Friday, October 2, 2009

Latihan Ringan

Mendekati musim kompetisi 2009/10 digulirkan, Suimin Diharja arsitek PSMS mulai menyesuaikan jadwal latihan bagi anak buahnya. Kalau sebelumnya saban hari skuad Ayam Kinantan harus berpeluh kesah di lapangan, kini mereka diberi kesempatan untuk libur.

Penyesuaian yang diterapkan Suimin karena terkait akan bergulirnya kompetisi. Tujuannya agar para pemain paham dalam urusan menjaga kondisi tubuh, sesudah dan sebelum bertanding nantinya.”Saat ini sudah memasuki program khusus sesuai dengan jadwal liga yang akan bergulir. Maka itu, pemain diberikan kesempatan recovering sama halnya ketika liga dimulai nanti,” terang Suimin.

Memang, kemarin skuad PSMS libur dari latihan. Ke depannya, Suimin akan tetap melaksanakan latihan setiap hari Senin-Rabu. Jumat-Sabtu juga akan tetap latihan. Sedangkan Kamis dan Minggu giliran pemain merecovering kondisi fisiknya. Walhasil, waktu berlibur dan memanjakan diri bagi para pemain diberikan dua hari dalam satu pekan. Namun jadwal itu masih bisa saja berubah sewaktu-waktu kalau pelatih menginginkan latihan tambahan.

Meski begitu, semakin dekatnya kompetisi bergulir, Suimin tetap akan memberikan latihan penuh dengan ragam menu yang lebih bervariatif. Agenda ujicoba juga masih akan menjadi target utama. Dalam ujicoba itu, Suimin menargetkan dapat segera menemukan line up PSMS. Target awal, 8-10 pemain diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga dipertimbangkan masuk skuad inti.
Sementara itu, Sabtu ini PSMS rencananya akan kembali menggelar ujicoba. Lawan yang bakal ditantang kemungkinan besar adalah PS Medan Deli dan PSKB Binjai. Penang FC juga rencananya bakal menguji tajam tidaknya taji skuad Ayam Kinantan

Mencari Tandem Jacky

Ibarat sayur tanpa garam, pembentukan skuad PSMS musim ini masih memiliki cita rasa yang kurang enak. Meski terus menunjukkan perkembangan, lini depan masih sangat disorot. Saat ini PSMS memiliki satu striker bernama Jacky Pasarela yang kemampuannya dianggap lumayan. Sayang, Jacky belum memiliki tandem kawan setimpal.

Awalnya, Suimin Diharja sudah klop betul dengan Zulkarnaen striker yang musim lalu membela Persiraja Banda Aceh. Sayangnya, Zul-sapaan akrabnya, lebih dulu angkat kaki karena tidak adanya kecocokan masalah kontrak.

Zul merupakan tipikal striker yang ngotot dan mampu mencetak gol dengan berbagai cara. Sama halnya dengan Jacky, yang selama ujicoba telah mengemas enam gol bagi PSMS. Dari lima kali ujicoba, PSMS berhasil mengemas 12 gol. Namun tidak semuanya murni, karena ada yang tercipta bola-bola mati. Positifnya, PSMS bisa mengemas gol dari lini apa saja.

Negatifnya, kinerja striker disoroti benar kapasitasnya dalam urusan mengemas gol. Maka itu, untuk mensiasatinya Suimin awalnya berencana mengorbitkan penyerang yang saat ini masih magang di PSMS. Ada nama A Kamil Sembiring yang masih berusia 18 tahun. Namun diberi beberapa kesempatan, Kami tak kunjung mencetak gol.

“Masih banyak catatan saya terhadap Kamil. Dia punya potensi, tapi memang belum bisa dikeluarkan secara maksimal. Butuh waktu untuk mencetaknya menjadi pemain bagus,” kata Suimin kemarin di Stadion Kebun Bunga.
Nah, dengan kondisi saat ini rupanya Suimin sempat khawatir. Bukan pesimis, namun sedikit miris. Bagi Suimin, tak ada gunanya satu tim itu bagus dalam bertahan saja.

Tapi ketika menyerang tak kunjung mampu mencetak gol. “Saya tidak ingin PSMS saat ini hanya mampu bertahan setiap bertanding. Kan gak lucu juga kalau hasil akhirnya selalu 0-0,” kata Suimin menyoal krisis lini depan PSMS.

Maka itu, angan-angan mendatangkan legiun asing pun semakin ramai dibicarakan. Suimin pun mengidamkan sosok striker asing yang bisa mendongkrak performa tim.

Di pihak suporter, pembicaraan pemain asing pun sangat menarik perhatian. Nata Simangunsong, dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMECK) Holigan menyerukan agar manajemen mengusahakan perekrutan pemain asing. Menurut mereka, keberadaan skuad asing di PSMS musim ini begitu mendesak.

“Dari skuad yang ada saat ini, tampaknya manajemen harus berusaha menambal sisi-sisi yang bolong dengan kehadiran pemain asing. Memang isu memunculkan semangat daerah sangat bagus. Namun untuk bersaing di Divisi Utama bakal berat tanpa adanya pencetak gol,” katanya

Sapu Bersih

Kalahkan PTPN IV dan PPLP Sumut

MEDAN- PSMS masih menunjukkan kelasnya sebagai klub kebanggan warga Medan. Dalam lima kali uji coba, PSMS memperlihatkan kemajuan yang siginifikan. Lima uji coba disapu bersih dengan 4 kemenangan dan satu hasil imbang.

Kemarin, Rabu (30/9), bertempat di Stadion Kebun Bunga, skuad Ayam Kinantan kembali berhasil menujukkan performa lumayan di partai uji coba. Kesebelasan PTPN IV dibantai 5-0 tanpa balas. Sedangkan PPLP Sumut berhasil dikalahkan dengan skor tipis 1-0.

Menariknya, uji coba itu digelar estafet. Jadi, dua kesebelasan ditantang sekaligus. Pertama, PTPN IV yang diladeni perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga

perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga itu berakhir untuk kemenangan PSMS 5-0.

Hanya beberapa menit istirahat, PSMS harus melanjutkan uji coba melawan PPLP Sumut. Laga kontra kader atlet sepak bola Sumut itu tampaknya terasa berat. Kondisi fisik skuad PSMS yang mulai ketar-ketir, harus digenjot terus untuk meladeni tenaga baru para pemain muda PPLP.

Pressing yang coba dilancarkan skuad PSMS, malah sempat berbalik. Anak-anak PPLP mencoba menekan Ayam Kinantan. Begitupun, PSMS mencoba keluar dari tekanan. Di ujung laga babak pertama, Jacky Pasarela berhasil memperdaya penjaga gawang PPLP. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga ujicoba.

