Sejak cedera pertengahan musim lalu bersama PSMS, Zulkarnaen kembali dalam kondisi terbaiknya. Rasa sakit di tendon kaki kananya tak lagi terasa karena sudah naik meja operasi jelang akhir musim lalu. Kini Zul-sapaan akrabnya hanya butuh waktu lebih untuk membuktikan kelasnya.
Memulai musim sebagai pemain yang bertahan, Zul mendapatkan tempat utama di bawah komando pelatih asal Malaysia, Raja Isa. Pemain yang mulanya main di lini depan agak ditarik ke sayap. Dan di posisi itu Zul tampak tak gamang. Mantan pemain Persiraja itu bahkan bisa dianggap berhasil memainkan peran sebagai penggerak lini tengah PSMS.
Pola 4-2-3-1 yang dipatenkan Raja Isa sejauh ini dilakoni cukup baik oleh Markus Horison dkk. Di lini depan Osas Saha tunggal, namun ditopang oleh tiga pemain bertipikal menyerang. Mereka adalah Luis Pena, Inkyun Oh dan Zulkarnaen.
Memiliki kondisi fisik prima membuat Zul tak masalah dimainkan sebagai sayap. Diharapkan tusukan demi tusukan dari sayap mampu memberikan peluang mencipta gol.
Dua kali diturunkan jadi starter melawan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda, Zulkarnaen total bermain 180 menit. Bahkan ketika melawan Persisam, Zul bikin satu-satunya gol di menit 45, meskipun akhirnya dia ditarik keluar menit 91.
Apa komentarnya atas gol itu? “Tentu saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Bagi saya yang terpenting itu permainan tim, tapi kalau ada kesempatan saya akan berusaha buat gol. Gol itu saya persembahkan kepada fans dan keluarga saya,” kata Zul yang dihubungi wartawan koran ini kemarin malam.
Soal posisi barunya, Zul mengaku tak masalah. Menurutnya itu bagian dari strategi yang harus dimainkan dengan bagus. “Kami saling membantu. Jadi saya dan Inkyun juga Luis Pena bertugas memberikan peluang maksimal di lini depan yang diisi Saha. Begitu juga sebaliknya. Intinya kami berusaha membuat gol,” pungkasnya. [ful/SumutPos]
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Friday, December 9, 2011
Jadwal Lawan Arema Diundur PSMS IPL Dituding Tak Siap
Kubu Arema yang bakal jadi lawan PSMS di Indonesian Primer League (IPL) menilai jadwal yang diundur karena PSMS dianggap tak siap berlaga di IPL. Maka itu, PSSI dianggap sengaja mengundurkan laga itu demi PSMS.
Hal itu langsung dibantah CEO PSMS, Freddy Hutabarat. “Setahu saya Arema ada masalah intern. Karena itu jadwal diundur. Kalau ada isu yang mengatakan PSMS belum siap, itu salah. Kita akan berlaga bagaimana pun kondisi PSMS saat ini. Karena kita ikut aturan PSSI aja,” terangnya.
Dengan diundurnya jadwal tersebut memang diakuinya juga sebagai satu keuntungan bagi PSMS. “Kita bersyukur dengan diundurnya jadwal yang seyogianya digelar Sabtu (10/12) nanti. Dengan begitu, proses pengurusan yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari bisa dioptimalkan agar pengesahan izin pemain bisa segera dilakukan,” kata Freddy.
Mantan pemain PSMS era 80-an itu juga menerangkan, jika memang isu itu beredar ia tak acuh terhadap hal tersebut. “Kita memang tidak ada meminta itu dilakukan PSSI. Kita malah mengira hal tersebut dilakukan karena adanya masalah internal di Arema. Buktinya kami sudah membeli tiket untuk berangkat ke Malang hari ini (Kemarin, Red). Namun, karena jadwal memang sudah resmi diundur dengan adanya surat yang dilayangkan PSSI ke PSMS, maka terpaksa tiket kita batalkan,” terangnya.
Hal itu langsung dibantah CEO PSMS, Freddy Hutabarat. “Setahu saya Arema ada masalah intern. Karena itu jadwal diundur. Kalau ada isu yang mengatakan PSMS belum siap, itu salah. Kita akan berlaga bagaimana pun kondisi PSMS saat ini. Karena kita ikut aturan PSSI aja,” terangnya.
Dengan diundurnya jadwal tersebut memang diakuinya juga sebagai satu keuntungan bagi PSMS. “Kita bersyukur dengan diundurnya jadwal yang seyogianya digelar Sabtu (10/12) nanti. Dengan begitu, proses pengurusan yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari bisa dioptimalkan agar pengesahan izin pemain bisa segera dilakukan,” kata Freddy.
Mantan pemain PSMS era 80-an itu juga menerangkan, jika memang isu itu beredar ia tak acuh terhadap hal tersebut. “Kita memang tidak ada meminta itu dilakukan PSSI. Kita malah mengira hal tersebut dilakukan karena adanya masalah internal di Arema. Buktinya kami sudah membeli tiket untuk berangkat ke Malang hari ini (Kemarin, Red). Namun, karena jadwal memang sudah resmi diundur dengan adanya surat yang dilayangkan PSSI ke PSMS, maka terpaksa tiket kita batalkan,” terangnya.
Kemenangan PSMS Untuk Suporter Setia Mereka
Pelatih PSMS Medan, Raja Isa tampak puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Persisam Putra Samarinda di Stadion Teladan, Medan, Kamis (8/12/2011). Dengan materi pemain seadaanya, PSMS ternyata bisa mengalahkan salah satu tim kuat yang bertabur bintang.
Dari segi pemain, PSMS memang kalah jauh dibanding Persisam. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu hanya punya satu nama yang masih aktif memperkuat timnas Indonesia. Itupun merupakan seorang kiper.
Sementara Persisam mempunyai skuad lebih mumpuni. Tim berjuluk Si Naga Mekes itu dijejali banyak pemain ternama, sebut saja Cristian Gonzales, Eka Ramdani, Fandy Moctar dan M. Robi, penghuni skuad timnas Senior.
"Dari segi materi kami memang kalah. Persisam memiliki materi pemain yang sangat bagus. Dua diantaranya adalah pemain belakang yang memang bermain bagus," kata Raja Isa.
Karena itu kemenangan ini membuat Raja Isa sangat senang. Terlebih karena ini merupakan kemenangan pertama PSMS di musim 2011/12 ini.
"Kemenangan ini akan saya persembahkan untuk semua pencinta PSMS yang memang sudah lama merindukan tim meraih kemenangan."
Meski senang, Raja Isa tak ingin berpuas diri. Pasalnya, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. "Untuk ke depannya kami akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan penampilan kami di lapangan," jelas Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)
Dari segi pemain, PSMS memang kalah jauh dibanding Persisam. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu hanya punya satu nama yang masih aktif memperkuat timnas Indonesia. Itupun merupakan seorang kiper.
Sementara Persisam mempunyai skuad lebih mumpuni. Tim berjuluk Si Naga Mekes itu dijejali banyak pemain ternama, sebut saja Cristian Gonzales, Eka Ramdani, Fandy Moctar dan M. Robi, penghuni skuad timnas Senior.
"Dari segi materi kami memang kalah. Persisam memiliki materi pemain yang sangat bagus. Dua diantaranya adalah pemain belakang yang memang bermain bagus," kata Raja Isa.
Karena itu kemenangan ini membuat Raja Isa sangat senang. Terlebih karena ini merupakan kemenangan pertama PSMS di musim 2011/12 ini.
"Kemenangan ini akan saya persembahkan untuk semua pencinta PSMS yang memang sudah lama merindukan tim meraih kemenangan."
Meski senang, Raja Isa tak ingin berpuas diri. Pasalnya, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. "Untuk ke depannya kami akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan penampilan kami di lapangan," jelas Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)
Raja Isa syukuri kemenangan perdana
MEDAN - Kemenangan 1-0 atas Persisam Putra Samarinda pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan menyisakan sukacita. Tiga angka perdana tentu hal yang harus disyukuri.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri. Kendati begitu, anak asuhnya akhirnya mampu mengatasi permasalahan itu.
"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol mereka mulai kompak memperbaiki ball possession," katanya.
Selain itu, Isa memuji skuadnya yang mampu ke luar dari tekanan tim lawan. Pasalnya, pemain tidak terpancing dengan Ronald Fagundez yang kerap melakukan permainan keras menjurus kasar.
“Kemenangan ini hadiah untuk masyarakat Medan. Sudah lama kita tidak menginjak ISL," kata Isa lagi.
Sementara itu, Kubu Elang Borneo mengaku tak menampilkan performa maksimal. Diklaim kondisi itu dipengaruhi kondisi lapangan Stadion Teladan yang buruk.
"Persisam tidak bermain pada kelasnya. Yang jelas kita sama-sama lihat sdikit mempengaruhi lapangan. Kita biasa bermain bola-bola pendek dan lapangan tidak memungkinkan. Susah kontrol bola, apalagi main satu sentuhan," ujar Asisten Pelatih Persisam, Hendra Susilo.
Selain kondisi lapangan, performa beberapa pemain andalan seperti Christian Gonzales di bawah form terbaiknya, di antaranya Christian Gonzales.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri. Kendati begitu, anak asuhnya akhirnya mampu mengatasi permasalahan itu.
"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol mereka mulai kompak memperbaiki ball possession," katanya.
Selain itu, Isa memuji skuadnya yang mampu ke luar dari tekanan tim lawan. Pasalnya, pemain tidak terpancing dengan Ronald Fagundez yang kerap melakukan permainan keras menjurus kasar.
“Kemenangan ini hadiah untuk masyarakat Medan. Sudah lama kita tidak menginjak ISL," kata Isa lagi.
Sementara itu, Kubu Elang Borneo mengaku tak menampilkan performa maksimal. Diklaim kondisi itu dipengaruhi kondisi lapangan Stadion Teladan yang buruk.
"Persisam tidak bermain pada kelasnya. Yang jelas kita sama-sama lihat sdikit mempengaruhi lapangan. Kita biasa bermain bola-bola pendek dan lapangan tidak memungkinkan. Susah kontrol bola, apalagi main satu sentuhan," ujar Asisten Pelatih Persisam, Hendra Susilo.
Selain kondisi lapangan, performa beberapa pemain andalan seperti Christian Gonzales di bawah form terbaiknya, di antaranya Christian Gonzales.
Kepercayaan diri kunci PSMS
Medan - Bermain di depan pendukungnya sendiri, PSMS Medan berhasil menundukkan Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan, sore tadi.
