Tim inti PSMS musim ini dipastikan akan segera hengkang ke tim lain, jika tidak ada tindak lanjut dari manajemen untuk musim depan.Pasalnya, sejumlah klub perserta Super Liga sudah mulai melirik beberapa para pemain PSMS.
Menariknya, saat ini skuad lokal PSMS mengaku sudah menuai banyak tawaran dari klub lain. Nama-nama seperti Markus Horison, Fadli Hariri, Andika Yudistira hingga Zada sudah tampaknya sudah mulai tergoda dengan godaan klub lain.
Meskipun sebenarnya di benak anak-anak Medan, mereka ingin membela PSMS dan memenangkan kompetisi hingga berhasil juara. Fadli misalnya. Pemain bernomor punggung tiga itu mengaku sudah ditawar empat klub Super Liga. Meskipun dia tak ingin menyebutkan nama timnya.
“Secara pribadi saya ingin terus membela PSMS. Tapi kalau tak ada kejelasan di akhir musim, saya tentu berpikir masa depan. Mau tak mau saya akan hengkang,” katanya.
Markus juga menyatakan serupa. Kiper berusia 28 tahun itu mengaku sudah ditawar dua klub peserta Super Liga. Namun Markus sama sekali belum bertindak apa-apa sampai kontraknya berakhir Juli mendatang. “ Sudah ada dua klub yang ingin tenaga saya. Tapi saya belum kepikiran pindah,” katanya.
Kalau manajemen musim depan tak serius membentuk atau menjaga pemain inti potensial PSMS agar tak hengkang, bukan tak mungkin ekspansi besar-besaran bintang PSMS jilid dua akan kembali terjadi.
Sementara itu, perasaan Reswandi, pemain belakangan PSMS saat ini sedang gusar. Ibunda eks pemain Sriwijaya itu dirawat intensif di ruamh sakit akibat penyakitnya kambuh. Tak hanya itu, istrinya juga saat ini sedang hamil mempersiapkan dan menanti kelahiran anaknya. Untuk itu, Reswandi pun memutuskan pulang ke Medan, Senin (7/6). “Reswandi harus pulang untuk melihat kondisi ibu dan istrinya. Kita harus maklumi dan berharap tidak terjadi apa-apa,”kata Hendrik Lumbanraja Asistem Manajer PSMS
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Thursday, June 11, 2009
Fokus Copa
PSMS saat ini lebih fokus menuju laga playoff dan putaran kedua delapan besar Copa Indonesia melawan Persipura 15 Juni mendatang ketimbang menghadapi Persiwa Wamena, Rabu (10/6) besok, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL).
Hal itu menyusul kekecewaan manajemen dengan buruknya kinerja BLI (Badan Liga Indonesia). Rudi mengatakan jadwal yang carut marut di lakoni PSMS menjadi alasan utama buruknya kondisi fisik pemain PSMS.
“Dari awal saya selalu minta kepada BLI untuk memundurkan jadwal satu hari saja, tapi sampai tak pernah diberi izin. Sebaliknya tim lain yang minta izin selalu diberi. Kenapa bisa begitu?” kata Rudi.
Karena itu, dari pada tampil habis-habisan melawan Persiwa, lebih baik fokus kepada laga selanjutnya yang jadwalnya sangat berdekatan. Bayangkan saja, melawan Persiwa di ajang ISL akan digeber 10 Juni, dan melawan Persipura di ajang Copa Indonesia dimainkan 15 Juni. Kemudian anak-anak Medan harus terbang lagi ke Surabaya untuk melakoni laga playoff tanggal 20 Juni. Tiga hari kemudian, tepatnya 23 Juni harus kembali terbang ke Thailand menghadapi Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup.
Makanya, sambung Rudi, PSMS harus pandai-pandai menjaga kondisi kebugaran para pemain. Jika tidak, maka laga yang lebih penting akan terbuang dengan kekalahan. Untuk itu, fokus utama PSMS coba dialihkan kepada Copa Indonesia. Rudi berjanji akan memberikan kejutan kepada tim tuan rumah, meskipun cukup berat bagi PSMS untuk bisa membalikkan keadaan. Di Medan, saat leg pertama lalu, PSMS kandas 2-0, dan kalau mau melaju ke semifinal maka PSMS harus bisa menang dengan skor 3-0.
“Saya sudah hafal benar main Persipura. Kemarin kita hanya kalah 0-1 dan anak-anak Persipura tidak berkembang mainnya. Taktik yang saya berikan kepada anak-anak sudah benar, hanya saja kita kalah strategi. Dan kita akan perbaiki hal itu di leg kedua delapan besar Copa nanti,” terang Rudi.
Setelah laga di leg kedua Copa, lantas perhatian utama PSMS pada laga di babak playoff kontra Persebaya. PSMS memang sudah dapat dipastikan akan finish di peringkat 15 di akhir kompetisi. Bisa saja PSMS naik satu tingkat ke peringkat 14 dan terhindar dari playoff, tapi syaratnya berat. Yakni harus menang lawan Persiwa dan berharap keberuntungan dari PKT yang berada di peringkat 14, kalah lawan Pelita Jaya. Sepertinya keinginan itu bakal sulit terwujud, karena PKT bermain di kandang sendiri, sedangkan PSMS harus berjuang di kandang lawan.
“Saya juga sudah siapkan ancang-ancang saat melawan Persebaya. Sebuah keuntungan bisa bertemu Persebaya, karena mereka saat ini jujur saja di bawah kita. Asal anak-anak serius, mudah-mudahan bisa terlepas dari degradasi,” pungkas Rudi.
Hal itu menyusul kekecewaan manajemen dengan buruknya kinerja BLI (Badan Liga Indonesia). Rudi mengatakan jadwal yang carut marut di lakoni PSMS menjadi alasan utama buruknya kondisi fisik pemain PSMS.
“Dari awal saya selalu minta kepada BLI untuk memundurkan jadwal satu hari saja, tapi sampai tak pernah diberi izin. Sebaliknya tim lain yang minta izin selalu diberi. Kenapa bisa begitu?” kata Rudi.
Karena itu, dari pada tampil habis-habisan melawan Persiwa, lebih baik fokus kepada laga selanjutnya yang jadwalnya sangat berdekatan. Bayangkan saja, melawan Persiwa di ajang ISL akan digeber 10 Juni, dan melawan Persipura di ajang Copa Indonesia dimainkan 15 Juni. Kemudian anak-anak Medan harus terbang lagi ke Surabaya untuk melakoni laga playoff tanggal 20 Juni. Tiga hari kemudian, tepatnya 23 Juni harus kembali terbang ke Thailand menghadapi Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup.
Makanya, sambung Rudi, PSMS harus pandai-pandai menjaga kondisi kebugaran para pemain. Jika tidak, maka laga yang lebih penting akan terbuang dengan kekalahan. Untuk itu, fokus utama PSMS coba dialihkan kepada Copa Indonesia. Rudi berjanji akan memberikan kejutan kepada tim tuan rumah, meskipun cukup berat bagi PSMS untuk bisa membalikkan keadaan. Di Medan, saat leg pertama lalu, PSMS kandas 2-0, dan kalau mau melaju ke semifinal maka PSMS harus bisa menang dengan skor 3-0.
“Saya sudah hafal benar main Persipura. Kemarin kita hanya kalah 0-1 dan anak-anak Persipura tidak berkembang mainnya. Taktik yang saya berikan kepada anak-anak sudah benar, hanya saja kita kalah strategi. Dan kita akan perbaiki hal itu di leg kedua delapan besar Copa nanti,” terang Rudi.
Setelah laga di leg kedua Copa, lantas perhatian utama PSMS pada laga di babak playoff kontra Persebaya. PSMS memang sudah dapat dipastikan akan finish di peringkat 15 di akhir kompetisi. Bisa saja PSMS naik satu tingkat ke peringkat 14 dan terhindar dari playoff, tapi syaratnya berat. Yakni harus menang lawan Persiwa dan berharap keberuntungan dari PKT yang berada di peringkat 14, kalah lawan Pelita Jaya. Sepertinya keinginan itu bakal sulit terwujud, karena PKT bermain di kandang sendiri, sedangkan PSMS harus berjuang di kandang lawan.
