Friday, February 19, 2010

Harga Mutlak

ekretaris Umum PSMS Hardi Mulyono telah mundur. Namun, bukan berarti Ayam Kinantan harus terus berkabung. Affan Lubis dkk wajib bangun dan mendulang prestasi.

Ya, hari ini, Jumat (19/2) PSMS akan melakoni pertandingan derby Sumatera Utara (Sumut) menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Poin penuh pun menjadi harga mutlak untuk bisa bertahan di Divisi Utama PSSI untuk musim mendatang.

Kemenangan 1-0 atas PSDS di akhir putaran pertama lalu kiranya bisa menjadi motivasi para pemain untuk mengulanginya sore ini. Apalagi tiga mantan pemain PSDS, Ikpefua Osas Saha Marvellous, Tri Yudha Handoko, dan Deny Wahyudi kini membela tim berjuluk Ayam Kinantan. Optimisme untuk meraih poin penuh juga ditunjukkan pelatih PSMS Kustiono. “Ya karena kondisi saat ini tidak ada cerita kita memang harus menang,” tegas Kustiono yang ditemui di Mes PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2).

Keyakinan Kustiono pun didukung dengan persiapan pemain apalagi pada pertandingan Minggu (14/2) menghadapi Persita Tangerang, sudah mulai menunjukkan skema permainan. Selain itu pelatih berusia 48 tahun ini mengaku sudah memiliki gambaran permainan PSDS. “Mereka (PSDS, Red) merupakan tim yang solid dan tidak mudah menyerah. Bisa dibilang militan ya,” bebernya.

Untuk itu Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan target poin penuh tadi. Osas Saha masih dipercaya bersama Jacky Pasarella di lini depan. Kecepatan yang dimiliki Jacky akan menjadi ujung tombak untuk mengobrak-abrik pertahanan PSDS yang terkenal kokoh. Hal ini sekaligus memberi kesempatan bagi Osas mencari posisi untuk penyelesaian yang maksimal.

Ogochukwu Daniel dan Affan Lubis pun didrop di lini tengah untuk mendukung suplai bola ke Osas sekaligus mengawal dua pemain PSDS yaitu Ansyari Lubis dan Fajar Handika yang bisa menjadi ancaman bagi PSMS. “Fajar Handika punya tendangan keras yang khas. Dia harus ditempel terus sehingga dia pecah konsentrasi. Ansyari sendiri merupakan motor dari tim ini. Dia tidak bisa dilepas,” beber Kustiono yang berencana menerapkan formasi 4-4-2 untuk melakukan full pressing ke kubu PSDS.

Memang secara head to head, PSMS mendominasi kemenangan (lihat grafis). Keduanya mencatat hasil seri saat bertemu di Divisi Utama 2007 silam. Namun, PSDS juga pernah mencatat kemenangan saat bertemu pada 2005. Paling tidak ini menjadi gambaran bila keinginan PSMS untuk meraih poin penuh itu bakal tidak mudah. Faktor yang menjadi catatan bagi Ayam Kinantan adalah fanatisme dari masyarakat Deli Serdang yang akan memenuhi podium penonton akan menjadi pemain ke-12 bagi tim berjuluk Traktor Kuning ini.

Secara tim, pelatih PSDS Sutrisno pun sudah menyiapkan amunisinya. Heri Suwandana dan Imam Faisal akan mengawal lini depan sekaligus menjadi ujung tombak. Mengawal permainan full pressing, Kusanto, Rifki Firdaus, dan Novriandi masih dipercaya sebagai benteng dari serangan PSMS. Pengawalan ketat pun siap diberikan untuk gelandang asing PSMS Oguchukwu Daniel. “Gelandang asing PSMS pemain bagus yang harus dikawal. Kita juga sudah tahu tipikal permainan Osas maupun Yudha, jadi itu tidak akan menjadi ganguan,” ucap Asisten Pelatih PSDS Nasib Iwan yang dihubungi melalui telepon, Kamis

Idris Gantikan Hardi


Tak butuh waktu lalam bagi PSMS untuk menemukan Sekretaris Umum yang baru. Kini, bangku kosong yang ditinggalkan Hardi Mulyono pun sudah diisi oleh Idris SE.

Penunjukkan Idris SE sebagai sekum PSMS menggantikan Hardi Muliono diharapkan dapat menghadirkan semangat baru bagi tim berjuluk Ayam Kinantan yang tengah berada di ambang pintu degradasi Divisi Utama PSSI.

Ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (18/2) Idris SE mengatakan bahwa kebersamaan di antara pengurus merupakan prioritas dari program yang akan dilaksanakannya. Sebagai langkah awal, Idris dan pengurus lainnya berencana Kamis (18/2) malam menggelar kumpul bareng dengan seluruh pemain dan tim pelatih. “Selain membangun hubungan emosional kepada para pengurus, pelatih dan pemain yang merupakan program pertama, saya bersama rekan-rekan lainnya akan menyiapkan regenerasi pemain. Sebab tanpa regenerasi, mustahil sebuah klub sepak bola sebesar PSMS mampu membangkitkan rasa fanatisme ke daerahannya,” kata Idris yang juga pembina Sumut FC ini.

