MEDAN - Negosiasi kontrak yang berjalan mulus dengan Vagner Luis Olivera Marins membuat PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) memastikan memakai jasa bek asal Brazil itu.
Pertahanan PSMS pun diyakini akan lebih solid dengan kehadiran bagian dari skuad PSMS musim lalu ini. Bek yang terkenal kocak ini akan bertolak ke Medan dan mengikuti latihan Senin ini.
“Ya, banderol kontrak Vagner sudah disepakati dan deal. Besok (Senin ini-red) dia datang,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PSMS IPL, Freddy Hutabarat, baru-baru ini.
“Saya berkaus tim PSMS lagi. Besok malam saya sudah sampai di Medan dan ikut latihan Senin pagi,” bebernya saat dikonfirmasi.
Salah satu bagian dari negosiasi yang diminta Vagner adalah penyediaan rumah tinggal selama di Medan. Karena itu, ia berniat memboyong istri dan anaknya dari Brazil.
“Kesepakatan sudah tidak ada masalah, termasuk rumah yang saya minta kepada manajemen. Motivasi saya meningkat kalau ada keluarga. Saya yakin akan cetak gol untuk PSMS,” ujarnya optimis.
Dia meyakini tim yang saat ini sedang berada pada kondisi yang cukup mengkhawatirkan lantaran minimnya persiapan akan berangsur-angsur membaik dan bangkit dengan penambahan pemain.
Bergabungnya Vagner juga diiringi sinyal positif dari pemburuan pemain lain. Marwan Sayedeh (PSM Makassar) dan Achmad Kurniawan (Arema Malang) tinggal selangkah lagi bergabung.
“Marwan Sayedeh juga bisa dibilang hampir pasti ke PSMS, sama dengan Achmad Kurniawan,” kata Freddy lagi.
Selain itu, PSMS juga tengah mengusahakan Ku Kyung Hyun bergabung. Pemain asal Korsel yang sebelumnya seleksi bersama PSMS ISL ini digadang-gadang menjadi tandem Vagner di lini belakang. Selain itu, bek kiri timnas U-23, Septia Hadi, juga masuk radar.
“Kalau ada Ku dan Vagner, pertahanan kita tentu akan lebih baik. Kita juga incar Septia Hadi, tapi masih diupayakan,” kata mantan pemain PSMS 1980-an itu.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, December 6, 2011
Persisam Berbenah Jelang Lawan PSMS
Menjelang lanjutan pertandingan pada kompetisi ISL menghadapi PSMS Medan yang akan digelar Kamis (8/12) di Medan, Persisam Putra Samarinda mengevaluasi semua lini didalam tim, termasuk lini pertahanan.
Asisten pelatih Persisam Samarinda, Hendri Susilo akan melakukan evaluasi tim secara keseluruhan.
"Tim sudah ada di Medan. Baru besok kami akan melakukan kondisi. Semua tim siap untuk diturunkan. Namun kami hanya akan sedikit evaluasi dan melakukan perbaikan didalam tim ini," ujar Hendri.
Persisam belum bisa diperkuat oleh pemain asingnya seperti Luc Owana Zoa dan Srdjan Lopocic yang masih menunggu persetujuan dari federasi sepak bola negara sebelum dia bermain di Indonesia. Sedangkan Jerry Boima Karpeh dipastikan tidak tampil karena ITC pemain tersebut belum keluar.
Ketika ditanya pengaruh absennya ketiga pemain asing tersebut, coach Hendrie mengatakan, "tidak ada masalah, semua pemain kami siap untuk pertandigan nanti," tegasnya. (Saragih/DuniaSoccer)
Asisten pelatih Persisam Samarinda, Hendri Susilo akan melakukan evaluasi tim secara keseluruhan.
"Tim sudah ada di Medan. Baru besok kami akan melakukan kondisi. Semua tim siap untuk diturunkan. Namun kami hanya akan sedikit evaluasi dan melakukan perbaikan didalam tim ini," ujar Hendri.
Persisam belum bisa diperkuat oleh pemain asingnya seperti Luc Owana Zoa dan Srdjan Lopocic yang masih menunggu persetujuan dari federasi sepak bola negara sebelum dia bermain di Indonesia. Sedangkan Jerry Boima Karpeh dipastikan tidak tampil karena ITC pemain tersebut belum keluar.
Ketika ditanya pengaruh absennya ketiga pemain asing tersebut, coach Hendrie mengatakan, "tidak ada masalah, semua pemain kami siap untuk pertandigan nanti," tegasnya. (Saragih/DuniaSoccer)
Monday, December 5, 2011
Panen Kartu
MEDAN-Kemenangan di laga perdana Indonesia Super League (ISL) bagi PSMS Medan pupus. Memimpin 1 gol hingga menit ke-86, PSMS harus puas dengan hasil seri setelah pemain Mitra Kukar, Pierre Njanka, berhasil menyamakan kedudukan.
Laga yang dihelat di Stadion Teladan, Minggu (4/12) malam ini berlangsung keras. Sedikitnya delapan kartu kuning serta satu kartu merah dikeluarkan wasit Prasetyo Hadi untuk Isnan Ali.
Kemarin, PSMS dan Mitra Kukar memang memperagakan permainan terbuka. Namun, duel lebih sering terjadi di sektor tengah, sehingga tak banyak peluang untuk unggul lebih dulu yang tercipta bagi kedua tim.
Ribuan pecinta Ayam Kinantan bersorak kegirangan menjelang babak pertama usai. Tim kesayangan mereka berhasil unggul. Tendangan bebas Inkyun Oh disambut tandukan Luis Pena yang merobek jala kiper Mitra Kukar Hendro Kartiko.
Permainan PSMS dan Mitra Kukar tidak mengalami perubahan di babak kedua. Kendati demikian
tensi permainan makin meninggi. Sejumlah pelanggaran keras yang dilakukan membuat laga sempat terhenti beberapa kali.
Mitra Kukar yang berusaha mengejar ketertinggalan bermain lebih ngotot. Penetrasi Saktiawan Sinaga beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Kendati demikian, mereka gagal menceploskan bola ke gawang lawan.
Upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil empat menit menjelang pertandingan berakhir. Setelah menerima umpan Heru Nerly, Pierre Njanka kemudian melewati pemain belakang PSMS, sebelum akhirnya memperdayai kiper Markus Haris Maulana.
Selang tiga menit kemudian, Mitra Kukar harus kehilangan satu pemain setelah Isnan Ali diganjar kartu merah, karena melanggar Osas Saha yang berpeluang mencetak gol. Hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan.
Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim bersama ribuan penonton mengheningkan cipta. Doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sabtu pekan lalu. Kedua tim juga memakai ban hitam dilengan masing-masing tanda turut berduka atas tragedi yang terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, itu. “Kami berterimakasih kepada masyarakat Medan dan PSMS yang ikut merasakan kesedihan warga Kutai Kartanegara,” kata Arief Yanto, pelatih kiper Mitra Kukar.
Ribuan pendukung PSMS yang berdesakan di Stadion Teladan Medan hening sekitar satu menit. Seluruh bunyi-bunyian dari alat yang biasa dibunyikan untuk menyemangati penonton, berhenti seketika saat panitia mengumumkan hening cipta untuk korban Mahakam II. “Kita harus menghargai warga Kutai Kartanegara yang sedang berduka. Duka warga Kutai Kartanegara adalah duka kita juga,” kata Robert Simatupang, salah satu pendukung PSMS.(saz)
Laga yang dihelat di Stadion Teladan, Minggu (4/12) malam ini berlangsung keras. Sedikitnya delapan kartu kuning serta satu kartu merah dikeluarkan wasit Prasetyo Hadi untuk Isnan Ali.
Kemarin, PSMS dan Mitra Kukar memang memperagakan permainan terbuka. Namun, duel lebih sering terjadi di sektor tengah, sehingga tak banyak peluang untuk unggul lebih dulu yang tercipta bagi kedua tim.
Ribuan pecinta Ayam Kinantan bersorak kegirangan menjelang babak pertama usai. Tim kesayangan mereka berhasil unggul. Tendangan bebas Inkyun Oh disambut tandukan Luis Pena yang merobek jala kiper Mitra Kukar Hendro Kartiko.
Permainan PSMS dan Mitra Kukar tidak mengalami perubahan di babak kedua. Kendati demikian
tensi permainan makin meninggi. Sejumlah pelanggaran keras yang dilakukan membuat laga sempat terhenti beberapa kali.
Mitra Kukar yang berusaha mengejar ketertinggalan bermain lebih ngotot. Penetrasi Saktiawan Sinaga beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Kendati demikian, mereka gagal menceploskan bola ke gawang lawan.
Upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil empat menit menjelang pertandingan berakhir. Setelah menerima umpan Heru Nerly, Pierre Njanka kemudian melewati pemain belakang PSMS, sebelum akhirnya memperdayai kiper Markus Haris Maulana.
Selang tiga menit kemudian, Mitra Kukar harus kehilangan satu pemain setelah Isnan Ali diganjar kartu merah, karena melanggar Osas Saha yang berpeluang mencetak gol. Hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan.
Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim bersama ribuan penonton mengheningkan cipta. Doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sabtu pekan lalu. Kedua tim juga memakai ban hitam dilengan masing-masing tanda turut berduka atas tragedi yang terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, itu. “Kami berterimakasih kepada masyarakat Medan dan PSMS yang ikut merasakan kesedihan warga Kutai Kartanegara,” kata Arief Yanto, pelatih kiper Mitra Kukar.
Ribuan pendukung PSMS yang berdesakan di Stadion Teladan Medan hening sekitar satu menit. Seluruh bunyi-bunyian dari alat yang biasa dibunyikan untuk menyemangati penonton, berhenti seketika saat panitia mengumumkan hening cipta untuk korban Mahakam II. “Kita harus menghargai warga Kutai Kartanegara yang sedang berduka. Duka warga Kutai Kartanegara adalah duka kita juga,” kata Robert Simatupang, salah satu pendukung PSMS.(saz)
Panen Kartu
MEDAN-Kemenangan di laga perdana Indonesia Super League (ISL) bagi PSMS Medan pupus. Memimpin 1 gol hingga menit ke-86, PSMS harus puas dengan hasil seri setelah pemain Mitra Kukar, Pierre Njanka, berhasil menyamakan kedudukan.
Laga yang dihelat di Stadion Teladan, Minggu (4/12) malam ini berlangsung keras. Sedikitnya delapan kartu kuning serta satu kartu merah dikeluarkan wasit Prasetyo Hadi untuk Isnan Ali.
Kemarin, PSMS dan Mitra Kukar memang memperagakan permainan terbuka. Namun, duel lebih sering terjadi di sektor tengah, sehingga tak banyak peluang untuk unggul lebih dulu yang tercipta bagi kedua tim.
Ribuan pecinta Ayam Kinantan bersorak kegirangan menjelang babak pertama usai. Tim kesayangan mereka berhasil unggul. Tendangan bebas Inkyun Oh disambut tandukan Luis Pena yang merobek jala kiper Mitra Kukar Hendro Kartiko.
Permainan PSMS dan Mitra Kukar tidak mengalami perubahan di babak kedua. Kendati demikian
tensi permainan makin meninggi. Sejumlah pelanggaran keras yang dilakukan membuat laga sempat terhenti beberapa kali.
Mitra Kukar yang berusaha mengejar ketertinggalan bermain lebih ngotot. Penetrasi Saktiawan Sinaga beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Kendati demikian, mereka gagal menceploskan bola ke gawang lawan.
Upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil empat menit menjelang pertandingan berakhir. Setelah menerima umpan Heru Nerly, Pierre Njanka kemudian melewati pemain belakang PSMS, sebelum akhirnya memperdayai kiper Markus Haris Maulana.
Selang tiga menit kemudian, Mitra Kukar harus kehilangan satu pemain setelah Isnan Ali diganjar kartu merah, karena melanggar Osas Saha yang berpeluang mencetak gol. Hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan.
Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim bersama ribuan penonton mengheningkan cipta. Doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sabtu pekan lalu. Kedua tim juga memakai ban hitam dilengan masing-masing tanda turut berduka atas tragedi yang terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, itu. “Kami berterimakasih kepada masyarakat Medan dan PSMS yang ikut merasakan kesedihan warga Kutai Kartanegara,” kata Arief Yanto, pelatih kiper Mitra Kukar.
Ribuan pendukung PSMS yang berdesakan di Stadion Teladan Medan hening sekitar satu menit. Seluruh bunyi-bunyian dari alat yang biasa dibunyikan untuk menyemangati penonton, berhenti seketika saat panitia mengumumkan hening cipta untuk korban Mahakam II. “Kita harus menghargai warga Kutai Kartanegara yang sedang berduka. Duka warga Kutai Kartanegara adalah duka kita juga,” kata Robert Simatupang, salah satu pendukung PSMS.(saz)
Laga yang dihelat di Stadion Teladan, Minggu (4/12) malam ini berlangsung keras. Sedikitnya delapan kartu kuning serta satu kartu merah dikeluarkan wasit Prasetyo Hadi untuk Isnan Ali.
Kemarin, PSMS dan Mitra Kukar memang memperagakan permainan terbuka. Namun, duel lebih sering terjadi di sektor tengah, sehingga tak banyak peluang untuk unggul lebih dulu yang tercipta bagi kedua tim.
Ribuan pecinta Ayam Kinantan bersorak kegirangan menjelang babak pertama usai. Tim kesayangan mereka berhasil unggul. Tendangan bebas Inkyun Oh disambut tandukan Luis Pena yang merobek jala kiper Mitra Kukar Hendro Kartiko.
Permainan PSMS dan Mitra Kukar tidak mengalami perubahan di babak kedua. Kendati demikian
tensi permainan makin meninggi. Sejumlah pelanggaran keras yang dilakukan membuat laga sempat terhenti beberapa kali.
Mitra Kukar yang berusaha mengejar ketertinggalan bermain lebih ngotot. Penetrasi Saktiawan Sinaga beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Kendati demikian, mereka gagal menceploskan bola ke gawang lawan.
Upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil empat menit menjelang pertandingan berakhir. Setelah menerima umpan Heru Nerly, Pierre Njanka kemudian melewati pemain belakang PSMS, sebelum akhirnya memperdayai kiper Markus Haris Maulana.
Selang tiga menit kemudian, Mitra Kukar harus kehilangan satu pemain setelah Isnan Ali diganjar kartu merah, karena melanggar Osas Saha yang berpeluang mencetak gol. Hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan.
Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim bersama ribuan penonton mengheningkan cipta. Doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sabtu pekan lalu. Kedua tim juga memakai ban hitam dilengan masing-masing tanda turut berduka atas tragedi yang terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, itu. “Kami berterimakasih kepada masyarakat Medan dan PSMS yang ikut merasakan kesedihan warga Kutai Kartanegara,” kata Arief Yanto, pelatih kiper Mitra Kukar.
Ribuan pendukung PSMS yang berdesakan di Stadion Teladan Medan hening sekitar satu menit. Seluruh bunyi-bunyian dari alat yang biasa dibunyikan untuk menyemangati penonton, berhenti seketika saat panitia mengumumkan hening cipta untuk korban Mahakam II. “Kita harus menghargai warga Kutai Kartanegara yang sedang berduka. Duka warga Kutai Kartanegara adalah duka kita juga,” kata Robert Simatupang, salah satu pendukung PSMS.(saz)
PSMS IPL Pelatih Asal Italia Isi Posisi Khaidir
Kebijakan baru diputuskan manajemen PSMS Medan menghadapi lanjutan Indonesian Premier League (IPL). Posisi arsitek yang sebelumnya ditangani M Khaidir akan dibesut pelatih asal Italia.
Tim berjuluk Ayam Kinantan ini terus membenahi internal timnya setelah kekalahan beruntun yang dialami PSMS pada lanjutan Kompetisi IPL baru-baru ini.Penggantian posisi pelatih kepala tersebut kini menjadi perbincangan hangat.Wajar saja, tim yang sudah mulai kompak di tangan prajurit TNI berpangkat pembantu letnan dua (Pelda) itu harus kembali memulai dari awal.
Kehadiran pelatih asing yang notabene merupakan sosok yang belum pernah merasakan atmosfer sepak bola di Indonesia patut dipertanyakan.Namun,Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat menanggapi berbeda. Ditemui kemarin,Freddy mengatakan, pembentukan tim yang cukup singkat telah disepakati hanya berlaku sementara untuk dibenahi pada saat kompetisi berjalan.
“Dari awal pembentukan,kami berkomitmen bahwa manajemen ini hanya berlaku sementara waktu.Karena,sampai waktu dibentuk,status manajemen belum jelas,termasuk saya (CEO).Sementara ini belum permanen dan sekarang baru kami membentuk manajemen yang permanen termasuk pelatih,”ujarnya.
Tidak hanya manajemen,kondisi sementara juga menurutnya terjadi pada posisi pelatih yang sebelumnya dititahkan kepada M Khaidir.“Kami sudah mufakat, termasuk pelatih.Dia (M Khaidir) juga tidak sakit hati dan mengalah,”katanya. Menurut Freddy,M Khaidir yang membentuk tim tidak akan dilengserkan. Khaidir akan berperan sebagai asisten pelatih bersama Edy Syahputra.M Khaidir tetap akan jadi asisten karena dia yang tahu tim ini seperti apa,”sebut mantan pemain PSMS era 1980-an tersebut.
Dia meyakini antara M Khaidir dan pelatih asal Italia tersebut bakal terjalin kecocokan. “Intinya begini,pelatih Italia itu datang untuk membenahi skuad PSMS.Jadi,dengan begitu, dia tentu akan bekerja sama dengan semua pihak,termasuk M Khaidir,”tutur Freddy. Freddy mengaku belum berani menyebutkan nama pelatih tersebut lantaran sudah menjadi kesepakatan dengan manajemen PSMS.“Nanti saja,tunggu sudah deal baru dipublikasikan.Itu yang dia minta dan kami sudah menyetujuinya.Tidak etis kalau kami langgar,”ungkapnya.
Sementara M Khaidir mengaku sejak awal memang diproyeksikan sebagai asisten pelatih. “Sejak awal,saya memang diproyeksikan jadi asisten pelatih.Enggak ada masalah kalau harus mendampingi pelatih asing.Pagi ini,latihan akan digelar di Stadion TD Pardede dan mungkin pelatih baru akan hadir,”ungkapnya. (Syukri Amal/Sindo)
Tim berjuluk Ayam Kinantan ini terus membenahi internal timnya setelah kekalahan beruntun yang dialami PSMS pada lanjutan Kompetisi IPL baru-baru ini.Penggantian posisi pelatih kepala tersebut kini menjadi perbincangan hangat.Wajar saja, tim yang sudah mulai kompak di tangan prajurit TNI berpangkat pembantu letnan dua (Pelda) itu harus kembali memulai dari awal.
Kehadiran pelatih asing yang notabene merupakan sosok yang belum pernah merasakan atmosfer sepak bola di Indonesia patut dipertanyakan.Namun,Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat menanggapi berbeda. Ditemui kemarin,Freddy mengatakan, pembentukan tim yang cukup singkat telah disepakati hanya berlaku sementara untuk dibenahi pada saat kompetisi berjalan.
“Dari awal pembentukan,kami berkomitmen bahwa manajemen ini hanya berlaku sementara waktu.Karena,sampai waktu dibentuk,status manajemen belum jelas,termasuk saya (CEO).Sementara ini belum permanen dan sekarang baru kami membentuk manajemen yang permanen termasuk pelatih,”ujarnya.
Tidak hanya manajemen,kondisi sementara juga menurutnya terjadi pada posisi pelatih yang sebelumnya dititahkan kepada M Khaidir.“Kami sudah mufakat, termasuk pelatih.Dia (M Khaidir) juga tidak sakit hati dan mengalah,”katanya. Menurut Freddy,M Khaidir yang membentuk tim tidak akan dilengserkan. Khaidir akan berperan sebagai asisten pelatih bersama Edy Syahputra.M Khaidir tetap akan jadi asisten karena dia yang tahu tim ini seperti apa,”sebut mantan pemain PSMS era 1980-an tersebut.
Dia meyakini antara M Khaidir dan pelatih asal Italia tersebut bakal terjalin kecocokan. “Intinya begini,pelatih Italia itu datang untuk membenahi skuad PSMS.Jadi,dengan begitu, dia tentu akan bekerja sama dengan semua pihak,termasuk M Khaidir,”tutur Freddy. Freddy mengaku belum berani menyebutkan nama pelatih tersebut lantaran sudah menjadi kesepakatan dengan manajemen PSMS.“Nanti saja,tunggu sudah deal baru dipublikasikan.Itu yang dia minta dan kami sudah menyetujuinya.Tidak etis kalau kami langgar,”ungkapnya.
Sementara M Khaidir mengaku sejak awal memang diproyeksikan sebagai asisten pelatih. “Sejak awal,saya memang diproyeksikan jadi asisten pelatih.Enggak ada masalah kalau harus mendampingi pelatih asing.Pagi ini,latihan akan digelar di Stadion TD Pardede dan mungkin pelatih baru akan hadir,”ungkapnya. (Syukri Amal/Sindo)
PSMS yakin 4-besar ISL
MEDAN - Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa optimistis dapat membangkitkan kembali kejayaan klub kebanggaan masyarakat Kota Medan itu seperti ketika berlaga di era kompetisi perserikatan.
"Bermaterikan pemain yang ada sekarang ini, saya yakin kejayaan PSMS dapat diraih kembali seperti masa-masa lalu," katanya di Medan.
Untuk itu, lanjut dia, dukungan dari masyarakat Kota Medan terutama para sporter fanatik "Ayam Kinantan" (Julukan PSMS Medan-red) seperti Smeck Hooligan, Kampak FC dan PSMS Fans Club sangat dibutuhkan. Menurut dia, PSMS Medan adalah salah satu tim besar yang sudah punya nama di Indonesia namun dalam beberapa tahun belakangan prestasi PSMS jauh dari yang diharapkan layaknya ketika jaya-jayanya diera 1980-an.
"Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita bangkitkan kembali PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.
Sementara berbicara mengenai target di ISl, pria yang pernah menangani Persiram Raja Ampat ini mengatakan, dirinya optimistis klub yang ditanganinya itu dapat menembus delapan besar, bahkan ia juga berkeyakinan timnya dapat bertengger di empat besar. "Kalau pemain fokus, saya yakin PSMS bisa menembus empat besar. Saya tidak mau banyak cakap, yang penting kami tetap mendapat dukungan dari semua masyarakat di kota ini dan kami yakin dapat mewujudkan harapan besar itu," katanya.
PSMS Medan sendiri akan melakoni laga perdana Minggu (4/12) melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan. Bermain di depan publik sendiri, tentunya menjadi tenaga tambahan bagi Osas Saha dan kawan-kawan. "Dukungan dari penonton dilaga perdana melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan sangat kami butuhkan. Kami akan petik poin tiga angka di kandang demi menyenangkan masyarakat Kota Medan," katanya.
Sementara sang kapten, Markus Haris Maulana mengatakan, berbeda dengan kompetisi sebelumnya, skuad PSMS tahun ini tampil beda dengan rata-rata diperkuat oleh pemain muka baru. "Dengan materi pemain yang ada seperti sekarang ini, saya yakin PSMS dapat bertahan di papan atas, tentunya dukungan dari pecinta PSMS tetap kami butuhkan," katanya.
Nama-nama pemain yang memperkuat PSMS Medan di ISL 2011/2011 yakni kiper Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro. Kemudian Sasa Zecevic, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika dan Osas Saha.
(dat06/antara)
"Bermaterikan pemain yang ada sekarang ini, saya yakin kejayaan PSMS dapat diraih kembali seperti masa-masa lalu," katanya di Medan.
Untuk itu, lanjut dia, dukungan dari masyarakat Kota Medan terutama para sporter fanatik "Ayam Kinantan" (Julukan PSMS Medan-red) seperti Smeck Hooligan, Kampak FC dan PSMS Fans Club sangat dibutuhkan. Menurut dia, PSMS Medan adalah salah satu tim besar yang sudah punya nama di Indonesia namun dalam beberapa tahun belakangan prestasi PSMS jauh dari yang diharapkan layaknya ketika jaya-jayanya diera 1980-an.
"Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita bangkitkan kembali PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.
Sementara berbicara mengenai target di ISl, pria yang pernah menangani Persiram Raja Ampat ini mengatakan, dirinya optimistis klub yang ditanganinya itu dapat menembus delapan besar, bahkan ia juga berkeyakinan timnya dapat bertengger di empat besar. "Kalau pemain fokus, saya yakin PSMS bisa menembus empat besar. Saya tidak mau banyak cakap, yang penting kami tetap mendapat dukungan dari semua masyarakat di kota ini dan kami yakin dapat mewujudkan harapan besar itu," katanya.
PSMS Medan sendiri akan melakoni laga perdana Minggu (4/12) melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan. Bermain di depan publik sendiri, tentunya menjadi tenaga tambahan bagi Osas Saha dan kawan-kawan. "Dukungan dari penonton dilaga perdana melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan sangat kami butuhkan. Kami akan petik poin tiga angka di kandang demi menyenangkan masyarakat Kota Medan," katanya.
Sementara sang kapten, Markus Haris Maulana mengatakan, berbeda dengan kompetisi sebelumnya, skuad PSMS tahun ini tampil beda dengan rata-rata diperkuat oleh pemain muka baru. "Dengan materi pemain yang ada seperti sekarang ini, saya yakin PSMS dapat bertahan di papan atas, tentunya dukungan dari pecinta PSMS tetap kami butuhkan," katanya.
Nama-nama pemain yang memperkuat PSMS Medan di ISL 2011/2011 yakni kiper Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro. Kemudian Sasa Zecevic, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika dan Osas Saha.
(dat06/antara)
Kemenpora Kucurkan Rp10 M Untuk Renovasi Stadion Teladan
Stadion Teladan yang dibangun 1950 dan kelar dibangun 1953 silam kondisinya nyaris masih serupa. Tak ada pembenahan berarti untuk menyongsong perkembangan zaman. Dibanding stadion lain di tanah air, Stadion Teladan yang dulu sempat masuk lima besar stadion megah di negeri ini, kondisinya sangat memprihatinkan.
Nyaris seluruh masyarakat Medan pasti tidak akan lagi kaget ketika ada info laga di Teladan ditunda lantaran lapangan stadion banjir. Hujan deras sedikit saja bisa menenggelemkan sepatu pemain. Itulah kondisi terkini stadion yang dibangun untuk turut menyokong kegiatan PON III tahun 1953.
Berulang kali publik minta stadion ini dipercantik, tak harus megah namun cukuplah untuk menampung kenyamanan penonton. Bahkan perwakilan Asian Football Confederation (AFC) akhir September lalu mempertegas bahwa Stadion Teladan memang harus direnovasi untuk menjamin bisa menggelar laga di liga profesional.
Alasan klasik selalu diapungkan stake holder kota Medan. Yakni tak ada pos anggaran renovasi. Bak dapat hujan di tengah kemarau, Pemko Medan tiba-tiba bilang bahwa mereka berhasil mendekati Kementrian Pemuda dan Olahraga alias Kemenpora yang dipimpin Andi Malarangeng. Lewat ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis didapat kepastian bahwa Kemenpora siap menggelontorkan dana sebesar Rp10.927.000.000, untuk merenovasi stadion yang usainya sudah 58 tahun itu.
Menurut pria yang akrab disapa Opung itu, pihaknya beserta panitia renovasi Stadion Teladan yang dibentuk Wali Kota Medan Rahudman Harahap mendapat persetujuan memakai anggaran Kemenpora sebesar Rp10 miliar lebih, dari dana renovasi bangunan olahraga bersejarah.
(ful/sumutpos)
Nyaris seluruh masyarakat Medan pasti tidak akan lagi kaget ketika ada info laga di Teladan ditunda lantaran lapangan stadion banjir. Hujan deras sedikit saja bisa menenggelemkan sepatu pemain. Itulah kondisi terkini stadion yang dibangun untuk turut menyokong kegiatan PON III tahun 1953.
Berulang kali publik minta stadion ini dipercantik, tak harus megah namun cukuplah untuk menampung kenyamanan penonton. Bahkan perwakilan Asian Football Confederation (AFC) akhir September lalu mempertegas bahwa Stadion Teladan memang harus direnovasi untuk menjamin bisa menggelar laga di liga profesional.
