Tuesday, March 9, 2010

PSMS fokuskan strategi menyerang

PSMS Medan terus mempersiapkan diri untuk laga kontra Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama, Sabtu mendatang. Pada sesi latihan di Stadion Teladan kemarin, arsitek PSMS Kustiono memfokuskan pada pressure attack.

Upaya untuk meraih poin maksimal dalam lima laga sisa menjadi target utama PSMS jika tidak ingin terjerumus dalam degradasi. Dalam formasi latihan itu, Kustiono menempatkan Osas Saha bersama Jecky Pasarella di lini depan.

Di lini tengah, Kustiono menumpuk kapten M Affan Lubis, Oguchukwu Daniel dan adiknya Ahmad Affandi. Sementara Faisal Azmi dan Suwondo tampaknya semakin nyetel ketika dipasang di posisi wing.

“Kita fokuskan menyerang. Namun penempatan pemain beberapa masih coba-coba seperti Ahmad Affandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan. Sesekali Saha kita tarik ke tengah,” ujar Kustiono.

Di belakang, krisis terus berlanjut. Absennya Nyeck Nyobe akibat sanksi diikuti dengan cederanya Ahmad Maulana Putra, bek PSMS bertubuh jangkung. Cederanya Maulana terjadi ketika bentrok dengan Bank Sumut dalam ujicoba akhir pekan lalu.

Maulana tampak absen dalam sesi latihan tim di Stadion Teladan. Meskipun cedera Maulana tidak terlalu berat, ia diragukan tampil saat menjamu Persipasi. “Kita pastinya berharap dia bisa diturunkan karena stok pemain belakang sangat sedikit menyusul absennya Nyeck. Jika tetap tidak sembuh pada waktunya, kita akan siapkan Chico Maradona,” kata Kustiono

Lini Belakang Alami Krisis

Menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) PSMS Medan dilanda krisis.

Sebut saja nama Ahmad Maulana Putra yang terancam absen. Padahal pemuda lajang kelahiran Binjai tersebut disiapkan sebagai pengganti Nyeck Nyobe yang dipastikan absen setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Persiraja di Banda Aceh dua pekan lalu.
Ahmad Maulana Putra yang belakangan penampilannya cukup memukau terutama ketika merumput di Banda Aceh, diharapkan pelatih Kustiono bisa menjadi tembok untuk menahan gempuran anak-anak Persipasi Bekasi.

Namun apa hendak dikata, Ahmad Maulana mengalami cedera saat PSMS melakoni laga ujicoba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3).

Sekalipun bukan cedera berat, Maulana tetap tidak dapat bergabung dalam latihan yang berlangsung Senin (8/3) sore. Untuk itu Pelatih PSMS Kustiono segera menyiapkan pemain alternatif untuk mengisi posisi Maulana tadi. “Ya semoga Maulana bisa sembuh dan diturunkan,” harap Kustiono.

Seperti yang dijanjikan usai menggelar laga ujicoba, pelatih yang berhasil membawa PSAP Sigli promosi ke Divisi Utama ini menggelar latihan yang berorintasi pada skema permainan menyerang

Ikpefua ‘Osas’ Marvellous bersama Jecky Pasarella didrop sebagai penyerang di dukung tiga pemain tengah Ahmad Afandi Lubis, Oguchukwu Daniel dan M Affan Lubis. Sementara dua wing beknya Heri Suwondo dan Faisal Azmi membantu dari dua sayap.
“Strategi latihan Senin sore itu bukan berarti final. Dalam beberapa hari ini saya akan mencoba formasi lainnya. Seperti menempatkan Ahmad Afandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan dan menarik Osas ke tengah bersama M Affan Lubis dan Daniel. Kita lihat mana yang lebih efisien,” ujarnya.

Materi itu sendiri lanjutnya akan menitikberatkan poada strategi permainan menyerang. Karena dalam laga ini PSMS harus bisa memenangkan pertandingan guna menjauhi jurang degradasi.

Dalam laga putaran pertama lalu di Bekasi, PSMS dikalahkan Persikasi 1-3 dan satu-satunya gol PSMS diciptakan oleh Osas. PSMS saat ini mengantongi nilai 15 diurutan tiga paling bawah di klasemen sementara grup I

Daniel Ngomong Minang

Meskipun sudah mengusung bendera PSMS, bukan berarti masa lalu berlalu begitu saja. Seperti halnya gelandang asing Oqochukwu Daniel. Pada latihan, Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan terdengar Daniel berbincang dengan salah seorang fans dalam bahasa Minang. “Saketek-saketek,” ucap Daniel menjawab pertanyaan seorang fans yang tak ingin namanya dikorankan.

Menurut fans tersebut, dirinya baru bertanya apakah Daniel dapat berbahasa Minang. Inisiatif mengajukan pertanyaan itu mengingat Daniel yang pernah memperkuat tim Divisi I PSP Padang untuk waktu yang lama. “Tadi cuma iseng ngajak dia ngomong minang, rupanya masih bisa juga dia,” bebernya.

Dari pengakuan Daniel, pengetahuan berbahasa Minang yang dimilikinya juga berkat hubungan yang dijalin dengan wanita Minang. Sayang dirinya tidak mau menjelaskan apakah hubungan itu masih berlanjut atau sudah berakhir. “Pacar saya juga orang awak,” ucap Daniel.

Daniel masuk ke skuad PSMS pada putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini. Sebelumnya dua tahun lamanya pemain asal Nigeria ini bermain di PSP Padang

Nyeck Aman

Keputusan untuk mempertahankan Nyeck Nyobe di skuad PSMS membuktikan jika manajemen PSMS tak dapat bertindak tegas, bahkan terkesan plin-plan terhadap keputusan yang telah dikeluarkan.

Pasalnya, belum lama ini Sekum PSMS Idris SE telah menyampaikan rencana pihaknya untuk mendepak pemain berkebangsaan Kamerun tersebut.
Alasan untuk mendepak Nyeck pun sangat kuat karena saat laga menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa NAD, beberapa waktu lalu, Nyek mendapat kartu merah akibat aksinya mendorong wasit hingga terjengkang.

