Wednesday, March 17, 2010

Ayam Kinantan khawatir

Kubu PSMS Medan khawatir dengan kondisi fisik pemain, mengingat mereka melakukan perjalanan hampir sembilan jam dari Medan ke Bireuen via darat dalam rangka menghadapi tuan rumah PSSB pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 pada Kamis besok.

Kendati begitu, Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu menyikapinya dengan tenang dan berharap istirahat sehari pada Rabu sudah bisa mengembalikan kondisi M Affan Lubis dan kawan-kawan.

Sebelum bertolak dari Medan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyebutkan seyogyanya rombongan Ayam Kinantan bertolak Minggu lalu namun tertunda karena pengurus dan manajemen belum mendapatkan kepastian pengganti Kustiono yang mundur sebagai pelatih pasca kekalahan dari Persipasi Bekasi di Stadion Teladan.

Setelah dipastikan Zulkarnaen dan Amrustian mengisi posisi pelatih dalam sisa kompetisi pada Senin, skuad Ayam Kinantan melakukan latihan dua kali dan baru bersiap untuk diberangkatkan.

Idris, didampingi Manajer Tim Drs Hendra DS dan Sekretaris PSMS Drs Agus Suriono, berharap keterlambatan tersebut tidak membuat pemain tidak pada kondisi terbaiknya. Hendra dan Agus juga berharap masyarakat Medan dan Sumut turut mendoakan agar PSMS bisa tampil maksimal dan bangkit di tangan kedua pelatih baru.

"Laga kontra PSSB adalah duel hidup-mati. Kemenangan di Bireuen pun merupakan tekad PSMS. Ini mengingat dari sisa empat pertandingan (dua tandang dan dua kandang), Ahmad Maulana Putra cs harus bisa meraih minimal tujuh poin untuk menyelamatkan diri dari jurang degradasi," timpal Agus.

Dalam rombongan ke Bireuen, PSMS memberangkatkan M Halim, Irwin Ramadhan, Deli Sulistio (kiper), Nyeck Nyobe, Hari Syahputra, Deni Wahyudi, Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana (belakang), Syaiful Ramadhan, Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Ogochukwu Daniel, Ahmad Afandi Lubis (tengah), Osas Saha, Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring

Digawangi Pelatih Lawas

Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian dipercaya membesut PSMS di sisa laga yang akan dilakoni musim ini. Demikian keputusan rapat pengurus PSMS yang dipimpin Sekum Idris SE di Mess PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (15/3).

Turut hadir Wakil Sekretaris Agus Suryono, Ketua Bidang Pembinaan dan Pertandingan Freddy Hutabarat. Dari pihak manajemen hadir Manajer PSMS Hendra DS didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa, dan Sekretaris Tim Fityan Hamdi. Juga hadir Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis.

Seperti yang disampaikan Idris, keputusan menggandeng keduanya berdasarkan ketentuan dan kebutuhan PSMS saat ini. Sebelumnya selain Zulkarnain Pasaribu, nama H Nobon Kayamudin dan Meiyadi Rakasiwi juga digadang-gadang bakal menangani tim Ayam Kinantan.
Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, utamanya yang menyangkut lisensi kepelatihan, maka nama Nobon ditepikan karena tidak memenuhi standar untuk membawa tim berlaga di ajang Divisi Utama. Sedangkan nama Meiyadi Rakasiwi dicoret karena yang bersangkutan masih berada di Depok.

“Kita memilih Zulkarnain karena dia terkenal sebagai sosok pelatih yang mampu mengayomi para pemainnya. Sedangkan Amrustian kita pilih karena dia mampu melakukan pendekatan dengan cara yang khas, sebagaimana yang selama ini diterapkan oleh pelatih-pelatih yang berasal dari Medan. Diharapkan dengan bergabungnya dua pelatih berbeda generasi dan beda gaya ini, maka performa PSMS akan semakin meningkat,” jelas Idris.

Memang, ketika nama kedua orang ini mengapung ke permukaan untuk menangani PSMS, banyak yang bertanya-tanya, kenapa harus dua pelatih? Tapi jika berkaca pada perjalanan sejarah PSMS, maka keberadaan dua pelatih di satu tim bukanlah sesuatu yang baru di tubuh tim Ayam Kinantan.

Sebagai contoh, kala PSMS menjuarai Liga Perserikatan 1985 lalu, yang mana Amrustian masih terlibat sebagai pemain, tim Ayam Kinantan justru ditangani tiga pelatih. Mereka adalah Wibisono, Zulkarnain Pasaribu, dan Parlin Siagian.
“Kita berharap dengan masuknya Zulkarnain dan Amrustian, maka semangat seperti yang diusung pada tahun 1985 bisa kembali terulang,” harap Idris.

Sebelumnya Zulkarnain Pasaribu adalah Pelatih PSSB Bireun sementara Amrustian merupakan mantan Pelatih Persidi Idi.
Sehubungan dengan pergantian yang terkesan mendadak, Idris mengaku bila keberadaan Zulkarnain dan Amrustian sebagai Pelatih PSMS tidak disertai dengan perjanjian hitam di atas putih, sebagaimana layaknya ikatan kerjasama antara klub dan seorang pelatih. Dengan demikian tidak ada konsekuensi yang harus ditanggung keduanya jika gagal mempertahankan PSMS di Divisi Utama musim ini.

Beberapa saat setelah terpilih sebagai pelatih tim Ayam Kinantan, baik Zulkarnaen Pasaribu maupun Amrustian berkenalan dengan seluruh pemain di mess pemain yang berada di kompleks Stadion Kebun Bunga Medan.

Pada kesempatan itu Manajer Tim Hendra DS pun memperkenalkan sekaligus menyerahkan pemain untuk ditangani kepada dua pelatih anyar tersebut.

Pada kesempatan itu Zulkarnaen dan Amrustian menyampaikan dua poin yang harus dilakukan agar PSMS dapat tampil maksimal.
“Kita harus saling terbuka. Kalau ada kendala yang mengganjal di hati, segera beritahu kepada pelatih biar disampaikan ke manajemen. Kita juga harus mau dikoreksi,” tuturnya.

Menurut Amrustian, pendekatan dengan pemain menjadi prioritas utama dalam meningkatkan performa tim. Lewat pendekatan itu tadi, diharapkan potensi seluruh pemain dapat ditingkatkan melalui penempatan pemain pada posisi yang tepat.
“Seorang pemain akan lebih bersemangat bila ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Kalau pemain basah kita tempatkan di posisi kering, ya mampus lah dia. Makanya, kita akan lihat dulu materi pemain yang ada, selanjutkan kita kembalikan ke posisi yang sesuai dengan kemampuannya,” jelas Amrustian.

Menanggapi belum adanya perjanjian yang jelas dengan pengurus mengenai keberadaan keduanya di PSMS, Amrustian yang ditunjuk sebagai wakil Zulkarnain tidak mempersoalkannya. Bagaimanapun keputusan untuk maju sebagai Pelatih PSMS didasari panggilan sebagai mantan pemain yang tidak rela PSMS terdegradasi dari Divisi Utama.

“Kita tidak ingin memikirkan kekalahan, karena kita menginginkan kemenangan dari empat pertandingan sisa. Saya yakin para pemain juga tidak ingin jatuh,” bilang Amrustian.

Beruntung ajakan kedua pelatih tadi disambut baik oleh seluruh pemain. Bahkan sebagian besar pemain yakin jika kedua pelatih itu mampu meningkatkan kemampuan mereka.

