Tuesday, November 22, 2011

Selasa ini, PSMS tentukan pilihan

MEDAN - Kepastian pilihan PSMS Medan mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diputuskan Selasa ini. Demikian disebutkan Pelaksana Teknis PSMS, Iswanda Nanda Ramli, Senin.

Dikatakan, keputusan final di antara dua pilihan itu akan Selasa ini. Sebelumnya, Rahudman Harahap selaku Ketua Umum PSMS telah memutuskan IPL setelah menandatangani kerjasama dengan pihak konsorsium.

Namun dari tiga syarat yang diajukan kala itu, hingga sekarang baru dua yang dipenuhi. Salah satunya adalah menjadi tuan rumah laga perdana menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan, 26 November nanti.

"Mereka (konsorsium-red) menjanjikan akan mengabulkan keinginan PSMS hari ini (kemarin-red). Seandainya janji tidak dipenuhi, tidak tertutup kemungkinan PSMS mengikuti ISL yang digelar Badan Liga Indonesia," ujar Nanda yang juga Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Medan itu.

Sebelumnya, Idris SE menyebutkan pihaknya harus hati-hati menentukan sikapn karena tidak mau menanggung resiko seperti kompetisi terhenti di tengah jalan akibat akan terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) saat musim dimulai.

Dengan dihentikannya kompetisi, PSMS jelas akan menanggung tiga bulan gaji pemain dan pelatih. Karena itu, PSMS meminta konsorsium untuk menyiapkan dana talang senilai Rp5 miliar.

“Tetapi kalau tuntutan PSMS itu tidak mereka penuhi, dengan segala resiko PSMS akan mengikuti ISL,” sebut Idris yang disebut-sebut bakal menjabat Chief Executive Officer (CEO) Ayam Kinantan.

Setelah menunjuk Raja Isa sebagai pelatih kepala didampingi Suharto, Roekinoy, dan Sugiar, PSMS terus mempersiapkan diri dan berencana melakukan try out ke Pulau Jawa.

Monday, November 21, 2011

Konsorsium: Idris tak bisa sembarangan

Jakarta - Polemik di tubuh PSMS Medan terjawab sudah, khususnya terkait belum dikontraknya pelatih dan para pemainnya. Pengakuan Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, yang mengaku konsorsium belum menyediakan dana akibat kontrak belum dituntaskan, dibantah keras.

Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam
Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.

Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.

Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.

Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.

Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.

Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.

Konsorsium: Rp15 M untuk PSMS sudah siap!

JAKARTA - Polemik di tubuh PSMS Medan terjawab sudah, khususnya terkait belum dikontraknya pelatih dan para pemainnya. Pengakuan Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, yang mengaku konsorsium belum menyediakan dana akibat kontrak belum dituntaskan, dibantah keras.

Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam.
"Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.

Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.

Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.

Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.

Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.

Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.

Rahudman harus tegas terhadap Idris

MEDAN - Masih belum jelasnya kondisi klub PSMS Medan jelas sangat memprihatinkan. Salah satu kondisi di tubuh PSMS yang memprihatinkan masih belum jelasnya kompetisi mana yang akan diikuti oleh klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini.

Sebelumnya, Ketua Umum PSMS diwakili Idris SE selaku Pelaksana Teknis mengatakan PSMS akan berlaga di Indonesia Premier League (IPL). Namun kabar lain menyebutkan adanya kemungkinan Ayam Kinantan berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).

Selain kesimpangsiuran masalah kompetisi, PSMS juga dipusingkan belum jelasnya pengisi posisi Chief Executive Officer (CEO). Meski dibantah Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, Idris mengklaim dirinya nanti berposisi sebagai CEO.

Menanggapi hal ini, Rahmat Nur Lubis mengatakan hal ini butuh ketegasan dari Ketua Umum. Terlebih pemerhati sepakbola Sumatera Utara ini menambahkan para bawahan sudah berani mengeluarkan statement yang kontroversial seperti itu.

"Rahudman harus tegas soal ini, jangan sampai bawahan melakukan tindakan di luar kendalinya," ujarnya baru-baru ini.

Kepada Waspada Online, Rahmat mengimbau pengurus PSMS tetap fokus membenahi tim. Saat ditanya siapa CEO PSMS saat ini, Rahmat mengatakan masih belum ada karena sampai saat ini masih belum ada yang ditunjuk Rahudman sebagai resmi.

"Sepengetahuan saya sih belum ada, Rahudman juga belum menunjuk siapa CEO-nya," tambahnya.

Lebih lanjut, Rahmat juga membeberkan 'dosa-dosa' yang pernah dilakukan oleh Pelaksana Teknis PSMS saat ini, Idris, saat memimpin klub. Di bawah kendali Idris, PSMS mempunyai beberapa masalah seperti kontrak pemain maupun staf yang tidak jelas, adanya isu suap, tidak jelasnya pemasukan tiket pertandingan di kandang, hingga keuangan klub yang amburadul.

