Tidak cukup puas dengan penampilan para striker seleksi, PSMS memulai perburuan striker untuk menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011.
Dua nama yang kini tengah dibidik adalah dua eks striker divisi utama musim lalu. Keduanya saat ini tengah setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Ayam Kinantan.
Nama pertama adalah Jibby Wuwungan, eks striker Persikabo musim lalu. Striker berusia 24 tahun itu menjadi salah satu striker yang diyakini akan mempertajam lini depan PSMS.
Secara kualitas, pengurus menilai Jibby cocok untuk mengatasi masalah lini depan. Sedangkan Teddy Hamzah musim lalu memperkuat Semen Padang. Teddy kerap dipasang di posisi starter dan berduet dengan Marcio Souza (Brazil) saat memperkuat Kebo Sirah (julukan Semen Padang-red).
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, August 2, 2010
PSMS Dekati Dua Striker Eks Divisi Utama
Gagal menggaet Saktiawan Sinaga, pengurus PSMS Medan mengalihkan buruan ke beberapa nama. Kali ini yang dibidik adalah stiker Jibby Wuwungan dan Teddy Hamzah.
PSMS tertarik meminang Jibby yang mantan pemain Persikabo Bogor itu dan Teddy Hamzah eks Semen Padang. Keduanya didekati karena memperlihatkan performa yang cukup baik bagi timnya musim lalu. Menurut Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, manajemen tengah melakukan negosiasi dengan Jibby dan Teddy karena memiliki kriteria memadai. Untuk Jibby, pendekatan sudah dilakukan sejak empat hari (27 Juli).
’’Tiga hari yang lalu kami hubungi Jibby dan menyatakan kesediaannya bergabung. Sementara Teddy kemungkinan besar akan bergabung,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela memantau seleksi pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga, 31 Juli kemarin.
Selanjutnya kedua pemain itu tetap akan mendapat pantauan dari Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu. Namun, Idris menyatakan keduanya tidak akan mengikuti seleksi seperti pemain lain. ’’Mereka akan berada di PSMS untuk mengikuti kegiatan yang diharapkan pelatih,” paparnya. (syukri amal/sindo)
PSMS tertarik meminang Jibby yang mantan pemain Persikabo Bogor itu dan Teddy Hamzah eks Semen Padang. Keduanya didekati karena memperlihatkan performa yang cukup baik bagi timnya musim lalu. Menurut Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, manajemen tengah melakukan negosiasi dengan Jibby dan Teddy karena memiliki kriteria memadai. Untuk Jibby, pendekatan sudah dilakukan sejak empat hari (27 Juli).
’’Tiga hari yang lalu kami hubungi Jibby dan menyatakan kesediaannya bergabung. Sementara Teddy kemungkinan besar akan bergabung,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela memantau seleksi pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga, 31 Juli kemarin.
Selanjutnya kedua pemain itu tetap akan mendapat pantauan dari Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu. Namun, Idris menyatakan keduanya tidak akan mengikuti seleksi seperti pemain lain. ’’Mereka akan berada di PSMS untuk mengikuti kegiatan yang diharapkan pelatih,” paparnya. (syukri amal/sindo)
Wednesday, July 21, 2010
PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United
Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United
Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.
Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.
Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.
Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.
Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.
“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.
Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)
Saturday, July 17, 2010
Pro Dutan dan PSDS Jadi Rekan Prestasi Langkah Awal Zulkarnaen Pasaribu di PSMS
Bertahan di Divisi Utama bisa dijadikan prestasi terbaik bagi PSMS Medan di musim kompetisi 2009/2010 lalu. Bagaimana tidak, klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini nyaris terperosok ke Divisi I. Melalui laga dramatis, PSMS bertahan di turnamen kelas dua di Indonesia tersebut.
Ya, PSMS memang membutuhkan partai terakhir agar bisa lolos dari degradasi. Beruntung, gol Dodi Rahwana di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) lalu, tak mampu dibalas Persires Rengat dalam laga hidup mati tersebut. Punggawa Ayam Kinantan pun berpesta. Dan, di balik pesta tersebut ada satu sosok yang tersenyum bangga. Dia adalah Pelatih Zulkarnaen Pasaribu.
Sosok ini bersama Amrustian adalah tokoh keberhasilan PSMS kala itu. Keduanya ditunjuk untuk menggantikan Kustiono yang tak mampu mengangkat prestasi PSMS. Menariknya, Kustiono pun ditunjuk untuk menggantikan Suimin yang hanya bertahan setengah musim saja di Kebun Bunga. Karenanya, bukan sesuatu yang mengejutkan jika Pengurus PSMS menetapkan Zulkarnaen menjadi pelatih kepala PSMS untuk musim 2010/2011.
“Pengurus sepakat untuk memakai jasa Bang Zul (Zulkarnaen Pasaribu, Red) karena dia memiliki ikatan yang dalam dengan PSMS,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (16/7).
Idris tidak memungkiri kalau banyak warga Medan yang begitu peduli dengan perkembangan PSMS. Pun, bisa jadi penetapan Zulkarnaen sebagai pelatih memancing polemik. Pasalnya, sebelum ditetapkan, nama Abdurahman Gurning sempat mengemuka.
“Ya, intinya kita sudah tetapkan. Kini tinggal kita tunggu hasil kerja Bang Zul. Dan, langkah awal yang akan diambilnya adalah memimpin latihan hari ini dan memberikan daftar asisten yang dia inginkan. Dan tidak ketinggalan, daftar pemain yang akan dipertahankan serta yang akan direkrut,” jelas Idris.
Sayang, ketika ditanya soal nilai kontrak Zulkarnaen, Idris tak mau memberikan angka pasti. “Ya, sekitar tigar ratus (juta) gitu lah,” tambahnya.
Terkait dengan kehadiran Pro Duta di Medan, Idris menganggap klub milik Sihar Sitorus itu adalah rekan yang tak harus dimusuhi. Persaingan yang diharapkan muncul adalah persaingan menuju prestasi. “Ya, sama saja dengan PSDS, kita akan menjadi Pro Duta sebagai rekan prestasi. Semua ini demi kemajuan sepak bola Sumut,” katanya.
Ya, seperti diberitakan sebelumnya, kehadiran Pro Duta di Medan tinggal menunggu waktu saja. Ini berarti ada tiga klub asal Sumut yang akan berlaga di Divisi Utama 2010/2011. “Memang rencana awal kita akhir Juni sudah tiba di Medan. Namun tertunda karena masih ada pembicaraan menuju kesepakatan dengan beberapa sponsor,” ucap Pemilik Pro Duta, Sihar Sitorus kepada Sumut Pos, Kamis (15/7).
Sementara PSDS, setelah sempat dikabarkan degradasi karena berada di posisi nomor dua paling bawah klasemen akhir Wilayah Barat, kini mulai menatap Divisi Utama. Setidaknya hal ini sempat diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Joko Driyono, melalui pesan singkat ke Sumut Pos. “Tetap, hanya Persires yang turun,” tulis pesan Joko.
Tak pelak, hal itu membuat kubu PSDS senang sekaligus khawatir. Pasalnya, belum juga menerima surat BLI. “Kita memang belum tahu nasib kita karena BLI belum juga memberi kabar,” ujar Manajer PSDS, Hasiholan Sinaga beberapa waktu lalu. (rmd/sumutpos)
Ya, PSMS memang membutuhkan partai terakhir agar bisa lolos dari degradasi. Beruntung, gol Dodi Rahwana di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) lalu, tak mampu dibalas Persires Rengat dalam laga hidup mati tersebut. Punggawa Ayam Kinantan pun berpesta. Dan, di balik pesta tersebut ada satu sosok yang tersenyum bangga. Dia adalah Pelatih Zulkarnaen Pasaribu.
Sosok ini bersama Amrustian adalah tokoh keberhasilan PSMS kala itu. Keduanya ditunjuk untuk menggantikan Kustiono yang tak mampu mengangkat prestasi PSMS. Menariknya, Kustiono pun ditunjuk untuk menggantikan Suimin yang hanya bertahan setengah musim saja di Kebun Bunga. Karenanya, bukan sesuatu yang mengejutkan jika Pengurus PSMS menetapkan Zulkarnaen menjadi pelatih kepala PSMS untuk musim 2010/2011.
“Pengurus sepakat untuk memakai jasa Bang Zul (Zulkarnaen Pasaribu, Red) karena dia memiliki ikatan yang dalam dengan PSMS,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (16/7).
Idris tidak memungkiri kalau banyak warga Medan yang begitu peduli dengan perkembangan PSMS. Pun, bisa jadi penetapan Zulkarnaen sebagai pelatih memancing polemik. Pasalnya, sebelum ditetapkan, nama Abdurahman Gurning sempat mengemuka.
“Ya, intinya kita sudah tetapkan. Kini tinggal kita tunggu hasil kerja Bang Zul. Dan, langkah awal yang akan diambilnya adalah memimpin latihan hari ini dan memberikan daftar asisten yang dia inginkan. Dan tidak ketinggalan, daftar pemain yang akan dipertahankan serta yang akan direkrut,” jelas Idris.
Sayang, ketika ditanya soal nilai kontrak Zulkarnaen, Idris tak mau memberikan angka pasti. “Ya, sekitar tigar ratus (juta) gitu lah,” tambahnya.
Terkait dengan kehadiran Pro Duta di Medan, Idris menganggap klub milik Sihar Sitorus itu adalah rekan yang tak harus dimusuhi. Persaingan yang diharapkan muncul adalah persaingan menuju prestasi. “Ya, sama saja dengan PSDS, kita akan menjadi Pro Duta sebagai rekan prestasi. Semua ini demi kemajuan sepak bola Sumut,” katanya.
Ya, seperti diberitakan sebelumnya, kehadiran Pro Duta di Medan tinggal menunggu waktu saja. Ini berarti ada tiga klub asal Sumut yang akan berlaga di Divisi Utama 2010/2011. “Memang rencana awal kita akhir Juni sudah tiba di Medan. Namun tertunda karena masih ada pembicaraan menuju kesepakatan dengan beberapa sponsor,” ucap Pemilik Pro Duta, Sihar Sitorus kepada Sumut Pos, Kamis (15/7).
Sementara PSDS, setelah sempat dikabarkan degradasi karena berada di posisi nomor dua paling bawah klasemen akhir Wilayah Barat, kini mulai menatap Divisi Utama. Setidaknya hal ini sempat diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Joko Driyono, melalui pesan singkat ke Sumut Pos. “Tetap, hanya Persires yang turun,” tulis pesan Joko.
Tak pelak, hal itu membuat kubu PSDS senang sekaligus khawatir. Pasalnya, belum juga menerima surat BLI. “Kita memang belum tahu nasib kita karena BLI belum juga memberi kabar,” ujar Manajer PSDS, Hasiholan Sinaga beberapa waktu lalu. (rmd/sumutpos)
Thursday, July 15, 2010
Bursa Pelatih PSMS Makin Panas
Pelatih yang akan membesut PSMS pada musim kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan ditentukan pada 16 Juli. Demikian ditegaskan Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (13/7).
“Sore ini (kemarin, Red) saya akan menghadap Ketua Umum (Ketum) untuk meminta arahan dan petunjuk mengenai Pelatih PSMS musim ini. Sebagai Ketum, beliau yang berhak menentukan siapa pelatih sebelum kemudian kita publikasikan. Jadi bisa saja Ketum punya figur lain,” ucap Idris.
