Wednesday, February 10, 2010

Iwan Setiawan Was-was

Kemenangan berbau kontroversi saat menghadapi PSMS di Stadion Persikabo Cibinong Bogor beberapa waktu lalu, ternyata membuat Pelatih Persikabo, Iwan Setiawan was-was.

Akibatnya, mantan pelatih PSMS itu menolak untuk diwawancarai wartawan. Bahkan, saat menggelar uji coba lapangan Iwan juga enggan berkomentar. Begitu juga saat konferensi pers, Iwan mengutus dua asistennya.

Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong sudah siap untuk membalas perlakuan suporter Persikabo saat PSMS main di Bogor. “Kita akan membalas apa yang mereka lakukan sama PSMS waktu di Bogor,” kata Nata.

Tapi, panitia pelaksana pertandingan PSMS sudah mengantisipasi hal-hal yang tak dinginkan. Panitia pelaksana juga meminta wasit agar memimpin pertandingan dengan objektif. “Kita panitia sudah mengingatkan wasit agar memimpin pertandingan dengan benar. Karena dari pengalaman, lancar tidaknya satu pertandingan ini berhubungan dengan keputusan wasit,” tegas wakil ketua panitia pelaksana pertandingan PSMS, Julius Raja

Suporter Minta Wasit Fair

Sebagai pertandingan penentu dan bermain di kandang sendiri di Stadion Teladan Medan, PSMS harus meraih kemenangan saat menjamu Persikabo Bogor, petang nanti (10/2).

“Tidak ada cerita seri apalagi kalah. Kita harus menjadi tuan rumah di sini (Stadion Teladan Medan, Red). Smeck pun siap menjadi pendukung militan demi PSMS. Ingat apa yang terjadi waktu PSMS main di Bogor,” tegas Presiden Smeck Hooligan, Nata Simangunsong.
Dukungan militan yang dimaksud Nata yaitu mengawal pertandingan agar berjalan fair play dan objektif. Smack Hooligan akan mengawal setiap keputusan wasit sepanjang pertandingan. “Biarlah waktu di kandang Persikabo Bogor kita dikerjai wasit. Tapi di sini (Medan, Red) akan kita buktikan kalau PSMS bukan tim cengeng yang mengandalkan dukungan wasit,” katanya.

Untuk itu, katanya, semua pihak khususnya wasit untuk menjaga sportifitas pada pertandingan nanti. Karena hinaan fans Persikabo Bogor kepada pemain PSMS masih membekas di hati anggota Smack Hooligan. Asisten Manajer, Beny Tomasoa mengaku, keberadaan Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang memastikan kemenangan PSMS. “Untuk meraih kemenangan PSMS tidak bisa sendiri. Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang akan mengawal jalannya pertandingan sekaligus memastikan kemenangan melalui pertandingan yang sportif,” kata Beny

PSMS v Persikabo Laga Krusial Ayam Kinantan

Peluang PSMS untuk bersaing merebut satu tempat di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan masih ada. Syaratnya, Ayam Kinantan tak boleh kalah di sembilan pertandingan di putaran kedua. Nah, petang nanti (10/2), punggawa PSMS akan mengawali sembilan laga krusial itu dengan menjamu Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan.

Untuk memaksimalkan hasil tersebut, Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mematikan pergerakan pemain Persikabo. Tapi, Kustiono tak berani memasang target.

“Bola itu bulat dan kita tidak bisa berandai-andai. Kalau bisa menang ngapain harus kalah? Dan besok (hari ini, Red) PSMS akan menang,” tegas Kustiono.

Menurutnya, dia sudah mempelajari karakter permainan Persikabo dari dua pertandingan yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta yaitu saat melawan Persiraja dan PSAP Sigli. Permainan rap-rap pun disiapkan untuk membendung permainan Persikabo.

Kustiono optimis bisa menerapkan strategi tersebut karena tak satupun pemain yanng cedera. “Kita tahu, permainan bola tim Pulau Jawa akan mengandalkan skill individu dan passing-passing akurat, kita akan antisipasi itu dengan permainan keras. Jujur saja, secara tim Persikabo Bogor bukanlah tim yang dikhawatirkan. Tim asal Pulau Jawa kebanyakan mengandalkan teknik. Asal tidak ikut pola permainan mereka kita pasti menang,” ungkap Kustiono. Mantan Pelatih PSAP itu juga sudah bisa bernafas lega karena pemain asing baru hasil seleksi Daniel sudah bisa dimainkan dan akan ditandemkan dengan Osas Saha.

“Saya akan memberikan yang terbaik dalam laga yang menentukan ini. Seluruh pemain pun diinstruksikan menghentikan laju Yusuke Sasa yang dianggap sebagai motor permainan Persikabo,” sambung Nyek Nyobe, defender PSMS.

Persikabo juga tak akan menyerah begitu saja meskipun pemain asingnya Rodrigo Santoni tak bisa diturunkan karena cedera, Azis diskor tak boleh main serta hengkangnya Roger Batoum.

