MEDAN - Sukses winger lingah PSMS Medan, Octavianus Maniani, menunjukkan penampilan ciamik sepanjang kompetisi, membuat Persipura Jayapura meliriknya untuk musim depan.
Adalah penampilan Okto saat bentrok dengan Persipura di laga lanjutan putaran kedua Superliga 2008/09 pada Sabtu (6/6) lalu membuat sejumlah pemain Mutiara Hitam melirik pemain muda berbakat satu ini.
Maklum saja, karena pergerakan mantan pemain PON Papua ini cukup merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Ia bahkan beberapa kali mampu melewati hadangan Ricardo Salampessy yang mengawal sektor kanan pertahanan Persipura.
Tidak hanya itu, sayap kidal ini pun sukses mencetak gol di laga tersebut. Sayang, golnya dianulir wasit karena ia dianggap berdiri offside sebelum menjebloskan bola ke gawang Jendri Pitoy.
"Tampaknya manajemen sudah harus melirik dia (Okto-red), sebab dia sudah layak masuk ke Persipura. Semua pasti setuju dengan saya jika merujuk pada penampilannya di lapangan," jelas kapten Persipura, Eduard Ivakdalam, mengomentari penampilan Okto.
Sayang, meski mengaku cukup tertarik, tapi manajemen Mutiara Hitam belum bersedia membicarakan hal ini. Maklum, karena konsentrasi mereka masih tertuju pada laga puncak melawan Sriwijaya FC di laga penutup Superliga, Rabu besok.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, June 9, 2009
Ancaman Bagi PSMS "Motivasi Tinggi Persebaya Hadapi 'Play Off'"
ara pemain Persebaya kembali menjalani latihan untuk persiapan menghadapi pertandingan 'play off' setelah satu pekan diliburkan.
Dalam latihan yang dipimpin tiga asisten pelatih Hartono, Ibnu Grahan dan Kasiyanto tersebut, dua pemain belum bergabung, yakni Andi Odang dan Nurcholis.
Sedangkan pelatih kepala Aji Santoso yang diberi mandat menangani tim, baru akan memimpin sesi latihan mulai Kamis (11/6), setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir Rabu (10/6).
"Kendati Aji Santoso belum gabung, tapi dia terus memantau perkembangan tim. Program latihan pemain juga dikonsultasikan dengan dia," tambah Hartono.
"Kami tidak menduga, kalau ternyata kondisi fisik anak-anak tetap bagus, meskipun sepekan tidak berlatih. Motivasi mereka juga masih menggebu-gebu untuk melahap porsi latihan pagi dan sore," tambahnya.
Mantan pemain Persebaya ini, mengaku belum mendengar kabar soal kemungkinan diundurnya jadwal play off. Pengunduran jadwal itu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi dan motivasi pemain.
"Pengaruhnya buat pemain jelas ada, tapi mudah-mudahan (pengunduran jadwal) itu tidak terjadi," ujarnya
Dalam latihan yang dipimpin tiga asisten pelatih Hartono, Ibnu Grahan dan Kasiyanto tersebut, dua pemain belum bergabung, yakni Andi Odang dan Nurcholis.
Sedangkan pelatih kepala Aji Santoso yang diberi mandat menangani tim, baru akan memimpin sesi latihan mulai Kamis (11/6), setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir Rabu (10/6).
"Kendati Aji Santoso belum gabung, tapi dia terus memantau perkembangan tim. Program latihan pemain juga dikonsultasikan dengan dia," tambah Hartono.
"Kami tidak menduga, kalau ternyata kondisi fisik anak-anak tetap bagus, meskipun sepekan tidak berlatih. Motivasi mereka juga masih menggebu-gebu untuk melahap porsi latihan pagi dan sore," tambahnya.
Mantan pemain Persebaya ini, mengaku belum mendengar kabar soal kemungkinan diundurnya jadwal play off. Pengunduran jadwal itu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi dan motivasi pemain.
"Pengaruhnya buat pemain jelas ada, tapi mudah-mudahan (pengunduran jadwal) itu tidak terjadi," ujarnya
Monday, June 8, 2009
Persita Degradasi, PSMS di Bibir Playoff
Persita Tangerang dipastikan lengser ke Divisi Utama untuk musim depan. Sedangkan PSMS Medan tinggal menunggu waktu untuk tampil di babak playoff Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Persita Tangerang dipastikan turun kasta setelah gagal merebut kemenangan pada pertandingan ke-33. Berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Kanjurhan, Malang, Sabtu, 6 Juni 2009, Persita keok di tangan tuan rumah Arema Malang 1-4.
Kekalahan ini membuat Persita tak mampu mendongkrak posisinya. Dengan koleksi 25 poin dari 33 laga, Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Meski menang di laga terakhirnya, Persita dipastikan tak akan mampu keluar dari zona degradasi.
Sementara itu, nasib naas juga dialami oleh PSMS Medan. Pasalnya, peluang Ayam Kinantan untuk tampil di babak playoff terbuka lebar setelah gagal merebut kemenangan di pertandingan ke-33.
Berhadapan dengan juara LSI 2008/2009, Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu, 6 Juni 2009, PSMS juga keok dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat PSMS kesulitan untuk menghindari babak playoff mengingat dua pesaing terdekatnya PKT dan Persitara sukses merebut 3 poin.
Tampil di kandang, Stadion Mulawarman, Bontang, PKT sukses mempermalukan PSIS Semarang, 3-0. Sedangkan Persitara kembali mengejutkan dengan membantai saudara sekotanya Persija Jakarta 4-2.
Dengan kemenangan ini PKT unggul tiga poin atas PSMS Medan. Untuk lolos dari degradasi, PKT hanya butuh hasil seri di pertandingan terakhir.
Persitara bernasib lebih baik. Kemenangan atas Persijat membuat Persitara tak perlu memeras keringat di partai terakhir. Tambahan tiga angka telah membuat Persitara aman untuk tetap berlaga di LSI musim depan.
Persita Tangerang dipastikan turun kasta setelah gagal merebut kemenangan pada pertandingan ke-33. Berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Kanjurhan, Malang, Sabtu, 6 Juni 2009, Persita keok di tangan tuan rumah Arema Malang 1-4.
Kekalahan ini membuat Persita tak mampu mendongkrak posisinya. Dengan koleksi 25 poin dari 33 laga, Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Meski menang di laga terakhirnya, Persita dipastikan tak akan mampu keluar dari zona degradasi.
Sementara itu, nasib naas juga dialami oleh PSMS Medan. Pasalnya, peluang Ayam Kinantan untuk tampil di babak playoff terbuka lebar setelah gagal merebut kemenangan di pertandingan ke-33.
Berhadapan dengan juara LSI 2008/2009, Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu, 6 Juni 2009, PSMS juga keok dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat PSMS kesulitan untuk menghindari babak playoff mengingat dua pesaing terdekatnya PKT dan Persitara sukses merebut 3 poin.
Tampil di kandang, Stadion Mulawarman, Bontang, PKT sukses mempermalukan PSIS Semarang, 3-0. Sedangkan Persitara kembali mengejutkan dengan membantai saudara sekotanya Persija Jakarta 4-2.
Dengan kemenangan ini PKT unggul tiga poin atas PSMS Medan. Untuk lolos dari degradasi, PKT hanya butuh hasil seri di pertandingan terakhir.
Persitara bernasib lebih baik. Kemenangan atas Persijat membuat Persitara tak perlu memeras keringat di partai terakhir. Tambahan tiga angka telah membuat Persitara aman untuk tetap berlaga di LSI musim depan.
