Tuesday, July 14, 2009

Masih Gelap

Tampaknya pembentukan skuad PSMS Medan yang akan mengarungi musim depan di Divisi Utama, tak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Seluruhnya akan ditentukan usai ditentukannya Ketua Umum PSMS, yang gelaran musyawarahnya akan dilaksanakan 18 Juli nanti.

Hal itu diungkapkan Hardi Mulyono, Kabid Organisasi PSMS Minggu (12/7) kemarin. Walhasil, siapa yang digadang bakal menukangi PSMS musim depan, serta siapa saja pemain yang bakal direkrut juga masih gelap.
“Kita tentu saja belum bisa menentukan pembentukan kerangka tim dalam waktu dekat ini. Semua masih menunggu hingga Ketua Umum ditentukan,” beber Hardi Mulyono.

Sejauh ini, isu yang beredar untuk menjabat PSMS I masih juga buram. Kabar yang beredar adalah Dzulmi Eldin Sekdakot Medan yang berpeluang besar menjadi Ketua Umum. “Kalau Bakal Calon Ketua Umum, nama Dzulmi Eldin masih mengemuka. Kita lihat saja nanti,” sambung Hardi.

Mengenai waktu yang tak terlalu panjang untuk membentuk tim, Hardi tidak terlalu mengkhawatirkannya. Berdasarkan jadwal semula, Divisi Utama akan dimulai Oktober mendatang. “Masih ada waktu. Dan semuanya akan berjalan sesuai rencana,” tambah Hardi.

Karena Ketua Umum belum ditentukan, kerangka tim juga tentu saja belum dapat dipastikan. Siapa yang akan menjadi manajer juga belum dapat dipastikan. “Kalau itu Ketua Umum nantinya yang akan menunjuk.
Semuanya masih blank. Kita tunggu saja, semoga semua bisa lebih cepat terbentuk,” pungkas Hardi. Untuk posisi pelatih, nama Suimin Diharja kembali mengemuka untuk menukangi PSMS musim depan. Tapi niatannya itu masih harus menunggu kepastian dari manajemen PSMS musim ini.

Sementara dari manajemen musim lalu, belum dapat dipastikan kapan pastinya mandat akan segera diserahterimakan. Sejauh ini Sihar Sitorus selaku manajer musim lalu, masih menghitung dan menyusun laporan pertanggungjawabannya kepada pengurus PSMS.

Zada batal ke Persela

Persela Lamongan terus mencari pengganti gelandang asal Brazil, Leonardo Martin Dinelli Zada, yang batal bergabung dan memilih merapat ke klub lain untuk kompetisi Liga Super Indonesia musim 2009-2010.

Koordinator Pembentukan Tim Persela, Yuhronur Efendi mengatakan, pihaknya mendapat tawaran dari sejumlah agen pemain asing untuk posisi gelandang, antara lain dari Amerika Latin dan Portugal.

"Kami sudah lihat rekaman pemain asing yang ditawarkan agen tersebut, tapi belum berani memutuskan. Semua pemain yang ditawarkan belum pernah merumput di Indonesia," katanya.

Menurut Yuhronur, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam merekrut pemain, agar tidak salah pilih seperti yang terjadi pada musim lalu. Kasus itu terjadi saat Persela mengontrak Epala Jordan, tapi akhirnya jarang dimainkan karena kualitasnya pas-pasan.

"Yang jelas, kami ingin mencari pemain yang memiliki kualitas bagus dan cocok dengan kebutuhan tim. Kami juga berkonsultasi dengan pelatih untuk mencari pemain yang diinginkan," tambahnya.

Sebelumnya, manajemen Persela sudah hampir mencapai kesepakatan dengan Martin Zada. Namun, mantan pemain PSMS Medan tersebut, masih memilih bergabung dengan klub lain. Kabarnya, tim berjuluk "Laskar Joko Tingkir" itu, juga mendapat tawaran pemain dari Singapura dan Malaysia, namun tidak tertarik untuk merekrutnya.

Persela kini baru mengontrak dua pemain asing, yakni Fabiano Rosa Beltrame (Brazil/bek) dan Varney Pas Boakay (Liberia/striker). Total sudah ada 16 pemain yang dimiliki Persela dan tinggal mencari sekitar delapan pemain tambahan.

Pelatih Persela, Widodo Cahyono Putro mengaku, tidak terlalu yakin dengan kualitas pemain asing yang ditawarkan agen pemain, sebelum melihat langsung penampilan mereka.

"Belum tentu penampilan di rekaman video, sama dengan kualitas pemain yang sesungguhnya. Kalau memang kualitasnya tidak bagus, lebih baik kami mencari pemain yang sudah pernah bermain di Indonesia," katanya.

Monday, July 13, 2009

Masih Bisa Nego

Sejumlah pemain muda potensial PSMS musim lalu, mendapatkan kontrak cukup panjang dari PT Togos Gopas sebagai pengelola PSMS di bawah pimpinan Sihar Sitorus. Kabar beredar, beberapa di antara pemain juga sudah deal dengan Pro Duta klub baru yang akan dikelola Sihar.

Namun, hal itu ternyata tidak seratus persen berlaku. Meski sudah terikat kontrak, prosesi nego ulang antara pemain dan manajemen masih bisa terjadi. Oleh karena itu, beberapa pemain masih bisa pindah ke klub lain. Walaupun, klub peminat itu harus berhubungan langsung dengan manajemen Pro Duta.
Fadly Hariri, salah satu pemain yang mendapatkan kontrak dengan PT Togos Gopas hingga 3 tahun. Masa yang sama dengan Aun Carbiny dan Rahmadani.

Ditanyakan apakah Fadly pasti akan bergabung ke Pro Duta, ternyata jawabannya juga masih belum dapat dipastikan.
Secara pribadi, Fadly sebenarnya masih sangat ingin dapat membela PSMS musim depan. Hal itu didasari oleh rasa kecintaan akan PSMS dan tanggung jawab besar karena PSMS degradasi.

“Memang saya sudah terikat kontrak dengan Pro Duta. Tapi, masih akan ada nego ulang. Beberapa klub ada menghubungi saya dan meminta saya bergabung dengan mereka. Tapi saya serahkan kepada manajemen. Kalau manajemen merestui dan saya bersedia pindah, ya bisa saja,” beber Fadly, Jumat (10/7) kemarin.

