SIAL benar nasib PSMS. Sudah tak mampu meraih hasil penuh di kandang sendiri ketika menjamu Persiraja sore kemarin, tim malah mendapatkan musibah dengan bertambahnya rentetan pemain yang cedera.
Ya, laga kemarin memang berlangsung keras. Beruntung kedua tim masih menjaga fair play sehingga tidak terjadi aksi yang lebih parah
Sejauh ini, PSMS sudah kehilangan beberapa pemain pilar seperti Edu Juanda, Slamet Riyadi dan Sony Gunawan. Usai laga kemarin, Tri Yudha Handoko menyusul cedera tulang kering yang memaksanya tertatih-tatih saat menuju bus ke Kebun Bunga.
Osas Saha juga harus mengalami perawatan lanjutan. Cedera engkelnya yang belum pulih 100 persen kembali kambuh. Kamil Sembiring juga harus meringis karena kakinya mengalami masalah. Dengan demikian, enam pemain harus masuk daftar rawat.
Yang mengerikan, kalau sampai enam pemain itu tidak pulih juga saat PSMS menjamu PSDS 31 Desember nanti, satu kata yang patut disematkan, Gawat!
Beruntung dokter tim dr. Roriwansyah Pane menyatakan bahwa masih ada peluang bagi ke enam pemain cedera untuk segera pulih tepat waktu. Walaupun hal itu bisa dibilang cukup sulit. Terlebih jadwal kompetisi selanjutnya cukup padat.
PSMS hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga selanjutnya kontra PSDS. Usai melawan PSDS, PSMS juga hanya punya waktu empat hari sebelum melakoni laga away ke markas Persita Tangerang. Setelah itu, PSMS juga hanya punya empat hari sebelum melawan Persikabo Bogor.
“Semoga dengan jadwal kompetisi yang padat ini kita bisa menggelar recovery dengan sempurna,” harap Rori. “Pemain yang cedera saat melawan Persiraja saya yakin bisa segera pulih. Mereka hanya butuh istirahat penuh dan menjalankan terapi lanjutan,” sambung dokter yang bertugas di Dinas Kesehatan Medan itu
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, December 28, 2009
Bonus Rp5 Juta dari Anak Perantau
MESKI hanya bermain imbang melawan Persiraja Banda Aceh, namun perjuangan yag diperlihatkan seluruh punggawa Ayam Kinantan mendapatkan apresiasi dari seseorang yang justru bukan berada di lingkungan pengurus PSMS. Sosok yang kabarnya pengusaha asal Jakarta bernama Sanjib Sing itulah yang memberikan bonus kepada tim senilai Rp5 juta.
Tentu saja aksi Sanjib itu langsung disambut dengan hati berbunga-bunga oleh seluruh punggawa Ayam Kinantan. Bak mendapatkan mata air di tengah padang pasir, bonus itu langsung dibagi rata. Tak hanya pemain yang “cair”, pelatih yang jarang dapat bonus pun kecipratan rezeki nomplok juga.
Memang jumlahnya tak seberapa, namun niat tulusnya itu yang membuat PSMS seolah tak berjalan sendirian dalam mengarungi kompetisi musim ini. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS membenarkan hal itu.
“Walaupun sudah lama tinggal di Jakarta, namun sebagai anak Medan, dia (Sanjib Sing, Red) merasa terpanggil untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi beratnya kompetisi musim ini. Ini sebuah bukti jika ternyata masih banyak yang mencintai PSMS,” kata Benny.
Pemadnangan kemarin tentu saja kembali menyengat pengurus PSMS yang seolah tak peduli dengan kondisi tim.
Apalagi sebelumnya, barisan pendukung PSMS berlabel Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan pun pernah curi start memberikan bonus kepada pemain.
Saat itu kawan-kawan dari SMeCK rela mengambil uang kas mereka sebesar Rp2 juta, yang semula direncanakan untuk memperbaiki markas yang sudah kurang layak huni untuk diberikan kepada para pemain lewat Suimin Diharja, pelatih PSMS.
Beruntung, saat langkah yang ditempuh SmeCK itu diikuti oleh Pj Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap, yang juga menggelontorkan bonus kepada tim Ayam Kinantan beberapa waktu berselang
Tentu saja aksi Sanjib itu langsung disambut dengan hati berbunga-bunga oleh seluruh punggawa Ayam Kinantan. Bak mendapatkan mata air di tengah padang pasir, bonus itu langsung dibagi rata. Tak hanya pemain yang “cair”, pelatih yang jarang dapat bonus pun kecipratan rezeki nomplok juga.
Memang jumlahnya tak seberapa, namun niat tulusnya itu yang membuat PSMS seolah tak berjalan sendirian dalam mengarungi kompetisi musim ini. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS membenarkan hal itu.
“Walaupun sudah lama tinggal di Jakarta, namun sebagai anak Medan, dia (Sanjib Sing, Red) merasa terpanggil untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi beratnya kompetisi musim ini. Ini sebuah bukti jika ternyata masih banyak yang mencintai PSMS,” kata Benny.
Pemadnangan kemarin tentu saja kembali menyengat pengurus PSMS yang seolah tak peduli dengan kondisi tim.
Apalagi sebelumnya, barisan pendukung PSMS berlabel Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan pun pernah curi start memberikan bonus kepada pemain.
Saat itu kawan-kawan dari SMeCK rela mengambil uang kas mereka sebesar Rp2 juta, yang semula direncanakan untuk memperbaiki markas yang sudah kurang layak huni untuk diberikan kepada para pemain lewat Suimin Diharja, pelatih PSMS.
Beruntung, saat langkah yang ditempuh SmeCK itu diikuti oleh Pj Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap, yang juga menggelontorkan bonus kepada tim Ayam Kinantan beberapa waktu berselang
PSMS Ditahan Persiraja
PSMS Medan tidak mampu merebut angka penuh di laga kandang setelah ditahan imbang 1-1 (0-0) oleh Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009-10 yang diadakan di Stadion Teladan Medan, Minggu (27/12) sore.
Bahkan gawang PSMS yang dikawal M Halim lebih dulu kebobolan melalui pemain Persiraja, Zulkarnaen, pada menit ke-52.
Setelah ketinggalan, para pemain PSMS yang dimotori Affan Lubis, Faisal Azmi, dan Jecky Pasarella mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan. Satu serangan yang cukup tajam itu pun tidak sia-sia, dan membuahkan hasil melalui pemain PSMS, Ahmad Maulana Putra pada menit ke-60. Ia menjebol gawang Persiraja yang dijaga Masykur, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan itu, terus memberikan dukungan terhadap tim PSMS diarsiteki pelatih Suimin Diharja. Sementara, pemain Persiraja, Erik Saputra, Muklis Sawang dan Esafah Pelo Benson, juga terus berusaha menekan pertahanan PSMS. Namun, sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya peratandingan kedudukan 1-1 tak berubah.
Asisten pelatih PSMS, Nimrot Manalu usai pertandingan memuji kegigihan anak asuhnya pada pertandingan lawan Persiraja. Menurut dia, para pemain telah berusaha dan berjuang keras untuk mencuri angka penuh, namun belum berhasil.
"Permainan PSMS cukup bagus, namun ke depan lebih ditingkatkan lagi," katanya.
Sementara itu pelatih Persiraja, Anwar mengatakan, anak didiknya telah berusaha untuk bisa mengalahkan tuan rumah PSMS. Namun, kemenangan itu belum berada di pihak timnya.
"Saya merasa bangga dengan pemain Persiraja bisa bermain imbang lawan PSMS," katanya.
Bahkan gawang PSMS yang dikawal M Halim lebih dulu kebobolan melalui pemain Persiraja, Zulkarnaen, pada menit ke-52.
Setelah ketinggalan, para pemain PSMS yang dimotori Affan Lubis, Faisal Azmi, dan Jecky Pasarella mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan. Satu serangan yang cukup tajam itu pun tidak sia-sia, dan membuahkan hasil melalui pemain PSMS, Ahmad Maulana Putra pada menit ke-60. Ia menjebol gawang Persiraja yang dijaga Masykur, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan itu, terus memberikan dukungan terhadap tim PSMS diarsiteki pelatih Suimin Diharja. Sementara, pemain Persiraja, Erik Saputra, Muklis Sawang dan Esafah Pelo Benson, juga terus berusaha menekan pertahanan PSMS. Namun, sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya peratandingan kedudukan 1-1 tak berubah.
Asisten pelatih PSMS, Nimrot Manalu usai pertandingan memuji kegigihan anak asuhnya pada pertandingan lawan Persiraja. Menurut dia, para pemain telah berusaha dan berjuang keras untuk mencuri angka penuh, namun belum berhasil.
"Permainan PSMS cukup bagus, namun ke depan lebih ditingkatkan lagi," katanya.
Sementara itu pelatih Persiraja, Anwar mengatakan, anak didiknya telah berusaha untuk bisa mengalahkan tuan rumah PSMS. Namun, kemenangan itu belum berada di pihak timnya.
"Saya merasa bangga dengan pemain Persiraja bisa bermain imbang lawan PSMS," katanya.
SMeCK Holigan Kumpulkan Sumbangan
MIRIS benar kondisi PSMS saat ini. Selain tidak punya uang, tim berjuluk Ayam Kinantan itu juga ditinggalkan sejumlah pengurusnya yang memilih tak lagi peduli dengan PSMS. Saban PSMS latihan, yang menemani hanyalah anak-anak yang cinta PSMS.
Lihat saja ketika PSMS berlatih, baik di Stadion Kebun Bunga maupun di Stadion Teladan. Sudah pasti puluhan bahkan sampai seratusan anak-anak dengan setia dan sabar menunggui PSMS berlatih. Tujuannya satu, ingin melihat PSMS dari dekat. Kadang anak-anak itu juga berburu tanda tangan pemain.
Hal itu cukuplah menemani PSMS dari rasa kesendirian yang teramat dalam. Di samping itu, kehadiran fans juga mampu meredam rasa letih dan penat seusai latihan. Apalagi kalau masih ada yang peduli.
Berbicara soal kepedulian, tampaknya yang lebih peduli memang fans dibanding pengurus sendiri. Selama ini pengurus lebih banyak sepele akan hal-hal yang dianggap kecil namun sebenarnya punya makna besar bagi soliditas tim.
Untuk itu, barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan akan coba menggedor hati pengurus. Ya, meniru kesuksesan penggalangan dana ala Prita Mulyasari yang berjuang melawan arogansi sebuah rumah sakit di Tangerang, SMeCK mencoba melakukan hal serupa.
Penggalangan sumbangan berupa koin untuk PSMS akan digeber mulai 27 Desember nanti, bertepatan dengan laga kontra Persiraja. Kegiatan itu akan terus digeber hingga 31 Desember mendatang, saat PSMS menjamu PSDS.
Di sela-sela penggalangan dana, kabarnya SMeCK juga akan menggelar live akustik di depan Stadion Teladan pada 31 Desember. Hal itu akan dilakukan mulai pagi hingga sore.