Persipura Kalahkan PSMS Medan 1-0
Tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura, berhasil mengalahkan PSMS Medan yang berjuluk "Ayam Khinatan", dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan Djarum Indonesia Super Liga, Sabtu.
Bermain dihadapan pendukungnya di stadion Mandala Jayapura, Persipura Jayapura dan PSMS Medan sama-sama menampilkan permainan terbuka, dimana kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan.
Hingga bapak pertama usai kedua tim tidak mampu mencetak gol, karena keduanya memiliki pertahanan yang sangat kokoh.
Memasuki babak kedua, guna mempertajam lini depan, PSMS Medan menarik keluar Oktovianus Maniani, Elly Eboy dan Dani.
Gol kemenangan persipura baru tercipta pada babak kedua melalui striker haus golnya, asal Papua yang bernomor punggung 86 Boas Sallosa yang biasa disapaa oleh para penggemarnya dengan panggilan Boci pada menit ke-70 lewat titik putih.
Ketinggalan satu gol membuat anak-anak Medan terhenyak dan langsung meningkatkan tempo pertandingan, namun penyerang PSMS tidak mampu menembus pertahanan Persipura yang dikawal Jack Komboy, Viktor Ikbonefo dan Bio Paulin.
Pada pertandingan babak kedua yang dipimpin wasit Jumadi Efendi tersebut, kedua tim tetap saling menyerang, terbukti dari banyaknya peluang yang dibuat oleh kedua tim.
Sedikitnya tiga peluang untuk Persipura dan Tiga buat PSMS Medan tercipta, diantaranya ada yang menghasilkan gol namun dianulir oleh wasit karena adanya pelanggaran.
Hingga pertandingan babak kedua usai kedua tim tidak berhasil memmbuat gol sehingga kedudukan akhir tetap 1-0 untuk Persipura Jayapura.
Dalam pertandigan ini, wasit mengeluarkan satu buah kartu kuning untuk Persipura Jayapura yakni, Imanuel wanggai.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago, mengatakan sangat bersyukur timnya dapat memperoleh kemenangan, meskipun dengan skor tipis. Ia mengakui kalau PSMS Medan adalah lawan kuat.
"meskipun menang, permainan anak-anak tadi tidak menunjukan kolektivitas yang baik, sehingga kedepannya akan dibenahi," kata Jaksen, kepada wartawan seusai pertandingan.
Sementara, sementara pelatih PSMS Medan, Rudi Keltjes mengatakan Persipura memang pantas menang, dan menjadi juara umum dalam kompetisi kali ini.
Persipura akan kembali bertanding pada 10 Juni nanti dengan menjamu Sriwijaya FC, sekaligus akan merayakan kemenangan sebagai juara umum dalam kompetisi Djarum ISL 2008-2009
Bermain dihadapan pendukungnya di stadion Mandala Jayapura, Persipura Jayapura dan PSMS Medan sama-sama menampilkan permainan terbuka, dimana kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan.
Hingga bapak pertama usai kedua tim tidak mampu mencetak gol, karena keduanya memiliki pertahanan yang sangat kokoh.
Memasuki babak kedua, guna mempertajam lini depan, PSMS Medan menarik keluar Oktovianus Maniani, Elly Eboy dan Dani.
Gol kemenangan persipura baru tercipta pada babak kedua melalui striker haus golnya, asal Papua yang bernomor punggung 86 Boas Sallosa yang biasa disapaa oleh para penggemarnya dengan panggilan Boci pada menit ke-70 lewat titik putih.
Ketinggalan satu gol membuat anak-anak Medan terhenyak dan langsung meningkatkan tempo pertandingan, namun penyerang PSMS tidak mampu menembus pertahanan Persipura yang dikawal Jack Komboy, Viktor Ikbonefo dan Bio Paulin.
Pada pertandingan babak kedua yang dipimpin wasit Jumadi Efendi tersebut, kedua tim tetap saling menyerang, terbukti dari banyaknya peluang yang dibuat oleh kedua tim.
Sedikitnya tiga peluang untuk Persipura dan Tiga buat PSMS Medan tercipta, diantaranya ada yang menghasilkan gol namun dianulir oleh wasit karena adanya pelanggaran.
Hingga pertandingan babak kedua usai kedua tim tidak berhasil memmbuat gol sehingga kedudukan akhir tetap 1-0 untuk Persipura Jayapura.
Dalam pertandigan ini, wasit mengeluarkan satu buah kartu kuning untuk Persipura Jayapura yakni, Imanuel wanggai.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago, mengatakan sangat bersyukur timnya dapat memperoleh kemenangan, meskipun dengan skor tipis. Ia mengakui kalau PSMS Medan adalah lawan kuat.
"meskipun menang, permainan anak-anak tadi tidak menunjukan kolektivitas yang baik, sehingga kedepannya akan dibenahi," kata Jaksen, kepada wartawan seusai pertandingan.
Sementara, sementara pelatih PSMS Medan, Rudi Keltjes mengatakan Persipura memang pantas menang, dan menjadi juara umum dalam kompetisi kali ini.
Persipura akan kembali bertanding pada 10 Juni nanti dengan menjamu Sriwijaya FC, sekaligus akan merayakan kemenangan sebagai juara umum dalam kompetisi Djarum ISL 2008-2009
Saturday, June 6, 2009
Persaingan Menuju Playoff
Pemilik tiket playoff Liga Super 2008/2009 segera diketahui hari ini. PSMS Medan, Persitara Jakarta Utara, atau PKT Bontang tetap berpeluang sama.
Zona merah memang mencapai titik didih, imbas rivalitas Persipura Jayapura kontra PSMS, PKT melawan PSIS Semarang, dan Persija Jakarta versus Persitara. Tiket playoff sementara dipegang PKT yang terdampar di peringkat 15 dengan nilai 31 poin dari 32 pertandingan. Satu setrip di atasnya ada PSMS dengan nilai dan jumlah laga sama, tapi unggul produktivitas gol.
Posisi relatif aman justru dimiliki Persitara yang menempati peringkat 13 dengan nilai 33 dari 32 laga. Raihan hasil berbeda ketiga klub otomatis memengaruhi pergerakan klasemen. Rivalitas justru menjadi jenuh tatkala PSMS atau PKT menelan kekalahan, tapi Persitara tidak kehilangan angka. Hasil buruk kedua klub akan membenamkan mereka ke zona playoff.
Keseragaman hasil seri justru membuat posisi klasemen semakin membara sampai laga terakhir. Namun, alih-alih perhitungan teknis status PSMS terjepit karena dijamu juara Liga Super Persipura.
”Kami sadar, Persipura ingin menyempurnakan prestasi. Tapi, kami tidak ingin dipermalukan lagi. Kualitas individu kami memang kalah. Tapi, PSMS memiliki kebersamaan. Kami selalu berjuang bersama,” tandass Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes.
Ayam Kinantan, julukan PSMS, kalah 0-1 dari Persipura pada leg pertama. Dari lima pertemuan, mereka hanya sekali menang dan sekali seri, lalu menelan tiga kekalahan. Problem bertambah setelah Leonardo Martin Zada dan Mario Pinto absen dengan alasan berbeda.
”Ini masalah serius. Zada pengatur serangan. Esteban Gulien nanti akan berperan ganda. Kami harus berusaha agar posisi aman,” kata Rudy. Berbeda dengan PSMS, garansi tiga angka sepertinya dimiliki PKT. Performa PSIS yang berada di kerak degradasi memang kurang menjanjikan. Dari tiga pertemuan, PKT belum pernah kalah, yakni sekali menang dan dua kali seri.