Imbas dari aksinya tadi, pemain ini terancam absen tiga pertandingan, belum lagi skorsing yang akan diterimanya dari komisi disiplin (Komdis) PSSI, yang kemungkinan besar membuatnya absen lebih lama lagi.

Menyikapi kondisi ini, beberapa waktu lalu manajemen PSMS sempat menggelar seleksi pemain. Mantan punggawa asing yang pernah merumput bersama Sriwijaya FC Okoye Emeke Obidiah pun menjadi salah seorang pemain yang diproyeksikan menggenapi kuota pemain asing yang ditinggalkan Ntyek Nyobe.

Tapi apa lacur? Ternyata penampilan Okoye jauh dari kata memuaskan. Dirinya pun dipulangkan setelah sempat mengikuti seleksi selama tiga hari berturut-turut.

Setelah kepergian Okoye, nama mantan pemain PSMS dan Medan Jaya asal Cile Ariel Guiterez digadang-gadang sebagai pengganti guna memperkuat lini tengah tim Ayam Kinantan.
Namun, Senin (8/3) Idris justru membatalkan rencana melakukan rekrutmen pemain asing. Itu disebabkan belum jatuhnya vonis Nyeck Nyobe sehingga membuka peluang bagi manajemen PSMS untuk melakukan pendekatan kepada PSSI.
“Nyeck tetap di tim. Kita akan berusaha melakukan pendekatan kepada PSSI agar Nyeck dapat turun di dua atau tiga pertandingan terakhir,” kata Idris.

Menurut Idris, keberadaan Nyeck di tubuh tim Ayam Kinantan masih mungkin dimaksimalkan lagi, untuk mendongkrak penampilan M Affan Lubis dkk untuk menghindari zona degradasi.

“Dengan dipertahankannya Nyeck Nyobe, berarti upaya kita mencari pemain asing ditutup, tidak ada lagi penambahan, kita tetap akan berupaya maksimal di sisa pertandingan dengan skuad yang ada,” beber Idris.

Selain itu, lanjut Idris, keputusan pengurus untuk mempertahankan Nyeck Nyobe didukung oleh Kustiono, pelatih PSMS yang menilai penampilan Ariel Guiterez sudah jauh menurun, sehingga dianggap tak layak mempergunakan kostum PSMS.

Apalagi mantan pelatih PSAP Sigli itu meyakinkan bila yang dibutuhkan saat ini adalah kehadiran seorang striker. “Ya, kalau memang pelatih tidak mau Ariel, berarti tidak jadi, pelatih punya wewenang untuk menentukan keputusan, yang jelas keputusan tersebut kita hargai. Baik buruknya performa tim, semuanya adalah tanggung jawab pelatih. Kalau timnya baik, pelatih yang dipuji ataupun sebaliknya. Kita bisa pahami itu,” sebut Idris.

Kustiono yang dikonfirmasi membenarkan keputusan Sekum PSMS tersebut. Menurutnya mengupayakan pemain asing ke PSMS kepada PSSI dapat mengundang protes tim lain. “Kalau kita juga ngotot untuk merekrut pemain, nggak enak sama tim lain, jadi saya rasa memang tidak perlu,” ungkapnya.

Dengan kekuatan yang ada, dirinya tetap akan terus berupaya membangun kerjasama yang baik dengan pemain untuk hasil yang lebih baik bagi PSMS. “Kita tidak boleh menyerah, kita terus berupaya bagaimana tim ini bisa jadi baik, meski dengan kekuatan yang ada. Intinya kerjasama di semua lini,” pungkasnya.

Lini Tengah PSMS Dinilai Cukup

Keinginan Sekretaris Umum PSMS Idris SE agar PSMS memasukkan nama Ariel Guiterez agar berkostum PSMS tampaknya tidak mendapat persetujuan dari Pelatih PSMS Kustiono. Menurutnya, kualitas Ariel belum jaminan.

Setelah menyelidiki pemain asal Chile tersebut, Kustiono menilai langkah yang dilakukan Idris tersebut bukanlah langkah yang terbaik untuk mengangkat kembali performa tim kebanggaan masyarakat Kota Medan ini.

“Memang Idris belum pernah membicarakan hal itu langsung kepada saya, tapi menurut saya kalau Ariel yang dipanggil itu tidak perlu lagi, di lini tengah saya rasa kita sudah solid,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).

Meski pernah berada dalam kondisi terbaiknya kala membela PSMS beberapa tahun lalu, lanjut Kustiono, performa yang dimiliki pemain tersebut sangatlah berbeda saat ini. Selain sudah berumur, kecepatan pemain yang saat ini berdomisili di Kota Medan itu sudah mulai berkurang.

“Sekarang dia (Ariel) sudah tak seperti dulu lagi, apalagi riwayat cederanya juga kita tahu, jadi saya rasa merekrut dia itu tidak terlalu mengubah keadaan, apalagi sekarang ini yang kita butuhkan striker,” katanya lagi.

Bahkan, mantan pemain Mercu Buana itu menyatakan kalau hanya untuk merekrut Ariel, lebih baik memanggil kembali Okoye Emeka Obidiah, mantan pemain Sriwijaya yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi PSMS. “Lebih baik si Obidiah, karena dia itu memang striker,” tegasnya.

Menurutnya, daripada hanya sekedar menghambur-hamburkan uang untuk merekrut pemain asal Chile tersebut, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut mengaku lebih baik saat ini memberdayakan skuad yang ada. “Kalau tidak ada lagi, lebih baik tidak usah merekrut pemain lagi, percuma, karena kita hanya berharap ada satu striker asing untuk menuntaskan masalah krisis gol di tim ini,” jelasnya.

Memang dari beberapa pertandingan baik kompetisi maupun laga uji coba, punggawa PSMS banyak membuang peluang yang ada. Hal itu disebabkan minimnya finishing touch dari pemain di lini depan. Kustiono pun berharap dengan selesainya masalah Kitas, Saha dapat kembali tampil dalam performa terbaiknya. Apalagi, selama membela PSDS musim lalu, Saha menyumbangkan 18 gol dan berhasil membuat PSDS bertahan di divisi utama.