Idris juga membantah bila pertemuan yang digelar di Mess PSMS, Senin (12/7) malam untuk memutuskan siapa Pelatih PSMS. “Kita memang ada menggelar pertemuan dengan pengurus untuk membahas kebutuhan tim akan seorang pelatih. Di situ masing-masing pengurus mengutarakan pandangannya mengenai Zulkarnain Pasaribu,” aku pria berdarah Aceh ini.
Seperti yang disampaikan Idris, pengurus yang hadir melihat Zulkarnaen Pasaribu memiliki kemampuan dalam meramu sebuah tim, selain mampu membentuk skil dasar seorang pemain. Zulkarnaen Pasaribu juga dinilai memiliki prestasi di persepakbolaan nasional saat menangani beberapa tim di luar PSMS.
Idris juga berencana untuk menggelar pertemuan dengan figur pelatih lainnya yaitu Abdul Rahman Gurning yang sukses menghantar PSPS ke Indonesia Liga Super (ISL) dan bertahan di peringkat tujuh musim lalu.
Untuk mengangkat prestasi PSMS di pentas sepakbola nasional, pengurus pun melakukan persiapan. Salah satunya menentukan Pelatih PSMS ke depan. Dari pendataan yang dilakukan di awal ditentukan lah tiga figur yang akan mendampingi PSMS musim 2010/2011 ini. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning, Zulkarnaen Pasaribu, dan Mahyadi Rakasiwi yang belakangan mengundurkan diri.
Sementara itu Abdul Rahman Gurning yang dihubungi menyatakan kesiapannya menangani PSMS untuk musim 2010/2011. Sebagai bentuk tanggungjawab moral, dirinya pun membuka pintu untuk membicarakan nilai kontrak dengan Pengurus PSMS.
“Karena saya juga dibesarkan di PSMS, saya juga punya keinginan membawa PSMS kembali berprestasi. Tapi kita kan profesional, kalau tidak terlalu jauh (kontrak, Red) saya akan pilih di Medan karena lebih dekat dengan keluarga,” kata Gurning
“Sore ini (kemarin, Red) saya akan menghadap Ketua Umum (Ketum) untuk meminta arahan dan petunjuk mengenai Pelatih PSMS musim ini. Sebagai Ketum, beliau yang berhak menentukan siapa pelatih sebelum kemudian kita publikasikan. Jadi bisa saja Ketum punya figur lain,” ucap Idris.
Idris juga membantah bila pertemuan yang digelar di Mess PSMS, Senin (12/7) malam untuk memutuskan siapa Pelatih PSMS. “Kita memang ada menggelar pertemuan dengan pengurus untuk membahas kebutuhan tim akan seorang pelatih. Di situ masing-masing pengurus mengutarakan pandangannya mengenai Zulkarnain Pasaribu,” aku pria berdarah Aceh ini.
Seperti yang disampaikan Idris, pengurus yang hadir melihat Zulkarnaen Pasaribu memiliki kemampuan dalam meramu sebuah tim, selain mampu membentuk skil dasar seorang pemain. Zulkarnaen Pasaribu juga dinilai memiliki prestasi di persepakbolaan nasional saat menangani beberapa tim di luar PSMS.
Idris juga berencana untuk menggelar pertemuan dengan figur pelatih lainnya yaitu Abdul Rahman Gurning yang sukses menghantar PSPS ke Indonesia Liga Super (ISL) dan bertahan di peringkat tujuh musim lalu.
Untuk mengangkat prestasi PSMS di pentas sepakbola nasional, pengurus pun melakukan persiapan. Salah satunya menentukan Pelatih PSMS ke depan. Dari pendataan yang dilakukan di awal ditentukan lah tiga figur yang akan mendampingi PSMS musim 2010/2011 ini. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning, Zulkarnaen Pasaribu, dan Mahyadi Rakasiwi yang belakangan mengundurkan diri.
Sementara itu Abdul Rahman Gurning yang dihubungi menyatakan kesiapannya menangani PSMS untuk musim 2010/2011. Sebagai bentuk tanggungjawab moral, dirinya pun membuka pintu untuk membicarakan nilai kontrak dengan Pengurus PSMS.
“Karena saya juga dibesarkan di PSMS, saya juga punya keinginan membawa PSMS kembali berprestasi. Tapi kita kan profesional, kalau tidak terlalu jauh (kontrak, Red) saya akan pilih di Medan karena lebih dekat dengan keluarga,” kata Gurning
Thursday, July 1, 2010
PSMS Medan Sisakan Dua Nama Pelatih
Prihal siapa yang akan menjadi pelatih PSMS menatap musim kompetisi mendatang mulai mengerucut pada dua pelatih senior yang telah malang melintang di pentas sepak bola nasional.
Pasalnya, dari tiga pelatih yang didata sebelumnya, kini hanya menyisakan dua figur. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning dan Zulkarnain Pasaribu. Sementara Mahyadi Rakasiwi dipastikan mundur dari bursa pelatih PSMS.
“Secepatnya kita (pengurus, Red) akan menunjuk pelatih kepala. Kalau bisa itu kita lakukan sebelum kontrak pemain berakhir Agustus ini,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (29/6). Ya, seperti yang diberitakan sebelumnya kontrak skuad PSMS musim 2009/2010 lalu akan berakhir Agustus ini. Bahkan H Hary Saputra sudah mengakhiri kontraknya Juli ini.
Tak pelak, kehadiran Pelatih Kepala akan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sepak terjang PSMS pada musim 2010/2011 sekaligus menuju Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang.
Begitu pun menunggu pilihan dijatuhkan, PSMS sudah mulai menggelar seleksi berjalan melalui laga persahabatan menghadapi tim sepakbola yang ada di Kota Medan sekitarnya. Dari laga tersebut beberapa pemain bagus akan ditarik untuk dipersiapkan sebagai tim pelapis skuad inti.
“Ada tiga pemain dari Belawan All Star, dua pemain dari Kelambir V, dan terakhir kita pantau dua pemain dari Garuda Sakti,” ungkap Idris.
“Kita akan terus jaring pemain melalui laga persahabatan ini untuk nantinya kita bina. Bila dinilai baik oleh pelatih nantinya, pemain itu akan kita sisipkan di skuad inti. Untuk sementara ini kita juga perlu menyiapkan tim pelapis,” jelas Manajer Sumut FC ini.
PSMS kembali akan melakoni laga persahabatannya, Kamis (15/7) di daerah Pabatu. Selain itu PSMS juga akan menggelar laga persahabatan dengan klub sepakbola di Kota Medan setiap Sabtunya.
Pembentukan skuad inti PSMS sendiri lanjutnya belum bisa dilakukan. Selain belum ditunjukkan Pelatih PSMS, beberapa pemain yang dibidik masih terikat kontrak dengan klub yang dibelanya musim 2009/2010 lalu. Demikian halnya dengan Saktiawan Sinaga yang digadang-gadang bakal memperkuat PSMS musim ini. (jul/sumutpos)
Pasalnya, dari tiga pelatih yang didata sebelumnya, kini hanya menyisakan dua figur. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning dan Zulkarnain Pasaribu. Sementara Mahyadi Rakasiwi dipastikan mundur dari bursa pelatih PSMS.
“Secepatnya kita (pengurus, Red) akan menunjuk pelatih kepala. Kalau bisa itu kita lakukan sebelum kontrak pemain berakhir Agustus ini,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (29/6). Ya, seperti yang diberitakan sebelumnya kontrak skuad PSMS musim 2009/2010 lalu akan berakhir Agustus ini. Bahkan H Hary Saputra sudah mengakhiri kontraknya Juli ini.
Tak pelak, kehadiran Pelatih Kepala akan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sepak terjang PSMS pada musim 2010/2011 sekaligus menuju Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang.
Begitu pun menunggu pilihan dijatuhkan, PSMS sudah mulai menggelar seleksi berjalan melalui laga persahabatan menghadapi tim sepakbola yang ada di Kota Medan sekitarnya. Dari laga tersebut beberapa pemain bagus akan ditarik untuk dipersiapkan sebagai tim pelapis skuad inti.
“Ada tiga pemain dari Belawan All Star, dua pemain dari Kelambir V, dan terakhir kita pantau dua pemain dari Garuda Sakti,” ungkap Idris.
“Kita akan terus jaring pemain melalui laga persahabatan ini untuk nantinya kita bina. Bila dinilai baik oleh pelatih nantinya, pemain itu akan kita sisipkan di skuad inti. Untuk sementara ini kita juga perlu menyiapkan tim pelapis,” jelas Manajer Sumut FC ini.
PSMS kembali akan melakoni laga persahabatannya, Kamis (15/7) di daerah Pabatu. Selain itu PSMS juga akan menggelar laga persahabatan dengan klub sepakbola di Kota Medan setiap Sabtunya.
Pembentukan skuad inti PSMS sendiri lanjutnya belum bisa dilakukan. Selain belum ditunjukkan Pelatih PSMS, beberapa pemain yang dibidik masih terikat kontrak dengan klub yang dibelanya musim 2009/2010 lalu. Demikian halnya dengan Saktiawan Sinaga yang digadang-gadang bakal memperkuat PSMS musim ini. (jul/sumutpos)
Wednesday, June 30, 2010
Reswandi Jalani Seleksi di PSMS
Berbagai terobosan dengan “judul” berbenah terus dilakoni PSMS menyambut kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Salah satunya dengan menyeleksi beberapa pemain dari lawan ujicoba PSMS dan mantan pemain PSMS.
Kedelapan pemain itu adalah Reswandi (mantan PSMS), Zulkarnain (Persiraja), Mahadi dan Effendi (PS Garuda Sakti), Ari Yuganda (mantan PSDS), Mahdi dan Rony (Citra Buana) dan Gunawan (Sumut FC).
“Kami (pengurus PSMS, Red) terus melakukan perekrutan pemain secara instan melalui pertandingan uji coba dengan beberapa klub di Medan dan daerah lain di Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencari pemain yang berkualitas yang bisa langsung dijaring. Terakhir Sabtu (26/6) lalu, PSMS ujicoba dengan Garuda Sakti di Tanjungmorawa. Berdasarkan penilaian, dua pemain Garuda Sakti kita tarik untuk seleksi ke PSMS,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang sihubungi Sumut Pos, Senin (28/6).
Penilaian kedua pemain tersebut menurut Idris dilakukan secara obyektif, dan mereka berhak mengikuti seleksi berdasarkan penampilan mereka dalam pertandingan uji coba melawan PSMS. Mahadi dan Effendi diberikan kesempatan untuk bergabung asal kriterianya sesuai dengan yang diharapkan pelatih.
Kedua pemain akan melakukan latihan perdana di Stadion Kebun Bunga mulai Selasa (29/6) ini bersama pemain seleksi lainnya dan tim PSMS. Idris menyebutkan, dengan bergabungnya kedua pemain ini, ada delapan orang yang mengikuti seleksi. Dia berharap, seluruh pemain bisa menunjukkan kualitasnya selama proses seleksi.
“Pemain yang mengikuti penyeleksian awal harus benar-benar dapat menunjukkan kualitas. Dan bagi sisa pemain PSMS dan pemain yang mengikuti seleksi sewaktu-waktu dapat didepak jika tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan,” papar pria berdarah Aceh ini.
Sementara itu, kepergian dua pemain PS Garuda menurut Manajernya Wagiran, merupakan awal yang baik bagi pemain tersebut. Dengan terpilihnya dua pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian pemain PSMS, setidaknya dapat membangkitkan semangat dan motivasi bagi pemain Garuda Sakti yang lain untuk berpacu dalam meningkatkan prestasi.
