Thursday, October 29, 2009

Pembangunan sepakbola merupakan investasi

Orang yang memimpin olahraga khususnya cabang sepakbola harus dinamis, tidak boleh defensif dan pesimis serta harus mendedikasikan dirinya bagi kemajuan sepakbola.

Lagipula sepakbola memiliki dampak besar bagi daerah dan masyarakat. Pembangunan olahraga di cabang tersebut bukan merupakan pembangunan sia-sia, namun investasi bagi daerah dan masyarakat.

Demikian diungkapkan salah seorang penggemar berat PSMS Medan Muhammad Arif SE ketika dihubungi di Medan, Selasa. Arif pun berharap Ketua Umum PSMS Drs H Eldin Dzulmi MSi dapat membawa kemajuan dalam kondisi apapun.

"Karenanya, ketika Pemko Medan memperhatikan sepakbola, itu merupakan kepentingan masyarakat dan bukan sia-sia. Namun sebuah investasi bagi daerahnya," ujar Arif.

Arif menganalogikan ketika dibangunnya kawasan Gelanggang Bung Karno yang masih sepi. “Kini, kawasan itu telah ramai dan menjadi kawasan ekonomis,” sebutnya menirukan ucapan Ketua Umum PSSI H Nurdin Halid.

"Ini kan pembangunan yang tidak sia-sia, tapi investasi di masa depan. Semoga saja pengurus PSMS dapat melakukan terobosan dan pengembangan serupa bagi kemajuan sepakbola ini,” tambah Arif.

Dia juga mengingatkan manajemen agar tetap memperhatikan kesejahteraan pemain baik lokal maupun asing yang dipercaya memperkuat PSMS pada kompetisi Divisi Utama PSSI, November mendatang.

Ditambahkan, dengan diperhatikannya kesejahteraan dan lancarnya pembayaran gaji, jelas akan semakin menambah semangat pemain dan rasa tanggungjawab untuk membela The Killer

Taklukkan PSGL 3-0


PSMS Medan memetik kemenangan 3-0 atas PSGL Gayo Lues pada partai eksebsi di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu. Kendati mampu menaklukkan tamunya, namun permainan skuad Ayam Kinantan besutan Suimin Dihardja itu belum kompak.

Strategi perangkap offside yang diperagakan pemain belakang PSMS bahkan nyaris membuahkan gol bagi tim asal Aceh itu. Suimin Dihardja membenarkan pemain belakang pasukannya kurang komunikasi dan laga itu juga merupakan pertama bagi Nyeck Nyobe sejak kedatangannya mengikuti seleksi.

Mantan bek Persib Bandung itu pun diharapkan dapat berkomunikasi lebih baik lagi dengan rekan-rekannya. Pasalnya, dua jebakan offside yang diterapkan nyaris membuahkan gol, namun striker PSGL tidak mampu memaksimalkan peluang tersebut hingga gagal menaklukkan kiper Irwin Ramadhana.

Menit-menit awal, tim tamu Divisi II itu melakukan tekanan namun Ayam Kinantan berhasil melepaskan diri dari pressure lawan. Gol pertama tercipta pada menit ke-22 melalui heading Jecky Pasarella yang meneruskan umpan Osas Saha.

Unggul satu gol mengangkat kepercayaan diri Affan Lubis cs. Mereka memperagakan permainan umpan pendek, namun selalu kandas karena lapangan licin hingga menyulitkan kedua tim mengembangkan permainan.

Jecky kembali tampil gemilang dan mencetak gol keduanya pada menit 35 kala memanfaatkan kesalahan pertahanan PSGL. Kedudukan 2-0 akhirnya bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Suimin merotasi tim dengan hampir menukar seluruh pemain. Hardi Citra akhirnya menambah kemenangan skuad Ayam Kinantan di pertengahan babak kedua. Berawal dari kesalahan pemain belakang PSGL, Hardi tanpa kesulitan merobek gawang lawan.

Suimin menambahkan, sebelum laga perdana pada kompetisi sesungguhnya PSMS menggelar pertandingan ujicoba. Pada Sabtu (31/10), PSMS dijadwalkan bertandang ke markas PSKB Binjai

Pemantapan Skema

Agenda uji coba kembali digelar oleh PSMS. Rencananya, sore ini di Stadion Kebun Bunga, PSMS akan meladeni perlawanan klub Divisi II PSGL Gayo Luwes asal NAD. Kali ini, target yang akan dicari adalah pemantapan skema plus pematangan kerangka tim.
Secara kasat mata, skuad inti sebenarnya sudah mulai dimunculkan oleh Suimin Diharja arsitek PSMS. Namun, pelatih kampung itu masih sering merasa ada yang kurang pas dalam kerangka yang mulai dibangunnya itu.

