Thursday, February 4, 2010

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema.

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema

Digenjot

Laga menghadapi Persikabo Bogor nanti akan menjadi pertandingan berat bagi PSMS Medan. Bagaimana tidak, saat ini Persikabo menempati peringkat kedua klasemen sementara grup I.

Waktu tersisa jelang pertandingan itu hanya tujuh hari lagi, tapi kubu PSMS justru belum melakukan persiapan.

Kendati begitu, pelatih PSMS Medan Kustiono mengaku jika anak asuhnya akan mampu mengatasi perlawanan Persikabo. Terlebih pria murah senyum ini telah dua kali menyaksikan pertandingan Persikabo sehingga tahu secara persis seperti apa permainan tim itu.

“Dari dua kali melihat penampilan mereka yakni ketika menghadapi Persiraja dan PSAP, saya sudah punya gambaran tentang strategi yang pas saat menghadapi mereka nantinya,” bilang Kustiono, kemarin (3/2).

Agar para pemain dapat memahami strategi yang akan diterapkannya nanti, sepulang dari lawatan ke Kota Padang, Kustiono telah meliburkan pemainnya dari kewajiban berlatih, sehingga saat digenjot seluruh pemain dalam keadaan bugar.

“Mustahil pemain yang kelelahan mampu menyerap strategi permainan yang kita rancang. Jadi, daripada buang energi percuma, kan lebih bagus diliburkan. Itu pun dengan satu syarat, para pemain harus mampu menjaga kebugaran tubuhnya,” beber Kustiono.

Apakah waktu libur yang diberikan kepada pemain tidak menggangu kerjasama tim, utamanya yang melibatkan pemain baru seperti Daniel dan Hary Syahputra?

“Mereka berdua (Daniel dan Hary, Red) adalah pemain yang matang. Artinya, di waktu yang tersisa ini mereka pasti akan langsung nyetel dengan gaya permainan rekan-rekannya,” bilang Kustiono. Ungkapan Kustiono ini tak terlepas dari pengamatannya saat tim Ayam Kinantan bertandang ke markas Semen Padang, beberapa hari lalu.

Menurutnya, dari pertandingan itu terlihat jelas jika kedua pemain anyar yang dimiliki PSMS itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang butuh adaptasi, tapi tidak sesulit yang dibayangkan,” terang Kustiono.

Selain memberi perhatian khusus kepada dua pemain anyarnya tadi, mantan pelatih PSAP Sigli ini pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada striker asingnya, Osas Saha.

Menurutnya, Osas Saha sudah semakin matang dan mau bekerjakeras. Karena sikapnya itu pula beberapa pemain muda pun ikut termotivasi untuk ikut-ikutan tampil maskimal,” beber Kustiono.

Di rentang waktu yang singkat pasca menggantikan posisi Suimin Diharja sebagai allenatore tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku sudah mulai memahami satu persatu karakter dan sifat anak asuhnya.

Menurutnya, mengenal sifat serta karakter pemain mutlak dilakukan karena hal itu akan mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan. Lantas apa kiat Kustiono sehingga para pemain dapat menerima kehadirannya?

“Semuanya harus terbuka dan saling menghargai, sehingga segala permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terkait persiapan timnya menatap laga kontra Persikabo, Kustiono membeberkan jika seluruh pemain akan kembali digembleng di Stadion Kebun Bunga Medan, hari ini.

Di sisi lain, latihan hari ini selain latihan perdana pasca laga kontra Semen Padang, juga sebagai ajang seleksi bagi beberapa pemain lokal yang berhasrat bergabung ke PSMS. Sayangnya, hingga kemarin Kustiono belum mengetahui secara persis siapa nama pemain yang mengikuti seleksi itu.

“Kalau masih ada pemain yang ingin bergabung dengan tim ini, itu bagus. Apalagi jika pemain yang ingin bergabung memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pemain yan telah ada,” pungkasnya

Osas Saha: Hati Saya Tetap di PSMS

KARIR legiun asing PSMS yang sejauh ini telah mencetak empat gol Osas Saha nampaknya akan semakin bersinar di pentas sepak bola nasional. Terlebih, tim berjuluk Ayam Kinantan, tempatnya bernaung saat ini sangat bergantung kepada kepiawaiannya untuk membobol gawang lawan.
Besarnya ketergantungan PSMS kepada pemain berambut keriwil ini ternyata menarik perhatian kontestan Divisi Utama lainnya, Pro Duta Jogjakarta untuk merekrutnya “Memang manajemen Pro Duta telah menyampaikan niatnya untuk merekrut Osas Saha. Tapi keputusan sutuju atau tidaknya melepas Osas Saha tergantung dengan manajemen PSMS, “ ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (3/2). Di tempat terpisah Osas Saha mengaku tidak tahu menahu mengenai keinginan Pro Duta meminang dirinya. Kendati demikian, bukan berarti Osas akan menolak seadainya pihak Pro Duta jadi merekrutnya.

“Saya sudah terikat kontrak di sini. Tapi kalau manajemen PSMS memang tak menginginkan saya lagi, maka saya pun terpaksa pindah ke Pro Duta. Tapi sejujurnya, saya berat untuk pindah karena hati saya masih untuk PSMS,” bilang Osas Saha.

Tak ingin disebut sekedar omong belaka, Osas Saha pun mengaku jika dirinya sudah tak sabar kembali berkostum PSMS saat menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) mendatang.

“Saya ingin memberikan yang terbaik saat kami menghadapi Persikabo. Saya tahu itu tidak mudah, tapi saya akan berusaha sekuat tenaga,” janjinya

Rehat Sejenak

Usai menelan kekalahan 1-3 atas Semen Padang di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, pelatih PSMS Kustiono mengaku jika dirinya memiliki program khusus yang ke depannya dapat mendongkrak performa tim Ayam Kinantan.

