Meski sudah masuk kategori pemain gaek, Edu Juanda nyatanya masih punya kontribusi besar di PSMS musim ini. Tanpa kehadirannya, skema permainan bisa berubah drastis. Hal itu diperlihatkan saat Edu terpaksa ditarik keluar lapangan saat cedera ketika melawan Persipasi.
Oleh karenanya, kehadiran Edu di tengah-tengah lapangan sangat dibutuhkan. Terlebih Edu perlahan tapi pasti sudah diplot menjadi pengatur serangan, dan pengendali ritme permainan. Tentu saja dia tak sendirian. Edu kerap disandingkan dengan Affan Lubis yang juga termasuk pemain kunci musim ini.
Syukurnya, Edu sudah mulai pulih dari cederanya. Pada latihan kemarin, Edu sudah mulai berlatih bersama rekan-rekan satu timnya. “Sudah mulai pulih. Tadi juga sudah tak ada masalah saat latihan. Semoga kondisi ini terus bertahan hingga pertandingan nanti,” beber suami Mulyani Selvia itu.
Dengan tampilnya Edu, setidaknya dapat mengurangi beban pikiran pelatih PSMS, Suimin yang saat ini mengalami dilema terkait banyaknya pemain yang cedera. Terlebih pemain cedera merupakan pilar tim. “Target utama adalah mengamankan seluruh laga kandang. Makanya melawan Persiraja harusnya kita turun dengan kekuatan penuh. Tapi banyak pemain cedera. Begitupun kami siap fight,” tambah ayah dari Nadine Aqila Juanda itu.
Lebih lanjut, pemain berusia 29 tahun itu juga punya target sama dengan seluruh komponen di tubuh tim. Yakni kembali membawa klub berjuluk Ayam Kinantan itu kembali ke habitat semestinya, di kompetisi tertinggi tanah air.
“Mendapatkan kesempatan kembali memperkuat PSMS, tentu merupakan satu kebanggaan bagi saya. Maka itu, kami seluruh pemain berharap mampu memberikan yang terbaik bagi tim ini. Utamanya harus bisa membawa PSMS kembali ke ISL,” pungkas pemain yang pernah membela Persebaya itu.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, December 23, 2009
Koin Buat PSMS, Mampukah?
MEDAN-Sukses besar program koin untuk Prita Mulyasari-terdakwa kasus pencemaran nama baik, mensugesti kalangan suporter PSMS untuk diaplikasikan kepada tim kesayangan mereka.
Hal ini tentu saja berkaitan dengan krisis keuangan yang mendera tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Syukur-syukur aksi penggalangan koin itu mampu menghasilkan dana yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan tim.
Hal itu diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) saat menyaksikan skuad PSMS berlatih di Stadion Teladan kemarin. “Saya rasa tidak ada salahnya kalau kita gagas program koin untuk PSMS, sebagai wujud kecintaan masyarakat Medan akan PSMS. Seratus rupiah yang Anda berikan akan sangat berarti bagi tim ini,” bilang Nata Simangunsong pentolan SMeCK.
Meski baru sebatas wacana, namun konsep untuk penggalangan koin itu tampaknya bakal segera digeber. “Memang masih baru sebatas wacana. Tapi saya yakin banyak yang setuju akan niatan ini. Semoga bisa diaplikasikan segera. Saya harap masyarakat juga turut berpartisipasi seandainya ini jadi terealisasi,” tambah Nata.
Kenapa koin yang dipilih? Nata tak menampik jika pilihan menjadi koin sebagai alat untuk membantu PSMS terinsipirasi dari kesuksesan dan wujud kepedulian masyarakat akan kasus Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit.
Koin adalah bagian terkecil dari mata uang kita, dan itu diibaratkan sebuah simbol dari masyarakat miskin. Selain itu, masyarakat pun tak pernah keberatan jika harus menyumbangkan uang receh berbentuk koin untuk sesuatu yang dicintainya. Bagaimana, apakah Anda setuju?
Hal ini tentu saja berkaitan dengan krisis keuangan yang mendera tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Syukur-syukur aksi penggalangan koin itu mampu menghasilkan dana yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan tim.
Hal itu diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) saat menyaksikan skuad PSMS berlatih di Stadion Teladan kemarin. “Saya rasa tidak ada salahnya kalau kita gagas program koin untuk PSMS, sebagai wujud kecintaan masyarakat Medan akan PSMS. Seratus rupiah yang Anda berikan akan sangat berarti bagi tim ini,” bilang Nata Simangunsong pentolan SMeCK.
Meski baru sebatas wacana, namun konsep untuk penggalangan koin itu tampaknya bakal segera digeber. “Memang masih baru sebatas wacana. Tapi saya yakin banyak yang setuju akan niatan ini. Semoga bisa diaplikasikan segera. Saya harap masyarakat juga turut berpartisipasi seandainya ini jadi terealisasi,” tambah Nata.
Kenapa koin yang dipilih? Nata tak menampik jika pilihan menjadi koin sebagai alat untuk membantu PSMS terinsipirasi dari kesuksesan dan wujud kepedulian masyarakat akan kasus Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit.
Koin adalah bagian terkecil dari mata uang kita, dan itu diibaratkan sebuah simbol dari masyarakat miskin. Selain itu, masyarakat pun tak pernah keberatan jika harus menyumbangkan uang receh berbentuk koin untuk sesuatu yang dicintainya. Bagaimana, apakah Anda setuju?
Tuesday, December 22, 2009
Pemain Cedera Mulai Pulih
KABAR gembira menyambangi PSMS. Tiga pemain yang cedera sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. Bahkan Osas Saha dan Edu Juanda sudah mulai mengikuti latihan bersama tim dalam latihan terakhir.
Dr Rorywansyah Pane, dokter tim PSMS, mengatakan pemain yang cedera masih terus melakoni terapi untuk kesempurnaan pemulihan cedera. Walaupun sudah ada tanda-tanda kemajuan dalam proses recovery.
Maka itu, Osas Saha dan Edu Juanda sudah bisa kembali mengikuti latihan bersama rekan-rekan satu tim. Intinya, pada laga melawan Persiraja nanti tim sudah bisa turun full team.
“Usaha kita adalah bagaimana caranya agar pemain yang cedera bisa segera pulih, agar tim bisa turun dengan kekuatan penuh saat menjamu Persiraja nanti,” terang Rori.
“Kalau pemain komplet, pelatih pun tidak pusing memikirkan strategi untuk menatap laga itu,” sambungnya.
Ini tentu saja kabar bagus. Terlebih Suimin sempat pusing atas cedera yang mendera pemain inti PSMS yang didapat saat meladeni Persipasi beberapa waktu lalu.
Osas Saha, yang mengalami cedera engkel juga mengaku sudah mulai pulih. Menurutnya, dia akan segera bergabung bersama tim pada latihan sore ini di Stadion Kebun Bunga. Walaupun Saha masih merasakan sedikit masalah pada engkel kaki kanannya itu.
“Besok saya akan mulai latihan dengan tim. Memang kaki saya masih belum pulih benar, makanya masih terus lakukan terapi,” beber striker yang menyumbang satu gol pada debut resminya bersama PSMS kontra Persipasi lalu itu.
Ya, kalau sampai Saha absen pada laga kandang nanti, daya dobrak lini depan PSMS dipastikan bakal pincang. Kehadiran Saha di lini depan sangat dibutuhkan, mengingat belum gregetnya lini depan Ayam Kinantan.
Begitu juga dengan kehadiran Edu di lini tengah PSMS. Duetnya dengan Affan Lubis cukup membantu asupan bola ke lini depan. Beruntung Edu juga sudah mulai pulih dan sudah bisa ikut latihan.
Masalahnya tinggal Slamet Riyadi, yang belum pulih benar dari cedera tumitnya. Namun begitu, tanda-tanda pulih sudah terlihat. Kalau Slamet sampai absen, lini belakang PSMS bakal keropos. Terlebih saat menjamu Persiraja nanti, Suimin berencana menduetkan Saha dengan bek asing Nyeck Nyobe. Artinya, dua pentolan lini belakang bakal kosong
Dr Rorywansyah Pane, dokter tim PSMS, mengatakan pemain yang cedera masih terus melakoni terapi untuk kesempurnaan pemulihan cedera. Walaupun sudah ada tanda-tanda kemajuan dalam proses recovery.
Maka itu, Osas Saha dan Edu Juanda sudah bisa kembali mengikuti latihan bersama rekan-rekan satu tim. Intinya, pada laga melawan Persiraja nanti tim sudah bisa turun full team.
“Usaha kita adalah bagaimana caranya agar pemain yang cedera bisa segera pulih, agar tim bisa turun dengan kekuatan penuh saat menjamu Persiraja nanti,” terang Rori.
“Kalau pemain komplet, pelatih pun tidak pusing memikirkan strategi untuk menatap laga itu,” sambungnya.
Ini tentu saja kabar bagus. Terlebih Suimin sempat pusing atas cedera yang mendera pemain inti PSMS yang didapat saat meladeni Persipasi beberapa waktu lalu.
Osas Saha, yang mengalami cedera engkel juga mengaku sudah mulai pulih. Menurutnya, dia akan segera bergabung bersama tim pada latihan sore ini di Stadion Kebun Bunga. Walaupun Saha masih merasakan sedikit masalah pada engkel kaki kanannya itu.
“Besok saya akan mulai latihan dengan tim. Memang kaki saya masih belum pulih benar, makanya masih terus lakukan terapi,” beber striker yang menyumbang satu gol pada debut resminya bersama PSMS kontra Persipasi lalu itu.
Ya, kalau sampai Saha absen pada laga kandang nanti, daya dobrak lini depan PSMS dipastikan bakal pincang. Kehadiran Saha di lini depan sangat dibutuhkan, mengingat belum gregetnya lini depan Ayam Kinantan.
Begitu juga dengan kehadiran Edu di lini tengah PSMS. Duetnya dengan Affan Lubis cukup membantu asupan bola ke lini depan. Beruntung Edu juga sudah mulai pulih dan sudah bisa ikut latihan.
Masalahnya tinggal Slamet Riyadi, yang belum pulih benar dari cedera tumitnya. Namun begitu, tanda-tanda pulih sudah terlihat. Kalau Slamet sampai absen, lini belakang PSMS bakal keropos. Terlebih saat menjamu Persiraja nanti, Suimin berencana menduetkan Saha dengan bek asing Nyeck Nyobe. Artinya, dua pentolan lini belakang bakal kosong
Sony Siap Unjuk Gigi
Dalam empat laga berturut-turut di Divisi Utama, Sony Gunawan penjaga gawang PSMS mendapatkan kesempatan untuk menjadi starter. Padahal sebelumnya Sony digadang hanya akan menjadi kiper kedua PSMS, setelah M Halim.
Namun Sony berhasil menunjukkan performa apik, sehingga pelatih memberikannya kepercayaan lebih. Beruntung, dari empat laga itu Sony bermain cukup baik. Bahkan berkat kepercayaan dirinya di bawah mistar, Sony berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan saat melawat ke Rengat dan Tembilahan lalu.
