Tekad PSMS untuk melaju ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu musim degradasinya ke Divisi Utama, kembali digaungkan. Beberapa tindakan guna mencapai tekad itu pelan-pelan dipoles.
Dzulmi Edlin, ketua umum PSMS sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Terutama dari sektor kualitas.
“Setelah melalui perbincangan yang panjang, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” ujar Hendra mewakili Dzulmi.
Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tapi tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Bahkan Ketum berencana untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.
“Jadi, Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak, dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.
Hal ini terkait dengan sistem promosi-degradasi yang dilancarkan Suimin Diharja -arsitek PSMS. Dengan rencana itu, ada beberapa pemain yang duduk di daftar tunggu. Seandainya ada pemain yang dicoret karena dianggap tak bermutu, maka akan segera ada gantinya. Dan pemain yang duduk di daftar tunggu itu rata-rata pemain yang awalnya sempat seleksi pembentukan skuad PSMS tahap pertama di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Nah, itulah yang akan disoroti bersama
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, November 4, 2009
Lampu hijau Edu, Ariel

PT Liga Indonesia (LI) memberi lampu hijau kepada dua calon pemain PSMS, Edu Juanda dan Ariel Gutieres, masuk skuad tim asuhan pelatih Suimin Dihardja tampil di Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 yang dijadwalkan 25 November mendatang.
Menurut keterangan yang diperoleh Waspada, Selasa, Direkur PT LI Joko Driyono kepada manajemen PSMS memberi harapan bagi status dua gelandang yang tengah mengikuti seleksi itu.
Kendati begitu, PT LI mengisyaratkan masuknya Ariel dan Edu yang nasibnya masih menggantung akan menyebabkan dua pemain yang sudah didaftar berkurang. Di samping itu, keduanya belum bisa memperkuat PSMS di laga pertama nanti.
Kepastian itu didapat, setelah seorang ofisial menanyakan langsung perihal kemungkinan bisa tidaknya PSMS melakukan penggantian pemain. “Direktur PT LI bilang tidak ada masalah, yang jelas minimal dua pemain dicoret sebagai ganti masuknya Edu dan Ariel,” lanjut sumber.
Itu berarti, meski belum mendapat restu dari manajemen, harapan Suimin memperkuat lini tengah juga terbuka karena sebelumnya beredar kabar tidak boleh ada revisi ke-23 pemain yang sudah didaftar.
"Meski belum tentu manajemen atau Ketua Umum mengizinkan, yang jelas PT LI sudah memberi jalan. Kini tinggal memberi masukan kepada manajemen tentang betapa besarnya kekuatan bertambah dengan kehadiran kedua pemain tersebut,” jelas Suimin.
Suimin juga membeberkan, Edu dan Ariel menambah warna ritme permainan PSMS. Selain itu, peran gelandang bertahan (Edu) dan gelandang menyerang (Ariel) tersebut cukup vital di tim dan menjadi motor daya dobrak tim.
Terkait riwayat cedera Edu, Suimin menilai bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. “Kalau saya lihat, Edu mampu mengikuti latihan fisik yang diberikan Nimrot (pelatih fisik PSMS),” jelas Suimin lagi.
Pembagian Grup Divisi Utama:
Grup 1: Persiraja Banda Aceh, PSDS Deli Serdang, PSAP Sigli, PSSB Bireuen, PSMS Medan, Semen Padang, Persires Rengat, Persih Tembilahan, Persita Tangerang, Persikabo Bogor, Persipasi, PS Banyuasin.
Grup 2: Persikad, Persikota, Persikab Bandung, Persis Solo, Gresik United, Persidafon, PSIS Semarang, PPSM Sakti Magelang, PS Deltras Sidoarjo, PS Mitra Kukar, PS Pro Duta (Sleman) dan Persiba Bantul.
Grup 3: PSIR Rembang, Persiku Kudus, PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persigo Gorontalo, Persibom Bolmong, PS Mojokerto Putra, Persibo Bojonegoro, Persiram Raja Ampat, Perseman Manokwari, PSBI Blitar dan Persipro Probolinggo
Kans Edu Tipis
MEDAN- Tampil mengesankan selama seleksi, tak menjamin tempat untuk Edu Juanda. Mantan gelandang Timnas SEA Games 2001 itu, harus bersabar dan membuktikan bahwa dia layak berkostum PSMS. Untuk Divisi Utama, kuota pemain setiap klub yang wajib didaftarkan ke PT Liga Indonesia hanya 23 pemain. Dan PSMS sudah mendaftarkan 23 pemainnya, termasuk dua pemain asing Osas Saha dan Nyeck Nyobe. Dengan begitu, peluang bagi Edu Juanda untuk masuk skuad Ayam Kinantan semakin terjepit.
Kalaupun ada peluang bagi Edu untuk membela PSMS, itu baru akan terjadi untuk putaran kedua Divisi Utama. Atau paling cepat Januari mendatang. Dalam draft peraturan mengenai pendaftaran pemain yang di-fax-kan PT LI ke PSMS, dijelaskan pendaftaran pemain terakhir sampai 15 Desember. Tidak dijelaskan mengenai penambahan atau pengurangan pemain.
Secara teori, kans Edu memang masih ada, namun sangat tipis. Itu bila dilihat dari sistem penerapkan promosi-degradasi yang dilakukan arsitek PSMS, Suimin Diharja. Artinya, bisa saja pemain dicoret karena prestasinya anjlok. Konsekwensi dari mencoret pemain, tentu saja harus ada penggantinya agar kuota tetap cukup. Nah, di sinilah celah bagi Edu untuk masuk skuad. Lantas, apakah PT LI akan setuju?
Nah, ini dia yang belum ada jawabannya. Hendra DS manajer PSMS yang ditanyai akan hal itu kemarin, mengaku tidak tahu menahu akan peraturan tersebut. “Sejauh ini, PT LI baru menerangkan seputar pendaftaran pemain. Jadi peluang untuk Edu sebenarnya tidak memungkinkan lagi. Karena kita sudah daftarkan 23 pemain sesuai kuota yang ditetapkan,” beber Hendra. “Kalau pun mungkin, paling tidak Edu harus menanti hingga transfer selanjutnya. Kita lihat saja nanti,” lanjut Hendra.
Pada dasarnya, manajemen sebenarnya masih khawatir mengenai riwayat cedera Edu Juanda yang sempat mengharuskan pemain asli Medan ini istirahat total selama 3 tahun. Saat membela Persebaya, Edu memang sempat mengalami cedera lutut parah.
Menariknya, selama seleksi di PSMS beberapa pekan belakangan, Edu seolah tak pernah merasakan cedera. Puncak penampilan apiknya dibuktikan saat PSMS ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini. Dia sukses mengemban peran sebagai motor lini tengah PSMS bersama Afan Lubis.
Maka itu, Suimin tertarik untuk mempekerjakan Edu di lini tengah PSMS. “Edu masih punya kelebihan sebagai geladang. Dia punya umpan-umpan terukur yang bisa memanjakan lini depan PSMS. Kalau memang memungkinkan, saya ingin mengajukan namanya ke manajamen untuk dikontrak,” bilang Suimin.
Kalaupun ada peluang bagi Edu untuk membela PSMS, itu baru akan terjadi untuk putaran kedua Divisi Utama. Atau paling cepat Januari mendatang. Dalam draft peraturan mengenai pendaftaran pemain yang di-fax-kan PT LI ke PSMS, dijelaskan pendaftaran pemain terakhir sampai 15 Desember. Tidak dijelaskan mengenai penambahan atau pengurangan pemain.
Secara teori, kans Edu memang masih ada, namun sangat tipis. Itu bila dilihat dari sistem penerapkan promosi-degradasi yang dilakukan arsitek PSMS, Suimin Diharja. Artinya, bisa saja pemain dicoret karena prestasinya anjlok. Konsekwensi dari mencoret pemain, tentu saja harus ada penggantinya agar kuota tetap cukup. Nah, di sinilah celah bagi Edu untuk masuk skuad. Lantas, apakah PT LI akan setuju?
Nah, ini dia yang belum ada jawabannya. Hendra DS manajer PSMS yang ditanyai akan hal itu kemarin, mengaku tidak tahu menahu akan peraturan tersebut. “Sejauh ini, PT LI baru menerangkan seputar pendaftaran pemain. Jadi peluang untuk Edu sebenarnya tidak memungkinkan lagi. Karena kita sudah daftarkan 23 pemain sesuai kuota yang ditetapkan,” beber Hendra. “Kalau pun mungkin, paling tidak Edu harus menanti hingga transfer selanjutnya. Kita lihat saja nanti,” lanjut Hendra.
Pada dasarnya, manajemen sebenarnya masih khawatir mengenai riwayat cedera Edu Juanda yang sempat mengharuskan pemain asli Medan ini istirahat total selama 3 tahun. Saat membela Persebaya, Edu memang sempat mengalami cedera lutut parah.
Menariknya, selama seleksi di PSMS beberapa pekan belakangan, Edu seolah tak pernah merasakan cedera. Puncak penampilan apiknya dibuktikan saat PSMS ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini. Dia sukses mengemban peran sebagai motor lini tengah PSMS bersama Afan Lubis.
Maka itu, Suimin tertarik untuk mempekerjakan Edu di lini tengah PSMS. “Edu masih punya kelebihan sebagai geladang. Dia punya umpan-umpan terukur yang bisa memanjakan lini depan PSMS. Kalau memang memungkinkan, saya ingin mengajukan namanya ke manajamen untuk dikontrak,” bilang Suimin.