Beruntung bagi Affan Lubis dkk, karena sebelum digenjot habis-habisan oleh Kustiono, mereka sempat menikmati indahnya panorama Kota Padang, selepas melakoni kewajibannya bertanding dengan Semen Padang di Sijunjung, Senin (1/2) lalu.

“Rencananya, anak-anak akan kembali digenjot pada hari Kamis (4/2). Beberapa program sudah saya siapkan secara matang. Saya berharap seusai melahap metode itu penampilan anak-anak akan membaik, utamanya saat menghadapi Persikabo yang telah ada di depan mata,” ucap Kustiono, Selasa (2/2).

Meskipun tidak merinci program latihan yang akan diterapkannya, namun mantan pelatih PSAP ini menganggap jika dirinya perlu melakukan sebuah terobosan, terlebih Persikabo bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

“Mereka (Persikabo Bogor, Red) merupakan salah satu tim kuat di ajang Divisi Utama musim ini. Jadi semua hal yang berkaitan dengan kekuatan tim itu akan kita pantau guna menemukan formulasi yang paling tepat untuk memetik poin sempurna,” paparnya.
Terkait obsesinya untuk membawa PSMS meraih kemenangan atas Persikabo, pria murah senyum ini mengatakan bahwa dirinya masih bersandar pada kepiawaian Osas Saha dalam merobek gawang lawan.

“Osas merupakan pemain berbakat yang dari hari ke hari memperlihatkan peningkatan permainan. Bahkan, jika selama ini dia terkesan malas mengejar bola yang telah lepas, kemarin (saat menghadapi Semen Padang, Red) dia justru terlihat mobile dan mengejar ke manapun bola mengalir,” ingkap Kustiono.

Lantas bagimana dengan penampilan dua punggawa anyar tim Ayam Kinantan Daniel dan Harry Syahputra?
“Lini tengah kita (PSMS, Red) jadi lebih hidup sejak kehadirannya. Selain itu dia mampu bekerjasama dengan Affan Lubis dalam membangun serangan,” urai Kustiono tentang Daniel.

Nah, itu penilaiannya tentang Daniel. Bagimana dengan Harry Syahputra?

“Kartu kuning yang didapatkannya saat kita berhadapan dengan Semen Padang, kemarin justru membuktikan totalitas dirinya. Ini sebuah keuntungan bagi kita, mengingat salah satu titik lemah tim kita selama ini adalah sektor belakang,” urainya.

Totalitas juga dimiliki oleh Dodi Rahwana, yang karena kegigihannya mempertahankan setiap jengkal daerah pertahanan tim Ayam Kinantan justru membuat pemain Semen Padang emosi dan melakukan kecurangan yang mengakibatkannya cedera di bagian pelipis.

“Saya istirahatkan dia beberapa hari, agar saat menghadapi Persikabo nanti dia sudah benar-benar fit ,” beber Kustiono

Diliburkan, Pulang ke Rumah Masing-masing

Meskipun sempat mengalami delay (penundaan keberangkatan pesawat), namun rombongan PSMS Medan tetap kembali dalam keadaan selamat saat menjejakkan kaki di Kota Medan. Kerinduan terhadap orang-orang terdekat pun siap ditumpahkan. Terlebih, Kustiono, pelatih PSMS masih meliburkan pemainnya dari rutinitas latihan.

“Jam delapan sudah berangkat dari Sijunjung, kemudian empat jam berada di Kota Padang, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Medan,” cerita winger PSMS Dodi Rahwana saat bertemu Sumut Pos di mess pemain Stadion Kebun Bunga, kemarin (2/2).
Tapi ternyata, tak semua pemain pulang ke mes pemain. Libur satu hari yang diberikan pelatih dimanfaatkan sebagian pemain untuk pulang ke rumahnya masing-maisng.

Tak terkecuali Osas Saha. Striker yang pernah berseragam PSDS ini memilih pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan Stadion Teladan Medan untuk melepas rindu dengan sang istri tercinta.

Sama halnya dengan pelatih dan sekretaris tim. Sementara Dodi yang kemarin ditemui Sumut Pos juga terlihat tergesa-gesa ingin meninggalkan kamarnya.

Saat ditanya seputar insiden yang menimpa dirinya, mantan siswa SSB Generasi Medan ini mengungkapkan jika dia hanya bisa pasrah saat tim medis telat melakukan pertolongan.

“Tak langsung dijahit sih, soalnya tim medis panitia gak punya jarum. Jadi, yang menjahit ini adalah dokter tim,” ungkap Dodi sembari menunjuk luka di pelipisnya itu.

Seperti yang dipaparkan Dodi, insiden berdarah itu dialaminya pada babak kedua saat menggantikan Heri Suwondo.
Tak tahu entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja siku pemain asing Semen Padang Edgard Wilson telah bersarang di pelipisnya.
Karena tidak langsung terjatuh, wasit tidak menghentikan pertandingan. Dodi baru terjatuh saat darah sudah menutupi mata kirinya.
Sayangnya wasit tidak menghentikan pertandingan, padahal beberapa pemain PSMS terlihat bengong menyaksikan nasib naas yang dialami Dodi.
Kondisi ini dimanfaatkan anak-anak Semen Padang untuk membobol gawang PSMS yang kemarin dikawal M Halim.

“Ya… mau bagaimana lagi? Memang begitulah kondisi sepakbola kita. Jadi jangan heran bila tim tamu dikerjai oleh wasit,” bilang Dodi.