Permainan berlangsung cukup terbuka di babak pertama. Namun PSMS lebih menguasai jalannya pertandingan. Ayam Kinantan memfokuskan serangannya lewat sayap dan beberapa kali melakukan tekanan hingga ke memaksa dua penyerang Persisam, Ronald Fagundez dan Yongky Aribowo, ikut bertahan.
Sayang, tak adanya playmaker andal di lini tengah PSMS membuat serangan tim kebanggaan Kota Medan tersebut monoton dan mudah dibaca pertahanan Persisam. Sebaliknya, Elang Borneo lebih kreatif membangun serangan di bawah komando Fagundez dan Eka Ramdani dalam hal menyuplai bola untuk Christian El Loco Gonzales.
Gol kemenangan tuan rumah terjadi setelah Zulkarnain memanfaatkan kelengahan lawan lewat serangan balik. Osas Saha mengirimkan terobosan ke sayap kiri yang diterima Zulkarnain. Pemain bernomor punggung 11 ini sempat mengelabui kiper Usman Pribadi sebelum menceploskan bola di masa injury time babak pertama.
Dominasi Ayam Kinantan semakin kuat di babak kedua. Menit 60, Saha meneruskan umpan silang Rahmad kepada Zulkarnain dengan sundulan, namun sang pencetak gol tunggal PSMS gagal memperbesar keunggulan timnya.
Zulkarnain kembali mendapat peluang lima menit berselang. Kendati sudah berhadapan dengan kiper lawan, tendangan Zulkarnain masih melenceng di samping tiang kanan gawang Persisam.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri Markus Haris Maulana cs mampu mengatasi lawan. Untungnya, kekhawatiran pelatih asal Malaysia itu tidak terbukti di penghujung laga. Isa pun bersyukur PSMS menuai kemenangan perdanannya.
"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal, banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol, barulah anak-anak mulai kompak memperbaiki ball possession," kata Isa yang langsung bersujud di lapangan sesaat peluit panjang dibunyikan.
Permainan berlangsung cukup terbuka di babak pertama. Namun PSMS lebih menguasai jalannya pertandingan. Ayam Kinantan memfokuskan serangannya lewat sayap dan beberapa kali melakukan tekanan hingga ke memaksa dua penyerang Persisam, Ronald Fagundez dan Yongky Aribowo, ikut bertahan.
Sayang, tak adanya playmaker andal di lini tengah PSMS membuat serangan tim kebanggaan Kota Medan tersebut monoton dan mudah dibaca pertahanan Persisam. Sebaliknya, Elang Borneo lebih kreatif membangun serangan di bawah komando Fagundez dan Eka Ramdani dalam hal menyuplai bola untuk Christian El Loco Gonzales.
Gol kemenangan tuan rumah terjadi setelah Zulkarnain memanfaatkan kelengahan lawan lewat serangan balik. Osas Saha mengirimkan terobosan ke sayap kiri yang diterima Zulkarnain. Pemain bernomor punggung 11 ini sempat mengelabui kiper Usman Pribadi sebelum menceploskan bola di masa injury time babak pertama.
Dominasi Ayam Kinantan semakin kuat di babak kedua. Menit 60, Saha meneruskan umpan silang Rahmad kepada Zulkarnain dengan sundulan, namun sang pencetak gol tunggal PSMS gagal memperbesar keunggulan timnya.
Zulkarnain kembali mendapat peluang lima menit berselang. Kendati sudah berhadapan dengan kiper lawan, tendangan Zulkarnain masih melenceng di samping tiang kanan gawang Persisam.
Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri Markus Haris Maulana cs mampu mengatasi lawan. Untungnya, kekhawatiran pelatih asal Malaysia itu tidak terbukti di penghujung laga. Isa pun bersyukur PSMS menuai kemenangan perdanannya.
"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal, banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol, barulah anak-anak mulai kompak memperbaiki ball possession," kata Isa yang langsung bersujud di lapangan sesaat peluit panjang dibunyikan.
PSMS IPL agendakan ujicoba
MEDAN - Penundaan jadwal IPL kontra Arema Malang menjadi 14 Desember membuat PSMS berpikir untuk menggelar laga ujicoba. Hal itu dilakukan untuk menilai sejauh mana perkembangan yang ditunjukkan skuad yang bakal disebut pelatih asal Italia itu.
"Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba, sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," beber M Khaidir, Asisten Pelatih PSMS IPL.
Rencananya ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.
"Sekarang kami bisa lebih memaksimalkan kemampuan fisik pemain. Kami akan geber hingga akhir pekan ini. Baru setelah itu, fokus akan masuk ke taktis dan strategi. Sisa waktu ini bagus bagi tim karena fisik jadi kendala utama," kata prajurit TNI berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) itu.
Untuk pemain asing, bary Vagner Luis yang bisa beradaptasi cukup baik, Beda dengan Ku dan Julio yang masih butuh waktu.
"Sisa waktu ini juga kami harapkan bisa membuat permainan tim lebih padu lagi," beber mantan pelatih yang sebelumnya pernah membesut PSMS itu.
Vagner, meski baru gabung dengan tim, baru beberapa hari merasakan ada perbaikan performa dalam skuad PSMS IPL.
"Tim sudah mulai bagus. Lebih bagus saya rasa dibanding waktu pertandingan pertama dan kedua. Jadi sisa waktu ini buat kami bisa lebih baik," tandasnya.
"Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba, sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," beber M Khaidir, Asisten Pelatih PSMS IPL.
Rencananya ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.
"Sekarang kami bisa lebih memaksimalkan kemampuan fisik pemain. Kami akan geber hingga akhir pekan ini. Baru setelah itu, fokus akan masuk ke taktis dan strategi. Sisa waktu ini bagus bagi tim karena fisik jadi kendala utama," kata prajurit TNI berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) itu.
Untuk pemain asing, bary Vagner Luis yang bisa beradaptasi cukup baik, Beda dengan Ku dan Julio yang masih butuh waktu.
"Sisa waktu ini juga kami harapkan bisa membuat permainan tim lebih padu lagi," beber mantan pelatih yang sebelumnya pernah membesut PSMS itu.
Vagner, meski baru gabung dengan tim, baru beberapa hari merasakan ada perbaikan performa dalam skuad PSMS IPL.
"Tim sudah mulai bagus. Lebih bagus saya rasa dibanding waktu pertandingan pertama dan kedua. Jadi sisa waktu ini buat kami bisa lebih baik," tandasnya.
Saha cs siap patahkan sayap Elang Borneo
MEDAN - Seperti julukannya, Elang Borneo, Persisam Putra Samarinda tengah mengepak terbang. Merampas tiga angka dari Sigli menghadapi PSAP pada laga perdananya, kini skuad besutan Daniel Roekito ini sangat percaya diri. Modal itu yang dibawa melawat ke markas PSMS Stadion Teladan, Kamis nanti.
Artinya memaksimalkan poin dari laga ini. Tekad kuat telah tertanam di dada setiap pemain. Asisten pelatih Persisam, Hendri Susilo optimis skuadnya akan mencuri poin dari laga tersebut.
“Tim sudah di Medan sejak Senin (5/12) lalu. Tidak ada masalah dan kita siap main di Medan. Bukan hal mudah tapi kita yakin bisa rebut angka seperti yang kita lakukan di Sigli," ujar Hendri.
Namun Persisam dipastikan kembali tanpa tiga pemain asingnya. Luc Owana Zoa, Srdjan Lopocic dan Jerry Boima Karpeh masih terkendala izin tampil. Itu cukup disayangkan Persisam.
"Pemain asing yang baru didatangkan belum bisa dimainkan. Itu peraturannya," ujar Manajer Persisam, Agus Setiawan.
Namun tanpa trio asing pun Elang Borneo sudah menakutkan. Kehadiran beberapa punggawa timnas seperti Cristian Gonzales, Yongki Ariwibowo, dan M Robi adalah jaminan kekuatan. Juga nama-nama beken pada diri Ronald Fagundez, Fandi Mokhtar. Beberapa nama mantan pemain PSMS juga menghiasi skuad tamu seperti Usman Pribadi dan Supriyono.
Materi pemain yahud itu tak dipungkiri Pelatih PSMS, Raja Isa untuk diwaspadai. Label tim berkelas juga disematkan pelatih asal Malaysia itu kepada Persisam. Hal yang juga dilakukannya terhadap Mitra Kukar.
"Bukan hanya Gonzales, di sana juga ada Yongki dan pemain lainnya yang bagus, tapi mereka punya kelemahan itu yang harus kita manfaatkan," ujar Raja Isa.
Strategi menumpuk pemain di tengah sepertinya kembali diulangi. Skema 4-3-2-1 sepertinya cukup efektif menahan gempuran lawan. Hanya saja Osas Saha harus berjuang sendirian di depan. Raja Isa meyakini skuadnya akan lebih enjoy di laga kedua. Satu poin di laga perdana bukan hasil yang buruk.
"Pemain semakin matang. Kita fokus bagaimana kesalahan kemarin (saat melawan Mitra Kukar) tidak diulangi lagi. PSMS dengan materi yang pas-pasan akan mengimbangi permainan Samarinda yang bertabur bintang. Pasti pemain Medan akan siap menghadapi mereka," ungkapnya.
Skema kemungkinan tak berubah. Saha akan ditopang gelandang serang dari segala sisi. Zulkarnaen dari kanan, In Kyun Oh dari kiri, dan Luiz Pena menyokong dari tengah. Dua gelandang bertahan, Anton Samba dan Zainal Anwar, siap jadi penyeimbang. Lini belakang akan kembali mengandalkan Sasa Zecevic dan Novi Handriawan didukung Rahmad dan Wawan Widiantoro.
Asisten Pelatih PSMS, Suharto, meyakini Persisam lebih matang dalam kolektivitas dari Mitra Kukar. Hal itu yang harus diwaspadai skuadnya.
“Persisam lebih bagus kerjasama timnya. Mereka juga bermain ala Inggris dengan memaksimalkan sayap. Kita harus waspadai,” pungkasnya.
Patut ditunggu upaya Ayam Kinantan mematahkan sayap Elang Borneo. Laga ini akan digelar pukul 15.30 WIB dan ditayangkan langsung ANTV.
Artinya memaksimalkan poin dari laga ini. Tekad kuat telah tertanam di dada setiap pemain. Asisten pelatih Persisam, Hendri Susilo optimis skuadnya akan mencuri poin dari laga tersebut.
“Tim sudah di Medan sejak Senin (5/12) lalu. Tidak ada masalah dan kita siap main di Medan. Bukan hal mudah tapi kita yakin bisa rebut angka seperti yang kita lakukan di Sigli," ujar Hendri.
