Kesebelasan Bintang Medan mengincar posisi enam besar pada putaran pertama kompetisi Liga Primer Indonesia musim ini.
"Pastinya saya mau lima pertandingan sisa lagi Bintang Medan tidak terkalahkan. Kalau bisa tiga kali kemenangan saja di kandang dan dua kali seri di luar, saya yakin Bintang Medan bisa menutup putaran pertama ini di posisi enam," kata pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (28/4).
Bintang Medan memang mengawali kompetisi dengan rekor yang kurang bagus. Namun Michael meyakini kondisi timnya saat ini sedang berada pada top performance.
Apalagi beberapa pemain yang selama tidak bisa turun karena cedera sudah bisa dimainkan kembali.
Harapan untuk bertengger di enam besar pada putaran pertama ini, tentunya bukanlah isapan jempol belaka, mengingat konsistensi yang ditunjukkan semua pemain juga cukup menjanjikan. Tidak hanya lini belakang, tengah dan depan, Bintang Medan juga memiliki kiper andal, Decky Ardian Cahyadi.
"Kami punya modal cukup bagus. Decky juga tampil konsisten dan semakin menunjukkan perkembangan. Begitu juga dengan pemain lokal yang lain seperti Sugiono yang tangguh di belakang bersama Amine Kamoun. Syafari dan Rudi Hartono) sangat bagus di sayap," katanya.
Sementara menanggapi kondisi cedera yang kembali menimpa bek asal Tunisia, Amine Kamoun, menurut dia hal itu tidak terlalu menjadi masalah bagi kekuatan timnya, apalagi memang cideranya tidak terlalu mengkhawatirkan.
"Cedera yang dialami Amine bukan cedera lamanya yakni pada selangkang kiri, melainkan di sisi lain. Usahanya melindungi bekas cederanya memang bisa membuat itu terjadi, apalagi ketika pemain belum benar-benar pulih. Tapi dia tidak masalah. Menghadapi Minang Kabau (Sabtu 30/4) Amine saya rasa bisa turun," katanya.
Begitu juga dengan Syafari yang mengalami nyeri di lutut yang didapat saat menekuk Bogor Raya FC Sabtu, (23/4) lalu dengan skor 4-0, juga tidak terlalu bermasalah dan juga dipastikan akan tetap tampil menghadapi Minang Kabau FC.
"Di Teladan Sabtu nanti, kami tetap menargetkan kemenangan. Kami bagus beberapa laga away terakhir, jadi kami rasa tiga poin tidak mustahil kami dapat," katanya.
Saat ini Bintang Medan masih bercokol di posisi ke-sebelas dengan nilai 18 dari hasil lima kali menang, tiga seri dan lima kali kalah. (antara)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, April 30, 2011
PSMS Medan Asah Asa Tersisa
Skuad PSMS masih yakin bisa memenangkan laga kontra Persikabo Bogor, Sabtu (30/4) besok, dan melangkah ke babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Kuncinya, dengan mengasah asa yang tersisa.
“Kita tidak usah memikirkan hasil tim lain. Pikirkan saja hasil sendiri. Mudah-mudahan kita bisa menang baru memikirkan peluang lolos,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS, kemarin (28/4).
Kekalahan menyesakkan kontra Persitara pun sudah dilupakan. Meski kekalahan itu membuat peluang lolos semakin sempit, namun perhatian harus segera dialihkan ke laga selanjutnya. Untuk itulah, skuad langsung memutuskan berangkat ke Bogor sehari lebih cepat dari jadwal semula. “Di samping itu kita juga takut ada kerusuhan lanjutan di Jakarta Utara makanya kita percepat sehari ke Bogor,” sambung Idris, Manajer PSMS menimpali.
Begitu tiba di Hotel Orri Bogor, skuad memang sempat rest sehari. Namun, Rabu (28/4) pagi dan sore Suharto sudah memimpin latihan Affan Lubis dkk. Menurut Suharto, fokus utama yang harus dibenahinya adalah penyelesaian akhir dari peluang yang tercipta. Intinya, Suharto ingin para pemain bisa mencipta gol dari sisi manapun. Termasuk dari bola-bola mati.
“Kita harus bisa memanfaatkan setiap peluang sekecil apapun. Karena kita butuh gol untuk menjamin kemenangan,” beber Suharto.
Soal peluang lolos, Suharto juga masih percaya diri. Syaratnya adalah bisa menang. Namun Suharto juga berharap Persih berhasil menang kontra Persita di saat bersamaan. “Memang sudah makin berat tapi kita harus tetap percaya diri. Skuad harus bisa memainkan tempo permainan dan tak terburu-buru menciptakan gol. Kalau sudah menang pasti akan lebih lega, sembari menanti hasil laga lainnya,” sambung Suharto.
Selain itu Suharto juga membenahi peluang gol dari bola-bola mati. Untuk hal ini PSMS sebenarnya punya beberapa algojo yang bisa dimanfaatkan. Yakni Affan Lubis, Almiro Valadares, hingga Gaston Castano. Mereka biasanya mampu membikin gol langsung dari tendangan bebas, atau setidaknya mencipta peluang bagi terlahirnya gol.
Soal tendangan sudut juga harus diperhatikan serius. Namun tampaknya absennya Vagner Luis karena kartu merah bisa membuat peluang gol dari tendangan sudut bakal terkendala. Biasanya Vagner lah yang kerap mahir memaksimalkan peluang dari tendangan sudut. Terbukti dia sudah mempersembahkan tiga gol dari tendangan sudut sepanjang putaran pertama ini.
“Ya tapi itu tidak masalah. Di lini belakang kita masih punya Putra Habibi dan Novi Hendriawan yang juga bisa mencuri peluang. Apapun itu yang penting kita harus bisa membuat gol dari sisi manapun dan pulang dengan tiga angka,” pungkas Suharto. (ful/sumutpos)
“Kita tidak usah memikirkan hasil tim lain. Pikirkan saja hasil sendiri. Mudah-mudahan kita bisa menang baru memikirkan peluang lolos,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS, kemarin (28/4).
Kekalahan menyesakkan kontra Persitara pun sudah dilupakan. Meski kekalahan itu membuat peluang lolos semakin sempit, namun perhatian harus segera dialihkan ke laga selanjutnya. Untuk itulah, skuad langsung memutuskan berangkat ke Bogor sehari lebih cepat dari jadwal semula. “Di samping itu kita juga takut ada kerusuhan lanjutan di Jakarta Utara makanya kita percepat sehari ke Bogor,” sambung Idris, Manajer PSMS menimpali.
Begitu tiba di Hotel Orri Bogor, skuad memang sempat rest sehari. Namun, Rabu (28/4) pagi dan sore Suharto sudah memimpin latihan Affan Lubis dkk. Menurut Suharto, fokus utama yang harus dibenahinya adalah penyelesaian akhir dari peluang yang tercipta. Intinya, Suharto ingin para pemain bisa mencipta gol dari sisi manapun. Termasuk dari bola-bola mati.
“Kita harus bisa memanfaatkan setiap peluang sekecil apapun. Karena kita butuh gol untuk menjamin kemenangan,” beber Suharto.
Soal peluang lolos, Suharto juga masih percaya diri. Syaratnya adalah bisa menang. Namun Suharto juga berharap Persih berhasil menang kontra Persita di saat bersamaan. “Memang sudah makin berat tapi kita harus tetap percaya diri. Skuad harus bisa memainkan tempo permainan dan tak terburu-buru menciptakan gol. Kalau sudah menang pasti akan lebih lega, sembari menanti hasil laga lainnya,” sambung Suharto.
Selain itu Suharto juga membenahi peluang gol dari bola-bola mati. Untuk hal ini PSMS sebenarnya punya beberapa algojo yang bisa dimanfaatkan. Yakni Affan Lubis, Almiro Valadares, hingga Gaston Castano. Mereka biasanya mampu membikin gol langsung dari tendangan bebas, atau setidaknya mencipta peluang bagi terlahirnya gol.
Soal tendangan sudut juga harus diperhatikan serius. Namun tampaknya absennya Vagner Luis karena kartu merah bisa membuat peluang gol dari tendangan sudut bakal terkendala. Biasanya Vagner lah yang kerap mahir memaksimalkan peluang dari tendangan sudut. Terbukti dia sudah mempersembahkan tiga gol dari tendangan sudut sepanjang putaran pertama ini.
“Ya tapi itu tidak masalah. Di lini belakang kita masih punya Putra Habibi dan Novi Hendriawan yang juga bisa mencuri peluang. Apapun itu yang penting kita harus bisa membuat gol dari sisi manapun dan pulang dengan tiga angka,” pungkas Suharto. (ful/sumutpos)
Sunday, April 24, 2011
Liga Primer Indonesia Bintang Medan Permalukan Bogor Raya
Bintang Medan meraih poin penuh usai melibas tuan rumah Bogor Raya 4-0. Bogor Raya sendiri harus bermain delapan orang usai tiga pemainnya diusir wasit.
Bogor Raya dibekap Bintang Medan 0-4 dalam laga di Stadion Cibinong, Sabtu (23/4/2011) sore WIB. Penderitaan tuan rumah makin bertambah usai tiga pemainnya yakni Rasyid Latuamury, Luciano Rimoldi, dan Masperi diusir wasit.
Menit kedelapan tim tamu membuka skor melalui sepakan An Hyo Yuen. Tidak terkawal di kotak penalti, An melepas tembakan yang gagal dihadang kiper Agus Rohman.
Peluang bagi Bogor Raya hadir di menit ke-19. Sepakan Luciano Rimoldi dari luar kotak penalti masih menyamping di sebelah kanan gawang yang dijaga Decky Adrian.
Bintang Medan memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat tandukan Cosmin Vanesa di menit ke-23. Berawal dari umpan silang dari sayap kiri, bola sempat membentur gawang dan kemudian diterima An di tiang jauh. Ia selanjutnya mengarahkan bola ke arah tengah dan disambar Kasmin.
Bogor Raya semakin menderita karena sepuluh menit menuju jeda, Rasyid Latuamury menerima kartu merah karena melakukan tekel keras.
Dua menit selepas jeda, Bintang Medan mengancam lewat An Hyo Yuen. Menusuk dari sisi sebelah kiri, kemudian ia bergerak ke tengah. Pemain asal Korea ini melepas tendangan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Agus Rohman.
Skor berubah menjadi 3-0 untuk Bintang Medan di menit ke-49 lewat Cosmin Vansea. Berawal dari kesalahan pemain belakang Bogor Raya, Cosmin melepas tembakan parabola. Sementara itu kiper Agus Rohman sudah menjauhi gawang dan berusaha menutup ruang tembak.
Bogor Raya harus keihlangan satu lagi pemainnya setelah Luciano Rimoldi diusir wasit.
Menit ke-52 Bintang Medan semakin jauh unggul 4-0 lewat gol Safari. Pemain bernomor 14 ini bekerjasama satu dua dengan Vansea. Memasuki kotak penalti, Safari melepas tembakan ke arah tiang jauh dan bersarang ke gawang tim dari Kota Hujan itu.
Peluang Bogor Raya Kodrat Maulana dari luar kotak masih bisa ditepis Decky Adrian.
Tim tuan rumah semakin menderita usai Masperi Kasim menerima kartu merah di menit ke-63.
Di babak kedua, hujan yang mengguyur membuat kondisi lapangan di Stadion Cibinong menjadi sangat becek. Pemain kedua tim kesulitan untuk mengoper bola.
(narayana mahendra prastya/detiksports)
Bogor Raya dibekap Bintang Medan 0-4 dalam laga di Stadion Cibinong, Sabtu (23/4/2011) sore WIB. Penderitaan tuan rumah makin bertambah usai tiga pemainnya yakni Rasyid Latuamury, Luciano Rimoldi, dan Masperi diusir wasit.
Menit kedelapan tim tamu membuka skor melalui sepakan An Hyo Yuen. Tidak terkawal di kotak penalti, An melepas tembakan yang gagal dihadang kiper Agus Rohman.
Peluang bagi Bogor Raya hadir di menit ke-19. Sepakan Luciano Rimoldi dari luar kotak penalti masih menyamping di sebelah kanan gawang yang dijaga Decky Adrian.
Bintang Medan memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat tandukan Cosmin Vanesa di menit ke-23. Berawal dari umpan silang dari sayap kiri, bola sempat membentur gawang dan kemudian diterima An di tiang jauh. Ia selanjutnya mengarahkan bola ke arah tengah dan disambar Kasmin.
Bogor Raya semakin menderita karena sepuluh menit menuju jeda, Rasyid Latuamury menerima kartu merah karena melakukan tekel keras.
Dua menit selepas jeda, Bintang Medan mengancam lewat An Hyo Yuen. Menusuk dari sisi sebelah kiri, kemudian ia bergerak ke tengah. Pemain asal Korea ini melepas tendangan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Agus Rohman.
Skor berubah menjadi 3-0 untuk Bintang Medan di menit ke-49 lewat Cosmin Vansea. Berawal dari kesalahan pemain belakang Bogor Raya, Cosmin melepas tembakan parabola. Sementara itu kiper Agus Rohman sudah menjauhi gawang dan berusaha menutup ruang tembak.
Bogor Raya harus keihlangan satu lagi pemainnya setelah Luciano Rimoldi diusir wasit.