“Saya juga sudah siapkan ancang-ancang saat melawan Persebaya. Sebuah keuntungan bisa bertemu Persebaya, karena mereka saat ini jujur saja di bawah kita. Asal anak-anak serius, mudah-mudahan bisa terlepas dari degradasi,” pungkas Rudi.
PSMS pastikan 'playoff'
WAMENA - Laga penentu di akhir kompetisi Liga Super Indonesia 2008/2009 terasa pahit bagi anak-anak PSMS Medan setelah kalah 0-5 dari tuan rumah Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena, tadi sore.
Alhasil, skuad besutan Rudy Williams Keltjes tersebut wajib memainkan laga playoff melawan Persebaya Surabaya guna menentukan peraih satu tempat tersisa untuk kompetisi musim depan. Duel hidup mati tersebut akan dihelat di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 19 Juni mendatang.
"Kami harus mengakui Persiwa memang susah dikalahkan di kandangnya. Tapi daripada meratapi kekalahan, lebih baik kami fokus menyiapkan tim jelang playoff," kata Keltjes.
Kepastian memainkan laga playoff dikarenakan PSMS tertahan di posisi 15 klasemen akhir. Nasib mereka sedikit lebih baik dibanding PSIS Semarang, Persita Tangerang dan Deltras Sidoarjo yang langsung terkena degradasi.
Posisi ketiga tim ini akan diganti tiga tim promosi dari Divisi Utama, yakni Persisam Samarinda, Persema Malang dan PSPS Pekanbaru. Persebaya sendiri terpaksa menjalani playoff setelah menempati posisi empat.
Di Jayapura, Persipura mengukuhkan statusnya sebagai jawara LSI 2008/09 setelah menutup laga kompetisi paling bergengsi di tanah air dengan melumat Sriwijaya FC 4-1.
Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya, Mutiara Hitam tampil agresif dan membuka gol di menit 23 hasil sontekan Alberto ‘Beto' Goncalves. Sukses mencetak gol membuat Persipura kian bersemangat.
Hasilnya, Ernest Jeremiah berhasil menggandakan keunggulan timnya pada menit 38 hasil memanfaatkan umpan terukur Ian Kabes. Peluang memperkecil defisit sebetulnya diperoleh SFC setelah mendapat hadiah penalti di menit 61. Sayangnya, Ngon A Djam gagal menjalankan tugasnya dengan baik akibat tendangannya diblok Jendry Pitoy.
Kegagalan mengeksekusi penalti itu rupanya sedikit meruntuhkan semangat para pemain SFC. Boaz Salossa memanfaatkan kondisi tersebut guna mencetak dua gol. SFC baru memecah kebuntunannya setelah Budi Sudarsono yang tampil dari bangku cadangan mencetak gol di menit 86.
Usai pertandingan, penyerahan gelar dan hadiah Rp2 miliar kepada Persipura diserahkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Selain itu, Boaz juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik LSI tahun ini
Alhasil, skuad besutan Rudy Williams Keltjes tersebut wajib memainkan laga playoff melawan Persebaya Surabaya guna menentukan peraih satu tempat tersisa untuk kompetisi musim depan. Duel hidup mati tersebut akan dihelat di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 19 Juni mendatang.
"Kami harus mengakui Persiwa memang susah dikalahkan di kandangnya. Tapi daripada meratapi kekalahan, lebih baik kami fokus menyiapkan tim jelang playoff," kata Keltjes.
Kepastian memainkan laga playoff dikarenakan PSMS tertahan di posisi 15 klasemen akhir. Nasib mereka sedikit lebih baik dibanding PSIS Semarang, Persita Tangerang dan Deltras Sidoarjo yang langsung terkena degradasi.
Posisi ketiga tim ini akan diganti tiga tim promosi dari Divisi Utama, yakni Persisam Samarinda, Persema Malang dan PSPS Pekanbaru. Persebaya sendiri terpaksa menjalani playoff setelah menempati posisi empat.
Di Jayapura, Persipura mengukuhkan statusnya sebagai jawara LSI 2008/09 setelah menutup laga kompetisi paling bergengsi di tanah air dengan melumat Sriwijaya FC 4-1.
Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya, Mutiara Hitam tampil agresif dan membuka gol di menit 23 hasil sontekan Alberto ‘Beto' Goncalves. Sukses mencetak gol membuat Persipura kian bersemangat.
Hasilnya, Ernest Jeremiah berhasil menggandakan keunggulan timnya pada menit 38 hasil memanfaatkan umpan terukur Ian Kabes. Peluang memperkecil defisit sebetulnya diperoleh SFC setelah mendapat hadiah penalti di menit 61. Sayangnya, Ngon A Djam gagal menjalankan tugasnya dengan baik akibat tendangannya diblok Jendry Pitoy.
Kegagalan mengeksekusi penalti itu rupanya sedikit meruntuhkan semangat para pemain SFC. Boaz Salossa memanfaatkan kondisi tersebut guna mencetak dua gol. SFC baru memecah kebuntunannya setelah Budi Sudarsono yang tampil dari bangku cadangan mencetak gol di menit 86.
Usai pertandingan, penyerahan gelar dan hadiah Rp2 miliar kepada Persipura diserahkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Selain itu, Boaz juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik LSI tahun ini
Tuesday, June 9, 2009
Persipura lirik Okto
MEDAN - Sukses winger lingah PSMS Medan, Octavianus Maniani, menunjukkan penampilan ciamik sepanjang kompetisi, membuat Persipura Jayapura meliriknya untuk musim depan.
Adalah penampilan Okto saat bentrok dengan Persipura di laga lanjutan putaran kedua Superliga 2008/09 pada Sabtu (6/6) lalu membuat sejumlah pemain Mutiara Hitam melirik pemain muda berbakat satu ini.
Maklum saja, karena pergerakan mantan pemain PON Papua ini cukup merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Ia bahkan beberapa kali mampu melewati hadangan Ricardo Salampessy yang mengawal sektor kanan pertahanan Persipura.
Tidak hanya itu, sayap kidal ini pun sukses mencetak gol di laga tersebut. Sayang, golnya dianulir wasit karena ia dianggap berdiri offside sebelum menjebloskan bola ke gawang Jendri Pitoy.
"Tampaknya manajemen sudah harus melirik dia (Okto-red), sebab dia sudah layak masuk ke Persipura. Semua pasti setuju dengan saya jika merujuk pada penampilannya di lapangan," jelas kapten Persipura, Eduard Ivakdalam, mengomentari penampilan Okto.
Sayang, meski mengaku cukup tertarik, tapi manajemen Mutiara Hitam belum bersedia membicarakan hal ini. Maklum, karena konsentrasi mereka masih tertuju pada laga puncak melawan Sriwijaya FC di laga penutup Superliga, Rabu besok.
Adalah penampilan Okto saat bentrok dengan Persipura di laga lanjutan putaran kedua Superliga 2008/09 pada Sabtu (6/6) lalu membuat sejumlah pemain Mutiara Hitam melirik pemain muda berbakat satu ini.
Maklum saja, karena pergerakan mantan pemain PON Papua ini cukup merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Ia bahkan beberapa kali mampu melewati hadangan Ricardo Salampessy yang mengawal sektor kanan pertahanan Persipura.
Tidak hanya itu, sayap kidal ini pun sukses mencetak gol di laga tersebut. Sayang, golnya dianulir wasit karena ia dianggap berdiri offside sebelum menjebloskan bola ke gawang Jendri Pitoy.
"Tampaknya manajemen sudah harus melirik dia (Okto-red), sebab dia sudah layak masuk ke Persipura. Semua pasti setuju dengan saya jika merujuk pada penampilannya di lapangan," jelas kapten Persipura, Eduard Ivakdalam, mengomentari penampilan Okto.