“Terpilihnya pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian PSMS, selain membuat bangga, pemain lainnya yang ada akan berpacu menjadi pemain yang lebih baik.
Selain itu, bagi Garuda Sakti hal ini juga akan menambah semangat manajemen menempa pribadi-pribadi pemain untuk meningkatkan teknik, stamina dan kekompakan tim,” pungkas wagiran. (jul/sumutpos)
Kedelapan pemain itu adalah Reswandi (mantan PSMS), Zulkarnain (Persiraja), Mahadi dan Effendi (PS Garuda Sakti), Ari Yuganda (mantan PSDS), Mahdi dan Rony (Citra Buana) dan Gunawan (Sumut FC).
“Kami (pengurus PSMS, Red) terus melakukan perekrutan pemain secara instan melalui pertandingan uji coba dengan beberapa klub di Medan dan daerah lain di Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencari pemain yang berkualitas yang bisa langsung dijaring. Terakhir Sabtu (26/6) lalu, PSMS ujicoba dengan Garuda Sakti di Tanjungmorawa. Berdasarkan penilaian, dua pemain Garuda Sakti kita tarik untuk seleksi ke PSMS,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang sihubungi Sumut Pos, Senin (28/6).
Penilaian kedua pemain tersebut menurut Idris dilakukan secara obyektif, dan mereka berhak mengikuti seleksi berdasarkan penampilan mereka dalam pertandingan uji coba melawan PSMS. Mahadi dan Effendi diberikan kesempatan untuk bergabung asal kriterianya sesuai dengan yang diharapkan pelatih.
Kedua pemain akan melakukan latihan perdana di Stadion Kebun Bunga mulai Selasa (29/6) ini bersama pemain seleksi lainnya dan tim PSMS. Idris menyebutkan, dengan bergabungnya kedua pemain ini, ada delapan orang yang mengikuti seleksi. Dia berharap, seluruh pemain bisa menunjukkan kualitasnya selama proses seleksi.
“Pemain yang mengikuti penyeleksian awal harus benar-benar dapat menunjukkan kualitas. Dan bagi sisa pemain PSMS dan pemain yang mengikuti seleksi sewaktu-waktu dapat didepak jika tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan,” papar pria berdarah Aceh ini.
Sementara itu, kepergian dua pemain PS Garuda menurut Manajernya Wagiran, merupakan awal yang baik bagi pemain tersebut. Dengan terpilihnya dua pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian pemain PSMS, setidaknya dapat membangkitkan semangat dan motivasi bagi pemain Garuda Sakti yang lain untuk berpacu dalam meningkatkan prestasi.
“Terpilihnya pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian PSMS, selain membuat bangga, pemain lainnya yang ada akan berpacu menjadi pemain yang lebih baik.
Selain itu, bagi Garuda Sakti hal ini juga akan menambah semangat manajemen menempa pribadi-pribadi pemain untuk meningkatkan teknik, stamina dan kekompakan tim,” pungkas wagiran. (jul/sumutpos)
Thursday, June 24, 2010
Saktiawan Sinaga Silaturrahmi dengan Skuad PSMS
Selasa (22/6) ini Saktiawan Sinaga yang diancang-ancang bakal memperkuat PSMS di Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan berkunjung ke Stadion Kebun Bunga Medan.
Seperti yang disampaikan Sakti kepada Sumut Pos melalui telepon, Senin (21/6) kehadirannya di Stadion Kebun Bunga hanya untuk bersilaturahmi dengan seluruh skuad PSMS.
Kontrak yang belum berakhir dengan Persik tidak memungkinkan Sakti bergabung dalam latihan Selasa (22/6) sore. “Silaturahmi saja la, karena saya kan masih ada kontrak dengan Persik. Rindu juga dengan Kebun Bunga,” ucapnya.
Sebenarnya Sakti juga bermaksud mengunjungi persiapan tim PSMS Junior, Senin (21/6) lalu. Sekaligus juga memberi motivasi kepada seluruh pemain untuk mencapai hasil maksimal pada Piala Suratin 2010 yang rencananya digelar akhir Juli nanti. Namun akhirnya batal dikarenakan tidak adanya jadwal latihan.
Selain Saktiawan Sinaga, Pengurus PSMS sudah berkomunikasi dengan pemain asal Sumatera Utara (Sumut) yang berlaga di Indonesia Super League seperti Mayadi Panggabean, Doni Siregar, Legimin, Wijay, Aun Carbini dan Agus Cima.
Tidak hanya itu, pada pertandingan persahabatan menghadapi Thamrin Graha Metropolitan (TGM) beberapa waktu lalu, PSMS kedatangan dua pemain yaitu Reswandi dan Zulkarnain.
Zulkarnain yang musim lalu memperkuat Persiraja sebagai gelandang bahkan secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk memperkuat PSMS. “Saya punya keluarga di sini (Medan, Red). Dari pada saya harus bermain di luar Medan, lebih baik saya perkuat klub daerah saya sendiri. Karena jujur, nama PSMS sudah melekat di hati saya,” sebut Zulkarnain.
Bahkan tawaran dari beberapa klub salah satunya Persiraja yang siap mempertahankannya untuk musim 2010/2011 nanti dibiarkannya menggangtung.
“Saya mau main bola tenang, jadi kalau memungkinkan, buat apa saya harus ke luar Sumatera atau Medan kalau di Medan sendiri ada PSMS, lebih baik saya sumbangkan kemampuan saya di sini,” ketusnya.
Zulkarnain pun gembira dengan keinginan Pengurus PSMS untuk merekrut beberapa pemain lokal yang kini tersebar di berbagai klub di Pulau Jawa. Hal itu semakin memotivasi dirinya untuk berkontribusi kepada PSMS
Seperti yang disampaikan Sakti kepada Sumut Pos melalui telepon, Senin (21/6) kehadirannya di Stadion Kebun Bunga hanya untuk bersilaturahmi dengan seluruh skuad PSMS.
Kontrak yang belum berakhir dengan Persik tidak memungkinkan Sakti bergabung dalam latihan Selasa (22/6) sore. “Silaturahmi saja la, karena saya kan masih ada kontrak dengan Persik. Rindu juga dengan Kebun Bunga,” ucapnya.
Sebenarnya Sakti juga bermaksud mengunjungi persiapan tim PSMS Junior, Senin (21/6) lalu. Sekaligus juga memberi motivasi kepada seluruh pemain untuk mencapai hasil maksimal pada Piala Suratin 2010 yang rencananya digelar akhir Juli nanti. Namun akhirnya batal dikarenakan tidak adanya jadwal latihan.
Selain Saktiawan Sinaga, Pengurus PSMS sudah berkomunikasi dengan pemain asal Sumatera Utara (Sumut) yang berlaga di Indonesia Super League seperti Mayadi Panggabean, Doni Siregar, Legimin, Wijay, Aun Carbini dan Agus Cima.
Tidak hanya itu, pada pertandingan persahabatan menghadapi Thamrin Graha Metropolitan (TGM) beberapa waktu lalu, PSMS kedatangan dua pemain yaitu Reswandi dan Zulkarnain.
Zulkarnain yang musim lalu memperkuat Persiraja sebagai gelandang bahkan secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk memperkuat PSMS. “Saya punya keluarga di sini (Medan, Red). Dari pada saya harus bermain di luar Medan, lebih baik saya perkuat klub daerah saya sendiri. Karena jujur, nama PSMS sudah melekat di hati saya,” sebut Zulkarnain.
Bahkan tawaran dari beberapa klub salah satunya Persiraja yang siap mempertahankannya untuk musim 2010/2011 nanti dibiarkannya menggangtung.
“Saya mau main bola tenang, jadi kalau memungkinkan, buat apa saya harus ke luar Sumatera atau Medan kalau di Medan sendiri ada PSMS, lebih baik saya sumbangkan kemampuan saya di sini,” ketusnya.
Zulkarnain pun gembira dengan keinginan Pengurus PSMS untuk merekrut beberapa pemain lokal yang kini tersebar di berbagai klub di Pulau Jawa. Hal itu semakin memotivasi dirinya untuk berkontribusi kepada PSMS
PSMS tetap serius
MEDAN - Latihan rutin selama tiga kali seminggu, yang dilakukan Affan Lubis dkk kembali akan diuji lewat laga ujicoba besok sore kontra PS Klambir Lima di Lapangan Klambir Lima Deli Serdang.
Ini merupakan kali kedua PSMS berujicoba usai kompetisi. Sebelumnya Ayam Kinantan berujicoba dengan Mabar FC, yang diakhiri dengan kemenangan untuk PSMS.
Meskipun ujicoba ini hanya bersifat menjaga kebugaran, Affan Lubis cs bertekad tampil serius dan seperti biasanya di kompetisi.
“Meskipun ini partai ujicoba dan hanya bertujuan menjaga kebugaran kita, tapi kita tetap harus tampil serius. Semua ini karena kita membawa nama besar PSMS, jadi kita tidak mau malu jika tampil setengah hati,” ujar kapten PSMS, Affan Lubis, tadi sore, di Stadion Kebun Bunga.
Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meskipun tim yang dihadapi kelasnya jauh dibawah PSMS, namun Affan bersama rekan-rekan lainnya berniat menjadikan laga ini tetap berjalan serius dan menarik. Apalagi sudah lama PSMS tidak menjalani pertandingan pasca kompetisi berakhir.
“Ya kita tetap serius karena kita tidak ingin kehilangan sentuhan. Anak-anak yang lain juga tetap tampil seperti biasa. Lagian sudah lama kita tidak main hanya latihan terus,” katanya.
Sementara asisten pelatih PSMS, Suyono, membenarkan ujicoba-ujicoba yang dilakukan dalam waktu dekat ini merupakan bagian dari program pasca kompetisi.
“Kita kan selama ini terus latihan untuk itu harus dibarengi dengan tawaran ujicoba. Kebetulan ada tawaran dari Klambir Lima besok (Jumat 11/6) dan Medan Utara pada Sabtu (11/6) kita coba hasil latihan yang telah diberikan. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk Divisi III,” kata Suyono.
Diketahui, PSMS Medan saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi putaran kompetisi divisi utama. Sejauh ini, PSMS masih mencari pemain untuk memperkuat kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumut ini, termasuk anak Medan yang bermain di klub luar.
Informasinya, para anak Medan yang telah dihubungi untuk bergabung kembali ke PSMS adalah mereka yang bermain di Indonesia Super Lengue (ISL) seperti, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, Vijay, dan Doni F Siregar.
Ini merupakan kali kedua PSMS berujicoba usai kompetisi. Sebelumnya Ayam Kinantan berujicoba dengan Mabar FC, yang diakhiri dengan kemenangan untuk PSMS.
Meskipun ujicoba ini hanya bersifat menjaga kebugaran, Affan Lubis cs bertekad tampil serius dan seperti biasanya di kompetisi.
“Meskipun ini partai ujicoba dan hanya bertujuan menjaga kebugaran kita, tapi kita tetap harus tampil serius. Semua ini karena kita membawa nama besar PSMS, jadi kita tidak mau malu jika tampil setengah hati,” ujar kapten PSMS, Affan Lubis, tadi sore, di Stadion Kebun Bunga.
Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meskipun tim yang dihadapi kelasnya jauh dibawah PSMS, namun Affan bersama rekan-rekan lainnya berniat menjadikan laga ini tetap berjalan serius dan menarik. Apalagi sudah lama PSMS tidak menjalani pertandingan pasca kompetisi berakhir.