Reposisi Ala Suimin
Sejak menjatuhkan pilihan menjadi pelatih profesional, Suimin Diharja arsitek PSMS musim ini bisa dibilang penuh kejutan. Itu bisa diingat saat Suimin memutuskan hengkang dari PSMS dan berlabuh ke PSPS beberapa tahun lalu. Padahal, selama mengarsiteki PSMS, Suimin berhasil mengembalikan nama besar PSMS yang ketika itu dalam keterpurukan.
Nah, di PSMS musim ini akankan Suimin mengulang prestasi-prestasinya itu ? Meski belum dapat diketahui saat ini, tapi tampaknya Suimin sudah mulai memperlihatkan pemain yang bakal bersinar. Di lini depan, ada nama Jecky Pasarela yang sepanjang ujicoba selalu mencetak gol. Satu lagi ada juga A Kamil Sembiring pemain paling bungsu alias paling muda di jajaran skuad PSMS musim ini. Meski masih labil, Kamil dianggap punya potensi yang bisa membesarkan namanya kelak.
Di tengah, ada Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko hingga Afan Lubis yang sinarnya tampaknya akan kembali terang musim ini. Di bawah, Suimin berani menggembleng pemain yang belum pernah tampil di Divisi Utama bernama Rachi Kumar. Pemain berdarah Tamil ini dimagangkan di PSMS dan berpeluang masuk skuad utama kalau menunjukkan grafik peningkatan kualitas. Di bawah mistar pun demikian, ada nama Irwin Ramadana dan Delli Sulistya yang masih muda dibandingkan kiper senior saat ini, M Halim dan Sony Gunawan.
Menariknya lagi, dalam upaya memunculkan pemain, Suimin masih mengandalkan gaya reposisi alias geser-geser posisi. Yang teranyar, Faisal Azmi. Pemain gondrong yang sejatinya pemain tengah, bisa jadi gelandang serang dan bisa juga bertahan.
Namun, pada ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini, secara mengejutkan Faisal diplot sebagai bek kanan tampil apik dan mencetak satu gol . Tak hanya sekali itu, hingga sesi latihan kemarin Faisal masih berpos sebagai wing bek kanan.
“Ini namanya reposisi. Kalau memungkinkan posisi baru bagi pemain malah menguntungkan,” terang Suimin.
Lantas apa kata pemain yang direposisi? “Awalnya sudah pasti merengut. Tapi kalau ternyata posisi itu bagus, gantian mereka gak mau dipindah-pindah lagi,” lanjut Suimin
Nah, di PSMS musim ini akankan Suimin mengulang prestasi-prestasinya itu ? Meski belum dapat diketahui saat ini, tapi tampaknya Suimin sudah mulai memperlihatkan pemain yang bakal bersinar. Di lini depan, ada nama Jecky Pasarela yang sepanjang ujicoba selalu mencetak gol. Satu lagi ada juga A Kamil Sembiring pemain paling bungsu alias paling muda di jajaran skuad PSMS musim ini. Meski masih labil, Kamil dianggap punya potensi yang bisa membesarkan namanya kelak.
Di tengah, ada Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko hingga Afan Lubis yang sinarnya tampaknya akan kembali terang musim ini. Di bawah, Suimin berani menggembleng pemain yang belum pernah tampil di Divisi Utama bernama Rachi Kumar. Pemain berdarah Tamil ini dimagangkan di PSMS dan berpeluang masuk skuad utama kalau menunjukkan grafik peningkatan kualitas. Di bawah mistar pun demikian, ada nama Irwin Ramadana dan Delli Sulistya yang masih muda dibandingkan kiper senior saat ini, M Halim dan Sony Gunawan.
Menariknya lagi, dalam upaya memunculkan pemain, Suimin masih mengandalkan gaya reposisi alias geser-geser posisi. Yang teranyar, Faisal Azmi. Pemain gondrong yang sejatinya pemain tengah, bisa jadi gelandang serang dan bisa juga bertahan.
Namun, pada ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini, secara mengejutkan Faisal diplot sebagai bek kanan tampil apik dan mencetak satu gol . Tak hanya sekali itu, hingga sesi latihan kemarin Faisal masih berpos sebagai wing bek kanan.
“Ini namanya reposisi. Kalau memungkinkan posisi baru bagi pemain malah menguntungkan,” terang Suimin.
Lantas apa kata pemain yang direposisi? “Awalnya sudah pasti merengut. Tapi kalau ternyata posisi itu bagus, gantian mereka gak mau dipindah-pindah lagi,” lanjut Suimin
Ingin Habiskan Karir di PSMS
SEANDAINYA disuruh memilih klub Liga yang ada di Indonesia ini, Edu Juanda memilih PSMS. Bahkan ia rela bersabar menanti keputusan manajemen PSMS untuk merekrutnya.
Usai malang melintang ke sejumlah klub, Edu merasa ingin menghabiskan karir di klub yang membesarkan namanya itu. Gelandang mungil berusia 29 tahun itu memang punya riwayat cedera yang mengerikan. Saat berkostum Bajul Ijo julukan Persebaya, Edu sempat merasakan pahitnya cedera. Ada urat di lututnya yang putus karena Edu salah mengambil posisi saat hendak mengumpan.
Akibat cederanya itu, Edu tiga tahun harus gantung sepatu. Itu demi proses penyembuhan cederanya. Sarana pengobatan yang dipilih Edu saat itu adalah terapi. Meski lama namun tidak sia-sia.
Merasa sudah pulih, Edu pun mulai merumput kembali. Persikabo Bogor tempatnya berlabuh pada tahun 2007, bersama Suimin Diharja sebagai arsitek tim. Satu musim di sana, Edu lantas pindah ke Medan Jaya. Selama berkarir lagi sebagai pesepak bola, Edu mengaku tidak pernah kambuh. Bahkan dia masih sanggup main selama 90 menit waktu normal di setiap laganya. “Benar saya sempat cedera panjang. Dan saya maklum kalau manajemen PSMS saat ini masih meragukan hal itu. Dan karena itu pula, saya terus berusaha menunjukkan ke manajeman kalau saya masih layak dipertimbangkan,” kata Edu usai latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Mengenai kemungkinan bergabung bersama PSMS sangat tipis, namun Edu rela bersabar. “Saya ikhlas kalau harus menanti kepastian. Tapi dalam waktu yang saya anggap normal. Yang terpenting bagi saya saat ini, adalah menunjukkan dan menunjukkan. Kalau ada kesempatan, saya bertekad menghabiskan karir di PSMS,” lanjut Edu.
Satu pekan ikut seleksi, Edu tampaknya cukup menujukkan kalau dia memang belum habis. Umpan-umpannya masih akurat. Kemampuanya membawa alur permainan tim pun masih mumpuni. Begitupun, segala sesuatunya tergantung manajemen dan regulasi PT LI. Secara pribadi, Suimin Diharja pelatih PSMS sudah yakin untuk mengajukan nama Edu menjadi jajaran skuad. Kita lihat saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Usai malang melintang ke sejumlah klub, Edu merasa ingin menghabiskan karir di klub yang membesarkan namanya itu. Gelandang mungil berusia 29 tahun itu memang punya riwayat cedera yang mengerikan. Saat berkostum Bajul Ijo julukan Persebaya, Edu sempat merasakan pahitnya cedera. Ada urat di lututnya yang putus karena Edu salah mengambil posisi saat hendak mengumpan.
Akibat cederanya itu, Edu tiga tahun harus gantung sepatu. Itu demi proses penyembuhan cederanya. Sarana pengobatan yang dipilih Edu saat itu adalah terapi. Meski lama namun tidak sia-sia.
Merasa sudah pulih, Edu pun mulai merumput kembali. Persikabo Bogor tempatnya berlabuh pada tahun 2007, bersama Suimin Diharja sebagai arsitek tim. Satu musim di sana, Edu lantas pindah ke Medan Jaya. Selama berkarir lagi sebagai pesepak bola, Edu mengaku tidak pernah kambuh. Bahkan dia masih sanggup main selama 90 menit waktu normal di setiap laganya. “Benar saya sempat cedera panjang. Dan saya maklum kalau manajemen PSMS saat ini masih meragukan hal itu. Dan karena itu pula, saya terus berusaha menunjukkan ke manajeman kalau saya masih layak dipertimbangkan,” kata Edu usai latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Mengenai kemungkinan bergabung bersama PSMS sangat tipis, namun Edu rela bersabar. “Saya ikhlas kalau harus menanti kepastian. Tapi dalam waktu yang saya anggap normal. Yang terpenting bagi saya saat ini, adalah menunjukkan dan menunjukkan. Kalau ada kesempatan, saya bertekad menghabiskan karir di PSMS,” lanjut Edu.
Satu pekan ikut seleksi, Edu tampaknya cukup menujukkan kalau dia memang belum habis. Umpan-umpannya masih akurat. Kemampuanya membawa alur permainan tim pun masih mumpuni. Begitupun, segala sesuatunya tergantung manajemen dan regulasi PT LI. Secara pribadi, Suimin Diharja pelatih PSMS sudah yakin untuk mengajukan nama Edu menjadi jajaran skuad. Kita lihat saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Tuesday, November 3, 2009
Ayah Angkat Makin Dekat
PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra
Nyobe dan Osas Siap Tampil
MEDAN-Kedua pemain asing PSMS, Nyeck Nyobe dan Osas Saha sudah menyepakati kontraknya dengan PSMS. Baru-baru ini, keduanya sudah meneken draf kontrak yang diajukan manajemen. Yang masih mengganjal hanyalah Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).