Tuesday, February 2, 2010

Korban Unfair Play


Buruknya kinerja wasit yang memimpin pertandingan hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh klub yang mentas di ajang Superliga dan Divisi Utama PSSI.

Tak terkecuali dengan PSMS. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini pun kemarin (1/2) mengalami nasib tak mengenakkan saat takluk 1-3 dari tuan rumah, Semen Padang di Stadion Sijunjung.

Buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suparman (Bandung) ditengarai menjadi penyebab kekalahan Affan Lubis dkk dalam laga perdana putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia.

Kebobrokan wasit saat memimpin pertandingan paling terlihat ketika Doni Rahwana yang masuk menggantikan Maulana terjatuh dan mengalami cedera dibagian pelipis akibat dipukul pemain Semen Padang. Tapi saat itu wasit seolah tidak melihat dan tetap tetap melanjutkan pertandingan.
Kondisi ini dimanfaatkan pemain Semen Padang untuk terus membawa bola melewati para pemain PSMS yang terpana untuk selanjutnya melesakkan gol kedua pada menit ke-70.

Tindakan tidak fair lainnya juga diperlihatkan saat Antonio Claudio menjegal striker PSMS Osas Marveleous Saha yang berhasil menerobos pertahanan sampai di kotak finalti, namun Ahmad Suparman justru memberikan kartu kuning kepada Osas yang dianggapnya sengaja melakukan diving.

“Luar biasa kepemimpinan wasit hari ini. Kalau memang kalah, kita terima kok, tapi kalau kalahnya seperti ini, jelas kita dikerjai wasit. Gol pertama yang jelas-jelas offside tetap disahkan, begitu juga saat Dodi dipukul sampai jatuh yang menyebabkan anak-anak terpaku, hingga akhirnya gol kedua tercipta,” beber Pelatih PSMS Kustiono yang dihubungi Sumut Pos, Senin (1/2).

Hal itu pun dipertegas asisten manager PSMS, Zulkifli Husein. “Kekalahan PSMS pada pertandingan kali ini merupakan tanggung jawab wasit karena tidak menjalankan fungsinya sebagai pemimpin pertandingan yang fair,” ketusnya.

Meski kalah, Kustiono, pelatih PSMS mengaku puas dengan penampilan para pemainnya yang mulai menunjukkan peningkatan. “Ball position sudah bagus. Para pemain sudah berani melakukan terobosan, shooting, dan melakukan gerakan tanpa bola,” tambahnya.
Sesungguhnya, di awal babak pertama anak asuh Kustiyono mencoba menekan pertahanan Semen Padang. Kerjasama satu dua di antara pemain depan PSMS berhasil membuat pertahanan Semen Padang kerepotan.

Bahkan satu umpan panjang dari Syaful Ramadhan di menit ke-2 membuat Ahmad Kurniawan, kiper Semen Padang berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya.

Keasyikan menyerang, Semen Padang berhasil keluar untuk berbalik membongkar pertahanan PSMS yang dikomando Harry Syaputra. Akan tetapi lincahnya striker Semen Padang Wilson Junior memaksa Harry Syahputra mengganjalnya sehingga wasit memberi kartu kuning untuk pemain anyar PSMS itu.

Hingga memasuki menit ke-17, permainan kedua tim kurang berkembang. Begitupun, Wilson Junior berhasil memaksimalkan kelengahan pemain bawah PSMS untuk membobol gawang yang dikawal M. Halim. Kedudukan 1-0 untuk Semen Padang bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang bermain cerdik dengan dengan mengatur tempo permainan, sehingga Affan Lubis dkk terpancing bermain terbuka.

Imbasnya, lini pertahanan PSMS menjadi rapuh, utamanya setelah Maulana keluar dan digantikan Dodi Rahwana serta Hery Swondo diganti dengan Dedi Wahyudi.

Kondisi ini membuat koordinadi antar pemain menjadi kurang padu, hingga akhirnya tercipta gol kedua bagi Semen Padang pada menit ke-70.
Ketinggalan dua gol membuat pemain PSMS kembali menekan lini pertahan tim Kabau Sirah. Masuknya Jeky Pasarella menggantikan Afan Lubis memompa semangat pemain depan PSMS. Kerjasama yang dibangunnya bersama Daniel dan Osas Saha berhasil menerobos pertahanan Semen Padang sehingga Antonio Claudio harus menjegalnya di kotak finalti. Sayang, wasit justru mengangap Saha melakukan diving dan mengganjarnya dengan kartu kuning.

Tak putus asa, Osas Saha dkk terus menggempur lini pertahanan Semen Padang, hingga akhirnya gol tercipta pada menit ke-85, dan berubahlah kedudukan menjadi 2-1.

Namun skor itu tak bertahan lama karena kecerobohan yang dilakukan Syaiful Ramadhan dan Deny Wahyudi menyebabkan gawang PSMS kebobolan untuk ketiga kali.

Suporter Khawatir PSMS Terdegradasi


Kekalahan yang dialami PSMS dari Semen Padang kemarin (1/2) kiranya menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi para penggemarnya. Bahkan kubu SMeCK Holligan yang rela-rela datang langsung ke Sijunjung untuk memberi dukungan kepada Affan Lubis dkk tak kuasa menahan rasa sesalnya.

“Kita di sini (Padang, Red) berjumlah 13 orang dan menjadi saksi kekalahan yang menyakitkan ini,” ucap Presiden SmeCK Hooligan Nata Simangunsong yang dihubungi via telepon, Senin (1/2).

Tapi Nata dan yang lainnya mengaku tidak kecewa dengan penampilan para pemain. Sebab, masih menurutnya, seluruh pemain sudah menunjukkan permainan terbaiknya.