Dikatakan Suimin Diharja-arsitek PSMS, tujuan utama uji coba kali ini adalah kemampuan mengkordinasikan pressing dan ketahanan fisik. “Makanya sengaja saya atur melawan PTPN IV dahulu, yang kita bilang kemampuannya masih di bawah kita. Baru, PPLP yang dijadikan lawan kedua. Agar pemain terlatih untuk keluar dari tekanan bertanding, dengan kondisi yang tidak bugar lagi,” kata Suimin usai uji coba.
Target utama dari laga itu, ditambahkan Suimin adalah bagaimana konsentrasi pemain agar tidak memainkan bola lebih dari tujuh sentuhan. Dan, syukurnya target itu tercapai dalam uji coba kemarin.

Selanjutnya, laga uji coba masih akan berlanjut. Penang FC kabarnya serius ingin menjajal PSMS. Kemarin, bertepatan berlangsungnya uji coba, manajer Penang FC sudah datang dan berbicara dengan manajer PSMS. Namun laga uji coba kontra klub asal negeri tetangga itu masih belum diketahui kapan pastinya. (ful)

Lini Depan Masih Jadi Sorotan

SATU evaluasi mendasar akan ketersedian striker di PSMS, kembali disorot dalam partai uji coba kemarin. Pasca hengkangnya Zulkarnaen, Suimin Diharja mengaku cukup bimbang.
Sejauh ini, nama Jacky Pasarela cukup membuat pelatih Ayam Kinantan cukup tenang. Kemampuannya dalam mendobrak pertahanan lawan dan mengemas gol masih bisa diandalkan. Nah, masalahnya, PSMS butuh pemain yang punya kemampuan setara dengan Jacky atau bahkan lebih baik.

“Kalau cuma berpatok pada Jacky, permainan PSMS akan mudah dibaca pemain bertahan lawan. Selain butuh tandem bagi Jacky, PSMS juga harus melatih lini kedua yang bisa datang tiba-tiba dan mengemas gol,” kata Suimin.

Maka itu, kepergian Zulkarnaen karena tidak sepakat masalah kontrak cukup membuat Suimin pusing. Belakangan, pelatih berusia 58 tahun itu berencana mengorbitkan striker dari pemain magang. Tapi itu masih butuh waktu. Masalahnya, kompetisi akan segera dimulai akhir Oktober ini.

Maka itu, kebutuhan akan legiun asing di lini depan pun semakin mendesak. Sayangnya, belum ada kepastian akahkan PSMS mendatangkan pemain asing. Menurut keterangan Suimin, sebenarnya banyak pemain asing yang bersedia bergabung bersama PSMS. Sumber di manajemen juga menyebutkan bahwa saat ini ada banyak pemain lewat agen, yang terus memantau perkembangan PSMS.

Kalau boleh menyebut nama, pemain seperti Roger Batoum juga sudah menyatakan ketertarikannya berlabuh di PSMS. Bahkan Patricio Jimenez juga ingin bergabung kembali. “Saya mengetahui ada beberapa pemain asing yang mau bergabung. Tapi semuanya bergantung dari manajemen,” kata Suimin beberapa waktu lalu.

Thursday, October 1, 2009

PSMS Butuh Dukungan Fans

PSMS Seolah-olah tidak punya pendukung. Padahal banyak pihak mengakui bahwa mereka cinta PSMS. Namun nyatanya, saat PSMS beruji coba tidak banyak fans yang rela meluangkan sedikit waktunya untuk mendukung Ayam Kinantan berlaga.

Oleh karena itulah Suimin Diharja berharap barisan pendukung PSMS sudi memberikan dukungan kepada tim yang diasuhnya itu. “Agar tidak terlihat bahwa PSMS ini seolah-olah berjuang sendirian, saya harap fans berbondong-bondong datang melihat PSMS bertanding. Yang saya utarakan ini adalah salah satu suara hati dari para pemain juga. Mereka ingin melihat bahwa masyarakat Medan itu selalu mendukung PSMS hingga tetes darah penghabisan,” kata Suimin.

“Kalau kami, semua sudah sepakat akan terus memajukan PSMS dengan perjuangan yang tidak akan ada habisnya. Maka itu, saya ingin melihat para pendukung datang dan berpikiran sama dengan kami,” lanjut pelatih yang hobi merawat motor tua itu.
Dikonfirmasi ke barisan pendukung PSMS, baru Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan yang menyatakan akan hadir. Tapi Nata Simangunsong pentolan SMeCK Holigan belum dapat memastikan berapa banyak yang akan hadir. “Sebisa mungkin kami akan hadir dan mendukung PSMS,” kata Nata.

Sedangkan pihak Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan Fans Club (KAMPAK FC), belum dapat memastikan apakah akan datang mendukung PSMS. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan presiden KAMPAK, pihaknya belum berkordinasi dengan anggota lainnya.
“Wah, tampaknya belum ada rencana. Pasalnya besok (hari ini, red) hari kerja. Dan saya baru tahu kalau PSMS akan uji coba. Tapi secara moral kami tetap dukung PSMS kok,” kata Dicky.

Zulkarnaen Didepak

Zulkarnaen, kandidat striker PSMS harus angkat kaki lebih awal dari skuad Ayam Kinantan. Pemain yang digadang mampu menjadi goal getter PSMS itu harus rela mengemas kopernya karena tidak kunjung terjadi kesepakatan nilai kontrak. Kabarnya, Zul-sapaan akrab pemain asal NAD itu meminta bayaran Rp160 juta dalam satu musim, namun manajemen PSMS hanya mampu membayar Rp100 juta.

Walhasil Zul pun mengalah untuk tidak membela PSMS. Kebetulan, Persiraja kabarnya tertarik kembali memaki jasa striker yang sempat mengumpulkan 11 gol saat masih membela klub asal NAD itu. Setidaknya hal ini dikatakan oleh salah satu sumber di PSMS.

Dihubungi Selasa (29/9), Zul mengaku bahwa dia sudah tidak bersama PSMS lagi. Tidak adanya kecocokan mengenai kontrak akhirnya membuat Zul harus memilih. “Benar Bang, saya tidak lagi bersama PSMS. Belum ada kesamaan pendapat mengenai kontrak. Klub yang tertarik merekrut saya sudah ada. Tapi saya belum bisa katakan. Yang jelas, nanti juga akan diketahui,” kata Zul.

Hal itu diakui oleh Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Menurut Benny, memang belum ada kesepakatan antara manajemen dengan Zulkarnaen.

