Thursday, April 15, 2010

Respon positif menuju Liga Super

Publik sepakbola Medan kini bisa sedikit menarik nafas lega. Pasalnya, hasrat untuk melihat PSMS Medan kembali berlaga di Indonesia Super Liga (ISL) mendapat respon positif dari manajemen tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Tidak tanggung-tanggung, manajemen pun bakal menggelontorkan dana dalam jumlah yang melebihi alokasi musim lalu. Tidak saja untuk pembentukan tim dan perekrutan pemain, tapi juga buat pembenahan Stadion Teladan, home base PSMS yang selama ini dikenal angker bagi tim tamu.

“Harus diakui, pembenahan fasilitas olahraga Medan dan Stadion Teladan selama ini selalu terbentur kepada persoalan dana yang memang tidak dianggarkan. Namun ke depan, hal itu akan bisa kita atasi.

"Secara pelan-pelan, kita juga sudah melakukan pembenahan. Jadi, kita tidak lagi membutuhkan dana besar untuk pembenahan menyeluruh,” jelas Drs HT Dzulmi Eldin, Ketua Umum PSMS Medan.

Eldin menyatakan demikian menjawab pertanyaan Redaktur Olahraga Waspada Jonny Ramadhan Silalahi SH saat tampil dalam acara Bedah Visi dan Misi Calon Walikota Medan periode 2010-2015 di Aula Gedung Bumi Warta Waspada, Rabu.

Menurut Eldin, Teladan sebenarnya sudah memenuhi syarat Liga Super. Sebab, beberapa manual pembenahan yang diberikan oleh Badan Liga Indonesia (BLI) telah dipenuhi, di antaranya pembenahan lampu, tribun penonton, kamar ganti dan ruang pers.

Namun Calon Wakil Walikota Medan berpasangan dengan Rahudman Harahap itu mengakui, masih ada beberapa sisi lainnya yang perlu pembenahan lagi. Yaitu, tingkat kekerasan tanah di lapangan, penataan sentelban dan kamar mandi penonton.

“Itu akan kita benahi dalam waktu dekat. Kemudian, saya akan mengajak pengurus BLI untuk meninjaunya dan mengkonsultasikan lebih jauh apabila masih ada kekurangan. Intinya, saya tak ingin melihat PSMS gagal berlaga di Liga Super hanya karena persoalan stadion yang tidak memadai,” tekadnya.

Ditambahkan, materi pemain pun akan lebih diperkuat dengan merekrut beberapa pemain asal Sumatera Utara yang sempat berkelana ke beberapa klub lain. Juga mempertahankan beberapa pemain PSMS musim lalu yang dianggap masih potensial dan prospektif.

Dengan demikian, materi pemain PSMS musim depan akan diisi oleh perpaduan pemain asal Sumut yang berpengalaman dan beberapa pemain muda. Perpaduan skill, ketenangan bermain dan fighting spirit ala anak Medan bakal mewarnai penampilan PSMS di Divisi Utama musim depan untuk melangkah ke Liga Super musim berikutnya.

Untuk memenuhi pola main tersebut, manajemen pun sudah mengambil ancang-ancang merekrut pemain asing, sasarannya dari Asia saja. Alasannya, pemain asal Asia dianggap tidak neko-neko dan bisa memeragakan permainan yang gigih di tengah lapangan.

“Hampir bisa dipastikan, kita akan memakai pemain asing dari Asia saja. Soal nama, itu kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih yang nantinya akan berkoordinasi dengan manajemen,” jelas putra Melayu kelahiran Medan, 4 Juli 1960 ini.

Cari Pemain Berkarakter

MEDAN-Untuk mewujudkan ambisi menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang, PSMS membutuhkan pemain-pemain dengan karakter Sumatera Utara (Sumut). Untuk itu pembinaan pemain menjadi prioritas yang akan dilakukan Pengurus PSMS.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (13/4). “Tanpa semangat fanatisme, keinginan untuk berlaga di ISL 2011 nanti akan sulit diwujudkan. Ini yang ingin kita munculkan melalui perekrutan pemain yang memiliki karakter Sumut. Bandel dan pantang menyerah,” ucap Idris.

Karakter yang sama juga akan diterapkan dalam perekrutan pemain asing nantinya. Idris sendiri mengaku sudah membidik beberapa pemain yang memenuhi kriteria tersebut. Salah satunya pemain asal Oman, Abdul Nazir yang tengah kuliah di Singapura. “Saya pernah diundang untuk menyaksikan pertandingan Nazir yang dilakoninya dengan baik. Dia bermain ngotot untuk merebut bola,” terang Idris.

Idris mengaku bertemu tanpa sengaja dengan Abdul Nazir yang saat itu bermasalah di Imigrasi Medan dikarenakan paspornya yang hilang. Idris lantas membantu pengurusan paspor Nazir. Bantuan tersebut ternyata berkesan terhadap Nazir yang bersedia bergabung di PSMS musim depan. “Dia bahkan tidak mempermasalahkan uang karena dia juga mendapat kiriman sebagai pemain timnas Oman,” bebernya.

Meskipun begitu lanjutnya perekrutan skuad PSMS yang baru akan digelar Juni mendatang tetap harus melalui seleksi yang ketat. Artinya, Abdul Nazir juga harus mengikuti dan diputuskan lewat hasil yang diraih saat seleksi tersebut. Begitupun dengan rencana pengurus untuk mendatangkan mantan pemain PSMS yang tengah bermain di ISL 2009/2010 ini. “Saya optimis kalau mereka akan memperkuat PSMS di musim depan untuk menapak ISL sebagai target kita,” tegasnya. (jul)

Cari Pemain Berkarakter

MEDAN-Untuk mewujudkan ambisi menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang, PSMS membutuhkan pemain-pemain dengan karakter Sumatera Utara (Sumut). Untuk itu pembinaan pemain menjadi prioritas yang akan dilakukan Pengurus PSMS.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (13/4). “Tanpa semangat fanatisme, keinginan untuk berlaga di ISL 2011 nanti akan sulit diwujudkan. Ini yang ingin kita munculkan melalui perekrutan pemain yang memiliki karakter Sumut. Bandel dan pantang menyerah,” ucap Idris.