Namun begitu, Sony pernah melakukan blunder saat PSMS menang 3-2 kontra PSSB Bieruen. Saat itu kordinasi lini belakang PSMS memang sangat payah. Jadi blundernya itu bukan murni kesalahan kiper yang sarat pengalaman itu. “Sepanjang saya diberikan kepercayaan, saya akan membayar kepercayaan itu dengan kerja keras untuk kebaikan tim,” beber Sony.
Mengawali karir bermain bola sejak kecil, Sony sama sekali tidak pernah mendapatkan ilmu khusus main bola. Bakat yang dimilikinya murni bakat alam. Dan sepanjang bermain bola bersama rekan-rekan masa kecilnya, Sony memang berposisi sebagai penjaga gawang.
“Saya tidak pernah ikut sekolah bola. Ya main-main gitu saja di lapangan dekat rumah sama kawan-kawan,” lanjut kiper plontos itu.
Pecinta Manchester United itu juga punya keinginan kuat untuk membawa PSMS mencapai target lolos ke Indonesian Super League (ISL). “Seluruh skuad PSMS musim ini pasti punya tujuan sama. Yakni bangkit dan maju kembali ke ISL. Dibutuhkan kebersamaan dan saling pengertian dari seluruh unsur klub untuk mendukung hal itu menjadi nyata,” pungkas Sony
Namun Sony berhasil menunjukkan performa apik, sehingga pelatih memberikannya kepercayaan lebih. Beruntung, dari empat laga itu Sony bermain cukup baik. Bahkan berkat kepercayaan dirinya di bawah mistar, Sony berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan saat melawat ke Rengat dan Tembilahan lalu.
Namun begitu, Sony pernah melakukan blunder saat PSMS menang 3-2 kontra PSSB Bieruen. Saat itu kordinasi lini belakang PSMS memang sangat payah. Jadi blundernya itu bukan murni kesalahan kiper yang sarat pengalaman itu. “Sepanjang saya diberikan kepercayaan, saya akan membayar kepercayaan itu dengan kerja keras untuk kebaikan tim,” beber Sony.
Mengawali karir bermain bola sejak kecil, Sony sama sekali tidak pernah mendapatkan ilmu khusus main bola. Bakat yang dimilikinya murni bakat alam. Dan sepanjang bermain bola bersama rekan-rekan masa kecilnya, Sony memang berposisi sebagai penjaga gawang.
“Saya tidak pernah ikut sekolah bola. Ya main-main gitu saja di lapangan dekat rumah sama kawan-kawan,” lanjut kiper plontos itu.
Pecinta Manchester United itu juga punya keinginan kuat untuk membawa PSMS mencapai target lolos ke Indonesian Super League (ISL). “Seluruh skuad PSMS musim ini pasti punya tujuan sama. Yakni bangkit dan maju kembali ke ISL. Dibutuhkan kebersamaan dan saling pengertian dari seluruh unsur klub untuk mendukung hal itu menjadi nyata,” pungkas Sony
Monday, December 21, 2009
Mantapkan Simulasi
MEDAN-Posisi PSMS di klasemen sementara wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia akhirnya terperosok ke peringkat enam. Meski masih punya tabungan dua lagaebih banyak, namun kondisi ini tetap saja merisaukan para fans.
Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.
Nah, agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati.
Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri.
Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.
Prinsipnya, biar main jelek asal menang! Walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.
“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.
Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.
Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.
Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan.
Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.
Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.
Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri.
Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua. (ful)
Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS.
Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.
Nah, agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati.
Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri.
Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.
Prinsipnya, biar main jelek asal menang! Walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.
“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.
Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.
Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.
Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan.
Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.
Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.
Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri.
Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua. (ful)
Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS.
Slamet Riyadi Tekad ISL seorang Veteran
Siapa yang tak kenal Slamet Riyadi, salah satu pemain senior PSMS yang berposisi sebagai pengawal lini belakang. Di lengan kanannya terlilit ban kapten, sebagai tanda bahwa Slamet adalah pemimpin rekan-rekannya di lapangan.
Usia bukan halangan bagi Slamet untuk tetap menunjukkan kelasnya sebagai seorang pesepakbola profesional. Lahir 30 Juni 1975, tentu saja bukan usia muda bagi pemain bola zaman sekarang. Namun hal itu tak berpengaruh banyak pada kondisi kebugarannya. Bahkan dari lima laga terakhir bersama PSMS, Slamet sukses menyumbang satu gol lewat tandukan kepalanya.
Suami dari Rofiko Rabiatul Adawiah yang telah dikarunia dua anak, Diah Ajeng Pratiwi dan Zikrillah Qolbi Elok itu, tak juga dapat dipungkiri bahwa dia adalah salah satu ruh tim. Tanpa kehadirannya di lini belakang, PSMS bakal pincang. Hal itu terbukti saat PSMS dihajar Persipasi 3-1 beberapa waktu lalu. Saat itu Slamet terpaksa ditarik keluar karena mengalami cedera tumit.
Bahkan hingga kini, Slamet masih berkutat dengan masalah di tumit kakinya itu. “Saya masih terus menjalani terapi pemulihan cedera saya. Besar harapan saya agar bisa segera pulih sebelum laga melawan Persiraja nanti,” beber mantan pemain Timnas Merah Putih di ajang SEA Games 1999 dan Piala Asia 2000 itu.
Pemain yang mengawali karir menggocek si kulit bundar sejak SD itu, juga punya karisma dan pemahaman bagus di dalam lapangan. Komunikasinya dengan rekan satu tim, plus kemampuannya bernegosiasi dengan wasit juga layak membuatnya diangkat menjadi kapten tim.
Di PSMS musim ini, Slamet juga punya harapan serupa dengan seluruh skuad yang ada. Yakni kembali membawa Ayam Kinantan berkokok kembali di ajang Indonesian Super League (ISL). Miris rasanya membiarkan klub yang punya sejarah besar ini harus main di kompetisi kasta kedua. Itulah sebabnya Slamet rela menerima bayaran yang tidak setinggi ketika dia masih bermain untuk klub lain.
“Apapun ceritanya, kami seluruh skuad PSMS punya target serupa untuk membawa tim ini main di ISL,” tandas pemain yang ngefans kepada Rio Ferdinand itu
Usia bukan halangan bagi Slamet untuk tetap menunjukkan kelasnya sebagai seorang pesepakbola profesional. Lahir 30 Juni 1975, tentu saja bukan usia muda bagi pemain bola zaman sekarang. Namun hal itu tak berpengaruh banyak pada kondisi kebugarannya. Bahkan dari lima laga terakhir bersama PSMS, Slamet sukses menyumbang satu gol lewat tandukan kepalanya.
Suami dari Rofiko Rabiatul Adawiah yang telah dikarunia dua anak, Diah Ajeng Pratiwi dan Zikrillah Qolbi Elok itu, tak juga dapat dipungkiri bahwa dia adalah salah satu ruh tim. Tanpa kehadirannya di lini belakang, PSMS bakal pincang. Hal itu terbukti saat PSMS dihajar Persipasi 3-1 beberapa waktu lalu. Saat itu Slamet terpaksa ditarik keluar karena mengalami cedera tumit.
Bahkan hingga kini, Slamet masih berkutat dengan masalah di tumit kakinya itu. “Saya masih terus menjalani terapi pemulihan cedera saya. Besar harapan saya agar bisa segera pulih sebelum laga melawan Persiraja nanti,” beber mantan pemain Timnas Merah Putih di ajang SEA Games 1999 dan Piala Asia 2000 itu.
Pemain yang mengawali karir menggocek si kulit bundar sejak SD itu, juga punya karisma dan pemahaman bagus di dalam lapangan. Komunikasinya dengan rekan satu tim, plus kemampuannya bernegosiasi dengan wasit juga layak membuatnya diangkat menjadi kapten tim.
Di PSMS musim ini, Slamet juga punya harapan serupa dengan seluruh skuad yang ada. Yakni kembali membawa Ayam Kinantan berkokok kembali di ajang Indonesian Super League (ISL). Miris rasanya membiarkan klub yang punya sejarah besar ini harus main di kompetisi kasta kedua. Itulah sebabnya Slamet rela menerima bayaran yang tidak setinggi ketika dia masih bermain untuk klub lain.
“Apapun ceritanya, kami seluruh skuad PSMS punya target serupa untuk membawa tim ini main di ISL,” tandas pemain yang ngefans kepada Rio Ferdinand itu
Sulit Dapatkan Replika
Tak hanya di Medan, pendukung PSMS juga tersebar di berbagai kota di negeri ini. Salah satunya di kawasan Jabodetabek. Di sana ada PSMS Medan Fans Klub, yang sebenarnya juga ada di Medan.
Ya walaupun berjauhan, tetap saja fans di sana selalu ingin tahu apa kabar dari tim kesayangannya itu. Bukan perkara mudah untuk menyatukan massa yang kebanyakan perantauan asal Medan untuk punya satu komitmen : “mendukung PSMS”.
Begitupun, nyatanya PSMS FC punya massa yang lumayan banyak di sana. Walhasil, ketika PSMS harus melawat ke kawasan Jabodetabek untuk menghadapi, Persipasi, Persita Tangerang hingga Persikabo Bogor, PSMS tidak akan pernah sendirian.
Tekad besar mereka adalah selalu berusaha menghijaukan stadion tim tuan rumah dengan kehadiran dan dukungan kepada PSMS. Masalahnya, beberapa fans di sana mengaku kesulitan mendapatkan replika kostum PSMS terbaru.
Dalam beberapa kesempatan, PSMS FC kerap menanyakan bagaimana caranya memperoleh replika kostum PSMS dari Medan.
Ya, untuk marchendise satu ini, sebenarnya di Medan ada salah satu toko sport bernama Kagaya yang dapat izin memperbanyak reflika PSMS.
Namun tidak serta merta mirip dengan yang aslinya. Kostum PSMS saat ini disponsori Specs. Namun pada replikanya, tidak ada logo Specs. Selebihnya, motif dan warna tentu saja serupa dengan yang dipergunakan pemain PSMS di ajang Divisi Utama.
Nah, dari reflika yang terjual, pihak Kagaya Sport juga diharuskan menyisihkan Rp1000 untuk PSMS. Karena PSMS saat ini sudah dipatenkan, sehingga reflika PSMS tidak boleh dijiplak sembarang orang tanpa izin tertulis dari manajemen PSMS. “Setiap satu kostum yang laku, akan disisihkan Rp1000 ke PSMS. Tujuannya tentu saja untuk membantu keuangan PSMS musim ini,” terang Hengki Ahmad bos Kagaya Sport.
Maka itu, pihak fans di Jabodetabek berencana membeli reflika kostum PSMS dari Medan. “Saat ini kami masih memakai kostum musim lalu. Maka itu kami ingin menggantinya dengan kostum terbaru. Ya, karena pada dasarnya kami punya tekad untuk terus mendampingi PSMS bertanding di daerah kami dengan menghijaukan sebagian stadion,” kata Pio Sembiring anggota PSMS Medan Fans Club
Ya walaupun berjauhan, tetap saja fans di sana selalu ingin tahu apa kabar dari tim kesayangannya itu. Bukan perkara mudah untuk menyatukan massa yang kebanyakan perantauan asal Medan untuk punya satu komitmen : “mendukung PSMS”.
