Wednesday, June 9, 2010

Saktiawan cs kembali ke PSMS?

MEDAN - Kompetisi Indonesian Super League (ISL) telah usai. Ini berarti mantan pemain PSMS yang berlaga di klub ISL sudah tidak terikat lagi dengan klub lamanya.

Kondisi itu membuat pengurus PSMS sudah bisa mewujudkan niatnya menarik kembali pemain-pemain Medan, yang kini berlaga di ISL dengan memulai kontak dengan Saktiawan cs.

Hubungan juga sudah meningkat dari awalnya silaturahmi menuju pembicaraan serius untuk musim depan. Apalagi Sakti cs punya keinginan yang sama untuk kembali memperkuat klub kampung halamannya.

Sakti pun mengakui pengurus PSMS telah menghubunginya untuk kembali ke Medan.

“Ya, salah seorang pengurus bernama pak Idris (Sekum PSMS) sudah menghubungi. Dia menanyakan jadwal kepulangan kami dan beliau menunggu kami di Medan,” kata Sakti yang dihubungi lewat telepon, tadi sore.

Sakti berharap keseriusan pengurus dibuktikan dengan manajemen yang profesional. Juga menyangkut pembayaran honor pemain.

“Secara pribadi sebagai putra Medan, saya punya kebanggaan tersendiri bermain di PSMS. Saya pikir pemain yang lain pun demikian.Tapi kita hidup dari main bola dan Saya harap pengurus juga mempertimbangkan itu,” harapnya.

Sekum PSMS, Idris pun membenarkan telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain ISL seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, dan Wijay.

“Mereka sudah saya kontak untuk segera kembali ke Medan. Nantinya kita akan membicarakan negosiasi kontrak. Kita akan buktikan keseriusan kita untuk ke ISL,” tambahnya.

Menanggapi keinginan Sakti cs, Idris pun punya keinginan yang sama
untuk membentuk manajemen yang profesional. Selain itu manajemen juga akan dibentuk lebih efisien.

“Usai pilkada Pak Eldin (Ketum) akan segera menunjuk manajer karena memang itu wewenang beliau. Kita memang akan berusaha untuk lebih profesional. 15 orang cukuplah biar lebihefisien,” terangnya.

Monday, June 7, 2010

PSMS Bidik Pemain dari Thailand dan Vietnam

Menindaklanjuti hasil buruk yang dicapai pada musim sebelumnya, pengurus PSMS mencoba melakukan terobosan baru terkait rekrutmen pemain menatap musim kompetisi mendatang.

Hal itu diungkapkan Sekum PSMS Idris SE yang dihubungi Minggu (6/6). Menurutnya, pada musim kompetisi mendatang PSMS tidak akan mempergunakan pemain yang berasal dari Benua Afrika, dan mengalihkan perhatinnya kepada pemain yang berasal dari Asia Tenggara.

“Kita berencana merekrut pemain nasional dari Vietnam dan Thailand. Mereka lebih bertanggungjawab dibanding pemain asal Afrika. Ini bisa kita lihat dengan hasil yang dicapai Persib yang merekrut pemain dari Thailand,” ujar Idris.

Sementara itu PSMS yang merekrut tiga pemain asal Afrika Nyeck Nyobe (Kamerun), Ikpefua Osas Marvellous (Nigeria) serta Ogochukwu Daniel (Niogeria) gagal meraih hasil maksimal.

Nah, berdasarkan pengalaman ini jajaran pengurus PSMS akan berhati-hati dalam merekrut pemain asing.

“Kami akan turun langsung dan melihat sejauh mana kemampuan mereka. Dan itu akan kami lakukan ketika yang bersangkutan tampil di negaranya,” bilang Idris.

Bila apa yang menjadi rencana pengurus PSMS ini terealisasi maka pengurus PSMS akan membentuk tim pencari bakat yang bertugas mencari pemain hingga ke nagara asalnya.

“Saya rasa, bila Ketua Umum PSMS dan Sekretaris telah menyetujui rencana ini, maka rencana tadi tinggal dilaksanakan saja, sebab yang terpenting dan berhak mengambil keputusan dalam sebuah organisasi sepak bola adalah kedua orang tadi,” bilang Idris.

Memang buruknya performa pemain asing di tubuh tim Ayam Kinantan menimbulkan kekecawan mendalam di benak segenap masyarakat Sumut. Apalagi sepanjang musim kompetisi, tiga pemain asing tadi tak memberikan kontribusi maksimal.

Namun kegagalan PSMS tadi tidak bisa ditimpakan pada pemain asing saja. Terjadinya pergantian pelatih di tengah kompetisi juga menjadi salah satu penyebabnya. “Bagi seorang pemain, pelatih memiliki peran yang sangat besar untuk mendongkrak prestasi tim. Tapi, kalau pelatihnya berulangkali diganti, pastinya pemain tidak bakal fokus,” kata M Halim, kiper PSMS Medan. (jul/sumutpos)

PSMS Perpanjang Kontrak Pemain Berprestasi

Pengurus PSMS akan mempertahankan pemain berprestasi untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 musim depan, agar ambisi menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang dapat diwujudkan.

“Ini merupakan komitmen Ketua Umum (Ketum) PSMS Pak Dzulmi Eldin. Kita ingin PSMS ke depan berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan mempertahankan pemain yang berprestasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Senin (31/5).

Prestasi yang dimaksud Idris di sini adalah performa pemain selama melakoni kompetisi musim lalu, latihan persiapan, dan laga ujicoba yang akan segera digelar.

Idris melihat kriteria itu dimiliki pemain belakang PSMS H Harry Syahputra. Sebagai pemain profesional dan mantan skuad timnas Indonesia, kapabilitas pemain berpostur 183 cm ini dinilai cukup baik dan pantas untuk kembali memperkuat PSMS musim mendatang.

“Kita tahu sendiri dia (Harry, Red) pemain nasional. Dia juga telah menunjukkan konsistensinya di tim ini. Sebagai atlet profesional dia sudah menunjukkan prestasi yang baik selama di PSMS. Saya akan mengusulkan kepada Ketum PSMS untuk memperpanjang kontrak Harry,” sebut Manajer Sumut FC ini.

Namun, Idris menolak hal itu sebagai sikap inkonsistensi atas kebijakan Pengurus PSMS sendiri. Kebijakan yang dimaksud sehubungan untuk pemain yang akan bergabung di PSMS harus melalui seleksi.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Harry mengaku belum mengetahui kabar ini.

“Saya belum dihubungi pengurus mengenai hal itu. Karena itu saya tidak berani berkomentar apa-apa dulu, takut salah,” sebutnya

Hary menyatakan, seperti yang dia alami di klub-klub lainnya, pihak manajemen ataupun pengurus sudah akan melakukan pembicaraan baru satu bulan sebelum kontrak berakhir, dan sebelum hal itu dilakukan pengurus, dirinya tidak berharap terlalu banyak. “Ya, sekarang ini saya cuma bisa latihan, kalau ditarik lagi sama PSMS syukur, kalaupun tidak, ya cari tim lain,” pungkasnya.

Selain Harry, sempat beredar kabar bila Pengurus PSMS juga akan memperpanjang kontrak Gelandang PSMS Faisal Azmi. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim, PSMS akan menggelar serangkaian ujicoba dengan beberapa klub yang ada di Sumut. (jul/sumutpos)

Kiper PSMS Siap Tampil Kembali

Usai menjalani perawatan, Penjaga Gawang PSMS M Halim siap menatap agenda berikutnya. Dipastikan Jumat (11/6) nanti dirinya akan tampil dalam laga uji coba menghadapi PS Klambir Lima.

“Kalau Jumat (11/6) nanti saya sudah bisa turun lah. Ini juga sudah agak baikan, sudah mulai latihan untuk naikkan kondisi stamina lagi,” ucap M Halim yang dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Sabtu (5/6).

Sebelumnya, M Halim terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hidayah Desa Duren Deli Tua karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu menyebabkan dirinya absen saat skuad PSMS melakoni laga uji coba melawan Mabar FC, Jumat (4/6) lalu.

