DALAM beberapa kesempatan, isu membuang hampir setengah dari skuad yang ada saat ini ditanggapi dingin oleh sejumlah pengamat sepak bola di Medan. Beberapa mantan pemain PSMS juga menyayangkan apabila hal itu sampai terjadi.
Seorang pengamat yang angkat bicara adalah Amrustian, eks skuad PSMS di era tahun 1980-an yang kini berprofesi sebagai pelatih. Menurut pria yang sehari-hari mengikuti perkembangan PSMS saat ini di Stadion Kebun Bunga, langkah itu dianggap keliru. Dia mengatakan, skuad yang ada di PSMS saat ini sudah cukup baik dan telah membukukan prestasi dalam kategori yang cukup lumayan di putaran pertama. Hal itu dibuktikan dengan torehan hasil yang dikumpulkan.
Dari 10 laga, PSMS mampu meraih 13 angka dengan rincian, 3 kali menang, 4 imbang dan tiga kalah. Dan kekalahan itu lebih dikarenakan hal nonteknis.
“Ada faktor nonteknis yang membuat PSMS kalah dan seharusnya hal itu yang disikapi, bukannya malah membuang pemain. Pemain sudah cukup profesional dengan menerima segala keterbatasan di tim ini namun tetap bermain cukup baik,” ujarnya.
Keterbatasan itu menurut mantan pelatih Persidi Idi ini menyangkut berbagai hal, seperti ketiadaan bonus, fasilitas pendukung yang apa adanya, serta minimnya perhatian dari pengurus. “Tapi kita lihat sendiri, faktor yang seharusnya bisa melemahkan mental pemain itu, sama sekali tidak kita temukan di tim ini. Ya, dengan kemauan keras mereka tetap menunjukkan kemampuannya,” ungkap pemain PSMS era 80 an ini.
Amrustian menyayangkan, di saat pemain sudah membangun PSMS dari titik nol menjadi seperti sekarang, jerih payah mereka sama sekali tidak mendapatkan apresiasi. Nah, ketika akhirnya ada segenggam harapan dengan bakal cairnya dana hibah dari APBD Medan, malah pemain yang dari awal membangun klub ini akan dibuang.
“Jangan habis manis sepah dibuang-lah, mereka bangun tim ini dari saat gak punya dana, masa setelah punya dana, jasa mereka dilupakan. Sebaliknya yang menikmati APBD itu nantinya pemain yang tidak merasakan susahnya di PSMS sebelumnya, kan enggak adil,” ungkapnya.
Amrustian pun mengungkapkan, sebagai klub yang pernah membesarkannya, dia menilai, perhatian pengurus terhadap tim sangat minim. Kegagalan dan kesuksesan yang diraih tim tidak pernah mendapatkan apresiasi dari sosok-sosok yang ada dalam kepengurusan.
“Apalah salahnya ucapan selamat kalau tim memperoleh kemenangan untuk semakin memotivasi pemain dan sedikit teguran bersifat membangun kalau pemain sedang bermain buruk. Perhatian itu yang dibutuhkan pemain, ini malah sama sekali tidak ada, pemain enggak punya panutan selain pelatih,” sesalnya.
Sementara itu, mantan pemain PSMS lainnya, Muanda yang didampingi Sugeng Rahayu yang juga mantan penjaga gawang PSMS era 80-an mengungkapkan, hasil yang diperoleh PSMS ini merupakan hasil yang cukup signifikan untuk ukuran tim yang apa adanya. “Bayangkan, dari 10 pertandingan yang telah digelar dan, PSMS hanya tiga kali kalah, dan empat kali seri. Itu berarti, anak-anak masih bisa termotivasi walau dalam kondisi memprihatinkan. Namun, yang perlu disesali adalah minimnya perhatian yang diberikan pengurus dan manajemen,” bebernya.
Menurut Muanda, manajemen boleh saja menambah beberapa pemain yang berkualitas, tetapi skuad yang ada saat ini tetap dipertahankan. “Pengurus dan manajemen selalu mengingatkan pemain bersabar, namun saat sudah punya uang, jasa mereka kok dilupakan, inikan enggak benar,” timpal Sugeng
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Thursday, January 21, 2010
Penambahan Pemain PSMS Kejar Waktu
Persiapan PSMS menatap putaran kedua semakin digeber. Selain mempersiapkan program latihan teranyar, kubu Ayam Kinantan juga telah kedatangan beberapa pemain baru yang siap mengikuti seleksi masuk skuad. Terbaru, seorang legiun impor asal Brasil merapat. Dia adalah Ronnie van de Carvalho mantan pemain Persiba Balikpapan.
Menurut rencana, Ronnie akan bergabung bersama skuad sore ini untuk langsung dites kemampuannya. Sedangkan Harry Syahputra, dikabarkan akan merapat besok. Hal itu dituturkan oleh asisten manajer PSMS Benny Tomasoa kemarin.
Dijelaskan Benny, seluruh pemain yang bakal masuk untuk seleksi belum dapat dipastikan dikontrak. Kalau ternyata mereka menunjukkan performa menawan, barulah manajemen merapatkan kemungkinan menyodori pemain tersebut untuk dikontrak.
“Harry harusnya datang hari ini (kemarin) tetapi untuk persiapan ke Medan, dia memutuskan menundanya hingga hari Kamis (besok, Red), sekaligus latihan mempersiapkan diri,” kata Benny. “Hal yang sama juga dilakukan Ronnie. Dia akan segera bergabung untuk seleksi,” sambung pria berdarah Ambon itu.
Pada dasarnya, proses pemanggilan pemain untuk seleksi ini merupakan inisiatif dari tim manajemen. Pengurus tampaknya tak ada memperhatikan hal ini. Hal ini diambil karena masa jeda putaran pertama akan segera berakhir. Untuk itu, proses pencarian pemain baru harus lebih dimantafkan agar tak terburu menyusun skuad baru.
“Kita lihat waktu kan agak mepet, kalau tidak sekarang kita mulai, kapan lagi, lagipula beberapa pemain lainnya rencananya akan kita datangkan, jadi memang butuh waktu yang cukup banyak,” beber Benny.
Proses pemanggilan pemain untuk ikut seleksi di PSMS ini, tampaknya akan terus dilakukan. Target utama adalah pemain yang sedang tak terikat dengan klub manapun. Dan yang paling utama, pemain yang bakal berkostum Kinantan harus paham akan kondisi keuangan PSMS yang tengah carut marut.
Untuk urusan satu itu, manajemen sudah terlebih dulu melobi kepada pemain yang akan bergabung. Termasuk, Harry dan Ronnie tadi. Khusus Ronnie, dijelaskan Sekretaris Tim Fityan Handy yang langsung berhubungan dengan Ronnie via sambungan telepon kemarin, menjelaskan bahwa Ronnie mengaku tak mempersoalkan urusan keuangan. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan kesempatan berlaga.
“Saat ini Ronnie sedang tak ada klub. Saat saya hubungi, dia bilang tak mempersoalkan besaran nilai kontrak. Yang terpenting, dia sangat ingin bergabung bersama PSMS yang menurutnya punya nama besar,” kata Fityan.
Menurut rencana, Ronnie akan bergabung bersama skuad sore ini untuk langsung dites kemampuannya. Sedangkan Harry Syahputra, dikabarkan akan merapat besok. Hal itu dituturkan oleh asisten manajer PSMS Benny Tomasoa kemarin.
Dijelaskan Benny, seluruh pemain yang bakal masuk untuk seleksi belum dapat dipastikan dikontrak. Kalau ternyata mereka menunjukkan performa menawan, barulah manajemen merapatkan kemungkinan menyodori pemain tersebut untuk dikontrak.
“Harry harusnya datang hari ini (kemarin) tetapi untuk persiapan ke Medan, dia memutuskan menundanya hingga hari Kamis (besok, Red), sekaligus latihan mempersiapkan diri,” kata Benny. “Hal yang sama juga dilakukan Ronnie. Dia akan segera bergabung untuk seleksi,” sambung pria berdarah Ambon itu.
Pada dasarnya, proses pemanggilan pemain untuk seleksi ini merupakan inisiatif dari tim manajemen. Pengurus tampaknya tak ada memperhatikan hal ini. Hal ini diambil karena masa jeda putaran pertama akan segera berakhir. Untuk itu, proses pencarian pemain baru harus lebih dimantafkan agar tak terburu menyusun skuad baru.
“Kita lihat waktu kan agak mepet, kalau tidak sekarang kita mulai, kapan lagi, lagipula beberapa pemain lainnya rencananya akan kita datangkan, jadi memang butuh waktu yang cukup banyak,” beber Benny.
Proses pemanggilan pemain untuk ikut seleksi di PSMS ini, tampaknya akan terus dilakukan. Target utama adalah pemain yang sedang tak terikat dengan klub manapun. Dan yang paling utama, pemain yang bakal berkostum Kinantan harus paham akan kondisi keuangan PSMS yang tengah carut marut.
Untuk urusan satu itu, manajemen sudah terlebih dulu melobi kepada pemain yang akan bergabung. Termasuk, Harry dan Ronnie tadi. Khusus Ronnie, dijelaskan Sekretaris Tim Fityan Handy yang langsung berhubungan dengan Ronnie via sambungan telepon kemarin, menjelaskan bahwa Ronnie mengaku tak mempersoalkan urusan keuangan. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan kesempatan berlaga.
“Saat ini Ronnie sedang tak ada klub. Saat saya hubungi, dia bilang tak mempersoalkan besaran nilai kontrak. Yang terpenting, dia sangat ingin bergabung bersama PSMS yang menurutnya punya nama besar,” kata Fityan.
Wednesday, January 20, 2010
Jangan hanya Wacana
Manajemen PSMS Medan harus berani mencoret pemainnya termasuk pemain asingnya yang dianggap kurang produktif dalam membawa kemenangan bagi Ayam Kinantan menjelang putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia mendatang.
"Kami menilai kontribusi beberapa pemain lokal termasuk dua pemain asing, Osas Saha dan Nyeck Nyobe, kurang maksimal. Tercatat, selama putaran pertama PSMS minus dalam memasukkan gol dibandingkan kemasukannya.," kata penggemar PSMS Muhammad Arif SE, di Medan, Selasa.
Ia mengatakan, manajemen harus segera memberikan keputusannya demi kelangsungan PSMS menggapai targetnya lolos ke Liga Super Indonesia. "Pencoretan pemain merupakan hak manajemen, apalagi sebelum dilakukan penandatanganan kontrak ada kesepakatan awal jika tidak memberikan kontribusi maksimal," ujarnya.
Dikatakan, di putaran pertama PSMS gagal memenuhi targetnya mencapai nilai 18. Ini saja satu bukti produktivitas para pemain yang terasa sulit mencetak gol,” kata Arif.
Arif mengakui, awalnya manajemen pasti berharap dua pemain asingnya akan mencetak gol di setiap laga. Hanya saja, Osas Saha yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang itu kurang ganas dan minim menyumbangkan gol.
Sebagai gantinya, PSMS harus mendatangkan pemain asing yang lebih produktif. Begitu juga dengan pemain lokal. "Dimungkinkan PSMS merekrut lima atau enam pemain lokal dan satu pemain asing. Yang jelas, penambahan pemain lokal ini disesuaikan kebutuhan," ujarnya.
Menurut Manajer PSMS Drs Hendra DS, semua rencana pergantian dan perekrutan pemain maupun pelatih tergantung dari hasil evaluasi yang akan dilakukan Sabtu (23/1) mendatang
"Kami menilai kontribusi beberapa pemain lokal termasuk dua pemain asing, Osas Saha dan Nyeck Nyobe, kurang maksimal. Tercatat, selama putaran pertama PSMS minus dalam memasukkan gol dibandingkan kemasukannya.," kata penggemar PSMS Muhammad Arif SE, di Medan, Selasa.
Ia mengatakan, manajemen harus segera memberikan keputusannya demi kelangsungan PSMS menggapai targetnya lolos ke Liga Super Indonesia. "Pencoretan pemain merupakan hak manajemen, apalagi sebelum dilakukan penandatanganan kontrak ada kesepakatan awal jika tidak memberikan kontribusi maksimal," ujarnya.
Dikatakan, di putaran pertama PSMS gagal memenuhi targetnya mencapai nilai 18. Ini saja satu bukti produktivitas para pemain yang terasa sulit mencetak gol,” kata Arif.
Arif mengakui, awalnya manajemen pasti berharap dua pemain asingnya akan mencetak gol di setiap laga. Hanya saja, Osas Saha yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang itu kurang ganas dan minim menyumbangkan gol.
Sebagai gantinya, PSMS harus mendatangkan pemain asing yang lebih produktif. Begitu juga dengan pemain lokal. "Dimungkinkan PSMS merekrut lima atau enam pemain lokal dan satu pemain asing. Yang jelas, penambahan pemain lokal ini disesuaikan kebutuhan," ujarnya.
Menurut Manajer PSMS Drs Hendra DS, semua rencana pergantian dan perekrutan pemain maupun pelatih tergantung dari hasil evaluasi yang akan dilakukan Sabtu (23/1) mendatang
Tuesday, January 19, 2010
Saha Barter Benson
Manajemen PSMS mendapatkan tawaran menarik dari kubu Persiraja untuk saling tukar atau barter legiun asing. Persiraja mengajukan tawaran untuk membarter striker asing PSMS Osas Marvelous Saha dengan gelandang serang impor Persiraja, Esaiah Pello Benson asal Liberia.
