Monday, September 5, 2011

PSMS jangan terganjal karena Stadion Teladan jelek

Selangkah lagi PSMS akan sukses mewujudkan harapan masyarakat yang sudah lama tidak melihat PSMS bertarung di level tertinggi kompetisi nasional. Sudah dua musim, PSMS menghilang dari persaingan klub-klub elit seperti Persija, Arema, Persib Bandung dan lainnya.

Satu ujian lagi yang harus dilewati adalah persyaratan infrastruktur.Stadion Teladan sebagai homebase Ayam Kinantan akan dinilai kelayakannya oleh AFC. Disini PSMS harus khawatir. Jika dinilai buruk, PSMS bisa terlempar dari calon peserta kompetisi Pro 1.
Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus, mengatakan meski sudah lolos verifikasi administrasi, PSMS harus secepatnya membenahi infrastruktur. “Makanya yang harus dipaksakan adalah pembangunan Stadion Teladan. Kalau tidak segera diperbaiki, maka peluang bisa saja pindah ke klub lain,” beber Sihar.

Dalam verifikasi nanti PSMS harus bersaing dengan 33 calon peserta lain untuk tidak berada di klub dengan nilai stadion terburuk. Pasalnya keduanya akan sah menghuni level dua. Opsi sanksi lainnya, menurut Sekretaris Umum PSMS, Idris, PSMS tetap main di level 1 tapi tak bisa menggunakan Teladan. Artinya, PSMS harus mencari homebase baru dan bisa jadi mengulangi kejadian ISL 2008 saat menjadi musafir tanpa stadion tetap.

Keuta suporter PSMS, SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong, kembali mendesak Pemko Medan untuk secepatnya merenovasi Teladan. “Kita sudah sama-sama tahulah seperti apa kondisi Teladan. Pak Rahudman juga sudah paham. Tapi yang kita tunggu sekarang adalah langkah realisasinya seperti apa. Ini sudah mendesak,” ujar Nata tadi malam.

Menurut Nata, peluang untuk berada di kasta utama sangat berharga untuk disia-siakan. Karena itu suporter dan masyarakat pecinta PSMS lainnya tidak mengharapkan PSMS gagal karena stadion. “Ini kesempatan PSMS masuk ke kasta utama. Jangan sampai PSMS terganjal karena masalah stadion,” ujarnya.

Sebelumnya janji-janji renovasi telah dikoarkan Walikota Medan, Rahudman Harahap. Secara bertahap pasca lebaran maupun nantinya renovasi keseluruhan akan diagendakan dalam RAPN. “100 miliar akan kita usahakan dari RAPBN untuk infrastruktur olahraga di Medan. Termasuk renovasi Teladan dan membangun sport center,” ujarnya.

Namun hal itu masih sebatas janji. Jadwal renovasi belum juga pasti. Sementara penilaian dari AFC akan segera dilakukan. Jika PSMS gagal karena stadion, masyarakat tentu akan menuntut pertanggung jawaban.

Rahudman harus serius tangani PSMS

MEDAN - Belakangan ini, masyarakat pecinta sepakbola di Medan menaruh banyak perhatian ke PSMS, klub kebanggaan Sumatera Utara di persepakbolaan nasional. PSMS baru-baru ini merger dengan dengan klub Liga Primer Indonesia atau LPI, Bintang Medan.

Merger ini diharapkan menjadi semangat baru untuk memperbaiki sepakbola daerah di Medan, khususnya dengan keberadaan PSMS di arena PSSI. Sejumlah kalangan berharap adanya perubahan untuk mengembalikan kejayaan PSMS ke depan. Itulah yang disuarakan kalangan suporter dan pemerhati PSMS.
Menurut seorang pemerhati PSMS, Rahmad Nur Lubis, penanganan PSMS ke depan harus profesional, termasuk dalam pengelolaan manajemennya. Dalam hal ini, Rahmad berpendapat bahwa Rahudman Harahap harus lebih banyak berperan dan menunjukkan keseriusannya membesarkan PSMS ke depan. "Walikota (Rahudman) harus banyak terlibat, karena Rahudman menangani PSMS belum banyak yang dia perbuat," kata Rahmad hari ini dalam diskursus dengan Waspada Online.

Rahudman Harahap saat ini menjabat sebagai walikota Medan yang beberapa waktu lalu dipilih secara aklamasi sebagai ketua umum PSMS. Sampai hari ini, Rahudman belum resmi dilantik. Sementara peralihan dari ketua umum sebelumnya, Dzulmi Eldin yang saat ini wakil walikota, belum ada laporan pertanggungjawabannnya.

Rahmad melanjutkan penilaiannya, menegaskan bahwa Rahudman harus memberikan perhatian pada pembenahan dan perbaikan Stadion Teladan. Namun juga menekankan, pentingnya transparansi dalam manajemen PSMS. "Misalnya, publik harus tau berapa nilai kontrak pemain. Harus ada transparansi," tegasnya.

Nada kritis serupa dilontarkan seorang loyalis PSMS, Ingan Pane, yang mendesak walikota Medan (Rahudman) harus segera bergerak cepat. Salah satu agenda terpenting, menurut Ingan, adalah perbaikan stadion. "Jangan sampai euforia masyarakat Medan dan Sumut dengan lolosnya PSMS, kembali kecewa karena Stadion Teladan tidak layak untuk menggelar kompetisi PSSI," Ingan mengatakan.

Setelah PSMS dinyatakan lolos verifikasi awal, seharusnya persiapan manajemennya sudah dimulai dari sekarang, kata Ingan. Pembentukan team mulai dari manajemen, pelatih dan pemain harus segera. "Sampai sekarang publik Medan hanya disuguhkan wacana," kata Ingan kecewa.

"​Target PSMS adalah juara, bukan hanya meramaikan liga pro level 1. Merger kalau hanya untuk kepentingan bisnis untuk apa? Untuk apa kalau tidak diikuti prestasi? PSMS tidak pernah juara. Dan semua elemen wajib berperan untuk mencapai target juara."

Siapa dampingi Gurning?

MEDAN - PSMS telah mengklaim kepastian merapatnya Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih. Meski belum ada perjanjian kerjasama resmi di atas kontrak , kursi pelatih PSMS hampir pasti menjadi milik Gurning.

