Saturday, November 21, 2009

Tanpa Asing

MEDAN- Memang belum ada kepastian apakah di saat menghadapi Persires Rengat pada tanggal 25 November nanti PSMS dapat menurunkan dua legiun asingnya Osasa Saha dan Nyek Nyobe, ataukah keduanya terpaksa diparkir.
Tapi sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap prestasi PSMS musim ini, Suimin Diharja tak ingin mengambil resiko.

Buktinya langkah antisipasi telah dilakukan oleh mantan pelatih Persikabo untuk tidak melibatkan keduanya pada simulasi yang digelar kemarin (20/11)
Terlihat benar jika Suimin tak ingin bergantung dengan kemampuan kedua pemain asingnya tadi. Apalagi keduanya belum memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).

“Latihan hari ini bertujuan untuk membiasakan tim tampil tanpa keduanya (Osas Saha dan Nyek Nyobe, Red), karena kita tetap menginginkan hasil sempurna, meskipun tanpa kehadiran keduanya,” bilang Suimin.

Kendati demikian, Suimin tak menampik jika penampilan timnya tanpa kehadiran Osas dan Nyek tak sebaik jika keduanya tampil memperkuat Ayam Kinantan. “Memang hasilnya belum begitu bagus. Tapi harus dimaklumi, karena ini kali pertama tim tampil tanpa kehadiran Saha dan Nyek,” beber Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga, Jumat (20/11).

Pada simulasi kemarin, poin utama yang diinginkan Suimin adalah bagaimana para skuad bisa bermain apik antara bertahan dan menyerang. Keselarasan dan kerapian pasca diserang atau menyerang menjadi prioritas yang harus dibenahi.
Untuk menerapkan metode ini, Suimin bahkan berencana memasang enam gelandang sekaligus.

Sepertiga harus mampu dikuasai PSMS Affan Lubis, Edu Juanda, Tri Yudha Handoko.
Dua wing bek juga diproyeksikan untuk membantu pertahanan dan serangan balik. Untuk tugas ini, Dodi Rahwana dan Bambang Tri Sanjaya menjadi alternatif utama.
Di lini depan, hanya akan ada satu striker. Jecky Pasarela akan dberi kepercayaan untuk mendobrak pertahanan lawan.

Saat simulasi berlangsung, tim yang diproyeksikan tampil sebagai starter melawan Persires Rengat (25/11)belum menunjukkan permainan yang efektif.
Sebaliknya, lawannya yang sebagian besar pemainnya tidak akan dibawa dalam lawatan ke Rengat justru tampil lepas, hingga mampu mengungguli tim utama.

“Doktrin untuk menguasai lapangan tengah serta kewajiban untuk menjaga keseimbangan antara tampil bertahan sembari menunggu untuk melakukan serangan balik, seolah menjadi beban bagi para starter. Sebaliknya lawannya main lepas, sehingga lebih baik. Ini akan disimulasikan lagi untuk pemantapan kerja sama tim,” lanjut Suimin.

Kembali ke masalah KITAS Saha dan Ntyek yang belum kelar, asisten manejer tim PSMS Benny Tomasoa mengatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya agar KITAS itu dapat selesai tepat waktu.

“Peluang mereka untuk tampil masih fifty-fity. Intinya kita tetap mengupayakan agar mereka bisa main,” bilang pria berdarah Ambon itu

Batal Pamit dengan Wali Kota

BIASANYA faktor nonteknis kerap menjadi penentu dari hasil akhir sebuah pertandingan.Karenanya, untuk menghindar dari hal-hal yang dapat merugikan tim, pelatih PSMS Suimin Diharja berencana meminta pertolongan Komisi Wasit PSMS, Abdul Rahman SH untuk melakukan sosialisasi kepada para punggawa tim Ayam Kinantan tentang aturan sepak bola yang berlaku sekarang ini.

Hal itu mutlak dilakukan agar para pemain dapat memahami mana yang pelanggaran, dan mana yang bukan, sehingga tidak akan dicurangi wasit.
Tak pelak, pasal-pasal yang mengatur tentang pelanggaran tadi pun harus dibedah dan disosialisasikan kepada seluruh pemain.

Sepak bola nasional memang belum terpisah dari rasa tidak bisa menerima kekalahan, terlebih ketika main di kandang sendiri. Untuk itu, tak jarang segala cara dihalalkan. Maka itu, sebelum hal itu terjadi kepada PSMS, pencegahan harus dilakukan.

“Jadi semua hal termasuk unsur teknis seperti ini wajib dibahas dan diberitahukan kepada pemain. Selain berjuang untuk main fair, kita juga harus bermain safety,” terang Suimin.

Tentunya hal ini berkaitan dengan target membawa poin dalam lawatan perdana PSMS ke markas Persires. Tidak muluk-muluk, Suimin bahkan hanya menargetkan dua angka dari dua laga away melawan Rengat dan Tembilahan. “Membawa pulang dua angka sudah bagus. Kalau bisa lebih, luar biasa,” kata Suimin.

Di samping itu, rencana untuk lebih dulu bertemu dengan Wali Kota Medan sebelum bertandang ke Rengat dan Tembilahan, dapat dipastikan batal.

Perkenalan dengan Rahudman Harahap, dikabarkan akan digelar seusai PSMS kembali ke Medan. “Jadwal Wali Kota sangat padat. Jadi rencana anjangsana dengan Wali Kota tidak bisa digelar sebelum PSMS berangkat,” terang Agus Suriono Sekretaris PSMS.

Sebelumnya, dijadwalkan PSMS akan menghadap ke rumah dinas Wali Kota dengan harapan meningkatkan dukungan moril kepada pemain, pada Sabtu (21/11) hari ini.

KONI Medan Siap Dukung

KONI Medan siap membantu PSMS soal dana. Caranya, KONI Medan akan mengalokasikan dana yang diserap lewat APBD Kota Medan.
“Asalkan tidak menyalahi prosedur, tidak ada masalah. KONI siap menyalurkan dana yang diserap dari APBD Kota Medan,” kata Drs Zulhifzi Lubis Ketua KONI Medan, Kamis (19/11) kemarin.

Sejak keluarnya peraturan Mendagri terkait dilarangnya dana ABPD untuk klub sepak bola, banyak klub meradang. Termasuk PSMS. Begitupun, sejumlah daerah nyatanya tetap mengalokasikan APBD untuk klub yang disisihkan lewat KONI. Sebut saja Persija Jakarta yang kabarnya ditopang APBD lebih dari Rp20 miliar.

PSMS juga bisa melakukan hal serupa, asalkan jajaran manajemen mau bekerjasama dengan DPRD Medan, dan tentu saja Pemko Medan. “Dunia olahraga ini tidak butuh orang yang hanya bisa bicara, yang penting adalah pembuktian. Kalau tidak punya solusi saya rasa tidak pas untuk bicara panjang lebar. Maka itu, dibutuhkan kerjasama yang selaras antara manajemen PSMS dan Pemerintah Kota,” tambah pria yang akrab disapa Opung itu.