Begitupun, nyatanya PSMS FC punya massa yang lumayan banyak di sana. Walhasil, ketika PSMS harus melawat ke kawasan Jabodetabek untuk menghadapi, Persipasi, Persita Tangerang hingga Persikabo Bogor, PSMS tidak akan pernah sendirian.
Tekad besar mereka adalah selalu berusaha menghijaukan stadion tim tuan rumah dengan kehadiran dan dukungan kepada PSMS. Masalahnya, beberapa fans di sana mengaku kesulitan mendapatkan replika kostum PSMS terbaru.
Dalam beberapa kesempatan, PSMS FC kerap menanyakan bagaimana caranya memperoleh replika kostum PSMS dari Medan.
Ya, untuk marchendise satu ini, sebenarnya di Medan ada salah satu toko sport bernama Kagaya yang dapat izin memperbanyak reflika PSMS.
Namun tidak serta merta mirip dengan yang aslinya. Kostum PSMS saat ini disponsori Specs. Namun pada replikanya, tidak ada logo Specs. Selebihnya, motif dan warna tentu saja serupa dengan yang dipergunakan pemain PSMS di ajang Divisi Utama.
Nah, dari reflika yang terjual, pihak Kagaya Sport juga diharuskan menyisihkan Rp1000 untuk PSMS. Karena PSMS saat ini sudah dipatenkan, sehingga reflika PSMS tidak boleh dijiplak sembarang orang tanpa izin tertulis dari manajemen PSMS. “Setiap satu kostum yang laku, akan disisihkan Rp1000 ke PSMS. Tujuannya tentu saja untuk membantu keuangan PSMS musim ini,” terang Hengki Ahmad bos Kagaya Sport.
Maka itu, pihak fans di Jabodetabek berencana membeli reflika kostum PSMS dari Medan. “Saat ini kami masih memakai kostum musim lalu. Maka itu kami ingin menggantinya dengan kostum terbaru. Ya, karena pada dasarnya kami punya tekad untuk terus mendampingi PSMS bertanding di daerah kami dengan menghijaukan sebagian stadion,” kata Pio Sembiring anggota PSMS Medan Fans Club
Awasi Persikabo
MEDAN- Laga antara PSMS melawan Persikabo memang masih lama lagi. Keduanya akan saling berhadapan pada 8 Januari nanti. Kendati demikian, bukan berarti kekuatan tim asal Kabupaten Bogor ini akan dilewatkan begitu saja.
Kubu Ayam Kinantan tetap menaruh perhatian khusus kepada calon lawannya itu. Apalagi, Suimin Diharja, pelatih PSMS, sempat beberapa musim menukangi Persikabo.
Tak pelak, laga antara PSDS kontra Persikabo yang berlangsung di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, kemarin (18/12) mendapat sorotan khusus pelatih bertubuh subur itu.
Sayangnya, ketika Suimin ingin menonton laga antara PSDS kontra Persikabo kemarin, kondisi kesehatan Suimin belum sepenuhnya pulih. Tak ayal hasrat menggebu untuk menyaksikan laga itu pun diurungkan.
Walau Suimin gagal menyaksikan laga antara PSDS kontra Persikabo, bukan berarti PSMS tak mengutus orang untuk menyaksikan pertandingan kemarin.
Suyono, asisten pelatih PSMS mendapat kepercayaan untuk memantau kekuatan sang calon lawan. “Di babak pertama, Persikabo main cukup bagus. Sayangnya, justru di babak pertama pula strategi PSDS dapat berjalan dengan lancar, hingga akhirnya mendikte permainan Persikabo secara keseluruhan,” kata Suyono.
Dalam catatanya, Suyono menangkap bahwa Persikabo punya pemain dengan kemampuan krosing yang cukup baik. Di samping itu, striker asing milik Persikabo Roger Bathoum yang pernah merumput bersama PSMS beberapa tahun lalu, masih menunjukkan kelasnya sebagai striker yang patut diperhitungkan.
“Pada pertandingan kemarin pemain bawah PSDS sangat disiplin mengawal pergerakan Roger. Jadi tak heran bila dia (Roger Bathoum, Red) mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dan mencari peluang. Artinya, kalau Roger dapat lebih tenang, bukan tak mungkin kehadiran pemain ini akan menyulitkan lini pertahanan PSDS,” tambah Suyono.
Karena hal tersebut di atas, Suyono optimis jika Slamet Ryadi dkk mampu memetik poin penuh atas Persikabo, meskipun pertandingan itu berlangsung di kandang lawan.
“Kalau permainan Persikabo tak berubah, tak akan sulit untuk mencuri poin dari mereka,” lanjut Suyono.
Terlepas dari hal tersebut di atas, sesungguhnya laga kontra Persiraja Banda Aceh adalah laga yang paling dekat untuk dilakoni Slamet Riyadi dkk.
Raihan tiga angka wajib hukumnya untuk diraih saat tampil di hadapan pendukung sendiri. “Selain ingin memberi hiburan kepada para fans, kemenangan atas Persiraja diharapkan dapat mendongkrak posisi PSMS di klasemen sementara Divisi Utama Wilayah I,” bilang Suyono.
Kubu Ayam Kinantan tetap menaruh perhatian khusus kepada calon lawannya itu. Apalagi, Suimin Diharja, pelatih PSMS, sempat beberapa musim menukangi Persikabo.
Tak pelak, laga antara PSDS kontra Persikabo yang berlangsung di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, kemarin (18/12) mendapat sorotan khusus pelatih bertubuh subur itu.
Sayangnya, ketika Suimin ingin menonton laga antara PSDS kontra Persikabo kemarin, kondisi kesehatan Suimin belum sepenuhnya pulih. Tak ayal hasrat menggebu untuk menyaksikan laga itu pun diurungkan.
Walau Suimin gagal menyaksikan laga antara PSDS kontra Persikabo, bukan berarti PSMS tak mengutus orang untuk menyaksikan pertandingan kemarin.
Suyono, asisten pelatih PSMS mendapat kepercayaan untuk memantau kekuatan sang calon lawan. “Di babak pertama, Persikabo main cukup bagus. Sayangnya, justru di babak pertama pula strategi PSDS dapat berjalan dengan lancar, hingga akhirnya mendikte permainan Persikabo secara keseluruhan,” kata Suyono.
Dalam catatanya, Suyono menangkap bahwa Persikabo punya pemain dengan kemampuan krosing yang cukup baik. Di samping itu, striker asing milik Persikabo Roger Bathoum yang pernah merumput bersama PSMS beberapa tahun lalu, masih menunjukkan kelasnya sebagai striker yang patut diperhitungkan.
“Pada pertandingan kemarin pemain bawah PSDS sangat disiplin mengawal pergerakan Roger. Jadi tak heran bila dia (Roger Bathoum, Red) mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dan mencari peluang. Artinya, kalau Roger dapat lebih tenang, bukan tak mungkin kehadiran pemain ini akan menyulitkan lini pertahanan PSDS,” tambah Suyono.
Karena hal tersebut di atas, Suyono optimis jika Slamet Ryadi dkk mampu memetik poin penuh atas Persikabo, meskipun pertandingan itu berlangsung di kandang lawan.
“Kalau permainan Persikabo tak berubah, tak akan sulit untuk mencuri poin dari mereka,” lanjut Suyono.
Terlepas dari hal tersebut di atas, sesungguhnya laga kontra Persiraja Banda Aceh adalah laga yang paling dekat untuk dilakoni Slamet Riyadi dkk.
Raihan tiga angka wajib hukumnya untuk diraih saat tampil di hadapan pendukung sendiri. “Selain ingin memberi hiburan kepada para fans, kemenangan atas Persiraja diharapkan dapat mendongkrak posisi PSMS di klasemen sementara Divisi Utama Wilayah I,” bilang Suyono.
Digusur PSAP
MESKI Persikabo Bogor kandas di tangan PSDS, namun posisi PSMS di klasemen sementara harus tergurus. Pasalnya, di tempat terpisah PSAP menang 1-0 atas Persipasi, sehingga tim besutan Kustiono itu naik ke peringkat empat klasemen dengan raihan 10 poin.
Walau posisi PSMS melorot, namun setidaknya PSMS memiliki satu laga lebih banyak dibanding PSAP yang sudah melakoni enam laga.
Selain PSAP, Persita juga meraih tiga angka saat melawat ke markas Persiraja. Walhasil, Persita juga berhasil merangkak naik peringkat. Persita yang baru melakoni empat laga kini memiliki 9 angka.
Artinya, kini PSMS harus terlempar dari posisi empat besar ke posisi lima. Dengan demikian, tidak ada kata lain selain meraih tiga angka saat menjamu Persiraja nanti.
Di atas kertas, laga itu bisa diamankan oleh PSMS yang punya waktu recovery lebih panjang disbanding Persiraja. Di samping itu, Persiraja yang sudah melakoni enam laga baru saja kandas. Secara psikologis hal itu tentu saja menguntungkan Slamet Riyadi dkk.
“Harus bisa meraih kemenangan saat melakoni laga kandang. Saat ini tim lain semakin menunjukkan permainan terbaiknya. Kita juga harus demikian,” kata Suimin menyoal persaingan yang semakin ketat.
Untuk itu, target semula untuk mengamankan setiap laga kandang yang dilakoni memang harus diselaraskan dengan permainan apik seluruh skuad Ayam Kinantan. Di atas kertas, Suimin yakin mampu meraih 15 poin di kandang musim ini, termasuk dua angka yang diraih saat melawan ke Rengat dan Tembilahan.
Dengan demikian, langkah PSMS untuk kembali ke ajang Indonesia Super Legue (ISL) akan semakin mudah, karena Suimin pun memiliki target yang tak kalah hebatnya di putaran kedua nanti. Terutama saat Slamet Riyadi dkk main di kandang sendiri.
Walau posisi PSMS melorot, namun setidaknya PSMS memiliki satu laga lebih banyak dibanding PSAP yang sudah melakoni enam laga.
Selain PSAP, Persita juga meraih tiga angka saat melawat ke markas Persiraja. Walhasil, Persita juga berhasil merangkak naik peringkat. Persita yang baru melakoni empat laga kini memiliki 9 angka.
Artinya, kini PSMS harus terlempar dari posisi empat besar ke posisi lima. Dengan demikian, tidak ada kata lain selain meraih tiga angka saat menjamu Persiraja nanti.
Di atas kertas, laga itu bisa diamankan oleh PSMS yang punya waktu recovery lebih panjang disbanding Persiraja. Di samping itu, Persiraja yang sudah melakoni enam laga baru saja kandas. Secara psikologis hal itu tentu saja menguntungkan Slamet Riyadi dkk.
“Harus bisa meraih kemenangan saat melakoni laga kandang. Saat ini tim lain semakin menunjukkan permainan terbaiknya. Kita juga harus demikian,” kata Suimin menyoal persaingan yang semakin ketat.
