Monday, September 14, 2009

Kembalikan Rap-rap

MEDAN- Persiapan PSMS menuju Divisi Utama memang belum menjanjikan. Skuad yang ada belum memiliki jam terbang tinggi dan hanya memiliki kemampuan rata-rata. Tak pelak, hal ini membuat miris.

Setidaknya, hal ini dirasakan manajer PSMS yang baru, Hendra DS. Satu hal yang membuat keyakinannya muncul adalah skuad yang beranggota pemain lokal. Menurut Hendra, skuad yang berisikan pemain lokal bukan berarti tak bisa diandalkan, tapi malah memiliki potensi besar. Yakni, mengembalikan kekhasan PSMS dengan rap-rapnya.

“Kalau melihat sejak beberapa waktu digelarnya TC ini, jujur saja saya sedikit khawatir. Tapi saya juga melihat potensi yang dimiliki para pemain. Kita lihat saja nanti,” kata Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Rabu (9/9) kemarin.
Hendra yang baru resmi menjadi manajer awal pekan ini menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan para skuad PSMS. Hal itu dilakukan di sela-sela pemberian materi di kelas sebelum diterapkan di lapangan oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.

“Ya sedikit berkenalanlah agar lebih dekat. Di samping saya juga ingin memberikan sepatah kata tentang PSMS di masa lalu tepatnya di era 70-an. Saat itu PSMS tak diperkuat pemain asing, namun mampu juara di era perserikatan. Saya harap skuad PSMS saat ini juga mampu berbuat demikian,” lanjutnya.

Meski begitu, Hendra tak menampik bahwa skuad PSMS bakal diisi oleh pemain asing. Walaupun hal itu tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Jujur saja kita tampaknya akan butuh dengan pemain asing. Walaupun demikian, saat ini kita berdayakan saja dulu yang ada,” sambung Hendra.

Begitupun, ada sedikti kebanggaan yang dirasakan Hendra. Salah satunya adalah kemampuan PSMS berdiri dengan murni menggunakan tenaga lokal. Harapan dengan kondisi ini, gaya rap-rap PSMS seperti dulu akan kembali terulang.

“Syukurnya kita mampu membentuk tim dengan pemain lokal 100 persen, ini sebuah kebanggaan yang bisa berbuah manis. Setidaknya gaya rap-rap khas PSMS di masa lalu berpeluang kembali,” tambah Hendra.

Di tubuh tim sendiri, Suimin beberapa hari ini sedang berupaya mencari target man yang mampu melesakkan gol ke gawang lawan. Maka itu, materi latihan difokuskan kepada tata cara mencipta gol. Latihan kemarin, materi build up attack from midfielder digeber. Sayang, hasilnya belum memuaskan.

Untuk mengevaluasi hasil latihan selama ini, uji coba akan digeber kembali. Yang sudah pasti, uji coba kontra PSDS Sabtu mendatang. Usai lebaran, uji coba melawan Penang FC asal Malaysia juga bakal digelar di Stadion Teladan.
“Ujicoba perlu diterapkan sebagai evaluasi atas latihan selama ini. Yang jelas sku
ad PSMS masih harus dibenahi, termasuk menambah skuad asing,” kata Suimin

PSMS disarankan pakai pemain Afrika

Manajemen PSMS Medan dalam mencari legiun asing disarankan dapat merekrut pemain dari Afrika, karena umumnya mereka disiplin, mudah diatur dan cepat menyesuaikan diri dengan pemain lokal.

"Pemain asing asal Afrika cukup berkualitas dan banyak dikontrak klub-klub di Eropa termasuk oleh klub sepak bola di Indonesia," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman di Medan, Jumat.

Hal tersebut dikatakannya menanggapi rencana manajemen PSMS yang akan mencari pemain asing untuk memperkuat tim itu dalam menghadapi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Kompetisi itu rencananya akan digelar pada Oktober 2009, tim PSMS saat ini baru saja merekrut 25 pemain lokal, namun belum ada terdapat pemain asing. Suryanto mengatakan, dengan merekrut pemain asal Afrika itu, diharapkan skuad PSMS dapat menjadi tim yang dikalahkan lawan, dan bisa menjadi juara Divisi Utama PSSI.

Selama ini, katanya, tim PSMS yang memakai pemain Afrika itu, tidak pernah mengecewakan, karena mereka memiliki tanggung jawab besar untuk membela tim. Dalam memilih pemain luar, manajemen PSMS perlu selektif dan hati-hati.

“PSMS harus tetap menyeleksi ketat para pemain asing itu, sehingga dapat diketahui kemampuan dan pengalaman tanding mereka,” tambah Suryanto yang juga pelatih PO Polda Sumut.

Selain itu, jelasnya, manajemen juga jangan sampai terpengaruh dengan bujukrayu agen pemain asing yang menawarkan pemain asal Brazil, Argentina dan lainnya kendati berharga murah

PSMS tahan PSDS 1-1

LUBUK PAKAM - Mental bertanding tim PSMS Medan masih belum memuaskan. Bertandang ke kandang PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoedin Siregar Lubuk Pakam, anak-anak PSMS tidak tampil dengan peforma terbaik dan hanya bermain imbang 1-1, Sabtu.

Beberapa kali tim Ayam Kinantan harus kehilangan bola karena bermain kurang tenang. Anak-anak Medan tampak tak kuasa menstabilkan mental. Tekanan dari publik tuan rumah yang terus menerus, ternyata membuat mereka tidak ‘pede’. Hal itu diakui Suimin Diharja sang arsitek PSMS.

"Penampilan anak-anak masih banyak yang harus dibenahi, termasuk mental bertanding. Target semula mendapatkan 40 persen dari hasil latihan, ternyata baru mampu mereka serap sekitar 20-30 persen saja," kata Suimin.