“Kita ada mendatangkan Jibby Wuwungan dari Persema Manado juga masih ada David dan Yusuke Sasa untuk mengisi posisi Aziz yang diskor tidak boleh main. Kita juga ada anak Medan seperti Markus yang dulu main di PSDS dan Saharai Gultom,” kata Asisten Pelatih Hasyim Azmi Azhari didampingi Asisten Pelatih Fisik Anwar Salim, dan Kapten Persikabo Syaifullah, saat konferensi pers di Aula Stadion Kebun Bunga, kemarin (9/2). “Kita harapkan pertandingan besok (hari ini, Red) mengutamakan sportifitas,” sambung Azmi.

Pupus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 tertutup. Sebab, surat garansi pemerintah kepada PSSI untuk dilampirkan ke FIFA sampai hari terakhir pendaftaran (9/1) tidak ada.

"Tanpa surat itu, Indonesia dipastikan gagal mengikuti bidding. Sebab, surat garansi merupakan salah satu syarat mutlak," ujar Deputi Sekjen PSSI Suryadarma Dali Tahir di Jakarta kemarin (8/1).

Dali tak bisa menutupi kekesalannya. Sebab, ini merupakan kesempatan emas Indonesia untuk menjadi tuan rumah even akbar. Giliran ke Asia akan datang lagi 25 tahun mendatang.

"PSSI masih bisa melobi FIFA agar batas waktu sampai 9 Februari diperpanjang," tuturnya. Surat dukungan juga dibutuhkan sebagai jaminan. Di dalamnya, terdapat nota kesepahaman dengan delapan kementerian. Di antaranya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kehakiman, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Indonesia, menurut Dali, sejatinya berpeluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Minimal, kita bekerja sama dengan Australia sebagai tuan rumah bersama," ujarnya.

Itu didasarkan pada peta persaingan dan keputusan FIFA untuk menggeber Piala Dunia di Asia. Korea Selatan dan Jepang sebagai kompetitor pernah menjadi tuan rumah piala dunia. Sedangkan Qatar, yang juga mengajukan diri, memiliki suhu udara tinggi, sekitar 40 derajat Celsius pada Juli.

"Australia tak ingin head to head dengan kami. Sebab, mereka melihat Indonesia sebagai mitra strategis. Mereka lebih memilih menggandeng kita. Tapi, tanpa surat garansi pemerintah, Indonesia sudah pasti didiskualifikasi," ujar Dali.

Joko Driyono, juru bicara bidding Piala Dunia, menyatakan bahwa surat jaminan itu memang tak diatur dalam manual bidding. Meski demikian, FIFA tetap menjadikan surat tersebut sebagai salah satu penilaian.

"FIFA tidak akan menolak saat ini. Tapi, mereka bakal menolak saat pengumuman nanti. Kami harap, proses dilanjutkan agar Indonesia tetap berkesempatan menjadi tuan rumah even internasional lainnya. Misalnya, piala dunia kelompok umur," tutur Joko

Ujian berat Kustiono


Pasca kekalahan dalam debutnya kala dikalahkan Semen Padang beberapa waktu lalu, pelatih PSMS Medan Kustiono dihadapkan ujian berat di Stadion Teladan Medan, Rabu sore besok.

Pasalnya, masyarakat pecinta PSMS tentunya menuntut mantan arsitek PSAP Sigli itu mampu memberi kemenangan kala menjamu Persikabo Bogor dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indoensia 2009/2010 nanti.

Terkait itu, Kustiono dan segenap skuad Ayam Kinantan pun bertekad meraih poin penuh guna membuka celah menuju Liga Super Indonesia musim mendatang. Dalam temu pers di Stadion Kebun Bunga, Selasa, Kustiono menegaskan tidak ada istilah kalah.

Menghadapi Persikabo, dijelaskan bahwa tim asuhannya tengah dalam keadaan on fire dan siap bertarung untuk memenangkan laga pasca dilibas Semen Padang 1-3 di Sijungjung.

"Pola kita tetap 4-4-2 dengan formasi menyerang dan "menikam" setiap pergerakan lawan," tambahnya didampingi Sekretaris Tim Fityan Hamdani dan Asisten Manajer Benny Tomasoa.

Disingggung keberadaan lawan, Kustiono menilai Persikabo secara tim bukanlah tim yang terlalu dikhawatirkan. Pelatih berkumis tebal itu pun optimis PSMS akan mengendalikan permainan di hadapan pendukung fanatik Ayam Kinantan itu.

Dari kubu Persikabo, kemenangan kontroversial di Bogor saat menjamu PSMS membuat mereka sedikit khawatir. Karena itu, Asisten Pelatih Persikabo Hasyim Azmi berharap agar pertandingan dapat berjalan aman dan sportif.

“Kita harapkan seluruh elemen pada pertandingan tersebut termasuk suporter bisa sportif, karena kita tidak ingin kejadian buruk terjadi,” tutur Hasyim menambahkan striker asing Rodrigo Santoni kemungkinan absen karena cedera.