“Maka itu, dalam setiap latihan, proses pemantapan selalu menjadi target utama sebelum akhirnya fokus kepada pematangan. Uji coba melawan PSGL ini salah satu cara mencari target-target tersebut,” beber Suimin usai latihan kemarin.

Maka itu, bongkar pasang skuad masih sangat mungkin terjadi. Tak lepas dari program promosi-degradasi yang masih dipertahankan Suimin hingga berakhirnya bulan ini. Artinya, ada kemungkinan penambahan skuad baru dan melepas skuad lama yang bahkan sudah ikat kontrak.
“Khusus kerangka tim saya rasa kalian juga sudah bisa melihat. Tapi saya masih merasa ada yang kurang pas. Maka itu saya terus mencari siapa pemain yang layak masuk kerangka tim inti. Dan sampai saat ini, masih selalu ada kemungkinan-kemungkinan lain,” kata Suimin lagi.

Syukurnya, berkat ancaman degradasi itu, performa skuad PSMS dikatakan Suimin meningkat. Beberapa pemain muda yang kadang tak masuk hitungan, pelan-pelan menujukkan kemampuan yang
yang sebenarnyaBeberapa pemain yang selama ini tidak begitu baik penampilannya, mulai menunjukkan grafik peningkatan yang luar biasa. Saya senang dengan kondisi ini. Semoga saja bisa terus terjaga sampai kompetisi sebenarnya digulirkan,” lanjut Suimin.
Untuk itu, agenda uji coba rencananya dua kali akan digelar pekan ini. Sore ini PSGL, sementara Sabtu mendatang PSKB Binjai yang akan menjamu PSMS di Binjai

Dua Pemain Diistirahatkan

DUA pemain seleksi masing-masing Deli Lionto alias Aheng dan Najib Husain, untuk sementara diistirahatkan oleh Suimin Diharja pelatih PSMS. Bukan langsung dibuang karena dianggap layak berkostum Kinantan, tapi lebih kepada fokus kepada pembentukan tim inti.

“Kedua pemain itu sudah diketahui kemampuannya. Jadi karena kita memasuki fokus pembentukan kerangka tim, mereka diisirahatkan dulu. Sewaktu-waktu mereka bisa saja kembali lagi kalau memang dibutuhkan,” terang Suimin.

Artinya, kedua pemain itu sebenarnya telah disiapkan sebagai pelapis. Seandainya pemain yang ada saat ini nantinya ada yang terdegradasi, maka Aheng atau Najib yang akan dipanggil.

Dan kepastian akan hal itu akan segera diketahui memasuki awal bulan depan. Karena sesuai jadwal, Suimin rencananya akan membeberkan rapor masing-masing pemain kepada manajemen dan pengurus PSMS. Siapa yang memang layak dibuang, ya akan dibuang. Dan siapa yang akan dijadikan pelapis, maka akan diutarakan juga.

“Jadi rapor pemain itu selalu saya isi. Rapor itu rangkuman perkembangan latihan selama satu pekan. Jadi dalam satu bulan, akan ada empat rapor masing-masing pemain. Itulah yang akan saya presentasikan kepada manajemen,” lanjut Suimin.

Termasuk sosok Ariel Guiteres dan beberapa pemain yang masih terus seleksi selama ini. Khusus Ariel, Suimin sudah pernah menyatakan ketertarikan untuk merekrutnya. Sama halnya dengan Edu Juanda. Meski kedua pemain ini dikabarkan mengalami cedera panjang, namun Suimin masih yakin keduanya masih bisa berbuat banyak bagi PSMS.

“Maka itu, semuanya akan saya utarakan saat presentasi rapor para pemain awal bulan nanti,” pungkas Suimin.

Wednesday, October 28, 2009

Butuh Rp600 Juta

FUNGSI “ayah angkat” sangat diperlukan guna membantu pengelolaan PSMS, termasuk menanggulangi kontrak pemain asing. Untuk itu PSMS membentuk tim kecil untuk mencari “ayah angkat”.

Tim kecil yang dibentuk itu terdiri dari seluruh pengurus dan manajemen tim PSMS. Tugasnya, membawa profosal yang akan dimasukkan ke sejumlah perusahaan dan pengusaha di Medan. Sebelumnya, manajemen hanya menanti kepastian dari calon penyandang dana yang hingga kini belum jelas.