”Kami akan bermain terbuka. Klub butuh kemenangan agar bisa menyalip Persitara. Kami harus mencari posisi aman. PKT akan turun full team karena tidak ada masalah pemain,” tutur Pelatih PKT Fachri Husaini. Bukan hanya terlibat rivalitas segitiga, tekanan juga datang dari Persita Tangerang yang dijamu Arema Malang.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mengaku siap menjadi duri. Berada di peringkat 17 dengan nilai 25 dari 32 pertandingan, mereka masih bermimpi playoff. ”Pilihan Persita adalah menang untuk membuka peluang playoff. Tapi, kami juga sangat tergantung hasil klub lain,” ungkap Manajer Persita Andi Mulyadi.
Zona merah memang mencapai titik didih, imbas rivalitas Persipura Jayapura kontra PSMS, PKT melawan PSIS Semarang, dan Persija Jakarta versus Persitara. Tiket playoff sementara dipegang PKT yang terdampar di peringkat 15 dengan nilai 31 poin dari 32 pertandingan. Satu setrip di atasnya ada PSMS dengan nilai dan jumlah laga sama, tapi unggul produktivitas gol.
Posisi relatif aman justru dimiliki Persitara yang menempati peringkat 13 dengan nilai 33 dari 32 laga. Raihan hasil berbeda ketiga klub otomatis memengaruhi pergerakan klasemen. Rivalitas justru menjadi jenuh tatkala PSMS atau PKT menelan kekalahan, tapi Persitara tidak kehilangan angka. Hasil buruk kedua klub akan membenamkan mereka ke zona playoff.
Keseragaman hasil seri justru membuat posisi klasemen semakin membara sampai laga terakhir. Namun, alih-alih perhitungan teknis status PSMS terjepit karena dijamu juara Liga Super Persipura.
”Kami sadar, Persipura ingin menyempurnakan prestasi. Tapi, kami tidak ingin dipermalukan lagi. Kualitas individu kami memang kalah. Tapi, PSMS memiliki kebersamaan. Kami selalu berjuang bersama,” tandass Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes.
Ayam Kinantan, julukan PSMS, kalah 0-1 dari Persipura pada leg pertama. Dari lima pertemuan, mereka hanya sekali menang dan sekali seri, lalu menelan tiga kekalahan. Problem bertambah setelah Leonardo Martin Zada dan Mario Pinto absen dengan alasan berbeda.
”Ini masalah serius. Zada pengatur serangan. Esteban Gulien nanti akan berperan ganda. Kami harus berusaha agar posisi aman,” kata Rudy. Berbeda dengan PSMS, garansi tiga angka sepertinya dimiliki PKT. Performa PSIS yang berada di kerak degradasi memang kurang menjanjikan. Dari tiga pertemuan, PKT belum pernah kalah, yakni sekali menang dan dua kali seri.
”Kami akan bermain terbuka. Klub butuh kemenangan agar bisa menyalip Persitara. Kami harus mencari posisi aman. PKT akan turun full team karena tidak ada masalah pemain,” tutur Pelatih PKT Fachri Husaini. Bukan hanya terlibat rivalitas segitiga, tekanan juga datang dari Persita Tangerang yang dijamu Arema Malang.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mengaku siap menjadi duri. Berada di peringkat 17 dengan nilai 25 dari 32 pertandingan, mereka masih bermimpi playoff. ”Pilihan Persita adalah menang untuk membuka peluang playoff. Tapi, kami juga sangat tergantung hasil klub lain,” ungkap Manajer Persita Andi Mulyadi.
Okto cs batal gabung timnas
Skuad timnas U-23 proyeski SEA Games Laos dipastikan hanya bisa menambah satu pemain. Padahal sebelumnya, jajaran pelatih timnas junior ini merekomendasikan empat pemain baru.
Tiga dari empat pemain itu merupakan pilar PSMS Medan, yakni Octovianus Maniani, Andhika Yudistira dan Ghali Sudaryono. Sedangkan satu pemain yang masuk adalah D Tubun dari PKT Bontang. Dengan begitu, timnas U-23 yang sedang dipersiapkan melakoni ujicoba di Malaysia (13/6) dan Singapura (21/6) berkekuatan 21 pemain.
Menurut Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Hamka B Kadi kepada Waspada di Sekertariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), batalnya tiga pilar Ayam Kinantan tersebut bergabung karena pihak manajemen tim bersangkutan tidak melepasnya.
"Manajemen PSMS masih membutuhkan tenaga ketiganya di laga terakhir Superliga. Sebab, mereka saat ini tengah berjuang lolos dari zona degradasi. Untuk itu, kami tidak jadi memanggil ketiga pemain tadi," kata Hamka.
Masih kata Hamka, ketiga pemain PSMS tersebut masih bisa bergabung dengan timnas U-23. Hanya saja imbuhnya, semua tergantung kebutuhan dari skuad yang ada sekarang. Ditambahkanya, hal yang sama juga berlaku bagi pilar Persipura Jayapura Boaz Salossa dan Immanuel Wangai.
"Boaz dan Wanggai adalah pemain yang sudah siap pakai. Jadi kapan pun keduanya pasti ready. Karena itu, kedua pemain ini tidak perlu ikut masa persiapan," tutur Hamka.
Tiga dari empat pemain itu merupakan pilar PSMS Medan, yakni Octovianus Maniani, Andhika Yudistira dan Ghali Sudaryono. Sedangkan satu pemain yang masuk adalah D Tubun dari PKT Bontang. Dengan begitu, timnas U-23 yang sedang dipersiapkan melakoni ujicoba di Malaysia (13/6) dan Singapura (21/6) berkekuatan 21 pemain.
Menurut Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Hamka B Kadi kepada Waspada di Sekertariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), batalnya tiga pilar Ayam Kinantan tersebut bergabung karena pihak manajemen tim bersangkutan tidak melepasnya.
"Manajemen PSMS masih membutuhkan tenaga ketiganya di laga terakhir Superliga. Sebab, mereka saat ini tengah berjuang lolos dari zona degradasi. Untuk itu, kami tidak jadi memanggil ketiga pemain tadi," kata Hamka.
Masih kata Hamka, ketiga pemain PSMS tersebut masih bisa bergabung dengan timnas U-23. Hanya saja imbuhnya, semua tergantung kebutuhan dari skuad yang ada sekarang. Ditambahkanya, hal yang sama juga berlaku bagi pilar Persipura Jayapura Boaz Salossa dan Immanuel Wangai.
"Boaz dan Wanggai adalah pemain yang sudah siap pakai. Jadi kapan pun keduanya pasti ready. Karena itu, kedua pemain ini tidak perlu ikut masa persiapan," tutur Hamka.
Keltjes bantah main sabun
Pelatih PSMS Medan, Rudi William Keltjes, membantah Sriwijaya FC memberikan kemenangan atau main sabun ketika berhadapan dengan PSMS Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Kanjuruan Malang, Selasa (2/6) lalu, yang berakhir 3-1 untuk PSMS.
"Saya menyatakan secara tegas laga ini tidak terjadi pengaturan hasil pertandingan yang mengindikasikan Sriwijaya FC membantu PSMS tidak terdegradasi ke," kata Keltjes ketika dihubungi Waspada, kemarin.
Menurutnya, kekalahan juara bertahan dan juara Copa Indonesia 2008 itu lebih disebabkan karena tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak diperkuat beberapa pemain utamanya.
