kyun Oh dan kawan-kawan akan menjajal klub sekota hari ini, Senin (12/12) jelang lawatan ke Banda Aceh. "Tim yang akan kita lawan memang di bawah level. Tujuannya untuk menstimulus kemampuan dan mentalitas tim secara menyeluruh. Hal yang paling utama, dari uji coba besok adalah seleksi dua penyerang Asia, Daryoush (Iran) dan Choy Don Su. Soal lawan masih status konfirmasi," ujarnya.

Sedangkan laga uji coba bergengsi akan dilakoni jelang dua laga tandang di awal Januari 2012. Tak tanggung-tanggung, klub Liga Super Malaysia, Perak FC (20/12) dan klub kasta kedua Malaysia (sekelas Divisi Utama) Sime Darby FC (22/12) telah diundang. Dua klub asal negeri jiran ini akan dijamu di Stadion Teladan, Medan.

"Bersyukur saya bina hubungan baik dengan mereka. Sejak awal mereka sudah sedia berhadapan dengan PSMS. Uji coba ini akan jadi bekal yang sangat baik saat bertemu Pelita Jaya dan Persib Bandung," ujar pelatih kelahiran Selangor, Malaysia ini.

Perak FC yang diarsiteki Noorizan Bakar diyakini akan memberi pelajaran berharga. Apalagi tim ini memiliki level materi berkualitas dan kolektivitas yang baik. Hal sama juga berlaku pada Sime Darby yang diarsiteki Ismail Zakaria (eks pelatih Selangor FC). "Dua tim beda kelas ini, harapan saya dapat menularkan pengalaman berharga bagi skuad ini. Menang atau kalah bukan tujuan saya. Namun asah mentalitas menghadapi tim besar jauh lebih bermakna. Saya optimis," ujarnya.

Raja Isa memang mengakui masih skeptis dengan kondisi besutannya hingga saat ini. Ayam Kinantan dinilai butuh waktu lama mengasah tajinya. "Semua sektor masih butuh pembenahan serius. Seperti saya kata sebelumnya, fighting spirit saja tidaklah cukup. Intelijensi dan kadar mentalitas harus dipunya di panggung ISL yang kompetitif ini," imbuhnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

PSMS ISL Choi Dong Soo Genapi Kuota Asing

Choi Dong Soo, penyerang asal Korea Selatan akhirnya resmi direkrut untuk bergabung dengan PSMS ISL, Selasa (13/12). Pria bertubuh gempal ini menyingkirkan rivalnya, Daryoush Ayyoubi (Iran). Keputusan diambil sehari pascalaga uji coba kontra PS Gumarang.

Sebelumnya, Raja Isa bin Ras menolak menyebutkan siapa diantara keduanya yang diambil untuk memenuhi kuota maksimal pemain asing. Ia berkilah bahwa keputusan tidak berada di tangannya. "No comment. Terserah manajemen siapa yang akan dipakai. Sebab kualitas keduanya nyaris sama," ujarnya usai ujicoba, Senin (12/12) petang lalu.

Kontras dengan itu, CEO PSMS Idris menampik melakukan intervensi atas penentuan pemain yang bergabung. Menurutnya, perihal perekrutan pemain murni dilakukan tim pelatih. Manajemen hanya menerima rekomendasi tim pelatih dan membanderol harga sesuai kemampuan finansial klub.

"Tidak ada intervensi. Choi Dong Soo sudah direkomendasikan tim pelatih. Kita sudah kontrak Choy langsung, tak perlu berlama-lama lagi kan?!," ujarnya tanpa merinci nominal kontrak. Sang agen yang dikonfirmasi tribun via layanan Blackberry Messenger (BBM) membenarkan hal tersebut.

Raja Isa yang dikonfirmasi kembali meluruskan hal tersebut. Ia mengakui pihaknya memang telah merekomendasikan penyerang asal negeri Ginseng itu. Bantahan sebelumnya lebih dikarenakan menunggu kepastian dari manajemen. Tidak etis menunjuk pemain yang direkrut untuk dipublikasikan, sekiranya kepastian belum juga.