Untuk itu, target semula untuk mengamankan setiap laga kandang yang dilakoni memang harus diselaraskan dengan permainan apik seluruh skuad Ayam Kinantan. Di atas kertas, Suimin yakin mampu meraih 15 poin di kandang musim ini, termasuk dua angka yang diraih saat melawan ke Rengat dan Tembilahan.
Dengan demikian, langkah PSMS untuk kembali ke ajang Indonesia Super Legue (ISL) akan semakin mudah, karena Suimin pun memiliki target yang tak kalah hebatnya di putaran kedua nanti. Terutama saat Slamet Riyadi dkk main di kandang sendiri.
Kejar Target
EDAN- Posisi PSMS di klasemen sementara wilayah barat Divisi Utama Liga Indonesia, semakin terancam geser. Saat ini PSMS berada di urutan 4 dengan raihan 8 angka dari hasil dua seri, dua menang dan sekali kandas.
Kalau pada laga selanjutnya PSMS tidak mampu mengamankan poin penuh, dapat dipastikan PSMS akan semakin tenggelam. Pasalnya, sejumlah pesaing PSMS terlihat gesit menuju puncak klasemen yang sekarang ini dipegang Persipasi Bekasi.
Sialnya, beberapa pesaing PSMS masih punya tabungan laga. Persikabo Bogor misalnya. Klub asuhan Iwan Setiawan itu kini baru melakoni tiga laga dengan raihan 7 poin, dan sekarang berada di peringkat 5 setingkat di bawah PSMS.
Bakal lengsernya PSMS dari empat besar klasemen sementara, tergantung hasil dari laga PSDS kontra Persikabo yang akan digelar sore ini di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Kalau Persikabo sampai menang, mau tak mau PSMS harus merelakan posisinya di empat besar kepada Persikabo.
Maka itu, PSMS harus kejar target dengan menyapu bersih semua laga kandang dengan gemilang. Setidaknya itu yang sudah direncanakan Suimin Diharja, arsitek tim. Di atas kertas, Suimin menargetkan mampu meraih 15 angka di kandang pada putaran pertama plus dua angka dari away ke Rengat dan Tembilahan.
Nah, di putaran kedua Suimin juga berharap mampu meraih poin penuh di lima laga kandangnya plus satu laga away ke markas PSDS. “Di atas kertas, saya punya hitung-hitungan sapu bersih semua laga kandang,” ungkap Suimin, kemarin. Dengan hitungan seperti ini, Suimin yakin, babak delapan besar sudah di tangan. “Ya, kalau semua berlangsung sesuai target, di akhir musim PSMS mampu meraih 33 poin. Dan, itu saya rasa sudah cukup meloloskan kita ke babak delapan besar,” sambung Suimin.
PSMS sendiri sudah melakoni dua laga kandang dan berhasil meraih poin penuh. Di setengah musim ini, ada tiga partai kandang tersisa. Yakni kontra Persiraja Banda Aceh (27/12), PSDS Deli Serdang (31/12) dan Semen Padang (12/1)
Hadangan selanjutnya tentu saja Persiraja Banda Aceh. Sebelum melakoni laga itu, PSMS punya waktu dua pekan untuk membenahi kelemahan. Diharapkan, seluruh pemain PSMS sudah berada dalam baik.
Terlebih saat ini ada tiga pemain kunci didera cedera. Slamet Riyadi, Edu Juanda, dan Osas Saha. Dengan kata lain, Suimin beranggapan, kondisi tim memang sangat menentukan berhasil atau tidaknya target yang dicanangkan. Ya, poinnya adalah fisik pemain tidak bermasalah. Kalau soal permainan, itu bisa diatur dan diolah sambil jalan.
“Saya harap seluruh skuad sudah berada dalam kondisi terbaiknya, terutama yang cedera. Hingga, skema dan strategi yang kita buat tak terganggu. Saya tidak minta pemain main super cantik tapi akhirnya kalah. Yang penting bisa mengamankan tiga angka. Itulah harapan kita semua,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu
Kalau pada laga selanjutnya PSMS tidak mampu mengamankan poin penuh, dapat dipastikan PSMS akan semakin tenggelam. Pasalnya, sejumlah pesaing PSMS terlihat gesit menuju puncak klasemen yang sekarang ini dipegang Persipasi Bekasi.
Sialnya, beberapa pesaing PSMS masih punya tabungan laga. Persikabo Bogor misalnya. Klub asuhan Iwan Setiawan itu kini baru melakoni tiga laga dengan raihan 7 poin, dan sekarang berada di peringkat 5 setingkat di bawah PSMS.
Bakal lengsernya PSMS dari empat besar klasemen sementara, tergantung hasil dari laga PSDS kontra Persikabo yang akan digelar sore ini di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Kalau Persikabo sampai menang, mau tak mau PSMS harus merelakan posisinya di empat besar kepada Persikabo.
Maka itu, PSMS harus kejar target dengan menyapu bersih semua laga kandang dengan gemilang. Setidaknya itu yang sudah direncanakan Suimin Diharja, arsitek tim. Di atas kertas, Suimin menargetkan mampu meraih 15 angka di kandang pada putaran pertama plus dua angka dari away ke Rengat dan Tembilahan.
Nah, di putaran kedua Suimin juga berharap mampu meraih poin penuh di lima laga kandangnya plus satu laga away ke markas PSDS. “Di atas kertas, saya punya hitung-hitungan sapu bersih semua laga kandang,” ungkap Suimin, kemarin. Dengan hitungan seperti ini, Suimin yakin, babak delapan besar sudah di tangan. “Ya, kalau semua berlangsung sesuai target, di akhir musim PSMS mampu meraih 33 poin. Dan, itu saya rasa sudah cukup meloloskan kita ke babak delapan besar,” sambung Suimin.
PSMS sendiri sudah melakoni dua laga kandang dan berhasil meraih poin penuh. Di setengah musim ini, ada tiga partai kandang tersisa. Yakni kontra Persiraja Banda Aceh (27/12), PSDS Deli Serdang (31/12) dan Semen Padang (12/1)
Hadangan selanjutnya tentu saja Persiraja Banda Aceh. Sebelum melakoni laga itu, PSMS punya waktu dua pekan untuk membenahi kelemahan. Diharapkan, seluruh pemain PSMS sudah berada dalam baik.
Terlebih saat ini ada tiga pemain kunci didera cedera. Slamet Riyadi, Edu Juanda, dan Osas Saha. Dengan kata lain, Suimin beranggapan, kondisi tim memang sangat menentukan berhasil atau tidaknya target yang dicanangkan. Ya, poinnya adalah fisik pemain tidak bermasalah. Kalau soal permainan, itu bisa diatur dan diolah sambil jalan.
“Saya harap seluruh skuad sudah berada dalam kondisi terbaiknya, terutama yang cedera. Hingga, skema dan strategi yang kita buat tak terganggu. Saya tidak minta pemain main super cantik tapi akhirnya kalah. Yang penting bisa mengamankan tiga angka. Itulah harapan kita semua,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu
Menanti Duet Nyeck-Saha
Melawan Persiraja Banda Aceh 27 Desember nanti, ada kemungkinan Suimin bakal kembali memplot Nyeck Nyobe untuk dimainkan di lini depan. Kalau Osas Saha pulih tepat waktu dari cedera engkelnya, Nyeck tampaknya bakal ditemani oleh Saha.
Simulasi untuk itu sudah mulai diterapkan dalam latihan selama ini. Syaratnya, Saha harus pulih secepat mungkin. Beruntung ada kemajuan berarti dalam proses pemulihan cederanya.
Kalau simulasi itu jadi diterapkan, lantas kemana Jecky Pasarela akan ditempatkan? Selama main di kandang, Jecky menujukkan performa apik dan sudah mengemas dua gol. Sudah barang tentu Jecky akan kembali dimainkan sebagai starter kalau kondisi fisik dan performanya stabil.
Nah, untuk urusan satu ini Jecky harus membiasakan diri bermain di lini kedua sebagai second striker. “Kita butuh pressing di semua lini. Terutama di lini depan. Pemain harus mampu menekan sejak awal dan mencetak lebih dari satu gol. Agar target sapu bersih di kandang berhasil masuk dalam genggaman,” kata Suimin menyoal kemungkinan reposisi pemain itu.
Masalahnya, selama latihan dengan skema itu, Nyeck belum pernah berduet langsung dengan Saha, karena pemain asal Nigeria itu masih dibekap cedera. Begitupun, dukungan dari seluruh pemain sangat menentukan hasil terbaik pada laga kandang selanjutnya. Selanjutnya, mari kita lihat saja bagaimana hasilnya
Simulasi untuk itu sudah mulai diterapkan dalam latihan selama ini. Syaratnya, Saha harus pulih secepat mungkin. Beruntung ada kemajuan berarti dalam proses pemulihan cederanya.
Kalau simulasi itu jadi diterapkan, lantas kemana Jecky Pasarela akan ditempatkan? Selama main di kandang, Jecky menujukkan performa apik dan sudah mengemas dua gol. Sudah barang tentu Jecky akan kembali dimainkan sebagai starter kalau kondisi fisik dan performanya stabil.
Nah, untuk urusan satu ini Jecky harus membiasakan diri bermain di lini kedua sebagai second striker. “Kita butuh pressing di semua lini. Terutama di lini depan. Pemain harus mampu menekan sejak awal dan mencetak lebih dari satu gol. Agar target sapu bersih di kandang berhasil masuk dalam genggaman,” kata Suimin menyoal kemungkinan reposisi pemain itu.
Masalahnya, selama latihan dengan skema itu, Nyeck belum pernah berduet langsung dengan Saha, karena pemain asal Nigeria itu masih dibekap cedera. Begitupun, dukungan dari seluruh pemain sangat menentukan hasil terbaik pada laga kandang selanjutnya. Selanjutnya, mari kita lihat saja bagaimana hasilnya
Pantau Persikabo
Menurut rencana, skuad PSMS akan bertolak ke Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, untuk menyaksikan partai antara PSDS kontra Persikabo Bogor sore ini. Tujuannya jelas, guna memantau permainan kedua tim.
Hal itu diutarakan Suimin sore kemarin. Menurutnya, Persikabo merupakan tim yang masuk dalam daftar saingan berat. Maka itu, pantauan harus dilakukan berhubung skuad tidak ada jadwal latihan hari ini karena libur 1 Muharam.
Walau pernah menukangi Persikabo selama dua musim, Suimin masih merasa perlu memantau kekuatan tim asuhan Iwan Setiawan tersebut. Pasalnya, PSMS akan segera melakoni laga away ke Bogor pada 8 Januari mendatang, setelah sebelumnya ditantang Persita Tangerang pada 4 Januari.
Kemarin, Suimin juga sempat menyambangi hotel di mana skuad Persikabo menginap untuk sekadar anjangsana dan bertegur sapa, dengan skuad yang dahulu sempat diasuhnya.