“Jujur, saya masih sangat ingin membela PSMS. Kalau semua jelas, saya bersedia kembali main di PSMS,” lanjut Fadly.
Walhasil, dari beberapa pemain PSMS yang masih terikat kontrak, hanya beberapa yang memang sudah pasti berlabuh ke Pro Duta. Mereka antara lain, Galih Sudaryono dan Oktovianus Maniani. Selebihnya masih buram. Tiga legiun asing PSMS, Zada, Costas dan Esteban juga masih gulita kepastiannya untuk dipertahankan manajemen Pro Duta.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa Zada tidak bersedia main di Pro Duta, walaupun nyatanya tenaga Zada masih dibutuhkan manajemen. Pemain sekelas Zada tentunya ingin main di kompetisi kasta tertinggi. Dan untungnya beberapa klub besar Indonesia Super Liga (ISL) menyatakan ingin merekrutnya.

Sihar Sitorus beberapa waktu lalu berkata, kalau memang ada klub yang serius ingin merekrut pemain yang masih terikat kontrak dengannya harus menghubunginya dan memperbincangkan dengan serius. “Kalau memang ada klub yang serius, mereka pasti menghubungi saya,” beber Sihar waktu itu. Nah, segala keputusan tentu saja ada di pihak pemain dan manjemen. Satu lagi, pengurus PSMS yang ingin merekrut pemain PSMS musim lalu, juga harus bertindak cepat membentuk tim sebelum kompetisi dimulai

Suimin tunggu pinangan

Mantan pelatih Persikabo Kabupaten Bogor, Suimin Diharja menegaskan, dirinya sedang menunggu pinangan PSMS Medan. Sebab, secara kebetulan kontraknya dengan Persikabo sudah berakhir dan belum diperpanjang.

Diakui Suimin, dirinya akan dengan senang hati bisa menukangi PSMS, jika pengurus memberikan kepercayaan. Terlebih karena dia lahir dan besar di Medan, sehingga sangat faham dengan karakter permainan yang cocok untuk Ayam Kinantan.

"Saya ini lahir dan besar di Medan. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bisa menyumbangkan tenaga untuk daerah sendiri. Tapi, sampai sejauh ini, belum ada pengurus PSMS yang menghubungi saya," jelas Suimin dihubungi Waspada, Sabtu.

Ditambahkannya, beberapa tim memang sudah menghubunginya. Hanya saja, belum ada satu pun yang serius melakukan pembicaraan. Karena itu, ia berharap bisa segera mendapat kepastian dari manajemen PSMS, sebelum tim lain menawarinya kontrak.

"Saya memang berharap demikian. Sebab, bakal sulit bagi saya untuk menolak tawaran dari tim lain, sementara dari PSMS sendiri masih kabur. Sebagai pelatih profesional, saya tentu ingin segera mendapat tempat," katanya.

Masih kata Suimin, dirinya akan memprioritaskan PSMS sekiranya mendapat tawaran secara bersamaan. Hal itu karena, ia mengaku sudah lama ingin kembali membesut skuad tim kebanggaan warga Kota Medan ini tanpa mempedulikan musim depan harus tampil di Divisi Utama.

Ia bahkan mengaku telah memiliki program sekiranya kembali dipercaya menukangi PSMS. Salah satunya dengan memberdayakan pemain muda lokal Sumut, yang menurutnya memiliki cukup banyak talenta yang bisa diandalkan.

"Bagi saya, hal seperti ini bukan hal baru. Bahkan pemain sekelas Ismed Sofyan (Persija) adalah hasil binaan saya. Tapi, itu semua tergantung dari keinginan pengurus PSMS. Sebab, merekalah yang menentukan, apakah akan menggunakan tenaga saya atau tidak," pungkasnya.

PSMS harus selektif pilih pelatih

PSMS Medan harus seletif dalam membentuk skuad Ayam Kinantan termasuk dalam menentukan pelatih sehingga tidak terjebak di tengah roda kompetisi gonta-ganti pelatih. Pelatih PSMS tidak mesti putra daerah, terbuka bagi siapa saja yang memiliki kualitas dan loyalitas kepada PSMS.

"Tentunya pelatih tersebut memiliki track record dalam menangani klub dengan prestasi menggembirakan," kata pemerhati sepakbola Drs Azzam Nasution yang juga pengurus KONI Kota Medan kepada Waspada, Minggu.

Azzam yang mengurusi PS Deli Putra dan Pemko Medan ini mengakui membentuk dan mengurusi sebuah tim yang solid tidak gampang, bahkan sering orang menyebutkan lebih mudah mengurusi dua juta penduduk ketimbang membentuk sebuah tim yang solid.

"Saya menyambut positif komentar para pemerhati sepakbola menyahuti pelatih yang bakal mengarsiteki Ayam Kinantan pada kompetisi 2009-2010. Tentunya tantangannya lebih berat agar dapat lolos kembali ke Liga Super Indonesia," terang Azzam.

Menanggapi adanya komentar bahwa Suimin Dihardja diharapkan dapat menukangi PSMS, Azzam mengakui sah-sah saja. Namun dia menambahkan, dalam menentukan seorang pelatih kepala hendaknya pengurus PSMS ke depan harus melihat track record dan prestasi yang sudah diperbuat dalam mengurusi klub.

Azzam menambahkan, pelatih PSMS tidak mesti orang Medan. "Pelatih tersebut tentunya memiliki prestasi dalam mengurusi sebuah tim serta punya kualitas dan loyal terhadap PSMS. Sudah berapa banyak pelatih bukan putra daerah yang mengurusi PSMS. Jadi bukan mesti orang Medan," katanya lagi.

Seperti kompetisi 2007-2008 PSMS ditangani pelatih Freddy Mulli dan hasilnya menggembirakan menjadi finalis di tangan manajer tim Randiman Tarigan. Bisa saja PSMS merekrut pelatih top misalnya Jacksen F Tiago yang membawa Persipura Jayapura menjadi juara Liga Super Indonesia 2009.