Sejauh ini KONI Medan sudah menyalurkan dana sebesar Rp1,5 milyar untuk PSMS. Tentu saja jumlah itu tidak cukup untuk membidani sebuah tim yang punya tekad kembali ke Indonesian Super League (ISL). Maka itu, di samping berharap adanya kucuran dana dari APBD Kota Medan, manajemen PSMS juga tengah berupaya menggandeng pihak ketiga sebagai pendana.

Ditambahkan Opung, KONI Medan juga berharap semua pihak mau peduli terkait kebangkitan olahraga di Medan, termasuk kebangkitan PSMS. Karena pada dasarnya, olahraga berperan besar dalam mengharumkan nama satu daerah.

“Tidak ada yang tak mungkin. Medan kota besar yang punya banyak pengusaha. Masak tidak ada satu pun yang mau bantu PSMS. Saya berharap berbagai pihak mau duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. KONI Medan siap diajak mencari solusi untuk PSMS,” pungkas Zulhifz

Antara Musik, Obafemi Martin, dan Harapan Keluarga

Saya suka musik blues. Selesai latihan, musik ini cukup merileksasi rasa letih saya,” bilangnya. Alunan musim blues, yang Saha sendiri lupa siapa penyanyinya itu terus saja diputar. Sembari diwawancarai, Saha pun bersikap santai. Rambut kriting yang menjadi ciri khasnya tak lupa dioleskan pengeras rambut.

Kamar Saha sederhana. Sama dengan kamar pemain lainnya. Di dalamnya terdapat televisi layar datar 21 inchi. Perangkat pemutar musik juga ada lengkap dengan beberapa speaker aktif. Jelas mencerminkan sosok yang gemar mendengarkan musik.

“Saya memang penikmat musik. Selain blues, saya juga senang hip-hop,” lanjut fans Manchester United itu.

Saha, dilahirkan di Legos sebuah kota kecil di Nigeria. Terlahir dari rahim Agnes ibunya, atas perkawinan dengan ayahnya Ikfepua. Saha merupakan anak ke-5 dari 7 bersaudara. Dan, dia merupakan satu-satunya pemain bola dari keluarga besarnya itu.

“Tidak ada yang menjadi pemain bola di keluarga saya, cuma saya sendiri,” tambah pemain murah senyum itu.

Karirnya sebagai pemain bola, dimulai saat masih berusia dini. Tentu saja di kampung halamannya di Nigeria sono. Yang cukup membanggakannya adalah ketika dia memperdalam skillnya di sepak bola, dengan masuk ke klub Ebieda FC di Nigeria. Di klub ini, Saha pernah merumput bersama rekannya yang sempat main di Inter Milan, Obafemi Martin.

“Saya sempat memulai karir bersama sahabat saya Obafemi Martin yang dulu main di Inter Milan. Saya bangga padanya, karena dia berhasil menjadi pemain besar. Itu sebuah motivasi juga bagi saya,” tambah pengidola CR9 itu.

Nah, di Indonesia, Saha memulai karirnya di PSDS Deli Serdang. 1,5 musim Saha bermain di sana dan menyumbangkan 27 gol untuk Traktor Kuning. Penyuka karakter permainan Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan dan Anshari Lubis ini, juga bertekad mengulang performa terbaiknya ketika kini telah sah berkostum Kinantan.

Secara pribadi, Saha ingin mencetak gol bagi PSMS. Secara umum, Saha ingin mengangkat PSMS kembali ke Indonesian Super League (ISL) musim depan. “Target pribadi saya adalah menyumbangkan banyak gol bagi PSMS. Lebih dari itu, saya ingin menang di setiap pertandingan. Karena tim ini selayaknya kembali ke ISL,” kata pemain yang baru saja kehilangan anak pertamanya Ziuski yang dipanggil sang Khalik ketika baru saja dilahirkan, belum lama ini.

Apapun itu, yang jelas saat ini ketajaman Saha tengah dinanti publik penggemar PSMS. Harapan padanya pun cukup tinggi. Menanggapi hal itu, Saha hanya menjawab bahwa dia akan berusah sekuat tenaga untuk membuktikan kepada pendukung kalau dia memang layak berkostum PSMS. “Saya bermain dengan hati untuk PSMS. Dukungan fans dan manajemen akan sangat berarti bagi saya,” pungkas penggemar gulai babat itu.

Thursday, November 19, 2009

PSMS Terancam Timpang Lawan Persires

Tampaknya skuad PSMS yang akan dibawa ke Rengat untuk meladeni Persires pada 25 November mendatang bakal tak komplit.

Duo legiun impor PSMS, Nyeck Nyobe dan Osas Saha masih menanti penyelesaian Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS). Sedangkan beberapa pemain lainnya cedera.

Ya, KITAS milik Nyeck dan Saha hingga kini belum ada titik terang. Tak pelak kondisi ini menyebabkan kedua pemain yang sangat berhasrat merumput bersama tim Ayam Kianntan ini menjadi stres.

“Saya kecewa kalau sampai tidak bisa main. Padahal saya merasa sangat fit dan siap untuk diturunkan. Selain itu, suasana di tim ini pun sangat kondusif dan siap bertarung. Kalau sampai tidak main, saya kasihan kepada rekan-rekan lain dan pelatih,” kata Suimin menirukan ucapan Nyeck kepadanya, sebelum latihan sore, kemarin (18/11).

Sebagai pemain profesional, kondisi itu memang cukup mengusik ketenangan pemain yang bersangkutan dan pemain lainnya. Meskipun tetap berlatih seperti biasa, namun tetap saja ketidakpastian tentang dua pemain asing tadi menggangu konsentrasi pemain lainnya.

“Pada dasarnya, tim sudah cukup siap untuk melakoni pertandingan perdana. Tapi, karena selama ini kedua pemain tersebut menjadi bagian tim dalam setiap sesi latiihan, tak pelak program latihan untuk meningkatkan kerjasama menjadi terganggu,” lanjut Suimin.

Selain KITAS yang belum beres, Suimin pun dipusingkan dengan cedera yang dialami sejumlah pemain pilar.

Ironisnya, pemain yang mengalami cedera adalah pemain yang dalam beberapa laga uji coba tampil impresif yakni Jecky Pasarela.

Ya, pemain yang dibesarkan oleh SSB Generasi Medan ini mengalami masalah dengan lututnya, pasca melakoni laga ujicoba menghadapi Penang FC, beberapa waktu lalu. Bahkan, sejak itu Jecky terpaksa absen dalam beberapa kali latihan.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kini kondisi tim Ayam Kinantan kian tak menentu setelah kemarin (18/11) empat pemain lainnya pun mengalami cedera.