Persikabo saat ini merupakan tim yang tangguh. Mereka baru tiga kali main dan meraih 7 angka hasil dari dua menang dan sekali imbang. Artinya masih ada sisa pertandingan yang menguntungkan Persikabo. “Sudah lama tidak melihat Persikabo bertanding. Kebetulan mereka main lawan PSDS, kan dekat. Saya harap kita bisa nonton langsung calon lawan kita bertanding,” kata Suimin.
Masalahnya, hal ini tampaknya belum seratus persen terlaksana. Pasalnya dana untuk membayar tiket masuk nonton pertandingan itu belum tersedia. “Manajer ke luar negeri karena satu urusan. Belum tau jadi tidak nonton PSDS lawan Persikabo karena dana untuk tiket masuk nonton belum didapat,” beber Fityan Hamdi sekretaris tim kemarin
Hal itu diutarakan Suimin sore kemarin. Menurutnya, Persikabo merupakan tim yang masuk dalam daftar saingan berat. Maka itu, pantauan harus dilakukan berhubung skuad tidak ada jadwal latihan hari ini karena libur 1 Muharam.
Walau pernah menukangi Persikabo selama dua musim, Suimin masih merasa perlu memantau kekuatan tim asuhan Iwan Setiawan tersebut. Pasalnya, PSMS akan segera melakoni laga away ke Bogor pada 8 Januari mendatang, setelah sebelumnya ditantang Persita Tangerang pada 4 Januari.
Kemarin, Suimin juga sempat menyambangi hotel di mana skuad Persikabo menginap untuk sekadar anjangsana dan bertegur sapa, dengan skuad yang dahulu sempat diasuhnya.
Persikabo saat ini merupakan tim yang tangguh. Mereka baru tiga kali main dan meraih 7 angka hasil dari dua menang dan sekali imbang. Artinya masih ada sisa pertandingan yang menguntungkan Persikabo. “Sudah lama tidak melihat Persikabo bertanding. Kebetulan mereka main lawan PSDS, kan dekat. Saya harap kita bisa nonton langsung calon lawan kita bertanding,” kata Suimin.
Masalahnya, hal ini tampaknya belum seratus persen terlaksana. Pasalnya dana untuk membayar tiket masuk nonton pertandingan itu belum tersedia. “Manajer ke luar negeri karena satu urusan. Belum tau jadi tidak nonton PSDS lawan Persikabo karena dana untuk tiket masuk nonton belum didapat,” beber Fityan Hamdi sekretaris tim kemarin
Digusur PSAP
MESKI Persikabo Bogor kandas di tangan PSDS, namun posisi PSMS di klasemen sementara harus tergurus. Pasalnya, di tempat terpisah PSAP menang 1-0 atas Persipasi, sehingga tim besutan Kustiono itu naik ke peringkat empat klasemen dengan raihan 10 poin.
Walau posisi PSMS melorot, namun setidaknya PSMS memiliki satu laga lebih banyak dibanding PSAP yang sudah melakoni enam laga.
Selain PSAP, Persita juga meraih tiga angka saat melawat ke markas Persiraja. Walhasil, Persita juga berhasil merangkak naik peringkat. Persita yang baru melakoni empat laga kini memiliki 9 angka.
Artinya, kini PSMS harus terlempar dari posisi empat besar ke posisi lima. Dengan demikian, tidak ada kata lain selain meraih tiga angka saat menjamu Persiraja nanti.
Di atas kertas, laga itu bisa diamankan oleh PSMS yang punya waktu recovery lebih panjang disbanding Persiraja. Di samping itu, Persiraja yang sudah melakoni enam laga baru saja kandas. Secara psikologis hal itu tentu saja menguntungkan Slamet Riyadi dkk.
“Harus bisa meraih kemenangan saat melakoni laga kandang. Saat ini tim lain semakin menunjukkan permainan terbaiknya. Kita juga harus demikian,” kata Suimin menyoal persaingan yang semakin ketat.
Untuk itu, target semula untuk mengamankan setiap laga kandang yang dilakoni memang harus diselaraskan dengan permainan apik seluruh skuad Ayam Kinantan. Di atas kertas, Suimin yakin mampu meraih 15 poin di kandang musim ini, termasuk dua angka yang diraih saat melawan ke Rengat dan Tembilahan.
Dengan demikian, langkah PSMS untuk kembali ke ajang Indonesia Super Legue (ISL) akan semakin mudah, karena Suimin pun memiliki target yang tak kalah hebatnya di putaran kedua nanti. Terutama saat Slamet Riyadi dkk main di kandang sendiri
Walau posisi PSMS melorot, namun setidaknya PSMS memiliki satu laga lebih banyak dibanding PSAP yang sudah melakoni enam laga.
Selain PSAP, Persita juga meraih tiga angka saat melawat ke markas Persiraja. Walhasil, Persita juga berhasil merangkak naik peringkat. Persita yang baru melakoni empat laga kini memiliki 9 angka.
Artinya, kini PSMS harus terlempar dari posisi empat besar ke posisi lima. Dengan demikian, tidak ada kata lain selain meraih tiga angka saat menjamu Persiraja nanti.
Di atas kertas, laga itu bisa diamankan oleh PSMS yang punya waktu recovery lebih panjang disbanding Persiraja. Di samping itu, Persiraja yang sudah melakoni enam laga baru saja kandas. Secara psikologis hal itu tentu saja menguntungkan Slamet Riyadi dkk.
“Harus bisa meraih kemenangan saat melakoni laga kandang. Saat ini tim lain semakin menunjukkan permainan terbaiknya. Kita juga harus demikian,” kata Suimin menyoal persaingan yang semakin ketat.
Untuk itu, target semula untuk mengamankan setiap laga kandang yang dilakoni memang harus diselaraskan dengan permainan apik seluruh skuad Ayam Kinantan. Di atas kertas, Suimin yakin mampu meraih 15 poin di kandang musim ini, termasuk dua angka yang diraih saat melawan ke Rengat dan Tembilahan.
Dengan demikian, langkah PSMS untuk kembali ke ajang Indonesia Super Legue (ISL) akan semakin mudah, karena Suimin pun memiliki target yang tak kalah hebatnya di putaran kedua nanti. Terutama saat Slamet Riyadi dkk main di kandang sendiri
Suimin: Biar Main Jelek, Asal Menang
Posisi PSMS di klasemen sementara wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia akhirnya terperosok ke peringkat enam. Meski masih punya tabungan dua lagaebih banyak, namun kondisi ini tetap saja merisaukan para fans.
Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.
Agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati. Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri. Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.
Prinsipnya, biar main jelek asal menang, walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.
“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.
Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.
Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.
Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan. Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.
Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.
Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri. Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua.
Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS
Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.
Agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati. Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri. Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.
Prinsipnya, biar main jelek asal menang, walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.
“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.
Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.
Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.
Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan. Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.
Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.
Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri. Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua.
Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS
Thursday, December 17, 2009
Rombak Pola
MEDAN-Pasca menjalani libur usai melakoni laga kontra Persikasi Bekasi, kemarin (15/12) sore bertempat di Stadion Kebun Bunga skuad Ayam Kinantan kembali melakoni latihan. Tak tangung-tangung, meski latihan perdana, namun Affan Lubis dkk tetap digembleng lebih dari satu jam.
Hebatnya lagi, pada latihan perdana itu seluruh pemain memperlihatkan disiplin yang pantas mendapat acungan jempol, karena tak satu pemain pun yang absen.
Padahal, meski seluruhnya hadir, namun beberapa pemain yang cedera seperti Osas Saha, Edu Juanda dan Slamet Riyadi tak dapat berlatih dengan rekan-rekannya. Ketiga pemain ini hanya melakoni latihan ringan di pinggir lapangan.
Pemandangan yang berbeda justru terjadi ditengah-tengah lapangan, di mana para pemain yang dalam keadaan bugar justru menjalani serangkaian sesi latihan yang berat.
Tujuannya, untuk mengembalikan kubagaran serta semangat bertanding para pemain pasca menderita kekalahan dari Persipasi. Terlebih pada tanggal 27 Desember mendatang Affan Lubis dkk kembali harus melakoni laga melawan tim yang kekuatannya tak dapat dipandang sebelah mata, Persiraja Banda Aceh.
Karenanya, Suimin tak punya pilihan lain kecuali meningkatkan porsi latihan dengan tujuan para pemain mampu menaikkan tempo permainan saat tampil di hadapan para pendukung yang bakal hadir di Stadion Teladan nanti.
“Dari dua laga kandang terdahulu kita mampu memetik enam poin. Tapi secara umum, kami melihat jika permainan kita belum maksimal. Dan saya yakin jika penampilan anak-anak masih bisa ditingkatkan lagi,” bilang Suimin Diharja, pelatih PSMS.
Ya, mumpung pertandingan melawan Persiraja Banda Aceh masih akan berlangsung dua minggu lagi, namun Suimin seakan tak ingin membuang-buang waktu.
“Secepatnya kita harus mampu merubah pola permainan, karena kita tak semata mencari kemenangan di kandang, tapi lebih dari itu kita menginginkan konsistensi permainan, karena laga-laga selanjutnya jelas akan lebih berat,” tandas Suimin.
Beruntung, ketika Suimin memiliki tekad yang membara untuk memperbaiki kinerja tim asuhannya, di saat itu pula para pemain menunjukkan animo yang membubung seakan sepaham dengan sang mentor.
Buktinya, meskipun latihan yang digelar semakin berat, Affan Lubis dkk tetap melakoninya dengan sepenuh hati.
“Pada latihan tadi (kemarin-Red), anak-anak mampu menyerap semua yang saya instruksikan. Padahal, jika mau jujur, latihan hari ini jelas lebih berat dari pada latihan sebelumnya. Tapi kita bisa lihat, jika mereka tetap bersemangat melakoninya,” lanjut pria berjuluk pelatih kampung itu.
Selanjutnya, latihan masih akan dilanjutkan pagi ini. Khusus pagi ini Suimin berencana memberikan menu latihan dengan materi akurasi tendangan ke arah gawang.
Rencananya, Suimin akan memberikan waktu kepada seluruh pemain untuk melakukan akurasi tendangan sampai sempurna. Baru pada sore harinya, latihan akan masuk ke sesi simulasi sebagai persiapan menjamu Persiraja.
“Sejauh ini saya melihat jika sepanjang pertandingan pemain kita jarang melakukan tendangan dari luar kotak penalti, meskipun kondisinya sangat memungkinkan,” ungkap Suimin.
“Ini harus segera dibenahi. Paling tidak para pemain harus berani melakukannya. Masalah hasil, itu urusan nanti. Tapi yang pasti, jika tidak pernah mencoba, maka kita tidak akan tahu apakah kita mampu melakukannya, atau tidak. Jadi tendangan dari luar kotak penalti harus tetap dilakukan,” pungkasnya
Hebatnya lagi, pada latihan perdana itu seluruh pemain memperlihatkan disiplin yang pantas mendapat acungan jempol, karena tak satu pemain pun yang absen.
Padahal, meski seluruhnya hadir, namun beberapa pemain yang cedera seperti Osas Saha, Edu Juanda dan Slamet Riyadi tak dapat berlatih dengan rekan-rekannya. Ketiga pemain ini hanya melakoni latihan ringan di pinggir lapangan.