Karakter yang sama juga akan diterapkan dalam perekrutan pemain asing nantinya. Idris sendiri mengaku sudah membidik beberapa pemain yang memenuhi kriteria tersebut. Salah satunya pemain asal Oman, Abdul Nazir yang tengah kuliah di Singapura. “Saya pernah diundang untuk menyaksikan pertandingan Nazir yang dilakoninya dengan baik. Dia bermain ngotot untuk merebut bola,” terang Idris.

Idris mengaku bertemu tanpa sengaja dengan Abdul Nazir yang saat itu bermasalah di Imigrasi Medan dikarenakan paspornya yang hilang. Idris lantas membantu pengurusan paspor Nazir. Bantuan tersebut ternyata berkesan terhadap Nazir yang bersedia bergabung di PSMS musim depan. “Dia bahkan tidak mempermasalahkan uang karena dia juga mendapat kiriman sebagai pemain timnas Oman,” bebernya.

Meskipun begitu lanjutnya perekrutan skuad PSMS yang baru akan digelar Juni mendatang tetap harus melalui seleksi yang ketat. Artinya, Abdul Nazir juga harus mengikuti dan diputuskan lewat hasil yang diraih saat seleksi tersebut. Begitupun dengan rencana pengurus untuk mendatangkan mantan pemain PSMS yang tengah bermain di ISL 2009/2010 ini. “Saya optimis kalau mereka akan memperkuat PSMS di musim depan untuk menapak ISL sebagai target kita,” tegasnya. (jul)

Tuesday, April 13, 2010

Mutlak Rembuk

MEDAN-Harapan untuk melakukan perubahan untuk membawa PSMS ke arah yang lebih baik terus mencuat. Rencana menggelar Rembuk PSMS pun disambut baik masyarakat Kota Medan sebagai satu jalan untuk melakukan perubahan.

Seperti salah satu fans club PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan yang dikenal dengan Smeck menyambut baik dan siap mendukung Rembuk PSMS. “Mengingat kondisi PSMS saat ini yang terus terpuruk, Rembuk PSMS memang harus dilakukan. Akan lebih baik apabila kegiatan itu melibatkan berbagai unsur seperti Muspida dan Muspika. Juga dari mantan pemain dan pengusaha maupun pihak swasta. Karena bagaimanapun PSMS adalah milik masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya,” ucap Ketua Smeck Hooligan, Nata Simangunsong yang dihubungi Sumut Pos, Senin (12/4).

Masih Nata, melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi PSMS tidak bisa dilakukan hanya sebelah pihak yaitu pengurus PSMS saja. Juga harus didukung oleh berbagai unsur maupun elemen dalam masyarakat. Sebagai salah satu fans klub PSMS, Smeck Hooligan sendiri siap mengawal kegiatan tersebut sehingga menghasilkan kebaikan untuk PSMS itu sendiri.

Sambutan positif terhadap Rembuk PSMS pun datang dari mantan pemain PSMS, Freddy Hutabarat. Bagi Gelandang PSMS era 1980-an ini, Rembuk PSMS ini dapat menjadi momentum kebangkitan PSMS di usianya yang ke-60 tahun.

Menurut Freddy, dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat yang mencintai PSMS, Rembuk PSMS ini dapat memberikan solusi atas kendala yang mendera selama ini, salah satunya masalah keuangan. Seperti yang diketahui, kondisi keuangan sebuah tim sangat menentukan kekuatan skuad tim tersebut. Dengan target bermain di Indonesia Super League (ISL) 2011 mendatang, beban itu pun akan menjadi sangat berat.

Dirinya kemudian menyebut Provinsi Jawa Timur yang memiliki empat tim di ISL. Mereka adalah Arema Malang, Persema, Persebaya, dan Gersik Kediri dan semua itu tak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. “Padahal kita hanya dua tim yaitu PSMS dan PSDS itu pun hanya di Divisi Utama. Tapi dengan keterlibatan tidak hanya eksekutif, juga yudikatif, dan pelaku usaha hal yang memalukan bagi masyarakat Sumut ini tidak perlu terjadi,” tukasnya.

Ketua Umum KONI Medan, Drs H Zulhifzi Lubis juga memberi sambutan positif dan akan mendukung setiap perbaikan di PSMS. “Kita akan dukung bila itu membuat PSMS lebih baik dan kembali jaya seperti dulu. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang harus diperjuangkan bersama-sama masyarakat Kota Medan dan Sumut pada umumnya,” ucap pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon sangat menyambut baik antusias masyarakat terhadap Rembuk PSMS. Secepatnya Idris akan menyampaikan rencana tersebut kepada Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin.

“Ini memang harus ditindaklanjuti sebagai aspirasi masyarakat terhadap PSMS,” janji Idris yang menjadi Sekum pada putaran kedua Divisi Utama Musim ini.

Antusias Tinggi

MEDAN-Kecintaan masyarakat terhadap PSMS sepertinya masih besar. Hal itu terlihat dari besarnya peserta seleksi pemain untuk mengisi skuad PSMS Junior. Senin (12/4) tampak berbondong-bondong pemain muda ini datang ke Stadion Kebun Bunga untuk mengantarkan berkasnya.
Pendaftar tidak hanya datang dari Kota Medan sekitarnya. Tercatat pula 11 peserta berasal dari Lubuk Pakam dengan semangat dan optimis untuk terpilih mengisi skuad PSMS Junior. Semangat itu pula yang membuat kedatangan mereka ke Kota Medan menjadi tak sia-sia meskipun mereka harus menfotokopi sendiri berkas karena panitia kehabisan tinta mesin fotocopi.

“Kita ada 11 orang dari Pakam, Bang. Saya sendiri kelahiran 1993. Memang kami semua sangat ingin bermain di PSMS Junior dan berharap dapat mengisi skuad inti di masa yang akan datang. Kita kemari tanpa didampingi pembina,” ucap Satriono mewakili 10 temannya.
Pada hari pertama pendaftaran seleksi tercatat 128 pemain. Pendaftaran sendiri dibuka 12 April hingga Sabtu (17/4) nanti. Sementara seleksi untuk PSMS Junior akan digelar Senin (19/4) pada pukul 14.30 WIB.

Melihat antusias yang tinggi dari masyarakat, Sekretaris Umum PSMS Idris SE turut memberi sambutan positif.
“Ini berarti PSMS masih memiliki tempat di hati masyarakat. Tidak hanya Kota Medan tapi juga Sumatera Utara dari 11 peserta asal Lubuk Pakam tadi,” ucap Idris yang dihubungi melalui telepon, Senin (12/4).