Hal itu dikatakan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa saat memantau latihan perdana skuad PSMS saat libur paroh musim, Senin (18/1) di Stadion Kebun Bunga. “Manajemen Persiraja menghubungi saya untuk kemungkinan barter pemain. Mereka minta Osas Saha. Sebagai gantinya, kita diberikan Esaiah Pello Benson,” kata Benny.
Belum ada tindakan lebih lanjut akan kemungkinan itu. Pasalnya, manajemen saat ini masih menanti rapat evaluasi antara manajemen tim dan pengurus, yang sedianya akan digelar 23 Januari mendatang.
Mendapatkan tawaran itu, arsitek tim Suimin Diharja tampaknya tertarik. Saat ini, tim asuhannya memang sedang membutuhkan satu gelandang serang yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Terlebih hingga kini PSMS tak punya gelandang impor.
“Kalau memungkinkan, saya setuju barter itu dilakukan. Kebetulan kita butuh pemain asing di lini tengah. Benson termasuk satu pemain yang saya sudah tahu betul kualitasnya,” bilang Suimin.
Masalahnya, PSMS juga harus mendatangkan pemain anyar di lini depan kalau seandainya hal itu terjadi. Ya, sepanjang melakoni laga di putaran pertama, masalah sejati Ayam Kinantan adalah tumpulnya lini depan. Sialnya, acapkali PSMS mendapatkan peluang bagus di areal kotak penalti lawan. Namun jarang sekali peluang itu menjadi gol. “Kalau barter itu jadi, tentu saja kita harus mencari striker yang haus gol,” lanjut Suimin.
Masalahnya, hingga kini manajemen belum menemukan satu pemain pun yang siap diplot mengisi lini depan. Malah yang datang adalah pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Kemarin, seorang pemain bernama Alit Awaluddin yang sempat masuk skuad Persija U-21 merapat.
Pemain satu ini mengaku biasa bermain untuk posisi bek kiri, bek kanan dan stoper. Di samping itu, manajemen juga telah mengumumkan akan menseleksi dua pemain yang juga berposisi sebagai bek. Yakni Harry Syahputra dan Defi Ariandi.
“Sampai saat ini kita baru bisa menghubungi pemain yang kebetulan pemain belakang. Pada dasarnya ada beberapa pemain lagi yang mau tes seleksi, termasuk pemain asing. Tapi kami belum berani panggil, karena nasib kami juga belum tahu,” pungkas Benny.
Sementara itu, kabar akan masa depan Nyeck Nyobe di PSMS juga masih belum begitu jelas. Pada latihan perdana yang mulai digeber kemarin, Nyeck tak tampak ikuti latihan. Pemain asing asal Kamerun itu dikatakan manajemen tengah izin ke kedutaan besar Kamerun di Malaysia untuk mengurus perpanjangan visa-nya.
“Nyeck tadi telepon saya izin masih mengurus visa. Sebenarnya sudah beres, namun dia tak mendapatkan pesawat ke Medan, jadi minta waktu. Selain Nyeck, Faisal Azmi juga izin menjenguk keluarganya di Pekan Baru. Dalam waktu dekat, kedua pemain itu harus sudah ikut latihan bersama tim,” kata Suimin
Hal itu dikatakan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa saat memantau latihan perdana skuad PSMS saat libur paroh musim, Senin (18/1) di Stadion Kebun Bunga. “Manajemen Persiraja menghubungi saya untuk kemungkinan barter pemain. Mereka minta Osas Saha. Sebagai gantinya, kita diberikan Esaiah Pello Benson,” kata Benny.
Belum ada tindakan lebih lanjut akan kemungkinan itu. Pasalnya, manajemen saat ini masih menanti rapat evaluasi antara manajemen tim dan pengurus, yang sedianya akan digelar 23 Januari mendatang.
Mendapatkan tawaran itu, arsitek tim Suimin Diharja tampaknya tertarik. Saat ini, tim asuhannya memang sedang membutuhkan satu gelandang serang yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Terlebih hingga kini PSMS tak punya gelandang impor.
“Kalau memungkinkan, saya setuju barter itu dilakukan. Kebetulan kita butuh pemain asing di lini tengah. Benson termasuk satu pemain yang saya sudah tahu betul kualitasnya,” bilang Suimin.
Masalahnya, PSMS juga harus mendatangkan pemain anyar di lini depan kalau seandainya hal itu terjadi. Ya, sepanjang melakoni laga di putaran pertama, masalah sejati Ayam Kinantan adalah tumpulnya lini depan. Sialnya, acapkali PSMS mendapatkan peluang bagus di areal kotak penalti lawan. Namun jarang sekali peluang itu menjadi gol. “Kalau barter itu jadi, tentu saja kita harus mencari striker yang haus gol,” lanjut Suimin.
Masalahnya, hingga kini manajemen belum menemukan satu pemain pun yang siap diplot mengisi lini depan. Malah yang datang adalah pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Kemarin, seorang pemain bernama Alit Awaluddin yang sempat masuk skuad Persija U-21 merapat.
Pemain satu ini mengaku biasa bermain untuk posisi bek kiri, bek kanan dan stoper. Di samping itu, manajemen juga telah mengumumkan akan menseleksi dua pemain yang juga berposisi sebagai bek. Yakni Harry Syahputra dan Defi Ariandi.
“Sampai saat ini kita baru bisa menghubungi pemain yang kebetulan pemain belakang. Pada dasarnya ada beberapa pemain lagi yang mau tes seleksi, termasuk pemain asing. Tapi kami belum berani panggil, karena nasib kami juga belum tahu,” pungkas Benny.
Sementara itu, kabar akan masa depan Nyeck Nyobe di PSMS juga masih belum begitu jelas. Pada latihan perdana yang mulai digeber kemarin, Nyeck tak tampak ikuti latihan. Pemain asing asal Kamerun itu dikatakan manajemen tengah izin ke kedutaan besar Kamerun di Malaysia untuk mengurus perpanjangan visa-nya.
“Nyeck tadi telepon saya izin masih mengurus visa. Sebenarnya sudah beres, namun dia tak mendapatkan pesawat ke Medan, jadi minta waktu. Selain Nyeck, Faisal Azmi juga izin menjenguk keluarganya di Pekan Baru. Dalam waktu dekat, kedua pemain itu harus sudah ikut latihan bersama tim,” kata Suimin
Putaran Kedua Digeber 29 Januari
Senin (18/1) pagi, sebuah fax dari PT Liga Indonesia masuk ke sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga. Isi fax itu tak lain mengenai pemberitahuan jadwal kick off putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia. Dalam fax itu, kompetisi akan kembali digelar pada 29 Januari.
Menariknya, fax yang menyatakan akan waktu diputarnya putaran kedua kompetisi, tak disertai oleh jadwal putaran kedua. PT LI menyatakan akan segera mengumumkan jadwal dalam waktu dekat ini.
Ada lima poin yang tercantum pada fax yang dikirimkan PT LI kemarin. Antara lain adalah waktu pendaftaran pemain putaran kedua yang sudah bisa dilakukan mulai 18 Januari, dan akan berakhir pada 12 Februari mendatang.
Selain itu, PT LI juga menyatakan memperbolehkan melakukan penambahan pemain, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tak melewati kuota 30 pemain untuk masing-masing klub. Terakhir, PT LI juga mengimbau akan menggelar evaluasi pelaksanaan kompetisi pada putaran pertama pada 26 Januari mendatang.
Menyikapi mepetnya waktu persiapan, Suimin Diharja pun menggeber latihan dengan program anyar. Program mingguan sudah tercatat dengan seksama dan sudah diumumkan kepada pemain. Dalam program itu, Suimin mengacu pada perkiraan lawan yang bakal dihadapi pertama kali. Dalam amatannya selama ini, biasanya usai jeda putaran pertama, lawan yang dihadapi adalah tim yang terakhir ditantang. Artinya, kemungkinan PSMS akan melawat ke markas Semen Padang.
“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan singkat, padat dan bermutu. Acuan sementara adalah lawan Semen Padang,” terang Suimin.
Hal-hal utama yang dianggap menjadi batu sandungan di putaran pertama, menjadi perhatian utama. Yang paling menyulitkan Suimin adalah minimnya skuad. Sehingga setiap akan menyusun line up, pelatih 58 tahun itu kerap kesulitan menentukan the winning team, karena bisa saja pemain sedang cedera, akumulasi atau berada dalam kondisi yang tak bugar.
Untuk urusan satu ini, Suimin berharap diadakannya penambahan skuad untuk menatap putaran kedua nanti. “Saya harap ada penambahan pemain. Idealnya, kita punya 25 pemain termasuk tiga penjaga gawang. Jadi saya punya banyak pilihan untuk menentukan winning team ketika akan melakoni pertandingan,” pungkasnya.
Menariknya, fax yang menyatakan akan waktu diputarnya putaran kedua kompetisi, tak disertai oleh jadwal putaran kedua. PT LI menyatakan akan segera mengumumkan jadwal dalam waktu dekat ini.
Ada lima poin yang tercantum pada fax yang dikirimkan PT LI kemarin. Antara lain adalah waktu pendaftaran pemain putaran kedua yang sudah bisa dilakukan mulai 18 Januari, dan akan berakhir pada 12 Februari mendatang.
Selain itu, PT LI juga menyatakan memperbolehkan melakukan penambahan pemain, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tak melewati kuota 30 pemain untuk masing-masing klub. Terakhir, PT LI juga mengimbau akan menggelar evaluasi pelaksanaan kompetisi pada putaran pertama pada 26 Januari mendatang.
Menyikapi mepetnya waktu persiapan, Suimin Diharja pun menggeber latihan dengan program anyar. Program mingguan sudah tercatat dengan seksama dan sudah diumumkan kepada pemain. Dalam program itu, Suimin mengacu pada perkiraan lawan yang bakal dihadapi pertama kali. Dalam amatannya selama ini, biasanya usai jeda putaran pertama, lawan yang dihadapi adalah tim yang terakhir ditantang. Artinya, kemungkinan PSMS akan melawat ke markas Semen Padang.
“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan singkat, padat dan bermutu. Acuan sementara adalah lawan Semen Padang,” terang Suimin.
Hal-hal utama yang dianggap menjadi batu sandungan di putaran pertama, menjadi perhatian utama. Yang paling menyulitkan Suimin adalah minimnya skuad. Sehingga setiap akan menyusun line up, pelatih 58 tahun itu kerap kesulitan menentukan the winning team, karena bisa saja pemain sedang cedera, akumulasi atau berada dalam kondisi yang tak bugar.
Untuk urusan satu ini, Suimin berharap diadakannya penambahan skuad untuk menatap putaran kedua nanti. “Saya harap ada penambahan pemain. Idealnya, kita punya 25 pemain termasuk tiga penjaga gawang. Jadi saya punya banyak pilihan untuk menentukan winning team ketika akan melakoni pertandingan,” pungkasnya.
Rachmat Yes, Arema No
Lini depan PSMS masih terus mendapatkan sorotan karena minim ketajamannya. Hal itu dibuktikan di klasemen sementara dengan torehan delapan gol dan kebobolan 11 gol. Keberadaan satu legiun impor asal Nigeria Osas Saha juga tak mampu menutupi lemahnya lini depan. Untuk itu, menatap putaran kedua nanti, manajemen pun lebih fokus untuk mencari pemain depan berkualitas. Selain berharap mendapatkan seorang lagi pemain depan berlabel impor, manajemen juga tak menutup kemungkinan mendatangkan pemain lokal.
Dari beberapa pemain yang digodok nama Rachmat Affandi- striker Arema Malang mencuat. Pemain berusia 25 tahun yang musim lalu berkostum PSMS itu bahkan menyatakan ketertarikannya kembali merumput bersama PSMS. Walaupun saat ini PSMS bermain di kasta kompetisi kedua, namun Fandi-panggilan akrabnya tak mempersoalkan karena dia lebih butuh tambahan jam terbang.
Ya, selama di Arema, Fandi lebih sering duduk di bangku cadangan. Padahal ketika pemain yang dibesarkan Pelita Jaya itu diberikan kesempatan, tak jarang dia main bagus. Satu gol telah dikemasnya bersama Arema dengan statusnya sebagai pemain pelapis. Namun manajemen PSMS lewat asisten manejer Benny Tomasoa yang mengaku telah melobi Fandi ke manajemen Arema, mendapatkan pil pahit karena Fandi dinyatakan tak untuk dijual. Benny awalnya menanyakan hal itu kepada asisten pelatih Arema asal Medan, Liestiadi. Liestiadi lantas menanyakan akan hal itu ke manajemen Arema, dan didapatlah kepastian bahwa pemain yang biasa memakai nomor kostum 16 itu tak dijual.
“Rachmat Affandi kabarnya tak dijual. Secara pribadi, saya ingin mengajukan pemain ini kepada pelatih. Kita lihat saja kabarnya nanti,” kata Benny. Fandi sendiri ketika dihubungi Sumut Pos baru-baru ini menyatakan tertarik membela PSMS. “Itu tergantung manajemen. Saya betah di Arema, tapi tak menutup kemungkinan saya kembali ke PSMS,” kata Fandi.