“Pada prinsipnya kita akan mendukung siapapun pelatih yang menangani PSMS. Anak-anak juga berkomitmen untuk tampil habis-habisan membela PSMS agar tetap di Divisi Utama musim depan. Kita tidak mau sejarah mencatat jika kita salah seorang pemain yang mengantarkan PSMS jatuh ke Divisi I,” tegas Kapten Tim PSMS H Affan Lubis.

Muncul Tiga Calon

Sang nahkoda telah mundur. Sementara, kapal harus terus berlayar dalam keadaan payah. Apalagi, kapal yang bernama PSMS itu masih memiliki banyak bocor di haluan, kabin, bahkan buritannya. Tak pelak, hal ini menjadi kenyataan yang pahit. Mencari dan menyiapkan nahkoda baru yang tahu benar soal angin dan badai adalah langkah bijak yang harus segera dilakukan agar kapal tak karam.
Nah, Senin (15/3) siang ini, pengurus PSMS akan menggelar pertemuan untuk menentukan langkah atas pengunduran diri Kustiono sebagai pelatih. Sentuhan moral diharapkan dapat menggugah mantan pemain untuk berpartisipasi dalam usaha menyelamatkan PSMS dari ancaman degradasi di Divisi Utama.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Minggu (14/3) menjelaskan pengunduran Kustiono merupakan jawaban atas tuntutan dari masyarakat Kota Medan usai kekalahan 1-2 atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu. “Saya bangga dengan Kustiono yang memahami aspirasi masyarakat Medan. Kita juga berterima kasih atas semua usaha yang telah dilakukan meskipun hasilnya belum berbuah maksimal,” ucap Idris.

Menurut Idris, ada tiga figur yang telah menyatakan kesiapannya mengawal M Affan Lubis dkk hingga musim 2009/2010 ini berakhir. Mereka merupakan mantan pemain PSMS yang kini menjadi pelatih tim sepak bola nasional. “Sudah ada tiga calon pelatih yaitu Meiyadi Rakasiwi yang selama ini melatih di Persikad Depok, Zulkarnaen Pasaribu, dan Nobon Kayamudin yang Minggu (14/3) pagi ketemu dengan saya. Mereka bersedia mencurahkan semua daya dan upayanya untuk menyelamatkan PSMS tetap di Divisi Utama,” jelas pembina SSB Sumut FC ini.
Namun, keputusan akan pengganti Kustiono pun menimbulkan tarik menarik di antara pengurus. Untuk itu Senin (15/3) siang ini pembahasan tersebut akan digelar sehingga tercapai keputusan yang terbaik untuk PSMS. “Biar dalam membuat keputusan tetap pada visi dan misi awal yaitu memberikan yang terbaik untuk PSMS,” jelasnya.

Selain ketiga figur tersebut, Idris juga telah menghubungi beberapa mantan pemain yang diharapkan dapat mengangkat peringkat PSMS saat ini. Namun, Parlin Siagian yang masih terikat kontrak dengan salah satu kontestan Divisi Utama dari grup III tidak dapat memenuhi panggilan tersebut. Parlin Siagian pernah membawa PSMS menjadi Juara Liga Indonesia. Begitu juga dengan M Khaidir sebagai lulusan terbaik di masanya masih harus menyelesaikan tugasnya bersama Persigo Gorontalo.

Lalu apakah dengan pergantian pelatih menjamin PSMS lepas dari ancaman degradasi? Bagaimana bila pelatih yang baru nantinya juga gagal mengawal PSMS tetap di Divisi Utama pada musim berikutnya? Ini merupakan dilema bagi pengurus dan manajemen yang bertanggung jawab kepada masyarakat Kota Medan tentang masa depan PSMS. Idris pun tidak bisa memberi jaminan seperti halnya motivasi untuk ketiga figur tersebut.

Idris bersyukur dengan komitmen yang tetap tinggi dari seluruh pemain. Kabar pengunduran diri Kustiono tidak sedikitpun menurunkan semangat punggawa Ayam Kinantan Hal itu dibenarkan Kapten PSMS Affan Lubis yang dihubungi melalui telepon, Minggu (14/3) malam.
“Sebenarnya kita menyayangkan pengunduran diri tersebut, tapi kita seluruh pemain akan terus berjuang mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Saya yakin itu,” ucap Affan

Jadikan Momen untuk Bangkit

Pengunduran diri Kustiono yang dilakukan di tengah perjuangan PSMS bertahan di Divisi Utama turut mendapat pujian dari Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis. Tindakan itu dinilai sebagai rasa tanggung jawab seorang Kustiono.

“Bagaimanapun dia (Kustiono, Red) sudah berusaha, itu perlu diingat. Kalau hasilnya masih belum maksimal itu bukan sepenuhnya kesalahan seorang Kustiono. Ini dapat menjadi pelajaran kepada pelatih yang PSMS akan datang. Kalau tidak yakin dan mengecewakan masyarakat Kota Medan, lebih baik mundur,” tegas Zulhifzi yang akrab disapa Opunk Ladon ini.

Opunk juga mengingatkan agar seluruh skuad tidak terpengaruh dengan pengunduran diri tersebut. Sebaliknya momen ini menjadi saat yang tepat untuk menjawab harapan masyarakat Kota Medan dengan kemenangan demi kemenangan.

Begitupun dukungan masyarakat kepada PSMS agar tidak pernah berhenti. “Pemain harus tetap semangat. Bagaimanapun PSMS tetap mendapat tempat di hati masyarakat Kota Medan,” lanjutnya.

Menatap sosok pelatih PSMS stelah Kustiono, dirinya menilai Nobon Kayamudin adalah tokoh yang tepat. Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk memberi dukungan kepada Nobon.

“Saya mendukung Nobon sebagai pelatih PSMS. Bagaimanapun dia adalah orang Medan yang pernah bermain dan juga melatih PSMS. Saya yakin Nobon akan bekerja sekuat tenaga untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” beber Opunk.

PSMS Boyong 20 Pemain ke Aceh

Menatap pertandingan lanjutan Divisi Utama 2009/2010, sebanyak 20 pemain disiapkan untuk menghadapi dua laga tandang yang berlangsung di Negeri Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darusallam (NAD). Kemenangan pun menjadi diusung oleh seluruh skuad PSMS, yang rencananya berangkat, Selasa (16/3) ini.

Menurut jadwal, Kamis (18/3) ini PSMS akan bertanding menghadapi PSSB Bireuen. Lawatan berikutnya, Minggu (22/3) adalah ke kandang PSAP Sigli.

Diharapkan dari kedua laga tandang ini tim Ayam Kinantan mampu mencuri poin dari kandang lawan, sehingga ketika menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat di Stadion teladan Medan, Affan Lubis dkk tidak terlalu terbebani.

Saat ini PSMS baru mengoleksi 15 poin, atau berselisih satu poin dengan Persires Rengat dan PSDS yang menempati peringkat 10 dan 11.

Tak ayal kondisi ini membetri tantangan bagi dua pelatih PSMS anyar PSMS, Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian. Terlebih sebelumnya Affan Lubis dkk dipermalukan Persipasi Bekasi dengan skor 1-2 di depan publiknya sendiri.

Untuk itu, tanpa membuang waktu keduanya langsung melakukan pendekatan kepada seluruh pemain. Selain untuk berkenalan, melalui pendekatan itu keduanya ingin mengangkat motivasi seluruh pemain.