Pada laga uji coba di lapangan PPLP Sumut Sunggal, Sabtu (6/3) Idris menyampaikan rencana menambahkan pemain asing di dalam skuad PSMS. Rencana tersebut sehubungan dengan krisis gol yang melanda M Affan Lubis dkk dan keinginan untuk bertahan di Divisi Utama.

“Kita hanya membutuhkan tujuh poin dan saat ini kita krisis gol. Bagaimanapun kita harus bisa meraih poin tersebut di tiga laga kandang sisa,” ucap Idris kala itu

Monday, March 8, 2010

PSMS ingin daftarkan Ariel Guiterez

Absennya bek Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Nyeck Nyobe, karena sanksi untuk beberapa pertandingan membuat PSMS tengah mencari penggantinya. Ariel Guiterez, pemain asal Chile, menjadi kandidat kuat untuk direkrut. Meskipun berposisi sebagai gelandang, PSMS butuh tambahan pemain asing berkualitas untuk direkrut.

Ariel menjadi kandidat kuat mengingat sulitnya mencari pemain asing berkualitas dengan harga yang murah. Apalagi waktunya juga sempit, karena PSMS akan menjalani laga kontra Persipasi pada 13 Maret mendatang di Stadion Teladan.

“Tidak mudah memang mencari pemain asing yang berkualitas. Daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar sekretaris umum PSMS, Idris, sore ini.

Ariel memang bukan wajah baru bagi PSMS. Saat masih ditangani Suimin Diharja sebelum paruh musim, Ariel menjadi bagian dari tim meskipun statusnya belum jelas. Ia selalu mengikuti latihan bersama pemain-pemain lainnya, meskipun urung diturunkan karena belum didaftarkan.

Namun keinginan pengurus PSMS akan terganjal dengan batas deadline pendaftaran pemain paruh musim yang telah berakhir 12 Februari lalu. “Meskipun pendaftaran pemain sudah lewat, kita akan terus upayakan. Langkahnya kita akan pendekatan dengan PSSI. Manajemen yang akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, arsitek PSMS, Kustiono menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya yang terpenting semua dilakukan untuk mendongkrak performa tim. “Ya itu semua keputusan manajemen dan pengurus, yang jelas kita berharap kita bisa maksimal di sisa laga ini,” pungkasnya

Saha batal dibuang

Performa striker Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Osas Saha, yang menurun dalam beberapa laga terakhir Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 sempat membuat posisinya terancam sebagai ujung tombak lini depan PSMS. Namun penampilan apiknya saat laga ujicoba kontra PPLP Sumut, Sabtu (6/3) kemarin di Lapangan PPLP Sunggal membantah spekulasi yang menyebutkan Saha bakal didepak. Tiga gol diceploskannya dan membawa Ayam Kinantan unggul 4-1.

Mantan striker PSDS tersebut memang tampil mengesankan sore itu dan sukses meyakinkan pengurus PSMS untuk tetap memakai jasanya hingga akhir musim. Penegasan tersebut disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris.

“Kita butuh tambahan poin di lima sisa laga terakhir. Untuk itu kita harapkan Saha mampu membantu PSMS mewujudkannya. Dan ia berjanji untuk itu,” ujarnya, sore ini.

Menurut Idris, menurunnya performa Saha akibat masalah dokumen Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang belum selesai. “Saha bermain buruk mungkin karena bentuk protesnya atas pengurusan izin KITAS yang belum selesai. Memang ada kesalahan dalam mengurus surat izin tinggalnya kemarin. Agennya mungkin kekurangan biaya hingga terhenti. Tapi kini manajemen yang ambil alih,” lanjutnya.

Berlarutnya pengurusan KITAS striker berusia 23 tahun, lanjut Idris, dikarenakan ulah salah satu oknum pengurus yang awalnya menjanjikan akan menyelesaikan biaya pengurusan dokumen. Namun oknum tersebut ingkar janji.

“ Ada pengurus yang menjanjikan untuk melengkapi biaya mengurus dokumen tersebut. Tapi hingga sekarang belum juga dipenuhi,” papar Idris.

Untuk itu setelah berbicara empat mata dengan Saha, pengurus berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Sementara Saha diminta untuk meningkatkan performanya di lapangan. Memang cukup riskan jika Saha didepak. PSMS sedang krisis striker saat ini. Penampilan striker baru PSMS, Obidiah juga masih jauh dari harapan

Punggawa PSMS ke Kondangan

Pesepakbola cenderung identik dengan keringat yang bercucuran. Dengan kata lain, kesan bersih dan rapi seakan jauh dari dirinya. Namun hal itu tidak terlihat pada Sabtu (6/3) siang.

Ya, pada siang tersebut, tampak ada yang berbeda di mes PSMS, beberapa pemain berpakaian rapi layaknya selebritis. Ternyata, dari Tri Yudha Handoko, diketahui bila siang itu mereka akan menghadiri undangan pernikahan salah seorang supporter PSMS.

“Ke undangan anak Smeck (Suporter Medan Cinta Kinantan) Hooligan, Ibnu. Gak enak kalau gak datang, apalagi dia langsung yang mengundang,” ucap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Sumatera Utara ini.

Yudha pun berangkat ditemani Faisal Azmi dan Jecky Pasarella dengan mengendarai mobil Toyota Avanza Biru. Kepada Sekretaris Tim Fityan Hamdy ketiganya berjanji akan tiba di mes pukul 14.30 WIB. Pasalnya sore itu PSMS menggelar laga uji coba ketiga menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di lapangan PPLP Sunggal. Sebelumnya PSMS sudah menggelar dua laga uji coba. Menghadapi Bank Sumut FC, Kamis (4/3) PSMS menang 3-0 dan menang 2-0 atas Sinar Sakti FC, Jumat (5/3).

Pemanggilan Ditunda Lagi

Tampaknya pemanggilan sidang Komdis PSSI atas asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa dan Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan (14/2) kembali diundur hingga tanggal yang belum ditentukan.