“Kita sudah begitu kecewa dengan sikap pengurus yang sama sekali tidak ada pedulinya. Entah apa yang ada di benak mereka. Semoga hati mereka terbuka ketika kami fans PSMS berharap ada masyarakat yang mau membantu PSMS,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK di Stadion Teladan kemarin.
Dana hasil sumbangan masyarakat nanti, berapapun jumlahnya akan langsung diberikan kepada pemain dan pelatih. “Anggap ini bonus dari masyarakat. Kalau pengurus sudah gak peduli, jangan kita pikirkan. Karena masyarakat Medan masih banyak yang peduli,” sambung Nata yang langsung diamini anggota seperti Baho, Bani, Denzo, Bobi, Ardo, R Pak, Didi, Wayan dan Bdum yang selalu setia dampingi PSMS
Lihat saja ketika PSMS berlatih, baik di Stadion Kebun Bunga maupun di Stadion Teladan. Sudah pasti puluhan bahkan sampai seratusan anak-anak dengan setia dan sabar menunggui PSMS berlatih. Tujuannya satu, ingin melihat PSMS dari dekat. Kadang anak-anak itu juga berburu tanda tangan pemain.
Hal itu cukuplah menemani PSMS dari rasa kesendirian yang teramat dalam. Di samping itu, kehadiran fans juga mampu meredam rasa letih dan penat seusai latihan. Apalagi kalau masih ada yang peduli.
Berbicara soal kepedulian, tampaknya yang lebih peduli memang fans dibanding pengurus sendiri. Selama ini pengurus lebih banyak sepele akan hal-hal yang dianggap kecil namun sebenarnya punya makna besar bagi soliditas tim.
Untuk itu, barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan akan coba menggedor hati pengurus. Ya, meniru kesuksesan penggalangan dana ala Prita Mulyasari yang berjuang melawan arogansi sebuah rumah sakit di Tangerang, SMeCK mencoba melakukan hal serupa.
Penggalangan sumbangan berupa koin untuk PSMS akan digeber mulai 27 Desember nanti, bertepatan dengan laga kontra Persiraja. Kegiatan itu akan terus digeber hingga 31 Desember mendatang, saat PSMS menjamu PSDS.
Di sela-sela penggalangan dana, kabarnya SMeCK juga akan menggelar live akustik di depan Stadion Teladan pada 31 Desember. Hal itu akan dilakukan mulai pagi hingga sore.
“Kita sudah begitu kecewa dengan sikap pengurus yang sama sekali tidak ada pedulinya. Entah apa yang ada di benak mereka. Semoga hati mereka terbuka ketika kami fans PSMS berharap ada masyarakat yang mau membantu PSMS,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK di Stadion Teladan kemarin.
Dana hasil sumbangan masyarakat nanti, berapapun jumlahnya akan langsung diberikan kepada pemain dan pelatih. “Anggap ini bonus dari masyarakat. Kalau pengurus sudah gak peduli, jangan kita pikirkan. Karena masyarakat Medan masih banyak yang peduli,” sambung Nata yang langsung diamini anggota seperti Baho, Bani, Denzo, Bobi, Ardo, R Pak, Didi, Wayan dan Bdum yang selalu setia dampingi PSMS
Tri Yudha Handoko Kawal Zulkarnaen
Pada laga hari ini, Zulkarnaen, salah satu pemain Persiraja musim ini tampaknya bakal mendapatkan kawalan ketat.
Pasalnya, pemain satu ini termasuk pemain yang paling berbahaya dari kubu Persiraja.
Bahkan Zulkarnaen masih mencatatkan diri sebagai top skor sementara Persiraja dengan koleksi tiga gol. Selain tajam, Zul-sapaan akrabnya juga kerap menyulitkan pemain bawah tim lawan karena pergerakannya yang cepat dan tepat waktu.
Terlebih Zul sempat ikuti seleksi di PSMS musim ini. Sudah barang tentu Zul akan mencoba menunjukkan kepada pengurus PSMS bahwa dia sebenarnya layak berkostum Kinantan. Ya, sepanjang melakoni seleksi bersama PSMS, sebenarnya Zul masuk daftar pemain yang diinginkan Suimin. Namun tidak terjadi kesepakatan kontrak antara pengurus dengan Zul. Alhasil Zul memilih hengkang.
Sepanjang mengikuti seleksi dengan PSMS, Zul juga sudah menunjukkan kalau dia itu striker produktif. Dalam beberapa ujicoba, Zul kerap menyumbangkan gol. Untuk itulah Suimin akan berusaha mematikan pergerakan pemain satu ini. Untuk urusan itu, tampaknya Suimin akan menugaskan Tri Yudha Handoko. Secara head to head, Yudha dianggap mampu mengatasi pergerakan Zul.
“Mungkin Zul akan lebih banyak merepotkan kita. Harus ada pemain yang siap mengawal dengan disiplin tinggi. Mungkin Yudha yang akan saya tugaskan,” kata Suimin.
Mendapatkan tugas itu, Yudha menyatakan siap menjalankan instruksi sesuai mau pelatih. “Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan strategi yang diterapkan. Semoga berhasil baik dan PSMS mampu meraih tiga angka,” bilang pemain yang baru saja menjalani sidang meja hijau skripsinya itu
Pasalnya, pemain satu ini termasuk pemain yang paling berbahaya dari kubu Persiraja.
Bahkan Zulkarnaen masih mencatatkan diri sebagai top skor sementara Persiraja dengan koleksi tiga gol. Selain tajam, Zul-sapaan akrabnya juga kerap menyulitkan pemain bawah tim lawan karena pergerakannya yang cepat dan tepat waktu.
Terlebih Zul sempat ikuti seleksi di PSMS musim ini. Sudah barang tentu Zul akan mencoba menunjukkan kepada pengurus PSMS bahwa dia sebenarnya layak berkostum Kinantan. Ya, sepanjang melakoni seleksi bersama PSMS, sebenarnya Zul masuk daftar pemain yang diinginkan Suimin. Namun tidak terjadi kesepakatan kontrak antara pengurus dengan Zul. Alhasil Zul memilih hengkang.
Sepanjang mengikuti seleksi dengan PSMS, Zul juga sudah menunjukkan kalau dia itu striker produktif. Dalam beberapa ujicoba, Zul kerap menyumbangkan gol. Untuk itulah Suimin akan berusaha mematikan pergerakan pemain satu ini. Untuk urusan itu, tampaknya Suimin akan menugaskan Tri Yudha Handoko. Secara head to head, Yudha dianggap mampu mengatasi pergerakan Zul.
“Mungkin Zul akan lebih banyak merepotkan kita. Harus ada pemain yang siap mengawal dengan disiplin tinggi. Mungkin Yudha yang akan saya tugaskan,” kata Suimin.
Mendapatkan tugas itu, Yudha menyatakan siap menjalankan instruksi sesuai mau pelatih. “Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan strategi yang diterapkan. Semoga berhasil baik dan PSMS mampu meraih tiga angka,” bilang pemain yang baru saja menjalani sidang meja hijau skripsinya itu
Khawatir Denda, Fans Dilarang Masuk Lapangan
ADA yang menarik saat digelarnya technical meeting yang berlangsung kemarin (26/12). Ya, pada acara yang juga dikemas dengan agenda jumpa pers itu, pihak panitia pelaksana (Panpel) pertandingan menyatakan bahwa tim tidak diperkenankan menyapa fans dengan cara mendatangi ke areal santle ban.
Menurut Panpel yang kali ini diwakili Fredy Hutabarat selaku Wakil Ketua Panpel, apabila tim melakukan victory lap atau ucapan terimakasih kepada fans dengan cara merapat ke arah tribun, dikhawatirkan banyak pendukung yang akan masuk lapangan.
Menurut regulasi Komdis PSSI, kalau sampai ada suporter yang masuk lapangan selain petugas, maka PSMS terancam kena sanksi. Sanksinya bukan tanggung, yakni ancaman menggelar laga tanpa penonton.
“Bukan tidak boleh menyapa fans. Silahkan saja mereka melakukan itu. Tapi kami harap hal itu dilakukan dari tengah lapangan saja dan jangan sampai ke arah tribun. Karena dikhawatirkan akan ada fans yang masuk lapangan. Kalau sudah begitu kita juga yang repot, karena terancam denda,” kata Fredy.
Memang, dalam dua laga terakhir di kandang, ratusan fans kerap masuk ke dalam lapangan untuk berinteraksi langsung dengan pemain dan pelatih. Hal ini riskan karena membuat keadaan seolah tak kondusif. Padahal maksudnya baik, hanya ingin memberikan motivasi.
“Itulah kondisnya. Komdis mana mau tahu hal itu. Yang jelas, ketika ada yang masuk lapangan ramai-ramai pikirnya ada keributan. Kita antisipasi hal itu agar jangan sampai terjadi,” lanjut Julius Raja.
Hal ini sempat disesalkan tim. Pasalnya acara penghormatan usai laga sudah menjadi tradisi sebagai ucapan terima kasih kepada suporter yang terus memberi dukungan sepanjang laga berlangsung
Intinya, dibutuhkan kerjasama antara pendukung setia PSMS agar tim ini bangkit ke depannya. Termasuk menjaga emosi saat menonton pertandingan
Menurut Panpel yang kali ini diwakili Fredy Hutabarat selaku Wakil Ketua Panpel, apabila tim melakukan victory lap atau ucapan terimakasih kepada fans dengan cara merapat ke arah tribun, dikhawatirkan banyak pendukung yang akan masuk lapangan.
Menurut regulasi Komdis PSSI, kalau sampai ada suporter yang masuk lapangan selain petugas, maka PSMS terancam kena sanksi. Sanksinya bukan tanggung, yakni ancaman menggelar laga tanpa penonton.
“Bukan tidak boleh menyapa fans. Silahkan saja mereka melakukan itu. Tapi kami harap hal itu dilakukan dari tengah lapangan saja dan jangan sampai ke arah tribun. Karena dikhawatirkan akan ada fans yang masuk lapangan. Kalau sudah begitu kita juga yang repot, karena terancam denda,” kata Fredy.
Memang, dalam dua laga terakhir di kandang, ratusan fans kerap masuk ke dalam lapangan untuk berinteraksi langsung dengan pemain dan pelatih. Hal ini riskan karena membuat keadaan seolah tak kondusif. Padahal maksudnya baik, hanya ingin memberikan motivasi.
“Itulah kondisnya. Komdis mana mau tahu hal itu. Yang jelas, ketika ada yang masuk lapangan ramai-ramai pikirnya ada keributan. Kita antisipasi hal itu agar jangan sampai terjadi,” lanjut Julius Raja.