Sementara Ketua Umum, Drs Dzulmi Eldin yang dihubungi via telepon mengatakan, dengan masuknya Idris SE di posisi sekum, diharapkan akan melahirkan inovasi yang dapat membangkitkan semangat pemain. “Saya mendukung sepenuhnya Pak Idris SE sebagai sekum yang baru di PSMS, sebab selain banyak teman, ia juga orang bola,” ungkap Dzulmi Eldin

Didukung 500 Smeck


LAGA derby Sumut, PSDS menjamu PSMS, di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) ini akan menjadi tontonan yang menarik. Meskipun begitu, pertandingan ini juga dipastikan berlangsung aman.

Demikian Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck Hooligan), Nata Simangunsong menyampaikan kepada Sumut Pos, Kamis (18/2) melalui telepon. Sebagai pendukung PSMS, Smeck Hooligan akan menurunkan 500 anggotanya. “Kita akan menjadi pemain ke-12 PSMS pada pertandingan besok (hari ini, Red),” tegas Nata.

Mengingat hubungan yang baik antara pendukung kedua tim, Nata pun membantah ketakutan akan terjadi benturan di antara kedua massa pendukung. Bahkan melalui pertandingan sore ini, pria yang akrab disapa Si Bos ingin mewujudkan ambisi yang lebih besar.

“Ini akan menjadi acuan pertandingan sepak bola nasional. Sekalipun pertandingan di lapangan akan berlangsung ketat dan keras, tapi tidak akan terjadi kerusuhan di luar lapangan seperti yang banyak terjadi,” ucapnya

Daniel cs harus kerja keras

Pelatih PSMS Medan Kustiono mengakui, timnya harus bekerja keras untuk meredam permainan tuan rumah PSDS Deli Serdang dalam upaya merebut kemenangan dalam laga derbi pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Baharuddin Siregar Lubukpakam, Jumat besok.

"Kami tidak ingin larut dengan kekalahan sebelumnya dan harus bangkit. PSDS memang tim bagus dan punya materi pemain berkualitas, tapi kami bertekad mengalahkannya. Apalagi, kami main tidak jauh dari kota Medan," ucap Kustiono, Kamis.

Mantan pelatih PSAP Sigli itu menyebutkan gelandang serang Ansyari Lubis adalah roh permainan PSDS dan harus diawasi pergerakannya. Selain itu, pemain-pemain depannya juga memiliki penetrasi yang berbahaya.

"Tidak ada strategi khusus, karena kami akan bermain terbuka dan menyerang. Yang penting, anak-anak tidak boleh memberi kesempatan lawan leluasa bergerak di daerah pertahanan sendiri," kata Kustiono lagi.

Sementara itu, Asisten Pelatih Drs Benny Tomasoa berharap hasil laga tersebut bisa membawa hasil baik bagi tim asuhannya, sehingga posisi PSMS bisa beranjak dari urutan bawah klasemen sementara. Melawan PSDS, Benny pun optimis PSMS bisa kembali memetik kemenangan seperti pada putaran pertama lalu saat unggul 1-0.

Thursday, February 18, 2010

Aroma Badai


Badai pasti berlalu. Sebuah kalimat bijak penuh motivasi. Ya, kalimat yang dikutip dari judul novel karya Marga T dan difilmkan untuk pertama kali oleh Teguh Karya ini tampaknya bertolak belakang dengan keadaan PSMS. Bukannya badai berlalu, aroma badai malah semakin tercium di kubu Ayam Kinantan.

Bagaimana tidak, ancaman demi ancaman ke PSMS seakan tiada habisnya. Pascakekalahan 0-1 atas Persikabo dan hasil seri 1-1 atas Persita Tangerang, pintu Indonesia Super League (ISL) di musim mendatang tertutup. Kini, M Affan Lubis dkk bahkan terancam terdepak dari Divisi Utama bila tidak bisa memanfaatkan tujuh laga sisa untuk meraih total 25 poin.

Tak sampai disitu, aroma badai semakin menyengat seiring datangnya dua lembar surat dari PSSI yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Satu surat ditujukan kepada Asisten Manajer Benny Tomasoa. Surat dengan nomor surat No 523/UDN/238/II-10 Ini ditujukan untuk Benny agar menghadiri sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Kamis (18/2) pukul 16.00 WIB. Dan, surat lainnya ditujukan kepada Ketua Panitia Pelaksana Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 PSMS versus Persita Tangerang, Minggu (14/2) lalu. Jelas kedua surat tersebut sehubungan dengan kerusuhan yang terjadi usai pertandingan yang berakhir seri itu. PSMS pun terancam sanksi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ketika itu Benny Tomasoa yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit asal Bandung Isna Triana merengsek masuk ke lapangan mengejar Isna. Selain insiden tersebut, seorang pemain Persita Tangerang menjadi korban lemparan sampai mengeluarkan darah dari hidungnya.