Namun Persisam dipastikan kembali tanpa tiga pemain asingnya. Luc Owana Zoa, Srdjan Lopocic dan Jerry Boima Karpeh masih terkendala izin tampil. Itu cukup disayangkan Persisam.
"Pemain asing yang baru didatangkan belum bisa dimainkan. Itu peraturannya," ujar Manajer Persisam, Agus Setiawan.
Namun tanpa trio asing pun Elang Borneo sudah menakutkan. Kehadiran beberapa punggawa timnas seperti Cristian Gonzales, Yongki Ariwibowo, dan M Robi adalah jaminan kekuatan. Juga nama-nama beken pada diri Ronald Fagundez, Fandi Mokhtar. Beberapa nama mantan pemain PSMS juga menghiasi skuad tamu seperti Usman Pribadi dan Supriyono.
Materi pemain yahud itu tak dipungkiri Pelatih PSMS, Raja Isa untuk diwaspadai. Label tim berkelas juga disematkan pelatih asal Malaysia itu kepada Persisam. Hal yang juga dilakukannya terhadap Mitra Kukar.
"Bukan hanya Gonzales, di sana juga ada Yongki dan pemain lainnya yang bagus, tapi mereka punya kelemahan itu yang harus kita manfaatkan," ujar Raja Isa.
Strategi menumpuk pemain di tengah sepertinya kembali diulangi. Skema 4-3-2-1 sepertinya cukup efektif menahan gempuran lawan. Hanya saja Osas Saha harus berjuang sendirian di depan. Raja Isa meyakini skuadnya akan lebih enjoy di laga kedua. Satu poin di laga perdana bukan hasil yang buruk.
"Pemain semakin matang. Kita fokus bagaimana kesalahan kemarin (saat melawan Mitra Kukar) tidak diulangi lagi. PSMS dengan materi yang pas-pasan akan mengimbangi permainan Samarinda yang bertabur bintang. Pasti pemain Medan akan siap menghadapi mereka," ungkapnya.
Skema kemungkinan tak berubah. Saha akan ditopang gelandang serang dari segala sisi. Zulkarnaen dari kanan, In Kyun Oh dari kiri, dan Luiz Pena menyokong dari tengah. Dua gelandang bertahan, Anton Samba dan Zainal Anwar, siap jadi penyeimbang. Lini belakang akan kembali mengandalkan Sasa Zecevic dan Novi Handriawan didukung Rahmad dan Wawan Widiantoro.
Asisten Pelatih PSMS, Suharto, meyakini Persisam lebih matang dalam kolektivitas dari Mitra Kukar. Hal itu yang harus diwaspadai skuadnya.
“Persisam lebih bagus kerjasama timnya. Mereka juga bermain ala Inggris dengan memaksimalkan sayap. Kita harus waspadai,” pungkasnya.
Patut ditunggu upaya Ayam Kinantan mematahkan sayap Elang Borneo. Laga ini akan digelar pukul 15.30 WIB dan ditayangkan langsung ANTV.
KEMENANGAN PERDANA AYAM KINANTAN
PSMS Medan berhasil meraih 3 poin perdana di Indonesia Super League (ISL) setelah menekuk Persisam Samarinda 1-0 Stadion Teladan, Medan, Kamis 8 Desember 2011.
PSMS langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit dibunyikan. Zulkarnain sempat mengancam gawang Persisam pada menit ke-10. Namun, tembakan pemain bernomor punggung 11 itu mampu diblokir kiper Usman Pribadi.
Serangan demi serangan terus dibangun tim Ayam Kinantan dan ini membuat Persisam tertekan. Dengan permanainan cepatnya, PSMS mampu mengepung pertahanan Elang Borneo.
Persisam sendiri lebih banyak bertahan. Duet Christian Gonzalez dan Yongki Aribowo tak mampu memberikan ancaman karena kekurangan pasokan bola dari lini tengah.
Pada menit ke-38, penyerang PSMS, Ikpefua Osas Marvelous mencoba tembakan spekuliatif dari luar kotak penalti. Namun, apa daya, bola meleset dari sasaran. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir dari kaki Zulkarnain.
Menerima umpan dari Zainal Anwar, Zulkarnain langsung mengecoh kiper Usman Pribadi sebelumnya akhirnya mencpeloskan bola ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk PSMS bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua, Persisam mencoba bangkit. Baru 1 menit laga berjalan, Pesut Mahakam nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan Djayusman Triasdi. Sial bagi Persisam, tandukan Djayusman hanya melebar tipis dari gawang Markus Haris Maulana.
PSMS mendapat dua peluang pada menit 63 dan 64 melalui Zulkarnain. Akan tetapi, pemain bernomor punggung 11 tak mampu memaksimalkannya. Ia kurang tenang dalam mengeksekusi bola-bola matang di kotak penalti.
Menit 76, lagi-lagi peluang emas menghampiri Tim Ayam Kinantan. Bomber PSMS asal Nigeria, Ikpefua Osas Marvelous, mencoba sontekan spekulatif di tengah kepungan pemain-pemain Persisam. Sayangnya, usaha Osas tak membuahkan hasil apa-apa.
Hingga akhir pertandingan kedua tim masih saling serang, namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Dengan hasil ini, PSMS naik ke peringkat 4 klasemen sementara ISL. Adapun Persisam turun ke posisi 8.
Susunan pemain
PSMS: Markus Haris Maulana, Rahmad, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Luis Alejandro Pena (Sulaiman Alamsyah Nasution 71), In Kyun-Oh, Zulkarnain, Ikpefua Osas Marvelous
Persisam: Usman Pribadi, Dias Angga Putra, Djayusman Triasdi, Muhammad Roby, Supriyono, Eka Ramdani, Akbar Rasyid (Fajar Legian Siswanto 55), Fandy Mochtar, Ronald Fagundez, Christian Gonzalez, Yongki Aribowo
(Jonathan Pandapotan/Vivanews)
PSMS langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit dibunyikan. Zulkarnain sempat mengancam gawang Persisam pada menit ke-10. Namun, tembakan pemain bernomor punggung 11 itu mampu diblokir kiper Usman Pribadi.
Serangan demi serangan terus dibangun tim Ayam Kinantan dan ini membuat Persisam tertekan. Dengan permanainan cepatnya, PSMS mampu mengepung pertahanan Elang Borneo.
Persisam sendiri lebih banyak bertahan. Duet Christian Gonzalez dan Yongki Aribowo tak mampu memberikan ancaman karena kekurangan pasokan bola dari lini tengah.
Pada menit ke-38, penyerang PSMS, Ikpefua Osas Marvelous mencoba tembakan spekuliatif dari luar kotak penalti. Namun, apa daya, bola meleset dari sasaran. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir dari kaki Zulkarnain.
Menerima umpan dari Zainal Anwar, Zulkarnain langsung mengecoh kiper Usman Pribadi sebelumnya akhirnya mencpeloskan bola ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk PSMS bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua, Persisam mencoba bangkit. Baru 1 menit laga berjalan, Pesut Mahakam nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan Djayusman Triasdi. Sial bagi Persisam, tandukan Djayusman hanya melebar tipis dari gawang Markus Haris Maulana.
PSMS mendapat dua peluang pada menit 63 dan 64 melalui Zulkarnain. Akan tetapi, pemain bernomor punggung 11 tak mampu memaksimalkannya. Ia kurang tenang dalam mengeksekusi bola-bola matang di kotak penalti.
Menit 76, lagi-lagi peluang emas menghampiri Tim Ayam Kinantan. Bomber PSMS asal Nigeria, Ikpefua Osas Marvelous, mencoba sontekan spekulatif di tengah kepungan pemain-pemain Persisam. Sayangnya, usaha Osas tak membuahkan hasil apa-apa.
Hingga akhir pertandingan kedua tim masih saling serang, namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Dengan hasil ini, PSMS naik ke peringkat 4 klasemen sementara ISL. Adapun Persisam turun ke posisi 8.
Susunan pemain
PSMS: Markus Haris Maulana, Rahmad, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Luis Alejandro Pena (Sulaiman Alamsyah Nasution 71), In Kyun-Oh, Zulkarnain, Ikpefua Osas Marvelous
Persisam: Usman Pribadi, Dias Angga Putra, Djayusman Triasdi, Muhammad Roby, Supriyono, Eka Ramdani, Akbar Rasyid (Fajar Legian Siswanto 55), Fandy Mochtar, Ronald Fagundez, Christian Gonzalez, Yongki Aribowo
(Jonathan Pandapotan/Vivanews)
Persisam Keluhkan Kondisi Lapangan Stadion Teladan
ekalahan tipis yang dialami Persisam Putra Samarinda, Kamis (8/12) mengundang kekecewaan di kubu atas kualitas lapangan Stadion Teladan Medan. Kubu persisam melalui asisten pelatih Hendro Susilo mengatakan kekalahan ini dikarenakan kurang performa pemain pemain Persisam.
"Ya, anak-anak tidak bermain sesuai strategi yang di siapkan, mereka tidak menjalankan strategi yang diinstruksikan," tegas asisten pelatih Persisam ini.
Selain itu Hendro Susilo juga mengatakan buruknya permainan Persisam juga disebabkan kondisi lapangan Stadion Teladan Medan ini sangat buruk, tidak sesuai standar.
"Permainan sedikit kacau karena lapangan ini membuat pemain kesulitan berkembang, begitu juga dengan kiper PSMS Markus Horison juga sempat terkecoh arah bola karena bola pantul yang diakibatkan lapangan yang tidak rata itu," ungkap Hendro Susilo dengan nada Kesal. (Saragih/DuniaSoccer)
"Ya, anak-anak tidak bermain sesuai strategi yang di siapkan, mereka tidak menjalankan strategi yang diinstruksikan," tegas asisten pelatih Persisam ini.
Selain itu Hendro Susilo juga mengatakan buruknya permainan Persisam juga disebabkan kondisi lapangan Stadion Teladan Medan ini sangat buruk, tidak sesuai standar.
"Permainan sedikit kacau karena lapangan ini membuat pemain kesulitan berkembang, begitu juga dengan kiper PSMS Markus Horison juga sempat terkecoh arah bola karena bola pantul yang diakibatkan lapangan yang tidak rata itu," ungkap Hendro Susilo dengan nada Kesal. (Saragih/DuniaSoccer)
Thursday, December 8, 2011
PSMS v Persisam Waspadai Kejutan Tuan Rumah
PSMS Medan hanya mampu memetik 1 poin ketika menjamu Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) di kompetisi Indonesia Super League. Sebaliknya, Persisam Putra yang sore ini menantang PSMS datang ke Stadion Teladan dengan kepercayaan diri tinggi karena sukses memetik tiga angka di Banda Aceh saat melawan PSAP Sigli.