Untuk itu, Rahmat mengharapkan agar Rahudman dapat bertindak tegas terhadap Idris maupun staf di PSMS lainnya. Sebagai informasi, Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL. Uniknya, PSMS juga hadir pada meeting Indonesian Super League (ISL) yang digelar Sabtu kemarin. Pada pertemuan itu, PSMS diwakili Benny Tomasoa.

Imbang, Raja tetap puji pemain

EDAN - Gol penalti dari Osas Saha menyelamatkan blunder kiper M Sahbani di babak pertama hingga PSMS Medan bermain imbang 1-1 dengan Pro Duta FC dalam laga ujicoba di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Menanggapi hasil imbang ini, Pelatih PSMS Raja Isa tak lantas kecewa. Bahkan pelatih asal Negeri Jiran ini memuji performa tim yang baru dibesutnya dalam dua hari terakhir ini.

“Saya lihat fighting spirit anak-anak luar biasa. Secara keseluruhan, saya puas dengan permainan mereka. Apalagi baru dua hari belakangan saya membumbui mereka dan saya yakin beberapa hari ke depan akan semakin baik,” ujarnya seusai pertandingan.

Menurut mantan Pelatih Persipura Jayapura itu, setiap tim pasti ngotot ingin mencuri kemenangan menghadapi PSMS. Termasuk Pro Duta yang dianggap Isa sebagai lawan matang.

“Mindset tim yang menghadapi PSMS tentu ingin menang, tapi saya tekankan kepada anak-anak untuk tidak kalah. Kita coba memanfaatkannya dan cari kesalahan mereka,” papar Isa yang juga pernah Persiram Raja Ampat dan PSM Makassar ini.

Raja pun menambahkan timnya mencoba memainkan ball posession untuk membongkar pertahanan lawan.

“Ada saatnya tim harus bermain dengan bola-bola panjang namun ada saatnya kita memainkan ball posession. Tadi permainan bola pendek kita dapat. Meskipun belum perfect, kita bisa memberikan tekanan luar biasa pada lawan,” pungkas Isa.

Melawan Pro Duta, PSMS tampil dengan deretan legiun asing teranyarnya termasuk Murphy Kumonple, Wallace, dan Mfundo. PSMS bahkan tertinggal lebih dulu oleh blunder Sahbani yang hendak membuang bola yang justru dimanfaatkan lawan meneruskan si kulit bundar ke gawang kosong.

Tertinggal satu gol, PSMS tetap bermain tenang. Aliran bola dari kaki ke kaki menjadi senjata untuk membongkar pertahanan lawan. Satu celah akhirnya dimanfaatkan Saha yang berhasil merangsek ke kotak terlarang di penghujung babak kedua.

Suyatno yang melihat aksi berbahaya striker Nigeria itu terpaksa mengganjalnya dan memaksa wasit menunjuk titik putih. Saha tampil dengan eksekutor dan mengecoh kiper Pro Duta, Oki Rengga.

Sinyalemen PSMS ke ISL

Sumber Tribun dari lingkup kebun Bunga mengatakan bahwa PSMS sudah definitif menjajal liga Indonesia Super League (ISL). Keputusan yang ditengarai ketidakmampuan konsorsium menyetor bank garansi minimal Rp 10 miliar. Teranyar, konsorsium hanya menyanggupi setoran Rp 1 Miliar. Nominal yang ditolak mentah-mentah oleh elit internal pengurus PSMS.

"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.

Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.

Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.

Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Sinyalemen PSMS ke ISL

Sumber Tribun dari lingkup kebun Bunga mengatakan bahwa PSMS sudah definitif menjajal liga Indonesia Super League (ISL). Keputusan yang ditengarai ketidakmampuan konsorsium menyetor bank garansi minimal Rp 10 miliar. Teranyar, konsorsium hanya menyanggupi setoran Rp 1 Miliar. Nominal yang ditolak mentah-mentah oleh elit internal pengurus PSMS.

"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.

Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.

Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.

Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Markus Horison Gabung PSMS Medan

Mantan kiper Tim Nasional Markus Horison akan kembali bergabung dan membela PSMS Medan menghadapi musim kompetisi 2011-2012 yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Namun sayangnya pada laga uji coba melawan Pro Duta di Stadion Teladan Medan, Sabtu, kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu tidak tampak hadir di bawah mistar PSMS Medan.

Padahal suami artis Kiki Amalia tersebut dikabarkan sudah sampai di Medan Sabtu siang, dan akan langsung bergabung bersama pemain-pemain "Ayam Kinantan" (julukan PSMS Medan-red) lainnya.

"Dia (Markus) memang sudah di Medan, tetapi belum gabung hari ini, mungkin masih lelah dari Jakarta. Kemungkinan Senin (21/11) sudah bergabung latihan bersama pemain-pemain lainnya," kata pelatih PSMS Medan Raja Isa.

Ketika ditanya nilai kontrak Markus, Raja Isa mengatakan, tidak mengetahui besaran nominalnya. Ia juga mengaku Markus bergabung ke PSMS atas permintaan sponsor.