Diakui Keltjes, sepanjang pertandingan lawan terus mendapat tekanan dari Leonardo Martins Zada cs. Begitu juga absennya beberapa pemain inti seperti Keith Kayamba, Tsimi dan Ambrizal yang terganjal kartu kuning plus cedera Isnan Ali. "Jadi wajar saja PSMS menuai hasil menggembirakan," ujarnya.
Keltjes sependapat dengan salah seorang ofisial SFC yang menyatakan anak-anak asal Medan itu bermain maksimal dan memiliki semangat luar biasa untuk meraih kemenangan. "PSMS mengusung semangat laga hidup mati, sehingga tampil habis-habisan dan ini membawa hasil Ayam Kinantan tampil lebih agresif," lanjutnya.
"Meskipun sama-sama merumput di daerah Sumatera, bukan berarti pihak lawan berbelas kasihan dan membantu kami. Tidak ada itu!" tegas Keltjes.
Secara terpisah, Wakil Manajer SFC Hendri Zainuddin membantah timnya sengaja memberikan kemenangan kepada PSMS. "Kami nyatakan secara tegas bahwa tidak terjadi pengaturan hasil dalam pertandingan," katanya.
"Saya menyatakan secara tegas laga ini tidak terjadi pengaturan hasil pertandingan yang mengindikasikan Sriwijaya FC membantu PSMS tidak terdegradasi ke," kata Keltjes ketika dihubungi Waspada, kemarin.
Menurutnya, kekalahan juara bertahan dan juara Copa Indonesia 2008 itu lebih disebabkan karena tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak diperkuat beberapa pemain utamanya.
Diakui Keltjes, sepanjang pertandingan lawan terus mendapat tekanan dari Leonardo Martins Zada cs. Begitu juga absennya beberapa pemain inti seperti Keith Kayamba, Tsimi dan Ambrizal yang terganjal kartu kuning plus cedera Isnan Ali. "Jadi wajar saja PSMS menuai hasil menggembirakan," ujarnya.
Keltjes sependapat dengan salah seorang ofisial SFC yang menyatakan anak-anak asal Medan itu bermain maksimal dan memiliki semangat luar biasa untuk meraih kemenangan. "PSMS mengusung semangat laga hidup mati, sehingga tampil habis-habisan dan ini membawa hasil Ayam Kinantan tampil lebih agresif," lanjutnya.
"Meskipun sama-sama merumput di daerah Sumatera, bukan berarti pihak lawan berbelas kasihan dan membantu kami. Tidak ada itu!" tegas Keltjes.
Secara terpisah, Wakil Manajer SFC Hendri Zainuddin membantah timnya sengaja memberikan kemenangan kepada PSMS. "Kami nyatakan secara tegas bahwa tidak terjadi pengaturan hasil dalam pertandingan," katanya.
Friday, June 5, 2009
PSMS Hanya Bawa 2 Pemain Impor ke Papua
PSMS Medan dipastikan tidak bisa tampil full team dalam dua laga terakhirnya di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Pasalnya, tiga pemain asing yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto, dan Juan Daniel Salabbery , tidak ikut dalam rombongan.
Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy Keltjes saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 4 Juni 2009. Menurut Rudy, hanya ada dua pemain asing yang akan tampil dalam tur Papua kali ini. Keduanya adalah Esteban Gullien dan Mario Costas.
"Kami terpaksa meninggalkan beberapa pemain karena cedera. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa mendapat poin dari dua pertandingan ini," kata Rudy.
Keterangan Rudy berbeda dengan mantan asistennya, Liestiadi. Menurutnya dua pemain asing PSMS, yakni Pinto dan Salabbery memang sudah tidak bersama PSMS lagi.
Kontrak kedua pemain tersebut sudah habis 31 Mei 2009 lalu dan manajemen tidak memperpanjangnya. Nasib yang sama juga dialami oleh Liestiadi. Kontrak pria yang sempat menjadi pelatih kepala PSMS itu juga tidak diperpanjang oleh manajemen Ayam Kinantan.
Dalam tur Papua kali ini, PSMS lebih dulu menjajal kekuatan Persipura, Sabtu, 6 Juni 2009. Setelah itu Ayam Kinantan baru bertemu Persiwa Wamena, Rabu, 10 Juni 2009
Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy Keltjes saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 4 Juni 2009. Menurut Rudy, hanya ada dua pemain asing yang akan tampil dalam tur Papua kali ini. Keduanya adalah Esteban Gullien dan Mario Costas.
"Kami terpaksa meninggalkan beberapa pemain karena cedera. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa mendapat poin dari dua pertandingan ini," kata Rudy.
Keterangan Rudy berbeda dengan mantan asistennya, Liestiadi. Menurutnya dua pemain asing PSMS, yakni Pinto dan Salabbery memang sudah tidak bersama PSMS lagi.
Kontrak kedua pemain tersebut sudah habis 31 Mei 2009 lalu dan manajemen tidak memperpanjangnya. Nasib yang sama juga dialami oleh Liestiadi. Kontrak pria yang sempat menjadi pelatih kepala PSMS itu juga tidak diperpanjang oleh manajemen Ayam Kinantan.
Dalam tur Papua kali ini, PSMS lebih dulu menjajal kekuatan Persipura, Sabtu, 6 Juni 2009. Setelah itu Ayam Kinantan baru bertemu Persiwa Wamena, Rabu, 10 Juni 2009
PSMS Waspadai Eduard Ivakdalam
PSMS akan berhadapan dengan Persipura Jayapura, Sabtu 6 Juni 2009. Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes mengaku tak khawatir dengan kekuatan pemain-pemain Mutiara Hitam kecuali Eduard Ivakdalam.
Menurut Rudy, kekuatan Mutiara Hitam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tim-tim lain. Namun, kehadiran Eduard Ivakdalam di dalam tubuh jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini membuat penampilan Boaz Solossa cs lebih matang.
"Saya tiga tahun melatih Persipura. Jadi saya tahu seperti apa Eduard. Dia pemain yang cerdik dan tipikal pemimpin di lapangan," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menghadapi Persipura, PSMS dipastikan tidak bisa tampil full team. Ayam Kinantan terpaksa meninggalkan tiga pemain asingnya: Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery.
Meski demikian, Rudy mengaku bakal berusaha mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala Jayapura. Bila tak mampu mencuri poin sempurna, Rudy berharap timnya bisa mencuri hasil seri.
"Memang sulit mengalahkan Persipura di hadapan publiknya sendiri. Tapi, kami akan berusaha. Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan sampai kalah," tandas Rudy
Menurut Rudy, kekuatan Mutiara Hitam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tim-tim lain. Namun, kehadiran Eduard Ivakdalam di dalam tubuh jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini membuat penampilan Boaz Solossa cs lebih matang.
"Saya tiga tahun melatih Persipura. Jadi saya tahu seperti apa Eduard. Dia pemain yang cerdik dan tipikal pemimpin di lapangan," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menghadapi Persipura, PSMS dipastikan tidak bisa tampil full team. Ayam Kinantan terpaksa meninggalkan tiga pemain asingnya: Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery.
Meski demikian, Rudy mengaku bakal berusaha mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala Jayapura. Bila tak mampu mencuri poin sempurna, Rudy berharap timnya bisa mencuri hasil seri.
"Memang sulit mengalahkan Persipura di hadapan publiknya sendiri. Tapi, kami akan berusaha. Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan sampai kalah," tandas Rudy
Rudy: Kalau Bisa Saya Ingin Buat Edu Mabuk
Pelatih PSMS Medan, Rudy Keltjes menilai penampilan Persipura Jayapura sangat bergantung pada sosok playmaker Eduard Ivakdalam. Karena itu, Rudy berhadap Edu tidak dalam top performa saat dijajal Ayam Kinantan.