Sejak peluit babak pertama ditiupkan, skuad PSDS terlihat lebih mendominasi serangan. Sayang, anak asuh Sutrisno itu selalu gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, PSMS lebih fokus bertahan. Padahal, porsi latihan di pemusatan latihan dua pekan belakangan adalah tata cara menyerang dan mencetak gol.

Beruntung M Afan Lubis dapat mendongkrak sedikit mental PSMS. Lewat satu tendangan bebas Afan, PSMS unggul sementara 1-0 di babak pertama. Sepanjang babak pertama, pertandingan itu kental dengan aksi keras bahkan menjurus kasar yang diperagakan kedua tim. Dari PSMS, Slamet Riadi bahkan harus enyah dari lapangan karena diberi kartu merah.

Memasuki babak kedua, PSMS lagi-lagi kecolongan lewat aksi serangan balik skuad PSDS yang digawangi Khairil Ansari. Alhasil, PSMS harus kebobolan di awal-awal babak kedua. Junarto yang tak terkawal barisan pertahanan PSMS melakukan aksi individu dan memperdaya Sony Gunawan di bawah mistar PSMS. Skor 1-1 bertahan hingga usai laga.

"Dua pekan latihan, fokus kita adalah menyerang. Pada ujicoba ini kok malah kebanyakan bertahan," kata Suimin usai laga.

Kubu PSDS melalui sang arsitek, Sutrisno menyatakan tidak begitu kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Walaupun Sutrisno masih mengkritisi penyelesaian akhir para pemain yang masih jauh dari memuaskan.

"Startegi yang saya berikan, sudah mulai diterapkan dengan cukup bagus. Hanya saja peluang yang kami dapatkan selalu terbuang sia-sia karena anak-anak kurang tenang," kata Sutrisno.

Usai laga, perjamuan buka puasa bersama pun digelar. Dengan menu sederhana, seluruh skuad tampak begitu menikmati menu berbuka. Menurut rencana, PSMS yang dimanajeri Drs Hendra DS bakal kembali menggelar latihan pada Senin (14/9) ini.

Fokus latihan berikutnya menurut Suimin, adalah penggemblengan fisik. “Sampai Oktober fisik masih akan menjadi hal utama yang harus dibenahi," jelasnya

Thursday, September 10, 2009

Ditantang Penang FC

Nama besar PSMS rupanya masih cukup menggema. Bahkan negeri jiran Malaysia masih menganggap PSMS sebagai tim kuat yang layak dijajal dalam satu partai uji coba.

Adalah Penang FC yang berniat bertandang ke Medan demi meladeni kekuatan PSMS usai lebaran nanti. Kebetulan sekali, Suimin Diharja arsitek PSMS sedang getol-getolnya menggeber jam terbang skuad PSMS yang mayoritas dihuni pemain muda minim pengalaman.

Dalam pekan ini saja, Suimin berencana menggelar partai uji coba melawan klub tetangga sebelah PSDS Deli Serdang. Kalau tak ada halangan, maka Sabtu mendatang PSMS akan menjamu PSDS di Stadion Kebun Bunga. Sepekan kemudian, baru PSMS bertandang ke Stadion Baharudin Siregar di Lubukpakam.

Tak hanya itu, usai latihan Rabu (2/9) kemarin di Stadion Kebun Bunga, Suimin kembali mengutarakan niatannya menggelar latihan bersama. Adalah klub Darma Putra yang rencananya diajak latihan bersama. Bisa saja ada juga menu latihan game, yang artinya bakal ada ujicoba.

“Jumat ini mungkin kita akan latihan bersama Darma Putra. Sabtunya kita menjamu PSDS. Ini penting guna melihat jam terbang anak-anak,” beber Suimin.

Memang, mayoritas pemain yang masih junior dan minim jam terbang cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Walau pada dasarnya mereka optimis bahwa pemain bisa berkembang lebih bagus lagi.

Di samping itu, beberapa poin juga diharapkan Suimin mampu dicerna anak asuhnya. Termasuk menu latihan selama dua pekan ini. “Kalau bisa diterapkan apa yang sudah didapatkan selama latihan, itu sudah bagus. Terutama mental bertanding mereka,” lanjut Suimin.
Menyoal permintaan uji coba oleh pihak Penang FC, Suimin menyambut baik hal itu. Suimin juga mengaku siap meladeni perlawanan Penang FC. “PSDS saja kita ajak bertanding uji coba, masak ada klub dari luar negeri yang ingin menantang kita tolak. Kita siap menghadapi mereka,” beber Suimin.

Mengenai rencana kedatangan Penang FC, pengurus PSMS lewat Sekum Hardi Mulyono membenarkan hal itu. Walau hampir pasti, namun Hardi belum bisa menjelaskan kapan pastinya uji coba itu akan digelar. “Benar, Penang FC sudah menghubungi kita. Saat ini kami masih membahas kapan waktu yang tepat untuk menggelar uji coba. Yang pasti usai lebaran mendatang,” terang Hardi

Butuh Perhatian

Menjelang berputarnya kompetisi Divisi Utama Oktober mendatang, skuad PSMS masih terus digeber performanya. Salah satu yang masih harus mendapatkan perhatian khusus adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dari skuad PSMS itu sendiri.
Pemusatan latihan sudah berjalan hampir dua pekan, namun beragam menu yang diberikan kepada para pemain diakui Suimin Diharja arsitek PSMS, baru 20 persen yang terserap. Padahal banyak target yang dipasangkan Suimin kepada anak asuhnya.

Dari evaluasi sementara, Suimin memang tak sepenuhnya menyalahkan pemain. Dia sebagai pelatih juga turut instropeksi diri, apakah menu latihan yang dilatihkannya kepada para pemain mampu diserap secara maksimal.