“Begitupun, saya melihat jika para pemain seperti kehilangan nyali serta tidak memiliki visi permainan yang jelas,” tutur Nata.
Menurutnyna lagi, kacaunya koordinasi di antara pemain membuktikan jika Kustiono tidak memiliki kemampuan untuk menangani tim sebesar Ayam Kinantan.

Untuk itu, mewakili SMeCK Hooligan yang ada di Medan, Nata meminta agar pengurus melakukan evaluasi terhadap keberadaan Kustiono selakuk pelatih PSMS .

“Bisa dibilang kemampuan individu pemain yang meningkat itu merupakan hasil dari binaan pelatih sebelumnya. Makanya kita heran, kenapa ketika pemain sudah menemukan irama dan pola permainan yang, justru pelatihnya harus didepak,” kesalnya.
Pada kesempatan itu, Nata mengingatkan pengurus PSMS akan malapetaka yang kemungkinan besar terjadi bila mempertahankan Kustiono sebagai pelatih PSMS.

“PSMS merupakan klub kebanggaan dan milik masyarakat Medan. Kita tidak akan terima bila PSMS harus turun kasta dari Divisi Utama ke Divisi I,” pungkasnya

Minus Tim Medis

ekalahan PSMS dari tim tuan rumah Semen Padang dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama 2009-2010 di Stadion M. Yamin Kabupaten Sijunjung Sumbar lebih dikarenakan faktor teknis serta faktor mental pemain.

Karenanya, pengawas pertandingan Nasrudin yang berasal dari Aceh harus bertanggung jawab atas berbagai kejanggalan yang terjadi, seperti tidak adanya tim dokter dalam pertandingan tersebut.

Ini terbukti ketika pemain belakang PSMS Dody Rahwana mengalami cedera namun tak kunjung mendapatkan perawatan dari tim medis.
Dokter PSMS Rorywansyah Pane pun berang. Dikatakannya PSSI sengaja menimbulkan berbagai permasalahan dengan tidak memberi jaminan keselamatan kepada pemain. “Saat technical meeeting kemarin, pengawas pertandingan (PP) berjanji akan menjamin keselataman dan kesehatan pemain, tapi nyatanya itu tak terbukti. Padahal, ini bertentangan dengan panduan manual liga,” tuturnya.

Dia juga menguraikan selain ketiadaan tim medis, wasit yang memimpin pertandingan pun sangat berpihak kepada Semen Padang. “Banyak keputusan wasit yang berat sebelah. Ini akan kita laporkan kepada BLI,” tuturnya didampingi oleh Zulkifli Husein asisten manager PSMS.
Sementara itu asisten manejer tim Zulkifli Husein mengatakan bahwa pihaknya akan mengusut kasus ini agar tidak terjadi lagi.

Ayam Kinantan gagal 3-1 untuk semen padang

SIJUNJUNG, Sumbar - PSMS Medan kembali menjadi korban keganasan Semen Padang di kandangnya sendiri, setelah takluk 1-3 dalam laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Prof HM Yamin SH, Senin.

Kekalahan tim asuhan Kustiono itu juga tidak terlepas dari keboborokan wasit Ahmad Suparman dari Bandung serta kedua asistennya, Rosid dan Novendri yang juga berasal dari Bandung.

Turun dengan komposisi M Halim, Nyeck Nyobe, Harry Syahputra, Ahmad Maulana, Heri Suwondo, Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Oguchukwu Daniel dan Osas Saha, PSMS bermain di bawah form. Parahnya, Semen Padang pun tidak tampil istimewa.

Melalui umpan-umpan pendek yang divariasikan long passing, PSMS mampu menekan petrtahanan Si Kabau Sirah. Bahkan tembakan keras Syaiful Ramadhan nyaris membobol gawang Ahmad Kurniawan, begitu pula sepakan Faisal Azmi yang masih menyentuh mistar gawang.

Sejak itu, serangan PSMS malah menurun dan Semen Padang justru berhasil memperdayai M Halim di menit ke-17. Gol pertama tuan rumah berawal dari perangkap offside yang dilakukan Nyeck Nyobe yang justru menjadi kartu mati PSMS. Alhasil, Edwar Wilson Junior dengan mudah melesakkan bola ke gawang Ayam Kinantan.

Tertinggal satu angka, PSMS mencoba mengejar tapi duet Osas Saha dan Daniel kurang maksimal di lini depan. Belum lagi kurang dukungan dan distribusi bola dari lini tengah untuk keduanya membuat hilang kesempatan PSMS mengejar poin.

Memasuki babak kedua, permainan PSMS tidak berubah dan untuk kedua kalinya gawang M Halim kebobolan. Kali ini, pemain pengganti Budi Kurnia mencetak gol bagi timnya.

PSMS masih sempat memiliki asa ketika aksi individu Saha memperkecil kekalahan di menit ke-84. Namun menjelang bubaran, tuan rumah memastikan raihan poin penuh ketika Syaiful Ramadhan melakukan gol bunuh diri.

Monday, February 1, 2010

Ayam Kinantan matangkan diri

Sumbar - Pada laga pembuka putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Pelatih PSMS Medan Kustiono berharap mimpi meraih nilai mengawali debutnya bisa terwujud saat dijamu Semen Padang di Stadion M Yamin, Sijunjung, Senin nanti.

Tak ingin menuai kekalahan dari tuan rumah, Kustiono terus mematangkan persiapan dengan fokus utama mengasah kecepatan dan ketahanan fisik para pemain. Ini mengingat perjalanan jauh dari kota Padang ke Kabupaten Sijungjung membuat M Affan Lubis cs sedikit kelelahan.

Setibanya di penginapan Wisma Anggrek Sijunjung, Sabtu, Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan Jamaluddin Hutauruk mengembalikan kondisi fisik dan kebugaran pemain pasca perjalanan empat jam melalui darat.