Halim yang telah keluar dari rumah sakit, kemarin (5/6) berharap mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali memperkuat PSMS pada Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti. Bahkan dirinya berencana pensiun di PSMS. “Kalau saya masih dipercaya, saya siap membela PSMS. Karena untuk dua tahun ini saya masih ingin eksis di lapangan. Sebelum memutuskan berhenti saya ingin mengantar PSMS kembali ke super liga,” tekadnya.

Menurut Halim, dengan manajemen yang baik, PSMS pasti bisa kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL). Pengalaman di musim sebelumnya pun diharapkan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi seluruh elemen yang ada demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang.

“Harus kita akui bila pada musim sebelumnya banyak permasalahan dalam penataan tim ini. Seperti pergantian dalam manajemen tim yang berulang-ulang. Tapi saya yakin, manajemen saat ini cukup profesional dan itu akan menjadi napas baru PSMS,” bebernya.

M Halim juga berharap Pengurus PSMS dapat mendatangkan pemain-pemain Sumut yang kini bermain di ISL. Selain untuk memastikan kesiapan menatap ISL, kehadiran Saktiawan dkk di PSMS juga dapat menjadi motivasi bagi pemain muda lainnya.

“Sebagai pemain asal Kota Medan, Sakti, Legimin, dan pemain lainnya sudah memiliki karakter permainan Medan dan ini sangat menentukan keberhasilan PSMS ke depan. Kehadiran mereka juga dapat meningkatkan motivasi pemain muda begitu juga pemain yang ada untuk saling berbagi pengalaman di lapangan. Saya yakin, mereka juga akan senang kembali bermain untuk PSMS sebagai panggilan moral. Tinggal pendekatan pengurus dengan mereka,” terangnya.

Menanggapi itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE memastikan akan menggunakan manajemen yang profesional dalam menata PSMS ke depan. Baik dalam pendanaan, perekrutan pemain, juga keberadaan tim pelatih. “Ketua Umum PSMS Pak Dzulmi Eldin dan saya komitmen untuk membuat PSMS menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan menerapkan manajemen yang profesional,” ucap Idris.

“Pelatih akan kita berikan wewenang penuh mulai dari menentukan asisten pelatih juga dalam perekrutan pemain. Karena pelatih paling kenal karakter dan kualitas pemain yang diinginkan untuk mengantar PSMS ke ISL, kita tidak akan intervensi. Yang penting ada komunikasi,” ucap Idris.

Begitu juga menanggapi keberadaan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang belakangan ini disoroti karena wewenang melewati kapabilitasnya. “Ya, asisten pelatih kan orang yang mengerti kemauan pelatih kepala. Jadi kalau pelatih yang kita tunjuk nantinya tidak cocok dengan Suyono, pengurus juga tidak akan mempertahankan Suyono,” tegas Idris yang juga Manajer Sumut FC ini.

Ya, Suyono sempat menuai kritik karena berencana menggelar tes Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) sebagai dasar membuat referensi bagi Pengurus PSMS untuk mencoret atau mempertahankan pemain yang ada. Selain dari mantan pemain PSMS, Parlin Siagian kritik terhadap Suyono juga datang dari Dosen FIK Unimed Nimrod Manalu yang juga mantan pelatih fisik PSMS. (jul)

Belakangan Suyono membantah ucapan yang disampaikannya di depan media dan Mantan Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga Medan beberapa waktu lalu. “Itu program pengurus yang diminta untuk saya laksanakan karena saya masih terikat kontrak hingga Agustus. Saya juga tidak terlalu berambisi menjadi pelatih PSMS ya,” ucap Suyono saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon beberapa waktu lalu. (jul/sumutpos)

Friday, June 4, 2010

PSMS harus bersatu untuk bangkit

MEDAN - Mantan pelatih Timnas U-16, Mundari Karya, mengaku ikut prihatin atas terpuruknya prestasi PSMS Medan. Sebagai tim yang punya nama besar, pria yang sempat membesut Persikota dan Persih Tembilahan ini, yakin PSMS masih punya kesempatan untuk bangkit. Namun hal itu akan terjadi jika semua pihak yang terlibat di dalamnya saling bekerjasama.

“Sekarang masalah mau tidak mau, kalau PSMS mau berupaya sungguh-sungguh untuk mencapai hasil maksimal dan melakukan pembenahan disana- sini. Semuanya juga harus bersatu mewujudkan itu,” katanya saat ditemui di Lapangan PS Kwarta, tadi sore.

Menurut Mundari, pengurus, manajemen, pelatih dan pemain harus bahu membahu membangun kembali PSMS yang solid seperti era emasnya dulu.

“PSMS punya nama besar dan pasti bisa bangkit kalau memang semuanya solid. Tidak hanya pemain dan pelatih,” ujarnya.

Mundari mengatakan, masalah intern yang kerap terjadi dalam sebuah klub diyakini merupakan penyebab memburuknya prestasi tim termasuk PSMS.

“Mungkin saja ada masalah intern yang terjadi. Kalau tidak mana mungkin tim sebesar PSMS bisa terpuruk seperti ini,” ujarnya.

Selain itu mengenai pelatih, kata Mundari, cukup banyak pelatih berbakat yang kini menangani klub-klub elit di luar Medan, namun pengurus kurang peka.

“Mengapa mereka lebih suka untuk menangani klub lain, padahal di PSMS sendiri mereka diperlukan dan pasti sebagai pemain yang pernah membela PSMS, mereka lebih berkeinginan membela timnya sendiri. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan pengurus yang selama ini menangani PSMS,” sebutnya.

Untuk itu, pada kompetisi mendatang Mundari berharap, siapapun yang menangani PSMS bisa untuk berfikir jernih dan bekerjasama dengan pelatih yang ada demi kemauan PSMS.

Karena menurutnya, keterpurukan PSMS saat ini juga turut berpengaruh pada buruknya prestasi tim nasional Indonesia.( Ini yang penting... Bahwa PSMS merupakan barometer TIMNAS...Kita, jadi bangga aku sebagai orang medan)

Monday, May 24, 2010

PSMS Genjot Stamina

Menatap kompetisi Divisi Utama 2010/2011 ini, persiapan mulai mengalami kemajuan. Stamina yang menjadi masalah klasik pun siap digeber. Ya, setidaknya minggu ini skuad PSMS akan menjalani tes Volume Oxygen Maximum (VO2Max).

Demikian disampaikan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang dipercaya memimpin latihan persiapan skuad PSMS saat ditemui beberapa waktu lalu di Stadion Kebun Bunga Medan. “Ya, minggu ini pemain akan menjalani test VO2 Max. Ini akan mendukung penerapan dua materi yang sudah dilaksanakan sebelumnya,” ucap Suyono.

Ya, skuad PSMS yang berjumlah 17 pemain sudah menggelar tiga latihan sebelumnya yang dimulai Selasa (18/5), Kamis (20/5), dan Sabtu (22/5). Di tiga latihan itu, Suyono menerapkan materi yang berbeda yaitu shooting crossing dan development team yang ditujukan untuk membangun serangan pada latihan, Sabtu (22/) sore di Stadion Kebun Bunga Medan.

Namun lanjutnya semua itu akan sangat baik bila diperankan oleh pemain yang memiliki stamina yang memadai. Untuk itu lah latihan yang memasuki minggu kedua ini akan difokuskan pada penguatan kondisi fisik pemain. “VO2 Max ini akan sangat menentukan bagi kesempurnaan materi tadi. Sembari itu kita akan melihat built up attack dalam sepertiga lapangan,” ucap Suyono yang mengantungi lisensi C AFC ini.

Menatap target PSMS berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang, dirinya mematok standar untuk VO2Max yang harus dicapai pemain. Ini pula yang akan dijadikan dasar menyusun resume masing-masing pemain untuk menjadi pertimbangan Pengurus PSMS. Apa tetap mempertahankan atau mencoret dari skuad.

“Kalau pemain-pemain Liga Premier itu standarnya saya kira 17 ya. Jadi untuk pemain kita di Indonesia seharusnya sudah bisa mencapai 14. Terutama untuk PSMS yang terkenal dengan permainan rap-rapnya,” jelas Suyono yang kerap menggunakan topi ini.

Artinya, dengan standar VO2Max yang disebut, bakal ada pencoretan besar-besaran di skuad PSMS. Pasalnya sebahagian besar pemain sudah uzur. Kapten M Affan Lubis misalnya. Tentunya hal itu akan menjadi tantangan terbesar untuk pembentukan skuad PSMS yang dipromosikan ke liga super musim berikutnya.