Menit ke-52 Bintang Medan semakin jauh unggul 4-0 lewat gol Safari. Pemain bernomor 14 ini bekerjasama satu dua dengan Vansea. Memasuki kotak penalti, Safari melepas tembakan ke arah tiang jauh dan bersarang ke gawang tim dari Kota Hujan itu.
Peluang Bogor Raya Kodrat Maulana dari luar kotak masih bisa ditepis Decky Adrian.
Tim tuan rumah semakin menderita usai Masperi Kasim menerima kartu merah di menit ke-63.
Di babak kedua, hujan yang mengguyur membuat kondisi lapangan di Stadion Cibinong menjadi sangat becek. Pemain kedua tim kesulitan untuk mengoper bola.
(narayana mahendra prastya/detiksports)
Monday, April 18, 2011
Penutup manis dari Ari Yuganda cs PSMS medan menang lagi
Setelah dikalahkan Pro Titan pada Kamis (14/4) lalu, PSAP Sigli kembali menuai kekalahan kedua dalam turnya di Medan pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
Pada malam ini, tuan rumah PSMS Medan menumbangkan PSAP 2-0. Kemenangan atas PSAP tersebut memastikan skuad Ayam Kinantan meraih tiga angka berkat gol dari kaki Ari Yuganda di menit 55 dan Rinaldo di menit 67.
"PSAP kualitasnya sebenarnya di atas PSMS. Terbukti PSAP terus berada di atas sejak awal musim. Yang jelas, kami bersyukur bisa menang pada pertandingan ini," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Sejak menit-menit awal PSMS berupaya menekan. Namun pertahanan PSAP sangat kokoh untuk ditembus. Serangan PSMS acap patah sebelum bola masuk ke kotak penalti Gaston Castano terus mendapat pengawalan ketat dari Sylla Bamba sedikit gerah dan hampir bersitegang.
PSMS baru benar-benar mengancam di menit ke 9. Kali ini umpan silang Gaston coba ditanduk Rahmad. Namun bola sedikit melenceng. Sementara PSAP coba mengancam lewat Moussa Troure, namun tembakannya belum tepat sasaran.
Lewat skema serangan balik di menit 22 PSMS menekan lewat kerjasama Mahadi dan Gaston namun bola silang Gaston gagal diteruskan striker berusia 19 tahun ini. Menit 24, kerjasama apik Donny F Siregar dan Gaston gagal dieksekusi dengan sempurna oleh striker Argentina itu setelah tendangan kaki kanannya diamankan Maskur.
Menit 55, kerjasama Donny Siregar dan Ari Yuganda berbuah manis. Dengan tenang, Ari menendang bola ke sudut kiri atas gawang Maskur. Upaya mendambah daya gedor dilakukan Suharto dengan memasukkan Rinaldo dan Almiro Valadares.
Gol tambahan PSMS akhirnya terjadi menit 67. Rinaldo yang lolos dari jebakan offside mengelabui Maskur dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Tertinggal dua gol, PSAP mencoba bangkit. Menit 70, PSAP mengancam lewat Pondra. Namun tendangan volinya melebar. Begitupula dengan usaha Sayuti yang melakukan tembakan spekulasi.
Usaha terakhir dilakukan Moussa yang melewati tiga pemain PSMS. Meski terjatuh di daerah terlarang, wasit tidak menunjuk titik putih. Asisten Manajer PSAP, M Yusuf, menilai laga berjalan sangat baik.
"Namun saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Salah satunya ketika Moussa Troure seharusnya mendapatkan penalti. Tapi, saya akui PSMS bermain baik dan absennya Osas Saha membuat permainan kami sedikit menurun," ujarnya.
Pada malam ini, tuan rumah PSMS Medan menumbangkan PSAP 2-0. Kemenangan atas PSAP tersebut memastikan skuad Ayam Kinantan meraih tiga angka berkat gol dari kaki Ari Yuganda di menit 55 dan Rinaldo di menit 67.
"PSAP kualitasnya sebenarnya di atas PSMS. Terbukti PSAP terus berada di atas sejak awal musim. Yang jelas, kami bersyukur bisa menang pada pertandingan ini," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Sejak menit-menit awal PSMS berupaya menekan. Namun pertahanan PSAP sangat kokoh untuk ditembus. Serangan PSMS acap patah sebelum bola masuk ke kotak penalti Gaston Castano terus mendapat pengawalan ketat dari Sylla Bamba sedikit gerah dan hampir bersitegang.
PSMS baru benar-benar mengancam di menit ke 9. Kali ini umpan silang Gaston coba ditanduk Rahmad. Namun bola sedikit melenceng. Sementara PSAP coba mengancam lewat Moussa Troure, namun tembakannya belum tepat sasaran.
Lewat skema serangan balik di menit 22 PSMS menekan lewat kerjasama Mahadi dan Gaston namun bola silang Gaston gagal diteruskan striker berusia 19 tahun ini. Menit 24, kerjasama apik Donny F Siregar dan Gaston gagal dieksekusi dengan sempurna oleh striker Argentina itu setelah tendangan kaki kanannya diamankan Maskur.
Menit 55, kerjasama Donny Siregar dan Ari Yuganda berbuah manis. Dengan tenang, Ari menendang bola ke sudut kiri atas gawang Maskur. Upaya mendambah daya gedor dilakukan Suharto dengan memasukkan Rinaldo dan Almiro Valadares.
Gol tambahan PSMS akhirnya terjadi menit 67. Rinaldo yang lolos dari jebakan offside mengelabui Maskur dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Tertinggal dua gol, PSAP mencoba bangkit. Menit 70, PSAP mengancam lewat Pondra. Namun tendangan volinya melebar. Begitupula dengan usaha Sayuti yang melakukan tembakan spekulasi.
Usaha terakhir dilakukan Moussa yang melewati tiga pemain PSMS. Meski terjatuh di daerah terlarang, wasit tidak menunjuk titik putih. Asisten Manajer PSAP, M Yusuf, menilai laga berjalan sangat baik.
"Namun saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Salah satunya ketika Moussa Troure seharusnya mendapatkan penalti. Tapi, saya akui PSMS bermain baik dan absennya Osas Saha membuat permainan kami sedikit menurun," ujarnya.
Hiburan ‘freestyle’ alihkan perhatian penonton
MEDAN - Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan,Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan.
Hiburan itu merupakan gawean kelompok suporter SMeCK Hooligan. Selain untuk menghibur penonton, terobosan itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian penonton saat jeda babak pertama. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan. Insiden saat duel PSMS dan Persiraja tak ingin kembali terjadi.
"Waktu saat jeda itu kosong. Jadi kita manfaatkan dengan adanya hiburan. Dengan itu penonton akan terhibur dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan tim tamu seperti pelemparan," ujar Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong.
Menurut Nata, hiburan ini juga ingin menunjukkan kreativitas SMeCK. "SMeCK selalu ingin berkarya dan berkreativitas. Jadi kita ingin tunjukkan itu," ujarnya.
Keinginan SMeCK ini sebelumnya harus mendapat persetujuan panpel dan komisi pertandingan. Pasalnya hiburan seperti ini sangat jarang dilakukan pada pertandingan sepakbola. Benar saja, meski sempat bertanya-tanya para penonton terfokus pada hiburan berdurasi hampir 15 menit ini.
Sorakan-sorakan terdengar dari tribun tertutup maupun sisi tribun terbuka. Usai atraksi tepuk tangan pun bergemuruh menandakan penonton cukup terhibur. Tak ada lemparan-lemparan botol mineral seperti saat duel dengan Persiraja beberapa waktu lalu
Hiburan itu merupakan gawean kelompok suporter SMeCK Hooligan. Selain untuk menghibur penonton, terobosan itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian penonton saat jeda babak pertama. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan. Insiden saat duel PSMS dan Persiraja tak ingin kembali terjadi.
"Waktu saat jeda itu kosong. Jadi kita manfaatkan dengan adanya hiburan. Dengan itu penonton akan terhibur dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan tim tamu seperti pelemparan," ujar Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong.
Menurut Nata, hiburan ini juga ingin menunjukkan kreativitas SMeCK. "SMeCK selalu ingin berkarya dan berkreativitas. Jadi kita ingin tunjukkan itu," ujarnya.
Keinginan SMeCK ini sebelumnya harus mendapat persetujuan panpel dan komisi pertandingan. Pasalnya hiburan seperti ini sangat jarang dilakukan pada pertandingan sepakbola. Benar saja, meski sempat bertanya-tanya para penonton terfokus pada hiburan berdurasi hampir 15 menit ini.
Sorakan-sorakan terdengar dari tribun tertutup maupun sisi tribun terbuka. Usai atraksi tepuk tangan pun bergemuruh menandakan penonton cukup terhibur. Tak ada lemparan-lemparan botol mineral seperti saat duel dengan Persiraja beberapa waktu lalu
Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Tangerang Wolves 3-1
Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, menuntaskan tekadnya untuk memetik poin penuh di kandang melawan tamunya, Tangerang Wolves dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI). Para pemainnya menunjukkan keperkasaan dengan menyikat Tangerang Wolves dengan skor telak 3-1 meskipun kemenangan tersebut ternoda dengan terjadinya kericuhan antar pemain diakhir laga.
Gol tuan rumah dicetak Cosmin Vansea (19’ dan 89’) dan Gaston Salasiwa (54’). Satu gol balasan Serigala Benteng dilesakkan Wallace Rodrigues da Silva (32’).
Laga seru papan bawah ini mewarnai pekan ke-15 Liga Primer Indonesia (LPI) yang berlangsung di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (16/4) mulai pukul 19.00 WIB. Kemenangan kandang ini membuat riuh SMeCK Hooligan, pendukung setia Bintang Medan, yang sepanjang pertandingan terus menyanyi menyemangati timnya. Pertandingan dipimpin wasit Goran asal Serbia.
Sejak awal, tim tuan rumah langsung bermain menyerang dengan tusukan tajam dari duet penyerang Cosmin Vansea dan Yoseph Ostanika. Kedua striker Soldier Kinantan – begitu julukan Bintang Medan – mendapat dukungan penuh dari gelandang serang Indo-Holland, Gaston Salasiwa, maupun pemain serba bisa asal Australia, Steve Pantelidis. Tim tamu juga membalas dengan motor serangan dua penyerangnya, Wallace dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Permainan babak pertama berakhir imbang, setelah masing-masing mencetak satu gol. Gol Bintang Medan dicetak pemain asal Serbia, Cosmin Vansea, pada menit ke-19. Tiga belas menit kemudian, Tangerang Wolves membalasnya melalui gol Wallace Rodrigues da Silva.
Memasuki babak kedua, kendali permainan dikuasai tuan rumah, yang memang tak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Tekad menang ini bertuah dengan tambahan gol dari gelandang Gaston Salasiwa pada menit ke-54. Serigala Benteng makin terseok dengan bobolnya gawang mereka untuk ketiga kalinya, berkat gol kedua striker jangkung, Cosmin Vansea, pada menit ke-89.
Skor telak 3-1 bagi Soldier Kinantan tak bergeming hingga wasit Goran meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan yang berlangsung dalam cuaca cerah itu. Namun sayang, diakhir laga tersebut sempat terjadi kericuhan antar pemain kedua kubu. Kericuhan berawal ketika Kurniawan dipukul pemain tuan rumah sehingga membuat kubu Tangerang Wolves berusaha membalas perbuatan tersebut.
Ditempat terpisah, asisten pelatih Tangerang Wolves Deca Dos Santo sebenarnya telah mengingatkan agar para pemainnya mewaspadai Cosmin Vansea.
”Ternyata setelah berhadapan di lapangan, mereka malah lupa menjaganya. Akhirnya, Cosmin malah menambah gol pada menit-menit akhir,” tukas Deca usai pertandingan seperti yang dilansir halaman resmi Liga Primer Indonesia.
Menurut pria asal Brasil ini, pada babak pertama Wallace dan kawan-kawan masih dapat mengimbangi permainan taktis Bintang Medan.
“Namun, konsentrasi pemain buyar pada babak kedua membuat gawang kami kebobolan hingga dua kali,” keluh Deca Dos Santos.
Dityo Pramono menyambut gembira kemenangan Bintang Medan.
“Kami bersyukur berhasil memenangkan pertandingan di kandang, setelah sebelumnya hanya bisa seri atau kalah. Semoga hasil positif ini terus berlanjut pada pertandingan berikutnya,” ujar CEO Bintang Medan yang menjadi salah satu anggota Komite Normalisasi PSSI itu.
Raihan tiga poin bagi Bintang Medan membuat mereka bisa bernafas sedikit lega. Kini poinnya menjadi 15, untuk sementara sama dengan Solo FC yang menduduki peringkat 11 pada klasemen sementara LPI. Juga berhasil melewati raihan 14 poin Minang Kabau FC. Tapi, kedua kesebelasan itu baru bertanding besok dalam laga tandang melawan Bali Devata dan Medan Chiefs.
Sedangkan bagi Tangerang Wolves, kekalahan ini menahan mereka beranjak dari papan bawah. Meski satu peringkat lebih baik, poin mereka sama dengan peringkat ke-16, Real Mataram, yaitu 10 poin. Namun, Real Mataram dan Manado United yang berada satu peringkat di bawahnya, dapat menyalip Tangerang Wolves jika keduanya mampu mengalahkan lawan-lawannya besok sore. (medanchiefs.com)
Gol tuan rumah dicetak Cosmin Vansea (19’ dan 89’) dan Gaston Salasiwa (54’). Satu gol balasan Serigala Benteng dilesakkan Wallace Rodrigues da Silva (32’).