Hal ini sempat disesalkan tim. Pasalnya acara penghormatan usai laga sudah menjadi tradisi sebagai ucapan terima kasih kepada suporter yang terus memberi dukungan sepanjang laga berlangsung
Intinya, dibutuhkan kerjasama antara pendukung setia PSMS agar tim ini bangkit ke depannya. Termasuk menjaga emosi saat menonton pertandingan
Nyeck di Tawar
Siapa yang meragukan kualitas pemain belakang sekelas Nyeck Nyobe. Berpostur ideal, punya visi permainan yang bagus dan dingin saat mengawal dan mematikan pergerakan lawan adalah ciri khas permainannya. Jadi, wajar jika banyak klub yang menginginkannya.
Buktinya, meski kini telah resmi berkostum PSMS, namun pemain berkebangsaan Kamerun ini tetap diminati klub lain. Kabar teranyar menyebutkan jika pemain berambut keriwil ini diincar kontestan Indonesia Super League asal Makassar, PSM. Isu ketertarikan PSM tadi berawal dari krisis yang terjadi di lini belakang klub berjuluk Juku Eja itu. Guna menambal lini belakang yang menurut mereka keropos, manajemen klub memasukkan nama Nyek Nyobe sebagai pemain buruan.
Dikonfirmasikan kepada Hendra DS, manajer tim PSMS didapat jawaban bahwa Nyeck tetap akan di PSMS karena dirinya telah terikat kontrak selama satu musim. “Nyeck kan sudah kita kontrak satu tahun. Dia harus menghormati kontrak itu,” kata Hendra.
Terkait rumor yang menghinggapi anak buahnya, Suimin Diharja, pelatih PSMS membenarkan hal itu. Menurutnya, ketika pertama kali mendengar kabar yang menyebutkan jika Nyek didekati kubu PSM, dirinya langsung menanyakan hal itu kepada yang bersangkutan. Hasilnya?
Tak sedikitpun Nyek berkelit kepada Suimin. “Saya dengar langsung dari dia (Nyek Nyobe, Red) memang begitu. Tapi saya belum tahu sejauh mana negosiasi antara Nyek dan kubu PSM tadi,” terang Suimin.
Kondisi ini jelas membuat Suimin Diharja was-awas. Mantan pelatih Persikabo ini khawatir jika rumor yang menghinggapi Nyek dapat menggangu konsentrasi pemain lainnya jelang berhadapan dengan Persiraja, Mingggu (27/12) besok.
Beruntung, ketika hati Suimin gundah memikirkan nasib timnya yang terancam kehilangan pemain pilar, di saat itu pula Nyek Nyobe justru memberi jaminan jika dirinya akan tetap berkostum Ayam Kinantan, setidaknya hingga satu kusim ke depan.
“Saya tanya kepadanya, apa keputusan kamu terhadap tawaran PSM? Dia menjawab, jangan permasalahkan hal itu, karena semuanya tergantung kepada anda sebagai pelatih. Artinya, Jika saya merestuinya pindah ke PSM, maka dia akan hengkang. Tapi, bila saya masih mengingkannya bertahan, maka dia akan tetap berada di tim ini,” beber Suimin.
Jelas terasa jika ikatan batin antara Nyek Nyobe dan Suimin bukan sekedar ikatan batin antara seorang pemain dan sang pelatih. Tapi lebih dari itu, minimnya perhatian yang didapat pemain dari jajaran pengurus PSMS membuat pemain dan pelatih memiliki ikatan batin layaknya antara seorang anak dan orang tua.
Apalagi, selama menangani PSMS, Suimin kerap bertindak sebagai wadah untuk menampung keluh kesah para pemainnya. Padahal, di sisi lain, para pengurus, jangankan memberi perhatian, untuk hadir menyaksikan PSMS berlatih pun sangat jarang mereka lakukan.
Ya, walaupun hanya menonton, namun kehadiran sosok pengurus yang mau peduli dengan kondisi tim, memang sangat diharapkan. “Inilah kondisinya. Kita memang sangat membutuhkan figur pengurus yang mau peduli dengan keadaan tim ini secara menyeluruh,” bilang Suimin
“Kalau masalah finansial, bukan kali ini saja sulit. Dari dulu juga memang sudah sulit. Tapi, dulu pengurus sering memberikan suport kepada pemain sehingga motivasi pemain tetap membara. Nah, kalau sekarang, jangankan peduli dengan menanyakan kondisi kesehatan pemain, untuk datang melihat pemain berlatih saja pun bisa dihitung, siapa-siapa saja pengurus yang aktif,” sesal Suimin
Buktinya, meski kini telah resmi berkostum PSMS, namun pemain berkebangsaan Kamerun ini tetap diminati klub lain. Kabar teranyar menyebutkan jika pemain berambut keriwil ini diincar kontestan Indonesia Super League asal Makassar, PSM. Isu ketertarikan PSM tadi berawal dari krisis yang terjadi di lini belakang klub berjuluk Juku Eja itu. Guna menambal lini belakang yang menurut mereka keropos, manajemen klub memasukkan nama Nyek Nyobe sebagai pemain buruan.
Dikonfirmasikan kepada Hendra DS, manajer tim PSMS didapat jawaban bahwa Nyeck tetap akan di PSMS karena dirinya telah terikat kontrak selama satu musim. “Nyeck kan sudah kita kontrak satu tahun. Dia harus menghormati kontrak itu,” kata Hendra.
Terkait rumor yang menghinggapi anak buahnya, Suimin Diharja, pelatih PSMS membenarkan hal itu. Menurutnya, ketika pertama kali mendengar kabar yang menyebutkan jika Nyek didekati kubu PSM, dirinya langsung menanyakan hal itu kepada yang bersangkutan. Hasilnya?
Tak sedikitpun Nyek berkelit kepada Suimin. “Saya dengar langsung dari dia (Nyek Nyobe, Red) memang begitu. Tapi saya belum tahu sejauh mana negosiasi antara Nyek dan kubu PSM tadi,” terang Suimin.
Kondisi ini jelas membuat Suimin Diharja was-awas. Mantan pelatih Persikabo ini khawatir jika rumor yang menghinggapi Nyek dapat menggangu konsentrasi pemain lainnya jelang berhadapan dengan Persiraja, Mingggu (27/12) besok.
Beruntung, ketika hati Suimin gundah memikirkan nasib timnya yang terancam kehilangan pemain pilar, di saat itu pula Nyek Nyobe justru memberi jaminan jika dirinya akan tetap berkostum Ayam Kinantan, setidaknya hingga satu kusim ke depan.
“Saya tanya kepadanya, apa keputusan kamu terhadap tawaran PSM? Dia menjawab, jangan permasalahkan hal itu, karena semuanya tergantung kepada anda sebagai pelatih. Artinya, Jika saya merestuinya pindah ke PSM, maka dia akan hengkang. Tapi, bila saya masih mengingkannya bertahan, maka dia akan tetap berada di tim ini,” beber Suimin.
Jelas terasa jika ikatan batin antara Nyek Nyobe dan Suimin bukan sekedar ikatan batin antara seorang pemain dan sang pelatih. Tapi lebih dari itu, minimnya perhatian yang didapat pemain dari jajaran pengurus PSMS membuat pemain dan pelatih memiliki ikatan batin layaknya antara seorang anak dan orang tua.
Apalagi, selama menangani PSMS, Suimin kerap bertindak sebagai wadah untuk menampung keluh kesah para pemainnya. Padahal, di sisi lain, para pengurus, jangankan memberi perhatian, untuk hadir menyaksikan PSMS berlatih pun sangat jarang mereka lakukan.
Ya, walaupun hanya menonton, namun kehadiran sosok pengurus yang mau peduli dengan kondisi tim, memang sangat diharapkan. “Inilah kondisinya. Kita memang sangat membutuhkan figur pengurus yang mau peduli dengan keadaan tim ini secara menyeluruh,” bilang Suimin
“Kalau masalah finansial, bukan kali ini saja sulit. Dari dulu juga memang sudah sulit. Tapi, dulu pengurus sering memberikan suport kepada pemain sehingga motivasi pemain tetap membara. Nah, kalau sekarang, jangankan peduli dengan menanyakan kondisi kesehatan pemain, untuk datang melihat pemain berlatih saja pun bisa dihitung, siapa-siapa saja pengurus yang aktif,” sesal Suimin
Saturday, December 26, 2009
PSMS beruntung jeda lama
MEDAN - PSMS Medan merasa diuntungkan dengan jeda pertandingan yang cukup lama pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
Andainya itu tidak terjadi, makan kondisi pemain yang hampir 40 persen cedera akan sulit maksimal menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Medan, Minggu nanti.
Pelatih Suimin Dihardja mengatakan, masa istirahat yang cukup lama sangat menguntungkan timnya karena bisa digunakan sebagai proses penyembuhan beberapa pemain cedera.
Ia menyebutkan, beberapa pemain yang mengalami cedera adalah Selamet Riyadi (otot urat tumit), Sony Gunawan (bahu), Hardi Citra (paha) dan Edu Juanda, Osas Saha dan Afandi Lubis. Beruntung, tiga nama terakhir mulai sembuh dan telah mengikuti latihan bersama pemain lainnya.
PSMS memiliki jeda pertandingan sekitar 10 hari sejak kekalahan dari Persipasi di Bekasi, dua pekan lalu. Menurut Suimin, masa istirahat yang cukup lama ini juga akan dimanfaatkan untuk menutup kekurangan timnya dengan melakukan ujicoba sesama pemain.
Ia mengatakan, meskipun hanya uji coba antar pemain tetapi itu sifatnya resmi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pemain inti maupun pemain pelapis. Dengan uji coba tersebut, dirinya bisa mengetahui perkembangan kedisiplinan dan komunikasi antar pemain terutama pemain belakang. "Saya masih fokus pada kedisiplinan dan koordinasi antar pemain," katanya.
Pada latihan Kamis, striker Osas Saha sudah menemui dirinya dan siap merumput pada Minggu nanti. "Saha memang sudah berkonsultasi dengan saya dan dia mengatakan melawan Persiraja siap untuk diturunkan sebagai striker. Saya memang tidak memaksa dia, biar dia sendiri yang merasa siap," tutur Suimin.
Selain itu, pelatih kampung itu juga menempa fisik pemain. Menanggapi pemain laga Minggu nanti, Suimin mengatakan sudah menyiapkan pemain pengganti seandainya tiga pemain pilarnya belum sembuh.
Sony Gunawan kemungkinan diganti Irwin, Selamet Riyadi dengan Chico Maradona, sementara posisi Hardi Citra diisi Affandi Lubis atau Kamil Sembiring. "Siapa yang dimainkan, tergantung siapa yang lebih siap," katanya
Andainya itu tidak terjadi, makan kondisi pemain yang hampir 40 persen cedera akan sulit maksimal menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Medan, Minggu nanti.
Pelatih Suimin Dihardja mengatakan, masa istirahat yang cukup lama sangat menguntungkan timnya karena bisa digunakan sebagai proses penyembuhan beberapa pemain cedera.