Keempat pemain tersebut adalah Faisal Azmi, Edu Juanda, Yudha Handoko, dan Nyeck Nyobe. “Saya yakin, cedera keempat pemain ini tidak terlalu parah,” bilang Dr Rori Pane, dokter tim PSMS.

Cedera yang dialami keempat pemain ini terjadi saat tim Ayam Kinantan menggelar simulasi yang bertujuan menentukan siapa-siapa saja 18 pemain yang akan diboyong ke Rengat.

Tak tahu apakah karena terlalu bersemangat saat menjalani simulasi dengan tujuan agar terpilih menghadapi Persires, yang pasti pada simulasi kemarin kerap terjadi benturan keras di antara sesama pemain.

Melihat situasi yang tak menguntungkan ini, pada simulasi yang akan berlangsung Sabtu (21/11) mendatang, pelatih PSMS Suimin Diharja berencana merubah metode simulasi.

“Kita tetap menggelar simulasi untuk menentukan siapa-siapa saja yang akan diboyong ke Rengat, namun kita akan mengganti formatnya. Kita tak ingin ada pemain lainnya yang cedera karena kompetisi sudah di depan mata,” pungkas Suimin Diharja, pelatih PSMS

Seleksi 18 Pemain

Fokus menatap laga perdana di Divisi Utama musim ini, seluruh punggawa tim Ayam Kinantan dituntut untuk berlatih dengan sungguh-sungguh.

Selain berupaya membaca peta kekuatan lawan, membahas urusan nonteknis pun dilakoni. Kini PSMS pun berupaya membangun skuad inti yang akan diboyong ke Rengat, markas Persires pada 25 November mendatang.

Selasa (17/11), Suimin Diharja, pelatih kepala PSMS sudah menggelar latihan yang bertujuan mengasah finishing touch (penyelesaian akhir, Red) sehingga target untuk memboyong 18 pemain dapat dilakukan.

Seleksi awal, akan digelar sore ini di Stadion Kebun Bunga. Pagi hari, latihan ringan sudah diinstruksikan untuk menjaga kelenturan otot, sedangkan sore harinya latihan game.

“Jadi proses seleksi pemain untuk dibawa ke Rengat akan dimulai besok (hari ini-Red). Ada dua tahap untuk seleksi ini. Siapa yang paling siap, maka dialah yang akan dibawa,” terang pria yang akrab dijuluki pelatih kampung itu.

Seleksi kedua akan digelar Sabtu mendatang. Setelah terkumpul 18 pemain, mereka kembali menjalani tes akhir dengan latihan game.
Beruntung, saat ini tidak ada pemain PSMS yang mengalami cedera, sehingakan terjadi nuansa berkompetisi yang fair di antara sesama pemain.
Yang jadi masalah, tentu saja kedua legiun impor PSMS, Osas Saha dan Nyeck Nyobe. Meski keduanya terlihat fit, dan sangat siap diturunkan di laga perdana, namun Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) belum kelar juga. Akhirnya keduanya diragukan tampil di laga perdana PSMS.
Kondisi ini tentunya merugikan skuad Ayam Kinantan. Namun jajaran manajemen mengaku sudah berupaya untuk terus mengurusi administrasi kedua pemain asing itu.

“Fokus adalah mencuri poin, meskipun kita harus away terlebih dahulu. Minimal dua angka dari Rengat dan Tembilahan sudah bagus. Semoga tidak ada persoalan lagi, karena dapat merusak konsentrasi tim,” harap Suimin.

Sementara itu, terkait masalah pra sarana untuk bertanding semisal kostum, hingga kini masih belum sepenuhnya terpenuhi. Malah hal-hal mendasar seperti kostum tanding, baik home maupun away belum beres.

Specs, sponsor yang menyediakan kebutuhan tim satu ini mengaku sudah menyelesaikan seluruh perlengkapan PSMS. Hanya saja masih ada sedikit administrasi yang belum diselesaikan manajemen PSMS.

“Kostum sudah siap. Saat ini hanya tinggal kordinasi dengan Specs untuk mengirimkan kostum itu. Yang pasti, sebelum kompetisi kostum sudah ada,” jelas Benny Tomasoa asisten manajer

‘Finishing Touch’ PSMS masih lemah

Finishing touch dari striker-striker PSMS Medan yang masih lemah, sebaiknya disadari pelatih Suimin Dihardja, agar pada laga pembuka kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 25 November nanti sudah teratasi.

Pengamat dan penggemar berat PSMS, Muhammad Arif SE di Medan, Selasa mengatakan, dari beberapa ujicoba yang dilakukan anak-anak The Killer kecuali saat menghadapi BTN Medan (menang 8-0), selalu terlihat penyelesaian akhir yang kurang maksimal.

Hal ini terakhir terlihat saat menghadapi Penang FC di Stadion Mini USU Medan, Sabtu lalu, kala PSMS hanya menang tipis 1-0. “Kalau hal ini terjadi di kompetisi nanti, akan riskan bagi Jecky Pasarella cs dalam usaha promosi ke Liga Super Indonesia,” kata Arif.

Memang harus diakui pelatih Suimin terus mencoba pemain untuk lini depan termasuk menempatkan libero Nyeck Nyobe. Dua ujung tombak yang telah dimiliki saat ini, Osas Marvellous Saha dan Jecky Pasarella, dinilai belum memperlihatkan diri sebagai striker murni yang haus gol.

Diakui, seandainya di kompetisi nanti para penyerang PSMS selalu gagal memanfaatkan peluang dengan, bisa-bisa akan berimbas kepada pemain belakang pecah konsentrasi akibat kecewa hingga lengah menjaga daerahnya.

"Pengalaman selama ini bila barisan depan tumpul akan selalu berimbas buruk terhadap konsentarsi para pemain bertahan, akibatnya pertahanan pun kebobolan," katanya.

Pelatih Suimin sendiri ketika dikonfirmasi masalah finishing touch yang kurang maksimal, sependapat hingga selama pemusatan latihan tidak jemu-jemunya mencoba meningkatkan skill para pemain.

"Barisan striker yang diturunkan dalam laga uji coba memang belum mampu memberi yang terbaik, namun saya optimis nantinya Saha, Jecky serta beberapa pemain lainnya mampu menyelesaikan sejumlah peluang matang demi mencetak gol bagi PSMS, jelasnya.

Menanggapi laga perdana melawan Persires Rengat, 25 November nanti, Arif berharap PSMS bisa tampil maksimal sekaligus merebut nilai. "Kemenangan dari Persires ini perlu untuk memotivasi pemain menghadapi laga berikutnya, khususnya laga kandang di Stadion Teladan 3 Desember menghadapi PSAP Sigli," katanya

Sabtu, PSMS tetapkan pemain ke Rengat

18 Pemain akan ditetapkan Sabtu (21/11) sehari sebelum skuad PSMS Medan bertolak ke Rengat guna mengawali laganya di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 menghadapi tuan rumah Persires, Rabu (25/11) mendatang.

