Monday, February 8, 2010

Maksimalkan yang Ada


Laga menghadapi Persikabo yang akan berlangsung Rabu (10/2) mendatang telah di depan mata dan seakan tak menyisakan waktu kepada para punggawa tim Ayam Kinantan untuk berleha-leha.

Karenanya tak ada pilihan lain bagi pelatih PSMS Kustiono kecuali memaksimalkan persiapan agar tampil tak tampil mengecewakan, apalagi sampai kehilangan angka di hadapan pendukungnya sendiri.

“Rencananya, besok pagi (hari ini, Red) tim akan berlatih lagi. Materi yang akan diterapkan pada latihan nanti adalah pressing ketat ke jantung pertahanan lawan,” ucap Kus (sapaan akrab Kustiono, Red) yang dihubungi melalui telepon, Minggu (7/2).
Diharapkan dengan ketatnya pressing yang dilakukan Faisal Azmi dkk maka Persikabo takkan mampu mengembangkan permainan, apalagi sampai mendikte tim Ayam Kinantan.

“Saya pernah menyaksikan penampilan mereka saat menghadapi Persiraja dan PSAP. Saya pikir, jika anak-anak dapat tampil tenang, maka kemenangan akan kita dapatkan,” bilang Kustiono.

Terkait tiga pemain baru yang telah direkomendasikan untuk bergabung dengan tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku jika ketiganya sedang menunggu keputusan dari manajemen.

“Akan lebih baik jika ketiganya dapat tampil saat kita menghadapi Persikabo. Tapi bila semua urusan belum beres, ya terpaksa kita memaksimalkan pemain yang ada,” bilang Kustiono.

Adapun tiga pemain yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari Kustiono untuk bergabung ke PSMS adalah Kussusanto, Mawan, dan Dedek Ariandi

Pertanyaannya, jika ketiga pemain tadi tak dapat diturunkan hingga saat laga kontra Persikabo berlangsung, apa yang akan dilakukan oleh mantan pelatih PSAP ini?

“Itu bukan masalah karena seluruh pemain telah menyatakan kesiapannya untuk meraih poin sempurna atas Persikabo. Bukan hanya tekad, para pemain pun telah membuktikannya pada setiap sesi latihan. Mereka terlihat lebih disiplin,” bilang Kus lagi.

Bahkan khusus untuk legiun asing PSMS Nyek Nyobe yang dalam beberapa penampilan terakhir terlihat mengalami penurunan performa, Kus mengaku jika dirinya telah mengajak pemain asal Kamerun itu berbicara dari hati ke hati.

“Saya sudah bicara berdua dan dia memastikan tidak ada masalah dengan pelatih. Nyek juga menyatakan akan membuktikan ucapannya pada saat berhadapan dengan Persikabo nanti. Meskipun begitu, saya juga akan buat penilaian tersendiri untuknya. Kalau masih buruk juga performanya, saya akan berkoordinasi kepada pengurus untuk tindakan selanjutnya,” janji pelatih berusia 48 tahun ini.

“Pemain lain juga sudah mulai paham dengan kemauan saya. Waktu latihan, anak-anak sudah tidak ada yang jalan, semua lebih aktif. Begitupun saat mau latihan semua langsung mengenakan pakaiannya, tidak lagi harus dibilang. Semoga ini sebuah pertanda bangkitnya semangat tim ini,” tambahnya.

Keuntungan Kustiono lainnya yaitu penampilan Ogochukuwu Daniel yang kian memuaskan. Bahkan pemain asal Nigeria yang setengah musim lalu membela PSP Padang ini bakal disiapkan sebagai pemain dengan dua posisi.

“Daniel dan Saha sudah saling mengerti kemauan masing-masing, begitu juga dengan Nyek yang akan menjadi leader di lini pertahanan,” beber Kustiono.

Sementara itu Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi mengaku belum menerima rekomendasi. Meskipun begitu dirinya juga memastikan bila PSMS akan menghadapi Persikabo tanpa diperkuat pemain baru.

“Bisa saja rekomendasi langsung diserahkan kepada manejer tim. Jika itu, tetap saja mereka belum bisa diturunkan saat menghadapi Persikabo Bogor nanti,” jelas Fityan.

Di tempat terpisah manejer tim PSMS Hendra DS tak membantah jika rekomendasi tiga pemain baru memang telah diserahkan Kustiono kepada dirinya. “Semuanya masih diproses,” bilangnya

Sekali Lagi


encetak gol untuk tim merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain. Begitu pula yang dirasakan gelandang bertahan PSMS Tri Yudha Handoko usai mencetak gol spektakuler saat latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/2) sore.

Karenanya Yudha berjanji untuk kembali mengulangi gol itu saat timnya menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) ini. “Saya tidak menyangka kalau bola itu bisa gol. Saya akan buat gol seperti itu lagi saat menghadapi Persikabo Bogor,” janji pemain yang baru mendapatkan gelar Sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara ini.

Saat latihan Jumat sore itu, Yudha menciptakan gol spektakuler dari jarak 60 meter. Mantan gelandang bertahan PSDS ini berhasil menyarangkan bola tepat di sisi tiang gawang atas. Posisi yang paling sulit untuk dijangkau oleh penjaga gawang.

Bahkan aksi tersebut mengundang decak kagum dari Pelatih PSMS Kustiono. “Ini menggambarkan kemajuan seluruh tim. Saya pikir dengan mempertahankan permainan seperti ini, untuk meraih poin penuh dari Persikabo Bogor bukanlah mustahil,” ucapnya.