Menurut mantan pelatih PSMS Amrustian, ambisi untuk merekrut pemain dengan standar VO2Max yang tinggi tadi juga mustahil dilaksanakan sehubungan dengan pendanaan PSMS yang belum jelas. “Apa stamina seperti itu tidak membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Sekarang, PSMS ada uang gak untuk memenuhi kebutuhan gizi yang memadai tadi?” ketusnya.

Memang hingga tiga latihan lalu, skuad PSMS hanya mendapat jatah satu galon air isi ulang di usai latihan. Sementara pintu kantin yang dulu selalu terbuka kini selalu tertutup. Tersiar informasi bila penutupan kantin dikarenakan ketiadaan dana PSMS.

Thursday, May 20, 2010

Latihan PSMS Tak Berpola

Latihan skuad PSMS yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (18/5) terkesan dipaksakan. Selain tanpa diikuti seluruh pemain, latihan juga tidak menunjukkan arah atau pola yang jelas.

Dibanding Senin (17/5) yang direncanakan sebagai latihan perdana, ada penambahan pemain yang hadir. Begitupun beberapa pemain masih belum tampak disebabkan masih berada di luar Kota Medan. Seperti Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Halim, dan Heri Suwondo. Latihan pun hanya dilakoni oleh 12 pemain yaitu, Denny Wahyudi, Bambang Tri Sanjaya, Irwin Ramadhana, Jecky Pasarela, Hary Syahputra, Tri Yudha Handoko SSos , Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, M Afan Lubis, Deli Sulistya, Ahmad Afandi, Dodi Rahwana, serta Deli Sulistya.

Latihan yang dipimpin Asisten Pelatih PSMS Suyono tampak kurang bersemangat. Tak salah bila masyarakat yang datang untuk menyaksikan latihan perdana PSMS kecewa. Di sisi lain, latihan yang dijadwalkan tiga kali seminggu itu dapat membuat pemain jenuh. “Bagaimana tim sebesar PSMS latihan tanpa pola yang jelas seperti ini. Itu kan latihan passing dan kontrol. Rupanya semua ini pasti dipakai untuk kompetisi berikutnya?” ucap salah seorang masyarakat yang tak ingin namanya disebut.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum PSMS Idris mengaku dapat memakluminya. Begitu pun latihan akan terus dilakukan. “Saya maklum apalagi masyarakat mengharapkan peningkatan prestasi PSMS di musim berikutnya. Latihan ini terus, sampai kita menggelar pemusatan latihan, jadi latihan ini wajib,” sebut Idris.

Menurut Idris, latihan ini digelar untuk semakin memantapkan persiapan tim, meski jadwal Divisi Utama musim mendatang masih cukup lama. “Lebih cepat lebih baik. Saat latihan ini berjalan, kita juga tengah mempersiapkan untuk merekrut pelatih. Jadi ketika latihan intensif sudah digelar, pelatih sudah ada meskipun kita belum tahu kapan, tetapi kita harapkan bisa sesegera mungkin,” sebutnya lagi.

Begitu pun terhadap absennya beberapa pemain Idris memakluminya. Meskipun begitu, dirinya memastikan bila minggu depan seluruh pemain sudah kembali ke mes PSMS untuk menjalani persiapan. “Tidak ada sanksi-sanksi bagi pemain karena koordinasi kita ke mereka sudah cukup lancar, dan mereka juga sudah meminta izin kalau ingin bepergian. Jadi, saya rasa pekan depan, semua pemain sudah akan datang semuanya,” yakin Idris.

Untuk mengatasi kejenuhan yang mungkin timbul, pengurus dan manajemen juga mempersiapkan beberapa laga tanding bagi skuad PSMS. Kesempatan itu pun akan dijadikan momen melakukan perekrutan pemain lokal untuk memperkuat PSMS. “Kita belum tahu kapan, tapi Suyono sedang mencari lawan tanding bagi PSMS, ya kemungkinannya bisa Sumut FC dan dan beberapa tim Divisi II seperti PSKB dan lainnya,” bebernya.

“Perekrutan pemain pun coba kita mulai dari laga-laga tandang ini. Bila dalam tim tersebut ada pemain yang bagus, kita akan rekrut mereka. Dengan begitu kita harapkan tim ini kembali memiliki fanatisme yang besar. Baik dari pemain juga dari masyarakat Sumatera Utara,” tambah Idris.

Tuesday, May 18, 2010

Latihan Perdana PSMS Batal

Minimnya jumlah pemain yang hadir membuat rencana pengurus menggelar latihan perdana bagi skuad PSMS, Senin (17/5) urung dilaksanakan.

Hanya dengan sembilan pemain, M Afan Lubis, Muhammad Halim, Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko, Chico Maradona, Irwin Ramadhana, Dodi Rahwana, Ahmad Maulana, dan Ahmad Affandi, latihan akan terasa kurang bermanfaat.

Belum lagi Stadion Kebun Bunga Medan yang seyogianya menjadi tempat latihan, sedang dipergunakan untuk menggelar persiapan tim PSMS Junior menghadapi Piala Suratin 2010.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun mengisi waktu lowong dengan memberi masukan kepada seluruh pemain. Dirinya berharap agar pemain dapat bersikap professional. “Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Kalian itu anak-anak kami jadi kita harus saling mendukung untuk mengangkat prestasi PSMS ke depan. Kita tidak akan menghalangi keinginan kalian untuk bermain, tapi tolong sampaikan terlebih dahulu kepada pengurus,” ucap Idris di hadapan para pemain.

Hal itu disampaikan sehubungan dengan beberapa pemain yang mengikuti turnamen tanpa memberitahukan kepada pengurus. Begitu pun dirinya memastikan tidak akan menjatuhkan sanksi seperti yang pernah diucapkan di beberapa media lokal.

Atas gagalnya latihan perdana, Idris menjelaskan pelaksanaan latihan perdana ini tidak menjadi sebuah keharusan, hanya untuk mengumpulkan seluruh pemain. “Latihan hari ini (kemarin) tidak wajib, cuma untuk mengumpulkan pemain saja, kita berharap selama seminggu ini semua pemain sudah kembali berkumpul,” ujarnya seraya berjanji tidak akan ada pemain yang diberikan sanksi meski tidak hadir.

Setelah melakukan koordinasi dengan manajemen PSMS Junior, begitu juga dengan seluruh pemain yang hadir, latihan kembali akan dilaksanakan Selasa (18/5) ini. Untuk berikutnya berlanjut setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu di Stadion Kebun Bunga.

“Ya, tiga kali seminggu cukuplah, tetapi ke depan intensitasnya akan terus ditambah,” bilang Idris

Wednesday, May 12, 2010

Paling lambat 3 tahun PSMS juara nasional

ENAM belas tahun sudah Liga Indonesia digulirkan oleh PSSI, namun PSMS Medan belum pernah sekalipun meraih gelar juara. Miris, mengingat tim-tim tradisional lainnya seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar, telah mengangkat piala supremasi tertinggi sepakbola Indonesia itu.

Wajar jika publik sepakbola Medan kini sangat merindukan PSMS bisa membawa pulang piala tersebut. Sayang, posisi PSMS masih terdampar di Divisi Utama. Dengan demikian, paling tidak tim Ayam Kinantan butuh waktu dua tahun lagi untuk bisa menjuarai Liga Super.

Asa pun kini mengemuka dari Calon Walikota Medan, dr Sofyan Tan. Tidak tanggung-tanggung, calon dengan nomor urut 10 ini dengan tegas mengatakan siap membawa Ayam Kinantan menjadi juara nasional (Liga Super) paling lambat tiga tahun ke depan.

“Jika saya menjadi Walikota Medan, saya menjanjikan akan membawa PSMS Medan juara Liga Super paling lama tiga tahun ke depan,” tegas Sofyan.

Dia menyatakan demikian saat menjawab pertanyaan Redaktur Olahraga Waspada Online Austin Antariksa Tumengkol dalam acara Bedah Visi Misi Calon Walikota Medan periode 2010-2015 di ruang rapat lantai III Bumi Warta Waspada baru-baru ini.