Demikian Benny Tomasoa yang hingga Kamis (4/3) masih berada di Kota Medan. Dirinya bahkan tidak mengetahui alasan pengunduran sidang. “Enggak tahu kenapa, saya kembali batal dipanggil komdis, padahal harusnya hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, lanjutan putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 dimana PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan Minggu (14/2) lalu berakhir ricuh. Penyebabnya keputusan wasit asal Bandung Isna Triana yang tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella ditekel di kotak penalti oleh pemain Persita.

Benny yang tidak terima dengan keputusan Isna langsung merengsek ke lapangan dengan maksud mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, upaya itu digagalkan petugas keamanan yang berada di lapangan. “Waktu itu saya mengejar wasit karena ingin menanyakan kenapa dia tidak memberikan ganjaran penalti bagi PSMS karena Jecky dan Saha ditekel di kotak penalti, saya berhak untuk menanyakan hal itu,” tutur Benny.
Penundaan ini merupakan kali kedua setelah pemanggilan pertama yang dijadwalkan Kamis (25/2) lalu juga batal.

Formasi Tim Mulai Pas Gulung

-Hasil dua kali uji coba mulai memperlihatkan formasi ideal bagi PSMS. Ya, karena itu, sebagai Pelatih PSMS Kustiono tidak akan melakukan perubahan formasi untuk menghadapi laga ujicoba terakhir, Sabtu (6/3) ini menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di Lapangan PPLP Sunggal.

“Saya tidak akan mengubah formasi besok (hari ini, Red). Saya kira tujuan untuk fokus pada bola dari kaki ke kaki ini sudah bisa dipahami pemain dengan komposisi yang baru ini. Tinggal bagaimana para pemain mempertahankan irama saat ini di setiap pertandingan. Besok (hari ini, Red) kita coba lihat,” ucap Kustiono usai laga kontra Sinar Sakti.

Setelah menundukkan Bank Sumut FC 3-0 di laga uji coba pertama, Kamis (4/3), PSMS kembali menggulung Sinar Sakti dengan skor 2-0 pada laga uji coba kedua di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore. Gol kemenangan PSMS masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Afandi dan Tri Yudha Handoko.

Turun dengan lapisan keduanya, PSMS tampak sedikit kesulitan untuk membangun serangan di awal babak pertama. Setelah penyesuaian, serangan pun berhasil dibangun. Blunder yang dilakukan penjaga gawang Sinar Sakti Rozy Arya Kesuma dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmad Afandi untuk membawa PSMS unggul 1-0.

Masuknya Faisal Azmi dan Jecky Pasarella di babak kedua memberi warna lain pada permainan Ayam Kinantan. Tidak membutuhkan waktu lama, Tri Yudha Handoko menambah kemenangan PSMS menjadi 2-0. Dengan memanfaatkan umpan matang dari Faisal Azmi, Yudha yang berdiri bebas langsung melepas tendangan keras tampa bisa diantisipasi oleh Rozy. Oqochukwu Daniel, bahkan, hampir memperbesar keunggulan kalau saja tendangannya tidak melewati mistar gawang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, laga uji coba ini dimanfaatkan Kustiono untuk melakukan perubahan pada komposisi pemain. Di hari pertama Kamis (4/3) mantan pelatih PSAP Sigli ini menarik Jecky Pasarella yang semula striker untuk mengisi posisi wing kanan. Begitu juga Faisal Azmi yang ditarik sebagai gelandang kiri.

Namun di laga uji coba kedua ini Kustiono tidak menurunkan Saha. Untuk itu, Abdul Kamil Sembiring pun disandingkan dengan Daniel dibantu oleh Tri Yudha Handoko dari baris tengah. Bambang Tri Sanjaya, Syaiful Ramadhan dan Chico Maradona sengaja diturunkan menggantikan posisi Nyeck Nyobe yang juga tidak diturunkan.

“Namanya uji coba pemain lapis kedua dimaksimalkan dulu, tujuannya apakah dia layak jadi starter, karena meningat posisi Nyeck Nyobe yang absen pada beberapa pertandingan ke depan, ya kita siapkan cadangan,” jelas Kustiono.

Meskipun begitu, Kustiono mengakui bila skuad binaannya masih lemah dalam finishing touch. Seperti halnya di laga uji coba pertama, saat menghadapi Sinar Sakti, Jumat (5/3) sore itu pun masih banyak peluang yang terbuang percuma.
“Meski banyak peluang tercipta, namun hanya dua saja saja yang bias dimaksimalkan,” kata Kustiono. (jul)

Saha Tantang Kustiono, Obidiah Kayak Kuda Kepang

LAGA uji coba PSMS menghadapi Sinar Sakti FC di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore diawali dengan cek-cok antara Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Pelatih PSMS Kustiono. Keduanya sempat adu mulut, sebelum akhirnya ditengahi oleh Kiper Pelatih PSMS, Jampi Hutauruk.

“Tadi dia tidak latihan pagi, kemarin juga. Kalau saya izinkan dia latihan bagaimana nanti dengan pemain lainnya. Mereka bakal bilang saya takut lah. Ini sekaligus menjadi contoh bagi seluruh pemain untuk disiplin,” jelas Pelatih PSMS Kustiono sebelum laga uji coba digelar.

Kustiono juga menyesalkan sikap Saha yang mencampuradukkan masalah administrasi dengan persoalan teknis, sehingga bisa berpengaruh pada tim. “Kalau pemain tidak suka dengan pelatih itu biasa. Tapi, kalau pelatih yang tidak suka dengan pemain berarti ada yang tidak benar. Saya tidak senang cara dia berlatih bersama PSMS, bukan tidak suka dengan dia,” tegas mantan pemain Mercubuana ini.