Laga seru papan bawah ini mewarnai pekan ke-15 Liga Primer Indonesia (LPI) yang berlangsung di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (16/4) mulai pukul 19.00 WIB. Kemenangan kandang ini membuat riuh SMeCK Hooligan, pendukung setia Bintang Medan, yang sepanjang pertandingan terus menyanyi menyemangati timnya. Pertandingan dipimpin wasit Goran asal Serbia.
Sejak awal, tim tuan rumah langsung bermain menyerang dengan tusukan tajam dari duet penyerang Cosmin Vansea dan Yoseph Ostanika. Kedua striker Soldier Kinantan – begitu julukan Bintang Medan – mendapat dukungan penuh dari gelandang serang Indo-Holland, Gaston Salasiwa, maupun pemain serba bisa asal Australia, Steve Pantelidis. Tim tamu juga membalas dengan motor serangan dua penyerangnya, Wallace dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Permainan babak pertama berakhir imbang, setelah masing-masing mencetak satu gol. Gol Bintang Medan dicetak pemain asal Serbia, Cosmin Vansea, pada menit ke-19. Tiga belas menit kemudian, Tangerang Wolves membalasnya melalui gol Wallace Rodrigues da Silva.
Memasuki babak kedua, kendali permainan dikuasai tuan rumah, yang memang tak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Tekad menang ini bertuah dengan tambahan gol dari gelandang Gaston Salasiwa pada menit ke-54. Serigala Benteng makin terseok dengan bobolnya gawang mereka untuk ketiga kalinya, berkat gol kedua striker jangkung, Cosmin Vansea, pada menit ke-89.
Skor telak 3-1 bagi Soldier Kinantan tak bergeming hingga wasit Goran meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan yang berlangsung dalam cuaca cerah itu. Namun sayang, diakhir laga tersebut sempat terjadi kericuhan antar pemain kedua kubu. Kericuhan berawal ketika Kurniawan dipukul pemain tuan rumah sehingga membuat kubu Tangerang Wolves berusaha membalas perbuatan tersebut.
Ditempat terpisah, asisten pelatih Tangerang Wolves Deca Dos Santo sebenarnya telah mengingatkan agar para pemainnya mewaspadai Cosmin Vansea.
”Ternyata setelah berhadapan di lapangan, mereka malah lupa menjaganya. Akhirnya, Cosmin malah menambah gol pada menit-menit akhir,” tukas Deca usai pertandingan seperti yang dilansir halaman resmi Liga Primer Indonesia.
Menurut pria asal Brasil ini, pada babak pertama Wallace dan kawan-kawan masih dapat mengimbangi permainan taktis Bintang Medan.
“Namun, konsentrasi pemain buyar pada babak kedua membuat gawang kami kebobolan hingga dua kali,” keluh Deca Dos Santos.
Dityo Pramono menyambut gembira kemenangan Bintang Medan.
“Kami bersyukur berhasil memenangkan pertandingan di kandang, setelah sebelumnya hanya bisa seri atau kalah. Semoga hasil positif ini terus berlanjut pada pertandingan berikutnya,” ujar CEO Bintang Medan yang menjadi salah satu anggota Komite Normalisasi PSSI itu.
Raihan tiga poin bagi Bintang Medan membuat mereka bisa bernafas sedikit lega. Kini poinnya menjadi 15, untuk sementara sama dengan Solo FC yang menduduki peringkat 11 pada klasemen sementara LPI. Juga berhasil melewati raihan 14 poin Minang Kabau FC. Tapi, kedua kesebelasan itu baru bertanding besok dalam laga tandang melawan Bali Devata dan Medan Chiefs.
Sedangkan bagi Tangerang Wolves, kekalahan ini menahan mereka beranjak dari papan bawah. Meski satu peringkat lebih baik, poin mereka sama dengan peringkat ke-16, Real Mataram, yaitu 10 poin. Namun, Real Mataram dan Manado United yang berada satu peringkat di bawahnya, dapat menyalip Tangerang Wolves jika keduanya mampu mengalahkan lawan-lawannya besok sore. (medanchiefs.com)
Tuesday, March 15, 2011
PSMS Kalahkan Pro Titan 2-1
PSMS Medan berhasil memenuhi ambisinya menambah raihan tiga angka setelah mengalahkan Pro Titan FC 2-1 (1-0) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2011-2011 di Stadion Teladan Medan Senin.
PSMS lebih dulu tertinggal setelah pemain asing Pro Titan, Mario Costas menjebol gawang PSMS yang dijaga kiper Andi Setiawan, memanfaatkan umpan Ansyari Lubis dari sepak pojok.
Tendangan Ansyari yang mengarah ke mulut gawang PSMS, disambar Mario Costas melalui tandukannya tanpa dapat diantisipasi oleh pemain-pemain belakang PSMS, hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Pro Titan.
Ketinggalan satu gol, membuat anak-anak PSMS mencoba untuk membalas dengan lebih banyak melakukan umpan-umpan lambung langsung ke kotak penalti lawan yang diiringi dengan tendangan-tendangan spekulasi ke mulut gawang Pro Titan yang dijaga Mukti Ali Raja.
Permainan tersebut membuahkan hasil bagi PSMS. Di menit ke-33, Faisal Azmi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah bola hasil tendangannya dari tengah lapangan gagal diantisipasi penjaga gawang lawan.
Berhasil menyamakan kedudukan, pemain PSMS semakin semangat dan terus melakukan tekanan ke barisan pertahanan Pro Titan. Beberapa peluang mereka ciptakan, namun akibat kurang tenang.
Pada babak kedua, PSMS yang sejak awal memang bertekad meraih tiga angka, demi mengamankan posisi di papan atas klasemen, terus berusaha melakukan tekanan. Di menit 61, PSMS mendapat hadiah penalti setelah kapten Pro Titan Suyatni menyentuh bola di kotak terlarang.
Wasit Juhardi Setiana dari Bandung langsung menunjuk titik putih untuk PSMS, meski sempat mendapat protes dari pemain-pemain Pro Titan. Gaston yang dipercaya mengeksekusi, dengan tenang menjebloskan si kulit bundar ke sudut kiri gawang, mengecoh Mukti Ali yang telah bergerak kekanan.
Kedudukan 2-1 untuk PSMS ini bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit.
Asisten manager PSMS Medan Benny Tomasoa usai pertandingan mengatakan timnya memang menang dari Pro Titan, namun kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Buktinya mereka harus kebobolan terlebih dahulu.
"Permainan Pro Titan luar biasa kali ini, kami nyaris kalah, sebelum akhirnya kita dapat dapat membalikkan keadaan," katanya.
Asisten pelatih Pro Titan, Yahya Yusworo, menanggapi kekalahan timnya mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mengimbangi permainan anak-anak PSMS Medan yang memiliki semangat juang tinggi.
"Babak pertama, kami dapat mengimbangi permainan meraka, bahkan kita unggul terlebih dahulu. Namun di babak kedua, kami justru lebih banyak ditekan. namun begitupun, kita tetap bangga dengan perjuangan anak-anak," katanya. (antara)
PSMS lebih dulu tertinggal setelah pemain asing Pro Titan, Mario Costas menjebol gawang PSMS yang dijaga kiper Andi Setiawan, memanfaatkan umpan Ansyari Lubis dari sepak pojok.
Tendangan Ansyari yang mengarah ke mulut gawang PSMS, disambar Mario Costas melalui tandukannya tanpa dapat diantisipasi oleh pemain-pemain belakang PSMS, hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Pro Titan.
Ketinggalan satu gol, membuat anak-anak PSMS mencoba untuk membalas dengan lebih banyak melakukan umpan-umpan lambung langsung ke kotak penalti lawan yang diiringi dengan tendangan-tendangan spekulasi ke mulut gawang Pro Titan yang dijaga Mukti Ali Raja.
Permainan tersebut membuahkan hasil bagi PSMS. Di menit ke-33, Faisal Azmi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah bola hasil tendangannya dari tengah lapangan gagal diantisipasi penjaga gawang lawan.
Berhasil menyamakan kedudukan, pemain PSMS semakin semangat dan terus melakukan tekanan ke barisan pertahanan Pro Titan. Beberapa peluang mereka ciptakan, namun akibat kurang tenang.
Pada babak kedua, PSMS yang sejak awal memang bertekad meraih tiga angka, demi mengamankan posisi di papan atas klasemen, terus berusaha melakukan tekanan. Di menit 61, PSMS mendapat hadiah penalti setelah kapten Pro Titan Suyatni menyentuh bola di kotak terlarang.
Wasit Juhardi Setiana dari Bandung langsung menunjuk titik putih untuk PSMS, meski sempat mendapat protes dari pemain-pemain Pro Titan. Gaston yang dipercaya mengeksekusi, dengan tenang menjebloskan si kulit bundar ke sudut kiri gawang, mengecoh Mukti Ali yang telah bergerak kekanan.
Kedudukan 2-1 untuk PSMS ini bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit.
Asisten manager PSMS Medan Benny Tomasoa usai pertandingan mengatakan timnya memang menang dari Pro Titan, namun kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Buktinya mereka harus kebobolan terlebih dahulu.
"Permainan Pro Titan luar biasa kali ini, kami nyaris kalah, sebelum akhirnya kita dapat dapat membalikkan keadaan," katanya.
Asisten pelatih Pro Titan, Yahya Yusworo, menanggapi kekalahan timnya mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mengimbangi permainan anak-anak PSMS Medan yang memiliki semangat juang tinggi.
"Babak pertama, kami dapat mengimbangi permainan meraka, bahkan kita unggul terlebih dahulu. Namun di babak kedua, kami justru lebih banyak ditekan. namun begitupun, kita tetap bangga dengan perjuangan anak-anak," katanya. (antara)
Thursday, March 10, 2011
Menang lagi
MEDAN - Gol tunggal Vagner Luiz memastikan tiga poin penuh untuk PSMS Medan saat bentrok dengan PSLS Lhokseumawe tadi malam di Stadion Teladan. Hasil ini melanjutkan tren positif tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir.
Pada laga tersebut, PSMS kembali menggeber skema 4-2-3-1 dengan mengandalkan Gaston Castano sebagai tombak tunggal. Perubahan terlihat di lini tengah dengan tampilnya Tri Yudha dan M Affan Lubis sebagai starter. Keduanya menemani Almiro, Donny F Siregar dan Alfian Habibi di lini kedua.
Enam menit laga berjalan, Gaston langsung mengancam gawang PSMS setelah mendapat bola di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah dan mudah diantisipasi Aly, kiper lawan. Sembilan menit kembali mengancam namun kali ini tendangan volinya melambung jauh.
Asyik menyerang, PSMS justru dikejutkan dengan serangan balik tim tamu. Zulkarnain melepaskan tendangan keras yang tipis di atas mistar gawang PSMS. Kerasnya laga membuahkan kartu kuning untuk Ari Yuganda (PSMS) dan Salomon Koube (PSLS).
Di menit 35, Gaston meneruskan umpan ke Alfian Habibi namun tandukannya terlalu lemah. Semenit kemudian gantian Laskar Pasee-julukan PSLS yang mengancam lagi-lagi lewat Zulkarnain. Publik Teladan akhirnya bersorak gembira di menit 38. Vagner Luiz memecah kebuntuan setelah meneruskan umpan tendangan sudut Affan Lubis.
Sebelum turun minum Suharto menambah strikernya denganmemasukkan Rinaldo menggantikan Tri Yudha. Skor tak berubah hingga istirahat paruh waktu. Babak kedua dibuka dengan tendangan bebas Gaston yang masih menyamping. Selanjutnya PSMS terus berupaya memperbesar keunggulan dengan variasi serangan cepat dan umpan jauh.
Menit 55, PSMS harus bermain dengan 10 pemain setelah Ari Yuganda menerima kartu kuning kedua karena dinilai menyikut Carlos Raul. Keputusan ini sempat memicu protes PSMS namun wasit tak bergeming.
Di menit 65, giliran PSLS yang bermain dengan 10 orang. Kali ini Salomon Koube yang diusir karena menerima kartu kuning kedua usai mengasari Rinaldo. Wasit Novari Ihsan pun menjadi sasaran amuk para pemain PSLS yang tidak menerima keputusan tersebut. Namun pihak keamanan sigap mengamankannya.
Menjelang berakhirnya Carlos Raul mengancam setelah mendapatkan bola di kotak penalti. Namun Andi Setiawan tampil sigap dengan memblok tendangan pemain asal Argentina itu. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.
"Secara psikologis kita nggak ada masalah. Tapi kita akui PSLS itu tim tangguh.
Dengan tiga pemain asingnya PSLS terliaht berbeda. Sedikit ada koodinasi yang kacau di lini belakang. Tapi itu biasa dalam sepakbola," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Sementara itu, Pelatih PSLS Imran Juned mengakui timnya kurang beruntung. "Kita memang bertahan dulu di babak pertama. Baru kita menyerang di babak kedua. Ada enam peluang yang saya catat mengancam. Saya pikir dewi fortuna memang kurang berpihak. Tuan rumah memang pantas menang," ujarnya.