Pelatih Suimin Dihardja didampingi Asisten Manajer Tim Drs Benny Tomasoa di Stadion Kebun Bunga Medan menyatakan, hingga hari ketiga latihan anak-anak asuhannya yang dimulai pukul 15.00 WIB sejak Senin belum bisa diprediksi siapa yang akan dibawa ke Rengat.

"Kita akan pilih siapa yang terbaik di antara 23 pemain yang ada hingga Sabtu nanti," kata pelatih kampung itu, Rabu.

PSMS direncanakan bertolak ke Rengat pada Minggu (22/11) siang melalui Bandara Polonia Medan dan lebih dahulu transit di Pekanbaru sebelum menuju Rengat melalui jalan darat yang diperkirakan menempuh waktu empat jam.

Menanggapi latihan hari ketiga, terdapat empat pemain cedera yaitu Edu Juanda, Nyeck Nyobe, Ahmad Maulana dan Tri Yudha Handoko. Kendati begitu, Suimin tidak begitu khawatir dan diperkirakan Kamis ini keempat sudah sembuh dan bisa mengikuti latihan.

Dari observasi Waspada, ke-18 pemain yang akan dibawa ke Rengat kemungkinan adalah Sonny Gunawan, M Halim (kiper), Nyeck Nyobe, Selamet Riyadi, Deni Wahyudi, Bambang Tri Sanjaya, Dodi Rahwana, Ahmad Maulana Putra (belakang), M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi (tengah), Jecky Pasarella dan Ikpefua Osas Marvellous Saha (depan).

Suimin sndiri ketika dikonfirmasikan, tidak memberi tanggapan dan hanya menyebutkan Sabtu adalah kepastian nama pemain yang dibawa. "Yang jelas siapa yang terbaik dan fit, dialah yang dibawa," ujarnya

Tuesday, November 17, 2009

Pemain Diminta Tambah Porsi Latihan

KEBUTUHAN tim Ayam Kinantan akan pemain yang dibekali dengan kemampuan mumpuni, bisa dibilang cukup urgen. Sayangnya, hingga kini bisa dihitung dengan jari berapa pemain yang memiliki kemampuan seperti ayng disebutkan di atas tadi.
Karenanya, untuk menutupi kekurangan tadi, tak ada jalan lain kecuali para pemain menambah porsi latihan, tidak semata mengikuti program latihan yang telah diberikan pelatih.

Ricky Yacobi, mantan bintang Timnas Merah Putih di era 80-90an yang sempat dibesarkan PSMS, mengatakan bahwa inisiatif latihan sendiri itu sangat penting. Beberapa bintang besar sepak bola juga melakukan latihan tambahan. Hal itu juga yang pernah dilakukan Ricky semasa masih menjadi pemain.

“Kalau sudah tahu bahwa perannya di tim adalah sebagai pemberi umpan, misalnya lewat crossing, maka berlatihlah sendiri untuk menambah kemampuan crossing yang baik. Begitu juga kalau mendapat tugas sebagai eksekutor penalti atau tendangan bebas, maka latihanlah sendiri untuk menambah skill,” kata Ricky saat berkunjung ke Stadion Kebun Bunga untuk melihat PSMS berlatih, belum lama ini.
Dikatakan Ricky, seorang David Beckam, Kaka atau bintang dunia lainnya pun kerap berlatih di luar jam latihan resmi yang dikeluarkan pelatih. “Yang baik kenapa tidak ditiru. Bintang dunia saja sering latihan sendiri untuk menambah kemampuannya,” tambah Ricky yang kini bekerja sebagai staf promosi dan marketing Specs itu.

Lantas apa kata Suimin sebagai pelatih? Nah, ternyata inisiatif bagi pemain untuk berlatih sendiri mendapat dukungan dari mantan pelatih Persikabo itu. ”Kalau para pemain memiliki inisiatif seperti itu, sungguh sangat bagus. Tidak ada salahnya pemain menambah jam latihannya sekitar 30 menit. Yang penting, jangan terlalu berlebihan, karena dikhawatirkan proses recovery akan berjalan lambat, sehingga dapat mengganggu penampilan mereka,” imbuhnya

Warning Saha-Nyeck

Dua legiun asing yang dimiliki PSMS, Osas Saha dan Nyeck Nyobe dikhawatirkan tidak bisa turun dalam laga perdana kompetisi Divisi Utama. Pasalnya, Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) mereka yang belum kelar hingga saat ini.

Kondisi ini sempat mempengaruhi kondisi tim. Sebab, simulasi dalam latihan yang difokuskan selama ini melibatkan kedua pemain asing tersebut.
Kalau sampai keduanya tidak diperkenankan main karena tak disetujui PT Liga Indonesia, maka Suimin Diharja arsitek PSMS akan menjadi orang yang paling pusing.

Ya, dengan absennya mereka berdua, praktis Suimin harus merombak sistem dan strategi latihan. Sialnya, PSMS tidak punya cukup waktu untuk itu.

“Hal-hal seperti ini harus segera diatasi, karena kurang dari dua pekan lagi kompetisi segera bergulir,” beber Suimin Diharja, pelatih PSMS.
“Kalau sampai dua pemain asing kita tidak bisa main, artinya simulasi latihan akan berubah lagi. Jadi ini cukup merepotkan persiapan tim,” tambah kakek dua cucu itu, usai latihan di Stadion Kebun Bunga, kemarin (16/11).

Dikonfirmasi ke manajemen, sejauh ini pihaknya sedang mengupayakan dengan sekuat tenaga untuk menyelesaikan administrasi kedua pemain asing PSMS. Hal itu disampaikan Benny Tomasoa asisten manajer.

“Memang proses pengurusan KITAS cukup rumit dan memakan waktu. Namun kita tetap mengupayakan agar siap tepat waktu. Kita juga sudah berkordinasi dengan PT Liga Indonesia. Semoga ada jalan keluar dalam waktu satu pekan ini,” kata Benny, kemarin.
Saha yang ditemui usai latihan memilih bungkam ketika ditanyakan prihal KITAS ini. Menurutnya, sebagai pemain, dia hanya memfokuskan diri kepada proses latihan.

“Mungkin itu lebih baik ditanyakan ke manajemen. Kami pemain hanya fokus berlatih dan berlatih. Sejatinya, kami siap dimainkan,” kata pemain yang memilih nomor kostum 10 di PSMS itu.
Kalau kedua pemain asing PSMS ini belum mendapatkan izin untuk dimainkan, maka tekad PSMS mencuri poin dari dua laga away perdana musim ini terancam gagal.