Seleksi untuk PSMS Junior ini akan dilaksanakan, Senin (19/4) di Lapangan PPLP Sumut Sunggal pukul 14.30 WIB.
Seleksi sendiri akan diawasi tim talent scouting yang terdiri dari Suheri, Suyono, dan Syahril Nasution.

Usung Rembuk PSMS

MEDAN-Keterbukaan terhadap berbagai masukan dan ide-ide positif dari berbagai pihak akan sangat menunjang kebangkitan PSMS di masa yang akan datang. Keterbukaan ini pula merupakan salah satu ciri dari manajemen modern yang ingin diterapkan pengurus PSMS untuk mengantar si Ayam Kinantan kembali ke Indonesia Super League (ISL) pada 2011 mendatang.

Nah, pada Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) ataupun Rembuk Sepak Bola Nasional (RSN) untuk mencari solusi keterpurukan sepak bola nasional baru-baru ini sangat menarik untuk dicermati. Bahkan tidak berlebihan, rembuk semacam itu diterapkan untuk perbaikan PSMS sebagai tim yang pernah berjasa pada persepakbolaan negara ini.

Kongres ataupun Rembuk PSMS nanti bisa digunakan untuk mencari masukan dari berbagai pihak yang bisa didatangkan. Seperti pengamat sepak bola, mantan pemain, pengusaha ataupun pihak pemerintah, suporter, dan insan media. Tidak saja perbaikan di jajaran kepengurusan, kegiatan ini juga dapat memberi solusi dalam memecahkan masalah pendanaan yang menjadi penghalang dalam perekrutan pemain berkualitas.

Dengan demikian, PSMS sebagai milik masyarakat Sumut khususnya Kota Medan benar-benar terwujud. Di mana semua pihak sama-sama mencurahkan perhatiannya untuk kebangkitan PSMS yang mengusung misi bermain di ISL 2011 mendatang.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Minggu (11/4) menyambut baik rencana untuk menggelar kegiatan tersebut di atas. Direncanakan, Minggu (11/4) malam dirinya akan menyampaikan sekaligus meminta arahan kepada Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin. “Itu usul yang sangat baik dan pastinya akan sangat mendukung kinerja pengurus PSMS lainnya. Malam ini (11/4) Saya akan bicarakan hal itu kepada Pak Eldin sebagai Ketua Umum PSMS,” ucap Idris.

Idris bahkan berharap kegiatan itu agar dilaksanakan sehubungan dengan peringatan hari jadi PSMS yang jatuh pada 15 April ini. Dengan demikian kegiatan nantinya dapat menjadi momentum kebangkitan PSMS di usia yang ke-60 tahunnya. “Kepengurusan di bawah pimpinan Pak Eldin memang sangat membutuhkan masukan dan dukungan dari berbagai pihak. Ini juga sebagai bukti bila kepengurusan saat ini siap untuk menerapkan manajemen modern untuk kebangkitan PSMS di usia yang lebih dari setengah abad ini,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan dana, sampai saat ini, Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah (APBD) menjadi satu-satunya harapan untuk mewujudkan ambisi PSMS menggapai ISL musim 2010/2011 mendatang. “Kita memang mengandalkan pos terbesar dana itu dari APBD. Sisanya baru kita cari kepada sponsor-sponsor. Kita akui memang cukup sulit karena PSMS berlaga di kasta kedua. Tapi akan terus kita upayakan. Termasuk mengharapkan bantuan perorangan dari pengusaha-pengusaha kota Medan yang perduli pada PSMS,” kata Idris.

Larangan penggunaan APBD untuk pembiayaan klub sepak bola yang dibuat pun hanya memberikan dampak yang jauh dari harapan yaitu swadaya klub. Tidak itu saja, peraturan tersebut bahkan secara tidak langsung membunuh klub-klub kecil karena tidak dapat mengikuti kompetisi. Dengan ketidakikutsertaannya, pemain yang sebenarnya berbakat pun terpaksa gantung sepatu.

Nah, di pertengahan musim, melalui KONI Medan, PSMS sempat punya harapan dengan cairnya APBD sebesar enam miliar. Namun hingga berakhirnya kompetisi, dana tersebut belum sepeser pun masuk ke kas PSMS. “Kita memang masih menunggu. Katanya pencairannya (APBD, Red) dalam bulan ini. Kita sangat membutuhkannya untuk persiapan menghadapi musim depan,” kata Idris.

Idris mengakui untuk pembiayaan PSMS menuju ISL tidak sedikit. Apalagi PSMS punya hasrat untuk mendatangkan kembali mantan bintangnya yang kini berlaga di ISL. “Sedikitnya kita butuh sepuluh miliar untuk memenuhi kebutuhan selama satu musim. Termasuk mengontrak pemain,” tambahnya.Karena itu, jika agenda Rembuk PSMS terwujud, diharapkan permasalahan dana dan sebagainya bisa dicarikan solusi. Untuk itu Idris juga mengharapkan perhatian dari Gubsu, Syamsul Arifin untuk turut perduli terhadap PSMS. “PSMS bukan hanya milik kota Medan, tetapi juga kebanggaan Sumut. Saya harapkan Gubsu mau memberikan kontribusinya untuk PSMS,” pungkas Idris. (jul)

Monday, April 12, 2010

PSMS harapkan bantuan APBD

MEDAN - Ambisi menggapai Indonesia Super League menjadi target utama PSMS pada musim 2010/2011 mendatang. Satu hal yang menjadi masalah utama yang kerap menghambat, tak lain adalah kesalahan pengadaan dana.

Membentuk sebuah tim yang kuat membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya, PSMS tak memungkiri ketergantungannya Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah Kota Medan. Dan tampaknya, APBD Kota Medan sangat diharapkan sebagai sumber dana terbesar untuk membiayai kebutuhan tim selama satu musim kompetisi. Terakhir kali PSMS mengandalkan APBD Kota Medan adalah ketika format kompetisi belum berubah seperti sekarang di tahun 2007.