“Hengkangnya Roger Batoum ke Persiraja dan absennya Santoni akan menjadikan kekuatan kami berkurang, namun kami optimis mantan pemain Persema Manado Jibbi Wuwungan dan gelandang Yusuke Sasa (Jepang) bisa menutup kekurangan tersebut,” harapnya sembari menjelaskan dua nama terakhir adalah rekrutan baru timnya

Tuesday, February 9, 2010

Pelatih Utak-atik Susunan Pemain

Laga kontra Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan, Rabu (10/2), tinggal menyisakan hitungan jam, namun performa punggawa Ayam Kinantan masih stagnan dan belum menunjukkan permainan rap-rap yang sesungguhnya. Padahal, pertandingan tersebut sangat menentukan langkah PSMS apakah bisa naik kasta atau malah terjerembab lagi ke Divisi I.

Pasca kekalahan dari Semen Padang, M Affan Lubis dkk hanya menyisakan sembilan pertandingan. Sementara saat ini PSMS hanya mengoleksi 13 poin di putaran pertama. Untuk bisa bersaing lolos ke Indonesia Super League (ISL) PSMS membutuhkan tambahan 25 poin di putaran kedua. Artinya PSMS harus bisa meraih kemenangan minimal delapan pertandingan dan satu hasil seri.

Tapi, dalam latihan game beberapa hari terakhir ini para pemain hanya menghasilkan tiga gol. Diawali gol Ikpefua Osas Marveleus Saha, M Affan Lubis, dan satu gol tercipta melalui penalti. Jacky Pasarella juga belum bisa mencetak gol. Cedera lutut yang dideritanya membuat pergerakan Jacky menjadi lambat. Begitu juga keberadaan tiga pemain baru belum banyak memberikan kontribusi.

Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah beberapa kali harus mengutak-atik susunan pemain, terutama di lini tengah untuk memaksimalkan pressing. Menurut Kustiono, hal itu dilakukan untuk mencari skema terbaik untuk mengamankan kemenangan menghadapi Persikabo.
“Saya memang sudah menemukan kerangka tim yang baku, tapi perlu pergantian pola, karena kita harus bisa menjebol gawang lawan sebanyak-banyaknya. Jadi di babak kedua kita memperlambat tempo, dengan memaksimalkan counter attack, pola itu saya harap bisa mengamankan kemenangan,” bebernya.

Skema tersebut, katanya, juga untuk membuat tim bisa maksimal bertanding selama babak kedua, untuk itu pemain-pemain yang menjadi pengganti juga terus dilatih ketajamannya. “Yang jelas kita menerapkan skema win-win solution, kita tetap optimis bisa meraih angka penuh,” pungkas Kustiono.

Kustiono juga ingin menempatkan pemain lokal di posisi striker untuk menambah ketajaman serangan. Namun sepertinya hal itu sulit diwujudkan. Selain belum adanya pemain baru, tenggat pendaftaran pemain juga sudah dekat yaitu Jumat (12/2). Sementara untuk ketiga pemain yang direkomendasikan sudah dipastikan belum dapat turun pada pertandingan menjamu Persikabo Bogor.

“Kalau untuk Persikabo Bogor, kita belum bisa menurunkan ketiga pemain yang direkomendasikan lulus seleksi. Mereka harus berusaha menunjukkan penampilannya yang terbaik dahulu,” ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy.

Sementara itu, Manajer PSMS, Hendra DS yang datang menyaksikan latihan sore di Stadion Teladan Medan kemarin, geleng-geleng kepala sembari mengeluhkan permainan pemain yang belum meningkat.

“Belum nampak lagi rap-rapnya. Kalau skill pemain sih sudah bagus tapi sikap ngotot belum ada. Padahal, sebahagian besar pemain kan orang Medan,” keluh Hendra DS.

Apakah hal itu karena gaji telat dibayar? Hendra sudah mengultimatum Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy untuk membayar gaji pemain, Selasa (9/2) hari ini. “Paling lama besok malam. Saya baru tahu kalau sebagian pengurus ada di Jakarta makanya pembayaran gaji telat,” kata Hendra.

Markus Horison Ingin Kembali

Ambisi manajemen untuk membangun PSMS agar kembali ditakuti lawan bukan hanya isapan jempol belaka. Salah satunya ingin menarik kembali kiper Timnas, Markus Horison. Makanya, pasca mundur dari Arema Indonesia manajemen melalui Sekretaris Tim, Fityan Hamdy sudah menjalin komunikasi melalui telepon.

Menurut Manajer PSMS, Hendra DS, dia sudah mendengar keinginan Markus untuk kembali membela PSMS. Tapi, Markus masih terikat kontrak dengan Arema.

“Ya kan tidak mungkin kalau kita yang membayar denda dua kali lipat dari kontrak Markus. Bayangkan kalau kontraknya Rp700 juta berarti kita harus bayar Rp1,4 miliar. Lebih bagus buat kompetisi kan. Tapi kalau memang pengunduran dirinya sudah diterima manajemen Arema, artinya statusnya sudah free, kita jelas wellcome. Kita pun yang akan menghubungi,” tukas Hendra DS.