"Ya benar, saya telah merekomendasikan Choi. Kenapa?! Dia sangat bersesuaian dengan karakter PSMS punya. Akselerasi bagus dan kemampuan mengeksploitasi pertahanan lawan," ujar pria yang mempunyai tiga orang anak ini.

Pemain kelahiran 26 Juni 1985 ini diproyeksikan lebih dari pantas menjadi tandem bagi Saha. Peran yang selama ini lowong dan berimbas pada krisis di lini depan. Kehadiran eks penyerang Persisam Samarinda itu, kata Raja membuatnya dapat menerapkan varian strategi dan formasi.

"Adakalanya saya akan pakai 3-4-3 saat melawan tim dengen level kualitas setara atau di bawah PSMS. Skema ultraofensif ini membutuhkan penyerang dengan speed bagus, fihting spirit dan pekerja. Kemampuan itu ada pada Saha dan Choi," ujarnya lagi.

Terkait Daryoush, ia menilai penyerang asal Iran itu punya teknik "heading" yang mumpuni. Postur yang tertinggi diantara rekan setim dan penempatan posisi yang baik membuatnya jadi momok bagi lawan. Sayang, eks penyerang PSM itu sedikit lamban dalam pergerakan.

Senada Raja, Idris menegaskan rekomendasi Choi Dong Soo sebagai keputusan tepat. "Saya lihat ciri permainannya bisa mengakomodir tim ini. Dia kuat dalam duel, tidak peragu, dan punya kecepatan. Keduanya sama-sama bagus, tapi kita tinggal punya jatah seorang asing Asia lagi," sebutnya.

Duo penyerang Asia ini, sebenarnya tidak terlalu menunjukkan peran signifikan dalam laga kontra PS Gumarang. Belum tampak kemampuan melakukan determinasi dan kemapanan bermain secara tim. Pemakluman diberikan karena masih baru bergabung selama dua hari.

Choi Dong Soo menggenapi lima kuota pemain asing yang digariskan PT Liga Indonesia dipenuhi kontestan ISL. Tiga pemain asing di luar keanggotan AFC dan dua pemain asing keanggotaan AFC. Empat lainnya telah lebih dulu bergabung. Luis Alejandro Pena (Chile), Osas Ikpefua Saha (Nigeria), Sasa Zesevic ( Serbia) dan In Kyun Oh (Korea). (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Indonesia Super League Laga PSAP v PSMS Ditunda

Laga tandang PSMS melawan PSAP Sigli yang seyogianya dilaksanakan Sabtu (17/12) terpaksa dibatalkan pihak penyelenggara Indonesia Super League. Pembatalan ini disebabkan stadion Kuta Asan Sigli tak memenuhi standar PT. Liga Indonesia. "Reschedule" sudah ditetapkan yakni pada 11 Februari 2012 mendatang.

"Pertandingan PSMS lawan PSAP Sigli dalam lanjutan kompetisi ISL terpaksa ditunda dengan alasan stadion milik Sigli tak memenuhi standar sesuai dengan ketentuan PT. Liga Indonesia" ujar Ketua Bidang Kompetisi PT Liga Indonesia Djoko Driono saat dihubungi via telepon seluler, kemarin, Selasa (13/12).

Djoko mengatakan sebelumnya pihak penyelenggara telah memberikan keringanan untuk PSAP Sigli dalam melakukan partandingan kandang saat menjamu Persisam dan Mitra Kukar. Namun, saat melawan PSMS Medan terpaksa ditunda karena stadion tak memenuhi standar dan saat ini masih dalam tahap renovasi.

Disebutkannya, memang ada solusi untuk mengadakan pertandingan ini, di mana pihak PSAP harus melakukan pertandingan di luar daerah. Salah satu alternatif harus bertanding di stadion Harapan Bangsa yang merupakan "home base" Persiraja Bandaaceh. Namun, kedua tim yang berbeda dalam laga kompetisi PSSI, maka rencana itu dibatalkan.

