Tuesday, December 15, 2009

Legalitas

Trimedya Panjaitan, anggota komisi III DPR RI ternyata tidak hanya asal ngomong terkait niatnya membantu PSMS. Malah Trimedya meminta sebuah legalitas agar proses penggalangan dana bagi PSMS terkonsep dengan jelas dan bebas dari unsur-unsur fitnah.

Memang, legalitas merupakan harga mati bagi dirinya sebagai elit politik. Tujuannya adalah menghindari suara-suara miring apabila dirinya membantu PSMS. Terlebih Trimedya merupakan tokoh yang berasal dari partai politik besar di Indonesia. Dikhawatirkan jika prosedurnya asal-asalan, kedepannya hanya akan menjadi santapan empuk lawan politik sehingga memudahkan mereka melakukan manuver-manuver politik.
Setidaknya ini yang disampaikan oleh Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS kepada Sumut Pos kemarin (13/12). Secara pribadi, dirinya dan jajaran manajemen lainnya berpandangan lurus. Bahkan usulan Trimedya untuk meminta legalitas di kubu PSMS wajib dipertimbangkan.

“Bang Trimedya bilang, jika dia menggelar malam penggalangan dana dengan mengundang berbagai pihak seperti pengusaha dan pihak-pihak lain, maka kubu PSMS harus mengeluarkan legalitas terkait keberadaannya di tubuh Ayam Kianntan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya suara-suara miring tadi,” beber Benny.

Secara pribadi Benny mengaku salut dengan langkah-langkah yang ingin dilakukan tokoh dari PDIP tersebut. Tetapi Benny juga khawatir akan banyak orang yang berpandangan negatif terhadap niat tulusnya itu, meskipun sesungguhnya mereka tetap menginginkan agar PSMS tetap aksis di ajang Divisi Utama.

“Untuk berbuat baik, terkadang banyak orang yang tidak suka dan berpikir macam-macam. Tetapi saya tetap memuji langkah Bang Trimedya,” sebut Benny lagi.

Selanjutnya pria berdarah Ambon ini mengatakan bahwa dalam waktu dekat dia bersama Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir akan melakukan pembicaraan dengan Ketua Umum (Ketum) PSMS Dzulmi Eldin, untuk membahas langkah-langkah berikutnya.

“Kita akan melaporkan hal ini kepada Ketua Umum, biar nanti beliau yang memutuskannya,” jelas ayah dua anak ini
Benny menegaskan bahwa salama ini, Ketua Umum dan pengurus serta manajemen telah bersusah payah untuk mencari dana bagi tim Ayam Kinantan. Hasilnya, tidak sedikit jumlah uang yang telah digelontorkan demi kelangsungan tim. Jadi, kalau ada orang yang ingin membantu, jelas harus disambut.

“Yang jelas, jika tujuannya untuk membangun PSMS, menurut kita tidak ada masalah, jika ada yang berniat menggalang dana, kenapa tidak? Banyak orang Medan yang telah berhasil di Jakarta, jadi saya rasa tidak akan sulit untuk melakukannya,” pungkas mantan kiper PSMS ini.

Osas Saha di Antara Debut, Gol, Cedera dan Kekalahan

OSAS Saha legiun impor PSMS memang benar-benar bernasib apes. Itu bisa dilihat pada debutnya bersama PSMS. Padahal, sebenarnya dia tampil apik saat melawan Persipasi Bekasi. Tak hanya itu, diapun mampu mencetak satu-satunya gol untuk PSMS.
Sayang, gol perdananya sekaligus gol pembuka pada laga itu menjadi sia-sia karena akhirnya PSMS takluk 1-3. Tak hanya itu, Saha juga mengalami cedera engkel yang mengharuskannya ditarik keluar lapangan.

Soal gol perdananya bagi PSMS di ajang resmi itu, Saha sedikit kesal. Dia berharap saat itu tim mampu mempertahankan keunggulan. Tapi nyatanya tidak. Tiga menit berselang justru gawang PSMS yang kebobolan.

“Saya senang karena berhasil mencetak gol pada debut saya bersama PSMS. Sayang kami akhirnya kalah. Seharusnya kami bisa mempertahankan keunggulan. Tapi itu sulit dilakukan karena kami main di kandang lawan,” beber Saha ketika dihubungi kemarin.

Nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan tidak ada gunanya. Sekarang, bagaimana kesiapan menatap laga selanjutnya. Untuk urusan satu itu, Saha mengaku sangat siap. Ya, walaupun dia masih punya masalah dengan cederanya.

“Engkel saya masih terasa sakit. Tapi saya yakin jika cedera ini akan pulih tepat pada waktunya, atau sebelum pertandingan melawan Persiraja pada 29 Desember berlangsung,” lanjut pecinta musik blues dan hip-hop itu.

Apapun itu, skuad Kinantan memang harus segera bangkit dari kekelahan itu. Terlebih partai selanjutnya akan digelar di kandang sendiri.
Terkait kekuatan sang calon lawan, jelas tak dapat dipandang sebelah mata, karena pada musim kompetisi tahun ini Persiraja Banda Aceh memiliki rekor pertandingan yang cukup bagus.

Rehat Sejenak

SKUAD PSMS diistirahatkan selama dua hari pasca kandas dari Persipasi Bekasi Jumat lalu. Hal ini dikarenakan faktor keletihan fisik dan masa recovery pemain.

Memang, selain karena faktor keletihan fisik cukup mendera skuad Kinantan, PSMS juga punya waktu senggang cukup panjang. Tercatat ada lebih dari satu pekan PSMS diberikan masa senggang. Karena laga selanjutnya baru akan digelar 29 Desember mendatang dengan lawan Persiraja di Stadion Teladan.

Nah, kondisi ini langsung dimanfaatkan sedemikian rupa. Terlebih ada beberapa pemain yang mengalami cedera. Sebut saja Osas Saha, Edu Juanda, dan Slamet Riyadi.Affandi Lubis juga tampaknya masih berkutat dengan cederanya.

“Sejauh ini kita terus menggelar latihan penuh tanpa libur kecuali libur mingguan. Maka itu, berhubung punya waktu luang, akan dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik pemain,” kata Suimin Diharja arsitek PSMS kemarin.

Menurut jadwal, skuad diwajibkan kembali menggelar latihan pada Selasa (15/12) sore besok. Di samping itu, sosok Nimrot Manalu pelatih fisik PSMS juga sedang berada di luar negeri tepatnya di Australia untuk urusan dinas. Diharapkan pada saat menggelar latihan kembali nanti, seluruh perangkat tim sudah berkumpul bersama.