Dan, tanpa menunda waktu keduanya juga akan berangkat ke Jakarta untuk mengurus KITAS. “Kontrak pemain asing sudah beres dan tidak ada masalah. Besok (Senin, Red) mereka akan ke Jakarta untuk urusan KITAS,” beber Hendra DS manajer PSMS.
Nama keduanya pun sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia (PT LI). Artinya, saat ini sudah 23 pemain PSMS yang didaftarkan. “Keduanya pun sudah tak ada masalah di PT LI. keduanya sudah bisa main asalkan KITASnya selesai diurus,” lanjut Hendra.
Sementara itu, urusan ayah angkat hingga saat ini dikatakan Hendra tidak ada masalah. Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai siapa calon ayah angkat yang diharapkan berbaik hati untuk menyumbangkan dana bagi PSMS. Khususnya membiayai pemain asing. “Pada dasarnya ayah angkat tidak ada masalah. Kita tinggal tunggu saat yang tepat untuk mengumumkannya,” jelas Hendra.
Nah, terkait dengan dana, untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama, setidaknya PSMS butuh dana sebesar Rp7 miliar.
“Setelah dihitung dengan hitungan paling sedikit, PSMS butuh Rp5-7 miliar untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama,” kata Hendra.
Sejauh ini PSMS baru mendapatkan dana APBD yang diserap melalui KONI Medan tak lebih dari Rp2 miliar. Dari jumlah itulah dibentuk tim, termasuk mengontrak dua pemain asing. Lantas, sisanya dari mana mau didapat? Beberapa waktu lalu, jajaran pengurus PSMS sempat mendatangi Gubsu Syamsul Arifin. Dari pertemuan itu, didapat dukungan dari Gubsu. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang dari hal tersebut.
Mencermati itu berbagai masukan diajukan sejumlah pengamat sepak bola Medan. Kemarin, Rafriandi Nasution mantan anggota dewan yang juga Ketua Badan Liga Instansi Sumut berharap agar ada keselerasan antara pengurus dan pemerintah kota. Dalam hal ini, Wali Kota Medan Rahudman Harahap Pjs diharapkan mendukung PSMS.
Dijelaskan Rafriandi, komunikasi antara wali kota dan DPRD Medan harus digelar untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan pendanaan PSMS musim ini.
“Komunikasi antara pengurus dengan wali kota dan DPRD Medan harus sinergi. Semoga ada jalan keluar untuk mendapatkan dana bagi PSMS,” kata Rafriandi.
Hal itu diutarakannya mengingat berprestasi atau tidaknya PSMS akan terkait dengan citra Kota Medan baik di mata masyarakat lokal maupun nasional. Maka itu, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan kemungkinan anggaran bagi PSMS yang bisa saja dialokasikan di APBD tahun mendatang. Alokasi APBD itu dikatakan Rafriandi bisa saja dalam bentuk pinjaman, hibah, atau kesepakatan lainnya yang tidak mengikat.
“Sekadar untuk menyelamatkan PSMS, tak ada salahnya mengupayakan kemungkinan alokasi dana pada perencanaan APBD 2010 mendatang. Hal ini penting, karena berkaitan dengan prestasi. Dan, memang prestasi itu ada harganya,” pungkasnya.
Dan, tanpa menunda waktu keduanya juga akan berangkat ke Jakarta untuk mengurus KITAS. “Kontrak pemain asing sudah beres dan tidak ada masalah. Besok (Senin, Red) mereka akan ke Jakarta untuk urusan KITAS,” beber Hendra DS manajer PSMS.
Nama keduanya pun sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia (PT LI). Artinya, saat ini sudah 23 pemain PSMS yang didaftarkan. “Keduanya pun sudah tak ada masalah di PT LI. keduanya sudah bisa main asalkan KITASnya selesai diurus,” lanjut Hendra.
Sementara itu, urusan ayah angkat hingga saat ini dikatakan Hendra tidak ada masalah. Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai siapa calon ayah angkat yang diharapkan berbaik hati untuk menyumbangkan dana bagi PSMS. Khususnya membiayai pemain asing. “Pada dasarnya ayah angkat tidak ada masalah. Kita tinggal tunggu saat yang tepat untuk mengumumkannya,” jelas Hendra.
Nah, terkait dengan dana, untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama, setidaknya PSMS butuh dana sebesar Rp7 miliar.
“Setelah dihitung dengan hitungan paling sedikit, PSMS butuh Rp5-7 miliar untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama,” kata Hendra.
Sejauh ini PSMS baru mendapatkan dana APBD yang diserap melalui KONI Medan tak lebih dari Rp2 miliar. Dari jumlah itulah dibentuk tim, termasuk mengontrak dua pemain asing. Lantas, sisanya dari mana mau didapat? Beberapa waktu lalu, jajaran pengurus PSMS sempat mendatangi Gubsu Syamsul Arifin. Dari pertemuan itu, didapat dukungan dari Gubsu. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang dari hal tersebut.
Mencermati itu berbagai masukan diajukan sejumlah pengamat sepak bola Medan. Kemarin, Rafriandi Nasution mantan anggota dewan yang juga Ketua Badan Liga Instansi Sumut berharap agar ada keselerasan antara pengurus dan pemerintah kota. Dalam hal ini, Wali Kota Medan Rahudman Harahap Pjs diharapkan mendukung PSMS.
Dijelaskan Rafriandi, komunikasi antara wali kota dan DPRD Medan harus digelar untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan pendanaan PSMS musim ini.
“Komunikasi antara pengurus dengan wali kota dan DPRD Medan harus sinergi. Semoga ada jalan keluar untuk mendapatkan dana bagi PSMS,” kata Rafriandi.
Hal itu diutarakannya mengingat berprestasi atau tidaknya PSMS akan terkait dengan citra Kota Medan baik di mata masyarakat lokal maupun nasional. Maka itu, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan kemungkinan anggaran bagi PSMS yang bisa saja dialokasikan di APBD tahun mendatang. Alokasi APBD itu dikatakan Rafriandi bisa saja dalam bentuk pinjaman, hibah, atau kesepakatan lainnya yang tidak mengikat.
“Sekadar untuk menyelamatkan PSMS, tak ada salahnya mengupayakan kemungkinan alokasi dana pada perencanaan APBD 2010 mendatang. Hal ini penting, karena berkaitan dengan prestasi. Dan, memang prestasi itu ada harganya,” pungkasnya.
Monday, November 2, 2009
Ketum Diminta Turun ke Lapangan
TEKAD PSMS untuk melaju ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu musim degradasinya ke Divisi Utama, kembali digaungkan. Beberapa tindakan guna mencapai tekad itu pelan-pelan dipoles.
Dzulmi Edlin, Ketum PSMS kemarin sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Utamanya soal kualitas.
“Setelah berbincang semalam suntuk, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” bilang Hendra DS.
Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Ada rencana Ketum untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.
“Jadi Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.
Begitupun, pengharapan lebih dari sosok Ketum juga menjadi perhatian beberapa pihak. Utamanya yang diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan. Ada harapan agar Ketum dapat meluangkan sedikit waktunya untuk hadir ke tengah-tengah skuad.
Benar, kalau sosok Ketum sejauh ini terus memantau perkembangan tim. Tetapi harapan mereka, kedekatan emosional antara Ketum dan jajaran skuad diyakini memiliki sisi positif bagi tim.
“Maunya Ketum itu menyempatkan dirinya untuk duduk bersama dengan pemain dan pelatih. Tidak perlu dijadwal, kehadirannya di tengah-tengah pemain pasti memberikan efek positif ke diri pemain itu sendiri. Karena kesan ayah dan anak lebih dibutuhkan dalam sebuah tim,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK baru-baru ini.
“Beberapa klub lain juga sudah melakukan hal itu. Kedekatan antara Ketum dan pemain bisa memberikan semangat sendiri. Kan tidak ada salahnya meniru hal itu,” sambungnya.
Dikonfirmasi akan hal itu, lewat Sekretaris PSMS Agus Sariono menjelaskan, bahwa sejauh ini keinginan Ketum untuk itu selalu ada. Namun karena kesibukan dinas, maka Ketum sudah mendelegasikan beberapa pengurus untuk selalu mendampingi perkembangan tim.
“Sebenarnya porsi masing-masing pengurus sudah ada. Ketum selalu punya keinginan untuk datang dan berbaur dengan pemain. Tapi karena beberapa kesibukan, hal itu mungkin belum bisa terlaksana,” terang Agus
Dzulmi Edlin, Ketum PSMS kemarin sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Utamanya soal kualitas.
“Setelah berbincang semalam suntuk, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” bilang Hendra DS.
Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Ada rencana Ketum untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.
“Jadi Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.
Begitupun, pengharapan lebih dari sosok Ketum juga menjadi perhatian beberapa pihak. Utamanya yang diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan. Ada harapan agar Ketum dapat meluangkan sedikit waktunya untuk hadir ke tengah-tengah skuad.
Benar, kalau sosok Ketum sejauh ini terus memantau perkembangan tim. Tetapi harapan mereka, kedekatan emosional antara Ketum dan jajaran skuad diyakini memiliki sisi positif bagi tim.
“Maunya Ketum itu menyempatkan dirinya untuk duduk bersama dengan pemain dan pelatih. Tidak perlu dijadwal, kehadirannya di tengah-tengah pemain pasti memberikan efek positif ke diri pemain itu sendiri. Karena kesan ayah dan anak lebih dibutuhkan dalam sebuah tim,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK baru-baru ini.