Dengan semangat yang tinggi dari pemain, keduanya optimis dapat memaksimalkan waktu untuk menggelar persiapan. PSMS hanya punya waktu dua kali latihan sebelum melakoni pertandingan yakni Selasa (16/3) pagi dan ketika mencoba Stadion Cut Gapu Bierun, markas PSSB, Rabtu (17/3) pagi.

¨Ya, saat ini kita memang belum tahu skil dan kemampuan yang dimiliki masing-masing pemain. Untuk itu kita akan pantau besok pagi (hari ini, Red) di dalam latihan. Kita masih harus banyak bertanya tentang pemain kepada asisten pelatih (Suyono dan Jampi Hutauruk, Red),” sebut Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/3).

Persiapan yang akan digelar pun berhubungan dengan reposisi pemain. Menurut Amrustian yang terus mengamati perkembangan PSMS, penempatan pemain yang tidak tepat menjadi salah satu faktor tidak maksimalnya performa pemain di lapangan. Seperti penempatan Nyeck Nyobe sebagai libero. Padahal selama bermain di Persib Bandung, pemain asal Kamerun itu berperan sebagai gelandang serang. Begitu juga Faisal Azmi yang akan ditarik kembali sebagai gelandang serang. Meskipun untuk itu (reposisi, Red) keduanya akan melakukan secara bertahap.

Di sisi lain kabar bagus menyertai keberangkatan Ayam Kinantan, Selasa (16/3) ini. Nyeck Nyobe yang absen pada pertandingan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) lalu dikabarkan akan memperkuat PSMS pada pertandingan, Kamis (18/3) ini.

Menurut Sekretaris Tim Fityan Hamdy, Senin (15/3) sore, Nyeck bertolak dari Jakarta ke Medan.

Selain itu penjaga gawang ketiga PSMS Delly pun dipastikan sudah mendapat izin dari BLI untuk diturunkan memperkuat PSMS. Keputusan yang dilakukan secara lisan itu pun langsung ditindaklanjuti, Senin (15/3) dengan pengiriman berkas Delly ke BLI.

Kebenarnan itu kembali disampaikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE. “Nyeck Nyobe sudah bisa diturunkan menghadapi PSSB Bireun, dengan catatan membayar denda sebesar Rp10 juta. Kita sudah melakukan pembicaraan dengan Komdis (komisi disiplin) PSSI dan Nyeck akan bersama tim ke Bireun,” sebut Idris.

Namun, PSMS juga dipastikan tidak akan diperkuat Denny Wahyudi yang terkena akumulasi kartu kuning saat menghadapi Persipasi bekasi Sabtu (13/3) lalu.

Meskipun begitu Denny tetap dibawa untuk memperkuat tim saat menghadapi PSAP Sigli pada lawatan berikutnya. memang tidak bisa¨diturunkan di Bireun, tapi dia tetap ikut bersama tim, karena tanggal 23¨Maret mendatang menghadapi PSAP Sigli, dia sudah bisa diturunkan,” tandas¨Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy

Monday, March 15, 2010

Siapkan Pemain Muda masa depan!!

Kekalahan menyesakkan dari Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan membuat PSMS harus sadar diri. Selain aib kalah di kandang, prestasi PSMS musim ini memang jauh dari maksimal.

Karena itu, meskipun masih menyisakan beberapa pertandingan sebelum kompetisi Divisi Utama musim ini berakhir, pembenahan pun mulai digelar. Indonesia Super League (ISL) adalah tempat yang disiapkan pengurus untuk PSMS dari musim yang akan datang. “Kita banyak belajar dari awal musim ini digelar. Dari situ akan kita pilah-pilah mana yang baik dan layak terus dijalankan dan mana yang tidak benar untuk tidak diulangi pada musim yang akan datang,” ucap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE.

Menurut Idris, terdapat beberapa pembenahan yang mendesak untuk dilakukan. Beberapa langkah pun sudah disiapkan dalam rangka mempersiapkan skuad promosi di masa yang akan datang. Langkah tersebut antara lain memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menjaring pemain berbakat. Untuk itu, usai kompetisi April nanti pengurus bersama manajemen akan menggelar seleksi pemain.
Seleksi sendiri akan dilaksanakan dalam beberapa tahap seperti melalui kompetisi antarklub yang digelar PSSI Medan maupun secara internal.“Usai kompetisi kita langsung buka pendaftaran untuk penjaringan pemain. Kita mengharapkan seluruh klub yang ada di Sumut mengirimkan pemain terbaiknya. Kita nantikan kedatangnya di Stadion Kebun Bunga,” jelas Idris.

Stadion Kebun Bunga sebagai tempat pelaksanaan seleksi diyakini memiliki efek yang punya sejarah dalam membangkitkan fanatisme pemain. Ya, fanatismelah yang mungkin bisa dikatakan sebagai kambing hitam dari buruknya prestasi Ayam Kinantan kini. “Pemilihan pemain sendiri akan kita serahkan sepenuhnya kepada manajemen khususnya pelatih yang paling paham akan kebutuhan tim. Kita hanya menunggu rekomendasi dari mereka untuk pengesahannya. Ini pelajaran yang kita ambil dari musim ini,” lanjut Idris.

Kerjasama juga akan dibangun dengan Dispora yang memiliki fasilitas penunjang dalam penilaian terhadap kualitas pemain. Seperti penilaian V2O Max juga Inteligen seluruh pemain. “Jadi kita mau seluruh pemain juga punya IQ yang bisa memahami materi dari pelatih untuk diaplikasikan di lapangan dengan maksimal. Untuk apa pemain bagus tapi tidak punya nalar? Kita tidak mau seperti itu lagi,” pungkasnya

Telan Pil Pahit

PSMS kembali menelan pil pahit setelah menyerah dari tamunya Persipasi Bekasi dengan skor 1-2 dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3). Kekalahan ini memperpanjang rekor tak pernah menang dalam lima laga kandang terakhir. Tak pelak, cercaan dari pendukung mengiringi setiap langkah Affan Lubis dkk.

Bonus yang dijanjikan Pengcab PSSI Medan maupun pengurus, plus yel-yel dukungan suporter ternyata belum mampu mendongkrak performa PSMS. Tidak ada permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS sepanjang pertandingan.

Hanya pola kasar yang membuat dua pemain PSMS Denny Wahyudi dan Faisal Azmi harus diganjar kartu kuning. Tanpa ada kontribusi yang berarti, dua pemain asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Ogochukwu Daniel pun ibarat pelengkap penderitaan semata. Ironisnya lagi, kekalahan itu disaksikan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nughroho dan Ketua Pengda PSSI Sumut, Risudin.

Bagaimanapun PSMS kembali kehilangan kesempatan untuk merebut poin setelah sebelumnya PSMS hanya mampu bermain seri saat menghadapi Semen Padang dan Persita Tangerang. Sedangkan empat pertandingan lain PSMS takluk dan itu membuatnya bertahan dengan nilai 15.
Strategi menyerang dengan menduetkan Saha dengan Jecky Pasarela yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih PSMS berhasil hanya untuk di 25 menit babak pertama. Peluang emas tercipta lewat Saha di menit ke-18. Namun, tendangan striker asal Nigeria itu dapat ditepis kiper Persipasi, Diki Zulkarnain.