“Ya kita tetap serius karena kita tidak ingin kehilangan sentuhan. Anak-anak yang lain juga tetap tampil seperti biasa. Lagian sudah lama kita tidak main hanya latihan terus,” katanya.
Sementara asisten pelatih PSMS, Suyono, membenarkan ujicoba-ujicoba yang dilakukan dalam waktu dekat ini merupakan bagian dari program pasca kompetisi.
“Kita kan selama ini terus latihan untuk itu harus dibarengi dengan tawaran ujicoba. Kebetulan ada tawaran dari Klambir Lima besok (Jumat 11/6) dan Medan Utara pada Sabtu (11/6) kita coba hasil latihan yang telah diberikan. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk Divisi III,” kata Suyono.
Diketahui, PSMS Medan saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi putaran kompetisi divisi utama. Sejauh ini, PSMS masih mencari pemain untuk memperkuat kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumut ini, termasuk anak Medan yang bermain di klub luar.
Informasinya, para anak Medan yang telah dihubungi untuk bergabung kembali ke PSMS adalah mereka yang bermain di Indonesia Super Lengue (ISL) seperti, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, Vijay, dan Doni F Siregar.
Wednesday, June 9, 2010
Saktiawan cs kembali ke PSMS?
MEDAN - Kompetisi Indonesian Super League (ISL) telah usai. Ini berarti mantan pemain PSMS yang berlaga di klub ISL sudah tidak terikat lagi dengan klub lamanya.
Kondisi itu membuat pengurus PSMS sudah bisa mewujudkan niatnya menarik kembali pemain-pemain Medan, yang kini berlaga di ISL dengan memulai kontak dengan Saktiawan cs.
Hubungan juga sudah meningkat dari awalnya silaturahmi menuju pembicaraan serius untuk musim depan. Apalagi Sakti cs punya keinginan yang sama untuk kembali memperkuat klub kampung halamannya.
Sakti pun mengakui pengurus PSMS telah menghubunginya untuk kembali ke Medan.
“Ya, salah seorang pengurus bernama pak Idris (Sekum PSMS) sudah menghubungi. Dia menanyakan jadwal kepulangan kami dan beliau menunggu kami di Medan,” kata Sakti yang dihubungi lewat telepon, tadi sore.
Sakti berharap keseriusan pengurus dibuktikan dengan manajemen yang profesional. Juga menyangkut pembayaran honor pemain.
“Secara pribadi sebagai putra Medan, saya punya kebanggaan tersendiri bermain di PSMS. Saya pikir pemain yang lain pun demikian.Tapi kita hidup dari main bola dan Saya harap pengurus juga mempertimbangkan itu,” harapnya.
Sekum PSMS, Idris pun membenarkan telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain ISL seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, dan Wijay.
“Mereka sudah saya kontak untuk segera kembali ke Medan. Nantinya kita akan membicarakan negosiasi kontrak. Kita akan buktikan keseriusan kita untuk ke ISL,” tambahnya.
Menanggapi keinginan Sakti cs, Idris pun punya keinginan yang sama
untuk membentuk manajemen yang profesional. Selain itu manajemen juga akan dibentuk lebih efisien.
“Usai pilkada Pak Eldin (Ketum) akan segera menunjuk manajer karena memang itu wewenang beliau. Kita memang akan berusaha untuk lebih profesional. 15 orang cukuplah biar lebihefisien,” terangnya.
Kondisi itu membuat pengurus PSMS sudah bisa mewujudkan niatnya menarik kembali pemain-pemain Medan, yang kini berlaga di ISL dengan memulai kontak dengan Saktiawan cs.
Hubungan juga sudah meningkat dari awalnya silaturahmi menuju pembicaraan serius untuk musim depan. Apalagi Sakti cs punya keinginan yang sama untuk kembali memperkuat klub kampung halamannya.
Sakti pun mengakui pengurus PSMS telah menghubunginya untuk kembali ke Medan.
“Ya, salah seorang pengurus bernama pak Idris (Sekum PSMS) sudah menghubungi. Dia menanyakan jadwal kepulangan kami dan beliau menunggu kami di Medan,” kata Sakti yang dihubungi lewat telepon, tadi sore.
Sakti berharap keseriusan pengurus dibuktikan dengan manajemen yang profesional. Juga menyangkut pembayaran honor pemain.
“Secara pribadi sebagai putra Medan, saya punya kebanggaan tersendiri bermain di PSMS. Saya pikir pemain yang lain pun demikian.Tapi kita hidup dari main bola dan Saya harap pengurus juga mempertimbangkan itu,” harapnya.
Sekum PSMS, Idris pun membenarkan telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain ISL seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, dan Wijay.
“Mereka sudah saya kontak untuk segera kembali ke Medan. Nantinya kita akan membicarakan negosiasi kontrak. Kita akan buktikan keseriusan kita untuk ke ISL,” tambahnya.
Menanggapi keinginan Sakti cs, Idris pun punya keinginan yang sama
untuk membentuk manajemen yang profesional. Selain itu manajemen juga akan dibentuk lebih efisien.
“Usai pilkada Pak Eldin (Ketum) akan segera menunjuk manajer karena memang itu wewenang beliau. Kita memang akan berusaha untuk lebih profesional. 15 orang cukuplah biar lebihefisien,” terangnya.
Monday, June 7, 2010
PSMS Bidik Pemain dari Thailand dan Vietnam
Menindaklanjuti hasil buruk yang dicapai pada musim sebelumnya, pengurus PSMS mencoba melakukan terobosan baru terkait rekrutmen pemain menatap musim kompetisi mendatang.
Hal itu diungkapkan Sekum PSMS Idris SE yang dihubungi Minggu (6/6). Menurutnya, pada musim kompetisi mendatang PSMS tidak akan mempergunakan pemain yang berasal dari Benua Afrika, dan mengalihkan perhatinnya kepada pemain yang berasal dari Asia Tenggara.
“Kita berencana merekrut pemain nasional dari Vietnam dan Thailand. Mereka lebih bertanggungjawab dibanding pemain asal Afrika. Ini bisa kita lihat dengan hasil yang dicapai Persib yang merekrut pemain dari Thailand,” ujar Idris.
Sementara itu PSMS yang merekrut tiga pemain asal Afrika Nyeck Nyobe (Kamerun), Ikpefua Osas Marvellous (Nigeria) serta Ogochukwu Daniel (Niogeria) gagal meraih hasil maksimal.
Nah, berdasarkan pengalaman ini jajaran pengurus PSMS akan berhati-hati dalam merekrut pemain asing.
“Kami akan turun langsung dan melihat sejauh mana kemampuan mereka. Dan itu akan kami lakukan ketika yang bersangkutan tampil di negaranya,” bilang Idris.
Bila apa yang menjadi rencana pengurus PSMS ini terealisasi maka pengurus PSMS akan membentuk tim pencari bakat yang bertugas mencari pemain hingga ke nagara asalnya.
“Saya rasa, bila Ketua Umum PSMS dan Sekretaris telah menyetujui rencana ini, maka rencana tadi tinggal dilaksanakan saja, sebab yang terpenting dan berhak mengambil keputusan dalam sebuah organisasi sepak bola adalah kedua orang tadi,” bilang Idris.
Memang buruknya performa pemain asing di tubuh tim Ayam Kinantan menimbulkan kekecawan mendalam di benak segenap masyarakat Sumut. Apalagi sepanjang musim kompetisi, tiga pemain asing tadi tak memberikan kontribusi maksimal.
Namun kegagalan PSMS tadi tidak bisa ditimpakan pada pemain asing saja. Terjadinya pergantian pelatih di tengah kompetisi juga menjadi salah satu penyebabnya. “Bagi seorang pemain, pelatih memiliki peran yang sangat besar untuk mendongkrak prestasi tim. Tapi, kalau pelatihnya berulangkali diganti, pastinya pemain tidak bakal fokus,” kata M Halim, kiper PSMS Medan. (jul/sumutpos)
Hal itu diungkapkan Sekum PSMS Idris SE yang dihubungi Minggu (6/6). Menurutnya, pada musim kompetisi mendatang PSMS tidak akan mempergunakan pemain yang berasal dari Benua Afrika, dan mengalihkan perhatinnya kepada pemain yang berasal dari Asia Tenggara.
“Kita berencana merekrut pemain nasional dari Vietnam dan Thailand. Mereka lebih bertanggungjawab dibanding pemain asal Afrika. Ini bisa kita lihat dengan hasil yang dicapai Persib yang merekrut pemain dari Thailand,” ujar Idris.
Sementara itu PSMS yang merekrut tiga pemain asal Afrika Nyeck Nyobe (Kamerun), Ikpefua Osas Marvellous (Nigeria) serta Ogochukwu Daniel (Niogeria) gagal meraih hasil maksimal.
Nah, berdasarkan pengalaman ini jajaran pengurus PSMS akan berhati-hati dalam merekrut pemain asing.
“Kami akan turun langsung dan melihat sejauh mana kemampuan mereka. Dan itu akan kami lakukan ketika yang bersangkutan tampil di negaranya,” bilang Idris.
Bila apa yang menjadi rencana pengurus PSMS ini terealisasi maka pengurus PSMS akan membentuk tim pencari bakat yang bertugas mencari pemain hingga ke nagara asalnya.
“Saya rasa, bila Ketua Umum PSMS dan Sekretaris telah menyetujui rencana ini, maka rencana tadi tinggal dilaksanakan saja, sebab yang terpenting dan berhak mengambil keputusan dalam sebuah organisasi sepak bola adalah kedua orang tadi,” bilang Idris.
Memang buruknya performa pemain asing di tubuh tim Ayam Kinantan menimbulkan kekecawan mendalam di benak segenap masyarakat Sumut. Apalagi sepanjang musim kompetisi, tiga pemain asing tadi tak memberikan kontribusi maksimal.
Namun kegagalan PSMS tadi tidak bisa ditimpakan pada pemain asing saja. Terjadinya pergantian pelatih di tengah kompetisi juga menjadi salah satu penyebabnya. “Bagi seorang pemain, pelatih memiliki peran yang sangat besar untuk mendongkrak prestasi tim. Tapi, kalau pelatihnya berulangkali diganti, pastinya pemain tidak bakal fokus,” kata M Halim, kiper PSMS Medan. (jul/sumutpos)
PSMS Perpanjang Kontrak Pemain Berprestasi
Pengurus PSMS akan mempertahankan pemain berprestasi untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 musim depan, agar ambisi menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang dapat diwujudkan.
“Ini merupakan komitmen Ketua Umum (Ketum) PSMS Pak Dzulmi Eldin. Kita ingin PSMS ke depan berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan mempertahankan pemain yang berprestasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Senin (31/5).
Prestasi yang dimaksud Idris di sini adalah performa pemain selama melakoni kompetisi musim lalu, latihan persiapan, dan laga ujicoba yang akan segera digelar.
Idris melihat kriteria itu dimiliki pemain belakang PSMS H Harry Syahputra. Sebagai pemain profesional dan mantan skuad timnas Indonesia, kapabilitas pemain berpostur 183 cm ini dinilai cukup baik dan pantas untuk kembali memperkuat PSMS musim mendatang.
“Kita tahu sendiri dia (Harry, Red) pemain nasional. Dia juga telah menunjukkan konsistensinya di tim ini. Sebagai atlet profesional dia sudah menunjukkan prestasi yang baik selama di PSMS. Saya akan mengusulkan kepada Ketum PSMS untuk memperpanjang kontrak Harry,” sebut Manajer Sumut FC ini.