“Kita memang mengandalkan pos terbesar dana itu dari APBD Kota Medan. Sisanya baru kita cari kepada para sponsor. Kita akui memang cukup sulit karena PSMS berlaga di kasta kedua. Tapi akan terus kita upayakan. Termasuk mengharapkan bantuan perorangan dari pengusaha-pengusaha kota Medan yang perduli pada PSMS,” kata sekretaris umum PSMS, Idris, saat dihubungi Waspada Online, malam ini.

Memang, larangan penggunaan APBD kepada klub-klub sepakbola memaksa klub untuk swadaya. Namun hal itu tak pelak juga juga membunuh klub-klub kecil. Tak sedikit klub yang akhirnya batal ikut kompetisi karena tidak punya dana yang cukup. Ini membuktikan klub-klub Indonesia belum siap untuk pengelolaan secara swasta.

Masalah finansial juga dirasakan PSMS pada musim ini. Ditinggalkan Sihar, PSMS kelimpungan dalam pendanaan. Tak satupun sponsor besar yang mau melirik PSMS. Jika pun ada, hanya sebatas memberikan kebutuhan berupa seragam dan sepatu. Dana yang terbatas membuat Ayam Kinantan tak leluasa mengontrak pemain yang diinginkan. Alhasil PSMS hanya dihuni pemain-pemain seadanya. Target ke ISL pun kembali menjadi mimpi, bahkan harus berjuang menghindari degradasi.

Di pertengahan musim, melalui KONI Medan, PSMS sempat punya harapan dengan cairnya APBD sebesar enam miliar. Namun hingga berakhirnya kompetisi, dana tersebut belum sepeserpun masuk ke kas PSMS. “Kita memang masih menunggu. Katanya pencairannya (APBD - red) dalam bulan ini. Kita sangat membutuhkannya untuk persiapan menghadapi musim depan,” kata Idris.

Idris mengakui untuk pembiayaan PSMS menuju ISL tidak sedikit. Apalagi PSMS punya hasrat untuk mendatangkan kembali mantan bintangnya yang kini berlaga di ISL. “Sedikitnya kita butuh sepuluh milyar untuk memenuhi kebutuhan selama satu musim. Termasuk mengontrak pemain,” tambahnya.

Untuk itu Idris juga mengharapkan perhatian dari Gubsu, Syamsul Arifin untuk turut perduli terhadap PSMS. “PSMS bukan hanya milik kota Medan, tetapi juga kebanggaan Sumut. Saya harapkan Gubsu mau memberikan kontribusinya untuk PSMS,” tambah Idris

Dituntut Profesional

MEDAN-Kabar Pengurus PSMS untuk merekrut punggawa sebelumnya untuk memperkuat PSMS menuju Indonesia Super League (ISL) terus mencuat. Kini, tuntutan kepada pengurus dan manajemen untuk profesional pun semakin menguat.

Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos. Idris menambahkan, dengan target menembus ISL 2011 Ketua Umum PSMS Drs Dzulmi Eldin mengimbau seluruh pengurus untuk meningkatkan keprofesionalismeannya. Diharapkan hal itu bisa terlaksana secepatnya. “Saya dan Pak Eldin sudah komitmen untuk memulainya. Mulai sekarang semua pembicaraan akan dilakukan secara profesional. Termasuk pembicaraan mengenai pemain,” ucap Idris yang dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/4).

Semua itu, lanjutnya, akan sangat bermanfaat dalam proses mendatangkan kembali pemain-pemain Sumatera Utara (Sumut) yang kini berlaga di Indonesia Super League (ISL). Tanpa itu, keinginan untuk mendatangkan Saktiawan Sinaga, Legimin, Mayadi Panggabean (Persik Kediri), Doni Siregar (Persijap Jepara), Wijay (Persebaya), dan lainnya hanya akan menemui jalan buntu.

Hal itu yang terjadi saat perekrutan pemain di awal musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 lalu. Beberapa pengurus hanya mengharapkan semangat fanatisme kedaerahaan dari seluruh pemain. Namun, semangat tersebut tidak diikuti dengan penghargaan yang wajar. Doni Siregar misalnya hanya ditawari kontrak senilai Rp100 juta. Sementara saat ini Doni membela Persijap Jepara dengan kontrak Rp350-400 juta.
“Saya memang prihatin dengan peristiwa tersebut. Tapi semua itu tidak akan terjadi lagi karena PSMS sudah memiliki manajemen yang baru. Memang kita juga mengharapkan semangat fanatisme dari seluruh pemain dan untuk itu kita akan membuka pembicaraan mengenai gaji dan biaya pemain. Kita tidak akan mengecewakan mereka,” beber Idris.

Untuk itu Idris melalui pengurus lainnya dikabarkan sudah melakukan komunikasi dengan sembilan mantan pemain PSMS. Meskipun sejauh ini pembicaraan yang dilakukan hanya sebatas silaturahmi. “Ya kita juga menjaga status mereka dengan tim saat ini. Jadi hanya say hello saja, belum ada tawaran apa pun hingga akhir kompetisi ISL,” jelas Idris.

Menariknya, beberapa pemain yang diklaim telah dihubungi malah membantah hal tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Saktiawan Sinaga. “Kita kan masih kompetisi dan kontrak saya dengan Persik baru berakhir Agustus. Dan, saya pribadi juga belum ada dapat kontak dari pengurus,” ucap Saktiawan Sinaga.

Menurut informasi yang didapat Sumut Pos, dari nama-nama di atas baru Wijay yang telah dihubungi. “Sebagai putra daerah kita sangat senang bisa kembali memperkuat PSMS apalagi ini targetnya ke ISL. Itu yang kita harapkan selain pendekatan pengurus dengan pemain yang harus bisa professional juga lah,” tutur Doni Siregar yang dihubungi terpisah.

Pun dengan Saktiawan, dirinya setuju dengan apa yang dikatakan Doni. Setidaknya, PSMS lah yang membesarkan nama mereka. “Kita juga tidak akan memperhitungkan biaya lah,” pungkas Saktiawan Sinaga. (jul)

Kebun Bunga Tunggu Pasir

Meskipun belum terlihat geliat pembangunan, perbaikan Stadion Kebun Bunga Medan sedang berjalan. Demikian disampaikan Sekretaris Umum Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/4).

“Renovasi sedang dalam proses. Kita tunggu pencarian pasir yang sesuai untuk membuat Stadion Kebun Bunga ini jadi lebih lembut. Menurut orang ahli, pasir itu bisa dibilang jarang. Ini lah sedang dicari,” ucap Idris.

