Friday, March 5, 2010

PSMS masih perlu pembenahan

alaupun menang tiga gol tanpa balas dalam laga ujicoba melawan PS Bank Sumut, pelatih PSMS Kustiono belum puas. Dia merasa masih perlu pembenahan di beberapa sektor, sebelum tim Ayam Kinantan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) mendatang.

Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.

Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.

Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.

Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu

PSMS canangkan tiga ujicoba

Arsitek PSMS Kustiono tak mau ambil resiko dalam persiapan menghadapi Persipasi Bekasi. Rangkaian ujicoba pun bakalan digelar dalam menerapkan strategi untuk tidak malu di hadapan pendukung sendiri.

Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.

Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.

Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.

Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono

Sukses Coba-coba

Setelah selesai menggenjot fisik pemain, Pelatih PSMS Kustiono pun menyiapkan strategi baru untuk menyambut Persipasi Bekasi, Kamis (13/3) mendatang di Stadion Teladan Medan. Satu diantaranya adalah perombakan formasi.

Hal ini terlihat saat melakoni pertandingan uji coba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3). Pada laga tersebut Kustiono tampak melakukan beberapa manuver dengan menggeser beberapa pemain pada posisi yang baru. Adalah Jecky Pasarella yang berposisi sebagai striker ditarik menjadi pemain sayap kanan. Begitu juga Faisal Azmi, pemain berambut gondrong ini dijadikan penguasa sisi kiri. Urusan mencetak gol pun diserahkan kepada Ikpefua Osas “Saha” Marvellous dengan tandemnya Abdul Kamil Sembiring.
“Selama ini kita kesulitan menjalankan serangan dari sisi kiri maupun kanan lapangan. Saya pikir Jecky dan Azmi yang memiliki kecepatan dan gerakan yang gesit bisa mendukung dalam crossing ke lini depan. Sehingga kita bisa memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” jelas Kustiono kepada Sumut Pos.

Siapa sangka perombakan sederhana ini mampu menghidupkan variasi serangan dari kedua sisi. Serangan tidak lagi terpaku dari tengah seperti yang terlihat selama ini. Baik Jecky maupun Faisal pun menjalankan perannya dengan lewat umpan-umpang menyilang yang akurat. Begitu pula Oqochukwu Daniel yang ditarik menjadi gelandang bertahan turut menyumbangkan umpan yang merepotkan pertahanan Bank Sumut FC. PSMS pun menutup laga uji coba pertamanya dengan kemenangan telak 3-0 atas Bank Sumut FC.

Adapun kemenangan PSMS diawali striker muda PSMS Abdul Kamil Sembiring lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Pemain belakang Denny Wahyudi memperbesar kemenangan si Ayam Kinantan setelah tendangan yang tak terlalu kuat namun terarah berhasil merobek gawang Bank Sumut FC. Dan, aksi solo run dari Jecky Pasarella di babak kedua melahirkan gol ketiga untuk PSMS. Kedudukan 3-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Atas hasil pertandingan, Kustiono mengaku cukup senang. Namun menyangkut permainan dengan formasi yang baru, dirinya masih menahan diri. “Dalam penciptaan gol saya bersyukur apalagi lebih dari yang ditargetkan. Bukankah sepak bola adalah untuk mencetak gol,” ujar Kustiono
“Bank Sumut FC memang tim yang kita pilih mengingat mereka latihannya konstan. Mereka juga mampu memberi perlawanan dan beberapa kali menciptakan peluang. Kalau tim itu tidak rutin latihan mungkin bisa bobol lebih besar lagi. Namun, ini tidak bisa dijadikan tolak ukur kemajuan yang dicapai ya. Masih ada dua uji coba lagi,” tambahnya.

Di tengah peningkatan yang ditunjukkan skuad PSMS, Okoye Emeka Obidiah justru belum menunjukkan kualitas yang layak untuk mengenakan kostum PSMS. Pergerakan Okoye masih terbilang lambat begitu pula akurasi yang belum meyakinkan. Terlebih saat kehilangan bola, Okoye langsung menyerah tampa usaha untuk merebut kembali. “Memang belum terlihat. Kita lihat lagi saja pada dua pertandingan nanti,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.

Harapan Kustiono ini berbanding terbalik dengan asistennya, Suyono. Menurut sang asisten, Okoye sama sekali tidak punya harapan. “Parah, dia tidak punya kecepatan,” ketus Asisten Pelatih Suyono

Dua Asing Rawan Coret

Nasib dua pemain asing PSMS, Nyeck Nyobe dan Okoye Emeka Obidiah akan ditentukan hari ini. Demikian dikatakan Manajer PSMS Hendra DS yang dihubungi melalui telepon, Kamis (4/3). “Besok (hari ini, Red) kita akan buat keputusan resmi mengenai dua pemain itu,” ucap Hendra DS.
Aksinya mendorong wasit Tardianis hingga tersungkur saat menghadapi Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu, Nyeck dipastikan absen di tiga laga PSMS.

Belum lagi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang sudah menunggu memastikan mantan pemain Persib Bandung ini tidak akan memperkuat PSMS di lima laga sisa.

Tidak bisa diturunkan, Nyeck pun tidak ada artinya lagi untuk tim. Selain itu sikap Nyeck yang beberapa kali tidak menunjukkan keprofesionalismean menjadi dasar manajemen untuk mendepak pemain berusia 26 tahun ini. Bahkan, usaha untuk mencari pemain pengganti terus dilakukan. Pascapertandingan melawan Persiraja Banda Aceh, Nyeck langsung terbang ke Jakarta untuk menikmati liburan dan absen saat latihan mulai digelar Sabtu (27/2). Nyeck baru terlihat, Kamis (4/3) di Stadion Teladan.

Selain itu, manajemen dipastikan batal mengontrak Okoye. Pasalnya dari dua latihan yang digelar sejak Selasa (2/3) mantan pemain Sriwijaya FC itu tampil sangat buruk. Demikian pula laporan tim pelatih yang disampaikan kepada manajemen perihal Okoye. “Obidiah belum pantas menjadi penggantinya. Selain laporan Kustiono yang bilang dia tidak bagus, saya juga ikut memantau perkembangan pemain asal Nigeria itu. Memang dia belum pantas di tim ini, keputusan resminya besok (hari ini, Red)” tegas Hendra.