"Edu merupakan sosok sentral di Persipura. Tanpa dia, Persipura tidak ada apa-apanya. Namun, sangat sulit menghambat pergerakan Edu," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menurut Rudy, Edu merupakan pemain yang cerdas. Dia juga merupakan sosok pemimpin yang benar-benar dihormati oleh pemain. Tanpa Edu, Rudy yakin Persipura tidak akan mampu tampil bagus.
"Tiga tahun saya bersama Edu. Karena itu saya tahu seperti apa dia. Dia merupakan pemain yang tidak banyak bicara, tapi sangat cerdas di dalam lapangan," kata Rudy.
Saat berhadapan dengan Persipura, Ayam Kinantan dipastikan tidak bisa tampil full team. Tiga pemain asing tim kebanggaan warga Medan itu, yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery tidak ikut dalam rombongan.
Dengan kekuatan yang ada, Rudy mengaku timnya bakal kesulitan mengimbangi Persipura. Satu-satunya cara untuk mendulang poin adalah dengan mematikan pergerakan Edu.
"Saya hanya berharap malam sebelum pertandingan Edu mabuk. Sehingga Edu tidak bisa tampil maksimal saat pertandingan. Kalau dia bisa saya mabukkan, saya akan lakukan itu," kata Rudy
"Edu merupakan sosok sentral di Persipura. Tanpa dia, Persipura tidak ada apa-apanya. Namun, sangat sulit menghambat pergerakan Edu," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menurut Rudy, Edu merupakan pemain yang cerdas. Dia juga merupakan sosok pemimpin yang benar-benar dihormati oleh pemain. Tanpa Edu, Rudy yakin Persipura tidak akan mampu tampil bagus.
"Tiga tahun saya bersama Edu. Karena itu saya tahu seperti apa dia. Dia merupakan pemain yang tidak banyak bicara, tapi sangat cerdas di dalam lapangan," kata Rudy.
Saat berhadapan dengan Persipura, Ayam Kinantan dipastikan tidak bisa tampil full team. Tiga pemain asing tim kebanggaan warga Medan itu, yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery tidak ikut dalam rombongan.
Dengan kekuatan yang ada, Rudy mengaku timnya bakal kesulitan mengimbangi Persipura. Satu-satunya cara untuk mendulang poin adalah dengan mematikan pergerakan Edu.
"Saya hanya berharap malam sebelum pertandingan Edu mabuk. Sehingga Edu tidak bisa tampil maksimal saat pertandingan. Kalau dia bisa saya mabukkan, saya akan lakukan itu," kata Rudy
Tambah Amunisi Menuju Papua
Sukses mengalahkan Sriwijaya FC (2/6), PSMS Medan kini menatap dua laga terakhir yang tak kalah penting. Yakni bertandang ke Papua, menghadapi Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6).
Meski tak mungkin lagi terdegradasi, dua laga itu sangat penting bagi PSMS. Tambahan poin bakal mengamankan posisi mereka di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebaliknya, jika kalah PSMS terancam melakoni playoff melawan Persebaya Surabaya yang menjadi tim peringkat keempat Divisi Utama.
Masalahnya, tidak mudah meraih angka di Papua. Persipura dan Persiwa sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Hampir semua tim tamu yang bertandang ke sana dikirim pulang dengan kekalahan.
'Saya tidak pernah takut dengan sesama tim Superliga. Karena toh PSMS bermain di level yang sama. Yang saya khawatirkan hanya kondisi tim yang kerap tak bugar. Jadwal padat masih menjadi momok bagi kita, ditambah tak konsistennya permainan anak-anak,' ujar Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Untuk mengantisipasi kelelahan, manajemen akan menambah pemain yang dibawa ke Papua. Kemungkinannya adalah menarik beberapa pemain dari tim PSMS U-21. Bisa juga memanggil kembali pemain yang dipinjamkan ke klub lain seperti Erwinsyah.
Yang pasti, PSMS akan membawa seluruh skuad inti termasuk sejumlah pemain asal Papua, seperti Elie Aiboy, Oktovianus, Mitchel Nere, dan Ruben Sanadi. Kehadiran pemain asal Papua ini diharapkan mampu menambah warna tersendiri bagi tim Ayam Kinantan.
'Pemain yang sebelumnya ditinggal karena akumulisi akan kita bawa. Ada Okto dan Edi Sibung yang masuk dalam daftar pemain yang dibawa. Pemain inti tentu saja akan diboyong,' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.
Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil menahan imbang Persiwa dengan skor 2-2. Sedangkan saat bertemu Persipura takluk 0-1. 'Laga melawan tim Papua tentu berat. Tapi bukan berarti tak ada harapan. Dengan kerja keras semua lini, saya rasa tak ada yang tak mungkin,' tegas Sihar.
Meski tak mungkin lagi terdegradasi, dua laga itu sangat penting bagi PSMS. Tambahan poin bakal mengamankan posisi mereka di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebaliknya, jika kalah PSMS terancam melakoni playoff melawan Persebaya Surabaya yang menjadi tim peringkat keempat Divisi Utama.
Masalahnya, tidak mudah meraih angka di Papua. Persipura dan Persiwa sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Hampir semua tim tamu yang bertandang ke sana dikirim pulang dengan kekalahan.
'Saya tidak pernah takut dengan sesama tim Superliga. Karena toh PSMS bermain di level yang sama. Yang saya khawatirkan hanya kondisi tim yang kerap tak bugar. Jadwal padat masih menjadi momok bagi kita, ditambah tak konsistennya permainan anak-anak,' ujar Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Untuk mengantisipasi kelelahan, manajemen akan menambah pemain yang dibawa ke Papua. Kemungkinannya adalah menarik beberapa pemain dari tim PSMS U-21. Bisa juga memanggil kembali pemain yang dipinjamkan ke klub lain seperti Erwinsyah.
Yang pasti, PSMS akan membawa seluruh skuad inti termasuk sejumlah pemain asal Papua, seperti Elie Aiboy, Oktovianus, Mitchel Nere, dan Ruben Sanadi. Kehadiran pemain asal Papua ini diharapkan mampu menambah warna tersendiri bagi tim Ayam Kinantan.
'Pemain yang sebelumnya ditinggal karena akumulisi akan kita bawa. Ada Okto dan Edi Sibung yang masuk dalam daftar pemain yang dibawa. Pemain inti tentu saja akan diboyong,' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.
Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil menahan imbang Persiwa dengan skor 2-2. Sedangkan saat bertemu Persipura takluk 0-1. 'Laga melawan tim Papua tentu berat. Tapi bukan berarti tak ada harapan. Dengan kerja keras semua lini, saya rasa tak ada yang tak mungkin,' tegas Sihar.
Wednesday, June 3, 2009
Kebersamaan Liestiadi dan PSMS Berakhir
Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi resmi hengkang dari PSMS. Pasalnya, kontrak pria yang sempat menjabat sebagai pelatih kepala PSMS itu sudah berakhir 31 Mei 2009.
Menurut Liestiadi, manajemen sudah tidak memperpanjang kontraknya. Karena itu, sejak Juni 2009, dia sudah tidak berada di tim pelatih Ayam Kinantan.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Manajemen tidak memperpanjang kontrak saya yang berakhir 31 Mei lalu," kata Liestiadi ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 3 Juni 2009.