Sayang, meski mengaku cukup tertarik, tapi manajemen Mutiara Hitam belum bersedia membicarakan hal ini. Maklum, karena konsentrasi mereka masih tertuju pada laga puncak melawan Sriwijaya FC di laga penutup Superliga, Rabu besok.
Ancaman Bagi PSMS "Motivasi Tinggi Persebaya Hadapi 'Play Off'"
ara pemain Persebaya kembali menjalani latihan untuk persiapan menghadapi pertandingan 'play off' setelah satu pekan diliburkan.
Dalam latihan yang dipimpin tiga asisten pelatih Hartono, Ibnu Grahan dan Kasiyanto tersebut, dua pemain belum bergabung, yakni Andi Odang dan Nurcholis.
Sedangkan pelatih kepala Aji Santoso yang diberi mandat menangani tim, baru akan memimpin sesi latihan mulai Kamis (11/6), setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir Rabu (10/6).
"Kendati Aji Santoso belum gabung, tapi dia terus memantau perkembangan tim. Program latihan pemain juga dikonsultasikan dengan dia," tambah Hartono.
"Kami tidak menduga, kalau ternyata kondisi fisik anak-anak tetap bagus, meskipun sepekan tidak berlatih. Motivasi mereka juga masih menggebu-gebu untuk melahap porsi latihan pagi dan sore," tambahnya.
Mantan pemain Persebaya ini, mengaku belum mendengar kabar soal kemungkinan diundurnya jadwal play off. Pengunduran jadwal itu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi dan motivasi pemain.
"Pengaruhnya buat pemain jelas ada, tapi mudah-mudahan (pengunduran jadwal) itu tidak terjadi," ujarnya
Dalam latihan yang dipimpin tiga asisten pelatih Hartono, Ibnu Grahan dan Kasiyanto tersebut, dua pemain belum bergabung, yakni Andi Odang dan Nurcholis.
Sedangkan pelatih kepala Aji Santoso yang diberi mandat menangani tim, baru akan memimpin sesi latihan mulai Kamis (11/6), setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir Rabu (10/6).
"Kendati Aji Santoso belum gabung, tapi dia terus memantau perkembangan tim. Program latihan pemain juga dikonsultasikan dengan dia," tambah Hartono.
"Kami tidak menduga, kalau ternyata kondisi fisik anak-anak tetap bagus, meskipun sepekan tidak berlatih. Motivasi mereka juga masih menggebu-gebu untuk melahap porsi latihan pagi dan sore," tambahnya.
Mantan pemain Persebaya ini, mengaku belum mendengar kabar soal kemungkinan diundurnya jadwal play off. Pengunduran jadwal itu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi dan motivasi pemain.
"Pengaruhnya buat pemain jelas ada, tapi mudah-mudahan (pengunduran jadwal) itu tidak terjadi," ujarnya
Monday, June 8, 2009
Persita Degradasi, PSMS di Bibir Playoff
Persita Tangerang dipastikan lengser ke Divisi Utama untuk musim depan. Sedangkan PSMS Medan tinggal menunggu waktu untuk tampil di babak playoff Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Persita Tangerang dipastikan turun kasta setelah gagal merebut kemenangan pada pertandingan ke-33. Berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Kanjurhan, Malang, Sabtu, 6 Juni 2009, Persita keok di tangan tuan rumah Arema Malang 1-4.
Kekalahan ini membuat Persita tak mampu mendongkrak posisinya. Dengan koleksi 25 poin dari 33 laga, Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Meski menang di laga terakhirnya, Persita dipastikan tak akan mampu keluar dari zona degradasi.
Sementara itu, nasib naas juga dialami oleh PSMS Medan. Pasalnya, peluang Ayam Kinantan untuk tampil di babak playoff terbuka lebar setelah gagal merebut kemenangan di pertandingan ke-33.
Berhadapan dengan juara LSI 2008/2009, Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu, 6 Juni 2009, PSMS juga keok dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat PSMS kesulitan untuk menghindari babak playoff mengingat dua pesaing terdekatnya PKT dan Persitara sukses merebut 3 poin.
Tampil di kandang, Stadion Mulawarman, Bontang, PKT sukses mempermalukan PSIS Semarang, 3-0. Sedangkan Persitara kembali mengejutkan dengan membantai saudara sekotanya Persija Jakarta 4-2.
Dengan kemenangan ini PKT unggul tiga poin atas PSMS Medan. Untuk lolos dari degradasi, PKT hanya butuh hasil seri di pertandingan terakhir.
Persitara bernasib lebih baik. Kemenangan atas Persijat membuat Persitara tak perlu memeras keringat di partai terakhir. Tambahan tiga angka telah membuat Persitara aman untuk tetap berlaga di LSI musim depan.
Persita Tangerang dipastikan turun kasta setelah gagal merebut kemenangan pada pertandingan ke-33. Berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Kanjurhan, Malang, Sabtu, 6 Juni 2009, Persita keok di tangan tuan rumah Arema Malang 1-4.
Kekalahan ini membuat Persita tak mampu mendongkrak posisinya. Dengan koleksi 25 poin dari 33 laga, Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Meski menang di laga terakhirnya, Persita dipastikan tak akan mampu keluar dari zona degradasi.
Sementara itu, nasib naas juga dialami oleh PSMS Medan. Pasalnya, peluang Ayam Kinantan untuk tampil di babak playoff terbuka lebar setelah gagal merebut kemenangan di pertandingan ke-33.
Berhadapan dengan juara LSI 2008/2009, Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu, 6 Juni 2009, PSMS juga keok dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat PSMS kesulitan untuk menghindari babak playoff mengingat dua pesaing terdekatnya PKT dan Persitara sukses merebut 3 poin.
Tampil di kandang, Stadion Mulawarman, Bontang, PKT sukses mempermalukan PSIS Semarang, 3-0. Sedangkan Persitara kembali mengejutkan dengan membantai saudara sekotanya Persija Jakarta 4-2.
Dengan kemenangan ini PKT unggul tiga poin atas PSMS Medan. Untuk lolos dari degradasi, PKT hanya butuh hasil seri di pertandingan terakhir.
Persitara bernasib lebih baik. Kemenangan atas Persijat membuat Persitara tak perlu memeras keringat di partai terakhir. Tambahan tiga angka telah membuat Persitara aman untuk tetap berlaga di LSI musim depan.
Persipura Kalahkan PSMS Medan 1-0
Tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura, berhasil mengalahkan PSMS Medan yang berjuluk "Ayam Khinatan", dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan Djarum Indonesia Super Liga, Sabtu.
Bermain dihadapan pendukungnya di stadion Mandala Jayapura, Persipura Jayapura dan PSMS Medan sama-sama menampilkan permainan terbuka, dimana kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan.
Hingga bapak pertama usai kedua tim tidak mampu mencetak gol, karena keduanya memiliki pertahanan yang sangat kokoh.
Memasuki babak kedua, guna mempertajam lini depan, PSMS Medan menarik keluar Oktovianus Maniani, Elly Eboy dan Dani.
Gol kemenangan persipura baru tercipta pada babak kedua melalui striker haus golnya, asal Papua yang bernomor punggung 86 Boas Sallosa yang biasa disapaa oleh para penggemarnya dengan panggilan Boci pada menit ke-70 lewat titik putih.
Ketinggalan satu gol membuat anak-anak Medan terhenyak dan langsung meningkatkan tempo pertandingan, namun penyerang PSMS tidak mampu menembus pertahanan Persipura yang dikawal Jack Komboy, Viktor Ikbonefo dan Bio Paulin.
Pada pertandingan babak kedua yang dipimpin wasit Jumadi Efendi tersebut, kedua tim tetap saling menyerang, terbukti dari banyaknya peluang yang dibuat oleh kedua tim.
Sedikitnya tiga peluang untuk Persipura dan Tiga buat PSMS Medan tercipta, diantaranya ada yang menghasilkan gol namun dianulir oleh wasit karena adanya pelanggaran.