Kegagalan memanfaatkan peluang saat menjamu si Kabau Sirah di putaran pertama lalu di Medan membuat beban PSMS cukup berat mencuri angka dari Antonio Claudio cs yang masih memimpin klasemen sementara. Hasil imbang tersebut membuat PSMS tak memiliki pilihan lain kecuali meraih kemenangan ataupun minimal seri.

"Kami harus mampu meraih poin dalam pertandingan ini, sebab permasalahan pasca dipecatnya Suimin Dihardja menjadikan saya optimis berbuat maksimal," tambah Kustiono.

Mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga menegaskan, recovery pemain melalui pendekatan dan suntikan motivasi tetap dilakukan tim pelatih. Disinggung keberadaan Ogochukwu Daniel dan H Harry Syahputra, Kustiono mengaku keduanya akan diupayakan untuk tampil melawan Semen Padang.

Secara terpisah, kubu Semen Padang kembali merasa resah karena Marcio Souza da Silva terancam tidak bisa merumput terkait dipanggilnya pemain Brazil itu oleh Komdis PSSI akibat kasus keributan di Tangerang saat Semen Padang menghadapi Persita, 8 Januari lalu.

Namun asisten pelatih si Kabau Sirah Nil Maizar mengisyaratkan, Souza tetap berpeluang tampil sebelum Komdis mernjatuhkan hukumannya. Di samping itu, Manajer Semen Padang Asdian ST mengaku, absen tidaknya mantan striker Persela Lamongan ini tidak menjadi masalah, karena Semen Padang juga telah merekrut dua pemain baru yaitu Alexander Pulalo dan Ismail Pabanyo.

"Keduanya sudah deal untuk memperkuat Semen Padang menghadapi PSMS nanti," lanjut Mizar

Ogochukwu positif turun

Sumbar - Pemain asing baru PSMS Medan asal Nigeria, Nkwakeo Ogochukwu Daniel, positif bisa turun memperkuat timnya menghadapi Semen Padang di awal laga putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion M Yamim Sijunjung Sumbar, Senin besok.

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS dan asistennya Drs Benny Tomasoa menyampaikan hal tersebut, Minggu. Dikatakan, PSSI sudah memberi keabsahan bagi Daniel memperkuat PSMS dan surat resminya akan dikirim ke pihak Pengawas Pertandingan (PP) Semen Padang dan PSMS.

Terkait itu, Pelatih PSMS Kustiono menyambut gembira kepastian gelandang menyerang anyarnya itu. Pasalnya, Kustiono menilai kehadirannya mendampingi Osas Saha sebagai tandem di depan akan mempertajam daya serang Ayam Kinantan.

"Bila ini terjadi, PSMS tidak akan mengalami kesulitan mendongkrak pertahanan solid si Kabau Merah," ujarnya usai memimpin latihan tim, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Hendra juga meminta kepada M Affan Lubis cs harus bisa mewujudkan impian masyarakat Medan membawa pulang nilai dari tur Sumbar. Hendra menekankan, para pemain harus mewaspadai pergerakan setiap pemain Semen Padang khususnya target man

Semen Padang vs PSMS

Di bawah rancangan arsitek baru Kustiono, PSMS akan melakoni laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama PSSI.
Lawan yang bakal dihadapi pun bukan tim sembarangan. Semen Padang siap menantang, dengan dukungan ribuan pendukungnya di Stadion Sijunjung sore ini (1/2).

Walau sulit untuk memenangkan laga ini, namun Kustiono, pelatih PSMS mengaku optimis jika anak-anak Medan mampu memberi kejutan. Kejutan apa? Ini yang masih menjadi tanda tanya. Menang atau kalah?

Kalau PSMS mampu memetik poin sempurna bukan tak mungkin pamor Kustiono selaku pelatih baru PSMS menggantikan pelatih senior Suimin Diharja bakal meningkat pesat.

Elu-elu pendukung pasti didapatnya. Tapi kalau sampai kalah, bukan tak mungkin dirinya akan menjadi bahan pelampiasan kekesalan para suporter.

Terlepas dari itu semuanya, akan lebih bijak jika kekuatan serta kekurangan PSMS yang bertindak sebagai tim tamu dan Semen Padang selaku tuan rumah dikupas habis sebelum laga antara keduanya berlangsung.
Ya, tak dapat dipungkiri jika untuk musim kompetisi tahun ini kondisi Semen Padang jauh lebih baik dari pada PSMS.
Tak hanya untuk ukuran finansial semata, untuk materi pemain yang memperkuat kedua tim pun, sekilas tuan rumah lebih unggul dibanding sang tamu.
Bahkan jika melihat kepada posisi kedua tim di klasemen sementara grup I Divisi Utama PSSI, posisi Semen Padang pun di atas PSMS.
Sejauh ini tim berjuluk Kabau Sirah nangkring di peringkat pertama, sedangkan PSMS harus puas menempati peringkat tujuh dengan raihan 13 angka.

Tapi kalau bicara sejarah pertemuan di antara kedua tim, PSMS bolehkan sedikit bangga. Untuk catatan di atas kertas, sejak tahun 2004 PSMS hanya takluk dua kali melawan Semen Padang.

Selebihnya dari 11 pertemuan di ajang Divisi Utama dan Copa Indonesia, PSMS tujuh kali menang. Sisanya berakhir imbang.
Catatan di atas jelas berpihak pada PSMS. Tapi apakah dengan berbekal catatan itu PSMS dapat dengan mudah memetik poin sempurna dari sang empunya stadion?