Liestiadi sebenarnya sempat menjabat sebagai pelatih kepala di PSMS Medan mengganti Erick Williams. Namun perannya kemudian digantikan oleh Rudy Keltjes yang masuk di pertengahan putaran kedua.
Selain memimpin PSMS di LSI, Liestiadi juga sempat mendampingi PSMS di AFC Cup 2009. Bersama Liestiadi PSMS berhasil memenangkan beberapa pertandingan di babak kualifikasi sebelum akhirnya digantikan oleh Rudy.
Saat ini, PSMS telah lolos ke babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar ini, PSMS akan berhadapan dengan tim asal Thailand, Chonburi FC, 23 Juni 2009.
Menurut Liestiadi, manajemen sudah tidak memperpanjang kontraknya. Karena itu, sejak Juni 2009, dia sudah tidak berada di tim pelatih Ayam Kinantan.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Manajemen tidak memperpanjang kontrak saya yang berakhir 31 Mei lalu," kata Liestiadi ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 3 Juni 2009.
Liestiadi sebenarnya sempat menjabat sebagai pelatih kepala di PSMS Medan mengganti Erick Williams. Namun perannya kemudian digantikan oleh Rudy Keltjes yang masuk di pertengahan putaran kedua.
Selain memimpin PSMS di LSI, Liestiadi juga sempat mendampingi PSMS di AFC Cup 2009. Bersama Liestiadi PSMS berhasil memenangkan beberapa pertandingan di babak kualifikasi sebelum akhirnya digantikan oleh Rudy.
Saat ini, PSMS telah lolos ke babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar ini, PSMS akan berhadapan dengan tim asal Thailand, Chonburi FC, 23 Juni 2009.
Tekuk SFC, PSMS Menjauh dari Zona Degradasi
PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam,
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam,
PSMS Sementara Ungguli Sriwijaya FC
PSMS Medan untuk sementara memimpin duel kontra Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Hingga babak pertama berakhir, Ayam Kinantan unggul 1-0 atas Laskar Wong Kito.
Misi berat diusung PSMS pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung antv ini. Posisi Ayam Kinantan yang masih berada di zona merah degradasi menuntut Ellie Aiboy cs untuk bisa memetik poin penuh.
Di babak pertama, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS
Misi berat diusung PSMS pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung antv ini. Posisi Ayam Kinantan yang masih berada di zona merah degradasi menuntut Ellie Aiboy cs untuk bisa memetik poin penuh.
Di babak pertama, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS
PSMS Jauhi Zona Degradasi

PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam
Tuesday, June 2, 2009
Adu Gengsi Raksasa Andalas
Duel ke-14 penguasa Sumatera antara PSMS Medan dan Sriwijaya FC (SFC) malam ini memang bukan untuk perebutan takhta.
Namun,kedua tim punya kepentingan berbeda. Dilihat dari dua laga terakhir, duo Andalas ini samasama mencatatkan tren positif. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan hasil imbang dengan Persija Jakarta 1-1 membuat PSMS siap memberi perlawanan kepada Charis Yulianto dkk. SFC pun tidak kalah mentereng, dengan terus menunjukkan grafik peningkatan.
Seusai melibas raksasa China Shandong Luneng 4-2 di Liga Champions Asia, giliran Persibo Bojonegoro yang diberi pelajaran dihajar SFC 5-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Tapi, pada laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pekan ini,PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi menghindari jerat degradasi.
Sementara SFC tak lagi memiliki potensi menjadi kampiun musim ini.Kontradiksi inilah yang memunculkan pertanyaan: akankah ada kemungkinan solidaritas antartim Andalas? Tidak mudah memang menjawabnya. Apalagi, melihat rivalitas kedua tim yang sudah mulai menapaki fase kritis.Sebagai tim tertua di Sumatera, Ayam Kinantan sempat merasa terganggu dengan kehadiran Laskar Wong Kito.
Sebagai tim metamorfosa dari Persijatim Solo FC, pasukan Rahmad Darmawan ternyata langsung menarik perhatian. Double winner musim lalu jadi bukti sahih bagaimana SFC telah mencuri perhatian dan menurunkan gengsi Ayam Kinantan sebagai tertua di Sumatera. Tapi, saat kedua tim bertemu hari ini, pendukung Kota Medan boleh jadi berharap agar Laskar Wong Kito tak terlalu menebar ambisi serius.
Toh kemenangan juga tak akan membuat mereka menjadi kampiun sehingga tidak seharusnya ”persaudaraan”dikorbankan. Namun, Arsitek PSMS Rudy Williams Keltjes tak berharap kepada tim lain. Baginya, kemenangan harus diraih atas jerih payah sendiri,bukan belas kasihan pihak ketiga.
Mantan arsitek Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura ini mengaku siap memberikan komando kepada skuad asuhannya untuk mengamankan tiga poin. Formasi 3-4-3 pun didaulat sebagai strategi jitu untuk memaksimalkan hasil menghadapi tim asuhan Rahmad. ”Pemain sudah pulih dan skema itu (3-4-3) pasti kami mainkan besok karena enggak ada cara lain bagi kami untuk mengamankan tiga poin,”ujar Rudy.
Di lain pihak,Rahmad berjanji timnya tetap akan bermain maksimal dan mengedepankan permainan kolektivitas.”Yang jelas anakanak harus konsentrasi dan jangan sampai kecolongan.Yang terpenting adalah kolektivitas tim,” paparnya. Apalagi, pilar-pilar utama SFC,mulai dari barisan tengah dan depan dalam kondisi siap tempur.
Hanya ada dua pemain di barisan pertahanan yang bakal absen, yakni Tsimi Jaqcues dan Ambrizal lantaran akumulasi kartu. ”Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak kami latihan di Palembang kemarin. Bahkan, sebelum melawan Persibo, kami sudah mencoba memasang Maully Lessy dan mencoba pola 3-4-3 dengan menggunakan tiga bek tengah. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,”tuturnya
Namun,kedua tim punya kepentingan berbeda. Dilihat dari dua laga terakhir, duo Andalas ini samasama mencatatkan tren positif. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan hasil imbang dengan Persija Jakarta 1-1 membuat PSMS siap memberi perlawanan kepada Charis Yulianto dkk. SFC pun tidak kalah mentereng, dengan terus menunjukkan grafik peningkatan.
Seusai melibas raksasa China Shandong Luneng 4-2 di Liga Champions Asia, giliran Persibo Bojonegoro yang diberi pelajaran dihajar SFC 5-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Tapi, pada laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pekan ini,PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi menghindari jerat degradasi.
Sementara SFC tak lagi memiliki potensi menjadi kampiun musim ini.Kontradiksi inilah yang memunculkan pertanyaan: akankah ada kemungkinan solidaritas antartim Andalas? Tidak mudah memang menjawabnya. Apalagi, melihat rivalitas kedua tim yang sudah mulai menapaki fase kritis.Sebagai tim tertua di Sumatera, Ayam Kinantan sempat merasa terganggu dengan kehadiran Laskar Wong Kito.
Sebagai tim metamorfosa dari Persijatim Solo FC, pasukan Rahmad Darmawan ternyata langsung menarik perhatian. Double winner musim lalu jadi bukti sahih bagaimana SFC telah mencuri perhatian dan menurunkan gengsi Ayam Kinantan sebagai tertua di Sumatera. Tapi, saat kedua tim bertemu hari ini, pendukung Kota Medan boleh jadi berharap agar Laskar Wong Kito tak terlalu menebar ambisi serius.