“Beberapa klub lain juga sudah melakukan hal itu. Kedekatan antara Ketum dan pemain bisa memberikan semangat sendiri. Kan tidak ada salahnya meniru hal itu,” sambungnya.
Dikonfirmasi akan hal itu, lewat Sekretaris PSMS Agus Sariono menjelaskan, bahwa sejauh ini keinginan Ketum untuk itu selalu ada. Namun karena kesibukan dinas, maka Ketum sudah mendelegasikan beberapa pengurus untuk selalu mendampingi perkembangan tim.
“Sebenarnya porsi masing-masing pengurus sudah ada. Ketum selalu punya keinginan untuk datang dan berbaur dengan pemain. Tapi karena beberapa kesibukan, hal itu mungkin belum bisa terlaksana,” terang Agus
PSMS berharap Edu Juanda
PSMS Medan masih mengalami berbagai kekurangan. Salah satunya adalah belum adanya pemain serba bisa yang akan menjadi jenderal di lapangan tengah. Hal ini ditegaskan pelatih PSMS Suimin Diharja di Medan, Minggu.
“Kita masih mencari pemain yang bisa menjadi motor serangan di lapangan tengah,” ujar Suimin yang hingga saat ini masih kesulitan menemukan pemain yang bisa menempati poisi tersebut.
Sementara ini, Suimin hanya mempunyai pilihan kepada M Affan Lubis, Edu Juanda dan Ariel Guiterres kendati nasibnya belum jelas. Kuota pemain asing untuk Divisi Utama belum dikeluarkan BLI, jadi posisi Ariel belum bisa dipastikan.
PSMS sendiri baru mengontrak dua pemain asing, yakni Nyeck Nyobe dan Osas Saha. “Kalau kuota pemain asing menjadi tiga, maka kita akan mengambil Ariel. Kalau dua, kita terpaksa hanya mengandalkan Nyeck dan Osas,” tandasnya.
Untuk menutup kelemahan di lini tengah, Suimin berharap kepada pemain senior Edu Juanda yang saat ini terus melakukan seleksi. Edu adalah pemain tengah yang menjadi motor serangan bagi PSMS beberapa tahun lalu sebelum pindah ke PSPS Pekanbaru dan Persikabo Bogor.
“Edu mempunyai kemampuan komplit menjadi seorang jenderal lapangan tengah,” terangnya. Sebagai mantan pemain nasional memperkuat Indonesia di SEA Games XXI/2001 Malaysia, Edu sarat pengalaman di kancah sepakbola nasional.
Namun, Suimin menyayangkan dengan cedera yang sering menerpa Edu. Menurutnya, pemain seperti Edu jarang bisa ditemukan di Indonesia, khususnya pemain lokal. Ditambahkan Suimin, Edu akan lebih bagus dari Syamsul Chairuddin (PSM Makassar) dan Handoyo (Persik Kediri) bila dalam kondisi fit.
“Syamsul adalah pemain yang bisa berlari sepanjang pertandingan, tapi tidak mempunyai skill dan umpan yang bagus. Begitu juga Handoyo bisa menjadi motor serangan, tapi kurang bagus dalam urusan umpan. Nah, Edu mempunyai kelebihan kedua-duanya,” tegas Suimin lagi
“Kita masih mencari pemain yang bisa menjadi motor serangan di lapangan tengah,” ujar Suimin yang hingga saat ini masih kesulitan menemukan pemain yang bisa menempati poisi tersebut.
Sementara ini, Suimin hanya mempunyai pilihan kepada M Affan Lubis, Edu Juanda dan Ariel Guiterres kendati nasibnya belum jelas. Kuota pemain asing untuk Divisi Utama belum dikeluarkan BLI, jadi posisi Ariel belum bisa dipastikan.
PSMS sendiri baru mengontrak dua pemain asing, yakni Nyeck Nyobe dan Osas Saha. “Kalau kuota pemain asing menjadi tiga, maka kita akan mengambil Ariel. Kalau dua, kita terpaksa hanya mengandalkan Nyeck dan Osas,” tandasnya.
Untuk menutup kelemahan di lini tengah, Suimin berharap kepada pemain senior Edu Juanda yang saat ini terus melakukan seleksi. Edu adalah pemain tengah yang menjadi motor serangan bagi PSMS beberapa tahun lalu sebelum pindah ke PSPS Pekanbaru dan Persikabo Bogor.
“Edu mempunyai kemampuan komplit menjadi seorang jenderal lapangan tengah,” terangnya. Sebagai mantan pemain nasional memperkuat Indonesia di SEA Games XXI/2001 Malaysia, Edu sarat pengalaman di kancah sepakbola nasional.
Namun, Suimin menyayangkan dengan cedera yang sering menerpa Edu. Menurutnya, pemain seperti Edu jarang bisa ditemukan di Indonesia, khususnya pemain lokal. Ditambahkan Suimin, Edu akan lebih bagus dari Syamsul Chairuddin (PSM Makassar) dan Handoyo (Persik Kediri) bila dalam kondisi fit.
“Syamsul adalah pemain yang bisa berlari sepanjang pertandingan, tapi tidak mempunyai skill dan umpan yang bagus. Begitu juga Handoyo bisa menjadi motor serangan, tapi kurang bagus dalam urusan umpan. Nah, Edu mempunyai kelebihan kedua-duanya,” tegas Suimin lagi
Kontrak Legiun Asing PSMS Beres
Satu demi satu masalah di tubuh PSMS tampaknya mulai berguguran. Yang terbaru, kepastian Nyeck Nyobe dan Osas Saha untuk segera berkostum PSMS semakin terang. Rencananya, kedua pemain asing itu segera meneken kontrak.
Hal itu dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Jumat (30/10) kemarin. Artinya, ketika kontrak sudah diajukan, ketersediaan dana untuk itu sudah terganggulangi. Pun koordinasi dengan Ketua Umum (Ketum) PSMS Dzulmi Eldin sudah berjalan dengan baik.
“Setelah berbincang dengan Ketum, akhirnya kesepakatan mengontrak pemain asing sudah disepakati. Ketersediaan dana juga sudah ada, makanya kita segera mengikat kedua pemain itu,” terang Hendra.
Asupan dana tersebut, dijelaskan Hendra, merupakan buah dari kinerja manajemen dan pengurus PSMS dalam merangkul ayah angkat. Meskipun belum ada kepastian hitam di atas putih, namun kesepakatan secara lisan sudah terjadi.
Saat ini, klausul kontrak bagi keduanya juga sedang digembleng. Kemungkinan akan ada beberapa poin yang akan ditambahkan. “Kalau memungkinkan kita memang ingin memasukkan beberapa poin di klausul kontrak mereka,” lanjut Hendra.
Poin yang dimaksud Hendra adalah upaya memasukkan nilai kedisiplinan kepada pemain khususnya pemain asing. Pasalnya, dikhawatirkan pemain bersangkutan berlaku indisipliner saat laga berlangsung. Misalnya, sering mendapatkan kartu merah atau kuning karena melakukan pelanggaran keras yang tak perlu, ataupun memukul wasit.
“Kalau hal itu terjadi, tentu saja tim sendiri yang rugi. Makanya, rencana memasukkan beberapa poin akan kedisiplinan menjadi sorotan yang harus dicantumkan,” bilang Hendra lagi.
Usai terjadi kesepakatan antara manajemen dan pemain yang bersangkutan, Down Payment (DP) akan segera diberikan. Namun untuk sementara, DP akan dibayarkan sebesar 15 persen dahulu sebagai tanda jadinya mereka diikat oleh PSMS. Hal itu juga karena masih terbatasnya jumlah dana yang dimiliki PSMS.
“DP Mereka akan segera dibayarkan. Jumlahnya sementara 15 persen dari nilai kontrak sebagai tanda jadi. Sisanya akan segera kita bayarkan secepatnya,” tambah Hendra.
Sementara itu, keistimewaan bagi calon ayah angkat yang rela merogoh koceknya untuk pemain asing PSMS, dijelaskan pula oleh Hendra. Salah satunya adalah dengan mengistimewakan ayah angkat setiap kali pertandingan home PSMS digelar. Di antaranya dengan menyediakan tribun khusus bagi mereka saat menonton.
Apabila ayah angkat memiliki bidang usaha, maka nama atau logo usahanya itu juga akan dimasukkan ke dalam kostum PSMS. Bahkan ada rencana untuk memasangkan banner logo usahanya itu di Stadion Teladan sebagai markas PSMS menjamu tamunya di Divisi Utama.
Dan, siapa saja nama ayah angkat yang siap mendanai kontrak pemain asing dan beberapa kebutuhan tim, akan segera diumumkan di media massa. “Jadi, kalau nanti pemain asing sudah oke, maka kita akan segera umumkan di media massa. Yang jelas, kebaikan hati mereka akan kita hargai sebisa mungkin,” pungkas Hendra
Hal itu dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Jumat (30/10) kemarin. Artinya, ketika kontrak sudah diajukan, ketersediaan dana untuk itu sudah terganggulangi. Pun koordinasi dengan Ketua Umum (Ketum) PSMS Dzulmi Eldin sudah berjalan dengan baik.
“Setelah berbincang dengan Ketum, akhirnya kesepakatan mengontrak pemain asing sudah disepakati. Ketersediaan dana juga sudah ada, makanya kita segera mengikat kedua pemain itu,” terang Hendra.