Menurut Idris, komposisi tanah didukung dengan iklim Kota Medan yang panas membuat Stadion Kebun Bunga menjadi demikian keras. Hal tersebut jelas mengganggu dalam proses latihan skuad PSMS. Untuk itu pengurus menilai sangat penting melakukan renovasi untuk meningkatkan kualitas latihan.

Perombakan sendiri lanjutnya akan dimulai dari struktur dasar dengan membuat timbunan dengan materi pasir khusus tadi. Dengan demikian lapangan akan menjadi lebih lembut dan nyaman digunakan untuk menggelar latihan.

“Memang tidak mudah ya dan pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi ini akan coba kita atasi dengan menjalin hubungan dengan beberapa pihak maupun instansi. Kita sangat berharap semua pihak dapat terlibat dalam renovasi ini demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang,” jelasnya.

Seperti yang disampaikan Idris, sejauh ini baru satu orang yang sudah menyampaikan komitmennya untuk mendukung renovasi Stadion Kebun Bunga. Adapun sumbangan dari rang yang tidak ingin disebut namanya itu adalah satu truk pasir timbun. “Kita tidak berharap yang terlalu besar, hanya sumbangan materi saja. Pengerjaannya akan ditanggung pengurus dan manajemen,” pungkas Idris

Saturday, April 10, 2010

Manajemen Mulai Disorot

Untuk mencapai target promosi di Indonesia Super League (ISL), PSMS melakukan perubahan secara besar-besaran. Tidak hanya sekedar skuad, evaluasi pengurus pun didengungkan. Selain itu, manajemen tim juga wajib disoroti.

Hal itu pun disadari betul oleh Idris SE yang masuk di putaran kedua sebagai Sekretaris Umum menggantikan Hardi Mulyono. Terkait evaluasi pengurus, meskipun masih menunggu, Idris sudah mengusulkan untuk dilakukan pengecilan kepengurusan. Menurut Idris, kepengurusan saat ini yang terlalu buncit membuat koordinasi sulit dijalin.

Perombakan pun dikabarkan akan dilakukan pada tatanan manajemen PSMS. Namun seperti pengecilan kepengurusan, soal manajemen PSMS pun masih menunggu keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin. “Pergantian pengurus maupun manajemen itu hak prerogatif Ketua Umum. Untuk sekarang hal itu memang kita tunda dulu sampai habis Pilkada nanti,” jelas Idris saat dihubungi Sumut Pos.

Meski begitu, Idris menekankan, pengurus tidak akan menyerahkan PSMS pada pihak ketiga. Ya, seperti diketahui, manajemen PSMS sempat dipegang PT Togos Gopas yang dipimpin Sihar Sitorus dalam ISL 2008/2009. Hasilnya, skuad PSMS yang saat itu dihuni Markus Horison, Eli Aiboy, Fadli Hariri, dan lainnya terlepar dari kompetisi tertinggi di Indonesia tersebut setelah ditaklukkan Persebaya dalam playoff. “Oh tidak, kita akan membangun tim ini sendiri. Apalagi, soal dana sudah bukan masalah,” kata Idris.

“Kita terbuka dengan pengusaha di Medan yang ingin membantu PSMS, tapi sebagai sponsor dan bukan sebagai pihak yang mengelola,” tambahnya.
Terkait manajemen saat ini, seperti informasi yang diperoleh Sumut Pos, tampaknya tatanan manajemen akan mengalami perubahan. Pasalnya, dikabarkan Manajer PSMS Hendra DS menolak untuk kembali menempati posisi itu pada musim 2010/2011 ini. Namun, saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (9/4), Hendra DS menolak berkomentar. “Kita lihat nanti saja ya,” ucapnya singkat.

Di putaran kedua Divisi Utama 2009/2010, Hendra DS dikabarkan pernah mengajukan pengunduran diri sebagai Manajer PSMS. Namun mengingat tanggungjawabnya sebagai masyarakat Kota Medan, jabatan itu diteruskan hingga kompetisi berakhir manis, PSMS bertahan di Divisi Utama.

Keinginan PSMS untuk kembali berlaga di ISL 2011 mendatang akan membuat beban manajemen lebih besar. Untuk itu butuh kreativitas untuk mengatasi masalah yang selama ini menerpa PSMS terutama pendanaan.

Friday, April 9, 2010

Tim Pemandu Bakat Butuh SK

Tim pemandu bakat atau talenscouting membutuh kepastian kerja yang jelas. Pasalnya, tanggung jawab yang besar menanti mereka dalam melaksanakan tugas. Ya, sejak keputusan dibuat, Senin (5/4) lalu, mereka belum menerima Surat Keputusan (SK) dari Pengurus PSMS.

Menurut salah seorang anggota tim talenscouting, Amrustian kepastian tersebut sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya. Tanpa SK tim akan kesulitan untuk membangun koordinasi. “Ya sampai sekarang kita belum bisa buat pertemuan untuk membahas apa yang akan dikerjakan. Padahal, kita harus koordinasi dulu dengan Bang Zul (sapaan akrab Zulkarnaen Pasaribu, Red) sebagai pelatih kepala,” ucap Amrustian yang dihubungi, Kamis (8/4).

Hal itu lanjutnya menyebabkan tim belum punya gambaran untuk melaksanakan seleksi yang dimulai 26 April ini. “Kita belum tahu persyaratannya untuk ikut seleksi ini. Meskipun untuk tim lapis kedua kan kita perlu tahu apa kriteria pemain yang bisa ikut misalnya pernah bermain di Divisi I atau Divisi II. Kalau tidak ada kriteria bisa ribuan pesertanya. Takutnya tidak efektif,” jelasnya.

Tugas sebagai tim talenscouting menurut Amrustian bukan pekerjaan gampang juga beresiko dituntut. “Kan pemain yang lolos seleksi nanti akan kita bina dan selama itu kan mereka sudah digaji. Tapi kalau tidak menunjukkan peningkatan sehingga tak layak kan buang uang. Kami bisa dituntut bila demikian,” ketusnya.

Pemain PSMS 2009/2010 Harus Dites Ulang

Tes ulang terhadap seluruh pemain lokal harus dilakukan bila ingin mewujudkan impian PSMS bermain ke ISL 2011 mendatang. Dengan demikian skuad musim ini benar-benar diisi oleh pemain yang berkualitas.

