Friday, October 23, 2009

Sanggup Rp300 Juta

Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.

Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.

“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.

Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.

Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.

Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya

Sanggup Rp300 Juta

Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.

Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.

“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.

Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.

Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.

Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya

Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup

menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.

Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.

Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.

Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.

Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.

Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal

Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup

menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.

Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.

Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.

Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.

Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.

Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal

Thursday, October 22, 2009

Dilema Suimin

Pilihan dilematis mulai menyambangi arsitek PSMS, Suimin Diharja. Pelatih yang akrab dengan sapaan ‘Pelatih Kampung’ itu mulai mengerutkan dahi ketika pertanyaan mengenai pilihan pemain asing diapungkan padanya. Saha atau Adolfo?
Bukan tanpa kriteria, benak pelatih berusia 58 tahun itu sebenarnya hampir pasti menentukan salah satu di antara dua legiun asing yang sama-sama berposisi sebagai tukang gedor gawang lawan.

Adalah Adolfo Sauza pemain gimbal asal Brasil itu yang belakangan berusaha mencuri perhatian publik Medan. Namun, pada penampilan perdananya kemarin, tidak ada yang terlalu istimewa. Fans Ayam Kinantan masih semangat kalau melihat aksi Osas Saha yang musim lalu tampil ciamik bersama PSDS.

“Semua peluang selalu terbuka. Tidak ada yang menghalangi pemain untuk bergabung bersama tim ini. Yang penting bagi saya adalah, tunjukkan kemampuan terbaik, maka sodoran kontrak akan menyusul,” beber Sumin, Selasa (20/10).

Usai latihan, Adolfo menyatakan kalau dia pun punya keinginan besar agar diperkenankan membela PSMS. Adolfo sebaliknya ingin membuktikan kelasnya kalau dia memang layak berkostum hijau-hijau ala PSMS. “Pelatih sudah tahu kualitas saya. Saya punya pengalaman dan sangat siap bersaing dengan pemain lainnya. Kalau akhirnya saya tak terpilih saya ikhlas saja dan akan mencari klub lain,” kata Adolfo. “Kontrak belakangan saja. Pembicaraan akan hal itu sama sekali belum ada kami lakukan dengan manajemen,” lanjutnya.

Kedua striker itu, Saha dan Adolfo, dikatakan Suimin punya beberapa kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Saha, dikatakan Suimin punya skill yang lebih baik dari Adolfo. Sedangkan Adolfo menurut Suimin punya fighting spirit yang lebih aduhai dibanding Saha. Secara gaya, Adolfo lebih mencerminkan pemain Medan yang terkenal keras dan tak ada kata menyerah.

Kalau boleh memilih, sebenarnya Suimin pasti akan memilih keduanya untuk masuk skuad. Masalahnya, kuota bagi pemain asing di PSMS musim ini dikabarkan hanya akan ada dua tempat. “Ada dua pemain asing di lini depan yang seleksi, sebenarnya menguntungkan kita. Karena kita bisa memilih. Hal ini terkait nilai kontrak yang diinginkan mereka nantinya. Kalau ada yang rela lebih murah dan disanggupi manajemen, maka pemain itu bisa jadi yang akan masuk tim,” jelas Suimin.

Sementara itu, peluang bagi pemain lokal untuk berkostum Kinantan rupanya belum tertutup. Setelah pemain bernama Usman masuk, kini satu lagi pemain keturunan Tionghoa bernama Deli ‘Aheng’ Leonto terlihat mengikuti seleksi. Aplus dari penonton Aheng lumayan bergemuruh. Walau masih berusia 23 tahun, namun Aheng cukup berhasil menunjukkan kalau dia punya bakat.

“Tentu ini suatu kebanggan karena saya diberikan kesempatan untuk ikuti seleksi di tim sebesar PSMS. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, karena saya memang cinta PSMS dan ingin bergabung di tim ini,” kata Aheng usai latihan

Ayah Angkat Makin Dekat

Depan » Olahraga » Ayam Kinantan » Ayah Angkat Makin Dekat
Ayah Angkat Makin Dekat
10:22 | Wednesday, 21 October 2009

PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.

Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.

Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.

Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra.

Suimin pilih Nyeck, Saha

Pelatih PSMS Medan Suimin Dihardja menjatuhkan pilihan kepada Nyeck Nyobe dan Ikpefua Osas Marvellous Saha untuk direkomendasikan kepada manajemen dalam memperkuat skuad Ayam Kinantan ke Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2009/2010.

"Saya rekomendasikan Nyeck dan Saha," kata Suimin usai mengadakan pertemuan dengan asistennya Suyono dan Jamaluddin Hutauruk di Sekretariat PSMS Kebun Bunga Medan, Rabu malam.

Suimin tidak dapat menyebutkan nilai kontrak yang diminta Nyeck dan Saha. "Itu bukan wewenang saya. Manajemen hanya meminta dua nama legiun asing, maka saya ajukan kedua nama tersebut," terang ‘Pelatih Kampung’ ini.