Hingga pertandingan babak kedua usai kedua tim tidak berhasil memmbuat gol sehingga kedudukan akhir tetap 1-0 untuk Persipura Jayapura.
Dalam pertandigan ini, wasit mengeluarkan satu buah kartu kuning untuk Persipura Jayapura yakni, Imanuel wanggai.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago, mengatakan sangat bersyukur timnya dapat memperoleh kemenangan, meskipun dengan skor tipis. Ia mengakui kalau PSMS Medan adalah lawan kuat.
"meskipun menang, permainan anak-anak tadi tidak menunjukan kolektivitas yang baik, sehingga kedepannya akan dibenahi," kata Jaksen, kepada wartawan seusai pertandingan.
Sementara, sementara pelatih PSMS Medan, Rudi Keltjes mengatakan Persipura memang pantas menang, dan menjadi juara umum dalam kompetisi kali ini.
Persipura akan kembali bertanding pada 10 Juni nanti dengan menjamu Sriwijaya FC, sekaligus akan merayakan kemenangan sebagai juara umum dalam kompetisi Djarum ISL 2008-2009
Bermain dihadapan pendukungnya di stadion Mandala Jayapura, Persipura Jayapura dan PSMS Medan sama-sama menampilkan permainan terbuka, dimana kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan.
Hingga bapak pertama usai kedua tim tidak mampu mencetak gol, karena keduanya memiliki pertahanan yang sangat kokoh.
Memasuki babak kedua, guna mempertajam lini depan, PSMS Medan menarik keluar Oktovianus Maniani, Elly Eboy dan Dani.
Gol kemenangan persipura baru tercipta pada babak kedua melalui striker haus golnya, asal Papua yang bernomor punggung 86 Boas Sallosa yang biasa disapaa oleh para penggemarnya dengan panggilan Boci pada menit ke-70 lewat titik putih.
Ketinggalan satu gol membuat anak-anak Medan terhenyak dan langsung meningkatkan tempo pertandingan, namun penyerang PSMS tidak mampu menembus pertahanan Persipura yang dikawal Jack Komboy, Viktor Ikbonefo dan Bio Paulin.
Pada pertandingan babak kedua yang dipimpin wasit Jumadi Efendi tersebut, kedua tim tetap saling menyerang, terbukti dari banyaknya peluang yang dibuat oleh kedua tim.
Sedikitnya tiga peluang untuk Persipura dan Tiga buat PSMS Medan tercipta, diantaranya ada yang menghasilkan gol namun dianulir oleh wasit karena adanya pelanggaran.
Hingga pertandingan babak kedua usai kedua tim tidak berhasil memmbuat gol sehingga kedudukan akhir tetap 1-0 untuk Persipura Jayapura.
Dalam pertandigan ini, wasit mengeluarkan satu buah kartu kuning untuk Persipura Jayapura yakni, Imanuel wanggai.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago, mengatakan sangat bersyukur timnya dapat memperoleh kemenangan, meskipun dengan skor tipis. Ia mengakui kalau PSMS Medan adalah lawan kuat.
"meskipun menang, permainan anak-anak tadi tidak menunjukan kolektivitas yang baik, sehingga kedepannya akan dibenahi," kata Jaksen, kepada wartawan seusai pertandingan.
Sementara, sementara pelatih PSMS Medan, Rudi Keltjes mengatakan Persipura memang pantas menang, dan menjadi juara umum dalam kompetisi kali ini.
Persipura akan kembali bertanding pada 10 Juni nanti dengan menjamu Sriwijaya FC, sekaligus akan merayakan kemenangan sebagai juara umum dalam kompetisi Djarum ISL 2008-2009
Saturday, June 6, 2009
Persaingan Menuju Playoff
Pemilik tiket playoff Liga Super 2008/2009 segera diketahui hari ini. PSMS Medan, Persitara Jakarta Utara, atau PKT Bontang tetap berpeluang sama.
Zona merah memang mencapai titik didih, imbas rivalitas Persipura Jayapura kontra PSMS, PKT melawan PSIS Semarang, dan Persija Jakarta versus Persitara. Tiket playoff sementara dipegang PKT yang terdampar di peringkat 15 dengan nilai 31 poin dari 32 pertandingan. Satu setrip di atasnya ada PSMS dengan nilai dan jumlah laga sama, tapi unggul produktivitas gol.
Posisi relatif aman justru dimiliki Persitara yang menempati peringkat 13 dengan nilai 33 dari 32 laga. Raihan hasil berbeda ketiga klub otomatis memengaruhi pergerakan klasemen. Rivalitas justru menjadi jenuh tatkala PSMS atau PKT menelan kekalahan, tapi Persitara tidak kehilangan angka. Hasil buruk kedua klub akan membenamkan mereka ke zona playoff.
Keseragaman hasil seri justru membuat posisi klasemen semakin membara sampai laga terakhir. Namun, alih-alih perhitungan teknis status PSMS terjepit karena dijamu juara Liga Super Persipura.
”Kami sadar, Persipura ingin menyempurnakan prestasi. Tapi, kami tidak ingin dipermalukan lagi. Kualitas individu kami memang kalah. Tapi, PSMS memiliki kebersamaan. Kami selalu berjuang bersama,” tandass Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes.
Ayam Kinantan, julukan PSMS, kalah 0-1 dari Persipura pada leg pertama. Dari lima pertemuan, mereka hanya sekali menang dan sekali seri, lalu menelan tiga kekalahan. Problem bertambah setelah Leonardo Martin Zada dan Mario Pinto absen dengan alasan berbeda.
”Ini masalah serius. Zada pengatur serangan. Esteban Gulien nanti akan berperan ganda. Kami harus berusaha agar posisi aman,” kata Rudy. Berbeda dengan PSMS, garansi tiga angka sepertinya dimiliki PKT. Performa PSIS yang berada di kerak degradasi memang kurang menjanjikan. Dari tiga pertemuan, PKT belum pernah kalah, yakni sekali menang dan dua kali seri.
”Kami akan bermain terbuka. Klub butuh kemenangan agar bisa menyalip Persitara. Kami harus mencari posisi aman. PKT akan turun full team karena tidak ada masalah pemain,” tutur Pelatih PKT Fachri Husaini. Bukan hanya terlibat rivalitas segitiga, tekanan juga datang dari Persita Tangerang yang dijamu Arema Malang.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mengaku siap menjadi duri. Berada di peringkat 17 dengan nilai 25 dari 32 pertandingan, mereka masih bermimpi playoff. ”Pilihan Persita adalah menang untuk membuka peluang playoff. Tapi, kami juga sangat tergantung hasil klub lain,” ungkap Manajer Persita Andi Mulyadi.
Zona merah memang mencapai titik didih, imbas rivalitas Persipura Jayapura kontra PSMS, PKT melawan PSIS Semarang, dan Persija Jakarta versus Persitara. Tiket playoff sementara dipegang PKT yang terdampar di peringkat 15 dengan nilai 31 poin dari 32 pertandingan. Satu setrip di atasnya ada PSMS dengan nilai dan jumlah laga sama, tapi unggul produktivitas gol.
Posisi relatif aman justru dimiliki Persitara yang menempati peringkat 13 dengan nilai 33 dari 32 laga. Raihan hasil berbeda ketiga klub otomatis memengaruhi pergerakan klasemen. Rivalitas justru menjadi jenuh tatkala PSMS atau PKT menelan kekalahan, tapi Persitara tidak kehilangan angka. Hasil buruk kedua klub akan membenamkan mereka ke zona playoff.
Keseragaman hasil seri justru membuat posisi klasemen semakin membara sampai laga terakhir. Namun, alih-alih perhitungan teknis status PSMS terjepit karena dijamu juara Liga Super Persipura.