"Jika main di Banda Aceh sudah dipastikan para pendukung Sigli agak kesulitan untuk melihat tim kesayangannya bertanding. Untuk pihak PT Liga Indonesia mengambil kebijakan dengan memberikan tengat waktu kepada PSAP Sigli untuk pertandingan melawan PSMS dilaksanakan pada 11 Ferbruari 2012 mendatang" terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan penundaan pertandingan ini diberikan kesempatan kepada pihak PSAP Sigli untuk secepatnya melakukan renovasi stadion. Jika dalam waktu yang telah ditentukan stadion belum siap juga, pihak PT Liga Indonesia akan melakukan pertandingan PSAP kontra PSMS diluar daerah Sigli dengan stadion yang memenuhi standar. Alternatif tetap menggunakan stadion Harapan Bangsa.

Djoko menampik kemungkinan adanya teror dari publik "Serambi Mekkah" atas insiden pelemparan pemain dan bus Persiraja saat dijamu PSMS musim 2010/2011. Sebab hal itu, dapat dikendalikan dengan pengamanan dari aparat. Ia justru bersimpati atas kerugian finansial yang dialami PSAP. "Memang perhelatan bukan di stadion sendiri akan mengalami kerugian tidak sedikit. Itu sebabnya pemakluman harus diberikan," pungkasnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

PSMS Bertolak, Arema tak Sabar

MEDAN-Laga lanjutan kompetisi IPL, pada Rabu (13/12) mendatang, PSMS akan bertandang ke Stadion Gajayana Malang markas Arema. Kabar baiknya, beberapa pemain tambahan dipastikan bisa tampil menghadapi tim berjuluk Singo Edan itu.

Adalah bek asal Brasil Vagner Luis De Oliveira Marins dan wing bek Sugiatno yang bakal memperkuat tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Namun sayang, walau terdaftar dalam 17 pemain yang diberangkatkan, striker Argentina Julio Cesar Alcorse dipastikan belum bisa turun.

Kondisi ini memaksa asisten pelatih PSMS M Khaidir harus olah taktik. Ia mengaku mempersiapkan dua skenario untuk membendung tim besutan Milomir Seslija itu.

“Ada dua strategi yang dipersiapkan, mengingat Julio Cesar juga belum pasti bisa bergabung. Skenario pertama, kita mengandalkan duet Jecky Pasarela dan Julio Cesar di depan lewat formasi 3-5-2. Andre Abu Bakar akan lebih ke tengah sebagai second striker,” ungkapnya, Minggu (11/12).

Namun, di opsi kedua, PSMS harus siap tanpa kehadiran Julio Cesar. Untuk itu, skenario menduetkan Jecky Pasarela dan Andre Abu Bakar telah digeber selama beberapa hari persiapan. “Tentunya kami akan mengandalkan Andre dan Jecky. Akan banyak tekanan dari Arema, sebagai antisipasinya, kami akan menggunakan counter attack,” ujar Khaidir.
Pria yang pernah menjadi pemain dan sekaligus pelatih PSMS itu juga membeberkan, kali ini, barisan pertahanan PSMS dipastikan lebih kuat pasca masuknya Vagner Luis. Tak hanya bek berkepala plontos itu, mantan pemain Persita Tangerang Sugiatno yang berposisi sebagai bek sayap juga dipastikan bisa tampil.

Untungnya, menurut Khaidir, kali ini fisik dan stamina pemain juga cukup meningkat karena memiliki masa persiapan yang lebih panjang. “Stamina dan fisik sudah kelihatan lebib baik. Mereka lebih enjoy dan sudah berani pegang bola,” tutur pelatih yang juga pernah membseut Persigo Gorontalo itu.

Khaidir juga beranggapan, formasi 3-5-2 merupakan yang paling tepat bagi skuad besutannya karena telah terbiasa. “Kita pakai 3-5-2 karena mereka sudah lebih paham. Pergerakan dengan formasi itu tak asing bagi pemain. Kami yakin, tak akan ada lagi miskomunikasi antara pertahanan dan lini depan,” ujarnya lagi.

Meski Khaidir optimis dengan kemampuan anak asuhnya, namun di tempat terpisah pelatih Arema IPL Milomir Seslija mengaku tak sabar untuk melumat tim Ayam Kinantan.