“Bertandang ke markas Semen Padang tentu saja berat. Tapi kita tak pernah gentar. Anak-anak harus lebih konsentrasi untuk mencuri peluang,” kata Kustiono, pelatih PSMS.

Ya, masalah utama yang dihadapi PSMS adalah mental dan tumpulnya lini depan. Namun hal ini tampaknya sudah bisa diatasi pasca bergabungnya dua pemain baru, Ogockuhwu Daniel.

Keuntungan lainnya adalah bahwa menatap laga ini tim besutan Kustiono dapat tampil full team, menyusul dibatalkannya hukuman larangan tampil bagi Faisal Azmi dan Ahmad Maulana.

Sedang dua punggawa anyar PSMS Daniel dan Harry kabarnya sudah mendapatkan pengesahan dari PT Liga Indonesia untuk merumput bersama PSMS.

Selain faktor di atas, absennya Enjang Rohiman yang terkena akumulasi jelas menguntungkan PSMS. Tapi, kubu Ayam Kinantan harus tetap waspada karena Marcio Sauza telah terbebas dari sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI.
“Sebagai tuan rumah, jelas kami ingin mengamankan poin penuh. Kalau itu tercapai, posisi di puncak klasemen akan semakin kokoh. Kami yakin mampu mengatasi PSMS,” beber Arcan Iurie, pelatih Semen Padang.

Harapkan Pemain tak Tertekan

PASCA menggelar latihan terakhir sore kemarin (31-/1), Kustiono arsitek PSMS menegaskan agar seluruh skuad tidak terbebani dengan laga menghadapi Semen Padang yang berstatus pemuncak klasemen.

Pelatih berusia 48 tahun itu meminta kepada pemain agar menghadapi setiap permasalahan di dalam tim dengan senyuman. Diharapkan, dengan cara itu PSMS mampu meredam ambisi Semen Padang yang ingin meraih angka penuh dari Ayam Kinantan. “Yang terpenting gembira saja. Jangan terlalu terbebani,” tutur Kustiono.

Ini salah satu trik yang diterapkan Kustiono untuk melakukan pendekatan kepada pemain. Itu dari sisi psikologis, tapi kalau secara taktik dan strategi Kustiono mengaku tidak melakukan banyak perubahan. Artinya, apa yang telah dibangun Suimin Diharja selama ini, masih akan dipertahankan. Paling hanya akan ada sedikit perubahan saja.

“Saya yakin anak-anak sudah bisa bermain maksimal. Oleh sebab itu formasi tim tidak akan jauh berbeda dari formasi sebelumnya, hanya saja pendekatan psikologis di antara pemain dan pelatih akan tetap kami lakukan,” tambah Kustiono.
Meladeni Semen Padang, memang Kustiono enggan membeberkan strategi khusus yang akan diterapkan. Yang penting, Kustiono berharap skuad mampu memperlihatkan penampilan keras dan berani.

“Intinya disiplin, waspada dan tetap konsentrasi. Semoga dengan begitu kita mampu meredam permainan cepat Semen Padang yang akan tampil di hadapan para pendukungnya nanti,” harap Kustiono

Lebih Baik Jualan dari pada Nonton Semen Padang

ADA hal menarik seputar persiapan laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang akan mempertemukan tim tuan rumah Semen Padang versus PSMS, sore ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Semen Padang kini menjadikan Stadion Sijunjung sebagai markas sejak beberapa waktu lalu. Sijungjung sendiri merupakan sebuah kabupaten yang berjarak tempuh empat jam via darat dari Kota Padang.

Kalaupun nantinya laga itu dipenuhi suporter tim tuan rumah, Panitia Pelaksana Pertandingan mengatakan bahwa fans itu sebagian besar berasal dari Padang. Hanya beberapa yang datang dari Sijunjung.

Hal itu terjadi karena mayoritas warga Sijunjung tidak menyukai sepak bola. Apalagi yang bertanding Semen Padang. Warga setempat mengakui lebih senang berjualan dari pada harus buang uang dan waktu untuk menonton pertandingan sepak bola.
Kalau benar begitu kondisinya, jelas ini menguntungkan PSMS. Terlebih PSMS akan didukung langsung oleh sejumlah fans yang datang dari Medan.

“Kawan-kawan fans Semen Padang menyambut baik kehadiran kami, dan kami telah sepakat untuk tetap sportif,” bilang Nata.

Kendala Recovery

Menatap laga kontra Semen Padang, Senin (1/2) besok, pelatih PSMS Kustiono menegaskan skuad asuhannya akan tampil ngotot. Untuk itu, kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi.

Tak hanya sekedar ngomong, buktinya setiba di kawasan Sijunjung markas Semen Padang, kemarin (31/1), Kustiono langsung menggeber pemainnya untuk mengembalikan stamina dan motivasi Affan Lubis dkk.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan jauhnya perjalanan yang harus ditempuh untuk melakoni laga tandang kali ini. Pasalnya, untuk sampai ke Kabupaten Sijunjung, Affan Lubis dkk harus menghabiskan waktu tak kurang dari empat jam jika bertolak dari Kota Padang.
“Mengembalikan kebugaran pemain menjadi prioritas utama kita sebelum melakoni laga berat nanti,” bilang Kustiono.

Kendati tak menampik jika para pemainnya mengalami kelelahan, namun mantan pelatih PSAP Sigli ini tetap mengapungkan ambisi yang membubung.

“Kami pasti main habis-habisan. Walau tandang, tapi skuad tak boleh gentar menghadapi pertandingan ini. Intinya kalau ada peluang, semua pemain harus mampu memaksimalkannya menjadi gol sebagai modal awal meraih kemenangan,” beber pelatih berusia 48 tahun itu.
Ungkapan Kustiono seakan sebuah pernyataan jika dirinya tak terpengaruh dengan hasil imbang 0-0 ketika kedua tim bertanding di Stadion Teladan Medan beberapa waktu lalu.