Dari beberapa pemain yang digodok nama Rachmat Affandi- striker Arema Malang mencuat. Pemain berusia 25 tahun yang musim lalu berkostum PSMS itu bahkan menyatakan ketertarikannya kembali merumput bersama PSMS. Walaupun saat ini PSMS bermain di kasta kompetisi kedua, namun Fandi-panggilan akrabnya tak mempersoalkan karena dia lebih butuh tambahan jam terbang.
Ya, selama di Arema, Fandi lebih sering duduk di bangku cadangan. Padahal ketika pemain yang dibesarkan Pelita Jaya itu diberikan kesempatan, tak jarang dia main bagus. Satu gol telah dikemasnya bersama Arema dengan statusnya sebagai pemain pelapis. Namun manajemen PSMS lewat asisten manejer Benny Tomasoa yang mengaku telah melobi Fandi ke manajemen Arema, mendapatkan pil pahit karena Fandi dinyatakan tak untuk dijual. Benny awalnya menanyakan hal itu kepada asisten pelatih Arema asal Medan, Liestiadi. Liestiadi lantas menanyakan akan hal itu ke manajemen Arema, dan didapatlah kepastian bahwa pemain yang biasa memakai nomor kostum 16 itu tak dijual.
“Rachmat Affandi kabarnya tak dijual. Secara pribadi, saya ingin mengajukan pemain ini kepada pelatih. Kita lihat saja kabarnya nanti,” kata Benny. Fandi sendiri ketika dihubungi Sumut Pos baru-baru ini menyatakan tertarik membela PSMS. “Itu tergantung manajemen. Saya betah di Arema, tapi tak menutup kemungkinan saya kembali ke PSMS,” kata Fandi.
Monday, January 18, 2010
Gelar Seleksi
Sadar dengan kekurangan kualitas pemain yang dimiliki, PSMS akan melakukan satu langkah taktis. Ya, manajemen PSMS memutuskan untuk mencari pemain baru guna menambal kekurangan tersebut. Dan, langkah yang dipakai adalah seleksi pemain.
Seleksi pemain yang dimaksud manajemen adalah seleksi secara tertutup. Dengan kata lain, tidak seperti seleksi awal pembentukan tim yang digelar beberapa waktu lalu. Jadi, beberapa pemain yang dilirik manajemen, akan dipanggil dan mengikuti seleksi tertutup ini.
Nah, hari ini, rencananya dua pemain akan diseleksi oleh tim pelatih PSMS. Kedua pemain itu adalah Harry Syahputra – yang berposisi sebagai bek – dan Defi Ariandi, mantan pemain Persikad Depok yang berposisi sebagai gelandang.
Hal itu dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Minggu (17/1). Menurut Benny, perekrutan pemain baru sudah cukup mendesak. Selain demi kebutuhan tim agar lebih berkualitas, PSMS juga dikejar-kejar deadline dari PT Liga Indonesia.
Dikejar waktu karena putaran kedua dipastikan akan bergulir pada 8 Februari mendatang. Di masa tenggang inilah, peserta Divisi Utama mendapatkan waktu untuk mendatangkan pemain baru.
“Kalau tak ada halangan, kita akan segera seleksi dua pemain. Harry Syahputra dan Defi Ariandi. Kalau pelatih setuju merekrut kedua pemain tadi, pembicaraan selanjutnya akan segera dilakukan,” kata Benny.
Hal ini juga akan segera dikoordinasikan kepada jajaran pelatih. Ya, karena keputusan merekrut pemain memang idealnya ditangan pelatih karena dialah yang paham akan kebutuhan timnya.
Dan, seleksi itu dilakukan tertutup karena manajemen tak ingin program latihan terganggu dengan agenda seleksi.
“Seleksi kita buat tertutup saja. Karena kita tak ingin program latihan skuad terganggu. Jadi sifatnya, kita cari pemain, kita hubungi dan kita wajibkan seleksi,” lanjut Benny.
Menurut arsitek tim Suimin Diharja, tim yang diasuhnya kini sangat membutuhkan seorang striker yang haus gol dan palang pintu andal. Di lini tengah, Suimin juga butuh seorang pengatur serangan yang punya visi tajam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Namun sejauh ini, yang coba didatangkan manajemen, baru pemain yang bertugas di sektor belakang. Kedua pemain tadi, Harry dan Defi memang lebih punya karakter kuat menjaga pertahanan. Termasuk Defi yang menurut Benny bisa main sebagai gelandang bertahan, bek kanan, dan bek kiri.
“Sejauh ini baru dua pemain yang bisa kita tawarkan. Karena kami juga belum mendapatkan kejelasan soal perekrutan pemain,” tambah Benny. Ya, urusan soal kontrak pemain baru dan evaluasi seluruh tim setelah melewati putaran pertama baru akan dilakukan pada 23 Januari nanti.
Terkait kontrak dua pemain seleksi tadi, Benny juga menyatakan bahwa keduanya siap menerima kontrak yang nilainya tidak besar. Kabarnya, Harry rela dibayar Rp150 juta untuk setengah kompetisi. Khusus Harri, PSMS memang tampaknya harus segera melakukan kontrak kalau memang membutuhkan pemain belakang. Pasalnya, Harry dikabarkan juga tengah diincar Persikab Bandung.
“Setelah kami berembuk dengan tim manajer, kami putuskan untuk memanggil Harry untuk dilihat kemampuannya. Pasalnya dia juga tengah diburu Persikab Bandung karena kualitasnya memang telah diketahui, karena sempat main di Timnas masa Ivan Kolev,” pungkas Benny
Seleksi pemain yang dimaksud manajemen adalah seleksi secara tertutup. Dengan kata lain, tidak seperti seleksi awal pembentukan tim yang digelar beberapa waktu lalu. Jadi, beberapa pemain yang dilirik manajemen, akan dipanggil dan mengikuti seleksi tertutup ini.
Nah, hari ini, rencananya dua pemain akan diseleksi oleh tim pelatih PSMS. Kedua pemain itu adalah Harry Syahputra – yang berposisi sebagai bek – dan Defi Ariandi, mantan pemain Persikad Depok yang berposisi sebagai gelandang.
Hal itu dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Minggu (17/1). Menurut Benny, perekrutan pemain baru sudah cukup mendesak. Selain demi kebutuhan tim agar lebih berkualitas, PSMS juga dikejar-kejar deadline dari PT Liga Indonesia.
Dikejar waktu karena putaran kedua dipastikan akan bergulir pada 8 Februari mendatang. Di masa tenggang inilah, peserta Divisi Utama mendapatkan waktu untuk mendatangkan pemain baru.
“Kalau tak ada halangan, kita akan segera seleksi dua pemain. Harry Syahputra dan Defi Ariandi. Kalau pelatih setuju merekrut kedua pemain tadi, pembicaraan selanjutnya akan segera dilakukan,” kata Benny.
Hal ini juga akan segera dikoordinasikan kepada jajaran pelatih. Ya, karena keputusan merekrut pemain memang idealnya ditangan pelatih karena dialah yang paham akan kebutuhan timnya.
Dan, seleksi itu dilakukan tertutup karena manajemen tak ingin program latihan terganggu dengan agenda seleksi.
“Seleksi kita buat tertutup saja. Karena kita tak ingin program latihan skuad terganggu. Jadi sifatnya, kita cari pemain, kita hubungi dan kita wajibkan seleksi,” lanjut Benny.
Menurut arsitek tim Suimin Diharja, tim yang diasuhnya kini sangat membutuhkan seorang striker yang haus gol dan palang pintu andal. Di lini tengah, Suimin juga butuh seorang pengatur serangan yang punya visi tajam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Namun sejauh ini, yang coba didatangkan manajemen, baru pemain yang bertugas di sektor belakang. Kedua pemain tadi, Harry dan Defi memang lebih punya karakter kuat menjaga pertahanan. Termasuk Defi yang menurut Benny bisa main sebagai gelandang bertahan, bek kanan, dan bek kiri.
“Sejauh ini baru dua pemain yang bisa kita tawarkan. Karena kami juga belum mendapatkan kejelasan soal perekrutan pemain,” tambah Benny. Ya, urusan soal kontrak pemain baru dan evaluasi seluruh tim setelah melewati putaran pertama baru akan dilakukan pada 23 Januari nanti.
Terkait kontrak dua pemain seleksi tadi, Benny juga menyatakan bahwa keduanya siap menerima kontrak yang nilainya tidak besar. Kabarnya, Harry rela dibayar Rp150 juta untuk setengah kompetisi. Khusus Harri, PSMS memang tampaknya harus segera melakukan kontrak kalau memang membutuhkan pemain belakang. Pasalnya, Harry dikabarkan juga tengah diincar Persikab Bandung.
“Setelah kami berembuk dengan tim manajer, kami putuskan untuk memanggil Harry untuk dilihat kemampuannya. Pasalnya dia juga tengah diburu Persikab Bandung karena kualitasnya memang telah diketahui, karena sempat main di Timnas masa Ivan Kolev,” pungkas Benny
Kembali berlatih
Skuad PSMS akan kembali melakoni latihan, hari ini di Stadion Kebun Bunga. Meski belum ada mengenai kejelasan nasib seluruh perangkat tim, namun sikap profesional akan terus dijunjung.
“Libur satu pekan saya rasa cukuplah untuk mengembalikan semangat, dan menghilangkan kejenuhan pemain. Senin ini harus sudah latihan lagi, agar kondisi kebugaran tetap terjaga,” kata Suimin Diharja arsitek tim kemarin.
Usai melakoni kompetisi di putaran pertama dengan lawan terakhir Semen Padang lalu, memang skuad PSMS diliburkan selama satu pekan. Tak ada aktivitas sama sekali di Stadion Kebun Bunga.
Namun sejak hari ini, Stadion Kebun Bunga dipastikan akan kembali bergelora. Walaupun pada hati masing-masing perangkat tim masih bertanya-tanya apakah akan dipertahankan masuk skuad dalam menyongsong putaran kedua nanti.
Menurut Suimin, yang nasibnya juga masih belum jelas, sepanjang dia masih dipercaya dan belum ada kepastian akan kontraknya di PSMS, dia akan tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Bahkan kalau seandainya Suimin harus didepak, dia siap asalkan alasan pemecatannya itu untuk kebaikan tim. Sejauh ini memang beredar rumor tak mengenakkan akan dia dan beberapa perangkat tim, yang kabarnya hendak didepak dari PSMS karena kerap merecoki keuangan PSMS.
“Kalau saya harus angkat kaki dari tim ini, saya ikhlas. Asalkan itu demi kebaikan tim. Kalau untuk alasan lain, saya tak terima. Karena niat saya adalah mencoba mengembalikan nama besar PSMS di kancah sepak bola nasional,” koar pelatih 58 tahun itu.
Sementara, kabar tak sedap mengenai rencana perombakan manajemen dan skuad, Suimin enggan mengomentari lebih jauh.
“Anak-anak harus konsentrasi sepanjang belum ada kejelasan hitam di atas putih akan nasib mereka di tim ini. Begitu juga dengan saya. Latihan harus tetap berjalan normal,” pungkas Suimin
“Libur satu pekan saya rasa cukuplah untuk mengembalikan semangat, dan menghilangkan kejenuhan pemain. Senin ini harus sudah latihan lagi, agar kondisi kebugaran tetap terjaga,” kata Suimin Diharja arsitek tim kemarin.
Usai melakoni kompetisi di putaran pertama dengan lawan terakhir Semen Padang lalu, memang skuad PSMS diliburkan selama satu pekan. Tak ada aktivitas sama sekali di Stadion Kebun Bunga.
Namun sejak hari ini, Stadion Kebun Bunga dipastikan akan kembali bergelora. Walaupun pada hati masing-masing perangkat tim masih bertanya-tanya apakah akan dipertahankan masuk skuad dalam menyongsong putaran kedua nanti.
Menurut Suimin, yang nasibnya juga masih belum jelas, sepanjang dia masih dipercaya dan belum ada kepastian akan kontraknya di PSMS, dia akan tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Bahkan kalau seandainya Suimin harus didepak, dia siap asalkan alasan pemecatannya itu untuk kebaikan tim. Sejauh ini memang beredar rumor tak mengenakkan akan dia dan beberapa perangkat tim, yang kabarnya hendak didepak dari PSMS karena kerap merecoki keuangan PSMS.
“Kalau saya harus angkat kaki dari tim ini, saya ikhlas. Asalkan itu demi kebaikan tim. Kalau untuk alasan lain, saya tak terima. Karena niat saya adalah mencoba mengembalikan nama besar PSMS di kancah sepak bola nasional,” koar pelatih 58 tahun itu.
Sementara, kabar tak sedap mengenai rencana perombakan manajemen dan skuad, Suimin enggan mengomentari lebih jauh.
“Anak-anak harus konsentrasi sepanjang belum ada kejelasan hitam di atas putih akan nasib mereka di tim ini. Begitu juga dengan saya. Latihan harus tetap berjalan normal,” pungkas Suimin
Niat untuk merobak team hanya sebatas "wacana"
Niat PSMS untuk memburu pemain baru, tampaknya harus berpacu dengan waktu. Pasalnya, putaran kedua dipastikan akan diputar kembali pada 8 Februari mendatang. Lewat masa itu, maka transfer pemain akan ditutup.
Nah, masalahnya adalah hingga saat ini PSMS belum melakukan pembenahan apapun. Dengan kata lain, Ayam Kinantan masih jalan di tempat. Pasalnya, pengurus dan manajemen malah baru akan menggelar rapat evaluasi pada 23 Januari mendatang.