Ia menyebutkan, beberapa pemain yang mengalami cedera adalah Selamet Riyadi (otot urat tumit), Sony Gunawan (bahu), Hardi Citra (paha) dan Edu Juanda, Osas Saha dan Afandi Lubis. Beruntung, tiga nama terakhir mulai sembuh dan telah mengikuti latihan bersama pemain lainnya.
PSMS memiliki jeda pertandingan sekitar 10 hari sejak kekalahan dari Persipasi di Bekasi, dua pekan lalu. Menurut Suimin, masa istirahat yang cukup lama ini juga akan dimanfaatkan untuk menutup kekurangan timnya dengan melakukan ujicoba sesama pemain.
Ia mengatakan, meskipun hanya uji coba antar pemain tetapi itu sifatnya resmi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pemain inti maupun pemain pelapis. Dengan uji coba tersebut, dirinya bisa mengetahui perkembangan kedisiplinan dan komunikasi antar pemain terutama pemain belakang. "Saya masih fokus pada kedisiplinan dan koordinasi antar pemain," katanya.
Pada latihan Kamis, striker Osas Saha sudah menemui dirinya dan siap merumput pada Minggu nanti. "Saha memang sudah berkonsultasi dengan saya dan dia mengatakan melawan Persiraja siap untuk diturunkan sebagai striker. Saya memang tidak memaksa dia, biar dia sendiri yang merasa siap," tutur Suimin.
Selain itu, pelatih kampung itu juga menempa fisik pemain. Menanggapi pemain laga Minggu nanti, Suimin mengatakan sudah menyiapkan pemain pengganti seandainya tiga pemain pilarnya belum sembuh.
Sony Gunawan kemungkinan diganti Irwin, Selamet Riyadi dengan Chico Maradona, sementara posisi Hardi Citra diisi Affandi Lubis atau Kamil Sembiring. "Siapa yang dimainkan, tergantung siapa yang lebih siap," katanya
Ada Asa
MEDAN- Pada simulasi yang digelar kemarin (23/12) skema permainan yang bakal diterapkan PSMS saat meladeni Persiraja Minggu (27/12) nanti, terlihat bayak mengalami peningkatan.
Padahal kalau mau jujur, Suimin Diharja, pelatih PSMS masih dipusingkan dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
“Meskipun banyak kendala yang kita hadapi menatap laga kontra Persiraja, namun kita tetap membiarkan lawan memetik poin penuh di hadapan suporter kita. Karenanya, anak-anak harus mampu menampilkan permainan terbaik,” katanya usai menggelar latihan rutin di Stadion Teladan sore kemarin.
Beruntung arah ke sana sudah mulai terlihat. Saat simulasi kemarin digelar, Suimin cukup puas dengan performa yang diperagakan anak asuhnya. Ya walaupun saat memimpin latihan Suimin tetap harus berulang kali berteriak dan menghentikan jalannya latihan, karena belum sesuai dengan harapan.
“Secara keseluruhan anak-anak sudah mulai mengerti strategi permainan yang kita kehendaki. Besok pagi (hari ini-Red) tinggal pemantapan selanjutnya,” lanjut Suimin.
Sedikit asa untuk mengamankan laga kandang kontra Persiraja kian meninggi, ketika Osas Saha juga sudah bisa mengikuti latihan. Cedera engkelnya memang belum kambuh benar. Namun Saha sudah bisa berlari dan ikut instruksi latihan dengan penuh. Kemungkinan Saha bisa dimainkan pun kembali terbuka.
“Masih sedikit masalah. Saya sudah bisa berlari namun belum bisa melakukan gerakan balik badan dengan tempo tinggi. Tapi saya yakin bisa turun saat melawan Persiraja,” beber Saha.
Nah, dengan demikian bertambah lagi satu skuad yang diprediksi bisa dimainkan.
Namun di lini belakang tampaknya masih perlu modifikasi. Slamet Riyadi palang pintu PSMS yang juga kapten tim belum pulih benar. Walaupun Slamet mengaku sudah bisa berlari, namun dia masih merasakan sakit pada tumitnya saat melompat.
Dengan begitu, komposisi lini belakang yang tanpa Slamet akan dipercayakan kepada Nyeck Nyobe. Awalnya bek tinggi besar asal Kamerun itu diproyeksikan menjadi striker. Namun hal itu tampaknya urung dilakukan Suimin, karena punya risiko tinggi.
“Nyeck akan tetap main di belakang. Kalau dia dipasang jadi striker, kita tidak punya stok pemain di belakang. Kalau dipaksakan, Persiraja punya beberapa pilar yang liar di kota penalti. Ini sangat berisiko,” kata Suimin. “Slamet sendiri masih belum pulih. Dia minta waktu sampai hari ini. Kita tunggu saja,” pungkasnya.
Padahal kalau mau jujur, Suimin Diharja, pelatih PSMS masih dipusingkan dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
“Meskipun banyak kendala yang kita hadapi menatap laga kontra Persiraja, namun kita tetap membiarkan lawan memetik poin penuh di hadapan suporter kita. Karenanya, anak-anak harus mampu menampilkan permainan terbaik,” katanya usai menggelar latihan rutin di Stadion Teladan sore kemarin.
Beruntung arah ke sana sudah mulai terlihat. Saat simulasi kemarin digelar, Suimin cukup puas dengan performa yang diperagakan anak asuhnya. Ya walaupun saat memimpin latihan Suimin tetap harus berulang kali berteriak dan menghentikan jalannya latihan, karena belum sesuai dengan harapan.
“Secara keseluruhan anak-anak sudah mulai mengerti strategi permainan yang kita kehendaki. Besok pagi (hari ini-Red) tinggal pemantapan selanjutnya,” lanjut Suimin.
Sedikit asa untuk mengamankan laga kandang kontra Persiraja kian meninggi, ketika Osas Saha juga sudah bisa mengikuti latihan. Cedera engkelnya memang belum kambuh benar. Namun Saha sudah bisa berlari dan ikut instruksi latihan dengan penuh. Kemungkinan Saha bisa dimainkan pun kembali terbuka.
“Masih sedikit masalah. Saya sudah bisa berlari namun belum bisa melakukan gerakan balik badan dengan tempo tinggi. Tapi saya yakin bisa turun saat melawan Persiraja,” beber Saha.
Nah, dengan demikian bertambah lagi satu skuad yang diprediksi bisa dimainkan.
Namun di lini belakang tampaknya masih perlu modifikasi. Slamet Riyadi palang pintu PSMS yang juga kapten tim belum pulih benar. Walaupun Slamet mengaku sudah bisa berlari, namun dia masih merasakan sakit pada tumitnya saat melompat.
Dengan begitu, komposisi lini belakang yang tanpa Slamet akan dipercayakan kepada Nyeck Nyobe. Awalnya bek tinggi besar asal Kamerun itu diproyeksikan menjadi striker. Namun hal itu tampaknya urung dilakukan Suimin, karena punya risiko tinggi.
“Nyeck akan tetap main di belakang. Kalau dia dipasang jadi striker, kita tidak punya stok pemain di belakang. Kalau dipaksakan, Persiraja punya beberapa pilar yang liar di kota penalti. Ini sangat berisiko,” kata Suimin. “Slamet sendiri masih belum pulih. Dia minta waktu sampai hari ini. Kita tunggu saja,” pungkasnya.
Mimosa Pudica Subur di Rumput Teladan
Mungkin Anda jarang mendengar kata Mimosa Pudica L. Namun ketika disebut bunga putri malu, mungkin kita langsung paham.
Ya, “putri malu” yang dalam bahasa latin biasa disebut Mimosa Pudica L merupakan tumbuhan berduri dengan ciri daun bisa menutup dengan sendirinya saat disentuh, dan akan kembali terbuka setelah beberapa waktu.
Tumbuhan satu ini belakangan semakin jarang terlihat di perkotaan. Karena tumbuhan yang masuk kategori tumbuhan berkeping dua itu bisa dibilang semi parasit karena tumbuh di antara rerumputan liar. Sedangkan di kota sudah tentu jarang ada rumput liar.
Tapi, kalau anda masih penasaran dan ingin melihat keberadaan “putri malu” di tengah kota, tidak usah jauh-jauh, datang saja ke Stadion Teladan saat melihat skuad PSMS berlatih. Lantas, amatilah dengan seksama hamparan rumput lapangan yang warnanya beda. Di antara rumputan yang beda warna itulah tumbuh subur putri malu.
Perubahan warna pada rumput lapangan dikarenakan, pengerjaan renovasi tidak berjalan dengan perencanaan yang matang. Lebih tepatnya dikerjakan asal jadi.
Untuk urusan rumput, pekerja renovasi hanya menyisip rumput baru di antara rumput lama. Masalahnya, jenis rumput yang disisip itu beda dengan rumput lama. Walhasil, jadilah lapangan di Stadion Teladan warna-warni. Ada hijau muda, ada hijau tua.
Kualitas rumput sisipan itupun tampaknya sangat rendah. Pertumbuhannya pun tak stabil, karena ada yang masih pendek dan ada yang sudah panjang. Menariknya, si “putri malu” tadi rupanya gemar rumbuh di rumput sisipan itu. Sepintas di lihat, rumput itu tampaknya sama kualitasnya dengan rumput yang biasa tumbuh di sembarang tempat, alias rumput liar. Orang bilang itu rumput gajah!
Nah, tanda tanya pun kian mengemuka di antara pendukung PSMS. Terlebih kabarnya renovasi Stadion Teladan memakan anggaran sekitar Rp1,5 milyar. Memang mata kita sudah agak sejuk ketika memandang warna-warni tempat duduk penonton. Ruang dalam juga sudah cukup baik. Masalahnya, kenapa lapangan yang merupakan hal wajib bagus dalam satu stadion seperti terlupakan.
“Ada yang kurang sip dari renovasi Teladan. Yakni lapangannya yang tak rata dan rumputnya yang belang-belang. Padahal katanya dana renovasinya besar,” beber Johan fans PSMS yang selalu menonton PSMS latihan.
Di samping ditumbuhi putri malu, tanah lapangan juga tidak rata. Beberapa pilar PSMS sudah jadi korban terjalnya tanah di lapangan Teladan.
Ya, “putri malu” yang dalam bahasa latin biasa disebut Mimosa Pudica L merupakan tumbuhan berduri dengan ciri daun bisa menutup dengan sendirinya saat disentuh, dan akan kembali terbuka setelah beberapa waktu.
Tumbuhan satu ini belakangan semakin jarang terlihat di perkotaan. Karena tumbuhan yang masuk kategori tumbuhan berkeping dua itu bisa dibilang semi parasit karena tumbuh di antara rerumputan liar. Sedangkan di kota sudah tentu jarang ada rumput liar.
Tapi, kalau anda masih penasaran dan ingin melihat keberadaan “putri malu” di tengah kota, tidak usah jauh-jauh, datang saja ke Stadion Teladan saat melihat skuad PSMS berlatih. Lantas, amatilah dengan seksama hamparan rumput lapangan yang warnanya beda. Di antara rumputan yang beda warna itulah tumbuh subur putri malu.