Sah-sah saja jika Kustiono bersikap seperti itu, karena ketika hasil imbang itu terjadi, dirinya justru masih membesut PSAP Sigli. Lantas bagaimana dengan mental pemain yang terlibat pertandingan yang berlangsung di putaran pertama lalu?

“Ya, saat melawan Semen Padang di Teladan lalu, skornya hanya draw 0-0. Jelas hasil tersebut akan mempengaruhi mental anak-anak,” jawab Kustiono.

Mengantisipasi semua kendala yang menghinggapi timnya jelang laga nanti, Kustiyono mengatakan bahwa dirinya berusaha membangkitkan motivasi seluruh pemain melalui pendekatan persuasif.

Terkait keberadaan legiun anyar PSMS Nkwakwo Ogochukwu Daniel dan Hary Saputra diporeh informasi melalui sekretaris tim Fityan jika kedua pemain itu tetap diupayakan untuk bisa bermain melawan Semen Padang. “Kita sangat berharap kedua pemain ini mempu memberi kontribusi maksimal kepada tim. Artinya, jika kedua pemain ini bisa tampil, maka kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan,” tambah Fityan.
Sementara itu terkait nasib pemain yang sebelumnya sempat terkena sanksi dari Komdis PSSI seperti Maulana dan Faisal Azmi, didapat kabar jika keduanya sudah bisa tampil. Hanya saja, keduanya harus dapat mengontrol emosinya, karena sedang berada dalam pengawasan Komdis

Ketiduran, Daniel Nyaris Ketinggalan Pesawat

Sejak awal, memang terlihat ada yang aneh pada tingkah legiun impor PSMS terbaru, Ogochukwu Daniel.
Sejak ikut seleksi di PSMS beberapa waktu lalu, Daniel memang terlihat punya sifat pemalu dan sedikit kocak.
Dan kekocakannya itu kembali terlihat ketika tim hendak bertolak ke Padang, kemarin (29/1). Ironisnya, kekocakannya kali ini nyaris menimbulkan masalah.

Bagaimana tidak, saat tim tengah menunggu delay-nya pesawat Mandala Airlines tujuan Padang di Bandara Polonia, Daniel sempat-sempatnya tidur di ruang tunggu bandara.

Akibatnya, Daniel nyaris tertinggal pesawat karena tak ada satu pun rekannya yang melihat Daniel tertidur.
Hingga tiba saatnya naik ke pasawat, hanya Daniel yang belum muncul. Seluruh skuad pun cemas. Bahkan pramugari terlihat mencoba menghubungi pihak bandara untuk mencari penumpang bernama Daniel. Semua panik.

Menanti beberapa waktu, Saha pun mencoba menghubungi rekan senegaranya itu. Lama tak dijawab, tiba-tiba Daniel naik ke pesawat dengan wajah tak berdosa. Sambil menguap, Daniel bilang dia ketiduran. Mendengar hal itu, seluruh skuad pun meneriaki Daniel sambil tertawa.
“Saya ketiduran di Bandara, saya tidak tahu, apakah kita sudah berangkat atau belum. Untung ada penumpang yang bangunin,” ujarnya sembari menguap.

Itu masalah Daniel. Masalah Faisal Azmi lain lagi. Gelandang gondrong bernomor punggung tujuh itu mengalami pengalaman unik yang lebih menggelikan lagi.

Setelah sampai di Bandara Minang Kabau, Padang, pemain yang baru dikaruniai anak kedua ini tanpa banyak cerita langsung naik sebuah bus Damri.

Dikiranya, bus itu-lah yang akan membawa rombongan PSMS ke markas Semen Padang di Sijunjung. Sial, ternyata dugaannya meleset.
Pada dasarnya, bus yang akan membawa skuad PSMS adalah bus milik Semen Padang. Dampaknya tak kalah membuat panik. Seluruh skuad yang telah nangkring di bus Semen Padang, merasa ada yang hilang. Setelah dihitung, ternyata Faisal yang tak ada.

Semua sibuk mencari. Official tim sibuk memantau ke seluruh area. Jekcy Pasarela rekan satu tim Faisal pun berteriak memanggil. Rupanya Faisal mendengar. Diapun lantas berlari turun dari bus yang salah dinaikinya itu.

“Gawat, bisa sampai salah gini. Bikin malu saja. Saya letih karena perjalanan jauh sehingga konsentrasi jadi buyar. Lain kali, kami berharap agar waktu keberangkatan lebih dipercepat,” harap Faisal

Fans Susul Tim ke Padang

Ada yang menarik ketika skuad PSMS melakoni laga away ke markas Semen Padang di Sijunjung. Selain telah berganti arsitek, laga kali itu juga lebih bermakna karena barisan suporter PSMS dari Medan turut serta mendampingi tim untuk didukung.

Meski tak banyak jumlahnya, namun kehadiran fans cukup memberikan rasa lega di antara skuad PSMS karena dengan hadirnya mereka, skuad merasa tak berjuang sendirian.

Dari Medan, barisan fans yang bernaung di label Suporter Medan Cinta Kinantan (SmeCK) Hooligan menyusul dengan menggunakan bus. Belasan fans dari SMeCK siap mendukung PSMS dengan sepenuh hati. Selain SMeCK, kabarnya fans dari PSMS Medan Fans Club juga hadir di sana.
“Kehadiran fans jelas semakin meningkatkan moralitas permainan anak-anak. Mereka harus memberikan yang terbaik demi pendukung dan masyarakat Medan,” kata Kustiono menyoal kehadiran fans ini.