Dijelaskan asisten manajer Benny Tomasoa, pihak manajemen sejauh ini belum berani melakukan pendekatan lebih kepada pemain yang sudah menjadi target. Alasan utama adalah karena belum jelasnya titah pengurus.
Parahnya, kabar mengenai akan digusurnya beberapa orang di manajemen hingga jajaran kepelatihan masih saja terdengar. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar di kubu manajemen.
“Kami belum tahu bagaimana nasib kami ke depannya. Maka itu kami pun belum berani memberikan kepastian kepada pemain yang awalnya sudah dihubungi untuk gabung bersama PSMS,” kata Benny.
Intinya, saat ini PSMS harus lebih gesit lagi mengurus persiapan PSMS dalam menatap putaran kedua nanti. Kerja ekstra keras wajib digalakkan kalau ingin memberikan hasil terbaik bagi seluruh pecinta PSMS di kota ini.
“Saya sudah hubungi PT LI, dikabarkan bahwa jadwal putaran kedua akan segera dikeluarkan. Menurut PT LI, pada 8 Februari mendatang kompetesi akan segera diputar kembali,” lanjut Benny.
Kurang begitu jelas apa yang akan dilakukan pengurus PSMS. Buktinya hingga saat ini belum ada kepastian rencana menatap putaran kedua. Meski belum ada kepastian, seluruh skuad PSMS masih akan tetap melakukan latihan rutin yang akan kembali digelar Senin ini.
Suimin Diharja arsitek tim menegaskan hal itu. “Kita kesempatan libur satu pekan kepada seluruh skuad. Setelah itu kami akan tetap melakukan latihan rutin. Sepanjang masa libur itu, kami jajaran pelatih akan menyiapkan evaluasi selama putaran pertama,” kata Suimin.
Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga performa pemain menatap putaran kedua. Apalagi Suimin menilai, performa anak asuhannya menunjukkan perkembangan yang pesat. “Kita tidak ingin penampilan anak-anak menurun, karena di putaran kedua nanti, kita harapkan hasil yang maksimal sesuai target bisa ke Liga Super musim depan,” ungkap ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.
Di samping itu, Osas Saha legiun impor PSMS yang dikabarkan akan hengkang pada putaran kedua nanti menyatakan sikapnya untuk tetap bertahan di klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Dihubungi kemarin, Saha menyatakan dia akan tetap menghargai kontraknya bersama PSMS. “Benar, ada klub yang menyatakan tertarik merekrut saya. Namun, saya pastikan akan tetap di PSMS, karena saya menghormati kontrak,” tutur pemain asal Nigeria itu
Nah, masalahnya adalah hingga saat ini PSMS belum melakukan pembenahan apapun. Dengan kata lain, Ayam Kinantan masih jalan di tempat. Pasalnya, pengurus dan manajemen malah baru akan menggelar rapat evaluasi pada 23 Januari mendatang.
Dijelaskan asisten manajer Benny Tomasoa, pihak manajemen sejauh ini belum berani melakukan pendekatan lebih kepada pemain yang sudah menjadi target. Alasan utama adalah karena belum jelasnya titah pengurus.
Parahnya, kabar mengenai akan digusurnya beberapa orang di manajemen hingga jajaran kepelatihan masih saja terdengar. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar di kubu manajemen.
“Kami belum tahu bagaimana nasib kami ke depannya. Maka itu kami pun belum berani memberikan kepastian kepada pemain yang awalnya sudah dihubungi untuk gabung bersama PSMS,” kata Benny.
Intinya, saat ini PSMS harus lebih gesit lagi mengurus persiapan PSMS dalam menatap putaran kedua nanti. Kerja ekstra keras wajib digalakkan kalau ingin memberikan hasil terbaik bagi seluruh pecinta PSMS di kota ini.
“Saya sudah hubungi PT LI, dikabarkan bahwa jadwal putaran kedua akan segera dikeluarkan. Menurut PT LI, pada 8 Februari mendatang kompetesi akan segera diputar kembali,” lanjut Benny.
Kurang begitu jelas apa yang akan dilakukan pengurus PSMS. Buktinya hingga saat ini belum ada kepastian rencana menatap putaran kedua. Meski belum ada kepastian, seluruh skuad PSMS masih akan tetap melakukan latihan rutin yang akan kembali digelar Senin ini.
Suimin Diharja arsitek tim menegaskan hal itu. “Kita kesempatan libur satu pekan kepada seluruh skuad. Setelah itu kami akan tetap melakukan latihan rutin. Sepanjang masa libur itu, kami jajaran pelatih akan menyiapkan evaluasi selama putaran pertama,” kata Suimin.
Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga performa pemain menatap putaran kedua. Apalagi Suimin menilai, performa anak asuhannya menunjukkan perkembangan yang pesat. “Kita tidak ingin penampilan anak-anak menurun, karena di putaran kedua nanti, kita harapkan hasil yang maksimal sesuai target bisa ke Liga Super musim depan,” ungkap ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.
Di samping itu, Osas Saha legiun impor PSMS yang dikabarkan akan hengkang pada putaran kedua nanti menyatakan sikapnya untuk tetap bertahan di klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Dihubungi kemarin, Saha menyatakan dia akan tetap menghargai kontraknya bersama PSMS. “Benar, ada klub yang menyatakan tertarik merekrut saya. Namun, saya pastikan akan tetap di PSMS, karena saya menghormati kontrak,” tutur pemain asal Nigeria itu
PSMS perlu pembinaan Pemain Muda
Berkaca dari musim-musim sebelumnya, PSMS selalu harus bersusah payah bongkar pasang skuad ketika hendak melakoni musim baru. Ironisnya, tim berjuluk Ayam Kinantan ini kerap kesusahan mencari pemain lokal berkualitas yang punya komitmen tinggi kepada PSMS.
Hal ini sudah sejak lama dibahas. Namun, tak ada penyelesaian karena tak adanya pembinaan pemain usia muda. Musim ini, urusan pembinaan pemain muda mulai kembali dibicarakan. Dan, biaya yang dibutuhkan tak kurang dari Rp1 miliar.
Freddy Hutabarat, Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan PSMS menyatakan akan membicarakan dan segera mengajukan profosal yang memuat konsep pembinaan pemain muda jangka panjang.
Namun tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Freddy menganggap hal ini selalu menghadirkan kendala klasik, yakni pendanaan. Ya, dibutuhkan dana yang tak sedikit untuk membina pemain muda sehingga layak menjadi pemain profesional.
Meski demikian, Freddy yakin pihaknya mampu melaksanakan pembinaan jangka panjang dengan budget yang lebih ringan namun hasilnya maksimal. Dibeberkannya, cara pembinaan pemain muda yang sedang dikonsepnya antara lain adalah dengan mencari bakat di berbagai pelosok Sumatera Utara.
Setiap bakat yang ditemukan, diberikan kesempatan berlatih di tim muda PSMS dengan waktu yang telah ditentukan. Sebelumnya, apabila tim pelatih pemain muda yakin ada bakat besar pada diri seseorang pemain, maka manajemen akan langsung mengikat kontraknya lebih dari satu tahun.
“Banyak pemain berbakat di Medan. Setelah kita temukan, kita ikat kontrak jangka panjang hanya untuk berlatih dan berlatih. Kalau sudah matang, pemain tadi bisa kita promosikan ke tim inti atau bahkan dijual ke klub lain dengan harga yang tinggi,” beber Freddy.
Kalau hal ini disetujui nantinya, berarti pembinaan pemain muda yang awalnya diinginkan oleh Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin akan sejalan dan selaran. Tapi itu tadi, masalah dana sangat mengganggu.
Dituturkan Freddy, sedikitnya dibutuhkan dana Rp1 miliar untuk membina pemain muda hingga benar-benar jadi pemain berkelas. “Rp1 miliar itu angka ideal bagi pembinaan. Mahal memang, tapi hasilnya pasti bagus.Kalau seandainya ini direstui, kami siap melaksanakannya dengan pertanggungjawaban yang sebaik-baiknya. Bila perlu diaudit setiap saat kemana saja aliran dananya,” lanjut Freddy.
“Kalau ini berjalan, saya yakin PSMS tak akan pernah kekurangan pemain. Malah kita bisa melakukan penjualan pemain ke klub lain yang membutuhkan pemain. Lebih dari itu, nama besar Medan sebagai penghasil pemain berkualitas pun akan tetap harum,” pungkasnya
Hal ini sudah sejak lama dibahas. Namun, tak ada penyelesaian karena tak adanya pembinaan pemain usia muda. Musim ini, urusan pembinaan pemain muda mulai kembali dibicarakan. Dan, biaya yang dibutuhkan tak kurang dari Rp1 miliar.
Freddy Hutabarat, Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan PSMS menyatakan akan membicarakan dan segera mengajukan profosal yang memuat konsep pembinaan pemain muda jangka panjang.
Namun tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Freddy menganggap hal ini selalu menghadirkan kendala klasik, yakni pendanaan. Ya, dibutuhkan dana yang tak sedikit untuk membina pemain muda sehingga layak menjadi pemain profesional.
Meski demikian, Freddy yakin pihaknya mampu melaksanakan pembinaan jangka panjang dengan budget yang lebih ringan namun hasilnya maksimal. Dibeberkannya, cara pembinaan pemain muda yang sedang dikonsepnya antara lain adalah dengan mencari bakat di berbagai pelosok Sumatera Utara.
Setiap bakat yang ditemukan, diberikan kesempatan berlatih di tim muda PSMS dengan waktu yang telah ditentukan. Sebelumnya, apabila tim pelatih pemain muda yakin ada bakat besar pada diri seseorang pemain, maka manajemen akan langsung mengikat kontraknya lebih dari satu tahun.
“Banyak pemain berbakat di Medan. Setelah kita temukan, kita ikat kontrak jangka panjang hanya untuk berlatih dan berlatih. Kalau sudah matang, pemain tadi bisa kita promosikan ke tim inti atau bahkan dijual ke klub lain dengan harga yang tinggi,” beber Freddy.
Kalau hal ini disetujui nantinya, berarti pembinaan pemain muda yang awalnya diinginkan oleh Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin akan sejalan dan selaran. Tapi itu tadi, masalah dana sangat mengganggu.
Dituturkan Freddy, sedikitnya dibutuhkan dana Rp1 miliar untuk membina pemain muda hingga benar-benar jadi pemain berkelas. “Rp1 miliar itu angka ideal bagi pembinaan. Mahal memang, tapi hasilnya pasti bagus.Kalau seandainya ini direstui, kami siap melaksanakannya dengan pertanggungjawaban yang sebaik-baiknya. Bila perlu diaudit setiap saat kemana saja aliran dananya,” lanjut Freddy.
“Kalau ini berjalan, saya yakin PSMS tak akan pernah kekurangan pemain. Malah kita bisa melakukan penjualan pemain ke klub lain yang membutuhkan pemain. Lebih dari itu, nama besar Medan sebagai penghasil pemain berkualitas pun akan tetap harum,” pungkasnya
Saturday, January 16, 2010
Awas Duri
Keadaan PSMS terkini memang tidak begitu menyenangkan. Bak memakan ikan berduri, meskipun dagingnya manis, namun kalau tidak hati-hati bisa tertancap tenggorokan dan gusi. Karena itu, duri yang bisa mencelakakan wajib diwaspadai.
Ya, menatap putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS harus lebih dari sekadar berbenah. Skuad berjuluk Ayam Kinantan itu harus lebih mawas diri lagi dari ancaman hal-hal nonteknis di luar persiapan teknis.
Sejauh ini, pengurus fokus besar pada pembenahan skuad. Benar, perlu terjadi perbaikan skuad agar peta persaingan tak lepas dari genggaman. Namun, hal yang tak kalah pentingnya dalam sepak bola nasional adalah sisi nonteknis yang kerap menjadi duri penghalang tim ini berprestasi.
Satu di antaranya adalah kinerja perangkat pertandingan, termasuk ulah wasit yang bekerja bak wasit amatiran. Memang, terlalu cengeng ketika wasit selalu menjadi kambing hitam kegagalan PSMS meraih angka maksimal. Namun pada fakta di lapangan, sisi satu ini kerap mengganggu.
Bahkan PSMS sudah berulang kali melapor ke badan wasit PSSI. Dari sekian laporan, yang ditanggapi hanya pada saat PSMS takluk 3-0 kontra Persita Tangerang. Saat itu wasit yang mempimpin laga, Solihin asal Surabaya akhirnya mendapat hukuman tak boleh memimpin pertandingan hingga beberapa bulan.
Nah, hal inilah yang coba didalami oleh kubu PSMS. Sia-sia rasanya tim ini dibentuk dengan dana yang tak sedikit, namun akhirnya dikandaskan oleh ulah tak sportif dari wasit yang memimpin laga. Hendra DS Manajer Tim sudah melihat arah ke sana. “Tak melulu kegagalan tim ini disebabkan oleh buruknya skuad yang kita miliki. Faktor nonteknis seperti wasit juga banyak merugikan kita,” keluh Hendra.
Saking kesalnya dengan ulah wasit selama ini, Hendra bahkan menanyakan apa salah dan dosa PSMS kepada PSSI. “Tak tahu apa salah dan dosa, tapi nyatanya kita ini tampak lebih sering dikerjai wasit. Kalau mereka menjalankan tugasnya dengan berbekal peraturan yang berlaku, ya saya rasa hal ini tak perlu terjadi,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Lantas, apa antisipasi yang akan dilakukan PSMS? Hendra mengaku tak tahu pasti langkah seperti apa yang akan ditempuh. Tapi yang jelas, Hendra tetap akan mengikuti jalan yang berlaku. Yakni kompetisi dijalankan apa adanya tanpa ada rekayasa. Tim yang paling siap dan terbaik, dialah yang menang.