Benny sendiri yang dihubungi melalui telepon, Rabu (17/2) mengaku belum menerima surat tersebut. Meskipun begitu dirinya siap memenuhi panggilan yang dimaksud. “Sampai saat ini saya belum ada dengar surat pemanggilan dari PSSI ke saya. Begitu juga tujuan pemanggilan terkait dengan apa saya belum lihat. Tapi kalau berhubungan dengan pertandingan kemarin, saya siap,” ucapnya.
Kesempatan ini lanjutnya akan dimanfaatkan untuk membuka bobroknya kepemimpinan wasit Isna Triana saat itu. “Justru kesempatan ini sudah saya nantikan-nantikan. Saya akan beberkan bagaimana wasit bisa tidak menjatuhkan hukuman penalti saat dua kali pemain kita ditarik bajunya tepat di kotak penalti. Juga bagaimana penonton yang menyoraki wasit dengan kata-kata yang tidak pantas karena mereka melihat kejadian itu,” ketus Benny.

Di tempat terpisah, Sekretaris PSMS Agus Suryono yang dihubungi juga mengaku tidak tahu menahu mengenai surat panggilan tersebut. “Selama ini surat ditujukan ke pengurus langsung kok. Saya juga sudah periksa tidak ada fax yang masuk dari PSSI. Kalaupun ada seperti itu berarti hanya Benny yang dipanggil untuk dimintai penjelasan oleh PSSI, pengurus tidak ada urusan di situ,” jelasnya.

Mengenai sanksi yang akan diberikan PSSI kepada PSMS, Agus tidak bisa memastikannya. “Ya itu Komdis. Kita tunggu saja lah hasilnya,” tambah Agus.

Anehnya, ketika Benny dan Agus belum mengetahui keberadaan surat pemanggilan dari PSSI sehubungan dengan kerusuhan Minggu (14/2), ada info menarik dari seorang pengurus yang tak ingin disebut namanya. Menurutnya, Wakil Ketua Pelaksana Pertandingan Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 PSMS versus Persita Tangerang, Julius Raja, dikabarkan sudah berada di Jakarta untuk menghadiri sidang yang akan digelar di Sekretariat PP PSSI, Kamis (18/2) pukul 16.00 WIB tersebut. Sayang, saat dihubungi handpone Julius Raja bernada sibuk.

Nah, pemanggilan terhadap PSMS ini menjadi sebuah tanda yang mengerikan. Ya, adalah sebuah kerugian besar jika saja PSMS mendapat hukuman laga tanpa pendukung karena tidak sportif hingga mengakibatkan pemain Persita terluka. Pasalnya, kehadiran penonton di Stadion Teladan tidak bisa dianggap sepele. Semangat yang mereka transfer ke pemain bisa menjadi modal besar bagi sebuah kemenangan. Lalu, bagaimana jika laga PSMS di Teladan tanpa penonton? Dengan ribuan penonton yang memadati stadion saja, PSMS masih sulit meraih nilai maksimal. Bagaimana dengan target 25 poin yang telah dicanangkan? Kalau begini keadaannya, aroma badai di PSMS akan semakin nyata saja.

Baju Bau, Osas Pilih Nomor Punggung 17

ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.

Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.

Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.

Baju Bau, Osas Pilih Nomor Punggung 17

ADA-ada saja tingkah skuad PSMS setiap menggelar latihan. Setelah diserbu fans cilik, kini baju seragam malah jadi kisah yang menggelitik.
Ceritanya, Rabu (17/2) sore, di kala skuad PSMS menggelar latihan di Stadion Teladan. Tiba-tiba striker Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous minta bajunya diganti. Permintaan itu diajukan setelah pemain asal Nigeria itu terlebih dahulu mencium baju yang seyogianya dipakai. Tampaknya baju tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. Setelah memilih beberapa baju, Osas pun akhirnya memakai baju bernomor punggung 17 yang memang tidak ada pemiliknya. Padahal, nomor punggung milik Osas adalah 10.

Tak pelak, aksi Osas tadi langsung mendapat reaksi dari Sekretaris Tim, Fityan Hamdy, lewat usul yang tak kalah konyol. “Semprot parfum aja bajunya,” teriak Fityan kepada Siwa Khumar sebagai salah seorang ofisial PSMS.

Ternyata, keinginan Osas tadi juga tidaklah berlebihan. Pasalnya, tak lama kemudian Siwa terlihat mengeluarkan satu per satu pakaian dari dalam tas untuk kemudian dijemur. Kebetulan sore itu matahari bersinar cerah walaupun sesaat. “Oo..rupanya bajunya lembab, patutlah bau,” ucap Fityan sembari tertawa.

PSMS pertajam metode serangan balik

PSMS Medan akan mempertajam metode serangan balik dalam melakoni laga keempatnya di putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 menghadapi laga derbi Sumut dengan PSDS Deli Serdang di Stadion Burhanuddin Siregar, Lubuk Pakam, Jumat besok.