“Secara organisasi sebenarnya sudah cukup lumayan. Hanya saja ada beberapa hal yang memang ditargetkan tapi belum tercapai,” terang Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Selasa (8/9) kemarin.

“Ini terkait dengan SDM yang kita miliki. Mungkin dalam memahami metode latihan yang saya berikan, dituntut konsentrasi, improvisasi dan fokus. Kalau sudah begitu, saya rasa tak sulit untuk diterapkan,” sambung Suimin.
Latihan kemarin, skuad PSMS digodok mengenai tata cara membantu serangan dari lini belakang. Ada alur dan teknik menyerang yang disebut build up from defender. Namun pada kenyataannya, latihan itu masih gagal dan harus di-drill ulang hingga pemain faham. “Ada yang maunya asal cetak gol saja, padahal itu tidak ada nilainya pada saat latihan. Benar, tujuan dalam satu pertandingan adalah mencetak gol. Tapi dalam latihan, ada syarat, teknik dan cara mencetak gol,” terang Suimin.

Untuk lebih memantapkan latihan, uji coba kembali akan digelar. Kalau deal, Jumat mendatang PSMS akan menjamu PS Bank Sumut. Dan Sabtunya akan kembali berlaga kontrak PSDS. Khusus melawan PSDS, PSMS akan away ke markasnya di Lubukpakam.
“Ujicoba akan terus digeber dalam pekan ini. Uji coba juga salah satu menu latihan yang harus rutin digelar untuk mengetahui sejauh mana anak-anak menguasai materi latihan selama ini,” pungkas Suimin.

Di Stadion Kebun Bunga kemarin, juga digelar acara berbuka puasa bersama antara wartawan dan pengurus KONI Medan. Tidak ada pembahasan akan PSMS pada kegiatan itu, murni hanya sebatas silaturahmi saja. “Tidak ada yang istimewa, hanya mempererat silaturahmi saja,” kata Irvan Siregar Humas Koni Medan

Liestiadi ke Arema Malang

Batu loncatan Liestiadi mantan pelatih PSMS Medan lumayan juga. Tak sampai satu musim menjadi arsitek PSMS, namun kemampuannya lumayan diperhitungkan klub lain. Buktinya kini pelatih yang telah mengantongi lisensi A itu berlabuh di Arema Malang, walaupun hanya menjadi asisten pelatih.

Pengakuan Liestiadi yang dihubungi Selasa (8/9) kemarin, setidaknya ada tiga klub yang berminat dengan tenaganya. Bahkan ada dua yang memintanya jadi pelatih kepala. Pertama, Persiraja Banda Aceh dan Persiwa Wamena. Karena beberapa alasan, kedua klub ini akhirnya ditolaknya.

Pelatih yang sempat menjadi tim seleksi PSMS baru-baru ini akhirnya memutuskan berlabuh di Arema. “Persiraja baru sebatas menghubungi tidak ada tindak lanjut. Persiwa saya pikir terlalu jauh dengan keluarga di Medan. Akhirnya saya pilih Arema walau hanya jadi asisten,” kata Liestiadi sumringah.

Pelatih yang mengawali karir di SSB Tasbih ini terikat kontrak hingga satu musim ke depan. Namun dia enggan menyebutkan nilai kontraknya. “Arema salah satu tim bagus di Indonesia. Dan saya hargai keseriusan mereka meminang saya. Saya dipanggil ke sana dan diberikan tiket, maka itu saya bersedia mengikat kontrak satu musim bersama Singo Edan,” pungkas pelatih berdarah Tionghoa itu.

Menanggapi karirnya yang cukup cemerlang, Jhon Ismadi Lubis Pembina SSB Tasbih menyambut baik keberhasilan Liestiadi. “Liestiadi itu pelatih yang masih muda. Dan dia berasal dari kalangan pendidik, maka itu dia punya kelebihan bisa dekat dengan pelatih. Di samping itu, Liestiadi juga punya semangat belajar yang terus menerus. Saya yakin, dengan jam terbang yang mulai dibangunnya kini, pasti dia bisa menjadi pelatih besar di kemudian hari,” kata Jhon yang juga menjabat Ketua Harian KONI Sumut itu

Silahkan kritik membangun

Tugas berat dan menantang bakal dihadapi Drs Hendra DS yang baru ditunjuk sebagai Manajer Tim PSMS Medan ke Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

"Silahkan kritik. PSMS ke depan transparan, namun diharapkan kritikan membangun untuk kembali mengangkat PSMS naik kelas," kata Hendra DS di Medan kemarin.

Dia menyadari menangani sebuah tim yang sudah memiliki nama besar seperti tim Ayam Kinantan, bukan segampang membalikkan telapak tangan. Langkah awalnya, jelas Hendra, berkoordinasi dengan Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi.

"Koordinasi sangat diperlukan dengan Ketua Umum PSMS. Tentunya kita bekerja tidak sendirian, namun perlu kekompakkan dan kebersamaan," ujar Redaktur Senior Harian Waspada itu.

Selanjutnya, tambah Hendra, memberikan suasana nyaman kepada pelatih dan pemain. 20 Pemain termasuk tiga pemain magang sudah diberikan panjar kontrak. "PSMS akan mengontrak 21 pemain dalam menghadapi Liga Indonesia 2009/2010," tambah Hendra penerima penghargaan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Sumatera Utara tahun 2008 untuk kategori pembinaan sepakbola usia dini.

Kalau sebelumnya Hendra membawa tim kelompok umur juara di tingkat nasional, kali ini dia menyatakan optimis menghadapi tantangan membawa tim senior menuai prestasi yang sama.