Hampir dua bulan penggawa Arema IPL melakukan persiapan menatap kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Selama itu pula M. Ridhuan dan kawan-kawan hanya latihan dan latihan.

Jadwal kompetisi yang sudah empat kali berubah membuat pemain Arema IPL merasa sudah tak sabar untuk segera merasakan atmosfer laga IPL. Pemain Arema juga sudah ngebet untuk melumat lawan perdananya PSMS Medan.
“Namun kita tetap harus waspada karena mereka punya striker yang berbahaya,” ujar Seslija.

Yang dimaksud oleh Milo tak lain adalah striker Jecky Pasarella. Mantan pemain PSM Makassar itu sudah mencetak satu gol di IPL, tepatnya ketika timnya kalah 1-2 dari Persebaya.

Dari rekaman yang sudah ditontonnya, Jecky seringkali memperlihatkan aksi individu dalam menembus pertahanan lawan. Sayang, pada dua pertandingan, Jecky memang lebih sering terlihat bekerja sendirian tanpa adanya sokongan berarti dari pemain PSMS lainnya. (saz/muf/abm/tom/jpnn)

Monday, December 12, 2011

PSMS IPL Bawa 17 Pemain ke Markas Arema

PSMS Medan akan menghadapi laga tandang perdana di Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 ke markas Arema Indonesia.Jelang tur ini,PSMS bisa bernapas lega setelah sejumlah pemain dipastikan menambah kekuatan mereka.

Dua pemain baru dipastikan membela PSMS.Mereka adalah duo pengisi lini belakang,yaitu Vagner Luis de Oliveira Marins dan Sugiatno.Dua pemain beda bangsa ini telah resmi berkostum Ayam Kinantan,julukan PSMS.Namun,kenyataan ini tak berlaku bagi Julio Cesar Alcorse. Striker asal Argentina ini belum dapat kepastian bisa membela PSMS atau tidak. Kondisi itu tak ayal membuat Asisten Pelatih PSMS M Khaidir harus putar otak, terutama untuk pengisi lini depan pasukannya.

Menurut dia,persoalan ini coba dicari solusinya dan Khaidir sudah menemukan cara agar masalah di timnya teratasi.Khaidir mempersiapkan dua skenario untuk membendung Arema. ”Ada dua strategi yang dipersiapkan, mengingat Julio Cesar juga belum pasti bisa bergabung.Jika dia bisa main,kami mengandalkan duet Jecky Pasarela dan Julio Cesar di depan dengan skema 3-5-2. Lalu,Andre Abubakar akan lebih ke tengah sebagai second striker,”ujar Khaidir.

”Pilihan kedua tentu kami akan mengandalkan Andre dan Jecky di depan, jika Julio Cesar tak bisa main.Akan banyak tekanan dari Arema.Sebagai antisipasi, kami akan menggunakan counter attack,” lanjutnya. Berbeda dengan lini depan,barisan pertahanan PSMS dipastikan lebih kuat setelah masuknya Vagner Luis.

Peran Sugiatno di bek sayap juga akan menambah kekuatan lini bertahan PSMS.Eks punggawa Persita Tangerang ini juga bisa membantu serangan timnya. Selain kekuatan pertahanan PSMS membaik dengan hadirnya dua nama itu, Khaidir senang dengan kemajuan fisik pemainnya.Recovery lebih panjang dari laga sebelumnya jadi penyebab membaiknya fisik Fadli Hariri dkk.”Fisik para pemain sudah kelihatan lebih baik.Mereka lebih enjoydan sudah berani kuasai bola untuk mengatur ritme permainan,”cetus eks pelatih Persigo Gorontalo itu.

Formasi 3-5-2,menurut Khaidir, merupakan skema yang paling tepat bagi anak asuhnya dalam mengarungi ketatnya kompetisi.Menurut dia,performa pasukannya akan lebih cepat memahami skema itu di lapangan. ”Pola 3-5-2 otomatis bisa dipahami para pemain. Pergerakan dengan formasi itu tidak asing bagi pemain.Kami yakin,tidak akan ada lagi miskomunikasi antara pertahanan hingga lini depan,”cetus Khaidir.