Menurut Zulkifli Husain, asisten manejer PSMS, saat ini sudah saatnya PSMS bergerak cepat dan menjemput bola. “Waktu semakin mepet. Kita harus bergerak cepat. Kalau profosal sudah siap, maka masing-masing dari kami akan jalan dan mencari dana. Sejauh ini, sudah ada beberapa daftar yang siap menyumbang bagi PSMS. Maka itu kita harus jemput bola,” beber Zulkifli.

Khusus pemain asing, PSMS saat ini butuh dana segar senilai Rp600 juta. Sebenarnya jumlah itu terbilang murah, namun sayang PSMS tidak memiliki dana lebih musim ini karena tidak lagi diperbolehkan menyerap dana dari APBD. Sialnya lagi, PSMS hingga kini belum satu pun mendapat sponsor yang siap mengucurkan dananya untuk mengarungi Divisi Utama yang tak lama lagi akan bergulir

Butuh Satu Lagi

BERHASIL mendapatkan Nyeck dan Saha, belum membuat Suimin Diharja-arsitek PSMS puas. Meskipun sudah menunjukkan kemajuan dalam pembentukan timnya, Suimin menilai masih membutuhkan satu lagi tenaga asing untuk diplot di sektor tengah. Sejauh ini, ada satu nama yang masih terus mengikuti seleksi bersama Affan Lubis dkk, yakni Ariel Gutterez, yang beberapa tahun lalu sempat berkostum Kinantan.

Ada beberapa kriteria yang disukai Suimin dari pemain asal Chile itu. Pertama, kata Suimin, meskipun berstatus pemain asing, namun pada dasarnya Ariel siap dibayar dengan harga pemain lokal. Artinya, jika disamakan dengan harga pemain lokal PSMS saat ini, harga Ariel dipastikan tidak lebih dari Rp150 juta. Atau bisa saja lebih murah dari itu.

Kedua, Suimin menilai bahwa Ariel masih punya talenta yang bisa membawa atmosfer positif dalam tim.”Ariel masih ada. Dia masih dibutuhkan dalam tim. Saya berharap Ariel dipertimbangkan oleh manajemen tim,” bilang Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Lantas bagaimana dengan riwayat cedera Ariel? Dikatakan Suimin, riwayat cedera pasti dialami oleh setiap pemain bola. Namun kambuh tidaknya lagi, tergantung pemain itu sendiri. “Semua pemain bola pasti pernah cedera. Meskipun Ariel pernah cedera, namun sejauh ini dia menunjukkan bahwa tidak ada masalah dengan performanya. Dia masih sanggup bermain dan berlari. Saya akan usulkan Ariel, semoga saja manajemen mau mempertimbangkannya,” pungkas Suimin.

Memang, sejauh ini Ariel mengikuti seleksi di PSMS, dan Ariel sudah lama tinggal di Medan dan memiliki istri orang Medan. “Dia cukup menunjukkan performa yang lumayan. Umpan-umpannya masih akurat sehingga memanjakan striker PSMS,” puji Suimin

Nyeck-Saha Milik PSMS

Kepastian status dua pemain asing, Nyeck Nyobe dan Osas Saha di PSMS terjawab sudah. Nyeck dan Saha bakal berkostum Kinantan saat kompetisi digelar 25 November mendatang. Kesepakatan terjadi melalui negosiasi antara manajemen PSMS dengan dua pemain asing tersebut.
Proses negosiasi kedua pemain itu tanpa ada hambatan dan bisa dikatakan tak berlebihan. Padahal manajemen saat ini belum memiliki keuangan yang memadai untuk membayar pemain asing.

Syukurnya, kedua pemain asing yang memang direkomendasikan Suimin Diharja pelatih PSMS itu mengerti kondisi PSMS saat ini. Kesan patriotik pun layak disematkan kepada kedua pemain asing tersebut. Karena keduanya ingin sekali terlibat dan membawa PSMS kembali ke Super Liga. “Saya benar-benar bangga. Ada dua pemain asing berkualitas yang rela dibayar lebih rendah oleh PSMS, tapi mereka mau. Saya sampai merinding ketika mereka bilang, bahwa PSMS serius ingin kembali ke Super Liga,” terang Benny Tomasoa asisten manejer PSMS kemarin.

Padahal sekelas Nyeck Nyobe, bisa dikatakan bek andal saat membela Persib Bandung. Kualitasnya Super Liga. Harganya pun harga pemain Super Liga. Persija, awalnya ingin mengontrak pemain asal Kamerun ini dengan nilai Rp800 juta. Tak cuma itu. PKT Bontang termasuk dalam daftar pengincar Nyeck dan rela merogoh kocek yang cukup besar untuk tenaganya. Plus, Persikabo Bogor siap menggaji Nyeck Rp650 juta permusim. Tapi semua itu ditolaknya.