Meski hal itu tentu saja riskan dilakukan di kompetisi nasional, Hendra akan mencoba menggelar rapat terlebih dahulu kepada pengurus PSMS. Yang jelas, Hendra bilang target PSMS adalah Indonesia Super League (ISL)
“Hal-hal nonteknis akan kita pantau juga. Mau tak mau, target kita jelas yakni masuk ISL kompetisi mendatang. Tak hanya akan fokus membenahi tim, kami juga akan melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan agar tujuan kita tercapai,” koar Hendra.
Itu urusan nonteknis, secara teknis manajemen tim juga sudah mempersiapkan beberapa pembenahan. Di antaranya adalah penambahan skuad. “Dalam waktu dekat akan ada rapat antara pengurus dan manajemen. Dalam rapat itu akan dibicarakan penambahan pemain. Terlebih dana hibah dari APBD kemungkinan besar akan cair,” ungkap Hendra.
Kabar yang beredar, PSMS akan menambah sekitar lima pemain yang masing-masing berposisi di lini depan, tengah dan belakang. Belum diketahui pasti kuota itu akan bertambah atau tidak. Kesepakatan belum diambil mengingat belum terjadi rapat antara pengurus dan manajemen tim.
Nah, melihat keadaan ini, jikapun PSMS memiliki skuad yang mumpuni, tampaknya akan percuma jika faktor nonteknis tadi belum juga terkendali. Bak, semanis apapun daging ikan, jika ada duri yang melekat di dalamnya, harus hati-hati memakannya bukan?
Ya, menatap putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS harus lebih dari sekadar berbenah. Skuad berjuluk Ayam Kinantan itu harus lebih mawas diri lagi dari ancaman hal-hal nonteknis di luar persiapan teknis.
Sejauh ini, pengurus fokus besar pada pembenahan skuad. Benar, perlu terjadi perbaikan skuad agar peta persaingan tak lepas dari genggaman. Namun, hal yang tak kalah pentingnya dalam sepak bola nasional adalah sisi nonteknis yang kerap menjadi duri penghalang tim ini berprestasi.
Satu di antaranya adalah kinerja perangkat pertandingan, termasuk ulah wasit yang bekerja bak wasit amatiran. Memang, terlalu cengeng ketika wasit selalu menjadi kambing hitam kegagalan PSMS meraih angka maksimal. Namun pada fakta di lapangan, sisi satu ini kerap mengganggu.
Bahkan PSMS sudah berulang kali melapor ke badan wasit PSSI. Dari sekian laporan, yang ditanggapi hanya pada saat PSMS takluk 3-0 kontra Persita Tangerang. Saat itu wasit yang mempimpin laga, Solihin asal Surabaya akhirnya mendapat hukuman tak boleh memimpin pertandingan hingga beberapa bulan.
Nah, hal inilah yang coba didalami oleh kubu PSMS. Sia-sia rasanya tim ini dibentuk dengan dana yang tak sedikit, namun akhirnya dikandaskan oleh ulah tak sportif dari wasit yang memimpin laga. Hendra DS Manajer Tim sudah melihat arah ke sana. “Tak melulu kegagalan tim ini disebabkan oleh buruknya skuad yang kita miliki. Faktor nonteknis seperti wasit juga banyak merugikan kita,” keluh Hendra.
Saking kesalnya dengan ulah wasit selama ini, Hendra bahkan menanyakan apa salah dan dosa PSMS kepada PSSI. “Tak tahu apa salah dan dosa, tapi nyatanya kita ini tampak lebih sering dikerjai wasit. Kalau mereka menjalankan tugasnya dengan berbekal peraturan yang berlaku, ya saya rasa hal ini tak perlu terjadi,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Lantas, apa antisipasi yang akan dilakukan PSMS? Hendra mengaku tak tahu pasti langkah seperti apa yang akan ditempuh. Tapi yang jelas, Hendra tetap akan mengikuti jalan yang berlaku. Yakni kompetisi dijalankan apa adanya tanpa ada rekayasa. Tim yang paling siap dan terbaik, dialah yang menang.
Meski hal itu tentu saja riskan dilakukan di kompetisi nasional, Hendra akan mencoba menggelar rapat terlebih dahulu kepada pengurus PSMS. Yang jelas, Hendra bilang target PSMS adalah Indonesia Super League (ISL)
“Hal-hal nonteknis akan kita pantau juga. Mau tak mau, target kita jelas yakni masuk ISL kompetisi mendatang. Tak hanya akan fokus membenahi tim, kami juga akan melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan agar tujuan kita tercapai,” koar Hendra.
Itu urusan nonteknis, secara teknis manajemen tim juga sudah mempersiapkan beberapa pembenahan. Di antaranya adalah penambahan skuad. “Dalam waktu dekat akan ada rapat antara pengurus dan manajemen. Dalam rapat itu akan dibicarakan penambahan pemain. Terlebih dana hibah dari APBD kemungkinan besar akan cair,” ungkap Hendra.
Kabar yang beredar, PSMS akan menambah sekitar lima pemain yang masing-masing berposisi di lini depan, tengah dan belakang. Belum diketahui pasti kuota itu akan bertambah atau tidak. Kesepakatan belum diambil mengingat belum terjadi rapat antara pengurus dan manajemen tim.
Nah, melihat keadaan ini, jikapun PSMS memiliki skuad yang mumpuni, tampaknya akan percuma jika faktor nonteknis tadi belum juga terkendali. Bak, semanis apapun daging ikan, jika ada duri yang melekat di dalamnya, harus hati-hati memakannya bukan?
Wacanakan Pertandingan Malam
Pemasukan dari hasil tiket masih dianggap jauh dari harapan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS di kandang. Karena itu, Panpel berencana menyusun cara agar laga PSMS di Stadion Teladan bisa digelar pada malam hari. Tujuannya, agar seluruh masyarakat pecinta sepak bola khususnya PSMS di Medan, dapat menonton tim kesayangannya bertanding.
Setidaknya hal ini diungkapkan Freddy Hutabarat, wakil ketua Panpel, Jumat (15/1) kepada Sumut Pos. Ditemui di Stadion kebun Bunga, Freddy memang mengaku akan menyiapkan kemungkinan akan hal itu. “Soal main malam memang sedang kita wacanakan. Yang jelas, hal ini akan kita bahas dalam rapat Panpel nanti. Semoga ada hasilnya,” kata Freddy.
Menariknya, apa yang diungkapkan Freddy ini bukan sekadar wacana. Pasalnya, kesiapan di lapangan pun sudah mulai digelar. Dalam beberapa hari belakangan, lampu Stadion Teladan sudah kerap dites tingkat keterangannya.
Seperti Kamis (14/1) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, areal Stadion Teladan terlihat terang benderang. Peningkatan kualitas cahaya lampu Stadion Teladan memang meningkat tajam, setelah digantinya lampu lama. Kini, kadar cahaya lampu Teladan sudah 1200 lux seperti yang diminta PT Liga Indonesia sebagai syarat melakoni laga di Indonesian Super League.
“Sudah beberapa malam lampu Teladan dites. Hasilnya cukup bagus. Tingkat keterangannya pun mantap. Saya yakin kita sudah sangat siap menggelar laga di malam hari,” jelas Freddy.
Benar, tingkat cahaya lampu Stadion Teladan cukup benderang hingga mampu terlihat dari kawasan Makam Pahlawan dan ruas Jalan Sisingamaraja lainnya. Nah, dengan keadaan ini, bukan halangan lagi bagi Panpel untuk menggelar laga malam. Apalagi, menurut Freddy, laga malam banyak dinanti fans PSMS. “Sejauh ini banyak yang sudah minta kepada kita agar pertandingan PSMS digelar malam hari. Karena banyak masyarakat yang kerja pada jam bertandingnya PSMS,” tambah Freddy.
Sementara itu, soal tiket pertandingan tampaknya masih menjadi masalah. Setidaknya, beberapa PSMS pun menyayangkan harga tiket yang dianggap terlalu mahal. “Harga tiket PSMS yang hanya main di Divisi Utama masak lebih mahal dari pertandingan Persija yang main di ISL. Ini harus jadi bahan pertimbangan Panpel agar penonton lebih ramai,” kata Nata Simangunsong pentolan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan
Setidaknya hal ini diungkapkan Freddy Hutabarat, wakil ketua Panpel, Jumat (15/1) kepada Sumut Pos. Ditemui di Stadion kebun Bunga, Freddy memang mengaku akan menyiapkan kemungkinan akan hal itu. “Soal main malam memang sedang kita wacanakan. Yang jelas, hal ini akan kita bahas dalam rapat Panpel nanti. Semoga ada hasilnya,” kata Freddy.
Menariknya, apa yang diungkapkan Freddy ini bukan sekadar wacana. Pasalnya, kesiapan di lapangan pun sudah mulai digelar. Dalam beberapa hari belakangan, lampu Stadion Teladan sudah kerap dites tingkat keterangannya.
Seperti Kamis (14/1) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, areal Stadion Teladan terlihat terang benderang. Peningkatan kualitas cahaya lampu Stadion Teladan memang meningkat tajam, setelah digantinya lampu lama. Kini, kadar cahaya lampu Teladan sudah 1200 lux seperti yang diminta PT Liga Indonesia sebagai syarat melakoni laga di Indonesian Super League.
“Sudah beberapa malam lampu Teladan dites. Hasilnya cukup bagus. Tingkat keterangannya pun mantap. Saya yakin kita sudah sangat siap menggelar laga di malam hari,” jelas Freddy.
Benar, tingkat cahaya lampu Stadion Teladan cukup benderang hingga mampu terlihat dari kawasan Makam Pahlawan dan ruas Jalan Sisingamaraja lainnya. Nah, dengan keadaan ini, bukan halangan lagi bagi Panpel untuk menggelar laga malam. Apalagi, menurut Freddy, laga malam banyak dinanti fans PSMS. “Sejauh ini banyak yang sudah minta kepada kita agar pertandingan PSMS digelar malam hari. Karena banyak masyarakat yang kerja pada jam bertandingnya PSMS,” tambah Freddy.
Sementara itu, soal tiket pertandingan tampaknya masih menjadi masalah. Setidaknya, beberapa PSMS pun menyayangkan harga tiket yang dianggap terlalu mahal. “Harga tiket PSMS yang hanya main di Divisi Utama masak lebih mahal dari pertandingan Persija yang main di ISL. Ini harus jadi bahan pertimbangan Panpel agar penonton lebih ramai,” kata Nata Simangunsong pentolan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan
Friday, January 15, 2010
Pengurus dan Pemain Kurang Mesra
FANS PSMS meminta agar pengurus dan manajemen tim punya sinergi terkait visi dan misi guna mencapai target berlaga di Indonesian Super League (ISL). Setidaknya hal ini dikemukan fans PSMS yang tergabung dalam barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan,
Sejauh ini, memang terkesan tak ada sinergi yang terjalin mesra antara pengurus dan tim. Hal itu merupakan modal besar bagi ketentraman antara sesama pemain yang ujungnya mempengaruhi performa. Bahkan, Freddy Hutabarat seorang pengurus menyadari hal itu.
Hanya saja tak ada tindakan nyata dari pengurus untuk menggelar pendekatan secara psikologis kepada pemain. “Saya sadar bahwa kami di kepengurusan tak ada pendekatan kepada pemain. Padahal itu adalah salah satu motivasi kepada pemain, di samping iming-iming uang belaka,” kata Freddy.
“Saya tak ada menyalahkan siapapun di dalam kepengurusan. Saya hanya ingin ada kedekatan lebih antara pengurus dan tim,” sambung Freddy.
Nah, menyoroti hal inilah SMeCK berencana mengajukan revisi besar-besaran di kubu pengurus. Nata Simangunsong, pentolan SMeCK bilang sejak awal pengurus harusnya selaras dalam menatap kompetisi kali ini.
“Yang kami lihat, pengurus dan manajemen seolah berjalan sendiri-sendiri. Ketika tim berjuang, pengurus terlihat tak berbuat apa-apa,” koar Nata.
Tanpa ingin menyebut nama, Nata juga menyayangkan banyaknya pengurus yang tak paham bola namun duduk manis di kepengurusan. Belum lagi jumlah pengurus yang hanya menumpang nama tanpa ada kerja.
Tak hanya itu, Panitia Pelaksana pertandingan juga mendapatkan sorotan. Terkait harga tiket yang juga dinilai kemahalan bagi masyarakat pecinta sepak bola di Kota Medan. “Kinerja Panpel terlihat over acting. Padahal, tak sesuai dengan yang kita harapkan. Kabar yang berkembang, dana hasil dari tiket juga tak pernah sampai kepada kebutuhan tim, jadi uangnya kemana?”
Sebelumnya hal ini pernah dikonformasikan ke Panpel, namun tak ada jawaban yang memuaskan. Pihak mantan pemain PSMS juga menyerukan adanya perombakan kepengurusan. “Kami melihat tak ada kedekatan dan kontribusi pengurus saat ini kepada pemain. Katanya profesional, masak pengurusnya tak mencerminkan sikap profesional ,” koar Sugeng Rahayu mantan pemain PSMS era 1980-an.