Namun siapa pendamping Gurning? Tiga nama berpeluang menjadi kandidat utama. Duet pelatih dan asisten pelatih PSMS musim lalu, Suharto dan Edy Syahputra serta Roekinoy yang kini menangani PSMS U-21.

Jika dianalisis ketiganya sama berpeluang. Suharto musim lalu telah membuktikan kapasitasnya. Bersama Edy, ia membawa Ayam Kinantan melangkah ke Babak Delapan Besar Liga Ti-Phone 2010/2011. Sementara Roekinoy juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti empat anak asuhnya berkesempatan mengenakan seragam timnas U-19.

Sebenarnya jika ditilik Suharto masih cukup layak menempati kursi pelatih kepala yang didudukinya musim lalu. Hanya saja persyaratan dari PSSI mengharuskan pelatih klub peserta harus berlisensi A.

Namun keputusannya ada di tangan pelatih kepala. Plt Ketua Umum PSMS Idris menegaskan hal itu sekaligus memastikan tidak akan mengintervensi ranah itu. Bahkan untuk sekedar memberi rekomendasi.
"Itu wewenang pelatih untuk menentukan siapa asistennya. Biasanya juga seperti itu. Pengurus tidak akan mengintervensi," ujarnya

Namun jika benar nanti Gurning yang memimpin PSMS, peluang terbesar ada di tangan Roekinoy. Pasalnya keduanya sudah pernah bekerja sama saat membesut tim sepakbola PON Sumut di PON 2004. Medali perunggu berhasil dibawa pulang. Gurning sepertinya sudah merasa klop jika Roekinoy yang nanti mendampinginya.

Menjawab hal itu, Roekinoy berujar singkat. “Kita lihat saja nanti,” katanya.

Mennoh merapat

MEDAN - PSMS mulai mempersiapkan susunan pemain yang akan diincar. Untuk legiun asing, Stephen Mennoh salah satunya. Gelandang Persipasi itu masuk daftar buruan PSMS. “Beberapa pemain asing yang kami incar diantaranya Mennoh. Pada dasarnya ia sudah sepakat,” ujar Sekretaris umum PSMS, Idris.

Stephen Mennoh dinilai cukup matang untuk memimpin lini tengah PSMS. Peran gelandang pekerja keras di PSMS tentu menjadi miliknya pasca tidak dipertahankkannya Faisal Azmi.

Sementara itu calon pelatih kepala PSMS, Abdul Rahman Gurning mengakui Mennoh cukup baik. Namun itu dulu saat Mennoh masih menjadi anak asuhnya di Persirata. “Kalau Mennoh pernah bersama saya di Persitara. Waktu itu dia sangat bagus. Tapi saya tidak tahu sekarang," ujarnya.

Gurning tak ingin menerka-nerka. Ia tentu ingin melihat langsung performa keduanya di lapangan. Karena itu jika memang PSMS berminat tentu harus melalui persetujuan pelatih. "Saya hanya bilang belum lihat kemampuan mereka secara menyeluruh. Bisa saja mereka sangat hebat kan, atau sebaliknya," katanya.

Selain Mennoh, PSMS juga kepincut dengan Osas Saha, Ahmad Bustomi, Zulkifli Syukur dan para pemain timnas U-23. Pembentukan skuad PSMS rencananya akan digelar pasca lebaran. Tepatnya di awal September, 30 pemain akan dikumpulkan termasuk empat pemain yang dipertahankan musim lalu, Mahadi Rais, Novi Handriawan, Zulkarnaen, dan Syahbani.

Kebun Bunga bersolek, Teladan kapan?

MEDAN- Menatap kompetisi musim depan, infrastruktur sepertinya menjadi perhatian serius bagi PSMS Medan. Tak lain karena verifikasi AFC yang menanti PSMS sebagai syarat kelulusan sebagai peserta kompetisi level 1 musim depan.

Nah, soal infrastruktur PSMS ada dua venue yang disorot. Yang pertama Stadion Kebun Bunga yang menjadi markas tim alias homebase. Selanjutnya tentu Stadion Teladan sebagai homeground PSMS. Dua venue ini harus direnovasi untuk memuluskan langkah PSMS mengisi satu tempat di level 1.

Untuk venue pertama, PSMS mulai merealisasikan langkah perbaikan. Stadion Kebun Bunga mulai bersolek. Langkah pertama mess tempat tinggal pemain dan pelatih tengah dibenahi. “Pertamanya kita benahi dulu mess pemain dan pelatih. Selanjutnya lapangan dan tribun,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Idris.

Memang tak jauh berbeda dengan kondisi Teladan, kondisi tempat latihan PSMS itu juga tak kalah buruk. Lapangan yang tidak rata membuat para pemain rentan cedera. Beberapa pelatih PSMS sebelumnya juga sudah mengeluhkannya.

Sebelumnya renovasi untuk lapangan ini sempat dilakukan musim lalu. Ketika itu lapangan sempat coba diratakan dengan menggilingnya. Namun perubahan tak terlihat. Untuk itu menurut Idris pihaknya berencana membongkarnya dan menggantikannya dengan rumput sintetik.

Soal dana? Menurut Idris pihaknya sudah komitmen membenahi Stadion Kebun Bunga dan menganggarkan 1,8 miliar. "Kita kan juga gelar turnamen antar klub PSMS. Karena itu Kebun Bunga juga perlu dibenahi. 1,8 miliar kita sudah komitmen meskipun belum sepenuhnya ada dananya," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan Stadion Teladan? Tak dipungkiri yang disorot tajam kondisi Stadion Teladan sebagai homeground PSMS. Namun untuk renovasi Teladan sampai saat ini belum jelas realisasinya. “Tidak usah khawatir, Pak Wali (Rahudman-red) sudah berkomitmen akan merenovasi Stadion Teladan dengan harapan PSMS bermain di kasta teratas. Habis Lebaran mungkin ada kejelasan,” tukas pria berdarah Aceh itu.

Saturday, August 27, 2011

PSMS terancam musafir lagi

Satu tahapan telah dilalui PSMS Medan untuk memastikan tempat di kompetisi PSSI musim depan. Verifikasi administrasi telah sukses dilalui, sehingga PSMS menjadi satu dari 34 calon peserta kompetisi.