Menurutnya, PSMS ke depan tidak kembali terjebak dalam situasi plin plan dalam membangun sebuah tim. "Kegagalan PSMS bertahan di Liga Super Indonesia hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak terulang lagi dan dapat bangkit lolos ke Liga Super Indonesia," katanya lagi.

Dia juga setuju setelah Musda PSMS 18 Juli mendatang, segera dibentuk komposisi skuad PSMS mulai manajer tim, pelatih hingga pemain. "Dengan persiapan lebih awal tentunya peluang membentuk skuad yang tangguh dapat tercapai," ujarnya.

Saturday, July 11, 2009

Minta Suimin tangani PSMS

Nama pelatih yang mencuat untuk PSMS Medan antara lain Suimin Dihardja. Arsitek yang berjulukan 'pelatih kampung' ini pernah mengangkat Ayam Kinantan kembali di Liga Super Indonesia.

Sepak terjang Suimin pun tak perlu diragukan. Apalagi, dia pernah mengangkat citra PSMS dari sebelumnya yang tak diminati penonton hingga membuat Stadion Teladan menjadi penuh sesak.

"Saya meminta kepada Suimin, agar turun gunung (kembali ke Medan) untuk menangani PSMS pada putaran kompetisi divisi utama tahun depan. Sebab menurut saya, selain asli putra daerah, dia juga mengerti tentang karakter orang Medan," kata pemerhati sepakbola Benny Tomasoa dalam siaran persnya kepada Waspada, Jumat.

Suimin yang mulanya hanya melatih klub-klub kecil di Medan, berkat ketekunannya berhasil menyandang predikat pelatih dengan julukan "Sang Motivator" versi beberapa media ibukota.

Karenanya Benny kembali mengatakan, kalau PSMS ingin lebih baik lagi ke depan, harus secepatnya mengikat Suimin sebelum digaet klub lain. "Kompetisi belum diputar saja, pelatih kampung itu dikabarkan sudah dilirik klub besar seperti Persija Jakarta, PKT Bontang dan Semen Padang," jelasnya.

Dia juga meminta para pengurus menyatukan persepsi agar nama baik Medan dapat terangkat kembali seperti pada zaman perserikatan beberapa tahun silam. "Jujur saja demi PSMS Medan, saya sudah melobi beberapa perusahaan untuk menjadi sponsor. Dari hasil usaha tersebut, kita hanya tinggal menunggu jawaban saja," ucapnya.

Begitu juga dengan sikap dalam menentukan calon ketua umum dan ketua harian pada 18 Juli mendatang melalui Musyawarah Antar Klub yang harus dilaksanakan dengan arif dan bijaksana. "Sebab kalau hanya melihat sosok dan bukan kualitas, maka jangan harap klub kebanggaan kota ini mampu berbicara lebih baik lagi di putaran kompetisi Divisi Utama musim mendatang," tegasnya.

Sebelumnya mantan pemain nasional dan PSMS era 60-an H Dollah Unai pun mendesak, segera benahi PSMS. Dollah melihat sosok Drs H Randiman Tarigan bertangan dingin menangani tim Ayam Kinantan.

Galih bantah Persisam

Persisam Putra Samarinda kembali gagal mendapatkan penjaga gawang handal. Kali ini, klub promosi Liga Super Indonesia musim depan itu berencana menggaet kiper muda asal PSMS Medan, Galih Sudaryono.

Galih pun segera membantah pernyataan manajer tim Persisam Aidil Fitri yang menyatakan dirinya bakal bergabung dengan tim Elang Borneo tersebut di musim kompetisi 2009/10 nanti. Galih sendiri menjadi buruan Persisam setelah Markus Horison tidak memberikan jawaban pasti mengenai pinangannya.

Bahkan, Aidil menyatakan bila Galih akan mulai mengikuti latihan perdana di Batu, Malang, 20 Juli nanti. Menurut Galih, dirinya sudah terikat kontrak dengan PT Togos Gopas yang mengelola klub Divisi Utama Liga Indonesia, Pro Duta Bandung, sebelum Superliga 2008/09 berakhir. PT Togos Gopas dimiliki Sihar Sitorus, mantan pengelola PSMS Medan tempat Galih bernaung musim lalu.

"Saya sudah putuskan untuk bermain di Pro Duta, walaupun hanya main di Divisi Utama. Kalau Persisam ingin mendapatkan saya, mereka harus bicara kepada bos dulu," ujar Galih, Jumat.

Pernyataan Galih itu juga menunjukkan ia tidak keberatan meninggalkan Pro Duta jika ada klub Superliga yang ingin meminang dirinya. Hanya saja, Galih menginginkan agar proses kepindahannya ditempuh melalui jalur yang benar.

Sesalkan Ayam Kinantan

elum berhasilnya PSMS Medan bertahan di Liga Super Indonesia masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemerhati sepakbola. Penyebabnya tak lain ketidakmampuan para pemain Ayam Kinantan memberikan kontribusi terbaik saat menghadapi Persebaya Surabaya di laga playoff lewat drama adu penalti di Stadion Siliwangi Bandung beberapa waktu lalu.

"Jelas ini kesalahan para pemain dan bukan kesalahan dari pihak manajemen yang dipimpin Sihar Sitorus. Sebab pengusaha muda itu telah banyak mengeluarkan dana," sesal H Sakiruddin SE MM di Medan, Rabu.

Menurut mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Pemprovsu ini, pihak manajemen tidak salah dan telah berbuat semaksimal mungkin menjadikan tim Ayam Kinantan lebih baik dari sebelumnya. Namun, mengingat seluruh pemain yang dipercayakan membela skuad PSMS tidak memiliki jiwa profesional, Ayam Kinantan harus rela turun kasta ke Divisi Utama musim mendatang.

"Yang paling menyedihkan adalah Sihar Sitorus. Mengapa? Karena ia sudah banyak mengeluarkan dana namun hasil yang didapat tak lain pil pahit," bebernya kesal.

Padahal dari penilaian masyarakat Medan ketika menyaksikan pertandingan antara PSMS melawan Persebaya, anak-anak Medan banyak peluang menciptakan gol. Tapi akibat terburu-buru dan tidak memiliki mental, setiap serangan terbuang sia-sia.