Nyeck, mantan bek asal Persib Bandung, selama mengikuti seleksi tampil konsisten. Begitu juga dengan Saha yang merupakan mantan striker PSDS Deli Serdang, Saha. Bahkan Saha mendapat nilai plus dari Suimin karena mencetak gol dalam sesi latihan game kemarin sore.

Dalam latihan tersebut, Suimin memasangkan seluruh pemain asing seperti Nyeck Nyobe, Saha, Ariel Guitterez, Adolfo Souza dan Pato. "Saya memang sengaja tidak menggabungkan Nyeck dan Saha untuk melihat upaya Saha menerobos pertahanan Selamat Riyadi dan Nyeck. Ya, dia mendapat nilai plus dengan membuat gol melalui teknik dan nalurinya," jelasnya.

Namun, akunya, kedua legiun asing itu belum pasti membela Ayam Kinantan karena masih menunggu keputusan manajemen PSMS. Apabila keduanya tidak cocok negosiasi harga, legiun asing yang masih berada di PSMS menjadi alternatif di antaranya Ariel Guitterez dan Adolfo Souza.

Selain menjalani pelatihan, Suimin mempunyai program pertandingan segitiga yang dijadwalkan pada 13 dan 14 November mendatang. PSMS mengundang Penang FC dan Pro Duta untuk bertanding segitiga di Stadion Teladan. "Kalau Pro Duta tidak bisa, cadangannya PSAP Sigli," ujar Suimin.

Sementara itu, Manajer tim Drs Hendra DS, asisten Benny Tomasoa dan Julius Raja mengakui skuad membutuhkan legiun asing. "Kita akan negosiasi harga kedua pemain yang diajukan pelatih," kata Hendra menambahkan sekarang ini sudah 21 pemain yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia.

Hendra yang turut menyaksikan latihan PSMS mengharapkan adanya peningkatan permainan. Animo masyarakat untuk memperkuat PSMS juga tinggi, selain legiun asing sejumlah pemain lokal termasuk satu pemain WNI Tionghoa Deli "Aheng" Leonto mengikuti seleksi

Monday, October 19, 2009

Osas: Uang Belakangan

PENAMPILAN apik selama seleksi ditunjukkan Osas Saha mantan pemain PSDS asal Nigeria itu. Sudah tiga gol dikemasnya dalam sesi selesksi game yang digelar Suimin Diharja. Tak ayal, fans pun antusias melihat penampilan apiknya selama seleksi.
Melihat kontribusinya tampaknya bakal dibutuhkan tim, Suimin pun tak ingin langsung membuang pemain berusia 23 tahun itu. Begitupun, Osas mengaku tak sesumbar bahwa dirinya bakal diterima di PSMS.

Usai latihan kemarin, Osas menuturkan kalau dirinya sangat ingin bergabung dengan PSMS. Dan menariknya, Osas tak ingin langsung bicara uang. Menurutnya, dia ingin bahu-membahu dengan pemain lainnya agar PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.
“Saya tidak bisa bilang kalau saya akan bergabung dengan PSMS. Itu semua tergantung pelatih dan manjemen. Saya hanya mengeluarkan seluruh kemampuan saya, dan selanjutnya dipilih oleh pelatih,” kata pemain yang sempat ikut seleksi di PSM Makassar itu.

“Secara pribadi, saya tidak mendahulukan uang. Saya ingin membantu kalau memang dibutuhkan agar PSMS kembali ke ISL,” lanjut pemain yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu.

Nah, kalau PSMS sudah berhasil masuk kembali ke ISL, barulah Osas akan bicarakan uang. Artinya, ada sinyal positif yang menyatakan bahwa Osas benar-benar ingin bermain di PSMS. Dan kalau lobi manajemen berhasil, bisa saja Osas rela dibayar seharga pemain lokal lainnya. Walaupun pastinya agak lebih tinggi.

Sama dengan yang diutarakan Nyobe. Dia bilang bahwa target utamanya ingin bergabung di PSMS adalah ingin mengembalikan taji Ayam Kinantan di ISL. “Selalu ada warna tersendiri ketika satu tim mendatangkan pemain asing. Maka itu, saya sangat berharap ada pihak yang mau membantu PSMS untuk mendatangkan pemain asing berkualitas,” kata Benny Tomasoa

Mantan Kapten Merapat Lagi

Perburuan skuad asing PSMS masih berlangsung. Terakhir, Patricio Jimenez, bek kidal asal Chile siap merapat. Kedatangan Pato – panggilan Partricio Jimenez – ini bisa dikatakan menarik. Pasalnya, kala PSMS dibesut Iwan Setiawan beberapa waktu lalu, Pato adalah kapten PSMS.

Ya, meski tidak lama menjabat kapten – hanya dua kali laga, setelah itu kapten dipegang Afan Lubis – Pato tentunya bukan orang asing lagi bagi Stadion Kebun Bunga. Lucunya, posisi yang diincar Pato sudah ditempati legiun asing yang sedang naik daun, Nyeck Nyobe. Apalagi, Nyobe, sudah nyaris diikat kontrak dengan manajemen.