”Kami sadar, Persipura ingin menyempurnakan prestasi. Tapi, kami tidak ingin dipermalukan lagi. Kualitas individu kami memang kalah. Tapi, PSMS memiliki kebersamaan. Kami selalu berjuang bersama,” tandass Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes.
Ayam Kinantan, julukan PSMS, kalah 0-1 dari Persipura pada leg pertama. Dari lima pertemuan, mereka hanya sekali menang dan sekali seri, lalu menelan tiga kekalahan. Problem bertambah setelah Leonardo Martin Zada dan Mario Pinto absen dengan alasan berbeda.
”Ini masalah serius. Zada pengatur serangan. Esteban Gulien nanti akan berperan ganda. Kami harus berusaha agar posisi aman,” kata Rudy. Berbeda dengan PSMS, garansi tiga angka sepertinya dimiliki PKT. Performa PSIS yang berada di kerak degradasi memang kurang menjanjikan. Dari tiga pertemuan, PKT belum pernah kalah, yakni sekali menang dan dua kali seri.
”Kami akan bermain terbuka. Klub butuh kemenangan agar bisa menyalip Persitara. Kami harus mencari posisi aman. PKT akan turun full team karena tidak ada masalah pemain,” tutur Pelatih PKT Fachri Husaini. Bukan hanya terlibat rivalitas segitiga, tekanan juga datang dari Persita Tangerang yang dijamu Arema Malang.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mengaku siap menjadi duri. Berada di peringkat 17 dengan nilai 25 dari 32 pertandingan, mereka masih bermimpi playoff. ”Pilihan Persita adalah menang untuk membuka peluang playoff. Tapi, kami juga sangat tergantung hasil klub lain,” ungkap Manajer Persita Andi Mulyadi.
Okto cs batal gabung timnas
Skuad timnas U-23 proyeski SEA Games Laos dipastikan hanya bisa menambah satu pemain. Padahal sebelumnya, jajaran pelatih timnas junior ini merekomendasikan empat pemain baru.
Tiga dari empat pemain itu merupakan pilar PSMS Medan, yakni Octovianus Maniani, Andhika Yudistira dan Ghali Sudaryono. Sedangkan satu pemain yang masuk adalah D Tubun dari PKT Bontang. Dengan begitu, timnas U-23 yang sedang dipersiapkan melakoni ujicoba di Malaysia (13/6) dan Singapura (21/6) berkekuatan 21 pemain.
Menurut Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Hamka B Kadi kepada Waspada di Sekertariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), batalnya tiga pilar Ayam Kinantan tersebut bergabung karena pihak manajemen tim bersangkutan tidak melepasnya.
"Manajemen PSMS masih membutuhkan tenaga ketiganya di laga terakhir Superliga. Sebab, mereka saat ini tengah berjuang lolos dari zona degradasi. Untuk itu, kami tidak jadi memanggil ketiga pemain tadi," kata Hamka.
Masih kata Hamka, ketiga pemain PSMS tersebut masih bisa bergabung dengan timnas U-23. Hanya saja imbuhnya, semua tergantung kebutuhan dari skuad yang ada sekarang. Ditambahkanya, hal yang sama juga berlaku bagi pilar Persipura Jayapura Boaz Salossa dan Immanuel Wangai.
"Boaz dan Wanggai adalah pemain yang sudah siap pakai. Jadi kapan pun keduanya pasti ready. Karena itu, kedua pemain ini tidak perlu ikut masa persiapan," tutur Hamka.
Tiga dari empat pemain itu merupakan pilar PSMS Medan, yakni Octovianus Maniani, Andhika Yudistira dan Ghali Sudaryono. Sedangkan satu pemain yang masuk adalah D Tubun dari PKT Bontang. Dengan begitu, timnas U-23 yang sedang dipersiapkan melakoni ujicoba di Malaysia (13/6) dan Singapura (21/6) berkekuatan 21 pemain.
Menurut Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Hamka B Kadi kepada Waspada di Sekertariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), batalnya tiga pilar Ayam Kinantan tersebut bergabung karena pihak manajemen tim bersangkutan tidak melepasnya.
"Manajemen PSMS masih membutuhkan tenaga ketiganya di laga terakhir Superliga. Sebab, mereka saat ini tengah berjuang lolos dari zona degradasi. Untuk itu, kami tidak jadi memanggil ketiga pemain tadi," kata Hamka.
Masih kata Hamka, ketiga pemain PSMS tersebut masih bisa bergabung dengan timnas U-23. Hanya saja imbuhnya, semua tergantung kebutuhan dari skuad yang ada sekarang. Ditambahkanya, hal yang sama juga berlaku bagi pilar Persipura Jayapura Boaz Salossa dan Immanuel Wangai.
"Boaz dan Wanggai adalah pemain yang sudah siap pakai. Jadi kapan pun keduanya pasti ready. Karena itu, kedua pemain ini tidak perlu ikut masa persiapan," tutur Hamka.
Keltjes bantah main sabun
Pelatih PSMS Medan, Rudi William Keltjes, membantah Sriwijaya FC memberikan kemenangan atau main sabun ketika berhadapan dengan PSMS Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Kanjuruan Malang, Selasa (2/6) lalu, yang berakhir 3-1 untuk PSMS.
"Saya menyatakan secara tegas laga ini tidak terjadi pengaturan hasil pertandingan yang mengindikasikan Sriwijaya FC membantu PSMS tidak terdegradasi ke," kata Keltjes ketika dihubungi Waspada, kemarin.
Menurutnya, kekalahan juara bertahan dan juara Copa Indonesia 2008 itu lebih disebabkan karena tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak diperkuat beberapa pemain utamanya.
Diakui Keltjes, sepanjang pertandingan lawan terus mendapat tekanan dari Leonardo Martins Zada cs. Begitu juga absennya beberapa pemain inti seperti Keith Kayamba, Tsimi dan Ambrizal yang terganjal kartu kuning plus cedera Isnan Ali. "Jadi wajar saja PSMS menuai hasil menggembirakan," ujarnya.
Keltjes sependapat dengan salah seorang ofisial SFC yang menyatakan anak-anak asal Medan itu bermain maksimal dan memiliki semangat luar biasa untuk meraih kemenangan. "PSMS mengusung semangat laga hidup mati, sehingga tampil habis-habisan dan ini membawa hasil Ayam Kinantan tampil lebih agresif," lanjutnya.
"Meskipun sama-sama merumput di daerah Sumatera, bukan berarti pihak lawan berbelas kasihan dan membantu kami. Tidak ada itu!" tegas Keltjes.
Secara terpisah, Wakil Manajer SFC Hendri Zainuddin membantah timnya sengaja memberikan kemenangan kepada PSMS. "Kami nyatakan secara tegas bahwa tidak terjadi pengaturan hasil dalam pertandingan," katanya.
"Saya menyatakan secara tegas laga ini tidak terjadi pengaturan hasil pertandingan yang mengindikasikan Sriwijaya FC membantu PSMS tidak terdegradasi ke," kata Keltjes ketika dihubungi Waspada, kemarin.
Menurutnya, kekalahan juara bertahan dan juara Copa Indonesia 2008 itu lebih disebabkan karena tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak diperkuat beberapa pemain utamanya.
Diakui Keltjes, sepanjang pertandingan lawan terus mendapat tekanan dari Leonardo Martins Zada cs. Begitu juga absennya beberapa pemain inti seperti Keith Kayamba, Tsimi dan Ambrizal yang terganjal kartu kuning plus cedera Isnan Ali. "Jadi wajar saja PSMS menuai hasil menggembirakan," ujarnya.
Keltjes sependapat dengan salah seorang ofisial SFC yang menyatakan anak-anak asal Medan itu bermain maksimal dan memiliki semangat luar biasa untuk meraih kemenangan. "PSMS mengusung semangat laga hidup mati, sehingga tampil habis-habisan dan ini membawa hasil Ayam Kinantan tampil lebih agresif," lanjutnya.
"Meskipun sama-sama merumput di daerah Sumatera, bukan berarti pihak lawan berbelas kasihan dan membantu kami. Tidak ada itu!" tegas Keltjes.