Pada laga tersebut, PSMS kembali menggeber skema 4-2-3-1 dengan mengandalkan Gaston Castano sebagai tombak tunggal. Perubahan terlihat di lini tengah dengan tampilnya Tri Yudha dan M Affan Lubis sebagai starter. Keduanya menemani Almiro, Donny F Siregar dan Alfian Habibi di lini kedua.
Enam menit laga berjalan, Gaston langsung mengancam gawang PSMS setelah mendapat bola di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah dan mudah diantisipasi Aly, kiper lawan. Sembilan menit kembali mengancam namun kali ini tendangan volinya melambung jauh.
Asyik menyerang, PSMS justru dikejutkan dengan serangan balik tim tamu. Zulkarnain melepaskan tendangan keras yang tipis di atas mistar gawang PSMS. Kerasnya laga membuahkan kartu kuning untuk Ari Yuganda (PSMS) dan Salomon Koube (PSLS).
Di menit 35, Gaston meneruskan umpan ke Alfian Habibi namun tandukannya terlalu lemah. Semenit kemudian gantian Laskar Pasee-julukan PSLS yang mengancam lagi-lagi lewat Zulkarnain. Publik Teladan akhirnya bersorak gembira di menit 38. Vagner Luiz memecah kebuntuan setelah meneruskan umpan tendangan sudut Affan Lubis.
Sebelum turun minum Suharto menambah strikernya denganmemasukkan Rinaldo menggantikan Tri Yudha. Skor tak berubah hingga istirahat paruh waktu. Babak kedua dibuka dengan tendangan bebas Gaston yang masih menyamping. Selanjutnya PSMS terus berupaya memperbesar keunggulan dengan variasi serangan cepat dan umpan jauh.
Menit 55, PSMS harus bermain dengan 10 pemain setelah Ari Yuganda menerima kartu kuning kedua karena dinilai menyikut Carlos Raul. Keputusan ini sempat memicu protes PSMS namun wasit tak bergeming.
Di menit 65, giliran PSLS yang bermain dengan 10 orang. Kali ini Salomon Koube yang diusir karena menerima kartu kuning kedua usai mengasari Rinaldo. Wasit Novari Ihsan pun menjadi sasaran amuk para pemain PSLS yang tidak menerima keputusan tersebut. Namun pihak keamanan sigap mengamankannya.
Menjelang berakhirnya Carlos Raul mengancam setelah mendapatkan bola di kotak penalti. Namun Andi Setiawan tampil sigap dengan memblok tendangan pemain asal Argentina itu. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.
"Secara psikologis kita nggak ada masalah. Tapi kita akui PSLS itu tim tangguh.
Dengan tiga pemain asingnya PSLS terliaht berbeda. Sedikit ada koodinasi yang kacau di lini belakang. Tapi itu biasa dalam sepakbola," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Sementara itu, Pelatih PSLS Imran Juned mengakui timnya kurang beruntung. "Kita memang bertahan dulu di babak pertama. Baru kita menyerang di babak kedua. Ada enam peluang yang saya catat mengancam. Saya pikir dewi fortuna memang kurang berpihak. Tuan rumah memang pantas menang," ujarnya.
Tuesday, March 1, 2011
Almiro dan Donny beri warna baru
MEDAN - Meski hanya hasil imbang, PSMS Medan bersukacita menyambut laga yang berakhir 1-1 kontra Persita Tangerang di Stadion Benteng tadi sore. Pasalnya, stadion tersebut terkenal tidak ramah bagi PSMS sejak 1996. Selain itu, sejak awal PSMS hanya menargetkan satu poin.
"Target mencuri satu poin di Tangerang berhasil. Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kami. Apalagi, dari tahun 1996, PSMS tidak pernah menang saat menjadi tamu Persita," ujar Manajer PSMS Idris SE didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa yang turut menyaksikan pertandingan.
Sementara itu, Pelatih PSMS Suharto mengaku pencapaian ini merupakan hasil yang cukup baik untuk menjaga atmosfer dalam timnya. "Syukur bisa seri. Hasil menurut kami bisa meningkatkan moral pemain di laga selanjutnya." sebut Suharto.
Satu hal yang patut disoroti kehadiran dua gelandang anyar Almiro De Souza Valadares dan Donny F Siregar turut andil atas pencapaian tersebut. Betapa tidak, kontribusi kedua pemain tersebut terbukti cukup baik di lini tengah.
Padahal pengesahan keduanya terjadi di menit-menit jelang kickoff. Yang paling menegangkan proses pengesahan Almiro terjadi 10 menit jelang kickoff. Kepastian diperoleh Manajer PSMS setelah lebih dulu menelpon CEO PT LI, Joko Driyono.
Untungnya Suharto mendaftarkan Almiro dalam daftar pemain cadangannya. Pemain asal Brazil ini pun turun menggantikan Ade Chandra. "Memang kami sangat berharap dia main. Dari latihan yang kami buat, dia cukup impresif," ungkap Suharto.
Aksi Almiro memaksa Tema Mursadat, kiper Persita melakukan blunder yang sukses dimanfaatkan Mahadi menjadi gol. Sementara pengesahan Donny datang lebih awal. Sama-sama di hari jelang pertandingan, Donny memperoleh pengesahannya lewat faksimili yang dikirimkan PT LI ke Kantor Sekretariat PSMS sekitar pukul 11.30 WIB yang langsung diteruskan ke faksimili Hotel Permata Bandara Tangerang, tempat tim PSMS menginap.
"Target mencuri satu poin di Tangerang berhasil. Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kami. Apalagi, dari tahun 1996, PSMS tidak pernah menang saat menjadi tamu Persita," ujar Manajer PSMS Idris SE didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa yang turut menyaksikan pertandingan.
Sementara itu, Pelatih PSMS Suharto mengaku pencapaian ini merupakan hasil yang cukup baik untuk menjaga atmosfer dalam timnya. "Syukur bisa seri. Hasil menurut kami bisa meningkatkan moral pemain di laga selanjutnya." sebut Suharto.
Satu hal yang patut disoroti kehadiran dua gelandang anyar Almiro De Souza Valadares dan Donny F Siregar turut andil atas pencapaian tersebut. Betapa tidak, kontribusi kedua pemain tersebut terbukti cukup baik di lini tengah.
Padahal pengesahan keduanya terjadi di menit-menit jelang kickoff. Yang paling menegangkan proses pengesahan Almiro terjadi 10 menit jelang kickoff. Kepastian diperoleh Manajer PSMS setelah lebih dulu menelpon CEO PT LI, Joko Driyono.
Untungnya Suharto mendaftarkan Almiro dalam daftar pemain cadangannya. Pemain asal Brazil ini pun turun menggantikan Ade Chandra. "Memang kami sangat berharap dia main. Dari latihan yang kami buat, dia cukup impresif," ungkap Suharto.
Aksi Almiro memaksa Tema Mursadat, kiper Persita melakukan blunder yang sukses dimanfaatkan Mahadi menjadi gol. Sementara pengesahan Donny datang lebih awal. Sama-sama di hari jelang pertandingan, Donny memperoleh pengesahannya lewat faksimili yang dikirimkan PT LI ke Kantor Sekretariat PSMS sekitar pukul 11.30 WIB yang langsung diteruskan ke faksimili Hotel Permata Bandara Tangerang, tempat tim PSMS menginap.
Gol Mahadi selamatkan PSMS
Target PSMS Medan mencuri poin di Tangerang sukses direalisasikan di Stadion Benteng Tangerang tadi sore. Melawan tuan rumah Persita dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS bermain imbang 1-1.
Kali ini, Mahadi Rais tampil sebagai pemain pengganti sekaligus pahlawan Ayam Kinantan lewat golnya di menit 64. Sebelumnya, Persita lebih dulu unggul lewat eksekusi penalti Agus Salim di menit 30.
Meski tampil sebagai tim tamu, PSMS menampilkan permainan yang tak kalah ngotot dari tuan rumah. Diperkuat pemain teranyarnya Donny Siregar dan Almiro Valadares, Pelatih PSMS Suharto menempatkan lima gelandang untuk mendukung Gaston Castano sebagai striker tunggal.
PSMS langsung mengancam saat laga berjalan tiga menit. Donny Siregar merangsek ke kotak penalti dan menanduk umpan silang dari kapten PSMS M Affan Lubis. Namun Tema Mursadat yang tampil di bawah mistar La Viola masih mampu mengamankan bola. Semenit berselang, tuan rumah mengancam lewat tandukan Cristian Carasco yang masih mampu ditepis Andi Setiawan.
Selanjutnya, kedua tim bergantian mencoba membangun serangan namun belum ada serangan yang terorganisasi dengan baik hingga bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Di menit 29, Agus Salim melakukan penetrasi di kotak penalti yang terpaksa dihentikan Vagner Luis dengan tekel keras. Malang bagi PSMS karena wasit menunjuk titik putih dan Agus sukses mengeksekusi sendiri hadiah penalti tersebut.
Vagner mencoba menebus kesalahannya saat mendapat kesempatan tendangan bebas di menit 36 namun tendangannya masih melenceng. Guna meningkatkan daya dobrak tim, Suharto memasukkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Affan Lubis yang terus menerus mendapat perlakuan kasar dari lawan.
Sayang, perjuangan PSMS semakin berat setelah Gaston Castano diganjar kartu merah oleh wasit Hadi Suroso. Emosi Gaston memuncak karena disikut Firdaus yang juga sempat dibalas kekasih aktris Julia Perez itu. Sang pengadil pun turut mengusir Firdaus keluar lapangan.
Ayam Kinantan akhirnya sukses menyamakan kedudukan di menit 64. Berawal dari umpan silang Faisal Azmi yang ditanduk Almiro, bola lepas dari tangkapan kiper yang berbenturan dengan bek Persita Luis Edmundo. Bola liar langsung disambar Mahadi hingga skor berubah 1-1.
Kali ini, Mahadi Rais tampil sebagai pemain pengganti sekaligus pahlawan Ayam Kinantan lewat golnya di menit 64. Sebelumnya, Persita lebih dulu unggul lewat eksekusi penalti Agus Salim di menit 30.
Meski tampil sebagai tim tamu, PSMS menampilkan permainan yang tak kalah ngotot dari tuan rumah. Diperkuat pemain teranyarnya Donny Siregar dan Almiro Valadares, Pelatih PSMS Suharto menempatkan lima gelandang untuk mendukung Gaston Castano sebagai striker tunggal.
PSMS langsung mengancam saat laga berjalan tiga menit. Donny Siregar merangsek ke kotak penalti dan menanduk umpan silang dari kapten PSMS M Affan Lubis. Namun Tema Mursadat yang tampil di bawah mistar La Viola masih mampu mengamankan bola. Semenit berselang, tuan rumah mengancam lewat tandukan Cristian Carasco yang masih mampu ditepis Andi Setiawan.
Selanjutnya, kedua tim bergantian mencoba membangun serangan namun belum ada serangan yang terorganisasi dengan baik hingga bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Di menit 29, Agus Salim melakukan penetrasi di kotak penalti yang terpaksa dihentikan Vagner Luis dengan tekel keras. Malang bagi PSMS karena wasit menunjuk titik putih dan Agus sukses mengeksekusi sendiri hadiah penalti tersebut.
Vagner mencoba menebus kesalahannya saat mendapat kesempatan tendangan bebas di menit 36 namun tendangannya masih melenceng. Guna meningkatkan daya dobrak tim, Suharto memasukkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Affan Lubis yang terus menerus mendapat perlakuan kasar dari lawan.
Sayang, perjuangan PSMS semakin berat setelah Gaston Castano diganjar kartu merah oleh wasit Hadi Suroso. Emosi Gaston memuncak karena disikut Firdaus yang juga sempat dibalas kekasih aktris Julia Perez itu. Sang pengadil pun turut mengusir Firdaus keluar lapangan.
Ayam Kinantan akhirnya sukses menyamakan kedudukan di menit 64. Berawal dari umpan silang Faisal Azmi yang ditanduk Almiro, bola lepas dari tangkapan kiper yang berbenturan dengan bek Persita Luis Edmundo. Bola liar langsung disambar Mahadi hingga skor berubah 1-1.
Monday, February 28, 2011
Sudah Menduga Bakal Diuntungkan Wasit 3 Persipasi v PSMS 2
PSMS kalah tipis melawan Persipasi Bekasi pada lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Patriot Bekasi, Jumat (25/2). Tim berjuluk Ayama Kinantan itu takluk dengan skor 3-2 melalui Emalue Serge (33’), Mansyur (59’) dan Stepgen Nagbe Mennoh lewat titik penalti menit di menit 60. Sedangkan bagi PSMS tercipta melalui Rahmat di menit ke 23 dan striker mudanya Mahadi Rais di menit ke 46.
Di laga itu PSMS sempat unggul melalui Rahmat lewat sundulan di menit 23. Kemudian ditambah dengan Mahadi Rais di menit ke 46.
Suharto, arsitek PSMS memprotes kepemimpinan wasit yang dianggap menguntungkan lawan.Padahal PSMS berhasil tampil bagus pada laga itu.
“Sebenarnya sangat malas mengomentari wasit. Tapi boleh tanya pada teman yang lihat pertandingan itu, wasit memang memimimpin dengan sangat buruk,” kata Suharto.