Keputusan Kustiono itu pun didukung oleh manajemen PSMS. Manajer PSMS, Hendra DS bahkan menyarankan Kustiono untuk membuat laporan tertulis sehingga bisa dilakukan tindakan. “Ini kan masih lisan, kita tunggu laporan tertulisnya dari pelatih. Kita pasti akan memberikan tindakan terhadap pemain yang tidak disiplin. Bisa pemotongan gaji,” tegas Hendra.
Sementara itu Saha yang dikomfirmasi justru menyampaikan tantangan. Striker ini sempat menghardik Kustiono yang sedang berbincang dengan Sumut Pos dan mengingatkan agar mantan pelatih PSAP Sigli itu untuk tidak berkomentar yang tidak-tidak.

Perihal absen di dua latihan pagi, Saha mengakui karena tidak memiliki ongkos. “Tadi pagi (kemarin) latihan di Kebun bunga, aku tak punya uang untuk ke sana. Aku belum gajian, seribu rupiah pun aku tidak ada pegang. Saya sampai utang sama tukang becak untuk bisa latihan,” beber pemain yang menetap di kawasan Jalan Air Bersih Medan itu.

Keputusan Kustiono tidak memberinya kostum latihan dilihat sebagai sikap yang tidak profesional. “Dia tidak profesional seperti itu karena aku juga bisa latihan sendiri. Malah lebih baik berlatih sendiri karena tidak ada yang bisa aku dapat dari cara dia (Kustiono, Red) melatih. Kalau aku salah ayo ke PSSI, buat laporan. Aku tidak takut,” tambah Saha.

Sementara itu, manajemen PSMS resmi membatalkan rencana kontrak mengikat pemain asing yang didatangkan dari Sriwijaya FC Okoye Emeka Obidiah. Jumat (5/3) siang tampak Okoye bertolak dari Mess PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan diantar oleh Nyeck Nyobe.“Tadi malam sudah kita sampaikan pada Obidiah. Kayak kuda kepang pulak kutengok mainnya,” ucap Manajer PSMS Hendra DS.

Keputusan untuk membatalkan kontrak Obidiah lanjut Hendra dibuat berdasarkan pantauan pribadinya dan tentu saja sesuai laporan pelatih PSMS Kustiono. “Dia memang tidak memenuhi kualitas untuk mengenakan kostum PSMS. Tapi, saya salut dengan dia. Orangnya tahu diri. Itu dia sendiri yang mengundurkan diri kok,” ucap Kustiono.

Saha Tampil Ceria

PSMS kembali meraih hasil positif dalam laga uji cobanya. Kali ini, PPLP Sunggal dilumat tim besutan Kustiono ini dengan skor 4-1. Dalam laga tersebut, striker asing PSMS, Osas "Saha" Mervellous berhasil menciptakan hat-trick. Satu gol PSMS lainnya diciptakan M Affan Lubis.

Menariknya, pada laga yang digelar di lapangan PPLP Sunggal tersebut, Saha sejak babak pertama tampil ceria. Senyum selalu tersungging di senyumnya yang menjadikan pemain asal Nigeria ini favorit penonton.

Saha membawa PSMS unggul lebih dulu setelah sukses mengesekusi tendangan penalti yang diakibatkan pelanggaran terhadap kapten PSMS M Affan Lubis. Diselingi gol oleh M Affan Lubis, Saha kembali menyumbangkan dua gol di babak kedua melalui aksi solo run dan memanfaatkan bola blunder di depan gawang PPLP Sumut. Rangga menutup pertandingan dengan melesakkan satu gol balasan untuk PPLP Sumut.

Usut punya usut, peningkatan prestasi Saha ini ternyata didasari oleh kehadiran Sekretaris Umum PSMS Idris SE dalam laga tersebut. Pasalnya, kedatangan Idris membawa kabar baik sehubungan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang selama ini menjadi beban pikiran Saha.

“Ada kesalahan dalam pengurusan Kitasnya, dari pihak agennya mungkin kekurangan biaya untuk pengurusan sehingga belum kelar sampai sekarang. Jadi Ketua Umum (Drs Dzulmi Eldin, Red) yang terus mengikuti perkembangan, tadi menginstruksikan agar kita mengambil alih pengurusan Kitas Saha,” jelas Idris kepada Sumut Pos di sela-sela pertandingan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya pengurusan Kitas yang tak kunjung selesai berpengaruh pada buruknya penampilan Saha di lapangan. Bagaimana tidak overstay yang mencapai empat bulan ini membuat Saha harus membayar dalam jumlah besar. Belum lagai ancaman dideportasi. Padahal, manajemen sudah berjanji Kitas Saha akan diurus setelah menghadapi Semen Padang di awal putaran kedua lalu.

Di lain pihak, Idris juga tengah memeprsiapkan rencana untuk merekrut satu pemain asing sebagai penganti bek PSMS Nyeck Nyobe yang mendapatkan kartu merah ketika PSMS bentrok dengan Persiraja Banda Aceh 23 Februari lalu, mantan pemain PSMS Ariel Guiterez pun menjadi salah satu kandidat.

“Ya, kita kesulitan cari pemain asing yang berkualitas, daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar pria berdarah Aceh ini.

Memang menurutnya, perlu upaya keras dari PSMS untuk bisa memasukkan Ariel di akhir kompetisi ini, pasalnya pendaftaran pemain di putaran kedua sudah berakhir 12 Februari lalu.

“Tapi, kita akan terus upayakan, kita akan lakukan pendekatan ke PSSI, kita harap ada pertimbangan. Selain itu manajemen akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.

Pelatih PSMS Kustiono pun menyambut baik penampilan Saha sore itu. Tak ada lagi permusuhan seperti yang tampak saat akan menghadapi Sinar Sakti FC pada laga ujicoba kedua di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/3) lalu. Ketika itu Kustiono tidak mengizinkan Saha mengenakan kostum latihan karena absen pada dua latihan pagi.

“Jadi saya bukan tanpa alasan menghukum Saha waktu itu dan semua sudah selesai. Kalau tidak dia (Saha, Red) tidak saya kasih main hari ini,” ucap Kustiono.

Namun mantan Pelatih PSAP Sigli ini tak dapat menyembunyikan kekesalannya atas Dodi Rahwana yang dinilai melakukan kesalahan fatal sehingga PSMS kebobolan satu gol. Apalagi dua laga uji coba sebelumnya berakhir dengan kemenangan telak tampa kebobolan. “Ini kesalahan Dodi,” ketusnya.