Menanggapi ucapan pelatih Rudi William Keltjes yang mengatakan dirinya masuk dalam skuad di pertengahan jalan sehingga tak mampu berbuat banyak, Sakiruddin mengatakan alasan tersebut salah.

"Seharusnya Rudi sudah punya analisa terhadap PSMS sebelum menerima tawaran dari pihak manajemen. Tapi sudah jalan baru berkata seperti itu, berarti ia bisa dikatakan melepaskan tanggung jawab dalam arti PSMS hanya sebagai tempat lapangan pekerjaan baru untuknya," ujarnya tegas.

Untuk itu, dia menghimbau para pelatih baik di Sumut dan di mana pun berada dalam menanggapi tawaran menangani sebuah tim, lihatlah dulu dan jangan asal terima. “Karena, kalau kinerja tidak becus, klub tersebut bisa-bisa terperosok ke jurang yang lebih dalam,” tambahnya.

"Cukuplah PSMS Medan yang mengalami hal ini dan mudah-mudahan ke depannya mampu berbicara lagi musim mendatang," imbuh Sakiruddin.

Tuesday, July 7, 2009

Leonardo Martins Dinelli ‘Zada’, Pemain PSMS Medan

Faktor Nonteknis di Indonesia di Luar Kewajaran

Atmosfer sepak bola nasional menyisakan banyak catatan yang mendesak dibenahi. Salah satunya, tingginya faktor nonteknis yang menuai kontroversi. Leonardo Martins Dinelli ‘Zada’ menjadikan hal itu sebagai pengalaman.
ZADA tak banyak bicara ketika PSMS Medan selesai mencoba lapangan sehari sebelum bertanding melawan Persebaya dalam playoff 30 Juni lalu. Dia tidak ngambek, kecewa, atau melakukan aksi protes. Tapi, dia hanya berbicara seperlunya kepada rekan-rekannya di tim. Dia memang tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia.

Kalaupun mengobrol, itu hanya pada Esteban Javier Guillen Tejera. Dengan Esteban, mantan pemain Alajuelense Kosta Rika tersebut berbicara dalam bahasa Portugal. Itu wajar. Sebab, musim kompetisi 2008/2009 kali ini merupakan musim pertama Zada.

Meski kiprahnya belum genap setahun, dia mulai memancarkan daya magnet. Beberapa tim ISL santer dikabarkan meminatinya. Di antaranya, Persela Lamongan dan Pelita Jaya.

Selama bergabung dengan PSMS, Zada memang menjadi roh permainan Ayam Kinantan (julukan PSMS). Dia menyatakan senang bisa menjadi bagian dari PSMS. Sebab, dia sudah beradaptasi dengan ciri permainan tim asal Sumatera Utara itu.

Dia memang baru semusim menikmati atmosfer kompetisi di Indonesia. Tapi, dia banyak belajar tentang rimba sepak bola nasional. Salah satunya, faktor nonteknis di luar kewajaran yang terjadi di kancah sepak bola nasional. ‘’Semua bisa menilai dan melihat bagaimana kejadian nonteknis dalam sepak bola di sini,’’ ujarnya.

Zada menyatakan belum pernah menemui hal serupa sepanjang karirnya. Padahal, pria 32 tahun itu bisa dikatakan banyak makan asam garam di dunia sepak bola profesional. Di antaranya, bermain untuk Alajuelense (Kosta Rika) serta Vasco da Gama dan Fluminense (Brazil).

Namun, hal tersebut tidak membuat Zada antipati. Dia kerasan bermain di Indonesia. Menurut dia, sepak bola di negeri ini cukup prospektif. Dia berharap agar semua masih bisa diperbaiki. ‘’Saya harap PSSI maupun BLI bisa memperbaiki penyelenggaraan liga di Indonesia,’’ katanya.
Jika penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Indonesia bisa lebih baik, dia yakin, prestasi Indonesia di kancah internasional akan terus meningkat

Pengurus Tunggu LPj Sihar

MEDAN- Kelangsungan PSMS di kancah sepak bola Nasional masih tertunda. Pasalnya, setelah degradasi ke Divisi Utama musim depan, pihak yang terkait seakan mengunci mulut dan belum ada tindakan taktis dari pengurus.
Apalagi setelah pihak manajemen PSMS musim lalu, PT Togos Gopas, membubarkan skuad PSMS. Karena itu, pengurus PSMS berusaha cepat mengantisipasi segala hal yang tidak diingankan. Sayangnya, Sihar Sitorus dati PT Togos Gopas sebagai manajemen PSMS, belum juga melaporkan pertanggungjawaban kepengelolaan selama satu musim. Demikian diutarakan Hardi Mulyono selaku Ketua Bidang Organisasi PSMS Minggu (5/7) kemarin.
“Masalah kapan mau diserahkan mandat, kita sampai saat ini sedang menunggu hal itu dari manejemen saat ini. Kita mau pertanyakan apa saja masalah satu musim sehingga akhirnya sampai degradasi,” beber Hardi.

Memang sejauh ini belum ada tanda-tanda bakal terjadi pertemuan antara pengurus dan manajemen. Pihak manejemen juga belum dapat memastikan pertemuan itu.

Sementara itu, agenda terdekat pengurus saat ini adalah menggelar Musda pemilihan ketua umum PSMS baru. Satu musim menjalani kompetisi, PSMS tanpa ketua. Oleh karena itu, hal satu ini tak boleh ditunda-tunda lagi.
“Jadwal Musda sudah dipastikan akan digelar 18 Juli bertempat di Hotel Dharma Deli. Kalau yang satu ini memang sudah dipastikan. Tapi kalau menyoal mandat, kami masih menunggu manajemen,” lanjut Hardi.
Di samping itu, Hardi Mulyono juga menyatakan akan segera merenovasi Stadion Teladan. Walau sudah turun kasta, renovasi Teladan tetap akan digelar. Saat ini sudah proses tender dan ditarget selesai tahun ini.