Asupan dana tersebut, dijelaskan Hendra, merupakan buah dari kinerja manajemen dan pengurus PSMS dalam merangkul ayah angkat. Meskipun belum ada kepastian hitam di atas putih, namun kesepakatan secara lisan sudah terjadi.
Saat ini, klausul kontrak bagi keduanya juga sedang digembleng. Kemungkinan akan ada beberapa poin yang akan ditambahkan. “Kalau memungkinkan kita memang ingin memasukkan beberapa poin di klausul kontrak mereka,” lanjut Hendra.
Poin yang dimaksud Hendra adalah upaya memasukkan nilai kedisiplinan kepada pemain khususnya pemain asing. Pasalnya, dikhawatirkan pemain bersangkutan berlaku indisipliner saat laga berlangsung. Misalnya, sering mendapatkan kartu merah atau kuning karena melakukan pelanggaran keras yang tak perlu, ataupun memukul wasit.
“Kalau hal itu terjadi, tentu saja tim sendiri yang rugi. Makanya, rencana memasukkan beberapa poin akan kedisiplinan menjadi sorotan yang harus dicantumkan,” bilang Hendra lagi.
Usai terjadi kesepakatan antara manajemen dan pemain yang bersangkutan, Down Payment (DP) akan segera diberikan. Namun untuk sementara, DP akan dibayarkan sebesar 15 persen dahulu sebagai tanda jadinya mereka diikat oleh PSMS. Hal itu juga karena masih terbatasnya jumlah dana yang dimiliki PSMS.
“DP Mereka akan segera dibayarkan. Jumlahnya sementara 15 persen dari nilai kontrak sebagai tanda jadi. Sisanya akan segera kita bayarkan secepatnya,” tambah Hendra.
Sementara itu, keistimewaan bagi calon ayah angkat yang rela merogoh koceknya untuk pemain asing PSMS, dijelaskan pula oleh Hendra. Salah satunya adalah dengan mengistimewakan ayah angkat setiap kali pertandingan home PSMS digelar. Di antaranya dengan menyediakan tribun khusus bagi mereka saat menonton.
Apabila ayah angkat memiliki bidang usaha, maka nama atau logo usahanya itu juga akan dimasukkan ke dalam kostum PSMS. Bahkan ada rencana untuk memasangkan banner logo usahanya itu di Stadion Teladan sebagai markas PSMS menjamu tamunya di Divisi Utama.
Dan, siapa saja nama ayah angkat yang siap mendanai kontrak pemain asing dan beberapa kebutuhan tim, akan segera diumumkan di media massa. “Jadi, kalau nanti pemain asing sudah oke, maka kita akan segera umumkan di media massa. Yang jelas, kebaikan hati mereka akan kita hargai sebisa mungkin,” pungkas Hendra
Lini Tengah PSMS Makin Solid

Suimin Diharja-arsitek PSMS tampak tersenyum kecil usai timnya menang kontra PSKB Binjai dengan skor 2-0, pada laga uji coba kemarin. Senyumnya sarat makna penuh keyakinan, bahwa sesungguhnya dua gelandang yang saat ini seleksi, Edu Juanda dan Ariel Guiters layak berkostum PSMS.
Memang keduanya tidak mengemas gol, tapi keduanya bermain apik bersama gelandang lainnya, Afan Lubis dan Faisal Azmi. Artinya, keinginan Suimin untuk mengajukan kontrak keduanya ke manajemen semakin bulat.
“Edu berperan penting di pertandingan ini, dengan masuknya Edu dan Ariel di lapangan tengah, serangan lebih variatif,” ujar Suimin usai laga itu.
Menurut Suimin, Edu yang tampil 2 x 45 menit cukup stabil. “Kalau katanya cedera, saya enggak yakin, buktinya dia tampil baik 90 menit penuh, riwayat cederanya itu enggak berpengaruh apa-apa pada performanya,” kata pelatih 58 tahun ini.
Sebaliknya, Suimin malah kecewa dengan penampilan lini depan PSMS. Termasuk penampilan striker asing teranyar Osas Saha. Menurut Suimin, striker PSMS Terlihat ingin menang sendiri alias lebih condong bermain individu.
“Beberapa pemain yang masih egois dan bermain lebih mengarah ke individual, pemain depan asal dapat bola selalu hilang, ini PR ke depannya. Artinya dengan buruknya lini depan, lini belakang dan tengah bisa frustrasi,” kritik Suimin.
Pada laga itu, Jecky Pasarela kembali menunjukkan ketajamannya di lini depan. Gol yang dilesakkan dengan keras dari luar kotak penalti lawan di babak pertama cukup untuk melemahkan perjuangan anak-anak PSKB. 1-0 untuk PSMS.
Meski bertanding di kandang lawan dengan dihadiri mayoritas suporter pendukung PSKB, skuad Ayam Kinantan tidak gentar, malahan sejak awal, PSMS yang digawangi mayoritas skuad muda lokal ini tampil mendominasi.
Unggul satu gol, M Afan Lubis dkk tidak menurunkan tempo permainannya, berkali-kali peluang tercipta, begitupun PSKB juga memberikan perlawanan sengit, meski serangan selalu kandas di kaki pemain bertahan PSMS. Suimin yang sengaja menurunkan gelandang asal Chile, Ariel Gutterez dan Edu Juanda terbukti bisa memaksimalkan daya serang tim, namun lini depan tidak mampu menyelesaikan dengan baik.
Praktis selama 45 menit pertama serang menyerang terjadi antara kedua kubu, tetapi hingga peluit tanda jeda babak pertama, The Killer—julukan lain PSMS—masih belum mampu menambah keunggulan.
Di babak kedua, suhu pertandingan semakin meninggi, skuad asuhan pelatih Suyud yang tidak mau kehilangan muka di depan publik pendukung, terus berusaha menekan, beberapa kali peluang berhasil diciptakan lewat counter attack, tetapi kawalan barisan belakang PSMS tidak tertembus.
Di pertengahan babak kedua publik Binjai dibuat terdiam oleh gol yang berhasil dilesakkan dengan baik oleh gelandang serang, Faisal Azmi. Lolos dari kawalan pemain belakang lawan, pesepakbola berambut gondrong tersebut sukses melesakkan bola ke sisi kanan gawang lawan. Skor 2-0 bertahan untuk keunggulan PSMS hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua di tiup wasit.
Sementara sang arsitek PSKB, Suyud, mengakui, PSMS bermain baik dan brilian terutama di sektor tengah. “Mereka bagus, selamat. Pemain tengah lawan terutama Edu Juanda dan Afan Lubis bisa berlari bebas tanpa terkawal, dan saya akui memang kualitas tim kita tidak merata, apalagi sebelum pertandingan ini kita baru dua kali latihan,”sebutnya.
Selain itu, masalah finansial juga masih menjadi persoalan buruknya performa anak asuhnya. “Kita saat ini terkendala finansial sebenarnya potensi pemain cukup bagus. Oleh karena itu kami mohon bantuan masyarakat Binjai untuk kemajuan tim ini,” harapnya
Friday, October 30, 2009
Ayam Kinantan jajal PSKB
Setelah menjajal PSGL Gayo Lues di Stadion Kebun Bunga, PSMS Medan kembali akan melakoni ujicoba tandang melawan PSKB Binjai di Stadion Binjai, Sabtu besok.
Dalam laga tersebut, pelatih PSMS Suimin Dihardja akan membawa seluruh pemain termasuk dua legiun asing, Nyeck Nyobe dan Osas Saha. Pada latihan Kamis, Suimin bersama Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan pelatih fisik Nimrot Manalu memfokuskan kebugaran pemain.
Menjajal PSKB yang merupakan penghuni Divisi II, Suimin menyebutkan akan menggunakan formasi sama seperti saat menghadapi PSGL. Dalam ujicoba yang dimenangkan PSMS 3-0, pelatih ‘kampung’ itu mengakui masih banyak kelemahan.
"Kalau ingin target lolos ke Super Liga musim depan terpenuhi, kita harus benahi kelemahan kita," terangnya sembari menambahkan kelemahan terlihat pada minimnya komunikasi antara pemain belakang.
Nyeck Nyobe yang menempati posisi palang pintu bersama Selamet Riadi juga turut membantu penyerangan. Mantan bek Persib Bandung musim lalu turut membantu pergerakan Affan Lubis cs di lini tengah. Menghadapi PSKB, Suimin menekankan kepada pemain untuk tidak menghambur-hamburkan bola.
“Melawan PSGL, pemain banyak melakukan kesalahan umpan sehingga bola terbuang sia-sia. Penampilan Osas Saha di lini depan sudah baik. Walaupun mendapat pengawalan ketat, dia masih dapat memberikan kontribusi kepada Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring. Bahkan satu gol cetakan Jecky berasal dari 9 assist Saha,” tutur Suimin.
Suimin mengakui melihat situasi dalam menggunakan formasi 4-4-2 dan 4-3-3 atau 3-5-2. Kalau duet penyerang dipakai Saha dan Jecky Pasarella, sedangkan Kamil sebagai second striker atau sebaliknya Jecky yang menjadi second striker. Itu melihat situasi di lapangan dan bukan mustahil pemain depan lainnya seperti Hardi Citra menjadi starter,” tambah Suimin lagi
Dalam laga tersebut, pelatih PSMS Suimin Dihardja akan membawa seluruh pemain termasuk dua legiun asing, Nyeck Nyobe dan Osas Saha. Pada latihan Kamis, Suimin bersama Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan pelatih fisik Nimrot Manalu memfokuskan kebugaran pemain.