“Sampai dengan kemarin, tidak terjadi kesepakatan antara Zul dengan manajemen. Nilainya tidak pas lah,” kata Benny.
Melihat kondisi ini, Suimin Diharja arsitek PSMS pun kecewa sekaligus khawatir. Bahkan Suimin mengibaratkan dengan pepatah: rokok sudah tidak ada, rotan pun dihisap.

Menurut Suimin, dari skuad PSMS yang ada saat ini, Zul merupakan salah satu pemain yang memiliki potensi mencetak gol. Dari beberapa kali uji coba, Suimin melihat hal itu. “Dari 4 kali ujicoba, PSMS mencetak 6 gol. Beberapa di antaranya dikemas lewat bola mati. Namun, Zul bisa mencetak gol lewat usahanya menerobos barisan pemain bawah lawan. Ini nilai plus, karena kita tidak ingin bermain tanpa kemampuan mencetak gol,” kata Suimin.

“Jujur saja saya kecewa. Zul merupakan kebutuhan tim yang saya yakini mampu berkembang. Reputasinya dalam urusan mencetak gol saya rasa cukup memuaskan. Tapi beginilah adanya, mau apa lagi,” lanjut Suimin.

Nasi sudah menjadi bubur. Bukan berarti PSMS harus meratapi kepergian Zul. Sebagai pelatih sekelas Suimin, tentunya dia sudah punya alternatif pengganti. Dikatakan siapa yang bakal menjadi pengganti Zul, Suimin malah menyebut bahwa dia akan mengorbitkan pemain magang yang dimiliki PSMS. Di samping terus menggembleng striker yang dimiliki PSMS saat ini.

“Saya harus mencoba mengorbitkan pemain muda yang bahkan masih magang. Tim tidak bisa bergantung pada satu orang saja. Menjadi tim juara, semua elemen juga harus berpikir juara,” pungkas Suimin.

Suimin belum puas

Kemenangan PSMS Medan atas PS PTPN IV dan tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Sumatera Utara (PPLP Sumut) dalam pertandingan ujicoba di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu, bukan jaminan skuad Ayam Kinantan sudah solid.

"Kita belum puas, masih ada kekurangan. PSMS akan kembali melakukan ujicoba," aku pelatih PSMS Suimin Dihardja usai kemenangan 5-0 atas PTPN IV dan 1-0 atas PPLP Sumut.

Pada pertandingan pertama menghadapi PTPN IV selama 60 menit, PSMS berhasil menguasai jalannya pertandingan. Kali ini, Suimin memasang trio penyerang Jacky Pasarela, Kamil Sembiring dan Saiful Ramadhan di lini depan.

Strategi menyerang yang diterapkan Sumin berjalan baik. Baru lima menit pertandingan dimulai, playmaker Faisal Azmi berhasil membuat PSMS unggul. Tujuh menit kemudian, Saiful memperbesar keunggulan timnya. Pasca jeda, PSMS menambah tiga gol melalui Faisal Azmi dan dua gol dari Jacky Pasarella maisng-masing pada menit 20 dan 32.

Laga kedua melawan PPLP Sumut, Suimin melakukan pergantian beberapa pemain. Sayangnya, para pemain tidak mampu berbuat banyak bermain 120 menit. Permainan cepat yang diperagakan anak-anak PPLP Sumut seperti mengagetkan pemain PSMS yang lebih senior.

Bahkan Faisal Azmi yang menjadi motor serangan tidak mampu berbuat banyak, sehingga terpaksa diganti. Satu-satunya gol kemenangan PSMS akhirnya kembali dicetak Jacky Pasarella.

Menurut Suimin, strategi pertandingan pertama berjalan baik, namun sebaliknya saat melawan PPLP Sumut. “Saat melawan PPLP, defense yang kita pakai tidak berjalan dan anak-anak sepertinya keteteran,” terang Suimin.

Jajak sponsor

Secara terpisah, Manajer tim PSMS Drs Hendra DS menyebutkan skuad Ayam Kinantan harus dimatangkan sebelum kompetisi bergulir. Diakui, pertandingan ujicoba masih harus rutin dilakukan untuk persiapan matang.

"Saya tadi (Rabu-red) bertemu dengan Presiden Penang FC membicarakan pertandingan ujicoba, namun mereka hanya punya waktu pada November karena sibuk menghadapi Piala Malaysia," terang Hendra.

Pada kesempatan itu pula, Hendra menambahkan kucuran dana dari APBD tidak bisa diharapkan. "Sekarang ini sponsor utama belum ada. Karenya, kita masih mengadakan penjajakan," ucapnya

Wednesday, September 30, 2009

Logo PSMS Dipatenkan

Pengelolaan secara profesional terus digalakkan manajemenPSMS saat ini. Tak cuma menuntut para pemain profesional, manajemen kini berupaya melindungi aset PSMS.

Dalam rapat pengurus PSMS di Stadion Kebun Bunga, Senin (28/9) kemarin dirumuskan niatan untuk segera mempatenkan logo PSMS dalam waktu dekat ini. Pematenan logo PSMS ini dilakukan sebelum diluncurkan ke publik. Jika mempatenkan logo PSMS terlaksana. Jadi, tidak sembarangan pihak membajak segala yang berkaitan dengan PSMS. Semisal kostum atau merchandise.

Hal itu dikatakan Hendra DS Manajer PSMS di sela-sela rapat. “Sudah lama kita rumuskan mengenai niat mempatenkan logo PSMS. Dengan demikian, diharapkan PSMS mampu mencoba menjadi klub yang benar-benar profesional. Salah satunya kemungkinan mendatangkan pemasukan dari sektor bisnis merchandise,” terang Hendra.

Setelah pematenan logo PSMS berjalan, maka manajemen PSMS dengan mudah menunjuk satu produsen untuk bekerjasama menciptakan perlengkapan PSMS yang original.

Dari sektor merchandising inilah diharapkan sumber pendapatan PSMS bertambah. Sejauh ini, banyak pihak dengan bebas menjiplak produk yang membawa nama PSMS.

“Hal itu tidak bisa disalahkan karena PSMS tidak dipatenkan. Nah, saat PSMS sudah dipatenkan, tidak bisa lagi sembarang orang menjiplak PSMS sesuka hatinya, karena kita bakal dilindungi undang-undang hak paten,” lanjut Hendra DS.
Di samping itu, pengurus juga masih terus menggelar rapat lounching PSMS yang rencananya bakal digelar akhir Oktober mendatang. Pihak pengurus dan Even Organizer yang ditunjuk mempersiapkan kegiatan tersebut masih membahas seputar anggaran dana dan hal-hal berkembang lainnya

Monday, September 28, 2009

PSMS kembalikan ciri khas

Permainan keras dalam batas sportivitas bakal menjadi andalan para laskar Ayam Kinantan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Pasalnya, dalam tiga hari latihan pasca libur Idul Fitri, arsitek PSMS Suimin Dihardja menggenjot habis pressing pemain.