Namun,Khaidir tetap berharap Julio Cesar bisa diturunkan saat menghadapi Arema.Mantan pemain klub Liga Malta Marsaxlokk itu pun dipastikan tinggal selangkah lagi untuk bisa tampil menghadapi Arema.

Komisaris PT Bestari Medan Metropolitan sebagai pengelola PSMS,Arif Bargot Siregar,menyatakan jika Julio tinggal menunggu dokumen International Transfer Certificate (ITC) dari klub lamanya.”Julio tinggal menunggu ITC dari Malta.Kalau itu selesai,kemungkinan dia siap turun,”tandas Arif. (Syukri

Saturday, December 10, 2011

PSMS ISL Prioritaskan Penyerang Asia

Di liga yang tak mengenal sistem "batas transfer window" seperti Liga Indonesia di musim ini (baik ISL maupun IPL), klub-klub bisa terus melakukan bongkar pasang meski kompetisi sudah berjalan. Satu kondisi yang walau tak ideal menjadi semacam "kabar baik" bagi klub- klub peserta liga, tak terkecuali PSMS Medan.

Dua laga kandang kontra Mitra Kukar dan Persisam Samarinda menunjukkan masih adanya kelemahan di tubuh Ayam Kinantan. Terutama di lini depan. Taktikal menempatkan Osas Saha sebagai striker tunggal dan menumpuk lima gelandang memang berhasil meredam keunggulan teknis dua klub kaya asal Kalimantan tersebut. Namun di sisi lain, daya gedor PSMS berkurang drastis. Pasalnya, PSMS tidak memiliki gelandang-gelandang yang memiliki naluri menyerang -apalagi "insting membunuh"-yang tinggi. Tumpuan tetap saja pada Osas Saha yang tentunya sulit berkembang di tengah kepungan bek lawan.

Kekurangan ini bukan tak disadari tim pelatih PSMS. Menduetkan Saha dengan striker lain jadi pilihan paling logis. Namun kenapa hal ini tidak dilakukan?

"Saya memercayai penyerang lokal. Ada saatnya nanti mereka akan saya turunkan," katanya di Medan, kemarin.

Pernyataan Raja Isa kembali mencuat jadi pertanyaan karena saat ini, dua penyerang asing saat ini sedang menjalani seleksi di Stadion Kebun Bunga. Mereka adalah Coy Dong Su asal Korea Selatan dan striker berkebangsaan Iran, Daryoush Ayyoubi. Raja Isa akan memilih satu di antara mereka karena saat ini PSMS sudah punya empat pemain asing.

"Kita memang prioritaskan pemain Asia. Siapa dari keduanya yang dipilih saya belum tentukan. Kemampuan mereka akan kita uji lagi pada laga uji coba, Minggu (11/12) nanti," ujar Raja Isa. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Noh Alam Shah Terancam Absen Lawan PSMS

Disaat bersiap diri hadapi PSMS Medan, badai cedera kembali menghadang skuad Arema Indonesia ‘IPL’ versi HM Nur. Kali ini, striker andalan Singo Edan asal Singapura, Noh Alam Shah menjadi pasien cedera tim. Dia mengalami kram otot di bagian kaki kanannya sehingga memaksanya harus meninggalkan program latihan inti tim di lapangan TNI Angkatan Laut (Lanal), sore kemarin.

Along, sapaan akrabnya sejatinya sangat bersemangat menyambut geberan latihan yang dipimpin langsung pelatih Milomir ‘Milo’ Seslija tersebut. Dia sudah melalui beberapa tahapan latihan pembuka, meliputi game bola tangan dan sprint untuk menjaga speed reaksi pemain. Di latihan bola tangan, dia tak masalah dan mampu melaluinya dengan baik. Namun ketika masuk di materi sprint, dia merasakan ada masalah pada kaki kanannya.