Tak pelak keputusan itu akan menjadi pekerjaan rumah manajemen untuk mencari pemain pengganti. Manajemen pun harus berlomba dengan waktu sebelum pertandingan menghadapi Persipasi, Bekasi, Kamis (13/3) nanti. “Kita punya waktu cukup sempit, tetapi kita akan berupaya mencari satu striker, karena selama ini memang, kita lemah mencetak gol,” pungkas Hendra

Pertahankan Gedung Sekuat Tenaga

Seperti yang dipaparkan Muhammad TWH bahwa inisiatif untuk pembangunan gedung di tanah pemerintah kota Medan itu datang dari pengurus dan ke-23 pemain tadi sebagai kontribusi pembangunan sarana olahraga, khususnya sepakbola di Kota Medan.

INDRA JULI-Medan

Sekaligus sebagai kenangan akan masa jaya yang pernah diraih PSMS saat memukul tim-tim luar negeri di Stadion Teladan.
“Pokonya tak ada cerita, tim luar negeri yang datang ke Stadion Teladan pasti kita bantai (kalahkan). Karenanya, kemampuan para pemain sangat diakui, disebabkan kemampuan mereka melewati empat hingga lima pemain lawan, sebelum akhirnya mencetak gol,” kenang Muhammad TWH.
Sayangnya, meskipun telah menunggu sekilan lama, namun permintaan untuk mempertahankan bagungan yang sejatinya menjadi prasasti atas kehebatan PSMS di masa lalu itu, tak pernah berbalasa.

“Pernah saya menunggu dari pukul 07.00 – 09.00 WIB di rumah Abdillah yang berada di Jalan Perak tapi tidak ketemu. Semua dokumen akhirnya saya titipkan ke ajudannya. Ya sampai sekarang tidak ada follow up,” sesalnya.
Muhammad TWH sendiri mengakui tidak tahu perihal pengalihan fungsi gedung seperti saat ini. “Meskipun pernah ditertibkan tapi hanya sementara saja, untuk kemudian kembali lagi menjadi tempat penyimpanan barang seperti itu. Gak tahu bagaimana kerjasama mereka mungkin dengan preman atau oknum yang pintar memanfaatkan keadaan,” bebernya.

Mencuatnya berita tentang pengambilalihan gedung bangunan PSMS untuk selanjutnya dirobohkan berawal dari kedatangan pihak Disporasu ke Mess PSMS yang terdapat di Stadion Kebun Bunga Medan.

Di situ Kadisporasu Parlautan Sibarani menyampaikan niat pemerintah provinsi untuk mengalihfungsikan gedung PSMS sebagai bahagian program inventarisasi fasilitas Pemprov menjadi lahan parkir.

Untuk itu Muhammad TWH mewakili segenap pengurus dan mantan pemain yang masih ada, maupun yang telah tiada berharap kiranya keputusan yang dibuat jangan melupakan jasa ke-23 pemain yang namanya tertera di prasasti tersebut.
“Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan gedung itu. Apalagi ini untuk pembangunan juga. Hanya kalau bisa agar pemerintah memberi perhatian kepada ahli waris dari 23 nama tersebut, karena ke-23 memiliki peran yang sangat besar atas berdirinya bangunan itu,” harapnya.

Thursday, March 4, 2010

Butuh Relaksasi

Untuk menjaga stabilitas mental pemain, kemarin (3/3) tim pelatih PSMSmelakukan perubahan terhadap jadwal latihan.
Sejatinya, latihan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Teladan Medan batal dan dilaksanakan di Stadion Kebun Bunga.
“Saat ini tim membutuhkan suasana yang rileks setelah dua hari berturut latihan di Teladan. Latihan juga kita gelar dengan suasana gembira,” ucap Kustiono, pelatih PSMS.

Menurut mantan pelatih PSAP Sigli ini, jadwal latihan yang disusun untuk dilaksanakan seminggu ini bukan hal yang absolut. Perubahan pun dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan tim. Apalagi dengan kondisi saat ini, ketika skuad PSMS memiliki beban yang berat. Bagaimana tidak, M Affan Lubis dkk harus bisa memanfaatkan lima laga sisa untuk mengumpulkan poin maksimal agar terhindar dari degradasi.
Apalagi dalam jadwal yang sudah disusun, mulai Kamis (4/3) ini tim berjuluk Ayam Kinantan ini mulai menggelar laga ujicoba menghadapi Bank Sumut dilanjutkan Jumat (5/3) menghadapi Sinar Sakti, dan Sabtu (6/3) dengan tim sepakbola PPLP Sunggal. “Jadi sebelum jadwal yang ketat ini saya mau ajak pemain untuk rileks dulu,” tambahnya.

Hal itu dibenarkan oleh Asisten Pelatih PSMS Suyono. Perubahan lokasi latihan dari Stadion Teladan ke Stadion Kebun Bunga lebih karena materi latihan yang singkat. “Tidak apa-apa, kita cuma latihan satu jam saja, jadi di sini (Stadion Kebun Bunga) saja,” ungkap Suyono.
Sayangnya perubahan jadwal yang terkesan mendadak itu memiliki dampak negatif. Salah satunya Striker Asing PSMS, Ikpefua Osas Marvellous Saha yang terpaksa absen yang mengirim pesan kepada Sekretaris PSMS Fityan Hamdy,

“Saya sudah di Teladan seperti jadwal yang diberitahukan sebelumnya, kalau sekarang berubah tempat, maaf saya tidak bisa datang, uang saya habis, gaji belum dibayar, ini sudah tanggal 3,” isi pesan singkat Saha kepada Fityan Hamdy.

Menurut Fityan, Saha yang tinggal di kawasan Jalan Air Bersih Medan yang tidak jauh dari Stadion Teladan telah menunggu untuk beberapa lama. Namun tim yang tak kunjung datang dijadikan Saha alasan untuk bolos latihan.

Padahal Kustiono sudah meminta Fityan membujuk Saha untuk datang ke Stadion Kebun Bunga. Kustiono bahkan bersedia membayar ongkos pemain asal Nigeria tersebut. Sayang Saha tetap pada pendiriannya semula, tetap tidak mau hadir.

Obidiah Belum Sesuai Harapan

Hingga latihan Rabu (3/3) sore di Stadion Kebun Bunga, performa striker asing PSMS yang baru Okoye Emeka Obidiah belum menunjukkan kualitas yang mumpuni. Tak pelak tim pelatih PSMS menerapkan batas deadline hingga Sabtu (6/3) mendatang.

Hal itu tidaklah berlebihan mengingat PSMS sangat membutuhkan striker berkualitas yang diharapkan mampu memecahkan krisis gol di lini depan tim Ayam KinantanPSMS.