Pada latihan Jumat (5/2) sore itu, tercipta empat gol. Osas Saha mencetak dua gol, sedangkan Ogochukuwu Daniel dan Tri Yudha Handoko masing-masing mencetak satu gol

Berharap Dukungan Pengusaha


Sebagai kota nomor empat terbesar di Indonesia jelas merupakan kebanggaan bagi Kota Medan. Namun dengan kekayaan potensi dan pendapatan yang demikian besar, justru tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS kian terperosok.

Bagaimana tidak, masalah keuangan yang tak pernah lepas membuat pembayaran gaji pemain kerap terlambat. Satu per satu pemainnya pun hengkang seperti Markus Horison, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan yang lain. Ironisnya, untuk mempertahankan nama besar PSMS pemain yang didatangkan pun tidak lagi berdasarkan kualitas, melainkan disesuaikan dengan keuangan yang ada. Hasilnya, sebuah tim dengan kemampuan yang pas-pasan pun tercipta. Puncaknya, PSMS tersingkir dari Indonesia Super League (ISL) dan kini bermain di Divisi Utama.

Tentunya ini sangat menyakitkan tidak saja bagi insan sepakbola juga masyarakat Kota Medan pada umumnya. Tapi kita pasti tidak mau terus terjatuh. Sebagai tim kesayangan dan kebanggaan masyarakat Kota Medan, sudah seharusnya kita memberikan dukungan kepada PSMS. Sudah saatnya para pelaku usaha di Kota Medan berperan demi kebangkitan PSMS. Demikian himbauan Drs H Zulhifzi Lubis, Ketua Umum KONI Medan kepada Sumut Pos, Minggu (7/2).

“Tak salah bila para pengusaha yang sudah meraih kesuksesan usahanya di Kota Medan ini menyisihkan sebahagian dananya untuk PSMS. Dengan bantuan tersebut diharapkan PSMS bisa memiliki pemain berkualitas,” kata pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.

Opunk Ladon mengaku prihatin dengan pemberitaan belakangan ini mengenai kondisi tim berjuluk Ayam Kinantan. Dari minimnya suplemen, sepatu pemain, hingga pemain yang minum air isi ulang pada setiap sesi latihan. “Bahkan sekelas SSB saja bisa menyediakan aqua gelas untuk para pemain. Artinya PSMS saat ini sangat membutuhkan perhatian. Tanpa itu PSMS akan sulit berprestasi,” ketusnya.

Dirinya lantas memberikan gambaran bagaimana abang-abang becak se-Kota Medan bersedia menyumbangkan sedikit dari penghasilannya saat Parlin Siagian membawa PSMS menjadi juara tahun 1985 lalu.

“Kalau dana dari abang besak saja mampu menyulap PSMS menjadi lebih kuat, apalagi dana dari pengusaha. Begitupun, bila nantinya ada pengusaha yang bersedia menjadi sponsorship, maka semuanya harus transparan sehingga tak melahirkan prasangka di jajaran pengurus dan manajemen,” bilang Opmung

Kustiono takut berkomentar

Pelatih PSMS Medan Kustiono terkesan takut memberikan komentar tentang perkembangan skuad Ayam Kinantan, dikarenakan mantan pelatih PSAP Sigli itu takut salah bicara.

Hal ini terjadi kala Kustiono memimpin latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat. Dimintai keterangannya tentang perkembangan empat pemain yang sedang mengikuti seleksi, Kustiono enggan menjawabnya. “Kita lihat saja nanti,” ucapnya singkat.

Tentang berapa pemain yang layak masuk skuad PSMS dari empat pemain tersebut, Kustiono hanya mengatakan tergantung manajemen. “Kita lihat dulu kemampuan dana manajemen,” ujarnya.

Sebagai pelatih kepala yang mengetahui tentang teknis pemain, Kustiono seharusnya berhak memberikan rekomendasi tentang pemain yang layak masuk skuad. Setelah itu, manajeman akan melakukan negoisasi dengan pemain tersebut.

Menurut Ketua SmeCK Holligans Nata Simangunsong, tindakan Kustiono yang terkesan takut berkomentar tidak beralasan.

Sebagai pelatih, kata Nata, Kustiono paling berhak menentukan pemain yang layak masuk tim atau tidak karena lebih tahu akan kebutuhan tim dari para pengurus. “Jangan nanti pengurus pula yang menentukan pemain yang masuk PSMS,” jelas Nata.

Rekomendasikan Tiga Pemain

Setelah melalui proses yang ketat, pelatih PSMS Kustiono merekomendasikan tiga nama untuk menambah skuad PSMS. Direncanakan, Sabtu (6/2) malam, rekomendasi itu sudah diserahkan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti.

Adapun ketiga pemain tersebut adalah Kussusanto yang bertindak sebagai pemain bawah, Mawan sebagai wing back, dan Dedek Ariandi sebagagi gelandang.

“Ya hanya ketiga pemain ini yang memenuhi kriteria selama pengamatan kita hingga simulasi Jumat (5/2) di Stadion Teladan Medan,” ucap Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan pelatih kiper Jampi Hutauruk, Sabtu (6/2).
Namun dari ketiga pemain tersebut hanya Mawan yang lulus dengan angka tertinggi khususnya jika di lihat dari skil individu. Adapun Kussusanto dan Dedek Ariandi lulus dengan nilai tiga.

Namun Kustiono belum bisa memastikan kapan dan dengan siapa ketiganya dipasangkan. “Kalau Dedek mungkin bisa dipasangkan dengan Azmi, tapi yang pasti kita menunggu keputusan dari manajemen,” tambahnya.

Sebenarnya ada lima pemain lokal yang mendaftarkan diri pada seleksi pemain PSMS. Selain ketiga nama di atas, masih ada Mahmud Azis rekan Marwan semasa di Persidi Idi dan Hamtiar. Hamtiar sendiri merupakan peserta seleksi sebelumnya.