‘’Ya Along ada masalah kram di otot kakinya. Sepertinya dia akan dibawa ke Surabaya untuk terapi pemulihan cederanya. Kemungkinan, dia akan istirahat lebih dahulu selama enam hari,” terang Milomir Seslija, pelatih Arema ‘IPL’ versi HM Nur kepada wartawan seusai memimpin latihan timnya, sore kemarin.

Walhasil, Along terancam absen membela tim saat menjamu PSMS Medan di Stadion Gajayana, Rabu (14/12) mendatang. Jika sampai benar, tentu sebuah kerugian besar dialami Arema ‘IPL’ ini karena harus kehilangan penyerang andalannya. Sekalipun tim yang berkantor di Jalan Puncak Yamin 2 Malang ini masih memiliki Jaya Teguh Angga yang bertipikal sama dengan Along sebagai goal getter dan penyelesai.

Milo sendiri tidak begitu khawatir terhadap ancaman itu. Dia justru menyebut, sebuah tim sudah harus siap jika sewaktu-waktu menjumpai pemainnya cedera. Dia pun tetap akan mempersiapkan timnya dengan sebaik mungkin. Sisa waktu empat hari menjelang partai lawan PSMS pun akan dimaksimalkan timnya. Sehingga, saat turun di laga nanti, kemenangan tetaplah mampu diraih Chmelo Roman dkk.

‘’Tidak masalah, di tim manapun, akan hadapi masalah cedera pemain. Tim tetap konsentrasi menyambut pertandingannya, begitu dengan Arema,” terang Milo.

Di saat Along jadi pasien cedera, gelandang Esteban Guilien yang sebelumnya alami cedera otot pada bagian tumitnya sudah kembali menjalani latihan tim. Dia melahap seluruh menu latihan yang diberikan Milo sore kemarin.
(poy/jon/MalangPost)

Friday, December 9, 2011

PSMS Medan Zulkarnaen, Mesin Lini Tengah

Sejak cedera pertengahan musim lalu bersama PSMS, Zulkarnaen kembali dalam kondisi terbaiknya. Rasa sakit di tendon kaki kananya tak lagi terasa karena sudah naik meja operasi jelang akhir musim lalu. Kini Zul-sapaan akrabnya hanya butuh waktu lebih untuk membuktikan kelasnya.

Memulai musim sebagai pemain yang bertahan, Zul mendapatkan tempat utama di bawah komando pelatih asal Malaysia, Raja Isa. Pemain yang mulanya main di lini depan agak ditarik ke sayap. Dan di posisi itu Zul tampak tak gamang. Mantan pemain Persiraja itu bahkan bisa dianggap berhasil memainkan peran sebagai penggerak lini tengah PSMS.

Pola 4-2-3-1 yang dipatenkan Raja Isa sejauh ini dilakoni cukup baik oleh Markus Horison dkk. Di lini depan Osas Saha tunggal, namun ditopang oleh tiga pemain bertipikal menyerang. Mereka adalah Luis Pena, Inkyun Oh dan Zulkarnaen.

Memiliki kondisi fisik prima membuat Zul tak masalah dimainkan sebagai sayap. Diharapkan tusukan demi tusukan dari sayap mampu memberikan peluang mencipta gol.

Dua kali diturunkan jadi starter melawan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda, Zulkarnaen total bermain 180 menit. Bahkan ketika melawan Persisam, Zul bikin satu-satunya gol di menit 45, meskipun akhirnya dia ditarik keluar menit 91.

Apa komentarnya atas gol itu? “Tentu saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Bagi saya yang terpenting itu permainan tim, tapi kalau ada kesempatan saya akan berusaha buat gol. Gol itu saya persembahkan kepada fans dan keluarga saya,” kata Zul yang dihubungi wartawan koran ini kemarin malam.

Soal posisi barunya, Zul mengaku tak masalah. Menurutnya itu bagian dari strategi yang harus dimainkan dengan bagus. “Kami saling membantu. Jadi saya dan Inkyun juga Luis Pena bertugas memberikan peluang maksimal di lini depan yang diisi Saha. Begitu juga sebaliknya. Intinya kami berusaha membuat gol,” pungkasnya. [ful/SumutPos]

Jadwal Lawan Arema Diundur PSMS IPL Dituding Tak Siap

Kubu Arema yang bakal jadi lawan PSMS di Indonesian Primer League (IPL) menilai jadwal yang diundur karena PSMS dianggap tak siap berlaga di IPL. Maka itu, PSSI dianggap sengaja mengundurkan laga itu demi PSMS.