Sebagai langkah antisipatif menghadapi PSDS, metode serangan balik akan dipertajam. Ini mengingat jika PSMS kalah dalam laga tersebut, maka diperkirakan posisi skuad Kustiono itu akan makin terbenam ke jurang degradasi.

Usai memimpin latihan tim di Stadion Teladan, Rabu, Kustiono mengatakan sebagai tim tamu serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tuan rumah. “Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack,” ujarnya.

Pada simulasi pertandingan tersebut, pemain bertahan mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Ini tentu tak terlepas dari pengalaman pertandingan sebelumnya kala bobolnya gawang M Halim terjadi karena kesalahan bek PSMS sendiri. Tidak cuma itu, Kustiono juga menilai duet Osas Saha dengan Jecky Pasarella yang diharapkan sebagai mesin gol kurang maksimal.

“Saya sudah ngomong ke Jecky agar dia bisa disiplin bermain dan menjadi partner Saha plus menghilangkan keegoisannya karena kita bermain sebagai tim,” sebut mantan pelatih PSAP Sigli itu.

Sementara itu, tidak maksimalnya hasil PSMS di tiga laga perdana paruh kedua menurut Kustiono tidak terlalu berpengaruh pada kejiwaan pemain. Menurutnya, kondisi psikologis M Affan Lubis cs baik-baik saja.

“Kita terus beri suntikan motivasi ke pemain untuk bisa tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mereka juga tetap melakoni latihan dengan semangat. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya

Wednesday, February 17, 2010

Peluang Gratisan

Selamat siang pembaca

Saya mau informasikan peluang gratisan, Dengan hanya mendaftarkan email anda (gratis) di
http://stoxem.com/?rix=ramses
anda mendapatkan $5, ajak teman dengan link anda anda mendapatkan $0.05 /orangna. dana akan cair setiap minimal $10 lewat paypal , jika belum memiliki paypal anda dapat mendaftar dulu di
http://zyjs4.cjb.net
demikian semoga bermanfaat
http://www.persipuramania.com/Image%20Berita/News/4.jpg

Persipura, Bola, Berita Persipura

Persipura, Bola, Berita Persipura

"Hardi Mulyono" Sekum Mundur

Prestasi PSMS yang tak membaik kembali memakan korban. Setelah pelatih dan beberapa pemain yang tercoret dari skuad, kini seorang pengurus Ayam Kinantan resmi mundur dari jabatannya.

Menariknya, pengurus yang mundur ini berasal dari jajaran teras. Ya, adalah Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Hardi Mulyono yang secara resmi mundur dari jabatannya. Namun, ketika dihubungi Sumut Pos, pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golongan Karya Sumut ini membantah kalau mundur dari jabatan karena prestasi PSMS yang tak juga membaik. “Kalau tidak salah surat itu tertanggal 16 Januari, jadi sebenarnya sudah satu bulan saya ajukan. Tidak ada masalah kok, hanya faktor kesibukan saya di partai saja,” ungkapnya, Selasa (16/2).
Seperti yang disampaikan Hardi, kesibukan yang bertambah dengan jabatan baru di partai membuat dirinya tidak bisa lagi mendampingi PSMS. Hal itu membuat dirinya merasa sungkan terhadap pengurus lain. Meskipun begitu, dirinya berjanji akan terus memantau perkembangan tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini.

Sebelumnya, lanjut Hardi, surat pengunduran diri yang diajukannya sempat ditolak oleh Ketua Umum PSMS, Dzumi Eldin. Hingga dirinya dilantik sebagai Sekretaris Partai Golkar Sumut beberapa waktu lalu, permohonan itu pun disetujui.

Mengenai penggantinya Hardi menyerahkan kepada Ketua Umum PSMS. Dirinya hanya menyebut karakter yang tepat untuk mengisi jabatan Sekretaris Umum di kala kondisi PSMS saat ini. “Pastinya orang yang tidak banyak cakap lah,” tegasnya.

Sementara itu, dugaan adanya konspirasi di tubuh pengurus untuk menjatuhkan PSMS di kancah persepakbolaan nasional dibantah tegas oleh pengurus. Isu inipun dianggap sebagai kambing hitam dari kelemahan yang ada. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Teknik Fredy Hutabarat saat ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/2).

“Tidak ada itu konspirasi apalagi dari pengurus itu sendiri. Ini hanya bias yang akan membingungkan kita juga seluruh pemain,” jelasnya.
Fredy pun merasa pengurus perlu koreksi diri. “Apa salahnya setiap pertandingan ataupun latihan pengurus selalu hadir. Kalau Ketua Umum tidak bisa, ya Ketua Harian atau pengurus lainnya. Bagaimanapun secara psikologis ini dapat mendongkrak mental dan motivasi pemain. Mereka akan merasa diperhatikan,” bebernya.