Namun, Idris menolak hal itu sebagai sikap inkonsistensi atas kebijakan Pengurus PSMS sendiri. Kebijakan yang dimaksud sehubungan untuk pemain yang akan bergabung di PSMS harus melalui seleksi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Harry mengaku belum mengetahui kabar ini.
“Saya belum dihubungi pengurus mengenai hal itu. Karena itu saya tidak berani berkomentar apa-apa dulu, takut salah,” sebutnya
Hary menyatakan, seperti yang dia alami di klub-klub lainnya, pihak manajemen ataupun pengurus sudah akan melakukan pembicaraan baru satu bulan sebelum kontrak berakhir, dan sebelum hal itu dilakukan pengurus, dirinya tidak berharap terlalu banyak. “Ya, sekarang ini saya cuma bisa latihan, kalau ditarik lagi sama PSMS syukur, kalaupun tidak, ya cari tim lain,” pungkasnya.
Selain Harry, sempat beredar kabar bila Pengurus PSMS juga akan memperpanjang kontrak Gelandang PSMS Faisal Azmi. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim, PSMS akan menggelar serangkaian ujicoba dengan beberapa klub yang ada di Sumut. (jul/sumutpos)
“Ini merupakan komitmen Ketua Umum (Ketum) PSMS Pak Dzulmi Eldin. Kita ingin PSMS ke depan berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan mempertahankan pemain yang berprestasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Senin (31/5).
Prestasi yang dimaksud Idris di sini adalah performa pemain selama melakoni kompetisi musim lalu, latihan persiapan, dan laga ujicoba yang akan segera digelar.
Idris melihat kriteria itu dimiliki pemain belakang PSMS H Harry Syahputra. Sebagai pemain profesional dan mantan skuad timnas Indonesia, kapabilitas pemain berpostur 183 cm ini dinilai cukup baik dan pantas untuk kembali memperkuat PSMS musim mendatang.
“Kita tahu sendiri dia (Harry, Red) pemain nasional. Dia juga telah menunjukkan konsistensinya di tim ini. Sebagai atlet profesional dia sudah menunjukkan prestasi yang baik selama di PSMS. Saya akan mengusulkan kepada Ketum PSMS untuk memperpanjang kontrak Harry,” sebut Manajer Sumut FC ini.
Namun, Idris menolak hal itu sebagai sikap inkonsistensi atas kebijakan Pengurus PSMS sendiri. Kebijakan yang dimaksud sehubungan untuk pemain yang akan bergabung di PSMS harus melalui seleksi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Harry mengaku belum mengetahui kabar ini.
“Saya belum dihubungi pengurus mengenai hal itu. Karena itu saya tidak berani berkomentar apa-apa dulu, takut salah,” sebutnya
Hary menyatakan, seperti yang dia alami di klub-klub lainnya, pihak manajemen ataupun pengurus sudah akan melakukan pembicaraan baru satu bulan sebelum kontrak berakhir, dan sebelum hal itu dilakukan pengurus, dirinya tidak berharap terlalu banyak. “Ya, sekarang ini saya cuma bisa latihan, kalau ditarik lagi sama PSMS syukur, kalaupun tidak, ya cari tim lain,” pungkasnya.
Selain Harry, sempat beredar kabar bila Pengurus PSMS juga akan memperpanjang kontrak Gelandang PSMS Faisal Azmi. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim, PSMS akan menggelar serangkaian ujicoba dengan beberapa klub yang ada di Sumut. (jul/sumutpos)
Kiper PSMS Siap Tampil Kembali
Usai menjalani perawatan, Penjaga Gawang PSMS M Halim siap menatap agenda berikutnya. Dipastikan Jumat (11/6) nanti dirinya akan tampil dalam laga uji coba menghadapi PS Klambir Lima.
“Kalau Jumat (11/6) nanti saya sudah bisa turun lah. Ini juga sudah agak baikan, sudah mulai latihan untuk naikkan kondisi stamina lagi,” ucap M Halim yang dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Sabtu (5/6).
Sebelumnya, M Halim terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hidayah Desa Duren Deli Tua karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu menyebabkan dirinya absen saat skuad PSMS melakoni laga uji coba melawan Mabar FC, Jumat (4/6) lalu.
Halim yang telah keluar dari rumah sakit, kemarin (5/6) berharap mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali memperkuat PSMS pada Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti. Bahkan dirinya berencana pensiun di PSMS. “Kalau saya masih dipercaya, saya siap membela PSMS. Karena untuk dua tahun ini saya masih ingin eksis di lapangan. Sebelum memutuskan berhenti saya ingin mengantar PSMS kembali ke super liga,” tekadnya.
Menurut Halim, dengan manajemen yang baik, PSMS pasti bisa kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL). Pengalaman di musim sebelumnya pun diharapkan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi seluruh elemen yang ada demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang.
“Harus kita akui bila pada musim sebelumnya banyak permasalahan dalam penataan tim ini. Seperti pergantian dalam manajemen tim yang berulang-ulang. Tapi saya yakin, manajemen saat ini cukup profesional dan itu akan menjadi napas baru PSMS,” bebernya.
M Halim juga berharap Pengurus PSMS dapat mendatangkan pemain-pemain Sumut yang kini bermain di ISL. Selain untuk memastikan kesiapan menatap ISL, kehadiran Saktiawan dkk di PSMS juga dapat menjadi motivasi bagi pemain muda lainnya.
“Sebagai pemain asal Kota Medan, Sakti, Legimin, dan pemain lainnya sudah memiliki karakter permainan Medan dan ini sangat menentukan keberhasilan PSMS ke depan. Kehadiran mereka juga dapat meningkatkan motivasi pemain muda begitu juga pemain yang ada untuk saling berbagi pengalaman di lapangan. Saya yakin, mereka juga akan senang kembali bermain untuk PSMS sebagai panggilan moral. Tinggal pendekatan pengurus dengan mereka,” terangnya.
Menanggapi itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE memastikan akan menggunakan manajemen yang profesional dalam menata PSMS ke depan. Baik dalam pendanaan, perekrutan pemain, juga keberadaan tim pelatih. “Ketua Umum PSMS Pak Dzulmi Eldin dan saya komitmen untuk membuat PSMS menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan menerapkan manajemen yang profesional,” ucap Idris.
“Pelatih akan kita berikan wewenang penuh mulai dari menentukan asisten pelatih juga dalam perekrutan pemain. Karena pelatih paling kenal karakter dan kualitas pemain yang diinginkan untuk mengantar PSMS ke ISL, kita tidak akan intervensi. Yang penting ada komunikasi,” ucap Idris.
Begitu juga menanggapi keberadaan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang belakangan ini disoroti karena wewenang melewati kapabilitasnya. “Ya, asisten pelatih kan orang yang mengerti kemauan pelatih kepala. Jadi kalau pelatih yang kita tunjuk nantinya tidak cocok dengan Suyono, pengurus juga tidak akan mempertahankan Suyono,” tegas Idris yang juga Manajer Sumut FC ini.
Ya, Suyono sempat menuai kritik karena berencana menggelar tes Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) sebagai dasar membuat referensi bagi Pengurus PSMS untuk mencoret atau mempertahankan pemain yang ada. Selain dari mantan pemain PSMS, Parlin Siagian kritik terhadap Suyono juga datang dari Dosen FIK Unimed Nimrod Manalu yang juga mantan pelatih fisik PSMS. (jul)
Belakangan Suyono membantah ucapan yang disampaikannya di depan media dan Mantan Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga Medan beberapa waktu lalu. “Itu program pengurus yang diminta untuk saya laksanakan karena saya masih terikat kontrak hingga Agustus. Saya juga tidak terlalu berambisi menjadi pelatih PSMS ya,” ucap Suyono saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon beberapa waktu lalu. (jul/sumutpos)
“Kalau Jumat (11/6) nanti saya sudah bisa turun lah. Ini juga sudah agak baikan, sudah mulai latihan untuk naikkan kondisi stamina lagi,” ucap M Halim yang dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Sabtu (5/6).
Sebelumnya, M Halim terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hidayah Desa Duren Deli Tua karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu menyebabkan dirinya absen saat skuad PSMS melakoni laga uji coba melawan Mabar FC, Jumat (4/6) lalu.
Halim yang telah keluar dari rumah sakit, kemarin (5/6) berharap mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali memperkuat PSMS pada Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti. Bahkan dirinya berencana pensiun di PSMS. “Kalau saya masih dipercaya, saya siap membela PSMS. Karena untuk dua tahun ini saya masih ingin eksis di lapangan. Sebelum memutuskan berhenti saya ingin mengantar PSMS kembali ke super liga,” tekadnya.
Menurut Halim, dengan manajemen yang baik, PSMS pasti bisa kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL). Pengalaman di musim sebelumnya pun diharapkan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi seluruh elemen yang ada demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang.
“Harus kita akui bila pada musim sebelumnya banyak permasalahan dalam penataan tim ini. Seperti pergantian dalam manajemen tim yang berulang-ulang. Tapi saya yakin, manajemen saat ini cukup profesional dan itu akan menjadi napas baru PSMS,” bebernya.
M Halim juga berharap Pengurus PSMS dapat mendatangkan pemain-pemain Sumut yang kini bermain di ISL. Selain untuk memastikan kesiapan menatap ISL, kehadiran Saktiawan dkk di PSMS juga dapat menjadi motivasi bagi pemain muda lainnya.
“Sebagai pemain asal Kota Medan, Sakti, Legimin, dan pemain lainnya sudah memiliki karakter permainan Medan dan ini sangat menentukan keberhasilan PSMS ke depan. Kehadiran mereka juga dapat meningkatkan motivasi pemain muda begitu juga pemain yang ada untuk saling berbagi pengalaman di lapangan. Saya yakin, mereka juga akan senang kembali bermain untuk PSMS sebagai panggilan moral. Tinggal pendekatan pengurus dengan mereka,” terangnya.
Menanggapi itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE memastikan akan menggunakan manajemen yang profesional dalam menata PSMS ke depan. Baik dalam pendanaan, perekrutan pemain, juga keberadaan tim pelatih. “Ketua Umum PSMS Pak Dzulmi Eldin dan saya komitmen untuk membuat PSMS menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan menerapkan manajemen yang profesional,” ucap Idris.
“Pelatih akan kita berikan wewenang penuh mulai dari menentukan asisten pelatih juga dalam perekrutan pemain. Karena pelatih paling kenal karakter dan kualitas pemain yang diinginkan untuk mengantar PSMS ke ISL, kita tidak akan intervensi. Yang penting ada komunikasi,” ucap Idris.
Begitu juga menanggapi keberadaan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang belakangan ini disoroti karena wewenang melewati kapabilitasnya. “Ya, asisten pelatih kan orang yang mengerti kemauan pelatih kepala. Jadi kalau pelatih yang kita tunjuk nantinya tidak cocok dengan Suyono, pengurus juga tidak akan mempertahankan Suyono,” tegas Idris yang juga Manajer Sumut FC ini.