Kisruh dualisme di tubuh PSMS juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Persisam. Arsitek PSMS Raja Isa bahkan mengakui baru 15 hari efektif menangani tim. Bandingkan dengan Persisam yang sudah mengikuti dua kali laga pra musim dan menjalani TC di Jogjakarta.
Meski demikian, karakter tim tanah Sumatera yang cenderung bermain keras akan menjanjikan momok bagi tim tamu. Ini pun sudah diantisipasi tim pelatih Pesut Mahakam. "Mulai dari saya masih bermain dulu, karakter tim-tim dari Sumatera selalu bermain keras. Tetapi kami sudah siap 100 persen," tegas Asisten Pelatih Persisam Putra Hendri Susilo kepada Sapos.
Meski hanya melihat dari televisi, kubu Persisam sedikit banyak sudah mengetahui bagaimana cara tim Ayam Kinantan--julukan PSMS bermain. Hendri mengakui PSMS bukan tim jelek meski persiapan mereka terbilang minim. Salah satu indikasinya ketika menghadapi Mitra Kukar yang notabene tim bertabur bintang, PSMS baru kebobolan di menit 86.
"Mereka mampu bertahan dari kebobolan selama itu merupakan indikasi PSMS tim bagus. Dengan karakter mereka bermain, kita harus waspadai karena setiap saat mereka bisa memberikan kejutan. Apalagi status kita tim tamu," kata Hendri.
Laga kali ini Persisam masih tanpa Sradjan Lopicic dan Luc Owana Zoa yang terganjal masalah Internasional Transfer Certificate (ITC). Padahal tenaga keduanya sangat dibutuhkan. Karenanya pelatih Daniel Roekito (DR) sepertinya tak akan melakukan perubahan komposisi seperti ketika menghadapi PSAP. "Kita sementara mengandalkan pemain yang ada," tandasnya.
Sementara itu, dari kubu tuan rumah, pelatih PSMS Medan Raja Isa ketika dihubungi Sapos melalui telepon selulernya memuji kekuatan Persisam. Raja Isa menyebut laga kali ini merupakan laga beda kelas. "Pertandingan ini bagaikan bumi dan langit," katanya.
Raja Isa mengatakan, dirinya menangani tim baru 15 hari. Dibandingkan dengan Persisam, PSMS juga bukan tim yang bertabur bintang. Di bawah mistar, PSMS mengandalkan pengalaman Markus Haris Maulana. Sementara lini tengah ada Luis Pena--sang pencetak gol ke gawang Mitra Kukar--dan di depan ada Osas Saha.
"Kami bukan tim yang sebesar Persisam. Kami hanya mengandalkan pemain putra daerah. Tetapi kami tetap akan memberikan tekanan dan kejutan bagi Persisam," ungkapnya.
Raja Isa juga tak melihat kekuatan Persisam berkurang sedikitpun meski tak diperkuat Lopicic dan Luc Owana. Baginya Persisam tetap tim kuat meski nanti hanya ada Ronald Fagundez sebagai satu-satunya pemain asing.
"Di lini belakang Persisam ada M Robby, Djayusman dan di depan ada Gonzales. Mereka ini semua pemain hebat," tegas pelatih yang musim ini nyaris bergabung ke Persik Kediri ini. "Tapi kami akan mengandalkan kolktivitas dan bermain dengan gaya kami," imbuhnya. (nin/sapos)
Kisruh dualisme di tubuh PSMS juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Persisam. Arsitek PSMS Raja Isa bahkan mengakui baru 15 hari efektif menangani tim. Bandingkan dengan Persisam yang sudah mengikuti dua kali laga pra musim dan menjalani TC di Jogjakarta.
Meski demikian, karakter tim tanah Sumatera yang cenderung bermain keras akan menjanjikan momok bagi tim tamu. Ini pun sudah diantisipasi tim pelatih Pesut Mahakam. "Mulai dari saya masih bermain dulu, karakter tim-tim dari Sumatera selalu bermain keras. Tetapi kami sudah siap 100 persen," tegas Asisten Pelatih Persisam Putra Hendri Susilo kepada Sapos.
Meski hanya melihat dari televisi, kubu Persisam sedikit banyak sudah mengetahui bagaimana cara tim Ayam Kinantan--julukan PSMS bermain. Hendri mengakui PSMS bukan tim jelek meski persiapan mereka terbilang minim. Salah satu indikasinya ketika menghadapi Mitra Kukar yang notabene tim bertabur bintang, PSMS baru kebobolan di menit 86.
"Mereka mampu bertahan dari kebobolan selama itu merupakan indikasi PSMS tim bagus. Dengan karakter mereka bermain, kita harus waspadai karena setiap saat mereka bisa memberikan kejutan. Apalagi status kita tim tamu," kata Hendri.
Laga kali ini Persisam masih tanpa Sradjan Lopicic dan Luc Owana Zoa yang terganjal masalah Internasional Transfer Certificate (ITC). Padahal tenaga keduanya sangat dibutuhkan. Karenanya pelatih Daniel Roekito (DR) sepertinya tak akan melakukan perubahan komposisi seperti ketika menghadapi PSAP. "Kita sementara mengandalkan pemain yang ada," tandasnya.
Sementara itu, dari kubu tuan rumah, pelatih PSMS Medan Raja Isa ketika dihubungi Sapos melalui telepon selulernya memuji kekuatan Persisam. Raja Isa menyebut laga kali ini merupakan laga beda kelas. "Pertandingan ini bagaikan bumi dan langit," katanya.
Raja Isa mengatakan, dirinya menangani tim baru 15 hari. Dibandingkan dengan Persisam, PSMS juga bukan tim yang bertabur bintang. Di bawah mistar, PSMS mengandalkan pengalaman Markus Haris Maulana. Sementara lini tengah ada Luis Pena--sang pencetak gol ke gawang Mitra Kukar--dan di depan ada Osas Saha.
"Kami bukan tim yang sebesar Persisam. Kami hanya mengandalkan pemain putra daerah. Tetapi kami tetap akan memberikan tekanan dan kejutan bagi Persisam," ungkapnya.
Raja Isa juga tak melihat kekuatan Persisam berkurang sedikitpun meski tak diperkuat Lopicic dan Luc Owana. Baginya Persisam tetap tim kuat meski nanti hanya ada Ronald Fagundez sebagai satu-satunya pemain asing.
"Di lini belakang Persisam ada M Robby, Djayusman dan di depan ada Gonzales. Mereka ini semua pemain hebat," tegas pelatih yang musim ini nyaris bergabung ke Persik Kediri ini. "Tapi kami akan mengandalkan kolktivitas dan bermain dengan gaya kami," imbuhnya. (nin/sapos)
Panpel PSMS ISL Umumkan Penjualan Tiket
Berbeda dengan musim sebelumnya, kini panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS mengumumkan hasil penjualan tiket pertandingan untuk diketahui publik. Namun mereka (Panpel, Red) mengaku kecolongan karena banyaknya penonton yang masuk tidak membeli tiket.
Seperti pada laga perdana PSMS kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan, Minggu (4/12) lalu. Panpel mengklaim penjualan tiket pada laga tersebut mencapai 8.272 lembar. Dengan rincian di tribun terbuka sebanyak 7.317 lembar dan tertutup serta VIP terjual 955 lembar.
Jika melihat banyaknya penonton yang datang menyaksikan laga tersebut, jumlah tiket terjual itu tentu tak sebanding. Tribun tertutup disesaki penonton ditambah tribun terbuka yang juga membludak, jelas hasil tersebut mengada-ada. Dapat diperkirakan stadion yang berkapasitas 25 ribu penonton itu disesaki sekitar 15 ribu orang.
“Ya, kita akui penonton banyak, tapi itulah hasil dari penjualan tiket, tidak ada yang kita sembunyikan dan ini transparan untuk diketahui publik,” ungkap Ketua Panpel PSMS Syafril Jambak pada konferensi pers di mess Kebun Bunga, Rabu (7/12) sore.
Tapi pihaknya tak menafikan jika masih banyak penonton yang masuk stadion tanpa memegang selembar tiket. Bahkan parahnya lagi penonton itu bisa masuk karena mengekor di belakang petugas Panpel juga para pihak keamanan yang menjaga di pintu masuk, khususnya di pintu tribun terbuka.
“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada petugas panpel, termasuk aparat keamanan untuk tidak lagi membawa anak atau keluarganya menonton pertandingan tanpa membeli tiket. Bila hal itu terulang lagi, maka akan kami tindak,” tegas Syafrl.
Sementara itu, Manajer Keuangan PSMS Iswanda Nanda Ramli memaparkan bahwa hasil penjualan tiket pertandingan PSMS kontra Mitra Kukar ditotal sebesar Rp261.092.500. Hasil itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.000, tribun tertutup 955 tiket sebanyak Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Wali Kota Medan yang juga Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 Juta. “Memang kita masih banyak kecolongan, hal-hal tersebut secara perlahan akan terus kami benahi demi kelangsungan PSMS ke depannya,” katanya.
Sementara itu, terdapat pula sedikit masukan dari sejumlah wartawan mengenai view tiket. Wartawan mengusulkan agar pada lembaran tiket tak dicantumkan tulisan ‘PSSI.’ Karena tak dimungkiri kompetisi ISL merupakan kompetisi yang dianggap tak resmi oleh PSSI. “Pencetakan tiket ke depannya tak akan kita cantumkan lagi (Tulisan PSSI, Red) sesuai dengan masukan para wartawan,” ujar Nanda. (saz/sumutpos)
Seperti pada laga perdana PSMS kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan, Minggu (4/12) lalu. Panpel mengklaim penjualan tiket pada laga tersebut mencapai 8.272 lembar. Dengan rincian di tribun terbuka sebanyak 7.317 lembar dan tertutup serta VIP terjual 955 lembar.
Jika melihat banyaknya penonton yang datang menyaksikan laga tersebut, jumlah tiket terjual itu tentu tak sebanding. Tribun tertutup disesaki penonton ditambah tribun terbuka yang juga membludak, jelas hasil tersebut mengada-ada. Dapat diperkirakan stadion yang berkapasitas 25 ribu penonton itu disesaki sekitar 15 ribu orang.
“Ya, kita akui penonton banyak, tapi itulah hasil dari penjualan tiket, tidak ada yang kita sembunyikan dan ini transparan untuk diketahui publik,” ungkap Ketua Panpel PSMS Syafril Jambak pada konferensi pers di mess Kebun Bunga, Rabu (7/12) sore.
Tapi pihaknya tak menafikan jika masih banyak penonton yang masuk stadion tanpa memegang selembar tiket. Bahkan parahnya lagi penonton itu bisa masuk karena mengekor di belakang petugas Panpel juga para pihak keamanan yang menjaga di pintu masuk, khususnya di pintu tribun terbuka.