Kendati begitu, verifikasi faktual masih menanti dari AFC. Dalam hal ini, menyoal infrastruktur, dua klub dengan nilai stadion terendah akan terlempar ke level 2. Melihat infrastruktur yang didaftarkan sebagai homebase, yakni Stadion Teladan, PSMS patut was-was.

Catatan-catatan buruk soal kondisi stadion yang berdiri sejak 1953 ini cukup banyak untuk dibeberkan. Lapangan tengah yang bergelombang dan drainase buruk serta beberapa keburukan lain soal stadion praktis membuat Teladan harus bersolek. Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kembali mengatakan renovasi akan dimulai bertahap.

“Lebih dulu mulai dari lapangan tengah yang paling mendesak dibenahi. Untuk yang satu ini harus segera dibenahi secepatnya baru membenahi bagian-bagian lainnya,” tukas Idris malam ini.

Soal dana, Idris mengharapkan bantuan dari Wali Kota Medan maupun Gubernur Sumut untuk turun tangan. “PSMS ini kan ikon kota Medan bahkan Sumut. Kita harapkan Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut dapat turut membantu,” ujarnya.

Berbicara kemungkinan terburuk yakni renovasi tak juga dilakukan, PSMS harus siap bersaing dengan klub-klub yang punya stadion dengan kondisi serupa. Klub itu di antaranya Persiraja Banda Aceh, Pro Duta FC, Persikota Tangerang, PS Bengkulu, dan Persipasi Bekasi. Terkait stadion, Idris cukup yakin PSMS tak akan terlempar.

“Jika Stadion Teladan dinilai tak lolos verifikasi nantinya, PSSI akan menunjuk stadion mana yang kita gunakan. Ya, harus siap pindah kandang. Kalau alternatif, kita merujuk pada Stadion Baharoeddin Siregar di Lubuk Pakam,” jawabnya lagi.

Nah, jika Stadion Baharoeddin yang ditunjuk, homebase masih di sekitaran Sumut. Tapi bagaimana jika homebase yang ditunjuk jauh dari luar Sumut? Ini bisa mengulang PSMS saat menjadi musafir di ISL 2008/2009.

Ketika itu, PSMS yang dimanajeri Sihar Sitorus harus terlunta-lunta berganti homebase di tanah Jawa. Dan tentu saja hal ini tidak diharapkan publik Medan.

Siapa CEO PSMS?

PSMS Medan belum merampungkan susunan kepengurusannya untuk membentuk manajemen menghadapi kompetisi musim depan. Wacana penciutan jumlah pengurus yang dikoarkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, sampai saat ini belum direalisasikan.

“Belum lagi soal itu. Usai Lebaran lah mungkin semuanya diputuskan. Seperti kata Pak Wali (Walikota Medan, red) juga,” ujarnya malam ini. Untuk posisi Ketua Umum saja masih samar-samar, tentu juga posisi yang lain. Hanya saja beberapa posisi di manajemen 2011/2012 sudah ditentukan.





Idris membeberkan skema manajemen PSMS musim depan. Nantinya, posisi tertinggi ada di komisaris yang membawahi Chief Executive Organizer (CEO) juga manajer. “Komisaris yang tertinggi, selanjutnya ada CEO yang membawahi manajer,” ujar Idris yang mengklaim satu tempat sebagai manajer tim menjadi miliknya.

Posisi itu juga ditempatinya musim lalu. Yang masih menjadi tanda tanya adalah siapa yang duduk sebagai CEO. Idris mengakui sudah menyiapkan empat kandidat. CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, menjadi kandidat bersama dengan Wahyu Wahab plus dua nama lain yang tidak disebutkan. “Ada empat nama calon CEO. Dityo, Wahyu, satu orang bermarga Bangun tapi tidak menetap di Medan, dan seorang lagi saya lupa,” tukasnya.

Kandidat terkuat? Mengejutkan karena yang muncul nama Wahyu, mantan Asisten Manajer Pro Duta FC (sebelumnya Pro Titan) musim lalu. Selain itu, diketahui Wahyu kini memegang jabatan Presiden Direktur di Pro Duta FC. Apalagi PSMS sudah menyatakan merger dengan Bintang Medan. Tentunya Dityo sebagai CEO Bintang Medan harusnya mendapat satu tempat di manajemen PSMS.

Menanggapi hal ini, Idris tak menampik namun tak juga mengiyakan. “Wahyu memang dekat dengan saya, apalagi dia memang orang Medan. Kalau bisa orang Medan, kenapa harus orang luar?” ujarnya.

Idris: Syahbani dan Zulkarnaen layak

Keputusan pengurus PSMS Medan soal empat pemain yang dipertahankan masih mendapat sorotan tajam. Pasalnya dari 22 pemain jika dilihat dari segi kualitasnya, jumlah pemain yang dipertahankan harusnya lebih dari empat. Begitupun dua dari empat pemain kontribusinya dipertanyakan.

Jika Mahadi dan Novi Handriawan dianggap cukup berkontribusi dalam perjalanan PSMS di musim 2010/2011, tak demikian dengan Zulkarnaen dan Syahbani. Keduanya lebih banyak menjadi penonton daripada turun ke lapangan musim lalu.

Namun Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengaku punya pertimbangan lain. Menyoal Zulkarnaen yang lama bermain di Persiraja Banda Aceh, Idris membantah langkah mempertahankannya ada unsur nepotisme.

“Tidak ada KKN. Saya nilai Zul pemain yang bagus. Musim lalu ia tidak banyak bermain karena cedera. Tapi musim ini kakinya sudah dioperasi dan tidak ada lagi masalah,” ujar Idris baru-baru ini.

Idris meyakini Zul tak lagi pemain yang pesakitan. Laga ujicoba yang dijalani Zulkarnaen beberapa waktu lalu membuat Idris bertambah yakin. “Saya lihat dia main di ujicoba saat bermain bersama Putra Buana. Kalau kalian lihat luar biasa dia bermain,” ujarnya di hadapan wartawan.

Lalu bagaimana dengan Syahbani? Kondisi psikologi Syahbani musim lalu diyakini Idris turut mempengaruhi performanya yang menurun. Selain itu ia menilai PSMS butuh sosok berpengalaman seperti Syahbani.

“PSMS butuh pemain yang senior seperti Syahbani. Kalau musim lalu, saya pikir kondisi psikisnya ikut memengaruhi,” ujarnya.