Sementara Fityan mengaku, Markus sudah menyampaikan keinginannya bertemu di Stadion Teladan Medan sembari menyaksikan latihan PSMS. api, hingga usai latihan Markus tak kunjung terlihat

Berkat Komentar di Facebook

Aksi dukungan melalui jejaring sosial ternyata cukup ampuh untuk membawa perubahan di PSMS. Buktinya, akibat komentar pendukung PSMS melalui facebook saat latihan Senin (8/2) di Stadion Teladan Medan, punggawa Ayam Kinantan tidak lagi minum air isi ulang. Tiga kotak air mineral dan dua kotak minuman kesehatan sudah tersedia di lapangan.

Seperti diketahui sebelumnya setiap sesi latihan skuad PSMS hanya minum air isi ulang. Akibatnya, banyak pecinta Ayam Kinantan melakukan kritik melalui facebook.

Namun Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy membantah bila keberadaan minuman mineral dan kesehatan itu bukan karena kiritk pecinta PSMS di facebook. “Selama ini juga kalau latihan di Stadion pemain kita minuman kesehatan kok. Cuma memangbelakangan saya dengar seperti itu, pemain minum air isi ulang,” tutur Fityan

Ditilang Polisi, Telat Latihan

M Affan Lubis telat latihan. Pasalnya, gelandang PSMS itu ditilang polisi di Jalan Ir Juanda saat hendak latihan di Stadion Teladan Medan, Senin (8/2). Keterlambatan Affan langsung mengundang reaksi dari Pelatih PSMS, Kustiono.

Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy diminta segera menghubungi Afan. “Kalau memang nggak bisa tepat waktu untuk apa. Tidak perlu setia dengan pelatih, saya hanya minta setia untuk PSMS lah. Atau ditendang aja,” kata Kustiono.

Fityan kemudian menjawab, “Katanya dia kena tilang. Tapi sudah di jalan kok.” Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Maulana serta pemain asing Osas Saha yang ditilang polisi di seputaran Medan Plaza, tepatnya Jalan Iskandar Muda Medan.

Monday, February 8, 2010

Maksimalkan yang Ada


Laga menghadapi Persikabo yang akan berlangsung Rabu (10/2) mendatang telah di depan mata dan seakan tak menyisakan waktu kepada para punggawa tim Ayam Kinantan untuk berleha-leha.

Karenanya tak ada pilihan lain bagi pelatih PSMS Kustiono kecuali memaksimalkan persiapan agar tampil tak tampil mengecewakan, apalagi sampai kehilangan angka di hadapan pendukungnya sendiri.

“Rencananya, besok pagi (hari ini, Red) tim akan berlatih lagi. Materi yang akan diterapkan pada latihan nanti adalah pressing ketat ke jantung pertahanan lawan,” ucap Kus (sapaan akrab Kustiono, Red) yang dihubungi melalui telepon, Minggu (7/2).
Diharapkan dengan ketatnya pressing yang dilakukan Faisal Azmi dkk maka Persikabo takkan mampu mengembangkan permainan, apalagi sampai mendikte tim Ayam Kinantan.

“Saya pernah menyaksikan penampilan mereka saat menghadapi Persiraja dan PSAP. Saya pikir, jika anak-anak dapat tampil tenang, maka kemenangan akan kita dapatkan,” bilang Kustiono.

Terkait tiga pemain baru yang telah direkomendasikan untuk bergabung dengan tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku jika ketiganya sedang menunggu keputusan dari manajemen.

“Akan lebih baik jika ketiganya dapat tampil saat kita menghadapi Persikabo. Tapi bila semua urusan belum beres, ya terpaksa kita memaksimalkan pemain yang ada,” bilang Kustiono.

Adapun tiga pemain yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari Kustiono untuk bergabung ke PSMS adalah Kussusanto, Mawan, dan Dedek Ariandi

Pertanyaannya, jika ketiga pemain tadi tak dapat diturunkan hingga saat laga kontra Persikabo berlangsung, apa yang akan dilakukan oleh mantan pelatih PSAP ini?

“Itu bukan masalah karena seluruh pemain telah menyatakan kesiapannya untuk meraih poin sempurna atas Persikabo. Bukan hanya tekad, para pemain pun telah membuktikannya pada setiap sesi latihan. Mereka terlihat lebih disiplin,” bilang Kus lagi.

Bahkan khusus untuk legiun asing PSMS Nyek Nyobe yang dalam beberapa penampilan terakhir terlihat mengalami penurunan performa, Kus mengaku jika dirinya telah mengajak pemain asal Kamerun itu berbicara dari hati ke hati.

“Saya sudah bicara berdua dan dia memastikan tidak ada masalah dengan pelatih. Nyek juga menyatakan akan membuktikan ucapannya pada saat berhadapan dengan Persikabo nanti. Meskipun begitu, saya juga akan buat penilaian tersendiri untuknya. Kalau masih buruk juga performanya, saya akan berkoordinasi kepada pengurus untuk tindakan selanjutnya,” janji pelatih berusia 48 tahun ini.

“Pemain lain juga sudah mulai paham dengan kemauan saya. Waktu latihan, anak-anak sudah tidak ada yang jalan, semua lebih aktif. Begitupun saat mau latihan semua langsung mengenakan pakaiannya, tidak lagi harus dibilang. Semoga ini sebuah pertanda bangkitnya semangat tim ini,” tambahnya.