Terhadap ketiga laga uji coba, Kustiono sendiri mengaku target yang diinginkan sudah tercapai. Untuk itu dirinya akan melanjutkan materi yang baru pada latihan Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan

“Keep to the ball yang ingin kita capai sudah nampak ya. Jadi minggu depan saya akan bawa materi menyerang dan mengejar bola yang sudah hilang,” beber pelatih berusia 48 tahun ini.

Kedua materi itu diharapkan dapat memberi perlawanan saat menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Sabtu (13/3) mendatang. Saat ini PSMS berada di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin

Friday, March 5, 2010

PSMS masih perlu pembenahan

alaupun menang tiga gol tanpa balas dalam laga ujicoba melawan PS Bank Sumut, pelatih PSMS Kustiono belum puas. Dia merasa masih perlu pembenahan di beberapa sektor, sebelum tim Ayam Kinantan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) mendatang.

Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.

Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.

Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.

Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu

PSMS canangkan tiga ujicoba

Arsitek PSMS Kustiono tak mau ambil resiko dalam persiapan menghadapi Persipasi Bekasi. Rangkaian ujicoba pun bakalan digelar dalam menerapkan strategi untuk tidak malu di hadapan pendukung sendiri.

Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.

Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.

Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.

Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono

Sukses Coba-coba

Setelah selesai menggenjot fisik pemain, Pelatih PSMS Kustiono pun menyiapkan strategi baru untuk menyambut Persipasi Bekasi, Kamis (13/3) mendatang di Stadion Teladan Medan. Satu diantaranya adalah perombakan formasi.

Hal ini terlihat saat melakoni pertandingan uji coba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3). Pada laga tersebut Kustiono tampak melakukan beberapa manuver dengan menggeser beberapa pemain pada posisi yang baru. Adalah Jecky Pasarella yang berposisi sebagai striker ditarik menjadi pemain sayap kanan. Begitu juga Faisal Azmi, pemain berambut gondrong ini dijadikan penguasa sisi kiri. Urusan mencetak gol pun diserahkan kepada Ikpefua Osas “Saha” Marvellous dengan tandemnya Abdul Kamil Sembiring.
“Selama ini kita kesulitan menjalankan serangan dari sisi kiri maupun kanan lapangan. Saya pikir Jecky dan Azmi yang memiliki kecepatan dan gerakan yang gesit bisa mendukung dalam crossing ke lini depan. Sehingga kita bisa memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” jelas Kustiono kepada Sumut Pos.

Siapa sangka perombakan sederhana ini mampu menghidupkan variasi serangan dari kedua sisi. Serangan tidak lagi terpaku dari tengah seperti yang terlihat selama ini. Baik Jecky maupun Faisal pun menjalankan perannya dengan lewat umpan-umpang menyilang yang akurat. Begitu pula Oqochukwu Daniel yang ditarik menjadi gelandang bertahan turut menyumbangkan umpan yang merepotkan pertahanan Bank Sumut FC. PSMS pun menutup laga uji coba pertamanya dengan kemenangan telak 3-0 atas Bank Sumut FC.

Adapun kemenangan PSMS diawali striker muda PSMS Abdul Kamil Sembiring lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Pemain belakang Denny Wahyudi memperbesar kemenangan si Ayam Kinantan setelah tendangan yang tak terlalu kuat namun terarah berhasil merobek gawang Bank Sumut FC. Dan, aksi solo run dari Jecky Pasarella di babak kedua melahirkan gol ketiga untuk PSMS. Kedudukan 3-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Atas hasil pertandingan, Kustiono mengaku cukup senang. Namun menyangkut permainan dengan formasi yang baru, dirinya masih menahan diri. “Dalam penciptaan gol saya bersyukur apalagi lebih dari yang ditargetkan. Bukankah sepak bola adalah untuk mencetak gol,” ujar Kustiono
“Bank Sumut FC memang tim yang kita pilih mengingat mereka latihannya konstan. Mereka juga mampu memberi perlawanan dan beberapa kali menciptakan peluang. Kalau tim itu tidak rutin latihan mungkin bisa bobol lebih besar lagi. Namun, ini tidak bisa dijadikan tolak ukur kemajuan yang dicapai ya. Masih ada dua uji coba lagi,” tambahnya.

Di tengah peningkatan yang ditunjukkan skuad PSMS, Okoye Emeka Obidiah justru belum menunjukkan kualitas yang layak untuk mengenakan kostum PSMS. Pergerakan Okoye masih terbilang lambat begitu pula akurasi yang belum meyakinkan. Terlebih saat kehilangan bola, Okoye langsung menyerah tampa usaha untuk merebut kembali. “Memang belum terlihat. Kita lihat lagi saja pada dua pertandingan nanti,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.

Harapan Kustiono ini berbanding terbalik dengan asistennya, Suyono. Menurut sang asisten, Okoye sama sekali tidak punya harapan. “Parah, dia tidak punya kecepatan,” ketus Asisten Pelatih Suyono

Dua Asing Rawan Coret

Nasib dua pemain asing PSMS, Nyeck Nyobe dan Okoye Emeka Obidiah akan ditentukan hari ini. Demikian dikatakan Manajer PSMS Hendra DS yang dihubungi melalui telepon, Kamis (4/3). “Besok (hari ini, Red) kita akan buat keputusan resmi mengenai dua pemain itu,” ucap Hendra DS.
Aksinya mendorong wasit Tardianis hingga tersungkur saat menghadapi Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu, Nyeck dipastikan absen di tiga laga PSMS.

Belum lagi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang sudah menunggu memastikan mantan pemain Persib Bandung ini tidak akan memperkuat PSMS di lima laga sisa.