Toh kemenangan juga tak akan membuat mereka menjadi kampiun sehingga tidak seharusnya ”persaudaraan”dikorbankan. Namun, Arsitek PSMS Rudy Williams Keltjes tak berharap kepada tim lain. Baginya, kemenangan harus diraih atas jerih payah sendiri,bukan belas kasihan pihak ketiga.
Mantan arsitek Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura ini mengaku siap memberikan komando kepada skuad asuhannya untuk mengamankan tiga poin. Formasi 3-4-3 pun didaulat sebagai strategi jitu untuk memaksimalkan hasil menghadapi tim asuhan Rahmad. ”Pemain sudah pulih dan skema itu (3-4-3) pasti kami mainkan besok karena enggak ada cara lain bagi kami untuk mengamankan tiga poin,”ujar Rudy.
Di lain pihak,Rahmad berjanji timnya tetap akan bermain maksimal dan mengedepankan permainan kolektivitas.”Yang jelas anakanak harus konsentrasi dan jangan sampai kecolongan.Yang terpenting adalah kolektivitas tim,” paparnya. Apalagi, pilar-pilar utama SFC,mulai dari barisan tengah dan depan dalam kondisi siap tempur.
Hanya ada dua pemain di barisan pertahanan yang bakal absen, yakni Tsimi Jaqcues dan Ambrizal lantaran akumulasi kartu. ”Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak kami latihan di Palembang kemarin. Bahkan, sebelum melawan Persibo, kami sudah mencoba memasang Maully Lessy dan mencoba pola 3-4-3 dengan menggunakan tiga bek tengah. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,”tuturnya
Elie-Okto Mulai Banjir Tawaran
Dua pemain PSMS Medan Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani mulai banjir tawaran. Secara terbuka keduanya mengaku sudah mendapat pinangan dari beberapa tim Divisi Utama dan Liga Super.
Elie, misalnya, mengaku ada beberapa tim yang telah melakukan pendekatan. Sayangnya, mantan pemain Persija Jakarta ini belum mau menyebut tim yang sudah melakukan lobi itu. ”Memang ada beberapa klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya dan berapa nilai kontraknya.
Karena, saya masih terikat kontrak dengan PSMS beberapa waktu lagi sehingga harus saya hargai,” kata Elie kepada Harian Seputar Indonesia kemarin. Untuk urusan kontrak, prioritas bagi dia terletak pada sikap profesionalitas yang ditunjukkan manajemen klub tersebut.
Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apakah klub itu berasal dari tim Liga Super ataupun klub kasta kedua, Divisi Utama. ”Terserah, mau klub Divisi Utama atau Liga Super, itu bukan prioritas dan saya tidak akan pilih-pilih. Yang terpenting, manajemen klub tersebut bisa secara profesional dan transparan menyebutkan nilai kontrak,” ucapnya.
Elie, misalnya, mengaku ada beberapa tim yang telah melakukan pendekatan. Sayangnya, mantan pemain Persija Jakarta ini belum mau menyebut tim yang sudah melakukan lobi itu. ”Memang ada beberapa klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya dan berapa nilai kontraknya.
Karena, saya masih terikat kontrak dengan PSMS beberapa waktu lagi sehingga harus saya hargai,” kata Elie kepada Harian Seputar Indonesia kemarin. Untuk urusan kontrak, prioritas bagi dia terletak pada sikap profesionalitas yang ditunjukkan manajemen klub tersebut.
Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apakah klub itu berasal dari tim Liga Super ataupun klub kasta kedua, Divisi Utama. ”Terserah, mau klub Divisi Utama atau Liga Super, itu bukan prioritas dan saya tidak akan pilih-pilih. Yang terpenting, manajemen klub tersebut bisa secara profesional dan transparan menyebutkan nilai kontrak,” ucapnya.
Kerap Kurang Greget
.gif)
Rudi William Keltjes, arsitek PSMS Medan tak habis pikir kenapa para pemainnya masih saja kerap tampil kurang greget. Padahal saat ini PSMS sedang berada dalam posisi genting, di ambang jurang degradasi.
Lihat saja saat skuad Ayam Kinantan bertemu Macan Kemayoran julukan Persija, Sabtu (30/5) lalu. Persija yang seolah memberi jalan bagi PSMS untuk menang, dengan hanya menurunkan pemain cadangan, tak juga mampu dimaksimalkan pemain PSMS. Kedua tim harus puas berbagi angka akibat hasil imbang 1-1. Padahal, PSMS lebih dulu unggul lewat kaki Zada di tengah babak pertama.
Sikap cepat puas begitu kentara ditunjukkan anak-anak Medan. Padahal Persija main jelek dengan kesalahan-kesalahan pemain belakangnya. Wajar saja Rudi Keltjes sangat kecewa dengan hasil itu.
“Saya bingung, padahal segala cara dan upaya sudah saya terapkan ke dalam tim ini. Tapi pemain masih saja kurang greget. Saya sampai berpikir apakah saya yang tidak cocok menangani tim ini,” beber Rudi usai laga kontra Persija Sabtu lalu.
Meski demikian, PSMS tentunya tak ingin menyerah begitu saja. Hasil imbang kontra Persija memang terasa kurang bagus, tapi cukuplah untuk menambah raihan satu angka. Meskipun tak mempengaruhi posisi PSMS di klasemen sementara. PSMS saat ini tetap nangkring di peringkat 15 dengan raihan 28 angka. Syukur Deltras dibantai Persib Bandung 6-1, sehingga Deltas tetap berada di bawah PSMS. Seandainya Deltras menang, posisi PSMS rawan geser.
Selasa (2/6) ini, PSMS akan kembali menghadapi cobaan. Sriwijaya merupakan batu sandungan selanjutnya yang harus segera ditangani. PSMS bertindak sebagai tuan rumah atas laga itu. Namun markas yang dipilih PSMS saat ini tak lagi Gelora Jakabaring Palembang, melainkan Stadion Kanjuruhan Malang.
Fokus tim segera dialihkan kepada laga ini. Kemenangan kembali ditarget, meskipun hal itu tentu saja tidak mudah. “Selain memberikan menu latihan seperti biasa, saya juga mengutarakan kepada para pemain agar bermain lebih profesional lagi. Sebagai pemain yang dibayar mahal oleh klub, skuad PSMS harusnya membuktikan bahwa mereka layak dipakai tenaganya. Dan itu semua memang kembali kepada pemain. Semoga PSMS bisa meraih hasil memuaskan pada laga ini,” terang Keltjes.
Syukurnya seluruh skuad PSMS saat ini tak ada yang cedera. Tapi Oktovianus dan Edi Sibung harus rela diparkir karena kedua pemain tengah menerima hukuman akumulasi dua kartu kuning.
Absennya dua pilar PSMS itu, cukup membuat timpang persiapan tim. Meskipun Rudi sudah menyiapkan gantinya. Tapi sampai saat ini Rudi masih belum memastikan siapa yang bakal melapis Okto. Opsi ada dua pilihan, bisa saja Mitchel Nere atau Andika yang akan diplot sebagai starter.
Madina MJ Jr atasi PSMS Jr ( Berita Khusus)
Peluang tim tuan rumah PS Madina MJ Jr melaju ke putaran selanjutnya semakin terbuka, setelah menekuk PSMS Jr 2-1 dalam lanjutan kompetisi Liga Remaja U-17 Piala Suratin 2009 Zona Sumatera Utara di Stadion Kompi- B Manggadua Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin.
Dengan keberhasilan mendulang poin penuh itu, anak-anak asuhan Manajer H Waskito Daulay kini mengoleksi nilai 4 atau sama dengan tim PSSA Asahan Jr yang berhasil menundukkan Thamrin Metropolitan Graha Jr 3-0.