Kehadiran ketiga pemain tadi diharapkan dapat menjadi darah segar bagi PSMS untuk mengarungi kerasnya persaingan Divisi Utama musim ini. Walaupun secara keseluruhan Kustiono mengaku persiapan tim sudah lebih baik. Terbukti dalam latihan, Jumat (5/2) sore yang melahirkan empat gol. Dua gol tercipta atas nama Osas Saha, satu gol dari Ogochukuwu Daniel, dan satu gol lagi disumbangkan Tri Yudha Handoko.
“Kalau bicara teknik semua tim bisa dibilang sama saja, tidak ada yang istimewa. Tapi komunikasi pemain sudah kelihatan, ini sudah bagus. Tinggal memantapkan stamina,” ucap Kustiono.

Latihan fisik tersebut, lanjut Kustiono akan menundukung keinginan untuk menunjukkan permainan rap-rap saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu (10/2) nanti di Stadion Teladan Medan.

Menanggapi rekomendasi pemain dari tim pelatih, Sekretaris tim Fityan Hamdy berjanji akan segera menindaklanjuti. Namun status ketiganya masih belum dipastikan.

“Memang kita belum menerima rekomendasi itu, tapi secepatnya kita akan menindaklanjuti. Kalau status ketiganya akan kita bahas terlebih dahulu karena ini berhubungan dengan nilai kontrak yang diajukan nantinya,” jelas Fityan

Nyek Nyobe Mulai Bertingkah

PERFORMA buruk di lapangan membuat status Nyek Nyobe di PSMS dipertanyakan. Sinyal untuk mendepak pun diberikan. Pertandingan melawan Persikabo Bogor akan menentukan status Nyek.

Nyek dinilai sangat pasif di lapangan dan sulit berkomunikasi dengan pemain. Hal ini membuat barisan pertahanan PSMS sangat rentan kecolongan.

Hal itu terbukti dengan mudahnya gawang PSMS diobrak abrik tim lawan. Bukannya berusaha berbenah, Nyek justru semakin menjadi di putaran kedua ini. Sepulang dari Padang misalnya, Nyek tidak ikut latihan karena baru tiba di mess Kebun Bunga saat latihan sore hampir usai.
Karena ulahnya itu, Jumat (5/2) Nyek pun mendapat teguran dari Penasehat Teknik Suryanto Herman dan tim pelatih Kustiono, Suyono, dan Jampi Hutauruk di ruang breafing sebelum bertolak ke Stadion Teladan.

“Sampai sekarang dia (Nyek Nyobe) belum ada ngomong kenapa dia seperti itu. Kita juga jadi bingung apa memang begitu orangnya?” kesal Kustiono, Sabtu (6/2)

Kustiono bahkan menyebut Nyek terkena ‘bengkel hati’ kondisi seseorang yang tidak punya loyalitas dan dedikasi terhadap tim. Untuk itu, Kustiono memberi kesempatan kepada Nyek hingga pertandingan menghadapi Persikabo Bogor nanti. Setelah itu, Kustiono akan memutuskan apakah Nyek dipertahankan atau ditendang.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris tim Fityan Hamdy.

“Memang Nyek kita kontrak untuk satu musim ini. Tapi kita akan lihat kesimpulan dari tim pelatih. Kalau memang ada yang mau barter ya bisa saja kita buang apalagi mainnya seperti itu,” ucap Fityan.

Kabarnya tingkah yang buruk, introvet dan tidak mau berkomunikasi dengan pemain pula yang menyebabkan Nyek didepak dari Persib Bandung. Terkait sikap Nyek Nyobe ini asisten manager Beni Tomasoa mengaku baru tahu perihal sikap introvet Nyek. “Saya sudah melakukan pendekatan kepada Nyek dan dia bilang tidak ada masalah. Sebelumnya saya juga sudah sampaikan ke pihak manager nyek tapi kita lihat ke depan lah. Semoga Nyek bisa lebih baik lagi. Tapi yang pasti Nyek tidak ada keinginan meninggalkan PSMS,” jelasnya.

Friday, February 5, 2010

Tak Jadi Latihan di Teladan

RENCANA PSMS Medan memantapkan persiapan di putaran kedua Divisi Utama PSSI 2009-2010 sedikit terganggu. Pasalnya pintu masuk Stadion Teladan Medan, Kamis (4/2) tertutup rapat tampa alasan yang jelas. Akibatnya, rombongan pemain gagal menggelar latihan dan balik kanan kembali untuk menggelar latihan di Stadion Kebun Bunga.

“Rencananya kita mau memaksimalkan saja persiapan menatap pertandingan menghadapi Persikabo Bogor. Sekaligus biar pemain beradaptasi dengan lapangan sehingga kita benar-benar menjadi tuan rumah di Stadion Teladan,” jelas Kustiono.
Kustiono tidak mengetahui alasan kenapa pintu masuk Stadion Teladan ditutup. “Padahal sejak pagi sudah kita kabari dan dari stadion sudah ok. Makanya saya heran,” ucap Sekretaris Tim, Fityan Hamdy.

Tidak maksimalnya persiapan PSMS Medan sebagai dampak terkendalanya latihan, Kamis (4/2) sore juga melahirkan kekecewaan dari pecinta tim berjuluk Ayam Kinantan. Pasalnya, puluhan pendukung PSMS dari Smack Hooligan sudah menunggu di Stadion Teladan untuk memberikan dukungan.

“Bagaimana rupanya koordinasi dengan Stadion? Kita semua dapat kabar kalau latihan di Teladan, tapi tidak jadi. Kan persiapan jadi tidak maksimal,” kesal Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong.