Apakah pemain yang dikontrak seluruhnya pemain lokal? "Ya. Kita berusaha untuk mengangkat fanatisme PSMS. Disadari belakangan PSMS kurang memiliki fanatisme, karena PSMS dijejali pemain impor dan dari Pulau Jawa," tuturnya.

Tentunya berharap kepercayaan yang diberikan kepada pemain lokal dapat dipertanggungjawabkan. Lahirnya PSMS tahun 1950-an hingga 1980-an, tim yang berkostum hijau-hijau ini diperkuat pemain lokal, namun prestasinya menggembirakan. "Bukan hanya klub-klub nasional yang segan, namun klub manca negara dibabat habis," ujar Hendra yang membawa Tim Sumut U-13 menjuarai Piala Yamaha 2009.

Namun begitu tidak tertutup kemungkinan PSMS diperkuat pemain asing. Hendra memberikan kesempatan kepada pecinta PSMS atau pihak sponsor menjadi bapak angkat pemain asing. "Kita memberikan kesempatan kepada bapak angkat pemain asing untuk memperkuat PSMS. Tentunya kualitas pemain asing sudah teruji," terangnya.

"Tugas saya sekarang adalah membangun kembali PSMS. Tentunya dibutuhkan dukungan masyarakat dan pemerhati sepakbola, sebab tanpa dukungan sulit menjadikan PSMS berprestasi," harap Hendra

Hendra bakar fanatisme pemain

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS membakar fanatisme pemain PSMS sebelum melakukan latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu sore.

"Kalian dipercaya sebagai pemain profesional. Untuk itu, buktikan bahwa kalian pantas masuk dalam skuad tim PSMS," kata Hendra didampingi Asisten Manajer Tim Benny Tomasoa dan Zulkifli Husein.

Hendra mengakui sebelum ditunjuk sebagai Manajer Tim PSMS terlebih dulu dipanggil oleh Ketua Umum PSMS. Ketika itu, Ketua Umum PSMS menyebutkan bahwa skuad tim PSMS diperkuat hampir 100 persen pemain lokal.

"Hal ini yang membuat saya tertarik dan bersedia menjadi Manajer Tim PSMS. Saya yakin dengan mengandalkan pemain lokal akan terbangun fanatisme kedaerahan yang dulu pernah mengangkat citra PSMS sebagai tim disegani dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," optimis Hendra.

Namun begitu, lanjut Hendra, PSMS tidak menutup diri terhadap pemain asing sebagai pelengkap fanatisme kedaerahan bukan seperti selama ini menjadi andalan skuad tim PSMS. "Saat ini sudah 20 pemain terikat kontrak termasuk pelatih dan asisten pelatih," terang Hendra.

Dia berharap dengan waktu tersisa menjelang Liga Indonesia bergulir Oktober mendatang para pemain di bawah asuhan pelatih Suimin Dihardja semakin matang dan siap bertempur di lapangan demi prestasi menggembirakan.

"Kita berharap PSMS musim depan sudah kembali bermain ke Liga Super. Meskipun untuk menuju ke sana membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, namun dengan semangat fanatisme pemain, kita optimis harapan itu Insya Allah terwujud," terangnya.

Selain menggelar latihan rutin di bulan Ramadhan, PSMS juga akan menggelar pertandingan ujicoba termasuk melakoni duel derbi melawan PSDS Deli Serdang dalam waktu dekat ini.

Wednesday, September 9, 2009

Persela Klaim Resmi Miliki Zada


Martins Zada sudah menginjakkan kaki di Lamongan kemarin (5/9). Pemain Brazil yang musim lalu membela PSMS Medan itu langsung membubuhkan tanda tangan sebagai pemain Persela.

"Zada resmi milik kami. Meskipun penandatanganan baru taraf prakontrak, kami sudah berani menyatakan bahwa Zada resmi pemain Persela. Sebab, dalam sehari atau dua hari ini urusan selanjutnya bakal diselesaikan. Yang bersangkutan sudah oke," tutur Ketua Umum Persela Masfuk.

Satu bukti lagi yang tidak bisa dibantah, lanjut Masfuk yang juga bupati Lamongan itu, beberapa jam kemudian Zada langsung mengikuti latihan bersama Fabiano Rossa Beltrame dkk dengan menu fitness dan aerobik di Gresik.

"Informasi dari Widodo (pelatih Persela, Red), sebelumnya Zada diberi tahu bahwa dirinya diperbolehkan untuk tidak ikut latihan dulu. Tapi, dia ngotot untuk tetap ikut latihan," imbuhnya.

Widodo membenarkan hal tersebut. Zada menyatakan senang. Artinya, sebagai pemain yang baru datang dan langsung bergabung untuk latihan, Zada dinilai profesional. Diharapkan sikap demikian itu tidak hanya ditunjukkan ketika baru bergabung, tapi juga selama memperkuat Persela.

"Bukan hanya Zada, kami berharap semuanya juga selalu menunjukkan sikap profesional sebagai pemain sepak bola. Sebab, dengan menjunjung tinggi dan menjalankan tugas secara profesional, hasil yang diraih tentu lebih memuaskan," ucapnya.

Dengan hadirnya Zada, pupus sudah harapan sejumlah pemain asing yang ingin bergabung ke Persela. Demikian juga perburuan tim Persela terhadap sejumlah pemain untuk mengisi posisi playmaker, terpaksa harus diakhiri. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu sudah mendapatkannya.

Hadirnya Zada berarti skuad Persela sudah lengkap. Tinggal seorang pemain yang sampai saat ini belum bisa bergabung, yaitu Varney Pas Boakay asal Liberia. Sudah hampir dua bulan Persela melakoni latihan, tapi mantan striker Persibo Bojonegoro itu belum juga menampakkan diri

Monday, August 31, 2009

Suimin minta pemain asing

Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja mengaku, menginginkan pemain asing untuk memperkuat tim milik masyarakat Medan itu menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

"Saya sudah mengajukannya kepada pengurus atau manajemen untuk segera mengontrak pemain asing," katanya saat ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu.