Monday, December 14, 2009

Rawan Tergusur

Setelah melakoni empat pertandingan tanpa terkalahkan, akhirnya pada pertandingan kelima saat bertandang ke markas Persipasi Bekasi, anak asuh Suimin Diharja menemui karang terjal yang memaksa mereka pulang tanpa membawa poin sebiji pun.

Padahal, dalam empat pertandingan sebelumnya, Affan Lubis dkk sukses mengumpulkan poin 8, hasil dari dua kali bermain imbang, yakni atas Persih Tembilahan dan Persires rengat, masing-masing dengan skor 0-0, serta dua kali meraih kemenangan, masing- masing atas PSAP Sigli (2-1) dan PSSB (3-2).

Terlepas dari rasa sesal dan kecewa akibat kekalahan yang dialami dari Persipasi kemarin (11/12), namun sebagai tim yang menargetkan kembali ke ajang Indonesia Super League (ISL) ada baiknya kekalahan itu menjadi bahan evaluasi demi perbaikan tim ke depannya.
Apalagi, laga Divisi Utama musim ini pun baru menyelesaikan lima pertandingan. Artinya, masih cukup panjang jalan yang harus dilalui sebelum akhirnya promosi dan kembali mentas di kancah sepak bola paling elit di negeri ini.

Tapi sebelum melangkah terlalu jauh, ada baiknya bila sejak sekarang seluruh pemain, pengurus dan offisial tim terus menghitung seberapa besar peluang yang dimiliki tim Ayam Kinantan untuk terus bersaing di papan atas Divisi Utama musim ini.
Misalnya, setelah takluk dari Persipasi kemarin, Affan Lubis dkk menduduki peringkat ketiga. Tapi, apakah posisi yang tepat di bawah Semen Padang dan Persipasi ini sudah cukup aman dari kejaran para pesaingnya?

Tentunya tidak. Pasalnya, sejauh ini bersama Persih, Persires, PSSB dan PSAP, tim Ayam Kinantan tercatat sebagai tim yang paling sering tampil, yakni sebanyak lima kali.

Bahkan Semen Padang yang memimpin klasemen Wilayah Satu Divisi Utama baru melakoni laga sebanyak empat kali, atau memiliki satu pertandingan sisa lebih banyak dibanding PSMS.

Tak hanya tim Kabau Sirah (julukan Semen Padang), empat tim yang posisinya tepat di bawah PSMS pun memiliki jumlah pertandingan yang lebih sedikit.

Persikabo dan Persiraja yang menempati peringkat ketiga dan keempat dengan masing-masing mendulang poin 7, baru melakoni laga sebanyak tiga kali (Persikabo) dan empat kali (Persiraja).

Nah, jika kedua tim ini mampu melakukan sapu bersih atas dua pertandingan sisa, praktis keduanya akan mendulang poin 13, atau 5 angka lebih banyak dari yang ditabung PSMS. Ancaman juga datang dari Persita, yang meskipun saat ini menempati peringkat ketujuh, namun tim berjuluk Pendekar Cisadane ini baru memainkan tiga laga.

Andai tim asal Tangerang ini mampu memenangkan dua laga ke depan, maka jumah poin yang mereka kumpulkan adalah 12, atau empat angka lebih banyak dari PSMS, meskipun jumah pertandingan yang dimainkan sama jumlahnya. Artinya, posisi ketiga yang ditempati tim Ayam Kinantan masih rawan tergusur oleh tim lainnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini dari PT Liga Indonesia menyebutkan jika dua tim teratas dari masing-masing grup di Divisi Utama akan memiliki satu tiket ke babak delapan besar.

Nah, bagi juara Divisi Utama, runner up dan peringkat tiga akan lolos langsung, sementara peringkat empat harus melewati babak playoff sebelum berlaga di ajang ISL. Pertanyaannya, mampukah PSMS menjadi satu di antara tiga tim yang lolos secara otomatis ke ajang ISL?
“Kita harus segera berbenah. Masih banyak yang hilang dari skema permainan yang ditelah rancang sebelumnya. Jelas ini mempengaruhi hasil akhir dan posisi kita di klasemen sementara. Mumpung masih menyisakan banyak pertandingan, kita harus segera menemukan solusi agar permainan tim kian solid,” kata Suimin Diharja, pelatih PSMS, kemarin.

Ternyata tak hanya Suimin, barisan suporter PSMS yang berada di Bekasi pun memiliki penilaian yang sama.
Pio Sembiring dari PSMS Medan Fans Club yang menonton langsung pertandingan antara PSMS melawan Persipasi mengatakan bahwa penampilan PSMS cenderung tak berpola pasca Edu Juanda dan Osas Saha ditarik keluar lapangan.

“Lini tengah PSMS kacau saat Edu ditarik. Imbasnya, pemain Persipasi berhasil mengambil alih alur serangan dan mendikte permainan, karena menguasai lini tengah yang mengakibatkan suplai bola ke lini pertahanan lawan mudah dibaca. Sebaliknya dengan Persipasi, keberhasilan mereka menguasai lini tengah membuat aliran bola ke lini depan semakin lancar dan kerap membahayakan pertahanan PSMS,” kata Pio

Menanti Uluran Tangan Trimedya

TERNYATA jamuan makan malam yang digelar Trimedya Panjaitan-anggota DPR RI asal Sumut usai PSMS takluk 1-3 dari Persipasi lalu bukan sekadar perjamuan biasa.

Setidaknya seperti yang diungkapkan oleh manejer tim PSMS Drs Hendra DS, bahwa Trimedya memiliki niat untuk membantu PSMS Medan dalam mengarungi Divisi kerasnya persaingan di ajang Divisi Utama musim ini.

Apa yang disampaikan oleh Hendra DS ini tentu saja kabar bagus, bukan hanya bagi punggawa tim Ayam Kinantan, tapi juga masyarakat sepak bola Sumut, utamanya pecinta tim Ayam Kinantan. Sayangnya, belum dijelaskan secar rinci dalam bentuk apa bantuan yang akan diberikan Trimedya Panjaitan tadi.

Hanya satu yang pasti, Trimedya akan membantu membereskan dokumen milik punggawa lawas Ariel Guiteres, yang semua dokumennya sudah kedaluarsa sehingga urung memperkuat PSMS Medan di ajang Divisi Utama musim ini.