Perubahan warna pada rumput lapangan dikarenakan, pengerjaan renovasi tidak berjalan dengan perencanaan yang matang. Lebih tepatnya dikerjakan asal jadi.
Untuk urusan rumput, pekerja renovasi hanya menyisip rumput baru di antara rumput lama. Masalahnya, jenis rumput yang disisip itu beda dengan rumput lama. Walhasil, jadilah lapangan di Stadion Teladan warna-warni. Ada hijau muda, ada hijau tua.
Kualitas rumput sisipan itupun tampaknya sangat rendah. Pertumbuhannya pun tak stabil, karena ada yang masih pendek dan ada yang sudah panjang. Menariknya, si “putri malu” tadi rupanya gemar rumbuh di rumput sisipan itu. Sepintas di lihat, rumput itu tampaknya sama kualitasnya dengan rumput yang biasa tumbuh di sembarang tempat, alias rumput liar. Orang bilang itu rumput gajah!
Nah, tanda tanya pun kian mengemuka di antara pendukung PSMS. Terlebih kabarnya renovasi Stadion Teladan memakan anggaran sekitar Rp1,5 milyar. Memang mata kita sudah agak sejuk ketika memandang warna-warni tempat duduk penonton. Ruang dalam juga sudah cukup baik. Masalahnya, kenapa lapangan yang merupakan hal wajib bagus dalam satu stadion seperti terlupakan.
“Ada yang kurang sip dari renovasi Teladan. Yakni lapangannya yang tak rata dan rumputnya yang belang-belang. Padahal katanya dana renovasinya besar,” beber Johan fans PSMS yang selalu menonton PSMS latihan.
Di samping ditumbuhi putri malu, tanah lapangan juga tidak rata. Beberapa pilar PSMS sudah jadi korban terjalnya tanah di lapangan Teladan.
Chiko Siap Jalani Debut
Krisis di lini belakang PSMS, tampaknya menjadi berkah tersendiri bagi Chiko Maradona. Pemain bertinggi 183cm itu siap melakoni debutnya bersama PSMS musim ini, seandainya dia diberikan kesempatan oleh pelatih.
Pasca cederanya Slamet dan menurunnya kebugaran Deni Wahyudi, mau tak mau Suimin harus mulai memperhatikan pemain lain yang lebih sering parkir di bangku cadangan.
Salah satu yang kerap diparkir adalah Chiko Maradona. Bahkan di tubuh tim saat ini, tercatat tinggal dua pemain yang didaftar namun belum pernah diturunkan. Chiko dan Kamil Sembiring.
Bahkan kalau diberikan kesempatan turun pada laga kontra Persiraja, Chiko akan menganggap laga itu sebagai laga balas dendam. Memang tak ada kaitannya antara perseteruan PSMS versus Persiraja.
Namun pemain yang bekerja sebagai sekuriti Bank Sumut itu ternyata punya dendam khusus kepada tim BPD Aceh, yang mayoritas pemainnya adalah pemain Persiraja. Kebetulan, Chiko masuk skuad Bank Sumut dan ketika tanding dengan tim BPD Aceh selalu kalah lewat adu penalti.
“Dalam dua pertemuan Bank Sumut vs BPD Aceh kami selalu kalah adu penalti. Makanya jika nanti saya diberi kepercayaan untuk main, saya akan anggap laga itu sebagai laga balas dendam,” beber Chiko.
“Tapi sebelum melakoni pertandingan itu, tentunya saya wajib meningkatkan performa permainan sehingga pelatih tak merasa ragu dengan kemampuan yang saya miliki ,” sambung pengidola Alesandro Nesta itu.
Untuk urusan pengalaman, sebenarnya Chiko tidak miskin jam terbang. Selain main untuk Bank Sumut, Chiko juga pernah memperkuat PSMS Junior sejak 2002-2004.
Tahun 2004, pemain kelahiran 4 Juli 1986 itu main untuk Persijam Jambi. Setahun berikutnya, giliran PS Muba Banyuasin yang dibela. Tahun 2007, Chiko masuk skuad PSMS U-23. Sedangkan tahun 2008, Chiko memperkuat Medan Jaya.
“Secara keseluruhan, saya siap untuk diturunkan. Tapi itu tergantu kebutuhan tim dan kepercayaan pelatih. Intinya saya akan mencoba memberikan yang terbaik bagi tim ini,” pungkasnya.
Pasca cederanya Slamet dan menurunnya kebugaran Deni Wahyudi, mau tak mau Suimin harus mulai memperhatikan pemain lain yang lebih sering parkir di bangku cadangan.
Salah satu yang kerap diparkir adalah Chiko Maradona. Bahkan di tubuh tim saat ini, tercatat tinggal dua pemain yang didaftar namun belum pernah diturunkan. Chiko dan Kamil Sembiring.
Bahkan kalau diberikan kesempatan turun pada laga kontra Persiraja, Chiko akan menganggap laga itu sebagai laga balas dendam. Memang tak ada kaitannya antara perseteruan PSMS versus Persiraja.
Namun pemain yang bekerja sebagai sekuriti Bank Sumut itu ternyata punya dendam khusus kepada tim BPD Aceh, yang mayoritas pemainnya adalah pemain Persiraja. Kebetulan, Chiko masuk skuad Bank Sumut dan ketika tanding dengan tim BPD Aceh selalu kalah lewat adu penalti.
“Dalam dua pertemuan Bank Sumut vs BPD Aceh kami selalu kalah adu penalti. Makanya jika nanti saya diberi kepercayaan untuk main, saya akan anggap laga itu sebagai laga balas dendam,” beber Chiko.
“Tapi sebelum melakoni pertandingan itu, tentunya saya wajib meningkatkan performa permainan sehingga pelatih tak merasa ragu dengan kemampuan yang saya miliki ,” sambung pengidola Alesandro Nesta itu.
Untuk urusan pengalaman, sebenarnya Chiko tidak miskin jam terbang. Selain main untuk Bank Sumut, Chiko juga pernah memperkuat PSMS Junior sejak 2002-2004.
Tahun 2004, pemain kelahiran 4 Juli 1986 itu main untuk Persijam Jambi. Setahun berikutnya, giliran PS Muba Banyuasin yang dibela. Tahun 2007, Chiko masuk skuad PSMS U-23. Sedangkan tahun 2008, Chiko memperkuat Medan Jaya.
“Secara keseluruhan, saya siap untuk diturunkan. Tapi itu tergantu kebutuhan tim dan kepercayaan pelatih. Intinya saya akan mencoba memberikan yang terbaik bagi tim ini,” pungkasnya.
Thursday, December 24, 2009
SELAMAT NATAL & TAHUN BARU 2010
!!!!!Kenapa?
Suimin Diharja, pelatih PSMS kemarin (22/12) mengeluhkan sakit di pundaknya. Menurutnya, inilah yang menjadi penyebab kenapa dirinya absen melatih punggawa Ayam Kinantan dalam dua kesempatan.
Kendati demikian, Suimin tak menamipik jika penyakit yang dideritanya ini terkait dengan beratnya beban yang harus dipikulnya dalam satu pekan ke depan tatkala mengarungi kerasnya persaingan di ajang Divisi Utama Liga Indonesia.
Bayangkan, Minggu (27/12) nanti PSMS akan menjamu Persiraja dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Biasanya, setiap kali menatap laga kandang, seluruh pemain sangat percaya diri untuk memenangi pertandingan. Tapi kali ini tidak. Bukan hanya itu, untuk dapat menghindar dari kekalahan pun Suimin dipaksa untuk memutar otaknya guna memikirkan strategi yang paling tepat sehubungan dengan minimnya pemain yang dimiliki akibat cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Ditengarai, inilah yang membebani pikiran Suimin sehingga mempengaruhi kesehatannya.
Saat ini, pelatih 58 tahun itu lebih banyak berdiam diri. Di ruang kerjanya yang terdapat di Mess Kebun Bunga, tak henti Suimin mengorat-oret kemungkinan skema yang bakal diterapkannya. Pilihan-pilihan dilematis pun kian menambah berat beban pikirannya.
Pasalnya, saat ini Suimin hanya memiliki 15 pemain yang sedang berada pada top performa dan siap dimainkan ketika menjamu Persiraja Banda Aceh. Sialnya, jumlah itu sudah termasuk dua penjaga gawang. Artinya, Suimin hanya punya 13 pemain.
Ke-13 pemain itu adalah : Nyeck Nyobe, Maulana, Dodi Rahwana, Faisal Azmi, Bambang Tri Sanjaya, Tri Yudha Handoko, Affan Lubis, Jecky Pasarela, Syaiful Ramadhan, A Kamil Sembiring, Heri Suwondo, Chiko Maradona, Edu Juanda.
Dari nama itu, Edu Juanda sebenarnya masih masuk daftar tanda tanya, karena pada dasarnya cedera yang dialaminya belum pulih 100 persen. Nah, di luar 13 pemain itu, hingga saat ini masih berkutat dengan beragam problem. Utamanya adalah cedera dan sakit.
“Ya inilah fakta yang ada. PSMS selalu dituntut meraih hasil bagus. Masalahnya, saat ini tim sedang berada dalam kondisi babak belur. Harapan saya cuma satu, yakni bisa memainkan seluruh pemain yang tersisa,” kata Suimin.
“Tapi kemungkinan untuk itu sangat tipis. Kalaupun ada pemain yang mengalami peningkatan kebugaran, saya pikir waktunya takkan cukup bagi mereka untuk tampil maksimal di laga pekan ini,” lanjut kakek dua cucu itu.
Untuk menyiasati hal ini, Suimin sudah mencoba bicara kepada manajemen agar mendaftarkan sejumlah pemain magang yang dimiliki PSMS. Ada dua nama yang siap diproyeksikan menjadi skuad utama, yakni Rachi Kumar dan Usman Maghribi.
Ariel Guiteres juga dalam kondisi oke untuk didaftarkan. Tapi semua harapan itu patah, karena manajemen bilang penambahan pemain hanya bisa dilakukan di jeda paruh musim nanti.
Kendati demikian, Suimin tak menamipik jika penyakit yang dideritanya ini terkait dengan beratnya beban yang harus dipikulnya dalam satu pekan ke depan tatkala mengarungi kerasnya persaingan di ajang Divisi Utama Liga Indonesia.
Bayangkan, Minggu (27/12) nanti PSMS akan menjamu Persiraja dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Biasanya, setiap kali menatap laga kandang, seluruh pemain sangat percaya diri untuk memenangi pertandingan. Tapi kali ini tidak. Bukan hanya itu, untuk dapat menghindar dari kekalahan pun Suimin dipaksa untuk memutar otaknya guna memikirkan strategi yang paling tepat sehubungan dengan minimnya pemain yang dimiliki akibat cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.