Di PSMS, Nyeck hanya dibayar Rp 350 juta. Memang sangat jauh dari harga sesungguhnya bila dilihat dari kualitas setimpal Nyeck. “Ya itu tadi. Dia itu ingin benar-benar membantu PSMS mengembalikan nama besarnya ke Liga Super,” tambah Benny.

Saha juga demikian. Walau belum pernah merasakan atmosfer Super Liga, namun eks striker PSDS musim lalu tampil cukup baik bersama klub berjuluk Traktor Kuning itu. Sebanyak 18 gol dikemasnya sejak Divisi Utama bergulir musim lalu. Di PSMS, Saha menawarkan harga Rp350 juta permusim. Namun setelah negosiasi, Saha ikhlas hanya dibayar Rp250 juta.

Menariknya lagi, kedua pemain itu tidak lantas meminta uang kontraknya. Mereka rela menunggu sampai manajemen benar- benar memiliki uang. “Mereka benar-benar paham, dan bisa menanti. Mereka hanya butuh kejelasan dan kepastian. Begitupun, bukan berarti kita bisa berleha-leha. Secepatnya kami akan mencari dana untuk kontrak mereka,” pungkas Benny

Tuesday, October 27, 2009

Fokus Penjaga Gawang

Beberapa waktu ke belakang PSMS seakan disibukkan dengan persiapan pembentukan tim. Seleksi pemain asing hingga sistem promosi-degradasi pemain begitu didengungkan. Namun, sepertinya ada yang terlupa, bagaimana kondisi penjaga gawang Ayam Kinantan?

Ya, kondisi kiper PSMS tampaknya lolos dari sorotan. Padahal, lini satu ini masih jauh dari kata sempurna. Di bawah mistar PSMS, ada nama M Halim, Sony Gunawan dan Irwin Ramadana. Satu kiper magang juga stand by untuk diorbitkan yakni Delly Sulistya. Menariknya, pada beberapa uji coba, penjaga gawang PSMS seperti lupa cara menangkap bola.

Beberapa penyelamatan tidak sempurna sering diperagakan oleh M Halim, Sony, ataupun Irwin. Padahal, jam terbang penjaga gawang termasuk yang paling lumayan dibandingkan dengan pemain lainnya.

Dikonfirmasikan akan hal tersebut ke pelatih kiper PSMS, Jampi Hutahuruk, menjelaskan kalau evaluasi kinerja penjaga gawang juga akan segera dikeluarkan. Tak hanya itu, Jampi juga menyalahkan lapangan yang tidak rata, sehingga kerap menyulitkan kontrol bola para pemain. “Nanti pasti akan ada evaluasi bulanan akan kemajuan dan kemunduran penjaga gawang. Lebih dari itu, saya menilai kualitas lapangan Stadion Kebun Bunga yang tidak rata menjadi alasan utama merosotnya kinerja kiper,” beber Jampi baru-baru ini.

Dampak dari evaluasi itu nantinya, dikatakan Jampi akan berpengaruh kepada posisi penjaga gawang utama PSMS. Sejauh ini, nama M Halim masih dipercaya sebagai kiper utama. Namun kalau prestasinya terus merosot, bisa saja Sony atau Irwin yang akan berdiri di bawah mistar. “Sejauh ini belum ada jaminan posisi kiper utama PSMS. Yang paling siaplah yang akan menjadi kiper utama,” tambah Jampi.

Menyoal lapangan, memang kondisi lapangan dan rumput Stadion Kebun Bunga cukup memprihatinkan. Lapangan yang bergelombang, rumput yang gundul dan tentu saja drainase yang buruk masih menjadi persoalan. Dampaknya, kualitas latihan terkadang dikeluhkan Suimin Diharja pelatih PSMS, menjadi tidak sempurna. Lebih parahnya, pemain akan rentan cedera kalau dipaksakan berlatih dengan keras di kondisi lapangan yang tidak tertata itu.

Terkait dengan tiu, manajemen mengatakan proses perbaikan Stadion Kebun Bunga, utamanya lapangan tentu saja sudah masuk dalam draf kerja. Namun saat ini, manajemen masih memfokuskan kepada skala prioritas, seperti pembentukan tim, dan renovasi Stadion Teladan. “Semua pasti akan kita benahi. Tapi pelan-pelan. Karena keterbatasan dana, yang kita utamakan adalah yang paling penting dahulu,” beber Hardi Mulyono Sekum PSMS beberapa waktu lalu.