Para pemain asing tersebut memang dibutuhkan, mengingat beberapa pemain inti seperti penjaga gawang Markus Horison, Fadli Hariri, Oktovianus Maniani dan Elly Aiboy sudah bergabung dengan klub lain.

Suimin berharap manajemen dapat merekrut hingga lima pemain asing, sehingga dapat memperkuat beberapa lini yang ditinggalkan pemain lama. Menghadapi kompetisi Divisi Utama yang atmosfir pertandingannya tentu saja akan terasa ketat. PSMS sangat membutuhkan sosok pemain asing yang berkualitas.

"Jika kualitas pemain-pemain asing tidak sesuai yang diharapkan, tentu lebih baik merekrut pemain lokal saja," katanya.

Terkait dengan peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) PSSI mengenai batasan pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama, Suimin menyatakan akan menunggu keputusan dari BLI tersebut.

"Apabila batasan pemain asing diperbolehkan tiga pemain, kita akan memakai tiga pemain saja," kata Suimin yang pada awal 1990-an pernah melatih tim PSMS lalu pindah ke PSPS Pekanbaru.

Ditanya soal harga beli pemain yang akan dianggarkan, Suimin tidak mengetahui dalam hal ini, namun pemain yang dihargai tinggi tentu harus ditunjang dengan kualitas yang baik. "Namun, itu semua tergantung dengan kekuatan keuangan di manajemen sendiri," katanya

Tuesday, August 25, 2009

Markus pilih Arema

Persija Jakarta pantas gigit jari setelah gagal mendapatkan kiper utama tim nasional Indonesia, Markus Horison. Menilai Persija plin-plan, Markus akhirnya berlabuh di Arema Malang.

Mantan kiper PSMS Medan itu memilih Arema, meski awalnya mengutamakan Macan Kemayoran siap menawarkan kontrak Rp750 juta setahun. "Saya akan bergabung dengan Arema. Rabu besok, saya akan berangkat ke Malang," kata Markus.

Markus mengaku awalnya tak hanya dihubungi Arema. Menurut kiper berkepala plontos itu, Persija juga telah memintanya untuk bergabung. "Saya juga telah dihubungi oleh Persija. Namun setelah saya tunggu-tunggu, mereka tidak memberikan kabar lagi," kata Markus.

Markus sebenarnya lebih tertarik untuk membela Macan Kemayoran. Sayangnya, manajemen Persija tak kunjung mengikat kiper 28 tahun ini dengan perjanjian kontrak. "Saya bahkan sudah tanya-tanya ke Bepe (Bambang Pamungkas). Tapi, sampai saat ini tidak ada juga kelanjutannya. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Arema," kata Markus lagi.

Persija memang belum bisa berbuat banyak untuk mendatangkan Markus. Pasalnya, Manajemen Macan Kemayoran tak kunjung terbentuk. Tak hanya itu, Persija juga baru saja kehilangan investor yang bersedia mengucurkan dana hingga Rp30 miliar per musim.

Monday, August 24, 2009

Ramadhan, PSMS tetap berlatih

MEDAN - Sebanyak 23 pemain PSMS yang baru saja terpilih untuk memperkuat tim itu tetap berlatih selama bulan puasa ini untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010.

"Pemain itu hanya diliburkan pada puasa pertama hingga ketiga (Sabtu, Minggu dan Senin) dan seterusnya akan berlatih seperti biasanya di Stadion Kebun Bunga Medan," kata anggota tim pemandu bakat, Suryanto Herman, tadi malam.

Menurut dia, ke-23 pemain yang baru direkrut itu, mulai resminya berlatih, Selasa, (25/ 8) yang langsung ditangani pelatih Suimin Diharja.

Suimin Diharja dipercaya oleh manajemen PSMS untuk membesut tim " Ayam Kinantan" julukan dari pemain PSMS itu.

Selain Suimin Diharja, juga dipercaya Suyono sebagai asisten pelatih, Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) dan Nimrod Manalu (pelatih fisik).

"Para pelaitih yang baru saja terpilih itu, diharapkan mampu memberikan terobosan bagi tim PSMS, sehingga mampu meraih peringkat terbaik pada Kompetisi Utama PSSI, " kata Suryanto yang juga mantan pelatih PSMS itu,

Selanjutnya ia mengatakan, latihan yang dilakukan pemain PSMS pada bulan Ramadhan itu, karena persiapan menghadapi Kompetisi PSSI sudah sangat dekat, yakni pada bulan Oktober 2009.

"Jadi tidak ada waktu lagi bagi pemain PSMS untuk berleha-leha, apalagi lawan-lawan yang dihadapi tim itu cukup tangguh dan berat," ujarnya. Ia mengatakan, tanpa melakukan latihan secara teratur dan kontinu, sulit rasanya bagi PSMS untuk mengejar prestasi.

Pada kompetisi itu PSMS harus serius dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dicita-citakan untuk meraih peringkat terbaik dapat tercapai. "PSMS diharapkan bisa menjadi tim yang tangguh dan sulit dikalahkan lawan," katanya.

Sebanyak 23 pemain PSMS yang baru direkrut itu, beberapa di antaranya, Selamat Riadi, Affan Lubis, Sony Gunawan, Muhammad Alim, Deny Wahyudi, Abdu Julianto dan Ciko Maradona

Wednesday, August 12, 2009

Empat Pemain Tolak PSMS

Keseriusan pengurus PSMS Medan mengembalikan pamor Ayam Kinantan mendapat ujian serius setelah empat pemain sarat pengalaman menolak teken kontrak.