"Sponsor yang bawa dia ke mari, kita tentunya senang saja kalau dia bergabung ke PSMS Medan. Meski kita sebelumnya juga sudah memiliki kiper yang tentunya kualitasnya tidak kalah dengan Markus," katanya.

Selain Markus, beberapa pemain asing juga mencoba peruntungan di PSMS dan hari ini sudah langsung diturunkan dalam laga uji melawan Pro Duta. Seperti Murphy Kumonple, Wallace Rodrigues Da Silva dan Mfundo Cecil Mathonsi Deri.

Murphy yang terakhir membela Liberia LISCR FC itu juga pernah memperkuat PSMS Medan pada musim kompetisi 2007-2008.

Kedatangan pemain-pemain luar neger itu menyusul dicoretnya dua pemain asing, Orlando De Melo Juninho dan Na Byung Yul yang dinilai meski memiliki kualitas cukup baik, namun tidak sesuai dengan karakter permainan Medan.

"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah.Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, saya berharap ada solusi untuk kekosongan lini tengah," katanya.

Ia juga mengaku dalam waktu dekat ini, salah seorang pemain asal Papua juga akan bergabung dengan PSMS Medan. Namun sayangnya ia masih enggan menyebutkan nama pemain asal Papua tersebut.

"Tunggu saja dalam beberapa hari ini ia akan sampai di Medan," kata pria asal Malaysia itu. (antara)

PSMS Medan Tiga Asing Coba Peruntungan

Tiga pemain asing kembali merapat ke PSMS. Ketiganya ialah Murphy Kumonple yang pernah memperkuat skuad PSMS, eks gelandang Tangerang wolves Wallace Rodrigues Da Silva dan pemain Afrika Selatan Mfundo Cecil Mathonsi Deri. Ketiganya baru bergabung selama dua hari dan sudah diikutkan dalam laga uji coba kontra Pro Duta FC di stadion Teladan, kemarin, Sabtu (19/11/2011)

PSMS Medan seolah menjadi magnet tersendiri bagi pemain asing. Silih berganti pemain asing mencoba peruntungan. Stephen Mennoh, Sthembisso, Traore Youssuf, In Kyun Oh, Orlando de Mello Juninho, dan Na Byung Yul. Dua nama terakhir langsung dicoret pelatih kepala Raja Isa setelah tiga hari menangani Ayam Kinantan.

Ketiga pemain asing yang baru bergabung diharapkan bisa mengakomodir krisis lini tengah. Raja Isa mengatakan, selain memaksimalkan kuota empat pemain asing sesuai peraturan, pencarian pemain asing didasari pada kebutuhan PSMS saat ini. Ketiadaan sosok jenderal di lapangan tengah menjadi kunci soliditas tim diharuskan segera diatasi.

"Format tim sudah mulai tampak. Perlahan tapi pasti bentuk gregetnya sudah mulai terbangun. Yang lebih penting krisis di lini tengah dapat teratasi," ujarnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Raja Isa Ingin Kembalikan Kejayaan PSMS

Pelatih kepala PSMS Medan Raja Isa mengatakan, butuh waktu selama dua tahun untuk membangun klub kebanggaan masyarakat Medan tersebut untuk menjadi tim tangguh yang disegani

"Kita perlu waktu menjadikan PSMS sebagai tim yang hebat dan sulit untuk dikalahkan dalam berbagai pertandingan," ujar Raja Isa.

"Untuk PSMS saya yakin cukup dua tahun sudah bisa menjadi tim yang hebat, seperti ketika jayanya klub tersebut dulunya," tambah pelatih asal Malaysia tersebu.

Meski begitu, Raja Isa tetap akan tampil serius di musim ini, dan tak menutup kemungkinan bahwa timnya bisa menjadi juara Indonesia Premier League.

"Kita tidak perlu harus menunggu waktu terlalu lama untuk bisa menjadi juara.Kesempatan itu akan selalu ada, siapa yang serius tentunya kesempatan akan datang padanya," katanya.

Pria yang pernah membesut Persiram Raja Ampat ini mengaku tidak canggung berada di Medan. Ia juga tertarik membesut PSMS Medan karena pemainnya memiliki tipikal keras seperti Makassar dan Papua.

"Saya pilih PSMS karena tipe permainannya sama dengan Papua dan Makassar. Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita majukan PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, mengenai persiapan tim, Raja Isa mengungkapkan bahwa kini fokusnya adalah membentuk kerangka tim, selain itu juga melakukan seleksi pemain asing.

"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah. Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, besar harapan saya, kekosongan lini tengah bisa diatasi," tandasnya. (antara)

Friday, November 18, 2011

Inkonsistensi PSMS Masih Berlanjut

Elit internal PSMS Medan kembali menunjukkan inkonsistensinya dalam memutuskan di mana, klub yang berdiri 1950 itu berlaga. Pasalnya, tiket yang digenggam dari PSSI untuk berlaga di Indonesian Premier League (IPL) dalam masih belum cukup memuaskan pengurus PSMS.