“Perjuangan pemain dan pelatih selama ini rusak oleh kepemimpinan pengadil yang tidak berlaku adil pada tim kami,” sambung prajurit TNI AD itu.
Maka itu, Suharto meminta agar PSSI dan PT Liga Indonesia (LI)
harus segera melakukan tindakan prilaku tidak profesional wasit. “Oknum wasit nakal harus dihukum. Kinerja wasit seharusnya dipantau pihak netral atau komdis secara langsung agar tidak buat tim yang bertandang rugi,” tambahnya.
Pelatih Persipasi Bekasi, Warta Kusuma mensyukuri kemenangan itu. Namun ketika ditanya soal buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suharya. “Yang penting menang, tidak perlu berkomentarlah,” katanya.
Laga itu awalnya berlangsung baik. PSMS bisa mengimbangi Persipasi lewat sentuhan satu-dua yang terorganisasi. Bahkan PSMS sempat membuka skor lewat sundulan bek, Rahmat setelah memanfaatkan sepak pojok kapten tim, Affan Lubis. Gol ini membuat kaget tuan rumah.
Kepemimpinan berat sebelah ala wasit Ahmad Suharya mulai terasa. Tak lama, Persipasi bisa membalas gol lewat sontekan pemain anyar mereka, Emalue Serge di menit 33 juga lewat sundulan yang memanfaatkan sepak pojok. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, PSMS masih trengginas. Hanya satu menit setelah kick off babak kedua, Gaston Castano berhasil menguasai bola dan menggiringnya sebelum memberi umpan manis ke arah koleganya di lini depan, Mahadi Rais. Umpan di kotak penalti itu bisa dimanfaatkan pemain muda ini untuk mencetak gol perdananya musim ini. Skor berbalik 1-2 untuk PSMS.
Setelah itu, PSMS memang agak bertahan. Namun tekanan plus bantuan wasit atas tuan rumah membuat PSMS kalang kabut. Pada menit 59, striker lokal Persipasi, Mansyur memberi kontribusi golnya. Skor imbang 2-2. Setelahnya wasit kembali mengulah. Dan inilah ulah yang paling diprotes kubu PSMS.
Satu menit setelah gol Mansyur, wasit mengambil keputusan yang sangat tidak bisa diterima kubu Ayam Kinantan. Adalah Putra Habibi bek PSMS yang dianggap menjegal lawan di kotak penalti, padahal dari kesaksian di lapangan dan tindakan asisten wasit, Putra berhasil mencuri bola dari kaki Stephen Mennoh-gelandang Persipasi dengan bersih. Namun Mennoh lihai dan pura-pura terjatuh dan berteriak keras. Diving itu sukses, mendengar Mennoh berteriak, wasit langsung menunjuk titik putih. Mennoh sendiri yang mengeksekusi penalti itu dan masuk. Skor akhirnya berbalik 3-2 untuk kemengan tuan rumah.
Berbeda dengan pelatih kepala tuan rumah Warta Kesuma yang enggan berkomentar, asistennya Ega Raka Galih menilai PSMS merupakan lawan yang paling susah dikalahkan musim ini.
“Dari 13 laga yang telah kami lalui, PSMS merupakan lawan terberat kami. 30 menit awal kami tidak bisa mengembangkan permainan.” Sebutnya. (ful)
Di laga itu PSMS sempat unggul melalui Rahmat lewat sundulan di menit 23. Kemudian ditambah dengan Mahadi Rais di menit ke 46.
Suharto, arsitek PSMS memprotes kepemimpinan wasit yang dianggap menguntungkan lawan.Padahal PSMS berhasil tampil bagus pada laga itu.
“Sebenarnya sangat malas mengomentari wasit. Tapi boleh tanya pada teman yang lihat pertandingan itu, wasit memang memimimpin dengan sangat buruk,” kata Suharto.
“Perjuangan pemain dan pelatih selama ini rusak oleh kepemimpinan pengadil yang tidak berlaku adil pada tim kami,” sambung prajurit TNI AD itu.
Maka itu, Suharto meminta agar PSSI dan PT Liga Indonesia (LI)
harus segera melakukan tindakan prilaku tidak profesional wasit. “Oknum wasit nakal harus dihukum. Kinerja wasit seharusnya dipantau pihak netral atau komdis secara langsung agar tidak buat tim yang bertandang rugi,” tambahnya.
Pelatih Persipasi Bekasi, Warta Kusuma mensyukuri kemenangan itu. Namun ketika ditanya soal buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suharya. “Yang penting menang, tidak perlu berkomentarlah,” katanya.
Laga itu awalnya berlangsung baik. PSMS bisa mengimbangi Persipasi lewat sentuhan satu-dua yang terorganisasi. Bahkan PSMS sempat membuka skor lewat sundulan bek, Rahmat setelah memanfaatkan sepak pojok kapten tim, Affan Lubis. Gol ini membuat kaget tuan rumah.
Kepemimpinan berat sebelah ala wasit Ahmad Suharya mulai terasa. Tak lama, Persipasi bisa membalas gol lewat sontekan pemain anyar mereka, Emalue Serge di menit 33 juga lewat sundulan yang memanfaatkan sepak pojok. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, PSMS masih trengginas. Hanya satu menit setelah kick off babak kedua, Gaston Castano berhasil menguasai bola dan menggiringnya sebelum memberi umpan manis ke arah koleganya di lini depan, Mahadi Rais. Umpan di kotak penalti itu bisa dimanfaatkan pemain muda ini untuk mencetak gol perdananya musim ini. Skor berbalik 1-2 untuk PSMS.
Setelah itu, PSMS memang agak bertahan. Namun tekanan plus bantuan wasit atas tuan rumah membuat PSMS kalang kabut. Pada menit 59, striker lokal Persipasi, Mansyur memberi kontribusi golnya. Skor imbang 2-2. Setelahnya wasit kembali mengulah. Dan inilah ulah yang paling diprotes kubu PSMS.
Satu menit setelah gol Mansyur, wasit mengambil keputusan yang sangat tidak bisa diterima kubu Ayam Kinantan. Adalah Putra Habibi bek PSMS yang dianggap menjegal lawan di kotak penalti, padahal dari kesaksian di lapangan dan tindakan asisten wasit, Putra berhasil mencuri bola dari kaki Stephen Mennoh-gelandang Persipasi dengan bersih. Namun Mennoh lihai dan pura-pura terjatuh dan berteriak keras. Diving itu sukses, mendengar Mennoh berteriak, wasit langsung menunjuk titik putih. Mennoh sendiri yang mengeksekusi penalti itu dan masuk. Skor akhirnya berbalik 3-2 untuk kemengan tuan rumah.
Berbeda dengan pelatih kepala tuan rumah Warta Kesuma yang enggan berkomentar, asistennya Ega Raka Galih menilai PSMS merupakan lawan yang paling susah dikalahkan musim ini.
“Dari 13 laga yang telah kami lalui, PSMS merupakan lawan terberat kami. 30 menit awal kami tidak bisa mengembangkan permainan.” Sebutnya. (ful)
Persita vs PSMS : Misi Sulit
MEDAN-PSMS akan kembali melakoni laga away di putaran kedua ini. Kali ini lawan yang bakal menantang adalah Persita Tangerang, di Stadion Benteng Senin (28/2) sore. Kekalahan menyakitkna 3-2 atas Persipasi tiga hari sebelumnya harus dilupakan.
Tentu saja laga melawan Persita bukan perkara muda. Ini misi sulit yang harus dilewati Affan Lubis dkk. Apalagi target empat angka yang dicanangkan sebelum tur Bekas-Tangerang sudah pupus berkat kekalahan di markas Persipasi.
Namun begitu, asa meraih angka di kandang Persita jadi pelipur lara. “Target awal kami bisa mencuri poin di Bekasi. Menghadapi Persita pasti akan lebih sulit,” ujar Suharto, arsitek klub berjuluk Ayam Kinantan itu kemarin.
Satu-satunya yang menguntungkan PSMS pada laga ini adalah keputusan ANTV selaku pemegang hak siar Divisi Utama, untuk menayangkan laga ini secara langsung. Nah, kalau disiarkan live beginin
maka kualitas pengadil alias wasit bisa dicermati dengan baik.
Selama ini, soal nonteknis memang jadi sorotan utama PSMS. Mereka kerap merasa dizholimi jika main di luar kandang.
Namun begitu, tambahan skuad PSMS di awal putaran kedua ini memberikan sedikit aura positif. Setidaknya barisan belakang dan lini tengah PSMS jadi lebih kokoh dengan kehadiran Novianto dan Ade Chandra Kirana.
Lini tengah bahkan akan semakin hebat jika gelandang pekerja keras Doni F Siregar bisa diturunkan sore ini. Ya, kemarin seluruh dokumen mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut sudah diserahkan ke PT Liga Indonesia yang kemungkinan sudah akan disahkan hari ini.
Sayangnya gelandang impor baru PSMS, Almiro Valadares masih diragukan bisa tampil karena pengesahan dari otoritas sepakbola di Myanmar, negara eks klubnya Manaw Myay belum mengesahkan surat kepindahannya (ITC).
“Saya tetap yakin dengan kemampuan dan kemauan yang dimiliki anak-anak. Semua pemain fit. Kekuatan kami akan lebih komplet dengan kembalinya Ari Yuganda dan masuknya Doni yang mungkin sudah bisa bermain. Kalaupun tidak, kami juga sudah menyiapkan antisipasinya. Mudah-mudahan pemain bisa fokus di pertandingan,” papar Suharto.
Diprediksi, Suharto akan menurunkan Gaston Castano dengan Mahadi Rais atau Rinaldo di lini depan. Di tengah, nama Ade Chandra Kirana, Alfian Habibi, Faisal Azmi dan M Affan Lubis disiapkan. Untuk barisan belakang, Vagner Luis akan bersama Putra Habibi dan tetap mengandalkan Novianto di sektor sayap kiri dan Rahmad di sayap kanan.
Sementara itu, Asisten Manajer Persita Tangerang Pari Minarso mengaku, tampil di hadapan pendukung sendiri, Persita diyakini bisa meraih kemenangan untuk membalaskan kekalahan di Stadion Teladan pada putaran pertama lalu. “Tentunya target kami sapu bersih saat main di kandang. Pemain akan tampil sepenuh hati,” tukasnya.
Tapi dia juga mengaku, kekuatan PSMS yang ada saat ini harus diwaspadai. Dengan hadirnya Almiro dan Doni F Siregar, PSMS tidak akan mudah dijinakkan. “Dengan kekuatan tambahan yang ada, tentunya PSMS sudah lebih bagus. Persita harus ekstra keras mencari celah untuk mencuri gol,” katanya. (ful)
Tentu saja laga melawan Persita bukan perkara muda. Ini misi sulit yang harus dilewati Affan Lubis dkk. Apalagi target empat angka yang dicanangkan sebelum tur Bekas-Tangerang sudah pupus berkat kekalahan di markas Persipasi.
Namun begitu, asa meraih angka di kandang Persita jadi pelipur lara. “Target awal kami bisa mencuri poin di Bekasi. Menghadapi Persita pasti akan lebih sulit,” ujar Suharto, arsitek klub berjuluk Ayam Kinantan itu kemarin.
Satu-satunya yang menguntungkan PSMS pada laga ini adalah keputusan ANTV selaku pemegang hak siar Divisi Utama, untuk menayangkan laga ini secara langsung. Nah, kalau disiarkan live beginin
maka kualitas pengadil alias wasit bisa dicermati dengan baik.
Selama ini, soal nonteknis memang jadi sorotan utama PSMS. Mereka kerap merasa dizholimi jika main di luar kandang.
Namun begitu, tambahan skuad PSMS di awal putaran kedua ini memberikan sedikit aura positif. Setidaknya barisan belakang dan lini tengah PSMS jadi lebih kokoh dengan kehadiran Novianto dan Ade Chandra Kirana.
Lini tengah bahkan akan semakin hebat jika gelandang pekerja keras Doni F Siregar bisa diturunkan sore ini. Ya, kemarin seluruh dokumen mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut sudah diserahkan ke PT Liga Indonesia yang kemungkinan sudah akan disahkan hari ini.
Sayangnya gelandang impor baru PSMS, Almiro Valadares masih diragukan bisa tampil karena pengesahan dari otoritas sepakbola di Myanmar, negara eks klubnya Manaw Myay belum mengesahkan surat kepindahannya (ITC).
“Saya tetap yakin dengan kemampuan dan kemauan yang dimiliki anak-anak. Semua pemain fit. Kekuatan kami akan lebih komplet dengan kembalinya Ari Yuganda dan masuknya Doni yang mungkin sudah bisa bermain. Kalaupun tidak, kami juga sudah menyiapkan antisipasinya. Mudah-mudahan pemain bisa fokus di pertandingan,” papar Suharto.
Diprediksi, Suharto akan menurunkan Gaston Castano dengan Mahadi Rais atau Rinaldo di lini depan. Di tengah, nama Ade Chandra Kirana, Alfian Habibi, Faisal Azmi dan M Affan Lubis disiapkan. Untuk barisan belakang, Vagner Luis akan bersama Putra Habibi dan tetap mengandalkan Novianto di sektor sayap kiri dan Rahmad di sayap kanan.