Selain Pato, legiun asing yang dikabarkan akan merapat hari ini adalah striker Adolfo Sauza. Nah, kedatangan pemain ini juga menarik. Pasalnya, Osas Saha mulai mengambil hati manajemen dan pelatih. Dengan kata lain, perseteruan dua striker ini dipastikan panas untuk merebut satu tiket.
“Dua-dua (Osas dan Adolfo, Red) akan kita lihat dahulu. Kalau memang layak, salah satunya akan segera saya pilih. Target saya, dalam satu pekan ke depan, tim ini sudah memfokuskan penunjukkan kerangka tim. Jadi tidak sibuk seleksi lagi,” beber Pelatih PSMS, Suimin Diharja, kemarin.
Sebelumnya, PSMS bakal memulangkan Christian Bekatal dan Paulo Ezenwa. Dua asing itu dianggap tidak layak berkostum Kinantan. “Mereka masih di mes, kita tinggal tunggu agen mereka menjemput,” jelas Asisten Manajer, Benny Tomasoa.

Tersiar kabar bahwa PSMS musim ini berencana merekrut tiga pemain asing. Satu di lini depan, tengah dan belakang. Di bawah, Nyobe diprediksi bakal dikontrak. Meskipun belum ada kepastian akan hal itu.

Maka itu, kedatangan Pato tentu saja akan menjadikan dilematis tersendiri bagi Suimin. Pasalnya, Nyobe sudah datang dan ikut seleksi “Saya hanya bertugas mengevaluasi pemain yang saya anggap layak membela PSMS. Selanjutnya, manajemen yang menentukan,” kata Suimin.

Sama halnya dengan bakal hadirnya Adolfo Sauza. Penyerang yang musim lalu berkostum Persita itu bakal bersaing keras dengan Osas Saha yang lebih dulu ikut seleksi. Ditanyakan akan kemungkinan-kemungkinan pilihan, Suimin menjawab bahwa dirinya masih akan melihat dengan seksama.
Adolfo Sauza, memiliki pengalaman dan jam terbang yang tentu saja lebih banyak dibandingkan Osas yang hanya bermain di Divisi Utama. Beda dengan Adolfo yang sudah merasakan kerasnya ISL. Begitupun, Osas seolah tak ingin dikesampingkan. Dalam beberapa uji coba akan dirnya, Osas menunjukkan kegesitan dan feeling mencipta gol dan peluang yang mumpuni

Divisi Utama mulai 25 November

Kompetisi Sepakbola Divisi Utama PSSI 2009/2010 dijadwalkan mulai digelar 25 November mendatang, usai Tim Nasional memainkan pertandingan babak kualifikasi Piala Asia.

Menurut Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat, jadwal ini diperoleh manajemen berdasarkan informasi dari Badan Liga Indonesia (BLI).

Dikatakan, sebelum pertandingan dimulai akan didahului dengan berbagai kegiatan di antaranya pendaftaran pemain (hingga 20 Oktober) namun setelah itu setiap tim masih diberi kesempatan menambah pemain. Benny mengakui, masing-masing tim diberi jatah menambah maksimal dua pemain pada 21 Oktober hingga 15 Desember nanti.

Saat ini, Ayam Kinantan sudah memiliki 21 pemain dan terakhir telah dicapai kesepakatan antara manajemen dengan pengurus tentang diizinkannya mengontrak pemain asing sebanyak dua orang dari jumlah tiga legiun asing sesuai kebutuhan tim.

Legiun asing asal Kamerun Bekatal Cristian dan Nyeck Nyobe tengah mengikuti seleksi dan Aldofo Sousa dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha menyusul.

Untuk lini belakang, Benny mengatakan mungkin merekrut Nyobe dan lini depan diupayakan diisi mantan pemain Persita Tangerang, Adolfo Sousa, yang menurut rencana tiba di Medan Senin (19/10) mendatang. Kendati begitu, keputusan tetap di tangan pelatih Suimin Dihardja.

Benny menambahkan, penyerahan daftar manajemen tim dan panitia pelaksana (panpel) adalah 30 Oktober, lalu workshop panpel dan manajer digelar di Jakarta pada 11 November mendatang.

Pertemuan antar manajer juga digelar di Jakarta pada waktu yang bersamaan. "Kemungkinan setelah itu dilakukan pembagian grup dan jadwal pertandingan," katanya

Friday, October 16, 2009

Geber Legiun Asing

Nyeck Merapat, Bekatal Terancam

MEDAN- Upaya mendatangkan legiun asing terus digeber PSMS. Rabu (14/10) Nyeck Nyobe mantan bek Persib Bandung resmi bergabung untuk mengikuti seleksi. Di samping itu, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza mantan striker Persita Tangerang musim lalu.javascript:void(0)
Sebaliknya, Christian Bekatal yang sudah lebih dulu bergabung dan dua kali ikuti proses seleksi, tampaknya terancam dipulangkan. Kebutuhan akan penyerang murni, itu alasan utama yang dilontarkan manajemen PSMS lewat Benny Tomasoa asisten manajer, kemarin.