Cukup riskan memang, karena di saat bersamaan PSMS mendapatkan jadwal yang kurang menguntungkan. Pada laga pembuka Divisi Utama 25 November nanti, PSMS harus melawat ke Persires Rengat. Partai keduanya, PSMS juga harus bertandang ke markas Persih Tembilahan pada 29 November. Laga home perdana PSMS sendiri baru akan digelar pada 3 Desember mendatang, dengan PSAP Sigli sebagai lawannya

Jecky Pasarella cs sesuaikan diri

PSMS Medan mulai berlatih pukul 15.00 WIB sejak Senin hingga Sabtu mendatang tepat sehari sebelum bertolak ke Rengat dalam rangka persiapan menghadapi tuan rumah Persires dalam kompetisi Divisi Utama 2009/2010, 25 November mendatang.

“Latihan ini guna para pemain menyesuaikan diri, karena di Rengat nantinya pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB. Jadi kita perlu membuat program latihan mulai pukul 15.00 WIB agar Jecky Pasarella cs terbiasa bermain pada jam tersebut," ujar pelatih PSMS Suimin Dihardja usai latihan di Stadion Kebun Bunga, Senin.

Pelatih kampung itu mengaku, pada latihan pertama pemain masih terlibat melakukan pergerakan lamban. "Ini bisa dimengerti, sebab pukul 15.00 merupakan jam istrahat pemain. Tetapi pada hari ketiga (Rabu-red) nanti, saya perkirakan mereka sudah terbiasa," lanjut Suimin.

Menanggapi lawan perdana The Killer itu, Suimin mengaku buta kekuatan dan hanya tahu pelatih lawan yakni mantan pemain nasional Mundari Karya. Selain itu, Suimin juga hanya mengenal salah seorang pemainnya asal Medan, Coli Misrun.

"Kita mengenal karakter pelatih Persires, tetapi tidak tahu karakter pemainnya. Sebagai pelatih, saya tidak mempersoalkan kekuatan lawan, melainkan bagaimana kita mempersiapkan tim. Itu saya rasa sudah cukup untuk berupaya menciptakan kemenangan,” lanjutnya lagi.

Namun Suimin yang berhasil membawa PSMS menjadi semifinalis di Liga Indonesia VII, tidak dapat menyembunyikan diri sebenarnya sudah mengenal karakter para pemain Persires dan umumnya terdiri dari pemain-pemain kelahiran Kalimantan.

Rencananya, rombongan PSMS bertolak ke Rengat melalui Pekanbaru pada Minggu (22/11). Menanggapi penampilan PSMS ketika menghadapi Penang FC Sabtu lalu, Suimin menilai banyak pemain khususnya debutan masih grogi bermain di depan penonton banyak.

"Saya juga harus memberi pengertian kepada pemain-pemain muda untuk tidak memikirkan penonton, melainkan menganggapnya sebagai dukungan agar bisa bermain semaksimal mungkin," kata kakek dua cucu ini.

Menyambung Jejak yang Telah Dirintis Sang Ayah

Jecky Pasarela, Striker Muda PSMS

Sepanjang kiprahnya bersama tim Ayam Kinantan, striker muda Jecky Pasarela berhasil mencuri perhatian pecinta PSMS. Apalagi, dalam beberapa uji coba, Jecky kerap menyumbangkan gol penting bagi tim Ayam Kinantan.

Ya, nama Jecky Pasarela sebelumnya memang telah akrab di telinga publik sepak bola Kota Medan, karena yang bersangkutan pernah menjadi pemain pilar Medan Jaya pada tahun 2005/1006.

Jika tiga tahun lalu, namannya hanya sesekali singgah di telinga pecandu si kulit bundar Kota Medan, maka dalam beberapa bulan ke depan nama Jecky Pasarella akan semakin sering terdengar, mengingat aksinya yang menawan bersama PSMS Medan.


Itu sudah dibuktikannya dalam beberapa laga uji coba yang dilakoni tim Ayam Kinantan. Nyaris setiap kali dipercaya mengisi lini depan PSMS, maka pemain yang memulai karir sepak bolanya di SSB Generasi ini selalu mencetak gol.

Bagi Jecky Pasarela, sepakbola merupakan bagian dari hidupnya yang akan terus dia lakukan hingga dia merasa tidak layak lagi untuk terjun di dunia olahraga itu. Selain itu, kiprahnya sebagai pemain bola profesional mendapat dukungan penuh dari sang Ayah.

Sang ayah, Jamalius, yang juga mantan pemain bola, sangat berharap agar Jecki meraih sukses di lapangan hijau. Dukungan pun terus diberikan kepada anaknya. Jamalius sering datang ke Stadion Kebun Bunga untuk memantau perkembangan anaknya.

“Bapak saya dulu juga pemain bola di klub Dinamo, dan memang dia sangat ingin saya menjadi pesepakbola profesional, meneruskan apa yang telah dirintisnya dahulu,” kata Jecky.

Terpuruknya PSMS ke Divisi Utama juga membuatnya termotivasi untuk bergabung memperkuat tim kota kelahirannya tersebut. Proses seleksi penentuan skuad PSMS di Stadion Teladan pun dilakoninya dengan harapan bisa menjadi bagian PSMS.

Setelah terpilih, bersama pemain lainnya, Jecky bertekad untuk membawa PSMS kembali ke ajang Indonesia Super League (ISL). “PSMS adalah tim besar, pantasnya di papan atas ISL. Itu adalah target yang kami apungkan tahun ini,” ungkap anak pasangan Jamalius dan Suwarni ini.
Menurut pemain yang pernah memperkuat Medan Jaya dan Persikad Depok ini mengakui, kerjasama tim merupakan segala-galanya, pemain hebat sekalipun tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa adanya kerjasama tim.

Dia juga tidak mau menyombongkan diri, dan menganggap apa yang ada pada dirinya adalah semata-mata upaya untuk membangun PSMS dari keterpurukan.

“Ya, yang paling utama adalah bersyukur, selalu berusaha melakukan yang terbaik buat PSMS dan meningkatkan prestasi saya secara pribadi. Dengan begitu semoga kita bisa sama-sama membangkitkan PSMS kembali ke ISL,” pungkas pemain kelahiran 4 oktober 1986 ini

Monday, November 16, 2009

PSMS Fokus Liga

Menatap gelaran kompetisi Divisi Utama PSSI tahun 2009/2010 yang hanya tersisa beberapa hari lagi, pelatih PSMS Suimin Diharja tampaknya tak ingin mengambil resiko dengan melakoni sejumlah pertandingan ujiacoba yang berpotensi membuat pemainnya cedera.

Mantan pelatih Persikabo ini ingin fokus pada peningkatan kerja sama tim. Kendati demikian Suimin mengaku jika dirinya tak ingin terjebak dengan kondisi yang tercipta sekarang ini.