Jalan Terjal PSMS Menuju ISL


Kekalahan 1-3 atas Semen Padang membuat jalan PSMS Medan untuk kembali ke Indonesia Super League (ISL) musim depan semakin terjal. Bagaimana tidak, koleksi poin PSMS yang baru 13 poin masih jauh dari target aman yakni 38 poin.

Namun, Pelatih PSMS, Kustiono mencoba menepis kenyataan itu dengan memastikan bila peluang itu masih ada. “Peluang PSMS masih ada tapi berat dan itu bukan kerja gampang. Kita jalani saja dulu dan berusaha sebaik-baiknya bagaimana mendapatkan hasil maksimal,” ucap Kustiono kepada Sumut Pos usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (4/2).

Memang bukan kerja yang gampang. Dengan sisa sembilan pertandingan, PSMS Medan harus bisa meraih delapan kemenangan dengan satu hasil seri, sehingga target 25 poin bisa tercapai. Itu kalau tim berjuluk Ayam Kinantan tidak ingin bergantung hasil pertandingan tim lainnya.

Masalahnya performa para pemain seolah tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dari latihan yang digelar, masih banyak peluang yang tidak dapat dimanfaatkan pemain untuk mencetak gol. Begitu juga lini tengah yang terkesan lamban. “Kurang mobilitas di lini tengah, begitu juga dengan penyerang masih kurang greget,” jelas mantan pelatih PSAP Sigli itu.

Kustino pun sudah berencana untuk menambha pemain karena masih ada waktu hingga 12 Februari ini. Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Fitian Hamdany, saat ini PSMS baru mendaftarkan 20 pemain. Masih tersisa 10 pemain lagi.

“Yang baru diproses masih Deli Sulistia. Deli memang pemain kita, tapi statusnya selama ini magang. Di bawah kepemimpinan Kustiono tidak ada lagi pemain berstatus magang. Tapi rencananya sekalian saja dengan yang akan lulus seleksi nantinya biar tidak bolak-balik,” ucap Fitian.

Bersamaan dengan itu, sejak pagi hari ada empat pemain lokal yang akan menjalani seleksi. Ada Mawan dan Mahmud Azis dari Persidi Pidie, Dedi Ariandi asal Persikad Depok, pemain yang direkomendasikan Mayadi Rakasiwi dan Kustanto. Keempatnya pun dalam pengawasan yang ketat dari pelatih Kustianto.

Sementara gelandang baru PSMS, Ogochukuwu Daniel terlambat ikut latihan. Ogochukuwu Daniel telat sampai di Medan karena pesawatnya mengalami keterlambatan. Daniel mengaku pesawat Mandala yang ditumpanginya kembali ke Padang setelah terbang beberapa menit.

Daniel baru tiba di Stadion Kebun Bunga pukul 17.00 WIB dengan menggunakan taksi. Usai membayar ongkos taksi, Daniel langsung berkemas dan bergabung

Thursday, February 4, 2010

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema.

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema

Digenjot

Laga menghadapi Persikabo Bogor nanti akan menjadi pertandingan berat bagi PSMS Medan. Bagaimana tidak, saat ini Persikabo menempati peringkat kedua klasemen sementara grup I.

Waktu tersisa jelang pertandingan itu hanya tujuh hari lagi, tapi kubu PSMS justru belum melakukan persiapan.

Kendati begitu, pelatih PSMS Medan Kustiono mengaku jika anak asuhnya akan mampu mengatasi perlawanan Persikabo. Terlebih pria murah senyum ini telah dua kali menyaksikan pertandingan Persikabo sehingga tahu secara persis seperti apa permainan tim itu.

“Dari dua kali melihat penampilan mereka yakni ketika menghadapi Persiraja dan PSAP, saya sudah punya gambaran tentang strategi yang pas saat menghadapi mereka nantinya,” bilang Kustiono, kemarin (3/2).

Agar para pemain dapat memahami strategi yang akan diterapkannya nanti, sepulang dari lawatan ke Kota Padang, Kustiono telah meliburkan pemainnya dari kewajiban berlatih, sehingga saat digenjot seluruh pemain dalam keadaan bugar.

“Mustahil pemain yang kelelahan mampu menyerap strategi permainan yang kita rancang. Jadi, daripada buang energi percuma, kan lebih bagus diliburkan. Itu pun dengan satu syarat, para pemain harus mampu menjaga kebugaran tubuhnya,” beber Kustiono.

Apakah waktu libur yang diberikan kepada pemain tidak menggangu kerjasama tim, utamanya yang melibatkan pemain baru seperti Daniel dan Hary Syahputra?

“Mereka berdua (Daniel dan Hary, Red) adalah pemain yang matang. Artinya, di waktu yang tersisa ini mereka pasti akan langsung nyetel dengan gaya permainan rekan-rekannya,” bilang Kustiono. Ungkapan Kustiono ini tak terlepas dari pengamatannya saat tim Ayam Kinantan bertandang ke markas Semen Padang, beberapa hari lalu.

Menurutnya, dari pertandingan itu terlihat jelas jika kedua pemain anyar yang dimiliki PSMS itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang butuh adaptasi, tapi tidak sesulit yang dibayangkan,” terang Kustiono.

Selain memberi perhatian khusus kepada dua pemain anyarnya tadi, mantan pelatih PSAP Sigli ini pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada striker asingnya, Osas Saha.

Menurutnya, Osas Saha sudah semakin matang dan mau bekerjakeras. Karena sikapnya itu pula beberapa pemain muda pun ikut termotivasi untuk ikut-ikutan tampil maskimal,” beber Kustiono.

Di rentang waktu yang singkat pasca menggantikan posisi Suimin Diharja sebagai allenatore tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku sudah mulai memahami satu persatu karakter dan sifat anak asuhnya.