“Main di Divisi Utama, sebenarnya tak masalah dengan kondisi stadion teladan saat ini. Tapi kita tetap akan menggelar renovasi. Karena kita target kembali ke Indonesia Super League (ISL) musim berikutnya. Target harus selesai dalam tahun ini juga,” kata Hardi

Monday, July 6, 2009

Markus gagal gabung Persisam

ekad manajemen Persisam Putra menggaet salah satu penjaga gawang terbaik nasional asal PSMS Medan, Markus Horison Ririhina, akhirnya gagal. Hal itu disampaikan Manajer Persisam Putra, Aidil Fitri di Samarinda, Minggu.

"Markus batal bergabung dengan Persisam Putra karena ia belum memikirkan mau ke mana musim depan. Jawaban yang mengambang itu kami anggap sebagai keengganan bergabung," katanya.

Aidil menuturkan bersama unsur manajemen lain sudah bertatap muka dengan Markus belum lama ini dan mendapat jawaban yang tidak pasti. Merasa Markus tak memberikan kepastian, manajemen Persisam langsung melirik rekan Markus di PSMS, yakni Galih Sudaryono.

"Kami melihat pada playoff justru Galih bermain gemilang. Meski saat itu Galih kebobolan, kami melihat potensinya setara dengan Markus. Itulah alasannya kami memilihnya masuk tim Elang Borneo," kata Aidil.

"Sebelum memastikan mengontrak Galih, saya bersama manajemen termasuk Aji Santoso (pelatih) sudah berkosultasi. Akhirnya kesepakatan kami dapatkan, apalagi Galih juga ingin bersama Persisam Putra musim depan," imbuh dia.

Sementara itu mengenai incaran lain dari Persisam terhadap Zainal Arif, striker Persib Bandung, Aidil mengatakan bahwa yang bersangkutan kemungkinan besar bermain untuk kesebelasan kebanggaan warga "Kota Tepian" itu.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Bandung, Persisam Putra bahkan sudah memberikan uang panjar kepada Zainal, striker yang musim lalu lebih banyak duduk di bangku cadangan ketika membela Persib Bandung.

Disinggung mengenai "perburuan" pemain di Thailand, Aidil mengaku belum mendapatkan informasi dari H Arna Effendi, sekretaris timnya yang saat ini bersama Aji Santoso, Iwan Budianto dan Tommy Ermanto tengah berada di Negeri Gajah Putih tersebut.

Persisam Putra kini sangat berambisi untuk menggaet salah satu striker terbaik di kawasan Asia Tenggara, yakni Teerasil Dangda, pemain muda berbakat dari Timnas Thailand untuk menambah daya serang "Elang Borneo" pada ISL mudim depan.

Sedih Kinantan Degradasi, Bahagia Dipanggil Timnas

Saktiawan Sinaga, Mantan Striker PSMS

Bagaimana rasanya jika kebahagiaan dan kesedihan datang bersama? Rasa itulah yang sekarang ini menghinggapi striker Persik Saktiawan Sinaga. Sebabnya, dalam waktu yang hampir bersamaan pemain asal Medan ini mendapat dua kabar yang bertolak belakang.

Kabar baiknya, dia dipanggil untuk memperkuat Timnas Pra-Piala Asia 2011. Kabar buruknya, tim yang membesarkannya, PSMS Medan, terdegradasi setelah dikalahkan Persebaya dalam laga playoff. “Rasanya campur aduk,” kata pemain berjuluk Si Belut itu.

Bagaimanapun Sakti merasa PSMS memiliki peran besar dalam karirnya di sepak bola. Karena itu, ketika mengetahui PSMS dipastikan turun kasta, dia pun tak mampu menahan kesedihannya. Ya, meskipun sekarang dia tak membela Ayam Kinantan lagi. “Biar bagaimanapun PSMS tim yang membesarkan saya. Sedih juga kalau sampai degradasi,” kata pemain dengan nomor punggung 26 itu.

Soal kabar bahagia, Sakti sedang berbunga-bunga karena namanya kembali masuk daftar pemain yang masuk pelatnas PSSI. Namanya menjadi salah satu dari lima striker terbaik Indonesia yang berhak memakai lambang garuda di dadanya untuk menghadapi lanjutan Pra-Piala Asia 2011. “Ya Bang, saya sudah tahu,” kata Sakti sumringah.

Selain nama Sakti, empat striker lainnya yang masuk daftar pemain pelatnas itu adalah Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), Bambang Pamungkas (Persija), Musafri (Persiba), dan Boaz Salossa (Persipura). Rencananya pelatnas itu akan mulai digelar besok (3/7) di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Wajar jika Si Belut benar-benar senang dengan kabar tersebut. Sebab hal itu sebagai hasil jerih payahnya selama ini. Terlebih saat putaran kedua ISL. Seperti diketahui pada putaran pertama nama Sakti tenggelam di bawah bayang-bayang Christian Gonzales dan Budi Sudarsono.

Namun Sakti tetap berjuang. Hingga nasib berkata lain. Namanya kembali moncer di putaran kedua setelah kepergian Gonzales dan Budi.
Pada putaran kedua dia kembali produktif dan mencetak 14 gol hingga akhir musim. Namanya pun kembali dilirik oleh Benny Dolo, arsitek timnas.
Sebelum benar-benar dipanggil oleh Benny Dolo dua hari lalu, nama Sakti sudah dijanjikan pelatih tersebut masuk timnas. Yakni saat Bendol (sapaan Benny Dolo) menyaksikan pertandingan di Stadion Brawijaya menonton pertandingan Persik menjelang kompetisi berakhir. Saat itu Bendol menyebut Sakti layak kembali masuk timnas karena mengalami perkembangan pesat. Dan ternyata hal itu terbukti. “Senang sekali Bang,” tandasnya

PSMS Harus Suksesi

Bayangkan saja, usai Abdillah masuk bui, PSMS tak punya sosok ketua umum yang senantiasa mengayomi. PSMS musim ini jalan sendiri-sendiri, manajemen dan pengurus ibarat air dan api. Saling tak peduli.

Sampai saat ini, bahkan belum ada kabar istemewa mengenai pemilihan ketua baru PSMS. Berdasarkan jadwal, musyawarah akan digelar 18 Juli mendatang. Dan hal itu diharapkan tidak molor. “Musda merupakan harga mati, harus digelar 18 Juli. Tak ada alasan lagi untuk menunda hal itu. Kalau sampai tertunda lagi, kita akan desak dengan aksi,” beber Dicky Anugerah Panjaitan pentolan Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan (KAMPAK) fans klub kemarin.