Keuntungan Kustiono lainnya yaitu penampilan Ogochukuwu Daniel yang kian memuaskan. Bahkan pemain asal Nigeria yang setengah musim lalu membela PSP Padang ini bakal disiapkan sebagai pemain dengan dua posisi.

“Daniel dan Saha sudah saling mengerti kemauan masing-masing, begitu juga dengan Nyek yang akan menjadi leader di lini pertahanan,” beber Kustiono.

Sementara itu Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi mengaku belum menerima rekomendasi. Meskipun begitu dirinya juga memastikan bila PSMS akan menghadapi Persikabo tanpa diperkuat pemain baru.

“Bisa saja rekomendasi langsung diserahkan kepada manejer tim. Jika itu, tetap saja mereka belum bisa diturunkan saat menghadapi Persikabo Bogor nanti,” jelas Fityan.

Di tempat terpisah manejer tim PSMS Hendra DS tak membantah jika rekomendasi tiga pemain baru memang telah diserahkan Kustiono kepada dirinya. “Semuanya masih diproses,” bilangnya

Sekali Lagi


encetak gol untuk tim merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain. Begitu pula yang dirasakan gelandang bertahan PSMS Tri Yudha Handoko usai mencetak gol spektakuler saat latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/2) sore.

Karenanya Yudha berjanji untuk kembali mengulangi gol itu saat timnya menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) ini. “Saya tidak menyangka kalau bola itu bisa gol. Saya akan buat gol seperti itu lagi saat menghadapi Persikabo Bogor,” janji pemain yang baru mendapatkan gelar Sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara ini.

Saat latihan Jumat sore itu, Yudha menciptakan gol spektakuler dari jarak 60 meter. Mantan gelandang bertahan PSDS ini berhasil menyarangkan bola tepat di sisi tiang gawang atas. Posisi yang paling sulit untuk dijangkau oleh penjaga gawang.

Bahkan aksi tersebut mengundang decak kagum dari Pelatih PSMS Kustiono. “Ini menggambarkan kemajuan seluruh tim. Saya pikir dengan mempertahankan permainan seperti ini, untuk meraih poin penuh dari Persikabo Bogor bukanlah mustahil,” ucapnya.

Pada latihan Jumat (5/2) sore itu, tercipta empat gol. Osas Saha mencetak dua gol, sedangkan Ogochukuwu Daniel dan Tri Yudha Handoko masing-masing mencetak satu gol

Berharap Dukungan Pengusaha


Sebagai kota nomor empat terbesar di Indonesia jelas merupakan kebanggaan bagi Kota Medan. Namun dengan kekayaan potensi dan pendapatan yang demikian besar, justru tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS kian terperosok.

Bagaimana tidak, masalah keuangan yang tak pernah lepas membuat pembayaran gaji pemain kerap terlambat. Satu per satu pemainnya pun hengkang seperti Markus Horison, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan yang lain. Ironisnya, untuk mempertahankan nama besar PSMS pemain yang didatangkan pun tidak lagi berdasarkan kualitas, melainkan disesuaikan dengan keuangan yang ada. Hasilnya, sebuah tim dengan kemampuan yang pas-pasan pun tercipta. Puncaknya, PSMS tersingkir dari Indonesia Super League (ISL) dan kini bermain di Divisi Utama.

Tentunya ini sangat menyakitkan tidak saja bagi insan sepakbola juga masyarakat Kota Medan pada umumnya. Tapi kita pasti tidak mau terus terjatuh. Sebagai tim kesayangan dan kebanggaan masyarakat Kota Medan, sudah seharusnya kita memberikan dukungan kepada PSMS. Sudah saatnya para pelaku usaha di Kota Medan berperan demi kebangkitan PSMS. Demikian himbauan Drs H Zulhifzi Lubis, Ketua Umum KONI Medan kepada Sumut Pos, Minggu (7/2).

“Tak salah bila para pengusaha yang sudah meraih kesuksesan usahanya di Kota Medan ini menyisihkan sebahagian dananya untuk PSMS. Dengan bantuan tersebut diharapkan PSMS bisa memiliki pemain berkualitas,” kata pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.

Opunk Ladon mengaku prihatin dengan pemberitaan belakangan ini mengenai kondisi tim berjuluk Ayam Kinantan. Dari minimnya suplemen, sepatu pemain, hingga pemain yang minum air isi ulang pada setiap sesi latihan. “Bahkan sekelas SSB saja bisa menyediakan aqua gelas untuk para pemain. Artinya PSMS saat ini sangat membutuhkan perhatian. Tanpa itu PSMS akan sulit berprestasi,” ketusnya.

Dirinya lantas memberikan gambaran bagaimana abang-abang becak se-Kota Medan bersedia menyumbangkan sedikit dari penghasilannya saat Parlin Siagian membawa PSMS menjadi juara tahun 1985 lalu.