Selain itu, untuk mendatangkan Okoye, manajemen telah melepas Nyeck Nyobe George Clement.

Kekecewaan atas performa Okoye justru diperlihatkan Pelatih PSMS Kustiono. Sekalipun enggan mengucapkannya, tapi pelatih berusia 48 tahun ini tak dapat menyembunyikan ketidaktertarikan dengan penampilan striker bertubuh jangkung terebut. “Tidak usah saya yang mengomentari, mungkin masyarakat yang melihat saja sudah bisa menilai, dia layak atau tidak berkostum PSMS,” ujar Kustiono kepada Sumut Pos, Rabu (3/3).

Menurut Kustiono, Okoye tidak memiliki mental seorang striker, begitu pun pergerakan yang dinilai lambat. Belum lagi dengan performa fisiknya yang masih mengkhawatirkan. “Okelah kalau dia memang belum bisa maksimal karena baru tiba. Tapi sebagai striker dia juga tidak bisa lari kencang. Naluri seorang striker untuk mencetak gol sama sekali tidak dia miliki,” kata Kustiono.

Sejatinya, seorang striker selain memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, juga harus mampu membuktikannya lewat gol-gol yang dilesakkannya.

“Anggaran untuk mendtangkan pemain asing tidak sedikit. Di tengah kondisi PSMS yang ada sekarang kita tidak mau salah pilih, kita harus bisa lebih selektif menentukan pemain. Pokoknya pemain yang bergabung di sini (PSMS, Red) harus benar-benar berkualitas,” beber mantan pemain PS Mercu Buana itu.

Walau mengaku tak tertarik untuk merekrut Okoye, namun Kustiono masih memberi kesempatan kepada mantan striker Sriwijaya FC itu untuk memperluihatkan kemampuan terbaiknya.

“Kita beri dia (Okoye, Red) kesempatan sampai hari Sabtu (6/3) nanti. Dari tiga game yang akan kita gelar mulai Kamis (4/3) ini, kita akan lihat bagaimana kemampuannya. Kalau menunjukkan peningkatan, maka dia kita pakai. Kalau tidak ada, terpakas kita cari yang lain,” ungkap Kustiono lagi.

Soal kemampuan fisik, tim pelatih juga akan memberikan latihan khusus kepada pemain dengan tinggi 185 cm tersebut mulai pagi ini. “Agar tidak ada alasan kita salah pilih lagi, kita beri latihan fisik khusus untuknya,” pungkas Kustiono

Wednesday, March 3, 2010

Hendra DS: Itu Anggaran Satu Tahun

KISRUH perihal dana hibah APBD untuk PSMS sebesar Rp6 miliar yang kian kabur disebabkan adanya kesalahpahaman dari berbagai pihak.
Seperti yang disiarkan salah satu media elektronik, Selasa (2/3) pagi, dimana masyarakat mempertanyakan efektivitas dana demikian besar hanya untuk pemutaran satu kompetisi saja.

Untuk itu Hendra DS sebagai Manajer PSMS yang ditemui di Mess PSMS angkat bicara.
Dikatakannya bila dana berbentuk hibah itu tidak hanya untuk kebutuhan memutar kompetisi. “Dana itu merupakan anggaran untuk satu tahun. Dimulai dari melakukan seleksi sampai mempersiapkan skuad PSMS untuk musim berikutnya,” beber Hendra.
Namun persiapan itu, masih harus menunggu sehubungan dengan prosedur yang ada.

Sebagai mantan anggota dewan, Hendra memastikan pencairan dana paling cepat pada April mendatang. Setelah itu barulah penjaringan pemain dapat dilakukan.

Mengenai pelaksanaan kompetisi, dirinya akan berkoordinasi kepada Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan sebagai pengemban mandat. “Pada prinsipnya kita setuju siapapun yang melaksanakan dan dalam bentuk apa itu (penjaringan, Red). Yang penting, pemain yang lolos dari penjaringan itu benar-benar bermental baja,” tegasnya.

Seperti yang diakuinya, keterpurukan prestasi PSMS di Divisi Utama 2009/2010 ini tak lepas dari lemahnya materi pemain yang ada. Keberadaan pemain asing yang diharapkan dapat menunjang pemain lokal pun belum memuaskan. Bahkan belakangan loyalitas pemain yang dibayar mahal itu justru dipertanyakan.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita agar ke depan agar tidak sembarangan merekrut pemain asing. Tapi yang utama kita akan prioritaskan pemain lokal. Karena ini dapat membangkitkan fanatisme,” ujranya

Irwin Belum Meyakinkan

KEBERADAAN kiper PSMS Irwin Ramadhana masih meragukan untuk dapat beridiri di bawah mistar gawang tim Ayam Kinantan.
Tak pelak, pilihan agar M Halim menjadi andalan PSMS hingga akhir musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini berakhir kembali berkumandang.
Menurut pelatih kiper PSMS Jampi Hutauruk, keraguan tersebut muncul melihat sikap dari mantan kiper Persikabo Bogor itu setiap latihan digelar. “Penampilannya masih beklum maksimal. Pada sesi latihan dia kerap kebobolan. Nah, itu kalau latihan, bagaimana pula jika dalam pertandingan sesungguhnya. Siapa yang mau ambil resiko?” kata Jampi.

Selain itu, Jampi yang juga mantan kiper PSMS pada 1978-1989 ini menilai Irwin masih memiliki beberapa kelemahan. Seperti tangkapan bola-bola bawah serta sudut pandang kedatangan bola. Ada pula yang mengatakan bahwa tangkapan Irwin tidak lengket. “Nanti kita lihat lagi dalam latihan, apakah ada peningkatan atau tidak,” tambahnya.

Belum meyakinkannya performa Irwin juga diakui Kustiono. Meskipun begitu dirinya tidak meragukan kualitas yang dimiliki Irwin.
“Ya prinsipnya kan kalau sudah dikontrak oleh PSMS berarti pemain yang punya kualitas. Begitu juga Irwin. Hanya memang untuk memutuskan pemain yang turun, kita masih membutuhkan data yang terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Kustiono.
Untuk itu, Kustiono akan menjadikan tiga laga ujicoba sebagai ujian bagi Irwin. Artinya tinggal kemauan Irwin untuk meyakinkan tim pelatih PSMS atau dia bakal terus duduk manis di bangku cadangan.