Pada kesempatan itu Fredy mengaku menyesal dengan sikap Asisten Manager Benny Tomasoa pada pertandingan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu. Saat itu Benny yang kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Bandung, Isnan Triana, mengejar masuk ke lapangan. Meskipun berhasil diatasi petugas keamanan, aksi Benny dikhawatirkan dapat mencoreng nama PSMS di Divisi Utama.
“Kemungkinan besar akan ada panggilan dari PSSI mengenai peristiwa itu, mungkin juga kita didenda,” ucap Fredy.

Sebelumnya saat bertandang ke Persikabo Bogor di putaran pertama dan Semen Padang di awal putaran kedua, Benny juga melakukan aksi protes di lapangan. Namun, dikabarkan aksi di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu merupakan tahap klimaks.

Hal itu pun diakui Benny melalui telepon, Selasa (16/2). “Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya tetap beda dari yang kita harapkan. Dan memang, melawan Persita kekecewaan ini mencapai puncaknya, saya kalap. Tapi, itu akan menjadi yang terakhir,” janji Benny.
Benny juga mengaku siap bila karena aksi protes yang dilakukannya selama ini dirinya dikeluarkan dari struktur pengurus PSMS.

Siapkan Senjata Jelang Bentrok PSDS

PSMS akan segera melakoni laga keempat di paruh kedua musim Divisi Utama 2009/2010 menghadapi PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) ini. Strategi yang mengandalkan serangan balik tampaknya akan menjadi senjata PSMS untuk mencuri poin.

Setidaknya itu yang tampak dalam latihan yang digelar Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan. Dua gol yang tercipta pada simulasi itu pun diharapkan akan mengulangi kemenangan saat menjamu PSDS di akhir putaran pertama lalu. Bahkan, tiga poin menjadi target.

Demikian ungkap Pelatih PSMS Kustiono usai memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan, Selasa (16/2). “Sebagai tim tamu, serangan balik menjadi senjata utama meredam ambisi tim tuan rumah. Hari ini kita mainkan simulasi pertandingan compact defense dengan counter attack. Kita harap dengan metode itu kita bisa mencuri poin,” yakinnya.

Pada simulasi pertandingan kemarin, pemain belakang inti PSMS mendapatkan porsi latihan yang cukup tinggi. Hal itu mengingat pengalaman pada pertandingan sebelumnya menghadapi Persita Minggu (14/2) lalu dimana bobolnya gawang PSMS terjadi kerena kesalahan sendiri. “Kita drill pemain bawah kita untuk lebih siap menjaga pertahanan, sekaligus membangun serangan cepat ketika pemain bersama bola lewat sayap kiri kanan dan dari tengah lewat passing-passing pendek,” beber mantan pelatih PSAP Sigli itu.

Tidak itu saja, pada simulasi kemarin Kustiono juga memberikan pelajaran bagi striker, terutama striker muda Jacky Pasarella lewat drill-drill untuk menerima umpan panjang dari lini tengah. Usai melesakkan satu gol ke gawang Persita Tangerang, Jacky dinilai menunjukkan performa yang cukup baik. Tampaknya keberadaan Jacky akan dipertahankan.

“Umpan-umpan dari lini belakang sering salah diantisipasi striker. Selain itu, permainan dari kaki ke kaki yang diterapkan saat melawan Persita juga belum maksimal, ada beberapa pemain yang tidak disiplin, dan itulah yang juga menjadi fokus kita pada pertandingan Jumat (19/2) mendatang,” beber mantan pemain PS Mercubuana itu.

Kustiono juga menilai, duet Osas Saha dan Jecky belum menunjukkan performa sebagai mesin gol yang maksimal. Meskipun untuk kasus ini Kustiono menyoroti kenerja Jacky yang terlalu liar. “Saya sudah ngomong ke Jecky untuk disiplin bermain dan menjadi partner Osas. Ini permainan tim bukan individu jadi sebagai striker harus melupakan sejenak egois dari diri sendiri,” sebut Kustiono.

Skuad PSMS Diserbu Fans Cilik

MESKIPUN prestasi belum membaik, namun PSMS masih memiliki tempat di hati masyarakat Kota Medan. Seperti tampak pada latihan Selasa (16/2) sore di Stadion Teladan Medan.

Saat skuad bersiap untuk latihan, sekelompok anak SD IT Hikmatul Fadhillah Jalan Denai No 176 Medan langsung menyerbu pemain untuk berfoto bersama. Nyeck Nyobe yang duduk sendiri pun menjadi sasaran fans cilik tersebut. Selain Nyeck, penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana dan striker Jacky Pasarela juga harus menjawab beberapa pertanyaan dari fans cilik tadi. Menurut guru pendamping, Syubuhriana S, kedatangan mereka ke Stadion Teladan Medan merupakan salah satu program English Village, semacam studi lapangan untuk bahasa Inggris. “Kebetulan kita tadi habis salat terus makan di taman depan. Terus anak-anak liat busnya PSMS, mereka langsung lari. Mereka memang cinta sama PSMS,” ucapnya.