Kalau Jumat (25/9) Suimin menerapkan individual pressing, maka Sabtu (26/9) latihan pressing team. Pelatihan ekstra keras di bawah komando Suimin bersama asisten Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan Nimrot Manalu sebagai pelatih fisik.

"Kita tidak bisa main-main. Pemain harus digenjot semangat dan stamina, namun tidak mengesampingkan teknik individual," terang Suimin, Minggu (27/9).

PSMS menggelar latihan pagi dan sore setiap hari kecuali Minggu, berbeda dengan skuad PSMS sebelumnya yang bertabur bintang. Tanpa pemain asing dan pemain top asal Pulau Jawa dan Papua, Suimin diharuskan mengemas skuad PSMS yang solid dan ini bukan pekerjaan mudah mengingat waktu cukup sempit.

"Affan Lubis dan kawan-kawan tidak boleh memberikan peluang bagi lawan memegang bola lama-lama. Lawan dapat bola, terus melakukan pressing. Kabarnya, kompetisi bergulir awal Oktober namun kami belum menerima jadwal kompetisi. Seharusnya sekarang ini sudah diketahui kapan dilaksanakannya kompetisi," aku Suimin.

Cukup beralasan, karena Suimin harus mempersiapkan program misalnya pertandingan ujicoba di antaranya laga segitiga antara PSMS, Persidi Pidie (Aceh Timur) dan Penang FC Malaysia.

Sebelumnya, Ayam Kinantan menggelar empat pertandingan masing-masing dua penampilan melawan PSDS Deli Serdang, PS Dharma Putra dan PS Bank Sumut. Di laga pertama, PSMS mengungguli PSDS 1-0 dan kembali menang 2-0 atas Dharma Putra. Lalu bermain imbang melawan PS Bank Sumut 1-1 dan hasil serupa saat bertandang ke Stadion Baharoeddin Siregar.

Dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan dari empat pertandingan, Suimin kembali memutar otak dalam menyusun strategi. Top skor sementara PSMS dipegang Jecky dengan tiga gol, disusul M Affan Lubis dan Febry masing-masing satu.

Suimin pun tidak memungkiri skuadnya kali ini merupakan perpaduan wajah lama dan baru. Wajah lama tampak M Halim dan Sony Gunawan (penjaga gawang), Selamet Riyadi (belakang) dan M Affan Lubis (tengah).

"Pemain lama dibutuhkan pengalamannya. Kalau pemain debutan, selain diharapkan stamina dan teknik prima juga dibutuhkan mental dan team work," tambahnya

Suimin genjot ‘pressing’ pemain

Setelah sepekan liburan Hari Raya Idul Fitri 1430 H, skuad PSMS kembali masuk pemusatan latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat. Di bawah instruksi pelatih Suimin Dihardja, para pemain digenjot latihan pressing.

"Setelah liburan lebaran, skuad mulai masuk pelatihan Kamis kemarin. Namun mulai aktif menggelar pelatihan hari ini (Jumat-red)," kata Suimin kepada Waspada di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat.

Suimin didampingi asisten Suyono dan Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) serta Nimrot Manalu pelatih fisik mengakui, kebugaran para pemain sudah menunjukkan kemajuan setelah istirahat satu minggu.

Dalam pelatihan, Suimin yang dijuluki pelatih "kampung" ini menerapkan pelatihan pressing. "Pelatihan pressing selama 25 menit kondisinya lumayan. Sabtu (26/9) ini, baru melakukan pelatihan tim pressing," terangnya.

Pelatihan ini, menurut Suimin sangat diperlukan. Bagusnya pressing pemain harus diimbangi stamina yang baik pula, karenanya pemain akan menjalani latihan pagi dan sore. Pagi harinya, para pemain akan menjalani pemantapan fisik di bawah bimbingan pelatih fisik Nimrot Manalu.

Pada program pelatihan ini, para pemain akan dicoba daya tahan fisiknya dengan memanfaatkan oksigen yang tersimpan dalam tubuhnya. Beda dengan program latihan ****speed and endurance, di mana para pemain memanfaatkan oksigen yang ada di alam terbuka.

Suimin mengakui ada pemain yang masih berstatus magang termasuk Zulkarnain mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Imam Faisal yang sebelumnya memperkuat PSDS Deli Serdang. Kehadiran Zulkarnain dan Imam, menurut Suimin, menambah daya serang.

Zulkarnain merupakan top skor dengan 10 gol untuk Persiraja kompetisi lalu. Dia menambahkan, selama Ramadhan PSMS menggelar empat pertandingan uji coba dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan. Tiga gol disumbangkan Jecky, sedangkan Affan dan Febri masing-masing satu gol.

Suimin mengakui kehadiran Zulkarnain nantinya dapat menjadi second striker dan Imam Faisal sebagai pemain sayap. "Jika Jecky mendapat pengawalan ketat lawan, Zulkarnain bisa menggantikannya," ujarnya

Friday, September 25, 2009

Timnas U-23 ke SEA Games 2009

PSSI hanya mem­ba­wa 18 pemain menuju SEA Games XXV/2009 Laos pada De­sem­ber mendatang. Itu sesuai kuota yang diberikan Komite Olim­piade Indonesia (KOI) kepada induk organisasi sepak bola tanah air dalam menghadapi multieven antarbangsa Asia Tenggara kemarin.

Jumlah tersebut termasuk minim. Itu disebabkan pada SEA Games 2007, Indonesia membawa 23 pemain.

Memang, KOI masih mem­be­baskan induk cabang olahraga, termasuk PSSI, untuk menambah kuota, asal bisa membiayai sendiri. 'Dengan kekuatan itu, cukuplah timnas (tim nasional) menghadapi SEA Games nanti. Justru kami akan menambah jumlah ofisial lagi," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, di Jakarta kemarin (15/9).

Ya, selain 18 pemain, KOI hanya memberikan kursi untuk empat ofi­sial. Jumlah itu sudah habis untuk pelatih dan asistennya serta manajer dan asisten manajer.

Menurut Nugraha, selain empat personel tersebut, tim masih harus didampingi dokter, media officer, security officer, dan masseur.

Sebanyak 18 pemain itu dipas­ti­kan sampai entry by name ditutup 26 Oktober nanti. Rahim Soekasah, ketua Badan Tim Nasio­nal (BTN), sudah siap dengan keputusan KOI itu. Pihaknya sudah mem­prediksi bahwa tim yang bakal dibiayai KOI hanya 18 pemain. Itu terkait kuota pelatnas sepak bola yang memang hanya 18 pemain.