Di samping itu, menurut Hendra, Trimedya juga menawarkan rekan-rekannya yang diperkirakan bersedia menjadi sponsorship bagi PSMS.
“Trimedya memang berencana membantu PSMS. Terutama untuk urusan administrasi pemain asing. Karenanya, kita telah sampaikan kepadanya (Trimedya, Red) untuk membantu segala hal yang berhubungan dengan dokumen Ariel Guiteres, “ kata Hendra.
“Kalau memang rencana membantu PSMS ini terlaksana, sungguh ini sebuah berkah bagi PSMS. Karenanya, niat tulus itu harus diimbangi dengan tekad membara untuk meloloskan tim berlaga di Superliga,” tambah Hendra.

Rencananya, apa yang diungkapkan oleh Trimedya tadi segera direalisasikan Senin (14/12) besok. “Hari Senin semuanya akan dimulai, terutama segala hal yang berkaitan dengan dokumen pemain asing,” lanjut Hendra.

Jika Ariel dapat memperkuat PSMS, praktis problem lini tengah yang selama ini bergantung kepada duet gelandang senior Affan Lubis dan Edu Juanda sedikit teratasi.

Kemungkinan untuk itu terbuka lebar, karena sejauh ini PSMS baru memiliki dua pemain asing Osas Saha dan Nyek Nyobe. Padahal kuota yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLIL) adalah tiga pemain asing bagi seluruh klub yang berlaga di Divisi Utama.
Sialnya, meski semua permasalahan telah menemukan solusi, bisa jadi semuanya akan mentah ditengah jalan, karena minimnya anggaran yang dimiliki PSMS.

Ini bisa dilihat dari perjalanan PSMS sejauh ini. Jangankan untuk menyodorkan kontrak kerja kepada Ariel Guiteres, untuk memenuhi kebutuhan tim dengan pemain yang sudah ada pun manajemen PSMS sudah kewalahan, sehingga sempat beredar rumor yang menyebutkan jika Suimin Diharja, pelatih PSMS yang terkenal akrab dengan seluruh pemain akan didepak dari tim Ayam Kinantan. Jadi?

Badai Cedera

TIGA skuad PSMS harus digotong keluar lapangan saat PSMS dikandaskan Persipasi kemarin. Mereka adalah Edu Juanda, Osas Saha dan kapten tim Slamet Riyadi. Edu dan Saha cedera karena mendapatkan perlakuan kasar pemain Persipasi, sedangkan Slamet kembali mengalami gangguan pada tumit kakinya.

Di antara ketiga pemain itu, Saha mengalami cedera yang paling parah. Usai mencetak gol pada parti resmi perdananya bersama PSMS melawan Persipasi, pengawalan Saha diperketat barisan pertahanan Persipasi. Bahkan terkesan kasar sehingga menyebabkan Saha tergeletak di tengah lapangan.

Sedangkan Edu hanya mengalami benturan, sehingga cederanya diprediksi tidak begitu parah dan tidak memakan waktu lama untuk pulih.
Beruntung PSMS punya waktu cukup luang setelah partai kontra Persipasi. Baru pada tanggal 27 Desember nanti PSMS kembali merumput di kandang sendiri melawan Persiraja Banda Aceh. Melihat kondisi itulah dr Rory Pane selaku dokter tim yakin masih cukup waktu untuk kembali memulihkan kondisi cedera pemain.

“Tidak terlalu parah. Saha kena engkelnya, Edu dan Slamet hanya terbentur. Kita punya cukup waktu untuk melakukan perawatan setelah kembali ke Medan,” terang dr. Rory.

Suimin juga yakin bahwa cedera yang dialami tiga pemainnya itu tidak berlangsung lama. “Faktor lelah plus permainan keras tuan rumah membuat beberapa pemain cedera. Mudah-mudahan cepat pulih karena cederanya tidak terlalu parah,’ harap Suimin.

Selain ketiga pemain tersebut, Affandi Lubis juga sudah lebih dulu meringis ketika mengalami cedera saat PSMS menang 3-2 melawan PSSB Bieruen. Kalau para pemain yang cedera tidak pulih saat PSMS melakoni laga selanjutnya, bisa jadi Suimin bakal kelimpungan karena minimnya skuad yang ada

Mendapat Jamuan dari Trimedya Panjaitan

MESKI menelan duka karena kalah melawan Persipasi, namun Suimin Diharja dan seluruh perangkat tim tetap masih mensyukuri satu hal. Yakni rasa kebersamaan dan kecintaan masyarakat perantau yang ada di kawsan sekitar Bekasi kepada PSMS.
“Kita berduka karena PSMS kalah. Tapi kita juga patut bersyukur ternyata PSMS tidak berjuang sendirian. Masih banyak yang peduli dengan PSMS,” kata Suimin.

Ya, usai laga kemarin seluruh skuad dijamu makan malam di Restoran Sederhana oleh anggota Komisi 3 DPR RI Trimedya Panjaitan SH yang merupakan putra daerah Medan.

Dihubungi, Trimedya Panjaitan mengatakan miris dengan kondisi PSMS saat ini. Meskipun sudah mempunyai seabrek kesibukan di Ibu Kota, rupanya Trimedya tetap memantau perkembangan PSMS lewat surat kabar.

“Sejak dulu saya memang cinta PSMS. Sebagai orang Medan, tentu saja hal itu wajar. Sayangnya sekarang PSMS seperti kehilangan taji. Saya berharap siapapun yang mengurus PSMS haruslah paham dan cinta sepak bola,” kata politisi dari partai PDIP itu.

“Walau akhirnya PSMS turun kasta ke Divisi Utama, dukungan harus tetap kita berikan. Intinya, semua pihak harus saling dukung agar PSMS bisa kembali menunjukkan kelasnya,” tambah Ketua Umum Serikat Pengacara Indonesia itu.
Trimedya yang juga menonton langsung saat PSMS takluk dari Persipasi mengatakan jika PSMS masih punya potensi untuk kembali menunjukkan kelasnya.

Khusus pada laga melawan Persipasi, Trimedya pun mengaku tidak puas dengan kepemimpinan wasit. “Wasit tampaknya memang kurang netral dalam memimpin pertandingan. Padahal di awal-awal pertandingan, penampilan anak-anak sangat menjanjikan,” lanjutnya.
Karena hal tersebut di atas menajer tim PSMS Hendra berharap agar seluruh pemain mampu menjaga mental dan semangat bertandingnya. “Ini bukan akhir segalanya. Perjuangan masih panjang. Semua harus tetap semangat untuk kembali bangkit,” beber Hendra

Saturday, December 12, 2009

PSMS taklu 3-1

PSMS mengalami kekalahan perdana dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia, ketika takluk 3-1 dari tuan rumah Persipasi Bekasi di Stadion Patriot Jumat (11/12).