Seperti tak mau kalah dengan rekan setimnya, Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous, pun mendapat penggemar. Ya, seorang murid SD tersebut, Tengku Reihan, mengaku mengagumi striker asing yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang tersebut. Tak pelak, fans cilik tersebut begitu berbinar ketika melihat Osas Saha.

Tuesday, February 16, 2010

Koreksi Formasi

Kekalahan 0-1 atas Persikabo Bogor dan seri 1-1 atas Persita Tangerang membuat PSMS saat ini berada di peringkat sembilan. Kekecewaan yang ada harus diredam mengingat masih ada tantangan yang harus segera dijawab.

Setelah pintu Indonesia Super League (ISL) tertutup, PSMS harus berjuang untuk bertahan di Divisi Utama. Tiga pertandingan kandang saat menjamu Persih, Persipasi, dan Persires pun harus menjadi lumbung poin. Sekalipun begitu, M Affan Lubis belum bisa bernafas lega hanya dengan koleksi 23 poin. PSMS masih punya harapan untuk mencuri poin dari laga tandang menghadapi PSDS Deli serdang, Jumat (19/2) mendatang.
Namun, bila dilihat pertandingan terakhir, Kustiono masih harus bekerja keras untuk mewujudkan peluang tersebut. Salah satunya dalam penempatan pemain yang penuh tanda tanya. Memang dibanding menghadapi Persikabo Bogor, penampilan PSMS saat menghadapi Persita Tangerang sudah lebih baik. Terbukti banyak peluang yang tercipta sekalipun banyak pula yang terbuang. Artinya, masih ada kebuntuan di barisan depan PSMS.

Usai melesakkan gol di kandang Persita Tangerang, Jacky pun tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun begitu, Jacky seperti lupa bila bersamanya masih ada Osas Saha yang terkesan bermain sendiri tampa ada suplai bola kepadanya. “Kamu bisa lihat kan saya main sendiri tidak ada dukungan untuk saya,” ucap Osas yang dihubungi, Senin (15/2).

Minimnya dukungan untuk Osas yang seorang striker murni ini membuat kemasan gol yang diciptakan selama di PSMS sangat sedikit, hanya tiga gol. Tidak demikian saat berlaga di PSDS, Osas dengan dukungan dua striker dan akurasi tendangan dari lini tengah mampu mengumpulkan 18 gol.

Syaiful Ramadhan yang menciptakan peluang justru ditarik. Gantinya Kustiono memasukkan Dodi Rahwana. Strategi itu pun sebenarnya cukup berhasil meningkatkan mobilitas serangan. “Karena masalah kita hanya tidak adanya peluang yang berhasil. Kalau permainan justru sudah nampak kan tinggal menunggu waktu saja. Pemain juga sudah tidak lagi diam dan terus mengejar bola, mereka langsung menebus kesalahan kalau ada. Karena memang untuk menciptakan gol butuh kesabaran,” ucap Kustiono sembari memuji kelenturan dari Penjaga Gawang Persita, Bayu Cahyo.
Kustiono menilai aksi yang terlalu liar menyebabkan Jacky tidak bisa memanfaatkan peluang. Penilaian itu akan disampaikan Kustiono saat latihan, Selasa (16/2) ini. Kustiono juga mengaku adanya perubahan yang diluar perkiraan sehingga urung menurunkan striker muda Abdul Kamil Sembiring.

“Kamil merupakan pemain yang berbakat. Tapi saat kondisi yang seperti itu saya khawatir mentality player Kamil yang labil akan mengganggu konsentrasi dan tidak bisa membuat perhitungan yang matang. Saya harap dari menyaksikan dua pertandingan ini, Kamil akan lebih siap untuk diturunkan saat bertandang ke PSDS,” ucap Kustiono.

Untuk menghilangkan ketegangan pascabertanding, Senin (15/2) Kustiono meliburkan pemain dan kembali menggelar latihan di Kebun Bunga Medan, Selasa

Jampi Hutauruk: Itu Gol Tuhan

Pelatih Kiper Jampi Hutauruk membantah bila dua gol yang bersarang di gawang PSMS akibat kesalahan M Halim sebagai penjaga gawang. “Kita sama-sama lihat kan kalau di situ ada tiga pemain belakang tapi tetap gol juga,” ucap Jampi ketika dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Senin (15/2).

Seperti yang disampaikan Jampi, saat menghadapi Persita Tangerang, Minggu (14/2) lalu M Halim sudah menempatkan posisinya dengan baik. Adanya tiga pemain belakang PSMS seharusnya tidak menjadi ancaman yang perlu diantisipasinya.

Hanya Jampi menyesalkan Luis Edmundo mendapat ruang yang demikian bebas untuk melakukan heading dan menjebol gawang M Halim.
Begitu juga saat ditundukkan Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu. M Halim sudah melaksanakan perannya sebagai penjaga gawang yang merangkap sebagai libero dalam formasi 3-5-2 yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih. “Memang M Halim sedikit terlambat untuk mundur. Tapi kalaupun diulangi 10 kali itu belum tentu gol. Jadi kalau saya bilang itu gol yang dibuat Yang Kuasa,” tambahnya.