Begitupun tak serta merta posisi keempatnya aman. Keputusan pelatih tetap menjadi prioritas utama. “Mereka hanya kita sodorkan kepada pelatih. Keputusannya tergantung pelatih,” ujarnya.

Soal beberapa pemain yang cukup berkontribusi seperti Donny FC Siregar dan lainnya, Idris menutup mata. Menurutnya, PSMS tak butuh pemain-pemain yang banyak menuntut.

“Saya pikir mereka terlalu banyak menuntut. PSMS tak butuh pemain-pemain seperti itu,” ketus Idris merujuk soal laporan pemain ke KONI Medan untuk menuntut gaji beberapa waktu lalu.

Renovasi Teladan jangan sekadar janji

Harapan masyarakat Kota Medan menyaksikan tim Ayam Kinantan kembali tampil di kompetisi sepakbola kasta tertinggi nasional sepertinya bakal terwujud. Hal itu setelah PSMS masuk dalam daftar 34 tim kandidat tampil di kompetisi level satu nasional yang dirilis Komite Kompetisi PSSI kemarin.

Namun, kemungkinan PSMS gagal tampil di level atas pun masih sangat terbuka sekiranya tidak mampu memperbaiki aspek infrastruktur, yakni merenovasi total Stadion Teladan sebagai home base PSMS sehingga dapat lolos verifikasi oleh tim AFC.

Seperti diketahui, ada lima syarat mutlak sebagai klub profesional yang diminta AFC/FIFA. Kelima persyaratan itu adalah aspek legalitas, finansial, infrastruktur, personel, dan sporting.

Dari lima syarat tersebut, infrastruktur masih menjadi pertanyaan besar apakah mampu dipenuhi PSMS. Untuk aspek legal dan finansial, sesuai kesepakatan merjer dengan klub Liga Primer Indonesia (LPI), Bintang Medan sebelumnya, status legal dari pemerintah dan untuk pendanaan, menjadi tanggung jawab penuh pihak konsorsium.

“Sangat disayangkan seandainya PSMS gagal tampil di kompetisi kasta tertinggi nasional hanya karena tidak memiliki stadion representatif. Sebagai klub asal kota terbesar ketiga di Indonesia, stadion harusnya tidak lagi menjadi permasalahan bagi PSMS,” ujar mantan pemain PSSI dan PSMS, Parlin Siagian, di Medan, baru-baru ini.

Stadion Teladan yang dibangun pada 1953 memang sempat menjadi kebanggaan warga Medan dan salah satu stadion rujukan FIFA di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisinya kini sangat memprihatinkan dan diperparah merosotnya prestasi PSMS.

Janji renovasi memang kerap dilontarkan pengelola Teladan, dalam hal ini Pemko Medan. Terakhir, Wali Kota Medan Rahudman Harahap kembali berjanji segera merenovasi Teladan.

Bahkan, anggaran untuk perbaikan stadion itu akan dimasukkan dalam APBD senilai Rp100 miliar untuk renovasi infrastruktur baik Teladan maupun pembangunan sport centre Kota Medan.

Niat orang nomor satu di Medan itu disambut postif Parlin Siagian. Menurutnya, sebagai mantan pemain PSMS sekaligus warga Medan, dirinya sangat prihatin dengan keadaan Teladan saat ini.

“Saya berharap kali ini janji Wali Kota Medan untuk merenovasi Teladan tidak sekadar janji seperti sebelum-sebelumnya. Terlepas dari keinginan PSMS menjadikan stadion itu home base yang representatif, Teladan memang harus dibenahi jika ingin mengembalikan kejayaan sepakbola Medan,” ucap mantan pelatih Ayam Kinantan itu.

Selain Teladan, lanjut pemain yang pernah membawa PSMS juara Kompetisi Perserikatan (1983 dan 1985) ini, juga meminta renovasi Stadion Kebun Bunga yang kondisi lapangannya tidak kalah memprihatinkan.

“Stadion Kebun Bunga merupakan bagian dari sejarah kejayaan PSMS yang tidak boleh dilupakan. Terlebih, Kebun Bunga selama ini menjadi sarana berlatih tim PSMS dan satu-satunya lapangan milik Pemko Medan yang layak untuk menggelar kompetisi lokal,” pungkasnya

Friday, August 26, 2011

Soal Ketum PSMS, Rahudman mengambang

MEDAN - PSMS Medan bersiap menatap kompetisi PSSI musim depan. Beberapa langkah telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan PSSI. Namun beberapa pertanyaan belum terjawab. Salah satunya soal status Ketua Umum PSMS.

Sampai saat ini Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, belum juga memberikan kepastian soal statusnya di PSMS. Padahal Rapat Anggota PSMS Pergantian Antarwaktu (PAW), April lalu, menetapkan statusnya sebagai ketua umum.

Turut hadir pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) merger PSMS dan Bintang Medan belum juga menjawab statusnya sebagai ketum. Rahudman yang ditodong pertanyaan soal statusnya di PSMS saat buka puasa bersama KONI Medan dan insan olahraga Medan baru-baru ini kembali memberikan pernyataan mengambang.

“Soal kendali di PSMS, saya harus mengadakan pertemuan dulu dengan 40 klub anggota PSMS. Mereka yang layak memutuskan. Setelah lebaran nanti, mungkin pertemuan akan digelar,” ujarnya.

Posisi ketua umum tentu harus dipastikan karena PSMS harus segera menentukan susunan kepengurusannya. Menjawab hal ini, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengatakan Rahudman mungkin punya pertimbangan lain untuk tidak mengatakan posisinya di PSMS kepada publik.

“Beliau kan Wali Kota Medan. Mungkin ada beberapa urusan yang harus diselesaikan sebelum nantinya mengurusi PSMS. Yang pasti, saya katakan Pak Rahudman di belakang kita,” ungkap Idris.

Namun beredar kemungkinan Rahudman belum juga memastikan posisinya sebagai ketua umum PSMS terkait beredarnya Peraturan pemerintah yang melarang pejabat publik duduk sebagai pengurus olahraga.

Pejabat publik tidak boleh memegang jabatan strategis, kecuali sebagai penasihat atau pembina. Larangan ini telah tercantum dalam undang-undang sistem keolahragaan nasional, karena dikhawatirkan terjadi perbenturan kepentingan yang menyangkut anggaran.