Benar jika di semua lini tim Ayam Kinantan masih terdapat banyak kekurangan yang harus dibenahi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu Suimin optimis jika segala kekurangan tadi akan dapat diatasi.

“Yang terpenting adalah membuat pemain paham akan strategi yang diterapkan saat menghadapi dua lawan di laga perdana. Apalagi keduanya, baik Persires Rengat maupun Persih Tembilahan bukan lawan yang mudah ditaklukkan jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri,” bilang Suimin.

Besarnya dukungan yang diberikan oleh para suporter ditengarai akan membangkitkan motivasi kedua tim itu untuk mempermalukan PSMS.

“Tim mana pun yang menjadi lawan PSMS di Divisi Utama nanti pasti akan termotivasi untuk mencuri poin. Ingat, PSMS memiliki sejarah panjang di pentas sepak bola nasional,” bilang Suimin.

Karena hal itu pula Suimin mengatakan bahwa bukan tugas yang ringan bagi dirinya dan seluruh punggawa tim Ayam Kinantan untuk menjaga dan mengembalikan nama besar PSMS.

“Saya percaya anak-anak akan mampu melakukannya. Tapi, untuk tak membebani mereka (pemain PSMS, Red) saya tak ingin mematok target yang muluk-muluk. Meraih dua poin dalam lawatan tandang merupakan hasil yang cukup bagus untuk kami,” beber pelatih bertubuh subur itu.

Target yang dicanangkan Suimin tadi bukannya tanpa perhitungan yang realistis. Terbukti, untuk mewujudkannya Suimin berani memasang tiga striker di lini depan timnya dalam balutan formasi 4-3-3.

Beruntung bagi Suimin, di saat dirinya sedang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, di saat itu pula berhembus kabar sedap terkait diizinkannya gelandang senior Edu Juanda merumput bersama tim Ayam Kinantan.

“Walaupun namanya terlambat didaftarkan ke PT Liga Indonesia, namun karena dia tidak sedang menjalani hukuman, maka dirinya diizinkan tampil di laga awal. Ini sangat bagus, karena dia bisa ditempatkan di lini tengah, bersama Affan Lubis,” tambah Suimin.

“Praktis, terhitung sejak hari ini (kemarin, Red), kita masih memiliki waktu lebih dari satu pekan untuk berlatih dan mengembalikan nuansa berkompetisi kepada seluruh pemain. Semoga di waktu tersisa itu kita bisa menutupi semua kekurangan yang ada di tim ini,” pungkasnya

Harga diri

Akankah PSMS Medan menyapu bersih seluruh rangkaian pertandingan uji coba menatap bergulirnya kompetisi Divisi Utama musim ini?
Hal itu dapat dilihat sore ini pukul 16.00 WIB di Stadion Mini USU saat menjamu Penang FC (klub Liga Super Malaysia). Mampukah PSMS menjaga rekor atau sebaliknya, klub negeri jiran yang sukses mencabik harga diri tim Ayam Kinantan (julukan PSMS), yang secara tak langsung mewakili Indonesia!

Memang laga ini hanya sebatas uji coba. Namun gengsi tingkat tinggi bakal tersaji di pertandingan ini. Perseteruan sarat gengsi ini mencakup nasionalisme skuad PSMS.
Memang secara teknis, tidak ada dampak buruk jikapun di pertandingan ini Affan Lubis dkk menderita kekalahan. Namun jika itu (kekalahan, Red) terjadi, tak pelak cibiran dari supporter akan didapat anak asuh Suimin Diharja.

Tak ingin itu terjadi, kemarin (13/11) di Stadion Kebun Bunga Medan, Suimin berharap agar anak asuhnya tampil maksimal sehingga marwah sebagai tuan rumah yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri takkan terkoyak.

“Persiapan yang kita lakukan bukan sekedar menghadapi Penang FC semata, tapi lebih dari itu, kita juga mempersiapkan tim ini menghadapi laga away di kompetisi Divisi Utama. Saya senang bisa menjajal kekuatan Penang FC karena bisa dijadikan sebagai ajang evaluasi kekuatan tim,” kata Suimin.

Dari pihak Penang FC, terbetik kabar jika mereka tidak begitu siap menatap laga persahabatan ini. Pasalnya, rangkaian tur ke Medan yang disertai Gubernur Penang FC, seyogianya dalam rangka menghadiri gelaran promosi pariwisata di Sumut.

Tak pelak, aroma bisnis tercium begitu kental dalam lawatan ini. Dijelaskan Todd, Bendahara Penang FC yang berkunjung ke Stadion Kebun Bunga bersama Sekretaris Arifin Yatim, kemarin (13/11) jika pihaknya ingin menjalin persahabatan dan menjaga keakraban yang sudah mengakar dengan masyarakat Medan.
“Uji coba ini murni persahabatan. Masyarakat Penang dan Medan sudah sering bekerjasama dalam berbagai urusan, termasuk pariwisata, kesehatan dan lain sebagainya,” kata Todd.

Sementara itu Arifin menambahkan jika Penang FC ingin melakukan “cuci gudang” terhadap seluruh pemainnya Masalahnya, kompetisi Liga Super di Malaysia baru saja berakhir. Sialnya, Penang FC hanya finish di urutan 13 dari 15 peserta. Wajar, jikas manajemen ingin melakukan perombakan besar-besaran menatap liga musim depan.

“Kalau ditanya secara pribadi, jelas kami ingin mengalahkan PSMS. Tapi kami juga menyadari mustahil para pemain mau tampil all out yang riskan menyebabkan cedera,” beber Arifin.

Artinya, kondisi bahkan prestasi Penang FC setali tiga uang dengan tim Ayam Kinantan. Karenanya, ketika banyak masyarakat Medan yang mengaku prihatin dengan persiapan PSMS menatap kompetisi Divisi Utama nanti, Arifin justru mengaku takjub.

“Ini bagus sekali, tempat tinggal pemain sama dengan tempat latihan. Penang FC tidak punya pemusatan latihan seperti ini,” pungkasnya

Ayam Kinantan Terancam tanpa Kandang

Kompetisi belum dimulai namun PSMS sudah harus hijrah dari Stadion Teladan saat hendak menjamu Penang, FC klub asal negeri jiran Malaysia. Walau berstatus ujicoba, laga itu idealnya digelar di stadion kebanggaan masyarakat Medan yang dibangun tahun 1950 itu. Bahkan ada kekhawatiran publik jika renovasi Stadion Teladan tidak bisa rampung tepat waktu.

Jumat (13/11), Sumut Pos mengunjungi Stadion Teladan yang hingga saat ini masih dipermak. Begitu masuk, areal tribun langsung mencuri perhatian. Lama dibiarkan tak terawat, kini warna-warninya pasca dicat cukup menyegarkan mata.
Ya, tribun memang sudah bisa dibilang oke. Tribun utamanya juga sudah bebas dari bocor dan bunyi bising saat diterpa angin.