Itu bisa terlihat dari kehadiran wakil PSMS di rapat pertemuan klub divisi utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel, Surabaya, Rabu (16/11). Kubu PSMS melalui calon Chief Executif Ofiicer (CEO), Idris, sempat membantah kehadirannya di Surabay dengan menampakkan diri melihat uji coba PSMS Medan melawan PSMS U-21.

Idris memang disorot akan berangkat ke pertemuan PT Liga, lantaran dia adalah sosok yang belum sepenuhnya sepakat soal kerja sama dengan pihak konsorsium, terlebih dana yang dijanjikan konsorsium belum juga turun.

Namun, kepastian ikutnya PSMS ke Surabaya terkuak dari daftar absensi klub yang ikut menghadiri rapat tersebut. Nama PSMS dinyatakan hadir yang diwakili oleh Zulkifli. Pria ini sendiri bukanlah pengurus atau manajemen PSMS. Namun belakangan, pria ini aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup yang digelar di Kebun Bunga. Dia kemudian sangat dekat dengan Idris.

Zulkifli, yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya sempat terkejut soal kabar dia sampai ke Surabaya diketahui media Medan. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya)," ujarnya.

Tapi, begitu disebut namanya jelas tercantum di absensi klub peserta rapat, Zulkilfli mulai terdengar bingung menjawab pertanyaan. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ungkapnya dan langsung mematikan telepon.

Kondisi ini semakin memperjelas inkosistennya PSMS. Dan pertemuan klub Indonesian Super League (ISL) yang diagendakan besok (Jumat, 18 Nopember), diduga PSMS juga bakal ikut pertemuan.

Alhasil, PSMS menjadi klub yang ikut tiga pertemuan, divisi utama, IPL dan bakal ikut ISL. Ini sesuai komentar Idris sebelumnya. "PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safety, konsorsium saja belum jelas dananya. Kalau ISL kan sponsor kita sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita kalau ikut ISL," tukasnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

PSMS Medan "Sinyal Pendepakan Duo Asing"

Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa sangat jeli mengevaluasi kedalaman skuadnya. Ia pun mengisyaratkan sinyal pendepakan. Tak mengejutkan, pelatih berkebangsaan Malaysia itu menunjuk duo gelandang anyar itu. Orlando de Mello Juninho dan Na Byung Yul.

"Sepakbola mengharuskan anda bermain secara tim. Ada dua kemungkinan jika anda memiliki kualitas tinggi skill individual. Melengkapi kelemahan rekan dalam mewujudkan kemenangan dalam kebersamaan atau merusak ritme permainan karena cenderung ego. Juninho melakukan yang terakhir saya sebut. Sepakbola bicara sebelas pemain dalam mewujud satu visi bersama," ujarnya tersenyum.

Eks pelatih Persipura ini mengakui Orlando Juninho memiliki level teknik di atas rekan-rekannya. Namun, dari kacamata pengalamannya melatih, ia mendapati Juninho telah absen berlatih selama lebih dari tiga bulan lamanya.

"Jadwal tanding tak kurang dari sepuluh hari. Juninho membutuhkan masa recovery (pemulihan) lebih dari masa itu. Saya tak berani ambil resiko untuk memainkannya di tengah waktu yang mepet. Sementara pemain-pemain lainnya saya nilai sudah memiliki komunikasi dan koordinasi yang cermat. Saya tak nak merusak fondasi ini," katanya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Di mana kaki PSMS berpijak?

MEDAN - PSMS Medan semakin abu-abu menentukan sikapnya memilih opsi-opsi yang ditawarkan untuk kompetisi musim mendatang. Setelah berada di antara Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL), kini malah ada opsi ketiga. Tak lain kompetisi Divisi Utama yang notabene kompetisi level kedua.

Betapa tidak, pada rapat pertemuan klub Divisi Utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel Surabaya Rabu kemarin, PSMS ikut mengirim perwakilannya. Bukan Idris ataupun pelaksana teknis lainnya, namun dalam daftar absensi kehadiran terdapat nama Zulkifli sebagai wakil PSMS.

Yang bersangkutan tidak termasuk ke dalam pengurus ataupun manajemen PSMS. Namun belakangan ia aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup di Stadion Kebun Bunga.

Saat dikonfirmasi, Zulkifli awalnya membantah kehadirannya di Surabaya. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya-red)?" katanya.

Namun saat ditodong pertanyaan soal absensi rapat yang terdapat namanya, Zulkilfli terkesan kebingungan menjawab. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ujarnya langsung mematikan telepon.

Artinya, kehadiran PSMS ini terkesan dirahasiakan dan tak ayal menciptakan kebingungan. Selama ini PSMS digembar-gemborkan akan berkiprah di kompetisi level teratas seperti IPL atau ISL. Namun juga ikut hadir dalam pertemuan klub Divisi Utama sebagai kompetisi kasta kedua.