“Bisa saja seperti itu. Sebagai Wali Kota, beliau tidak bisa asal ngomong. Beda dengan saya yang bisa saja asal ngomong karena saya bukan pejabat publik,” lanjut Idris.

Sebelumnya, Ketua KONI Medan, Zulhifzi Lubis, berharap Rahudman bisa segera menyatakan posisinya sebagai ketua umum kepada publik.

PSMS lolos verifikasi awal Pro 1

MEDAN - Harapan publik Medan menyaksikan PSMS Medan bermain di kasta tertinggi kompetisi sepakbola tanah air menjadi kenyataan. Dari rilis peserta yang ditetapkan PSSI tadi sore, PSMS termasuk sebagai salah satu calon peserta dari 34 klub.

PSMS tergabung bersama Persipura Jayapura, Arema Indonesia, Persija Jakarta, Semen Padang, Sriwijaya FC, Persisam Samarinda, Persib Bandung, Persiwa Wamena, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, Deltras Sidoarjo, Persijap Jepara, Bontang FC, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar, Mitra Kukar, Persiraja Banda Aceh, Pro Duta FC, Persik Kediri, PSIS Semarang, PSCS Cilacap, Persikota Tangerang, Persis Solo, Persiba Bantul, Persebaya Surabaya, PS Barito Putra, PSS Sleman, PSIR Rembang, PS Bengkulu, dan Persipasi Bekasi.

join_facebookjoin_twitter

Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. “Alhamdulillah, akhirnya PSMS dapat mewujudkan harapan masyarakat bermain di kompetisi teratas. Ini berkat doa masyarakat Medan,” ujar Idris.

Soal kompetisi yang dibagi dua wilayah, Idris menyambut positif keputusan itu. Letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan akan menyulitkan klub-klub jika tetap dalam format satu wilayah.

“Tentunya kita menyambut positif keputusan ini. Indonesia ini kan luas melebihi luasnya negara sepakbola lainnya seperti Brazil. Ini akan lebih menghemat pengeluaran klub-klub,” ujarnya.

Idris yang menghadiri langsung pertemuan di Jakarta mengatakan PSMS lolos dari verifikasi administrasi yang dilakukan PSSI. Namun PSMS harus menanti verifikasi selanjutnya soal infrastruktur.

“Ya, lebih dahulu diverifikasi administrasi baru nanti lapangan yang diverifikasi. Karena itu kita harapkan pemerintah dalam hal ini Wali Kota Medan dan Plt Gubernur Sumatera Utara turut membantu soal renovasi Stadion Teladan,” ujarnya.

Bagaimana jika nanti Teladan tidak lolos verifikasi? Apakah menggugurkan PSMS sebagai peserta level 1? Menurut Idris, sanksinya tidak sampai seperti itu. Melainkan PSMS harus mencari stadion lain sebagai homebase.

“Jika Teladan tidak lolos terpaksa kita cari stadion lain. PSSI yang nanti menunjuk stadion mana yang akan kita gunakan,” ujar Idris.

Sebelumnya, Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus, mengatakan pihaknya akan mengirim data 34 klub ke AFC. Jumlah klub peserta bisa saja menciut tergantung keputusan AFC. Namun Sihar memastikan nantinya kompetisi akan diisi 32 klub dengan pembagian 16 klub per wilayah.

Rahudman janjikan Rp100 M untuk olahraga

Stadion Teladan saat ini menjadi hal yang mendesak untuk dibenahi. Niat PSMS Medan ikut serta di kompetisi level I tentunya dibarengi dengan perbaikan home base PSMS itu. Namun belum ada jadwal yang tepat untuk realisasi pembenahan itu.

Menjawab hal itu, Walikota Medan, Rahudman Harahap kembali mengobarkan janji untuk renovasi Teladan secepatnya. Bahkan anggaran untuk perbaikan Teladan sebagai sarana olahraga di Medan akan dirangkum dalam APBD. Rp100 milyar dijanjikannya untuk renovasi infrastruktur baik Teladan maupun pembangunan sport center Kota Medan.

"Kita akan perjuangkan dari dana APBN, 100 miliar bisa dialokasikan untuk olahraga Medan. Tentunya yang mendesak perbaikan sarana olahraga seperti Stadion Teladan," ujarnya.

Namun, mengingat perbaikan Teladan mutlak dilakukan secepatnya agar PSMS bisa lolos verifikasi dari PSSI dan AFC, ia menjanjikan akan membenahi secara bertahap meskipun dana terbatas. “Selain sedang memperjuangkan dana APBN, dengan anggaran terbatas, kita juga akan memperbaiki Stadion Teladan, sehingga lolos verifikasi AFC dan PSMS Medan bisa bermain di sana,” ujarnya.

Ia menyadari harapan seluruh masyarakat Medan agar PSMS bisa berlaga di kompetisi level tertinggi PSSI sangat besar. Namun ia belum bisa menjanjikan kapan realisasinya. "Kita semua tentu ingin PSMS bermain di level tertinggi kompetisi musim depan. Tapi secepatnya Teladan akan dibenahi," ujarnya.

Sebelumnya Ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis menilai, sarana olahraga Kota Medan saat ini memang butuh perbaikan. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar sport center yang selama ini diidamkan dapat terealisasi. “Selain Teladan harus diperbaiki. Kita juga perlu sport center. Dengan adanya sport center, olahraga Kota Medan diyakini bakal lebih berprestasi,” tandasnya.

Thursday, August 25, 2011

Markus Masih Kiper Nomor Satu

udingan miring atas penampilan penjaga gawang Markus Horison bersama Persib Bandung dibantah oleh sejumlah kalangan. Kiper tim nasional (timnas) itu dinilai masih layak berada di bawah mistar Persib musim depan. Bahkan kiper berkepala plontos itu masih pantas menyandang kiper nomor satu tanah air.

Keraguan publik atas penampilan Markus bersama Maung Bandung – julukan Persib – memang sempat mencuat ke permukaan. Performanya musim lalu dianggap kurang meyakinkan. Sejak timnas senior dipimpin Wim Rijsbergen, posisi kiper sempat dihuni Ferry Rotinsulu. Namun belakangan Markus kembali mendapat kepercayaan.