Apalagi saat ini selain M Halim dan Irwin Ramadhana, PSMS tengah menseleksi penjaga gawang muda Deli Citra.
“Saya tidak akan mengatakan kelemahan Irwin, sebab itu domain pelatih kiper. Saya baru bisa buat kesimpulan dari tiga laga ujicoba yang akan kita gelar minggu ini. Semoga di sini Irwin bisa membuktikan dirinya memang pantas diturunkan di lima laga sisa,” tambahnya.
Irwin sendiri yang dikomfirmasi melalui telepon, Selasa (2/3) dengan tegas menyangkal anggapan dirinya main-main selama latihan. “Memang saya susah dekat dengan pelatih. Yang pasti saya siap untuk diturunkan kapan saja,” bilang Irwin.

PSMS Akan Depak Nyeck Nyobe

Ucapan Kustiono beberapa waktu lalu, prihal akan adanya pemain asing yang terdepak dari tim Ayam Kinantan, ternyata tak omong kosong belaka.

Buktinya, saat tim Ayam Kinantan melakukan latihan di Stadion Teladan Medan, kemarin (2/3) telah terlihat satu legiun asing anyar melakoni latihan bersama pilar PSMS lainnya.

Artinya, dengan masuknya seorang pemain baru, maka akan ada pemain asing yang didepak, guna memberi kesempatan kepada asing tadi untuk dapat bergabung bersama Affan Lubis dkk. Pertanyaannya, siapakan pemain asing yang akan didepak itu?

Nama Nyeck Nyobe menempati urutan pertama daftar pemain asing yang akan didepak, selain selama ini tak mampu memberi kontribusi maksimal, juga disebabkan kartu merah yang diterimanya saat bertanding ke markas Persiraja, beberapa waktu lalu.

Imbas dari kartu merah tadi, Nyek diastikan menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Jelas ini merugikan PSMS yang saat ini membutuhkan poin penuh pada setiap laga yang dilakoni agar terhindar dari jerat degradasi.

Lantas, siapakah pemain yang diproyeksikan menggantikan posisi Nyek Nyobe? Adalah Okoye Emeka Ibidiah pemain yang berasal dari Sriwijaya FC digadang-gadang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Nyek.

“Kita memiliki lima pertandingan sisa. Jadi kalau sampai Nyek harus menjalani skorsing hingga dua pertandingan, jelas ini akan mengurangi kekuatan kita. Jadi pengurus, manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk mengganti Nyeck Nyobe,” ujar Manajer PSMS Hendra DS kepada wartawan koran ini di Stadion Kebun Bunga Medan.

Memang, hingga berita ini diturunkan, belum diketahui hukuman apa yang akan diberikan kepada Nyeck pasca insiden yang terjadi di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Tapi dari banyak kasus serupa, besar kemungkinan pemain berusia 26 tahun ini akan menerima sanksi yang cukup berat.

Pengurus dan manajemen sendiri baru akan menginformasikan masalah terdepaknya Nyek kepada yang bersangkutan, setelah dirinya berada di mess pemain.

Meskipun begitu, pengurus maupun manajemen tidak buru-buru dalam memutuskan keberadaan Okoye di skuad PSMS. Keputusan baru akan dibuat setelah mendapat rekomendasi dari Pelatih PSMS Kustiono yang dianggap paling mengerti tentang kebutuhan tim.

“Manajemen akan memberitahu Nyeck prihal keputusan ini setelah dia kembali ke Medan, kalau untuk Ibidiha, belum pasti dia yang kita rekrut. Sebab pelatih ingin melihat penampilannya dalam beberapa hari ke depan, sehingga kita tak salah pilih ketika membeli pemain,” kata Hendra lagi.

Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa memastikan bila pergantian pemain masih mungkin dilakukan. Apalagi Okoye sudah terdaftar di putaran pertama bersama Sriwijaya FC. “Sistem seperti ini boleh, masuk satu keluar satu. Nyeck digantikan Ibidiah yang sebelumnya sudah pernah main di Indonesia Super League,” ungkap Benny.

Bagaimana nasib Osas Saha yang musim kompetisi lalu masih memperkuat PSDS?

Pada pertemuan dengan Saha yang berlangsung kemarin (2/3), manajemen serta pengurus meminta agar striker asal Nigeria ini memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

“Biar nanti kita sama-sama enak mengakhiri musim ini. Jadi tadi kita ajak Saha bertukar fikiran, sehingga dia dapat tampil maksimal. Kita harapkan itu bisa dilakukannya saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan,” beber Benny.

Belakangan ini Saha memang menjadi sorotan apalagi penampilannya saat menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam beberapa waktu lalu.

Diharapkan dengan kehadiran Okoye motivasi Saha untuk tampil maksimal semakin meningkat.

Pada latihan, Selasa (2/3) sore gelandang serang PSMS Oqochukwu Daniel yang dikabarkan sakit sudah kembali bergabung. Menurut dokter PSMS dr Rorywansyah Pane, Daniel menderita gumpalan di otot selangkangan.

“Dari pemeriksaan, Daniel hanya menderita gumpalan di otot selangkangannya. Ini biasa. Tinggal dilakukan perawatan terhadap otot di selangkangan hingga nantinya kembali pulih,” ucap dr Rorywansyah.[jul/sumutpos]

Tuesday, March 2, 2010

Evaluasi untuk Daniel

Tidak adanya peningkatan performa PSMS di putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini memaksa manajemen menggelar evaluasi. Dalam hal ini perihal perekrutan pemain asing di waktu jeda lalu menjadi sorotan karena belum adanya kontribusi yang nyata.

Sebut saja Nyeck Nyoba yang ditarik dari Persib Bandung. Sebagai mantan pemain tim Indonesia Super League (ISL), Nyeck gagal menjalankan perannya sebagai libero. Bahkan beberapa blunder yang dilakukannya menjadi awal kekalahan PSMS.

Begitu juga dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha yang hanya menyumbang dua gol dengan satu gol bunuh diri. Penampilan pemain asal Nigeria ini sungguh sangat mengecewakan.
Sekarang gelandang serang Asing PSMS, N’wakwo Ogochukwu Daniel pun mulai dipertanyakan. Peranannya di PSMS yang semula diharapkan membawa perubahan tak kunjung terealisasi
Pelatih PSMS Kustiono yang ditemui di Mess Kebun Bunga, Senin (1/3) sebelum berangkat latihan sore di Stadion Teladan Medan pun tak menampik hal tersebut. “Daniel memang belum menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sampai saat ini kita melihat jika penampilannya masih biasa-biasa saja,” ujar Kustiono.