Melihat performa skuad PSMS 2009/2010 lalu, tampak permainan yang kurang greget ditampilkan seluruh pemain. Hal itu menunjukkan adanya indikasi standar VO2 Max atau daya tahan tubuh yang pas-pasan bahkan dibawah standar dari beberapa pemain. Hal ini akan menjadi kendala untuk melakoni kompetisi musim ini.

VO2 max merupakan jumlah maksimal oksigen yang bisa diserap dan digunakan oleh seseorang selama mereka melakukan kegiatan fisik. Pada atlet, semakin besar VO2 max yang dimiliki maka daya tahan pemain tersebut akan semakin baik. Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada prestasi tim yang dibawanya.

Adanya pemain dengan nilai VO2 Max yang buruk dalam skuad PSMS musim 2009/2010 ini pun dibenarkan Asisten pelatih PSMS 2009/2010, Suyono. “Ada beberapa (pemain) di antara yang masuk skuad ini memiliki VO2 max di bawah level. Dan itu mempengaruhi daya tahannya untuk bermain selama 90 menit,” ujarnya saat ditemui di Mess Kebun Bunga, Rabu (7/4)

Namun, masih menurut Suyono, biasanya klub-klub punya pertimbangan sendiri apakah pemain tersebut layak dikontrak, meski daya tahannya buruk. “Kalau daya tahannya buruk tapi skill yang bisa menutupi kelemahannya. Seperti umpan-umpan yang baik. Klub biasanya melihat dari sisi itu,” tambah pria yang kerap menggunakan topi ini.

Untuk itu pemain-pemain yang dipertahankan saat ini harus dites ulang untuk mengetahui VO2 maxnya. Sehingga dapat diketahui layak tidaknya pemain tersebut menghuni skuad PSMS nanti. “Seharusnya ada evaluasi dari pelatih, jadi ada rekomendasi siapa yang layak dipertahankan atau tidak. Tapi karena terus terjadi pergantian pelatih, kita jadi kesulitan untuk melakukan evaluasi. Tapi saya yakin pelatih kepala nanti sudah punya nama-nama yang akan dipertahankannya,” kata pelatih SSB Generasi ini

Pengurus Sudah Kontak Mantan Bintang PSMS

Keseriusan pengurus mengangkat PSMS kembali ke Indonesia Super League (ISL) pada 2011 mendatang bukan isapan jempol belaka. Meskipun kompetisi baru digelar September mendatang, Pengurus PSMS sudah membangun komunikasi dengan seluruh pemain Sumatera Utara (Sumut) yang kini berlaga di ISL.

Sekretaris Umum Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Kamis (8/4) mengatakan sudah menghubungi sembilan mantan pemain PSMS yang kini berlaga di ISL. Di antaranya Vijay, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan Legimin. Diharapkan mereka dapat memperkuat skuad PSMS pada kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti.

“Memang kita masih menjalin komunikasi dengan sembilan pemain. Ya kita harap sebagai putra daerah mereka memiliki semangat marsipature hutana be, mengangkat kembali PSMS ke masa jaya yang pernah mereka berikan,” ucap Idris.

Dalam komunikasi tersebut lanjutnya, ke sembilan pemain yang dihubungi memperlihatkan sambutan positif. “Mereka juga memiliki keinginan untuk kembali memperkuat PSMS yang juga kampung halaman mereka ini,” tambahnya.

Selain mencoba menyentuh moral kesembilan pemain, pengurus juga bersedia untuk menggelar pembicaraan mengenai gaji dan biaya seluruh pemain tersebut nantinya. Hal ini memang tidak bisa diabaikan mengingat perkembangan olahraga sepakbola saat ini sudah menjadi sebuah industri.

Ini memang akan menjadi tantangan bagi pengurus mengingat pengalaman perekrutan musim kemarin yang tidak mendapat sambutan para pemain. Ketika itu pengurus mengharapkan semangat fanatisme kedaerahan seluruh pemain untuk bermain di PSMS. Namun pemain sendiri dibayar dengan kontrak kecil. Jelas saja beberapa pemain seperti Doni Siregar dkk menolak.

“Ya, kita akan bicarakan itu dengan pemain setelah yang bersangkutan bersedia untuk memperkuat PSMS. Yang pasti kita tidak akan mengecewakan mereka dengan bayaran yang tidak jauh berbeda dari yang diterima di daerah lain. Misalnya, Vijay yang dibayar Persebaya Rp350 juta, kita akan bayar Rp300 juta,” jelas pembina salah satu klub sepak bola usia dini ini.

Meskipun begitu, Idris memastikan seluruh pemain tetap mengikuti seleksi. Masuk tidaknya ke dalam tim inti itu akan ditentukan pada hasil seleksi yang digelar Juni nanti. Seleksi sendiri langsung ditangani oleh Zulkarnaen Pasaribu yang ditunjuk sebagai pelatih kepala PSMS. Hal ini dilakukan untuk memastikan skuad diisi oleh pemain yang benar-benar berkualitas.

Begitu juga untuk perekrutan pemain asing nantinya, Idris mengharapkan kualitas yang melebihi pemain lokal. Baik dalam skill atau pun daya tahan dan performa di lapangan. “Selama kepengurusan di bawah Pak Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum, kita akan pastikan skuad PSMS diisi pemain yang betul-betul murni dipilih berdasarkan kualitasnya,” pungkas Idris.

Wednesday, April 7, 2010

Butuh Dua Tahun untuk Pembinaan

Mengingat kosongnya kaderisasi pemain untuk mengisi skuad PSMS, pengurus pun menggelar seleksi pemain pada 26 April ini di Stadion Kebun Bunga Medan. Namun masih butuh waktu untuk menghasilkan pemain berkualitas dari proses tersebut.

Hal itu dipertegas mantan pemain sekaligus Pengurus PSMS Fredy Hutabarat yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (5/4). “Para pemain ini harus menjalani pembinaan minimal dua tahun. Masih banyak yang harus dipersiapkan dari mereka sebelum benar-benar bisa diturunkan pada pertandingan,” ucap Freddy.