Menurutnya, mengenal sifat serta karakter pemain mutlak dilakukan karena hal itu akan mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan. Lantas apa kiat Kustiono sehingga para pemain dapat menerima kehadirannya?

“Semuanya harus terbuka dan saling menghargai, sehingga segala permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terkait persiapan timnya menatap laga kontra Persikabo, Kustiono membeberkan jika seluruh pemain akan kembali digembleng di Stadion Kebun Bunga Medan, hari ini.

Di sisi lain, latihan hari ini selain latihan perdana pasca laga kontra Semen Padang, juga sebagai ajang seleksi bagi beberapa pemain lokal yang berhasrat bergabung ke PSMS. Sayangnya, hingga kemarin Kustiono belum mengetahui secara persis siapa nama pemain yang mengikuti seleksi itu.

“Kalau masih ada pemain yang ingin bergabung dengan tim ini, itu bagus. Apalagi jika pemain yang ingin bergabung memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pemain yan telah ada,” pungkasnya

Osas Saha: Hati Saya Tetap di PSMS

KARIR legiun asing PSMS yang sejauh ini telah mencetak empat gol Osas Saha nampaknya akan semakin bersinar di pentas sepak bola nasional. Terlebih, tim berjuluk Ayam Kinantan, tempatnya bernaung saat ini sangat bergantung kepada kepiawaiannya untuk membobol gawang lawan.
Besarnya ketergantungan PSMS kepada pemain berambut keriwil ini ternyata menarik perhatian kontestan Divisi Utama lainnya, Pro Duta Jogjakarta untuk merekrutnya “Memang manajemen Pro Duta telah menyampaikan niatnya untuk merekrut Osas Saha. Tapi keputusan sutuju atau tidaknya melepas Osas Saha tergantung dengan manajemen PSMS, “ ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (3/2). Di tempat terpisah Osas Saha mengaku tidak tahu menahu mengenai keinginan Pro Duta meminang dirinya. Kendati demikian, bukan berarti Osas akan menolak seadainya pihak Pro Duta jadi merekrutnya.

“Saya sudah terikat kontrak di sini. Tapi kalau manajemen PSMS memang tak menginginkan saya lagi, maka saya pun terpaksa pindah ke Pro Duta. Tapi sejujurnya, saya berat untuk pindah karena hati saya masih untuk PSMS,” bilang Osas Saha.

Tak ingin disebut sekedar omong belaka, Osas Saha pun mengaku jika dirinya sudah tak sabar kembali berkostum PSMS saat menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) mendatang.

“Saya ingin memberikan yang terbaik saat kami menghadapi Persikabo. Saya tahu itu tidak mudah, tapi saya akan berusaha sekuat tenaga,” janjinya

Rehat Sejenak

Usai menelan kekalahan 1-3 atas Semen Padang di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, pelatih PSMS Kustiono mengaku jika dirinya memiliki program khusus yang ke depannya dapat mendongkrak performa tim Ayam Kinantan.

Beruntung bagi Affan Lubis dkk, karena sebelum digenjot habis-habisan oleh Kustiono, mereka sempat menikmati indahnya panorama Kota Padang, selepas melakoni kewajibannya bertanding dengan Semen Padang di Sijunjung, Senin (1/2) lalu.

“Rencananya, anak-anak akan kembali digenjot pada hari Kamis (4/2). Beberapa program sudah saya siapkan secara matang. Saya berharap seusai melahap metode itu penampilan anak-anak akan membaik, utamanya saat menghadapi Persikabo yang telah ada di depan mata,” ucap Kustiono, Selasa (2/2).

Meskipun tidak merinci program latihan yang akan diterapkannya, namun mantan pelatih PSAP ini menganggap jika dirinya perlu melakukan sebuah terobosan, terlebih Persikabo bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

“Mereka (Persikabo Bogor, Red) merupakan salah satu tim kuat di ajang Divisi Utama musim ini. Jadi semua hal yang berkaitan dengan kekuatan tim itu akan kita pantau guna menemukan formulasi yang paling tepat untuk memetik poin sempurna,” paparnya.
Terkait obsesinya untuk membawa PSMS meraih kemenangan atas Persikabo, pria murah senyum ini mengatakan bahwa dirinya masih bersandar pada kepiawaian Osas Saha dalam merobek gawang lawan.

“Osas merupakan pemain berbakat yang dari hari ke hari memperlihatkan peningkatan permainan. Bahkan, jika selama ini dia terkesan malas mengejar bola yang telah lepas, kemarin (saat menghadapi Semen Padang, Red) dia justru terlihat mobile dan mengejar ke manapun bola mengalir,” ingkap Kustiono.

Lantas bagimana dengan penampilan dua punggawa anyar tim Ayam Kinantan Daniel dan Harry Syahputra?
“Lini tengah kita (PSMS, Red) jadi lebih hidup sejak kehadirannya. Selain itu dia mampu bekerjasama dengan Affan Lubis dalam membangun serangan,” urai Kustiono tentang Daniel.

Nah, itu penilaiannya tentang Daniel. Bagimana dengan Harry Syahputra?

“Kartu kuning yang didapatkannya saat kita berhadapan dengan Semen Padang, kemarin justru membuktikan totalitas dirinya. Ini sebuah keuntungan bagi kita, mengingat salah satu titik lemah tim kita selama ini adalah sektor belakang,” urainya.

Totalitas juga dimiliki oleh Dodi Rahwana, yang karena kegigihannya mempertahankan setiap jengkal daerah pertahanan tim Ayam Kinantan justru membuat pemain Semen Padang emosi dan melakukan kecurangan yang mengakibatkannya cedera di bagian pelipis.