Sementara itu, Asisten Manajer Persita Tangerang Pari Minarso mengaku, tampil di hadapan pendukung sendiri, Persita diyakini bisa meraih kemenangan untuk membalaskan kekalahan di Stadion Teladan pada putaran pertama lalu. “Tentunya target kami sapu bersih saat main di kandang. Pemain akan tampil sepenuh hati,” tukasnya.
Tapi dia juga mengaku, kekuatan PSMS yang ada saat ini harus diwaspadai. Dengan hadirnya Almiro dan Doni F Siregar, PSMS tidak akan mudah dijinakkan. “Dengan kekuatan tambahan yang ada, tentunya PSMS sudah lebih bagus. Persita harus ekstra keras mencari celah untuk mencuri gol,” katanya. (ful)
Friday, February 18, 2011
PSMS Terancam tak Ikut Copa
PT Liga Indonesia (LI) belum juga becus mengurusi soal jadwal pertandingan liga. Salah satu contoh adalah jadwal babak 32 besar Copa Indonesia 2011 yang kembali direvisi.
Sayang, jadwal baru yang akan dikeluarkan belum diketahui pasti. Tak tertutup kemungkinan, klub peserta Copa Indonesia juga akan berubah. Dan PSMS bisa jadi tak ikut kalau gagal bertahan di posisi lima besar hingga akhir musim.
Sebelumnya, peserta Copa Indonesia itu direkrut dari 15 tim liga super, lima besar tim yang finish di tiap grup Divisi Utama pada putaran pertama dan dua tim dari Divisi I yang merupakan juara dan runner-up. Namun belakangan diwacanakan, lima besar tim dari tiga grup Divisi Utama di akhir kompetisi yang akan menjadi peserta. Nah, kalau gagal finish lima besar, maka PSMS tidak jadi berlaga di kompetisi tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) PT LI Joko Driyono yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya belum memutuskan jadwal Piala Indonesia bergulir. Kendati dia menyatakan, tetap 15 tim peserta Divisi Utama yang akan ambil bagian. “Piala Indonesia belum diputuskan waktunya. Tetap lima terbaik dari tiap grup yang diambil dari Divisi Utama,” ujarnya.
Joko juga mengatakan, belum jelasnya jadwal membuat pihaknya masih mempertimbangkan tim Divisi Utama yang ikut di Copa Indonesia bisa jadi berubah. “Kalau jadwalnya nanti di akhir April, 15 tim Divisi Utama yang lolos di putaran satu yang diambil. Kalau di akhir Mei, 15 tim yang lolos lima besar di putaran kedua,” jelas Joko.
Sebelumnya, Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko mengatakan, babak 32 besar Piala Indonesia akan digelar mulai 9 April hingga 21 April mendatang.
Pertimbangan ini baru kali pertama terjadi sejak sejak bergulirnya Copa Indonesia tahun 2003 lalu. PT LI selalu menetapkan tim Divisi Utama peserta Copa Indonesia diambil dari tim yang berhasil meraih peringkat empat besar di akhir putaran pertama. Namun, dipengaruhi tiga klub yang mundur dari liga super seperti PSM Makasar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro, kuota Divisi Utama mengalami penambahan.
Namun kali ini, PT LI terkesan tidak tegas. Dengan alasan perubahan jadwal, PT LI tidak dapat dipungkiri membuat was-was tim yang saat ini mengalami euforia karena merasa lolos ke putaran 32 besar Piala Indonesia seperti PSMS.
Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa memprotes keras wacana tersebut. PT LI harusnya tidak merusak euforiapencinta sepak bola di Medan dengan rencana tersebut. (ful)
Sayang, jadwal baru yang akan dikeluarkan belum diketahui pasti. Tak tertutup kemungkinan, klub peserta Copa Indonesia juga akan berubah. Dan PSMS bisa jadi tak ikut kalau gagal bertahan di posisi lima besar hingga akhir musim.
Sebelumnya, peserta Copa Indonesia itu direkrut dari 15 tim liga super, lima besar tim yang finish di tiap grup Divisi Utama pada putaran pertama dan dua tim dari Divisi I yang merupakan juara dan runner-up. Namun belakangan diwacanakan, lima besar tim dari tiga grup Divisi Utama di akhir kompetisi yang akan menjadi peserta. Nah, kalau gagal finish lima besar, maka PSMS tidak jadi berlaga di kompetisi tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) PT LI Joko Driyono yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya belum memutuskan jadwal Piala Indonesia bergulir. Kendati dia menyatakan, tetap 15 tim peserta Divisi Utama yang akan ambil bagian. “Piala Indonesia belum diputuskan waktunya. Tetap lima terbaik dari tiap grup yang diambil dari Divisi Utama,” ujarnya.
Joko juga mengatakan, belum jelasnya jadwal membuat pihaknya masih mempertimbangkan tim Divisi Utama yang ikut di Copa Indonesia bisa jadi berubah. “Kalau jadwalnya nanti di akhir April, 15 tim Divisi Utama yang lolos di putaran satu yang diambil. Kalau di akhir Mei, 15 tim yang lolos lima besar di putaran kedua,” jelas Joko.
Sebelumnya, Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko mengatakan, babak 32 besar Piala Indonesia akan digelar mulai 9 April hingga 21 April mendatang.
Pertimbangan ini baru kali pertama terjadi sejak sejak bergulirnya Copa Indonesia tahun 2003 lalu. PT LI selalu menetapkan tim Divisi Utama peserta Copa Indonesia diambil dari tim yang berhasil meraih peringkat empat besar di akhir putaran pertama. Namun, dipengaruhi tiga klub yang mundur dari liga super seperti PSM Makasar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro, kuota Divisi Utama mengalami penambahan.
Namun kali ini, PT LI terkesan tidak tegas. Dengan alasan perubahan jadwal, PT LI tidak dapat dipungkiri membuat was-was tim yang saat ini mengalami euforia karena merasa lolos ke putaran 32 besar Piala Indonesia seperti PSMS.
Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa memprotes keras wacana tersebut. PT LI harusnya tidak merusak euforiapencinta sepak bola di Medan dengan rencana tersebut. (ful)
Jakarta 1928 Ingin Poin Penuh dari Bintang Meda
CEO Jakarta 1928, Hadi Basalamah, merasa bingung dengan capaian tim kebanggaan warga ibu kota itu. Terlebih lagi dengan hasil imbang 2-2 di kandang sendiri melawan Cendrawasih Papua pekan lalu. Menurutnya, pada laga lawan Bintang Medan pekan ini, permainan Jakarta 1928 harus lebih baik.
“Saya katakan kepada pelatih untuk melakukan evaluasi. Para pemain tampak demam panggung dan sering melakukan kesalahan yang tak semestinya terjadi. Saya sendiri tak tahu kenapa bisa seperti itu,” kata Hadi, Kamis (17/2).
Ia pun mereview kesalahan yang dilakukan kiper Iswan Karim yang mengakibatkan terciptanya gol pertama Cendrawasih Papua lalu. “Aneh kenapa bola bisa lepas dari kiper dan langsung dimanfaatkan lawan menciptakan gol,” paparnya.
Sama halnya dengan gol kedua yang tak diantisipasi dengan baik oleh pemain Jakarta 1928, Hadi pun mengritik permainan anak asuh pelatih Bambang Nurdiansyah saat itu. “Sektor kiri terlalu banyak memainkan bola lambung yang memperlambat tempo permainan. Parahnya lagi kiper lawan tubuhnya tinggi sehingga bola lambung dengan mudah ditangkap,” keluhnya.
Ia mengingatkan agar semua kesalahan sebelumnya tak terulang di stadin Teladan, markas Bintang Medan. Meski bermain di kandang lawan, Hadi menargetkan kemenangan bagi timnya agar bisa meraup tiga poin. “Kita harus pulang dengan kemenangan karena sudah tiga kali main semuanya hanya seri. Dari tiga pertandingan poin kita baru tiga,” sesalnya.
Kepada pelatih, ia mengatakan ada yang salah dengan tim yang setiap bermain selalu menguasai pertandingan. Penyelesaian akhir yang kurang baik menjadi sorotan utamanya. “Waktu lawan Cendrawasih kita juga sangat mendominasi makanya sangat memiriskan kalau hasilnya imbang,” tandasnya. (sto/jpnn)
“Saya katakan kepada pelatih untuk melakukan evaluasi. Para pemain tampak demam panggung dan sering melakukan kesalahan yang tak semestinya terjadi. Saya sendiri tak tahu kenapa bisa seperti itu,” kata Hadi, Kamis (17/2).
Ia pun mereview kesalahan yang dilakukan kiper Iswan Karim yang mengakibatkan terciptanya gol pertama Cendrawasih Papua lalu. “Aneh kenapa bola bisa lepas dari kiper dan langsung dimanfaatkan lawan menciptakan gol,” paparnya.
Sama halnya dengan gol kedua yang tak diantisipasi dengan baik oleh pemain Jakarta 1928, Hadi pun mengritik permainan anak asuh pelatih Bambang Nurdiansyah saat itu. “Sektor kiri terlalu banyak memainkan bola lambung yang memperlambat tempo permainan. Parahnya lagi kiper lawan tubuhnya tinggi sehingga bola lambung dengan mudah ditangkap,” keluhnya.
Ia mengingatkan agar semua kesalahan sebelumnya tak terulang di stadin Teladan, markas Bintang Medan. Meski bermain di kandang lawan, Hadi menargetkan kemenangan bagi timnya agar bisa meraup tiga poin. “Kita harus pulang dengan kemenangan karena sudah tiga kali main semuanya hanya seri. Dari tiga pertandingan poin kita baru tiga,” sesalnya.
Kepada pelatih, ia mengatakan ada yang salah dengan tim yang setiap bermain selalu menguasai pertandingan. Penyelesaian akhir yang kurang baik menjadi sorotan utamanya. “Waktu lawan Cendrawasih kita juga sangat mendominasi makanya sangat memiriskan kalau hasilnya imbang,” tandasnya. (sto/jpnn)
Monday, February 14, 2011
Liga Primer Indonesia Derby Medan Berakhir Imbang
Pertandingan antara dua tim sekota alias derby Sumatera Utara, Medan Chiefs melawan Bintang Medan FC berakhir dengan hasil akhir 1-1. Partai derby perdana di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 ini berlangsung di kandang Medan Chiefs, di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Minggu (13/2/2011) sore tadi.
Sejak menit pertama, kedua tim langsung bermain menyerang. Duet striker Medan Chiefs Abdoel Hadi Laakkad dan Abdul Madjid langsung membahayakan gawang Decky Ardian, kiper Bintang Medan dengan serangan-serangan sporadis. Namun, usaha mereka untuk menjebol gawang lawan masih belum membuahkan hasil.
Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner sendiri terlihat lebih memilih menjaga bola di lini tengah dengan menempatkan lima gelandang. Di depan, hanya Cosmin Vansea yang dipasang sebagai stiker tunggal, dengan disokong oleh gelandang asal Korea Selatan, Ahn Hyo-yeon sebagai second striker di belakangnya.
Namun, memasuki menit 31, akhirnya Madjid berhasil menyarangkan bola di gawang Decky melalui sundulan kepalanya dari jarak sekitar lima meter. Peluang tersebut tercipta dari umpan lambung menyilang dari pemain blasteran Dane Brard kepada Laakkad, yang diteruskan ke Madjid. Skor pun berubah menjadi 1-0, dan bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Feichtenbeiner mengubah taktik permainan dengan memasukkan penyerang Yoseph Ostanika mendampingi Cosmin di lini depan. Sedangkan pemain anyarnya asal Portugal terlihat Bintang Medan pun mulai memperlihatkan serangannya, sedangkan tuan rumah Medan Chiefs justru mengendurkan serangan.
Di menit 71, aroma panas partai derby ini mulai terasa. Pertandingan sempat terhenti akibat kedua tim saling bersitegang di area kotak penalti Bintang Medan. Kejadian ini bermula saat pelatih fisik Medan Chiefs Joseph berteriak keras kepada tiga pemain penggantinya di belakang gawang Bintang Medan. Hal ini diprotes bek Bintang Medan Dody kerena menggangu konsentrasi pemain.
Saat pertandingan tersisa 10 menit lagi, akhirnya perubahan taktik yang dilakukan Feichtenbeiner pun menuai hasil. Gelandang Bintang Medan Paharuddin menerima umpan mendatar dari Cosmin. Pemain bernomor punggung itupun langsung menceploskan bola ke sisi kiri gawang Medan Chief yang dikawal M Halim. Kedudukan berhasil disamakan 1-1, dan tak berubah hingga peluit akhir dibunyikan.
Usai pertandingan, Pelatih Medan Chiefs Jorg Peter mengakui timnya mengalami penurunan di babak kedua. "Babak pertama kita bermain agresif. Tapi, di babak kedua para pemain mulai menurun meski tetap membuat peluang," ungkap pria berkebangsaan Jerman itu kepada para wartawan.
Sebaliknya kubu Bintang Medan justru menganggap babak kedua sebagai momentum perubahan permainan mereka. "Babak pertama, pertahanan kita banyak kesalahan. Tapi di babak kedua kita bisa bermain lebih baik," pungkas Feichtenbeiner. Pria yang juga berasal dari Jerman itu mengaku cukup gembira dengan hasil seri ini.