“Ada kemungkinan untuk memulangkan Bekatal. Tapi kita masih menanti rekomendasi dari pelatih kepala. Bukan karena apa-apa, tapi melainkan karena kebutuhan tim akan striker. Sedangkan Bekatal merupakan pemain yang cenderung main di lini kedua atau playmaker,” terang Benny.
Dalam uji coba kontra Medan United baru-baru ini, Suimin Diharja arsitek PSMS memang sudah melihat hal itu. Berdasarkan pengamatannya, Bekatal memang lebih sering mundur ke belakang dan membantu second line PSMS yang sudah dikawal oleh Afan Lubis. Maka itu, rekomendasi dari Suimin akan segera dijadikan patokan.

Sementara Nyeck, dijelaskan akan segera ikuti seleksi begitu bergabung. Saat dihubungi kemarin sore, Benny mengaku sedang menjemput Nyeck di Bandara Polonia. “Nyeck punya komitmen kuat untuk bergabung bersama PSMS. Ini terbukti dari pilihannya untuk seleksi di PSMS daripada menerima tawaran Persija. Mungkin besok (hari ini, Red) dia usah bergabung dengan tim,” terang Benny.

Tak hanya Nyeck, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza yang musim lalu berkostum Persita. Menurut Benny, Adolfo akan didatangkan pada Jumat (16/1) besok. “Rencana kita juga akan mendatangkan Adolfo untuk ikuti seleksi. Tapi keputusan pastinya belum diketahui. Yang jelas, tim ini membutuhkan sosok striker asing,” pungkas Benny. (ful)

Suimin sambut gembira trio asing

Dua lagi pemain asing asal Afrika, Nyeck Nyobe dan Ikpefua Osas Marvellous Saha, bakal bergabung dalam skuad PSMS Medan. Sedangkan Aldofo Sousa masih ditunggu kedatangannya.

Pelatih Suimin Dihardja yang ditemui usai memimpin Selamet Riyadi cs berlatih di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis, menyambut gembira kehadiran trio asing tersebut memperkuat skuad Ayam Kinantan guna menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010, November nanti.

“Kepastian mereka masuk skuad PSMS tergantung hasil seleksi. Siapapun dia, walau pemain bersangkutan punya nama besar dan berprestasi sebelumnya, tidak menjadi patokan manajemen maupun pelatih memilihnya,” kata Suimin.

Manajer tim Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa mengakui, direkrutnya pemain asing karena ada harapan pihak bapak angkat (sponsor) mau membiayainya. Kalau tidak, Hendra menambahkan terasa sulit bagi PSMS mengontrak para pemain tersebut.

Hendra dan Benny optimis pihaknya akan mendapatkan bapak angkat. Dalam kesempatan itu, Hendra juga mengakui pada 14 November nanti PSMS akan melakukan dadar kekuatan dengan Penang FC asal Malaysia di Stadion Teladan Medan. Pada laga itu, Hendra berharap pelatih sudah menentukan pemainnya dan tidak lagi bongkar pasang.

Benny sendiri mengakui sependapat dengan pelatih bahwa pemain asing asal Kamerun, Bekatal Cristian, bukan pemain depan murni melainkan gelandang menyerang. Hal itu berdasarkan karakter permainannya pada Selasa (13/10) lalu ketika Bekatal lebih banyak melakukan umpan ketimbang mencari peluang untuk membuat gol.

"Dengan kehadiran Saha dan Sousa, satu di antaranya mungkin bisa menggantikan Bekatal di depan, sedangkan Nyeck Nyobe akan bermain sebagai libero," kata Suimin.

Menanggapi status mantan pemain PSDS Deli Serdang Imam Faisal, dikatakan bahwa pengurus PSMS tidak lagi menambah pemain lokal dari jumlah pemain yang ada sehingga mantan pemain PON Sumut itu tertutup peluangnya masuk skuad PSMS

Wednesday, October 14, 2009

Suimin akui mulai berkembang

Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Minggu mengakui, penampilan anak-anak besutannya mulai menunjukkan peningkatan dari pertandingan ujicoba yang sudah dilakoni.

“Perkembangan permainan sudah mulai terlihat. Setidaknya materi latihan selama ini sudah mulai nampak. Gol dalam partai uji coba tidak terlalu kita cari,” beber Suimin usai menang 3-1 atas Gumarang FC di Stadion Kebun Bunga Medan.

Skuad Ayam Kinantan lebih dulu unggul di awal babak pertama ketika Heri Swondo memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Imam Faisal. Dengan sedikit sontekan kepalanya, skor berubah 1-0 yang bertahan hingga paruh laga.

Untuk suplai tenagan, tiga pemain digantikan di babak kedua. M Affan Lubis, Selamat Riadi dan M Yusuf masuk menggantikan Chiko Maradona, Heri Swondo dan Usman.