Tidak bisa diturunkan, Nyeck pun tidak ada artinya lagi untuk tim. Selain itu sikap Nyeck yang beberapa kali tidak menunjukkan keprofesionalismean menjadi dasar manajemen untuk mendepak pemain berusia 26 tahun ini. Bahkan, usaha untuk mencari pemain pengganti terus dilakukan. Pascapertandingan melawan Persiraja Banda Aceh, Nyeck langsung terbang ke Jakarta untuk menikmati liburan dan absen saat latihan mulai digelar Sabtu (27/2). Nyeck baru terlihat, Kamis (4/3) di Stadion Teladan.

Selain itu, manajemen dipastikan batal mengontrak Okoye. Pasalnya dari dua latihan yang digelar sejak Selasa (2/3) mantan pemain Sriwijaya FC itu tampil sangat buruk. Demikian pula laporan tim pelatih yang disampaikan kepada manajemen perihal Okoye. “Obidiah belum pantas menjadi penggantinya. Selain laporan Kustiono yang bilang dia tidak bagus, saya juga ikut memantau perkembangan pemain asal Nigeria itu. Memang dia belum pantas di tim ini, keputusan resminya besok (hari ini, Red)” tegas Hendra.

Tak pelak keputusan itu akan menjadi pekerjaan rumah manajemen untuk mencari pemain pengganti. Manajemen pun harus berlomba dengan waktu sebelum pertandingan menghadapi Persipasi, Bekasi, Kamis (13/3) nanti. “Kita punya waktu cukup sempit, tetapi kita akan berupaya mencari satu striker, karena selama ini memang, kita lemah mencetak gol,” pungkas Hendra

Pertahankan Gedung Sekuat Tenaga

Seperti yang dipaparkan Muhammad TWH bahwa inisiatif untuk pembangunan gedung di tanah pemerintah kota Medan itu datang dari pengurus dan ke-23 pemain tadi sebagai kontribusi pembangunan sarana olahraga, khususnya sepakbola di Kota Medan.

INDRA JULI-Medan

Sekaligus sebagai kenangan akan masa jaya yang pernah diraih PSMS saat memukul tim-tim luar negeri di Stadion Teladan.
“Pokonya tak ada cerita, tim luar negeri yang datang ke Stadion Teladan pasti kita bantai (kalahkan). Karenanya, kemampuan para pemain sangat diakui, disebabkan kemampuan mereka melewati empat hingga lima pemain lawan, sebelum akhirnya mencetak gol,” kenang Muhammad TWH.
Sayangnya, meskipun telah menunggu sekilan lama, namun permintaan untuk mempertahankan bagungan yang sejatinya menjadi prasasti atas kehebatan PSMS di masa lalu itu, tak pernah berbalasa.

“Pernah saya menunggu dari pukul 07.00 – 09.00 WIB di rumah Abdillah yang berada di Jalan Perak tapi tidak ketemu. Semua dokumen akhirnya saya titipkan ke ajudannya. Ya sampai sekarang tidak ada follow up,” sesalnya.
Muhammad TWH sendiri mengakui tidak tahu perihal pengalihan fungsi gedung seperti saat ini. “Meskipun pernah ditertibkan tapi hanya sementara saja, untuk kemudian kembali lagi menjadi tempat penyimpanan barang seperti itu. Gak tahu bagaimana kerjasama mereka mungkin dengan preman atau oknum yang pintar memanfaatkan keadaan,” bebernya.

Mencuatnya berita tentang pengambilalihan gedung bangunan PSMS untuk selanjutnya dirobohkan berawal dari kedatangan pihak Disporasu ke Mess PSMS yang terdapat di Stadion Kebun Bunga Medan.

Di situ Kadisporasu Parlautan Sibarani menyampaikan niat pemerintah provinsi untuk mengalihfungsikan gedung PSMS sebagai bahagian program inventarisasi fasilitas Pemprov menjadi lahan parkir.

Untuk itu Muhammad TWH mewakili segenap pengurus dan mantan pemain yang masih ada, maupun yang telah tiada berharap kiranya keputusan yang dibuat jangan melupakan jasa ke-23 pemain yang namanya tertera di prasasti tersebut.
“Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan gedung itu. Apalagi ini untuk pembangunan juga. Hanya kalau bisa agar pemerintah memberi perhatian kepada ahli waris dari 23 nama tersebut, karena ke-23 memiliki peran yang sangat besar atas berdirinya bangunan itu,” harapnya.

Thursday, March 4, 2010

Butuh Relaksasi

Untuk menjaga stabilitas mental pemain, kemarin (3/3) tim pelatih PSMSmelakukan perubahan terhadap jadwal latihan.
Sejatinya, latihan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Teladan Medan batal dan dilaksanakan di Stadion Kebun Bunga.
“Saat ini tim membutuhkan suasana yang rileks setelah dua hari berturut latihan di Teladan. Latihan juga kita gelar dengan suasana gembira,” ucap Kustiono, pelatih PSMS.

Menurut mantan pelatih PSAP Sigli ini, jadwal latihan yang disusun untuk dilaksanakan seminggu ini bukan hal yang absolut. Perubahan pun dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan tim. Apalagi dengan kondisi saat ini, ketika skuad PSMS memiliki beban yang berat. Bagaimana tidak, M Affan Lubis dkk harus bisa memanfaatkan lima laga sisa untuk mengumpulkan poin maksimal agar terhindar dari degradasi.
Apalagi dalam jadwal yang sudah disusun, mulai Kamis (4/3) ini tim berjuluk Ayam Kinantan ini mulai menggelar laga ujicoba menghadapi Bank Sumut dilanjutkan Jumat (5/3) menghadapi Sinar Sakti, dan Sabtu (6/3) dengan tim sepakbola PPLP Sunggal. “Jadi sebelum jadwal yang ketat ini saya mau ajak pemain untuk rileks dulu,” tambahnya.

Hal itu dibenarkan oleh Asisten Pelatih PSMS Suyono. Perubahan lokasi latihan dari Stadion Teladan ke Stadion Kebun Bunga lebih karena materi latihan yang singkat. “Tidak apa-apa, kita cuma latihan satu jam saja, jadi di sini (Stadion Kebun Bunga) saja,” ungkap Suyono.
Sayangnya perubahan jadwal yang terkesan mendadak itu memiliki dampak negatif. Salah satunya Striker Asing PSMS, Ikpefua Osas Marvellous Saha yang terpaksa absen yang mengirim pesan kepada Sekretaris PSMS Fityan Hamdy,

“Saya sudah di Teladan seperti jadwal yang diberitahukan sebelumnya, kalau sekarang berubah tempat, maaf saya tidak bisa datang, uang saya habis, gaji belum dibayar, ini sudah tanggal 3,” isi pesan singkat Saha kepada Fityan Hamdy.