Ditengarai, inilah yang membebani pikiran Suimin sehingga mempengaruhi kesehatannya.
Saat ini, pelatih 58 tahun itu lebih banyak berdiam diri. Di ruang kerjanya yang terdapat di Mess Kebun Bunga, tak henti Suimin mengorat-oret kemungkinan skema yang bakal diterapkannya. Pilihan-pilihan dilematis pun kian menambah berat beban pikirannya.
Pasalnya, saat ini Suimin hanya memiliki 15 pemain yang sedang berada pada top performa dan siap dimainkan ketika menjamu Persiraja Banda Aceh. Sialnya, jumlah itu sudah termasuk dua penjaga gawang. Artinya, Suimin hanya punya 13 pemain.
Ke-13 pemain itu adalah : Nyeck Nyobe, Maulana, Dodi Rahwana, Faisal Azmi, Bambang Tri Sanjaya, Tri Yudha Handoko, Affan Lubis, Jecky Pasarela, Syaiful Ramadhan, A Kamil Sembiring, Heri Suwondo, Chiko Maradona, Edu Juanda.
Dari nama itu, Edu Juanda sebenarnya masih masuk daftar tanda tanya, karena pada dasarnya cedera yang dialaminya belum pulih 100 persen. Nah, di luar 13 pemain itu, hingga saat ini masih berkutat dengan beragam problem. Utamanya adalah cedera dan sakit.
“Ya inilah fakta yang ada. PSMS selalu dituntut meraih hasil bagus. Masalahnya, saat ini tim sedang berada dalam kondisi babak belur. Harapan saya cuma satu, yakni bisa memainkan seluruh pemain yang tersisa,” kata Suimin.
“Tapi kemungkinan untuk itu sangat tipis. Kalaupun ada pemain yang mengalami peningkatan kebugaran, saya pikir waktunya takkan cukup bagi mereka untuk tampil maksimal di laga pekan ini,” lanjut kakek dua cucu itu.
Untuk menyiasati hal ini, Suimin sudah mencoba bicara kepada manajemen agar mendaftarkan sejumlah pemain magang yang dimiliki PSMS. Ada dua nama yang siap diproyeksikan menjadi skuad utama, yakni Rachi Kumar dan Usman Maghribi.
Ariel Guiteres juga dalam kondisi oke untuk didaftarkan. Tapi semua harapan itu patah, karena manajemen bilang penambahan pemain hanya bisa dilakukan di jeda paruh musim nanti.
A Kamil Sembiring Punya Kans Diturunkan
AWALNYA keberadaan A Kamil Sembiring, striker muda PSMS musim ini diplot sebagai pemain magang. Usianya baru 18 tahun. Tapi putra Jonny Sembiring ini punya garis bakat yang cukup kental sebagai seorang pebola. Karenanya, Suimin tak ragu memasukkan pemain bernomor punggung sembilan itu ke dalam skuad yang didaftarkan ke Liga.
Memang, sejauh ini Suimin belum banyak memberinya kesempatan merumput. Berbagai pertimbangan menjadi alasan utama akan hal itu.
Melawan Persiraja nanti, Kamil tampaknya punya kans yang cukup terbuka untuk diturunkan. Mungkin tidak jadi starter. Namun akan masuk line up. Begitupun, harus tergantung kesiapan terakhir si pemain sendiri. Kabarnya, Kamil sedang dalam kondisi yang tidak begitu bugar karena mengalami cedera ringan.
Peluang pengagum CR9 itu untuk diturunkan tetap ada. Cedera sejumlah pemain yang membuat hal itu jadi mungkin. “Kalau memungkinkan, Kamil bisa masuk line up. Bahkan dia juga bisa saja diturunkan. Asal dia mampu lepas dari beban yang melandanya selama ini. Saya harap dia dalam kondisi bugar saat laga nanti, jadi saya punya pilihan,” kata Suimin mengomentari anak buahnya itu.
Lantas apa kata Kamil? Merendah plus antusias, Kamil menyatakan akan berusaha menjaga kepercayaan pelatih seandainya dia diberikan kesempatan. Ya walaupun Kamil tak memungkiri kalau dirinya masih menyimpan grogi sebagai pemain muda. “Kalau saya bugar, saya akan sangat senang kalau diberikan kesempatan tampil. Tapi itu semua tergantung pelatih,” bebernya
Memang, sejauh ini Suimin belum banyak memberinya kesempatan merumput. Berbagai pertimbangan menjadi alasan utama akan hal itu.
Melawan Persiraja nanti, Kamil tampaknya punya kans yang cukup terbuka untuk diturunkan. Mungkin tidak jadi starter. Namun akan masuk line up. Begitupun, harus tergantung kesiapan terakhir si pemain sendiri. Kabarnya, Kamil sedang dalam kondisi yang tidak begitu bugar karena mengalami cedera ringan.
Peluang pengagum CR9 itu untuk diturunkan tetap ada. Cedera sejumlah pemain yang membuat hal itu jadi mungkin. “Kalau memungkinkan, Kamil bisa masuk line up. Bahkan dia juga bisa saja diturunkan. Asal dia mampu lepas dari beban yang melandanya selama ini. Saya harap dia dalam kondisi bugar saat laga nanti, jadi saya punya pilihan,” kata Suimin mengomentari anak buahnya itu.
Lantas apa kata Kamil? Merendah plus antusias, Kamil menyatakan akan berusaha menjaga kepercayaan pelatih seandainya dia diberikan kesempatan. Ya walaupun Kamil tak memungkiri kalau dirinya masih menyimpan grogi sebagai pemain muda. “Kalau saya bugar, saya akan sangat senang kalau diberikan kesempatan tampil. Tapi itu semua tergantung pelatih,” bebernya
Saha kambuh
Sial betul nasib yang dialami Osas Saha. Striker impor PSMS itu harus kembali meringis di pinggir lapangan karena cedera engkel kakinya kembali kambuh saat menjalani latihan kemarin (21/12).
Tentu ini jadi kerugian bagi tim. Pasalnya laga kandang kontra Persiraja sudah di depan mata. Sementara proses pemulihan cedera memakan waktu lebih dari satu pekan. Padahal sebelumnya Saha sudah hampir pulih dari cedera yang didapatnya saat tim bertemu dengan Persipasi beberapa waktu lalu.
Cedera yang dialami Saha kemarin tak lepas dari buruknya kondisi lapangan Stadion Teladan. Karena permukaan lapangan tak rata, pemain rentan alami cedera.
“Sebenarnya Saha sudah pulih 65 persen tetapi kondisi lapangan yang tidak rata membuat kakinya kembali terkilir, cedera yang sama, dan saya rasa malah ini lebih parah,” ujar tim medis PSMS dr Rori Pane.
Sudah barang tentu hal ini akan sedikit mengganggu simulasi yang selama ini sudah dibangun oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.
Suimin pun meradang dan kian khawatir. Terlebih Sony Gunawan juga bakal menepi karena mengalami cedera pinggang saat latihan kemarin.
“Dengan cederanya beberapa pemain, praktis kita hanya punya 15 pemain lapangan plus dua kiper, sangat minim, apalagi Ahmad Afandi dan Edu Juanda kondisinya belum pulih benar, kita terus koordinasi denga dokter tim dan pelatih fisik agar Edu dan Afandi bisa pulih, kalau tidak, maka usaha kita untuk masuk ISL akan semakin berat,” sebutnya.
Terkait hal itu, Rori sendiri belum dapat memastikan kapan pastinya pemain cedera akan segera pulih. Peluangnya memang cukup terbuka, yakni fifty-fify. “Belum tahu seperti apa, yang jelas kita berusaha agar pemain bisa pulih, sejauh ini peluangnya masih 50-50,” bebernya.
Upaya PSMS memperoleh hasil maksimal pada laga kandang menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Minggu (27/12) mendatang bakal terkendala, pasalnya beberapa pilar utama PSMS kembali didera cedera dan diragukan bisa tampil.
Satu persatu pemain PSMS tumbang, setelah Kapten tim PSMS Slamet Riyadi masih harus merasakan nyeri di tumit kanannya, sementara Abduh Juliandi juga masih belum bisa tampil karena cedera di pangkal paha kanannya.
Nasib sama juga dirasakan oleh kiper PSMS, Sonny Gunawan, dia pun harus merasakan sakit di pingang akibat berusaha menangkap bola dan mendarat dengan posisi hampr telungkup dan membentur tanah menonjol di lapangan, Sonny pun akhirnya harus keluar.
“Kondisi ini membuat pemain harus memulai terapi dari nol lagi, sebagai masseur kita akan upayakan agar semua pemain bias kembali pulih sebelum pertandingan melawan Persiraja, saya akan dampingi pemain pagi dan sore,” kata Rori.
Sejauh ini Rori belum bisa memastikan kapan pemain tersebut bisa sembuh, dan hanya menyebutkan peluang pemain bias pulih kembali adalah 50 banding 50. “Belum tahu seperti apa, yang jelas kita berusaha agar pemain bisa pulih, sejauh ini peluangnya masih 50-50,” bebernya.
Sebenarnya, sejak lama Suimin telah mengkhawatrikan keadaan ini, cederanya pemain akan sangat merugikan bagi tim terlebih kalau tidak ada pengganti.
Karenanya, Suimin sudah meminta kepada manajemen untuk mendaftarkan tiga nama pemain yang saat ini masih berstatus magang untuk dimasukkan ke skuad inti, seperti Usman, Raci Kumar dan Ariel Guiterez. Sayang harapan itu masih di awang-awang karena belum ada tindakan dari manajemen.
“Kita harapkan Usman, Raci dan Ariel bisa didaftarkan ke PT LI (PT Liga Indonesia), sehingga pemain yang cedera bisa tertutupi, namun belum ada jawaban pasti dari pihak manajemen, apa boleh buat, kita cuma bisa berupaya dengan kekuatan yang ada,” keluh mantan pelatih Persikabo Bogor itu.
Tidak mau larut dalam ketidakpastian, Suimin pun memulai rencana B. Keinginannya untuk menambah daya gedor serangan PSMS dengan menempatkan Nyeck Nyobe di lini depan terpaksa diurungkan, pasalnya Slamet Riyadi belum bisa dipastikan tampil begitu juga dengan Saha.
Tak ayal, pemain asal Kamerun itu harus kembali ke posisi awalnya sebagai bek, menutupi lini belakang.“Sudah diantisipasi, dan saat ini yang kita mainkan itu rencana B, tanpa Saha, kita hanya akan memainkan Jecky sebagai striker tunggal, sementara untuk menutupi lini belakang dengan absennya Slamet, Nyeck Nyobe terpaksa ditarik ke belakang,” tuturnya.
Jika sampai hari Kamis (24/12) mendatang pemain yang cedera tetap tidak bisa tampil, kemungkinan besar Suimin tetap akan memakai formasi dengan striker tunggal.”Kamis (24/12) itu simulai terakhir, kalau belum pulih, ya mau tidak mau kita akan pakai formasi ini,” pungkasnya.