Pascadegradasinya PSMS, evaluasi utama yang mesti digeber adalah hal itu. Setidaknya demikian koar Dicky. Baginya evaluasi tidak serta merta hanya pada laga playoff itu saja. Melainkan selama satu musim jalannya kompetisi.
“Dari evaluasi awal, tentu saja kita melihat antara pengurus dan manajemen tidak bersinergi. Hal ini yang harus segera dievaluasi. Pertama dengan pemilihan ketua umum baru. Agar pembentukan tim baru PSMS lebih terencana dengan matang,” lanjut Dicky.

Selain itu, kepada manajemen lama dibawah penguasaan Sihar Sitorus, pihak KAMPAK mengucapkan banyak terimakasih atas kebaikan hatinya mengelola PSMS. “Thanks kepada Bang Sihar yang sudah mengeluarkan dana besar untuk PSMS. Tapi untuk pengelolaan kembali, tampaknya sudah cukup,” tambah Dicky.

Di samping itu, pihak KAMPAK dan SMeCK juga berencana menerbitkan kriteria bagi calon ketua umum PSMS. “Kita juga sudah berbincang dengan kawan-kawan SMeCK untuk membahas kriteria calon ketua PSMS. Dan hal itu harus dibawa ke dalam agenda sidang Musda tersebut,” pungkas Dicky.
Sementara itu, manajemen PSMS musim ini siap bergegas hengkang.

itanyakan rencana Sihar ke depannya, dia menjawab akan segera mengembalikan mandat yang didapatnya tahun lalu. Namun, hal itu belum jelas kapan akan dilaksanakan, dan kepada siapa mandat itu akan dikembalikan. Pasalnya PSMS belum punya ketua umum

Saya yang Minta Jadi Penendang Penalti

Penampilan menawan Oktovianus Maniani bersama PSMS Medan musim ini membuat ia banyak dilirik klub kontestan ISL. Salah satunya juara kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini, Persipura Jayapura.
Konon, dia justru mendapat rekomendasi dari beberapa pilar Mutiara Hitam. Hanya saja, pemain muda yang akrab disapa Okto ini mengaku belum saatnya untuk pulang kampung. Menurutnya, ia masih ingin menambah pengalaman bersama tim lain sebelum akhirnya memutuskan kembali merumput di Persipura. Meski diakuinya, bermain di Persipura menjadi impiannya sejak kecil.

Lalu, di klub mana ia ingin bermain musim ini? Apa saja target yang ingin dicapainya? Bagaimana tanggapannya terhadap kegagalan mengeksekusi penalti di playoff yang membuat PSMS gagal bertahan di ISL? Berikut wawancara eksklusif goal.com dengan mantan pemain PON Papua tersebut, Jumat (3/7) petang.

Selamat sore Okto! Apa kabar? Anda lagi sibuk?
Selamat sore Mas, kabar baik. Saya masih di Bandung, lagi di mal bersama teman.

Kabarnya, Persipura sudah menginginkan Anda. Benarkah?
Saya dengar begitu. Tapi sampai sejauh ini belum ada pengurus maupun dari manajemen Persipura yang menghubungi saya. Sebetulnya, bukan Persipura saja yang menginginkan saya. Beberapa tim sudah menghubungi saya dan mengajak bergabung.

Tapi kalau Persipura benar menginginkan Anda?
Tentu sangat menyenangkan karena ini impian saya sejak dulu. Asalkan mereka bersedia membayar sisa kontrak saya kepada PT Torganda (pengelolah PSMS Medan musim ini). Tapi saya pikir, belum saatnya saya kembali ke Persipura. Sebab, di sana masih banyak pemain yang bagus dan berkualitas. Saya ingin menambah pengalaman dulu di klub lain, setelah cukup siap saya pasti kembali ke Persipura.

Saat ini Anda akan bermain di mana?
Karena kontrak saya dengan Torganda dua tahun, saya tentu harus mematuhi itu dan bermain di Pro Duta (tim divisi utama asal Bandung). Secara kebetulan, tim tersebut sudah milik Torganda di bawah kendali Pak Sihar (Sihar Sitorus, mantan manajer tim PSMS).

Banyak pihak yang kecewa kepada Anda, karena dianggap biang kegagalan PSMS bertahan di ISL, setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti. Komentar Anda?
Saya pikir itu hal yang wajar. Tapi saya tidak ingin meratapi kesalahan ini. Sebagai pemain muda, tentu hal ini akan menjadi pemicu semangat untuk giat berlatih agar bisa lebih baik lagi. Harus diketahui, kegagalan penalti bisa saja dilakukan setiap pemain. Bahkan sekelas Maradona pun pernah gagal.

Anda tidak merasa bersalah dengan kejadian itu?
Sama sekali tidak. Sebab, saya sudah berusaha melakukan yang terbaik. Hanya saja, takdir berkehendak lain. Lagi pula, kegagalan penalti tersebut sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Saya pun sudah berbuat banyak untuk PSMS, sehingga saya tidak terima jika harus disalahkan.

Kabarnya, Anda sendiri yang meminta untuk menjadi eksekutor. Benarkah?
Itu memang benar. Saya sendiri yang meminta kepada pelatih untuk diberikan kesempatan. Kenapa? Karena saat itu, saya benar-benar yakin bisa menjalankan tugas dengan baik.
Saya merasa dalam kondisi percaya diri yang cukup untuk melakukan tugas sebagai eksekutor. Sayang, karena Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Kita tentu tidak punya kuasa untuk melawannya.

PSMS Tunggu Rapat Pengurus

MEDAN-Skuad PSMS yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 telah dibubarkan. Pembubaran ini dilakukan oleh PT Togos Gopas yang menjadi pemegang mandat pengelolaan PSMS selama tampil di Indonesia Super League (ISL).

Hal itu menyusul keluarnya pernyataan pemilik PT Togas Gopas sekaligus manajer PSMS musim 2008/2009, Sihar Sitorus yang menyatakan bahwa, sebagian pemain yang masih terikat kontrak ada yang bergabung dengan klub yang baru dibelinya Pro Duta. Sementara sebagian lagi dilepas dan dipersilakan melakukan negosiasi dengan klub lain.