M Affan Lubis dkk juga tidak berhasil memanfatkan rapuhnya pertahanan lawan. Bahkan, beberapa kali Nuralim dkk juga dibuat leluasa melakukan serangan balik. Di menit ke-26, misalnya, striker asing Persipasi Bekasi Jean Casmire Boumsong mengancam gawang PSMS. Namun, kiper PSMS Irwin Ramadhan berhasil mengatasinya. Irwin yang lama dicadangkan kembali tampil memukau setelah menyelamatkan gawangnya dari tendangan Arif Kurniawan.

Apa yang ditunggu fans PSMS di Stadion Teladan Medan menjadi kenyataan. Ya, Faisal Azmi berhasil memecahkan kebuntuan bagi PSMS di menit ke-43. Memanfaatkan tendangan bebas M Affan Lubis yang dilanjutkan dengan heading cantik ke gawang Persipasi. Skor 1-0 bertahan untuk PSMS hingga turun minum.

Unggul satu gol di babak pertama membuat fans yang memadati Stadion Teladan sumringah. Kemenangan memang menjadi barang langka bagi fans PSMS. Sayang, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Satu menit babak kedua berjalan, Persipasi berhasil menyamakan kedudukan lewat striker berkebangsaan Kamerun Boumsong.

Tak pelak, gol tersebut meruntuhkan mental bertanding Affan Lubis dkk. Terbukti serangan-serangan yang dibangun lewat Faisal Azmi dan Daniel terlalu mudah dipatahkan Persipasi. Ditambah lagi disiplin tinggi barisan belakang Laskar Patriot – julukan Persipasi- yang dikomandoi Nuralim menyulitkan barisan depan PSMS. Di saat genting seperti ini, Irwin Ramadhan, kiper muda yang diharapkan gemilang harus keluar lapangan karena kram. Padahal, selama berada di lapangan, Irwin lumayan tampil bagus. M Halim yang duduk di bangku cadangan pun masuk.

Dan, apa yang ditakutkan pencinta Ayam Kinantan menjadi kenyataan. Tak lama kemudian, lewat sebuah serangan balik, Persipasi membuat publik tuan rumah terdiam.

Boumsong kembali menjadi pahlawan lewat golnya sontekannya di menit ke-83. M Halim gagal mengantisipasi datangnya bola ke jantung pertahanan PSMS.

Aroma kalah semakin terasa di Stadion Teladan. Usaha punggawa Ayam Kinantan untuk membalas gol dan berusaha mencari kemanangan tidak begitu terlihat. Serangan demi serangan begitu gampang dipatahkan.

Bahkan, Persipasi hampir menambah keunggulan lewat Arif atas dua peluang yang dimilikinya. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit Tardianis asal Sumatera Barat, skor tetap 2- 1 untuk keunggulan Persipasi.

Usai pertandingan, Asisten Pelatih PSMS Suyono mengakui lini belakangnya cukup rawan ditembus tanpa kehadiran Nyeck Nyobe. “Strategi menyerang yang kita peragakan memang sedikit meninggalkan lubang di pertahanan. Beberapa pemain yang kita instruksikan melapis pertahanan namun tetap tidak berhasil,” katanya.

Sementara Pelatih Persipasi Warta Kesuma menyambut gembira tiga poin yang berhasil diraihnya. Hasil ini membuat peluang Persipasi untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) masih terjaga.

“Setelah berhasil menahan imbang Semen Padang, kita memang yakin akan merebut poin disini. Kemenangan ini sangat kami syukuri. Untuk promosi, kita butuhkan tambahan delapan poin,” katanya.

Saturday, March 13, 2010

Usung Kolektivitas

Laga kandang melawan Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), mendatang bisa dikatakan partai hidup mati bagi PSMS. Karena itu, PSMS wajib memiliki strategi khusus untuk memastikan tiga poin.

Ya, poin penuh memang menjadi penting bagi Ayam Kinantan yang berada di posisi rawan degradasi dari Divisi Utama. Tidak ada kata lain, kemenangan adalah harga mati. Maka dari itu, pelatih dan asistennya diharapkan mampu memilih strategi jitu. Pasalnya, secara materi pemain, punggawa PSMS masih kalah kelas dari Persipasi.

Tim pelatih PSMS yang dipimpin Kustiono mengakui hal itu. Dia mengungkapkan, permainan kolektif akan mengimbangi materi pemain Persipasi. Dengan itu pula pihaknya optimis mampu mengamankan tiga poin pada pertandingan itu. Kustiono menambahkan, materi pemain yang dimiliki skuad Ayam Kinantan tidak ada yang terlalu menonjol dan kemampuannya rata-rata relatif berimbang. Tidak adanya pemain bintang ataupun figur pemain sentral inilah yang membuat dirinya lebih memilih untuk menerapkan permainan kolektif.

“Latihan hari ini, kita terapkan metode permainan menyerang, bermain dari kaki ke kaki agar bisa secepatnya membuat gol,” ujarnya usai memimpin latihan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (10/3).

Menurut Kustiono, latihan yang terus-menerus dia lakukan untuk menggeber kemampuan M Afan Lubis dkk pun sudah menunjukkan hasil. Permainan kolektif mulai terasah melalui game simulasi.

“Anak-anak sudah bermain kolektif dan tampaknya mereka cukup memahami skema permaianan yang kita susun itu,” tambah pelatih berusia 48 tahun itu.
Strategi permainan kolektif dan pressing ketat diharapkan bisa berjalan efektif untuk menahan gempuran tim tamu. Pada simulasi yang digelar Rabu itu, beberapa kali striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvelous yang sengaja dipasangkan bersama Ahmad Afandi di lini depan membuat peluang. Begitu juga barisan lini tengah PSMS juga terlihat cukup baik menyuplai umpan-umpan dari tengah, sayap kiri, dan kanan.

Namun, penyelesaian akhir belum begitu baik. Selain itu, Kustiono yang melakukan eksperimen dengan menduetkan Ahmad Afandi menguraikan, hal itu dilakukan sebagai bentuk eksperimen sebagai antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pertandingan seperti cedera dan sebagainya. “Afandi punya potensi bagus, kita sengaja duetkan dia dengan Osas untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Kalau misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan pada Osas saat pertandingan, Afandi bisa kita turunkan,” paparnya.

Di sisi lain, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga berharap agar para pemain hendaknya menunjukkan mental bertanding yang tak kenal menyerah, terutama striker PSMS, Osas. “Kita perlu poin, jadi saya harap semua pemain bisa menunjukkan semangat juangnya. Kami yakin bila itu dilakukan, kita bisa meraih angka penuh,” sebutnya.

PSMS v Persipasi Sama-sama Target Menang

Perlawanan yang akan diberikan Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) sore ini membuat PSMS harus tampil habis-habisan. Kemenangan pun harga yang tak bisa ditawar lagi oleh H Affan Lubis dkk.

Setelah gagal meraih kemenangan di dua laga kandang atas Persikabo dan Persita Tangerang, PSMS harus memaksimalkan sisa tiga laga kandangnya. Tak pelak laga sore ini akan menjadi penentu kelanjutan PSMS dan persepakbolaan Sumatera Utara di masa yang akan datang.

Harus di akui bila PSMS adalah barometer sepak bola tidak hanya di Sumatera Utara saja. Terbukti tidak sedikit pemain jebolan PSMS yang bermain di tim-tim sepak bola nasional. Berkostum PSMS pun menjadi impian pesepakbola junior di Sumatera Utara. Tak bisa dibayangkan bila PSMS sampai didegradasi dari Divisi Utama setelah sebelumnya terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL).