Sebagai gelandang serang, lanjutnya, Daniel diharapkan dapat menjadi penyuplay bola dan umpan-umpan matang kepada striker seperti Osas Saha dan Jecky Pasarella. Kenyataannya penampilan Daniel justru kalah dari pemain lokal seperti Tri Yudha Handoko maupun gelandang bertahan senior PSMS M Afan Lubis yang dinilai masih lebih baik.

Bahkan Asisten Pelatih PSMS Suyono mengatakan bahwa buruknya performa Daniel bisa saja disebabkan penyakit hernia yang dideritanya.

“Entah memang sakit turun perut nya itu diperoleh setelah bersama PSMS, atau sebelum dia bergabung ke mari. Yang pasti, penyakitnya itu membuat penampilannya tak maksimal,” bilang Suyono.

Kenyataan bila Daniel mengidap Hernia sangat mengejutkan. Pasalnya, akibat penyakitnya itu, dirinya sering tak ikut latihan.
“Daniel izin tidak latihan karena sakit, katanya sakit turun perut, tapi takutnya itu cuma alasan, kita sudah minta dr Rori untuk mengeceknya,” tukas Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, kemarin (1/3).
Kebenaran penyakit Daniel itu pun diakui dokter tim dr Rorywansyah Pane. Bahkan untuk beberapa pertandingan dirinya harus memberikan Daniel obat Voltaren guna meredam rasa sakit yang timbul sepanjang pertandingan.

“Dari pemeriksanaan yang dilakukan, dia (Daniel, Red) kena turun perut, ada pemain yang memang seperti itu, tapi biasanya enggak masalah,” tuturnya.

Mengenai Voltaren, dr Rory menjelaskan bila terkadang dibutuhkan pemain untuk lebih membuatnya nyaman dari gangguan perutnya. “Kadang dia minta injeksi Voltaren dari saya, tapi itu biasa,” pungkas Rory

Sekretariat PSMS Dirobohkan

-Akibat tak dimanfaatkan lagi, Gedung Sekretariat PSMS yang berada di Jalan Veteran Medan terancam akan dirobohkan.

Demikian disampaikan rombongan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) saat berkunjung ke markas PSMS di Kebun Bunga Medan, Senin (1/3).

Dalam pertemuan tersebut, Kadisporasu Parlautan Sibarani SH meminta kejelasan tentang gedung PSMS yang konon didirikan oleh para pemain PSMS tahun 1950-an itu sehubungan dengan program pendataan inventarisasi milik Pemerintah Provinsi.

“Kebetulan Gedung PSMS itu berada di atas tanah Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang berarti salah satu inventarisasi daerah ini. Jadi kita ingin sosialisasi sekaligus mendapatkan keterangan perihal gedung tersebut,” ucap Sibarani.

Menurut Kasubdis Olahraga Disporasu H Sakiruddin MM, gedung PSMS yang terletak di Jalan Veteran yang berhadapan dengan Gedung Olahraga saat ini merupakan Sekretariat PSMS pertama kali. Hingga 1980-an gedung itu bahkan masih berkontribusi terhadap perjalanan PSMS sebagai tim kesayangan masyarakat Kota Medan. Namun setelah itu gedung itu pun sudah beralih fungsi.
Parahnya gedung itu menjadi tempat penyimpanan barang dagangan atau gudang dan tidak terawat. “Kebetulan Gedung Olahraga tidak memiliki lahan parkir. Jadi kita (Disporasu, Red) berencana merobohkan gedung itu untuk memberikan lahan parkir bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan Gedung Olahraga,” paparnya.

Anehnya, pihak PSMS Medan sendiri tidak mengetahui tentang pengelolaan gedung tersebut. “Gedung tersebut dibangun pada tahun 1950-an, tapi saat ini kita tidak tahu siapa pengelolanya,” kata Ke tua Harian PSMS Agus P Simorangkir.

Demikian pula halnya Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dikomfirmasi melalui telepon sedang mengumpulkan data mengenai keberadaan gedung tersebut. Dirinya pun enggan memberi jawaban perihal rencana perobohan gedung oleh Disporasu

Kustiono Fokus Benahi Fisik Pemain

ETAHANAN fisik akan menjadi andalan skuad PSMS saat menjamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Teladan nanti. Program untuk itu pun sudah disiapkan Kustiono sebagai pelatih.

Program itu sendiri dimulai Senin (1/3), dengan materi flexibility di pagi hari sore hari menggelar rally game di Stadion Teladan Medan. Kedua materi itu akan dipertahankan hingga Rabu (3/3) nanti untuk meningkatkan ketahanan seluruh pemain.
Selanjutnya M Affan Lubis akan menggelar laga ujicoba. Dijadwalkan Kamis (4/3) menghadapi PS Telkom, Jumat (5/3) menghadapi PS Putra Buana, dan Sabtu (6/3) menantang PS Sinar Sakti.

“Kita tidak mungkin menghadapi Persipasi yang unggul Di sisi teknis. Makanya saya ingin mengangkat semangat pemain dengan menguatkan fisik anak-anak. Ini yang menjadi kekuatan kita nanti,” ucap Kustiono. Menurut Kustiono, energi yang besar dari pemain PSMS akan mampu mengimbangi permainan teknik dari lawan sekaligus untuk mencapai kolektivitas yang lebih baik.

Pada latihan sore di Stadion Teladan, Kustiono menggelar rally game dengan pola man to man marking. Dengan metode latihan itu, mantan pelatih PSAP Sigli ini berharap agar pemain dapat mengontrol kondisinya.

“Rally Game ini untuk menggeber fisik pemain, metodenya dengan man to man marking, yang bertugas menjaga lawan akan terus mengikuti pemain yang bersama bola dan berupaya mencuri bola, intinya kita mau tes fisik pemain,” ujar Kustiono usai pertandingan kemarin.
Pada latihan kemarin, tampak Kustiono dengan serius memantau jalannya pertandingan antar tim PSMS tersebut. Seluruh pemain pun diminta untuk terus berlari dan teguran akan diberikan bagi pemain yang berjalan santai.

Tak jarang terikan keluar dari mulutnya mengkoreksi beberapa kesalahan pemain, termasuk memacu semangat M Afan Lubis dkk untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaganya.
“Jangan tunduk-tunduk kalau capek, semangat sedikit,” teriaknya. Tak hanya kepada pemain inti, pemain sisipan juga terkena teguran. Dari pemain inti, Kustiono menegur Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous. Begitu juga Ahmad Maulana Pohan karena terlalu sering bermain ke belakang.
Namun pelaksanaan program tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kondisi pemain. Apalagi pasca ditinggal Suimin Dihardja, program perawatan fisik untuk pemain sudah tak lagi digelar. Sebut saja senam aerobik di pagi hari, renang, juga sauna untuk menjaga kebugaran pemain.