Alasan klasik selalu diapungkan stake holder kota Medan. Yakni tak ada pos anggaran renovasi. Bak dapat hujan di tengah kemarau, Pemko Medan tiba-tiba bilang bahwa mereka berhasil mendekati Kementrian Pemuda dan Olahraga alias Kemenpora yang dipimpin Andi Malarangeng. Lewat ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis didapat kepastian bahwa Kemenpora siap menggelontorkan dana sebesar Rp10.927.000.000, untuk merenovasi stadion yang usainya sudah 58 tahun itu.
Menurut pria yang akrab disapa Opung itu, pihaknya beserta panitia renovasi Stadion Teladan yang dibentuk Wali Kota Medan Rahudman Harahap mendapat persetujuan memakai anggaran Kemenpora sebesar Rp10 miliar lebih, dari dana renovasi bangunan olahraga bersejarah.
(ful/sumutpos)
Imbangi PSMS 1-1 Njanka Selamatkan Mitra dari Kekalahan
PSMS Medan dan Mitra Kukar harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan, Minggu 4 Desember 2011.
Pertandingan keras terjadi sejak babak pertama. Tercatat wasit Prasetyo Hadi harus mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah di laga ini. Kartu merah diterima bek Mitra Kukar Isnan Ali pada menit ke-89.
PSMS sempat memimpin pertandingan sejak menit ke-44 melalui sundulan striker Luis Pena yang memanfaatkan tendangan bebas In Kyun Oh. Pena berhasil mengalahkan Hendro dalam duel udara. PSMS pun unggul 1-0 hingga jeda babak pertama.
Di babak kedua tempo permainan tidak berubah, dan baik PSMS dan Mitra Kukar tetap menunjukkan permainan kasar. Pelatih Mitra Kukar, Simon McMenemy, sempat terlihat beberapa kali berteriak di pinggir lapangan karena tidak puas dengan keputusan wasit Prasetyo Hadi.
Hujan yang turun di babak kedua membuat pertandingan semakin memanas. Mitra Kukar yang bermaterikan pemain-pemain Timnas Indonesia akhirnya baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-86.
Berawal dari tendangan Heru Nerly, bola kemudian jatuh ke kaki Pierre Njanka. Bek asal Kamerun tersebut kemudian mengecoh satu pemain belakang PSMS dan kiper Markus Haris Maulana. Njanka kemudian melepaskan tendangan kaki kiri yang menggetarkan gawang tim tuan rumah.
Menit ke-89, Mitra Kukar harus bermain dengan 10 pemain setelah Isnan Ali melakukan pelanggaran profesional terhadap Osas Saha yang tinggal berhadapan dengan kiper Hendro Kartiko. Beruntung Mitra Kukar berhasil mempertahankan kedudukan 1-1 hingga laga usai dan sukses mencuri satu poin di laga ini.
Susunan Pemain
PSMS Medan: Markus Haris Maulana; Rahmad, Sasa Zasevic, Novi Handriawan, Wawan Widiantoto; Anton Samba, Zainal Anwar; Zulkarnain, Luis Pena, In Kyun Oh; Osas Saha.
Mitra Kukar: Hendro Kartiko; Z Gamal, Pierre Njanka, Hamka Hamzah, Isnan Ali; Arif Suyono, Ahmad Bustomi, Ardan Aras, Zulham Zamrun; Jajang Mulyana (Anindito, Bobby Satria, 93), Saktiawan Sinaga (Heru Nerly, 60). (Haryanto Tri Wibowo/Vivanews)
Pertandingan keras terjadi sejak babak pertama. Tercatat wasit Prasetyo Hadi harus mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah di laga ini. Kartu merah diterima bek Mitra Kukar Isnan Ali pada menit ke-89.
PSMS sempat memimpin pertandingan sejak menit ke-44 melalui sundulan striker Luis Pena yang memanfaatkan tendangan bebas In Kyun Oh. Pena berhasil mengalahkan Hendro dalam duel udara. PSMS pun unggul 1-0 hingga jeda babak pertama.
Di babak kedua tempo permainan tidak berubah, dan baik PSMS dan Mitra Kukar tetap menunjukkan permainan kasar. Pelatih Mitra Kukar, Simon McMenemy, sempat terlihat beberapa kali berteriak di pinggir lapangan karena tidak puas dengan keputusan wasit Prasetyo Hadi.
Hujan yang turun di babak kedua membuat pertandingan semakin memanas. Mitra Kukar yang bermaterikan pemain-pemain Timnas Indonesia akhirnya baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-86.
Berawal dari tendangan Heru Nerly, bola kemudian jatuh ke kaki Pierre Njanka. Bek asal Kamerun tersebut kemudian mengecoh satu pemain belakang PSMS dan kiper Markus Haris Maulana. Njanka kemudian melepaskan tendangan kaki kiri yang menggetarkan gawang tim tuan rumah.
Menit ke-89, Mitra Kukar harus bermain dengan 10 pemain setelah Isnan Ali melakukan pelanggaran profesional terhadap Osas Saha yang tinggal berhadapan dengan kiper Hendro Kartiko. Beruntung Mitra Kukar berhasil mempertahankan kedudukan 1-1 hingga laga usai dan sukses mencuri satu poin di laga ini.
Susunan Pemain
PSMS Medan: Markus Haris Maulana; Rahmad, Sasa Zasevic, Novi Handriawan, Wawan Widiantoto; Anton Samba, Zainal Anwar; Zulkarnain, Luis Pena, In Kyun Oh; Osas Saha.
Mitra Kukar: Hendro Kartiko; Z Gamal, Pierre Njanka, Hamka Hamzah, Isnan Ali; Arif Suyono, Ahmad Bustomi, Ardan Aras, Zulham Zamrun; Jajang Mulyana (Anindito, Bobby Satria, 93), Saktiawan Sinaga (Heru Nerly, 60). (Haryanto Tri Wibowo/Vivanews)
Saturday, December 3, 2011
Raja Isa Optimistis Bangkitkan Kejayaan PSMS
Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa optimistis dapat membangkitkan kembali kejayaan klub kebanggaan masyarakat Kota Medan itu seperti ketika berlaga di era kompetisi perserikatan.
"Dengan bermaterikan pemain yang ada sekarang ini, saya yakin kejayaan PSMS dapat diraih kembali seperti masa-masa lalu," katanya di Medan Jumat malam usai perkenalan skuad PSMS kepada masyarakat Medan yang akan berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan Medan.
Untuk itu, lanjut dia, dukungan dari masyarakat Kota Medan terutama para sporter fanatik "Ayam Kinantan" (Julukan PSMS Medan-red) seperti Smeck Holigan, Kampak FC dan PSMS Fans Club sangat dibutuhkan.
Menurut dia, PSMS Medan adalah salah satu tim besar yang sudah punya nama di Indonesia namun dalam beberapa tahun belakangan prestasi PSMS jauh dari yang diharapkan layaknya ketika jaya-jayanya diera 1980-an.
"Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita bangkitkan kembali PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.
Sementara berbicara mengenai target di ISl, pria yang pernah menangani Persiram Raja Ampat ini mengatakan, dirinya optimistis klub yang ditanganinya itu dapat menembus delapan besar, bahkan ia juga berkeyakinan timnya dapat bertengger di empat besar.
"Kalau pemain fokus, saya yakin PSMS bisa menembus empat besar. Saya tidak mau banyak cakap, yang penting kami tetap mendapat dukungan dari semua masyarakat di kota ini dan kami yakin dapat mewujudkan harapan besar itu," katanya.
PSMS Medan sendiri akan melakoni laga perdana Minggu (4/12) melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan. Bermain di depan publik sendiri, tentunya menjadi tenaga tambahan bagi Osas Saha dan kawan-kawan.
"Dukungan dari penonton dilaga perdana melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan sangat kami butuhkan. Kami akan petik poin tiga angka di kandang demi menyenangkan masyarakat Kota Medan," katanya.
Sementara sang kapten, Markus Haris Maulana mengatakan, berbeda dengan kompetisi sebelumnya, skuad PSMS tahun ini tampil beda dengan rata-rata diperkuat oleh pemain muka baru.
"Dengan materi pemain yang ada seperti sekarang ini, saya yakin PSMS dapat bertahan di papan atas, tentunya dukungan dari pecinta PSMS tetap kami butuhkan," katanya.
Nama-nama pemain yang memperkuat PSMS Medan di ISL 2011/2011 yakni kiper Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro.
Kemudian Sasa Zecevic, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika dan Osas Saha.
(antara)
"Dengan bermaterikan pemain yang ada sekarang ini, saya yakin kejayaan PSMS dapat diraih kembali seperti masa-masa lalu," katanya di Medan Jumat malam usai perkenalan skuad PSMS kepada masyarakat Medan yang akan berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan Medan.
Untuk itu, lanjut dia, dukungan dari masyarakat Kota Medan terutama para sporter fanatik "Ayam Kinantan" (Julukan PSMS Medan-red) seperti Smeck Holigan, Kampak FC dan PSMS Fans Club sangat dibutuhkan.
Menurut dia, PSMS Medan adalah salah satu tim besar yang sudah punya nama di Indonesia namun dalam beberapa tahun belakangan prestasi PSMS jauh dari yang diharapkan layaknya ketika jaya-jayanya diera 1980-an.
"Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita bangkitkan kembali PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.
Sementara berbicara mengenai target di ISl, pria yang pernah menangani Persiram Raja Ampat ini mengatakan, dirinya optimistis klub yang ditanganinya itu dapat menembus delapan besar, bahkan ia juga berkeyakinan timnya dapat bertengger di empat besar.
"Kalau pemain fokus, saya yakin PSMS bisa menembus empat besar. Saya tidak mau banyak cakap, yang penting kami tetap mendapat dukungan dari semua masyarakat di kota ini dan kami yakin dapat mewujudkan harapan besar itu," katanya.
PSMS Medan sendiri akan melakoni laga perdana Minggu (4/12) melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan. Bermain di depan publik sendiri, tentunya menjadi tenaga tambahan bagi Osas Saha dan kawan-kawan.
"Dukungan dari penonton dilaga perdana melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan sangat kami butuhkan. Kami akan petik poin tiga angka di kandang demi menyenangkan masyarakat Kota Medan," katanya.
Sementara sang kapten, Markus Haris Maulana mengatakan, berbeda dengan kompetisi sebelumnya, skuad PSMS tahun ini tampil beda dengan rata-rata diperkuat oleh pemain muka baru.
"Dengan materi pemain yang ada seperti sekarang ini, saya yakin PSMS dapat bertahan di papan atas, tentunya dukungan dari pecinta PSMS tetap kami butuhkan," katanya.
Nama-nama pemain yang memperkuat PSMS Medan di ISL 2011/2011 yakni kiper Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro.
Kemudian Sasa Zecevic, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika dan Osas Saha.
(antara)
PSMS ISL cari untung dari tiket
MEDAN - Antusias penonton yang tinggi selama perhelatan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 menjadi pertimbangan Panitia Penyelenggara Laga Kandang PSMS yang tampil di Indonesia Super League (ISL) menaikkan harga tiket. Harga tiket termurah mulai Rp30 ribu hingga Rp100 ribu.
Harga tiket itu berlaku mulai laga kandang kontra Mitra Kukar, Minggu nanti. Sebanyak 30 ribu lembar tiket telah dicetak dengan rincian Rp30 ribu (tribun terbuka), Rp60 ribu (tribun tertutup), dan Rp100 ribu (VIP dan VVIP). Sebagai perbandingan musim sebelumnya, tiket tribun terbuka Rp20 ribu, tertutup Rp50 ribu, dan VIP Rp75 ribu.
Sebelumnya, harga tiket PSMS Rp40 ribu untuk tribun terbuka, Rp75 ribu (tertutup), dan Rp100 ribu untuk VIP dan VVIP. Namun setelah Sekretaris Umum PSMS, Idris, mengajak wartawan berdiskusi baru-baru ini, harga tiket pun diturunkan. "Tahun lalu saja saat Divisi Utama penonton penuh. Apalagi kita berada di liga tertinggi (ISL) penonton pasti tidak ragu," katanya tadi malam.
Namun share soal harga tiket baru dilakukan setelah tiket tercetak. Pantauan Waspada Online, pada tiket masih tertera harga sebelumnya. Menanggapi ini, Ketua Panpel Safril membenarkan tiket sudah dicetak dengan harga lama. Namun pihaknya sepakat membuat diskon. "Begini, memang tiket sudah dicetak. Tapi hasil kesepakatan memutuskan kita membuat kebijakan diskon. Kita sudah berkoordinasi dengan petugas-petugas loket yang ditugaskan," ujarnya.
Namun tidak tertera stempel diskon pada tiket sehingga tidak menutup kemungkinan bisa dimanipulasi di lapangan. Klub-klub suporter memperoleh jatah 2000 tiket dengan potongan khusus pula. Saat ini, PSMS didukung tiga kelompok suporter, yakni Kampak FC, PSMS Fans Club, dan SMeCK Hooligan.
Sangat disayangkan kenaikan harga tiket terjadi saat kondisi finansial PSMS jauh membaik dibanding musim lalu. Pasalnya, musim ini Ayam Kinantan didukung sponsor utama dalam diri Bakrie Sumatera Plantations.
Sementara itu, Walikota Medan, Rahudman Harahap, mengajak masyarakat khususnya publik sepakbola Kota Medan mendukung PSMS agar dapat meraih prestasi maksimal pada kiprahnya di kompetisi ISL musim 2011/2012.
Di laga perdananya, Osas Saha cs akan menjamu Mitra Kukar di Stadion Teladan, Minggu pukul 19.00 WIB. Menurut Ketua Umum PSMS itu, tidak ada istilah selain timnya harus menang.
Harga tiket itu berlaku mulai laga kandang kontra Mitra Kukar, Minggu nanti. Sebanyak 30 ribu lembar tiket telah dicetak dengan rincian Rp30 ribu (tribun terbuka), Rp60 ribu (tribun tertutup), dan Rp100 ribu (VIP dan VVIP). Sebagai perbandingan musim sebelumnya, tiket tribun terbuka Rp20 ribu, tertutup Rp50 ribu, dan VIP Rp75 ribu.
Sebelumnya, harga tiket PSMS Rp40 ribu untuk tribun terbuka, Rp75 ribu (tertutup), dan Rp100 ribu untuk VIP dan VVIP. Namun setelah Sekretaris Umum PSMS, Idris, mengajak wartawan berdiskusi baru-baru ini, harga tiket pun diturunkan. "Tahun lalu saja saat Divisi Utama penonton penuh. Apalagi kita berada di liga tertinggi (ISL) penonton pasti tidak ragu," katanya tadi malam.