Padahal Idris mengatakan PSMS tak mungkin bermain di Divisi Utama karena mendapat jatah ISL sebagai salah satu tim terbaik di Delapan besar Divisi Utama musim lalu. “Kita kan salah satu tim terbaik. Jadi bukan dikasih-kasih,” kata Idris belum lama ini.

Sikap plin-plan PSMS juga terlihat dengan rencana hadir pada pertemuan antarklub peserta ISL yang juga digelar PT Liga Indonesia, Jumat ini. PSMS sebelumnya juga mengutus wakilnya pada pertemuan klub peserta IPL.

"PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safe. Kalau ISL kan sponsor sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita nantinya," ujar Idris yang digadang-gadang sebagai calon CEO itu.

Pemain PSMS Terkapar Tanpa Medis

Masalah demi masalah masih menyelimuti PSMS Medan. Selain CEO yang belum kelar, kini PSMS disibukkan dengan ketiadaan tim medis. Pada uji coba kontra PSMS U-21 Rabu (16/11) di Stadion Teladan, sejumlah pemain yang masih seleksi terkapar di lapangan dan tak diberi pertolongan medis.

Tragis. Padahal kompetisi belum bergulir, sementara para pemain sudah mengalami rentetan cedera. Meski tak masuk kategori parah, namun cedera pemain bisa jadi duri dalam daging.

Saat uji coba itu tercatat ada beberapa pemain yang harus keluar lapangan. Wawan Widiantoro misalnya. Ia sempat dilanggar di kotak penalti lawan. Ironisnya Pihak PSMS hanya memberikan penanganan medis ‘asal jadi’ dari petugas perlengkapan tim.

Akhirnya, dia (Wawan, Red) harus ditarik keluar dan digantikan Denny Rumba di babak kedua. Memang apes, bukannya mendapat pengobatan, nyeri di pergelangan kaki kirinya juga tanpa mendapatkan perawatan medis apapun.

Bukan hanya Wawan, rentetan benturan dan tabrakan yang terjadi di lapangan banyak terjadi. Seperti yang dialami gelandang Korea Na Byung Yul, Jecky Pasarela dan Ahmad Kurniawan, juga tanpa perawatan. Na Byung Yul di babak pertama harus keluar digantikan Alamsyah. Alamsyah juga harus kembali keluar karena nyeri di kaki setelah berbenturan dan diganti Ari Priyatna.

Menanggapi masalah serius ini, pria yang mengaku CEO dan berseliweran di PSMS, Idris menjawab enteng saja seperti memudahkan masalah yang cukup vital ini. Padahal PSMS sudah menggelar persiapan selama sembilan pekan, tapi tim medis belum ditentukan.

“Namanya dr Raja, bekerja di Puskemas Titi Papan. Besok (Hari ini, Red) dokter sudah ada. Sedangkan masseur tim akan ditangani Kholid (Masseur PSMS musim lalu),” jelasnya, Rabu (16/11).

Idris dengan sekenanya menyebut nama, padahal penugasan dokter tim harus melewati penugasan tim dokter PSMS yang harus dibicarakan sebelumnya. (saz/sumutpos)

Wednesday, November 16, 2011

Kurnia Meiga Dikabarkan Tertarik Perkuat PSMS

Posisi penjaga gawang PSMS Medan disebut-sebut memantik minat penjaga gawang Timnas Indonesia U-23, Kurnia Meiga. Kiper Arema bakal menyusul sang abang, Ahmad Kurniawan (AK) yang sudah menjalani seleksi di klub berjuluk Ayam Kinantan selama dua minggu belakangan.

Info ketertarikan kiper utama Timnas Sea Games Palembang adalah, karena nasibnya di Arema klub yang dibelanya juga belum jelas. "Dia (Kurnia Meiga) belum ada kejelasan. Jadi dia bersedia di PSMS, asal ada tawaran dari PSMS," ujar narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Kehadiran Kurnia Meiga, lanjutnya akan sangat tergantung dengan komunikasi sang adik dengan abangnya, Ahmad Kurniawan. "Kurnia Meiga sangat segan dengan abangnya. Sebenarnya mereka ini bisa satu paket berada di PSMS," tukasnya.

Kelanjutan proses komunikasi soal ini, memang belum sampai ke ranah pengurus. "Hingga saat ini masih soal komunikasi Meiga saja yang tertarik jika ada tawaran ke PSMS. Meiga juga kan lagi sibuk di timnas, sementara PSMS juga belum beres semua dengan konsorsium," tuturnya.

Kurnia Meiga sendiri yang dihubungi via telepon genggamnya, mengakui soal ketertarikannya bermain di PSMS. "Kalau bisa kenapa enggak," tegasnya.