“Saya istirahatkan dia beberapa hari, agar saat menghadapi Persikabo nanti dia sudah benar-benar fit ,” beber Kustiono

Diliburkan, Pulang ke Rumah Masing-masing

Meskipun sempat mengalami delay (penundaan keberangkatan pesawat), namun rombongan PSMS Medan tetap kembali dalam keadaan selamat saat menjejakkan kaki di Kota Medan. Kerinduan terhadap orang-orang terdekat pun siap ditumpahkan. Terlebih, Kustiono, pelatih PSMS masih meliburkan pemainnya dari rutinitas latihan.

“Jam delapan sudah berangkat dari Sijunjung, kemudian empat jam berada di Kota Padang, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Medan,” cerita winger PSMS Dodi Rahwana saat bertemu Sumut Pos di mess pemain Stadion Kebun Bunga, kemarin (2/2).
Tapi ternyata, tak semua pemain pulang ke mes pemain. Libur satu hari yang diberikan pelatih dimanfaatkan sebagian pemain untuk pulang ke rumahnya masing-maisng.

Tak terkecuali Osas Saha. Striker yang pernah berseragam PSDS ini memilih pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan Stadion Teladan Medan untuk melepas rindu dengan sang istri tercinta.

Sama halnya dengan pelatih dan sekretaris tim. Sementara Dodi yang kemarin ditemui Sumut Pos juga terlihat tergesa-gesa ingin meninggalkan kamarnya.

Saat ditanya seputar insiden yang menimpa dirinya, mantan siswa SSB Generasi Medan ini mengungkapkan jika dia hanya bisa pasrah saat tim medis telat melakukan pertolongan.

“Tak langsung dijahit sih, soalnya tim medis panitia gak punya jarum. Jadi, yang menjahit ini adalah dokter tim,” ungkap Dodi sembari menunjuk luka di pelipisnya itu.

Seperti yang dipaparkan Dodi, insiden berdarah itu dialaminya pada babak kedua saat menggantikan Heri Suwondo.
Tak tahu entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja siku pemain asing Semen Padang Edgard Wilson telah bersarang di pelipisnya.
Karena tidak langsung terjatuh, wasit tidak menghentikan pertandingan. Dodi baru terjatuh saat darah sudah menutupi mata kirinya.
Sayangnya wasit tidak menghentikan pertandingan, padahal beberapa pemain PSMS terlihat bengong menyaksikan nasib naas yang dialami Dodi.
Kondisi ini dimanfaatkan anak-anak Semen Padang untuk membobol gawang PSMS yang kemarin dikawal M Halim.

“Ya… mau bagaimana lagi? Memang begitulah kondisi sepakbola kita. Jadi jangan heran bila tim tamu dikerjai oleh wasit,” bilang Dodi.

Tuesday, February 2, 2010

Korban Unfair Play


Buruknya kinerja wasit yang memimpin pertandingan hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh klub yang mentas di ajang Superliga dan Divisi Utama PSSI.

Tak terkecuali dengan PSMS. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini pun kemarin (1/2) mengalami nasib tak mengenakkan saat takluk 1-3 dari tuan rumah, Semen Padang di Stadion Sijunjung.

Buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suparman (Bandung) ditengarai menjadi penyebab kekalahan Affan Lubis dkk dalam laga perdana putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia.

Kebobrokan wasit saat memimpin pertandingan paling terlihat ketika Doni Rahwana yang masuk menggantikan Maulana terjatuh dan mengalami cedera dibagian pelipis akibat dipukul pemain Semen Padang. Tapi saat itu wasit seolah tidak melihat dan tetap tetap melanjutkan pertandingan.
Kondisi ini dimanfaatkan pemain Semen Padang untuk terus membawa bola melewati para pemain PSMS yang terpana untuk selanjutnya melesakkan gol kedua pada menit ke-70.

Tindakan tidak fair lainnya juga diperlihatkan saat Antonio Claudio menjegal striker PSMS Osas Marveleous Saha yang berhasil menerobos pertahanan sampai di kotak finalti, namun Ahmad Suparman justru memberikan kartu kuning kepada Osas yang dianggapnya sengaja melakukan diving.

“Luar biasa kepemimpinan wasit hari ini. Kalau memang kalah, kita terima kok, tapi kalau kalahnya seperti ini, jelas kita dikerjai wasit. Gol pertama yang jelas-jelas offside tetap disahkan, begitu juga saat Dodi dipukul sampai jatuh yang menyebabkan anak-anak terpaku, hingga akhirnya gol kedua tercipta,” beber Pelatih PSMS Kustiono yang dihubungi Sumut Pos, Senin (1/2).

Hal itu pun dipertegas asisten manager PSMS, Zulkifli Husein. “Kekalahan PSMS pada pertandingan kali ini merupakan tanggung jawab wasit karena tidak menjalankan fungsinya sebagai pemimpin pertandingan yang fair,” ketusnya.

Meski kalah, Kustiono, pelatih PSMS mengaku puas dengan penampilan para pemainnya yang mulai menunjukkan peningkatan. “Ball position sudah bagus. Para pemain sudah berani melakukan terobosan, shooting, dan melakukan gerakan tanpa bola,” tambahnya.
Sesungguhnya, di awal babak pertama anak asuh Kustiyono mencoba menekan pertahanan Semen Padang. Kerjasama satu dua di antara pemain depan PSMS berhasil membuat pertahanan Semen Padang kerepotan.

Bahkan satu umpan panjang dari Syaful Ramadhan di menit ke-2 membuat Ahmad Kurniawan, kiper Semen Padang berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya.

Keasyikan menyerang, Semen Padang berhasil keluar untuk berbalik membongkar pertahanan PSMS yang dikomando Harry Syaputra. Akan tetapi lincahnya striker Semen Padang Wilson Junior memaksa Harry Syahputra mengganjalnya sehingga wasit memberi kartu kuning untuk pemain anyar PSMS itu.