Pemandangan yang berbeda justru terjadi ditengah-tengah lapangan, di mana para pemain yang dalam keadaan bugar justru menjalani serangkaian sesi latihan yang berat.
Tujuannya, untuk mengembalikan kubagaran serta semangat bertanding para pemain pasca menderita kekalahan dari Persipasi. Terlebih pada tanggal 27 Desember mendatang Affan Lubis dkk kembali harus melakoni laga melawan tim yang kekuatannya tak dapat dipandang sebelah mata, Persiraja Banda Aceh.
Karenanya, Suimin tak punya pilihan lain kecuali meningkatkan porsi latihan dengan tujuan para pemain mampu menaikkan tempo permainan saat tampil di hadapan para pendukung yang bakal hadir di Stadion Teladan nanti.
“Dari dua laga kandang terdahulu kita mampu memetik enam poin. Tapi secara umum, kami melihat jika permainan kita belum maksimal. Dan saya yakin jika penampilan anak-anak masih bisa ditingkatkan lagi,” bilang Suimin Diharja, pelatih PSMS.
Ya, mumpung pertandingan melawan Persiraja Banda Aceh masih akan berlangsung dua minggu lagi, namun Suimin seakan tak ingin membuang-buang waktu.
“Secepatnya kita harus mampu merubah pola permainan, karena kita tak semata mencari kemenangan di kandang, tapi lebih dari itu kita menginginkan konsistensi permainan, karena laga-laga selanjutnya jelas akan lebih berat,” tandas Suimin.
Beruntung, ketika Suimin memiliki tekad yang membara untuk memperbaiki kinerja tim asuhannya, di saat itu pula para pemain menunjukkan animo yang membubung seakan sepaham dengan sang mentor.
Buktinya, meskipun latihan yang digelar semakin berat, Affan Lubis dkk tetap melakoninya dengan sepenuh hati.
“Pada latihan tadi (kemarin-Red), anak-anak mampu menyerap semua yang saya instruksikan. Padahal, jika mau jujur, latihan hari ini jelas lebih berat dari pada latihan sebelumnya. Tapi kita bisa lihat, jika mereka tetap bersemangat melakoninya,” lanjut pria berjuluk pelatih kampung itu.
Selanjutnya, latihan masih akan dilanjutkan pagi ini. Khusus pagi ini Suimin berencana memberikan menu latihan dengan materi akurasi tendangan ke arah gawang.
Rencananya, Suimin akan memberikan waktu kepada seluruh pemain untuk melakukan akurasi tendangan sampai sempurna. Baru pada sore harinya, latihan akan masuk ke sesi simulasi sebagai persiapan menjamu Persiraja.
“Sejauh ini saya melihat jika sepanjang pertandingan pemain kita jarang melakukan tendangan dari luar kotak penalti, meskipun kondisinya sangat memungkinkan,” ungkap Suimin.
“Ini harus segera dibenahi. Paling tidak para pemain harus berani melakukannya. Masalah hasil, itu urusan nanti. Tapi yang pasti, jika tidak pernah mencoba, maka kita tidak akan tahu apakah kita mampu melakukannya, atau tidak. Jadi tendangan dari luar kotak penalti harus tetap dilakukan,” pungkasnya
Geber Terapi Pemulihan
TIGA permain pilar PSMS dikhawatirkan akan menepi ketika tim berjuluk Ayam Kinantan menjamu Persiraja pada 27 Desember mendatang. Pasalnya Osas Saha, Edu Juanda dan Slamet Riyadi didera cedera usai timnya takluk 1-3 kontra Persipasi.
Saha mengalami cedera engkel, sama dengan yang dialami Edu Juanda. Sedangkan Slamet Riyadi harus menepi karena tumitnya bermasalah
Belum didapat informasi kapan ketiga pemain ini akan pulih. Tapi tim medis PSMS dr. Rory Pane menerangkan bahwa pihaknya akan berupaya mempercepat kesembuhan ketiga pemain itu secepatnya. Kalau memungkinkan, harapannya tentu saja sebelum laga kontra Persiraja digelar.
Untuk itu, proses terapi wajib digeber di samping pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan. Dijadwalkan, hari ini ketiga itu akan memulai fisioterapi sebagai proses penyembuhan.
Kabarnya, dr. Rory berencana membawa ketiga pemain yang cedera tadai ke sebuah rumah sakit besar di Medan mempunyai perlengkapan medis memadai. “Fisioterapi harus sering diberikan kepada pemain yang cedera. Saya tidak tahu kapan ketiganya akan pulih. Tapi yang jelas, kami akan berusaha semampu kami agar ketiganya sembuh tepat waktu.,” kata Rory.
Terkait cedera yang dialami ketiga pemaina pilar tadi, Suimin Diharja, pelatih PSMS sempat panik. Penyebabnya, apalagi kalau bukan kekhawatiran jika tim akan tampil pincang jika ketiganya tak dapat tampil saat tim menghadapi Persiraja nanti. “Saya sangat berharap agar pemain yang cedera segera sembuh. Tanpa kehadiran mereka, jelas kekuatan tim ini akan berkurang. Terlebih yang cedera adalah pemain kunci yang selama ini menjadi motivator tim,” beber Suimin
Saha mengalami cedera engkel, sama dengan yang dialami Edu Juanda. Sedangkan Slamet Riyadi harus menepi karena tumitnya bermasalah
Belum didapat informasi kapan ketiga pemain ini akan pulih. Tapi tim medis PSMS dr. Rory Pane menerangkan bahwa pihaknya akan berupaya mempercepat kesembuhan ketiga pemain itu secepatnya. Kalau memungkinkan, harapannya tentu saja sebelum laga kontra Persiraja digelar.
Untuk itu, proses terapi wajib digeber di samping pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan. Dijadwalkan, hari ini ketiga itu akan memulai fisioterapi sebagai proses penyembuhan.
Kabarnya, dr. Rory berencana membawa ketiga pemain yang cedera tadai ke sebuah rumah sakit besar di Medan mempunyai perlengkapan medis memadai. “Fisioterapi harus sering diberikan kepada pemain yang cedera. Saya tidak tahu kapan ketiganya akan pulih. Tapi yang jelas, kami akan berusaha semampu kami agar ketiganya sembuh tepat waktu.,” kata Rory.
Terkait cedera yang dialami ketiga pemaina pilar tadi, Suimin Diharja, pelatih PSMS sempat panik. Penyebabnya, apalagi kalau bukan kekhawatiran jika tim akan tampil pincang jika ketiganya tak dapat tampil saat tim menghadapi Persiraja nanti. “Saya sangat berharap agar pemain yang cedera segera sembuh. Tanpa kehadiran mereka, jelas kekuatan tim ini akan berkurang. Terlebih yang cedera adalah pemain kunci yang selama ini menjadi motivator tim,” beber Suimin
Evaluasi Pemain PSMS Setelah Lima Pertandingan
Skuad Ayam Kinantan telah melakoni lima partai di Divisi Utama Liga Indonesia musim ini. Hasil yang diraih tidak begitu buruk. Namun tetap perlu evaluasi demi kebaikan tim.
Sejauh ini, PSMS masih bertahan di peringkat 3 klasemen sementara dengan raihan delapan angka dari dua seri, dua menang dan sekali kandas.
Bersumber dari bank data milik Suimin Diharja, sang arsitek tim, didapat evaluasi khusus penilaian penampilan dalam lima partai terakhir. Yakni saat melawan Persires Rengat, Persih Tembilahan, PSAP Sigli, PSSB Bieruen dan Persipasi Bekasi.
Kesimpulan dari nilai penampilan yang tersimpan dengan rapi di bank data milik Suimin itu, adalah masih harus dibenahinya lini belakang PSMS. Sedangkan lini tengah sudah mulai menunjukkan penampilan terbaik walaupun tentu saja belum ada yang istimewa.
Di lini tengah, diwakili oleh penampilan dengan grafik stabil atas nama Faisal Azmi pemain bernomor punggung 7 dengan gaya rambut khasnya itu. Dari lima penampilan, Faisal empat kali meraih nilai 8 yakni saat melawan Persires, Persih, PSAP dan PSSB. Dan ketika melawan Persipasi Faisal mendapat nilai 7.
Selain Faisal, Tri Yudha Handoko juga bisa dibilang cukup stabil. Dari lima partai bersama PSMS, Yudha mendapatkan tiga kali nilai 7, sekali 8 dan sekali 6.
Di belakang, Slamet Riyadi sebenarnya mewakili raihan nilai yang bagus. Dari lima laga. Slamet meraih nilai 8 sebanyak tiga kali, 7 sekali dan sekali 6. Sedangkan Nyeck Nyobe yang baru main empat kali bersama PSMS, masing-masing meraih nilai 8 dua kali, sekali 7 dan sekali 6.
Selebihnya, pemain belakang seperti Maulana dan Deni Wahyudi, Dodi bahkan Bambang Tri Sanjaya mendapatkan nilai yang kurang baik. Maulana yang selau turun di lima partai PSMS meraih nilai 5 sebanyak tiga kali, sekali 6 dan sekali 4. Deni dalam lima partai meraih dua kali nilai 5, sekali 7, dan dua kali mendapatkan nilai 6. Sedangkan Bambang yang diberi kesempatan tampil di tiga laga harus menerima nilai yang cukup jelek yakni 3.
“Ini sebuah penilaian yang objektif sesuai dengan penampilan mereka. Seluruh data akan perkembangan tim ada dalam bank data yang saya rangkum setiap kali bertanding dan selama proses latihan. Saya sangat berharap agar seluruh pemain lebih serius dalam berlatih demi kemajuan di setiap penampilannya,” beber Suimin
Sejauh ini, PSMS masih bertahan di peringkat 3 klasemen sementara dengan raihan delapan angka dari dua seri, dua menang dan sekali kandas.
Bersumber dari bank data milik Suimin Diharja, sang arsitek tim, didapat evaluasi khusus penilaian penampilan dalam lima partai terakhir. Yakni saat melawan Persires Rengat, Persih Tembilahan, PSAP Sigli, PSSB Bieruen dan Persipasi Bekasi.
Kesimpulan dari nilai penampilan yang tersimpan dengan rapi di bank data milik Suimin itu, adalah masih harus dibenahinya lini belakang PSMS. Sedangkan lini tengah sudah mulai menunjukkan penampilan terbaik walaupun tentu saja belum ada yang istimewa.
Di lini tengah, diwakili oleh penampilan dengan grafik stabil atas nama Faisal Azmi pemain bernomor punggung 7 dengan gaya rambut khasnya itu. Dari lima penampilan, Faisal empat kali meraih nilai 8 yakni saat melawan Persires, Persih, PSAP dan PSSB. Dan ketika melawan Persipasi Faisal mendapat nilai 7.
Selain Faisal, Tri Yudha Handoko juga bisa dibilang cukup stabil. Dari lima partai bersama PSMS, Yudha mendapatkan tiga kali nilai 7, sekali 8 dan sekali 6.