Tentu ini jadi kerugian bagi tim. Pasalnya laga kandang kontra Persiraja sudah di depan mata. Sementara proses pemulihan cedera memakan waktu lebih dari satu pekan. Padahal sebelumnya Saha sudah hampir pulih dari cedera yang didapatnya saat tim bertemu dengan Persipasi beberapa waktu lalu.
Cedera yang dialami Saha kemarin tak lepas dari buruknya kondisi lapangan Stadion Teladan. Karena permukaan lapangan tak rata, pemain rentan alami cedera.
“Sebenarnya Saha sudah pulih 65 persen tetapi kondisi lapangan yang tidak rata membuat kakinya kembali terkilir, cedera yang sama, dan saya rasa malah ini lebih parah,” ujar tim medis PSMS dr Rori Pane.
Sudah barang tentu hal ini akan sedikit mengganggu simulasi yang selama ini sudah dibangun oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.
Suimin pun meradang dan kian khawatir. Terlebih Sony Gunawan juga bakal menepi karena mengalami cedera pinggang saat latihan kemarin.
“Dengan cederanya beberapa pemain, praktis kita hanya punya 15 pemain lapangan plus dua kiper, sangat minim, apalagi Ahmad Afandi dan Edu Juanda kondisinya belum pulih benar, kita terus koordinasi denga dokter tim dan pelatih fisik agar Edu dan Afandi bisa pulih, kalau tidak, maka usaha kita untuk masuk ISL akan semakin berat,” sebutnya.
Terkait hal itu, Rori sendiri belum dapat memastikan kapan pastinya pemain cedera akan segera pulih. Peluangnya memang cukup terbuka, yakni fifty-fify. “Belum tahu seperti apa, yang jelas kita berusaha agar pemain bisa pulih, sejauh ini peluangnya masih 50-50,” bebernya.
Upaya PSMS memperoleh hasil maksimal pada laga kandang menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Minggu (27/12) mendatang bakal terkendala, pasalnya beberapa pilar utama PSMS kembali didera cedera dan diragukan bisa tampil.
Satu persatu pemain PSMS tumbang, setelah Kapten tim PSMS Slamet Riyadi masih harus merasakan nyeri di tumit kanannya, sementara Abduh Juliandi juga masih belum bisa tampil karena cedera di pangkal paha kanannya.
Nasib sama juga dirasakan oleh kiper PSMS, Sonny Gunawan, dia pun harus merasakan sakit di pingang akibat berusaha menangkap bola dan mendarat dengan posisi hampr telungkup dan membentur tanah menonjol di lapangan, Sonny pun akhirnya harus keluar.
“Kondisi ini membuat pemain harus memulai terapi dari nol lagi, sebagai masseur kita akan upayakan agar semua pemain bias kembali pulih sebelum pertandingan melawan Persiraja, saya akan dampingi pemain pagi dan sore,” kata Rori.
Sejauh ini Rori belum bisa memastikan kapan pemain tersebut bisa sembuh, dan hanya menyebutkan peluang pemain bias pulih kembali adalah 50 banding 50. “Belum tahu seperti apa, yang jelas kita berusaha agar pemain bisa pulih, sejauh ini peluangnya masih 50-50,” bebernya.
Sebenarnya, sejak lama Suimin telah mengkhawatrikan keadaan ini, cederanya pemain akan sangat merugikan bagi tim terlebih kalau tidak ada pengganti.
Karenanya, Suimin sudah meminta kepada manajemen untuk mendaftarkan tiga nama pemain yang saat ini masih berstatus magang untuk dimasukkan ke skuad inti, seperti Usman, Raci Kumar dan Ariel Guiterez. Sayang harapan itu masih di awang-awang karena belum ada tindakan dari manajemen.
“Kita harapkan Usman, Raci dan Ariel bisa didaftarkan ke PT LI (PT Liga Indonesia), sehingga pemain yang cedera bisa tertutupi, namun belum ada jawaban pasti dari pihak manajemen, apa boleh buat, kita cuma bisa berupaya dengan kekuatan yang ada,” keluh mantan pelatih Persikabo Bogor itu.
Tidak mau larut dalam ketidakpastian, Suimin pun memulai rencana B. Keinginannya untuk menambah daya gedor serangan PSMS dengan menempatkan Nyeck Nyobe di lini depan terpaksa diurungkan, pasalnya Slamet Riyadi belum bisa dipastikan tampil begitu juga dengan Saha.
Tak ayal, pemain asal Kamerun itu harus kembali ke posisi awalnya sebagai bek, menutupi lini belakang.“Sudah diantisipasi, dan saat ini yang kita mainkan itu rencana B, tanpa Saha, kita hanya akan memainkan Jecky sebagai striker tunggal, sementara untuk menutupi lini belakang dengan absennya Slamet, Nyeck Nyobe terpaksa ditarik ke belakang,” tuturnya.
Jika sampai hari Kamis (24/12) mendatang pemain yang cedera tetap tidak bisa tampil, kemungkinan besar Suimin tetap akan memakai formasi dengan striker tunggal.”Kamis (24/12) itu simulai terakhir, kalau belum pulih, ya mau tidak mau kita akan pakai formasi ini,” pungkasnya.
Wednesday, December 23, 2009
Edu Juanda Siap Tampil
Meski sudah masuk kategori pemain gaek, Edu Juanda nyatanya masih punya kontribusi besar di PSMS musim ini. Tanpa kehadirannya, skema permainan bisa berubah drastis. Hal itu diperlihatkan saat Edu terpaksa ditarik keluar lapangan saat cedera ketika melawan Persipasi.
Oleh karenanya, kehadiran Edu di tengah-tengah lapangan sangat dibutuhkan. Terlebih Edu perlahan tapi pasti sudah diplot menjadi pengatur serangan, dan pengendali ritme permainan. Tentu saja dia tak sendirian. Edu kerap disandingkan dengan Affan Lubis yang juga termasuk pemain kunci musim ini.
Syukurnya, Edu sudah mulai pulih dari cederanya. Pada latihan kemarin, Edu sudah mulai berlatih bersama rekan-rekan satu timnya. “Sudah mulai pulih. Tadi juga sudah tak ada masalah saat latihan. Semoga kondisi ini terus bertahan hingga pertandingan nanti,” beber suami Mulyani Selvia itu.
Dengan tampilnya Edu, setidaknya dapat mengurangi beban pikiran pelatih PSMS, Suimin yang saat ini mengalami dilema terkait banyaknya pemain yang cedera. Terlebih pemain cedera merupakan pilar tim. “Target utama adalah mengamankan seluruh laga kandang. Makanya melawan Persiraja harusnya kita turun dengan kekuatan penuh. Tapi banyak pemain cedera. Begitupun kami siap fight,” tambah ayah dari Nadine Aqila Juanda itu.
Lebih lanjut, pemain berusia 29 tahun itu juga punya target sama dengan seluruh komponen di tubuh tim. Yakni kembali membawa klub berjuluk Ayam Kinantan itu kembali ke habitat semestinya, di kompetisi tertinggi tanah air.
“Mendapatkan kesempatan kembali memperkuat PSMS, tentu merupakan satu kebanggaan bagi saya. Maka itu, kami seluruh pemain berharap mampu memberikan yang terbaik bagi tim ini. Utamanya harus bisa membawa PSMS kembali ke ISL,” pungkas pemain yang pernah membela Persebaya itu.
Oleh karenanya, kehadiran Edu di tengah-tengah lapangan sangat dibutuhkan. Terlebih Edu perlahan tapi pasti sudah diplot menjadi pengatur serangan, dan pengendali ritme permainan. Tentu saja dia tak sendirian. Edu kerap disandingkan dengan Affan Lubis yang juga termasuk pemain kunci musim ini.
Syukurnya, Edu sudah mulai pulih dari cederanya. Pada latihan kemarin, Edu sudah mulai berlatih bersama rekan-rekan satu timnya. “Sudah mulai pulih. Tadi juga sudah tak ada masalah saat latihan. Semoga kondisi ini terus bertahan hingga pertandingan nanti,” beber suami Mulyani Selvia itu.
Dengan tampilnya Edu, setidaknya dapat mengurangi beban pikiran pelatih PSMS, Suimin yang saat ini mengalami dilema terkait banyaknya pemain yang cedera. Terlebih pemain cedera merupakan pilar tim. “Target utama adalah mengamankan seluruh laga kandang. Makanya melawan Persiraja harusnya kita turun dengan kekuatan penuh. Tapi banyak pemain cedera. Begitupun kami siap fight,” tambah ayah dari Nadine Aqila Juanda itu.
Lebih lanjut, pemain berusia 29 tahun itu juga punya target sama dengan seluruh komponen di tubuh tim. Yakni kembali membawa klub berjuluk Ayam Kinantan itu kembali ke habitat semestinya, di kompetisi tertinggi tanah air.
“Mendapatkan kesempatan kembali memperkuat PSMS, tentu merupakan satu kebanggaan bagi saya. Maka itu, kami seluruh pemain berharap mampu memberikan yang terbaik bagi tim ini. Utamanya harus bisa membawa PSMS kembali ke ISL,” pungkas pemain yang pernah membela Persebaya itu.
Koin Buat PSMS, Mampukah?
MEDAN-Sukses besar program koin untuk Prita Mulyasari-terdakwa kasus pencemaran nama baik, mensugesti kalangan suporter PSMS untuk diaplikasikan kepada tim kesayangan mereka.
Hal ini tentu saja berkaitan dengan krisis keuangan yang mendera tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Syukur-syukur aksi penggalangan koin itu mampu menghasilkan dana yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan tim.
Hal itu diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) saat menyaksikan skuad PSMS berlatih di Stadion Teladan kemarin. “Saya rasa tidak ada salahnya kalau kita gagas program koin untuk PSMS, sebagai wujud kecintaan masyarakat Medan akan PSMS. Seratus rupiah yang Anda berikan akan sangat berarti bagi tim ini,” bilang Nata Simangunsong pentolan SMeCK.
Meski baru sebatas wacana, namun konsep untuk penggalangan koin itu tampaknya bakal segera digeber. “Memang masih baru sebatas wacana. Tapi saya yakin banyak yang setuju akan niatan ini. Semoga bisa diaplikasikan segera. Saya harap masyarakat juga turut berpartisipasi seandainya ini jadi terealisasi,” tambah Nata.
Kenapa koin yang dipilih? Nata tak menampik jika pilihan menjadi koin sebagai alat untuk membantu PSMS terinsipirasi dari kesuksesan dan wujud kepedulian masyarakat akan kasus Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit.
Koin adalah bagian terkecil dari mata uang kita, dan itu diibaratkan sebuah simbol dari masyarakat miskin. Selain itu, masyarakat pun tak pernah keberatan jika harus menyumbangkan uang receh berbentuk koin untuk sesuatu yang dicintainya. Bagaimana, apakah Anda setuju?