“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada petugas panpel, termasuk aparat keamanan untuk tidak lagi membawa anak atau keluarganya menonton pertandingan tanpa membeli tiket. Bila hal itu terulang lagi, maka akan kami tindak,” tegas Syafrl.
Sementara itu, Manajer Keuangan PSMS Iswanda Nanda Ramli memaparkan bahwa hasil penjualan tiket pertandingan PSMS kontra Mitra Kukar ditotal sebesar Rp261.092.500. Hasil itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.000, tribun tertutup 955 tiket sebanyak Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Wali Kota Medan yang juga Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 Juta. “Memang kita masih banyak kecolongan, hal-hal tersebut secara perlahan akan terus kami benahi demi kelangsungan PSMS ke depannya,” katanya.
Sementara itu, terdapat pula sedikit masukan dari sejumlah wartawan mengenai view tiket. Wartawan mengusulkan agar pada lembaran tiket tak dicantumkan tulisan ‘PSSI.’ Karena tak dimungkiri kompetisi ISL merupakan kompetisi yang dianggap tak resmi oleh PSSI. “Pencetakan tiket ke depannya tak akan kita cantumkan lagi (Tulisan PSSI, Red) sesuai dengan masukan para wartawan,” ujar Nanda. (saz/sumutpos)
Striker Iran Siap Merapat ke PSMS ISL
Demi menambah daya gedor di Indonesia Super League (ISL) musim ini, PSMS Medan masih terus memburu striker tambahan sebagai tandem Osas Saha di lini depan PSMS. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran pemain Asal Iran, Daryoush Ayyoubi di Mess PSMS, Kebun Bunga Medan, Rabu (7/12).
Pemain yang pernah merumput untuk PSM Makassar pada musim 2009-10 itu mengaku sangat tertarik bermain di PSMS. Dia mengatakan sudah berbicara dengan pelatih kepala PSMS mengenai statusnya.
"Pelatih mengizinkanku ikut berlatih bersama tim, untuk masalah kontrak itu semua tergantung pelatih, yang pasti ku akan bekerja keras untuk masuk ke dalam tim PSMS," ungkap mantan pemain Esteghlal teheran FC ini.
Saat ditanya mengenai dualisme kompetisi di Indonesia, Daryoush Ayyoubi mengaku kurang memahami kisruh yang terjadi. Namun, keinginannya membela PSMS sangat besar. Dia mengaku mengenal PSMS dari teman-temannya seperti Samsyul Haeruddin dan Eduardo.
Sementara itu, satu striker asing lain yang akan memperkuat PSMS disinyalir berasal dari Korea Selatan. "Kami masih merahasiakan identitas pemain tersebut. Nanti kalau sudah datang akan kami kabarkan" ujar pelatih PSMS, Raja Isa saat dimintai konfirmasi mengenai pemain tersebut.
(Saragih/DuniaSoccer)
Pemain yang pernah merumput untuk PSM Makassar pada musim 2009-10 itu mengaku sangat tertarik bermain di PSMS. Dia mengatakan sudah berbicara dengan pelatih kepala PSMS mengenai statusnya.
"Pelatih mengizinkanku ikut berlatih bersama tim, untuk masalah kontrak itu semua tergantung pelatih, yang pasti ku akan bekerja keras untuk masuk ke dalam tim PSMS," ungkap mantan pemain Esteghlal teheran FC ini.
Saat ditanya mengenai dualisme kompetisi di Indonesia, Daryoush Ayyoubi mengaku kurang memahami kisruh yang terjadi. Namun, keinginannya membela PSMS sangat besar. Dia mengaku mengenal PSMS dari teman-temannya seperti Samsyul Haeruddin dan Eduardo.
Sementara itu, satu striker asing lain yang akan memperkuat PSMS disinyalir berasal dari Korea Selatan. "Kami masih merahasiakan identitas pemain tersebut. Nanti kalau sudah datang akan kami kabarkan" ujar pelatih PSMS, Raja Isa saat dimintai konfirmasi mengenai pemain tersebut.
(Saragih/DuniaSoccer)
Indonesian Premier League Laga Arema Lawan PSMS Diundur
Laga kandang Arema Malang melawan PSMS Medan di Stadion Kanjuruhan mengalami perubahan. Jika jadwal awal laga digelar pada Sabtu (10/12), oleh PT Liga Prima Sportindo Indonesia (LPIS) diundur menjadi Rabu (14/12).
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Departemen Kompetisi Liga LPIS Tini Indriyani ketika dikonfirmasi,kemarin. “Penundaan laga Arema dan PSMS karena alasan internal,”kata Tini kepada HATTRICK,kemarin. Namun,Tini tidak menyebut alasan Arema meminta pengunduran jadwal tersebut.
Hanya,disinyalir,mundurnya jadwal pertandingan tersebut terkait masalah internal yang menyelimuti Singo Edan.Ketidakbersediaan lima pemain dan Asisten Pelatih Arema Abdul Rahman Gurning untuk bergabung bersama tim disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya. Pernyataan senada disampaikan Head of First Level Competition Hendriyana.Dia mengatakan,pengunduran jadwal tersebut merupakan permintaan pihak Arema Indonesia.“Alasannya itu kami maklumi. Mereka bilang ada masalah teknis di internal Arema,”ungkapnya.
Namun,dia memastikan kecil kemungkinan jadwal tersebut mundur lagi, karena merupakan permintaan Arema. “Nggak ada,karena itu merupakan permintaan mereka, ”ungkap Hendri. Media Officer Arema Noor Ramadhan tak menampik kabar tersebut.Dia membenarkan laga melawan PSMS akhirnya diundur karena adanya masalah di internal tim.“Kabar itu benar.Soal kapan dilanjutkan lagi,kemungkinan tanggal 14 mendatang,” katanya kepada HATTRICK, kemarin.
Menariknya,Noor membantah permintaan pengunduran itu datang dari mereka.Justru, wartawan salah satu media elektronik itu menyebut pihak LPIS-lah yang mengundurkan jadwal tersebut. “Mungkin mereka mendengar dan melihat masih ada sesuatu di internal sehingga diputuskan untuk diundur,”sebutnya.
Persoalan Arema memang agak aneh. Setelah berhasil memenangkan legalitas di PSSI,kongsi antara M Nur dan Lucky Acub Zaenal ternyata pecah di tengah jalan.M Nur bersama Siti Nurjanah tiba-tiba muncul dan menggelar jumpa pers. Dalam jumpa pers itu dia menuding jika ada pihak lain yang ingin menguasai Arema.Mereka adalah pihak yang selama ini bergandeng bersama pendiri Arema Indonesia Lucky Acub Zainal dan Fanda Soesilo.
“Mereka adalah orang yang ingin menjadi pemilik Arema.Padahal,secara sah,saya pemilik Arema.Awalnya,saat saya berkomitmen dengan Lucky (Sam Ikul), beliau siap ingin bersama-sama mengelola Arema.Tapi,ternyata Lucky ingin menguasai sendiri,bergerak sendiri. Makanya,saat ini saya turun tangan untuk meluruskan semuanya,”papar M Nur.
Dalam pertemuan tersebut,M Nur juga langsung menyampaikan bahwa Pembina Yayasan Arema yang sah adalah dua Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Suprapto dan Rudolf Butar-Butar.Sementara Direktur Utama PT Arema Indonesia adalah Siti Nurzanah.Saat itu juga hadir kuasa hukum M Nur,Gunadi Handoko. (syukri amal/ma’ruf/sindo)
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Departemen Kompetisi Liga LPIS Tini Indriyani ketika dikonfirmasi,kemarin. “Penundaan laga Arema dan PSMS karena alasan internal,”kata Tini kepada HATTRICK,kemarin. Namun,Tini tidak menyebut alasan Arema meminta pengunduran jadwal tersebut.
Hanya,disinyalir,mundurnya jadwal pertandingan tersebut terkait masalah internal yang menyelimuti Singo Edan.Ketidakbersediaan lima pemain dan Asisten Pelatih Arema Abdul Rahman Gurning untuk bergabung bersama tim disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya. Pernyataan senada disampaikan Head of First Level Competition Hendriyana.Dia mengatakan,pengunduran jadwal tersebut merupakan permintaan pihak Arema Indonesia.“Alasannya itu kami maklumi. Mereka bilang ada masalah teknis di internal Arema,”ungkapnya.
Namun,dia memastikan kecil kemungkinan jadwal tersebut mundur lagi, karena merupakan permintaan Arema. “Nggak ada,karena itu merupakan permintaan mereka, ”ungkap Hendri. Media Officer Arema Noor Ramadhan tak menampik kabar tersebut.Dia membenarkan laga melawan PSMS akhirnya diundur karena adanya masalah di internal tim.“Kabar itu benar.Soal kapan dilanjutkan lagi,kemungkinan tanggal 14 mendatang,” katanya kepada HATTRICK, kemarin.
Menariknya,Noor membantah permintaan pengunduran itu datang dari mereka.Justru, wartawan salah satu media elektronik itu menyebut pihak LPIS-lah yang mengundurkan jadwal tersebut. “Mungkin mereka mendengar dan melihat masih ada sesuatu di internal sehingga diputuskan untuk diundur,”sebutnya.
Persoalan Arema memang agak aneh. Setelah berhasil memenangkan legalitas di PSSI,kongsi antara M Nur dan Lucky Acub Zaenal ternyata pecah di tengah jalan.M Nur bersama Siti Nurjanah tiba-tiba muncul dan menggelar jumpa pers. Dalam jumpa pers itu dia menuding jika ada pihak lain yang ingin menguasai Arema.Mereka adalah pihak yang selama ini bergandeng bersama pendiri Arema Indonesia Lucky Acub Zainal dan Fanda Soesilo.
“Mereka adalah orang yang ingin menjadi pemilik Arema.Padahal,secara sah,saya pemilik Arema.Awalnya,saat saya berkomitmen dengan Lucky (Sam Ikul), beliau siap ingin bersama-sama mengelola Arema.Tapi,ternyata Lucky ingin menguasai sendiri,bergerak sendiri. Makanya,saat ini saya turun tangan untuk meluruskan semuanya,”papar M Nur.