Dia menyebutkan, ke PSMS akan membuatnya bisa berkumpul kembali dengan abangnya. "Dengan bermain di PSMS, saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga kakak (abang) di Medan," ungkapnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

CEO Bikin Pening

MEDAN – PSMS masih berkutat pada permasalahan penentuan figur Chief Executive Officer (CEO) di musim kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Beredar kabar, Ketua Umum PSMS yang juga wali kota Medan, Rahudman Harahap pening menentukan siapa yang paling pas duduk di posisi krusial itu.

Salah satu dari dua nama dikabarkan bakal menduduki posisi tersebut. Keduanya merupakan pelaksana teknis PSMS yang ditunjuk langsung oleh Rahudman Harahap yakni Iswanda Ramli dan Idris.

Iswanda Ramli yang sebelumnya menyatakan akan bertemu dengan wali kota Medan itu Jumat (11/11) malam mengaku batal melaporkan kesepakatan yang dicapai pihak konsorsium dan PSMS pada pertemuan teknis klub IPL di Hotel Alila Jakarta Rabu (9/11) lalu.

“Wali kota berhalangan karena banyak kegiatan. Kami pun batal bertemu dengan beliau tadi malam (Jumat 11/11). Kemungkinan besok (hari ini) pertemuan akan digelar. Saya dan Idris akan bertemu dengan beliau,” katanya lagi.
Dia meyakini, pertemuan dengan wali kota tersebut akan memutuskan siapa CEO PSMS Medan.
“Besok (hari ini) saya rasa sudah akan ditentukan mengingat waktu semakin mepet,” ungkapnya.

Baik Iswanda Ramli maupun Idris sebelumnya mengaku bersedia jika ditunjuk sebagai CEO. Namun kelompok suporter PSMS senada mengutarakan penolakan terhadap Idris jika akhirnya diputuskan menjadi CEO.
Presiden KAMPAK Johan Ferzy Simangunsong yang ditemui di Stadion Teladan Medan kemarin mengatakan, buruknya kinerja Idris sebagai manajer PSMS musim lalu sekaligus sekretaris umum PSMS hampir dua musim lamanya membuatnya seharusnya tidak lagi mendapat tempat di PSMS.

“Jelas kami katakan, kinerja Idris sangat jeblok. KAMPAK menolak dia sebagai CEO lantaran melihat apa yang sudah dibuatnya untuk PSMS sangat buruk. Bukannya prestasi yang dia berikan, namun kebobrokan-kebobrokan,” ungkapnya.

Dengan tegas Johan menyebutkan, jika Idris menjabat CEO, PSMS bakal terperosok jauh dan akhirnya tenggelam.
“Lagipula apa di Medan ini cuma Idris yang harus ke PSMS. Apa hanya dia yang bisa jadi CEO?. Jika harus memilih, kendati baru ditunjuk sebagai pelaksana teknis, Iswanda Ramli pantas mengisi jabatan itu,” tukasnya.
Baik-buruknya Iswanda saat menjabat CEO menurutnya urusan belakangan. Yang jelas, dibanding Idris, pria yang akrab disapa Nanda itu disinyalir lebih baik.

“Kami memang belum bisa menilai kinerja Nanda, tapi memilih yang terbaik di antara yang terburuk itu saya rasa wajar saja. Bukan masalah dukung-mendukung, kami hanya berharap PSMS ini
bisa keluar dari masa suram,” ucapnya lagi.

Senada salah seorang pendiri PSMS Medan Fans Club (PFC) Pio Paulus Sembiring menyatakan, kegelisahan mantan pemain PSMS terhadap pengurus PSMS musim lalu seharusnya membuat pengurus sadar diri dan mundur.
“Keluhan mereka itu secara tidak langsung merupakan keluhan seluruh masyarakat pencinta PSMS. Pengurus harus mundur. Serahkanlah kepengurusan kepada orang yang baru dan profesional,” ucapnya.
Ketua PFC Rahmad Nur Lubis juga tak ingin Idris duduk di kursi CEO.

“Kita minta ketegasan Ketum dalam hal pemilihan CEO ini, Karena kendalinya ada di tangan Ketum. Dilihat dari sisi prosesnya, Idris terlihat teramat ambisius dan seperti ngebet sekali ingin jadi CEO. Ada apa?
Dilihat dari sisi kapabilitas, Idris jelas gagal karena musim lalu gagal memenuhi targetnya membawa PSMS lolos paling tidak ke Semi final Divisi Utama,” bebernya. (saz)

Markus Gabung PSMS?

MEDAN- Penjaga gawang langganan Timnas Indonesia asal Medan, Markus Horison dikabarkan akan kembali membela klub yang membesarkannya, PSMS. Pemain Persib musim lalu itu kini sedang berada di Medan tak tak memiliki klub, serta tak lagi dipanggil Timnas melawan Qatar di penyisihan Piala Dunia Zona Asia.

Belakangan, pemain yang sempat membela Persik Kediri ini memang acap kali diisukan bakal membela PSMS namun tak pernah terwujud. Musim ini, asa kembalinya Markus ke Medan terbuka lebar, karena sang pemain masih dalam status tanpa klub saat ini. Apalagi, kesepakatan Markus untuk bermain di klub Malaysia tidak terealisasi.