Secara teknis, PSMS bermain cukup bagus sejak awal laga. Sayang, kepemimpinan wasit yang cenderung berat sebelah membuat malapetaka bagi PSMS. Terlebih ketika skuad Ayam Kinantan berhasil unggul lebih dulu di menit ke-22, ketika Osas Saha mnjebol gawang Persipasi.
Menyadari tim tamu unggul lebih dulu, Persipasi mulai mendapatkan berbagai keuntungan dari wasit Chairul Shaleh asal Jawa Timur.
Banyak keputusan yang diambil wasit terkesan ragu-ragu. Setidaknya hal itu yang dikatakan asisten manajer Benny Tomasoa.
“Kalah itu biasa, dan kita siap merima kekalahan. Tapi secara permainan anak-anak main bagus. Hanya saja kami tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Biasalah ketika kita bermain di kandang orang,” beber Benny.

Usai gol Saha, Mennoh legiun impor andalan Persipasi berhasil membalasnya pada menit ke-26. Tak lama berselang, tuan rumah kembali menambah keunggulan. Lagi-lagi lewat Steven Mennoh yang berhasil mencetak gol lewat tendangan bebas di luar kota penalti. Skor berbalik 2-1. Hingga turun minum, skor itu bertahan.

Memasuki babak kedua, skuad PSMS pincang. Dua pemain pilar Osas Saha dan Edu Juanda terpaksa ditarik keluar lapangan karena mendapatkan perlakuan kasar pemain Persipasi. Pasca keluarnya Edu dan Saha, permainan PSMS praktis mengendur.
Buntutnya, tim tuan rumah bisa menambah keunggulan. Lagi-lagi lewat Mennoh yang berhasil mengeksekusi penalti dengan apik di menit 58. Proses terjadinya penalti juga membuat PSMS geram.

Pasalnya, seorang pemain Persipasi diduga diving di kotak penalti namun wasit langsung menunjuk titik putih.
Ketika Slamet Riyadi kapten PSMS menanyakan siapa yang melanggar pemain Persipasi tersebut, wasit mengaku tidak tahu. Namun penalti tetap diberikan. Skor 3-1 untuk tuan rumah.

Pasca penalti, permainan tim Ayam Kinantan semakin parah. Tidak hanya pemain yang emosi, pendukung PSMS asal Bekasi dan sekitarnya pun marah karena tindakan wasit yang selalu merugikan tim besutan Suimin Diharja ini.
Imbasnya, sempat terjadi aksi saling lempar di antara dua pendukung tim yang bertanding.

Suimin Diharja arsitek PSMS yang dihubungi usai laga mengatakan, bahwa skuad sudah berusaha tampil baik. Namun buruknya kinerja wasit membuyarkan konsentrasi anak-anak (pemain PSMS,Red).

“Awalnya anak-anak main cukup bagus. Namun setelah keluarnya Saha, Edu, dan Slamet plus kepemimpinn wasit yang jelek membuat permainan kita menjadi kacau,” kata Suimin.

“Kami tidak puas dengan kinerja wasit, saya harapkan PSSI harus lebih sering meninjau kinerja wasit yang memimpin pertandingan,” bilang Benny kesal.

Sementara dari pihak Persipasi lewat pelatihnya Warta Kesumah mengatakan jika skuad asuhannya berhasil memanfaatkan keletihan fisik tim tamu. “Kami berhasil mengalahkan PSMS karena kami mampu memanfaatkan keletihan yang mendera mereka,” kata Warta

Friday, December 11, 2009

Ikfepua Marvellous Osas Saha dapat di turunkan

Ikfepua Marvellous Osas Saha akhirnya bisa diturunkan saat PSMS bertandang ke Stadion Patriot, markas Persipasi Bekasi dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, Jumat (11/12) besok.

Setelah menempuh berbagai jalan berliku, akhirnya dokumen Saha-panggilan akrab pemain bernomor punggung 10 itu beres juga.
Itu setelah PT Liga Indonesia mengirimkan fax resmi ke Stadion Kebun Bunga, Rabu (9/12). Fax berisikan formulir E5 bernomor 080/BLI-Kompetisi/DU/XII-09 tertanggal 7 Desember tertulis secara jelas mengenai pengesahan Osasa Saha memperkuat PSMS Medan musim ini.
Artinya, pengesahan Saha sebagai pemain PSMS sudah dikeluarkan PT LI sejak 7 Desember lalu. Namun regulasi terbaru PT LI menyebutkan bahwa pemain yang disahkan pada hari yang sama dengan hari pertandingan tidak diperkenankan bermain.

Karenanya, penampilan perdana Saha bersama PSMS di ajang resmi baru akan dilakoninya ketika Ayam Kinantan menantang Persipasi.
“Masuknya Saha ke dalam skuad merupakan sebuah keuntungan. Sejak awal saya memang menanti kehadirannya disebabkan minimnya pemain yang ada di tim ini, terutama yang mengisi lini depan,” kata Suimin Diharja pelatih PSMS.

Dengan kehadiran Saha mengisi lini depan PSMS, praktis semakin banyak pilihan bagi Suimin saat menentukan pemain yang akan diturunkan. Walau begitu, diperkirakan jika mantan pelatih Persikabo ini takkan banyak merombak formasi tim dari simulasi yang digelar beberapa hari sebelum bertolak ke Bekasi.

Padahal sebelumnya, disebabkan minimnya jumlah pemain yang dimiliki, pelatih bertubuh tambun ini sempat melaukan berbagai ekperimen. Bahkan saat menghadapi PSS Bireuen, gelandang senior Edu Juanda sempat menempati tiga posisi berbeda.

Di awal laga, Edu dipasang sebagai starter di lini tengah. Di babak kedua, Edu ditarik ke sisi kanan pertahanan menggantikan Dodi Rahwana. Selanjutnya Edu diplot menjadi stoper saat kapten tim Slamet Riyadi ditarik keluar karena cedera.

Hal yang sama juga dialami Nyeck Nyobe. Meskipun posisi awalnya adalah seorang bek, namun pemain bertubuh jangkung ini sempat didorong Suimin untuk mengisi lini depan. Beruntung, saat itu dia tampil bagis dan mencetak satu gol bagi tim Ayam Kinantan.

Tapi kini, dengan masuknya Saha maka seluruh pemain dapat berkonsentrasi secara penuh diposisi idealnya selama ini. “Kita akan turun dengan kekuatan penuh. Tidak ada lagi upaya menggeser posisi pemain,” bilang mantan pelatih termahal itu.