Ya, Suyono sempat menuai kritik karena berencana menggelar tes Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) sebagai dasar membuat referensi bagi Pengurus PSMS untuk mencoret atau mempertahankan pemain yang ada. Selain dari mantan pemain PSMS, Parlin Siagian kritik terhadap Suyono juga datang dari Dosen FIK Unimed Nimrod Manalu yang juga mantan pelatih fisik PSMS. (jul)
Belakangan Suyono membantah ucapan yang disampaikannya di depan media dan Mantan Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga Medan beberapa waktu lalu. “Itu program pengurus yang diminta untuk saya laksanakan karena saya masih terikat kontrak hingga Agustus. Saya juga tidak terlalu berambisi menjadi pelatih PSMS ya,” ucap Suyono saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon beberapa waktu lalu. (jul/sumutpos)
Friday, June 4, 2010
PSMS harus bersatu untuk bangkit
MEDAN - Mantan pelatih Timnas U-16, Mundari Karya, mengaku ikut prihatin atas terpuruknya prestasi PSMS Medan. Sebagai tim yang punya nama besar, pria yang sempat membesut Persikota dan Persih Tembilahan ini, yakin PSMS masih punya kesempatan untuk bangkit. Namun hal itu akan terjadi jika semua pihak yang terlibat di dalamnya saling bekerjasama.
“Sekarang masalah mau tidak mau, kalau PSMS mau berupaya sungguh-sungguh untuk mencapai hasil maksimal dan melakukan pembenahan disana- sini. Semuanya juga harus bersatu mewujudkan itu,” katanya saat ditemui di Lapangan PS Kwarta, tadi sore.
Menurut Mundari, pengurus, manajemen, pelatih dan pemain harus bahu membahu membangun kembali PSMS yang solid seperti era emasnya dulu.
“PSMS punya nama besar dan pasti bisa bangkit kalau memang semuanya solid. Tidak hanya pemain dan pelatih,” ujarnya.
Mundari mengatakan, masalah intern yang kerap terjadi dalam sebuah klub diyakini merupakan penyebab memburuknya prestasi tim termasuk PSMS.
“Mungkin saja ada masalah intern yang terjadi. Kalau tidak mana mungkin tim sebesar PSMS bisa terpuruk seperti ini,” ujarnya.
Selain itu mengenai pelatih, kata Mundari, cukup banyak pelatih berbakat yang kini menangani klub-klub elit di luar Medan, namun pengurus kurang peka.
“Mengapa mereka lebih suka untuk menangani klub lain, padahal di PSMS sendiri mereka diperlukan dan pasti sebagai pemain yang pernah membela PSMS, mereka lebih berkeinginan membela timnya sendiri. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan pengurus yang selama ini menangani PSMS,” sebutnya.
Untuk itu, pada kompetisi mendatang Mundari berharap, siapapun yang menangani PSMS bisa untuk berfikir jernih dan bekerjasama dengan pelatih yang ada demi kemauan PSMS.
Karena menurutnya, keterpurukan PSMS saat ini juga turut berpengaruh pada buruknya prestasi tim nasional Indonesia.( Ini yang penting... Bahwa PSMS merupakan barometer TIMNAS...Kita, jadi bangga aku sebagai orang medan)
“Sekarang masalah mau tidak mau, kalau PSMS mau berupaya sungguh-sungguh untuk mencapai hasil maksimal dan melakukan pembenahan disana- sini. Semuanya juga harus bersatu mewujudkan itu,” katanya saat ditemui di Lapangan PS Kwarta, tadi sore.
Menurut Mundari, pengurus, manajemen, pelatih dan pemain harus bahu membahu membangun kembali PSMS yang solid seperti era emasnya dulu.
“PSMS punya nama besar dan pasti bisa bangkit kalau memang semuanya solid. Tidak hanya pemain dan pelatih,” ujarnya.
Mundari mengatakan, masalah intern yang kerap terjadi dalam sebuah klub diyakini merupakan penyebab memburuknya prestasi tim termasuk PSMS.
“Mungkin saja ada masalah intern yang terjadi. Kalau tidak mana mungkin tim sebesar PSMS bisa terpuruk seperti ini,” ujarnya.
Selain itu mengenai pelatih, kata Mundari, cukup banyak pelatih berbakat yang kini menangani klub-klub elit di luar Medan, namun pengurus kurang peka.
“Mengapa mereka lebih suka untuk menangani klub lain, padahal di PSMS sendiri mereka diperlukan dan pasti sebagai pemain yang pernah membela PSMS, mereka lebih berkeinginan membela timnya sendiri. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan pengurus yang selama ini menangani PSMS,” sebutnya.
Untuk itu, pada kompetisi mendatang Mundari berharap, siapapun yang menangani PSMS bisa untuk berfikir jernih dan bekerjasama dengan pelatih yang ada demi kemauan PSMS.
Karena menurutnya, keterpurukan PSMS saat ini juga turut berpengaruh pada buruknya prestasi tim nasional Indonesia.( Ini yang penting... Bahwa PSMS merupakan barometer TIMNAS...Kita, jadi bangga aku sebagai orang medan)
Monday, May 24, 2010
PSMS Genjot Stamina
Menatap kompetisi Divisi Utama 2010/2011 ini, persiapan mulai mengalami kemajuan. Stamina yang menjadi masalah klasik pun siap digeber. Ya, setidaknya minggu ini skuad PSMS akan menjalani tes Volume Oxygen Maximum (VO2Max).
Demikian disampaikan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang dipercaya memimpin latihan persiapan skuad PSMS saat ditemui beberapa waktu lalu di Stadion Kebun Bunga Medan. “Ya, minggu ini pemain akan menjalani test VO2 Max. Ini akan mendukung penerapan dua materi yang sudah dilaksanakan sebelumnya,” ucap Suyono.
Ya, skuad PSMS yang berjumlah 17 pemain sudah menggelar tiga latihan sebelumnya yang dimulai Selasa (18/5), Kamis (20/5), dan Sabtu (22/5). Di tiga latihan itu, Suyono menerapkan materi yang berbeda yaitu shooting crossing dan development team yang ditujukan untuk membangun serangan pada latihan, Sabtu (22/) sore di Stadion Kebun Bunga Medan.
Namun lanjutnya semua itu akan sangat baik bila diperankan oleh pemain yang memiliki stamina yang memadai. Untuk itu lah latihan yang memasuki minggu kedua ini akan difokuskan pada penguatan kondisi fisik pemain. “VO2 Max ini akan sangat menentukan bagi kesempurnaan materi tadi. Sembari itu kita akan melihat built up attack dalam sepertiga lapangan,” ucap Suyono yang mengantungi lisensi C AFC ini.
Menatap target PSMS berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang, dirinya mematok standar untuk VO2Max yang harus dicapai pemain. Ini pula yang akan dijadikan dasar menyusun resume masing-masing pemain untuk menjadi pertimbangan Pengurus PSMS. Apa tetap mempertahankan atau mencoret dari skuad.
“Kalau pemain-pemain Liga Premier itu standarnya saya kira 17 ya. Jadi untuk pemain kita di Indonesia seharusnya sudah bisa mencapai 14. Terutama untuk PSMS yang terkenal dengan permainan rap-rapnya,” jelas Suyono yang kerap menggunakan topi ini.
Artinya, dengan standar VO2Max yang disebut, bakal ada pencoretan besar-besaran di skuad PSMS. Pasalnya sebahagian besar pemain sudah uzur. Kapten M Affan Lubis misalnya. Tentunya hal itu akan menjadi tantangan terbesar untuk pembentukan skuad PSMS yang dipromosikan ke liga super musim berikutnya.
Menurut mantan pelatih PSMS Amrustian, ambisi untuk merekrut pemain dengan standar VO2Max yang tinggi tadi juga mustahil dilaksanakan sehubungan dengan pendanaan PSMS yang belum jelas. “Apa stamina seperti itu tidak membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Sekarang, PSMS ada uang gak untuk memenuhi kebutuhan gizi yang memadai tadi?” ketusnya.
Memang hingga tiga latihan lalu, skuad PSMS hanya mendapat jatah satu galon air isi ulang di usai latihan. Sementara pintu kantin yang dulu selalu terbuka kini selalu tertutup. Tersiar informasi bila penutupan kantin dikarenakan ketiadaan dana PSMS.
Demikian disampaikan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang dipercaya memimpin latihan persiapan skuad PSMS saat ditemui beberapa waktu lalu di Stadion Kebun Bunga Medan. “Ya, minggu ini pemain akan menjalani test VO2 Max. Ini akan mendukung penerapan dua materi yang sudah dilaksanakan sebelumnya,” ucap Suyono.
Ya, skuad PSMS yang berjumlah 17 pemain sudah menggelar tiga latihan sebelumnya yang dimulai Selasa (18/5), Kamis (20/5), dan Sabtu (22/5). Di tiga latihan itu, Suyono menerapkan materi yang berbeda yaitu shooting crossing dan development team yang ditujukan untuk membangun serangan pada latihan, Sabtu (22/) sore di Stadion Kebun Bunga Medan.
Namun lanjutnya semua itu akan sangat baik bila diperankan oleh pemain yang memiliki stamina yang memadai. Untuk itu lah latihan yang memasuki minggu kedua ini akan difokuskan pada penguatan kondisi fisik pemain. “VO2 Max ini akan sangat menentukan bagi kesempurnaan materi tadi. Sembari itu kita akan melihat built up attack dalam sepertiga lapangan,” ucap Suyono yang mengantungi lisensi C AFC ini.
Menatap target PSMS berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang, dirinya mematok standar untuk VO2Max yang harus dicapai pemain. Ini pula yang akan dijadikan dasar menyusun resume masing-masing pemain untuk menjadi pertimbangan Pengurus PSMS. Apa tetap mempertahankan atau mencoret dari skuad.
“Kalau pemain-pemain Liga Premier itu standarnya saya kira 17 ya. Jadi untuk pemain kita di Indonesia seharusnya sudah bisa mencapai 14. Terutama untuk PSMS yang terkenal dengan permainan rap-rapnya,” jelas Suyono yang kerap menggunakan topi ini.
Artinya, dengan standar VO2Max yang disebut, bakal ada pencoretan besar-besaran di skuad PSMS. Pasalnya sebahagian besar pemain sudah uzur. Kapten M Affan Lubis misalnya. Tentunya hal itu akan menjadi tantangan terbesar untuk pembentukan skuad PSMS yang dipromosikan ke liga super musim berikutnya.
Menurut mantan pelatih PSMS Amrustian, ambisi untuk merekrut pemain dengan standar VO2Max yang tinggi tadi juga mustahil dilaksanakan sehubungan dengan pendanaan PSMS yang belum jelas. “Apa stamina seperti itu tidak membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Sekarang, PSMS ada uang gak untuk memenuhi kebutuhan gizi yang memadai tadi?” ketusnya.
Memang hingga tiga latihan lalu, skuad PSMS hanya mendapat jatah satu galon air isi ulang di usai latihan. Sementara pintu kantin yang dulu selalu terbuka kini selalu tertutup. Tersiar informasi bila penutupan kantin dikarenakan ketiadaan dana PSMS.
Thursday, May 20, 2010
Latihan PSMS Tak Berpola
Latihan skuad PSMS yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (18/5) terkesan dipaksakan. Selain tanpa diikuti seluruh pemain, latihan juga tidak menunjukkan arah atau pola yang jelas.
Dibanding Senin (17/5) yang direncanakan sebagai latihan perdana, ada penambahan pemain yang hadir. Begitupun beberapa pemain masih belum tampak disebabkan masih berada di luar Kota Medan. Seperti Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Halim, dan Heri Suwondo. Latihan pun hanya dilakoni oleh 12 pemain yaitu, Denny Wahyudi, Bambang Tri Sanjaya, Irwin Ramadhana, Jecky Pasarela, Hary Syahputra, Tri Yudha Handoko SSos , Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, M Afan Lubis, Deli Sulistya, Ahmad Afandi, Dodi Rahwana, serta Deli Sulistya.