Meskipun begitu lanjutnya waktu dua tahun itu dapat dimaksimalkan dengan melibatkan pemain potensial di sisa pertandingan. Dengan demikian si pemain memiliki pengalaman yang dapat menempa mentalnya. “Kalau memang dia potensi, misalnya 10 menit terakhir bisa diturunkan. Saya yakin dalam 10 pertandingan sudah menempa mentalnya sebagai pemain profesional,” jelas Freddy.

Hal yang sama pun disampaikan Julius Raja yang akrab disapa The King. Untuk itu dirinya lebih berkonsentrasi pada pengadaan dana PSMS. Dengan demikian skuad PSMS ke depan diisi oleh para pemain berkualitas. Pasalnya materi pemain juga berperan penuh dalam mewujudkan keinginan untuk berlaga di Indonesia Super League (ISL. “Lebih bagus kita konsentrasi mempersiapkan keuangan PSMS untuk merekrut para pemain yang berkualitas super liga,” ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada 26 April ini Pengurus PSMS akan menggelar seleksi pemain. Seleksi sendiri dibagi dalam dua tahapan yaitu seleksi pemain untuk lapis kedua dengan usia 19-25 tahun dan seleksi pemain junior 18-23 tahun. Senin (5/4) pengurus bahkan sudah membentuk tim pemandu bakat yaitu Zulkarnaen Pasaribu didampingi Ismail Ruslan, Amrustian, Syamsir Alamsyah, dan Waluyo.

PSMS Perbaiki Mes dan Tempat Latihan

Mengintip Aktivitas Stadion Kebun Bunga Pasca-Kompetisi

Empat siswa SMU Negeri 4 Medan setia duduk bersila di batu berpasir. Cerita dalam canda pun mengalir tanpa mengalihkan pandangan mereka dari Stadion Kebun Bunga Medan, markas tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS.

INDRA JULI HUTAPEA, Medan

Ya, Nico, Andriano Purba, Christian Tambunan, dan Norwin merupakan gambaran rasa cinta yang masih tinggi kepada PSMS dari masyarakat Kota Medan. Sekalipun tidak ada jadwal latihan, keempatnya tak langsung beranjak pergi. Tanpa menghiraukan seragam sekolah yang melekat, mereka duduk bersila di halaman mess menghadap Stadion Kebun Bunga.

“Akh, jadi gak ada lagi pemain yang di sini (Mess PSMS, Red), Bang? Karena kami dengar hari ini (Selasa, Red) PSMS ada latihan,” ucap Nico yang bertubuh tambun.

Mereka pun membayangkan pemain favorit tengah beraksi di lapangan sesuai dengan posisinya masing-masing. Nico sendiri menjagokan Hary Saputra di posisi pertahanan. Andriano Purba tampaknya mengagumi penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhan. Christian Tambunan menjagokan Faisal Azmi dengan agresivitasnya di sisi wing. Sementara Norwin, memuja Tri Yudha Handoko.
Mereka bahkan optimis bila pemain favoritnya akan terus dipertahankan mengisi skuad PSMS musim yang akan datang. “Bukan apa-apa Bang, selama satu musim ini hanya mereka yang penampilannya paten. Sayang aja Irwin tidak diturunkan sejak awal,” ketus Andriano.

Rencana Pengurus mengantar PSMS ke Indonesia Super League (ISL) pada 2011 mendatang pun disambut mereka dengan bangga. Meskipun untuk itu anggota salah satu fans club PSMS ini mencatat beberapa pekerjaan yang harus dilakukan para pengurus. Menurut keempatnya, kemerosotan prestasi PSMS tak terlepas dari keprofesionalismean pengurus. “Kalau orang yang duduk di pengurus ngerti sepakbola, mereka pasti bisa mencari jalan keluar,” beber Christian yang disambut riuh tiga temannya.

Selain itu, bak seorang komentator bandal, Norwin menegaskan bila pemilihan pemain juga berpengaruh dalam mewujudkan ambisi bermain di ISL. “Kalau kita mau jujur, dengan pemain saat ini omong kosong mau ke ISL. Makanya, seleksi ke depan harus benar-benar lah. Dari sekarang sudah bisa dikumpulkan uang untuk membeli pemain yang berkualitas. Jangan lagi yang pas-pasan,” tegasnya.

Komentar Norwin juga mengundang tawa yang lain. Mereka lalu menerka-nerka para pemain yang diistilahkan dengan pas-pasan itu tadi. Di selembar kertas Norwin menuliskan nama-nama pemain di luar empat pemain paforit mereka. Tanpa ragu secara bergiliran mereka memberikan tanda minus. “Kita berharap pada pelaksanaan seleksi nanti dilaksanakan secara objektif. Kami akan bawa masalah ini ke kawan-kawan dan bila perlu turun mengawal pelaksanaan seleksi. Jadi kalau ada orang yang mau cari kesempatan jangan coba-coba. Kita mewakili masyarakat Kota Medan sayang dengan PSMS dan tidak izin tim ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ungkap Norwin.

Sebelum beranjak, keempatnya lalu menyatukan tangan sebagai komitmen untuk mengawal persiapan PSMS musim 2010/2011 ini. Teriakan ‘Hidup PSMS’ dari keempatnya terus terdengar meskipun mereka sudah hilang di balik tembok. Ya, meninggalkan gema di Stadion Kebun Bunga yang cerah.

PSMS Perbaiki Mes dan Tempat Latihan

Usaha PSMS untuk membenahi diri tidak hanya menyentuh sektor tim. Tapi juga pembenahan dilakukan pada fasilitas yang ada. Seperti Mes dan Stadion Kebun Bunga yang selama ini menjadi pusat aktivitas tim. Rencananya, markas PSMS itu akan dibenahi dalam waktu dua bulan ke depan.

Menurut Sekum PSMS, Idris SE, waktu libur kompetisi ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan kawasan yang terletak di area Kampung Madras tersebut. “Stadion akan kita tutup selama dua bulan ke depan dan kita akan lakukan perbaikan. Karena memang tim sedang tidak ada aktivitas, karena latihan diliburkan sampai 12 Mei (sebelumnya ditulis 12 April, Red) nanti,” ucap Idris.

Stadion Kebun Bunga yang menjadi tempat aktivitas latihan paling mendesak untuk dibenahi. Pasalnya, kondisi stadion yang sarat sejarah itu memang cukup parah, terutama di bagian lapangan. Tanah yang keras dan bergelombang kerap membuat para pemain dan pelatih mengeluh. Selain tidak nyaman, juga akan berakibat fatal pada cederanya pemain. Beberapa pemain sempat mengalami cedera karena kondisi tersebut.