“Kalau dana dari abang besak saja mampu menyulap PSMS menjadi lebih kuat, apalagi dana dari pengusaha. Begitupun, bila nantinya ada pengusaha yang bersedia menjadi sponsorship, maka semuanya harus transparan sehingga tak melahirkan prasangka di jajaran pengurus dan manajemen,” bilang Opmung

Kustiono takut berkomentar

Pelatih PSMS Medan Kustiono terkesan takut memberikan komentar tentang perkembangan skuad Ayam Kinantan, dikarenakan mantan pelatih PSAP Sigli itu takut salah bicara.

Hal ini terjadi kala Kustiono memimpin latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat. Dimintai keterangannya tentang perkembangan empat pemain yang sedang mengikuti seleksi, Kustiono enggan menjawabnya. “Kita lihat saja nanti,” ucapnya singkat.

Tentang berapa pemain yang layak masuk skuad PSMS dari empat pemain tersebut, Kustiono hanya mengatakan tergantung manajemen. “Kita lihat dulu kemampuan dana manajemen,” ujarnya.

Sebagai pelatih kepala yang mengetahui tentang teknis pemain, Kustiono seharusnya berhak memberikan rekomendasi tentang pemain yang layak masuk skuad. Setelah itu, manajeman akan melakukan negoisasi dengan pemain tersebut.

Menurut Ketua SmeCK Holligans Nata Simangunsong, tindakan Kustiono yang terkesan takut berkomentar tidak beralasan.

Sebagai pelatih, kata Nata, Kustiono paling berhak menentukan pemain yang layak masuk tim atau tidak karena lebih tahu akan kebutuhan tim dari para pengurus. “Jangan nanti pengurus pula yang menentukan pemain yang masuk PSMS,” jelas Nata.

Rekomendasikan Tiga Pemain

Setelah melalui proses yang ketat, pelatih PSMS Kustiono merekomendasikan tiga nama untuk menambah skuad PSMS. Direncanakan, Sabtu (6/2) malam, rekomendasi itu sudah diserahkan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti.

Adapun ketiga pemain tersebut adalah Kussusanto yang bertindak sebagai pemain bawah, Mawan sebagai wing back, dan Dedek Ariandi sebagagi gelandang.

“Ya hanya ketiga pemain ini yang memenuhi kriteria selama pengamatan kita hingga simulasi Jumat (5/2) di Stadion Teladan Medan,” ucap Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan pelatih kiper Jampi Hutauruk, Sabtu (6/2).
Namun dari ketiga pemain tersebut hanya Mawan yang lulus dengan angka tertinggi khususnya jika di lihat dari skil individu. Adapun Kussusanto dan Dedek Ariandi lulus dengan nilai tiga.

Namun Kustiono belum bisa memastikan kapan dan dengan siapa ketiganya dipasangkan. “Kalau Dedek mungkin bisa dipasangkan dengan Azmi, tapi yang pasti kita menunggu keputusan dari manajemen,” tambahnya.

Sebenarnya ada lima pemain lokal yang mendaftarkan diri pada seleksi pemain PSMS. Selain ketiga nama di atas, masih ada Mahmud Azis rekan Marwan semasa di Persidi Idi dan Hamtiar. Hamtiar sendiri merupakan peserta seleksi sebelumnya.

Kehadiran ketiga pemain tadi diharapkan dapat menjadi darah segar bagi PSMS untuk mengarungi kerasnya persaingan Divisi Utama musim ini. Walaupun secara keseluruhan Kustiono mengaku persiapan tim sudah lebih baik. Terbukti dalam latihan, Jumat (5/2) sore yang melahirkan empat gol. Dua gol tercipta atas nama Osas Saha, satu gol dari Ogochukuwu Daniel, dan satu gol lagi disumbangkan Tri Yudha Handoko.
“Kalau bicara teknik semua tim bisa dibilang sama saja, tidak ada yang istimewa. Tapi komunikasi pemain sudah kelihatan, ini sudah bagus. Tinggal memantapkan stamina,” ucap Kustiono.

Latihan fisik tersebut, lanjut Kustiono akan menundukung keinginan untuk menunjukkan permainan rap-rap saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu (10/2) nanti di Stadion Teladan Medan.

Menanggapi rekomendasi pemain dari tim pelatih, Sekretaris tim Fityan Hamdy berjanji akan segera menindaklanjuti. Namun status ketiganya masih belum dipastikan.

“Memang kita belum menerima rekomendasi itu, tapi secepatnya kita akan menindaklanjuti. Kalau status ketiganya akan kita bahas terlebih dahulu karena ini berhubungan dengan nilai kontrak yang diajukan nantinya,” jelas Fityan

Nyek Nyobe Mulai Bertingkah

PERFORMA buruk di lapangan membuat status Nyek Nyobe di PSMS dipertanyakan. Sinyal untuk mendepak pun diberikan. Pertandingan melawan Persikabo Bogor akan menentukan status Nyek.

Nyek dinilai sangat pasif di lapangan dan sulit berkomunikasi dengan pemain. Hal ini membuat barisan pertahanan PSMS sangat rentan kecolongan.