Sementara itu, keinginannya untuk merekrut pemain belakang yang sebelumnya dipecat PSMS, M Abduh Juliandi nampaknya belum bisa dilakukan, selain belum ada izin dari manajemen, pantauannya terhadap Abduh pada latihan kemarin juga belum membuatnya bisa mengambil keputusan. “Hari ini dia baik, tapi belum bisa ditentukan, besok mungkin baru kita akan tahu hasilnya,” pungkasnya.

Mangkir Latihan, Nyeck Nyobe Terancam Sanksi Klub

Manejer tim PSMS Medan, Hendra DS mengisyaratkan bahwa pemain asal Kamerun Nyeck Nyobe akan diberikan sanksi karena mangkir latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu, (27/2).

"Apa pun alasan pemain asing itu. Dia (Nyeck Nyobe) harus dikenakan hukuman, dianggap tidak disiplin," kata Hendra DS di Medan, Senin, saat ditanya mengenai pemain asing yang tidak ikut berlatih.

Menurut dia, prilaku pemain asing yang tidak mau berlatih itu, menunjukkan pemain yang tidak profesional atau dinilai tidak patuh terhadap pelatih.

Apa lagi, jauh-jauh hari sebelumnya, pelatih telah mengingatkan kepada pemain PSMS untuk melaksanakan latihan sesuai dengan jadwal.

Namun, kenyataannya Nyeck Nyobe tidak muncul dan tidak diketahui apa alasannya."Ketidak hadiran pemain asing itu, juga tidak ada pemberitahuan kepada pelatih.Hal ini membuktikan tidak disiplin," ujar Hendra .

Saat para pemain PSMS itu berlatih dan ditangani Kustiono, Nyeck Nyobe berada di Tangerang.

Para pemain PSMS sedang berlatih menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu, (13/3) dalam n pertandingan lanjutan putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009-2010.

Ketika ditanya sanksi yang akan diberikan pada Nyeck Nyobe, Hendra mengatakan, masih sedang dibicarakan dengan manajemen PSMS."Kita memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan," katanya.

Tiga pemain asing
Para pemain asing yang saat ini memperkuat tim PSMS sebanyak tiga orang yakni, Ikpefua M Osas Saha (Nigeria), Nikwakwo Oguchukwu Daniel (Kamerun) dan Nyeck Nyobe (Kamerun)

Monday, March 1, 2010

INcar Mantan Pemain

Ada yang berbeda saat PSMS menggelar latihan, Sabtu (27/2) lalu. Yakni, pemain PSMS yang didepak usai putaran pertama lalu, M Abduh Juliandi, terlihat terlibat dalam latihan perdana usai Ayam Kinantan dikandaskan Persiraja Banda Aceh beberapa waktu yang lalu.

Usut punya usut, ternyata Abduh yang didepak karena dianggap tak punya kontribusi terhadap tim itu akan bergabung kembali. Tak pelak, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan. Fans yang hadir di Stadion Kebun Bunga Medan tempat PSMS berlatih pun memunculkan wajah bingung.
Terlepas dari itu, tampaknya, manajemen memang mempertimbangkan kemungkinan untuk menarik M Abduh Juliandi kembali. Pertimbangan itu berhubungan dengan keputusan pengurus dan manajemen saat mendepak M Abduh usai putaran pertama lalu. Ketika itu M Abduh dinilai tidak punya kontribusi memadai selama putaran pertama Divisi Utama 2009/2010 lalu. Namun, kini, tak bisa pula dipungkiri bila salah satu kelemahan PSMS di musim ini adalah minimnya suplai bola dari sayap belakang ke lini depan. Kekurangan ini membuat serangan-serangan yang dibangun oleh striker PSMS kurang efektif.

Nah, sebagai pelatih Kustiono melihat M Abduh memiliki kemampuan untuk menutup kekurangan yang ada. Ditambah lagi pada latihan Sabtu (27/2) pagi itu pemain yang sempat merumput di Persibat Batang Jawa Tengah ini menunjukkan hasil yang sangat baik khususnya untuk ketahanan di lapangan. Hal itulah yang menjadi modal Kustiono saat menyampaikan usul tersebut kepada manajemen.

Meskipun begitu, Kustiono yang juga mengetahui perihal pemecatan M Abduh berjanji untuk tidak ceroboh. Menunggu keputusan manajemen, dirinya akan menyiapkan tiga tahapan tes yang harus dilalui M Abduh. Kabarnya, satu tahapan sudah dilalui dengan baik.

“Saya berharap manajemen menyetujui apalagi dengan kekurangan yang ada kita bisa mengandalkan pemain ini. Sehubungan dengan masalah M Abduh sebelumnya, kita akan siapkan tiga tahap tes bagi Abduh. Tes pertama yaitu tes Vo2 max sudah dilakukannya dan hasilnya sangat baik. Besok (hari ini, Red) kita akan lakukan tes fisik lagi dilanjutkan latihan simulasi pertandingan. Ini akan menjadi penentu dan kita akan terus pantau dia,” ungkap Kustiono.

Gaya bermain M Abduh pun turut menjadi fokus pantauan Kustiono. Hal itu dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki pemain tersebut. “Kita juga akan pantau, bagaimana karakter bermainnya, apa cocok dengan karakter PSMS, kalau iya, baru kita akan laporkan ke manajemen,” jelasnya.

Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa yang dihubungi menanggapi secara positif usul merekrut ulang pemain berusia 21 tahun ini. Status Abduh sebagai pemain yang sempat turun di putaran pertama pun tidak akan bertentangan dengan peraturan liga sekalipun pendaftaran pemain sudah ditutup 12 Februari lalu.