Belum genap lima menit babak kedua dimulai, Imam Faisal yang statusnya belum jelas di PSMS menunjukkan kelasnya. Lewat satu kesalahan pemain belakang Gumarang FC, Imam melepaskan tendangan menyusur tanah yang langsung membobol gawang lawan.

Unggul 2-0, anak-anak PSMS terus mendominasi permainan. Sayangnya, beberapa peluang yang diperoleh Ahmad Affandi dan Jacky Pasarela belum menemui sasaran. Keasyikan menyerang, PSMS lengah bertahan dan berakibat Syafri Koto memperkecil ketinggalan Gumarang FC.

Di pengujung laga, Imam Faisal semakin menunjukkan dirinya pantas diandalkan skuad Ayam Kinantan. Lewat satu kemelut di depan mulut gawang, tendangan first time mantan pemain PSDS Deli Serdang ini memastikan kemenangan timnya. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Dalam partai bertajuk laga amal "PSMS Peduli Gempa Sumbar", segenap pemain, ofisial menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa. Dari sumbangan yang digalang Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), terkumpul dana sejumlah Rp930 ribu. Sumbangan itu dikumpulkan dengan dana yang telah digalang 10 hari oleh SMeCK dengan total lebih dari Rp7 juta.

“Rencananya, kami akan langsung menyalurkan sumbangan ini ke Sumbar pada Senin ini,” beber Ketua SMeCK Nata didampingi koordinator penggalangan dana Firman

Bekatal merapat ke PSMS

Pemain asing asal Kamerun, Bekatal Cristian, merapat ke skuad PSMS Medan. Namun belum ada kepastian dia membela tim kebanggaan kota Medan ini pada kompetisi Divisi Utama PSSI 2009 yang dijadwalkan November mendatang.

Asisten Manajer tim PSMS Drs Benny Tomasoa ketika dihubungi saat menyaksikan latihan tim asuhan Suimin Dihardja di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin menyebutkan, kehadiran pemain yang memperkuat Persita Tangerang tahun lalu itu masih berstatus seleksi.

Bersama Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS dan Zulkifli Husin, Benny belum memastikan biaya yang harus dikeluarkan manajemen untuk mendapatkan Bekatal. Dikatakana, manajemen juga harus berkonsultasi dengan Ketua Umum sebelum merekrut Bekatal memperkuat Ayam Kinantan.

Dalam latihan pagi dan sore, Bekatal langsung mendapat latihan fisik. “Mungkin dia masih kelelahan, jadi kita belum bisa menilai kemampuannya,” kata Benny seraya mengakui pada Selasa ini PSMS akan melakukan ujicoba melawan Medan United di Stadion DR TD Pardede, Jl Binjai Medan.

Sebelum latihan, Manajer Tim Drs Hendra DS dan Asisten Manajer Benny Tomasoa menyerahkan sumbangan ke korban gempa di Sumatera Barat kepada fans PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), yang akan meneruskannya kepada korban.

Di samping bantuan dari pemain, manajer dan asisten manajer plus pelatih Suimin Dihardja, rombongan fans PSMS itu juga membawa bahan-bahan sembako dan obat-obatan dengan uang tunai setotal Rp10 juta lebih.

"Sebagai pelatih PSMS, saya salut dengan kepedulian yang ditunjukkan SmeCK dan berharap bantuan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya,” kata Suimin.

Sementara itu, Firman mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan kerjasama antara SMeCK dan PSMS sekaligus sebagai bukti dari kekompakan kedua belah pihak. "Melalui kegiatan ini, kami menyatakan SMeCK selalu memberikan dukungan kepada PSMS apapun kondisi yang saat ini terjadi dan berharap mereka bisa menunjukkan tajinya untuk kembali ke Liga Super musim depan," bebernya

Manajer gusar menang 2-1

Akibat PSMS Medan cuma menang 2-1 atas Medan United (MU) pada laga persahabatan di Stadion DR TD Pardede, Selasa, Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS gusar.

Bahkan Hendra menilai empat pemain tengah layak dipertimbangkan keberadaannya untuk tetap berada di skuad Ayam Kinantan tersebut. Pada laga ke-13 itu, PSMS hanya mampu menciptakan dua gol di babak kedua lewat Imam Faisal dan M Affan Lubis, sementara MU memperkecil ketinggalan lewat kaki Tambun Naibaho.

“Pelatih Suimin Diharja saat ini terus memantau perkembangan tim dengan mencatat laporan masing-masing pemain setiap harinya hingga beberapa minggu ke depan. Tentunya, tidak semua pemain dipertahankan dan akan ada sekitar empat pemain yang masih harus dipertimbangkan statusnya,” ucap Hendra tegas tanpa menyebutkan nama-nama pemain tersebut.

Untuk pemain asing, pemain Kamerun Bekatal Christian masih terus mendapatkan perhatian serius dari tim pelatih. “Kita belum bisa memutuskan statusnya di PSMS, karena masih menunggu pemain asing lainnya yang rencananya datang dalam waktu dekat. Perbandingan belum bisa kita lakukan, karena hanya Bekatal yang baru ada,” ucap Hendra lagi.