Hingga memasuki menit ke-17, permainan kedua tim kurang berkembang. Begitupun, Wilson Junior berhasil memaksimalkan kelengahan pemain bawah PSMS untuk membobol gawang yang dikawal M. Halim. Kedudukan 1-0 untuk Semen Padang bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang bermain cerdik dengan dengan mengatur tempo permainan, sehingga Affan Lubis dkk terpancing bermain terbuka.

Imbasnya, lini pertahanan PSMS menjadi rapuh, utamanya setelah Maulana keluar dan digantikan Dodi Rahwana serta Hery Swondo diganti dengan Dedi Wahyudi.

Kondisi ini membuat koordinadi antar pemain menjadi kurang padu, hingga akhirnya tercipta gol kedua bagi Semen Padang pada menit ke-70.
Ketinggalan dua gol membuat pemain PSMS kembali menekan lini pertahan tim Kabau Sirah. Masuknya Jeky Pasarella menggantikan Afan Lubis memompa semangat pemain depan PSMS. Kerjasama yang dibangunnya bersama Daniel dan Osas Saha berhasil menerobos pertahanan Semen Padang sehingga Antonio Claudio harus menjegalnya di kotak finalti. Sayang, wasit justru mengangap Saha melakukan diving dan mengganjarnya dengan kartu kuning.

Tak putus asa, Osas Saha dkk terus menggempur lini pertahanan Semen Padang, hingga akhirnya gol tercipta pada menit ke-85, dan berubahlah kedudukan menjadi 2-1.

Namun skor itu tak bertahan lama karena kecerobohan yang dilakukan Syaiful Ramadhan dan Deny Wahyudi menyebabkan gawang PSMS kebobolan untuk ketiga kali.

Suporter Khawatir PSMS Terdegradasi


Kekalahan yang dialami PSMS dari Semen Padang kemarin (1/2) kiranya menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi para penggemarnya. Bahkan kubu SMeCK Holligan yang rela-rela datang langsung ke Sijunjung untuk memberi dukungan kepada Affan Lubis dkk tak kuasa menahan rasa sesalnya.

“Kita di sini (Padang, Red) berjumlah 13 orang dan menjadi saksi kekalahan yang menyakitkan ini,” ucap Presiden SmeCK Hooligan Nata Simangunsong yang dihubungi via telepon, Senin (1/2).

Tapi Nata dan yang lainnya mengaku tidak kecewa dengan penampilan para pemain. Sebab, masih menurutnya, seluruh pemain sudah menunjukkan permainan terbaiknya.

“Begitupun, saya melihat jika para pemain seperti kehilangan nyali serta tidak memiliki visi permainan yang jelas,” tutur Nata.
Menurutnyna lagi, kacaunya koordinasi di antara pemain membuktikan jika Kustiono tidak memiliki kemampuan untuk menangani tim sebesar Ayam Kinantan.

Untuk itu, mewakili SMeCK Hooligan yang ada di Medan, Nata meminta agar pengurus melakukan evaluasi terhadap keberadaan Kustiono selakuk pelatih PSMS .

“Bisa dibilang kemampuan individu pemain yang meningkat itu merupakan hasil dari binaan pelatih sebelumnya. Makanya kita heran, kenapa ketika pemain sudah menemukan irama dan pola permainan yang, justru pelatihnya harus didepak,” kesalnya.
Pada kesempatan itu, Nata mengingatkan pengurus PSMS akan malapetaka yang kemungkinan besar terjadi bila mempertahankan Kustiono sebagai pelatih PSMS.

“PSMS merupakan klub kebanggaan dan milik masyarakat Medan. Kita tidak akan terima bila PSMS harus turun kasta dari Divisi Utama ke Divisi I,” pungkasnya

Minus Tim Medis

ekalahan PSMS dari tim tuan rumah Semen Padang dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama 2009-2010 di Stadion M. Yamin Kabupaten Sijunjung Sumbar lebih dikarenakan faktor teknis serta faktor mental pemain.

Karenanya, pengawas pertandingan Nasrudin yang berasal dari Aceh harus bertanggung jawab atas berbagai kejanggalan yang terjadi, seperti tidak adanya tim dokter dalam pertandingan tersebut.

Ini terbukti ketika pemain belakang PSMS Dody Rahwana mengalami cedera namun tak kunjung mendapatkan perawatan dari tim medis.
Dokter PSMS Rorywansyah Pane pun berang. Dikatakannya PSSI sengaja menimbulkan berbagai permasalahan dengan tidak memberi jaminan keselamatan kepada pemain. “Saat technical meeeting kemarin, pengawas pertandingan (PP) berjanji akan menjamin keselataman dan kesehatan pemain, tapi nyatanya itu tak terbukti. Padahal, ini bertentangan dengan panduan manual liga,” tuturnya.

Dia juga menguraikan selain ketiadaan tim medis, wasit yang memimpin pertandingan pun sangat berpihak kepada Semen Padang. “Banyak keputusan wasit yang berat sebelah. Ini akan kita laporkan kepada BLI,” tuturnya didampingi oleh Zulkifli Husein asisten manager PSMS.
Sementara itu asisten manejer tim Zulkifli Husein mengatakan bahwa pihaknya akan mengusut kasus ini agar tidak terjadi lagi.

Ayam Kinantan gagal 3-1 untuk semen padang

SIJUNJUNG, Sumbar - PSMS Medan kembali menjadi korban keganasan Semen Padang di kandangnya sendiri, setelah takluk 1-3 dalam laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Prof HM Yamin SH, Senin.

Kekalahan tim asuhan Kustiono itu juga tidak terlepas dari keboborokan wasit Ahmad Suparman dari Bandung serta kedua asistennya, Rosid dan Novendri yang juga berasal dari Bandung.