Namun ketika pandangan beralih ke arah lapangan, tanda tanya pun muncul. Kenapa lapangan tidak lebih dulu dibenahi?

Sejauh ini, lapangan di Stadion Teladan baru sebatas tambal sulam. Rumput yang sekarat diganti rumput baru. Sayangnya, kondisi lapangan menjadi tidak rata. Ada rumput yang sudah hijau dan cantik, ada yang masih jarang-jarang tumbuhnya dan beda warna.

“Seharusnya lapangan jadi prioritas utama. Karena di situlah pertandingan akan berlangsung. Kalau tidak selesai juga sampai Desember, PSMS bisa kena denda dari PT Liga Indonesia. Walaupun masih berstatus Divisi Utama, tapi peraturan tampaknya sudah sangat ketat,” beber Benny Tomasoa, asisten manajer yang baru saja kembali dari manajer meeting di Jakarta, kemarin.

Memang di sekeliling lapangan, drainase sudah bisa beroperasi. Jadi, ketika turun hujan saat pertandingan berlangsung, dipastikan lapangan tak akan tergenang seperti biasanya.

Di pinggir lapangan, bench bagi offisial dan pemain dibuat portable alias bisa diangkat saat dibutuhkan, dan bisa disimpan saat tidak dipakai.
Yang menarik, adalah pembuatan kanopi untuk keluar masuk pemain yang tepat dari arah masuk utama. Konon, kanopi itu juga portable karena terdapat roda di setiap sisi bawahnya.

Ruang dalam juga mendapat perhatian. Ruang wasit, ruang ganti pemain dan toilet sudah dibehani. Hanya saja seluruhnya belum masuk tahapan finishing. Walaupun pekerja di sana mengatakan kalau tahap pengerjaan sudah mulai masuk penyelesaian akhir.

Buktinya, lampu Stadion saja belum dipasang. Malah ada kabar jika tiangnya bakal diturunkan dan diganti dengan tiang baru. Tapi itu belum terlaksana.
Di sekitar lapangan dan ruang dalam, puing-puing sisa pengerjaan renovasi juga masih berserakan. Diprediksi, Desember renovasi akan kelar.

Tapi melihat kondisi di lapangan, tampaknya hal itu sulit tercapai. Bisa-bisa pengerjaan baru selesai Januari mendatang. “Kita harus yakin ketika PSMS menjalani laga home pertama pada bulan Desember nanti, Stadion Teladan pasti sudah bisa dipakai,” kata Julius Raja Kabid Teknik PSMS

Saturday, November 14, 2009

Dikunjungi Ricky Yakobi

Ricky Yakobi, eks punggawa PSMS di era 80-an kemarin bertandang ke Stadion Kebun Bunga. Saat skuad PSMS berlatih, Ricky yang kini bekerja sebagai staf manajer promosi dan marketing Specs pun turut serta berlatih.

Maksud hati kedatangan mantan pemain Timnas itu juga berkaitan dengan niatnya menyaksikan PSMS berlaga kontra Penang FC, Sabtu (14/11) nanti. “Ya saya datang dengan tujuan utama menonton PSMS bertanding melawan Penang FC. Sekalian melihat kondisi PSMS saat inilah,” katanya.
Ditanya mengenai pendapatnya akan PSMS musim ini, Ricky menilai skuad PSMS tetap punya kans untuk kembali berlaga di Indonesian Super League (ISL). Meski begitu, Ricky berharap materi PSMS yang sebagian besar dipenuhi pemain muda, harus lebih memaksimalkan kondisi. Kesempatan memberi jam terbang kepada pemain muda, dikatakan Ricky menjadi salah satu target pelatih.

“Saya lihat pemain PSMS masih muda-muda. Masih ada waktu untuk menciptakan kekompakkan di antara mereka. Begitupun, peluang kembali ke ISL masih terbuka. Walaupun tim di Jawa sangat ngotot masuk ISL, tapi saya rasa kekuatannya cukup berimbang. Nama besar PSMS saya kira masih cukup berpengaruh di kancah sepak bola nasional,” tambah Ricky yang sempat main di Liga Jepang itu.

Nah, menyoal sponsorship, Ricky merasa bangga PSMS mau menggandeng pihaknya. Memang, sejauh ini, Specs perusahaan perlengkapan olahraga tanah air itu menjadi penyedia peralatan dan perlengkapan PSMS. Segala sesuatu bermerek Specs terlihat di Mess Kebun Bunga. Mulai dari bola, rompi, sepatu, hingga kostum latihan. Yang belum terlihat hanya kostum PSMS saat menjalani kompetisi. “Sekarang kita lihat, apakah PSMS bisa menapaki prestasi ketika bekerjasama dengan Specs,” pungkas Ricky

Jadi Tempat Curhat Adik Kandungnya Afandi Lubis

Affan Lubis, Pemain Senior PSMS

Affan Lubis, merupakan satu-satunya pemain yang musim lalu membela PSMS berlaga di ISL, dan kini masih berkostum Kinantan. Memang ada Bambang Trisanjaya yang musim lalu juga sempat berkostum Kinantan, namun hanya setengah musim. Dengan pengalaman bertanding di ISL, Affan berharap mampu menginspirasi rekan satu timnya.

SYAIFULLAH, Medan

Ya, Affan diharapkan mampu menjadi mentor bagi skuad PSMS lainnya. Tak jarang nasehat demi nasehat diutarakannya ke sejumlah pemain muda PSMS. Termasuk kepada adiknya sendiri, Afandi Lubis. Afandi Lubis memang bermain untuk PSMS musim ini. Berposisi sebagai striker, Afandi punya kans untuk mengembangkan diri.

Tak jarang, Afandi juga sering mencurahkan isi hatinya kepada Affan. Utamanya urusan sepak bola. Sebagai pemain muda, Afandi kerap berada di bawah tekanan penonton. Untuk itu, dia merasa perlu curhat dengan abangnya. “Sering juga curhat dengan Bang Affan. Karena dia kan lebih pengalaman,” kata Afandi yang tinggal satu kamar dengan Affan di Mess Kebun Bunga.

Dikatakan Affan, PSMS musim ini masih berpeluang besar kembali ke ISL. Hanya saja, mental untuk kembali ke ISL perlu ditingkatkan. Diisi pemain muda, Affan yakin PSMS punya modal dan semangat untuk itu. “Pada dasarnya klub di Indonesia sama saja. Tinggal mengasah mental juara, maka peluang untuk itu terbuka. Pada dasarnya saya pribadi tidak pernah gentar melawan tim manapun, saya harap PSMS musim ini juga mampu bersikap begitu,” kata Affan.

Sejauh ini, memang persoalan PSMS terletak di persoalan mental. Di tangan Suimin Diharja pelatih PSMS, mental itu yang terus digodok di samping pendalaman akan urusan teknis.