Pro Duta Berpikir Ulang Ikut Triangle Cup

PRO DUTA tampaknya harus menjilat ludah sendiri. Jika sebelumnya semangat mengikuti turnamen segitiga yang diselenggarakan PSMS, kini tim milik Sihar Sitorus ini malah ingin mundur.

Pasalnya, menurut tim yang kini berkandang di Jogjakarta ini, bertandang ke Medan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sihar menjelaskan timnya membutuhkan dana paling sedikit Rp100 juta untuk terbang ke Medan. Belum lagi faktor cedera yang tentu saja menjadi momok karena Divisi Utama segera digulirkan.

Dihubungi sebelumnya, Sihar mengaku tidak takut kalau memang diundang untuk ikuti turnamen tersebut. Namun, dalam benak Sihar, kalau sebuah tim diundang tentu saja segala akomodasi selama turnamen ditanggung tuan rumah alias PSMS.

Belakangan karena mengetahui bahwa PSMS tidak punya cukup dana untuk itu, maka Sihar pun kembali berpikir ulang. Terlebih pihaknya belum mendapatkan undangan resmi atau profosal yang menjelaskan secara rinci soal turnamen tersebut.

“Sejauh ini kami belum menerima undangan resmi. Maka itu saya belum bisa memutuskan apakah akan ikut atau tidak. Karena kami akan segera merancang pembiayaan, kalau memang harus ikut,” beber Sihar saat dihubungi Minggu (25/10) kemarin.

“Hitungan kasar saja, dibutuhkan sekitar Rp100 juta untuk terbang ke Medan. Itu jumlah minimal. Kalikan saja 30 orang dengan kisaran tiket Rp3 juta per orang. Belum lagi keperluan lain,” tambah fans berat Chelsea itu.

Kalau Pro Duta batal datang, turnamen segitiga itu kemungkinan akan tetap berlangsung. Peserta pastinya PSMS dan Penang FC klub Super Liga Malaysia. Kabarnya PSAP Sigli sudah siap turut serta, namun mereka ingin bertindak sebagai tuan rumah. Kalau main di Medan, PSAP enggan turut serta

Monday, October 26, 2009

Hari ini keputusan nasib Saha, Nyeck

Nasib jadi tidaknya dua legiun asing, Osas Saha dan Nyeck Nyobe, memperkuat skuad PSMS Medan dalam persiapan kompetisi Liga Indonesia 2009/2010 akan diputuskan Senin ini.

Informasi yang diperoleh wartawan di markas PSMS, Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu menyebutkan, kemungkinan besar keputusan jadi tidaknya Saha dan Nyeck diputuskan Senin ini.

Kedua pemain berkulit hitam yang menempati posisi belakang dan depan itu menjadi pilihan dari lima legiun asing yang mengikuti tahapan seleksi PSMS. Selain Saha dan Nyeck, pemain lokal Edu Juanda juga mengikuti latihan bersama PSMS.

Pelatih PSMS Suimin Dihardja mengakui, Edu turut bersaing. Menanggapi kekhawatiran penggemar PSMS atas cedera lama Edu, Suimin menyebutkan Edu tidak mengalami cedera. "Kalau Edu masih cedera, dia pasti tidak bisa mengikuti pelatihan berat. Kita lihat saja nanti," katanya lagi.

Suimin juga membenarkan bahwa dirinya sedang mencari sosok gelandang. Posisi gelandang sangat berperan dalam sebuah tim dalam melakukan penyerangan dan membantu pertahanan.

Dikatakan, selama pelatihan pemain tidak bisa lengah karena penerapan sistem promosi dan degradasi. "Siapapun masih mendapat kesempatan untuk memperkuat skuad inti," jelasnya.

Kompetisi Divisi Utama dijadwalkan pada 25 November mendatang, sedangkan pertemuan teknik dijadwalkan pada minggu pertama November

Buru Ayah Angkat

Proses negosiasi antara manajemen PSMS dengan dua legiun asing calon skuad PSMS, Osas Saha dan Nyeck Nyobe masih terus berlangsung. Meskipun agak alot, pihak manajemen masih akan mengajukan tawar-menawar agar keduanya bersedia diikat kontrak sesuai kemampuan PSMS.

Jumlah yang diminta kedua pemain asing tersebut, dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer, sebenarnya sudah cukup murah. Tapi, menilik kondisi keuangan PSMS, jumlah yang diminta keduanya dengan total Rp800 juta masih cukup merepotkan.

Terlebih, PSMS hanya mengharapkan sokongan dana dari orang baik yang dilabel ayah angkat. Permasalahannya, hingga saat ini belum ada ayah angkat yang deal ingin membantu PSMS.