Sementara itu, Feichtenbeiner sama sekali tidak memberikan keterangan kenapa kedua pemain asing mereka yang baru dikontrak belum juga diturunkan menjadi andalan timnya. Gelandang sayap keturunan Indonesia-Belanda Gaston Salasiwa hanya sempat bermain beberapa menit di babak kedua. Sedangkan, Gustavo "Guti" Ribeiro asal Portugal sama sekali belum diturunkan pada partai ini. (adela eka putra marza/okezone)
Sejak menit pertama, kedua tim langsung bermain menyerang. Duet striker Medan Chiefs Abdoel Hadi Laakkad dan Abdul Madjid langsung membahayakan gawang Decky Ardian, kiper Bintang Medan dengan serangan-serangan sporadis. Namun, usaha mereka untuk menjebol gawang lawan masih belum membuahkan hasil.
Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner sendiri terlihat lebih memilih menjaga bola di lini tengah dengan menempatkan lima gelandang. Di depan, hanya Cosmin Vansea yang dipasang sebagai stiker tunggal, dengan disokong oleh gelandang asal Korea Selatan, Ahn Hyo-yeon sebagai second striker di belakangnya.
Namun, memasuki menit 31, akhirnya Madjid berhasil menyarangkan bola di gawang Decky melalui sundulan kepalanya dari jarak sekitar lima meter. Peluang tersebut tercipta dari umpan lambung menyilang dari pemain blasteran Dane Brard kepada Laakkad, yang diteruskan ke Madjid. Skor pun berubah menjadi 1-0, dan bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Feichtenbeiner mengubah taktik permainan dengan memasukkan penyerang Yoseph Ostanika mendampingi Cosmin di lini depan. Sedangkan pemain anyarnya asal Portugal terlihat Bintang Medan pun mulai memperlihatkan serangannya, sedangkan tuan rumah Medan Chiefs justru mengendurkan serangan.
Di menit 71, aroma panas partai derby ini mulai terasa. Pertandingan sempat terhenti akibat kedua tim saling bersitegang di area kotak penalti Bintang Medan. Kejadian ini bermula saat pelatih fisik Medan Chiefs Joseph berteriak keras kepada tiga pemain penggantinya di belakang gawang Bintang Medan. Hal ini diprotes bek Bintang Medan Dody kerena menggangu konsentrasi pemain.
Saat pertandingan tersisa 10 menit lagi, akhirnya perubahan taktik yang dilakukan Feichtenbeiner pun menuai hasil. Gelandang Bintang Medan Paharuddin menerima umpan mendatar dari Cosmin. Pemain bernomor punggung itupun langsung menceploskan bola ke sisi kiri gawang Medan Chief yang dikawal M Halim. Kedudukan berhasil disamakan 1-1, dan tak berubah hingga peluit akhir dibunyikan.
Usai pertandingan, Pelatih Medan Chiefs Jorg Peter mengakui timnya mengalami penurunan di babak kedua. "Babak pertama kita bermain agresif. Tapi, di babak kedua para pemain mulai menurun meski tetap membuat peluang," ungkap pria berkebangsaan Jerman itu kepada para wartawan.
Sebaliknya kubu Bintang Medan justru menganggap babak kedua sebagai momentum perubahan permainan mereka. "Babak pertama, pertahanan kita banyak kesalahan. Tapi di babak kedua kita bisa bermain lebih baik," pungkas Feichtenbeiner. Pria yang juga berasal dari Jerman itu mengaku cukup gembira dengan hasil seri ini.
Sementara itu, Feichtenbeiner sama sekali tidak memberikan keterangan kenapa kedua pemain asing mereka yang baru dikontrak belum juga diturunkan menjadi andalan timnya. Gelandang sayap keturunan Indonesia-Belanda Gaston Salasiwa hanya sempat bermain beberapa menit di babak kedua. Sedangkan, Gustavo "Guti" Ribeiro asal Portugal sama sekali belum diturunkan pada partai ini. (adela eka putra marza/okezone)
Saturday, February 12, 2011
PSMS Depak Kurniawan Dwi Yulianto
Desas-desus pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto dari skuad PSMS Medan akhirnya terbukti. Striker yang pernah menjadi andalan Tim Nasional itu didepak bersama tiga pemain lainnya.
Kepastian pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto itu diungkapkan langsung Sekretaris Umum PSMS, Idris kepada Serambi, Kamis (10/2). Keputusan itu, menurutnya, merupakan hasil rapat antarpengurus untuk menentukan skuad menghadapi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. “Ini bukan keputusan pribadi saya, tapi hasil rapat seluruh pengurus dan staf pelatih,” kata idris.
Idris tidak bersedia menyebutkan alasan pemecatan pemain jebolan Primavera itu. Yang jelas, kata dia, saat ini PSMS sedang membidik penyerang dari klub peserta ISL (Liga Super Indonesia-red) untuk menggantikan posisi Kurniawan. Satu nama yang sudah pasti digaet PSMS ialah Doni F Siregar dari Persiba Balikpapan. “Ada dua lagi yang sedang kami pantau, kalau memang sesuai dengan kebutuhan klub, pasti kami perjuangkan,” tandasnya.
Kurniawan ternyata bukan satu-satunya pemain yang dieliminasi dari skuad ‘Ayam Kinantan’. Yang agak mengejutkan, manajemen juga membuang Jose Sebastian Vasquez. Padahal gelandang serang asal Argentina itu telah menjadi idola pendukung PSMS. Dua nama lainnya ialah Azwan Lubis dan Hary Syahputra.
Isu yang beredar di Kebun Bunga —markas PSMS— Kurniawan akan mengikat kontrak dengan klub peserta Liga Primer Indonesia, Tangerang Wolves. Konon disebutkan kalau PSMS bakal mendapat Rp 500 juta dari transaksi penyerang berjuluk ‘Si Kurus’ itu. (serambinews)
Kepastian pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto itu diungkapkan langsung Sekretaris Umum PSMS, Idris kepada Serambi, Kamis (10/2). Keputusan itu, menurutnya, merupakan hasil rapat antarpengurus untuk menentukan skuad menghadapi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. “Ini bukan keputusan pribadi saya, tapi hasil rapat seluruh pengurus dan staf pelatih,” kata idris.
Idris tidak bersedia menyebutkan alasan pemecatan pemain jebolan Primavera itu. Yang jelas, kata dia, saat ini PSMS sedang membidik penyerang dari klub peserta ISL (Liga Super Indonesia-red) untuk menggantikan posisi Kurniawan. Satu nama yang sudah pasti digaet PSMS ialah Doni F Siregar dari Persiba Balikpapan. “Ada dua lagi yang sedang kami pantau, kalau memang sesuai dengan kebutuhan klub, pasti kami perjuangkan,” tandasnya.
Kurniawan ternyata bukan satu-satunya pemain yang dieliminasi dari skuad ‘Ayam Kinantan’. Yang agak mengejutkan, manajemen juga membuang Jose Sebastian Vasquez. Padahal gelandang serang asal Argentina itu telah menjadi idola pendukung PSMS. Dua nama lainnya ialah Azwan Lubis dan Hary Syahputra.
Isu yang beredar di Kebun Bunga —markas PSMS— Kurniawan akan mengikat kontrak dengan klub peserta Liga Primer Indonesia, Tangerang Wolves. Konon disebutkan kalau PSMS bakal mendapat Rp 500 juta dari transaksi penyerang berjuluk ‘Si Kurus’ itu. (serambinews)
Tuesday, February 8, 2011
Asal-usul bangsa batak

Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan sendiri mempunyai 5 (lima) orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak. Semua marga-marga ini dapat dilihat kedudukan dari Si Raja Batak
Batak adalah nama sebuah suku bangsa di Indonesia. Suku ini kebanyakan bermukim di Sumatra Utara. Sebagian orang Batak beragama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi dan ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim ) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu).
Suku Batak terdiri dari beberapa sub suku yang berdiam di wilayah Sumatera Utara, khususnya Tapanuli .
Sub suku Batak adalah: Suku Batak Silindung , Suku Batak Samosir , Suku Batak Humbang ,Suku Batak Toba .
Suku-suku lain yang dinyatakan masuk dalam suku bangsa Batak, yaitu: Karo di Kabupaten Karo , Mandailing di Mandailing Natal , Angkola di Tapanuli Selatan , Padang Lawas (Padang Bolak) di Padang Lawas , Pakpak di Dairi, Pakpak Bharat , Simalungun di Kabupaten Simalungun .
WILAYAH BERMUKIM :
Dalam tata pemerintahan Republik Indonesia yang mengikuti tata pemerintahan Kolonial Belanda, setiap sub suku berdiam dalam satu kedemangan yang kemudian dirubah menjadi kabupaten setelah Indonesia merdeka.
Sub suku Batak Toba berdiam di Kabupaten Tobasa yang wilayahnya meliputi : Balige, Laguboti, Porsea, serta Ajibata (berbatasan dengan Parapat) Nahumaliangna.
Sub suku Batak Samosir berdiam di Kabupaten Samosir yang wilayahnya meliputi : Tele, Baneara, Pulau Samosir, Nahumaliangna.
Sub suku Batak Humbang berdiam di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara bagian utara yang wilayahnya meliputi : Dolok Sanggul, Siborongborong, Lintongnihuta, serta Parlilitan Nahumaliangna.
Sub suku Batak Silindung berdiam di Kabupaten Tapanuli Utara yang wilayahnya meliputi Tarutung, Sipoholon, Pahae, Nahumaliangna.
Suku Batak pun saat ini telah banyak tersebar ke seluruh daerah Indonesia bahkan ke luar negeri .
Diluar negeri ada yang berwiraswasta , kuliah , dll . (bahkan ada juga yang jadi TKI manang TKW . . he ..he..he) .
KEPERCAYAAN :
Batak telah menganut agama Kristen Protestan yang disiarkan oleh para Missionaris dari Jerman yang bernama Nomensen pada tahun 1863. Gereja yang pertama berdiri adalah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)di huta Dame, Tarutung. Sekarang ini gereja HKBP ada dimana-mana di seluruh Indonesia yang jemaatnya mayoritas suku Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba).Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaanNya terwujud dalam Debata Natolu .
Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak mengenal tiga konsep, yaitu:
Tondi
Tondi adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
Sahala
Sahala adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
Begu
Begu adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.
Beberapa begu yang ditakuti oleh orang Batak, yaitu:
Sombaon, yaitu begu yang bertempat tinggal di pegunungan atau di hutan rimba yang gelap dan mengerikan.
Solobean, yaitu begu yang dianggap penguasa pada tempat tempat tertentu
Silan, yaitu begu dari nenek moyang pendiri huta/kampung dari suatu marga
Begu Ganjang, yaitu begu yang sangat ditakuti, karena dapat membinasakan orang lain menurut perintah pemeliharanya.
Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha, yang walaupun sudah menganut agama Kristen, dan berpendidikan tinggi. Namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.
Contoh : Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat bahwa boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.
TAROMBO :
Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum Adam diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu).
Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga .
FALSAFAH BATAK :
Secara umum, suku Batak memiliki falsafah adat Dalihan Natolu paopat Sihal yakni Somba Marhulahula (hormat pada pihak keluarga ibu/istri), Elek Marboru (ramah pada keluarga saudara perempuan) dan Manat Mardongan Tubu (kompak dalam hubungan semarga) , Dan Sihal yaitu ; Dame martetangga jala ringkot mar ale ale (kompak Dalam kehidupan sehari-hari) , falsafah ini dipegang teguh dan hingga kini menjadi landasan kehidupan sosial dan bermasyarakat di lingkungan orang Batak (Samosir , Silindung , Humbang , Toba).
BAHASA BATAK :
Bahasa Batak sebenarnya merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang berkerabat yang dituturkan di Sumatra Utara. Mereka menggunakan aksara Batak
Bahasa Batak bisa dibagi menjadi beberapa kelompok: Bahasa-bahasa Batak Utara , Bahasa Alas , Bahasa Karo , Bahasa Simalungun . Bahasa-bahasa Batak Selatan , Bahasa Angkola-Mandailing , Bahasa Pakpak-Dairi , Bahasa Toba .
BATAK PADA ERA MODERN :
Sejarah Batak modern dipengaruhi oleh dua agama Samawi yakni Islam dan Kristen. Islam makin kuat pengaruhnya pada saat Perang Padri, melalui aktivitas dakwah yang dilakukan para da'i dari dari negeri Minang. Perluasan penyebaran agama Islam juga pernah memasuki hingga ke daerah Tapanuli Utara dibawah pimpinan Tuanku Rao dari Sumatera Barat, namun tidak begitu berhasil. Islam lebih berkembang di kalangan Mandailing, Padang Lawas, dan sebagian Angkola.
Agama Kristen baru berpengaruh di kalangan Angkola dan Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba) setelah beberapa kali misi Kristen yang dikirimkan mengalami kegagalan. Misionaris yang paling berhasil adalah I.L. Nommensen yang melanjutkan tugas pendahulunya menyebarkan agama Kristen di wilayah Tapanuli. Ketika itu, masyarakat Batak yang berada di sekitar Tapanuli, khususnya Tarutung, diberi pengajaran baca tulis, keahlian bertukang untuk kaum pria dan keahlian menjahit serta urusan rumah tangga bagi kaum ibu. Pelatihan dan pengajaran ini kemudian berkembang hingga akhirnya berdiri sekolah dasar dan sekolah keahlian di beberapa wilayah di Tapanuli. Nommensen dan penyebar agama lainnya juga berperan besar dalam pembangunan dua rumah sakit yang ada saat ini, RS Umum Tarutung dan RS HKBP Balige, yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
Sementara itu, perkembangan pendidikan formal juga terus berlanjut hingga dibukanya sebuah perguruan tinggi bernama Universitas HKBP I.L. Nommensen (UHN) tahun 1954. Universitas ini menjadi universitas swasta pertama yang ada di Sumatra Utara dan awalnya hanya terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Theologia.