Terkadang, tekanan yang datang dari pelatih atau penonton dalam partai uji coba sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. Untuk urusan satu ini, Affan sering bilang ke rekannya agar tetap konsentrasi dan fokus ke permainan. “Ketika kita mendapatkan tekanan dari penonton, fokus dan ketenangan harus tetap terjaga. Jangan sampai kita terlena dengan tekanan itu, yang pada akhirnya akan menambah buruk permainan tim,” beber pemain berusia 34 tahun itu.

Pemain yang akrab dengan nomor punggung 8 itu, digadang berpeluang besar kembali di angkat menjadi kapten PSMS musim ini. Ditanyakan soal itu, Affan bilang pada dasarnya dirinya tidak mempersoalkan siapa pun kapten PSMS. “Saya pribadi tidak masalah siapa pun kaptennya. Asalkan demi kebaikan tim, saya siap menjadi kapten ataupun tidak terpilih menjadi kapten,” pungkas mantan pemain PSPS, Semen Padang dan Persikabo Bogor itu

Pindah ke Stadion Mini USU

PSMS Medan gagal menggelar pertandingan internasional melawan Penang FC Malaysia di Stadion Teladan, Sabtu sore ini, setelah pihak Dinas Pertamanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan renovasi sesuai janjinya kepada manajemen PSMS.

Tidak ingin mengecewakan publik sepakbola Medan, manajemen bersama pengurus PSMS yang membidangi teknik Julius Raja SE mengalihkan pertandingan ke Stadion Mini USU, Jl Dr Mansyur Medan.

"Mujur bagi kami karena Pembantu Rektor (PR) V USU Ir H Isman Nuryadi bersedia meminjamkan stadionnya. Kalau tidak, ke mana muka kita diletakkan kepada tim tamu," sesal Raja.

Pihak manajemen sendiri menyesalkan keteledoran pihak Dinas Pertamanan yang sudah diingatkan agar tepat janji menyelesaikan proses renovasi stadion pada 14 November. Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Sabar Sitepu pun sudah mengingatkan Dinas Pertamanan.

Terkait itu, Sabar meragukan PSMS bakal menjamu PSAP Sigli dalam laga kompetisi Divisi Utama di stadion yang dibangun pada tahun 1950 itu, 3 Desember 2010 mendatang.

Sementara itu, Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang baru tiba di Medan setelah mengikuti meetting manager di Jakarta menyebutkan, pihak Dinas Pertamanan seharusnya melibatkan manajemen PSMS dalam perbaikan itu, karena versi mereka dengan versi yang ditentukan PSSI berbeda.

Secara terpisah, pelatih PSMS Suimin Dihardja menyatakan akan menampilkan pemain yang sudah pasti bisa bermain di Rengat melawn Persires (25 November) saat menghadapi Penang FC sore ini. "Ini perlu sebagai penambah jam terbang atau pengalaman Jecky Pasarella cs," katanya.

Kemungkinan Nyeck Nyobe, Saha dan Edu Juanda tidak tampil sore nanti. Kita akan mencoba pemain yang benar-benar sudah pasti bermain di laga pertama PSMS di kompetisi tersebut, lanjut Suimin dan menambahkan agar publik sepakbola Medan memakluminya.

Sebaliknya, kubu Penang FC menganggap laganya dengan PSMS merupakan penutup sekaligus bertekad tampil sebaik mungkin dan memberikan perlawanan. Demikian dikatakan Sekretaris Tim Penang FC Ariffin Yatim didampingi Todd Teoh.

“Pada liga Malaysia yang berakhir Oktober lalu, Penang FC berada di urutan ke 13 dari 15 klub,” tutur Ariffin yang memuji sistem pemusatan latihan yang diterapkan PSMS atau klub Indonesia lain. “Di Penang tidak seperti ini, pemain memang berlatih setiap hari tapi ada pemain yang jarang datang,” tandas mantan pesepakbola Malaysia itu

Thursday, November 12, 2009

Saha Bangkitkan semangat Ayam Kinantan


Kekhawatiran pendukung fanatik PSMS Medan, akhirnya berubah menjadi gembira begitu striker asing Ikpefua Osas Marvellous Saha berhasil membangkitkan semangat rekan-rekannya dalam laga ujicoba melawan PSAP Sigli di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu.

Sebelumnya tim asuhan Manajer Tim Drs Hendra DS ketinggalan 0-1 di babak pertama setelah Ahmad Maulana melakukan handsball di kotak penalti pada menit 10. Alhasil, tim asuhan Pelatih Kustiono unggul lewat eksekusi Mathias yang berhasil memperdayai M Halim di bawah mistar gawang tuan rumah.

Tampil dengan materi 60 persen pemain lapis kedua, membuat PSMS sulit mengembangkan permainan di babak pertama. Kondisi inilah yang membuat publik sepakbola Medan termasuk di antaranya tokoh olahraga Drs H Darwin Syamsul dan Hendra DS khawatir akan kemampuan tim besutan pelatih Suimin Dihardja.

Mujur akibat kurang baiknya peneyelesaian akhir dari pemain-pemain depan PSAP serta solidnya pertahanan Selamet Riyadi cs, serangan demi serangan PSAP selalu gagal. Sadar kurang menggigitnya barisan depan, Suimin memasang Osas Saha menjelang jeda.

Hasilnya, Osas membuat permainan PSMS lebih hidup dan acap kali menekan barisan pertahanan PSAP. Kala babak kedua baru dimulai beberapa menit, sebuah tendangan keras Saha langsung merobek gawang PSAP sekaligus menyamakan skor 1-1. Tiga menit berselang, pemain debutan PSMS, Jecky Pasarella, menciptakan gol kedua bagi skuad Ayam Kinantan sebelum melengkapi kemenangannya lewat gol penalti Saha.

Tidak stabilnya penampilan anak-anak Sigli itu serta stamina melorot juga menjadi salah satu faktor PSMS membuat tiga gol di babak kedua. Baik Hendra DS maupun Darwin Syamsul mengakui, permainan PSMS harus ditingkatkan lagi sebelum tampil di kompetisi.

Sebaliknya Suimin mengakui memang sengaja menurunkan pemain muda terlebih dahulu, karena dalam laga ujicoba itu memprioritaskan untuk melihat penampilan para pemain muda.

"Ternyata tanpa dukungan dari pemain senior dan legiun asingnya, Ayam Kinantan belum solid. Inilah keuntungannya kita lakukan laga ujicoba, agar tahu kekuatan dan kelemahan tim," kata Suimin.

PSMS akan kembali melakukan uji kekuatan dengan salah satu tim Liga Malaysia, Penang FC di Stadion Teladan, Sabtu (14/11) mendatang. Dikatakan pengurus PSMS, pertandingan bergengsi tersebut akan dikutip bayaran