Namun share soal harga tiket baru dilakukan setelah tiket tercetak. Pantauan Waspada Online, pada tiket masih tertera harga sebelumnya. Menanggapi ini, Ketua Panpel Safril membenarkan tiket sudah dicetak dengan harga lama. Namun pihaknya sepakat membuat diskon. "Begini, memang tiket sudah dicetak. Tapi hasil kesepakatan memutuskan kita membuat kebijakan diskon. Kita sudah berkoordinasi dengan petugas-petugas loket yang ditugaskan," ujarnya.
Namun tidak tertera stempel diskon pada tiket sehingga tidak menutup kemungkinan bisa dimanipulasi di lapangan. Klub-klub suporter memperoleh jatah 2000 tiket dengan potongan khusus pula. Saat ini, PSMS didukung tiga kelompok suporter, yakni Kampak FC, PSMS Fans Club, dan SMeCK Hooligan.
Sangat disayangkan kenaikan harga tiket terjadi saat kondisi finansial PSMS jauh membaik dibanding musim lalu. Pasalnya, musim ini Ayam Kinantan didukung sponsor utama dalam diri Bakrie Sumatera Plantations.
Sementara itu, Walikota Medan, Rahudman Harahap, mengajak masyarakat khususnya publik sepakbola Kota Medan mendukung PSMS agar dapat meraih prestasi maksimal pada kiprahnya di kompetisi ISL musim 2011/2012.
Di laga perdananya, Osas Saha cs akan menjamu Mitra Kukar di Stadion Teladan, Minggu pukul 19.00 WIB. Menurut Ketua Umum PSMS itu, tidak ada istilah selain timnya harus menang.
PSMS kenalkan skuad ISL
MEDAN - PSMS Medan yang dipersiapkan menghadapi Indonesian Super League (ISL) resmi diperkenalkan ke publik sepakbola Medan dalam launching di pelataran parkir Stadion Teladan, Jumat malam.
Sebelumnya, pemain bersama pelatih dan manajemen lebih dulu diarak naik odong-odong dari Stadion Kebun Bunga Medan. Sesampainya di Teladan, sorak sorai pun pecah saat kedatangan Markus Haris Maulana cs.
Tak lama kemudian, pemain diperkenalkan satu per satu ke hadapan publik. Mulai dari Markus selaku kapten tim sampai gelandang Korsel, In kyun Oh, naik ke atas panggung diiringi tepuk tangan penonton. Begitu juga dengan Pelatih Raja Isa dan Benny Tomasoa (manajer tim).
Sayang, MC lupa menyebutkan nama trio asisten pelatih yang selama ini bekerja keras dalam pembentukan skuad jelang kedatangan Raja Isa, yakni Suharto, Roekinoy dan Sugiar. Begitu juga dengan Sekretaris Tim yang dipercayakan kepada Fitya Hamdi. Kondisi ini pun membuat wartawan peliput spontan berteriak agar MC memanggil Suharto cs ke panggung.
Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Medan, Kadispora Hanas Hasibuan berharap PSMS ISL dapat mengulang kejayaan masa lampau. Sementara itu, Pelatih Raja Isa berharap PSMS punya nama besar di Indonesia dan suporter juga tetap mendukung tim demi kemajuannya ke depan.
"Kita juga berharap tetap ada dukungan dari manajemen dan yang paling penting oleh media," tegas pelatih asal Negeri Jiran juga menargetkan PSMS mampu menempati posisi delapan besar.
"Tak menutup kemungkinan kita bisa berada di posisi empat besar bahkan
juara. Namun, ini tetap harus menuai dukungan dari masyarakat Kota Medan," katanya sembari mengajak masyarakat beramai-ramai memberi dukungan untuk PSMS melawan Mitra Kukar pada Minggu besok.
Skuad PSMS ISL
Markus Haris Maulana (c), Eddy Kurnia, Alrian Suhabi (kiper); Novi Handrawan, Eko Prasetyo Ariyanto, Ledi Utomo, Sasa Zecevic, Ramadhan Syahputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro (belakang); Zainal Anwar, In Kyun Oh, Anton Samba, Zulkarnaen, Masruin Al Massi, Sulaiman Alamsyah Nasution, Muhammad Antoni, Jimmy Mak (tengah), Luis Alejandro Peria, Rubben, Toni Cussel, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Niko Ostanika, Ikpefua Osas M Saha (depan)
Pemain magang: Wiganda Pradika (PSMS U-21) dan Ananias Fingkreuw (Persipura U-21)
Sebelumnya, pemain bersama pelatih dan manajemen lebih dulu diarak naik odong-odong dari Stadion Kebun Bunga Medan. Sesampainya di Teladan, sorak sorai pun pecah saat kedatangan Markus Haris Maulana cs.
Tak lama kemudian, pemain diperkenalkan satu per satu ke hadapan publik. Mulai dari Markus selaku kapten tim sampai gelandang Korsel, In kyun Oh, naik ke atas panggung diiringi tepuk tangan penonton. Begitu juga dengan Pelatih Raja Isa dan Benny Tomasoa (manajer tim).
Sayang, MC lupa menyebutkan nama trio asisten pelatih yang selama ini bekerja keras dalam pembentukan skuad jelang kedatangan Raja Isa, yakni Suharto, Roekinoy dan Sugiar. Begitu juga dengan Sekretaris Tim yang dipercayakan kepada Fitya Hamdi. Kondisi ini pun membuat wartawan peliput spontan berteriak agar MC memanggil Suharto cs ke panggung.
Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Medan, Kadispora Hanas Hasibuan berharap PSMS ISL dapat mengulang kejayaan masa lampau. Sementara itu, Pelatih Raja Isa berharap PSMS punya nama besar di Indonesia dan suporter juga tetap mendukung tim demi kemajuannya ke depan.
"Kita juga berharap tetap ada dukungan dari manajemen dan yang paling penting oleh media," tegas pelatih asal Negeri Jiran juga menargetkan PSMS mampu menempati posisi delapan besar.
"Tak menutup kemungkinan kita bisa berada di posisi empat besar bahkan
juara. Namun, ini tetap harus menuai dukungan dari masyarakat Kota Medan," katanya sembari mengajak masyarakat beramai-ramai memberi dukungan untuk PSMS melawan Mitra Kukar pada Minggu besok.
Skuad PSMS ISL
Markus Haris Maulana (c), Eddy Kurnia, Alrian Suhabi (kiper); Novi Handrawan, Eko Prasetyo Ariyanto, Ledi Utomo, Sasa Zecevic, Ramadhan Syahputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro (belakang); Zainal Anwar, In Kyun Oh, Anton Samba, Zulkarnaen, Masruin Al Massi, Sulaiman Alamsyah Nasution, Muhammad Antoni, Jimmy Mak (tengah), Luis Alejandro Peria, Rubben, Toni Cussel, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Niko Ostanika, Ikpefua Osas M Saha (depan)
Pemain magang: Wiganda Pradika (PSMS U-21) dan Ananias Fingkreuw (Persipura U-21)
Kala PSMS pelihara dualisme
MEDAN - Seminggu belakangan PSMS Medan dalam ketegangan. Keabu-abuan dalam menentukan sikap menghadapi kompetisi yang terjadi di tanah air berujung pada dualisme di tubuh PSMS sendiri.
Nama PSMS Medan terdaftar di dua kompetisi yang bersebrangan, Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL). Mengikuti tren dualisme seperti yang terjadi di klub-klub lain seperti Persija Jakarta, Arema Malang, dan Persebaya Surabaya.
Tentunya ada dua kubu dengan pemikiran yang tidak sama. Perang statement di media antara kubu ISL dan IPL menghiasi headline media massa di Medan. Karena itu, suasana pertemuan 40 klub yang difasilitasi Pengurus PSMS di Garuda Plaza Hotel (GPH) baru-baru ini dalam tensi tinggi.
Namun ketegangan hanya di awal. Rapat berjalan adem ayem dan tidak ada perdebatan yang pelik. Pertemuan membahas dualisme yang terjadi berakhir antiklimaks. Intinya tak ada yang membantah PSMS tetap berjalan di dua kompetisi. Ketua Umum Perisai Pajak, Julius Raja, mengatakan sudah terlambat memperdebatkan soal ISL atau IPL karena dua tim sudah berjalan.
"Arah PSMS sudah jelas. PSMS yang main di IPL juga sudah jalan. Biarlah PSMS yang ISL jalan dan IPL jalan. Tidak mungkin lagi kita ubah. Harusnya sebelumnya ada voting," ujarnya baru-baru ini.
Tudingan terhadap PSSI yang tidak tegas menyikapi dualisme yang terjadi tak terbantahkan lagi.
"Ini memang yang diciptakan PSSI. Dualisme-dualisme seperti ini. Ketegasan dari PSSI itu tidak ada. Kalau ada, ngapain kita berdebat di sini," tukasnya.
Meskipun juga ada suara-suara yang resah melihat dualisme yang terjadi dan mengkritisi soal pilihan ke ISL.
"Jangan hanya salahkan PSSI, salahkan juga PSMS. Dibenarkan tidak oleh FIFA ada dua kompetisi. Karena kiblat kita ke sana. Pak Idris berani tanggung jawab nggak soal pilihan ini? Kalau berbicara lebih baik dua kompetisi ini digabung. Kita saja di PSMS tidak tahu lagi di mana berkiblat. Kalau kemudian hari ISL tidak disahkan, ke laut kita," ujar Fauzi Hasballah dari Kesawan Putra.
Sebelumnya, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, memaparkan alasan pihaknya memilih ISL. Dikatakan, awalnya mereka sepakat PSMS memilih liga resmi tapi pembagian 70:30 yang ditawarkan konsorsium secara tidak langsung membuat PSMS terjual. Belum lagi, konsorsium juga tidak memberi uang jaminan Rp15 miliar yang diminta.
Pemahaman soal pembagian saham ini coba dikoreksi Dolly Siregar dari PS Padang Lawas. "Pembagian saham 70:30 yang dimaksud bukan soal kepemilikan. Tapi pembagian keuntungan. Dan itu sudah tertulis di MoU," ujarnya turut diamini Johnny Sembiring.
Rapat diakhiri dengan pembagian uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta plus lima bola kepada peserta Turnamen Rahudman Cup. Rapat pun berakhir dengan senyuman tanpa solusi permasalahan. Mengendorkan kembali urat syaraf yang sebelumnya tegang antardua kubu.
Kesimpulannya kedua kubu dipersilahkan menjalankan opsi pilihannya masing-masing. Soal benar atau salah sepertinya berkiblat pada ungkapan klasik "biar waktu yang menjawab". Seakan tak sadar kalau di luar gedung rapat, dahi publik pecinta sepakbola Medan berkerut memikirkan nasib tim pujaannya.
Tak dipungkiri dua musim berlalu sejak turun kasta, ekspektasi publik Medan memang menggunung ingin melihat kembali tim pujaannya berlaga di level 1. Lalu kondisi apakah sudah menjawab ekspektasi dan layakkah ini dianggap sebuah kebanggaan?
Di mata sepakbola nasional, PSMS bukan lagi The Killer (baca pembunuh-red) yang ditakuti di era perserikatan dahulu. Seorang kawan di Malang menyebutkan PSMS bak klub "salon" yang sibuk mempercantik diri di hadapan Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin Husin-red) dan PT Liga Indonesia.
Jajaran elit pengambil kebijakan tak kuasa mengambil sikap atas dua opsi yang ditawarkan. Atas IPL hadir dengan menyebut dirinya resmi dan sederet konsep profesional yang aplikasinya kabur. Di sisi lain, ilegalitas ISL tertutupi dengan pakem lama yang menjual dengan kehadiran tim-tim elit seperti Persipura, Sriwijaya, dan tim bertabur bintang lainnya.
Nah, jangan dilupakan iming-iming dana yang ditawarkan dua pengelola kompetisi kepada peserta. Gelontoran dana bermiliar-miliar juga pembagian saham keuntungan pastinya menggoda di tengah peraturan tanpa APBD yang segera diberlakukan. Artinya, klub-klub tak perlu bersusah payah mencari dana.
Faktanya, bukan kebanggaan yang diberikan kepada publik namun kebingungan. Kalau diajak menonton PSMS tentu pertanyaan yang muncul "PSMS yang mana? Yang ISL atau IPL?" Silahkan memilih atau menikmati keduanya….
Nama PSMS Medan terdaftar di dua kompetisi yang bersebrangan, Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL). Mengikuti tren dualisme seperti yang terjadi di klub-klub lain seperti Persija Jakarta, Arema Malang, dan Persebaya Surabaya.
Tentunya ada dua kubu dengan pemikiran yang tidak sama. Perang statement di media antara kubu ISL dan IPL menghiasi headline media massa di Medan. Karena itu, suasana pertemuan 40 klub yang difasilitasi Pengurus PSMS di Garuda Plaza Hotel (GPH) baru-baru ini dalam tensi tinggi.
Namun ketegangan hanya di awal. Rapat berjalan adem ayem dan tidak ada perdebatan yang pelik. Pertemuan membahas dualisme yang terjadi berakhir antiklimaks. Intinya tak ada yang membantah PSMS tetap berjalan di dua kompetisi. Ketua Umum Perisai Pajak, Julius Raja, mengatakan sudah terlambat memperdebatkan soal ISL atau IPL karena dua tim sudah berjalan.
"Arah PSMS sudah jelas. PSMS yang main di IPL juga sudah jalan. Biarlah PSMS yang ISL jalan dan IPL jalan. Tidak mungkin lagi kita ubah. Harusnya sebelumnya ada voting," ujarnya baru-baru ini.
Tudingan terhadap PSSI yang tidak tegas menyikapi dualisme yang terjadi tak terbantahkan lagi.
"Ini memang yang diciptakan PSSI. Dualisme-dualisme seperti ini. Ketegasan dari PSSI itu tidak ada. Kalau ada, ngapain kita berdebat di sini," tukasnya.
Meskipun juga ada suara-suara yang resah melihat dualisme yang terjadi dan mengkritisi soal pilihan ke ISL.
"Jangan hanya salahkan PSSI, salahkan juga PSMS. Dibenarkan tidak oleh FIFA ada dua kompetisi. Karena kiblat kita ke sana. Pak Idris berani tanggung jawab nggak soal pilihan ini? Kalau berbicara lebih baik dua kompetisi ini digabung. Kita saja di PSMS tidak tahu lagi di mana berkiblat. Kalau kemudian hari ISL tidak disahkan, ke laut kita," ujar Fauzi Hasballah dari Kesawan Putra.