Hal itu terbukti dengan mudahnya gawang PSMS diobrak abrik tim lawan. Bukannya berusaha berbenah, Nyek justru semakin menjadi di putaran kedua ini. Sepulang dari Padang misalnya, Nyek tidak ikut latihan karena baru tiba di mess Kebun Bunga saat latihan sore hampir usai.
Karena ulahnya itu, Jumat (5/2) Nyek pun mendapat teguran dari Penasehat Teknik Suryanto Herman dan tim pelatih Kustiono, Suyono, dan Jampi Hutauruk di ruang breafing sebelum bertolak ke Stadion Teladan.

“Sampai sekarang dia (Nyek Nyobe) belum ada ngomong kenapa dia seperti itu. Kita juga jadi bingung apa memang begitu orangnya?” kesal Kustiono, Sabtu (6/2)

Kustiono bahkan menyebut Nyek terkena ‘bengkel hati’ kondisi seseorang yang tidak punya loyalitas dan dedikasi terhadap tim. Untuk itu, Kustiono memberi kesempatan kepada Nyek hingga pertandingan menghadapi Persikabo Bogor nanti. Setelah itu, Kustiono akan memutuskan apakah Nyek dipertahankan atau ditendang.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris tim Fityan Hamdy.

“Memang Nyek kita kontrak untuk satu musim ini. Tapi kita akan lihat kesimpulan dari tim pelatih. Kalau memang ada yang mau barter ya bisa saja kita buang apalagi mainnya seperti itu,” ucap Fityan.

Kabarnya tingkah yang buruk, introvet dan tidak mau berkomunikasi dengan pemain pula yang menyebabkan Nyek didepak dari Persib Bandung. Terkait sikap Nyek Nyobe ini asisten manager Beni Tomasoa mengaku baru tahu perihal sikap introvet Nyek. “Saya sudah melakukan pendekatan kepada Nyek dan dia bilang tidak ada masalah. Sebelumnya saya juga sudah sampaikan ke pihak manager nyek tapi kita lihat ke depan lah. Semoga Nyek bisa lebih baik lagi. Tapi yang pasti Nyek tidak ada keinginan meninggalkan PSMS,” jelasnya.

Friday, February 5, 2010

Tak Jadi Latihan di Teladan

RENCANA PSMS Medan memantapkan persiapan di putaran kedua Divisi Utama PSSI 2009-2010 sedikit terganggu. Pasalnya pintu masuk Stadion Teladan Medan, Kamis (4/2) tertutup rapat tampa alasan yang jelas. Akibatnya, rombongan pemain gagal menggelar latihan dan balik kanan kembali untuk menggelar latihan di Stadion Kebun Bunga.

“Rencananya kita mau memaksimalkan saja persiapan menatap pertandingan menghadapi Persikabo Bogor. Sekaligus biar pemain beradaptasi dengan lapangan sehingga kita benar-benar menjadi tuan rumah di Stadion Teladan,” jelas Kustiono.
Kustiono tidak mengetahui alasan kenapa pintu masuk Stadion Teladan ditutup. “Padahal sejak pagi sudah kita kabari dan dari stadion sudah ok. Makanya saya heran,” ucap Sekretaris Tim, Fityan Hamdy.

Tidak maksimalnya persiapan PSMS Medan sebagai dampak terkendalanya latihan, Kamis (4/2) sore juga melahirkan kekecewaan dari pecinta tim berjuluk Ayam Kinantan. Pasalnya, puluhan pendukung PSMS dari Smack Hooligan sudah menunggu di Stadion Teladan untuk memberikan dukungan.

“Bagaimana rupanya koordinasi dengan Stadion? Kita semua dapat kabar kalau latihan di Teladan, tapi tidak jadi. Kan persiapan jadi tidak maksimal,” kesal Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong.

Jalan Terjal PSMS Menuju ISL


Kekalahan 1-3 atas Semen Padang membuat jalan PSMS Medan untuk kembali ke Indonesia Super League (ISL) musim depan semakin terjal. Bagaimana tidak, koleksi poin PSMS yang baru 13 poin masih jauh dari target aman yakni 38 poin.

Namun, Pelatih PSMS, Kustiono mencoba menepis kenyataan itu dengan memastikan bila peluang itu masih ada. “Peluang PSMS masih ada tapi berat dan itu bukan kerja gampang. Kita jalani saja dulu dan berusaha sebaik-baiknya bagaimana mendapatkan hasil maksimal,” ucap Kustiono kepada Sumut Pos usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (4/2).

Memang bukan kerja yang gampang. Dengan sisa sembilan pertandingan, PSMS Medan harus bisa meraih delapan kemenangan dengan satu hasil seri, sehingga target 25 poin bisa tercapai. Itu kalau tim berjuluk Ayam Kinantan tidak ingin bergantung hasil pertandingan tim lainnya.

Masalahnya performa para pemain seolah tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dari latihan yang digelar, masih banyak peluang yang tidak dapat dimanfaatkan pemain untuk mencetak gol. Begitu juga lini tengah yang terkesan lamban. “Kurang mobilitas di lini tengah, begitu juga dengan penyerang masih kurang greget,” jelas mantan pelatih PSAP Sigli itu.

Kustino pun sudah berencana untuk menambha pemain karena masih ada waktu hingga 12 Februari ini. Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Fitian Hamdany, saat ini PSMS baru mendaftarkan 20 pemain. Masih tersisa 10 pemain lagi.