Tak Ingin Sesumbar

TIDAK ada raut gembira di wajah Osas Saha, ketika mengetahui dirinya sudah disahkan sebagai pemain PSMS. Kemndati kelihatan tenang, bukan berarti hati Saha tak bergolak. Apa pasal?

Ya, laga melawan Persipasi Bekasi nanti akan menjadi debutnya mempergunakan kostum hijau kebesaran PSMS Medan.
Seperti menemukan sebuah tantangan yang tak ringan. Itulah yang ada dibenak Saha. Sebabnya, ketika PSMS tampil tanpa dirinya, tim berjuluk Ayam Kinantan ini belum menderita kekalahan. Bahkan, dua laga kandang yang berlangsung di Stadion Teladan Medan diakhiri dengan kemenangan.

“Saya sudah tak sabar untuk segera main. Apalagi saat menghadapi PSSB beberapa hari yang lalu saya sudah sempat mempergunakan kostum. Tapi belum juga diperbolehkan main. Jadi, kita lihat saja nanti, apakah saya sudah benar-benar diperbolehkan main atau tidak,” tandas Saha.

Walau dirinya masih ragu, bukan berarti pemain berambut keriwil ini tak memiliki target saat memperkuat PSMS. Setidaknya 18 gol seperti yang pernah ia torehkan bersama PSDS musim lalu menjadi targetnya bersama PSMS musim ini. “Saya tidak ingin terlalu pede. Tapi apalah salahnya jika saya mempunyai target pribadi. Benar, sepak bola adalah pembuktian di lapangan, bukan sekedar bicara,” beber pemain dengan tinggi 178 cm dan berat 72 Kg itu.

Urusan mencetak gol, sudah barang tentu menjadi tugas pokoknya sebagai striker. Sepanjang uji coba, Saha tampil cukup mengesankan. Bahkan saat menjalani seleksi di PSMS dirinya mampu menyingkirkan pesaingnya Adolfo Sauza, padahal Adolfo jauh lebih berpengalaman di pentas sepak bola nasional.

“Saha punya naluri mencetak gol yang lebih baik. Itulah alasan saya untuk memilihnya. Semoga penampilannya terus meningkat,” harap Suimin-arsitek PSMS

Jaga Kekompakan, Jangan Dengarkan Isu-isu tak Jelas

Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin Lepas Tim ke Bekasi

Dzulmi Eldin, Ketua Umum PSMS yang juga seorang Sekretaris Daerah Kota Medan tentu punya kesibukan seabrek. Begitupun, dengan sekuat tenaga dirinya mencoba untuk tetap berada di tengah-tengah pemain dan siap menampung berbagai keluh kesah mereka.

SYAIFULLAH-Medan

Rabu (9/12) kemarin Eldin bertandang ke Stadion Kebun Bunga-markas PSMS. Tepat tengah hari Eldin tiba di Stadion yang didirikan tahun 70-an itu. Karena bertepatan dengan jam makan siang, Eldin pun makan siang di sana.

Hidangan makan siang terbilang cukup istimewa namun sederhana. Ditemani Hendra DS manajer tim dan Suimin Diharja arsitek tim, Eldin menyantap makanan penuh selera.

Bukan berarti hanya ingin sekadar makan siang di sana, Eldin datang dengan tujuan memberikan arahan kepada skuad sebelum melakoni laga away ketiga melawan Persipasi Bekasi Jumat (9/12) mendatang.

Berada di saat dan waktu yang tepat, kehadiran Eldin kali ini cukup menentramkan. Terlebih ketika Eldin kembali menjelaskan bahwa sejauh ini skuad sudah berjuang dengan apik dengan hasil yang cukup memuaskan.

“Sudah empat laga kita jalani dengan hasil bagus. Saya harapkan semua pemain bisa tetap menjaga kekompakannya. Kita sadar bahwa saat ini sedang sulit. Tapi bukan berarti kita lemah. Kita tetap menujukkan bahwa kita bisa bangkit,” kata Eldin.

Seusai memberikan sambutan, Suimin Diharja pelatih PSMS giliran memberikan wejangan kepada pemain. Dalam wejangannya itu, Suimin bilang kepada anak asuhnya bahwa sosok Ketua Umum adalah ayah angkat bagi tim ini. Mendengar pernyataan yang kemudian disambut semangat seluruh skuad itu, Eldin tersenyum sembari mengatakan bahwa pihaknya bersama pengurus lainnya akan terus memperjuangkan PSMS, hingga akhir kompetisi.

Di luar itu, kepada Sumut Pos Eldin bilang bahwa isu yang terjadi beberapa hari ini, terkait adanya oknum di jajaran pengurus teras PSMS yang menginginkan memecat Suimin tidak perlu ditanggapi.

“Kita harus tetap menjaga kekompakan. Tidak ada ada itu isu pemecatan pelatih. Saat ini lebih baik tim fokus kepada pertandingan selanjutnya. Kalau ada keluhan atas isu yang belum jelas muasalnya itu, lebih baik dibicarakan bersama,” bilang pria berusia 49 tahun itu.
Lebih lanjut dijelaskan penggemar Timnas Jerman ini, bahwa PSMS tetap pada keyakinan awalnya untuk kembali lolos ke Indonesian Super League musim depan. Bukan perkara mudah memang, tapi Eldin yakin semua itu bisa dilakukan asalkan sama-sama bekerjasama dan saling mendukung

Thursday, December 10, 2009

Saha main lawan Persipasi

BEKASI - Setelah absen dalam liga pertandingan perdana PSMS Medan, striker Ikpefua Marvellous Osas Saha dipastikan main melawan tuan rumah Persipasi Bekasi dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup I di Stadion Bekasi, Jumat besok.

Kepastian tersebut diperoleh kubu PSMS kemarin malam, setelah Ketua PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla melalui surat No 080/BLI-Kompetisi/DU/XII-09 tertanggal 7 Desember 2009 mengesahkan status striker asal Nigeria tersebut
Dengan demikian, striker berusia 23 tahun yang tetap ikut dalam rombongan ke Bekasi, makin mantap mempersiapkan diri menjelang debutnya musim ini.

Kepada Waspada, pelatih PSMS Suimin Dihardja pun mengaku lega dan siap memainkan sang goal getter handal tersebut.

"Saat lawan Persipasi nanti, kemungkinan besar saya akan memasang dua penyerang sejajar dibanding saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen," kata pelatih kampung itu.