Di belakang, Slamet Riyadi sebenarnya mewakili raihan nilai yang bagus. Dari lima laga. Slamet meraih nilai 8 sebanyak tiga kali, 7 sekali dan sekali 6. Sedangkan Nyeck Nyobe yang baru main empat kali bersama PSMS, masing-masing meraih nilai 8 dua kali, sekali 7 dan sekali 6.
Selebihnya, pemain belakang seperti Maulana dan Deni Wahyudi, Dodi bahkan Bambang Tri Sanjaya mendapatkan nilai yang kurang baik. Maulana yang selau turun di lima partai PSMS meraih nilai 5 sebanyak tiga kali, sekali 6 dan sekali 4. Deni dalam lima partai meraih dua kali nilai 5, sekali 7, dan dua kali mendapatkan nilai 6. Sedangkan Bambang yang diberi kesempatan tampil di tiga laga harus menerima nilai yang cukup jelek yakni 3.
“Ini sebuah penilaian yang objektif sesuai dengan penampilan mereka. Seluruh data akan perkembangan tim ada dalam bank data yang saya rangkum setiap kali bertanding dan selama proses latihan. Saya sangat berharap agar seluruh pemain lebih serius dalam berlatih demi kemajuan di setiap penampilannya,” beber Suimin
Wednesday, December 16, 2009
Disiplin adalah Kunci Pertahankan Performa
DALAM lima laga terakhir, Faizal Azmi pemain serba bisa PSMS masih menujukkan performa menawan. Permainannya tetap stabil walaupun tim dalam kondisi tertekan. Bahkan Bank Data milik pelatih PSMS Suimin Diharja mencatat, bahwa Faisal selalu menorehkan nilai baik sepanjang melakoni laga bersama PSMS di ajang resmi.
Menariknya, Faisal kerap melakoni posisi yang bukan posisi resminya sebagai gelandang bertahan.
Oleh Suimin, Faisal kerap digeser ke kanan bawah alias jadi wing bek. Tak masalah, itu dilakoninya juga dengan hasil memuaskan.
Pertukaran posisi ini memang sudah menjadi kamus baru bagi Suimin. Bukan ingin mencoba kemampuan pemain belaka, namun lebih dari itu, ni dilakukan karena keterbatasan skuad yang ada. Beruntung Suimin punya pemain yang bisa digeser-geser posisinya sesuai kebutuhan. Selain Faisal, Suimin masih punya Nyeck Nyobe dan beberapa pemain lainnya yang siap dipindah-pindah.
Lantas apa resep Faisal dalam menjaga performanya? Kemarin (14/12) sore Sumut Pos berbincang dengan Faisal di Stadion Kebun Bunga, markas PSMS.
Dijelaskan pemain gondrong bernomor punggung 7 itu, jika dirinya hanya mencoba membiasakan hidup disiplin. Sebagai atlet, disiplin memang nomor satu.
“Saya kira tidak ada yang istimewa. Sebagai seorang pesepakbola, saya hanya mencoba menerapkan disiplin yang diterapkan pelatih,” beber mantan pemain PSDS, PSKPS, PSPS dan Persitara itu.
Di usianya yang baru 25 tahun, Faisal punya mimpi besar di PSMS. Ya, meski terlahir sebagai putra daerah Deli Serdang, kecintaan Faisal kepada PSMS ternyata sudah dimilikinya sejak kecil. Bahkan obsesi untuk memperkuat PSMS terus mengusik hatinya, meskipun dirinya telah memperkuat PSDS.
“Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi pemain PSMS. Sekarang kesempatan itu sudah menjadi kenyataan. Jadi, yang harus saya lakukan sekarang ini adalah bermain bagus pada setiap pertandingan yang dilakoni. Bahkan, kalau memungkinkan, saya juga ingin bermain di PSMS selamanya,” tambah ayah seorang balita bernama Faza itu.
Lebih jauh, Faisal juga bertekad membawa PSMS kembali berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola tanah air yakni Indonesia Super League (ISL).
“Saya bersama seluruh pemain dan perangkat tim punya satu tekad, yakni membawa PSMS kembali ke ajang ISL. Itu merupakan target tertinggi yang kami apungkan. Semoga saja kami mampu melakukannya,” pungkas suami Yona Purnama Oktarina menutup pembicaraan.
Menariknya, Faisal kerap melakoni posisi yang bukan posisi resminya sebagai gelandang bertahan.
Oleh Suimin, Faisal kerap digeser ke kanan bawah alias jadi wing bek. Tak masalah, itu dilakoninya juga dengan hasil memuaskan.
Pertukaran posisi ini memang sudah menjadi kamus baru bagi Suimin. Bukan ingin mencoba kemampuan pemain belaka, namun lebih dari itu, ni dilakukan karena keterbatasan skuad yang ada. Beruntung Suimin punya pemain yang bisa digeser-geser posisinya sesuai kebutuhan. Selain Faisal, Suimin masih punya Nyeck Nyobe dan beberapa pemain lainnya yang siap dipindah-pindah.
Lantas apa resep Faisal dalam menjaga performanya? Kemarin (14/12) sore Sumut Pos berbincang dengan Faisal di Stadion Kebun Bunga, markas PSMS.
Dijelaskan pemain gondrong bernomor punggung 7 itu, jika dirinya hanya mencoba membiasakan hidup disiplin. Sebagai atlet, disiplin memang nomor satu.
“Saya kira tidak ada yang istimewa. Sebagai seorang pesepakbola, saya hanya mencoba menerapkan disiplin yang diterapkan pelatih,” beber mantan pemain PSDS, PSKPS, PSPS dan Persitara itu.
Di usianya yang baru 25 tahun, Faisal punya mimpi besar di PSMS. Ya, meski terlahir sebagai putra daerah Deli Serdang, kecintaan Faisal kepada PSMS ternyata sudah dimilikinya sejak kecil. Bahkan obsesi untuk memperkuat PSMS terus mengusik hatinya, meskipun dirinya telah memperkuat PSDS.
“Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi pemain PSMS. Sekarang kesempatan itu sudah menjadi kenyataan. Jadi, yang harus saya lakukan sekarang ini adalah bermain bagus pada setiap pertandingan yang dilakoni. Bahkan, kalau memungkinkan, saya juga ingin bermain di PSMS selamanya,” tambah ayah seorang balita bernama Faza itu.
Lebih jauh, Faisal juga bertekad membawa PSMS kembali berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola tanah air yakni Indonesia Super League (ISL).
“Saya bersama seluruh pemain dan perangkat tim punya satu tekad, yakni membawa PSMS kembali ke ajang ISL. Itu merupakan target tertinggi yang kami apungkan. Semoga saja kami mampu melakukannya,” pungkas suami Yona Purnama Oktarina menutup pembicaraan.
Berdarah Ambon, Cinta Mati kepada PSMS
Benny Tomasoa, Asisten Manajer Tim PSMS
Kerja keras, pengorbanan bahkan isu negatif kerap mengiringi kru yang berada di balik tim PSMS dalam menatap kompetisi musim ini. Terdepak dari kompetisi tertinggi tanah air, merupakan pukulan telak bagi masyarakat Medan utamanya pecinta sepak bola. Kini, PSMS mencoba bangkit. Sayang, berbagai problem masih terus menghantui.
SYAIFULLAH-Medan
Salah satu kru yang membidani terbentuknya tim PSMS musim ini adalah Benny Tomasoa.
“Bento” begitu dia biasa disapa adalah pria berdarah Ambon. Begitupun, Benny yang lahir dan besar di Medan mengaku sangat mencintai PSMS.
Apalagi dia merupakan mantan pemain PSMS di era 80-an. Ya walaupun tidak setenar Ponirin Meka atau Jampi Hutauruk dkk. Mengapa Ponirin Meka atau Jampi Hutauruk? Ya karena ketika masih menjadi pemain, Benny berposisi sebagai penjaga gawang. Sama seperti Ponirin dan Jampi.
Bahkan Benny punya “dendam” kepada Ponirin Meka. Pasalnya, selama Ponirin aktif berada di bawah mistar PSMS, selama itu pula Benny selalu berada di bawah bayang-bayang mantan kiper timnas itu. Namun, dendam itu merupakan dendam yang positif.
“Saat itu saya selalu berada di bawah nama besar Ponirin Meka. Kesempatan saya tampil hanya kalau senior saya itu cedera atau dipanggil Timnas. Tapi saya menikmati saat-saat itu,” kenang Benny kepada Sumut Pos kemarin (14/12).
Bersama PSMS, Benny benar-benar memulai karir dari bawah. Pria kelahiran 6 Oktober 1967 itu memulai masuk skuad PSMS remaja pada tahun 1982. Setahun berikutnya, Benny diberi kesempatan masuk tim junior yang mengkuti Piala Suratin. Hal itu diulangi tahun 1985. Baru pada tahun 1986 Benny berhasil masuk tim senior. Di sinilah Benny merasa jika dirinya harus mencari klub baru agar bisa terbebas dari bayang-bayang Ponirin Meka.
Pada tahun 1987 dia mencoba peruntungan ke Jakarta dengan masuk klub Warna Agung yang berkiprah di kompetisi Galatama. Namun akhirnya dia kembali ke Medan.
“Masa-masa menjadi seorang pesepak bola adalah masa yang indah dan sulit dilupakan. Bahkan akhirnya saya menjadi seperti ini, itu semua tak lepas dari sepak bola,” tambah fans Edwin Van Der Sar dan Jose Maurinho itu.
Ya, selepas dari sepak bola, Benny mencoba mencari sesuatu yang memang tak ada kaitannya sama sekali dari sepak bola.
Beberapa tahun belakangan, Benny berhasil mendirikan satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor.
Namun jiwa sepak bolan seolah tak ingin enyah dari ayah dua anak bernama Yosefina dan Grevance Yohanes itu.
Terlebih Benny miris melihat akhirnya PSMS harus terdepak dari ISL.
Besar tekadnya untuk saling bahi-membahu dengan pengurus dan manajemen lainnya untuk kembali memposisikan PSMS kembali duduk di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Tidak ada kebanggan terbesar bagi pengurus dan manajemen PSMS saat ini, kecuali berhasil meloloskan tim ini kembali ke ISL. Itulah motivasi besar saya menjadi asisten manajer PSMS. Tidak ada yang lain,,” tambah fans berat Barcelona itu.
Lebih dari itu, motivasi dan niat saja tampaknya sangat tidak cukup untuk mengembalikan PSMS ke ISL.
“Dibutuhkan lebih dari sekadar nama besar untuk mengambalikan kejayaan PSMS. Semua pihak di kepengurusan dan manajemen saat ini harus kompak dan satu visi,” bilangnya.
“Saya rasa dengan kebersamaan dan keyakinan, PSMS bisa meraih hasil sesuai harapan kita semua,” pungkas Benny
Kerja keras, pengorbanan bahkan isu negatif kerap mengiringi kru yang berada di balik tim PSMS dalam menatap kompetisi musim ini. Terdepak dari kompetisi tertinggi tanah air, merupakan pukulan telak bagi masyarakat Medan utamanya pecinta sepak bola. Kini, PSMS mencoba bangkit. Sayang, berbagai problem masih terus menghantui.