'Yang penting sudah mendapat­kan jaminan timnas sepak bola be­rangkat ke Laos," ujar Rahim.

Saat ini pelatnas timnas U-23 dihuni 30 pemain. Yang berarti, akan ada pencoretan 12 nama. 'Ka­mi akan terus mengadakan pe­mantauan sejak dari pemain masuk pelatnas hari pertama pada 25 September nanti," ujar Nugraha.

Maklum, target yang dipatok KOI tak mudah, timnas harus membawa pulang minimal medali perunggu. Target itu memang cukup berat jika melihat hasil Indonesia dua tahun lalu di Thailand. Saat itu tim polesan pelatih Bulgaria Ivan Venkov Kolev gagal menembus babak penyisihan setelah kalah 1-2 oleh tuan rumah pada laga penentuan. Padahal, tim Merah Putih hanya membutuhkan seri untuk bisa melangkah ke semifinal.

Pada dua pelaksanaan even serupa, Indonesia juga tak menuai hasil optimal. Di SEA Games edisi 2005 di Manila, Filipina, Indonesia hanya berada di urutan keempat setelah kalah oleh Thailand pada perebutan tempat ketiga. Dua tahun sebelumnya di Vietnam, Indonesia juga tak lolos babak penyisihan grup.

Terakhir, Indonesia menuai medali SEA Games pada edisi 1999 di Brunei Darussalam dengan mengantongi perunggu. Torehan itu didapatkan dengan memenangi perebutan tempat ketiga atas Singapura. Kesempatan ke final gagal setelah Indonesia kalah oleh Vietnam

Masih Banyak Klub yang Belum Daftar

Divisi Utama sepi peminat. Di antara 36 klub yang terdaf­tar, baru 23 tim yang menyatakan res­mi siap mengikuti kompetisi sepak bo­la kasta kedua tanah air itu. Artinya, ma­sih ada 13 tim yang belum menyatakan siap bersaing dalam Divisi Utama.

Kondisi tersebut membuat PT Liga In­donesia (LI) harus bersabar. Re­gulator sepak bola tanah air itu mem­perpanjang waktu pendaftaran sa­tu hari lagi. Mereka menerapkan sis­tem jemput bola, meminta konfir­masi dari klub-klub yang belum men­­daftar. "Kami segera menyelesai­kan pendaftaran, jangan sampai ber­larut-larut. Besok (hari ini, Red) diperoleh tim-tim yang memang siap bersaing di Divisi Utama," ujar Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy di Jakarta kemarin (16/9).

Menurut Tigor, berapa pun jumlah tim yang mendaftar, Divisi Utama te­tap berjalan. Hanya, memang ada dua aspek yang terpengaruh, yakni pembagian grup dan jadwal pertan­di­ngan. Jika Divisi Utama diikuti jumlah tim yang ideal, yakni 36 tim, klub akan dikelompokkan ke dalam tiga grup.

"Berkaitan dengan jadwal pertan­dingan, kalau klub terlalu sedikit, en­ding-nya terlalu cepat. Kan ada ba­bak playoff nanti," tutur dia.

Babak playoff akan mempertemukan tim berperingkat keempat Divisi Utama kontra tim urutan ke-15 Indonesia Super League (ISL). Menurut gambaran PT LI, kompetisi itu akan dimulai pada 25 Oktober atau perte­ngahan November nanti

Libur Sepekan

Menyambut Idul Fitri 1430 H, PSMS meliburkan pemainnya. Tercatat mulai latihan terakhir pada 17 September lalu dan akan berlatih lagi mulai 24 September yang akan datang.

Nah, sebagai profesional, skuad PSMS dituntut menjaga kondisi kebugarannya. Usai liburan, anak-anak Medan harus bisa mengontrol berat tubuhnya usai menjalani libur lebaran. Oleh karenanya, pada sesi latihan Kamis lalu berat badan pun ditimbang.

Harapannya, saat latihan usai, seluruh skuad diharapkan tetap memiliki porsi berat badan ideal. Menariknya, untuk menjaga itu Suimin mengaku tak memberikan sangsi kalau-kalau pemain sampai kelebihan berat badan.
“Saya ingin melihat sejauh mana profesionalisme para pemain. Tidak ada ancaman sangsi secara khusus. Tapi kan saya mencatat,” kata Suimin saat latihan terakhir Kamis, (17/9) lalu.

Oleh karenanya, anak-anak Medan digeber fisiknya sebelum dan sesudah lebaran. Sudah hampir enam hari, skuad PSMS ditangani oleh Nimrot Manalu pelatih fisik PSMS. Menurut jadwal, fisik pemain akan kembali digenjot usai lebaran nanti.

Kompetisi yang akan segera berputar, ternyata cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Kata Suimin, materi latihan yang selama ini diberikan belum sepenuhnya mampu diserap para pemain. Dia melihat sektor fisik masih jadi kendala utama. Maka itu, dia meminta Nimrot membenahi fisik terlebih dahulu baru kemudian materi selanjutnya ditambah.

“Yang saya harapkan dari pemain, adalah mereka mampu menyerap materi latihan seutuhnya. Dan harus dimulai kembali dari pembenahan fisik,” lanjut Suimin.

Dari segi penggemblengan fisik, Nimrot menjelaskan bahwa yang pertama diutamakan harus kelar adalah kekuatan, ketahanan, dan faktor pendukung lainnya.
Sementara itu, usai lebaran ini akan banyak hal yang akan digeber jajaran pengurus maupun pelatih. Salah satunya rencana menggelar uji coba, seleksi pemain asing hingga peluncuran PSMS atau lounching.

Untuk urusan uji coba, kabarnya PSMS bakal merencanakan tur ke luar Medan. Menurut Suimin, di Medan dan sekitarnya, PSMS sulit mendapatkan lawan setimpal. Paling dekat ke Aceh, tapi sayang klub di Aceh juga kabarnya batal ikut kompetisi karena pailit. Maka itu, jadwal uji coba akan dirembukkan dahulu ke manajemen.

Sedangkan seleksi pemain asing, Suimin juga masih menanti kejelasan regulasi dari PT Liga Indonesia. Kalau pelamar sendiri, dijelaskan Suimin banyak pemain asing yang berminat bergabung dengan klub berjuluk Ayam Kinantan itu. “Pelamar banyak, ada sekitar 6 pemain. Dan mereka itu pemain kelas semua. Tapi itu tadi, semua harus menanti kejelasan dari PT LI dulu,” lanjut ayah anak tiga itu.

Terakhir, rencana lounching juga sudah digeber dengan matang. Dua kali sepekan, tim EO yang sedianya bakal mengurusi kegiatan lounching itu kerap menggelar rapat dengan pengurus di Stadion Kebun Bunga.