Menurut Fityan, Saha yang tinggal di kawasan Jalan Air Bersih Medan yang tidak jauh dari Stadion Teladan telah menunggu untuk beberapa lama. Namun tim yang tak kunjung datang dijadikan Saha alasan untuk bolos latihan.

Padahal Kustiono sudah meminta Fityan membujuk Saha untuk datang ke Stadion Kebun Bunga. Kustiono bahkan bersedia membayar ongkos pemain asal Nigeria tersebut. Sayang Saha tetap pada pendiriannya semula, tetap tidak mau hadir.

Obidiah Belum Sesuai Harapan

Hingga latihan Rabu (3/3) sore di Stadion Kebun Bunga, performa striker asing PSMS yang baru Okoye Emeka Obidiah belum menunjukkan kualitas yang mumpuni. Tak pelak tim pelatih PSMS menerapkan batas deadline hingga Sabtu (6/3) mendatang.

Hal itu tidaklah berlebihan mengingat PSMS sangat membutuhkan striker berkualitas yang diharapkan mampu memecahkan krisis gol di lini depan tim Ayam KinantanPSMS.

Selain itu, untuk mendatangkan Okoye, manajemen telah melepas Nyeck Nyobe George Clement.

Kekecewaan atas performa Okoye justru diperlihatkan Pelatih PSMS Kustiono. Sekalipun enggan mengucapkannya, tapi pelatih berusia 48 tahun ini tak dapat menyembunyikan ketidaktertarikan dengan penampilan striker bertubuh jangkung terebut. “Tidak usah saya yang mengomentari, mungkin masyarakat yang melihat saja sudah bisa menilai, dia layak atau tidak berkostum PSMS,” ujar Kustiono kepada Sumut Pos, Rabu (3/3).

Menurut Kustiono, Okoye tidak memiliki mental seorang striker, begitu pun pergerakan yang dinilai lambat. Belum lagi dengan performa fisiknya yang masih mengkhawatirkan. “Okelah kalau dia memang belum bisa maksimal karena baru tiba. Tapi sebagai striker dia juga tidak bisa lari kencang. Naluri seorang striker untuk mencetak gol sama sekali tidak dia miliki,” kata Kustiono.

Sejatinya, seorang striker selain memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, juga harus mampu membuktikannya lewat gol-gol yang dilesakkannya.

“Anggaran untuk mendtangkan pemain asing tidak sedikit. Di tengah kondisi PSMS yang ada sekarang kita tidak mau salah pilih, kita harus bisa lebih selektif menentukan pemain. Pokoknya pemain yang bergabung di sini (PSMS, Red) harus benar-benar berkualitas,” beber mantan pemain PS Mercu Buana itu.

Walau mengaku tak tertarik untuk merekrut Okoye, namun Kustiono masih memberi kesempatan kepada mantan striker Sriwijaya FC itu untuk memperluihatkan kemampuan terbaiknya.

“Kita beri dia (Okoye, Red) kesempatan sampai hari Sabtu (6/3) nanti. Dari tiga game yang akan kita gelar mulai Kamis (4/3) ini, kita akan lihat bagaimana kemampuannya. Kalau menunjukkan peningkatan, maka dia kita pakai. Kalau tidak ada, terpakas kita cari yang lain,” ungkap Kustiono lagi.

Soal kemampuan fisik, tim pelatih juga akan memberikan latihan khusus kepada pemain dengan tinggi 185 cm tersebut mulai pagi ini. “Agar tidak ada alasan kita salah pilih lagi, kita beri latihan fisik khusus untuknya,” pungkas Kustiono

Wednesday, March 3, 2010

Hendra DS: Itu Anggaran Satu Tahun

KISRUH perihal dana hibah APBD untuk PSMS sebesar Rp6 miliar yang kian kabur disebabkan adanya kesalahpahaman dari berbagai pihak.
Seperti yang disiarkan salah satu media elektronik, Selasa (2/3) pagi, dimana masyarakat mempertanyakan efektivitas dana demikian besar hanya untuk pemutaran satu kompetisi saja.

Untuk itu Hendra DS sebagai Manajer PSMS yang ditemui di Mess PSMS angkat bicara.
Dikatakannya bila dana berbentuk hibah itu tidak hanya untuk kebutuhan memutar kompetisi. “Dana itu merupakan anggaran untuk satu tahun. Dimulai dari melakukan seleksi sampai mempersiapkan skuad PSMS untuk musim berikutnya,” beber Hendra.
Namun persiapan itu, masih harus menunggu sehubungan dengan prosedur yang ada.

Sebagai mantan anggota dewan, Hendra memastikan pencairan dana paling cepat pada April mendatang. Setelah itu barulah penjaringan pemain dapat dilakukan.

Mengenai pelaksanaan kompetisi, dirinya akan berkoordinasi kepada Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan sebagai pengemban mandat. “Pada prinsipnya kita setuju siapapun yang melaksanakan dan dalam bentuk apa itu (penjaringan, Red). Yang penting, pemain yang lolos dari penjaringan itu benar-benar bermental baja,” tegasnya.

Seperti yang diakuinya, keterpurukan prestasi PSMS di Divisi Utama 2009/2010 ini tak lepas dari lemahnya materi pemain yang ada. Keberadaan pemain asing yang diharapkan dapat menunjang pemain lokal pun belum memuaskan. Bahkan belakangan loyalitas pemain yang dibayar mahal itu justru dipertanyakan.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita agar ke depan agar tidak sembarangan merekrut pemain asing. Tapi yang utama kita akan prioritaskan pemain lokal. Karena ini dapat membangkitkan fanatisme,” ujranya