Sama halnya dengan Bekatal, Ariel Guttierez yang tetap berlatih di PSMS dan diturunkan pada laga kontra skuad asuhan Parlin Siagian itu juga belum punya kejelasan. “Semua mungkin, tetapi kemampuannya masih terus kita pantau,” tambah Hendra.

Suimin pun mengamini apa yang diungkapkan Hendra, karena saat ini dirinya tengah membentuk kerangka tim yang akan diplot sebagai skuad inti. Untuk pemain asing, Suimin menyatakan masih menunggu kedatangan beberapa pemain impor.

“Tim kita (PSMS) tidak mampu mengembangkan permainan dengan baik. Mereka terkejut melihat compact defense yang dibangun Medan United, sehingga seringkali serangan yang dibangun kandas. Sebaliknya, performa MU cukup baik,” sebutnya.

Parlin Siagian tidak mau berkomentar banyak. “Pertandingan ini hanya friendly match. Kalau kita berkomentar yang aneh-aneh, kesan PSMS di masyarakat tidak akan baik. Jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” tandasnya.

Tuesday, October 13, 2009

Stop Pemain Lokal

Legiun asing mulai merapat ke klub berjuluk Ayam Kinantan. Minggu (11/10) kemarin, mantan striker Persita asal Kamerun bernama Christian Bekapal bertandang ke Stadion Kebun Bunga markas PSMS. Kedatangan Christian tentu saja untuk mengikuti seleksi tim asuhan Suimin Diharja itu.

Christian datang bersama Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Dijelaskan Benny, komitmen manajemen PSMS untuk berusaha mendatangkan legiun asing memang terus digalakkan. Bahkan sempat beredar kabar manajemen PSMS rela patungan untuk mendatangkan legiun asing.
Tidak hanya itu, upaya untuk mendatangkan ayah angkat yang rela membayar kebutuhan pemain asing juga masih diupayakan manajemen. “Sementara, baru Christian Bekapal yang kami datangkan untuk seleksi. Kalau pelatih berkenan, dia akan bersama kita. Kalau tidak maka kita cari yang lain,” beber Benny.

Christian yang diwawancarai Sumut Pos pun mengaku senang, bisa diberi kesempatan testing di PSMS. Menurutnya, PSMS merupakan tim bagus dan punya nama besar.

“Saya senang seandainya bisa bergabung di PSMS. Ini merupakan tim yang besar dan disegani. Kalau memang terpilih masuk skuad, saya akan bertekad membawa PSMS kembali ke ISL,” kata Christian dengan bahasa Indonesianya yang terbata-bata.
Sedangkan Nyeck Nyobe yang awalnya juga digadang bakal berlabuh di PSMS, akan datang Selasa ini. “Sebenarnya Nyek Nyobe mau datang hari ini (Minggu, Red) juga. Tapi saya bilang sabar dulu menanti konfirmasi dari pengurus. Maka itu Nyeck kemungkinan besar akan datang Selasa ini,” lanjut Benny.

Kalau rekrutmen asing mulai digalakkan, maka tidak demikian dengan upaya menambah skuad lokal. Dijelaskan Benny, pemilihan akan pemain asing dengan kemampuan yang setingkat lebih baik dari pemain lokal akan menjadi prioritas.
Kebetulan legiun asing yang akan didatangkan menurut Benny, tidak minta macam-macam dan bersedia dikontrak dengan harga di bawah standar pemain asing. Seperti Nyeck Nyobe yang siap dikontrak di bawah harga Rp500 juta.

“Untuk pemain lokal tampaknya kita tidak akan menambah skuad. Sebaliknya akan kita cari pemain asing yang harganya terjangkau dengan kemampuan lebih baik. Seperti Nyeck, dia sudah bilang pada saya siap dibayar di bawah standar asalkan main untuk PSMS. Dia hanya minta dikontrakkan rumah untuk keluarganya. Itu saja,” pungkas Benny

Monday, October 12, 2009

PSMS-Gumarang FC terkumpul Rp930 Ribu

Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Minggu mengakui, penampilan anak-anak besutannya mulai menunjukkan peningkatan dari pertandingan ujicoba yang sudah dilakoni.

“Perkembangan permainan sudah mulai terlihat. Setidaknya materi latihan selama ini sudah mulai nampak. Gol dalam partai uji coba tidak terlalu kita cari,” beber Suimin usai menang 3-1 atas Gumarang FC di Stadion Kebun Bunga Medan.

Skuad Ayam Kinantan lebih dulu unggul di awal babak pertama ketika Heri Swondo memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Imam Faisal. Dengan sedikit sontekan kepalanya, skor berubah 1-0 yang bertahan hingga paruh laga.

Untuk suplai tenagan, tiga pemain digantikan di babak kedua. M Affan Lubis, Selamat Riadi dan M Yusuf masuk menggantikan Chiko Maradona, Heri Swondo dan Usman.