“Kita tidak ada masalah, selama itu untuk kepentingan tim ini, saya rasa pelatih punya hak untuk memanggil pemain untuk memperbaiki kekurangan. Apalagi asupan bola dari wing bek yang minim merupakan satu kelemahan PSMS selama ini,” ujar Benny.
Meskipun begitu, Benny mengharapkan pelatih harus bisa memastikan kondisi fisik pemain bersangkutan, karena didepaknya Abduh dari PSMS jelang putaran kedua lalu dikarenakan minimnya kontribusi terkait cedera pangkal paha yang berkepanjangan.
¨Sebelumnya saya juga sudah pernah berkonsultasi dengan pelatih terkait hal itu, namun yang patut dicek kembali adalah fisik pemain. Apalagi kita tahu sepanjang putaran pertama lalu dia tidak diturunkan karena cedera pangkal paha, kita tidak mau masalah serupa terjadi lagi,” ingat Benny

Mulai Kamis Gelar Uji Coba

Menjelang pertandingan menghadapi Persipasi Bekasi pada lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010, PSMS menyiapkan beberapa laga uji coba untuk mengisi waktu jeda yang panjang. Diharapkan dengan uji coba dapat meningkatkan performa skuad yang berjuang lepas dari degradasi ini.

Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE, uji coba akan sangat bermanfaat sehubungan dengan penampilan M Affan Lubis dkk yang terus menurun. Khususnya dalam mengasah ketajaman para pemain barisan depan yang terkesan mandul. “Program yang sudah berjalan selama ini juga baik. Latihan pagi-sore dengan simulasi menjelang pertandingan. Nah tidak ada salahnya kita bersama pelatih akan mencoba hal yang baru, yaitu latihan uji coba dengan klub-klub lokal,” ucap Idris.
Sebenarnya laga uji coba ini pernah dilakukan PSMS terdahulu saat dibesut Suimin Dihardja dan efeknya dapat langsung dirasakan para pemain. Latihan ini juga efektif untuk mengasah kemampuan pemain untuk mencetak gol yang lebih banyak dibanding simulai dengan tim. “Yang jelas kalau simulasi dengan tim lain pemain bisa lebih termotivasi untuk menyarangkan banyak gol. Beda dengan simulasi antarpemain yang bisa jadi berdampak kurang maksimal,” ungkap Idris.
Pelatih Kustiono didampingi asisten Suyono pun mengaku telah menyiapkan program sehubungan laga uji coba itu. Tim-tim Divisi III seperti PS Putra Buana, Sumut FC, dan PS Telkom akan dijajal untuk memaksimalkan penampilan si Ayam Kinantan di lima laga sisa PSMS di putaran kedua ini.
“Tujuannya untuk memaksimalkan kemampuan tim setelah latihan pagi, rencananya pertandingan uji coba kita lakukan dengan beberapa tim Divisi III Mulai Kamis (4/3) nanti kita sudah mulai,” beber Kustiono.

Rencananya Kamis (4/3) mendatang, PSMS akan menjajal PS Telkom, disusul Putra Buana Jumat (5/3) dan Sumut FC (Sabtu (6/3) mendatang.

“Jadwal awalnya seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada perubahan,” pungkas mantan pelatih PSAP Sigli itu

Ingin Agresif

Menatap laga sisa, Kustiono sebagai pelatih PSMS menargetkan permainan yang lebih agresif. Pemahaman baru pun akan diberikan kepada seluruh pemain PSMS. Demikian Kustiono kepada Sumut Pos saat ditemui di Mes PSMS, Sabtu (27/2).

“Para pemain harus sudah berpikir tidak sekedar latihan, tapi mereka bekerja di PSMS. Karena, kalau latihan hanya sebagai kewajiban tampa ada target yang ingin dicapai. Tapi, kalau kerja mereka akan memiliki rasa tanggung jawab seandainya target tak tercapai. Dan, dari laga sisa saya ingin permainan yang lebih agresif,” ucap Kustiono.

Permainan agresif itu yakin Kustiono merupakan satu-satunya jawaban atas kondisi PSMS saat ini. Dengan koleksi poin 15 dari 15 laga yang dilakoni, sisa laga yang ada harus menjadi lumbung poin bagi PSMS. Khususnya laga kandang menghadapi Persipasi Bekasi, Persih Tembilahan, dan Persires Rengat untuk menambahkan sembilan poin. Jadi hanya butuh satu poin dari dua laga tandang saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen.

Untuk mewujudkan keinginannya itu, Kustiono pun bakal menegakkan disiplin di antara pemain. Dikabarkan usul sanksi kepada pemain yang bolos latihan sudah diusulkan kepada manajemen. “Saya akan terapkan reward point di setiap latihan. Jadi kalau ada pemain yang bolos latihan ataupun yang tidak menunjukkan keseriusan saya usulkan agar gajinya dipotong saja. Untuk apa dibayar mahal-mahal tapi tidak punya keinginan membela PSMS,” tegas mantan pelatih PSAP Sigli ini.

Selain itu, guna memanfaatkan waktu luang menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, (13/3) nanti, Kustiono akan menggelar drill untuk memaksimalkan kinerja pemain. Latihan Sabtu (27/2) pagi di Stadion Kebun Bunga misalnya, digelar materi VO2Max untuk meningkatkan stamina pemain.

Dalam latihan tersebut beberapa pemain sudah menunjukkan peningkatan yang memuaskan. “Chico tampil sangat bagus, begitu juga Abdul Kamil. Saya harap ini bisa menjadi motivasi pemain untuk menunjukkan keseriusannya. Karena saya akan mengadakan perombakan komposisi pada laga nanti. Hanya pemain yang sungguh-sungguh yang saya turunkan,” bebernya.

Terhadap kekosongan posisi Nyeck, Kustiono sudah menyiapkan Harry Syahputra. Harry sendiri sudah menyampaikan kesiapannya kepada Kustiono. “Ya Harry sendiri siap untuk saya tempatkan sebagai libero menggantikan Nyeck. Kita juga masih punya Maulana dan Chico yang dari latihan pagi tadi terus menunjukkan peningkatan,” pungkasnya.

Nyeck Bolos Latihan

BEK Asing PSMS Nyeck Nyobe kembali berulah. Usai dikartu merah karena mendorong Wasit Tardianis, pemain asal Kamerun tersebut kembali melakukan tindakan tak profesional. Yakni, absen pada latihan PSMS kemarin.

Meski jeda cukup panjang hingga menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, PSMS sudah mempersiapkan diri dengan latihan serius. Sayang, dikala PSMS ngebut melakukan persiapan, beberapa pemain absen, termasuk Nyeck Nyobe yang masih berada di kediamannya di Tangerang.

Hal itu pun mengundang reaksi dari Pelatih PSMS Kustiono, menurutnya, ketidakhadiran Nyeck Nyobe tanpa alasan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan akan diberikan sanksi.