Latihan yang dipimpin Asisten Pelatih PSMS Suyono tampak kurang bersemangat. Tak salah bila masyarakat yang datang untuk menyaksikan latihan perdana PSMS kecewa. Di sisi lain, latihan yang dijadwalkan tiga kali seminggu itu dapat membuat pemain jenuh. “Bagaimana tim sebesar PSMS latihan tanpa pola yang jelas seperti ini. Itu kan latihan passing dan kontrol. Rupanya semua ini pasti dipakai untuk kompetisi berikutnya?” ucap salah seorang masyarakat yang tak ingin namanya disebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum PSMS Idris mengaku dapat memakluminya. Begitu pun latihan akan terus dilakukan. “Saya maklum apalagi masyarakat mengharapkan peningkatan prestasi PSMS di musim berikutnya. Latihan ini terus, sampai kita menggelar pemusatan latihan, jadi latihan ini wajib,” sebut Idris.
Menurut Idris, latihan ini digelar untuk semakin memantapkan persiapan tim, meski jadwal Divisi Utama musim mendatang masih cukup lama. “Lebih cepat lebih baik. Saat latihan ini berjalan, kita juga tengah mempersiapkan untuk merekrut pelatih. Jadi ketika latihan intensif sudah digelar, pelatih sudah ada meskipun kita belum tahu kapan, tetapi kita harapkan bisa sesegera mungkin,” sebutnya lagi.
Begitu pun terhadap absennya beberapa pemain Idris memakluminya. Meskipun begitu, dirinya memastikan bila minggu depan seluruh pemain sudah kembali ke mes PSMS untuk menjalani persiapan. “Tidak ada sanksi-sanksi bagi pemain karena koordinasi kita ke mereka sudah cukup lancar, dan mereka juga sudah meminta izin kalau ingin bepergian. Jadi, saya rasa pekan depan, semua pemain sudah akan datang semuanya,” yakin Idris.
Untuk mengatasi kejenuhan yang mungkin timbul, pengurus dan manajemen juga mempersiapkan beberapa laga tanding bagi skuad PSMS. Kesempatan itu pun akan dijadikan momen melakukan perekrutan pemain lokal untuk memperkuat PSMS. “Kita belum tahu kapan, tapi Suyono sedang mencari lawan tanding bagi PSMS, ya kemungkinannya bisa Sumut FC dan dan beberapa tim Divisi II seperti PSKB dan lainnya,” bebernya.
“Perekrutan pemain pun coba kita mulai dari laga-laga tandang ini. Bila dalam tim tersebut ada pemain yang bagus, kita akan rekrut mereka. Dengan begitu kita harapkan tim ini kembali memiliki fanatisme yang besar. Baik dari pemain juga dari masyarakat Sumatera Utara,” tambah Idris.
Dibanding Senin (17/5) yang direncanakan sebagai latihan perdana, ada penambahan pemain yang hadir. Begitupun beberapa pemain masih belum tampak disebabkan masih berada di luar Kota Medan. Seperti Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Halim, dan Heri Suwondo. Latihan pun hanya dilakoni oleh 12 pemain yaitu, Denny Wahyudi, Bambang Tri Sanjaya, Irwin Ramadhana, Jecky Pasarela, Hary Syahputra, Tri Yudha Handoko SSos , Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, M Afan Lubis, Deli Sulistya, Ahmad Afandi, Dodi Rahwana, serta Deli Sulistya.
Latihan yang dipimpin Asisten Pelatih PSMS Suyono tampak kurang bersemangat. Tak salah bila masyarakat yang datang untuk menyaksikan latihan perdana PSMS kecewa. Di sisi lain, latihan yang dijadwalkan tiga kali seminggu itu dapat membuat pemain jenuh. “Bagaimana tim sebesar PSMS latihan tanpa pola yang jelas seperti ini. Itu kan latihan passing dan kontrol. Rupanya semua ini pasti dipakai untuk kompetisi berikutnya?” ucap salah seorang masyarakat yang tak ingin namanya disebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum PSMS Idris mengaku dapat memakluminya. Begitu pun latihan akan terus dilakukan. “Saya maklum apalagi masyarakat mengharapkan peningkatan prestasi PSMS di musim berikutnya. Latihan ini terus, sampai kita menggelar pemusatan latihan, jadi latihan ini wajib,” sebut Idris.
Menurut Idris, latihan ini digelar untuk semakin memantapkan persiapan tim, meski jadwal Divisi Utama musim mendatang masih cukup lama. “Lebih cepat lebih baik. Saat latihan ini berjalan, kita juga tengah mempersiapkan untuk merekrut pelatih. Jadi ketika latihan intensif sudah digelar, pelatih sudah ada meskipun kita belum tahu kapan, tetapi kita harapkan bisa sesegera mungkin,” sebutnya lagi.
Begitu pun terhadap absennya beberapa pemain Idris memakluminya. Meskipun begitu, dirinya memastikan bila minggu depan seluruh pemain sudah kembali ke mes PSMS untuk menjalani persiapan. “Tidak ada sanksi-sanksi bagi pemain karena koordinasi kita ke mereka sudah cukup lancar, dan mereka juga sudah meminta izin kalau ingin bepergian. Jadi, saya rasa pekan depan, semua pemain sudah akan datang semuanya,” yakin Idris.
Untuk mengatasi kejenuhan yang mungkin timbul, pengurus dan manajemen juga mempersiapkan beberapa laga tanding bagi skuad PSMS. Kesempatan itu pun akan dijadikan momen melakukan perekrutan pemain lokal untuk memperkuat PSMS. “Kita belum tahu kapan, tapi Suyono sedang mencari lawan tanding bagi PSMS, ya kemungkinannya bisa Sumut FC dan dan beberapa tim Divisi II seperti PSKB dan lainnya,” bebernya.
“Perekrutan pemain pun coba kita mulai dari laga-laga tandang ini. Bila dalam tim tersebut ada pemain yang bagus, kita akan rekrut mereka. Dengan begitu kita harapkan tim ini kembali memiliki fanatisme yang besar. Baik dari pemain juga dari masyarakat Sumatera Utara,” tambah Idris.
Tuesday, May 18, 2010
Latihan Perdana PSMS Batal
Minimnya jumlah pemain yang hadir membuat rencana pengurus menggelar latihan perdana bagi skuad PSMS, Senin (17/5) urung dilaksanakan.
Hanya dengan sembilan pemain, M Afan Lubis, Muhammad Halim, Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko, Chico Maradona, Irwin Ramadhana, Dodi Rahwana, Ahmad Maulana, dan Ahmad Affandi, latihan akan terasa kurang bermanfaat.
Belum lagi Stadion Kebun Bunga Medan yang seyogianya menjadi tempat latihan, sedang dipergunakan untuk menggelar persiapan tim PSMS Junior menghadapi Piala Suratin 2010.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun mengisi waktu lowong dengan memberi masukan kepada seluruh pemain. Dirinya berharap agar pemain dapat bersikap professional. “Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Kalian itu anak-anak kami jadi kita harus saling mendukung untuk mengangkat prestasi PSMS ke depan. Kita tidak akan menghalangi keinginan kalian untuk bermain, tapi tolong sampaikan terlebih dahulu kepada pengurus,” ucap Idris di hadapan para pemain.
Hal itu disampaikan sehubungan dengan beberapa pemain yang mengikuti turnamen tanpa memberitahukan kepada pengurus. Begitu pun dirinya memastikan tidak akan menjatuhkan sanksi seperti yang pernah diucapkan di beberapa media lokal.
Atas gagalnya latihan perdana, Idris menjelaskan pelaksanaan latihan perdana ini tidak menjadi sebuah keharusan, hanya untuk mengumpulkan seluruh pemain. “Latihan hari ini (kemarin) tidak wajib, cuma untuk mengumpulkan pemain saja, kita berharap selama seminggu ini semua pemain sudah kembali berkumpul,” ujarnya seraya berjanji tidak akan ada pemain yang diberikan sanksi meski tidak hadir.
Setelah melakukan koordinasi dengan manajemen PSMS Junior, begitu juga dengan seluruh pemain yang hadir, latihan kembali akan dilaksanakan Selasa (18/5) ini. Untuk berikutnya berlanjut setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu di Stadion Kebun Bunga.
“Ya, tiga kali seminggu cukuplah, tetapi ke depan intensitasnya akan terus ditambah,” bilang Idris
Hanya dengan sembilan pemain, M Afan Lubis, Muhammad Halim, Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko, Chico Maradona, Irwin Ramadhana, Dodi Rahwana, Ahmad Maulana, dan Ahmad Affandi, latihan akan terasa kurang bermanfaat.
Belum lagi Stadion Kebun Bunga Medan yang seyogianya menjadi tempat latihan, sedang dipergunakan untuk menggelar persiapan tim PSMS Junior menghadapi Piala Suratin 2010.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun mengisi waktu lowong dengan memberi masukan kepada seluruh pemain. Dirinya berharap agar pemain dapat bersikap professional. “Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Kalian itu anak-anak kami jadi kita harus saling mendukung untuk mengangkat prestasi PSMS ke depan. Kita tidak akan menghalangi keinginan kalian untuk bermain, tapi tolong sampaikan terlebih dahulu kepada pengurus,” ucap Idris di hadapan para pemain.
Hal itu disampaikan sehubungan dengan beberapa pemain yang mengikuti turnamen tanpa memberitahukan kepada pengurus. Begitu pun dirinya memastikan tidak akan menjatuhkan sanksi seperti yang pernah diucapkan di beberapa media lokal.
Atas gagalnya latihan perdana, Idris menjelaskan pelaksanaan latihan perdana ini tidak menjadi sebuah keharusan, hanya untuk mengumpulkan seluruh pemain. “Latihan hari ini (kemarin) tidak wajib, cuma untuk mengumpulkan pemain saja, kita berharap selama seminggu ini semua pemain sudah kembali berkumpul,” ujarnya seraya berjanji tidak akan ada pemain yang diberikan sanksi meski tidak hadir.
Setelah melakukan koordinasi dengan manajemen PSMS Junior, begitu juga dengan seluruh pemain yang hadir, latihan kembali akan dilaksanakan Selasa (18/5) ini. Untuk berikutnya berlanjut setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu di Stadion Kebun Bunga.
“Ya, tiga kali seminggu cukuplah, tetapi ke depan intensitasnya akan terus ditambah,” bilang Idris
Wednesday, May 12, 2010
Paling lambat 3 tahun PSMS juara nasional
ENAM belas tahun sudah Liga Indonesia digulirkan oleh PSSI, namun PSMS Medan belum pernah sekalipun meraih gelar juara. Miris, mengingat tim-tim tradisional lainnya seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar, telah mengangkat piala supremasi tertinggi sepakbola Indonesia itu.
Wajar jika publik sepakbola Medan kini sangat merindukan PSMS bisa membawa pulang piala tersebut. Sayang, posisi PSMS masih terdampar di Divisi Utama. Dengan demikian, paling tidak tim Ayam Kinantan butuh waktu dua tahun lagi untuk bisa menjuarai Liga Super.
Asa pun kini mengemuka dari Calon Walikota Medan, dr Sofyan Tan. Tidak tanggung-tanggung, calon dengan nomor urut 10 ini dengan tegas mengatakan siap membawa Ayam Kinantan menjadi juara nasional (Liga Super) paling lambat tiga tahun ke depan.
“Jika saya menjadi Walikota Medan, saya menjanjikan akan membawa PSMS Medan juara Liga Super paling lama tiga tahun ke depan,” tegas Sofyan.