Sejauh ini, memang terkesan tak ada sinergi yang terjalin mesra antara pengurus dan tim. Hal itu merupakan modal besar bagi ketentraman antara sesama pemain yang ujungnya mempengaruhi performa. Bahkan, Freddy Hutabarat seorang pengurus menyadari hal itu.
Hanya saja tak ada tindakan nyata dari pengurus untuk menggelar pendekatan secara psikologis kepada pemain. “Saya sadar bahwa kami di kepengurusan tak ada pendekatan kepada pemain. Padahal itu adalah salah satu motivasi kepada pemain, di samping iming-iming uang belaka,” kata Freddy.
“Saya tak ada menyalahkan siapapun di dalam kepengurusan. Saya hanya ingin ada kedekatan lebih antara pengurus dan tim,” sambung Freddy.
Nah, menyoroti hal inilah SMeCK berencana mengajukan revisi besar-besaran di kubu pengurus. Nata Simangunsong, pentolan SMeCK bilang sejak awal pengurus harusnya selaras dalam menatap kompetisi kali ini.
“Yang kami lihat, pengurus dan manajemen seolah berjalan sendiri-sendiri. Ketika tim berjuang, pengurus terlihat tak berbuat apa-apa,” koar Nata.
Tanpa ingin menyebut nama, Nata juga menyayangkan banyaknya pengurus yang tak paham bola namun duduk manis di kepengurusan. Belum lagi jumlah pengurus yang hanya menumpang nama tanpa ada kerja.
Tak hanya itu, Panitia Pelaksana pertandingan juga mendapatkan sorotan. Terkait harga tiket yang juga dinilai kemahalan bagi masyarakat pecinta sepak bola di Kota Medan. “Kinerja Panpel terlihat over acting. Padahal, tak sesuai dengan yang kita harapkan. Kabar yang berkembang, dana hasil dari tiket juga tak pernah sampai kepada kebutuhan tim, jadi uangnya kemana?”
Sebelumnya hal ini pernah dikonformasikan ke Panpel, namun tak ada jawaban yang memuaskan. Pihak mantan pemain PSMS juga menyerukan adanya perombakan kepengurusan. “Kami melihat tak ada kedekatan dan kontribusi pengurus saat ini kepada pemain. Katanya profesional, masak pengurusnya tak mencerminkan sikap profesional ,” koar Sugeng Rahayu mantan pemain PSMS era 1980-an.
Pemain Bukan Sapi Perah
DALAM beberapa kesempatan, acapkali pengurus meminta tanggungjawab pemain PSMS agar tampil profesional dan selalu menang karena mereka telah digaji secara profesional. Hal ini nyatanya gagal total. Pasalnya, tim membutuhkan lebih dari sekedar gaji dan fasilitas yang diberikan.
Hal itu diutarakan Aritonang, pria paruh baya yang sempat menjadi manajer PSMS. Di masa Aritonang, PSMS sukses dua kali masuk babak delapan besar. Bahkan, sekali sampai ke semifinal.
Dibeberkan Aritonang, ada beberapa hal yang tampaknya tak terperhatikan oleh pengurus sekarang. Salah satunya adalah pendekatan mendalam kepada skuad. “Pemain ini bukan sapi perahan. Mereka adalah manusia yang punya perasaan. Mereka juga butuh perhatian, di samping gaji semata. Ada hal-hal kecil yang terkadang mampu memicu semangat mereka untuk bertarung dengan sepenuh hati,” kata Aritonang ketika ditemui di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Berdasarkan pantauan sepanjang putaran pertama ini, kesan menjadikan pemain bak sapi perah memang begitu terlihat. Pemain dipaksa agar bersikap profesional, namun beberapa suntikan untuk menjadi pemain yang benar-benar rela mati untuk timnya tak pernah ada. Misalnya, bonus kemenangan dan perhatian sepenuh hati dari pengurus. “Kita berharap prestasi, tapi pemain dianggap sapi perah. Harusnya kalau mau begitu, sekalian anggap pemain sebagai sapi karapan. Selain diberikan perawatan maksimal, sapi karapan itu diperhatikan juga gizinya, cambukannya agar kuat berlari,” beber Aritonang.
“Aplikasinya kepada pemain kita tentu saja bukan demikian, namun bisa dijadikan sebagai contoh. Diberikan perawatan, misalnya diperhatikan gizinya, dicambuk misalnya diberikanlah pemicu semangat seperti bonus dan sebagainya,” tambahnya.
Di putaran kedua nanti, Aritonang berharap agar pengurus akan melakukan hal itu. Tujuannya jelas agar tim ini selaras menggapai satu tiket ke Indonesian Super League (ISL). “Kesempatan selalu masih ada. Semua tim punya kesempatan untuk itu, maka kita harus bekerja sama agar hal itu tercapai,” pungkasnya.
Hal itu diutarakan Aritonang, pria paruh baya yang sempat menjadi manajer PSMS. Di masa Aritonang, PSMS sukses dua kali masuk babak delapan besar. Bahkan, sekali sampai ke semifinal.
Dibeberkan Aritonang, ada beberapa hal yang tampaknya tak terperhatikan oleh pengurus sekarang. Salah satunya adalah pendekatan mendalam kepada skuad. “Pemain ini bukan sapi perahan. Mereka adalah manusia yang punya perasaan. Mereka juga butuh perhatian, di samping gaji semata. Ada hal-hal kecil yang terkadang mampu memicu semangat mereka untuk bertarung dengan sepenuh hati,” kata Aritonang ketika ditemui di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Berdasarkan pantauan sepanjang putaran pertama ini, kesan menjadikan pemain bak sapi perah memang begitu terlihat. Pemain dipaksa agar bersikap profesional, namun beberapa suntikan untuk menjadi pemain yang benar-benar rela mati untuk timnya tak pernah ada. Misalnya, bonus kemenangan dan perhatian sepenuh hati dari pengurus. “Kita berharap prestasi, tapi pemain dianggap sapi perah. Harusnya kalau mau begitu, sekalian anggap pemain sebagai sapi karapan. Selain diberikan perawatan maksimal, sapi karapan itu diperhatikan juga gizinya, cambukannya agar kuat berlari,” beber Aritonang.
“Aplikasinya kepada pemain kita tentu saja bukan demikian, namun bisa dijadikan sebagai contoh. Diberikan perawatan, misalnya diperhatikan gizinya, dicambuk misalnya diberikanlah pemicu semangat seperti bonus dan sebagainya,” tambahnya.
Di putaran kedua nanti, Aritonang berharap agar pengurus akan melakukan hal itu. Tujuannya jelas agar tim ini selaras menggapai satu tiket ke Indonesian Super League (ISL). “Kesempatan selalu masih ada. Semua tim punya kesempatan untuk itu, maka kita harus bekerja sama agar hal itu tercapai,” pungkasnya.
Nyeck hengkang
Isu yang menyebutkan Nyeck Nyobe bakal merapat ke PSM Makassar, tampaknya bukan isapan jempol belaka. Pemain asal Kamerun itu kini tak lagi berada di mess pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga.
Berdasarkan keterangan sementara, dikabarkan Nyeck pulang ke rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai di kawasan Tangerang. Namun uniknya, Nyeck turut serta membawa seluruh pakaiannya. Bahkan, televisi yang dibelinya di Medan dan menghiasi kamarnya pun telah dibawa serta. Hanya satu unit spring bed yang tak dibawanya mudik ke Tangerang.
Hal ini semakin memberikan tanda tanya besar, apakah Nyeck benar-benar akan meninggalkan PSMS di putaran kedua ini. Benar, hingga beberapa waktu PSM Makassar terlihat begitu getol menghubungi Nyeck via sambungan telepon.
Tak jarang Nyeck mengangkat telepon ketika sedang bersama beberapa rekan satu timnya. Walhasil, bukan rahasia umum kalau Nyeck memang terlihat sudah tak betah berkostum Kinantan.
Dijelaskan salah seorang pemain yang enggan dikorankan namanya, diketahui Nyeck sudah kesal dengan tak adanya bonus kemenangan bagi timnya walaupun tim menang. Soal nilai kontrak dan gaji, Nyeck sebenarnya tak mempersalahkannya. “Bonus itu yang diharapkannya. Jadi kontrak dan gaji yang kecil jumlahnya bisa ditabung. Jadi biaya hidup sehari-hari pakai bonus itu. Demikian harapan yang kerap disampaikan Nyeck ke kita,” beber pemain tadi.
Nah, dikonfirmasikan akan hal itu, manajemen PSMS pun berang. Manajer Tim Hendra DS menyatakan akan menuntut Nyeck kalau sampai hal itu terjadi. Pasalnya, Nyeck sudah terikat kontrak sepanjang satu musim dengan PSMS. Walaupun manajemen sejauh ini baru menyelesaikan kewajiban resmi misal DP kontrak sebesar 30 persen, dan membayarkan sisanya sebagai gaji.
“Wah Nyeck tak bisa begitu. Dia sudah kita ikat kontrak satu tahun. Jadi dia harus berkostum PSMS selama jangka kontraknya. Kalau memang PSM mau merekrutnya, mereka harus membayarkan sisa kontraknya kepada PSMS,” koar Hendra ketika dihubungi kemarin.
Kalau hal itu tidak dipedulikan, maka Hendra akan mengambil tindakan tegas. “Kalau memang dia mau hengkang, tanpa mengindahkan kontrak, kita siap menuntut,” tambah Hendra.
Tak hanya Nyeck, kabar serupa juga menyambangi Osas Saha. Menurut penuturan Amrus Tiar mantan pemain PSMS yang biasa nongkrong di Kebun Bunga, dia juga sudah mendengar kabar kalau Saha dan Nyeck bersiap mencari klub baru. Namun hal itu masih sebatas kabar burung. “Saya dengar begitu. Mungkin saja mereka tak puas di tim ini. Bisa saja terjadi. Tapi mereka harusnya mengindahkan kontrak,” katanya.
Kepastian itu tampaknya masih harus menanti hingga Senin depan. Usai melakoni laga kontra Semen Padang lalu, skuad praktis diliburkan satu pekan. Senin, skuad sudah harus berkumpul kembali untuk melakoni latihan rutin. Kalau pada hari H kedua pemain tak tampak ikut berlatih, maka tanda tanya itu bakal terjawab
Berdasarkan keterangan sementara, dikabarkan Nyeck pulang ke rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai di kawasan Tangerang. Namun uniknya, Nyeck turut serta membawa seluruh pakaiannya. Bahkan, televisi yang dibelinya di Medan dan menghiasi kamarnya pun telah dibawa serta. Hanya satu unit spring bed yang tak dibawanya mudik ke Tangerang.
Hal ini semakin memberikan tanda tanya besar, apakah Nyeck benar-benar akan meninggalkan PSMS di putaran kedua ini. Benar, hingga beberapa waktu PSM Makassar terlihat begitu getol menghubungi Nyeck via sambungan telepon.
Tak jarang Nyeck mengangkat telepon ketika sedang bersama beberapa rekan satu timnya. Walhasil, bukan rahasia umum kalau Nyeck memang terlihat sudah tak betah berkostum Kinantan.
Dijelaskan salah seorang pemain yang enggan dikorankan namanya, diketahui Nyeck sudah kesal dengan tak adanya bonus kemenangan bagi timnya walaupun tim menang. Soal nilai kontrak dan gaji, Nyeck sebenarnya tak mempersalahkannya. “Bonus itu yang diharapkannya. Jadi kontrak dan gaji yang kecil jumlahnya bisa ditabung. Jadi biaya hidup sehari-hari pakai bonus itu. Demikian harapan yang kerap disampaikan Nyeck ke kita,” beber pemain tadi.
Nah, dikonfirmasikan akan hal itu, manajemen PSMS pun berang. Manajer Tim Hendra DS menyatakan akan menuntut Nyeck kalau sampai hal itu terjadi. Pasalnya, Nyeck sudah terikat kontrak sepanjang satu musim dengan PSMS. Walaupun manajemen sejauh ini baru menyelesaikan kewajiban resmi misal DP kontrak sebesar 30 persen, dan membayarkan sisanya sebagai gaji.
“Wah Nyeck tak bisa begitu. Dia sudah kita ikat kontrak satu tahun. Jadi dia harus berkostum PSMS selama jangka kontraknya. Kalau memang PSM mau merekrutnya, mereka harus membayarkan sisa kontraknya kepada PSMS,” koar Hendra ketika dihubungi kemarin.
Kalau hal itu tidak dipedulikan, maka Hendra akan mengambil tindakan tegas. “Kalau memang dia mau hengkang, tanpa mengindahkan kontrak, kita siap menuntut,” tambah Hendra.
Tak hanya Nyeck, kabar serupa juga menyambangi Osas Saha. Menurut penuturan Amrus Tiar mantan pemain PSMS yang biasa nongkrong di Kebun Bunga, dia juga sudah mendengar kabar kalau Saha dan Nyeck bersiap mencari klub baru. Namun hal itu masih sebatas kabar burung. “Saya dengar begitu. Mungkin saja mereka tak puas di tim ini. Bisa saja terjadi. Tapi mereka harusnya mengindahkan kontrak,” katanya.