Atas rampungnya izin KITAS Saha, pemain bernomor punggung 10 itu akan diduetkan dengan Jecky Pasarella di lini depan dengan alternatif Syaiful Ramadhan. "Mungkin Saha, mungkin juga Syaiful. Kita lihat perkembangan hingga menjelang pertandingan nanti. Di lini belakang, saya hanya mengganti Selamet Riyadi bila belum pulih dari cedera," katanya.

Suimin juga mengingatkan para pemain harus membuat permainan yang dapat membuat frustasi lawan. "Sudah seharusnya kita bermain ngotot serta mental anak-anak tidak boleh sedikitpun terpengaruh terhadap permainan lawan," imbuh Suimin lagi.

Salah seorang pengurus PS Pemko Medan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi di Medan menilai, Persipasi bukanlah tim yang istimewa hingga tidak tertutup peluang PSMS mengalahkan mereka walau bermain di kandangnya.

Karena itu, Azam berharap anak-anak Ayam Kinantan segera menemukan kembali permainan aslinya. Bila ini terjadi, tentunya Persipasi akan mengalami kesulitan menerobos pertahanan Nyeck Nyobe cs.

"Saya tahu ciri khas tim yang dipegang Suimin. Biasanya, bola cepat dari kaki ke kaki, mengandalkan kekuatan dan kecepatan pemain serta determinasi yang tinggi. Inilah ciri permainan modern," tutup Azam

Ayam Kinantan incar kemenangan

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS menegaskan, Ayam Kinantan mengincar kemenangan away pertama saat dijamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Bekasi, Jumat (11/12) mendatang.

"Sebenarnya dalam pertandingan nanti adalah bagaimana pemain mampu mengatasi dirinya sendiri, karena kalau dilihat semua tim di kompetisi ini kekuatannya hampir merata," katanya di Medan, Selasa.

Menurut Hendra, kemenangan di laga tandang ini adalah harapan dari manajemen. "Tim mana yang tidak mau menang? Karenanya, pemain yang harus menunjukkan hal itu," katanya.

Hendra berharap pemainnya bisa meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemain. "Kami sudah melakukan evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pemain akan tampil maksimal," janjinya.

Kemenangan pada laga tandang ketiga PSMS ini jelas akan menjadi modal tambahan guna menghadapi laga berikutnya. Menanggapi masih absennya Ikpefua Marvellous Osas Saha, Hendra menegaskan tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan timnya. Apalagi, sejumlah pemain pelapis sudah disiapkan, namun akan lebih solid jika Saha sudah bisa main.

"PSMS optimis bisa merebut poin di Bekasi, tapi kami juga harus mewaspadai kekuatan lawan," ujarnya.

Diakui Hendra, manajemen telah mengusung motivasi dan semangat tinggi Jecky Pasarella cs untuk meredam tuan rumah Persipasi. Dua kemenangan tipis dari PSAP Sigli dan PSSB Bireuen pun telah menumbuhkan motivasi anak asuhnya.

"Semua pemain Persipasi perlu diwaspadai, tapi PSMS tidak perlu menerapkan pengawalan khusus. Anak-anak harus bermain disiplin dan tidak boleh memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan," tambahnya.

Hingga empat pertandingan, anak-anak Ayam Kinantann telah mengantongi delapan poin dari dua kali menang dan dua kali seri serta menempati urutan kedua klasemen grup I di bawah Semen Padang

Ayam Kinantan incar kemenangan

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS menegaskan, Ayam Kinantan mengincar kemenangan away pertama saat dijamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Bekasi, Jumat (11/12) mendatang.

"Sebenarnya dalam pertandingan nanti adalah bagaimana pemain mampu mengatasi dirinya sendiri, karena kalau dilihat semua tim di kompetisi ini kekuatannya hampir merata," katanya di Medan, Selasa.

Menurut Hendra, kemenangan di laga tandang ini adalah harapan dari manajemen. "Tim mana yang tidak mau menang? Karenanya, pemain yang harus menunjukkan hal itu," katanya.

Hendra berharap pemainnya bisa meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemain. "Kami sudah melakukan evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pemain akan tampil maksimal," janjinya.

Kemenangan pada laga tandang ketiga PSMS ini jelas akan menjadi modal tambahan guna menghadapi laga berikutnya. Menanggapi masih absennya Ikpefua Marvellous Osas Saha, Hendra menegaskan tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan timnya. Apalagi, sejumlah pemain pelapis sudah disiapkan, namun akan lebih solid jika Saha sudah bisa main.

"PSMS optimis bisa merebut poin di Bekasi, tapi kami juga harus mewaspadai kekuatan lawan," ujarnya.

Diakui Hendra, manajemen telah mengusung motivasi dan semangat tinggi Jecky Pasarella cs untuk meredam tuan rumah Persipasi. Dua kemenangan tipis dari PSAP Sigli dan PSSB Bireuen pun telah menumbuhkan motivasi anak asuhnya.

"Semua pemain Persipasi perlu diwaspadai, tapi PSMS tidak perlu menerapkan pengawalan khusus. Anak-anak harus bermain disiplin dan tidak boleh memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan," tambahnya.

Hingga empat pertandingan, anak-anak Ayam Kinantann telah mengantongi delapan poin dari dua kali menang dan dua kali seri serta menempati urutan kedua klasemen grup I di bawah Semen Padang

Mantan pemain kecam blunder Sony-Deni

Mantan pemain PSMS Medan Drs OK Khaidar Aswan mengecam blunder gol yang bersarang di gawang tim Ayam Kinantan, ketika menang 3-2 atas PSSB Bireuen di Stadion Teladan kemarin.

"Kedua gol PSSB itu sangat tidak pantas. Blunder yang benar-benar tidak wajar sepertinya telah dilakukan kiper Sony Gunawan dan bek Deni Wahyudi," kecam Khaidar.

Akibat blunder Sony-Deni, PSSB sempat memimpin lebih dahulu menit 24 memanfaatkan kelemahan Deni di sisi kanan pertahanan PSMS. Bola yang disodorkan Deni ke Sony justru membuat kiper nomor 1 tim Ayam Kinantan itu membuang bola ke gawangnya sendiri.

"Selain aneh, gol itu juga sangat jelek. Kita tidak dapat mengerti apa sebenarnya yang terjadi antara Deni dan Sony," sesal mantan gelandang PSMS yang menjuarai divisi utama Persirakatan PSSI pada 1984 dan 1985 tersebut.