Pengalaman Sofyan dalam memajukan olahraga bola basket di Sumatera Utara semakin mempertebal keyakinannya bahwa janjinya itu tidak sebatas retorika. Sebagai mantan pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sumut, Sofyan menceritakan bahwa cabang basket di Sumut yang sempat jaya pada 1970-an sempat mati suri di akhir tahun 1980-an.

Kemudian, pada 2004 lalu, dirinya bersama beberapa penggemar basket di kawasan ini mulai berkecimpung di Perbasi dan menghidupkan event-event basket di Medan. Dari pengalaman itu, kata Sofyan, membuktikan bahwa mengurus pembinaan olahraga tidak melulu berurusan dengan uang.

Begitu pula yang akan diberlakukannya untuk PSMS. Dia mengakui, masih tetap ada dana dari APBD untuk itu. Hanya, dana tersebut sifatnya hanya sebagai stimulus, sedangkan dana terbesar tetap berasal dari pihak swasta.

Menurut Sofyan, tugas Pemko menggaransi pengelola dana dari pihak swasta itu merupakan orang-orang yang kapabel. Selain itu, akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana akan diaudit akuntan dan dipublikasikan terbuka.

Walau begitu, sebelum sampai ke sana Sofyan bakal terfokus terlebih dahulu untuk pembenahan Stadion Teladan. “Omong kosong membawa PSMS berprestasi kalau stadionnya saja tidak memadai. Ke depan, kita akan membuat Stadion Teladan juga sebagai sentra bisnis berupa toko-toko olahraga dan tempat makan di sekitarnya,” bebernya.

“Jadi intinya, mengurus olahraga ini sama seperti bawa mobil. Sebagus apapun mobilnya, kalau sopirnya tidak lihai, bisa jadi akan masuk ke parit. Maka itu, manajemennya dulu yang harus kita benahi, baru kemudian kita bisa meyakinkan sponsor untuk masuk,” pungkasnya.

Thursday, April 22, 2010

Di Antara PSMS, Keluarga, dan Wanita Pujaan

Cinta butuh pengorbanan. Kalimat klasik ini tampaknya tepat menggambarkan perjalanan hidup penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana. Ya, kini dia hidup di antara PSMS, keluarga, dan seorang wanita yang singgah di hatinya.

INDRA JULI, Medan

Meskipun kompetisi Divisi Utama 2009/2010 sudah berakhir, pemilik tinggi 185 centimeter dan berat 75 kilo gram ini memilih untuk menetap di Mess PSMS Stadion Kebun Bunga Medan. Padahal Jalan Karya Jaya Gedung Johor Gang Eka Sempurna No 5 tempat tinggalnya tidak lah jarak yang jauh. “Kan saya masih terikat kontrak, Bang dengan PSMS sampai Agustus nanti. Artinya saya masih punya tanggungjawab di sini. Lagian saya tidak mau menyusahkan keluarga, Bang,” ucap Irwin yang ditemui, Senin (19/4).

Ya, sebagai putra dari mantan gelandang PSMS Muklis Chan (Alm), Irwin merasakan tanggungjawab yang besar. Dan, itu semua diperlihatkan dalam beberapa pertandingan PSMS yang dilakoninya. Penampilannya di akhir kompetisi tersebut pun mendapat sambutan dari masyarakat Kota Medan. “Saya enggak mikir itu, Bang. Yang penting kalau saya dipercaya untuk turun, itu akan saya pertanggungjawabkan,” ucapnya.
Sebagai penjaga gawang, Irwin memiliki pengalaman yang unik. Diawali kecintaannya dengan sepak bola, Irwin yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) bergabung dengan SSB Generasi. Setahun kemudian berpindah ke SSB Sejati. Pelatihan dilanjutkan dengan bergabung di Klub Kinantan kemudian ke Angkasa. Di Divisi II, dirinya pernah bergabung dengan tim sepak bola Langkat, Tanjung Balai Karimun, dan Padang Sidimpuan.

Prestasi yang dimilikinya membuat pelahap nasi goreng ini langsung bergabung ke Divisi Utama. Tepatnya 2002, bersama Suimin Dihardja dirinya bergabung di PSDS untuk tiga musim lamanya. Berlanjut ke PSSB Bireuen, Persikabo Bogor, dan ke PSMS. “Ya kalau diizinkan saya ingin melanjutkan peran mendiang ayah mengawal PSMS, Bang,” tuturnya.

Meskipun begitu Irwin tetaplah bagian dari manusia pada umumnya. Biarpun latihan tak pernah ditinggalkan, kumpul bersama teman juga sesekali dilakukannya. Dia bisa ditemui di salah satu warung sekitaran Pagaruyung sebagai pusat jajanan malam Kota Medan. Sikapnya yang ramah dan wajah yang tampan membuat Irwin disukai oleh teman-temannya. Bahkan tak sedikit teman wanita yang mengungkapkan rasa kagum melalui acount di situs pertemanan terbesar yang dimilikinya.

Hanya saja kekaguman itu tak terlalu digubris. Pasalnya, dia sedang dekat dengan seorang wanitia berinisia SN. “Cukup inisial aja ya, Bang. Soalnya kami ada masalah sedikit. Jadi biar gak tambah rumit lagi nantinya,” bebernya.

Perekrutan Pemain ISL Mutlak Diperlukan

Berkaca pada kompetisi sebelumnya, rekrutmen pemain Sumatera Utara (Sumut) yang kini berlaga di Indonesia Super League (ISL) adalah syarat mutlak untuk mewujudkan PSMS kembali ke ISL 2011/2012 mendatang. Untuk itu, kesiapan dana menjadi faktor utamanya. Setidaknya hal ini diungkapkan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa.

“Dengan materi yang sekarang, hanya mengandalkan pemain lokal sekarang, sangat berat lah untuk berbicara mau ke ISL. Kalau memang mau ke sana ya PSMS harus diperkuat pemain ISL juga. Kan Sumut juga punya banyak pemain ISL. Pertanyaannya, pengurus sudah siap gak untuk mendatangkan mereka,” ucap Benny Tomasoa yang dihubungi, Rabu (21/4).

Kesiapan yang dimaksud Benny tak lain adalah keuangan PSMS untuk mendatangkan pemain-pemain seperti Saktiawan Sinaga, Legimin, Doni Siregar, Mahyadi Panggabean, dan sebagainya. Dengan status pemain ISL jelas nilai kontrak mereka jauh dari standar pemain Divisi Utama dan ini akan membutuhkan uang yang cukup besar. “Ok lah mereka memiliki tanggungjawab moral sebagai putra daerah. Tapi tidak bisa dipungkiri bila sepak bola saat ini sudah sebagai industri olahraga. Mereka juga hidup dari bermain sepak bola,” tegas Benny yang juga mantan penjaga gawang PSMS Junior ini.

Sekalipun tidak tertutup kemungkinan, lanjut Benny, langkah ke ISL tentu akan sangat berat. Pasalnya, PSMS dan sepak bola di Indonesia saat ini hanya mengandalkan APBD. Rencana untuk menggandeng sponsorship juga tidak bisa diharapkan. “Kecuali di Eropa, sponsor bisa mendapatkan keuntungan dengan berinventasi pada satu tim. Dari penjualan aksesoris ataupun penyiarannya. Kita tidak bisa lagi mengandalkan nama besar PSMS,” tambahnya.

Menurut Benny, yang harus dilakukan Pengurus PSMS saat ini adalah memastikan kesiapan finansial. Hanya dengan kekuatan keuangan yang memadai, pembentukan tim PSMS yang kuat dapat diwujudkan. “Jadi dari pengalaman yang lalu, ada baiknya pengurus untuk menyiapkan dulu keuangannya. Diharapkan juga dukungan dari pemerintah agar lebih besar dari sebelumnya. Tanpa itu, semua rencana dan komentar di media hanya dianggap orang sedang menghayal. Tiket bermain di ISL itu besar,” ketusnya.