Gejala itu terlihat dari hasil negosiasi pemain yang dilakukan di Hotel Dharma Deli, Medan. Total ada 23 pemain rekomendasi Pelatih Suimin Diharja yang datang melakukan pembicaraan kontrak. Namun, dari 23 calon pemain, hanya 15 yang sepakat memperkuat Ayam Kinantan musim depan.

Dari 15 pemain tersebut, nama Harry Syahputra, M Affan Lubis, Doni F Siregar, dan Syahbani justru tidak masuk daftar yang bersedia. Sekretaris Umum PSMS Hardy Mulyono tidak menampik informasi tersebut. Meski begitu, Hardy mengaku pengurus masih terus melakukan negosiasi dengan pemain hingga beberapa hari ke depan.

’’Kami belum menentukan nama-nama pemain yang terpilih karena proses negosiasi masih terus kami jalani hingga beberapa hari ke depan. Kita tunggu saja,” ujar Hardy saat ditemui di Stadion Teladan, Medan, kemarin. Kabar ini jelas menjadi sinyal mengkhawatirkan buat PSMS

Chico teken kontrak

Chico Maradona, satu-satunya debutan yang meneken kontrak dengan manajemen PSMS Medan, sehingga dipastikan memperkuat skuad The Killer pada kompetisi Divisi Utama 2009/2010.

Kesepakatan Chico dengan manajemen PSMS terjadi di Hotel Dharma Deli Medan, Selasa. Sayangnya, tidak disebutkan nilai kontrak yang disetujui Chico. Sementara itu, pemain lainnya belum menemui kesepakatan dan masih juga ada beberapa pemain berada di luar kota.

Rabu ini, kabarnya 10 pemain akan menentukan sikapnya untuk menerima nilai kontrak yang telah ditetapkan manajemen dan sisanya tetap bersikeras dengan nilai kontrak yang mereka ajukan.

"Kalau melihat nilai kontrak yang diajukan para pemain, sulit bagi manajemen memenuhinya karena nilai rata-ratanya di atas 200-an juta. Malah di antaranya ada yang mencapai Rp400 juta," lanjut sumber yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.

Pelatih Suimin Dihardja yang ditetapkan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi sebagai pelatih, berharap manajemen dapat mengikat 27 pemain yang diajukannya atau minimal 25 pemain sesegera mungkin mengingat kompetisi sudah semakin dekat.

Sumber juga menambahkan, dua pemain Liga Super Indonesia tahun lalu yang memperkuat Persema Malang, Herry Syahputra dan Donny Fernando Siregar, telah menyatakan sikapnya tidak bersedia masuk skuad PSMS karena kondisi keuangannya yang memprihatinkan.

Saat dikonfirmasi, kalangan kandidat pengurus PSMS bersama tim talent scouting tidak mau buka suara. "Masalah ini adalah hak Ketua Umum, namun mereka berharap dalam beberapa hari ini ditemui kesepakatan antara pemain dengan manajemen," ujar salah seorang anggota tim talent scouting

Nego tak Lancar Calon Pemain PSMS Mulai Hengkang

Proses negosiasi kontrak antara pengurus PSMS dengan 23 pemain yang ditawarkan Suimin Diharja, telah berlangsung mulai Selasa (11/8) kemarin. Sayangnya, beberapa pemain mengaku tak puas dengan nilai kontrak yang ditawarkan pengurus. Alhasil, mereka memilih untuk kabur mencari klub lain.

Yang mengaku sudah hampir pasti kabur adalah Doni F Siregar. Eks gelandang Persijap Jepara itu merasa nilai kontrak yang ditawarkan kepadanya terlalu kecil. Hal itu mengaca dari nilai kontraknya di Persijap musim lalu.

“Kecil kali bang nilai kontraknya. Saya rasa saya akan pergi ke klub lainlah. Sia-sia aja selama ini ikut seleksi PSMS. Seolah tak dihargai. Saya rasa beberapa pemain juga banyak yang gak deal,” kata Doni.
Nah, kalau saja pengurus mau menaikkan nilai kontrak kepada beberapa pemain yang memang dianggap layak memperkuat PSMS, mungkin akan lain ceritanya. Tapi hal itu tampaknya bakal sulit terealisasi. Mengingat kas PSMS musim ini kritis.

Hardi Mulyono, Pengerus PSMS mengatakan sejauh ini ada lima pemain yang sudah deal dengan kontrak yang diajukan. Namun Hardi tak ingin menyebutkan ke lima pemain itu. “Yang jelas mereka mantan pemain liga. Nilai kontraknya bervariasi, ada yang Rp150 juta dan lainnya,” kata Hardi.

Penawaran ini berlangsung mengacu pada nilai kontrak yang ditawarkan oleh para pemain sendiri, yang digelar di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Dalam kesepakatan sebelumnya, pemain diminta mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau terpilih menjadi skuad PSMS.
Artinya, kalau ada pemain yang mencantumkan jumlah yang tak mampu disanggupi PSMS, maka akan ada penawaran. Dari penawaran itulah beberapa pemain kecewa karena tawarannya kekecilan. Seperti yang dirasakan Doni.

Proses nego ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Sedangkan nasib Suimin Diharja masih akan menanti hingga esok. Tampaknya antara pengurus PSMS dan Suimin juga sedang terjadi negosasi. Kalau tak ada keputusan dalam waktu dekat, Suimin mungkin akan berpindah ke lain hati.

Tuesday, August 11, 2009

Nego pemain PSMS tertunda

Sejumlah 27 pemain yang diajukan pelatih Suimin Dihardja masuk skuad PSMS Medan menuju kompetisi Divisi Utama 2009/2010 masih memerlukan waktu dievaluasi selama dua atau tiga hari ini.