Hal itu langsung dibantah CEO PSMS, Freddy Hutabarat. “Setahu saya Arema ada masalah intern. Karena itu jadwal diundur. Kalau ada isu yang mengatakan PSMS belum siap, itu salah. Kita akan berlaga bagaimana pun kondisi PSMS saat ini. Karena kita ikut aturan PSSI aja,” terangnya.

Dengan diundurnya jadwal tersebut memang diakuinya juga sebagai satu keuntungan bagi PSMS. “Kita bersyukur dengan diundurnya jadwal yang seyogianya digelar Sabtu (10/12) nanti. Dengan begitu, proses pengurusan yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari bisa dioptimalkan agar pengesahan izin pemain bisa segera dilakukan,” kata Freddy.

Mantan pemain PSMS era 80-an itu juga menerangkan, jika memang isu itu beredar ia tak acuh terhadap hal tersebut. “Kita memang tidak ada meminta itu dilakukan PSSI. Kita malah mengira hal tersebut dilakukan karena adanya masalah internal di Arema. Buktinya kami sudah membeli tiket untuk berangkat ke Malang hari ini (Kemarin, Red). Namun, karena jadwal memang sudah resmi diundur dengan adanya surat yang dilayangkan PSSI ke PSMS, maka terpaksa tiket kita batalkan,” terangnya.

Kemenangan PSMS Untuk Suporter Setia Mereka

Pelatih PSMS Medan, Raja Isa tampak puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Persisam Putra Samarinda di Stadion Teladan, Medan, Kamis (8/12/2011). Dengan materi pemain seadaanya, PSMS ternyata bisa mengalahkan salah satu tim kuat yang bertabur bintang.

Dari segi pemain, PSMS memang kalah jauh dibanding Persisam. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu hanya punya satu nama yang masih aktif memperkuat timnas Indonesia. Itupun merupakan seorang kiper.

Sementara Persisam mempunyai skuad lebih mumpuni. Tim berjuluk Si Naga Mekes itu dijejali banyak pemain ternama, sebut saja Cristian Gonzales, Eka Ramdani, Fandy Moctar dan M. Robi, penghuni skuad timnas Senior.

"Dari segi materi kami memang kalah. Persisam memiliki materi pemain yang sangat bagus. Dua diantaranya adalah pemain belakang yang memang bermain bagus," kata Raja Isa.

Karena itu kemenangan ini membuat Raja Isa sangat senang. Terlebih karena ini merupakan kemenangan pertama PSMS di musim 2011/12 ini.

"Kemenangan ini akan saya persembahkan untuk semua pencinta PSMS yang memang sudah lama merindukan tim meraih kemenangan."

Meski senang, Raja Isa tak ingin berpuas diri. Pasalnya, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. "Untuk ke depannya kami akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan penampilan kami di lapangan," jelas Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)

Raja Isa syukuri kemenangan perdana

MEDAN - Kemenangan 1-0 atas Persisam Putra Samarinda pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan menyisakan sukacita. Tiga angka perdana tentu hal yang harus disyukuri.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri. Kendati begitu, anak asuhnya akhirnya mampu mengatasi permasalahan itu.

"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol mereka mulai kompak memperbaiki ball possession," katanya.

Selain itu, Isa memuji skuadnya yang mampu ke luar dari tekanan tim lawan. Pasalnya, pemain tidak terpancing dengan Ronald Fagundez yang kerap melakukan permainan keras menjurus kasar.

“Kemenangan ini hadiah untuk masyarakat Medan. Sudah lama kita tidak menginjak ISL," kata Isa lagi.

Sementara itu, Kubu Elang Borneo mengaku tak menampilkan performa maksimal. Diklaim kondisi itu dipengaruhi kondisi lapangan Stadion Teladan yang buruk.