Ucapan senada juga disampaikan Mantan Pelatih PSMS Amrustian. Bahwa pemanggilan pemain ISL mutlak dilakukan untuk mendukung rencana menembus ISL pada 2011/2012 mendatang. “Kalau mau mengharap pemain lokal, sementara kompetisi pun tidak ada, bagaimana mau melihat pemain yang berkualitas. Justru hanya mengandalkan seleksi, peluang untuk pemain titipan itu pun akan terbuka lebar. Kita tidak punya acuan dan pemain yang lulus pun pasti tidak punya pengalaman yang memadai,” tegas Amrustiar yang ditemui di Sekretariat Mantan dan Keluarga Besar PSMS, Rabu (21/4).

Untuk itu senada dengan Benny, Amrustian pun mengingatkan agar pengurus menyelesaikan semua urusan terlebih dahulu sebelum berbicara memanggil pemain berkualitas. “Mereka pasti kontak-kontakan dengan pemain di sini. Kalau laporan dari sini bermasalah, mereka pun akan mikir-mikir,” tukas Amrustian.

Ya seperti yang pernah diberitakan, pembayaran gaji seluruh pemain yang semula dijadwalkan saat HUT ke-60 PSMS, Kamis (15/4) lalu diundur hingga Rabu (22/4). Karena pengunduran gaji itu seluruh pemain pun dilanda keresahan.

Sementara itu di tempat terpisah Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengatakan bahwa kepengurusan yang akan datang sudah konsekuen untuk mendatangkan pemain ISL. Hal itu ditunjukkan dengan komunikasi yang mulai dibangun dengan delapan pemain. Begitu pun dengan besarnya pendanaan yang akan ditanggung untuk mewujudkan hal tersebut.

“Yang pasti pengurus PSMS adalah orang yang bersedia berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan uang. Tidak hanya ngomong saja. Karena itu, kita akan terus dengan rencana mendatangkan pemain ISL yang juga putra Sumatera Utara. Dan pengurus tidak akan mengecewakan mereka seperti yang terjadi sebelumnya,” tegas Idris melalui telepon, Rabu (21/4).

Untuk keuangan lanjut Idris, pengurus akan memanfaatkan APBD sebaik mungkin. Begitu pun pengurus terus menjalin kerja sama dengan beberapa instansi untuk dijadikan sponsor PSMS sepanjang kompetisi yang dilakoninya. “Untuk saat ini kita tidak usah sebut nama instansi tersebut. Tapi kita sudah cuba membicarakannya dengan dua instansi dan mendapat sambutan positif. Sebagai timbal baliknya, kita akan promosikan mereka di setiap pertandingan yang dilakoni PSMS,” bebernya.

Wednesday, April 21, 2010

Jadikan Gedung PSMS Modal Sejarah

Kenangan akan kejayaan di masa lalu tak bisa dipungkiri dapat memacu semangat para pemain yang mengisi skuad PSMS nantinya. Hal ini pula bisa dijadikan modal untuk mencapai target Indonesia Super League (ISL) di 2011/2012 mendatang.

Hal itu pun diakui oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE. Menurutnya, kenangan tersebut bisa menambah fanatisme pemain terhadap tim. Karena itu, Idris memiliki pandangan tersendiri sehubungan dengan keberadaan Gedung PSMS di Jalan Veteran Medan yang belakangan menjadi polemik. “Saya pribadi melihat Gedung PSMS itu adalah sejarah bagi kejayaan sepak bola Kota Medan bahkan Indonesia,” ucap Idris yang dihubungi melalui telepon, Selasa (20/4) malam.

Untuk itu lanjutnya, perlu pembicaraan lebih jauh sebelum mengambil keputusan akan keberadaan Gedung PSMS. “Kalaupun mau dijual bagaimana menghitungnya dan bagaimana dengan ahli waris. Kita harus ingat kalau gedung itu dibangun dengan keringat para pemain yang menjamu tim-tim luar negeri di era 1950-an. Honor dari penjualan tiket itu mereka sisihkan untuk membangun gedung itu,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa, berdalih program inventarisasi sarana dan prasarana milik Pengprov Sumatera Utara, Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) berencana mengambil alih Gedung PSMS di Jalan Veteran Medan. Dalam audiensi yang dilakukan dengan Pengurus PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan, Disporasu akan mengubah Gedung PSMS menjadi lahan parkir bagi Gedung Olahraga yang berada di belakangnya.

Menurut Kasubdis Olahraga Disporasu H Sakiruddin MM, gedung PSMS yang terletak di Jalan Veteran yang berhadapan dengan Gedung Olahraga saat ini merupakan Sekretariat PSMS pertama kali. Hingga 1980-an gedung itu bahkan masih berkontribusi terhadap perjalanan PSMS sebagai tim kesayangan masyarakat Kota Medan.

Namun setelah itu gedung itu pun sudah beralih fungsi. Parahnya gedung itu menjadi tempat penyimpanan barang dagangan atau gudang dan tidak terawat. “Kebetulan Gedung Olahraga tidak memiliki lahan parkir. Jadi kita (Disporasu, Red) berencana merobohkan gedung itu untuk memberikan lahan parkir bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan Gedung Olahraga,” papar Sakiruddin kala itu.

Namun dalam pertemuan tersebut, baik pihak Disporasu maupun Pengurus PSMS tidak ada yang bisa menjelaskan sejarah keberadaan Gedung PSMS secara pasti. Padahal dari 15 nama pemain yang tertera di monumen dinding bagunan, masih ada dan tinggal di Kota Medan.

Tak heran bila kritik keras disampaikan di beberapa media cetak kepada Pengprov yang dinilai tidak serius memperhatikan sarana dan prasarana olahraga yang ada. Ketua Komisi E DPRD Sumut Brilian Moktar bahkan menilai kondisi sarana dan prasarana olahraga kian menyedihkan. “Kita jangan bicara soal fasilitas olahraga di Pulau Jawa atau Kalimantan. Dengan daerah di Sumatera saja kita jauh tertinggal,” ujar Brilian Moktar.

Sementara itu, terkait membludaknya peserta seleksi PSMS Junior menjadi tantangan bagi tim talent scouting. Pasalnya Piala Suratin akan digelar Juli mendatang. Strategi yang tepat pun disiapkan.

“Caranya kita harus dapat pemain yang betul-betul siap. Jadi sisa waktu yang beberapa bulan itu dapat dimaksimalkan untuk menyiapkan tim,” ucap kepala tim talent scouting PSMS Junior, Iwan Karokaro didampingi Suheri dan Suyono di sela-sela seleksi di Lapangan Disporasu Jalan Pancing Medan, Selasa (20/4).

Menurut Iwan, hingga hari kedua seleksi masih melibatkan 200-an peserta dari 600 peserta yang terdaftar. Untuk itu seleksi yang dijadwalkan berakhir Sabtu (24/4) nanti akan coba dimaksimalkan untuk memantau potensi yang ada.

Seleksi ini sendiri digelar untuk mencari 30 pemain yang akan dipersiapan menatap Piala Suratin yang digelar Juli nanti. Pada kejuaraan ini PSMS Junior ditargetkan untuk keluar sebagai Juara. Gelar Juara terakhir diraih PSMS Junior yaitu di era 1980-an dan setelah itu fakum.

Rabu (21/4) ini seleksi kembali digelar di Lapangan PPLP Sunggal yang dimulai pukul 14.30 WIB. Untuk itu seluruh peserta diharapkan dapat tiba tepat pukul 14.00 WIB di Lapangan PPLP Sunggal. Pemain yang baru tiba saat seleksi berlangsung akan dinyatakan gugur

Monday, April 19, 2010

Peserta seleksi PSMS Juniar Membludak....

MEDAN - Memasuki hari kelima pendaftaran seleksi PSMS Junior, Jumat kemarin, peserta yang mendaftar semakin membludak. Dari data panitia, sudah hampir 300-an peserta yang mencoba peruntungannya. Jumlah ini masih besar kemungkinan untuk bertambah mengingat waktu pendaftaran masih menyisakan satu hari lagi hingga Sabtu ini.

“Belum mencapai 350-lah. Tapi sudah 300 an orang. Cukup besar memang antusias peserta,” ujar salah seorang panitia, Cenda saat ditemui di Mess Kebun Bunga.

Menurut pantauan Waspada Online, beberapa peserta tampak mengembalikan formulir. Bahkan ada beberapa yang terpaksa menunda pendaftaran karena tidak membawa ijazah ataupun melewati jam yang telah ditentukan. “Besok (Sabtu) ke sini lagi lah, tapi sebelum jam 17.00 WIB,” kata Cenda kepada peserta yang terlambat.