Affan Lubis kapten tim juga menyambut hangat rekan-rekan fans. Affan bilang, fans harus mendukung dengan tertib dan tak melupakan fanatisme khas PSMS.

“Terimakasih fans datang mendukung kami. Semoga kami bisa menunjukkan permainan terbaik kami dan meraih angka melawan Semen Padang,” ucap Affan.

Sedangkan pihak fans dari SMeCK lewat Nata Simangunsong selaku ketua berharap agar pemain PSMS, bermain lepas dan tak kenal kompromi.
“Kita butuhkan angka penuh agar tetap eksis. Ribak sude setiap lawanmu, pantang menyerang karena kami para fans berada di belakang kalian,” koar Nata

Saturday, January 30, 2010

Full Team

PSMS terbang ke Padang dengan materi pemain yang lengkap. Dengan begitu, target untuk meraih poin penuh di Stadion Sijunjung (markas Semen Padang) mungkin saja tercapai. 18 skuad diboyong untuk melakoni laga berat itu, termasuk dua pemain anyar Harry Syahputra dan Oguchukwu Daniel.

Skuad bertolak ke Padang, Jumat (29/1) lalu dengan menumpang Mandala Airlines pada pukul 19.00 WIB. Karenanya, hal utama yang harus diwaspadai oleh PSMS adalah bagaimana menjaga kebugaran pemain. Pasalnya, skuad harus menempuh perjalanan berliku yang cukup jauh.

Sejak beberapa waktu belakangan, markas Semen Padang memang telah berpindah ke daerah Sijunjung. Kota kecil itu berjarak tempuh 4 jam dari Kota Padang yang hanya bisa ditempuh melalui jalur darat.

Diperkirakan, skuad akan sampai ke Sijunjung pada pukul 24.00 WIB. Kondisi itu tentu saja berpengaruh kepada kondisi fisik Affan Lubis dkk. Sialnya, hingga saat ini pengurus PSMS belum menunjuk pelatih fisik menggantikan Nimrot Manalu yang diberhentikan.

Meski begitu, sejumlah pemain terlihat optimis bisa memberikan penampilan terbaiknya. Kustiono arsitek baru PSMS pun memiliki keyakinan yang sama.

“Tim sudah siap tampil. Saya harap kita mampu mencuri poin di Padang,” kata Kustiono.Skuad yang diboyong, dijelaskan Kustiono, merupakan pemain yang benar-benar siap untuk tampil fight. Hal itu ditentukannya setelah menggelar latihan selama satu pekan.

Jecky Pasarela dan Kamil Sembiring juga dibawa. Padahal Jecky awalnya disinyalir menderita cedera telapak kaki. Namun setelah dilakukan pembicaraan dengan Jecky, Kustiono memutuskan jika pemain bernomor punggung 18 itu sudah bisa tampil. Yang menarik adalah dengan bakal masuk line up-nya Harry Syahputra dan Ogochukwu Daniel. Kedua pemain ini kabarnya telah mendapatkan lampu hijau dari PT Liga Indonesia untuk merumput bersama Ayam Kinantan.

Meski demikian, pihak PSMS sebenarnya belum menerima berkas administrasi pengesahan dari PT LI. Kalau sehari sebelum laga itu digelar surat pengesahan itu belum juga sampai ke tangan PSMS, dipastikan kedua pemain itu bakal absen.
“Agen Daniel pagi tadi sudah mengurus administrasi Daniel ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa segera merumput. Sama halnya dengan Harry Syahputra, yang juga kita daftarkan,” kata Hendra DS Manajer PSMS.

Kehadiran kedua pemain ini memang cukup melegakan. Walaupun pada dasarnya PSMS masih mencari seorang gelandang dan striker tajam. Keberadaan Osas Saha di lini depan tampaknya masih jauh dari memuaskan. Di putaran kedua ini, PSMS harus lebih produktif agar mampu bersaing dengan kontestan lainnya di Divisi Utama Liga Indonesia.

Ban Kapten Pindah ke Lengan Affan Lubis

M Affan Lubis diprediksi menggantikan posisi Slamet Riyadi sebagai kapten PSMS. Ya, sebelumnya Affan hanya menjadi wakil kapten PSMS ketika Slamet Riyadi masih bersama PSMS.Pasca didepaknya Slamet Riyadi, posisi kapten tim memang sempat kosong. Dan menatap laga perdana di putaran kedua ini, Affan dianggap sosok yang tepat menggantikan Slamet Riyadi.

Affan memang termasuk salah satu pemain senior di PSMS musim ini. Selain Affan memang ada juga M Halim yang bertugas di bawah mistar. Namun pengalaman Affan sebagai kapten tim lebih banyak dari pada M Halim. Musim lalu, Affan juga pernah menjabat sebagai kapten tim PSMS. Jabatan itu cukup lama diembannya, sebelum digantikan oleh Esteban Gulien di paro musim.

Di klub sebelumnya, Semen Padang Affan juga lama menjabat kapten tim.
”Tidak ada yang beda, ketika saya dipercaya sebagai kapten atau tidak. Intinya kami harus tampil lepas dan tetap konsentrasi,” kata Affan.Pemain berusia 34 tahun itu juga dianggap mampu membimbing skuad saat bertanding.

Pertimbangan lainnya, Affan dinilai mampu mengontrol emosinya. Hal ini menjadi nilai lebih, karena sosok kapten tim merupakan pilar terdepan ketika berurusan dengan wasit. Jampi Hutauruk, pelatih kiper PSMS juga setuju kalau seandainya Affan yang dipilih menjadi kapten tim. “Kemungkinan kapten tim akan dijabat Affan, dia yang paling layak,” kata Jampi