Dalam pertemuan tersebut,M Nur juga langsung menyampaikan bahwa Pembina Yayasan Arema yang sah adalah dua Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Suprapto dan Rudolf Butar-Butar.Sementara Direktur Utama PT Arema Indonesia adalah Siti Nurzanah.Saat itu juga hadir kuasa hukum M Nur,Gunadi Handoko. (syukri amal/ma’ruf/sindo)
Betapa tidak, setiap sisi tribun terlihat padat dan penuh, termasuk tribun terbuka yang didominasi para suporter. Dengan kapasitas 25 ribu penonton, l
MEDAN - Stadion Teladan penuh sesak pada laga perdana PSMS ISL kontra Mitra Kukar, Minggu (4/12) lalu. Diprediksi panitia penyelenggara (panpel) meraup keuntungan yang tidak sedikit. Namun kondisi sebaliknya terjadi.
Panpel PSMS mengaku, hanya 8.727 lembar tiket terjual. Rinciannya tribun terbuka sebanyak 7.317 lembar dan tertutup dan VIP terjual 955 lembar. Namun, jika melihat kondisi yang dipaparkan di awal, jumlah itu sangat aneh
Betapa tidak, setiap sisi tribun terlihat padat dan penuh, termasuk tribun terbuka yang didominasi para suporter. Dengan kapasitas 25 ribu penonton, laporan yang dipaparkan panitia seperti berbeda dengan kondisi sebenarnya. Ketua Panpel PSMS, Syafril Jambak, mengaku jujur membeberkan hasil penjualan tanpa ada yang dimanipulasi. "Ya kita akui penonton banyak, tapi itulah hasil dari penjualan tiket, tidak ada yang kita sembunyikan dan ini transparan untuk diketahui publik," akunya tadi malam.
Tak dipungkirinya, pihaknya kecolongan karena banyak penonton yang masuk stadion tanpa tiket. Bahkan parahnya lagi, penonton itu bisa masuk karena digiring oleh petugas panpel dan juga para pihak keamanan yang menjaga di pintu masuk khususnya di pintu tribun terbuka. "Oleh karena itu, kami mengimbau kepada petugas panpel termasuk aparat keamanan jangan lagi membawa anak atau keluarganya masuk tanpa membeli tiket, apabila terulang kembali dan ketahuan akan kami tindak," tegasnya.
Padahal, dari pantauan Waspada Online, penjagaan di pintu-pintu masuk cukup ketat. Bahkan para jurnalis peliput juga diperiksa cukup detil Press ID Card, sebelum dipersilahkan masuk. Begitu juga di pintu-pintu masuk lainnya yang dijawal sedikitnya lima personel keamanan.
Manajer Keuangan PSMS, Iswanda Nanda Ramli, memaparkan kalau hasil penjualan tiket pertandingan PSMS versus Mitra Kukar ditotal sebesar Rp261.092.500. Hasil itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.00, tribun tertutup (955) Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 juta.
"Memang kita masih banyak kecolongan, hal-hal tersebut secara perlahan akan terus kami benahi demi kelangsungan PSMS ke depannya," pungkasnya.
Panpel PSMS mengaku, hanya 8.727 lembar tiket terjual. Rinciannya tribun terbuka sebanyak 7.317 lembar dan tertutup dan VIP terjual 955 lembar. Namun, jika melihat kondisi yang dipaparkan di awal, jumlah itu sangat aneh
Betapa tidak, setiap sisi tribun terlihat padat dan penuh, termasuk tribun terbuka yang didominasi para suporter. Dengan kapasitas 25 ribu penonton, laporan yang dipaparkan panitia seperti berbeda dengan kondisi sebenarnya. Ketua Panpel PSMS, Syafril Jambak, mengaku jujur membeberkan hasil penjualan tanpa ada yang dimanipulasi. "Ya kita akui penonton banyak, tapi itulah hasil dari penjualan tiket, tidak ada yang kita sembunyikan dan ini transparan untuk diketahui publik," akunya tadi malam.
Tak dipungkirinya, pihaknya kecolongan karena banyak penonton yang masuk stadion tanpa tiket. Bahkan parahnya lagi, penonton itu bisa masuk karena digiring oleh petugas panpel dan juga para pihak keamanan yang menjaga di pintu masuk khususnya di pintu tribun terbuka. "Oleh karena itu, kami mengimbau kepada petugas panpel termasuk aparat keamanan jangan lagi membawa anak atau keluarganya masuk tanpa membeli tiket, apabila terulang kembali dan ketahuan akan kami tindak," tegasnya.
Padahal, dari pantauan Waspada Online, penjagaan di pintu-pintu masuk cukup ketat. Bahkan para jurnalis peliput juga diperiksa cukup detil Press ID Card, sebelum dipersilahkan masuk. Begitu juga di pintu-pintu masuk lainnya yang dijawal sedikitnya lima personel keamanan.
Manajer Keuangan PSMS, Iswanda Nanda Ramli, memaparkan kalau hasil penjualan tiket pertandingan PSMS versus Mitra Kukar ditotal sebesar Rp261.092.500. Hasil itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.00, tribun tertutup (955) Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 juta.
"Memang kita masih banyak kecolongan, hal-hal tersebut secara perlahan akan terus kami benahi demi kelangsungan PSMS ke depannya," pungkasnya.
Manajemen PSMS IPL tak konsisten
MEDAN - PSMS yang tampil di Indonesia Premier League (IPL) terus mengalami perubahan. Setelah perubahan komposisi tim, kini giliran perubahan perangkat pelatih dengan kehadiran pelatih misterius asal Italia membuat M Khaidir turun pangkat menjadi asisten pelatih.
Namun kini struktur manajemen yang turut mengalami perubahan. MT Aritonang yang sebelumnya duduk sebagai manajer dan Jhonny Sembiring (manajer operasional) kini tak lagi menjabat. Kabarnya, posisi mereka digantikan Dolly Sinumba Siregar, Direktur PT PSMS.
Saat dikonfirmasi, Dolly sendiri belum mengakui posisi barunya itu. “Belum lagi kok, semuanya masih proses,” katanya tadi malam.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, apakah ini merupakan campur tangan konsorsium? Perwakilan konsorsium untuk PSMS, Arif Bargot, mengatakan perubahan yang terjadi dalam tubuh PSMS IPL adalah hasil kesepakatan konsorsium. “Dari awal kita semua sudah komitmen, bahwa susunan pengurus yang ada ini hanya sementara. Mereka sudah siap hanya menjadi pengurus dalam dua pertandingan saja. Tidak ada yang ditukar, kita sudah ada kesepakatan," tegasnya.
CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat, mengatakan tidak ada proses menjatuhkan dan semuanya sesuai kesepakatan. Bahkan Freddy mengatakan dirinya duduk di kursi CEO juga hanya sementara. "Tidak ada pengurus yang digantikan tersinggung. Kita semua dari awal sudah sepakat kita hanya bersifat sementara. Saya sendiri saja belum resmi karena kepengurusan belum ditandatangani konsorsium," beber Freddy.
Menurut Freddy, hanya posisi pemain yang sudah tetap. Dalam hal ini, 14 pemain yang dari awal dikontrak sudah tetap. Sementara itu, penundaan jadwal kontra Arema Malang menjadi 14 Desember membuat PSMS berpikir menggelar laga ujicoba. Hal itu dilakukan untuk menilai perkembangan tim. "Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," bebernya.
Rencananya, ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.
Namun kini struktur manajemen yang turut mengalami perubahan. MT Aritonang yang sebelumnya duduk sebagai manajer dan Jhonny Sembiring (manajer operasional) kini tak lagi menjabat. Kabarnya, posisi mereka digantikan Dolly Sinumba Siregar, Direktur PT PSMS.
Saat dikonfirmasi, Dolly sendiri belum mengakui posisi barunya itu. “Belum lagi kok, semuanya masih proses,” katanya tadi malam.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, apakah ini merupakan campur tangan konsorsium? Perwakilan konsorsium untuk PSMS, Arif Bargot, mengatakan perubahan yang terjadi dalam tubuh PSMS IPL adalah hasil kesepakatan konsorsium. “Dari awal kita semua sudah komitmen, bahwa susunan pengurus yang ada ini hanya sementara. Mereka sudah siap hanya menjadi pengurus dalam dua pertandingan saja. Tidak ada yang ditukar, kita sudah ada kesepakatan," tegasnya.
CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat, mengatakan tidak ada proses menjatuhkan dan semuanya sesuai kesepakatan. Bahkan Freddy mengatakan dirinya duduk di kursi CEO juga hanya sementara. "Tidak ada pengurus yang digantikan tersinggung. Kita semua dari awal sudah sepakat kita hanya bersifat sementara. Saya sendiri saja belum resmi karena kepengurusan belum ditandatangani konsorsium," beber Freddy.
Menurut Freddy, hanya posisi pemain yang sudah tetap. Dalam hal ini, 14 pemain yang dari awal dikontrak sudah tetap. Sementara itu, penundaan jadwal kontra Arema Malang menjadi 14 Desember membuat PSMS berpikir menggelar laga ujicoba. Hal itu dilakukan untuk menilai perkembangan tim. "Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," bebernya.
Rencananya, ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.
In Kyun Oh bersemangat
MEDAN - Jika ditanya siapa pemain berperforma menawan pada laga perdana PSMS kontra Persisam Samarinda di ISL 2011/2012, nama In Kyun Oh pantas diacungkan. Aksi-aksi gelandang asal Korsel ini cukup mengundang decak kagum.
Dalam skema 4-3-2-1 yang diterapkan Pelatih kepala PSMS ISL, Raja Isa, Kyun (begitu dia disapa-red) berada di tiga gelandang penopang Osas Saha sebagai striker tunggal. Kyun yang menusuk dari kiri kerap merepotkan barisan belakang lawan.
Berlari cepat, dan gocekan yang indah membuat Hamkah Hamzah cs terpaksa menghentikannya dengan tekel keras. Karena itu Kyun tengah sangat bersemangat menghadapi Persisam Putra Samarinda, Kamis sore ini. Kyun tak gentar dengan materi pemain bintang lawan.
"Saya tahu mereka (persisam) punya pemain nasional, bertabur pemain bintang. Tapi ini Medan, kita punya banyak supporter, kita akan menang, kita harus menang, dan kita pasti menang," ujarnya di Mess Kebun Bunga baru-baru ini.
Semangat mantan pemain PS Bengkulu juga terlihat dari latihan ekstra yang dilakukannya. Di saat pemain lain istirahat mempersiapkan fisik yang prima, Kyun terlihat berlatih sendiri di Stadion Kebun Bunga pada malam hari.
“Belum dapat kondisi,” jawabnya saat ditanya Asisten pelatih PSMS, Suharto alasannya berlatih.
Selain jogging, Kyun juga terlihat berlatih tendangan dari luar kotak penalti. Sepertinya Kyun berniat memaksimalkan peluang dari tendangan bebas. Saat menghadapi Mitra Kukar, ia kerap dipercaya sebagai eksekutor.