Akibatnya, tim kebanggaan Kota Medan itu kini hanya tinggal nama dan masih menunggu rapat pengurus siapa yang akan menjadi pengurus baru yang memimpin PSMS. Ketua Umum PSMS, Abdillah yang saat ini berada di tahanan Polda Metro Jaya saat ditemui wartawan koran ini, Jumat (3/7), belum memberikan komentar.

Ditemui usai salat Jumat, Abdillah memilih menghindar dan langsung masuk ke dalam tahanan.
Tapi, Manajer PSMS Medan di Ligina XIII 2007, Randiman Tarigan saat dihubungi mengaku, surat pengunduran diri Ketua Umum Abdillah sudah diserahkan kepada pengurus.

“Surat pengunduran diri Ketum sudah diserahkan sama saya dan Hardi Mulyono,” katanya. Tapi, kata pria yang membawa Ayam Kinantan menjadi finalis Ligina edisi terakhir itu, siapa yang akan memimpin PSMS musim depan masih akan dirapatkan lagi dengan pengurus.

“Rencananya akan digelar tanggal 18 Juli mendatang. Nah, bila sudah ada yang terpilih baru dilakukan pembenahan,” katanya. Sementara itu satu per satu pemain PSMS terus diincar klub lain. Setelah Elie Aiboy, kini giliran Octavianus. Okto mengaku telah didekati Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Deltras Sidoarjo. Meski demikian, ia masih ingin mematuhi kontraknya dengan PT Torganda.

“Kan masih dua tahun kontrak dengan Bapak Sihar (Sihar Sitorus, Manajer PSMS). Selain itu, sebagai pemain profesional saya harus mematuhinya,” kata Okto.

“Selain Persipura, Persiwa dan Deltras juga telah menghubungi saya. Sementara ini, saya harus menjalani kontrak yang ada dulu,” sambungnya.

Saturday, July 4, 2009

BLI Siapkan Inter Island Cup

Badan Liga Indonesia (BLI) berencana menggelar Inter Island Cup (ISC) selama jeda kompetisi menjelang Liga Super 2009/2010.

Turnamen tersebut bisa menjadi parameter kekuatan klub musim depan. Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono mengungkapkan, Turnamen ISC akan diikuti 18 klub Liga super. Secara teknis, klub peserta akan dibagi menjadi enam grup. Klub juara berhak maju ke babak 6 besar yang juga dikelompokkan menjadi dua grup.

Nantinya klub finalis akan ditentukan menurut status juara menurut dua grup itu. ”Libur kompetisi cukup panjangdan waktu tersebut harus dimanfaatkan. Pertandingan itu secara garis besar diikuti klub dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” ungkapnya kemarin. Joko menambahkan, kickoff Turnamen ISC akan dimulai pada akhir Agustus dan selesai pertengahan September. Pertandingan tersebut akan digelar malam hari.

”Letak klub menurut geografis menjadi pertimbangan pada penyisihan awal. Yang jelas, kami ingin mempertahankan tren bermain malam hari selama bulan puasa. Kebetulan, bulan puasa besok bersamaan dengan libur kompetisi. Konsep turnamen ini sedang dimatangkan secara teknis. Nanti kami akan berbicara dengan klub,” lanjutnya.

Turnamen ISC hanya membutuhkan 25 pertandingan meski melibatkan seluruh klub. Turnamen tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu tidak lebih dari sebulan. BLI mengaku ISC bisa menjadi turnamen pemanasan klub sebelum bersaing musim depan.

Kickoff Liga Super 2009/2010 yang direncanakan 11 Oktober, sedangkan launching direncanakan 4Oktober. ”Saat jeda kompetisi di daerah memang banyak turnamen. Itu bukan masalah. Turnamen antarpulau ini sebenarnya bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui kesiapan klub yang sebenarnya,” kata Joko.

Beberapa regulasi dibuat kenyal, terutama terkait dengan status pemain. Klub peserta bebas memakai pemain, termasuk penggunaan amunisi impor. Hanya saja, bongkar pasang pemain tidak bisa dilakukan saat turnamen berlangsung.

”Masalah pemain akan dibebaskan. Terserah mau pakai siapa saja, apalagi klub juga menggunakan turnamen ini bagian seleksi pemain. Klub mau memakai sepuluh pemain asing, silakan saja. Yang tidak boleh, pemain pindah klub saat turnamen berlangsung,” tandasnya.

Sementara itu Indonesia dikabarkan menjadi nominator kuat tuan rumah tunggal Piala AFF 2010. ASEAN Football Federation (AFF) memberi nilai positif atas sukses Merah Putih sebagai penyelenggara Piala AFF 2008 yang berkoalisi dengan Thailand.

”Kami siap menjadi penyelenggara tunggal Piala AFF. PSSI sudah dipikirkan segala sesuatunya dari sekarang. Semuanya memang belum diputuskan karena ada beberapa negara yang juga berminat menjadi tuan rumah. Tapi, kontestan dan AFF ingin turnamen tahun depan bisa digelar secara penuh di Indonesia,” ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes kemarin.

Selama tujuh kali penyelenggaraan Piala AFF baru tiga negara yang berhasil menjadi tuan rumah tunggal, yaitu Singapura pada Piala Tiger 1996, disusul Vietnam (1998) dan Thailand (2000)

Gelandang Lincah PSMS Diincar Tiga Klub

PSMS Medan boleh terdegradasi ke Divisi Utama, musim depan. Tapi, beberapa pilarnya dijamin laris manis.

Salah satu pilar PSMS yang laris itu yakni gelandang sayap kiri, Octavianus Maniani. Okto mengaku telah didekati Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Deltras Sidoarjo. Meski demikian, ia masih ingin mematuhi kontraknya dengan PSMS.

"Kan masih dua tahun kontrak dengan Bapak Sihar (Sitorus, Manajer PSMS). Selain itu, sebagai pemain profesional saya harus mematuhinya," kata Okto.

"Selain Persipura, Persiwa dan Deltras juga telah menghubungi saya," lanjut Okto. "Sementara ini, saya harus menjalani kontrak yang ada dulu."