Tunggu Regulasi PT LI

Terlalu dini membicarakan rencana Ayam Kinantan untuk mendatangkan legiun asing. Walaupun, tak bisa dipungkiri bahwa mereka dibutuhkan tim yang berdiri sejak 1950 itu.

Niat PSMS untul merekrut pemain asing ini sedikit terkendala. Pasalnya, regulasi atau peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang kini berubah nama jadi PT Liga Indonesia belum jelas. Hingga kini, pihak PSMS belum menerima surat resmi mengenai berbagai peraturan yang harus ditaati kontestan Divisi Utama musim 2009/10. Termasuk urusan mendatangkan legiun asing.

Kalau di Indonesia Super League (ISL) sudah jelas. Untuk kuota pemain asing, PT LI membolehkan klub-klub ISL meminang 5 pemain asing. Syaratnya, dua harus berasal dari Asia. Sisanya terserah, mau didatangkan dari negara lainnya.

Nah, di Divisi Utama musim ini memang santer terdengar bahwa masing-masing klub liga kasta kedua Indonesia ini boleh menggunakan tiga pemain asing. Namun, hal itu kabarnya masih sebatas wacana. Buktinya, hingga kini PSMS masih belum tahu regulasi resmi dari PT LI. Dari jumlah yang diperbolehkan, belum diketahui juga apakah keseluruhannya bebas direkrut dari mana negara mana saja.
Karena itu, Suimin Diharja arsitek PSMS belum mau komentar terlalu banyak soal pemain asing. Yang jelas, fokus saat ini adalah bagaimana memperdayakan pemain yang ada.

“Untuk pemain asing, yang pasti kita akan mencari yang sesuai kebutuhan tim. Sejauh ini, kita butuh seorang striker dan bek. Tapi hal itu baru bisa kita ajukan ke manajemen, kalau regulasi dari PT LI sudah kita terima,” beber Suimin di Stadion Kebun Bunga, Rabu (16/9).
Walaupun begitu, beberapa pemain asing sudah mulai ditawarkan ke PSMS. Beberapa agen berlomba mencarikan pemain terbaik bagi tim kebanggaan masyarakat Medan ini. Namun, semuanya masih belum bisa dipastikan. Usai lebaran, rencananya legiun asing akan diseleksi langsung oleh Suimin.

Tak hanya urusan legiun asing yang masih belum jelas. Sistem kompetisi yang masih rancu juga menjadi bahan pikiran. Di Divisi Utama musim ini, PT LI membagi tiga wilayah, yakni wilayah barat, tengah dan timur. Beda dari musim sebelumnya yang hanya dua wilayah.
Nah, di akhir musim, belum diketahui berapa tim yang akan melaju ke putaran final untuk memperebutkan tiket ke ISL. Ada kabar yang menyebutkan bahwa di akhir musim, masing-masing wilayah akan diambil empat tim. Jadi ada 12 tim yang akan kembali dilaga. Lagi-lagi itu masih wacana. “Kita tunggu saja kabar dari PT LI. Kalau semua sudah jelas, kita akan lebih mudah bergerak,” pungkas Suimin.

Pengurus Patungan

PSMS saat ini dalam kondisi berbenah. Sisi finansial rupanya masih menjadi momok yang sangat menakutkan. Kekhawatiran terbesar tentu saja kalau klub kebanggaan warga Medan ini harus terhenti di tengah jalan akibat krisis moneter.

Agus Simorangkir Ketua Harian PSMS, punya beberapa cara untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar PSMS bisa bertahan. Ada beberapa hal yang sudah digodok untuk hal itu. “Untuk menyelamatkan dana bagi PSMS, kita akan lakukan apa saja. Kita saat ini sedang usahakan sponsorsip, tak hanya dari Medan, tapi dari luar Medan. Masih banyak cara untuk mencari dana bagi PSMS,” kata Agus.
Itu cerita nanti. Karena hasilnya saat ini belum terlihat. Untuk memulai pembenahan tim ini, PSMS masih dibantu KONI Medan yang rela menghibahkan anggarannya bagi PSMS. Sisanya, beberapa pengurus rela juga patungan kumpul dana untuk merenovasi Stadion Kebun Bunga, dan Mess pemain.

Nah, bagaimana kondisi keuangan PSMS saat ini? Dengan jujur Agus menyatakan bahwa PSMS masih membutuhkan sumbangan. Entah itu dari pengusaha, ataupun masyarakat Medan yang cinta PSMS. Tak lupa, kebaikan hati sponsor juga ditunggu.
Yang jelas, sistem kerjasama dengan para sponsor nantinya akan saling menguntungkan. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS sudah berupaya meyakinkan sponsor untuk urusan satu itu. Menurut Benny, PSMS ini masih punya nama besar, yang bisa menjual nilai satu produk yang turut bekerjasama dengan PSMS. “PSMS masih disegani. Mendengar namanya saja tim lain sudah gentar. Hal itu semoga saja masih memancing minat sponsor untuk kerjasama dengan PSMS. Asal dikelola secara profesional, PSMS pasti bisa bangkit,” kata Benny

Ambisi Ayam Kinantan Mengarungi Musim Depan

Semangat menggebu-gebu ditunjukkan manajemen dan perangkat skuad PSMS. Kamis (17/9) kemarin bertempat di Stadion Kebun Bunga, manajemen mendadak menggelar jumpa pers. Yang dibahas, tentu saja persiapan tim menatap Divisi Utama musim 2009/2010 yang sedianya akan digulirkan Oktober mendatang.

Agus Simorangkir, Ketua Harian PSMS bahkan menyebut bahwa PSMS tidak mementingkan juara di Divisi Utama. Yang terpenting baginya, adalah bagaimana caranya PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu tahun. “Masih ada waktu untuk berbenah. Kita harus saling bahu-membahu untuk mengejar target tembus ke Super Liga. Tak harus juara, yang penting lolos saja dulu,” katanya.
Manajer PSMS, Hendra DS pun tak kalah semangat. Menurutnya, PSMS harus mampu mengembalikan semangat fanatisme Medan seperti yang ditunjukkan PSMS di era tahun 70-an. Bahkan saat itu PSMS sama sekali tak diperkuat tenaga asing. Hasilnya, PSMS mampu menjadi yang terbaik di era persirakatan.

Kondisi saat itu, sedikit banyak mirip dengan kondisi PSMS saat ini. Begitupun, di era dengan persaingan yang lebih ketat seperti saat ini, tentunya PSMS harus lebih mawas diri. Terlalu naif kalau PSMS bertahan dengan komitmen menggunakan tenaga lokal seratus persen.
Maka itu, isu mendatangkan legiun asing pun tak dikesampingkan. Usai lebaran, beberapa pemain asing kabarnya bakal diseleksi. “Intinya kita siap perang melawan kontestan Divisi Utama lainnya. Nah, apa-apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi target lolos ke ISL dipersiapkan sebaik mungkin,” beber Hendra.