“Sebenarnya jumlah yang ditawarkan kedua pemain asing itu sudah cukup murah. Tapi yang jelas, kita tetap akan melakukan negosiasi. Ketua Umum menyerahkan nego dengan saya dan mungkin akan dibantu Julius Raja,” beber Benny kemarin.

Nah, santer terdengar kabar bahwa proses mengikat pemain asing tampaknya memang bakalan pahit. Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda PSMS punya dana yang cukup membayar kontrak pemain asing. “Kalau uang saya tidak tahu. Yang pasti, untuk mengikat pemain asing, kita butuhkan ayah angkat. Dan, ayah angkat inilah yang masih terus kita buru,” tambah Benny.

Dengan demikian, proses negosiasi yang dibatasi oleh kedua pemain asing tersebut hingga Senin, manajemen harus bekerja ekstra keras untuk memecahkan persoalan ini. Syukurnya, masih ada keyakinan kalau manajemen sanggup mengikat kontrak pemain asing.

“Dengan adanya pemain asing, atmosfer pecinta sepak bola Medan khususnya fans PSMS meningkat. Artinya, pemain asing itu masih punya nilai jual tinggi. Begitupun, pemain asing yang hendak kita kontrak harus maklum jugalah dengan kondisi keuangan saat ini,” terang Hendra DS sebelumnya.

Di samping itu, proses pengukuhan pemain inti PSMS masih terus digeber Suimin Diharja yang bertanggung jawab mengarsiteki tim. Sejauh ini, dikatakan Suimin sudah terlihat delapan pemain yang siap diplot sebagai pemain inti. Kemajuan itu berkaitan dengan sistem promosi-degradasi yang juga masih berlangsung.

“Kerangka tim sudah mulai terlihat. Ada delapan yang sudah oke. Namun begitu, latihan ekstra keras masih akan menjadi target para pemain. Kalau tidak, mereka bisa saja terdegradasi,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC, PSPS dan Persikabo itu

Saturday, October 24, 2009

SMeCK Minta Pemain Asing Maklum

Barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan Fans Club, meminta agar pemain PSMS termasuk pemain asing bersabar dan maklum dengan kondisi tim saat ini. Oleh karena itu, mereka meminta pemain fokus kepada pembentukan tim dan manajemen harusnya lebih bijaksana dalam mengikat kontrak pemain.
Kebutuhan akan pemain asing, memang tak bisa dipungkiri sangat terasa bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Begitupun, melihat kondisi finansial klub, masing-masing harus saling pengertian.

“Toh bukannya tidak dibayar sama sekali. Manajemen tetap berusaha memberikan yang terbaik, namun saat ini kondisinya mungkin belum tepat. Kita lihat saja nanti, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan sama-sama senang,” kata Nata Simangunsong Ketua SMeCK Holigan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Sejauh ini, memang belum ada pembicaraan lebih lanjut akan negosiasi. Menurut Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS yang bertugas melobi kontrak pemain asing, kepastian dari pihak menajemen akan hal ini baru akan diputuskan pada Selasa mendatang.

Benny menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini masih berusaha mengejar ayah angkat, dan beberapa sponsor lagi. “Sejauh ini, nego masih berlangsung. Dan keputusannya akan diutarakan pada Selasa mendatang,” beber Benny.
Sementara dari persiapan tim, Suimin bilang bahwa sistem promosi-degradasi masih akan digelar hingga berakhirnya bulan ini. Dengan demikian, kemungkinan diputusnya kontrak beberapa pemain masih akan mungkin terjadi. Bahkan Suimin bilang, tak menutup kemungkinan akan banyak pemain yang akan diputus kontraknya kalau memang tak menujukkan grafik peningkatan performa.
“Siapapun belum aman di tim ini. Kalau mau aman, maka cara satu-satunya adalah menujukkan kemampuan terbaiknya,” bilang Suimin.

Maka itu, beberapa pemain pun masih ada yang turut seleksi. Sebut saja Edu Juanda yang kembali seleksi, Nasjib Husain, dan Aheng alias Deli Lionto yang sempat masuk tim PON Sumut tahun lalu itu.

Terlalu Mahal

MEDAN- Kesepakatan harga antara pemain asing terekomendasi Nyeck Nyobe dan Osas Saha dengan manajemen PSMS tampaknya terancam batal. Pasalnya, kedua pemain asing itu menawarkan harga yang cukup tinggi dan tak mampu dipenuhi manajemen.

Setelah menyadari bahwa diri keduanya dibutuhkan tim, memang ada sedikit kesan jual mahal yang dilancarkan kedua pemain asing tersebut. Padahal, dalam beberapa kesempatan latihan, keduanya juga menujukkan tren menurun dalam performa selama latihan.