Sayap mungil nan lincah asal Papua ini memang menyita perhatian tiap kali mengenakan kostum hijau PSMS. Pemain kelahiran 27 Oktober 1990 ini selalu menghadirkan tusukan-tusukan dari sayap kiri yang dibutuhkan Tim Ayam Kinantan.

Skuad PSMS yang berlaga di Liga Super Indonesia 2008/2009 telah dibubarkan. Pembubaran ini dilakukan oleh PT Togos Gopas yang menjadi pemegang mandat pengelolaan PSMS selama tampil di LSI.

Manurut Sihar, sebagian pemain ada yang bergabung ke Pro Duta, sebagian lagi dilepas. PSMS akan melakukan negosiasi dengan pemain dalam 1-2 hari ini sebelum mengumumkan pemain yang masuk daftar transfer.

Pro Duta merupakan tim asal Bandung, Jawa Barat. Tim yang berjuluk Laskar Bandung Lautan Api itu baru saja promosi ke Divisi Utama.

Tim ini juga telah dibeli oleh Sihar. Jadi, tak salah jika sebagian pemain PSMS berlabuh di klub Divisi Utama itu.

PSMS Medan Cuci Gudang

Skuad PSMS Medan yang berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 resmi dibubarkan. Selanjutnya, PT Togos Gopas selaku pengelola PSMS akan melepas sebagian besar pemainnya ke klub lain.

Direktur PT Togos Gopas, Sihar Sitorus kepada VIVAnews, Jumat 3 Juni 2009 mengatakan, akan melepas 70 persen pemainnya. Sedangkan sisanya akan diboyong ke klub Divisi Utama, Pro Duta Bandung yang juga telah menjadi miliknya.

Sihar tidak merinci pemain-pemain yang akan dilepas. Namun menurutnya, sudah banyak tawaran dari klub yang ditujukan langsung kepada pemain.

"Saya belum pernah dihubungi oleh klub yang berminat pada pemain kami. Mereka biasanya langsung menghubungi pemain yang bersangkutan," kata Sihar melalui pesan pendek (sms).

Skuad PSMS sendiri sudah resmi dibubarkan. Pembubaran skuad Ayam Kinantan dilakukan di Hotel Naripan Bandung, Rabu 1 Juli 2009.

Sihar menambahkan, satu dari tiga pemain asing yang tersisa, yakni Mario Costas akan dipertahankan. Namun, Costas tidak akan membela PSMS melainkan Pro Duta.

Sedangkan sisanya, Esteban Gullien dan Leonardo Zada akan dilepas ke klub lain. "Dia (Costas) sudah sepakat untuk melanjutkan kotrak dengan Pro Duta. Namun, nilainya akan mengalami penurunan," tandas Sihar.

Thursday, July 2, 2009

Ditaksir Persebaya, Rudy Keltjes Pikir-pikir

Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes belum bisa memastikan klub yang akan digarapnya musim depan. Rudy mengaku belum pernah dihubungi oleh klub mana pun.

Persebaya sedang memburu Rudy. Namun, Rudy yang baru saja gagal membawa PSMS bertahan di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 mengaku belum dihubungi oleh manajemen Green Force.

Rudy yang dihubungi VIVAnews, Kamis 2 Juli 2009, mengaku telah mendengar kabar ketertarikan Persebaya lewat media saja. Namun secara langsung, mantan pelatih Persipura Jayapura itu belum mendapat tawaran apa pun dari tim yang mengalahkan PSMS di playoff tersebut.

"Saya baru tiba dari Bandung. Saya belum ada kontak dengan pihak Persebaya. Saat ini saya masih mau istirahat dulu. Kalau nanti dihubungi baru saya pikir-pikir lagi," kata Rudi yang sempat menangani Persebaya itu.

Manajemen Persebaya memang sedang mencari pelatih baru untuk menangani Mat Halil cs saat tampil di LSI 2009/2010 nanti. Pelatih tersebut akan mengisi tempat Aji Santoso yang musim depan akan menukangi Persisam Samarinda.

Sosok Rudy pun dianggap cocok menggantikan Aji. Selain karena kemampuannya dalam meramu strategi, Rudy juga dianggap paham dengan karakter pemain-pemain Persebaya. Maklum, mantan pemain Niac Mitra itu juga sempat menukangi Bajul Ijo.

"Saya belum berpikir ingin melatih klub mana pun. Nanti saja kalau memang sudah ada klub yang menghubungi," tandas Rudy.

Turun Kasta, Skuad PSMS Dibubarkan

kuad PSMS yang berlaga di Liga Super Indonesia 2008/2009 dibubarkan. Pembubaran ini dilakukan oleh PT Togos Gopas yang menjadi pemegang mandat pengelolaan PSMS selama tampil di LSI.

Pembubaran skuad Ayam Kinantan dilakukan di Hotel Naripan, Bandung, Rabu 1 Juli 2009. Menurut Direktur PT Togos Gopas, Sihar Sitorus, pihaknya juga telah mengembalikan mandat pengelolaan kepada pengurus PSMS.

"Selama ini kami hanya mendapat mandat untuk mengelola PSMS selama di Liga Indonesia dan membawanya ke LSI. Sekarang, kami mengembalikannya lagi ke pengurus," kata Sihar lewat pesan singkat yang dikirimnya ke VIVAnews, Kamis 2 Juli 2009.

Dibubarkannya skuad PSMS membuat Ellie Aiboy cs jadi pemain tanpa klub. Mengenai kelanjutan nasib pemain-pemain tersebut, Sihar mengatakan akan ditentukan dalam satu atau dua hari ke depan.

"Sebagian ada yang ikut ke Pro Duta, sebagian lagi ada yang dilepas. Kami masih melakukan negosiasi dengan pemain dalam 1-2 hari ini. Kami juga akan mengumumkan siapa pemain yang masuk daftar transfer," kata Sihar.

Pro Duta merupakan tim asal Bandung, Jawa Barat. Tim yang berjuluk Laskar Bandung Lautan Api itu baru saja promosi ke Divisi Utama.

Tim ini juga telah dibeli oleh Sihar. Jadi, tak salah jika sebagian pemain PSMS berlabuh di klub Divisi Utama itu.