Di tempat berbeda M Halim saat dihubungi mengaku tengah tengah menenangkan diri sekaligus melakukan koreksi untuk penampilan yang lebih baik ke depan. “Saat ini saya tidak memikirkan bola dulu lah. Tapi memang kedua gol itu jauh dari perkiraan saya, :” ucapnya.

Suimin Latih Tim ISL, Saha Ditelepon PSM


MANTAN pelatih PSMS Suimi Dihardja dipastikan akan beraksi di Indonesia Super League (ISL) untuk musim mendatang. Namun, Suimin masih berahasia mengenai tim yang bakal ditanganinya tersebut.

“Yang pasti kontestan ISL, untuk sekarang itu saja. Dalam minggu ini saya akan bilang kok,” ucap Suimin yang ditemui di Kantin Mantan PSMS di seputaran Kebun Bunga Medan, Senin (15/2).

Dikabarkan dalam tiga hari ini, Suimin akan bertolak ke Pulau Jawa untuk mulai menangani tim yang masih dirahasiakannya itu. Dirinya juga membantah bila kepergiannya sebagai bentuk kekecewaan terhadap PSMS usai didepak di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010.

Sementara itu, striker PSMS Ikpefua Osas Saha Marvellous mengaku dirinya dilirik oleh PSM Makasar. Namun, pembicaraan yang sempat dijalin agaknya harus menunggu. Pasalnya, pemain berusia 23 tahun ini memiliki pertimbangan lain sebagai seorang pemain profesional.
Dibanding dengan penampilannya saat membela PSDS pada musim sebelumnya, Osas mengaku kecewa karena tidak mampu mengangkat peringkat PSMS yang saat ini berada di posisi sembilan klasemen sementara Divisi Utama 2009/2010. Karena itu, dirinya berniat untuk menghabiskan musim ini bersama PSMS sembari terus berkontribusi untuk kebangkitan PSMS.

“Saya memang ada terima telepon dari PSM tapi saya pikir itu akan sangat panjang. Jadi saya akan fokus di PSMS ini saja sampai akhir musim ini. Masih ada waktu untuk bangkit kok. Selama pengurus dan manajemen juga bisa mengantisipasi hal- hal nonteknis yang merugikan tim,” tukasnya.
Bagi Saha seluruh pemain yang ada di putaran kedua ini sudah bermain baik, begitu juga materi yang dimiliki PSMS sudah cukup bagus. Sehubungan dengan itu Osas menuding wasit dibalik semua kekalahan itu. “Saya rasa bukan pemain yang salah, pemain sudah bisa main bagus, pemain yang diambil terakhir (Hary Syahputra dan Daniel Ogochukwu, Red) saya akui juga tampil bagus, tapi semua salah wasitnya,” kesal Osas.
Dia juga mensinyalir, tidak maksimalnya hasil yang dicapai PSMS di Divisi Utama musim ini terjadi karena kurang harmonisnya hubungan antara PSMS dan Persatuan sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumut. “Kita selalu kalah, di kandang sendiri pun bisa kalah, saya rasa PSMS ada salah di PSSI, sehingga dampaknya wasit selalu berbuat berat sebelah dan merugikan kita,” bebernya.

Memang patut diakui, PSMS selalu menjadi korban keputusan kontroversi wasit. Penganuliran gol, ketiadaan hukuman bagi tim lawan yang melakukan pelanggaran terhadap pemain PSMS, seperti tendangan penalti, serta mengesahkan gol berbau offside, menjadi biang kerok kekalahan. Padahal, manajemen dan pengurus telah melakukan antisipasi terhadap hal itu.

Sementara itu, Manajer PSMS Hendra DS mengaku, hingga kemarin, belum mengetahui kabar keinginan PSM Makasar untuk merekrut Saha. “Sampai sekarang belum ada saya dengar, kalaupun ada, mereka akan menghubungi salah satu dari pihak manajemen, tapi saya belum ada menerima laporan dari asisten manajer perangkat tim yang lain,” aku Hendra.

Tetapi meski begitu, jika ada, pihaknya tetap akan mempertimbangkan untuk mempertahankan Saha, mengingat PSMS nantinya akan kekurangan striker. “Ini sudah di akhir kompetisi dan kita masih perlu Saha, tapi tetap akan kita lakukan pertimbangan,” pungkasnya

Monday, February 15, 2010

PSMS (1) vs Persita (1)


MEDAN-Meski mendapat dukungan penuh dari para penonton namun tim Ayam Kinantan hanya mampu meraih satu poin setelah dipaksa bermain 1-1- oleh Persita Tangerang pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Dengan perolehan satu poin ini maka PSMS tetap berada di peringkat delapan dengan koleksi 14 poin dari 14 pertandingan yang telah dilakoni. Artinya, untuk musim kompetisi mendatang PSMS masih tetap berlaga di ajang Divisi Utama, bukan Superliga seperti yang pernah ditargetkan.
Tak hanya itu, untuk bertahan di Divisi Utama pun nasib PSMS belum sepenuhnya aman, karena setidaknya dibutuhkan 24 angka untuk berada di zona aman klasemen akhir Divisi Utama Grup I

Saat meladeni Persita kemarin (14/2) tim Ayam Kinantan turun dengan mempergunakan formasi 4-4-2. Awalnya strategi ini berjalan mulus, bahkan Affan Lubis dkk mendikte permainan lawan.