Dikatakan Pengurus PSMS, H.Saryono di mess Kebun Bunga tadi sore, antusias dari anak-anak Medan untuk mengikuti seleksi ini sangat tinggi. Bahkan banyak peserta yang belum mencapai batas umur yang ditetapkan ikut mendaftarkan diri.

“Peserta yang mendaftar kebanyakan berusia 15-16 tahun. Padahal batas usia idealnya adalah 17-18 tahun. Tapi kata pak Idris (Sekum-red) tetap ditampung saja,” kata Saryono.

Menurutnya, meskipun pemain tersebut punya skill yang bisa mengimbangi usia yang diatasnya, namun pemain yang berada di usia tersebut belum seharusnya bermain di level diatasnya. “Untuk usia segitu kan masih zonanya SSB. Waktu untuk mereka dua atau tiga tahun lagi. Makanya sangat riskan jika dipaksakan untuk bersaing untuk usia di atasnya. Apalagi ini untuk pembinaan jangka panjang,” ujar Saryono.

Untuk kuota pemain yang diambil menurut Saryono belum ada kepastian. “Yang pasti satu tim lah. Biasanya 30-an orang. Tapi nantinya akan seleksi-seleksi lanjutan,” katanya.

Seleksi PSMS Junior akan digelar pada Senin (19/4) mendatang di Lapangan PPLP Sumut. Tim Seleksi diperkuat Suyono, Suheri, dan Syahril Nasution. Tim ini rencananya akan dipersiapkan mengikuti Piala Suratin pada Juli 2010 mendatang dan sebagai ajang regenerasi PSMS ke depannya.

Senin, seleksi PSMS Junior

MEDAN - Pengurus PSMS Medan akan menggelar seleksi pembentukan tim PSMS Junior menghadapi Piala Suratin U-18 tahun 2010 di lapangan PPLP Sumut kawasan Sunggal (depan SMAN 15 Medan) mulai Senin besok pukul 14.30 WIB.

Kepada para pemain yang telah mendaftarkan diri diingatkan datang tepat waktu dan yang terlambat akan dicoret. Hingga penutupan pendaftaran, 400 pemain junior sudah mendaftarkan diri. Sesuai ketentuan, pendaftaran pemain berusia 17-18 tahun adalah mereka yang lahir pada 1993.

Alexander GHO ditunjuk sebagai manajer tim bersama Suyono. Sedangkan tim talent scouting terdiri dari Iwan Karo-karo, Suheri, Suyono dan Syahril Nasution (kiper). Dari seleksi ini nantinya akan dijaring 30 pemain untuk dipersiapkan bagi skuad PSMS Jr.

Pelaksanaan seleksi akan berlangsung selama lima hari dan terdiri dari beberapa tahap, seperti kemampuan pemain melalui game normal, fisik dan tes kesehatan. Seleksi pemain senior yang awalnya dijadwalkan mulai membuka pendaftaran pada Senin (19/4) ini dengan seleksi 26 April mendatang di Stadion Teladan, ditunda hingga usai Pilkada Walikota Medan.

Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi mengintruksikan seleksi ditunda hingga usainya Pilkada Kota Medan. ”Penundaan ini karena kesibukan Ketua Umum terhadap Pilkada tersebut,” ujar seorang pengurus PSMS.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyebutkan, seleksi tim senior ini diharapkan berlangsung ketat agar bisa memperoleh pemain-pemain berbobot. “Keseriusan ini telah diperlihatkan Ketua Umum, di antaranya menyediakan diri untuk ikut terlibat,” jelas Idris.

Menyikapi tentang persiapan dana pembentukan tim, Idris mengatakan mudah-mudahan teratasi bila dana hibah KONI Medan cair. “Kita juga akan mencari sponsor untuk mendanai perjalanan tim PSMS mengikuti kompetisi ke depan,” katanya.

Mencari yang Terbaik

Sebagai cikal bakal skuad PSMS, pelaksanaan seleksi PSMS Junior yang digelar di Lapangan PPLP Sunggal pada 19-24 April ini akan berlangsung ketat dan objektif. Demikian kesepakatan yang dibuat Manajer PSMS Junior Alexander Gho bersama tim pemandu bakat disaksikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE pada rapat persiapan seleksi PSMS Junior di Medan, Sabtu (17/4).
“Pemilihan pemain adalah wewenang tim pemandu bakat sepenuhnya. Tidak ada istilah pemain titipan di sini. Kita mau pemain nantinya benar-benar yang terbaik karena mereka ini adalah masa depan PSMS,” ucap Alexander Gho.

Sebagai Pembina di salah satu klub pembinaan sepak bola usia dini, Alexander mengakui bila tekanan akan muncul sepanjang seleksi nantinya. Bahkan hingga Sabtu (17/4) siang itu dirinya mengaku banyak menerima pesan singkat yang berisi permintaan tolong agar salah seorang peserta seleksi diluluskan pada seleksi. “Lulus tidaknya peserta tergantung pada hasil penilaian,” tegas Alexander yang sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi tekanan nantinya.
Selain pada penilaian yang objektif, seleksi PSMS Junior juga akan dilaksanakan secara ketat. Peserta yang dinilai tidak disiplin akan dinyatakan gugur. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta seleksi untuk tepat waktu. “Seluruh peserta kita imbau agar sudah tiba di Lapangan PPLP Sunggal tepat pukul 14.00 WIB. Peserta yang tiba setelah kegiatan dimulai kita nyatakan gugur,” pesannya.

Seperti yang disampaikan Alexander, seleksi akan dimulai Senin (19/4) hingga 24 April dengan empat tahapan. Dari situ nantinya akan diambil 30 pemain dengan formasi penjaga gawang (4), wing back (4), center back (7), gelandang (9), dan striker (6). Adapun tim pemandu bakat untuk PSMS Junior terdiri dari Iwan Karokaro, Suheri, Suyono, dan Syahril Nasution sebagai pelatih kipper.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyambut baik komitmen yang dibuat tim pemandu bakat PSMS Junior tersebut. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta memberikan yang terbaik selama mengikuti seleksi nantinya. “Pemain yang potensial akan kita rekomendasikan untuk mengisi skuad inti PSMS ke depan. Jadi seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan menampilkan yang terbaik,” imbaunya.

PSMS Junior diharapkan dapat meraih prestasi maksimal pada Piala Suratin yang akan digelar Juli mendatang. PSMS Junior sendiri pernah meraih juara di tingkat nasional pada 1980-an. Dan selama tiga periode turnamen Piala Suratin PSMS sempat absen.

Mencari yang Terbaik

Sebagai cikal bakal skuad PSMS, pelaksanaan seleksi PSMS Junior yang digelar di Lapangan PPLP Sunggal pada 19-24 April ini akan berlangsung ketat dan objektif. Demikian kesepakatan yang dibuat Manajer PSMS Junior Alexander Gho bersama tim pemandu bakat disaksikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE pada rapat persiapan seleksi PSMS Junior di Medan, Sabtu (17/4).
“Pemilihan pemain adalah wewenang tim pemandu bakat sepenuhnya. Tidak ada istilah pemain titipan di sini. Kita mau pemain nantinya benar-benar yang terbaik karena mereka ini adalah masa depan PSMS,” ucap Alexander Gho.

Sebagai Pembina di salah satu klub pembinaan sepak bola usia dini, Alexander mengakui bila tekanan akan muncul sepanjang seleksi nantinya. Bahkan hingga Sabtu (17/4) siang itu dirinya mengaku banyak menerima pesan singkat yang berisi permintaan tolong agar salah seorang peserta seleksi diluluskan pada seleksi. “Lulus tidaknya peserta tergantung pada hasil penilaian,” tegas Alexander yang sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi tekanan nantinya.
Selain pada penilaian yang objektif, seleksi PSMS Junior juga akan dilaksanakan secara ketat. Peserta yang dinilai tidak disiplin akan dinyatakan gugur. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta seleksi untuk tepat waktu. “Seluruh peserta kita imbau agar sudah tiba di Lapangan PPLP Sunggal tepat pukul 14.00 WIB. Peserta yang tiba setelah kegiatan dimulai kita nyatakan gugur,” pesannya.