“Saya sempat bernegosiasi dengan dua klub di Malaysia. Tapi peraturan di Malaysia, kiper untuk klub-klub kompetisi harus pemain lokal. Saya juga sempat berkomunikasi dengan perwakilan federasi sepak bola Malaysia di Jakarta soal ini. Akhirnya saya tidak jadi ke Malaysia,” beber Markus via seluler kemarin.

Suami artis Kiki Amalia ini mengatakan, akan senang sekali jika bisa memperkuat PSMS. Meski diakuinya ada beberapa tawaran juga dari klub-klub Indonesia. “Saya memang belum memutuskan mau bermain di mana. Namun jika saja ada komunikasi dari pengurus atau konsorsium ke saya, Insya Allah saya siap seribu persen ke PSMS. Apalagi, PSMS adalah rumah saya dan klub yang membesarkan saya,” ujar Markus.

Soal klub bermain di IPL atau ISL, baginya yang penting bisa bermain sebaik mungkin. “Saya memang sudah berbicara dengan pak Farid Rahman (Wakil Ketum PSSI), dia menyarankan saya main di IPL. Bagi saya yang penting main, tak peduli mau main di kompetisi mana baik ISL atau IPL,” jelas kiper berkepala plontos ini.

Markus juga menampik jika disebut proses memperkuat klub berjuluk Ayam Kinantan batal karena mematok harga yang tinggi. “Saya sempat kecewa juga dikabarkan mematok harga Rp1,1 miliar. Saya tak pernah menerima nilai sejumlah itu di klub saya bermain. Bahkan di Persib yang klubnya dari sisi anggaran tidak mengkhawatirkan saja, saya dihargai sekitar Rp900 juta dan klub-klub lain di bawah jumlah itu. Silahkan dicek soal itu ke klub-klub saya sebelumnya. Saya tahu soal angka Rp1,1 miliar dari teman-teman di Medan yang tahu soal isu itu,” ungkapnya lagi.

Dia meyakini, jika kemudian ada komunikasi dengan PSMS, bisa saja nominal itu turun. “Tergantung komunikasi, namun sampai sekarang belum ada berbicara dengan pihak PSMS. Saya juga tahu saat ini masih ada yang belum di kubu PSMS soal kerja sama dengan konsorsium. Sepanjang ada komunikasi, saya siap membela PSMS,” kata Markus.

Markus juga menegaskan, jika kedatangannya ke Sumut dalam beberapa minggu ini hanya mengunjungi keluarga bukan bernegosiasi ke PSMS. Rabu (16/11) depan, Markus juga diagendakan bertemu Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. “Saya hanya pulang kampung. Memang ada agenda ketemu Gubsu, beliau suka bola dan saya yakin suka PSMS. Ya sekadar silaturahim saja. Tapi masih melihat jadwal, beliau juga sibuk,” tuturnya.

Soal Markus, pelaksana teknis PSMS Iswanda Nanda Ramli mengatakan, soal perekrutan pemain pihaknya akan membicarakan lagi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Markus ke PSMS bagus.
Tapi kami belum bisa memutuskan. Selanjutnya kami akan bicarakan dengan Ketum,” ujarnya.

Sedangkan, bakal pelatih penjaga gawang PSMS Sugihar mengungkapkan, tidak masalah dengan kehadiran kiper baru. Meski diakuinya yang ada saat ini, Ahmad Kurniawan, Edi Kurnia dan Syahbani serta kiper magang Alrian Suhaibi sudah cukup solid. “Bagi saya yang ada sekarang ya sudah cukup dan solid. Kalau ada penambahan pemain baru bakal ada perubahan pastinya. Soal Markus saya serahkan kepada pengurus, karena mereka yang berwenang soal anggaran dan saya tidak tahu juga nominal permintaan Markus,” katanya.

Sugihar tak menampik, Markus masih sosok kiper terbaik di Indonesia. “Saya akui Markus masih yang nomor satu di Indonesia. Dia hanya perlu memperbaiki mentalnya,” ungkapnya. (saz)

Tuesday, November 15, 2011

Waduh! Idris jadi CEO PSMS

MEDAN - Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, pun memastikan keberadaan Raja Isa sebagai pembesut Ayam Kinantan sudah final kemarin. Idris menambahkan harga sudah oke dan asisten pelatih tetap dua plus pelatih kiper, yakni Suharto, Roekinoy, dan Sugihar.

Secara terpisah, Idris juga dikabarkan telah ditunjuk oleh Ketua Umum PSMS, Drs H Rahudman Harahap, sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSMS. Adapun alasan Rahudman memilih Idris karena selama ini banyak terlibat dalam pembentukan tim PSMS sejak menjadi sekretaris umum.

Sementara itu, kebutuhan PSMS akan gelandang berkualitas diharapkan terjawab lewat kedatangan Juninho dan Na Byung Yul. Dua legiun asing itu mulai bergabung dalam latihan di Stadion Teladan.