Sebelumnya, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, memaparkan alasan pihaknya memilih ISL. Dikatakan, awalnya mereka sepakat PSMS memilih liga resmi tapi pembagian 70:30 yang ditawarkan konsorsium secara tidak langsung membuat PSMS terjual. Belum lagi, konsorsium juga tidak memberi uang jaminan Rp15 miliar yang diminta.
Pemahaman soal pembagian saham ini coba dikoreksi Dolly Siregar dari PS Padang Lawas. "Pembagian saham 70:30 yang dimaksud bukan soal kepemilikan. Tapi pembagian keuntungan. Dan itu sudah tertulis di MoU," ujarnya turut diamini Johnny Sembiring.
Rapat diakhiri dengan pembagian uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta plus lima bola kepada peserta Turnamen Rahudman Cup. Rapat pun berakhir dengan senyuman tanpa solusi permasalahan. Mengendorkan kembali urat syaraf yang sebelumnya tegang antardua kubu.
Kesimpulannya kedua kubu dipersilahkan menjalankan opsi pilihannya masing-masing. Soal benar atau salah sepertinya berkiblat pada ungkapan klasik "biar waktu yang menjawab". Seakan tak sadar kalau di luar gedung rapat, dahi publik pecinta sepakbola Medan berkerut memikirkan nasib tim pujaannya.
Tak dipungkiri dua musim berlalu sejak turun kasta, ekspektasi publik Medan memang menggunung ingin melihat kembali tim pujaannya berlaga di level 1. Lalu kondisi apakah sudah menjawab ekspektasi dan layakkah ini dianggap sebuah kebanggaan?
Di mata sepakbola nasional, PSMS bukan lagi The Killer (baca pembunuh-red) yang ditakuti di era perserikatan dahulu. Seorang kawan di Malang menyebutkan PSMS bak klub "salon" yang sibuk mempercantik diri di hadapan Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin Husin-red) dan PT Liga Indonesia.
Jajaran elit pengambil kebijakan tak kuasa mengambil sikap atas dua opsi yang ditawarkan. Atas IPL hadir dengan menyebut dirinya resmi dan sederet konsep profesional yang aplikasinya kabur. Di sisi lain, ilegalitas ISL tertutupi dengan pakem lama yang menjual dengan kehadiran tim-tim elit seperti Persipura, Sriwijaya, dan tim bertabur bintang lainnya.
Nah, jangan dilupakan iming-iming dana yang ditawarkan dua pengelola kompetisi kepada peserta. Gelontoran dana bermiliar-miliar juga pembagian saham keuntungan pastinya menggoda di tengah peraturan tanpa APBD yang segera diberlakukan. Artinya, klub-klub tak perlu bersusah payah mencari dana.
Faktanya, bukan kebanggaan yang diberikan kepada publik namun kebingungan. Kalau diajak menonton PSMS tentu pertanyaan yang muncul "PSMS yang mana? Yang ISL atau IPL?" Silahkan memilih atau menikmati keduanya….
Jadwal Kembali Berubah Arema Lawan PSMS di Laga Perdana IPL
PSSI kini mulai merasakan ruwetnya kompetisi di Indonesia, dan yang menjadi korban adalah tim dan juga pencinta sepakbola Indonesia. Setelah berulang kali merevisi jadwal Indonesian Premier League (IPL), kini mereka kembali melakukan revisi, dan salah satu tim yang mengalami perubahan jadwal adalah, Arema Indonesia.
Laga perdana tim kebanggaan warga Malang tersebut, kembali mengalami perubahan untuk kesekian kalinya, Arema dipastikan melawan PSMS Medan pada tanggal 10 Desember di laga kandang perdananya musim ini. Sebelumnya Arema dijadwalkan bakal menghadapi Bontang FC pada 8 Desember.
"Kami menerima perubahan jadwal dan tanggal pertandingan itu dari PSSI, namun kami masih menunggu surat resminya, sebab kemungkinan saja hal itu bisa berubah lagi," ujar Media Officer Arema Indonesia Noor Ramadhan.
"Perubahan jadwal yang dilakukan PSSI ini lebih dikarenakan ada niatan menata ulang kembali serangkaian jadwal IPL yang belum digelar, karena mundurnya sejumlah klub kemudian masuk ke Indonesian Super League (ISL), seperti Persipura, Persidafon dan Persib Bandung," katanya.
Sebelumnya, Arema mengalami dua kali pembatalan pertandingan, yakni ketika laga tandang (away) melawan Persipura Jayapura (26/11) dan Persidafon Dafonsoro (29/11), sebab kedua tim bersangkutan menyatakan mundur.
Selain itu, laga Arema melawan Mitra Kukar yang sedianya digelar di Stadion Gajayana, Kamis, 1 Desember juga dibatalkan dengan alasan yang sama, yakni tim bersangkutan pindah ke ISL.
"Kalau semisal ada perubahan lagi, itu semua tergantung dari PSSI," pungkas Nunun. (antara)
Laga perdana tim kebanggaan warga Malang tersebut, kembali mengalami perubahan untuk kesekian kalinya, Arema dipastikan melawan PSMS Medan pada tanggal 10 Desember di laga kandang perdananya musim ini. Sebelumnya Arema dijadwalkan bakal menghadapi Bontang FC pada 8 Desember.
"Kami menerima perubahan jadwal dan tanggal pertandingan itu dari PSSI, namun kami masih menunggu surat resminya, sebab kemungkinan saja hal itu bisa berubah lagi," ujar Media Officer Arema Indonesia Noor Ramadhan.
"Perubahan jadwal yang dilakukan PSSI ini lebih dikarenakan ada niatan menata ulang kembali serangkaian jadwal IPL yang belum digelar, karena mundurnya sejumlah klub kemudian masuk ke Indonesian Super League (ISL), seperti Persipura, Persidafon dan Persib Bandung," katanya.
Sebelumnya, Arema mengalami dua kali pembatalan pertandingan, yakni ketika laga tandang (away) melawan Persipura Jayapura (26/11) dan Persidafon Dafonsoro (29/11), sebab kedua tim bersangkutan menyatakan mundur.
Selain itu, laga Arema melawan Mitra Kukar yang sedianya digelar di Stadion Gajayana, Kamis, 1 Desember juga dibatalkan dengan alasan yang sama, yakni tim bersangkutan pindah ke ISL.
"Kalau semisal ada perubahan lagi, itu semua tergantung dari PSSI," pungkas Nunun. (antara)
Jelang PSMS ISL v Mitra Belum Kantongi ITC, Bent Terancam Absen
Mitra Kukar akan bertemu PSMS Medan, Minggu, 4 Desember 2011. Sayang, dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011/12 ini, Mitra terancam tanpa pemain andalannya yang pernah merumput di Liga Inggris, Marcus Bent.
Bent terancam absen karena belum mengantongi International Transfer Certification (ITC). Nasib yang sama juga dialami oleh dua pemain asing lainnya, Lee Shang Min dan Nemanja Obric. Sedangkan Pierre Njanka bisa tampil karena sudah punya ITC.
"Satu pemain, Pierre Njanka bisa turun karena sudah punya ITC. Yang tiga ini belum dapat ITC," kata Direktur Keuangan Mitra Kukar, Ari Junaedi kepada VIVAnews, Jumat, 2 Desember 2011.
Musim ini Mitra Kukar telah merekrut empat pemain asing. Namun tim berjuluk Naga Mekes itu tidak bisa menurunkan seluruhnya saat bertandang ke markas PSMS, Stadion Telandan, Minggu nanti.
Aji mengaku tidak tahu siapa saja pemain lokal yang akan diplot mengisi pos pemain asing yang absen. Namun menurutnya, perombakan akan dilakukan mengingat ketiganya masuk tim inti.
"Kami serahkan semua ke pelatih," kata Aji.
Absennya Bent tentu saja merugikan Mitra Kukar. Sebab, pengalaman pemain yang pernah merumput di Liga Inggris ini sangat dibutuhkan untuk mendobrak pertahanan Ayam Kinantan.
Dua lainnya yakni Obric dan Lee merupakan pembagi bola di lini tengah. Lee beroperasi sedikit di belakang, mengantarkan bola dari bek ke tengah, sedangkan Obric menyuplai bola ke duo striker Mitra.
"Strategi berubah, tapi kondisi tim tetap bagus. Anak-anak semangat," kata Aji. (Ikram/Marco Tampubolon/Vivanews)
Bent terancam absen karena belum mengantongi International Transfer Certification (ITC). Nasib yang sama juga dialami oleh dua pemain asing lainnya, Lee Shang Min dan Nemanja Obric. Sedangkan Pierre Njanka bisa tampil karena sudah punya ITC.
"Satu pemain, Pierre Njanka bisa turun karena sudah punya ITC. Yang tiga ini belum dapat ITC," kata Direktur Keuangan Mitra Kukar, Ari Junaedi kepada VIVAnews, Jumat, 2 Desember 2011.
Musim ini Mitra Kukar telah merekrut empat pemain asing. Namun tim berjuluk Naga Mekes itu tidak bisa menurunkan seluruhnya saat bertandang ke markas PSMS, Stadion Telandan, Minggu nanti.
Aji mengaku tidak tahu siapa saja pemain lokal yang akan diplot mengisi pos pemain asing yang absen. Namun menurutnya, perombakan akan dilakukan mengingat ketiganya masuk tim inti.
"Kami serahkan semua ke pelatih," kata Aji.
Absennya Bent tentu saja merugikan Mitra Kukar. Sebab, pengalaman pemain yang pernah merumput di Liga Inggris ini sangat dibutuhkan untuk mendobrak pertahanan Ayam Kinantan.
Dua lainnya yakni Obric dan Lee merupakan pembagi bola di lini tengah. Lee beroperasi sedikit di belakang, mengantarkan bola dari bek ke tengah, sedangkan Obric menyuplai bola ke duo striker Mitra.
"Strategi berubah, tapi kondisi tim tetap bagus. Anak-anak semangat," kata Aji. (Ikram/Marco Tampubolon/Vivanews)
Friday, December 2, 2011
Panjar Kontrak Demi Rp5 Miliar
MEDAN- Hingga saat ini PSMS yang disiapkan tampil di Indonesian Super League (ISL), segera mengumpulkan Rp6,5 miliar. Dana itu bersumber dari PT Bakrie Sumatra Plantations sebagai sponsor utama senilai Rp5 Miliar, dan dari PT Liga Indonesia sebesar Rp1,5 Miliar.
Hal itu dijelaskan Iswanda Nanda Ramli selaku Komisaris merangkap Manajer Keuangan PT PSMS, yang menaungi PSMS untuk bertarung di kancah ISL Kamis (1/12) kemarin.
Dijelaskannya, Bakrie Sumatra Plantations murni membantu PSMS tanpa embel-embel penguasaan saham. “Ini murni bantuan sponsorship tanpa penguasaan saham 70-30 persen seperti yang diisukan selama ini,” kata Nanda.
Konsekwensi dari bantuan itu juga sangat ringan. PSMS dituntut hanya menempatkan nama dan logo perusahaan itu di bagian depan kostum PSMS. Namun pencairan dana senilai Rp5 Miliar itu harus menanti draft kontrak pemain, baik asing maupun lokal. Plus kontrak pelatih tentunya. “Ketika draft kontak sudah kita selesaikan, maka itu akan segera kita laporkan kepada Bakrie Sumatra Plantations. Jika sudah lengkap, maka dana Rp5 miliar segera cair,” kata Nanda.
Untuk itu, pengurus kejar target untuk segera menyelesaikan kontrak. Kamis sore kemarin, tampak sejumlah pemain asing digiring ke ruangan Ketua Umum di Stadion Kebun Bunga. Ada Osas Saha, Sas Zecevic dan Inkyun Oh bersama agen masing-masing. Kabarnya mereka sudah teken panjar kontrak. Namun tidak diketahui pasti jumlah masing-masing kontrak. Raja Isa sebagai pelatih juga dikabarkan sudah terima panjar.
“Benar, pemain asing sudah dapat panjar kontrak. Yang lain menyusul secepatnya,” kata Nanda menambahkan.
Sementara itu, dana Rp1,5 Miliar dari PT Liga Indonesia sudah diterima tunai. Itu juga diakui Nanda. “Kalau yang dari ISL sudah cair Rp1,5 milar,” singkatnya.
Soal kompetisi yang dipilih, Nanda berharap tak ada saling tuding bahwa mereka yang paling benar. Intinya saat ini PSMS ada di dua kompetisi berbeda dan mereka tetap butuh dukungan dari pendukung setia PSMS dan tentu saja dari kalangan media. “Tanpa media kita tidak ada apa-apanya. Kalau ada salah kami siap dikoreksi. Inilah hubungan baik yang kita harapkan. Saya memilih terbuka kepada media,” lanjutnya.
Namun begitu, Nanda menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mendatangkan sponsor lain. “Kami masih berusaha untuk datangkan sponsor lain. Utamanya dari pengusaha lokal. Kami juga punya tim marketing, kalau gagal dapatkan sponsor dalam kurun waktu tertentu, maka kami akan pecat marketingnya,” bebernya.
Sayangnya, hingga kini belum ada gambaran pasti siapa calon sponsor lokal PSMS. Karena menurut Nanda pihak sponsor yang sedang dilobi masih akan menantikan partai perdana di Stadion Teladan, yang akan disiarkan langsung oleh stasiun ANTV. “Dua partai pertama PSMS di Teladan akan disiarkan langsung oleh ANTV. Ini kesempatan kita untuk menjual produk kepada sponsor,” pungkas Nanda yang juga ketua AMPI Kota Medan itu. (ful)
Hal itu dijelaskan Iswanda Nanda Ramli selaku Komisaris merangkap Manajer Keuangan PT PSMS, yang menaungi PSMS untuk bertarung di kancah ISL Kamis (1/12) kemarin.
Dijelaskannya, Bakrie Sumatra Plantations murni membantu PSMS tanpa embel-embel penguasaan saham. “Ini murni bantuan sponsorship tanpa penguasaan saham 70-30 persen seperti yang diisukan selama ini,” kata Nanda.