Seperti yang disampaikan Alexander, seleksi akan dimulai Senin (19/4) hingga 24 April dengan empat tahapan. Dari situ nantinya akan diambil 30 pemain dengan formasi penjaga gawang (4), wing back (4), center back (7), gelandang (9), dan striker (6). Adapun tim pemandu bakat untuk PSMS Junior terdiri dari Iwan Karokaro, Suheri, Suyono, dan Syahril Nasution sebagai pelatih kipper.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyambut baik komitmen yang dibuat tim pemandu bakat PSMS Junior tersebut. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta memberikan yang terbaik selama mengikuti seleksi nantinya. “Pemain yang potensial akan kita rekomendasikan untuk mengisi skuad inti PSMS ke depan. Jadi seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan menampilkan yang terbaik,” imbaunya.

PSMS Junior diharapkan dapat meraih prestasi maksimal pada Piala Suratin yang akan digelar Juli mendatang. PSMS Junior sendiri pernah meraih juara di tingkat nasional pada 1980-an. Dan selama tiga periode turnamen Piala Suratin PSMS sempat absen.

PSMS Fokus Pemain Lokal

Melihat antusias yang begitu besar pada seleksi PSMS Junior, untuk perekrutan skuad PSMS mendatang akan difokuskan pada pemain lokal. Demikian Sekretaris Umum PSMS Idris SE usai menggelar rapat persiapan seleksi PSMS Junior, Sabtu (17/4).

“Saya lihat dari seleksi PSMS Junior ini yang mendapat antusias masyarakat Sumatera Utara, merupakan gambaran betapa besar potensi pemain untuk mengisi skuad PSMS musim depan. Saya pikir ini akan kita tindak lanjuti untuk menghasilkan pemain-pemain masa depan,” ucap Idris.

Menurut Idris, kondisi itu disebabkan pada terputusnya pembinaan pada Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tumbuh pesat di Sumut khususnya Kota Medan. Dimana pembinaan yang digelar hingga usia 15 tahun. Setelah itu pembinaan terputus dengan minimnya kompetisi yang digelar. Apalagi di 2011, pengurus menargetkan PSMS kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL)

Meskipun begitu lanjutnya, untuk mewujudkan impian tersebut, menggapai impian tersebut, perekrutan skuad inti PSMS tetap masih melibatkan para pemain Sumut yang kini berlaga di ISL. Sejauh ini pengurus PSMS sendiri sudah melakukan komunikasi dengan delapan pemain yaitu Saktiawan Sinaga, Mayadi Panggabean, Legimin, Doni Siregar, Wijai, Agus Sima, dan Adi Candra.

“Benar kita tetap akan merekrut pemain-pemain ISL. Bagaimanapun mereka akan menjadi nilai jual PSMS itu sendiri kan. Selain itu, pengalaman mereka berlaga di liga super juga nantinya dapat ditularkan kepada seluruh pemain yang masih muda,” jelasnya.

Keinginan itu pun tampaknya dibarengi dengan program yang sudah dipersiapkan khususnya dalam pembiayaan tim. Selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah dijanjikan, pengurus juga akan menggandeng beberapa perusahaan dan pihak swasta yang nantinya sebagai sponsorship. Untuk itu pengurus sudah melakukan pendekatan kepada pihak yang dimaksud. Namun, Idris menolak menyebut nama perusahaan dan instansi yang dimaksud untuk menjaga kesepakatan.

Dalam hal ini, pengurus nantinya juga sangat mengharapkan kontribusi dari masyarakat Sumut khususnya Kota Medan sebagai lokasi basis PSMS. Adapun kontribusi yang dimaksud yaitu dengan menyaksikan setiap pertandingan kandang PSMS di Stadion Teladan Medan. Untuk ini pengurus sendiri sedang menyiapkan satu konsep yang diyakini dapat memaksimalkan kontribusi masyarakat tadi. “Kita akan hapuskan tiket gratis yang diganti dengan id card hanya untuk pihak tertentu seperti pejabat pemerintah dan pers. Jadi untuk menonton, masyarakat harus membeli tiket,” beber Idris.

Saturday, April 17, 2010

Ultah Kelabu

MEDAN-Peringatan hari jadi alias ulang tahun (ultah) tentunya merupakan momen penting bagi siapa pun di dunia ini. Namun, hal itu tampaknya tidak berlaku bagi seluruh pemain PSMS. HUT PSMS ke-60 yang jatuh pada 15 April pun merupakan hari kelabu bagi M Affan Lubis dkk.

Bagaimana tidak, gaji yang dijanjikan akan dibayar, Kamis (15/4) bertepatan dengan HUT 60 PSMS batal diberikan. Pasalnya pengurus belum punya cukup dana untuk membayarkan sisa gaji sesuai kontrak. “Waktu rapat pengurus, kita perkirakan kalau gaji pemain sudah bisa dibayar pada 15 April. Tapi ya prosedur untuk penggunaan keuangan daerah bertele-tele. Beberapa surat masih harus ditandatangani terlebih dahulu. Kita upayakan Rabu (21/4) depan sudah ada dananya,” ucap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Kamis (15/4).

Menurut Idris, sepanjang kompetisi pengurus mengandalkan dana talangan dari kantung pribadi. Tak pelak, seiring usainya kompetisi pengurus pun sudah kehabisan dana. “Sementara kita saat ini sedang jalan mencari dana talangan. Selama ini memang dana dari ketua umum dan pengurus lain. Tapi sekarang kita sudah tidak punya duit lagi. Tapi kita sudah dijanjikan bila Rabu (21/4) nanti dananya sudah turun. Paling lama Kamis (22/4) sudah bisa kita serahkan ke pemain,” katanya.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris I PSMS, Agus Suriyono yang ditunjuk untuk menangani urusan gaji pemain. Dana yang awalnya dijanjikan bakal ada kemarin belum didapatkan. “Dananya belum cair, ya kita mau bilang apa. Tapi seperti yang disampaikan ketua umum (Eldin, Red) pengurus gak akan ingkar janji kita akan segera lunasi. Namun kita belum bisa berikan tanggalnya. Kita upayakan minggu depan,” katanya yang tiba di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (15/4) sore.

Menurut Agus, saat ini pengurus sedang mengupayakan dana talangan agar gaji pemain dapat segera dilunasi. “Sementara kita saat ini sedang jalan mencari dana talangan. Selama ini memang dana dari ketua umum dan pengurus-pengurus lain. Tapi sekarang ia masih sibuk. Kalau dapat talangan kita dahulukan untuk melunasi gaji pemain,” katanya.

Untuk itu Agus pun menyampaikan permintaan maaf seraya mengharap agar pemain memakluminya. “Organisasi manapun pastinya bermasalah. Jadi harap maklumlah. Lagipula selama ini juga gaji paling lama jatuh tanggal sembilan,” tuturnya seraya meminta Sekretaris Tim Fityan Hamdy yang juga datang untuk menyampaikan kepada seluruh pemain.

Batalnya pembayaran gaji jelas membuat seluruh pemain kecewa. Deni Wahyudi dan Delli Sulistya, misalnya. Keduanya sengaja datang ke Mess PSMS dengan harapan mendapat sejumlah uang yang merupakan hak mereka harus pulang dengan kecewa.

“Yah, batal lagi hari ini. Padahal udah nunggu-nunggu. Karena kan kita butuh juga uangnya. Jadi kapan lagi,” ujar Deni dengan nada kesal.

Beberapa pemain yang menghubungi Sekretaris Tim, Fityan Hamdi menanyakan gaji juga harus mendapat jawaban yang mengecewakan. Begitu juga dengan pelatih PSMS, Amrustian yang terlihat kesal begitu mengetahui batal gajian. “Gak usah janji-janjilah, kalau memang belum ada dananya,” ketusnya. Di tempat terpisah, Hendra DS mengaku tidak tahu pembatalan pembayaran gaji pemain. Meskipun sudah tidak lagi menjabat sebagai Manajer PSMS sesuai Surat Keputusan (SK), Hendra mengaku masih memiliki beban moral. “Saya pun tidak ada dikabari mengenai pembatalan ini karena tidak ada dana. Karena pada pembicaraan sebelumnya kita sudah punya gambaran kalau gaji pemain sudah ada dan bisa dibayar pada 15 April. Ini juga beban moral manajemen kepada seluruh pemain,” ucap Hendra kecewa. (jul)

Kalau Kumpul Pasti Bicarakan Sepak Bola

Mengintip Kegiatan Mantan Punggawa PSMS di Kebun Bunga

PSMS pernah bahkan hingga saat ini masih memiliki nama besar di kancah persepakbolaan nasional. Selain dengan julukan ‘The Killer’ yang pernah disandang, Dan, PSMS juga sebenarnya memiliki sesuatu yang membuatnya beda dari tim sepak bola nasional. Yakni, ikatan mantan pemainnya.