“Ada tiga pemain yang nggak datang latihan tadi pagi (kemarin), selain Nyeck, Faisal Azmi dan Osas Saha juga nggak datang, tapi mereka berdua permisi. Sementara, Nyeck tidak. Tindakan Nyeck itu akan kita kenakan sanksi,” ujar Kustiono di Mess Kebun Bunga kemarin.
Apa sanksi tersebut? Menurutnya, ada beberapa sanksi yang seharusnya diterima pemain dari manajemen dan sanksi tindakan indisipliner dari sang pelatih “Kalau dari saya, pasti ada sanksi untuk pemain yang nggak disiplin. Seperti, dia harus latihan dua kali lipat dari latihan yang kita buat tadi pagi (kemarin, Red). Kalau dari manajemen kita belum tahu sanksinya apa, mungkin sanksi administrasi pengurangan gaji,” bebernya.
Sebagai arsitek tim, pelatih 48 tahun menyatakan, ada sistem reward and punishment yang harus diterapkannya kepada pemain. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak memberikan hukuman dan penghargaan kepada pemain.

Sementara itu, Asisten Pelatih Suyono menyatakan, pihaknya memang tidak mendeadline ketidakhadiran Nyeck. Namun, menurutnya, tetap ada sanksi yang jelas untuk indisipliner yang ditunjukkan Nyeck Nyobe. “Kita tunggu dia datang baru kita kasih sanksi,” ucapnya

Saturday, February 27, 2010

PSMS Jaring Pemain Muda

PSMS telah melakukan penjaringan pemain muda yang disiapkan untuk menjadi PSMS Junior. Pemain muda berusia 15 tahun tersebut dijaring melalui turnamen yang diselenggarakan PSMS.

“Sudah kita jaring 71 orang. Nanti akan kita kerucutkan menjadi 30 orang. Setelah itu, mereka akan kita mantapkan melalui program yang terencana untuk menjadi PSMS Junior,” jelas Manajer PSMS Hendra DS kepada Sumut Pos, Jumat (26/2).

Hendra DS menambahkan, program penjaringan pemain muda ini tak lain demi perbaikan PSMS di masa yang akan datang. Selain usia 15, PSMS juga akan menjaring pemain berusia 21 tahun melalui turnamen yang akan disiapkan untuk menjadi punggawa Ayam Kinantan. Namun, untuk penjaringan yang terakhir ini, pihaknya mengaku akan memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang ditujukan kepada PSMS. “Kita tunggulah kan gak mungkin gelar kompetisi pakai daun,” ucap Hendra.

Hal ini pun dibenarkan Ketua Bidang Komisi Pertandingan Freddy Hutabarat. “Kita sudah menyampaikan surat kepada Pengcab PSSI Medan dan mereka tidak keberatan dengan catatan kompetisi yang digelar untuk internal PSMS. Karena memang bukan wewenang kita menggelar kompetisi,” jelas Freddy yang dihubungi Sumut Pos, Jumat (26/2).

Freddy pun menilai desas-desus pembatalan dana APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan itu tidak benar. Pasalnya dalam pertemuan di Garuda Plaza Hotel beberapa waktu lalu, KONI Medan sudah menyatakan dukungannya dalam pembinaan pemain cikal bakal PSMS di masa mendatang.

Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (26/2) membantah kabar pembatalan dana APBD untuk PSMS. “Sebagai induk olahraga kita tidak pernah menghalangi pembinaan prestasi di semua cabang olahraga. Apalagi PSMS yang menjadi salah satu ikon Kota Medan,” tegas pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.

Masih menurut Opunk, pihaknya bahkan siap mendukung tidak hanya untuk pemutaran turnamen saja. Untuk itu, pengurus diminta untuk menyampaikan program yang akan digelar sehubungan dengan pembinaan tadi. “Apa membina pemain itu juga tidak butuh dana? Kita akan berusaha sekuat tenaga tidak hanya untuk kompetisi internal,” tambahnya.

Dirinya pun tak lupa menghimbau seluruh masyrakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam menyelamatkan PSMS dari pintu degradasi Divisi Utama. “Mari kita sama-sama berusaha untuk mengembalikan kejayaan PSMS seperti dulu. Saya yakin dengan kebersamaan, kita bisa melahirkan pemain-pemain lokal yang berbakat,” pungkas Opunk

Dana hibah PSMS terancam

Belum terwujudnya keinginan KONI Medan agar PSMS menggelar kompetisi di lingkungannya membuat KONI Medan enggan mencairkan dana hibah APBD sebesar Rp6 miliar.

Menurut sumber di kalangan pengurus KONI Medan dan pengurus PSMS di Medan kemarin, dana tersebut akan dikembalikan KONI ke Pemko Medan apabila hingga batas waktu tidak juga PSMS menggelar kompetisi ataupun pertandingan lainnya dalam rangka menjaring pemain muda.

Kalangan pengurus KONI dan PSMS menyesalkan Ketua Bidang Kompetisi PSMS Drs H Freddy Hutabarat yang ditugasi Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi tidak juga menggelar laga antar klub anggota PSMS atau yang berdomisili di Medan.

“Memang diakui, untuk menggelar kompetisi ini PSMS terkendala dengan Pengcab PSSI Medan yang sebenarnya memiliki hak memutar kompetisi klub di Medan. Tapi apalah salahnya PSMS juga menggelar pertandingan lainnya yang melibatkan klub dalam upaya menjaring pemain muda,” tanya mereka.

Dikatakan, seharusnya mereka mencontoh SSB Patriot Medan yang diketuai Drs Hendra DS dan mampu membuat turnamen dalam rangka menjaring pemain usia dini dengan mencari dana dukungan dari sponsor.

Konon pula PSMS yang sebelumnya juga sebenarnya memiliki dana bantuan hibah APBD sebesar Rp1,5 miliar, seharusnya bisa menggelar kegiatan dalam menjaring pemain untuk membentuk tim PSMS ke depan.

“Ketua Umum perlu meninjau kembali keberadaan Ketua Bidang Kompetisi PSMS itu, karena ketidakmampuannya atau tiadanya niat untuk melaksanakan perintah dari Ketua Umum PSMS,” tambah mereka.

Kalangan pengurus KONI Medan juga mencerca sikap Freddy yang menyesalkan sikap Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang dianggap mengejar wasit pertandingan PSMS melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.

Padahal Benny mengaku ingin menanyakan perihal tidak diberikannya tendangan penalti. “Benar tidaknya, Freddy tidak boleh menghujat rekannya sesama pengurus PSMS ke media massa,” kata mereka