Lebih lanjut, politisi dari Partai Patriot itu menegaskan bahwa peta kekuatan di wilayah barat Divisi Utama musim ini, boleh dikatakan merata. Bahkan PSMS diyakini mampu bersaing untuk meraih peringkat terbaik. “Di wilayah barat, kekuatan timnya masih sama. Bahkan bisa dibilang masih lebih baik kita, karena beberapa tim sudah menyatakan mundur, dan ada yang belum persiapan, masih syukur PSMS masih ada hingga saat ini,” sambung Hendr

Saktiawan Melepas Rindu

Kebetulan, Saktiawan Sinaga eks striker PSMS yang kini memperkuat Persik Kediri, sedang dapat libur lebaran. Proses latihan sudah dihentikan sejak beberapa hari lalu. Namun Sakti (sapaan akrab Saktiawan ) pun mudik pulang ke Medan tanah kelahirannya.

Di sela-sela masa liburnya, Sakti rupanya teringat akan PSMS. Maka itu, bersama keluarganya, Kamis (17/9) kemarin Sakti menyempatkan anjangsana ke Stadion Kebun Bunga-tempat dia berlatih dulu.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Sakti terlihat berdiri di pinggiran lapangan menyaksikan penggemblengan fisik skuad PSMS. Ada bangga yang keluar dari ucapannya. “Meski beberapa anak Medan kini berlabuh di klub lain, tapi saya yakin hati mereka masih di PSMS. Saya senang PSMS sudah berbenah dan mulai bangkit. Di luar sana, nama besar PSMS masih menggema,” ungkapnya.

Sakti mengaku mengenal beberapa nama skuad PSMS sekarang ini. “Saya lihat ada beberapa striker PSMS yang bagus-bagus, ada Zulkarnaen, Imam Faisal. Mereka striker yang bagus kok,” urai Sakti.

Menurutnya, PSMS saat ini krisis striker. Sebelumnya, Sakti sempat berminat kembali ke PSMS, karena nilai kontraknya tinggi, akhirnya PSMS batal merekrutnya dan Sakti pun kembali ke Persik Kediri.

Begitupun, Sakti juga punya saran bagi PSMS. Menurutnya, pembinaan pemain usia muda utamanya U-23 harus lebih ditingkatkan. Jadi saat tim butuh pemain, bisa dicomot dari skuad mudanya. “PSM Makassar salah satu yang bagus pembinaannya. Jadi waktu klub kesulitan dana, bisa memakai tenaga pemain muda yang sudah lama dibina. Tentu saja harganya bisa jauh lebih murah,” pungkas striker yang dijuluki Sakti The Dragon itu.

Wednesday, September 16, 2009

Pato Ingin Bergabung

MEDAN- Rencana mendatangkan pemain asing mulai terang. Kabarnya, usai lebaran pemain asing akan segera diseleksi. Siapa pun pemain asing yang ingin bergabung dengan PSMS harus melewati proses seleksi. Salah satu yang menaruh minat besar kepada PSMS adalah Patricio Jimenez, mantan bek Persib, Sriwijaya FC dan PSMS.

Pato-demikian pemain asal Uruguay ini disapa, memang tak asing lagi bagi publik PSMS. Awal musim lalu, Pato sempat menjabat kapten tim. Namun performanya saat itu tak seperti yang diharapkan. Paruh musim bersama PSMS, Pato pun didepak entah kemana.
Dan Pato, juga sudah dikenal baik oleh arsitek PSMS Suimin Diharja. Saat masih menukangi Sriwijaya, Pato sempat ditatar oleh Suimin. Dan mungkin karena faktor pelatih ini juga yang membuat Pato ingin kembali menjajal keberuntungan di PSMS.

Benny Tomasoa, manajer I menyatakan bahwa Pato memang salah satu yang serius ingin menjajal PSMS. Kabarnya, usai lebaran Pato akan datang ke Medan. “Tidak hanya Pato yang ingin main di PSMS. Ada beberapa, namun yang paling serius Pato. Usai lebaran dia menyatakan akan datang ke Medan,” terang Benny.

Sesuai kebutuhan tim saat ini, PSMS tak hanya membutuhkan seorang bek asing, namun juga striker impor. Nah, sesuai kebutuhan tim ini Benny menjelaskan akan meminta bantuan agen. “Ada agen yang mengurus kedatangan pemain asing untuk diseleksi sesuai kebutuhan tim. Kita lihat saja usai lebaran nanti,” lanjut Benny.

Suimin menyambut baik hal ini. Memang dia sudah cukup puas dengan skuad lokal yang ada. Namun kalau ingin bersaing di pentas sekelas Divisi Utama, mau tak mau legiun asing harus didatangkan. Untuk urusan ini, Suimin lebih senang pemain asing yang sudah pernah main di Indonesia. Terlebih pemain itu sudah sempat ditanganinya di beberapa klub yang pernah diarsiteki Suimin.
“Siapapun pemain asing yang bakal datang, harus seleksi lagi. Tapi seleksinya tak perlu lama-lama, terlebih kalau kita sudah tahu kualitasnya. Pasalnya, waktu untuk persiapan juga sudah semakin mepet,” bilang Suimin.

Monday, September 14, 2009

Kembalikan Rap-rap

MEDAN- Persiapan PSMS menuju Divisi Utama memang belum menjanjikan. Skuad yang ada belum memiliki jam terbang tinggi dan hanya memiliki kemampuan rata-rata. Tak pelak, hal ini membuat miris.

Setidaknya, hal ini dirasakan manajer PSMS yang baru, Hendra DS. Satu hal yang membuat keyakinannya muncul adalah skuad yang beranggota pemain lokal. Menurut Hendra, skuad yang berisikan pemain lokal bukan berarti tak bisa diandalkan, tapi malah memiliki potensi besar. Yakni, mengembalikan kekhasan PSMS dengan rap-rapnya.

“Kalau melihat sejak beberapa waktu digelarnya TC ini, jujur saja saya sedikit khawatir. Tapi saya juga melihat potensi yang dimiliki para pemain. Kita lihat saja nanti,” kata Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Rabu (9/9) kemarin.
Hendra yang baru resmi menjadi manajer awal pekan ini menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan para skuad PSMS. Hal itu dilakukan di sela-sela pemberian materi di kelas sebelum diterapkan di lapangan oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.