Menyadari hal itu, Pelatih PSMS Kustiono pun berjanji untuk tak membuang peluang. Dengan kondisi skuad PSMS yang ada dirinya siap untuk mewujudkan harapan tersebut. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan besok (hari ini, Red). Performa pemain saat ini dalam kondisi on fire. Selain bermain di hadapan pendukung, kita harap motivasi tinggi dari pemain bisa mewujudkan kemenangan bagi kita,” ujarnya.

Tidak hanya keyakinan semata, Kustiono juga mengaku memiliki modal yang cukup untuk membungkam tim tamu. Kala masih menangani PSAP di awal musim lalu, tim besutannya mengalahkan Persipasi 1-0. “Saya pernah melihat kekuatan Persipasi di putaran pertama lalu. Saat itu kita PSAP menang 1-0. Itu menjadi modal bagi kita,” katanya.

Modal tersebut nantinya akan menjadi ajang untuk membalas atas kekalahan 1-3 saat menantang ke kandang Persipasi Bekasi Stadion Patriot di putaran pertama lalu. Apalagi kemenangan Persipasi kala itu dipengaruhi kinerja wasit yang berat sebelah dan merugikan PSMS. Ditambah lagi motivasi yang baru diterima dari jajaran pengurus dan manajemen juga KONI Medan belum lama ini membangkitkan komitmen seluruh pemain untuk menunjukkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.

Tidak hadirnya Nyeck Nyobe pun diyakinkan tidak akan memberi masalah bagi barisan belakang. “Memang kita tidak akan diperkuat Nyeck Nyobe. Tapi kita punya 20 pemain, dan itu sudah disiapkan,” tutur Kustiono.

Striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous yang mendapat perhatian dari pengurus dan manajemen juga berjanji untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Hanya saja, Osas tidak mau sesumbar tentang berapa gol yang akan diciptakannya. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan atas Persipasi,” ungkapnya.

Begitu pun, Sabtu (13/3) pagi ini dikabarkan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho bersama Pengprov PSSI Sumut akan bersilaturahmi ke Mes PSMS sekaligus memberi motivasi kepada seluruh pemain. Bonus pun siap menanti.

Sementara itu, dengan target berlaga di ISL di musim mendatang, Persipasi Bekasi tidak akan pulang dengan tangan kosong. Pelatih Persipasi Bekasi Warta Kusuma bahkan menargetkan poin penuh. Strategi pun disiapkan untuk meredam permainan rap-rap PSMS selain menurunkan tiga pemain asingnya.

“Kita terget poin penuh. Untuk gaya rap-rapnya PSMS, saya akan batasi pemain lawan supaya tidak masuk ke daerah 16,” ucap Warta kepada Sumut Pos, Jumat (12/3)

Friday, March 12, 2010

Pemain PSMS Dijanjikan Bonus

idak melulu urusan teknis, berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan performa skuad Ayam Kinantan di pengujung kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Satu diantaranya dengan mengadakan pertemuan antara pengurus PSMS-KONI dan seluruh pemain PSMS di Mes Kebun Bunga, Kamis (11/3).

Intinya, pertemuan yang digelar dengan melibatkan mantan pemain PSMS Sugeng Rahayu dan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) yang diwakili Ketuanya Nata Simangunsong beserta anggota tersebut digelar untuk menyatukan visi antara seluruh elemen di PSMS beserta KONI. Yakni, sama-sama berkomitmen untuk menyapu bersih lima sisa laga yang akan digelar.

Sekretaris Umum PSMS Idris kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, pertemuan yang diprakarsai Ketua KONI Medan Dzulhifzi Lubis tersebut berawal dari keinginan KONI dan pengurus yang ingin PSMS termotivasi untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat Kota Medan. “Tentunya untuk meningkatkan semangat bertanding pemain, KONI dan pengurus berjanji akan mempersiapkan bonus,” sebut Idris tanpa menjelaskan besar bonus yang akan diberikan.

Idris juga mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan KONI Medan dan berharap ke 20 pemain PSMS mampu mewujudkannya dengan karya nyata di lapangan. “Kami berharap, semoga kekompakan ini mampu mengangkat citra tim ini di masyarakat, dan kami juga meminta dukungan seluruh masyarakat Medan dan Sumut demi majunya PSMS,” tegasnya.

Sementara itu, Drs H Dzulhifzi Lubis atau yang akrab disapa Opunk Ladon menuturkan, pertemuan tersebut didasari keprihatinan KONI atas menurunnya performa PSMS di beberapa laga terakhir. Untuk itu dia berharap, pemain PSMS mampu menunjukkan komitmennya pada pertandingan selanjutnya, termasuk menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang. “Pertemuan ini merupakan dukungan moral dari KONI Medan untuk perkembangan olahraga di Medan, dan kegiatan seperti ini juga tidak hanya kami lakukan kepada PSMS, juga kepada cabang olahraga lainnya di Medan ini,” akunya.

Dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk terus memberikan dukungan kepada PSMS. “Janganlah lagi ada cibiran-cibiran kepada tim termasuk dari klub suporter, mari sama-sama kita dukung tim ini,” ucapnya.

Dampak pertemuan tersebut juga terasa pada latihan persiapan jelang laga kontra Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin sore, seluruh pemain tampak serius mendengarkan arahan yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono. “Kita bangga perhatian yang diberikan pengurus kepada tim ini, semoga ini menjadi isyarat bagi permainan PSMS yang lebih baik,” tegas Kustiono.

Sementara itu, PSMS agaknya bisa bernafas lega setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI hanya menjatuhkan sanksi sesuai peraturan manual kepada pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe.

Demikian kabar yang didapat pascasidang Komdis yang digelar di Jakarta, Kamis (11/3). Menurut Asisten Manager PSMS Benny Tomasoa, sanksi yang terbilang ringan itu sehubungan dengan catatan Nyeck yang ada di PSSI. “Nyeck memiliki catatan yang baik di PSSI. Bahkan kartu merah ini merupakan kartu pertama Nyeck sepanjang merumput di Indonesia baik di Liga Super maupun Divisi Utama,” ucap Benny kepada Sumut Pos melalui telepon, Kamis (11/3).

Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya mewakili manajemen akan tetap melakukan pendekatan kepada Komdis untuk memastikan tidak ada perubahan dalam hal sanksi Nyeck tadi. Disinggung sidang atas insiden saat menjamu Persita di Stadion Teladan , Benny sudah memberikan klarifikasi seperti apa adanya.

“Komdis hanya berpesan agar semua pihak mencari jalan yang terbaik. Itu juga yang kita inginkan,” tambahnya

PSMS Turunkan Harga Tiker

Dukungan dari masyarakat Kota Medan sangat dibutuhkan dalam memotivasi semangat para pemain PSMS untuk tampil maksimal. Apalagi kala Ayam Kinantan dalam ancaman degradasi yang terus menghantui.

Hal ini disadari sepenuhnya oleh Pengurus PSMS dengan melakukan terobosan menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) ini.

Terobosan yang dilakukan pengurus melalui Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS adalah menurunkan harga tiket pertandingan pada tiga laga kandang sisa nanti. Diharapkan langkah itu dapat meningkatkan dukungan kepada PSMS melalui kehadiran masyarakat Kota Medan yang menyaksikan setiap pertandingan.