Bahkan serangan yang dibangun Affan dkk dari sisi kanan berulang kali menciptakan peluang, namun penjaga gawang Persita Bayu Cahyo tampil cukup impresif untuk mengamankan gawangnya.

Tapi seiring masuknya winger Dodi Rahwana menggantikan Syaiful Ramadhan di menit ke-34 membuat permainan PSMS lebih hidup, hingga akhirnya tim Ayam Kinantan memecah kebuntuan pada menit ke-43.

Daniel yang menguasai bola di luar kotak penalti Persita namun tidak memiliki peluang melakukan shooting memberi umpan kepada Jacky Pasarela yang berdiri bebas. Dengan tidak tenangnya Jacky mengarahkan bola ke sudut kiri gawang. Tendangan yang tidak terlalu keras itu ternyata mampu mengecoh Bayu dan membawa PSMS unggul 1-0.

Sayang, keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya semenit berselang, Persita Tangerang berhasil menyamakan kedudukan lewat heading yang dilakukan Luis Edmundo.

Penjaga gawang PSMS M Halim yang berdiri terlalu jauh dari mulut gawang tak dapat mengantisipasi dan hanya terpaku menyaksikan si kulit bundar bersarang di gawangnya. Kedudukan 1-1 ini pun bertahan hingga turun minum.
Keberhasilan Persita Tangerang menyamakan kedudukan mengundang reaksi dari para penonton. Yel-yel bernada provokasi mengawali kerasnya pertandingan di babak kedua.

Di babak kedua ini Affan Lubis dkk kembali mengurung lini pertahanan lawan, namun selalu gagal menembus kokohnya lini pertahanan Persita.
Sebenarnya PSMS punya peluang ketika Osas Saha dan Jacky dengan sengaja ditarik pemain belakang Persita di daerah kotak penalti. Namun wasit Isna Triana sepertinya tidak melihat dan tetap melanjutkan pertandingan.

Merasa wasit berpihak, secara tiba-tiba Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa dan seorang fans PSMS masuk ke lapangan dan mengejar wasit Isna Triana. Untunglah petugas keamanan yang berada dilapangan berhasil menghentikan aksi keduanya sekaligus mengamankan Isna Triana yang tampak panik.

Namun polisi tidak dapat menghentikan lemparan botol air mineral dari podium penonton. Seorang pemain Persita Tangerang bahkan langsung terduduk karena terkena lemparan.

“Saya tidak terima kenapa kita yang harus dikerjai. Seharusnya kejadian itu penalti karena Osas dan Jacky ditarik. Ada fotonya kok,” jelas Beny kepada Sumut Pos.

Untuk itu, dirinya berencana mengajukan masalah ini kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. “Anak-anak sudah bermain maksimal tapi kepemimpinan wasit sangat buruk. Setelah mengurus tim, saya akan melaporkan kejadian ini ke Ketua Umum sesuai dengan janji beliau,” tambahnya.

Asisten Pelatih Persita Tangerang, Endang H mengaku puas dengan penampilan para pemainnya. Sekalipun satu poin yang didapat tidak memuluskan langkah mereka ke delapan besar, hasil seri merupakan target yang berhasil dicapai.
“Kita sudah memiliki keyakinan akan mampu mencuri poin dari PSMS. Pasalnya, menghadapi Persikabo saja pun PSMS kalah ,” ucap Endang.

Dugaan Adanya Konspirasi

DUA pertandingan kandang PSMS di putaran kedua Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 yang berakhir mengecewakan menimbulkan kecurigaan adanya konspirasi. Targetnya, PSMS harus kalah.

Kuat dugaan, konspirasi ini dilakukan oleh orang kuat dan berpengaruh di kepengurusan dengan memanfaatkan wasit di lapangan.
Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa tidak menampik adanya konspirasi jahat yang ditujukan untuk PSMS.
Hanya saja ketiadaan bukti membuat Beny enggan menyebut inisial oknum yang kabarnya seorang pengurus PSMS.
“Saya sudah tahu dan itu (konspirasi, Red) memang ada. Cuma karena saya tidak ada bukti kuat untuk menyebut nama,” ucap Beny.
Sehubungan dengan itu, Beny pun hanya bisa berharap pada tiga laga kandang yang sisa wasit dapat bertindak obyektif dan menjunjung sportifitas pertandingan.

Jurang degradasi mulai terbentang

Presiden SMeCK Hooligan Nata S menilai, target PSMS Medan kembali menuju Liga Super Indonesia sudah buyar setelah bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang, Minggu.

“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.

Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.

Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.

Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.