Menurut mantan kiper Persib, Gatot Prasetyo, sekalipun penampilannya bersama Persib kurang bersinar, Markus masih layak mendapat tempat di musim depan. “Markus masih menjadi kiper nomor satu di Indonesia dengan posisinya saat ini di timnas. Apalagi dia dipakai oleh timnas tandanya dia masih berkualitas," kata Gatot saat ditemui wartawan, Selasa (23/4).

Pujian yang dilontarkan Gatot bukan tanpa alasan. Dari segi bermain Markus kerap dipercaya memperkuat timnas sekalipun sudah beberapa kali ganti pelatih kepala. “Kalau penampilannya (Markus) di Persib menurun, bisa jadi ada ketidaknyamanan yang dirasakannya sehingga menganggu konsentrasinya,” cetus lelaki yang pernah membesut Pelita Jaya U-21 ini.

Dikabarkan, manajemen Persib akan mencari kiper karena penurunan penampilan Markus musim lalu. Nama yang dipersiapkan untuk mengganti Markus seperti Kurnia Meiga serta mantan kiper utama timnas Jendri Pitoy pun mencuat ke permukaan. (huyogo simbolon/sindo)

Rahudman kembali janji soal Teladan

- Saat ini, Stadion Teladan menjadi sarana olahraga yang mendesak dibenahi untuk mendukung niat PSMS Medan ikut serta di kompetisi level I mendatang. Namun, hingga kini belum ada jadwal tepat untuk realisasi pembenahan stadion kebanggaan Kota Medan itu.

Menjawab hal itu, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, kembali mengoarkan janji merenovasi Teladan secepatnya. Bahkan anggaran untuk perbaikan stadion tersebut akan dirangkum dalam APBD senilai Rp100 miliar untuk renovasi infrastruktur baik Teladan maupun pembangunan sport center Kota Medan.

"Kita akan perjuangkan dari dana APBN. Tentunya yang mendesak perbaikan sarana olahraga itu salah satunya adalah Stadion Teladan," ujarnya dalam acara buka puasa bersama KONI Medan dengan insan olahraga di Hotel Garuda Plaza Medan malam ini.

Mengingat perbaikan Stadion Teladan mutlak dilakukan secepatnya agar PSMS bisa lolos verifikasi dari PSSI dan AFC, Rahudman menjanjikan pihaknya akan lakukan pembenahan secara bertahap sekalipun dengan dana terbatas.

“Selain memperjuangkan dana APBN, kita juga akan memperbaiki Stadion Teladan agar nanti dapat lolos verifikasi AFC sekaligus PSMS Medan dapat menjadikannya sebagai home base,” ujarnya menyadari harapan masyarakat Medan agar PSMS bisa berlaga di kompetisi level tertinggi.

Kendati begitu, Rahudman belum bisa menjanjikan realisasi pembenahan tersebut. Sebelumnya, Ketua KONI Medan, Zulhifzi Lubis, menilai sarana olahraga Kota Medan saat ini memang butuh perbaikan. Karena itu, pihaknya berharap agar sport center yang selama ini diidam-idamkan dapat terealisasi.

“Selain Teladan harus diperbaiki. Kita juga perlu sport center. Dengan adanya sport center, olahraga Kota Medan diyakini bakal lebih berprestasi,” tandas Opunk, sapaan akrab Zulhifzi.

Gurning berharap pengurus serius

MEDAN - Hampir pasti menduduki posisi pelatih PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning membeberkan beberapa harapan. Meskipun belum mau berbicara target, Gurning menyiratkan harapan pengurus PSMS harus serius menyandang target membawa PSMS ke papan atas.

Gurning sudah mengincar beberapa nama pemain untuk menjadi bagian dari skuad PSMS musim depan. Nama-nama mantan pemain seperti Markus Harison, Mahyadi Panggabean, dan Legimin Raharjo masuk daftar belanja. Ada nama pemain timnas yakni Zulkifli Syukur dan Ahmad Bustomi.

“Dalam daftar calon rekrutmen, saya ajukan Markus, Mahyadi, Legimin, Zukifli Syukur juga Bustomi plus beberapa pemain musim lalu. Kalau manajemen bisa membeli ini, saya yakin kita bisa eksis paling tidak di posisi empat besar,” tukasnya.

Nah, di sini maksud Gurning meminta keseriusan pengurus. Tak dipungkiri perekrutan pemain akan menentukan sejauh apa kekuatan PSMS nanti.

“Semuanya tergantung pengurus. Kalau mau menggunakan anak-anak muda putra daerah yang baru semua, ya kita hanya bisa target mempertahankan klub untuk tidak degradasi saja,” tuturnya.

Untuk posisi asisten pelatih, ia berharap nama Roekinoy bisa masuk pertimbangan. Duetnya dengan pelatih PSMS muda itu terjadi di PON 2004 Palembang saat mengarsiteki tim Sumut. Hasilnya Sumut meraih medali perunggu. “Kami sudah pernah bekerja sama dan nyambung dalam berkomunikasi,” pungkasnya.

Namun percakapan di atas menurut Gurning masih sebatas rencana belanja. Belum ditentukannya status PSMS bermain di level mana, tentu membuatnya belum bisa bekerja. Apalagi Gurning juga belum resmi dikontrak.

“Kalau sudah diverifikasi dan kita sudah tahu mau di level mana usai verifikasi, dan saya disodori kontrak resmi, saya baru bisa bekerja menemukan skuad terbaik,” jelasnya.

Gurning sadar bukan perkara mudah memegang jabatan pelatih PSMS. Namun ia akan menjadikannya sebagai motivasi. “Orang bilang kursi pelatih PSMS panas, bagi saya bagaimana caranya yang panas itu masuk kulkas,” ujar pelatih kelahiran Kisaran itu.

Abdul Rahman Gurning tertantang PSMS

MEDAN - Abdul Rahman Gurning hampir pasti arsitek PSMS Medan. Pelatih yang sebelumnya membesut PSPS Pekanbaru ini menyatakan sepakat untuk duduk di kursi pelatih Ayam Kinantan di kompetisi PSSI musim depan.

Gurning tak menampik kabar tersebut. “Sudah deal untuk bergabung dan sudah sepakat dengan harga. Tapi belum ada kesepakatan hitam di atas putih,” ujarnya baru-baru ini.