Secara terpisah, Wakil Manajer SFC Hendri Zainuddin membantah timnya sengaja memberikan kemenangan kepada PSMS. "Kami nyatakan secara tegas bahwa tidak terjadi pengaturan hasil dalam pertandingan," katanya.
Friday, June 5, 2009
PSMS Hanya Bawa 2 Pemain Impor ke Papua
PSMS Medan dipastikan tidak bisa tampil full team dalam dua laga terakhirnya di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Pasalnya, tiga pemain asing yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto, dan Juan Daniel Salabbery , tidak ikut dalam rombongan.
Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy Keltjes saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 4 Juni 2009. Menurut Rudy, hanya ada dua pemain asing yang akan tampil dalam tur Papua kali ini. Keduanya adalah Esteban Gullien dan Mario Costas.
"Kami terpaksa meninggalkan beberapa pemain karena cedera. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa mendapat poin dari dua pertandingan ini," kata Rudy.
Keterangan Rudy berbeda dengan mantan asistennya, Liestiadi. Menurutnya dua pemain asing PSMS, yakni Pinto dan Salabbery memang sudah tidak bersama PSMS lagi.
Kontrak kedua pemain tersebut sudah habis 31 Mei 2009 lalu dan manajemen tidak memperpanjangnya. Nasib yang sama juga dialami oleh Liestiadi. Kontrak pria yang sempat menjadi pelatih kepala PSMS itu juga tidak diperpanjang oleh manajemen Ayam Kinantan.
Dalam tur Papua kali ini, PSMS lebih dulu menjajal kekuatan Persipura, Sabtu, 6 Juni 2009. Setelah itu Ayam Kinantan baru bertemu Persiwa Wamena, Rabu, 10 Juni 2009
Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy Keltjes saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 4 Juni 2009. Menurut Rudy, hanya ada dua pemain asing yang akan tampil dalam tur Papua kali ini. Keduanya adalah Esteban Gullien dan Mario Costas.
"Kami terpaksa meninggalkan beberapa pemain karena cedera. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa mendapat poin dari dua pertandingan ini," kata Rudy.
Keterangan Rudy berbeda dengan mantan asistennya, Liestiadi. Menurutnya dua pemain asing PSMS, yakni Pinto dan Salabbery memang sudah tidak bersama PSMS lagi.
Kontrak kedua pemain tersebut sudah habis 31 Mei 2009 lalu dan manajemen tidak memperpanjangnya. Nasib yang sama juga dialami oleh Liestiadi. Kontrak pria yang sempat menjadi pelatih kepala PSMS itu juga tidak diperpanjang oleh manajemen Ayam Kinantan.
Dalam tur Papua kali ini, PSMS lebih dulu menjajal kekuatan Persipura, Sabtu, 6 Juni 2009. Setelah itu Ayam Kinantan baru bertemu Persiwa Wamena, Rabu, 10 Juni 2009
PSMS Waspadai Eduard Ivakdalam
PSMS akan berhadapan dengan Persipura Jayapura, Sabtu 6 Juni 2009. Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes mengaku tak khawatir dengan kekuatan pemain-pemain Mutiara Hitam kecuali Eduard Ivakdalam.
Menurut Rudy, kekuatan Mutiara Hitam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tim-tim lain. Namun, kehadiran Eduard Ivakdalam di dalam tubuh jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini membuat penampilan Boaz Solossa cs lebih matang.
"Saya tiga tahun melatih Persipura. Jadi saya tahu seperti apa Eduard. Dia pemain yang cerdik dan tipikal pemimpin di lapangan," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menghadapi Persipura, PSMS dipastikan tidak bisa tampil full team. Ayam Kinantan terpaksa meninggalkan tiga pemain asingnya: Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery.
Meski demikian, Rudy mengaku bakal berusaha mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala Jayapura. Bila tak mampu mencuri poin sempurna, Rudy berharap timnya bisa mencuri hasil seri.
"Memang sulit mengalahkan Persipura di hadapan publiknya sendiri. Tapi, kami akan berusaha. Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan sampai kalah," tandas Rudy
Menurut Rudy, kekuatan Mutiara Hitam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tim-tim lain. Namun, kehadiran Eduard Ivakdalam di dalam tubuh jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini membuat penampilan Boaz Solossa cs lebih matang.
"Saya tiga tahun melatih Persipura. Jadi saya tahu seperti apa Eduard. Dia pemain yang cerdik dan tipikal pemimpin di lapangan," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menghadapi Persipura, PSMS dipastikan tidak bisa tampil full team. Ayam Kinantan terpaksa meninggalkan tiga pemain asingnya: Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery.
Meski demikian, Rudy mengaku bakal berusaha mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala Jayapura. Bila tak mampu mencuri poin sempurna, Rudy berharap timnya bisa mencuri hasil seri.
"Memang sulit mengalahkan Persipura di hadapan publiknya sendiri. Tapi, kami akan berusaha. Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan sampai kalah," tandas Rudy
Rudy: Kalau Bisa Saya Ingin Buat Edu Mabuk
Pelatih PSMS Medan, Rudy Keltjes menilai penampilan Persipura Jayapura sangat bergantung pada sosok playmaker Eduard Ivakdalam. Karena itu, Rudy berhadap Edu tidak dalam top performa saat dijajal Ayam Kinantan.
"Edu merupakan sosok sentral di Persipura. Tanpa dia, Persipura tidak ada apa-apanya. Namun, sangat sulit menghambat pergerakan Edu," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menurut Rudy, Edu merupakan pemain yang cerdas. Dia juga merupakan sosok pemimpin yang benar-benar dihormati oleh pemain. Tanpa Edu, Rudy yakin Persipura tidak akan mampu tampil bagus.
"Tiga tahun saya bersama Edu. Karena itu saya tahu seperti apa dia. Dia merupakan pemain yang tidak banyak bicara, tapi sangat cerdas di dalam lapangan," kata Rudy.
Saat berhadapan dengan Persipura, Ayam Kinantan dipastikan tidak bisa tampil full team. Tiga pemain asing tim kebanggaan warga Medan itu, yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery tidak ikut dalam rombongan.
Dengan kekuatan yang ada, Rudy mengaku timnya bakal kesulitan mengimbangi Persipura. Satu-satunya cara untuk mendulang poin adalah dengan mematikan pergerakan Edu.
"Saya hanya berharap malam sebelum pertandingan Edu mabuk. Sehingga Edu tidak bisa tampil maksimal saat pertandingan. Kalau dia bisa saya mabukkan, saya akan lakukan itu," kata Rudy
"Edu merupakan sosok sentral di Persipura. Tanpa dia, Persipura tidak ada apa-apanya. Namun, sangat sulit menghambat pergerakan Edu," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menurut Rudy, Edu merupakan pemain yang cerdas. Dia juga merupakan sosok pemimpin yang benar-benar dihormati oleh pemain. Tanpa Edu, Rudy yakin Persipura tidak akan mampu tampil bagus.
"Tiga tahun saya bersama Edu. Karena itu saya tahu seperti apa dia. Dia merupakan pemain yang tidak banyak bicara, tapi sangat cerdas di dalam lapangan," kata Rudy.
Saat berhadapan dengan Persipura, Ayam Kinantan dipastikan tidak bisa tampil full team. Tiga pemain asing tim kebanggaan warga Medan itu, yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery tidak ikut dalam rombongan.
Dengan kekuatan yang ada, Rudy mengaku timnya bakal kesulitan mengimbangi Persipura. Satu-satunya cara untuk mendulang poin adalah dengan mematikan pergerakan Edu.
"Saya hanya berharap malam sebelum pertandingan Edu mabuk. Sehingga Edu tidak bisa tampil maksimal saat pertandingan. Kalau dia bisa saya mabukkan, saya akan lakukan itu," kata Rudy
Tambah Amunisi Menuju Papua
Sukses mengalahkan Sriwijaya FC (2/6), PSMS Medan kini menatap dua laga terakhir yang tak kalah penting. Yakni bertandang ke Papua, menghadapi Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6).