“Ya sedikit berkenalanlah agar lebih dekat. Di samping saya juga ingin memberikan sepatah kata tentang PSMS di masa lalu tepatnya di era 70-an. Saat itu PSMS tak diperkuat pemain asing, namun mampu juara di era perserikatan. Saya harap skuad PSMS saat ini juga mampu berbuat demikian,” lanjutnya.

Meski begitu, Hendra tak menampik bahwa skuad PSMS bakal diisi oleh pemain asing. Walaupun hal itu tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Jujur saja kita tampaknya akan butuh dengan pemain asing. Walaupun demikian, saat ini kita berdayakan saja dulu yang ada,” sambung Hendra.

Begitupun, ada sedikti kebanggaan yang dirasakan Hendra. Salah satunya adalah kemampuan PSMS berdiri dengan murni menggunakan tenaga lokal. Harapan dengan kondisi ini, gaya rap-rap PSMS seperti dulu akan kembali terulang.

“Syukurnya kita mampu membentuk tim dengan pemain lokal 100 persen, ini sebuah kebanggaan yang bisa berbuah manis. Setidaknya gaya rap-rap khas PSMS di masa lalu berpeluang kembali,” tambah Hendra.

Di tubuh tim sendiri, Suimin beberapa hari ini sedang berupaya mencari target man yang mampu melesakkan gol ke gawang lawan. Maka itu, materi latihan difokuskan kepada tata cara mencipta gol. Latihan kemarin, materi build up attack from midfielder digeber. Sayang, hasilnya belum memuaskan.

Untuk mengevaluasi hasil latihan selama ini, uji coba akan digeber kembali. Yang sudah pasti, uji coba kontra PSDS Sabtu mendatang. Usai lebaran, uji coba melawan Penang FC asal Malaysia juga bakal digelar di Stadion Teladan.
“Ujicoba perlu diterapkan sebagai evaluasi atas latihan selama ini. Yang jelas sku
ad PSMS masih harus dibenahi, termasuk menambah skuad asing,” kata Suimin

PSMS disarankan pakai pemain Afrika

Manajemen PSMS Medan dalam mencari legiun asing disarankan dapat merekrut pemain dari Afrika, karena umumnya mereka disiplin, mudah diatur dan cepat menyesuaikan diri dengan pemain lokal.

"Pemain asing asal Afrika cukup berkualitas dan banyak dikontrak klub-klub di Eropa termasuk oleh klub sepak bola di Indonesia," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman di Medan, Jumat.

Hal tersebut dikatakannya menanggapi rencana manajemen PSMS yang akan mencari pemain asing untuk memperkuat tim itu dalam menghadapi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Kompetisi itu rencananya akan digelar pada Oktober 2009, tim PSMS saat ini baru saja merekrut 25 pemain lokal, namun belum ada terdapat pemain asing. Suryanto mengatakan, dengan merekrut pemain asal Afrika itu, diharapkan skuad PSMS dapat menjadi tim yang dikalahkan lawan, dan bisa menjadi juara Divisi Utama PSSI.

Selama ini, katanya, tim PSMS yang memakai pemain Afrika itu, tidak pernah mengecewakan, karena mereka memiliki tanggung jawab besar untuk membela tim. Dalam memilih pemain luar, manajemen PSMS perlu selektif dan hati-hati.

“PSMS harus tetap menyeleksi ketat para pemain asing itu, sehingga dapat diketahui kemampuan dan pengalaman tanding mereka,” tambah Suryanto yang juga pelatih PO Polda Sumut.

Selain itu, jelasnya, manajemen juga jangan sampai terpengaruh dengan bujukrayu agen pemain asing yang menawarkan pemain asal Brazil, Argentina dan lainnya kendati berharga murah

PSMS tahan PSDS 1-1

LUBUK PAKAM - Mental bertanding tim PSMS Medan masih belum memuaskan. Bertandang ke kandang PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoedin Siregar Lubuk Pakam, anak-anak PSMS tidak tampil dengan peforma terbaik dan hanya bermain imbang 1-1, Sabtu.

Beberapa kali tim Ayam Kinantan harus kehilangan bola karena bermain kurang tenang. Anak-anak Medan tampak tak kuasa menstabilkan mental. Tekanan dari publik tuan rumah yang terus menerus, ternyata membuat mereka tidak ‘pede’. Hal itu diakui Suimin Diharja sang arsitek PSMS.

"Penampilan anak-anak masih banyak yang harus dibenahi, termasuk mental bertanding. Target semula mendapatkan 40 persen dari hasil latihan, ternyata baru mampu mereka serap sekitar 20-30 persen saja," kata Suimin.

Sejak peluit babak pertama ditiupkan, skuad PSDS terlihat lebih mendominasi serangan. Sayang, anak asuh Sutrisno itu selalu gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, PSMS lebih fokus bertahan. Padahal, porsi latihan di pemusatan latihan dua pekan belakangan adalah tata cara menyerang dan mencetak gol.

Beruntung M Afan Lubis dapat mendongkrak sedikit mental PSMS. Lewat satu tendangan bebas Afan, PSMS unggul sementara 1-0 di babak pertama. Sepanjang babak pertama, pertandingan itu kental dengan aksi keras bahkan menjurus kasar yang diperagakan kedua tim. Dari PSMS, Slamet Riadi bahkan harus enyah dari lapangan karena diberi kartu merah.

Memasuki babak kedua, PSMS lagi-lagi kecolongan lewat aksi serangan balik skuad PSDS yang digawangi Khairil Ansari. Alhasil, PSMS harus kebobolan di awal-awal babak kedua. Junarto yang tak terkawal barisan pertahanan PSMS melakukan aksi individu dan memperdaya Sony Gunawan di bawah mistar PSMS. Skor 1-1 bertahan hingga usai laga.

"Dua pekan latihan, fokus kita adalah menyerang. Pada ujicoba ini kok malah kebanyakan bertahan," kata Suimin usai laga.

Kubu PSDS melalui sang arsitek, Sutrisno menyatakan tidak begitu kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Walaupun Sutrisno masih mengkritisi penyelesaian akhir para pemain yang masih jauh dari memuaskan.

"Startegi yang saya berikan, sudah mulai diterapkan dengan cukup bagus. Hanya saja peluang yang kami dapatkan selalu terbuang sia-sia karena anak-anak kurang tenang," kata Sutrisno.

Usai laga, perjamuan buka puasa bersama pun digelar. Dengan menu sederhana, seluruh skuad tampak begitu menikmati menu berbuka. Menurut rencana, PSMS yang dimanajeri Drs Hendra DS bakal kembali menggelar latihan pada Senin (14/9) ini.

Fokus latihan berikutnya menurut Suimin, adalah penggemblengan fisik. “Sampai Oktober fisik masih akan menjadi hal utama yang harus dibenahi," jelasnya