“Yang baru diproses masih Deli Sulistia. Deli memang pemain kita, tapi statusnya selama ini magang. Di bawah kepemimpinan Kustiono tidak ada lagi pemain berstatus magang. Tapi rencananya sekalian saja dengan yang akan lulus seleksi nantinya biar tidak bolak-balik,” ucap Fitian.

Bersamaan dengan itu, sejak pagi hari ada empat pemain lokal yang akan menjalani seleksi. Ada Mawan dan Mahmud Azis dari Persidi Pidie, Dedi Ariandi asal Persikad Depok, pemain yang direkomendasikan Mayadi Rakasiwi dan Kustanto. Keempatnya pun dalam pengawasan yang ketat dari pelatih Kustianto.

Sementara gelandang baru PSMS, Ogochukuwu Daniel terlambat ikut latihan. Ogochukuwu Daniel telat sampai di Medan karena pesawatnya mengalami keterlambatan. Daniel mengaku pesawat Mandala yang ditumpanginya kembali ke Padang setelah terbang beberapa menit.

Daniel baru tiba di Stadion Kebun Bunga pukul 17.00 WIB dengan menggunakan taksi. Usai membayar ongkos taksi, Daniel langsung berkemas dan bergabung

Thursday, February 4, 2010

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema.

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema

Digenjot

Laga menghadapi Persikabo Bogor nanti akan menjadi pertandingan berat bagi PSMS Medan. Bagaimana tidak, saat ini Persikabo menempati peringkat kedua klasemen sementara grup I.

Waktu tersisa jelang pertandingan itu hanya tujuh hari lagi, tapi kubu PSMS justru belum melakukan persiapan.

Kendati begitu, pelatih PSMS Medan Kustiono mengaku jika anak asuhnya akan mampu mengatasi perlawanan Persikabo. Terlebih pria murah senyum ini telah dua kali menyaksikan pertandingan Persikabo sehingga tahu secara persis seperti apa permainan tim itu.

“Dari dua kali melihat penampilan mereka yakni ketika menghadapi Persiraja dan PSAP, saya sudah punya gambaran tentang strategi yang pas saat menghadapi mereka nantinya,” bilang Kustiono, kemarin (3/2).

Agar para pemain dapat memahami strategi yang akan diterapkannya nanti, sepulang dari lawatan ke Kota Padang, Kustiono telah meliburkan pemainnya dari kewajiban berlatih, sehingga saat digenjot seluruh pemain dalam keadaan bugar.

“Mustahil pemain yang kelelahan mampu menyerap strategi permainan yang kita rancang. Jadi, daripada buang energi percuma, kan lebih bagus diliburkan. Itu pun dengan satu syarat, para pemain harus mampu menjaga kebugaran tubuhnya,” beber Kustiono.

Apakah waktu libur yang diberikan kepada pemain tidak menggangu kerjasama tim, utamanya yang melibatkan pemain baru seperti Daniel dan Hary Syahputra?

“Mereka berdua (Daniel dan Hary, Red) adalah pemain yang matang. Artinya, di waktu yang tersisa ini mereka pasti akan langsung nyetel dengan gaya permainan rekan-rekannya,” bilang Kustiono. Ungkapan Kustiono ini tak terlepas dari pengamatannya saat tim Ayam Kinantan bertandang ke markas Semen Padang, beberapa hari lalu.

Menurutnya, dari pertandingan itu terlihat jelas jika kedua pemain anyar yang dimiliki PSMS itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang butuh adaptasi, tapi tidak sesulit yang dibayangkan,” terang Kustiono.

Selain memberi perhatian khusus kepada dua pemain anyarnya tadi, mantan pelatih PSAP Sigli ini pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada striker asingnya, Osas Saha.

Menurutnya, Osas Saha sudah semakin matang dan mau bekerjakeras. Karena sikapnya itu pula beberapa pemain muda pun ikut termotivasi untuk ikut-ikutan tampil maskimal,” beber Kustiono.

Di rentang waktu yang singkat pasca menggantikan posisi Suimin Diharja sebagai allenatore tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku sudah mulai memahami satu persatu karakter dan sifat anak asuhnya.

Menurutnya, mengenal sifat serta karakter pemain mutlak dilakukan karena hal itu akan mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan. Lantas apa kiat Kustiono sehingga para pemain dapat menerima kehadirannya?

“Semuanya harus terbuka dan saling menghargai, sehingga segala permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terkait persiapan timnya menatap laga kontra Persikabo, Kustiono membeberkan jika seluruh pemain akan kembali digembleng di Stadion Kebun Bunga Medan, hari ini.

Di sisi lain, latihan hari ini selain latihan perdana pasca laga kontra Semen Padang, juga sebagai ajang seleksi bagi beberapa pemain lokal yang berhasrat bergabung ke PSMS. Sayangnya, hingga kemarin Kustiono belum mengetahui secara persis siapa nama pemain yang mengikuti seleksi itu.

“Kalau masih ada pemain yang ingin bergabung dengan tim ini, itu bagus. Apalagi jika pemain yang ingin bergabung memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pemain yan telah ada,” pungkasnya