Sejak lama, Gurning memang berhasrat bisa mengarsiteki PSMS. Enam tahun berkiprah di luar Medan bersama Persitara Jakarta Utara dan PSPS Pekanbaru, kini ia ingin lebih dekat dengan keluarga. Alasan itu membuatnya tak berpikir panjang ketika menerima tawaran dari PSMS.

“Capek saya merantau. Sudah enam tahun. Keluarga saya bilang, kalau ada yang dekat lebih baik, dan sekarang PSMS memberikan tawaran ya langsung saya terima,” tuturnya.

Gayung bersambut, keinginan kuat Gurning untuk pulang kampung ternyata dibarengi dengan tawaran Ayam Kinantan yang juga tengah mencari pelatih Medan yang berlisensi A. Seperti diketahui PSSI mewajibkan persyaratan itu untuk calon pelatih klub-klub musim depan.

“Idris (Sekum PSMS-red) telepon saya. Seperti kebetulan karena secara bersamaan saya merasa sudah tiga tahun di Pekanbaru agak jenuh juga. Saya mau pulang kampung dan tawaran datang,” jelasnya.

Gurning enggan membeberkan harga kontraknya di PSMS. Menurutnya biarlah manajemen yang menjawabnya. “Tanya manajemen sajalah. Kalau saya memang tidak mau mengumbar soal harga,” timpalnya.

PSMS sendiri bukan klub yang asing bagi Gurning. Semasa bermain ia mengenakan kostum hijau PSMS tahun 1985-1988. Selain itu di tahun 2002, ia sempat menjadi asisten pelatih. Karena itu, ia penasaran bisa melatih PSMS.

Sepakatnya Gurning memastikan kandidat-kandidat lain tersisih. Sebelumnya, Ayam Kinantan juga menyebut nama Suimin Diharja, Tumpak Sihite, dan Muhammad Khaidir. Idris sendiri tak menampik jika PSMS menginginkan Gurning sebagai pelatih.

Penunjukan Gurning sebagai kandidat pelatih, kata Idris, berdasarkan beberapa kriteria yang disusun pengurus PSMS, antara lain soal ketentuan sertifikasi A Asean Football Confederation (AFC).

"Gurning sudah memiliki lisensi A. Jadi dia layak melatih liga tertinggi di Indonesia," ujar Idris.

PSMS & 66 klub resmi mendaftar

MEDAN - PSMS Medan tergabung ke dalam 36 klub Divisi Utama yang telah menyerahkan berkas pendaftaran ke PSSI. Sebelumnya, 18 klub dari Liga Super Indonesia (LSI) telah mendaftar. Dengan demikian, dari total 74 klub yang menyatakan kesediaannya diverifikasi, 67 klub menyatakan keinginannya ikut kompetisi profesional, satu klub mendaftar liga amatir, sementara tiga klub tidak menyerahkan data.

PSMS sendiri mendaftar dengan menggunakan PT Bintang Medan Metropolitan. Ini merupakan pengelola klub Bintang Medan. Sebelumnya, PSMS sepakat merger dengan Bintang Medan. Artinya PSMS batal menggunakan nama konsorsium PT Medan Bestari Metropolitan.

Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengatakan pihaknya akan menggunakan PT Bintang Medan Metropolitan jika nantinya proses pengesahan PT Medan Bestari Metropolitan tidak rampung.

Sementara klub-klub Divisi Utama lain yang mendaftar dan telah berbadan hukum antara lain Persiraja Banda Aceh (PT Atjeh Sportinda Mandiri), Pro Duta FC (PT Batavia Jakarta Footballindo), Persik Kediri (PT Padang Minang Sportindo), PSIS Semarang (PT Laskar Diponegoro), PSCS Cilacap (PT Nusakambangan Sakti Tjilacap), Persikota Tangerang (PT Tangerang United Indonesia), Persis Solo (PT Solo Indomandiri Profesional), Persiba Bantul (PT Bandung Indonesia Golsport), Persebaya Surabaya (PT Persebaya Indonesia), dan PSS Sleman (PT Putra Mataram Sejati).

Enam klub yang sedang dalam proses pengesahan Menkumham adalah Persita Tangerang (PT Persita Tangerang Raya), Persitara Jakarta Utara (PT Persitara Sejahtera), Persikabo Bogor (PT Karadena Jaya), Persiram Raja Ampat (PT Persiram Makmur), Gresik United (PT Persegres Jaka Samudra Gresik), dan PSIM Yogyakarta (PT PSIM Jogja). Satu klub, yakni PSMP Mokokerto, tidak mendaftar baik kompetisi profesional Level 1, Level 2 maupun amatir.

Dari Divisi Satu, terdapat 12 klub yang mendaftar. Semuanya belum memiliki badan hukum, namun tiga di antaranya sedang dalam proses pengesahan Menkumham, yakni Madiun Putra (PT Madiun Putra Abadi), Persip Kota Pekalongan (PT Persip Pekalongan) serta Persepar Palangkaraya (PT Kalteng Putra).

Satu klub Divisi Dua diwakili PSKS Krakatau Steel (PT Persi Jakarta Raya) serta satu klub Divisi Tiga adalah Perseden Denpasar (PT Bali Dewata) yang juga ikut mendaftar kompetisi profesional.

Harapan PSMS rekrut Noh pupus

Pengurus PSMS Medan mewacanakan utuk merekrut beberapa pemain berkualitas mengisi skuad musim depan. Salah satu pemain yang diincar adalah Noh Alamsyah, striker Arema Indonesia.

Striker timnas Singapura itu disebutkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, masuk daftar buruan Ayam Kinantan musim depan. Namun harapan tersebut dipastikan pupus setelah Noh dikabarkan sudah resmi berseragam Deltras Sidoarjo musim depan.

Pernyataan itu diungkapkan manajemen Deltras dengan menerangkan sudah ada kesepakatan antara pihak klub dengan striker asal Singapura tersebut. Salah satu pengurus Deltras, Ahmad Zaini, memastikan striker yang akrab disapa Along itu sudah terikat kontrak.

"Dia rekrutan pertama Deltras. Pemain asing lainnya masih kita seleksi. Sudah resmi, tapi belum bisa ke Sidoarjo karena masih ada keperluan di Malang," ungkap Zaini, Senin.