Kepastian itu tampaknya masih harus menanti hingga Senin depan. Usai melakoni laga kontra Semen Padang lalu, skuad praktis diliburkan satu pekan. Senin, skuad sudah harus berkumpul kembali untuk melakoni latihan rutin. Kalau pada hari H kedua pemain tak tampak ikut berlatih, maka tanda tanya itu bakal terjawab
Jaga Skuad
Hasil tak memuaskan diraihkan PSMS dalam menjalani putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Karena itu, evaluasi pun wajib dilaksanakan.
Nah, terkait rencana evaluasi yang dihembuskan manajemen kepada skuad Ayam Kinantan, tim pelatih pun mulai menyiapkan laporan pertanggungjawaban putaran pertama. Pada laporan pertanggungjawaban tersebut, rekaman seluruh penilaian dan rapor pemain bakal diajukan.
Di antara yang akan dilaporkan, Peletih Suimin Diharja bilang ada beberapa poin yang selama ini jadi perhatian. Yakni, penampilan, hukuman kartu, gol, mental bertanding, dan jam terbang keseluruhan. Seluruh item itu ada nilainya masing-masing.
Di samping itu, Suimin juga akan menyertakan laporan mingguan masing-masing pemain yang telah tersimpan rapi dalam bank data miliknya. Hal inilah yang akan dilaporkan guna menjadi bahan pertimbangan pengurus.
“Saat ini kami sedang dalam masa rehat. Namun, kami jajaran pelatih sedang menyiapkan laporan akan evaluasi pemain,” bebernya. “Butuh waktu hingga Senin untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tambah pelatih 58 tahun itu.
Menariknya, walaupun Suimin akan menyerahkan laporan evalusasi pemain berdasarkan fakta di lapangan, Suimin tetap meminta kepada manajemen dan pengurus untuk mempertahankan pemain yang ada saat ini. Untuk perombakan tim, Suimin lebih setuju apapila dilakukan penambahan saja tanpa adanya pengurangan.
Menurutnya, alasan yang akan disampaikan cukup jelas. “Terkait rencana perombakan skuad, saya kurang setuju. Saya tetap berharap agar skuad yang ada saat ini dipertahankan. Karena, sejauh ini pemain menunjukkan peningkatan performa,” katanya.
Bukti meningkatnya performa pemain, sejauh ini juga dicatat akurat dalam bank data milik pelatih berjuluk pelatih kampung itu. Terlebih dalam tiga laga terakhir, skuad menunjukkan penampilan dengan fighting spirit anak Medan. Walaupun pada akhirnya tak ada hasil yang membanggakan karena faktor nonteknis.
Meski berkehendak demikian, namun tampaknya manajemen dan pengurus PSMS tetap pada pendirian semula. Yakni, membuang sejumlah pemain yang dinilai tak punya kontribusi nyata dalam tim.
Hendra DS manajer tim menyatakan sejauh ini banyak pemain yang memang harus digantikan dengan pemain yang lebih baik. Tujuannya agar ada pencerahan menatap putaran kedua nanti.
“Saya rasa pembuangan pemain tetap akan kita lakukan. Ini sebagai langkah agar putaran kedua nanti, kita bisa lebih baik lagi,” beber Hendra.
Nah, untuk urusan satu ini tampaknya manajemen juga semakin gencar mendekati calon pemain yang bakal berkostum Kinantan di putaran kedua nanti. Meski belum menambahkan nama baru, tampaknya daftar pemain yang akan diburu kian bertambah. Termasuk, satu nama pemain asing
Nah, terkait rencana evaluasi yang dihembuskan manajemen kepada skuad Ayam Kinantan, tim pelatih pun mulai menyiapkan laporan pertanggungjawaban putaran pertama. Pada laporan pertanggungjawaban tersebut, rekaman seluruh penilaian dan rapor pemain bakal diajukan.
Di antara yang akan dilaporkan, Peletih Suimin Diharja bilang ada beberapa poin yang selama ini jadi perhatian. Yakni, penampilan, hukuman kartu, gol, mental bertanding, dan jam terbang keseluruhan. Seluruh item itu ada nilainya masing-masing.
Di samping itu, Suimin juga akan menyertakan laporan mingguan masing-masing pemain yang telah tersimpan rapi dalam bank data miliknya. Hal inilah yang akan dilaporkan guna menjadi bahan pertimbangan pengurus.
“Saat ini kami sedang dalam masa rehat. Namun, kami jajaran pelatih sedang menyiapkan laporan akan evaluasi pemain,” bebernya. “Butuh waktu hingga Senin untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tambah pelatih 58 tahun itu.
Menariknya, walaupun Suimin akan menyerahkan laporan evalusasi pemain berdasarkan fakta di lapangan, Suimin tetap meminta kepada manajemen dan pengurus untuk mempertahankan pemain yang ada saat ini. Untuk perombakan tim, Suimin lebih setuju apapila dilakukan penambahan saja tanpa adanya pengurangan.
Menurutnya, alasan yang akan disampaikan cukup jelas. “Terkait rencana perombakan skuad, saya kurang setuju. Saya tetap berharap agar skuad yang ada saat ini dipertahankan. Karena, sejauh ini pemain menunjukkan peningkatan performa,” katanya.
Bukti meningkatnya performa pemain, sejauh ini juga dicatat akurat dalam bank data milik pelatih berjuluk pelatih kampung itu. Terlebih dalam tiga laga terakhir, skuad menunjukkan penampilan dengan fighting spirit anak Medan. Walaupun pada akhirnya tak ada hasil yang membanggakan karena faktor nonteknis.
Meski berkehendak demikian, namun tampaknya manajemen dan pengurus PSMS tetap pada pendirian semula. Yakni, membuang sejumlah pemain yang dinilai tak punya kontribusi nyata dalam tim.
Hendra DS manajer tim menyatakan sejauh ini banyak pemain yang memang harus digantikan dengan pemain yang lebih baik. Tujuannya agar ada pencerahan menatap putaran kedua nanti.
“Saya rasa pembuangan pemain tetap akan kita lakukan. Ini sebagai langkah agar putaran kedua nanti, kita bisa lebih baik lagi,” beber Hendra.
Nah, untuk urusan satu ini tampaknya manajemen juga semakin gencar mendekati calon pemain yang bakal berkostum Kinantan di putaran kedua nanti. Meski belum menambahkan nama baru, tampaknya daftar pemain yang akan diburu kian bertambah. Termasuk, satu nama pemain asing
Gunung ISL Makin Sulit Didaki
MAU tak mau, perombakan besar-besaran di tubuh PSMS wajib direalisasikan. Ditarget lolos ke Indonesian Super League (ISL) musim depan, PSMS ibarat tak diberikan amunisi andal. Hasilnya?
Diketahui sendiri, PSMS musim ini memang tak diperkuat pemain bintang. Skuad yang apa adanya inilah yang coba dipoles sedemikian rupa oleh Suimin Diharja arsitek tim. Pelatih yang juga tenar dengan kemampuan motivasinya ini, hanya mampu meraih 13 angka dari 10 laga yang dilakoninya.
Manajemen pun tak tutup mata akan hal itu. “Langkah ke depan adalah segera melirik pemain yang bisa direkrut,” ujar Hendra DS manajer PSMS usai laga kontra Semen Padang beberapa hari lalu.
Ya, setidaknya langkah selanjutnya untuk kembali berkompetisi menuju pendakian ke kasta kompetisi sepak bola yang lebih tinggi kembali dibahas. Kalau tidak, PSMS akan semakin tertinggal pada pendakian itu.
Jalan terjal berliku sudah ada di depan mata untuk itu. Kalaupun akhirnya ada keajaiban yang memungkingkan PSMS finish di peringkat pertama wilayah satu pada akhir musim ini, sistem kompetisi masih akan berlanjut. Yakni, zona delapan besar. Di sini, masing-masing jagoan dari wilayah masing-masing akan bertemu. Walaupun belum sampai menatap hal itu, perjuangan PSMS meraih posisi tiga besar saja kian berat.
Pesaing lain di wilayah I semakin menjauh dari raihan poin milik PSMS. Saat ini PSMS berada di peringkat enam klasemen sementara dengan 13 poin. Pemuncak klasemen sementara masih Semen Padang dengan 20 poin. Di peringkat kedua, ada Persita yang telah meraih 18 angka dan masih menyisakan dua pertandingan sisa. Di peringkat tiga, Persih Tembilahan bercokol dengan 18 angka juga. Di peringkat empat, Persipasi juga meraih 18 angka. Setingkat di atas PSMS, ada Persiraja dengan 14 angka.
Sialnya, pemuncak klasemen dan runner up masih berpeluang memperkaya angka karena masih mempunya sisa pertandingan. Sedangkan PSMS sudah mengakhiri paro musim dengan 13 angka
Diketahui sendiri, PSMS musim ini memang tak diperkuat pemain bintang. Skuad yang apa adanya inilah yang coba dipoles sedemikian rupa oleh Suimin Diharja arsitek tim. Pelatih yang juga tenar dengan kemampuan motivasinya ini, hanya mampu meraih 13 angka dari 10 laga yang dilakoninya.
Manajemen pun tak tutup mata akan hal itu. “Langkah ke depan adalah segera melirik pemain yang bisa direkrut,” ujar Hendra DS manajer PSMS usai laga kontra Semen Padang beberapa hari lalu.
Ya, setidaknya langkah selanjutnya untuk kembali berkompetisi menuju pendakian ke kasta kompetisi sepak bola yang lebih tinggi kembali dibahas. Kalau tidak, PSMS akan semakin tertinggal pada pendakian itu.
Jalan terjal berliku sudah ada di depan mata untuk itu. Kalaupun akhirnya ada keajaiban yang memungkingkan PSMS finish di peringkat pertama wilayah satu pada akhir musim ini, sistem kompetisi masih akan berlanjut. Yakni, zona delapan besar. Di sini, masing-masing jagoan dari wilayah masing-masing akan bertemu. Walaupun belum sampai menatap hal itu, perjuangan PSMS meraih posisi tiga besar saja kian berat.
Pesaing lain di wilayah I semakin menjauh dari raihan poin milik PSMS. Saat ini PSMS berada di peringkat enam klasemen sementara dengan 13 poin. Pemuncak klasemen sementara masih Semen Padang dengan 20 poin. Di peringkat kedua, ada Persita yang telah meraih 18 angka dan masih menyisakan dua pertandingan sisa. Di peringkat tiga, Persih Tembilahan bercokol dengan 18 angka juga. Di peringkat empat, Persipasi juga meraih 18 angka. Setingkat di atas PSMS, ada Persiraja dengan 14 angka.
Sialnya, pemuncak klasemen dan runner up masih berpeluang memperkaya angka karena masih mempunya sisa pertandingan. Sedangkan PSMS sudah mengakhiri paro musim dengan 13 angka
Wednesday, January 13, 2010
Target PSMS buyar
Target PSMS Medan di putaran pertama kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I buyar, setelah tidak mampu mengungguli si Kabau Sirah Semen Padang dan hanya bisa bermain seri 0-0 di Stadion Teladan Medan, Selasa.
Kegagalan memetik kemenangan dari pasukan Arcan Iurie itu melengkapi derita Ayam Kinantan setelah sebelumnya gagal di dua laga away terakhir di Tangerang dan Bogor pekan lalu.
Target menggapai nilai 18 di putaran pertama ini membuat peluang PSMS ke putaran delapan besar semakin berat, karena di putaran kedua nanti minimal harus mengumpulkan 28 poin dari lima partai tandang di Lubukpakam menghadapi PSDS, Padang (Semen Padang), Banda Aceh (Persiraja), Bireuen (PSSB) dan Sigli (PSAP).
Menyadari beratnya perjuangan itu, Manajer Tim PSMS Medan Drs Hendra DS tidak segan-segan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap tim. "Manajemen paling tidak harus merombak 50 persen materi pemain yang ada sekarang," katanya menambahkan tidak tertutup kemungkinan pelatih bersama ofisial lainnya bernasib serupa.
Dengan anggaran hibah dari APBD ke KONI Medan sejumlah Rp6 miliar nantinya akan digunakan untuk mencari pemain yang lebih berkualitas. Di samping itu, manajemen akan lebih teliti dalam perekrutan pemain.
Pelatih Suimin Dihardja sendiri mengakui, anak-anak didiknya sudah berjuang keras dan bermain baik melawan Semen Padang, namun faktor luck tidak berpihak pada Ayam Kinantan termasuk peluang penalti yang seharusnya diterima pupus setelah wasit Mulyadi (Bogor) menganggap pelanggaran terhadap Tri Yudha Handoko oleh Gusrifen Effendi bukan satu kesalahan.
Hasil seri 0-0 ini membuat posisi PSMS di berada urutan ketujuh dengan nilai 13 dari tiga kali menang, empat seri dan tiga kali kalah. Semen Padang sendiri makin kokoh di puncak dengan nilai 20
Kegagalan memetik kemenangan dari pasukan Arcan Iurie itu melengkapi derita Ayam Kinantan setelah sebelumnya gagal di dua laga away terakhir di Tangerang dan Bogor pekan lalu.
Target menggapai nilai 18 di putaran pertama ini membuat peluang PSMS ke putaran delapan besar semakin berat, karena di putaran kedua nanti minimal harus mengumpulkan 28 poin dari lima partai tandang di Lubukpakam menghadapi PSDS, Padang (Semen Padang), Banda Aceh (Persiraja), Bireuen (PSSB) dan Sigli (PSAP).