Kyun akan kembali diandalkan Raja Isa untuk menyuplai bola dari lini tengah. Jika penjagaan lawan ketat, skill individu Kyun menjadi senjata untuk membongkar. Keyakinan tinggi pun dilontarkannya.
“Stamina kita punya, masalah di tim tidak ada di tim, baik personal maupun teknik. Saya siap di posisi mana saja sesuai strategi pelatih, meski belum tahu bagaimana kekuatan Persisam, tapi kami pasti menang," pungkasnya yakin.
Dalam skema 4-3-2-1 yang diterapkan Pelatih kepala PSMS ISL, Raja Isa, Kyun (begitu dia disapa-red) berada di tiga gelandang penopang Osas Saha sebagai striker tunggal. Kyun yang menusuk dari kiri kerap merepotkan barisan belakang lawan.
Berlari cepat, dan gocekan yang indah membuat Hamkah Hamzah cs terpaksa menghentikannya dengan tekel keras. Karena itu Kyun tengah sangat bersemangat menghadapi Persisam Putra Samarinda, Kamis sore ini. Kyun tak gentar dengan materi pemain bintang lawan.
"Saya tahu mereka (persisam) punya pemain nasional, bertabur pemain bintang. Tapi ini Medan, kita punya banyak supporter, kita akan menang, kita harus menang, dan kita pasti menang," ujarnya di Mess Kebun Bunga baru-baru ini.
Semangat mantan pemain PS Bengkulu juga terlihat dari latihan ekstra yang dilakukannya. Di saat pemain lain istirahat mempersiapkan fisik yang prima, Kyun terlihat berlatih sendiri di Stadion Kebun Bunga pada malam hari.
“Belum dapat kondisi,” jawabnya saat ditanya Asisten pelatih PSMS, Suharto alasannya berlatih.
Selain jogging, Kyun juga terlihat berlatih tendangan dari luar kotak penalti. Sepertinya Kyun berniat memaksimalkan peluang dari tendangan bebas. Saat menghadapi Mitra Kukar, ia kerap dipercaya sebagai eksekutor.
Kyun akan kembali diandalkan Raja Isa untuk menyuplai bola dari lini tengah. Jika penjagaan lawan ketat, skill individu Kyun menjadi senjata untuk membongkar. Keyakinan tinggi pun dilontarkannya.
“Stamina kita punya, masalah di tim tidak ada di tim, baik personal maupun teknik. Saya siap di posisi mana saja sesuai strategi pelatih, meski belum tahu bagaimana kekuatan Persisam, tapi kami pasti menang," pungkasnya yakin.
PSMS Tolak Remehkan Persisam
Menjelang duel panas antara PSMS Medan kontra Persisam Samarinda dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Teladan, Medan, pada Kamis petang, 8 Desember 2011, kubu PSMS tidak mau menganggap remeh Persisam. Sebaliknya, Persisam merupakan tim paling tangguh dan komplet dari segi materi pemain.
Pelatih Kepala PSMS, Raja Isa, bahkan menilai Persisam lebih baik dari Mitra Kukar yang bermain imbang 1-1 dengan PSMS pada Ahad lalu di Stadion Teladan Medan. Kemenangan Persisam dari tim tuan rumah PSAP di Banda Aceh, Ahad lalu, dengan skor, kata dia, akan menjadi motivasi tersendiri bagi Christian Gonzales untuk menggaet tiga angka lagi bagi kandang "Ayam Kinantan".
Ikpefua Marvelous Osas Saha dan kawan-kawan, menurut Raja, pasti akan mendapat ganjalan besar dari Christian “El Loco” Gonzales. "Persisam tandang ke Medan dengan motivasi tinggi usai memenangkan laga kontra PSAP. Dengan kemenangan tersebut, Persisam makin percaya diri. Namun saya dan asisten pelatih, Suharto A.D., sudah memikirkan cara untuk meredam kecepatan dan kepiawaian setiap pemain Persisam," kata Raja kepada Tempo, Senin, 5 Desember 2011.
Menurut Raja, tim asuhan pelatih Daniel Roekito itu hanya bisa diredam dengan meningkatkan daya serang serta meningkatkan ketahanan fisik serta stamina untuk bermain dengan teknik pressing football. "Dengan teknik menekan sepanjang pertandingan, saya yakin PSMS bisa menghadang laju Persisam untuk merebut nilai penuh di Medan," ujar Raja Isa.
Asisten pelatih PSMS, Suharto A.D., yang sukses membawa PSMS ke delapan besar Divisi Utama musim lalu, memuji Persisam sebagai tim terbesar di Indonesia saat ini. Persisam yang diperkuat pemain nasional, seperti striker Christian Gonzales bersama Yongki Aribowo, Muhamad Robby, dan Eka Ramdani serta mantan penjaga gawang PSMS Usman Pribadi dan wing bek Supriono, bersama pemain asing kenamaan berpengalaman Ronald Fagundez, di atas rata-rata pemain PSMS.
Bila saja Markus Horison (kapten PSMS) tidak mampu meningkatkan ketahanan fisik dan stamina, pasti PSMS akan kesulitan menghadapi Persisam. "Materi pemain Persisam yang memiliki karakter keras dan sprint yang luar biasa harus diimbangi dengan stamina dan fisik yang prima sepanjang pertandingan nanti."
"Namun kami optimistis hasil seri menjamu Mitra Kukar menjadi modal awal yang bagus. Sebab, Mitra Kukar juga memiliki banyak pemain berkelas. Namun pemain muda PSMS membuktikan, Mitra Kukar sempat tertinggal 1-0 pada babak pertama. Dan kami akan memperagakan permainan cepat menghadapi Persisam," katanya.
(Sahat Simatupang/Tempo)
Pelatih Kepala PSMS, Raja Isa, bahkan menilai Persisam lebih baik dari Mitra Kukar yang bermain imbang 1-1 dengan PSMS pada Ahad lalu di Stadion Teladan Medan. Kemenangan Persisam dari tim tuan rumah PSAP di Banda Aceh, Ahad lalu, dengan skor, kata dia, akan menjadi motivasi tersendiri bagi Christian Gonzales untuk menggaet tiga angka lagi bagi kandang "Ayam Kinantan".
Ikpefua Marvelous Osas Saha dan kawan-kawan, menurut Raja, pasti akan mendapat ganjalan besar dari Christian “El Loco” Gonzales. "Persisam tandang ke Medan dengan motivasi tinggi usai memenangkan laga kontra PSAP. Dengan kemenangan tersebut, Persisam makin percaya diri. Namun saya dan asisten pelatih, Suharto A.D., sudah memikirkan cara untuk meredam kecepatan dan kepiawaian setiap pemain Persisam," kata Raja kepada Tempo, Senin, 5 Desember 2011.
Menurut Raja, tim asuhan pelatih Daniel Roekito itu hanya bisa diredam dengan meningkatkan daya serang serta meningkatkan ketahanan fisik serta stamina untuk bermain dengan teknik pressing football. "Dengan teknik menekan sepanjang pertandingan, saya yakin PSMS bisa menghadang laju Persisam untuk merebut nilai penuh di Medan," ujar Raja Isa.
Asisten pelatih PSMS, Suharto A.D., yang sukses membawa PSMS ke delapan besar Divisi Utama musim lalu, memuji Persisam sebagai tim terbesar di Indonesia saat ini. Persisam yang diperkuat pemain nasional, seperti striker Christian Gonzales bersama Yongki Aribowo, Muhamad Robby, dan Eka Ramdani serta mantan penjaga gawang PSMS Usman Pribadi dan wing bek Supriono, bersama pemain asing kenamaan berpengalaman Ronald Fagundez, di atas rata-rata pemain PSMS.
Bila saja Markus Horison (kapten PSMS) tidak mampu meningkatkan ketahanan fisik dan stamina, pasti PSMS akan kesulitan menghadapi Persisam. "Materi pemain Persisam yang memiliki karakter keras dan sprint yang luar biasa harus diimbangi dengan stamina dan fisik yang prima sepanjang pertandingan nanti."
"Namun kami optimistis hasil seri menjamu Mitra Kukar menjadi modal awal yang bagus. Sebab, Mitra Kukar juga memiliki banyak pemain berkelas. Namun pemain muda PSMS membuktikan, Mitra Kukar sempat tertinggal 1-0 pada babak pertama. Dan kami akan memperagakan permainan cepat menghadapi Persisam," katanya.
(Sahat Simatupang/Tempo)
Walikota Medan Tak Tertarik Tawaran Djohar
Walikota Medan Rahudman Harahap tidak tertarik dimintai komentar mengenai tawaran Ketum PSSI Djohar Arifin yang mengajak klub-klub yang bermain di Indonesia Super League (ISL) segera balik ke liga legal, yakni Indonesia Super League (ISL).
Saat ditanya koran ini kemarin, Rahudman hanya geleng-geleng kepala saja. Namun, saat ditanya bagaimana kondisi dualisme PSMS Medan, Rahudman menganggap tidak ada masalah.
"PSMS baik-baik saja, kemarin main bagus melawan Mitra Kukar," ujar Rahudman kepada JPNN di kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin (6/12). Rahudman datang ke Kemendagri guna menyampaikan undangan ke Mendagri Gamawan Fauzi untuk menghadiri acara Tabligh Akbar di Medan pada 18 Desember mendatang.
Seperti diketahui, PSMS pada perdana di ajang ISL kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan pada Minggu (4/12) malam, berakir imbang 1-1.
Rahudman menilai, para penggawa asuhan Raja Isa telah bermain baik. "Laga selanjutnya melawan Persisam Samarinda, saya berharap bisa bermain lebih baik lagi dan menang," ujar Rahudman.
Seperti diketahui, sebagaimana terjadi di sejumlah klub lain di tanah air, PSMS juga kena tren dualisme. Soal ini disebabkan dua kompetisi yang bakal bergilir di negeri ini. Satu punya PSSI yang namanya Indonesian Primer League (IPL), satunya lagi gawean PT Liga Indonesia dengan kompetisi Indonesian Super League (ISL).
Nah, versi yang diketuai Rahudman Harahap, PSMS dibawa tanding di ISL. Namun, ada juga PSMS yang bertanding di IPL. PSMS ini diprakarsai oleh 40 klub pemilik dan diberi nama PSMS IPL, bukan PSMS 1950 sebagaimana diisukan selama ini.
Perkembangan terakhir, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin berharap klub-klub yang ikut ISL menyadari langkah mereka yang salah dan segera kembali ke liga resmi yang diakui PSSI, IPL.
"Saya berharap klub-klub itu segera kembali ke rumah. Lebih baik jika mereka tampil di IPL yang legal," tegas Djohar, 3 Desember 2011. (sam/jpnn)
Saat ditanya koran ini kemarin, Rahudman hanya geleng-geleng kepala saja. Namun, saat ditanya bagaimana kondisi dualisme PSMS Medan, Rahudman menganggap tidak ada masalah.