Sementara dua tim tamu lainnya PSMS Jr memperoleh nilai 3 yakni menang 2-0 atas TMG Jr dan kalah 1-2 dari Madina MJ Jr. TMG sama sekali belum memperoleh nilai karena dalam dua pertandinganya mengalami kekalahan dari PSMS Jr dan PSSA.
Disaksikan Ketua Panitia Piala Suratin 2009 Sugeng Rahayu dan Kadispora Madina Syahdan Lubis AP, Madina MJ Jr polesan pelatih Edi Saputra tampil percaya diri. Dua gol tim Madina MJ Jr dihasilkan lewat kaki stiker Apriansyah menit 51 dan Didit Ukhrawi menit 70. Gol balasan PSMS Jr dicetak Richo AD Siahaan.
"Kita menyisakan satu pertandingan dan peluang semakin terbuka menuju putaran selanjutnya," kata Ketua Umum yang juga Manajer PS Madina MJ Jr H Waskito Daulay menambahkan Selasa ini timnya menjajal TMG Jr.
Pada pertandingan pertama yang dipimpin wasit Rorim Situmeang, PSSA Asahan Jr juga membuka peluang setelah dalam laga keduanya berhasil menundukkan TMG Jr 3-0. Ketiga gol kemenangan tim asuhan Drs Jamal Abdul Nasir Siregar diciptakan hatrik Diki Syahputra masing-masing di menit 27, 42 dan 79.
Dengan keberhasilan mendulang poin penuh itu, anak-anak asuhan Manajer H Waskito Daulay kini mengoleksi nilai 4 atau sama dengan tim PSSA Asahan Jr yang berhasil menundukkan Thamrin Metropolitan Graha Jr 3-0.
Sementara dua tim tamu lainnya PSMS Jr memperoleh nilai 3 yakni menang 2-0 atas TMG Jr dan kalah 1-2 dari Madina MJ Jr. TMG sama sekali belum memperoleh nilai karena dalam dua pertandinganya mengalami kekalahan dari PSMS Jr dan PSSA.
Disaksikan Ketua Panitia Piala Suratin 2009 Sugeng Rahayu dan Kadispora Madina Syahdan Lubis AP, Madina MJ Jr polesan pelatih Edi Saputra tampil percaya diri. Dua gol tim Madina MJ Jr dihasilkan lewat kaki stiker Apriansyah menit 51 dan Didit Ukhrawi menit 70. Gol balasan PSMS Jr dicetak Richo AD Siahaan.
"Kita menyisakan satu pertandingan dan peluang semakin terbuka menuju putaran selanjutnya," kata Ketua Umum yang juga Manajer PS Madina MJ Jr H Waskito Daulay menambahkan Selasa ini timnya menjajal TMG Jr.
Pada pertandingan pertama yang dipimpin wasit Rorim Situmeang, PSSA Asahan Jr juga membuka peluang setelah dalam laga keduanya berhasil menundukkan TMG Jr 3-0. Ketiga gol kemenangan tim asuhan Drs Jamal Abdul Nasir Siregar diciptakan hatrik Diki Syahputra masing-masing di menit 27, 42 dan 79.
Ayam Kinantan belum aman
Langkah PSMS Medan mempertahankan diri di Liga Super Indonesia belum aman, karena hanya bermain imbang 1-1 dengan Persija Jakarta di Malang, Sabtu (30/5) lalu.
Dengan hasil tersebut, tidak ada pilihan lain bagi tim Ayam Kinantan untuk meraih kemenangan dalam tiga sisa laganya. Demikian ditegaskan pelatih PSMS Rudi William Keltjes ketika dihubungi Waspada, Senin. Pasukan The Killer harus mampu memenangkan pertandingan khususnya Selasa (2/6) ini melawan Sriwijaya FC, kemudian Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6) di kandang kedua tim.
"Saya tidak mau lagi anak-anak terbawa ritme permainan lawan. Saya sudah berusaha menekan kepada pemain supaya memanfaatkan setiap peluang yang ada, tidak seperti ketika menghadapi Macan Kemayoran," katanya.
"Ketiga laga ini, khususnya melawan Persipura dan Persiwa cukup berat. Tentunya Fadli Hariri dan kawan-kawan harus bekerja keras untuk meraih poin demi target bertahan di Liga Super Indonesia tercapai," tambah Keltjes.
PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 laga, skuad Ayam Kinantan masih harus berjuang tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional. Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS mengunci babak playoff melawan Persebaya Surabaya. Bahkan bila Persitara Jakarta Utara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.
Pertanggungjawaban
Pengurus Ayam Kinantan pun harus meminta pertanggungjawaban pelatih dan manajemen tim menyusul penampilan buruk apalagi bila mereka gagal bertahan di Liga Super Indonesia musim depan.
Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa mengaku sangat prihatin dengan hasil buruk yang dialami The Killer di Liga Super Indonesia. Pengurus harus memanggil pelatih dan manajemen tim, juga pemain untuk meminta penjelasan penampilan M Affan Lubis cs terpuruk seperti itu.
"Segala upaya sudah dilakukan manajemen. Gaji pemain tidak ada masalah, bonus juga disiapkan dan upaya lain telah dilakukan, tapi kok bisa hasilnya memalukan begitu," ujar Benny.
"Sebenarnya tidak masalah PSMS gagal merebut juara, asalkan bisa tetap bertahan di Liga Super tanpa harus playoff," tambah Benny lagi.
Dengan hasil tersebut, tidak ada pilihan lain bagi tim Ayam Kinantan untuk meraih kemenangan dalam tiga sisa laganya. Demikian ditegaskan pelatih PSMS Rudi William Keltjes ketika dihubungi Waspada, Senin. Pasukan The Killer harus mampu memenangkan pertandingan khususnya Selasa (2/6) ini melawan Sriwijaya FC, kemudian Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6) di kandang kedua tim.
"Saya tidak mau lagi anak-anak terbawa ritme permainan lawan. Saya sudah berusaha menekan kepada pemain supaya memanfaatkan setiap peluang yang ada, tidak seperti ketika menghadapi Macan Kemayoran," katanya.
"Ketiga laga ini, khususnya melawan Persipura dan Persiwa cukup berat. Tentunya Fadli Hariri dan kawan-kawan harus bekerja keras untuk meraih poin demi target bertahan di Liga Super Indonesia tercapai," tambah Keltjes.
PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 laga, skuad Ayam Kinantan masih harus berjuang tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional. Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS mengunci babak playoff melawan Persebaya Surabaya. Bahkan bila Persitara Jakarta Utara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.
Pertanggungjawaban
Pengurus Ayam Kinantan pun harus meminta pertanggungjawaban pelatih dan manajemen tim menyusul penampilan buruk apalagi bila mereka gagal bertahan di Liga Super Indonesia musim depan.
Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa mengaku sangat prihatin dengan hasil buruk yang dialami The Killer di Liga Super Indonesia. Pengurus harus memanggil pelatih dan manajemen tim, juga pemain untuk meminta penjelasan penampilan M Affan Lubis cs terpuruk seperti itu.
"Segala upaya sudah dilakukan manajemen. Gaji pemain tidak ada masalah, bonus juga disiapkan dan upaya lain telah dilakukan, tapi kok bisa hasilnya memalukan begitu," ujar Benny.
"Sebenarnya tidak masalah PSMS gagal merebut juara, asalkan bisa tetap bertahan di Liga Super tanpa harus playoff," tambah Benny lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)