Persita Ancam Bunuh Pemain PSMS
Kemenangan PSMS atas Persita kemarin malam ternyata masih berbuntut. Pihak Persita bahkan sempat mengutarakan akan membalas PSMS di markas Persita pada putaran kedua nanti. Pembalasan itu sendiri diutarakan dengan kata-kata ancaman pembunuhan kepada pemain PSMS.
Adalah Asisten Pelatih Persita, Thio Sun Giok yang bersikap arogan. Geram timnya kalah, Thio Sun Giok marah kepada semua orang di PSMS. Bahkan pihak Panpel, Surianto Herman selaku koordinator keamanan, tak lepas dari ancaman itu. “Lihatlah di kandang kami nanti ya. Kubunuh pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok yang diperagakan Surianto Herman, dan dilihat sejumlah saksi mata.
Memang laga itu kurang kondusif akibat keputusan wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Ia kerap melakukan kesalahan. Yang paling patal adalah ketika Supratman meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit. Amarah penonton tersulut dengan melempari botol air mineral ke lapangan. Namun Supratman tak peduli.
Adalah Asisten Pelatih Persita, Thio Sun Giok yang bersikap arogan. Geram timnya kalah, Thio Sun Giok marah kepada semua orang di PSMS. Bahkan pihak Panpel, Surianto Herman selaku koordinator keamanan, tak lepas dari ancaman itu. “Lihatlah di kandang kami nanti ya. Kubunuh pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok yang diperagakan Surianto Herman, dan dilihat sejumlah saksi mata.
Memang laga itu kurang kondusif akibat keputusan wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Ia kerap melakukan kesalahan. Yang paling patal adalah ketika Supratman meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit. Amarah penonton tersulut dengan melempari botol air mineral ke lapangan. Namun Supratman tak peduli.
Monday, February 7, 2011
Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Manado United 3-0
Bintang Medan berhasil mengalahkan Manado United 3-0 dalam laga lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Teladan Medan, Minggu (6/2). Gol Bintang Medan diciptakan Syamsul Bahri di menit ke-83, Ruslan Samuel menit ke-86, dan Heri Ihsanto menit ke-91.
Dibabak pertama, kedua tim tampil dengan saling serang dalam tempo cepat. Banyak peluang yang tercipta dibabak pertama. Namun, belum membuahkan hasil yang maksimal. Dimenit ke-9, pemain depan Bintang Medan, Cosmin Vansea diganjar kartu kuning karena memaki wasit Mukhlis Ali Fahtoni.
Memasuki babak kedua, penampilan kedua kesebelasan semakin beringas dengan pola yang sama dengan serangan bertubi-tubi kea rah mulut gawang. Tapi belum juga membuahkan hasil.
Melihat peluang yang didapat belum membuahkan gol, Pelatih Kepala Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, mengganti beberapa pemain seperti Yoseph Ostanika diganti oleh Ruslan Samuel, Cosmin Vansea diganti oleh Heri Ihsanto. dan Paharuddin Syapri diganti oleh Rochmad Dwi Adi.
Begitupun dengan tim lawan Manado United mengganti beberapa pemain seperti Felix Yetna ditarik keluar dan diganti oleh Feliks Timbowo, posisi Amir digantikan oleh Anggi Karamoy dan posisi Rosta digantikan oleh Razi Alkarani.
Setelah penggantian pemain, tampak jelas permainan yang ditunjukkan kedua kesebelasan semakin berani. Hingga memasuki menit-menit akhir, Rudi Hartono membawa bola dari sisi sebelah kiri gawang Manado United yang dijaga oleh Bogey dan diberikan kepada Heri Ihsanto kemudian diumpan kepada Syamsul Bahri dan terjadilah gol dimenit ke-83.
Kemudian, gol tercipta kembali dimenit ke-86 setelah umpan dari Heri Ihsanto berhasil dilesakkan oleh Ruslan Samuel ke mulut gawang Manado United dan skor bertambah menjadi 2-0 untuk keunggulan Bintang Medan. Keunggulan ini membuat skuad Bintang Medan semakin semangat dan mencoba membangun serangan demi serang bertubi-tubi.
Dengan kerja keras itu, gol pun kembali tercipta dari umpan Ruslan Samuel dan diteruskan oleh Heri Ihsanto di menit ke-91. Skor 3-0 ini berakhir setelah wasit Mukhlis Ali Fahtoni meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Usai pertandingan pelatih Manado United M.Zein Alhadad mengatakan,kekalahan timnya lebih karena gol pertama PSMS."Anak-anak saya tersentak dan tidak lagi konsentrasi menghadapi sisa waktu akibat gol pertama.Selanjutnya gol kedua dan ketiga terjadi karena barisan pertahanan tak lagi konsentrasi," kata Zein.
Sementara itu Michael Feichtenbeiner mengatakan kemenangan Bintang Medan menjadi modal menghadapi Medan Chiefs Deli Serdang,13 Februari mendatang
Dibabak pertama, kedua tim tampil dengan saling serang dalam tempo cepat. Banyak peluang yang tercipta dibabak pertama. Namun, belum membuahkan hasil yang maksimal. Dimenit ke-9, pemain depan Bintang Medan, Cosmin Vansea diganjar kartu kuning karena memaki wasit Mukhlis Ali Fahtoni.
Memasuki babak kedua, penampilan kedua kesebelasan semakin beringas dengan pola yang sama dengan serangan bertubi-tubi kea rah mulut gawang. Tapi belum juga membuahkan hasil.
Melihat peluang yang didapat belum membuahkan gol, Pelatih Kepala Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, mengganti beberapa pemain seperti Yoseph Ostanika diganti oleh Ruslan Samuel, Cosmin Vansea diganti oleh Heri Ihsanto. dan Paharuddin Syapri diganti oleh Rochmad Dwi Adi.
Begitupun dengan tim lawan Manado United mengganti beberapa pemain seperti Felix Yetna ditarik keluar dan diganti oleh Feliks Timbowo, posisi Amir digantikan oleh Anggi Karamoy dan posisi Rosta digantikan oleh Razi Alkarani.
Setelah penggantian pemain, tampak jelas permainan yang ditunjukkan kedua kesebelasan semakin berani. Hingga memasuki menit-menit akhir, Rudi Hartono membawa bola dari sisi sebelah kiri gawang Manado United yang dijaga oleh Bogey dan diberikan kepada Heri Ihsanto kemudian diumpan kepada Syamsul Bahri dan terjadilah gol dimenit ke-83.
Kemudian, gol tercipta kembali dimenit ke-86 setelah umpan dari Heri Ihsanto berhasil dilesakkan oleh Ruslan Samuel ke mulut gawang Manado United dan skor bertambah menjadi 2-0 untuk keunggulan Bintang Medan. Keunggulan ini membuat skuad Bintang Medan semakin semangat dan mencoba membangun serangan demi serang bertubi-tubi.
Dengan kerja keras itu, gol pun kembali tercipta dari umpan Ruslan Samuel dan diteruskan oleh Heri Ihsanto di menit ke-91. Skor 3-0 ini berakhir setelah wasit Mukhlis Ali Fahtoni meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Usai pertandingan pelatih Manado United M.Zein Alhadad mengatakan,kekalahan timnya lebih karena gol pertama PSMS."Anak-anak saya tersentak dan tidak lagi konsentrasi menghadapi sisa waktu akibat gol pertama.Selanjutnya gol kedua dan ketiga terjadi karena barisan pertahanan tak lagi konsentrasi," kata Zein.
Sementara itu Michael Feichtenbeiner mengatakan kemenangan Bintang Medan menjadi modal menghadapi Medan Chiefs Deli Serdang,13 Februari mendatang
Saturday, February 5, 2011
PSMS Kalahkan Persita 2-1
SMS Medan kembali memetik angka penuh di kandang setelah mengalahkan tamunya Persita Tengerang 2-1 (1-1) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Teladan Medan, Jumat malam.
Tambahan tiga angka ini sekaligus mendongkrak posisi PSMS ke peringkat tiga klasemen dari sebelumnya peringkat enam, dengan nilai 20 dari enam kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah dengan 15 memasukkan dan 13 kemasukan.
Sementara Persita yang semula bertengger di posisi tiga harus turun satu strip ke peringkat empat dengan nilai 19 dari lima kali menang, empat seri dan tiga kali kalah, dengan 18 memasukkan dan 10 kemasukan.
Bagi PSMS, dengan berhasil menduduki posisi tiga klasemen, sekaligus memenuhi target manajemen yang sebelumnya menargetkan tim "Ayam Kinantan" masuk empat besar putaran pertama kompetisi.
Pertandingan PSMS kontra Persita berjalan dengan cukup keras, akibatnya berkali-kali pertandingan harus terhenti akibat tingginya tensi pertandingan. Wasit Supratman dari Lampung harus mengeluarkan empat kartu kuning buat Persita masing-masing kepada Luis Edmundo, Firdaus, Rio Ramandika dan Dedi M.
Sementara kartu kuning untuk PSMS diberikan kepada Ari Yuganda karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persita.
Gol-gol kemenangan PSMS masing-masing diciptakan melalui tendangan keras Kurniawan di menit ke-13 dan sundulan pemain belakang Vagner Luis De Olivera di menit ke-77 memanfaat tendangan sepak pojok yang dilakukan Jose Sebastian.
Sementara satu-satunya gol balasan Persita diciptakan gelandangnya Agus S di menit ke-39 memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti PSMS.
Asisten manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut, karena dengan kemenangan itu PSMS dapat masuk empat besar seperti yang ditargetkan sebelumnya.
Namun begitu ia menilai wasit Supratman yang memimpin pertandingan kurang baik, karena beberapa kali dinilainya melakukan kesalahan yang merugikan timnya.
"Sejak awal kami sudah minta agar wasit tegas memimpin pertandingan, bukan maksud kami untuk intervensi, apalagi tensi pertandingan cukup tinggi. Untunglah kami bisa menang, terima kasih juga kami ucapkan kepada suporter yang terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.
Buruknya kepemimpinan wasit juga dikeluhkan asisten manager Persita Pari Mainaso yang menurutnya sedikit berpihak kepada tuan rumah.
"Wasit kurang tegas memimpin jalannya pertandingan dan banyak merugikan kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat protes ke PSSI atas ketidaknyamanan ini," katanya.(*)
Tambahan tiga angka ini sekaligus mendongkrak posisi PSMS ke peringkat tiga klasemen dari sebelumnya peringkat enam, dengan nilai 20 dari enam kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah dengan 15 memasukkan dan 13 kemasukan.
Sementara Persita yang semula bertengger di posisi tiga harus turun satu strip ke peringkat empat dengan nilai 19 dari lima kali menang, empat seri dan tiga kali kalah, dengan 18 memasukkan dan 10 kemasukan.
Bagi PSMS, dengan berhasil menduduki posisi tiga klasemen, sekaligus memenuhi target manajemen yang sebelumnya menargetkan tim "Ayam Kinantan" masuk empat besar putaran pertama kompetisi.
Pertandingan PSMS kontra Persita berjalan dengan cukup keras, akibatnya berkali-kali pertandingan harus terhenti akibat tingginya tensi pertandingan. Wasit Supratman dari Lampung harus mengeluarkan empat kartu kuning buat Persita masing-masing kepada Luis Edmundo, Firdaus, Rio Ramandika dan Dedi M.
Sementara kartu kuning untuk PSMS diberikan kepada Ari Yuganda karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persita.
Gol-gol kemenangan PSMS masing-masing diciptakan melalui tendangan keras Kurniawan di menit ke-13 dan sundulan pemain belakang Vagner Luis De Olivera di menit ke-77 memanfaat tendangan sepak pojok yang dilakukan Jose Sebastian.
Sementara satu-satunya gol balasan Persita diciptakan gelandangnya Agus S di menit ke-39 memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti PSMS.
Asisten manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut, karena dengan kemenangan itu PSMS dapat masuk empat besar seperti yang ditargetkan sebelumnya.
Namun begitu ia menilai wasit Supratman yang memimpin pertandingan kurang baik, karena beberapa kali dinilainya melakukan kesalahan yang merugikan timnya.
"Sejak awal kami sudah minta agar wasit tegas memimpin pertandingan, bukan maksud kami untuk intervensi, apalagi tensi pertandingan cukup tinggi. Untunglah kami bisa menang, terima kasih juga kami ucapkan kepada suporter yang terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.
Buruknya kepemimpinan wasit juga dikeluhkan asisten manager Persita Pari Mainaso yang menurutnya sedikit berpihak kepada tuan rumah.
"Wasit kurang tegas memimpin jalannya pertandingan dan banyak merugikan kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat protes ke PSSI atas ketidaknyamanan ini," katanya.(*)
Subscribe to:
Posts (Atom)