Konsekwensi dari bantuan itu juga sangat ringan. PSMS dituntut hanya menempatkan nama dan logo perusahaan itu di bagian depan kostum PSMS. Namun pencairan dana senilai Rp5 Miliar itu harus menanti draft kontrak pemain, baik asing maupun lokal. Plus kontrak pelatih tentunya. “Ketika draft kontak sudah kita selesaikan, maka itu akan segera kita laporkan kepada Bakrie Sumatra Plantations. Jika sudah lengkap, maka dana Rp5 miliar segera cair,” kata Nanda.
Untuk itu, pengurus kejar target untuk segera menyelesaikan kontrak. Kamis sore kemarin, tampak sejumlah pemain asing digiring ke ruangan Ketua Umum di Stadion Kebun Bunga. Ada Osas Saha, Sas Zecevic dan Inkyun Oh bersama agen masing-masing. Kabarnya mereka sudah teken panjar kontrak. Namun tidak diketahui pasti jumlah masing-masing kontrak. Raja Isa sebagai pelatih juga dikabarkan sudah terima panjar.
“Benar, pemain asing sudah dapat panjar kontrak. Yang lain menyusul secepatnya,” kata Nanda menambahkan.
Sementara itu, dana Rp1,5 Miliar dari PT Liga Indonesia sudah diterima tunai. Itu juga diakui Nanda. “Kalau yang dari ISL sudah cair Rp1,5 milar,” singkatnya.
Soal kompetisi yang dipilih, Nanda berharap tak ada saling tuding bahwa mereka yang paling benar. Intinya saat ini PSMS ada di dua kompetisi berbeda dan mereka tetap butuh dukungan dari pendukung setia PSMS dan tentu saja dari kalangan media. “Tanpa media kita tidak ada apa-apanya. Kalau ada salah kami siap dikoreksi. Inilah hubungan baik yang kita harapkan. Saya memilih terbuka kepada media,” lanjutnya.
Namun begitu, Nanda menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mendatangkan sponsor lain. “Kami masih berusaha untuk datangkan sponsor lain. Utamanya dari pengusaha lokal. Kami juga punya tim marketing, kalau gagal dapatkan sponsor dalam kurun waktu tertentu, maka kami akan pecat marketingnya,” bebernya.
Sayangnya, hingga kini belum ada gambaran pasti siapa calon sponsor lokal PSMS. Karena menurut Nanda pihak sponsor yang sedang dilobi masih akan menantikan partai perdana di Stadion Teladan, yang akan disiarkan langsung oleh stasiun ANTV. “Dua partai pertama PSMS di Teladan akan disiarkan langsung oleh ANTV. Ini kesempatan kita untuk menjual produk kepada sponsor,” pungkas Nanda yang juga ketua AMPI Kota Medan itu. (ful)
Fakta ISL vs IPL
Perbedaan LPI dan LSI
A. Dulunya LPI membuat liga tandingan karena kecewa dengan kepemimpinan PSSI era Nurdin / Djoko Driyono CS , dan apa yang membuat mereka kecewa ??? yaitu pelanggaran2 dari yg ringan sampai pelanggaran berat/ major, selama memimpin 2 periode ( kurang lebihnya ada 12 items):
1. Melanggar telak statuta FIFA pasal 33 yang berisi larangan untuk menjadi anggota
organisasi sepak bola bagi orang yang pernah terjerat kasus kriminalitas.
2. Menentang peringatan Presiden FIFA , Sepp Blatter utk segera mengganti Nurdin
dan memelintir statuta FIFA / pembohongan publik , ini juga pelanggaran telak terhadap Statuta FIFA/PSSI
3. Suap dan pengaturan skor merajalela, terutama di PSSI daerah, wilayah Divisi Utama , Divisi I, II,III.
4. Laporan pertanggung jawaban APBN dan PT LI sebagai pengelolah liga yang tidak transparan , bahkan tidak mau di audit,Keuangan dari APBN ,hasil tiket , sponsor ,
hak siar TV , denda2 klub dari komdis entah kemana laporannya??
5. Hutang puluhan milyar tanpa jelas untuk apa? kemana arahnya ? tidak ada laporannya?
6. Prestasi teamnas yang terus merosot / Peringkat FIFA yg turun terus
7. Pertama kali gagal lolos ke putaran final piala asia 2011 sejak tahun 1996
8. Praktis selama 8 tahun kepemimpinan Nurdin dan Djoko driyono CS ( 2 periode),
tidak ada satupun prestasi diukir team nasional. Bahkan pernah teamnas U-21 pernah dikalahkan oleh Laos team terlemah di asia tenggara.
9. Fairplay yang sangat rendah ,pertandingan dikompetisi LSI pernah diulang sampai 4X , hanya untuk menyelamatkan klub Pelita jaya dari jurang degradasi ; beberapa klub selalu mendapat penalty ; menit terakhir injury time Arema V Persebaya , tidak ada pelanggaran berarti apapun , tetapi wasit olihadi dari tangerang meniup pluit Penunjuk titik putih untuk Arema.
10. Pencarian bakat dan bibit muda yang sangat minim
11. Kompetisi dengan ijin kepolisian selalu susah , bentrokan antar supporter sering
terjadi
12. PSSI LSI Sering mengadakan Kongress tertutup, sampai2 wartawan saja di larang
masuk , apa yang ditutup tutupi ??
B. LSI membikin liga tandingan karena kecewa dengan LPI dan Djohar CS karena , ( hanya 2 items) :
1. Katanya LPI melanggar statuta dan Kongres Bali tentang 6 klub “gratisan” yang akan ikut kompetisi level tertinggi, faktanya padahal sudah jelas, di statuta tidak ada
sangkut pautnya dengan jumlah peserta kompetisi , tetapi statuta membahas peserta
kongress , utk lebih jelasnya silahkan lihat Pasal 23 : Peserta Kongres Kongress diikuti 108 ( seratus delapan) peserta sebagai berikut :
a. 18 (delapan belas ) peserta dari klub klub super Liga ; satu suara setiap peserta.
Dan juga pihak FIFA dan AFC juga tidak mempermasalahkan jumlah klub , mereka menjelaskan untuk berkompetisi minimum 10 klub dan maximum terserah asalkan bisa
memanagenya.
2. PSSI tidak lagi mengakui PT LI sebagai pengelola kompetisi - Mengapa PT LI dicabut mandatnya selaku pengelola kompetisi : Alasannya PSSI sama sekali tidak pernah mendapatkan hasil Audit dan Laporan dari PT LI , dimana banyak terjadi defisit dan hutang puluhan milyaran akibat roda kompetisi sebelumnya yang dikelola PT LI ( CEOnya Djoko Driyono & Andi DT) ,Dalam hal ini PT LI ( Djoko driyono & Andi D T) sama sekali tidak mau di audit dan hasil Laporannya entah tidak jelas kemana ??? Bagaiimana mau hand over ?? kalau defisitnya tanpa pertanggung jawaban yang Jelas , Untuk itu PSSI dengan EXCOnya membentuk PT LPPI sebagai pengelola baru IPL ( Lihat statuta PSSI Pasal I , ayat 2 berbunyi , Badan Pengelola Liga Indonesia dibentuk oleh EXCO utk melakukan pengelolahan dan pendayagunaan kompetisi nasional) Dari hanya 2 item diatas, sama sekali tidak ada satupun kekecewaan kelompok LSI yang melanggar statuta , Lho??? Terus mengapa bikin LSI Liga tandingan ??? Silahkan jawab sendiri..
C. Dulu LPI dalam menjalankan kompetisinya, klub2 itu murni kecewa dg PSSI LSI era Nurdin &Djoko Driyono CS ( yaitu klub Persebaya , Persema , Persibo dan PSM, ) dan LPI sama sekali tidak mengganggu atau menggerilya klub2 anggota PSSI LSI lainnya untuk bergabung dengan kompetisnya LPI, melainkan LPI lebih fair dengan membuat klub2 PT baru berbadan hukum konsorium seperti Manado united , Bali FC , Cendrawasih Papua ,Semarang United , Bogor FC , Batavia FC ,Aceh United dsb , sehingga praktis hanya
klub Persebaya saja yag terjadi dualisme
D. Kalau LSI dalam menjalankan kompetisinya adalah mengganggu /menggerilya klub klub anggota PSSI yg sudah mau akan bergabung ke LPI , dan,hasilnya Persipura , Mitra Kukar , Persib bandung , PSMS medan yang sudah hampir
pasti bergabung dengan LPI pada, akhirnya membelot lebih memilih LSI dan juga banyak
klub2 besar menjadi korban dualisme,hasil gerilyanya LSI ( Arema, Persija , PSMS
medan , bahkan Persib pun hampir saja terjadi dualisme)
E. LPI dulunya mendapat persetujuan dari BOPI dan Menteri Olahraga ,
F. Sedangkan LSI sampai sekarang tidak mendapat persetujuan BOPI kecuali ttd perijinan yg ditanda tangani oleh ketua PSSI,dan Menteri Olahraga .
G. Dulu ketika kompetisi LPI berjalan, semua pihak LPI mendapat sangsi berat dari PSSI LSI era NB cs , baik itu klub ,management ,pemain, pelatih, wasit ,perangkat pertandingan bahkan certifikat kepelatihan dari AFC , FIFA pun tidak diakui ? apa wewenangnya PSSI ?? dan sampai urusan immigrasi pun PSSI LSI Nurdin/Djoko Driyono CS ikut campur tangan agar pemain asing yg bermain di LPI dicekal tidak boleh bermain.
H.PSSI LPI Era Djohar CS lebih bijak, hanya klub LSI dan management yg mendapat sangsi, tetapi pemain masih diberi kesempatan bermain di teamnas meskipun ikut liga ilegal.
I. Semua klub2 LPI tanpa terkecuali benar-benar melangkah menuju Sepak bola industri, tanpa APBD uang
J. Di LSI Djoko driyono CS , ada sebagian klub2 LSI yang masih ingin mendapatkan dana APBD untuk pembiayaan klubnya .( Persiba , Persisam , Persidafon , Persiwa wamena, Persipura ) mereka berkedok ikut kompetisi Profesional tapi masih menginginkan uang rakyat.
K. Dulunya Selama LPI berkompetisi , LPI tidak sekalipun mengganggu jalannya pertandingan kompetisi LSI, baik Hari dan Tempat jadwalnya diatur supaya tidak bersamaan/ bertabrakan dengan Kompetisi LSI.
L. Di LSI sengaja mencoba untuk mengganggu jalannya kompetisi LPI yg baru mulai, yaitu dengan cara menyamakan Jadwal/ tanggal hari dan tempat yg sama saat klub LPI bermain dengan mengadakan turnament pertandingan Inter land cup dipapua , dan urnament segitiga Persija,Sriwijaya , PSMS, diJakarta Dan hasilnya ada beberapa pertandingan LPI yang gagal dilaksanakan.
M. Dulunya LPI ditentang keras PSSI LSI era Nurdin/Djoko Driyono Cs , karena menggelar liga tandingan dan berteriak keras takut akan sangsi FIFA.
N. Sekarang mereka sendiri LSI kembali menjilat ludahnya sendiri , juga menggelar
liga tandingan , tanpa peduli juga takut sangsi FIFA
O. Ketika LPI Djohar CS “menggratiskan” PSMS medan masuk ke kompetisi level tertinggi , LSI Djoko Driyono CS bersuara lantang dan menentang keras.
P.Kini LSI Djoko Driyono CS menjilat ludahnya sendiri lagi dengan memasukan team gratisan juga PSMS medan dan Gresik United ke kompetisi LSI level tertinggi.
Q.Saat sekarang LPI manual liga dan jadwalnya masih amburadul R.Untuk LSI saat sekarang Manual liga dan jadwalnya belum direlease, bisa jadi sama- sama amburadulnya dengan LPI , tetapi bisa jadi akan lebih baik dan bagus dari LPI, wait and see aja...
S. Dulu semua pertandingan LPI , mendapat ijin dari kepolisian dan pertandingan ancar2 saja tanpa kendala berarti
T. Sekarang Pertandingan LSI , katanya sudah mendapat persetujuan dan ijin dari
polisi ,tetapi belum terbukti pelaksanaannya , wait and see saja
U. LPI kecewa dan membuat Liga tandingan karena acumulatif selama 8 tahun (2
periode) , kompetisi berjalan tidak fair ,pelanggaran berat statuta.
V. LSI kecewa dan membuat liga tandingan ,padahal PSSI era Djohar CS baru berumur 5
bulan ,dan kompetisi belum dimulai dan hanya 2 item yg menurut penulis bukan suatu pelanggaran berat yang menjadi alasannya mereka untuk menggelar LSI Liga tandingan , itupun 2 item minor tsb , belum jelas alasan yang konkret dan dasar hukumnya apa ??? apakah pantas menggelar Liga tandingan hanya karena 2 item minor tsb dan kompetisi belum mulai sudah mendapat penilaian lebih dengan raport merah semua ?? Dari data-data dan fakta diatas (items A sampai V) seharusnya kita bisa membandingkan dan menyimpulkan sendiri siapa yang memiliki nilai positif yg lebih dan siapa yang memiliki nilai negatif yg lebih banyak atau kelompok mana yg benar2 menyuarakan perubahan dan kelompok mana yg menjadi perusak Sepak Bola nasional kita ?? Kita jangan sampai terjebak dengan kelompok2 tertentu, tetapi sebagai suporter kita harus tetap kritis dan bisa melihat secara obyektif dan fair fakta2 yang ada, kelompok mana yg banyak minusnya dan kelompok mana yg banyak positifnya ? Kalaupun kedua kelompok tsb semuanya jauh dari sempurna , setidaknya kita bisa mensupport sekaligus Mengkritisi kelompok mana yg terbaik diantara dua kelompok tsb,dan tentunya kelompok yg mempunya fakta dan track record nilai positifnya yang lebih banyak !Dan Yang Terpenting juga , kelompok yang benar2 menyuarakan perubahan , juga masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan2 yg harus trus dikritisi... agar kinerjanya lebih baik lagi demi persepakbolaan nasional kita menuju era Industri Sepak bola !!!
Dukung Bola Indonesia
A. Dulunya LPI membuat liga tandingan karena kecewa dengan kepemimpinan PSSI era Nurdin / Djoko Driyono CS , dan apa yang membuat mereka kecewa ??? yaitu pelanggaran2 dari yg ringan sampai pelanggaran berat/ major, selama memimpin 2 periode ( kurang lebihnya ada 12 items):
1. Melanggar telak statuta FIFA pasal 33 yang berisi larangan untuk menjadi anggota
organisasi sepak bola bagi orang yang pernah terjerat kasus kriminalitas.