Meski tak mungkin lagi terdegradasi, dua laga itu sangat penting bagi PSMS. Tambahan poin bakal mengamankan posisi mereka di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebaliknya, jika kalah PSMS terancam melakoni playoff melawan Persebaya Surabaya yang menjadi tim peringkat keempat Divisi Utama.
Masalahnya, tidak mudah meraih angka di Papua. Persipura dan Persiwa sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Hampir semua tim tamu yang bertandang ke sana dikirim pulang dengan kekalahan.
'Saya tidak pernah takut dengan sesama tim Superliga. Karena toh PSMS bermain di level yang sama. Yang saya khawatirkan hanya kondisi tim yang kerap tak bugar. Jadwal padat masih menjadi momok bagi kita, ditambah tak konsistennya permainan anak-anak,' ujar Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Untuk mengantisipasi kelelahan, manajemen akan menambah pemain yang dibawa ke Papua. Kemungkinannya adalah menarik beberapa pemain dari tim PSMS U-21. Bisa juga memanggil kembali pemain yang dipinjamkan ke klub lain seperti Erwinsyah.
Yang pasti, PSMS akan membawa seluruh skuad inti termasuk sejumlah pemain asal Papua, seperti Elie Aiboy, Oktovianus, Mitchel Nere, dan Ruben Sanadi. Kehadiran pemain asal Papua ini diharapkan mampu menambah warna tersendiri bagi tim Ayam Kinantan.
'Pemain yang sebelumnya ditinggal karena akumulisi akan kita bawa. Ada Okto dan Edi Sibung yang masuk dalam daftar pemain yang dibawa. Pemain inti tentu saja akan diboyong,' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.
Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil menahan imbang Persiwa dengan skor 2-2. Sedangkan saat bertemu Persipura takluk 0-1. 'Laga melawan tim Papua tentu berat. Tapi bukan berarti tak ada harapan. Dengan kerja keras semua lini, saya rasa tak ada yang tak mungkin,' tegas Sihar.
Meski tak mungkin lagi terdegradasi, dua laga itu sangat penting bagi PSMS. Tambahan poin bakal mengamankan posisi mereka di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebaliknya, jika kalah PSMS terancam melakoni playoff melawan Persebaya Surabaya yang menjadi tim peringkat keempat Divisi Utama.
Masalahnya, tidak mudah meraih angka di Papua. Persipura dan Persiwa sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Hampir semua tim tamu yang bertandang ke sana dikirim pulang dengan kekalahan.
'Saya tidak pernah takut dengan sesama tim Superliga. Karena toh PSMS bermain di level yang sama. Yang saya khawatirkan hanya kondisi tim yang kerap tak bugar. Jadwal padat masih menjadi momok bagi kita, ditambah tak konsistennya permainan anak-anak,' ujar Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Untuk mengantisipasi kelelahan, manajemen akan menambah pemain yang dibawa ke Papua. Kemungkinannya adalah menarik beberapa pemain dari tim PSMS U-21. Bisa juga memanggil kembali pemain yang dipinjamkan ke klub lain seperti Erwinsyah.
Yang pasti, PSMS akan membawa seluruh skuad inti termasuk sejumlah pemain asal Papua, seperti Elie Aiboy, Oktovianus, Mitchel Nere, dan Ruben Sanadi. Kehadiran pemain asal Papua ini diharapkan mampu menambah warna tersendiri bagi tim Ayam Kinantan.
'Pemain yang sebelumnya ditinggal karena akumulisi akan kita bawa. Ada Okto dan Edi Sibung yang masuk dalam daftar pemain yang dibawa. Pemain inti tentu saja akan diboyong,' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.
Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil menahan imbang Persiwa dengan skor 2-2. Sedangkan saat bertemu Persipura takluk 0-1. 'Laga melawan tim Papua tentu berat. Tapi bukan berarti tak ada harapan. Dengan kerja keras semua lini, saya rasa tak ada yang tak mungkin,' tegas Sihar.
Wednesday, June 3, 2009
Kebersamaan Liestiadi dan PSMS Berakhir
Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi resmi hengkang dari PSMS. Pasalnya, kontrak pria yang sempat menjabat sebagai pelatih kepala PSMS itu sudah berakhir 31 Mei 2009.
Menurut Liestiadi, manajemen sudah tidak memperpanjang kontraknya. Karena itu, sejak Juni 2009, dia sudah tidak berada di tim pelatih Ayam Kinantan.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Manajemen tidak memperpanjang kontrak saya yang berakhir 31 Mei lalu," kata Liestiadi ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 3 Juni 2009.
Liestiadi sebenarnya sempat menjabat sebagai pelatih kepala di PSMS Medan mengganti Erick Williams. Namun perannya kemudian digantikan oleh Rudy Keltjes yang masuk di pertengahan putaran kedua.
Selain memimpin PSMS di LSI, Liestiadi juga sempat mendampingi PSMS di AFC Cup 2009. Bersama Liestiadi PSMS berhasil memenangkan beberapa pertandingan di babak kualifikasi sebelum akhirnya digantikan oleh Rudy.
Saat ini, PSMS telah lolos ke babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar ini, PSMS akan berhadapan dengan tim asal Thailand, Chonburi FC, 23 Juni 2009.
Menurut Liestiadi, manajemen sudah tidak memperpanjang kontraknya. Karena itu, sejak Juni 2009, dia sudah tidak berada di tim pelatih Ayam Kinantan.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Manajemen tidak memperpanjang kontrak saya yang berakhir 31 Mei lalu," kata Liestiadi ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 3 Juni 2009.
Liestiadi sebenarnya sempat menjabat sebagai pelatih kepala di PSMS Medan mengganti Erick Williams. Namun perannya kemudian digantikan oleh Rudy Keltjes yang masuk di pertengahan putaran kedua.
Selain memimpin PSMS di LSI, Liestiadi juga sempat mendampingi PSMS di AFC Cup 2009. Bersama Liestiadi PSMS berhasil memenangkan beberapa pertandingan di babak kualifikasi sebelum akhirnya digantikan oleh Rudy.
Saat ini, PSMS telah lolos ke babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar ini, PSMS akan berhadapan dengan tim asal Thailand, Chonburi FC, 23 Juni 2009.
Tekuk SFC, PSMS Menjauh dari Zona Degradasi
PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam,
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam,
PSMS Sementara Ungguli Sriwijaya FC
PSMS Medan untuk sementara memimpin duel kontra Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Hingga babak pertama berakhir, Ayam Kinantan unggul 1-0 atas Laskar Wong Kito.
Misi berat diusung PSMS pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung antv ini. Posisi Ayam Kinantan yang masih berada di zona merah degradasi menuntut Ellie Aiboy cs untuk bisa memetik poin penuh.
Di babak pertama, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS
Misi berat diusung PSMS pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung antv ini. Posisi Ayam Kinantan yang masih berada di zona merah degradasi menuntut Ellie Aiboy cs untuk bisa memetik poin penuh.
Di babak pertama, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS
PSMS Jauhi Zona Degradasi

PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam
Tuesday, June 2, 2009
Adu Gengsi Raksasa Andalas
Duel ke-14 penguasa Sumatera antara PSMS Medan dan Sriwijaya FC (SFC) malam ini memang bukan untuk perebutan takhta.
Namun,kedua tim punya kepentingan berbeda. Dilihat dari dua laga terakhir, duo Andalas ini samasama mencatatkan tren positif. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan hasil imbang dengan Persija Jakarta 1-1 membuat PSMS siap memberi perlawanan kepada Charis Yulianto dkk. SFC pun tidak kalah mentereng, dengan terus menunjukkan grafik peningkatan.
Seusai melibas raksasa China Shandong Luneng 4-2 di Liga Champions Asia, giliran Persibo Bojonegoro yang diberi pelajaran dihajar SFC 5-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Tapi, pada laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pekan ini,PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi menghindari jerat degradasi.