Gol kedua tim tamu pun prosesnya nyaris sama. Saat kedudukan 1-1, penyerang PSSB Pondra berhasil mencuri bola blunder Deni untuk kemudian memperdaya Sony.

Buruknya koordinasi di benteng pertahanan PSMS yang digalang Slamet Riyadi itu, menurut Khaidar, perlu mendapat perhatian serius tim manajemen dan pelatih Suimin Diharja. "Apa yang telah terjadi, itu yang harus dijawab," pintanya.

Jika memang blunder karena keterbatasan kualitas teknis, menurut Khaidar, itu menjadi tugas dan tanggung jawab Suimin untuk membenahinya. "Tapi jika sudah menyangkut moral dan mental, manajemen mesti turun tangan. Jika di Teladan saja bisa begitu, bagaimana nantinya saat tandang," katanya lagi.

Selain mengecam blunder Sony-Deni, dia pun memuji perubahan kebijakan Suimin terhadap peran Edu Juanda. "Suimin sepertinya sudah mengarahkan Edu menjadi jendral lapangan tengah. Bagaimanapun PSMS perlu playmaker, supaya bisa mengatur tempo dan ritme permainan," jelas Khaidar.

Kendati saat menjamu PSSB peran jendral lapangan belum maksimal dilakoni Edu, Khaidar tetap yakin, performa gelandang senior PSMS itu nantinya bakal terus meningkat. "Jika terus mendapat kepercayaan jadi jendral lapangan tengah, kualitas Edu nantinya bisa saja menyamai Ansyari Lubis. Itu yang kita harapkan, supaya PSMS berjaya kembali," harapnya

Percaya Diri

Sore ini skuad PSMS akan bertolak ke Bekasi untuk melakoni laga kontra Persipasi, dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia Jumat (11/12) mendatang. 16 pemain dibawa serta termasuk Osas Saha, pemain yang keabsahan dokumennya sedang diusahakan manajemen.
Skuad berangkat dengan motivasi dan mental menjulang. Meraih enam angka di kandang sendiri cukuplah untuk membakar semangat untuk kembali meraih hasil baik.

Apalagi soal masalah gaji yang belum dibayar dan menghantui pemain sebelum keberangkatan, sudah mendapat sinyal positif dari manajer PSMS Hendra DS. “Ketua Umum sudah menyatakan akan segera membayarkan gaji sesaat sebelum berangkat. Jadi rencana berangkat pagi dibatalkan untuk menanti pemberian gaji. Itu lebih baik juga agar ketika sampai di Bekasi bisa langsung istirahat,” terang Hendra.

Bermain tanpa beban plus motovasi tinggi untuk memenuhi target mencuri poin tampaknya bukan perkara sulit.

Suimin Diharja pun sudah mempersiapkan ramuan khusus. Ya, arsitek Kinantan itu sudah membaca strategi dan peta kekuatan calon lawannya itu. Kebetulan, saat PSMS menjamu PSSB Bireuen kemarin, Persipasi bermain di Deli Serdang melawan PSDS. Karena jarak yang dekat, Suimin mengutus Subono AT ke Stadion Baharoedin Siregar untuk mengamati kekuatan lawan. Subono yang juga seorang pelatih itu lantas memberikan sejumlah bocoran akan kekuatan Persipasi.

“Yang jelas Persipasi itu solid. Materi mereka dihuni sejumlah mantan pemain Timnas. Pemain asingnya ada tiga. Di kandang lawan saja mereka bisa main bagus dan menang. Kita harus ekstra waspada,” kata Suimin di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Besar kemungkinan Suimin akan kembali menerapkan skema pertahanan merapat alias compact defend. Rencana akan menggunakan formasi 3-6-1 atau 4-5-1. Di samping itu, skuad juga diharapkan mampu menerapkan ball posisition sepanjang laga. “Jadi kita tidak boleh buru-buru. Pemain harus bisa menunjukkan kesabarannya dalam menguasai bola. Compact defend salah satu cara ampuh meredam tekanan lawan,” tambah kakek dua cucu itu.

Sepanjang melakoni laga away kontra Rengat dan Tembilahan lalu, skema ini cukup berhasil diterapkan skuad. Terlebih kalau Nyeck Nyobe dikembalikan ke posisi asalnya di lini belakang. Syaratnya Saha harus sudah bisa main

Dua Laga, Panpel Raih Rp125 Juta

SUDAH dua laga kandang digelar Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kandang PSMS di Stadion Teladan. Melawan PSAP Sigli (3/12) dan PSSB Bireuen (7/12) lalu. Meski mengaku sudah bekerja maksimal, namun kekurangan di sejumlah lini masih terlihat.

Pertama dari buruknya sistem pengamanan dan sweeping panitia akan masuknya benda-benda keras ke dalam stadion. Dengan demikian, aksi pelemparan dari penonton masih terjadi. Sangsi dari Komisi Disiplin PSSI pun terancam mendarat di PSMS.

Dari segi pemasukan tiket juga tidak memuaskan. Dari laporan Ketua Panpel Hardi Mulyono kepada pers baru-baru ini, dijelaskan bahwa tiket yang terjual saat melawan PSAP hanya sekitar 2000 lembar. Yakni 410 di tribun tertutup dan 1700-an di tribun terbuka.

Harga tiket di tribun tertutup Rp50 ribu sedangkan tribun terbuka Rp20 ribu. Total pemasukan Panpel hanya berkisar Rp71.385.000.
Melawan PSSB Bireuen lebih parah lagi. Panpel mengaku hanya meraih pemasukan sekitar Rp54 juta. Hal ini dijelaskan Hendra DS saat digelar rapat evaluasi kemarin di Garuda Plaza Hotel. “Melawan PSSB cuma meraih Rp54 juta. Maka itu pada rapat evaluasi kemarin, dibahas juga mengenai tiketing ini. Mungkin bakal ada sistem baru yang diterapkan untuk menambah jumlah penonton,” terang Hendra.

Dengan demikian, Panpel baru mengumpulkan Rp125 juta dari pemasukan tiket dalam dua laga kandang. Parahnya lagi, Panpel menyebut bahwa hasil pemasukan itu merupakan hasil kotor belum dikurangi biaya teknis pelaksanaan termasuk pajak.

Julius Raja, Kordinator Teknis Panpel yang bertanggung jawab atas kondisi di dalam lapangan secara keseluruhan, juga berharap agar penonton bersikap damai. “Masih banyak kekurangan dari pelaksanaan pertandingan di kandang kemarin. Kita berharap penonton tidak bersikap anarkis,” kata Julius.