Dengan demikian, kesepakatan kontrak bisa jadi dievaluasi. Seperti diutarakan Hendra DS, manajer PSMS. Dijelaskannya, bahwa pihak manajemen tetap komitmen dengan harga semula yakni di bawah Rp300 juta. Kalau pemain bersangkutan tak mau, maka akan segera dicari pemain asing lainnya.

Bahkan kabar yang menyebar, kedua pemain asing tersebut membatasi manajemen untuk berpikir mengenai negosiasi hingga Senin mendatang. Kalau tidak, mereka mengancam akan hengkang dan mencari klub lain. Padahal sebelumnya, baik Saha maupun Nyeck menyatakan kalau urusan kontrak akan dibicarakan belakangan, karena tekad mereka adalah membantu PSMS kembali ke ISL.

“Sejauh ini kita bertahan dengan tawaran harga di bawah Rp300 juta. Maka itu, proses nego masih akan digelar, dan semoga saja semuanya lancar,” bilang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Jumat (23/10) kemarin.

Mendengar hal itu, Suimin Diharja pelatih PSMS sedikit berang. Meskipun dikatakan Suimin, pengajuan nilai kontrak yang dilancarkan pemain tersebut masih wajar karena sekarang zamannya profesional. Begitupun, Suimin berharap agar pemain sadar dengan kondisi PSMS saat ini.

“Urusan kontrak sebenarnya bukan wewenang saya karena masing-masing sudah punya job description. Tapi kalau manajemen meminta saya untuk membantu, maka saya akan membantu berbicara dengan pemain tersebut,” bilang Suimin.
Diketahui, Nyeck meminta kontrak senilai Rp450 juta per musim, sedangkan Osas meminta Rp350 juta. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup terjangkau, namun mengingat kondisi PSMS saat ini jumlah itu masih terasa cukup besar.

“Hal ini sudah dibicarakan dengan ketua umum. Menanti dia kembali dari perjalanan dinasnya ke Padang, maka pembicaraan akan kembali digelar. Semoga semua lancar,” pungkas Hendra.

Friday, October 23, 2009

Sanggup Rp300 Juta

Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.

Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.

“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.

Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.

Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.

Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya

Sanggup Rp300 Juta

Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.

Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.

“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.

Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.

Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.

Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya

Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup

menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.

Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.

Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.

Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.

Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.

Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal

Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup

menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.

Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.

Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.

Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.

Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.

Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal

Thursday, October 22, 2009

Dilema Suimin

Pilihan dilematis mulai menyambangi arsitek PSMS, Suimin Diharja. Pelatih yang akrab dengan sapaan ‘Pelatih Kampung’ itu mulai mengerutkan dahi ketika pertanyaan mengenai pilihan pemain asing diapungkan padanya. Saha atau Adolfo?
Bukan tanpa kriteria, benak pelatih berusia 58 tahun itu sebenarnya hampir pasti menentukan salah satu di antara dua legiun asing yang sama-sama berposisi sebagai tukang gedor gawang lawan.

Adalah Adolfo Sauza pemain gimbal asal Brasil itu yang belakangan berusaha mencuri perhatian publik Medan. Namun, pada penampilan perdananya kemarin, tidak ada yang terlalu istimewa. Fans Ayam Kinantan masih semangat kalau melihat aksi Osas Saha yang musim lalu tampil ciamik bersama PSDS.

“Semua peluang selalu terbuka. Tidak ada yang menghalangi pemain untuk bergabung bersama tim ini. Yang penting bagi saya adalah, tunjukkan kemampuan terbaik, maka sodoran kontrak akan menyusul,” beber Sumin, Selasa (20/10).

Usai latihan, Adolfo menyatakan kalau dia pun punya keinginan besar agar diperkenankan membela PSMS. Adolfo sebaliknya ingin membuktikan kelasnya kalau dia memang layak berkostum hijau-hijau ala PSMS. “Pelatih sudah tahu kualitas saya. Saya punya pengalaman dan sangat siap bersaing dengan pemain lainnya. Kalau akhirnya saya tak terpilih saya ikhlas saja dan akan mencari klub lain,” kata Adolfo. “Kontrak belakangan saja. Pembicaraan akan hal itu sama sekali belum ada kami lakukan dengan manajemen,” lanjutnya.

Kedua striker itu, Saha dan Adolfo, dikatakan Suimin punya beberapa kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Saha, dikatakan Suimin punya skill yang lebih baik dari Adolfo. Sedangkan Adolfo menurut Suimin punya fighting spirit yang lebih aduhai dibanding Saha. Secara gaya, Adolfo lebih mencerminkan pemain Medan yang terkenal keras dan tak ada kata menyerah.