Turun dengan komposisi M Halim, Nyeck Nyobe, Harry Syahputra, Ahmad Maulana, Heri Suwondo, Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Oguchukwu Daniel dan Osas Saha, PSMS bermain di bawah form. Parahnya, Semen Padang pun tidak tampil istimewa.

Melalui umpan-umpan pendek yang divariasikan long passing, PSMS mampu menekan petrtahanan Si Kabau Sirah. Bahkan tembakan keras Syaiful Ramadhan nyaris membobol gawang Ahmad Kurniawan, begitu pula sepakan Faisal Azmi yang masih menyentuh mistar gawang.

Sejak itu, serangan PSMS malah menurun dan Semen Padang justru berhasil memperdayai M Halim di menit ke-17. Gol pertama tuan rumah berawal dari perangkap offside yang dilakukan Nyeck Nyobe yang justru menjadi kartu mati PSMS. Alhasil, Edwar Wilson Junior dengan mudah melesakkan bola ke gawang Ayam Kinantan.

Tertinggal satu angka, PSMS mencoba mengejar tapi duet Osas Saha dan Daniel kurang maksimal di lini depan. Belum lagi kurang dukungan dan distribusi bola dari lini tengah untuk keduanya membuat hilang kesempatan PSMS mengejar poin.

Memasuki babak kedua, permainan PSMS tidak berubah dan untuk kedua kalinya gawang M Halim kebobolan. Kali ini, pemain pengganti Budi Kurnia mencetak gol bagi timnya.

PSMS masih sempat memiliki asa ketika aksi individu Saha memperkecil kekalahan di menit ke-84. Namun menjelang bubaran, tuan rumah memastikan raihan poin penuh ketika Syaiful Ramadhan melakukan gol bunuh diri.

Monday, February 1, 2010

Ayam Kinantan matangkan diri

Sumbar - Pada laga pembuka putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Pelatih PSMS Medan Kustiono berharap mimpi meraih nilai mengawali debutnya bisa terwujud saat dijamu Semen Padang di Stadion M Yamin, Sijunjung, Senin nanti.

Tak ingin menuai kekalahan dari tuan rumah, Kustiono terus mematangkan persiapan dengan fokus utama mengasah kecepatan dan ketahanan fisik para pemain. Ini mengingat perjalanan jauh dari kota Padang ke Kabupaten Sijungjung membuat M Affan Lubis cs sedikit kelelahan.

Setibanya di penginapan Wisma Anggrek Sijunjung, Sabtu, Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan Jamaluddin Hutauruk mengembalikan kondisi fisik dan kebugaran pemain pasca perjalanan empat jam melalui darat.

Kegagalan memanfaatkan peluang saat menjamu si Kabau Sirah di putaran pertama lalu di Medan membuat beban PSMS cukup berat mencuri angka dari Antonio Claudio cs yang masih memimpin klasemen sementara. Hasil imbang tersebut membuat PSMS tak memiliki pilihan lain kecuali meraih kemenangan ataupun minimal seri.

"Kami harus mampu meraih poin dalam pertandingan ini, sebab permasalahan pasca dipecatnya Suimin Dihardja menjadikan saya optimis berbuat maksimal," tambah Kustiono.

Mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga menegaskan, recovery pemain melalui pendekatan dan suntikan motivasi tetap dilakukan tim pelatih. Disinggung keberadaan Ogochukwu Daniel dan H Harry Syahputra, Kustiono mengaku keduanya akan diupayakan untuk tampil melawan Semen Padang.

Secara terpisah, kubu Semen Padang kembali merasa resah karena Marcio Souza da Silva terancam tidak bisa merumput terkait dipanggilnya pemain Brazil itu oleh Komdis PSSI akibat kasus keributan di Tangerang saat Semen Padang menghadapi Persita, 8 Januari lalu.

Namun asisten pelatih si Kabau Sirah Nil Maizar mengisyaratkan, Souza tetap berpeluang tampil sebelum Komdis mernjatuhkan hukumannya. Di samping itu, Manajer Semen Padang Asdian ST mengaku, absen tidaknya mantan striker Persela Lamongan ini tidak menjadi masalah, karena Semen Padang juga telah merekrut dua pemain baru yaitu Alexander Pulalo dan Ismail Pabanyo.

"Keduanya sudah deal untuk memperkuat Semen Padang menghadapi PSMS nanti," lanjut Mizar

Ogochukwu positif turun

Sumbar - Pemain asing baru PSMS Medan asal Nigeria, Nkwakeo Ogochukwu Daniel, positif bisa turun memperkuat timnya menghadapi Semen Padang di awal laga putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion M Yamim Sijunjung Sumbar, Senin besok.

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS dan asistennya Drs Benny Tomasoa menyampaikan hal tersebut, Minggu. Dikatakan, PSSI sudah memberi keabsahan bagi Daniel memperkuat PSMS dan surat resminya akan dikirim ke pihak Pengawas Pertandingan (PP) Semen Padang dan PSMS.

Terkait itu, Pelatih PSMS Kustiono menyambut gembira kepastian gelandang menyerang anyarnya itu. Pasalnya, Kustiono menilai kehadirannya mendampingi Osas Saha sebagai tandem di depan akan mempertajam daya serang Ayam Kinantan.

"Bila ini terjadi, PSMS tidak akan mengalami kesulitan mendongkrak pertahanan solid si Kabau Merah," ujarnya usai memimpin latihan tim, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Hendra juga meminta kepada M Affan Lubis cs harus bisa mewujudkan impian masyarakat Medan membawa pulang nilai dari tur Sumbar. Hendra menekankan, para pemain harus mewaspadai pergerakan setiap pemain Semen Padang khususnya target man