Belum genap lima menit babak kedua dimulai, Imam Faisal yang statusnya belum jelas di PSMS menunjukkan kelasnya. Lewat satu kesalahan pemain belakang Gumarang FC, Imam melepaskan tendangan menyusur tanah yang langsung membobol gawang lawan.

Unggul 2-0, anak-anak PSMS terus mendominasi permainan. Sayangnya, beberapa peluang yang diperoleh Ahmad Affandi dan Jacky Pasarela belum menemui sasaran. Keasyikan menyerang, PSMS lengah bertahan dan berakibat Syafri Koto memperkecil ketinggalan Gumarang FC.

Di pengujung laga, Imam Faisal semakin menunjukkan dirinya pantas diandalkan skuad Ayam Kinantan. Lewat satu kemelut di depan mulut gawang, tendangan first time mantan pemain PSDS Deli Serdang ini memastikan kemenangan timnya. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Dalam partai bertajuk laga amal "PSMS Peduli Gempa Sumbar", segenap pemain, ofisial menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa. Dari sumbangan yang digalang Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), terkumpul dana sejumlah Rp930 ribu. Sumbangan itu dikumpulkan dengan dana yang telah digalang 10 hari oleh SMeCK dengan total lebih dari Rp7 juta.

“Rencananya, kami akan langsung menyalurkan sumbangan ini ke Sumbar pada Senin ini,” beber Ketua SMeCK Nata didampingi koordinator penggalangan dana Firman.

Saturday, October 10, 2009

Pemain Kamerun Mendekat

Persoalan striker di tubuh PSMS masih mengganjal hingga saat ini. Dari striker yang ada, baru Jacky Pasarela yang menujukkan performa lumayan. Di tengah kekosongan lini depan itu, manajemen PSMS berencana mendatangkan stopper bernama Nyeck Nyobe George, legiun asing asal kamerun berusia 27 tahun.

Dijelaskan Benny Tomasoa dan Zulkifli Husain Asisten Manajer PSMS, bahwa pada dasarnya manajemen tim sudah memusyawarahkan untuk segera mendatangkan skuad asing. Sementara ini, yang hampir pasti adalah Nyeck Nyobe yang musim lalu sempat memperkuat Persib Bandung. “Sementara ini, yang sudah hampir pasti ingin bergabung bersama kita adalah Nyeck Nyobe. Dan ini hasil dari swadaya dari sesama pengurus dulu. Semoga dengan hadirnya Nyeck, pemain asing lain juga segera merapat,” beber Benny di Stadion Kebun Bungan kemarin sore.
“Awalnya kita sudah menawari Roger Batoum, namun dia lebih dulu ikat kontrak dengan tim dari timur. Sebenarnya Nyeck juga mau dipaketkan dengan Roger, namun dia memilih bergabung ke PSMS,” sambung Zulkifli.

Dijelaskan Benny, rencananya dalam pekan ini Nyeck akan menjalani tes bersama PSMS. Setidaknya untuk ditunjukkan kepada pelatih Suimin Diharja terlebih dahulu. “Seminggu ini mungkin Nyeck bakal merapat. Saat ini dia sedang berada di Jakarta,” lanjut Benny.
Pertimbangan mendatangkan Nyeck Nyobe, terkait agresifitas stopper yang satu ini ternyata mendapat perhatian serius dari menajemen.
“Saat ini manajemen tengah mempertimbangkan untuk memasukkan Nyeck Nyobe kedalam tim. Memang, masih sebatas perundingan, tetapi kalau harga disepakati, kemungkinan Nyeck Nyobe menjadi salah satu prioritas kita,” lanjut Benny.

Soal harga, diketahui Nyeck meminta kontrak di bawah Rp500 juta. Dan jumlah itu dipertimbangkan kembali oleh pengurus. “Saya sudah bertemu dengan Ketum PSMS untuk membicarakan urusan mendatangkan pemain asing. Dan beliau setuju asalkan yang terbaik bagi PSMS,” beber Benny menambahkan.

Tidak hanya Nyeck Nyobe, Benny menuturkan ada beberapa pemain asing yang menyatakan ingin mengadu nasib di PSMS dan menyatakan bersedia mengikuti seleksi. Itu berarti peluang Nyeck Nyobe dan pemain asing lainnya di PSMS masih sama besar. “Tidak Cuma Nyeck, ada beberapa pemain asing lain yang mau mengadu nasib di tim kita. Rencananya, kita akan merekrut satu pemain depan dan satu pemain belakang,” timpal Zukifli. “Manajemen akan berusaha mengumpulkan dana dan kalau perlu patungan, karena pemain asing itu krusial, tanpa pemain asing kita akan sulit bersaing, apalagi rata-rata tim saingan kita diperkuat skuad asing,” tandas Zulkifli.

PSMS Belum Terkalahkan

PSMS masih tak terkalahkan dalam beberapa partai uji coba yang digelar selama ini. Rabu (7/10) kemarin di Stadion Kebun Bunga, Sumut FC yang menjadi lawan tanding menyerah 1-0. Sayang, laga itu berjalan kurang menarik. Hujan deras menyebabkan lapangan tergenang.