Negosiasinya masih tertunda, sebagaimana diungkapkan kandidat Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP usai mendampingi Ketua Umum terpilih H Dzulmi Eldin MSi menerima Suimin kepada wartawan di Balai Kota Medan, Senin.

“Setelah Ketua Umum menerima nama-nama yang diajukan pelatih, usulan tersebut dibawa dalam rapat dengan tim talent scouting dan beberapa kandidat pengurus PSMS,” ujar Hardi.

Namun dalam rapat tidak dapat diambil keputusan terhadap nama-nama yang diajukan Suimin yang lengkap dengan nilai kontraknya, karena masih terdapat nilai kontrak pemain yang dinilai terlalu tinggi.

Ketua Umum bersama tim talent scouting dan unsur pengurus masih memerlukan waktu dua atau tiga hari untuk membicarakannya, sehingga rencana pengumuman nama-nama pemain yang masuk skuad PSMS ditunda.

Latihan The Killer pun terpaksa dihentikan setelah KONI Medan akan menggelar Porkot Medan di Stadion Teladan yang notabene tempat seleksi dan latihan PSMS. Begitu juga dengan Stadion Kebun Bunga yang rencananya dipergunakan PSMS menggelar latihan juga dipergunakan untuk kegiatan Porkot.

“Seharusnya pihak Dinas Pertamanan Medan selaku pengelola yang selama ini memberi izin Stadion Teladan dipergunakan buat pembentukan tim PSMS, koordinasi dengan pengurus PSMS sebelum mengeluarkan izin kepada panpel Porkot,” ujar salah seorang penggemar dan pemerhati berat PSMS di kantor Walikota Medan.

Bila ada koordinasi antara pihak PSMS dengan Dinas Pertamanan dipastikan tidak akan membuat persiapan PSMS yang merupakan tim kesayangan masyarakat Medan ini jadi terhenti.

“Kalau sudah begini, yang rugi kan PSMS padahal persiapan menghadapi kompetisi mendatang sangat singkat,” kata seorang salah satu pengurus klub anggota PSMS.

Nasib Suimin Menggantung

23 Pemain Akan Disodori Kontrak

MEDAN- Para calon pemain PSMS yang lolos seleksi talent scooting akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Rencana kontrak mereka sudah dibicarakan dan akan diputus dalam dua hari ke depan. Kepastian itu diperoleh setelah pengurus bertemu kandidat pelatih kepala Suimin Diharja di Pemko Medan, Senin (10/8).

Keterangan Suimin tersebut diamini Hardi Mulyono, Sekum PSMS. Hardi berjanji akan memanggil ke-23 pemain untuk membicarakan nilai kontrak. “Mulai besok (hari ini, Red), pemain yang diajukan Suimin akan kami panggil untuk nego kontrak,” ujarnya.

Hardi mengakui nama-nama pemain yang ditawarkan Suimin sebagai ketua tim talent scooting merupakan pemain terbaik. Namun untuk sampai ke tahapan kontrak, katanya, masih akan melalui tahapan negoisasi.
“Walaupun pemain itu (berkualitas) bagus, kalau tidak sepakat dalam urusan kontrak, kami tak akan pakai. Ini terkait dana yang dimiliki PSMS,” terang Hardi.

Belum diketahui pasti, di mana akan dilakukan proses negoisasi itu. Yang jelas, sebelum lebaran, skuad PSMS dipastikan akan segera terbentuk. “Kita tunggu saja. Yang pasti tidak lama lagi skuad PSMS akan terbentuk,” tambah Hardi.
Bila kontrak para calon pemain sudah memperlihatkan tanda-tanda, nasib Suimin tampaknya masih mengambang. “Nasib saya baru bisa ditentukan dua hari lagi. Setelah itu baru saya berkomentar rencana selanjutnya. Kalau dalam dua hari saya tak dapat kabar dari PSMS, berarti saya bebas transfer,” beber Suimin.

Hardi Mulyono tak membantah ucapan pelatih kampung tersebut. “Kalau pelatih, baru dua hari lagi ditentukan. Saat ini masih nego masalah kontrak,” katanya. Tapi Hardi enggan membeberkan nilai kontrak yang diinginkan Suimin.

Kemana Suimin akan berlabuh andai kesepakatan kontrak tak menemui titik temu? “Nantilah… Kalau nasib saya belum dijelaskan, yang pasti saya akan pergi. Tak mungkin saya tetap di sini kalau tak dibutuhkan,” katanya.
Belakangan, beredar rumor yang menyebutkan bahwa keberadaan Suimin Diharja sebagai calon kuat pelatih PSMS mulai digoyang. Walaupun hingga saat ini belum ada kandidat lain yang digadang bakal menjadi pelatih PSMS. Bila kontrak tidak disepakati, Suimin dikabarkan akan berlabuh ke klub Semen Padang.

Soal pendanaan, kabar terbaru cukup menggembirakan. Satu lagi calon sponsor kabarnya sudah mulai merapat. Adalah Specs, produsen peralatan olahraga ternama nasional yang kabarnya mulai menyambut niat PSMS untuk bekerjasama. Hal itu diutarakan Benny Tomasoa, sebagai tim pencari dana PSMS.

“Mudah-mudahan Specs bisa menjadi sponsor kita. Saat ini sudah ada pembicaraan antara kita dengan Specs. Mulai besok saya akan ajukan penawaran kerjasama,” terang Benny.

Hal ini cukup menggembirakan, mengingat produsen alat olahraga lainnya, Diadora yang juga ditawari kerjasama dengan PSMS, resmi mundur karena lebih tertarik menjalin kerjasama dengan kontestan Indonesian Super League (ISL).