“Bagaimanapun masyarakat Kota Medan adalah pemain ke-12 PSMS. Dengan memberikan harga yang terjangkau kita berharap dapat meningkatkan jumlah penonton untuk memberi dukungan kepada tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,”ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).

Di samping itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini menilai harga tiket yang diterapkan selama ini, sehubungan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang tinggi, masih terbilang mahal. Kenyataan ini ditengarai menjadi faktor penyebab minimnya masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan Medan. Dia juga menuturkan, penurunan tiket tersebut efektif berlaku mulai saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, (harga baru lihat grafis).

“Keputusan ini juga kita buat berdasarkan komentar dari masyarakat yang menilai harga tiket PSMS terbilang mahal. Jadi saya harap, langkah ini dapat mengembalikan minat masyarakat Kota Medan untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan di setiap pertandingan tim kesayangan kita ini. Hanya ini batas yang bisa kita lakukan dan harga ini juga saya piker sudah cukup terjangkau lah,” tambah Idris yang juga Ketua Panpel Pertandingan PSMS ini.

Selain itu, pihak Panpel tetap akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Idris mengharapkan penonton untuk peduli dengan babak ini. Pasalnya, lucky draw memang disipakan bagi penonton yang beruntung.

“Jadi penonton jangan membuang dulu potongan tiketnya, karena akan kita undi saat jeda pertandingan, bagi dua orang yang beruntung, panitia menyediakan hadiah yang menarik,” pungkas Idris

Wednesday, March 10, 2010

PSMS Pantau Calon Lawan

Kemenangan PSDS 3-1 atas Persires Rengat pada lanjutan Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Selasa (9/3) membuat PSMS kian terjepit. Meskipun begitu, Sekretaris PSMS Idris SE tetap optimis bila tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu dapat lolos dari degradasi.

“Kita hanya butuh tujuh poin untuk aman. Saya pikir enam poin bisa kita ambil dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat ditambah poin dari dua laga tandang PSSB Bireuen dan PSAP Sigli. Bukan tidak mungkin pula kita menambah poin dari Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) nanti,” ucap Idris yang ditemui di Mess PSMS Medan, Selasa (9/3).

Untuk mewujudkan itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini memastikan seluruh pemain tidak bermasalah. Salah satunya mengambil alih pengurusan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang diyakini menjadi penyebab turunnya penampilan striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous.

“Kita sudah mengurus ke imigrasi. Dia (Osas, Red) tinggal melapor ke imigrasi untuk selanjutnya mengambil Kitasnya. Kita juga sudah mengusahakan surat keterangan untuk Osas yang berlaku dua bulan ini,” paparnya.

Pelatih PSMS Kustiono pun memahami keinginan Idris. Setelah mempersiapkan performa menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), dirinya memboyong seluruh pemain untuk memantau performa calon lawannya Persires Rengat kala dijamu PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam.

Ya, meski Persires Rengat akan menjadi lawan Ayam Kinantan di laga penutup, antisipasi peta kekuatan lawan dinilai merupakan harga yang perlu diperjuangkan.

“Ke sana bukan untuk menonton. Saya meminta semua pemain untuk memantau kira-kira apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Persires. Itu akan saya pertanyakan besok (hari ini, Red) dan kita lanjutkan dengan drill di lapangan,” jelas Kustiono di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).

Program ini, menurutnya, akan mengajak pemain untuk mempelajari skema permainan lawannya. Setelah itu bertukar pikiran dengan pelatih dalam menentukan strategi apa yang sebaiknya diterapkan. Begitu juga pemain yang patut diwaspadai.

“Tapi hal itu tidak termasuk pada program latihan kita menghadapi Persipasi. Kalau untuk itu sudah kita persiapkan,” paparnya.

Mantan Pelatih PSAP Sigli menyatakan, skema di setiap pertandingan tidak sama, perlu ada beberapa modifikasi di setiap pertandingan.

“Memang formasi dasar kita 3-5-2. Tapi di setiap pertandingan, skemanya tidak sama, ada modifikasi di beberapa lini. Sama halnya dengan menghadapi Persires Rengat di pertandingan terakhir nanti,” sebut pelatih berusia 48 tahun ini

Tuesday, March 9, 2010

PSMS fokuskan strategi menyerang

PSMS Medan terus mempersiapkan diri untuk laga kontra Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama, Sabtu mendatang. Pada sesi latihan di Stadion Teladan kemarin, arsitek PSMS Kustiono memfokuskan pada pressure attack.

Upaya untuk meraih poin maksimal dalam lima laga sisa menjadi target utama PSMS jika tidak ingin terjerumus dalam degradasi. Dalam formasi latihan itu, Kustiono menempatkan Osas Saha bersama Jecky Pasarella di lini depan.

Di lini tengah, Kustiono menumpuk kapten M Affan Lubis, Oguchukwu Daniel dan adiknya Ahmad Affandi. Sementara Faisal Azmi dan Suwondo tampaknya semakin nyetel ketika dipasang di posisi wing.

“Kita fokuskan menyerang. Namun penempatan pemain beberapa masih coba-coba seperti Ahmad Affandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan. Sesekali Saha kita tarik ke tengah,” ujar Kustiono.

Di belakang, krisis terus berlanjut. Absennya Nyeck Nyobe akibat sanksi diikuti dengan cederanya Ahmad Maulana Putra, bek PSMS bertubuh jangkung. Cederanya Maulana terjadi ketika bentrok dengan Bank Sumut dalam ujicoba akhir pekan lalu.

Maulana tampak absen dalam sesi latihan tim di Stadion Teladan. Meskipun cedera Maulana tidak terlalu berat, ia diragukan tampil saat menjamu Persipasi. “Kita pastinya berharap dia bisa diturunkan karena stok pemain belakang sangat sedikit menyusul absennya Nyeck. Jika tetap tidak sembuh pada waktunya, kita akan siapkan Chico Maradona,” kata Kustiono

Lini Belakang Alami Krisis

Menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) PSMS Medan dilanda krisis.

Sebut saja nama Ahmad Maulana Putra yang terancam absen. Padahal pemuda lajang kelahiran Binjai tersebut disiapkan sebagai pengganti Nyeck Nyobe yang dipastikan absen setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Persiraja di Banda Aceh dua pekan lalu.
Ahmad Maulana Putra yang belakangan penampilannya cukup memukau terutama ketika merumput di Banda Aceh, diharapkan pelatih Kustiono bisa menjadi tembok untuk menahan gempuran anak-anak Persipasi Bekasi.

Namun apa hendak dikata, Ahmad Maulana mengalami cedera saat PSMS melakoni laga ujicoba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3).

Sekalipun bukan cedera berat, Maulana tetap tidak dapat bergabung dalam latihan yang berlangsung Senin (8/3) sore. Untuk itu Pelatih PSMS Kustiono segera menyiapkan pemain alternatif untuk mengisi posisi Maulana tadi. “Ya semoga Maulana bisa sembuh dan diturunkan,” harap Kustiono.