“Memang yang paling menjadi perhatian kita yakni di sektor lapangan. Tanah yang tidak rata akan kita timbun dan kita ratakan. Supaya pemain bisa leluasa untuk latihan,” ujarnya.

Sementara bagian tepi-tepi lapangan akan diperindah agar terlihat menarik. Nantinya Stadion ini akan coba diberdayakan untuk menarik sponsor. “Selesai renovasi kita menerima jika nantinya ada perusahaan-perusahaan yang mau menaruh papan reklame di sisi lapangan. Seperti, di Stadion Teladan. Bagi yang berminat bisa datang langsung ke sekretariat PSMS di Kebun Bunga,” ucapnya.

Sedangkan untuk mes menginap pemain akan dilakukan sedikit pembenahan. “Sebelumnya kan sudah sempat diperbaiki. Jadi kita hanya tinggal perbaiki sedikit lagi,” tambah pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.

Untuk pendanaan, pengurus PSMS mengharapkan bantuan dari pengusaha-pengusaha di Medan. Saat ini sedang dalam tahap pengajuan. “Kita harapkan donasi dari pengusaha-pengusaha Medan yang peduli dengan PSMS. Untuk saat ini, baru ada satu yang sudah deal,” tuturnya.

Sayangnya, mengenai nama orang budiman tersebut masih dirahasiakan Idris. Pasalnya, yang bersangkutan memang tidak ingin disebutkan namanya. “Beliau memang tidak ingin namanya disebutkan. Yang jelas dari kalangan pengusaha Medan. Kita juga berharap yang lain bisa ikut membantu,” tutup Idris

Seleksi Digelar 26 April

MEDAN-Menyambut Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS akan menggelar seleksi pemain di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (26/4) mendatang. Seleksi yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut akan melibatkan pemain usia 19 tahun hingga 25 tahun.

Demikian Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga usai memimpin rapat pengurus, Senin (5/4). “Seleksi ini kita gelar dalam rangka persiapan tim lapis kedua PSMS. Nantinya pemain yang memiliki potensi mencukupi akan kita promosikan ke skuad inti PSMS. Jadi kaderisasi pemain tetap berjalan dan PSMS tidak akan kesulitan dalam masalah pemain,” ucap Idris.

Seleksi sendiri lanjutnya akan berlangsung selama sepekan di bawah pengawasan tim pemandu bakat yang dipimpin Zulkarnaen Pasaribu didampingi Ismail Ruslan, Amrustian,
Syamsir Alamsyah dan Wiluyo sebagai anggota. Mereka juga didampingi dua tim kesehatan yaitu dr Rori Pane dan dr Nasrul Anas. Idris sendiri sebagai Ketua Tim akan langsung memantau jalannya seleksi didampingi Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan H Sakiruddin SE dari Dispora Sumut.

“Memang ini menjadi beban tambahan. Tapi ini harus dilakukan untuk mencegah adanya permainan dalam proses seleksi nanti. Kita menginginkan pemain yang berkualitas yang memenuhi kriteria penilaian,” tegasnya.

Para pemain yang berkeinginan mengikuti seleksi terlebih dahulu mendaftarkan diri ke sekretariat PSMS stadion Kebun Bunga Medan pada 19 hingga 23 April dengan membawa bio data.
Kepada seluruh perkumpulan sepak bola klub anggota PSMS diharapkan dapat mengirimkan para pemainnya untuk mengikuti seleksi tersebut.

Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir dihunjuk sebagai project officer tim usia 19-25 tahun. “Untuk kedua kategori seperti yang disebutkan tadi para pemain saat mendaftarkan dirinya harus menyertai bio data,” kata Idris. (jul)

Dapat Dukungan Menteri

MEDAN-Kondisi PSMS yang terus menurun memang memprihatinkan semua pihak. Setelah terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL), musim ini pun sempat terancam turun ke Divisi I jika pada pertandingan terakhir gagal mengalahkan Persires.

Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.

Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.

Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.

Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.

“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).

Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.

Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.

Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.

“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)

Dapat Dukungan Menteri

MEDAN-Kondisi PSMS yang terus menurun memang memprihatinkan semua pihak. Setelah terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL), musim ini pun sempat terancam turun ke Divisi I jika pada pertandingan terakhir gagal mengalahkan Persires.

Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.

Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.

Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.

Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.

“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).

Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.

Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.

Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.

“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)

Zulkarnaen Pasaribu Pelatih PSMS Musim Depan

Zulkarnaen Pasaribu dipastikan menjadi pelatih PSMS menatap gelaran Devisi Utama musim mendatang. Demikian hasil rapat pengurus yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (5/4) saat memutuskan Zulkarnaen Pasaribu sebagai pelatih kepala PSMS.

“Ya seluruh pengurus sudah sepakat menunjuk Bang Zul (sapaan akrab Zulkarnaen Pasaribu, Red) sebagai pelatih kepala PSMS. Bang Zul juga akan terlibat di seleksi pemain dalam waktu dekat ini,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang segera menyampaikan pemberitahuan kepada Zulkarnaen Pasaribu.

Seperti yang dipaparkan Idris, nantinya Zulkarnaen akan diberi wewenang penuh untuk menunjuk asisten pelatih yang akan menemaninya menangani si Ayam Kinantan. Begitu juga dalam penunjukan pemain yang akan mengisi skuad PSMS untuk musim 2010-2011 nanti. Dengan demikian keinginan menatap ISL dapat diwujudkan.

“Kita berkaca dari pengalaman di musim 2009/2011 ini. Jadi kita pengurus akan menyerahkan sepenuhnya urusan perekrutan pemain kepada Pelatih Kepala. Karena bagaimanapun yang mengerti teknis dan kebutuhan sebuah tim adalah pelatih. Dari pengurus hanya berharap di 2011 nanti PSMS main di ISL,” bebernya.

Penunjukan Zulkarnaen Pasaribu sendiri lanjut Idris, mengingat keberhasilannya bersama Amrustian dalam memanfaatkan empat pertandingan sisa untuk membuat PSMS bertahan di Divisi Utama. Selain itu, pengurus juga berencana akan merekrut pemain asing asal Asia. Meskipun masih terbuka kemungkinan untuk menggunakan pemain asal Afrika