Benny juga menyebutkan ada sponsor dari BUMN yang juga sudah bersedia membantu PSMS. Walaupun dia masih enggan menyebutkan nama BUMN yang dimaksud. “Nantilah, karena mereka masih belum ingin dipublikasikan. Kalau sudah deal, kita pasti akan umumkan,” pungkas Benny.

Monday, August 10, 2009

Empat pemain gagal tes kesehatan

Empat pemain seleksi PSMS Medan gagal menjalani tes kesehatan, setelah mangkir saat tes dilakukan di Unimed Medan, Selasa. Beruntung, keempatnya masih diberi toleransi untuk mengikuti tes pada hari lain.

Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.

Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.

Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.

Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.

Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.

"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.

Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.

“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.

“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.

8 calon pemain tolak permohonan kontrak

Delapan pemain liga yang mengikuti seleksi tim PSMS ke kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 terancam dicoret, karena menolak untuk membuat permohonan dan mengajukan nilai kontrak yang diminta manajemen, Rabu.

Sementara itu, pemain lainnya termasuk sembilan pemain non Liga seluruhnya telah menyerahkan permohonan dan nilai kontraknya. Kedelapan pemain itu, dua di antaranya mantan pemain PSMS musim lalu yakni, M Affan Lubis dan Reswandi. Lima lainnya adalah Novianto, Nico Susanto, Bona Simajuntak, Doni Fernando Siregar, Harri Syahputra dan Vijai.

Kecuali Vijay yang tahun lalu memperkuat Sriwijaya FC, enam pemain yang menolak menyerahkan permohonan nilai kontraknya saat berlangsung di Stadion Teladan Medan, Sabtu lalu, berada di lokasi.

Vijai bahkan dikabarkan telah menandatangani ikatan kontrak dengan Persebaya Surabaya senilai Rp550 juta kendati masih terlihat mengikuti seleksi Rabu kemarin. Kandidat Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE menyebutkan, kedelapan pemain tidak menyampaikan alasan penolakan tersebut.

Hardi, didampingi Julius Raja SE, H Saryono dan Drs H Freddy Hutabarat menilai, sikap ketujuh pemain tidak memperlihatkan keinginannya membela skuad The Killer. "Itu tidak menjadi persoalan, bagi kita siapa yang mau dan mempunyai kemampuan dialah yang diprioritaskan masuk skuad," ujarnya.

Menanggapi terhadap pelatih Suimin Dihardja, Hardi menegaskan saat ini pelatih kampung itu masih berstatus sebagai tim kepala talent scouting karena pelatih PSMS belum ditetapkan sebelum dibicarakan antara Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi dan para kandidat pengurus.

Pada Senin, M Affan Lubis, Reswandi, Chico Maradona dan Harry Syahputra gagal tes kesehatan karena ketidakhadiran mereka di Unimed Medan

Kembali ke Manajemen

Suimin Diharja sudah menyelesaikan tugasnya sebagai ketua tim seleksi calon skuad PSMS musim mendatang. Sebanyak 23 pemain sudah diajukan namanya ke manjemen PSMS, Sabtu (8/8) kemarin.

Masalahnya, kepastian kapan pengumuman skuad PSMS masih belum jelas. Nama-nama skuad PSMS juga belum bisa dibeberkan oleh Suimin. Karena menurutnya setelah tugasnya selesai, maka selanjutnya urusan manajemenlah yang akan mengumumkan siapa yang layak berkostum Kinantan.

Namun, Suimin memberikan sinyal beberapa nama yang bakal dipakainya untuk masuk skuad. “Yang jelas hampir 60 persen pemain lama yang punya cukup pengalaman dipertahankan,” bebernya usai seleksi kemarin.

Selain nama yang diajukan ke manajemen yang berjumlah 23 orang, santer juga terdengar bahwa ada beberapa pemain asing yang juga akan diajukan untuk mengisi skuad PSMS. Untuk yang satu ini tmpaknya masih belum jelas juga, karena keuangan PSMS masih gulita. Jangankan mengontrak pemain asing, pemain yang ada dan pelatih saja tak kunjung mendapatkan kejelasan.

Memang, di awal-awal seleksi lalu Suimin sudah mengatakan akan menawarkan beberapa nama pemain asing yang dibutuhkan PSMS. Terutama posisi striker dan lini belakang. Nama Jhon Takfor awalnya sempat diinginkan Suimin, namun sudah keburu ditekong Persebaya.

Keputusan untuk mengajukan nama pemain asing itu, beredar dari pengurus. Kabarnya ada tiga pemain asing yang bakal diusulkan. Namun belum jelas siapa dan berapa ketersediaan dana untuk itu. Yang pasti, pada saat berakhirnya seleksi terakhir, nama bakal calon skuad PSMS sudah diajukan. Prosesnya tak tahu hingga kapan.

Sementara itu, kabar terbaru datang dari Andika Yudistira eks striker PSMS musim lalu. Kabarnya Andika sedang bimbang menentukan pilihan pinangan dua klub raksasa Indonesian Super League (ISL), Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Berdasarkan pengakuan Andika, dua klub ini terlihat serius mendatangkannya. Nilai kontraknya juga lumayan besar.

“Sejauh ini saya belum bisa putuskan. Yang jelas dua klub itu getol betul menghubungi saya. Nanti akan saya putuskan. Tapi yang jelas saat ini saya fokus persiapan Timnas U-23 dahulu untuk persiapan SEA Games,” bebernya.
Lantas apakah Andika tak ingin kembali ke PSMS? Dikatakannya dia masih dan tetap cinta pada PSMS. Namun, rasa cinta itu sama besarnya dengan kekecewaannya karena tak dihargai oleh PSMS sendiri. “Sudah 2,5 musim lebih saya berkostum PSMS, tapi kenapa klub lain yang berani menghargai saya. Saya ingin kembali ke PSMS, tapi saya enggan kalau harus seleksi lagi,” pungkasnya.