Namun, tim seleksi belum bisa menilai kemampuan kedua pemain. Kendati begitu, Suharto menilai permainan Juninho lebih menonjol, khususnya skillnya yang menjadi tontonan menarik dan Byung Yul lebih terlihat kematangan tekniknya walau kurang memperlihatkan visi yang baik sebagai gelandang serang.

Memang perbedaan karakter keduanya terlihat. Juninho terlihat menonjol dengan kemampuan gocek bolanya yang menawan dan Na Byung Yul lebih suka bermain satu dua plus kerap memberi umpan akurat.

Asisten Pelatih PSMS lainnya, Roekinoy, meyakini keduanya akan bisa beradaptasi dalam tim beberapa hari berikutnya. Keduanya tetap akan dipantau layaknya pemain lainnya.

"Terlalu dini kalau menyebutkan mereka bagus secara tim. Tapi saya akui secara individu bagus. Kita lihat lagi dalam dua atau tiga hari ini. Mungkin akan lebih beradaptasi," pungkasnya

Fokus tingkatkan ‘ball possession’

MEDAN - Setelah sepekan absen berujicoba, PSMS Medan kembali menguji kerangka skuad yang ada. PS Pratama menjajal Osas Saha cs di Stadion Teladan baru-baru ini. Hasilnya Ayam Kinantan unggul tipis 1-0.

PSMS tampil tanpa striker asingnya Osas Saha. Begitupun cukup banyak peluang tercipta yang gagal dikonversi menjadi gol. Satu-satunya gol tercipta lewat kaki Zainal Anwar. Tendangan terarahnya ke sudut kiri gawang lawan tak mampu dihalau kiper lawan.

"Saha sengaja kita simpan, untuk melihat permainan striker lokal kita yang ada saat ini," ujar bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto, Minggu.

Tim seleksi memfokuskan pemantauan pada ball possession (penguasaan bola). Selain itu switch play, press and cover pemain.

"Tadi banyak peluang namun mereka belum bisa memanfaatkannya. Memang kita belum terfokus dengan finishing touch. Tetapi bukan berarti tidak diperhatikan," imbuh Suharto yang juga mantan Pelatih PSMS musim lalu.

Menurutnya, tim seleksi akan dilakukan pencoretan pemain kembali. Dirinya akan melakukan rapat dengan tim pelatih untuk membahas hal itu. Saat ditanyakan berapa pemain yang akan dicoret, dirinya enggan menyebutkannya.

"Kemungkinan dua atau bahkan empat pemain yang akan dieliminasi. Namun belum dirapatkan dengan tim pelatih. Untuk posisinya pemain bawah, tengah dan depan," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pertandingan ujicoba yang dilakukan, Suharto mengatakan sudah 70 persen dari materi yang dinginkannya tercapai. Menurutnya, kekurangan tim akan dibenahi dan apa yang telah sempurna ditingkatkan agar lebih sempurna lagi

Raja Isa Resmi Latih PSMS

Raja Isa secara mengejutkan menyambangi stadion Teladan dalam latihan reguler PSMS Medan, Senin (14/11/2011). Ia datang mengenakan stelan casual dengan kaus berkerah oranye dan celana panjang hitam. Ia tiba pukul 17:20 WIB didampingi anggota pelaksana teknis Benny Tomasoa.

Kedatangan pelatih asal Malaysia itu sekaligus memecah kebuntuan terkait lowongnya pelatih kepala. Ketua pelaksana teknis, Idris di hadapan awak media memastikan bahwa Raja Isa resmi sebagai pelatih kepala. "Segala administrasi sudah dibereskan. Harga sudah deal berikut kesepakatan-kesepakatan lainnya. Adanya Raja Isa akan memperlancar kematangan tim ini," ujar Idris.

Senada, Raja Isa menyebutkan kedatangannya sebagai bukti bahwa dua pihak sudah tercapai pada satu kesepakatan. Sayang tidak ada pernyataan eksplisit apakah mantan pelatih PSM Makassar, Persipura dan Persiram Raja Ampat itu sudah membubuhkan teken kontrak.

"Saya ada disini, tentu karena semuanya beres. Saya senang berada disini dan akan melatih klub bersejarah.

Mantan pelatih Persiram Raja Ampat Raja Isa resmi membesut tim berjuluk Ayam Kinantan sejak kamarin.

Tiba di Medan kemarin sore, pelatih asal Malaysia itu langsung memantau latihan skuad PSMS yang selama ini dibesut asisten pelatih PSMS Suharto dan Roekinoy.

Kepastian itu datang dari Idris yang mengklaim dirinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan. "Soal pelatih sudah final, Raja Isa. Harga sudah oke. Asisten tetap dua dan plus pelatih kiper, Suharto, Roekinoy dan Sugihar," ujarnya di Stadion Teladan kemarin.
(Randy Hutagaol/Tribun Medan)