Menjajal PSKB yang merupakan penghuni Divisi II, Suimin menyebutkan akan menggunakan formasi sama seperti saat menghadapi PSGL. Dalam ujicoba yang dimenangkan PSMS 3-0, pelatih ‘kampung’ itu mengakui masih banyak kelemahan.
"Kalau ingin target lolos ke Super Liga musim depan terpenuhi, kita harus benahi kelemahan kita," terangnya sembari menambahkan kelemahan terlihat pada minimnya komunikasi antara pemain belakang.
Nyeck Nyobe yang menempati posisi palang pintu bersama Selamet Riadi juga turut membantu penyerangan. Mantan bek Persib Bandung musim lalu turut membantu pergerakan Affan Lubis cs di lini tengah. Menghadapi PSKB, Suimin menekankan kepada pemain untuk tidak menghambur-hamburkan bola.
“Melawan PSGL, pemain banyak melakukan kesalahan umpan sehingga bola terbuang sia-sia. Penampilan Osas Saha di lini depan sudah baik. Walaupun mendapat pengawalan ketat, dia masih dapat memberikan kontribusi kepada Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring. Bahkan satu gol cetakan Jecky berasal dari 9 assist Saha,” tutur Suimin.
Suimin mengakui melihat situasi dalam menggunakan formasi 4-4-2 dan 4-3-3 atau 3-5-2. Kalau duet penyerang dipakai Saha dan Jecky Pasarella, sedangkan Kamil sebagai second striker atau sebaliknya Jecky yang menjadi second striker. Itu melihat situasi di lapangan dan bukan mustahil pemain depan lainnya seperti Hardi Citra menjadi starter,” tambah Suimin lagi
Selamet cs siap jaga keangkeran Teladan

Para pemain PSMS Medan menjanjikan akan menjadikan Stadion Teladan Medan selama musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 untuk tetap menjaga keangkerannya saat menjamu tim tamu mulai 25 November mendatang.
Palang pintu PSMS, Selamet Riyadi, Kamis mengaku, mereka sudah siap tampil di kompetisi dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat Medan khususnya kepada Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap sebagai orang nomor satu di kota Medan dan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi beserta unsur pengurus PSMS.
“Kepercayaan yang telah diberikan kepada kami tidak akan kami sia-siakan. Kami juga siap bermandikan keringat demi membela PSMS,” lanjut Selamet yang pernah menjadi kapten tim PSMS ketika menjadi semifinalis di kompetsi Perserikatan beberapa tahun lalu.
Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Kamis (29/10) mengatakan, bermain di stadion kebanggaan kota Medan itu tidak ada alasan bagi tim Ayam Kinantan untuk tidak meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan yang dilakoni.
Respon positif suporter PSMS sendiri bahkan sudah terlihat sejak melakukan persiapan. Dari seratusan penonton yang hadir menyaksikan latihan skuad Ayam Kinantan setiap sore di Stadion Kebun Bunga, tidak sedikit yang memberikan aplaus kepada Affan Lubis cs.
"Kita akan tampil sesuai karakter kami selama ini. Mudah-mudahan publik Medan suka dengan gaya permainan kami sekaligus mendukung penuh saat berlaga nanti," harap Suimin.
Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa juga berharap agar ketika bermain di Stadion Teladan, suporter Medan bisa memberikan dukungan penuh untuk tim asuhannya.
Hendra mengakui, pihaknya sedang mempersiapkan tim menghadapi pertandingan ujicoba dengan Penang FC (Malaysia) dan PSAP Sigli yang menurut rencana akan digelar di Stadion Teladan, 13 November nanti.
Sementara itu, Manajer PSAP M Yasin mengatakan, laga ujicoba melawan PSMS dan Penang FC tersebut penting karena dapat menjadi ajang pihaknya melihat kemampuan tim besutan pelatih Kustiono.
“Terlebih lagi para pemain PSAP yang direkrut umumnya masih muda dan tergolong baru dalam kancah dunia sepakbola Divisi Utama. Selain itu, duel kali ini merupakan kesempatan baik untuk kami mengukur kekuatan dan kesiapan tim menjelang kompetisi,” jelas Yasin.
Lounching Direncanakan Sederhana
MESKI telah menggelar beberapa kali rapat persiapan peluncuran (launching) PSMS, akhirnya disepakati perkenalan PSMS kepada masyarakat Medan akan digelar sederhana tidak dengan gaya glamor sebagaimana rencana awal.
Sebelumnya, manajemen menganggarkan dana Rp100 untuk lounching PSMS tersebut. Karena tak ada kesepakatan antara pengurus, manajemen dan panitia pelaksana, maka lounchingnya dibuat sederhana saja.
Itu disampaikan Manajer PSMS, Hendra DS kepada wartawan kemarin.”Launching tetap jadi, tapi tidak dibuat besar-besaran dibuat sederhana aja dengan perkenalan yang biasa saja,” kata Hendra.
Tujuan awal Launching menurutnya diagendakan untuk menarik simpati masyarakat, terutama pengusaha kota Medan agar menjadi sponsor pendukung tim berjulukan Ayam Kinantan ini. Tetapi panpel yang sedianya melaksanakan program itu berpandangan lain.
“Ya, memang kita harapkan ada perhatian dari pihak pengusaha di Medan, agar mau jadi “ayah angkat” khususnya untuk menanggulangi kontrak pemain asing,” lanjut Hendra.
Sementara Sekretaris PSMS, Agus Suryono membenarkan kemungkinan batalnya launching tersebut, dan akan diganti dengan acara yang lebih sederhana. Ini mengingat dana untuk menggelar perhelatan tersebut. “Semua masih digodok, kita belum tahu bagaimana kelanjutan dari rencana peluncuran itu, berapa dana yang akan dipakai, itu belumj jelas, kita tidak ingin jika peluncuran itu nantinya bak besar pasak daripada tiang, kalau memang seperti itu, buat apa digelar besar-besaran,” tandas Agus.
Beredar kabar, seremonial perkenalan M Afan Lubis dkk ke publik Medan itu akan dilakukan dengan menggelar makan malam bersama saja antara pengurus, manajemen, pelatih seluruh skuad PSMS dengan mengundang pihak pengusaha Medan, serta Gubsu Syamsul Arifin sebagai tamu kehormatan.
Gubsu pun menyatakan komitmenya untuk datang saat Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan pengurus PSMS lainnya menyambangi kantor gubernur beberapa waktu yang lalu.
“Tidak mungkin kita menggelar acara launching dengan budget (anggaran) 150 juta,
sementara hasil yang didapatkan cuma 200 juta. Sama saja dengan balik modal kan. Lebih baik kita buat acara dengan modal 50 juta, tetapi yang didapat lebih dari 200 juta,” urai Agus
Sebelumnya, manajemen menganggarkan dana Rp100 untuk lounching PSMS tersebut. Karena tak ada kesepakatan antara pengurus, manajemen dan panitia pelaksana, maka lounchingnya dibuat sederhana saja.
Itu disampaikan Manajer PSMS, Hendra DS kepada wartawan kemarin.”Launching tetap jadi, tapi tidak dibuat besar-besaran dibuat sederhana aja dengan perkenalan yang biasa saja,” kata Hendra.
Tujuan awal Launching menurutnya diagendakan untuk menarik simpati masyarakat, terutama pengusaha kota Medan agar menjadi sponsor pendukung tim berjulukan Ayam Kinantan ini. Tetapi panpel yang sedianya melaksanakan program itu berpandangan lain.
“Ya, memang kita harapkan ada perhatian dari pihak pengusaha di Medan, agar mau jadi “ayah angkat” khususnya untuk menanggulangi kontrak pemain asing,” lanjut Hendra.
Sementara Sekretaris PSMS, Agus Suryono membenarkan kemungkinan batalnya launching tersebut, dan akan diganti dengan acara yang lebih sederhana. Ini mengingat dana untuk menggelar perhelatan tersebut. “Semua masih digodok, kita belum tahu bagaimana kelanjutan dari rencana peluncuran itu, berapa dana yang akan dipakai, itu belumj jelas, kita tidak ingin jika peluncuran itu nantinya bak besar pasak daripada tiang, kalau memang seperti itu, buat apa digelar besar-besaran,” tandas Agus.
Beredar kabar, seremonial perkenalan M Afan Lubis dkk ke publik Medan itu akan dilakukan dengan menggelar makan malam bersama saja antara pengurus, manajemen, pelatih seluruh skuad PSMS dengan mengundang pihak pengusaha Medan, serta Gubsu Syamsul Arifin sebagai tamu kehormatan.
Gubsu pun menyatakan komitmenya untuk datang saat Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan pengurus PSMS lainnya menyambangi kantor gubernur beberapa waktu yang lalu.
“Tidak mungkin kita menggelar acara launching dengan budget (anggaran) 150 juta,
sementara hasil yang didapatkan cuma 200 juta. Sama saja dengan balik modal kan. Lebih baik kita buat acara dengan modal 50 juta, tetapi yang didapat lebih dari 200 juta,” urai Agus
Lapangan Mirip Rawa-rawa
Soal fasilitas tampaknya PSMS harus mengelus dada. Bagaimana tidak, tak hanya Stadion Teladan yang kondisinya mengerikan, Stadion Kebun Bunga yang telah diplot sebagai home ground pun kondisinya tak jauh beda. Utamanya lapangan, ketika hujan langsung mirip rawa-rawa.
Belum lagi tingkat kedatarannya sungguh ironis. Selain tak sedap dipandang mata, lapangan Kebun Bunga pun dikhawatirkan akan mencederai pemain. Minimal terkilir karena jatuh ke bagian lapangan yang tak rata.