Setelah dua musim berada di Malang dan mempersembahkan trofi juara plus runner-up Indonesian Super League (ISL), Along belum mendapatkan kepastian soal kelanjutan kariernya. Arema sendiri belum memutuskan pemain asing yang akan dipakai musim depan.

Kepindahan Along sudah tercium sejak musim lalu kala Arema mengalami krisis finansial. Along, yang sudah tak tahan dengan situasi di kubu Singo Edan, pun menyiratkan niatnya hengkang.

Sebelumnya, wacana untuk memburu Noh Alamshah disampaikan Idris. Saat ini, PSMS memang tengah dalam masa persiapan untuk berkompetisi musim depan. Selain Noh, Ayam Kinantan juga mengincar beberapa pemain Arema lainnya, seperti M Ridwan dan Ahmad Bustomi.

PSMS bahas susunan pengurus

PSMS Medan, sepakat melebur dengan Bintang Medan, masih menyisakan satu aspek legal yang terus digodok, yakni soal sumber daya manusia (SDM). Dalam waktu dekat, pengurus PSMS masih menunggu susunan pengurus yang bakal diputuskan oleh Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

“Semua aspek sudah beres. Legalistasnya kita pakai PT Bintang Medan dan kita sudah daftarkan ke PSSI, Jumat. Memang soal susunan pengurus belum, tapi itu bisa menyusul, masih menunggu Pak Wali,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, baru-baru ini.

Idris menyebutkan, meski ada dua klub yang melebur jadi satu, tidak ada pembicaran yang alot soal pembagian porsi kekuasaan dalam kepengurusan. Dia mengatakan, PSMS hanyalah meminjam aspek legal Bintang Medan.

“Nggak ada yang alot, intinya dicari sosok yang mau kerja dan cinta PSMS. Dan, kami tidak ada bicara saham, karena ini permodalan dari konsorsium. Yang jelas, kepengurusan dirampingkan dan akan masuk orang-orang baru. Dalam manajemen Bintang Medan, juga tidak ada yang masuk kepengurusan, kami hanya pinjam aspek legalnya,” bebernya.

Soal Dityo Pramono yang juga CEO Bintang Medan, Idris mengaku belum tahu apakah Dityo akan masuk ke dalam kepengurusan.

“Soal Pak Dityo tergantung konsorsium bagaimana, intinya kalau dari kepengurusan PSMS lama bakal ada yang terbuang dan jumlahnya relatif, dan ini kan risiko jabatan. Lagian di PSMS bukan jabatan yang menguntungkan, dan kalaupun ada yang terbuang pasti sujud syukur orang itu karena tidak ada yang perlu diurus lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dalam pertemuan MoU kesepakatan Persiraja Banda Aceh merger dengan Aceh United yang juga dihadiri Idris, kepengurusan PSMS sudah ditentukan porsinya.

“PSMS mendapatkan 25 persen dan konsorsium LPI 75 persen, saya dengar langsung soal ini. Ke depan, jika perkembangan bagus, bisa saja LPI mendapatkan porsi lebih sedikit karena PSMS bisa menemukan investor lainnya dan bertanggung jawab terhadap klubnya sendiri. Kalau sekarang kan masih dibantu konsorsium LPI,” pungkasnya.

Soal status pemain, pengurus PSMS tak rasional

MEDAN - PSMS Medan telah menetapkan empat nama yang akan dipertahankan untuk skuad musim depan. Zulkarnaen, Syahbani, Novi Handriawan, dan Mahadi Rais. Dua nama terakhir bisa dibilang layak karena kualitas yang ditunjukkan sepadan. Namun Zul (sapaan akrab Zulkarnaen-red) dan Syahbani?

Jika menilai kontribusi keduanya di skuad musim lalu masuk dalam kategori minim. Betapa tidak, Zulkarnaen lebih banyak bergelut dengan cederanya. Kontribusinya untuk tim hanya sampai putaran pertama. Selebihnya? Zul hanya bisa melihat rekan-rekannya berjuang dari bangku penonton.

Lalu bagaimana dengan Syahbani? Masih soal kontribusi, Syahbani juga minim. Sempat menjadi pilihan pertama di awal musim, performanya labil dan akhirnya posisinya digantikan Andi Setiawan sampai musim berakhir. Bahkan posisinya melorot menjadi kiper ketiga setelah Irwin Ramadhana.

Padahal ada beberapa nama yang layak dikedepankan sebagai pemain yang pantas dipertahankan. Sebut saja Donny Siregar, Ari Yuganda, dan Faisal Azmi. Ketiganya merupakan langganan starter dan tentu berkontribusi meloloskan PSMS ke babak 8 besar Liga Ti-Phone musim lalu. Juga ada Affan Lubis yang tak lekang termakan usia.

Namun nyatanya ego membuat pengurus menutup mata atas kualitas mereka. Tentu masih segar dalam ingatan bagaimana laporan beberapa pemain ke KONI Medan untuk menuntut gaji.

Bukan bentuk perlawanan, namun sebuah tuntutan akan hak yang seharusnya mereka peroleh. Donny, Ari dan Faisal termasuk tujuh pemain yang masuk daftar hitam pengurus. Bersama Acong, Tri Yudha, Andi Setiawan, dan Irwin.

Sinyal ketujuhnya bakal tidak dipertahankan sudah tercium sejak kejadian itu. Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, ketika ditanyakan nama-nama yang dipertahankan menyebutkan sebagian besar skuad musim lalu bermentalitas buruk sehingga gagal meloloskan tim ke semifinal ketika peluang sudah di depan mata.

“Hanya empat pemain dari 22 pemain karena mereka bermentalitas buruk. Buktinya unggul tiga gol dengan mudahnya bisa disamakan 3-3 (kontra Persiba-red),” ujar Idris belum lama ini.

Meskipun tidak menyinggung soal pelaporan pemain ke KONI Medan, pernyataan “mentalitas buruk” mungkin menyerempet pada tuntutan pemain terkait gaji tersebut. Apalagi pascapelaporan pengurus PSMS terlihat cukup sakit hati.

Sangat disayangkan hal tersebut menjadi acuan dalam penetapan status pemain. Diharapkan PSMS menentukan status pemain dengan rasio, bukan ego