Suimin Diharja arsitek tim, mengeluhkan kondisi itu. Menurutnya, apa yang telah diinstruksikan kepada skuad, tidak maksimal diterapkan.
“Apa yang sudah diinstruksikan, tidak bisa diterapkan dengan baik oleh anak-anak. Faktor lapangan sangat mempengaruhi jalannya pertandingan,” beber Suimin usai uji coba.

Pada laga itu, gol tunggal PSMS dikemas gelandang senior Afan Lubis. Tendangan bebasnya berhasil bersarang di gawang Sumut FC, ketika laga masih berjalan satu babak. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga.
Sebenarnya, sepanjang laga dominasi serangan dikuasai Ayam Kinantan. Namun sayangnya, finishing gol PSMS masih jauh dari sempurna. “Seharusnya beberapa peluang bisa menjadi gol. Sayang penyelesaian pemain masih sangat buruk,” kata Suimin.

Bahkan Suimin sempat berencana memberikan hukuman bagi skuadnya, karena tak juga mampu mengemas gol tambahan. Tapi melihat kondisi pemain, hukuman urung diberikan.

Di lain pihak, manajer Sumut FC Idris, SE menyatakan bahwa PSMS harus lebih mempersiapkan diri untuk menatap kompetisi. Menurut Idris, laga ujicoba itu sudah berjalan baik, namun tidak bisa sepenuhnya melihat kemampuan kedua tim karena lapangan yang tergenang.
“Persiapan mereka (PSMS, Red) harus digeber lebih keras lagi. Walaupun tim kami kalah, tapi kami masih berhasil memberikan perlawanan. Maka itu, semua elemen di PSMS harus lebih serius mempersiapkan diri. Keseriusan manajemen PSMS juga sangat dibutuhkan tentunya,” kata Idris.

Sementara itu, Aritonang, eks manajer PSMS di era 90-an akhir menyatakan optimismenya akan tim ini. Bahkan menilik skuad yang ada saat ini, Aritonang mengaku PSMS masih cukup menggetarkan lawan-lawannya di Divisi Utama. Terlebih PSMS dilatih arsitek sekelas Suimin Diharja.

“Siapa bilang PSMS tidak punya peluang lolos kembali ke ISL musim depan. Bahkan dengan tim yang ada saat ini. Tapi kalau memang memungkinkan, ada baiknya ditambah seorang pemain di lini depan. Kalau bisa pemain asing yang memang punya kualitas,” beber Aritonang.

Memang, urusan striker masih menjadi soal yang harus segera dibereskan. Dalam beberapa uji coba yang digelar, PSMS masih bisa dibilang paceklik gol. Tercatat, hanya Jacky Pasarela yang produktif mengemas gol. Sisanya, gol bagi PSMS tercipta dari bola mati. “Mengandalkan Jacky seorang tidaklah mungkin. Maka itu, minimal satu legiun asing sudah cukup membantu lini depan,” pungkas Aritonang.

AFC mulai perhitungkan binaan PSMS

Para pemain binaan PSMS Medan dewasa ini tidak hanya menjadi incaran PSSI untuk direkrut masuk tim nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

“Pemain binaan PSMS yang dilirik AFC adalah penjaga gawang Markus Horison yang akan bertarung untuk dipilih menjadi pemain terbaik di Asia bersama 14 kandidat lain,” kata M Chaidir, mantan pelatih PSMS di Medan, Jumat.

Putra kelahiran Langkat yang juga alumni PPLP Sumut itu cukup lama memperkuat PSMS dan belakangan selalu menjadi andalan tim nasional. Markus sendiri saat ini tidak lagi membela tim "Ayam Kinantan", melainkan sudah pindah memperkuat Arema Malang.

Chaidir mengatakan, dengan masuknya Markus dalam pemilihan pemain terbaik di Asia tidak hanya sebuah penghormatan bagi PSSI melainkan juga bagi PSMS. Menurut dia, tidak bagi seorang pemain untuk bisa masuk dalam nominasi pemain terbaik AFC, karena harus memenuhi persyaratan dan kriteria yang cukup ketat.

"Jadi Indonesia perlu bangga dengan terpilihnya Markus sebagai nominator. Semoga dia dapat terpilih dan ini penghormatan yang cukup tinggi terhadap sepak bola Indonesia," ujar Chaidir yang juga mantan pemain PSAD itu.

Lebih jauh ia mengatakan, Markus menjadi penjaga gawang PSMS saat dia dipercaya mengarsiteki tim itu. Keberhasilan Markus diharapkan bisa diikuti pemain lain, apalagi PSMS selama ini sudah dikenal sebagai gudangnya pemain terbaik dan banyak dipercaya memperkuat PSSI masuk timnas.

Menurut situs resmi AFC, nama Markus masuk dalam 15 nominasi peraih penghargaan pemain terbaik Asia 2009. Pemain Terbaik Asia 2009 nantinya diumumkan pada 24 November mendatang di Markas AFC di Kuala Lumpur.