2. Menentang peringatan Presiden FIFA , Sepp Blatter utk segera mengganti Nurdin
dan memelintir statuta FIFA / pembohongan publik , ini juga pelanggaran telak terhadap Statuta FIFA/PSSI
3. Suap dan pengaturan skor merajalela, terutama di PSSI daerah, wilayah Divisi Utama , Divisi I, II,III.
4. Laporan pertanggung jawaban APBN dan PT LI sebagai pengelolah liga yang tidak transparan , bahkan tidak mau di audit,Keuangan dari APBN ,hasil tiket , sponsor ,
hak siar TV , denda2 klub dari komdis entah kemana laporannya??
5. Hutang puluhan milyar tanpa jelas untuk apa? kemana arahnya ? tidak ada laporannya?
6. Prestasi teamnas yang terus merosot / Peringkat FIFA yg turun terus
7. Pertama kali gagal lolos ke putaran final piala asia 2011 sejak tahun 1996
8. Praktis selama 8 tahun kepemimpinan Nurdin dan Djoko driyono CS ( 2 periode),
tidak ada satupun prestasi diukir team nasional. Bahkan pernah teamnas U-21 pernah dikalahkan oleh Laos team terlemah di asia tenggara.
9. Fairplay yang sangat rendah ,pertandingan dikompetisi LSI pernah diulang sampai 4X , hanya untuk menyelamatkan klub Pelita jaya dari jurang degradasi ; beberapa klub selalu mendapat penalty ; menit terakhir injury time Arema V Persebaya , tidak ada pelanggaran berarti apapun , tetapi wasit olihadi dari tangerang meniup pluit Penunjuk titik putih untuk Arema.
10. Pencarian bakat dan bibit muda yang sangat minim
11. Kompetisi dengan ijin kepolisian selalu susah , bentrokan antar supporter sering
terjadi
12. PSSI LSI Sering mengadakan Kongress tertutup, sampai2 wartawan saja di larang
masuk , apa yang ditutup tutupi ??
B. LSI membikin liga tandingan karena kecewa dengan LPI dan Djohar CS karena , ( hanya 2 items) :
1. Katanya LPI melanggar statuta dan Kongres Bali tentang 6 klub “gratisan” yang akan ikut kompetisi level tertinggi, faktanya padahal sudah jelas, di statuta tidak ada
sangkut pautnya dengan jumlah peserta kompetisi , tetapi statuta membahas peserta
kongress , utk lebih jelasnya silahkan lihat Pasal 23 : Peserta Kongres Kongress diikuti 108 ( seratus delapan) peserta sebagai berikut :
a. 18 (delapan belas ) peserta dari klub klub super Liga ; satu suara setiap peserta.
Dan juga pihak FIFA dan AFC juga tidak mempermasalahkan jumlah klub , mereka menjelaskan untuk berkompetisi minimum 10 klub dan maximum terserah asalkan bisa
memanagenya.
2. PSSI tidak lagi mengakui PT LI sebagai pengelola kompetisi - Mengapa PT LI dicabut mandatnya selaku pengelola kompetisi : Alasannya PSSI sama sekali tidak pernah mendapatkan hasil Audit dan Laporan dari PT LI , dimana banyak terjadi defisit dan hutang puluhan milyaran akibat roda kompetisi sebelumnya yang dikelola PT LI ( CEOnya Djoko Driyono & Andi DT) ,Dalam hal ini PT LI ( Djoko driyono & Andi D T) sama sekali tidak mau di audit dan hasil Laporannya entah tidak jelas kemana ??? Bagaiimana mau hand over ?? kalau defisitnya tanpa pertanggung jawaban yang Jelas , Untuk itu PSSI dengan EXCOnya membentuk PT LPPI sebagai pengelola baru IPL ( Lihat statuta PSSI Pasal I , ayat 2 berbunyi , Badan Pengelola Liga Indonesia dibentuk oleh EXCO utk melakukan pengelolahan dan pendayagunaan kompetisi nasional) Dari hanya 2 item diatas, sama sekali tidak ada satupun kekecewaan kelompok LSI yang melanggar statuta , Lho??? Terus mengapa bikin LSI Liga tandingan ??? Silahkan jawab sendiri..
C. Dulu LPI dalam menjalankan kompetisinya, klub2 itu murni kecewa dg PSSI LSI era Nurdin &Djoko Driyono CS ( yaitu klub Persebaya , Persema , Persibo dan PSM, ) dan LPI sama sekali tidak mengganggu atau menggerilya klub2 anggota PSSI LSI lainnya untuk bergabung dengan kompetisnya LPI, melainkan LPI lebih fair dengan membuat klub2 PT baru berbadan hukum konsorium seperti Manado united , Bali FC , Cendrawasih Papua ,Semarang United , Bogor FC , Batavia FC ,Aceh United dsb , sehingga praktis hanya
klub Persebaya saja yag terjadi dualisme
D. Kalau LSI dalam menjalankan kompetisinya adalah mengganggu /menggerilya klub klub anggota PSSI yg sudah mau akan bergabung ke LPI , dan,hasilnya Persipura , Mitra Kukar , Persib bandung , PSMS medan yang sudah hampir
pasti bergabung dengan LPI pada, akhirnya membelot lebih memilih LSI dan juga banyak
klub2 besar menjadi korban dualisme,hasil gerilyanya LSI ( Arema, Persija , PSMS
medan , bahkan Persib pun hampir saja terjadi dualisme)
E. LPI dulunya mendapat persetujuan dari BOPI dan Menteri Olahraga ,
F. Sedangkan LSI sampai sekarang tidak mendapat persetujuan BOPI kecuali ttd perijinan yg ditanda tangani oleh ketua PSSI,dan Menteri Olahraga .
G. Dulu ketika kompetisi LPI berjalan, semua pihak LPI mendapat sangsi berat dari PSSI LSI era NB cs , baik itu klub ,management ,pemain, pelatih, wasit ,perangkat pertandingan bahkan certifikat kepelatihan dari AFC , FIFA pun tidak diakui ? apa wewenangnya PSSI ?? dan sampai urusan immigrasi pun PSSI LSI Nurdin/Djoko Driyono CS ikut campur tangan agar pemain asing yg bermain di LPI dicekal tidak boleh bermain.
H.PSSI LPI Era Djohar CS lebih bijak, hanya klub LSI dan management yg mendapat sangsi, tetapi pemain masih diberi kesempatan bermain di teamnas meskipun ikut liga ilegal.
I. Semua klub2 LPI tanpa terkecuali benar-benar melangkah menuju Sepak bola industri, tanpa APBD uang
J. Di LSI Djoko driyono CS , ada sebagian klub2 LSI yang masih ingin mendapatkan dana APBD untuk pembiayaan klubnya .( Persiba , Persisam , Persidafon , Persiwa wamena, Persipura ) mereka berkedok ikut kompetisi Profesional tapi masih menginginkan uang rakyat.
K. Dulunya Selama LPI berkompetisi , LPI tidak sekalipun mengganggu jalannya pertandingan kompetisi LSI, baik Hari dan Tempat jadwalnya diatur supaya tidak bersamaan/ bertabrakan dengan Kompetisi LSI.
L. Di LSI sengaja mencoba untuk mengganggu jalannya kompetisi LPI yg baru mulai, yaitu dengan cara menyamakan Jadwal/ tanggal hari dan tempat yg sama saat klub LPI bermain dengan mengadakan turnament pertandingan Inter land cup dipapua , dan urnament segitiga Persija,Sriwijaya , PSMS, diJakarta Dan hasilnya ada beberapa pertandingan LPI yang gagal dilaksanakan.
M. Dulunya LPI ditentang keras PSSI LSI era Nurdin/Djoko Driyono Cs , karena menggelar liga tandingan dan berteriak keras takut akan sangsi FIFA.
N. Sekarang mereka sendiri LSI kembali menjilat ludahnya sendiri , juga menggelar
liga tandingan , tanpa peduli juga takut sangsi FIFA
O. Ketika LPI Djohar CS “menggratiskan” PSMS medan masuk ke kompetisi level tertinggi , LSI Djoko Driyono CS bersuara lantang dan menentang keras.
P.Kini LSI Djoko Driyono CS menjilat ludahnya sendiri lagi dengan memasukan team gratisan juga PSMS medan dan Gresik United ke kompetisi LSI level tertinggi.
Q.Saat sekarang LPI manual liga dan jadwalnya masih amburadul R.Untuk LSI saat sekarang Manual liga dan jadwalnya belum direlease, bisa jadi sama- sama amburadulnya dengan LPI , tetapi bisa jadi akan lebih baik dan bagus dari LPI, wait and see aja...
S. Dulu semua pertandingan LPI , mendapat ijin dari kepolisian dan pertandingan ancar2 saja tanpa kendala berarti
T. Sekarang Pertandingan LSI , katanya sudah mendapat persetujuan dan ijin dari
polisi ,tetapi belum terbukti pelaksanaannya , wait and see saja
U. LPI kecewa dan membuat Liga tandingan karena acumulatif selama 8 tahun (2
periode) , kompetisi berjalan tidak fair ,pelanggaran berat statuta.
V. LSI kecewa dan membuat liga tandingan ,padahal PSSI era Djohar CS baru berumur 5
bulan ,dan kompetisi belum dimulai dan hanya 2 item yg menurut penulis bukan suatu pelanggaran berat yang menjadi alasannya mereka untuk menggelar LSI Liga tandingan , itupun 2 item minor tsb , belum jelas alasan yang konkret dan dasar hukumnya apa ??? apakah pantas menggelar Liga tandingan hanya karena 2 item minor tsb dan kompetisi belum mulai sudah mendapat penilaian lebih dengan raport merah semua ?? Dari data-data dan fakta diatas (items A sampai V) seharusnya kita bisa membandingkan dan menyimpulkan sendiri siapa yang memiliki nilai positif yg lebih dan siapa yang memiliki nilai negatif yg lebih banyak atau kelompok mana yg benar2 menyuarakan perubahan dan kelompok mana yg menjadi perusak Sepak Bola nasional kita ?? Kita jangan sampai terjebak dengan kelompok2 tertentu, tetapi sebagai suporter kita harus tetap kritis dan bisa melihat secara obyektif dan fair fakta2 yang ada, kelompok mana yg banyak minusnya dan kelompok mana yg banyak positifnya ? Kalaupun kedua kelompok tsb semuanya jauh dari sempurna , setidaknya kita bisa mensupport sekaligus Mengkritisi kelompok mana yg terbaik diantara dua kelompok tsb,dan tentunya kelompok yg mempunya fakta dan track record nilai positifnya yang lebih banyak !Dan Yang Terpenting juga , kelompok yang benar2 menyuarakan perubahan , juga masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan2 yg harus trus dikritisi... agar kinerjanya lebih baik lagi demi persepakbolaan nasional kita menuju era Industri Sepak bola !!!
Dukung Bola Indonesia
PSMS ISL Gelar Launching Tim
Pemain PSMS Medan yang akan berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim tahun 2011-2012 diperkenalkan di Stadion Teladan Medan, Jumat (02/12) sekitar pukul 19.00 WIB.
Ketua Panitia Pelaksana, Syahril dalam keterangannya di Medan, Kamis malam, mengatakan kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan kepada masyarakat terhadap pemain PSMS tersebut. Pemain PSMS yang diperkenalkan itu, menurut dia, merupakan hasil seleksi yang selama ini dilakukan oleh pelatih dan manajemen PSMS.
"Jadi para pemain PSMS baik asing maupun lokal yang diperkenalkan itu, telah resmi bergabung dan memperkuat tim tersebut pada ISL yang digelar tahun ini," kata Syahril.
Sementara itu, Bendahara PSMS, Iswanda Ramli mengharapkan para insan pers ikut membantu dan membangun tim berjuluk ayam kinantan ini dapat berprestasi lebih baik lagi pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, katanya, pemberitaan media massa ini sangat membantu untuk peningkatan prestasi PSMS dalam menghadapi kompetisi ISL yang dimulai pada awal Desember 2011.
"Berikanlah kritik yang membangun demi kemajuan PSMS ini, sehingga kita dapat mengetahui apa yang masih kurang, ke depan diharapkan dapat diperbaiki lebih baik lagi," kata Iswanda.
Pelatih PSMS Raja Isa mengatakan, dalam menghadapi kompetisi ISL ini, merupakan tugas dan tanggung jawab cukup besar, karena tim yang sedang diasuhnya itu akan berlaga dengan tim-tim tangguh seperti Persipura, Arema Malang, Persisam, Persiwa Wamena dan Mitra Kukar.
Namun, katanya, bukan berarti tim PSMS yang dipersiapkannya ini tidak mampu menghadapi tim-tim tangguh itu."Kita sudah atur strategi dalam menghadapi lawan tanding di ISL," katanya.
Raja Isa mengatakan, tim PSMS ini hanya memiliki satu pemain tim nasional, yakni Markus Haris Maulana (penjaga gawang), sedangkan pemain lainnya adalah wajah-wajah baru.
"Kita bertekad mampu menduduki posisi delapan besar pada kompetisi ISL 2011-2012," katanya.
Ketika ditanya jumlah pemain yang memperkuat PSMS, Raja Isa mengatakan 20 pemain lokal dan empat pemain asing. Dari 20 pemain lokal itu, di antaranya Novi Handriawan, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Zulkarnain, Sigit Sudarmawan, Arie Supratna dan Yoseph Niko Ostanika.
Sedangkan, lima pemain asing tersebut, yakni Ikpefua Osas M Saha (Nigeria), Luis Alejandro Pena (Chile), Sasa Zecevic (Serbia) dan Inkyun Oh (Korea). (antara)
Ketua Panitia Pelaksana, Syahril dalam keterangannya di Medan, Kamis malam, mengatakan kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan kepada masyarakat terhadap pemain PSMS tersebut. Pemain PSMS yang diperkenalkan itu, menurut dia, merupakan hasil seleksi yang selama ini dilakukan oleh pelatih dan manajemen PSMS.
"Jadi para pemain PSMS baik asing maupun lokal yang diperkenalkan itu, telah resmi bergabung dan memperkuat tim tersebut pada ISL yang digelar tahun ini," kata Syahril.