Hal ini tentu saja berkaitan dengan krisis keuangan yang mendera tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Syukur-syukur aksi penggalangan koin itu mampu menghasilkan dana yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan tim.
Hal itu diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) saat menyaksikan skuad PSMS berlatih di Stadion Teladan kemarin. “Saya rasa tidak ada salahnya kalau kita gagas program koin untuk PSMS, sebagai wujud kecintaan masyarakat Medan akan PSMS. Seratus rupiah yang Anda berikan akan sangat berarti bagi tim ini,” bilang Nata Simangunsong pentolan SMeCK.
Meski baru sebatas wacana, namun konsep untuk penggalangan koin itu tampaknya bakal segera digeber. “Memang masih baru sebatas wacana. Tapi saya yakin banyak yang setuju akan niatan ini. Semoga bisa diaplikasikan segera. Saya harap masyarakat juga turut berpartisipasi seandainya ini jadi terealisasi,” tambah Nata.
Kenapa koin yang dipilih? Nata tak menampik jika pilihan menjadi koin sebagai alat untuk membantu PSMS terinsipirasi dari kesuksesan dan wujud kepedulian masyarakat akan kasus Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit.
Koin adalah bagian terkecil dari mata uang kita, dan itu diibaratkan sebuah simbol dari masyarakat miskin. Selain itu, masyarakat pun tak pernah keberatan jika harus menyumbangkan uang receh berbentuk koin untuk sesuatu yang dicintainya. Bagaimana, apakah Anda setuju?
Tuesday, December 22, 2009
Pemain Cedera Mulai Pulih
KABAR gembira menyambangi PSMS. Tiga pemain yang cedera sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. Bahkan Osas Saha dan Edu Juanda sudah mulai mengikuti latihan bersama tim dalam latihan terakhir.
Dr Rorywansyah Pane, dokter tim PSMS, mengatakan pemain yang cedera masih terus melakoni terapi untuk kesempurnaan pemulihan cedera. Walaupun sudah ada tanda-tanda kemajuan dalam proses recovery.
Maka itu, Osas Saha dan Edu Juanda sudah bisa kembali mengikuti latihan bersama rekan-rekan satu tim. Intinya, pada laga melawan Persiraja nanti tim sudah bisa turun full team.
“Usaha kita adalah bagaimana caranya agar pemain yang cedera bisa segera pulih, agar tim bisa turun dengan kekuatan penuh saat menjamu Persiraja nanti,” terang Rori.
“Kalau pemain komplet, pelatih pun tidak pusing memikirkan strategi untuk menatap laga itu,” sambungnya.
Ini tentu saja kabar bagus. Terlebih Suimin sempat pusing atas cedera yang mendera pemain inti PSMS yang didapat saat meladeni Persipasi beberapa waktu lalu.
Osas Saha, yang mengalami cedera engkel juga mengaku sudah mulai pulih. Menurutnya, dia akan segera bergabung bersama tim pada latihan sore ini di Stadion Kebun Bunga. Walaupun Saha masih merasakan sedikit masalah pada engkel kaki kanannya itu.
“Besok saya akan mulai latihan dengan tim. Memang kaki saya masih belum pulih benar, makanya masih terus lakukan terapi,” beber striker yang menyumbang satu gol pada debut resminya bersama PSMS kontra Persipasi lalu itu.
Ya, kalau sampai Saha absen pada laga kandang nanti, daya dobrak lini depan PSMS dipastikan bakal pincang. Kehadiran Saha di lini depan sangat dibutuhkan, mengingat belum gregetnya lini depan Ayam Kinantan.
Begitu juga dengan kehadiran Edu di lini tengah PSMS. Duetnya dengan Affan Lubis cukup membantu asupan bola ke lini depan. Beruntung Edu juga sudah mulai pulih dan sudah bisa ikut latihan.
Masalahnya tinggal Slamet Riyadi, yang belum pulih benar dari cedera tumitnya. Namun begitu, tanda-tanda pulih sudah terlihat. Kalau Slamet sampai absen, lini belakang PSMS bakal keropos. Terlebih saat menjamu Persiraja nanti, Suimin berencana menduetkan Saha dengan bek asing Nyeck Nyobe. Artinya, dua pentolan lini belakang bakal kosong
Dr Rorywansyah Pane, dokter tim PSMS, mengatakan pemain yang cedera masih terus melakoni terapi untuk kesempurnaan pemulihan cedera. Walaupun sudah ada tanda-tanda kemajuan dalam proses recovery.
Maka itu, Osas Saha dan Edu Juanda sudah bisa kembali mengikuti latihan bersama rekan-rekan satu tim. Intinya, pada laga melawan Persiraja nanti tim sudah bisa turun full team.
“Usaha kita adalah bagaimana caranya agar pemain yang cedera bisa segera pulih, agar tim bisa turun dengan kekuatan penuh saat menjamu Persiraja nanti,” terang Rori.
“Kalau pemain komplet, pelatih pun tidak pusing memikirkan strategi untuk menatap laga itu,” sambungnya.
Ini tentu saja kabar bagus. Terlebih Suimin sempat pusing atas cedera yang mendera pemain inti PSMS yang didapat saat meladeni Persipasi beberapa waktu lalu.
Osas Saha, yang mengalami cedera engkel juga mengaku sudah mulai pulih. Menurutnya, dia akan segera bergabung bersama tim pada latihan sore ini di Stadion Kebun Bunga. Walaupun Saha masih merasakan sedikit masalah pada engkel kaki kanannya itu.
“Besok saya akan mulai latihan dengan tim. Memang kaki saya masih belum pulih benar, makanya masih terus lakukan terapi,” beber striker yang menyumbang satu gol pada debut resminya bersama PSMS kontra Persipasi lalu itu.
Ya, kalau sampai Saha absen pada laga kandang nanti, daya dobrak lini depan PSMS dipastikan bakal pincang. Kehadiran Saha di lini depan sangat dibutuhkan, mengingat belum gregetnya lini depan Ayam Kinantan.
Begitu juga dengan kehadiran Edu di lini tengah PSMS. Duetnya dengan Affan Lubis cukup membantu asupan bola ke lini depan. Beruntung Edu juga sudah mulai pulih dan sudah bisa ikut latihan.
Masalahnya tinggal Slamet Riyadi, yang belum pulih benar dari cedera tumitnya. Namun begitu, tanda-tanda pulih sudah terlihat. Kalau Slamet sampai absen, lini belakang PSMS bakal keropos. Terlebih saat menjamu Persiraja nanti, Suimin berencana menduetkan Saha dengan bek asing Nyeck Nyobe. Artinya, dua pentolan lini belakang bakal kosong
Sony Siap Unjuk Gigi
Dalam empat laga berturut-turut di Divisi Utama, Sony Gunawan penjaga gawang PSMS mendapatkan kesempatan untuk menjadi starter. Padahal sebelumnya Sony digadang hanya akan menjadi kiper kedua PSMS, setelah M Halim.
Namun Sony berhasil menunjukkan performa apik, sehingga pelatih memberikannya kepercayaan lebih. Beruntung, dari empat laga itu Sony bermain cukup baik. Bahkan berkat kepercayaan dirinya di bawah mistar, Sony berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan saat melawat ke Rengat dan Tembilahan lalu.
Namun begitu, Sony pernah melakukan blunder saat PSMS menang 3-2 kontra PSSB Bieruen. Saat itu kordinasi lini belakang PSMS memang sangat payah. Jadi blundernya itu bukan murni kesalahan kiper yang sarat pengalaman itu. “Sepanjang saya diberikan kepercayaan, saya akan membayar kepercayaan itu dengan kerja keras untuk kebaikan tim,” beber Sony.
Mengawali karir bermain bola sejak kecil, Sony sama sekali tidak pernah mendapatkan ilmu khusus main bola. Bakat yang dimilikinya murni bakat alam. Dan sepanjang bermain bola bersama rekan-rekan masa kecilnya, Sony memang berposisi sebagai penjaga gawang.
“Saya tidak pernah ikut sekolah bola. Ya main-main gitu saja di lapangan dekat rumah sama kawan-kawan,” lanjut kiper plontos itu.
Pecinta Manchester United itu juga punya keinginan kuat untuk membawa PSMS mencapai target lolos ke Indonesian Super League (ISL). “Seluruh skuad PSMS musim ini pasti punya tujuan sama. Yakni bangkit dan maju kembali ke ISL. Dibutuhkan kebersamaan dan saling pengertian dari seluruh unsur klub untuk mendukung hal itu menjadi nyata,” pungkas Sony
Namun Sony berhasil menunjukkan performa apik, sehingga pelatih memberikannya kepercayaan lebih. Beruntung, dari empat laga itu Sony bermain cukup baik. Bahkan berkat kepercayaan dirinya di bawah mistar, Sony berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan saat melawat ke Rengat dan Tembilahan lalu.
Namun begitu, Sony pernah melakukan blunder saat PSMS menang 3-2 kontra PSSB Bieruen. Saat itu kordinasi lini belakang PSMS memang sangat payah. Jadi blundernya itu bukan murni kesalahan kiper yang sarat pengalaman itu. “Sepanjang saya diberikan kepercayaan, saya akan membayar kepercayaan itu dengan kerja keras untuk kebaikan tim,” beber Sony.
Mengawali karir bermain bola sejak kecil, Sony sama sekali tidak pernah mendapatkan ilmu khusus main bola. Bakat yang dimilikinya murni bakat alam. Dan sepanjang bermain bola bersama rekan-rekan masa kecilnya, Sony memang berposisi sebagai penjaga gawang.
“Saya tidak pernah ikut sekolah bola. Ya main-main gitu saja di lapangan dekat rumah sama kawan-kawan,” lanjut kiper plontos itu.
Pecinta Manchester United itu juga punya keinginan kuat untuk membawa PSMS mencapai target lolos ke Indonesian Super League (ISL). “Seluruh skuad PSMS musim ini pasti punya tujuan sama. Yakni bangkit dan maju kembali ke ISL. Dibutuhkan kebersamaan dan saling pengertian dari seluruh unsur klub untuk mendukung hal itu menjadi nyata,” pungkas Sony
Monday, December 21, 2009
Mantapkan Simulasi
MEDAN-Posisi PSMS di klasemen sementara wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia akhirnya terperosok ke peringkat enam. Meski masih punya tabungan dua lagaebih banyak, namun kondisi ini tetap saja merisaukan para fans.
Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.
Nah, agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati.
Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri.
Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.
Prinsipnya, biar main jelek asal menang! Walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.
“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.
Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.
Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.
Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan.
Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.
Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.
Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri.
Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua. (ful)
Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS.
Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.
Nah, agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati.
Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri.
Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.
Prinsipnya, biar main jelek asal menang! Walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.
“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.
Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.
Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.
Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan.
Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.
Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.
Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri.
Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua. (ful)
Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS.
Subscribe to:
Posts (Atom)