"Persisam tidak bermain pada kelasnya. Yang jelas kita sama-sama lihat sdikit mempengaruhi lapangan. Kita biasa bermain bola-bola pendek dan lapangan tidak memungkinkan. Susah kontrol bola, apalagi main satu sentuhan," ujar Asisten Pelatih Persisam, Hendra Susilo.

Selain kondisi lapangan, performa beberapa pemain andalan seperti Christian Gonzales di bawah form terbaiknya, di antaranya Christian Gonzales.

Kepercayaan diri kunci PSMS

Medan - Bermain di depan pendukungnya sendiri, PSMS Medan berhasil menundukkan Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan, sore tadi.

Permainan berlangsung cukup terbuka di babak pertama. Namun PSMS lebih menguasai jalannya pertandingan. Ayam Kinantan memfokuskan serangannya lewat sayap dan beberapa kali melakukan tekanan hingga ke memaksa dua penyerang Persisam, Ronald Fagundez dan Yongky Aribowo, ikut bertahan.

Sayang, tak adanya playmaker andal di lini tengah PSMS membuat serangan tim kebanggaan Kota Medan tersebut monoton dan mudah dibaca pertahanan Persisam. Sebaliknya, Elang Borneo lebih kreatif membangun serangan di bawah komando Fagundez dan Eka Ramdani dalam hal menyuplai bola untuk Christian El Loco Gonzales.

Gol kemenangan tuan rumah terjadi setelah Zulkarnain memanfaatkan kelengahan lawan lewat serangan balik. Osas Saha mengirimkan terobosan ke sayap kiri yang diterima Zulkarnain. Pemain bernomor punggung 11 ini sempat mengelabui kiper Usman Pribadi sebelum menceploskan bola di masa injury time babak pertama.

Dominasi Ayam Kinantan semakin kuat di babak kedua. Menit 60, Saha meneruskan umpan silang Rahmad kepada Zulkarnain dengan sundulan, namun sang pencetak gol tunggal PSMS gagal memperbesar keunggulan timnya.

Zulkarnain kembali mendapat peluang lima menit berselang. Kendati sudah berhadapan dengan kiper lawan, tendangan Zulkarnain masih melenceng di samping tiang kanan gawang Persisam.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri Markus Haris Maulana cs mampu mengatasi lawan. Untungnya, kekhawatiran pelatih asal Malaysia itu tidak terbukti di penghujung laga. Isa pun bersyukur PSMS menuai kemenangan perdanannya.

"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal, banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol, barulah anak-anak mulai kompak memperbaiki ball possession," kata Isa yang langsung bersujud di lapangan sesaat peluit panjang dibunyikan.

PSMS IPL agendakan ujicoba

MEDAN - Penundaan jadwal IPL kontra Arema Malang menjadi 14 Desember membuat PSMS berpikir untuk menggelar laga ujicoba. Hal itu dilakukan untuk menilai sejauh mana perkembangan yang ditunjukkan skuad yang bakal disebut pelatih asal Italia itu.

"Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba, sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," beber M Khaidir, Asisten Pelatih PSMS IPL.

Rencananya ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.

"Sekarang kami bisa lebih memaksimalkan kemampuan fisik pemain. Kami akan geber hingga akhir pekan ini. Baru setelah itu, fokus akan masuk ke taktis dan strategi. Sisa waktu ini bagus bagi tim karena fisik jadi kendala utama," kata prajurit TNI berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) itu.

Untuk pemain asing, bary Vagner Luis yang bisa beradaptasi cukup baik, Beda dengan Ku dan Julio yang masih butuh waktu.
"Sisa waktu ini juga kami harapkan bisa membuat permainan tim lebih padu lagi," beber mantan pelatih yang sebelumnya pernah membesut PSMS itu.

Vagner, meski baru gabung dengan tim, baru beberapa hari merasakan ada perbaikan performa dalam skuad PSMS IPL.
"Tim sudah mulai bagus. Lebih bagus saya rasa dibanding waktu pertandingan pertama dan kedua. Jadi sisa waktu ini buat kami bisa lebih baik," tandasnya.