Menyadari beratnya perjuangan itu, Manajer Tim PSMS Medan Drs Hendra DS tidak segan-segan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap tim. "Manajemen paling tidak harus merombak 50 persen materi pemain yang ada sekarang," katanya menambahkan tidak tertutup kemungkinan pelatih bersama ofisial lainnya bernasib serupa.
Dengan anggaran hibah dari APBD ke KONI Medan sejumlah Rp6 miliar nantinya akan digunakan untuk mencari pemain yang lebih berkualitas. Di samping itu, manajemen akan lebih teliti dalam perekrutan pemain.
Pelatih Suimin Dihardja sendiri mengakui, anak-anak didiknya sudah berjuang keras dan bermain baik melawan Semen Padang, namun faktor luck tidak berpihak pada Ayam Kinantan termasuk peluang penalti yang seharusnya diterima pupus setelah wasit Mulyadi (Bogor) menganggap pelanggaran terhadap Tri Yudha Handoko oleh Gusrifen Effendi bukan satu kesalahan.
Hasil seri 0-0 ini membuat posisi PSMS di berada urutan ketujuh dengan nilai 13 dari tiga kali menang, empat seri dan tiga kali kalah. Semen Padang sendiri makin kokoh di puncak dengan nilai 20
Siap All Out
PSMS wajib melupakan kesialan dalam dua laga terakhir. Ya, memori dua laga tandang tanpa poin – yang didapat melalui jalan yang kontroversi – tak boleh menjadi penghalang dan beban untuk meraih tiga poin. Ayam Kinantan wajib all out kala menjamu Semen Padang sore ini, Selasa (12/1), di Stadion Teladan Medan.
Apalagi, sua Semen Padang ini merupakan laga pamungkas PSMS di putaran pertama Divisi Utama wilayah 1. Tiga poin yang ditargetkan harus diraih untuk modal memasuki putaran 2 dan berujung lolos ke Indonesia Super League.
Dengan dasar ini, arsitek PSMS Suimin Diharja telah memberi instruksi kepada anak asuhnya agar tampil all out ketika melawan Semen Padang. Masalahnya, pertemuan kedua tim ini ibarat langit dan bumi. Semen Padang, datang dengan motivasi tinggi mencuri angka di Medan. Pun skuad yang dipunyai lebih mumpuni dibanding dengan yang dipunya PSMS.
Belum lagi menilik perolehan poin sementara. Saat ini Semen Padang menjadi raja dengan memuncaki klasemen sementara wilayah I dengan raihan 19 angka hasil dari enam menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Sedangkan PSMS, masih berkutat di peringkat enam dengan torehan 12 angka hasil dari tiga menang, tiga imbang dan tiga kalah.
Berkaca dari data dan fakta sementara tersebut, PSMS memang jelas kalah segala-galanya. Namun, kalau melihat sejarah pertemuan kedua tim, PSMS masih boleh sedikit berbangga hati. Pasalnya, sepanjang perjalanan kedua tim di Divisi Utama dahulu, tercatat keduanya telah bertemu 10 kali. Termasuk dua kali laga di ajang Copa Indonesia. Menarik, PSMS lebih digdaya dengan menorehkan tujuh kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Paten-nya lagi, kemenangan PSMS atas Semen Padang dahulu tak selalu diraih di kandang sendiri.
Tak berlebihan, tentu, jika sedikit membandingkan. Setidaknya, pihak Semen Padang mengakui akan hal itu. Saat jumpa pers kemarin sore di Stadion Kebun Bunga, pihak Semen Padang yang diwakili asisten pelatih Nil Maizar mengatakan kalau PSMS tetaplah tim yang masih punya nama besar. “PSMS itu ikon Sumatera! Nama besar itu masih melekat hingga kini. Namun begitu, kami tetap akan berupaya meraih poin di sini,” terang Nil.
Untuk meredam ambisi PSMS meraih poin penuh di kandang sendiri, Nil pun menjelaskan kalau pihaknya tak akan banyak mengubah taktik dan strategi. “PSMS bagus. Saya kenal betul klub ini selalu punya fighting spirit yang meledak-ledak, apalagi main di kandang. Tapi, kami rasa tidak ada persiapan khusus. Biasa-biasa saja,” lanjut Nil.
Walau demikian, pihak PSMS tetap akan waspada ekstra tinggi. Suimin bilang pihaknya sudah menyiapkan tim untuk menang. Kerangka dan simulasi pun sudah diterapkan. “Benar kita kalah segala-galanya atas Semen Padang musim ini. Tapi kami tak akan menyerah sebelum bertanding. Semangat Medan akan dipertontonkan,” beber Suimin.
Sayang, kubu PSMS tampaknya masih tak akan diperkuat seluruh pilarnya. Dua pemain belakang, Ahmad Maulana dan kapten tim Slamet Riyadi dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Edu Juanda masih dibekap cedera tulang kering, sehingga dipastikan juga bakal absen.
Sedangkan kubu Semen Padang, tampil lebih sempurna. Hampir pemain utamanya bisa diturunkan. Yang absen hanya Marcio Sauza striker asal Brasil yang musim lalu memperkuat Persela Lamongan
Apalagi, sua Semen Padang ini merupakan laga pamungkas PSMS di putaran pertama Divisi Utama wilayah 1. Tiga poin yang ditargetkan harus diraih untuk modal memasuki putaran 2 dan berujung lolos ke Indonesia Super League.
Dengan dasar ini, arsitek PSMS Suimin Diharja telah memberi instruksi kepada anak asuhnya agar tampil all out ketika melawan Semen Padang. Masalahnya, pertemuan kedua tim ini ibarat langit dan bumi. Semen Padang, datang dengan motivasi tinggi mencuri angka di Medan. Pun skuad yang dipunyai lebih mumpuni dibanding dengan yang dipunya PSMS.
Belum lagi menilik perolehan poin sementara. Saat ini Semen Padang menjadi raja dengan memuncaki klasemen sementara wilayah I dengan raihan 19 angka hasil dari enam menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Sedangkan PSMS, masih berkutat di peringkat enam dengan torehan 12 angka hasil dari tiga menang, tiga imbang dan tiga kalah.
Berkaca dari data dan fakta sementara tersebut, PSMS memang jelas kalah segala-galanya. Namun, kalau melihat sejarah pertemuan kedua tim, PSMS masih boleh sedikit berbangga hati. Pasalnya, sepanjang perjalanan kedua tim di Divisi Utama dahulu, tercatat keduanya telah bertemu 10 kali. Termasuk dua kali laga di ajang Copa Indonesia. Menarik, PSMS lebih digdaya dengan menorehkan tujuh kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Paten-nya lagi, kemenangan PSMS atas Semen Padang dahulu tak selalu diraih di kandang sendiri.
Tak berlebihan, tentu, jika sedikit membandingkan. Setidaknya, pihak Semen Padang mengakui akan hal itu. Saat jumpa pers kemarin sore di Stadion Kebun Bunga, pihak Semen Padang yang diwakili asisten pelatih Nil Maizar mengatakan kalau PSMS tetaplah tim yang masih punya nama besar. “PSMS itu ikon Sumatera! Nama besar itu masih melekat hingga kini. Namun begitu, kami tetap akan berupaya meraih poin di sini,” terang Nil.
Untuk meredam ambisi PSMS meraih poin penuh di kandang sendiri, Nil pun menjelaskan kalau pihaknya tak akan banyak mengubah taktik dan strategi. “PSMS bagus. Saya kenal betul klub ini selalu punya fighting spirit yang meledak-ledak, apalagi main di kandang. Tapi, kami rasa tidak ada persiapan khusus. Biasa-biasa saja,” lanjut Nil.
Walau demikian, pihak PSMS tetap akan waspada ekstra tinggi. Suimin bilang pihaknya sudah menyiapkan tim untuk menang. Kerangka dan simulasi pun sudah diterapkan. “Benar kita kalah segala-galanya atas Semen Padang musim ini. Tapi kami tak akan menyerah sebelum bertanding. Semangat Medan akan dipertontonkan,” beber Suimin.
Sayang, kubu PSMS tampaknya masih tak akan diperkuat seluruh pilarnya. Dua pemain belakang, Ahmad Maulana dan kapten tim Slamet Riyadi dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Edu Juanda masih dibekap cedera tulang kering, sehingga dipastikan juga bakal absen.
Sedangkan kubu Semen Padang, tampil lebih sempurna. Hampir pemain utamanya bisa diturunkan. Yang absen hanya Marcio Sauza striker asal Brasil yang musim lalu memperkuat Persela Lamongan
Semuaya harus di evaluasi
JAUH hari sebelum melakoni laga terakhirnya di putaran pertama ini, perangkat tim PSMS telah mendapatkan kabar harus segera dievaluasi. Tak hanya evaluasi, ancaman bakal terjadi pendepakan pemain pun diwacanakan.
Tentu saja tak fair kalau hanya tim yang mendapatkan sorotan yang begitu tajam. Beberapa elemen di kubu PSMS juga harus mendapatkan perhatian serupa, demi kebaikan PSMS.
Untuk urusan satu ini, barisan pendukung PSMS dari bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan berharap, agar pengurus dan panitia pelaksana pertandingan juga instropeksi diri.
“Kurang fair rasanya kalau hanya tim yang disoroti habis-habisan. Sementara pengurus tak ada yang mengevaluasi. Sementara kami amati banyak pengurus yang tak jelas apa kerjanya,” beber Nata Simangunsong pentolan SMeCK kepada Sumut Pos kemarin.
Kemudian, terkait rencana manajemen untuk melakukan bongkar pasang skuad di menatap putaran kedua nanti, SMeCK menyatakan mendukung. “Oke kalau skuad dievaluasi, karena memang masih tak sesuai dengan peta persaingan di divisi utama. Kami tunggu janji manajemen akan hal ini. Tapi ingat, kami juga berharap adanya perbaikan dari pengurus,” sambung Nata yang masih tercatat sebagai mahasiswa ITM itu.
Hal ini ternyata juga telah disadari oleh beberapa pengurus. Freddy Hutabarat misalnya. Pegawai Bank Sumut yang aktif sebagai pengurus bidang kompetisi, dan duduk sebagai wakil ketua Panpel pertandingan PSMS itu, juga menginginkan adanya perubahan di pihak pengurus.
Freddy bahkan miris melihat kondisi tim PSMS, yang sejauh ini tampaknya kurang mendapatkan perhatian. “Tanpa menyalahkan siapapun karena kita adalah tim. Maka itu, saya berharap ada perubahan sikap di kepengurusan. Saya pun merasa bahwa tim tak mendapatkan perhatian yang baik dari pengurus. Ini kami ubah bersama,” beber Freddy.
Bahkan Freddy menantang agar pengurus yang tak berkonstribusi nyata agar mundur dari jabatannya. “Bukan apa-apa, kalau mau sama-sama kerja marilah bersama-sama. Kalau tidak, mari sama-sama mundur,” koarnya.
Melihat hal itu, Agus Suriono sekretaris PSMS menyatakan bahwa pihaknya memang sudah merencanakan menggelar evaluasi. “Untuk evaluasi, kita akan gelar menyeluruh. Termasuk pengurus dan Panpel,” katanya
Tentu saja tak fair kalau hanya tim yang mendapatkan sorotan yang begitu tajam. Beberapa elemen di kubu PSMS juga harus mendapatkan perhatian serupa, demi kebaikan PSMS.
Untuk urusan satu ini, barisan pendukung PSMS dari bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan berharap, agar pengurus dan panitia pelaksana pertandingan juga instropeksi diri.
“Kurang fair rasanya kalau hanya tim yang disoroti habis-habisan. Sementara pengurus tak ada yang mengevaluasi. Sementara kami amati banyak pengurus yang tak jelas apa kerjanya,” beber Nata Simangunsong pentolan SMeCK kepada Sumut Pos kemarin.
Kemudian, terkait rencana manajemen untuk melakukan bongkar pasang skuad di menatap putaran kedua nanti, SMeCK menyatakan mendukung. “Oke kalau skuad dievaluasi, karena memang masih tak sesuai dengan peta persaingan di divisi utama. Kami tunggu janji manajemen akan hal ini. Tapi ingat, kami juga berharap adanya perbaikan dari pengurus,” sambung Nata yang masih tercatat sebagai mahasiswa ITM itu.
Hal ini ternyata juga telah disadari oleh beberapa pengurus. Freddy Hutabarat misalnya. Pegawai Bank Sumut yang aktif sebagai pengurus bidang kompetisi, dan duduk sebagai wakil ketua Panpel pertandingan PSMS itu, juga menginginkan adanya perubahan di pihak pengurus.
Freddy bahkan miris melihat kondisi tim PSMS, yang sejauh ini tampaknya kurang mendapatkan perhatian. “Tanpa menyalahkan siapapun karena kita adalah tim. Maka itu, saya berharap ada perubahan sikap di kepengurusan. Saya pun merasa bahwa tim tak mendapatkan perhatian yang baik dari pengurus. Ini kami ubah bersama,” beber Freddy.
Bahkan Freddy menantang agar pengurus yang tak berkonstribusi nyata agar mundur dari jabatannya. “Bukan apa-apa, kalau mau sama-sama kerja marilah bersama-sama. Kalau tidak, mari sama-sama mundur,” koarnya.
Melihat hal itu, Agus Suriono sekretaris PSMS menyatakan bahwa pihaknya memang sudah merencanakan menggelar evaluasi. “Untuk evaluasi, kita akan gelar menyeluruh. Termasuk pengurus dan Panpel,” katanya
Subscribe to:
Posts (Atom)