Kalau boleh memilih, sebenarnya Suimin pasti akan memilih keduanya untuk masuk skuad. Masalahnya, kuota bagi pemain asing di PSMS musim ini dikabarkan hanya akan ada dua tempat. “Ada dua pemain asing di lini depan yang seleksi, sebenarnya menguntungkan kita. Karena kita bisa memilih. Hal ini terkait nilai kontrak yang diinginkan mereka nantinya. Kalau ada yang rela lebih murah dan disanggupi manajemen, maka pemain itu bisa jadi yang akan masuk tim,” jelas Suimin.

Sementara itu, peluang bagi pemain lokal untuk berkostum Kinantan rupanya belum tertutup. Setelah pemain bernama Usman masuk, kini satu lagi pemain keturunan Tionghoa bernama Deli ‘Aheng’ Leonto terlihat mengikuti seleksi. Aplus dari penonton Aheng lumayan bergemuruh. Walau masih berusia 23 tahun, namun Aheng cukup berhasil menunjukkan kalau dia punya bakat.

“Tentu ini suatu kebanggan karena saya diberikan kesempatan untuk ikuti seleksi di tim sebesar PSMS. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, karena saya memang cinta PSMS dan ingin bergabung di tim ini,” kata Aheng usai latihan

Ayah Angkat Makin Dekat

Depan » Olahraga » Ayam Kinantan » Ayah Angkat Makin Dekat
Ayah Angkat Makin Dekat
10:22 | Wednesday, 21 October 2009

PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.

Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.

Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.

Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra.

Suimin pilih Nyeck, Saha

Pelatih PSMS Medan Suimin Dihardja menjatuhkan pilihan kepada Nyeck Nyobe dan Ikpefua Osas Marvellous Saha untuk direkomendasikan kepada manajemen dalam memperkuat skuad Ayam Kinantan ke Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2009/2010.

"Saya rekomendasikan Nyeck dan Saha," kata Suimin usai mengadakan pertemuan dengan asistennya Suyono dan Jamaluddin Hutauruk di Sekretariat PSMS Kebun Bunga Medan, Rabu malam.

Suimin tidak dapat menyebutkan nilai kontrak yang diminta Nyeck dan Saha. "Itu bukan wewenang saya. Manajemen hanya meminta dua nama legiun asing, maka saya ajukan kedua nama tersebut," terang ‘Pelatih Kampung’ ini.

Nyeck, mantan bek asal Persib Bandung, selama mengikuti seleksi tampil konsisten. Begitu juga dengan Saha yang merupakan mantan striker PSDS Deli Serdang, Saha. Bahkan Saha mendapat nilai plus dari Suimin karena mencetak gol dalam sesi latihan game kemarin sore.

Dalam latihan tersebut, Suimin memasangkan seluruh pemain asing seperti Nyeck Nyobe, Saha, Ariel Guitterez, Adolfo Souza dan Pato. "Saya memang sengaja tidak menggabungkan Nyeck dan Saha untuk melihat upaya Saha menerobos pertahanan Selamat Riyadi dan Nyeck. Ya, dia mendapat nilai plus dengan membuat gol melalui teknik dan nalurinya," jelasnya.

Namun, akunya, kedua legiun asing itu belum pasti membela Ayam Kinantan karena masih menunggu keputusan manajemen PSMS. Apabila keduanya tidak cocok negosiasi harga, legiun asing yang masih berada di PSMS menjadi alternatif di antaranya Ariel Guitterez dan Adolfo Souza.

Selain menjalani pelatihan, Suimin mempunyai program pertandingan segitiga yang dijadwalkan pada 13 dan 14 November mendatang. PSMS mengundang Penang FC dan Pro Duta untuk bertanding segitiga di Stadion Teladan. "Kalau Pro Duta tidak bisa, cadangannya PSAP Sigli," ujar Suimin.

Sementara itu, Manajer tim Drs Hendra DS, asisten Benny Tomasoa dan Julius Raja mengakui skuad membutuhkan legiun asing. "Kita akan negosiasi harga kedua pemain yang diajukan pelatih," kata Hendra menambahkan sekarang ini sudah 21 pemain yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia.

Hendra yang turut menyaksikan latihan PSMS mengharapkan adanya peningkatan permainan. Animo masyarakat untuk memperkuat PSMS juga tinggi, selain legiun asing sejumlah pemain lokal termasuk satu pemain WNI Tionghoa Deli "Aheng" Leonto mengikuti seleksi