Seperti yang dijanjikan usai menggelar laga ujicoba, pelatih yang berhasil membawa PSAP Sigli promosi ke Divisi Utama ini menggelar latihan yang berorintasi pada skema permainan menyerang

Ikpefua ‘Osas’ Marvellous bersama Jecky Pasarella didrop sebagai penyerang di dukung tiga pemain tengah Ahmad Afandi Lubis, Oguchukwu Daniel dan M Affan Lubis. Sementara dua wing beknya Heri Suwondo dan Faisal Azmi membantu dari dua sayap.
“Strategi latihan Senin sore itu bukan berarti final. Dalam beberapa hari ini saya akan mencoba formasi lainnya. Seperti menempatkan Ahmad Afandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan dan menarik Osas ke tengah bersama M Affan Lubis dan Daniel. Kita lihat mana yang lebih efisien,” ujarnya.

Materi itu sendiri lanjutnya akan menitikberatkan poada strategi permainan menyerang. Karena dalam laga ini PSMS harus bisa memenangkan pertandingan guna menjauhi jurang degradasi.

Dalam laga putaran pertama lalu di Bekasi, PSMS dikalahkan Persikasi 1-3 dan satu-satunya gol PSMS diciptakan oleh Osas. PSMS saat ini mengantongi nilai 15 diurutan tiga paling bawah di klasemen sementara grup I

Daniel Ngomong Minang

Meskipun sudah mengusung bendera PSMS, bukan berarti masa lalu berlalu begitu saja. Seperti halnya gelandang asing Oqochukwu Daniel. Pada latihan, Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan terdengar Daniel berbincang dengan salah seorang fans dalam bahasa Minang. “Saketek-saketek,” ucap Daniel menjawab pertanyaan seorang fans yang tak ingin namanya dikorankan.

Menurut fans tersebut, dirinya baru bertanya apakah Daniel dapat berbahasa Minang. Inisiatif mengajukan pertanyaan itu mengingat Daniel yang pernah memperkuat tim Divisi I PSP Padang untuk waktu yang lama. “Tadi cuma iseng ngajak dia ngomong minang, rupanya masih bisa juga dia,” bebernya.

Dari pengakuan Daniel, pengetahuan berbahasa Minang yang dimilikinya juga berkat hubungan yang dijalin dengan wanita Minang. Sayang dirinya tidak mau menjelaskan apakah hubungan itu masih berlanjut atau sudah berakhir. “Pacar saya juga orang awak,” ucap Daniel.

Daniel masuk ke skuad PSMS pada putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini. Sebelumnya dua tahun lamanya pemain asal Nigeria ini bermain di PSP Padang

Nyeck Aman

Keputusan untuk mempertahankan Nyeck Nyobe di skuad PSMS membuktikan jika manajemen PSMS tak dapat bertindak tegas, bahkan terkesan plin-plan terhadap keputusan yang telah dikeluarkan.

Pasalnya, belum lama ini Sekum PSMS Idris SE telah menyampaikan rencana pihaknya untuk mendepak pemain berkebangsaan Kamerun tersebut.
Alasan untuk mendepak Nyeck pun sangat kuat karena saat laga menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa NAD, beberapa waktu lalu, Nyek mendapat kartu merah akibat aksinya mendorong wasit hingga terjengkang.

Imbas dari aksinya tadi, pemain ini terancam absen tiga pertandingan, belum lagi skorsing yang akan diterimanya dari komisi disiplin (Komdis) PSSI, yang kemungkinan besar membuatnya absen lebih lama lagi.

Menyikapi kondisi ini, beberapa waktu lalu manajemen PSMS sempat menggelar seleksi pemain. Mantan punggawa asing yang pernah merumput bersama Sriwijaya FC Okoye Emeke Obidiah pun menjadi salah seorang pemain yang diproyeksikan menggenapi kuota pemain asing yang ditinggalkan Ntyek Nyobe.

Tapi apa lacur? Ternyata penampilan Okoye jauh dari kata memuaskan. Dirinya pun dipulangkan setelah sempat mengikuti seleksi selama tiga hari berturut-turut.

Setelah kepergian Okoye, nama mantan pemain PSMS dan Medan Jaya asal Cile Ariel Guiterez digadang-gadang sebagai pengganti guna memperkuat lini tengah tim Ayam Kinantan.
Namun, Senin (8/3) Idris justru membatalkan rencana melakukan rekrutmen pemain asing. Itu disebabkan belum jatuhnya vonis Nyeck Nyobe sehingga membuka peluang bagi manajemen PSMS untuk melakukan pendekatan kepada PSSI.
“Nyeck tetap di tim. Kita akan berusaha melakukan pendekatan kepada PSSI agar Nyeck dapat turun di dua atau tiga pertandingan terakhir,” kata Idris.

Menurut Idris, keberadaan Nyeck di tubuh tim Ayam Kinantan masih mungkin dimaksimalkan lagi, untuk mendongkrak penampilan M Affan Lubis dkk untuk menghindari zona degradasi.

“Dengan dipertahankannya Nyeck Nyobe, berarti upaya kita mencari pemain asing ditutup, tidak ada lagi penambahan, kita tetap akan berupaya maksimal di sisa pertandingan dengan skuad yang ada,” beber Idris.

Selain itu, lanjut Idris, keputusan pengurus untuk mempertahankan Nyeck Nyobe didukung oleh Kustiono, pelatih PSMS yang menilai penampilan Ariel Guiterez sudah jauh menurun, sehingga dianggap tak layak mempergunakan kostum PSMS.

Apalagi mantan pelatih PSAP Sigli itu meyakinkan bila yang dibutuhkan saat ini adalah kehadiran seorang striker. “Ya, kalau memang pelatih tidak mau Ariel, berarti tidak jadi, pelatih punya wewenang untuk menentukan keputusan, yang jelas keputusan tersebut kita hargai. Baik buruknya performa tim, semuanya adalah tanggung jawab pelatih. Kalau timnya baik, pelatih yang dipuji ataupun sebaliknya. Kita bisa pahami itu,” sebut Idris.

Kustiono yang dikonfirmasi membenarkan keputusan Sekum PSMS tersebut. Menurutnya mengupayakan pemain asing ke PSMS kepada PSSI dapat mengundang protes tim lain. “Kalau kita juga ngotot untuk merekrut pemain, nggak enak sama tim lain, jadi saya rasa memang tidak perlu,” ungkapnya.

Dengan kekuatan yang ada, dirinya tetap akan terus berupaya membangun kerjasama yang baik dengan pemain untuk hasil yang lebih baik bagi PSMS. “Kita tidak boleh menyerah, kita terus berupaya bagaimana tim ini bisa jadi baik, meski dengan kekuatan yang ada. Intinya kerjasama di semua lini,” pungkasnya.

Lini Tengah PSMS Dinilai Cukup

Keinginan Sekretaris Umum PSMS Idris SE agar PSMS memasukkan nama Ariel Guiterez agar berkostum PSMS tampaknya tidak mendapat persetujuan dari Pelatih PSMS Kustiono. Menurutnya, kualitas Ariel belum jaminan.

Setelah menyelidiki pemain asal Chile tersebut, Kustiono menilai langkah yang dilakukan Idris tersebut bukanlah langkah yang terbaik untuk mengangkat kembali performa tim kebanggaan masyarakat Kota Medan ini.

“Memang Idris belum pernah membicarakan hal itu langsung kepada saya, tapi menurut saya kalau Ariel yang dipanggil itu tidak perlu lagi, di lini tengah saya rasa kita sudah solid,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).

Meski pernah berada dalam kondisi terbaiknya kala membela PSMS beberapa tahun lalu, lanjut Kustiono, performa yang dimiliki pemain tersebut sangatlah berbeda saat ini. Selain sudah berumur, kecepatan pemain yang saat ini berdomisili di Kota Medan itu sudah mulai berkurang.