Keadaan ini menjadi ironi. Bagaimana mau main cantik, mengumpan dan mengontrol bola pun tak bisa diterapkan dengan baik oleh para pemain.
Semua pihak, khususnya pelatih Suimin Diharja sudah berulang kali mengeluhkan persoalan ini. Pemain pun tak ragu untuk mengeluhkan kondisi itu.
“Ada beberapa bagian di lapangan yang sangat parah, banyak lubang terutama di sekitar kotak penalti, dan sudah saatnya diperbaiki,” ujarnya.
Senada dengan Suimin, pemain senior PSMS, M Afan Lubis juga berharap agar lapangan Kebun Bunga segera direnovasi. Selain bisa mencederai pemain, performa pemain juga sedikit berkembang oleh keadaan tersebut. “Selesai main kaki lumayan sakit di bagian telapak, aliran bola juga enggak lancar, cukup kuatir juga memang kalau enggak main hati-hati, karena bisa cedera. Tampaknya sudah saatnya diperbaiki, minimal ditimbun dan diratakanlah,” harap Afan.
Lebih parahnya, melihat kondisi itu, Johan fans PSMS yang saban hari mengunjung Stadion Kebun Bunga menyeletuk, “MU pun mana bisa main di Kebun Bunga,” ucapnya
Belum lagi tingkat kedatarannya sungguh ironis. Selain tak sedap dipandang mata, lapangan Kebun Bunga pun dikhawatirkan akan mencederai pemain. Minimal terkilir karena jatuh ke bagian lapangan yang tak rata.
Keadaan ini menjadi ironi. Bagaimana mau main cantik, mengumpan dan mengontrol bola pun tak bisa diterapkan dengan baik oleh para pemain.
Semua pihak, khususnya pelatih Suimin Diharja sudah berulang kali mengeluhkan persoalan ini. Pemain pun tak ragu untuk mengeluhkan kondisi itu.
“Ada beberapa bagian di lapangan yang sangat parah, banyak lubang terutama di sekitar kotak penalti, dan sudah saatnya diperbaiki,” ujarnya.
Senada dengan Suimin, pemain senior PSMS, M Afan Lubis juga berharap agar lapangan Kebun Bunga segera direnovasi. Selain bisa mencederai pemain, performa pemain juga sedikit berkembang oleh keadaan tersebut. “Selesai main kaki lumayan sakit di bagian telapak, aliran bola juga enggak lancar, cukup kuatir juga memang kalau enggak main hati-hati, karena bisa cedera. Tampaknya sudah saatnya diperbaiki, minimal ditimbun dan diratakanlah,” harap Afan.
Lebih parahnya, melihat kondisi itu, Johan fans PSMS yang saban hari mengunjung Stadion Kebun Bunga menyeletuk, “MU pun mana bisa main di Kebun Bunga,” ucapnya
Thursday, October 29, 2009
Pembangunan sepakbola merupakan investasi
Orang yang memimpin olahraga khususnya cabang sepakbola harus dinamis, tidak boleh defensif dan pesimis serta harus mendedikasikan dirinya bagi kemajuan sepakbola.
Lagipula sepakbola memiliki dampak besar bagi daerah dan masyarakat. Pembangunan olahraga di cabang tersebut bukan merupakan pembangunan sia-sia, namun investasi bagi daerah dan masyarakat.
Demikian diungkapkan salah seorang penggemar berat PSMS Medan Muhammad Arif SE ketika dihubungi di Medan, Selasa. Arif pun berharap Ketua Umum PSMS Drs H Eldin Dzulmi MSi dapat membawa kemajuan dalam kondisi apapun.
"Karenanya, ketika Pemko Medan memperhatikan sepakbola, itu merupakan kepentingan masyarakat dan bukan sia-sia. Namun sebuah investasi bagi daerahnya," ujar Arif.
Arif menganalogikan ketika dibangunnya kawasan Gelanggang Bung Karno yang masih sepi. “Kini, kawasan itu telah ramai dan menjadi kawasan ekonomis,” sebutnya menirukan ucapan Ketua Umum PSSI H Nurdin Halid.
"Ini kan pembangunan yang tidak sia-sia, tapi investasi di masa depan. Semoga saja pengurus PSMS dapat melakukan terobosan dan pengembangan serupa bagi kemajuan sepakbola ini,” tambah Arif.
Dia juga mengingatkan manajemen agar tetap memperhatikan kesejahteraan pemain baik lokal maupun asing yang dipercaya memperkuat PSMS pada kompetisi Divisi Utama PSSI, November mendatang.
Ditambahkan, dengan diperhatikannya kesejahteraan dan lancarnya pembayaran gaji, jelas akan semakin menambah semangat pemain dan rasa tanggungjawab untuk membela The Killer
Lagipula sepakbola memiliki dampak besar bagi daerah dan masyarakat. Pembangunan olahraga di cabang tersebut bukan merupakan pembangunan sia-sia, namun investasi bagi daerah dan masyarakat.
Demikian diungkapkan salah seorang penggemar berat PSMS Medan Muhammad Arif SE ketika dihubungi di Medan, Selasa. Arif pun berharap Ketua Umum PSMS Drs H Eldin Dzulmi MSi dapat membawa kemajuan dalam kondisi apapun.
"Karenanya, ketika Pemko Medan memperhatikan sepakbola, itu merupakan kepentingan masyarakat dan bukan sia-sia. Namun sebuah investasi bagi daerahnya," ujar Arif.
Arif menganalogikan ketika dibangunnya kawasan Gelanggang Bung Karno yang masih sepi. “Kini, kawasan itu telah ramai dan menjadi kawasan ekonomis,” sebutnya menirukan ucapan Ketua Umum PSSI H Nurdin Halid.
"Ini kan pembangunan yang tidak sia-sia, tapi investasi di masa depan. Semoga saja pengurus PSMS dapat melakukan terobosan dan pengembangan serupa bagi kemajuan sepakbola ini,” tambah Arif.
Dia juga mengingatkan manajemen agar tetap memperhatikan kesejahteraan pemain baik lokal maupun asing yang dipercaya memperkuat PSMS pada kompetisi Divisi Utama PSSI, November mendatang.
Ditambahkan, dengan diperhatikannya kesejahteraan dan lancarnya pembayaran gaji, jelas akan semakin menambah semangat pemain dan rasa tanggungjawab untuk membela The Killer
Taklukkan PSGL 3-0

PSMS Medan memetik kemenangan 3-0 atas PSGL Gayo Lues pada partai eksebsi di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu. Kendati mampu menaklukkan tamunya, namun permainan skuad Ayam Kinantan besutan Suimin Dihardja itu belum kompak.
Strategi perangkap offside yang diperagakan pemain belakang PSMS bahkan nyaris membuahkan gol bagi tim asal Aceh itu. Suimin Dihardja membenarkan pemain belakang pasukannya kurang komunikasi dan laga itu juga merupakan pertama bagi Nyeck Nyobe sejak kedatangannya mengikuti seleksi.
Mantan bek Persib Bandung itu pun diharapkan dapat berkomunikasi lebih baik lagi dengan rekan-rekannya. Pasalnya, dua jebakan offside yang diterapkan nyaris membuahkan gol, namun striker PSGL tidak mampu memaksimalkan peluang tersebut hingga gagal menaklukkan kiper Irwin Ramadhana.
Menit-menit awal, tim tamu Divisi II itu melakukan tekanan namun Ayam Kinantan berhasil melepaskan diri dari pressure lawan. Gol pertama tercipta pada menit ke-22 melalui heading Jecky Pasarella yang meneruskan umpan Osas Saha.
Unggul satu gol mengangkat kepercayaan diri Affan Lubis cs. Mereka memperagakan permainan umpan pendek, namun selalu kandas karena lapangan licin hingga menyulitkan kedua tim mengembangkan permainan.
Jecky kembali tampil gemilang dan mencetak gol keduanya pada menit 35 kala memanfaatkan kesalahan pertahanan PSGL. Kedudukan 2-0 akhirnya bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Suimin merotasi tim dengan hampir menukar seluruh pemain. Hardi Citra akhirnya menambah kemenangan skuad Ayam Kinantan di pertengahan babak kedua. Berawal dari kesalahan pemain belakang PSGL, Hardi tanpa kesulitan merobek gawang lawan.
Suimin menambahkan, sebelum laga perdana pada kompetisi sesungguhnya PSMS menggelar pertandingan ujicoba. Pada Sabtu (31/10), PSMS dijadwalkan bertandang ke markas PSKB Binjai
Pemantapan Skema
Agenda uji coba kembali digelar oleh PSMS. Rencananya, sore ini di Stadion Kebun Bunga, PSMS akan meladeni perlawanan klub Divisi II PSGL Gayo Luwes asal NAD. Kali ini, target yang akan dicari adalah pemantapan skema plus pematangan kerangka tim.
Secara kasat mata, skuad inti sebenarnya sudah mulai dimunculkan oleh Suimin Diharja arsitek PSMS. Namun, pelatih kampung itu masih sering merasa ada yang kurang pas dalam kerangka yang mulai dibangunnya itu.
“Maka itu, dalam setiap latihan, proses pemantapan selalu menjadi target utama sebelum akhirnya fokus kepada pematangan. Uji coba melawan PSGL ini salah satu cara mencari target-target tersebut,” beber Suimin usai latihan kemarin.
Maka itu, bongkar pasang skuad masih sangat mungkin terjadi. Tak lepas dari program promosi-degradasi yang masih dipertahankan Suimin hingga berakhirnya bulan ini. Artinya, ada kemungkinan penambahan skuad baru dan melepas skuad lama yang bahkan sudah ikat kontrak.