Julius juga menyebutkan pihaknya sudah disurati Komisi Disiplin PSSI. “Kita sudah terima surat dari Komdis, tapi saya akan jelaskan bahwa sebenarnya bukan kita yang lebih dulu memicu keributan,” pungkas Julius

Saha Selangkah Lagi

Meski belum ada kepastian bisa dimainkan melawan Persipasi Bekasi Jumat (11/12) nanti, Osas Saha tetap diikutkan dalam rombongan. Kabar terakhir menyebutkan urusan dokumen pengesahan Saha sebagai pemain PSMS sudah berjalan lebih dari 50 persen.
Dijelaskan Hendra DS manajer, urusan pengesahan administrasi Saha sudah diserahkan kepada asisten manajer Benny Tomasoa. Sejauh ini, urusan Saha sudah sampai tahapan pengesahan ke pihak PT Liga Indonesia.

Agen Saha juga dilibatkan dalam pengurusan dokumen-dokumen tersebut. Termasuk Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang memang terkenal rumit dan mahal pengurusannya.

“Sudah diurus. Sebenarnya waktu melawan PSSB kemarin Saha sudah hampir bisa main. Hanya tinggal menanti fax dari PT LI terkait pemberitahuan bahwa Saha memang sudah bisa turun. Namun PT LI menunda hal itu karena masih ada dokumen yang belum lengkap,” kata Hendra. Melawan Persipasi, Suimin pun berharap Saha bisa dimainkan. Karena yakin pengurus dokumen Saha sudah diurus, maka Suimin tak ragu memasukkan Saha dalam daftar pemain yang diboyong.

“Kemarin saat melawan PSSB Saha hampir bisa main. Kita tinggal menanti fax pemberitahuan dari PT LI. Tapi rupanya belum difax juga. Artinya, pengurusannya memang sudah dijalani. Kalau benar-benar serius mengurusnya, saya yakin Saha bisa main,” beber Suimin.
Tanpa kehadiran Saha sejauh ini, lini depan PSMS memang belum tajam. Dari empat laga yang sudah dilakoni, PSMS baru menyarangkan 5 gol dan 3 kebobolan. Terlebih stok lini depan sangat terbatas. Tak ayal, dalam beberapa pertandingan Nyeck Nyobe yang seharusnya berposisi sebagai bek tulen diplot jadi striker.

“Kalau Saha main, skema serangan kita akan lebih kaya. Jecky dan Yudha bisa membantu dari lini kedua. Taktik strategi pun tidak mudah terbaca lawan,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu

Wednesday, December 9, 2009

Tren Positif

PSMS kembali membuktikan kalau mereka begitu perkasa ketika bertanding di kandang sendiri. Itu setelah kemarin (7/12) di Stadion Teladan Medan sukses meraih tiga angka usai menaklukkan PSSB Bireuen dengan skor 3-2, dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.
Tampil dengan kekuatan yang belum lengkap karena absennya Osas Saha, ternyata tak menghalangi tim berjuluk Ayam Kinantan untuk menguasai jalannya pertandingan. Walau menguasai jalannya pertandingan, namun justru PSSB yang unggul lebih dulu akibat lemahnya koordinasi yang dilakukan pemain belakang PSMS.

Pada menit kie-23, Deni Wahyudi mencoba back pass kepada Nyeck Nyobe namun tidak sempurna. Parahnya bola yang meluncur ke gawang tidak bisa ditendang dengan sempurna oleh Sony Gunawan kiper PSMS. Bola pun mengalir tanpa ada yang menghalangi ke gawang PSMS. Skor 0-1 untuk tim tamu.

Tak menanti lama, PSMS langsung menyamakan kedudukan lewat kaki Jecky Pasarela pada menit ke-25. Jecky berada di posisi yang tepat untuk menerima umpan tarik Faisal Azmi. Skor manjadi imbang 1-1.

Tiga menit berselang, PSMS kembali kebobolan. Lagi-lagi payahnya koordinasi lini belakang membuat pertahanan PSMS menjadi rapuh. Podra striker PSSB berhasil lolos dari kawalan dan menceploskan bola dari sudut sempit tepat di menit 28. Skor berbalik 1-2 untuk PSSB.
Usai gol itu, tempo permainan pun kian cepat. Hasilnya, pada menit ke-29 gelandang Tri Yudha Handoko mengetarkan gawang PSSB.
Gol itu tercipta berkat kecerdikan Yudha memanfaatkan kecerobohan kiper PSSB Firmansyah. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, permainan Ayam Kinantan mulai terarah. Nyeck Nyobe yang di babak pertama dipasang sebagai bek, kali ini disorong lebih ke depan. Sebaliknya, Syaiful Ramadhan yang awalnya diplot jadi striker, ditarik ke belakang.

Naas bagi PSMS, Slamet Riyadi kapten tim yang juga palang pintu harus ditarik keluar karena engkelnya cedera.
Sementara Nyeck, di awal-awal babak kedua penampilannya tidak begitu apik.

Kawalan ketat dari beberapa bek lawan membuat Nyeck kehilangan akal untuk bergerak. Terlebih lini kedua PSMS selalu memberikan umpan panjang kepada Nyeck.

Walau begitu, tepat pada menit ke-80 Nyeck berhasil mengoyak gawang lawan setelah memanfaatkan umpan Jecky. Skor 3-2 untuk tuan rumah bertahan hingga usai laga.

Tiga poin yang diraih Affan Lubis merupakan hasil yang cukup baik bagi PSMS untuk mengarungi pertandingan di laga-laga berikutnya. Diharapkan kemenangan ini dapat meredam isu pergantian pelatih yang dihembuskan oknum pengurus PSMS yang tak bertanggung jawab.
Selain itu, dengan kemenangan ini maka untuk sementara PSMS berada di peringkat kedua klasemen sementara Divisi Utama Wilayah 1 dengan raihan delapan angka.

“Kita bersyukur karena meraih hasil sempurna di kandang sendiri. Padahal saat ini tim sedang didera isu tidak sedap, namun kemenangan ini membuktikan jika kekompakan tim masih terjaga,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Sementara itu pelatih PSSB Bireuen Rudi Saari mengaku meski timnya kalah, namun dirinya tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya yang tak kenal takut saat berhadapan dengan PSMS yang notabene memiliki nama besar di pentas sepak bola nasional.
“Secara keseluruhan anak-anak sudah main bagus. Hanya saja beberapa pemain kehilangan konsentrasi yang berhasil dimanfaatkan pemain PSMS,” kata Rudi.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.