“Sekarang dia (Ariel) sudah tak seperti dulu lagi, apalagi riwayat cederanya juga kita tahu, jadi saya rasa merekrut dia itu tidak terlalu mengubah keadaan, apalagi sekarang ini yang kita butuhkan striker,” katanya lagi.

Bahkan, mantan pemain Mercu Buana itu menyatakan kalau hanya untuk merekrut Ariel, lebih baik memanggil kembali Okoye Emeka Obidiah, mantan pemain Sriwijaya yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi PSMS. “Lebih baik si Obidiah, karena dia itu memang striker,” tegasnya.

Menurutnya, daripada hanya sekedar menghambur-hamburkan uang untuk merekrut pemain asal Chile tersebut, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut mengaku lebih baik saat ini memberdayakan skuad yang ada. “Kalau tidak ada lagi, lebih baik tidak usah merekrut pemain lagi, percuma, karena kita hanya berharap ada satu striker asing untuk menuntaskan masalah krisis gol di tim ini,” jelasnya.

Memang dari beberapa pertandingan baik kompetisi maupun laga uji coba, punggawa PSMS banyak membuang peluang yang ada. Hal itu disebabkan minimnya finishing touch dari pemain di lini depan. Kustiono pun berharap dengan selesainya masalah Kitas, Saha dapat kembali tampil dalam performa terbaiknya. Apalagi, selama membela PSDS musim lalu, Saha menyumbangkan 18 gol dan berhasil membuat PSDS bertahan di divisi utama.

Pada laga uji coba di lapangan PPLP Sumut Sunggal, Sabtu (6/3) Idris menyampaikan rencana menambahkan pemain asing di dalam skuad PSMS. Rencana tersebut sehubungan dengan krisis gol yang melanda M Affan Lubis dkk dan keinginan untuk bertahan di Divisi Utama.

“Kita hanya membutuhkan tujuh poin dan saat ini kita krisis gol. Bagaimanapun kita harus bisa meraih poin tersebut di tiga laga kandang sisa,” ucap Idris kala itu

Monday, March 8, 2010

PSMS ingin daftarkan Ariel Guiterez

Absennya bek Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Nyeck Nyobe, karena sanksi untuk beberapa pertandingan membuat PSMS tengah mencari penggantinya. Ariel Guiterez, pemain asal Chile, menjadi kandidat kuat untuk direkrut. Meskipun berposisi sebagai gelandang, PSMS butuh tambahan pemain asing berkualitas untuk direkrut.

Ariel menjadi kandidat kuat mengingat sulitnya mencari pemain asing berkualitas dengan harga yang murah. Apalagi waktunya juga sempit, karena PSMS akan menjalani laga kontra Persipasi pada 13 Maret mendatang di Stadion Teladan.

“Tidak mudah memang mencari pemain asing yang berkualitas. Daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar sekretaris umum PSMS, Idris, sore ini.

Ariel memang bukan wajah baru bagi PSMS. Saat masih ditangani Suimin Diharja sebelum paruh musim, Ariel menjadi bagian dari tim meskipun statusnya belum jelas. Ia selalu mengikuti latihan bersama pemain-pemain lainnya, meskipun urung diturunkan karena belum didaftarkan.

Namun keinginan pengurus PSMS akan terganjal dengan batas deadline pendaftaran pemain paruh musim yang telah berakhir 12 Februari lalu. “Meskipun pendaftaran pemain sudah lewat, kita akan terus upayakan. Langkahnya kita akan pendekatan dengan PSSI. Manajemen yang akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, arsitek PSMS, Kustiono menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya yang terpenting semua dilakukan untuk mendongkrak performa tim. “Ya itu semua keputusan manajemen dan pengurus, yang jelas kita berharap kita bisa maksimal di sisa laga ini,” pungkasnya

Saha batal dibuang

Performa striker Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Osas Saha, yang menurun dalam beberapa laga terakhir Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 sempat membuat posisinya terancam sebagai ujung tombak lini depan PSMS. Namun penampilan apiknya saat laga ujicoba kontra PPLP Sumut, Sabtu (6/3) kemarin di Lapangan PPLP Sunggal membantah spekulasi yang menyebutkan Saha bakal didepak. Tiga gol diceploskannya dan membawa Ayam Kinantan unggul 4-1.

Mantan striker PSDS tersebut memang tampil mengesankan sore itu dan sukses meyakinkan pengurus PSMS untuk tetap memakai jasanya hingga akhir musim. Penegasan tersebut disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris.

“Kita butuh tambahan poin di lima sisa laga terakhir. Untuk itu kita harapkan Saha mampu membantu PSMS mewujudkannya. Dan ia berjanji untuk itu,” ujarnya, sore ini.

Menurut Idris, menurunnya performa Saha akibat masalah dokumen Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang belum selesai. “Saha bermain buruk mungkin karena bentuk protesnya atas pengurusan izin KITAS yang belum selesai. Memang ada kesalahan dalam mengurus surat izin tinggalnya kemarin. Agennya mungkin kekurangan biaya hingga terhenti. Tapi kini manajemen yang ambil alih,” lanjutnya.

Berlarutnya pengurusan KITAS striker berusia 23 tahun, lanjut Idris, dikarenakan ulah salah satu oknum pengurus yang awalnya menjanjikan akan menyelesaikan biaya pengurusan dokumen. Namun oknum tersebut ingkar janji.

“ Ada pengurus yang menjanjikan untuk melengkapi biaya mengurus dokumen tersebut. Tapi hingga sekarang belum juga dipenuhi,” papar Idris.

Untuk itu setelah berbicara empat mata dengan Saha, pengurus berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Sementara Saha diminta untuk meningkatkan performanya di lapangan. Memang cukup riskan jika Saha didepak. PSMS sedang krisis striker saat ini. Penampilan striker baru PSMS, Obidiah juga masih jauh dari harapan

Punggawa PSMS ke Kondangan

Pesepakbola cenderung identik dengan keringat yang bercucuran. Dengan kata lain, kesan bersih dan rapi seakan jauh dari dirinya. Namun hal itu tidak terlihat pada Sabtu (6/3) siang.

Ya, pada siang tersebut, tampak ada yang berbeda di mes PSMS, beberapa pemain berpakaian rapi layaknya selebritis. Ternyata, dari Tri Yudha Handoko, diketahui bila siang itu mereka akan menghadiri undangan pernikahan salah seorang supporter PSMS.

“Ke undangan anak Smeck (Suporter Medan Cinta Kinantan) Hooligan, Ibnu. Gak enak kalau gak datang, apalagi dia langsung yang mengundang,” ucap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Sumatera Utara ini.

Yudha pun berangkat ditemani Faisal Azmi dan Jecky Pasarella dengan mengendarai mobil Toyota Avanza Biru. Kepada Sekretaris Tim Fityan Hamdy ketiganya berjanji akan tiba di mes pukul 14.30 WIB. Pasalnya sore itu PSMS menggelar laga uji coba ketiga menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di lapangan PPLP Sunggal. Sebelumnya PSMS sudah menggelar dua laga uji coba. Menghadapi Bank Sumut FC, Kamis (4/3) PSMS menang 3-0 dan menang 2-0 atas Sinar Sakti FC, Jumat (5/3).