“Khusus kerangka tim saya rasa kalian juga sudah bisa melihat. Tapi saya masih merasa ada yang kurang pas. Maka itu saya terus mencari siapa pemain yang layak masuk kerangka tim inti. Dan sampai saat ini, masih selalu ada kemungkinan-kemungkinan lain,” kata Suimin lagi.
Syukurnya, berkat ancaman degradasi itu, performa skuad PSMS dikatakan Suimin meningkat. Beberapa pemain muda yang kadang tak masuk hitungan, pelan-pelan menujukkan kemampuan yang
yang sebenarnyaBeberapa pemain yang selama ini tidak begitu baik penampilannya, mulai menunjukkan grafik peningkatan yang luar biasa. Saya senang dengan kondisi ini. Semoga saja bisa terus terjaga sampai kompetisi sebenarnya digulirkan,” lanjut Suimin.
Untuk itu, agenda uji coba rencananya dua kali akan digelar pekan ini. Sore ini PSGL, sementara Sabtu mendatang PSKB Binjai yang akan menjamu PSMS di Binjai
Secara kasat mata, skuad inti sebenarnya sudah mulai dimunculkan oleh Suimin Diharja arsitek PSMS. Namun, pelatih kampung itu masih sering merasa ada yang kurang pas dalam kerangka yang mulai dibangunnya itu.
“Maka itu, dalam setiap latihan, proses pemantapan selalu menjadi target utama sebelum akhirnya fokus kepada pematangan. Uji coba melawan PSGL ini salah satu cara mencari target-target tersebut,” beber Suimin usai latihan kemarin.
Maka itu, bongkar pasang skuad masih sangat mungkin terjadi. Tak lepas dari program promosi-degradasi yang masih dipertahankan Suimin hingga berakhirnya bulan ini. Artinya, ada kemungkinan penambahan skuad baru dan melepas skuad lama yang bahkan sudah ikat kontrak.
“Khusus kerangka tim saya rasa kalian juga sudah bisa melihat. Tapi saya masih merasa ada yang kurang pas. Maka itu saya terus mencari siapa pemain yang layak masuk kerangka tim inti. Dan sampai saat ini, masih selalu ada kemungkinan-kemungkinan lain,” kata Suimin lagi.
Syukurnya, berkat ancaman degradasi itu, performa skuad PSMS dikatakan Suimin meningkat. Beberapa pemain muda yang kadang tak masuk hitungan, pelan-pelan menujukkan kemampuan yang
yang sebenarnyaBeberapa pemain yang selama ini tidak begitu baik penampilannya, mulai menunjukkan grafik peningkatan yang luar biasa. Saya senang dengan kondisi ini. Semoga saja bisa terus terjaga sampai kompetisi sebenarnya digulirkan,” lanjut Suimin.
Untuk itu, agenda uji coba rencananya dua kali akan digelar pekan ini. Sore ini PSGL, sementara Sabtu mendatang PSKB Binjai yang akan menjamu PSMS di Binjai
Dua Pemain Diistirahatkan
DUA pemain seleksi masing-masing Deli Lionto alias Aheng dan Najib Husain, untuk sementara diistirahatkan oleh Suimin Diharja pelatih PSMS. Bukan langsung dibuang karena dianggap layak berkostum Kinantan, tapi lebih kepada fokus kepada pembentukan tim inti.
“Kedua pemain itu sudah diketahui kemampuannya. Jadi karena kita memasuki fokus pembentukan kerangka tim, mereka diisirahatkan dulu. Sewaktu-waktu mereka bisa saja kembali lagi kalau memang dibutuhkan,” terang Suimin.
Artinya, kedua pemain itu sebenarnya telah disiapkan sebagai pelapis. Seandainya pemain yang ada saat ini nantinya ada yang terdegradasi, maka Aheng atau Najib yang akan dipanggil.
Dan kepastian akan hal itu akan segera diketahui memasuki awal bulan depan. Karena sesuai jadwal, Suimin rencananya akan membeberkan rapor masing-masing pemain kepada manajemen dan pengurus PSMS. Siapa yang memang layak dibuang, ya akan dibuang. Dan siapa yang akan dijadikan pelapis, maka akan diutarakan juga.
“Jadi rapor pemain itu selalu saya isi. Rapor itu rangkuman perkembangan latihan selama satu pekan. Jadi dalam satu bulan, akan ada empat rapor masing-masing pemain. Itulah yang akan saya presentasikan kepada manajemen,” lanjut Suimin.
Termasuk sosok Ariel Guiteres dan beberapa pemain yang masih terus seleksi selama ini. Khusus Ariel, Suimin sudah pernah menyatakan ketertarikan untuk merekrutnya. Sama halnya dengan Edu Juanda. Meski kedua pemain ini dikabarkan mengalami cedera panjang, namun Suimin masih yakin keduanya masih bisa berbuat banyak bagi PSMS.
“Maka itu, semuanya akan saya utarakan saat presentasi rapor para pemain awal bulan nanti,” pungkas Suimin.
“Kedua pemain itu sudah diketahui kemampuannya. Jadi karena kita memasuki fokus pembentukan kerangka tim, mereka diisirahatkan dulu. Sewaktu-waktu mereka bisa saja kembali lagi kalau memang dibutuhkan,” terang Suimin.
Artinya, kedua pemain itu sebenarnya telah disiapkan sebagai pelapis. Seandainya pemain yang ada saat ini nantinya ada yang terdegradasi, maka Aheng atau Najib yang akan dipanggil.
Dan kepastian akan hal itu akan segera diketahui memasuki awal bulan depan. Karena sesuai jadwal, Suimin rencananya akan membeberkan rapor masing-masing pemain kepada manajemen dan pengurus PSMS. Siapa yang memang layak dibuang, ya akan dibuang. Dan siapa yang akan dijadikan pelapis, maka akan diutarakan juga.
“Jadi rapor pemain itu selalu saya isi. Rapor itu rangkuman perkembangan latihan selama satu pekan. Jadi dalam satu bulan, akan ada empat rapor masing-masing pemain. Itulah yang akan saya presentasikan kepada manajemen,” lanjut Suimin.
Termasuk sosok Ariel Guiteres dan beberapa pemain yang masih terus seleksi selama ini. Khusus Ariel, Suimin sudah pernah menyatakan ketertarikan untuk merekrutnya. Sama halnya dengan Edu Juanda. Meski kedua pemain ini dikabarkan mengalami cedera panjang, namun Suimin masih yakin keduanya masih bisa berbuat banyak bagi PSMS.
“Maka itu, semuanya akan saya utarakan saat presentasi rapor para pemain awal bulan nanti,” pungkas Suimin.
Wednesday, October 28, 2009
Butuh Rp600 Juta
FUNGSI “ayah angkat” sangat diperlukan guna membantu pengelolaan PSMS, termasuk menanggulangi kontrak pemain asing. Untuk itu PSMS membentuk tim kecil untuk mencari “ayah angkat”.
Tim kecil yang dibentuk itu terdiri dari seluruh pengurus dan manajemen tim PSMS. Tugasnya, membawa profosal yang akan dimasukkan ke sejumlah perusahaan dan pengusaha di Medan. Sebelumnya, manajemen hanya menanti kepastian dari calon penyandang dana yang hingga kini belum jelas.
Menurut Zulkifli Husain, asisten manejer PSMS, saat ini sudah saatnya PSMS bergerak cepat dan menjemput bola. “Waktu semakin mepet. Kita harus bergerak cepat. Kalau profosal sudah siap, maka masing-masing dari kami akan jalan dan mencari dana. Sejauh ini, sudah ada beberapa daftar yang siap menyumbang bagi PSMS. Maka itu kita harus jemput bola,” beber Zulkifli.
Khusus pemain asing, PSMS saat ini butuh dana segar senilai Rp600 juta. Sebenarnya jumlah itu terbilang murah, namun sayang PSMS tidak memiliki dana lebih musim ini karena tidak lagi diperbolehkan menyerap dana dari APBD. Sialnya lagi, PSMS hingga kini belum satu pun mendapat sponsor yang siap mengucurkan dananya untuk mengarungi Divisi Utama yang tak lama lagi akan bergulir
Tim kecil yang dibentuk itu terdiri dari seluruh pengurus dan manajemen tim PSMS. Tugasnya, membawa profosal yang akan dimasukkan ke sejumlah perusahaan dan pengusaha di Medan. Sebelumnya, manajemen hanya menanti kepastian dari calon penyandang dana yang hingga kini belum jelas.
Menurut Zulkifli Husain, asisten manejer PSMS, saat ini sudah saatnya PSMS bergerak cepat dan menjemput bola. “Waktu semakin mepet. Kita harus bergerak cepat. Kalau profosal sudah siap, maka masing-masing dari kami akan jalan dan mencari dana. Sejauh ini, sudah ada beberapa daftar yang siap menyumbang bagi PSMS. Maka itu kita harus jemput bola,” beber Zulkifli.
Khusus pemain asing, PSMS saat ini butuh dana segar senilai Rp600 juta. Sebenarnya jumlah itu terbilang murah, namun sayang PSMS tidak memiliki dana lebih musim ini karena tidak lagi diperbolehkan menyerap dana dari APBD. Sialnya lagi, PSMS hingga kini belum satu pun mendapat sponsor yang siap mengucurkan dananya untuk mengarungi Divisi Utama yang tak lama lagi akan bergulir
Subscribe to:
Posts (Atom)