"PSMS baik-baik saja, kemarin main bagus melawan Mitra Kukar," ujar Rahudman kepada JPNN di kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin (6/12). Rahudman datang ke Kemendagri guna menyampaikan undangan ke Mendagri Gamawan Fauzi untuk menghadiri acara Tabligh Akbar di Medan pada 18 Desember mendatang.
Seperti diketahui, PSMS pada perdana di ajang ISL kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan pada Minggu (4/12) malam, berakir imbang 1-1.
Rahudman menilai, para penggawa asuhan Raja Isa telah bermain baik. "Laga selanjutnya melawan Persisam Samarinda, saya berharap bisa bermain lebih baik lagi dan menang," ujar Rahudman.
Seperti diketahui, sebagaimana terjadi di sejumlah klub lain di tanah air, PSMS juga kena tren dualisme. Soal ini disebabkan dua kompetisi yang bakal bergilir di negeri ini. Satu punya PSSI yang namanya Indonesian Primer League (IPL), satunya lagi gawean PT Liga Indonesia dengan kompetisi Indonesian Super League (ISL).
Nah, versi yang diketuai Rahudman Harahap, PSMS dibawa tanding di ISL. Namun, ada juga PSMS yang bertanding di IPL. PSMS ini diprakarsai oleh 40 klub pemilik dan diberi nama PSMS IPL, bukan PSMS 1950 sebagaimana diisukan selama ini.
Perkembangan terakhir, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin berharap klub-klub yang ikut ISL menyadari langkah mereka yang salah dan segera kembali ke liga resmi yang diakui PSSI, IPL.
"Saya berharap klub-klub itu segera kembali ke rumah. Lebih baik jika mereka tampil di IPL yang legal," tegas Djohar, 3 Desember 2011. (sam/jpnn)
Indonesia Super League PSMS Akan Main Cerdas Melawan Persisam
PSMS Medan akan menghadapi ujian saat menjamu tim kuat Persisam Putra Samarinda di Stadion Teladan Medan, Kamis (8/12/2011) malam. Namun, Ayam Kinantan optimistis bakal meraih kemenangan perdana di Liga Super Indonesia (LSI).
Pelatih PSMS Raja Isa menyatakan akan mengandalkan penguasaan bola dan permainan ofensif untuk meredam bintang Persisam seperti Cristian Gonzales, Eka Ramdhani, Yongki Aribowo, atau Ronald Fagundes.
"Ya, yang kami inginkan besok adalah kemenangan. Pemain siap berjuang di lapangan dan memberikan kemenangan untuk PSMS," tegas Raja Isa.
Raja Isa mengaku sudah mengintruksikan pemainnya untuk bermain cerdas dan mampu menahan emosi. Kekompakan tim adalah hal yang paling disoroti oleh pelatih asal Malaysia ini.
Target tiga poin juga diusung kubu Persisam. Skuad tim kebanggaan Kota Samarinda ini mengaku sudah siap meladeni permainan keras yang telah menjadi ciri khas anak-anak Medan.
Persisam bahkan lebih percaya diri dalam laga ini, setelah berhasil menaklukkan PSAP Sigli di Sigli.
"Para pemain sangat percaya diri menghadapi PSMS besok. Namum, kami tetap mewaspadai PSMS, karena mereka tim bagus. Apalagi mereka bermain di hadapan pendukung sendiri," kata asisten pelatih Persisam, Hendri Susilo. (Juang Naibaho/TribunNews)
Pelatih PSMS Raja Isa menyatakan akan mengandalkan penguasaan bola dan permainan ofensif untuk meredam bintang Persisam seperti Cristian Gonzales, Eka Ramdhani, Yongki Aribowo, atau Ronald Fagundes.
"Ya, yang kami inginkan besok adalah kemenangan. Pemain siap berjuang di lapangan dan memberikan kemenangan untuk PSMS," tegas Raja Isa.
Raja Isa mengaku sudah mengintruksikan pemainnya untuk bermain cerdas dan mampu menahan emosi. Kekompakan tim adalah hal yang paling disoroti oleh pelatih asal Malaysia ini.
Target tiga poin juga diusung kubu Persisam. Skuad tim kebanggaan Kota Samarinda ini mengaku sudah siap meladeni permainan keras yang telah menjadi ciri khas anak-anak Medan.
Persisam bahkan lebih percaya diri dalam laga ini, setelah berhasil menaklukkan PSAP Sigli di Sigli.
"Para pemain sangat percaya diri menghadapi PSMS besok. Namum, kami tetap mewaspadai PSMS, karena mereka tim bagus. Apalagi mereka bermain di hadapan pendukung sendiri," kata asisten pelatih Persisam, Hendri Susilo. (Juang Naibaho/TribunNews)
Wednesday, December 7, 2011
PSMS siap, Persisam tertutup
MEDAN - Kendati diperkuat sejumlah pemain nasional, punggawa PSMS Medan mengaku siap menghadapi Persisam Samarinda dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Kamis besok.
Manajer Tim Ayam Kinantan, Drs Benny Tomasoa, menegaskan Markus Haris Maulana cs telah meningkatkan fisik dan stamina jelang laga tersebut. Secara terpisah, bek Novi Handriawan mengisyaratkan bersama rekan-rekannya tidak grogi melawan skuad Daniel Roekito yang diperkuat Cristian El Loco Gonzales, Yongki Aribowo, dan M Robby.
"Terus terang kami tidak grogi, apalagi tampil di Teladan yang sudah pasti didukung seratus persen penonton,” ucap Novi baru-baru ini.
Secara terpisah, Rahmad berharap PSMS bermain lebih baik dan mampu memetik angka penuh. Rahmad mengakui, Ayam Kinantan sudah pasti mendapat ujian berat apalagi El Loco cs termotivasi berkat kemenangannya di kandang PSAP Sigli. Karena itu, segenap pemain berharap kedatangan suporter bisa menjadi motivator dan pemain ke-12 bagi PSMS nanti.
"Kami butuh kehadiran suporter di Teladan karena mereka motivator dan nyawa tambahan bagi pemain," ungkap Rahmad yang diiyakan rekan setimnya, Zulkarnaen.
“PSMS memiliki peluang mengalahkan Persisam karena kekuatannya merata. Namun yang jelas semua pemain siap bertarung demi kemenangan. Bila didukung penonton dan tim tampil solid, saya optimis Persisam akan tertunduk layu di Teladan,” kata Zulkarnaen.
Sementara itu, Idris SE yang juga CEO PSMS meminta pelatih Raja Isa menyiapkan Osas Saha cs untuk tampil menyerang sejak menit pertama demi target poin penuh. Idris juga mengingatkan tidak ada satupun tim yang dianggap remeh, sebab tuan rumah atau tim tangguh sekalipun bisa takluk dari tim lemah di sepakbola.
"Jadi pemain tidak boleh lengah sedikitpun, apalagi merasa di atas lawan. Sekali saja kita meremehkan lawan, kita kalah," pesan Idris.
Dari kubu lawan, Persisam sendiri terkesan menutup diri. Pasalnya, Manajer Tim Persisam Agus enggan ditemui wartawan kendati sudah dikontak dan ditemui di penginapannya. Sebaliknya, Persisam melalui asisten pelatih Hendro Susilo mengatakan Ayam Kinantan pasti akan didukung puluhan ribu suporter fanatiknya dalam laga yang berlangsung pukul 15.30 WIB tersebut.
"Besok partai yang berat, karena kami bertanding di hadapan suporter tuan rumah. Tentu PSMS melakukan persiapan yang baik sebagai tuan rumah. Menyinggung strategi, kami akan bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik," paparnya.
"Kami datang ke sini bukan untuk seri atau kalah. Kami tetap ingin menang," tegas Hendro.
Manajer Tim Ayam Kinantan, Drs Benny Tomasoa, menegaskan Markus Haris Maulana cs telah meningkatkan fisik dan stamina jelang laga tersebut. Secara terpisah, bek Novi Handriawan mengisyaratkan bersama rekan-rekannya tidak grogi melawan skuad Daniel Roekito yang diperkuat Cristian El Loco Gonzales, Yongki Aribowo, dan M Robby.
"Terus terang kami tidak grogi, apalagi tampil di Teladan yang sudah pasti didukung seratus persen penonton,” ucap Novi baru-baru ini.
Secara terpisah, Rahmad berharap PSMS bermain lebih baik dan mampu memetik angka penuh. Rahmad mengakui, Ayam Kinantan sudah pasti mendapat ujian berat apalagi El Loco cs termotivasi berkat kemenangannya di kandang PSAP Sigli. Karena itu, segenap pemain berharap kedatangan suporter bisa menjadi motivator dan pemain ke-12 bagi PSMS nanti.
"Kami butuh kehadiran suporter di Teladan karena mereka motivator dan nyawa tambahan bagi pemain," ungkap Rahmad yang diiyakan rekan setimnya, Zulkarnaen.
“PSMS memiliki peluang mengalahkan Persisam karena kekuatannya merata. Namun yang jelas semua pemain siap bertarung demi kemenangan. Bila didukung penonton dan tim tampil solid, saya optimis Persisam akan tertunduk layu di Teladan,” kata Zulkarnaen.
Sementara itu, Idris SE yang juga CEO PSMS meminta pelatih Raja Isa menyiapkan Osas Saha cs untuk tampil menyerang sejak menit pertama demi target poin penuh. Idris juga mengingatkan tidak ada satupun tim yang dianggap remeh, sebab tuan rumah atau tim tangguh sekalipun bisa takluk dari tim lemah di sepakbola.
"Jadi pemain tidak boleh lengah sedikitpun, apalagi merasa di atas lawan. Sekali saja kita meremehkan lawan, kita kalah," pesan Idris.
Dari kubu lawan, Persisam sendiri terkesan menutup diri. Pasalnya, Manajer Tim Persisam Agus enggan ditemui wartawan kendati sudah dikontak dan ditemui di penginapannya. Sebaliknya, Persisam melalui asisten pelatih Hendro Susilo mengatakan Ayam Kinantan pasti akan didukung puluhan ribu suporter fanatiknya dalam laga yang berlangsung pukul 15.30 WIB tersebut.
"Besok partai yang berat, karena kami bertanding di hadapan suporter tuan rumah. Tentu PSMS melakukan persiapan yang baik sebagai tuan rumah. Menyinggung strategi, kami akan bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik," paparnya.
"Kami datang ke sini bukan untuk seri atau kalah. Kami tetap ingin menang," tegas Hendro.
Subscribe to:
Posts (Atom)