Dia menyatakan demikian saat menjawab pertanyaan Redaktur Olahraga Waspada Online Austin Antariksa Tumengkol dalam acara Bedah Visi Misi Calon Walikota Medan periode 2010-2015 di ruang rapat lantai III Bumi Warta Waspada baru-baru ini.
Pengalaman Sofyan dalam memajukan olahraga bola basket di Sumatera Utara semakin mempertebal keyakinannya bahwa janjinya itu tidak sebatas retorika. Sebagai mantan pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sumut, Sofyan menceritakan bahwa cabang basket di Sumut yang sempat jaya pada 1970-an sempat mati suri di akhir tahun 1980-an.
Kemudian, pada 2004 lalu, dirinya bersama beberapa penggemar basket di kawasan ini mulai berkecimpung di Perbasi dan menghidupkan event-event basket di Medan. Dari pengalaman itu, kata Sofyan, membuktikan bahwa mengurus pembinaan olahraga tidak melulu berurusan dengan uang.
Begitu pula yang akan diberlakukannya untuk PSMS. Dia mengakui, masih tetap ada dana dari APBD untuk itu. Hanya, dana tersebut sifatnya hanya sebagai stimulus, sedangkan dana terbesar tetap berasal dari pihak swasta.
Menurut Sofyan, tugas Pemko menggaransi pengelola dana dari pihak swasta itu merupakan orang-orang yang kapabel. Selain itu, akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana akan diaudit akuntan dan dipublikasikan terbuka.
Walau begitu, sebelum sampai ke sana Sofyan bakal terfokus terlebih dahulu untuk pembenahan Stadion Teladan. “Omong kosong membawa PSMS berprestasi kalau stadionnya saja tidak memadai. Ke depan, kita akan membuat Stadion Teladan juga sebagai sentra bisnis berupa toko-toko olahraga dan tempat makan di sekitarnya,” bebernya.
“Jadi intinya, mengurus olahraga ini sama seperti bawa mobil. Sebagus apapun mobilnya, kalau sopirnya tidak lihai, bisa jadi akan masuk ke parit. Maka itu, manajemennya dulu yang harus kita benahi, baru kemudian kita bisa meyakinkan sponsor untuk masuk,” pungkasnya.
Wajar jika publik sepakbola Medan kini sangat merindukan PSMS bisa membawa pulang piala tersebut. Sayang, posisi PSMS masih terdampar di Divisi Utama. Dengan demikian, paling tidak tim Ayam Kinantan butuh waktu dua tahun lagi untuk bisa menjuarai Liga Super.
Asa pun kini mengemuka dari Calon Walikota Medan, dr Sofyan Tan. Tidak tanggung-tanggung, calon dengan nomor urut 10 ini dengan tegas mengatakan siap membawa Ayam Kinantan menjadi juara nasional (Liga Super) paling lambat tiga tahun ke depan.
“Jika saya menjadi Walikota Medan, saya menjanjikan akan membawa PSMS Medan juara Liga Super paling lama tiga tahun ke depan,” tegas Sofyan.
Dia menyatakan demikian saat menjawab pertanyaan Redaktur Olahraga Waspada Online Austin Antariksa Tumengkol dalam acara Bedah Visi Misi Calon Walikota Medan periode 2010-2015 di ruang rapat lantai III Bumi Warta Waspada baru-baru ini.
Pengalaman Sofyan dalam memajukan olahraga bola basket di Sumatera Utara semakin mempertebal keyakinannya bahwa janjinya itu tidak sebatas retorika. Sebagai mantan pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sumut, Sofyan menceritakan bahwa cabang basket di Sumut yang sempat jaya pada 1970-an sempat mati suri di akhir tahun 1980-an.
Kemudian, pada 2004 lalu, dirinya bersama beberapa penggemar basket di kawasan ini mulai berkecimpung di Perbasi dan menghidupkan event-event basket di Medan. Dari pengalaman itu, kata Sofyan, membuktikan bahwa mengurus pembinaan olahraga tidak melulu berurusan dengan uang.
Begitu pula yang akan diberlakukannya untuk PSMS. Dia mengakui, masih tetap ada dana dari APBD untuk itu. Hanya, dana tersebut sifatnya hanya sebagai stimulus, sedangkan dana terbesar tetap berasal dari pihak swasta.
Menurut Sofyan, tugas Pemko menggaransi pengelola dana dari pihak swasta itu merupakan orang-orang yang kapabel. Selain itu, akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana akan diaudit akuntan dan dipublikasikan terbuka.
Walau begitu, sebelum sampai ke sana Sofyan bakal terfokus terlebih dahulu untuk pembenahan Stadion Teladan. “Omong kosong membawa PSMS berprestasi kalau stadionnya saja tidak memadai. Ke depan, kita akan membuat Stadion Teladan juga sebagai sentra bisnis berupa toko-toko olahraga dan tempat makan di sekitarnya,” bebernya.
“Jadi intinya, mengurus olahraga ini sama seperti bawa mobil. Sebagus apapun mobilnya, kalau sopirnya tidak lihai, bisa jadi akan masuk ke parit. Maka itu, manajemennya dulu yang harus kita benahi, baru kemudian kita bisa meyakinkan sponsor untuk masuk,” pungkasnya.
Thursday, April 22, 2010
Di Antara PSMS, Keluarga, dan Wanita Pujaan
Cinta butuh pengorbanan. Kalimat klasik ini tampaknya tepat menggambarkan perjalanan hidup penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana. Ya, kini dia hidup di antara PSMS, keluarga, dan seorang wanita yang singgah di hatinya.
INDRA JULI, Medan
Meskipun kompetisi Divisi Utama 2009/2010 sudah berakhir, pemilik tinggi 185 centimeter dan berat 75 kilo gram ini memilih untuk menetap di Mess PSMS Stadion Kebun Bunga Medan. Padahal Jalan Karya Jaya Gedung Johor Gang Eka Sempurna No 5 tempat tinggalnya tidak lah jarak yang jauh. “Kan saya masih terikat kontrak, Bang dengan PSMS sampai Agustus nanti. Artinya saya masih punya tanggungjawab di sini. Lagian saya tidak mau menyusahkan keluarga, Bang,” ucap Irwin yang ditemui, Senin (19/4).
Ya, sebagai putra dari mantan gelandang PSMS Muklis Chan (Alm), Irwin merasakan tanggungjawab yang besar. Dan, itu semua diperlihatkan dalam beberapa pertandingan PSMS yang dilakoninya. Penampilannya di akhir kompetisi tersebut pun mendapat sambutan dari masyarakat Kota Medan. “Saya enggak mikir itu, Bang. Yang penting kalau saya dipercaya untuk turun, itu akan saya pertanggungjawabkan,” ucapnya.
Sebagai penjaga gawang, Irwin memiliki pengalaman yang unik. Diawali kecintaannya dengan sepak bola, Irwin yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) bergabung dengan SSB Generasi. Setahun kemudian berpindah ke SSB Sejati. Pelatihan dilanjutkan dengan bergabung di Klub Kinantan kemudian ke Angkasa. Di Divisi II, dirinya pernah bergabung dengan tim sepak bola Langkat, Tanjung Balai Karimun, dan Padang Sidimpuan.
Prestasi yang dimilikinya membuat pelahap nasi goreng ini langsung bergabung ke Divisi Utama. Tepatnya 2002, bersama Suimin Dihardja dirinya bergabung di PSDS untuk tiga musim lamanya. Berlanjut ke PSSB Bireuen, Persikabo Bogor, dan ke PSMS. “Ya kalau diizinkan saya ingin melanjutkan peran mendiang ayah mengawal PSMS, Bang,” tuturnya.
Meskipun begitu Irwin tetaplah bagian dari manusia pada umumnya. Biarpun latihan tak pernah ditinggalkan, kumpul bersama teman juga sesekali dilakukannya. Dia bisa ditemui di salah satu warung sekitaran Pagaruyung sebagai pusat jajanan malam Kota Medan. Sikapnya yang ramah dan wajah yang tampan membuat Irwin disukai oleh teman-temannya. Bahkan tak sedikit teman wanita yang mengungkapkan rasa kagum melalui acount di situs pertemanan terbesar yang dimilikinya.
Hanya saja kekaguman itu tak terlalu digubris. Pasalnya, dia sedang dekat dengan seorang wanitia berinisia SN. “Cukup inisial aja ya, Bang. Soalnya kami ada masalah sedikit. Jadi biar gak tambah rumit lagi nantinya,” bebernya.
INDRA JULI, Medan
Meskipun kompetisi Divisi Utama 2009/2010 sudah berakhir, pemilik tinggi 185 centimeter dan berat 75 kilo gram ini memilih untuk menetap di Mess PSMS Stadion Kebun Bunga Medan. Padahal Jalan Karya Jaya Gedung Johor Gang Eka Sempurna No 5 tempat tinggalnya tidak lah jarak yang jauh. “Kan saya masih terikat kontrak, Bang dengan PSMS sampai Agustus nanti. Artinya saya masih punya tanggungjawab di sini. Lagian saya tidak mau menyusahkan keluarga, Bang,” ucap Irwin yang ditemui, Senin (19/4).
Ya, sebagai putra dari mantan gelandang PSMS Muklis Chan (Alm), Irwin merasakan tanggungjawab yang besar. Dan, itu semua diperlihatkan dalam beberapa pertandingan PSMS yang dilakoninya. Penampilannya di akhir kompetisi tersebut pun mendapat sambutan dari masyarakat Kota Medan. “Saya enggak mikir itu, Bang. Yang penting kalau saya dipercaya untuk turun, itu akan saya pertanggungjawabkan,” ucapnya.
Sebagai penjaga gawang, Irwin memiliki pengalaman yang unik. Diawali kecintaannya dengan sepak bola, Irwin yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) bergabung dengan SSB Generasi. Setahun kemudian berpindah ke SSB Sejati. Pelatihan dilanjutkan dengan bergabung di Klub Kinantan kemudian ke Angkasa. Di Divisi II, dirinya pernah bergabung dengan tim sepak bola Langkat, Tanjung Balai Karimun, dan Padang Sidimpuan.
Prestasi yang dimilikinya membuat pelahap nasi goreng ini langsung bergabung ke Divisi Utama. Tepatnya 2002, bersama Suimin Dihardja dirinya bergabung di PSDS untuk tiga musim lamanya. Berlanjut ke PSSB Bireuen, Persikabo Bogor, dan ke PSMS. “Ya kalau diizinkan saya ingin melanjutkan peran mendiang ayah mengawal PSMS, Bang,” tuturnya.
Meskipun begitu Irwin tetaplah bagian dari manusia pada umumnya. Biarpun latihan tak pernah ditinggalkan, kumpul bersama teman juga sesekali dilakukannya. Dia bisa ditemui di salah satu warung sekitaran Pagaruyung sebagai pusat jajanan malam Kota Medan. Sikapnya yang ramah dan wajah yang tampan membuat Irwin disukai oleh teman-temannya. Bahkan tak sedikit teman wanita yang mengungkapkan rasa kagum melalui acount di situs pertemanan terbesar yang dimilikinya.
Hanya saja kekaguman itu tak terlalu digubris. Pasalnya, dia sedang dekat dengan seorang wanitia berinisia SN. “Cukup inisial aja ya, Bang. Soalnya kami ada masalah sedikit. Jadi biar gak tambah rumit lagi nantinya,” bebernya.
Subscribe to:
Posts (Atom)