INDRA JULI, Medan

Masih di satu kompleks dengan mes pemain PSMS, tepatnya di sayap kanan Stadion Kebun Bunga Medan dapat kita temui satu bangunan permanen. Bangunan yang juga dilengkapi dengan musalah dan kantin. Tampak beberapa orang berkumpul dengan berbagai aktivitas salah satunya bermain catur. Sekilas memang tidak ada yang istimewa dengan pemandangan tersebut.

Namun gambar enam helai bunga tembakau yang terdapat di dinding bangunan itu memberitahu ada hubungan dengan tim sepak bola kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS. Ya, bangunan itu adalah kantor mantan pemain yang pernah membela PSMS di masa-masa jayanya dulu. Tempat di mana mereka tetap menjaga tali silaturahmi di antara para mantan.

Menurut Juanda, mantan stopper PSMS era 1980-an keberadaan sekretariat mantan PSMS sudah berumur 10 tahun. Gedung itu sendiri dibangun secara swadaya oleh para mantan pemain ketika masih merumput. “Kalau bangunan ini kurang lebih ya, sudah 10 tahun. Dari masa Johar ketua mantan pertama, lanjut ke Gito, Freddy Hutabarat, dan sekarang ini Mail. Setiap hari kita kumpul dan sering juga gelar kegiatan seperti latihan. Ini yang membedakan kita dengan mantan tim lainnya di Indonesia,” ucap Juanda didampingi Amrustian, Rabu (14/4).

Ya, beberapa waktu lalu Sumut Pos melihat ada H Nobon, Abdul Rahman Gurning, Rudi Saari, dan Tumpak Uli Sihite seperti tengah membicarakan sesuatu dalam suasana yang begitu larut. Apalagi mereka yang masih berkecimpung di sepak bola meskipun dengan posisi yang berbeda. “Ya kita kalau kumpul itu pasti membicarakan sepak bola dan perkembangan PSMS pastinya. Karena sebagian besar sudah jadi pelatih, ya saling berbagi pengalaman,” tambahnya.

Korps mantan ini rupanya tidak cuma ngobrol saja. Sekaligus bernostalgia, setiap Minggu pagi mereka menggelar pertandingan persahabatan di Stadion Kebun Bunga. Meskipun sudah lama berlalu, mereka masih bisa menampilkan permainan-permainan hebat melalui kemampuan teknis yang memukau.

Sebagai mantan pelaku di lapangan hijau, mereka pun paham betul bagaimana pembinaan harus terus dilanjutkan. Itu pun mereka wujudkan melalui menggelar turnamen yang berkelanjutan. Salah satunya Piala Speec yang akan digelar 1 Mei mendatang. Begitu juga Jumat (16/4) ini bersama salah satu fans club PSMS, Smeck Hooligan mereka akan menggelar kejuaraan futsal.

“Untuk piala Speec nanti sudah terdaftar 16 tim dengan pemain kelahiran 1995. Ini kita buat untuk mencari bibit berbakat yang nantinya untuk mengisi skuad PSMS di masa yang akan datang. Jadi kita tidak akan kesulitan mencari pemain karena kita juga punya potensi yang besar. Hanya saja kurang diperhatikan,” ketus pria berkepala plontos ini.

Meskipun tidak terlihat, kontribusi para mantan juga tidak sedikit bagi keberadaan PSMS. Dimulai dari pendaftaran di kompetisi Divisi Utama 2009/2010 lalu hingga mempertahankan PSMS tetap di Divisi Utama untuk musim yang akan datang. Seperti yang kita ketahui, di empat sisa laganya PSMS ditangani duet pelatih yang juga mantan pemain yaitu Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian.
Sayang, keberadaan mantan pemain di kepengurusan belum berhasil menyatukan keduanya untuk mengawal PSMS ke depan. Padahal keduanya, pengurus dan mantan bisa saling mengisi. Dan kebersamaan itu pun akan membuat langkah menuju Indonesia Super League (ISL) 2011 mendatang akan berjalan mulus. (*) PSMS akan benar-benar berbeda dengan tim sepak bola lainnya, bahwa PSMS memang tim yang penuh kebersamaan. (*)

Thursday, April 15, 2010

Respon positif menuju Liga Super

Publik sepakbola Medan kini bisa sedikit menarik nafas lega. Pasalnya, hasrat untuk melihat PSMS Medan kembali berlaga di Indonesia Super Liga (ISL) mendapat respon positif dari manajemen tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Tidak tanggung-tanggung, manajemen pun bakal menggelontorkan dana dalam jumlah yang melebihi alokasi musim lalu. Tidak saja untuk pembentukan tim dan perekrutan pemain, tapi juga buat pembenahan Stadion Teladan, home base PSMS yang selama ini dikenal angker bagi tim tamu.

“Harus diakui, pembenahan fasilitas olahraga Medan dan Stadion Teladan selama ini selalu terbentur kepada persoalan dana yang memang tidak dianggarkan. Namun ke depan, hal itu akan bisa kita atasi.

"Secara pelan-pelan, kita juga sudah melakukan pembenahan. Jadi, kita tidak lagi membutuhkan dana besar untuk pembenahan menyeluruh,” jelas Drs HT Dzulmi Eldin, Ketua Umum PSMS Medan.

Eldin menyatakan demikian menjawab pertanyaan Redaktur Olahraga Waspada Jonny Ramadhan Silalahi SH saat tampil dalam acara Bedah Visi dan Misi Calon Walikota Medan periode 2010-2015 di Aula Gedung Bumi Warta Waspada, Rabu.

Menurut Eldin, Teladan sebenarnya sudah memenuhi syarat Liga Super. Sebab, beberapa manual pembenahan yang diberikan oleh Badan Liga Indonesia (BLI) telah dipenuhi, di antaranya pembenahan lampu, tribun penonton, kamar ganti dan ruang pers.

Namun Calon Wakil Walikota Medan berpasangan dengan Rahudman Harahap itu mengakui, masih ada beberapa sisi lainnya yang perlu pembenahan lagi. Yaitu, tingkat kekerasan tanah di lapangan, penataan sentelban dan kamar mandi penonton.

“Itu akan kita benahi dalam waktu dekat. Kemudian, saya akan mengajak pengurus BLI untuk meninjaunya dan mengkonsultasikan lebih jauh apabila masih ada kekurangan. Intinya, saya tak ingin melihat PSMS gagal berlaga di Liga Super hanya karena persoalan stadion yang tidak memadai,” tekadnya.

Ditambahkan, materi pemain pun akan lebih diperkuat dengan merekrut beberapa pemain asal Sumatera Utara yang sempat berkelana ke beberapa klub lain. Juga mempertahankan beberapa pemain PSMS musim lalu yang dianggap masih potensial dan prospektif.

Dengan demikian, materi pemain PSMS musim depan akan diisi oleh perpaduan pemain asal Sumut yang berpengalaman dan beberapa pemain muda. Perpaduan skill, ketenangan bermain dan fighting spirit ala anak Medan bakal mewarnai penampilan PSMS di Divisi Utama musim depan untuk melangkah ke Liga Super musim berikutnya.

Untuk memenuhi pola main tersebut, manajemen pun sudah mengambil ancang-ancang merekrut pemain asing, sasarannya dari Asia saja. Alasannya, pemain asal Asia dianggap tidak neko-neko dan bisa memeragakan permainan yang gigih di tengah lapangan.

“Hampir bisa dipastikan, kita akan memakai pemain asing dari Asia saja. Soal nama, itu kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih yang nantinya akan berkoordinasi dengan manajemen,” jelas putra Melayu kelahiran Medan, 4 Juli 1960 ini.