SYAIFULLAH-Medan
Salah satu kru yang membidani terbentuknya tim PSMS musim ini adalah Benny Tomasoa.
“Bento” begitu dia biasa disapa adalah pria berdarah Ambon. Begitupun, Benny yang lahir dan besar di Medan mengaku sangat mencintai PSMS.
Apalagi dia merupakan mantan pemain PSMS di era 80-an. Ya walaupun tidak setenar Ponirin Meka atau Jampi Hutauruk dkk. Mengapa Ponirin Meka atau Jampi Hutauruk? Ya karena ketika masih menjadi pemain, Benny berposisi sebagai penjaga gawang. Sama seperti Ponirin dan Jampi.
Bahkan Benny punya “dendam” kepada Ponirin Meka. Pasalnya, selama Ponirin aktif berada di bawah mistar PSMS, selama itu pula Benny selalu berada di bawah bayang-bayang mantan kiper timnas itu. Namun, dendam itu merupakan dendam yang positif.
“Saat itu saya selalu berada di bawah nama besar Ponirin Meka. Kesempatan saya tampil hanya kalau senior saya itu cedera atau dipanggil Timnas. Tapi saya menikmati saat-saat itu,” kenang Benny kepada Sumut Pos kemarin (14/12).
Bersama PSMS, Benny benar-benar memulai karir dari bawah. Pria kelahiran 6 Oktober 1967 itu memulai masuk skuad PSMS remaja pada tahun 1982. Setahun berikutnya, Benny diberi kesempatan masuk tim junior yang mengkuti Piala Suratin. Hal itu diulangi tahun 1985. Baru pada tahun 1986 Benny berhasil masuk tim senior. Di sinilah Benny merasa jika dirinya harus mencari klub baru agar bisa terbebas dari bayang-bayang Ponirin Meka.
Pada tahun 1987 dia mencoba peruntungan ke Jakarta dengan masuk klub Warna Agung yang berkiprah di kompetisi Galatama. Namun akhirnya dia kembali ke Medan.
“Masa-masa menjadi seorang pesepak bola adalah masa yang indah dan sulit dilupakan. Bahkan akhirnya saya menjadi seperti ini, itu semua tak lepas dari sepak bola,” tambah fans Edwin Van Der Sar dan Jose Maurinho itu.
Ya, selepas dari sepak bola, Benny mencoba mencari sesuatu yang memang tak ada kaitannya sama sekali dari sepak bola.
Beberapa tahun belakangan, Benny berhasil mendirikan satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor.
Namun jiwa sepak bolan seolah tak ingin enyah dari ayah dua anak bernama Yosefina dan Grevance Yohanes itu.
Terlebih Benny miris melihat akhirnya PSMS harus terdepak dari ISL.
Besar tekadnya untuk saling bahi-membahu dengan pengurus dan manajemen lainnya untuk kembali memposisikan PSMS kembali duduk di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Tidak ada kebanggan terbesar bagi pengurus dan manajemen PSMS saat ini, kecuali berhasil meloloskan tim ini kembali ke ISL. Itulah motivasi besar saya menjadi asisten manajer PSMS. Tidak ada yang lain,,” tambah fans berat Barcelona itu.
Lebih dari itu, motivasi dan niat saja tampaknya sangat tidak cukup untuk mengembalikan PSMS ke ISL.
“Dibutuhkan lebih dari sekadar nama besar untuk mengambalikan kejayaan PSMS. Semua pihak di kepengurusan dan manajemen saat ini harus kompak dan satu visi,” bilangnya.
“Saya rasa dengan kebersamaan dan keyakinan, PSMS bisa meraih hasil sesuai harapan kita semua,” pungkas Benny
Suimin Bidik Ariel Guiteres
Dua legiun impor PSMS Nyeck Nyobe dan Osas Saha sudah diabsahkan statusnya membela PSMS di ajang Divisi Utama musim ini. Hanya saja, memiliki dua pemain asing ternyata dianggap masih kurang untuk mendongkrak performa tim guna bersaing menjadi yang terbaik untuk kembali berlaga di pentas Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Tak pelak, kondisi ini memaksa manajemen tim Ayam Kinantan berusaha mendapatkan satu pemain asing tambahan. Kebetulan pemain asing yang dilirik adalah pemain yang sebelumnya pernah berkostum PSMS, Ariel Guiteres.
Pertanyaannya, akankah Ariel segera berkostum hijau-hijau khas PSMS? Sebuah pertanyaan yang hingga kini belum bisa dijawab oleh jajaran pengurus maupun manajemen PSMS.
Saat ini peluang bagi Ariel untuk kembali berkostum PSMS menjadi terbuka pasca merebaknya isu yang menyebutkan jika Trimedya Panjaitan, seorang anggota Komisi III DPR RI berencana menggalang dana bagi PSMS.
Kalau rencana mulia itu terwujud, dana yang terkumpul lebih dulu diprioritaskan untuk mengurus dokumen pemain asing. Siapa lagi pemain asing yang dimaksud kalau bukan Ariel!
Ya, sejauh ini memang tinggal Ariel legiun impor yang belum memiliki kejelasan status. Padahal, pemain berkebangsaan Chili itu bukan sosok asing bagi fans PSMS. Pasalnya, selain pernah menjadi anggota tim, pemain ini pun ternyata telah menikah dengan wanita asal Medan.
Meski sudah mulai berumur, Suimin Diharja arsitek PSMS masih yakin kalau Ariel masih punya kualitas untuk menggalang kekuatan di lini tengah tim Ayam Kinantan. Seandainya Ariel jadi bergabung, Suimin yakin jika ke depannya kekuatan tim akan lebih baik lagi.
“Di depan ada Saha, di belakang ada Nyeck. Di tengah, saya harapkan kehadiran pemain asing juga. Ariel Guiteres adalah pemain asing yang saya inginkan, karena menurut saya dia masih memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain yang ada saat ini,” kata Suimin belum lama ini.
Bagaimanapun, untuk mengikat pemain asing tambahan, nama Ariel ada di barisan paling depan. Terlebih PT Liga Indonesia pun memperbolehkan klub di Divisi Utama untuk merekrut tiga pemain asing. Dan ketiganya boleh dimainkan sekaligus dalam satu pertandingan. Dan hal itu sudah diterapkan oleh hampir mayoritas klub lainnya.
Sementara itu PSMS, yang punya target lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan, harusnya melakukan hal serupa untuk menjaga posisi untuk terus bersaing dengan para rival di ajang Divisi Utama Wilayah I.
Terlepas dari masalah itu, Ariel sendiri pun hingga kini masih setia mengikuti sesi latihan bersama PSMS. Padahal, kabar yang berhembus menyebutkan jika pemain yang pernah merumput bersama Medan Jaya ini tidak meminta bayaran selangit, walaupun dia masih tercatat sebagai pemain asing.
“Kenapa Ariel masih kita perbolehkan latihan bersama tim? Itu karena dia punya kualitas sebagai pemain asing, namun menuntut nilai kontrak layaknya pemain lokal. Karenanya, saya berharap agar Ariel segera masuk ke dalam tim,” terang Suimin menyoal Ariel.
Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS juga turut angkat bicara mengenai urusan Ariel. Menurutnya, kalau benar Trimedya jadi membantu PSMS, maka dana yang berhasil digalang akan digunakan untuk mengurusi kontrak Ariel.
“Rencana awalnya begitu. Kalau benar Bang Trimedya jadi bantu kita, maka urusan Ariel akan diutamakan,” kata Benny
Tak pelak, kondisi ini memaksa manajemen tim Ayam Kinantan berusaha mendapatkan satu pemain asing tambahan. Kebetulan pemain asing yang dilirik adalah pemain yang sebelumnya pernah berkostum PSMS, Ariel Guiteres.
Pertanyaannya, akankah Ariel segera berkostum hijau-hijau khas PSMS? Sebuah pertanyaan yang hingga kini belum bisa dijawab oleh jajaran pengurus maupun manajemen PSMS.
Saat ini peluang bagi Ariel untuk kembali berkostum PSMS menjadi terbuka pasca merebaknya isu yang menyebutkan jika Trimedya Panjaitan, seorang anggota Komisi III DPR RI berencana menggalang dana bagi PSMS.
Kalau rencana mulia itu terwujud, dana yang terkumpul lebih dulu diprioritaskan untuk mengurus dokumen pemain asing. Siapa lagi pemain asing yang dimaksud kalau bukan Ariel!
Ya, sejauh ini memang tinggal Ariel legiun impor yang belum memiliki kejelasan status. Padahal, pemain berkebangsaan Chili itu bukan sosok asing bagi fans PSMS. Pasalnya, selain pernah menjadi anggota tim, pemain ini pun ternyata telah menikah dengan wanita asal Medan.
Meski sudah mulai berumur, Suimin Diharja arsitek PSMS masih yakin kalau Ariel masih punya kualitas untuk menggalang kekuatan di lini tengah tim Ayam Kinantan. Seandainya Ariel jadi bergabung, Suimin yakin jika ke depannya kekuatan tim akan lebih baik lagi.
“Di depan ada Saha, di belakang ada Nyeck. Di tengah, saya harapkan kehadiran pemain asing juga. Ariel Guiteres adalah pemain asing yang saya inginkan, karena menurut saya dia masih memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain yang ada saat ini,” kata Suimin belum lama ini.
Bagaimanapun, untuk mengikat pemain asing tambahan, nama Ariel ada di barisan paling depan. Terlebih PT Liga Indonesia pun memperbolehkan klub di Divisi Utama untuk merekrut tiga pemain asing. Dan ketiganya boleh dimainkan sekaligus dalam satu pertandingan. Dan hal itu sudah diterapkan oleh hampir mayoritas klub lainnya.
Sementara itu PSMS, yang punya target lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan, harusnya melakukan hal serupa untuk menjaga posisi untuk terus bersaing dengan para rival di ajang Divisi Utama Wilayah I.
Terlepas dari masalah itu, Ariel sendiri pun hingga kini masih setia mengikuti sesi latihan bersama PSMS. Padahal, kabar yang berhembus menyebutkan jika pemain yang pernah merumput bersama Medan Jaya ini tidak meminta bayaran selangit, walaupun dia masih tercatat sebagai pemain asing.
“Kenapa Ariel masih kita perbolehkan latihan bersama tim? Itu karena dia punya kualitas sebagai pemain asing, namun menuntut nilai kontrak layaknya pemain lokal. Karenanya, saya berharap agar Ariel segera masuk ke dalam tim,” terang Suimin menyoal Ariel.
Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS juga turut angkat bicara mengenai urusan Ariel. Menurutnya, kalau benar Trimedya jadi membantu PSMS, maka dana yang berhasil digalang akan digunakan untuk mengurusi kontrak Ariel.
“Rencana awalnya begitu. Kalau benar Bang Trimedya jadi bantu kita, maka urusan Ariel akan diutamakan,” kata Benny
Subscribe to:
Posts (Atom)