Sementara itu, Bendahara PSMS, Iswanda Ramli mengharapkan para insan pers ikut membantu dan membangun tim berjuluk ayam kinantan ini dapat berprestasi lebih baik lagi pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, katanya, pemberitaan media massa ini sangat membantu untuk peningkatan prestasi PSMS dalam menghadapi kompetisi ISL yang dimulai pada awal Desember 2011.
"Berikanlah kritik yang membangun demi kemajuan PSMS ini, sehingga kita dapat mengetahui apa yang masih kurang, ke depan diharapkan dapat diperbaiki lebih baik lagi," kata Iswanda.
Pelatih PSMS Raja Isa mengatakan, dalam menghadapi kompetisi ISL ini, merupakan tugas dan tanggung jawab cukup besar, karena tim yang sedang diasuhnya itu akan berlaga dengan tim-tim tangguh seperti Persipura, Arema Malang, Persisam, Persiwa Wamena dan Mitra Kukar.
Namun, katanya, bukan berarti tim PSMS yang dipersiapkannya ini tidak mampu menghadapi tim-tim tangguh itu."Kita sudah atur strategi dalam menghadapi lawan tanding di ISL," katanya.
Raja Isa mengatakan, tim PSMS ini hanya memiliki satu pemain tim nasional, yakni Markus Haris Maulana (penjaga gawang), sedangkan pemain lainnya adalah wajah-wajah baru.
"Kita bertekad mampu menduduki posisi delapan besar pada kompetisi ISL 2011-2012," katanya.
Ketika ditanya jumlah pemain yang memperkuat PSMS, Raja Isa mengatakan 20 pemain lokal dan empat pemain asing. Dari 20 pemain lokal itu, di antaranya Novi Handriawan, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Zulkarnain, Sigit Sudarmawan, Arie Supratna dan Yoseph Niko Ostanika.
Sedangkan, lima pemain asing tersebut, yakni Ikpefua Osas M Saha (Nigeria), Luis Alejandro Pena (Chile), Sasa Zecevic (Serbia) dan Inkyun Oh (Korea). (antara)
Ruben Wuarbanaran dan Toni Cussel Merapat ke PSMS ISL
Persiapan skuad PSMS Medan di ajang Liga Super Indonesia (ISL) semakin baik. Terlebih dua pemain naturalisasi berdarah Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Toni Cussel, dipastikan berada di tim yang akan menjalani laga perdana melawan Mitra Kukar pada Ahad (4/12) ini.
Kedua pemain itu tak lagi menjalani seleksi. Ini lantaran keduanya merupakan pemberian sponsor, yakni PT Bakrie Sumatra Plantation.
"Bakrie sebagai sponsor telah menyumbangkan dua pemain ini dan dipastikan memperkuat tim. Semua biaya kedua pemain ini ditanggung sponsorship dan saya berterima kasih sekali," ujar pelatih kepala PSMS, Raja Isa.
Baik Ruben maupun Toni akan segera tiba di Medan dan dijadwalkan Jumat (2/11) sudah sampai. Raja mengaku belum tahu kualitas kedua pemain seperti apa. Dia baru sebatas melihat penampilan keduanya di televisi. "Tapi, saya senang ada yang peduli dengan tim ini," jelasnya.
Dia menyebutkan kondisi timnya saat ini siap untuk menghadapi Mitra Kukar.
"Lawan kita adalah tim yang luar biasa. Mereka punya pemain timnas seperti Hamka dan juga pemain seperti Saktiawan (Sinaga)," katanya. "Memang kami beda kelas, tapi kami termotivasi untuk menang karena apapun bisa terjadi di lapangan."
Skuad PSMS:
Kiper: Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi.
Bek: Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Sasa Zecevic.
Gelandang : Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh.
Striker: Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika, dan Osas Saha (PSAP).
Pemain magang: Wiganda Pradika (PSMS U-21 dan Ananias Fingkreuw (Persipura U-21). (Didi Purwadi/goal/republika)
Kedua pemain itu tak lagi menjalani seleksi. Ini lantaran keduanya merupakan pemberian sponsor, yakni PT Bakrie Sumatra Plantation.
"Bakrie sebagai sponsor telah menyumbangkan dua pemain ini dan dipastikan memperkuat tim. Semua biaya kedua pemain ini ditanggung sponsorship dan saya berterima kasih sekali," ujar pelatih kepala PSMS, Raja Isa.
Baik Ruben maupun Toni akan segera tiba di Medan dan dijadwalkan Jumat (2/11) sudah sampai. Raja mengaku belum tahu kualitas kedua pemain seperti apa. Dia baru sebatas melihat penampilan keduanya di televisi. "Tapi, saya senang ada yang peduli dengan tim ini," jelasnya.
Dia menyebutkan kondisi timnya saat ini siap untuk menghadapi Mitra Kukar.
"Lawan kita adalah tim yang luar biasa. Mereka punya pemain timnas seperti Hamka dan juga pemain seperti Saktiawan (Sinaga)," katanya. "Memang kami beda kelas, tapi kami termotivasi untuk menang karena apapun bisa terjadi di lapangan."
Skuad PSMS:
Kiper: Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi.
Bek: Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Sasa Zecevic.
Gelandang : Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh.
Striker: Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika, dan Osas Saha (PSAP).
Pemain magang: Wiganda Pradika (PSMS U-21 dan Ananias Fingkreuw (Persipura U-21). (Didi Purwadi/goal/republika)
Cuma Ditonton 3.500 Orang, Cetak 7.000 Tiket
PSMS yang main di IPL ini benar-benar dadakan. Karena fans sudah mengira PSMS akan main di ISL, maka kebanyakan tidak tahu kapan PSMS bertandingan. Laga perdana kontra Persebaya lalu hanya disaksikan sekitar 3.500 penonton.
Menatap laga lawan Persija sore ini, Panpel coba mendatangkan lebih banyak penonton. Mereka mencetak 7.000 tiket. “Laga melawan Persija tampaknya lebih bergengsi. Kami yakin lebih ramai,” kata H Sariono Ketua Panpel kemarin.
Penurunan penonton tentu saja masalah serius. Sebab musim sebelumnya di mana PSMS hanya main di Divisi Utama, setiap laga sekitar 10.000 penonton menyesaki Stadion Teladan. Memang saat itu laga digelar malam hari. Lebih dari itu, prestasi PSMS musim lalu juga cukup lumayan dan dihuni pemain yang punya basis fans cukup bagus. Lalu bandingkan dengan PSMS IPL? Nyaris tak ada skuad yang punya nama besar.
Harga tiket di IPL juga dijual terjangkau. Untuk tribun tertutup, Panpel menjualnya Rp20 ribu, sedangkan tribun terbuka Rp10ribu. Jika Anda seorang fans yang tergabung dalam sebuah kelompok yang diakui pengurus, maka cukup mengeluarkan Rp8 ribu untuk selembar tiket.
Sementara itu, PSMS IPL juga terkesan kurang perhatian. Itu terlihat dari sesi latihan kemarin sore yang hanya digelar di lingkungan hotel Dhaksina tepatnya di lantai empat hotel yang berada di Jalan SM Raja itu.
Khaidir didampingi CEO PSMS Fredy Hutabarat menjelaskan, latihan yang digelar itu hanya berupa peregangan otot. Karena PSMS akan melakoni laga kontra Persija sore (1/12) ini. “Jadi tak perlu latihan fisik atau strategi lagi. Latihan ini dilakukan agar tubuh mereka tetap bugar dengan melakukan gerakan-gerakan kecil,” ungkapnya.
Untuk saat ini, PSMS IPL akan melakukan latihan reguler di Stadion TD Pardede. (saz)
Menatap laga lawan Persija sore ini, Panpel coba mendatangkan lebih banyak penonton. Mereka mencetak 7.000 tiket. “Laga melawan Persija tampaknya lebih bergengsi. Kami yakin lebih ramai,” kata H Sariono Ketua Panpel kemarin.
Penurunan penonton tentu saja masalah serius. Sebab musim sebelumnya di mana PSMS hanya main di Divisi Utama, setiap laga sekitar 10.000 penonton menyesaki Stadion Teladan. Memang saat itu laga digelar malam hari. Lebih dari itu, prestasi PSMS musim lalu juga cukup lumayan dan dihuni pemain yang punya basis fans cukup bagus. Lalu bandingkan dengan PSMS IPL? Nyaris tak ada skuad yang punya nama besar.
Harga tiket di IPL juga dijual terjangkau. Untuk tribun tertutup, Panpel menjualnya Rp20 ribu, sedangkan tribun terbuka Rp10ribu. Jika Anda seorang fans yang tergabung dalam sebuah kelompok yang diakui pengurus, maka cukup mengeluarkan Rp8 ribu untuk selembar tiket.
Sementara itu, PSMS IPL juga terkesan kurang perhatian. Itu terlihat dari sesi latihan kemarin sore yang hanya digelar di lingkungan hotel Dhaksina tepatnya di lantai empat hotel yang berada di Jalan SM Raja itu.
Khaidir didampingi CEO PSMS Fredy Hutabarat menjelaskan, latihan yang digelar itu hanya berupa peregangan otot. Karena PSMS akan melakoni laga kontra Persija sore (1/12) ini. “Jadi tak perlu latihan fisik atau strategi lagi. Latihan ini dilakukan agar tubuh mereka tetap bugar dengan melakukan gerakan-gerakan kecil,” ungkapnya.
Untuk saat ini, PSMS IPL akan melakukan latihan reguler di Stadion TD Pardede. (saz)
Target Satu Bulan Bikin PSMS Solid
Banyaknya cemoohan baik dari masyarakat Kota Medan maupun dari klub PSMS yang berlaga di ISL, menjadi cambuk kepada PSMS IPL.
Tak ada yang bisa menampik hal itu. Termasuk pengurus yang berada di PSMS IPL sendiri. Mereka mengaku PSMS IPL saat ini memang sangat minim persiapan, baik persiapan tim maupun yang lainnya. Namun, pengurus mengaku ditantang pihak konsorsium untuk menghasilkan tim solid dalam waktu satu bulan.
Direktur Operasional PT PSMS Jhoni Sembiring didampingi CEO Fredy Hutabarat menjelaskan, saat ini memang hanya ini dulu yang dapat diperbuat. “Kita sadar, dalam waktu tiga hari mana ada pengurus yang sekonyong-konyong langsung mampu menghasilkan atau menghadirkan tim kuat bagi masyarakat Kota Medan. Namun, masyarakat Kota Medan juga harus mengerti permasalahan dan konflik yang ada di tubuh PSMS saat ini,” kata Jhoni.
Dengan begitu, sambungnya, PSMS yang berlaga di IPL ini juga bisa berbenah dengan dukungan dari pendukung utamanya, yakni masyarakat Kota Medan. “Dengan sudah adanya dukungan dari 40 klub pemilik PSMS. Kini kita bisa bergrak lebih lugas. Dan tentunya tanpa dukungan masyarakat Kota Medan itu juga akan percuma,” terang Jhoni.
Menurut Jhoni, konsorsium sebagai manajemen klub tentunya tak main-main jika mereka sudah mengeluarkan sejumlah dana. Dananya harus dikelola dengan baik, dalam target dan tujuan PSMS bisa siap menatap kompetisi ke depan. “Nah, karena itu kita juga sudah siapkan program-program dalam pembentukan skuad PSMS ke depan. Perlahan-lahan lah, tapi pasti,” katanya.
Ia juga menuturkan, jika memang kelemahan PSMS ada di berbagai lini, pengurus siap mendapatkan kritik dari masyarakat Kota Medan. “Karena itu pula saat ini PSMS akan terus mendatangkan pemain seleksi yang ready to use. Bukan mendatangkan pemain yang harus dibentuk lagi. Yang utama saat ini adalah pemain yang sudah melewati verifikasi, baik itu untuk pemain lokal dan asing,” tutur Jhoni.
Mengenai adanya klub PSMS ISL pihaknya tak mau ambil pusing. “Biar PSSI dan FIFA yang menyikapi itu. Dan bagaimana mereka nanti menentukan keberlangsungan PSMS ke depan,” jelas Jhoni. (saz)
Tak ada yang bisa menampik hal itu. Termasuk pengurus yang berada di PSMS IPL sendiri. Mereka mengaku PSMS IPL saat ini memang sangat minim persiapan, baik persiapan tim maupun yang lainnya. Namun, pengurus mengaku ditantang pihak konsorsium untuk menghasilkan tim solid dalam waktu satu bulan.
Direktur Operasional PT PSMS Jhoni Sembiring didampingi CEO Fredy Hutabarat menjelaskan, saat ini memang hanya ini dulu yang dapat diperbuat. “Kita sadar, dalam waktu tiga hari mana ada pengurus yang sekonyong-konyong langsung mampu menghasilkan atau menghadirkan tim kuat bagi masyarakat Kota Medan. Namun, masyarakat Kota Medan juga harus mengerti permasalahan dan konflik yang ada di tubuh PSMS saat ini,” kata Jhoni.
Dengan begitu, sambungnya, PSMS yang berlaga di IPL ini juga bisa berbenah dengan dukungan dari pendukung utamanya, yakni masyarakat Kota Medan. “Dengan sudah adanya dukungan dari 40 klub pemilik PSMS. Kini kita bisa bergrak lebih lugas. Dan tentunya tanpa dukungan masyarakat Kota Medan itu juga akan percuma,” terang Jhoni.
Menurut Jhoni, konsorsium sebagai manajemen klub tentunya tak main-main jika mereka sudah mengeluarkan sejumlah dana. Dananya harus dikelola dengan baik, dalam target dan tujuan PSMS bisa siap menatap kompetisi ke depan. “Nah, karena itu kita juga sudah siapkan program-program dalam pembentukan skuad PSMS ke depan. Perlahan-lahan lah, tapi pasti,” katanya.
Ia juga menuturkan, jika memang kelemahan PSMS ada di berbagai lini, pengurus siap mendapatkan kritik dari masyarakat Kota Medan. “Karena itu pula saat ini PSMS akan terus mendatangkan pemain seleksi yang ready to use. Bukan mendatangkan pemain yang harus dibentuk lagi. Yang utama saat ini adalah pemain yang sudah melewati verifikasi, baik itu untuk pemain lokal dan asing,” tutur Jhoni.
Mengenai adanya klub PSMS ISL pihaknya tak mau ambil pusing. “Biar PSSI dan FIFA yang menyikapi itu. Dan bagaimana mereka nanti menentukan keberlangsungan PSMS ke depan,” jelas Jhoni. (saz)
Subscribe to:
Posts (Atom)