Sementara SFC tak lagi memiliki potensi menjadi kampiun musim ini.Kontradiksi inilah yang memunculkan pertanyaan: akankah ada kemungkinan solidaritas antartim Andalas? Tidak mudah memang menjawabnya. Apalagi, melihat rivalitas kedua tim yang sudah mulai menapaki fase kritis.Sebagai tim tertua di Sumatera, Ayam Kinantan sempat merasa terganggu dengan kehadiran Laskar Wong Kito.
Sebagai tim metamorfosa dari Persijatim Solo FC, pasukan Rahmad Darmawan ternyata langsung menarik perhatian. Double winner musim lalu jadi bukti sahih bagaimana SFC telah mencuri perhatian dan menurunkan gengsi Ayam Kinantan sebagai tertua di Sumatera. Tapi, saat kedua tim bertemu hari ini, pendukung Kota Medan boleh jadi berharap agar Laskar Wong Kito tak terlalu menebar ambisi serius.
Toh kemenangan juga tak akan membuat mereka menjadi kampiun sehingga tidak seharusnya ”persaudaraan”dikorbankan. Namun, Arsitek PSMS Rudy Williams Keltjes tak berharap kepada tim lain. Baginya, kemenangan harus diraih atas jerih payah sendiri,bukan belas kasihan pihak ketiga.
Mantan arsitek Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura ini mengaku siap memberikan komando kepada skuad asuhannya untuk mengamankan tiga poin. Formasi 3-4-3 pun didaulat sebagai strategi jitu untuk memaksimalkan hasil menghadapi tim asuhan Rahmad. ”Pemain sudah pulih dan skema itu (3-4-3) pasti kami mainkan besok karena enggak ada cara lain bagi kami untuk mengamankan tiga poin,”ujar Rudy.
Di lain pihak,Rahmad berjanji timnya tetap akan bermain maksimal dan mengedepankan permainan kolektivitas.”Yang jelas anakanak harus konsentrasi dan jangan sampai kecolongan.Yang terpenting adalah kolektivitas tim,” paparnya. Apalagi, pilar-pilar utama SFC,mulai dari barisan tengah dan depan dalam kondisi siap tempur.
Hanya ada dua pemain di barisan pertahanan yang bakal absen, yakni Tsimi Jaqcues dan Ambrizal lantaran akumulasi kartu. ”Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak kami latihan di Palembang kemarin. Bahkan, sebelum melawan Persibo, kami sudah mencoba memasang Maully Lessy dan mencoba pola 3-4-3 dengan menggunakan tiga bek tengah. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,”tuturnya
Namun,kedua tim punya kepentingan berbeda. Dilihat dari dua laga terakhir, duo Andalas ini samasama mencatatkan tren positif. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan hasil imbang dengan Persija Jakarta 1-1 membuat PSMS siap memberi perlawanan kepada Charis Yulianto dkk. SFC pun tidak kalah mentereng, dengan terus menunjukkan grafik peningkatan.
Seusai melibas raksasa China Shandong Luneng 4-2 di Liga Champions Asia, giliran Persibo Bojonegoro yang diberi pelajaran dihajar SFC 5-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Tapi, pada laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pekan ini,PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi menghindari jerat degradasi.
Sementara SFC tak lagi memiliki potensi menjadi kampiun musim ini.Kontradiksi inilah yang memunculkan pertanyaan: akankah ada kemungkinan solidaritas antartim Andalas? Tidak mudah memang menjawabnya. Apalagi, melihat rivalitas kedua tim yang sudah mulai menapaki fase kritis.Sebagai tim tertua di Sumatera, Ayam Kinantan sempat merasa terganggu dengan kehadiran Laskar Wong Kito.
Sebagai tim metamorfosa dari Persijatim Solo FC, pasukan Rahmad Darmawan ternyata langsung menarik perhatian. Double winner musim lalu jadi bukti sahih bagaimana SFC telah mencuri perhatian dan menurunkan gengsi Ayam Kinantan sebagai tertua di Sumatera. Tapi, saat kedua tim bertemu hari ini, pendukung Kota Medan boleh jadi berharap agar Laskar Wong Kito tak terlalu menebar ambisi serius.
Toh kemenangan juga tak akan membuat mereka menjadi kampiun sehingga tidak seharusnya ”persaudaraan”dikorbankan. Namun, Arsitek PSMS Rudy Williams Keltjes tak berharap kepada tim lain. Baginya, kemenangan harus diraih atas jerih payah sendiri,bukan belas kasihan pihak ketiga.
Mantan arsitek Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura ini mengaku siap memberikan komando kepada skuad asuhannya untuk mengamankan tiga poin. Formasi 3-4-3 pun didaulat sebagai strategi jitu untuk memaksimalkan hasil menghadapi tim asuhan Rahmad. ”Pemain sudah pulih dan skema itu (3-4-3) pasti kami mainkan besok karena enggak ada cara lain bagi kami untuk mengamankan tiga poin,”ujar Rudy.
Di lain pihak,Rahmad berjanji timnya tetap akan bermain maksimal dan mengedepankan permainan kolektivitas.”Yang jelas anakanak harus konsentrasi dan jangan sampai kecolongan.Yang terpenting adalah kolektivitas tim,” paparnya. Apalagi, pilar-pilar utama SFC,mulai dari barisan tengah dan depan dalam kondisi siap tempur.
Hanya ada dua pemain di barisan pertahanan yang bakal absen, yakni Tsimi Jaqcues dan Ambrizal lantaran akumulasi kartu. ”Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak kami latihan di Palembang kemarin. Bahkan, sebelum melawan Persibo, kami sudah mencoba memasang Maully Lessy dan mencoba pola 3-4-3 dengan menggunakan tiga bek tengah. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,”tuturnya
Elie-Okto Mulai Banjir Tawaran
Dua pemain PSMS Medan Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani mulai banjir tawaran. Secara terbuka keduanya mengaku sudah mendapat pinangan dari beberapa tim Divisi Utama dan Liga Super.
Elie, misalnya, mengaku ada beberapa tim yang telah melakukan pendekatan. Sayangnya, mantan pemain Persija Jakarta ini belum mau menyebut tim yang sudah melakukan lobi itu. ”Memang ada beberapa klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya dan berapa nilai kontraknya.
Karena, saya masih terikat kontrak dengan PSMS beberapa waktu lagi sehingga harus saya hargai,” kata Elie kepada Harian Seputar Indonesia kemarin. Untuk urusan kontrak, prioritas bagi dia terletak pada sikap profesionalitas yang ditunjukkan manajemen klub tersebut.
Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apakah klub itu berasal dari tim Liga Super ataupun klub kasta kedua, Divisi Utama. ”Terserah, mau klub Divisi Utama atau Liga Super, itu bukan prioritas dan saya tidak akan pilih-pilih. Yang terpenting, manajemen klub tersebut bisa secara profesional dan transparan menyebutkan nilai kontrak,” ucapnya.
Elie, misalnya, mengaku ada beberapa tim yang telah melakukan pendekatan. Sayangnya, mantan pemain Persija Jakarta ini belum mau menyebut tim yang sudah melakukan lobi itu. ”Memang ada beberapa klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya dan berapa nilai kontraknya.
Karena, saya masih terikat kontrak dengan PSMS beberapa waktu lagi sehingga harus saya hargai,” kata Elie kepada Harian Seputar Indonesia kemarin. Untuk urusan kontrak, prioritas bagi dia terletak pada sikap profesionalitas yang ditunjukkan manajemen klub tersebut.
Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apakah klub itu berasal dari tim Liga Super ataupun klub kasta kedua, Divisi Utama. ”Terserah, mau klub Divisi Utama atau Liga Super, itu bukan prioritas dan saya tidak akan pilih-pilih. Yang terpenting, manajemen klub tersebut bisa secara profesional dan transparan menyebutkan nilai kontrak,” ucapnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)